Showing posts sorted by relevance for query otot-polos-manusia. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query otot-polos-manusia. Sort by date Show all posts

Thursday, May 16, 2019

Pintar Pelajaran Otot Polos Manusia


Otot Polos Manusia - Otot polos tersusun atas jaringan yang berasal dari kumpulan sel-sel otot polos. Sel otot polos berbentuk gelendong, pada dasarnya satu di tengah, dan tidak memiliki garis-garis gelap jelas menyerupai otot lurik. Cermati Gambar 1. Gerak otot polos tidak disadari atau tidak menurut kehendak kita sehingga disebut otot tidak sadar/otot tak sadar. Otot polos terdapat pada dinding alat-alat dalam, seperti pada akses pernafasan, akses pencernaan, saluran reproduksi, pembuluh darah dan getah bening, dan juga akses air seni.

 Otot polos tersusun atas jaringan yang berasal dari Pintar Pelajaran Otot Polos Manusia
Gambar 1. Otot polos pada akses pencernakan
Anda kini sudah mengetahui Struktur Otot Polos Manusia

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Friday, May 17, 2019

Pintar Pelajaran Macam-Macam Otot Manusia


Macam-macam Otot pada Manusia - Berdasarkan jenisnya, otot terbagi menjadi tiga macam, yaitu otot jantung, otot lurik, dan otot polos. Lakukanlah eksperimen berikut untuk mengetahui perbedaan struktur masing-masing otot.

a. Otot Lurik

Otot lurik atau disebut juga dengan otot rangka karena melekat pada rangka dan berfungsi menggerakkan rangka. Otot lurik tersusun atas serabut-serabut otot atau miofibril yang berinti banyak. Miofibril dalam plasma berwarna gelap dan terang, tersusun teratur, dan tampak bergaris sehingga disebut otot seran lintang atau otot lurik.

berikut untuk mengetahui perbedaan struktur masing Pintar Pelajaran Macam-macam Otot Manusia
Gambar 1. Otot Lurik.
Miofibril membentuk kumpulan serabut yang disebut otot atau daging. Tiap kumpulan serabut dilindungi oleh selaput yang disebut fasia propria, sedangkan otot atau daging dilindungi oleh selaput fasia superfisialis. Biasanya adonan otot berbentuk kumparan dengan bagian tengahnya menggelembung disebut empal atau ventrikel. Sementara itu, bab tepi adonan otot tersebut mengecil disebut urat otot atau tendon. Bagian empal dapat berkontraksi mengerut dan mengendur. Setiap otot memiliki dua buah tendon atau lebih. Tendon yang menempel pada tulang yang bergerak disebut insersio, sedangkan tendon yang menempel pada tulang yang tidak bergerak disebut origo. Otot lurik disebut otot sadar alasannya yaitu bekerjanya dikendalikan oleh kehendak kita. Kontraksinya cepat, tidak teratur, dan gampang lelah. Otot lurik sanggup bergerak karena rangsang berupa panas, dingin, arus listrik, dan rangsang kimia.

b. Otot Jantung atau Myocardium

Otot jantung hanya terdapat pada jantung. Otot ini secara anatomis mempunyai ciri ibarat otot lurik, tetapi berinti banyak dan terletak di tengah. Otot jantung mempunyai cabang-cabang yang menghubungkan sel satu dengan selsel lain disebut anastomosis. Batas antarselnya tampak jelas dan disebut diskus interkalaris.

berikut untuk mengetahui perbedaan struktur masing Pintar Pelajaran Macam-macam Otot Manusia
Gambar 2. Otot Jantung atau Myocardium
c. Otot Polos

Sel-sel otot polos mempunyai bentuk ibarat gelendong, berinti satu, dan terdapat di tengah. Miofibril berwarna polos (tidak berwarna gelap dan terang). Kerja otot polos adalah tidak sadar (tidak dipengaruhi kehendak), lambat, teratur, dan tidak gampang lelah. Otot polos terdapat pada dinding saluran pencernaan, akses pernapasan, dan pembuluh darah sehingga sering disebut otot alat-alat dalam.

berikut untuk mengetahui perbedaan struktur masing Pintar Pelajaran Macam-macam Otot Manusia
Gambar 3. Otot Polos
Anda kini sudah mengetahui Macam-macam Otot Manusia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Sunday, May 5, 2019

Pintar Pelajaran Sistem Gerak Otot Pada Manusia

Artikel, Makalah, dan Contoh Sistem Gerak Otot pada Manusia - Menurut para ahli, prosedur gerak otot polos dan otot jantung sama dengan prosedur otot rangka. Sel otot rangka mengandung filamen halus yang tipis dan filamen bergairah yang tebal. Filamen adalah suatu protein otot. Filamen halus terdiri atas dua aktin dan satu protein regulator (pengatur) yaitu berupa tropomiosin dan tropoponin kompleks. Protein regulator ini melilit aktin. Sementara, filamen kasar berupa miosin. Adanya filamen halus dan kasar, menimbulkan otot rangka terlihat gelap dan terang. Unit gelap jelas pada otot rangka disebut sarkomer. Sarkomer yang satu dengan sarkomer yang lain dibatasi oleh garis Z (lihat Gambar 1). Garis Z menempel pada filamen halus/terang, sedangkan filamen kasar berada di pecahan tengah sarkomer. Pada pita A, sebagian filamen kasar dan filamen halus saling tumpang tindih. Zona H ialah bagian dari pita A yang hanya mengandung pita bergairah (miosin). Pita I berada pada ujung sarkomer dan bersahabat dengan garis Z. Pita I hanya terdiri atau filamen halus (aktin) saja. Agar kalian sanggup memahaminya, coba kalian perhatikan kembali struktur otot rangka pada Gambar 1. berikut.

 prosedur gerak otot polos dan otot jantung Pintar Pelajaran Sistem Gerak Otot pada Manusia
Gambar 1. Mekanisme gerak otot pada lengan manusia
Saat otot berkontraksi, sarkomer lebih pendek (mereduksi), sehingga jarak garis Z yang satu ke garis Z yang lain makin berdekatan. Kontraksi otot ini tidak menciptakan panjang pita A berubah, namun justru pita I yang menjadi pendek dan zona H menjadi hilang. Filamen aktin dan miosin tidak mengalami perubahan panjang, namun bergabung membentuk aktomiosin. Kejadian ini dinamakan teori pergeseran (luncuran) fi lamen kontraksi otot. Sementara itu, dikala sel-sel otot beristirahat (relaksasi), tempat pengikatan miosin pada fi lamen halus dihambat, sehingga tidak bergabung membentuk aktomiosin. Protein penghambat pengikatan miosin ini disebut protein regulator tropomiosin.

Nah, supaya sel otot sanggup berkontraksi, tentu diharapkan makanan khusus. Makanan itu berupa energi dan ion Ca2+. Energi kontraksi otot berupa ATP (adenin trifosfat), yang diperoleh secara aerob dan anaerob. Saat anaerob, dalam sel otot terjadi dua proses yaitu penguraian fosfat kreatin dan fermentasi. Sedangkan dikala aerob, dalam sel otot terjadi proses respirasi seluler.

Saat otot berelaksasi/istirahat, kreatin mengikat fosfat sehingga terbentuklah fosfat kreatin yang banyak mengandung energi. Pelepasan fosfat disertai dengan pelepasan energi kerapkali terjadi pada pertengahan pergeseran filamen. Karena itu, proses ini merupakan cara tercepat dalam pemenuhan kebutuhan energi untuk kontraksi otot. Energi yang diperoleh ini tidak sanggup dipakai secara langsung, namun harus diubah terlebih dahulu.

                        ADP ---------------------> ATP
Pospat kreatin -----------------------------------> Kreatin


Untuk proses fermentasi, energi dihasilkan dari glukosa yang diuraikan menjadi asam laktat. Prosesnya sebagai berikut.

                ADP ----------------------> ATP
Glukosa -------------------------------------> Asam laktat


Apabila asam laktat hasil fermentasi banyak tertimbun dalam serabut-serabut otot, maka fungsi enzim yang bekerja dalam sitoplasma kemungkinan terganggu. Ini terjadi alasannya ialah sitoplasma bersifat asam. Kemudian, jikalau tragedi ini dibiarkan berlangsung terus menerus, otot kita sanggup mengalami kejang/kram dan kelelahan.

Adapun untuk proses respirasi sel, energi yang dibuat berlangsung di dalam mitokondria. Di dalam sel otot, tersimpan glikogen dan lemak yang merupakan sumber ATP terbesar dikala otot berkontraksi. Bahasan ini akan lebih lengkap dibahas, dikala kita mempelajari pecahan metabolisme sel. Sementara reaksi yang terjadi dikala terjadi respirasi sel, secara singkat sanggup digambarkan dengan persamaan berikut.

                       ADP ----------------------------> ATP
Glukosa + O2 ------------------------------------------> CO2 + H2O

Anda kini sudah mengetahui Sistem Gerak Otot. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Thursday, January 9, 2020

Pintar Pelajaran Organ Dan Sistem Organ Insan Dan Hewan


Pengertian Organ dan Sistem Organ Manusia dan Hewan - Daging merupakan salah satu sumber protein hewani bagi tubuh manusia. Daging ini berasal dari salah satu organ tubuh hewan. Misalnya, jantung, hati, otak, atau organ yang lain. Nah, uraian berikut akan mengetengahkan subbab organ dan sistem organ binatang vertebrata.

1. Organ

Tubuh vertebrata tersusun atas banyak organ. Organ-organ ini akan bekerja sesuai fungsinya. Misalnya saja organ penyusun sistem pencernakan, ibarat mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan anus. Organ tersusun atas banyak sekali jaringan. Sebagai referensi organ usus terdiri atas jaringan epitelium, jaringan otot polos, jaringan saraf, dan jaringan ikat.

 Daging merupakan salah satu sumber protein hewani bagi Pintar Pelajaran Organ dan Sistem Organ Manusia dan Hewan
Gambar 1. Organ usus halus tersusun atas banyak sekali jaringan
Berdasarkan letaknya, organ badan vertebrata, termasuk manusia, dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu organ luar dan organ dalam. Organ luar yaitu organ yang sanggup dilihat dari luar, sedangkan organ dalam terletak di dalam tubuh. Contoh organ luar yaitu hidung dan telinga, sedangkan organ dalam mencakup jantung, paru-paru, usus, ginjal, dan sebagainya.

2. Sistem Organ

Suatu organ dalam badan makhluk hidup, baik manusia, hewan, ataupun tumbuhan tidak sanggup terpisah dari organ lainnya. Sebagai contoh, susukan pernafasan pada manusia. Saat melaksanakan pernafasan, organ yang dipakai antara lain hidung, paru-paru, dan jantung. Bila salah satu organ dihilangkan atau terjadi kerusakan, maka proses respirasi akan terhambat, bahkan tidak akan terjadi proses respirasi. Selain itu, ada juga sistem pencernaan yang termasuk juga sistem organ. Perhatikan Gambar 2.

 Daging merupakan salah satu sumber protein hewani bagi Pintar Pelajaran Organ dan Sistem Organ Manusia dan Hewan
Gambar 2. Sistem pencernaan pada manusia
Nah, dari referensi tersebut kita ketahui bahwa, antara satu organ dengan yang lain tidak sanggup saling dipisahkan. Dengan demikian, sistem organ yaitu adonan dari banyak sekali organ untuk melakukan suatu fungsi di dalam tubuh. Organ-organ yang merupakan bagian sistem organ tersebut mempunyai peranan sama penting di dalam mewujudkan fungsi sistem. Apabila terjadi kerusakan pada sebuah sistem, akan mengakibatkan gangguan sistem yang lain. Akibatnya, metabolisme dalam badan menjadi tidak stabil.

Hati yaitu salah satu organ tebesar dalam tubuh. Hati terdiri atas beberapa jaringan dan terbagi menjadi dua bagaian. Di dalamnya terdapat pembuluh vena dan venula, lalu terdapat pula pembuluh arteri dan arteriola. Selain serpihan tersebut, bagian yang bersahabat hati merupakan kantung empedu dengan fungsi sebagai saluran pembawa dan penyimpanan cairan empedu. Oleh sebab itu, tidak salah bila hati merupakan organ penyusun sistem pencernaan yang amat penting. Fungsi hati yaitu penetral racun yang masuk ke dalam tubuh bersama makanan.

Dengan memakai torso badan manusia, kita sanggup mengenal beberapa organ penyusun sistem organ pada tabel berikut.

Tabel 1. Berbagai Sistem Organ dalam Tubuh, Organ Penyusun dan Fungsinya

No.
Sistem
Organ Penyusun
Fungsi
1.
Sistem gerak
a. Sistem rangka b. Otot
Tengkorak, tulang dada, tulang rusuk, tulang belakang, tulang panggul, tulang bahu, dan ang gota gerak atas dan bawah Otot polos, otot lurik, dan otot jantung
Memberi bentuk tubuh, melekatnya otot, daerah membentuk sel darah, sebagai alat gerak pasif Alat gerak aktif dan menyimpan energi
2.
Peredaran darah & limfa
Jantung, pembuluh darah, dan limfa
Transportasi darah dan limfa
3.
Pencernaan masakan
Mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, anus, dan kelenjar pencernaan
Mencerna masakan
4.
Respirasi
Hidung, tenggorokan, dan paru- paru
Bernafas
5.
Ekskresi
Ginjal, ureter, uretra, kan tong kemih (urine); hati (empedu)
Pengeluaran sisa metabolisme
6.
Saraf
Otak, 12 ps saraf kranial, 31 ps saraf spinal, saraf simpatik, dan saraf parasimpatik
Koordinasi badan
7.
Hormon (endokrin)
Kelenjar tiroid, kelenjar para tiroid, kelenjar hipofise, dan kelenjar adrenal
Penghasil hormon, koordinasi
8.
Reproduksi
T*stis, p*nis, dan ovarium
Reproduksi
9.
Kulit (integumentum)
Kulit
Pelindung

Nah, itulah bahasan kita mengenai Organ dan Sistem Organ. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Thursday, April 11, 2019

Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Insan Dan Fungsinya

Gambar Struktur dan Fungsi Organ Pencernaan pada Manusia - Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara, secara mekanis dan kimiawi. Secara mekanis, pencernaan makanan dilakukan oleh gerakan otot, semisal gerakan peristaltis dan gerakan gigi-gigi dalam lisan ketika mengunyah makanan. Sedangkan secara kimiawi, pencernaan kuliner sanggup terjadi lantaran tunjangan enzim yang dihasilkan dalam tubuh. Enzim ini bekerja hanya sebagai katalisator reaksi saja dan tidak ikut berubah. Saat melaksanakan proses-proses pencernaan tersebut diperlukan serangkaian organ-organ pencernaan sebagai berikut. 

1. Mulut

Makanan pertama kali masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Makanan ini mulai dicerna secara mekanis dan kimiawi. Di dalam mulut menyerupai Gambar 1, terdapat beberapa alat yang berperan dalam proses pencernaan adalah gigi, lidah, dan kelenjar ludah (glandula salivales).

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 1. Bagian-bagian mulut
a. Gigi

Pada manusia, gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis. Di sini, gigi membantu memecah kuliner menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Hal ini akan membantu enzim-enzim pencernaan biar sanggup mencerna makanan lebih efisien dan cepat. Selama pertumbuhan dan perkembangan, gigi insan mengalami perubahan, mulai dari gigi susu dan gigi tetap (permanen). Gigi pertama pada bayi dimulai ketika usia 6 bulan. Gigi pertama ini disebut gigi susu (dens lakteus). Lihat Gambar 2. Pada anak berusia 6 tahun, gigi berjumlah 20, dengan susunan sebagai berikut.
  1. Gigi seri (dens insisivus), berjumlah 8 buah, berfungsi memotong makanan.
  2. Gigi taring (dens caninus), berjumlah 4 buah, berfungsi merobek makanan.
  3. Gigi geraham kecil (dens premolare), berjumlah 8 buah, berfungsi mengunyah makanan.
Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 2. Susunan gigi susu pada anak-anak
Keterengan :

a. Premolare kedua tumbuh pada 20–24 bulan dan tanggal pada usia 9–11 tahun.
b. Premolare pertama tumbuh pada 10–16 bulan dan tanggal pada usia 9–11 tahun.
c. Caninus tumbuh pada 16–20 bulan dan tanggal pada usia 8–11 tahun.
d. Insisivus lateral tumbuh pada 8–11 bulan dan tanggal pada usia 6–8 tahun.
e. Insisivus sentral tumbuh pada 6–8 bulan dan tanggal di usia 5–7 tahun

Ketika usia anak berkisar antara 6 tahun hingga 14 tahun, gigi susu mulai tanggal dan kemudian digantikan oleh gigi permanen (Gambar 3). Gigi permanen berjumlah 32 buah, yang berarti ada penambahan geraham besar yang berjumlah 12 buah.

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 3. Gigi permanen pada orang dewasa
Keterangan :

a. Molare ketiga (gigi bungsu)
b. Molare kedua
c. Molare pertama
d. Premolare kedua
e. Premolare pertama
f. Caninus
g. Insisivus lateral
h. Insisivus sentral

Perhatikanlah rumus gigi berikut ini.

1) Rumus gigi sulung (susu)

M0P2C1I2
I2C1P2M0
M0P2C1I2
I2C1P2M0


2) Rumus gigi tetap (permanen)

M3P2C1I2
I2C1P2M3
M3P2C1I2
I2C1P2M3

Keterangan:

I : Insisivus (gigi seri)
C : Caninus (gigi taring)
P : Premolare (gigi geraham depan)
M : Molare (gigi geraham belakang)

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 4. Struktur gigi
Perhatikan Gambar 4. di atas. Setiap gigi tertanam dalam rahang dan dilindungi oleh gusi. Struktur luar gigi terdiri atas bagian-bagian berikut.
  1. Mahkota gigi (corona) merupakan cuilan yang tampak dari luar.
  2. Akar gigi (radix) merupakan cuilan gigi yang tertanam di dalam rahang.
  3. Leher gigi (colum) merupakan cuilan yang terlindung oleh gusi.
Adapun penampang gigi sanggup diperlihatkan bagianbagiannya sebagai berikut.
  1. Email (glazur atau enamel) merupakan cuilan terluar gigi. Email merupakan struktur terkeras dari tubuh, mengandung 97% kalsium dan 3% materi organik.
  2. Tulang gigi (dentin), berada di sebelah dalam email, tersusun atas zat dentin.
  3. Sumsum gigi (pulpa), merupakan cuilan yang paling dalam. Di pulpa terdapat kapiler, arteri, vena, dan saraf.
  4. Semen merupakan pelapis cuilan dentin yang masuk ke rahang.
Apa Kegunaan Air Liur?

Air liur mempunyai berbagai macam fungsi penting, misalnya untuk mengubah pati menjadi gula serta menciptakan kuliner licin dan mudah ditelan. Air liur juga membuat mulut steril, membantu indra pengecapan, dan diperkirakan mengandung zat yang melawan bakteri serta membantu penyembuhan luka.

b. Lidah

Lidah dalam sistem pencernaan berfungsi untuk membantu mencampur dan menelan makanan, mempertahankan makanan biar berada di antara gigi-gigi atas dan bawah saat kuliner dikunyah serta sebagai alat perasa makanan. Lidah sanggup berfungsi sebagai alat perasa kuliner karena mengandung banyak reseptor pengecap atau perasa. Lidah tersusun atas otot lurik dan permukaannya dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir (mukosa).

c. Kelenjar Ludah

Terdapat tiga pasang kelenjar ludah di dalam rongga mulut, yaitu glandula parotis, glandula submaksilaris, dan glandula sublingualis atau glandula submandibularis. Amati gambar 5. biar Anda mengenali letak ketiga kelenjar ludah tersebut.

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 5. Letak kelenjar ludah
Keterangan :
  1. Glandula parotis merupakan kelenjar ludah di akrab telinga, menyekresikan ludah yang mengandung enzim ptialin (amilase).
  2. Glandula submaksilaris merupakan kelenjar ludah di samping rahang atas, menyekresikan ludah yang mengandung air dan lendir.
  3. Glandula submandibularis merupakan kelenjar ludah di bawah lidah, menyekresikan ludah yang mengandung air dan lendir.
Air ludah berperan penting dalam proses perubahan zat makanan secara kimiawi yang terjadi di dalam mulut. Setelah makanan dilumatkan secara mekanis oleh gigi, air ludah berperan secara kimiawi dalam proses membasahi dan membuat makanan menjadi lembek biar gampang ditelan. Ludah terdiri atas air (99%) dan enzim amilase. Enzim ini menguraikan pati dalam kuliner menjadi gula sederhana (glukosa dan maltosa). Makanan yang telah dilumatkan dengan dikunyah dan dilunakkan di dalam lisan oleh air liur disebut bolus. Bolus ini diteruskan ke sistem pencernaan selanjutnya.

2. Kerongkongan (Esofagus)

Kerongkongan merupakan susukan panjang (± 25 cm) yang tipis sebagai jalan bolus dari lisan menuju ke lambung. Fungsi kerongkongan ini sebagai jalan bolus dari lisan menuju lambung. Bagian dalam kerongkongan senantiasa lembap oleh cairan yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang terdapat pada dinding kerongkongan untuk menjaga biar bolus menjadi lembap dan licin. Keadaan ini akan mempermudah bolus bergerak melalui kerongkongan menuju ke lambung. Bergeraknya bolus dari mulut ke lambung melalui kerongkongan disebabkan adanya gerak peristaltik pada otot dinding kerongkongan. Gerak peristaltik sanggup terjadi lantaran adanya kontraksi otot secara bergantian pada lapisan otot yang tersusun secara memanjang dan melingkar. Proses gerak bolus di dalam kerongkongan menuju lambung sanggup diamati pada Gambar 6 berikut.
Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 6. Proses gerak bolus secara peristaltik dari kerongkongan menuju lambung
Tahukah Anda mengapa ketika menelan makanan, bolus tidak dapat masuk ke dalam susukan pernapasan Simak Gambar 7. dan klarifikasi berikut, untuk mendapat jawabannya.

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 7. Posisi pengecap dan epiglotis selama bernapas (a) dan ketika menelan (b)
Sebelum seseorang mulai makan, cuilan belakang lisan (atas) terbuka sebagai jalannya udara dari hidung. Di kerongkongan, epiglotis yang menyerupai gelambir mengendur sehingga udara masuk ke paru-paru. Ketika makan, kuliner dikunyah dan ditelan masuk ke dalam kerongkongan. Sewaktu kuliner bergerak menuju kerongkongan, langit-langit lunak beserta jaringan menyerupai gelambir di cuilan belakang lisan (uvula) terangkat ke atas dan menutup saluran hidung. Sementara itu, sewaktu kuliner bergerak ke arah tutup trakea, epiglotis akan menutup sehingga kuliner tidak masuk trakea dan paru-paru tetapi kuliner tetap masuk ke kerongkongan.

3. Lambung

Lambung merupakan susukan pencernaan yang berbentuk seperti kantung, terletak di bawah sekat rongga badan. Dengan mengamati Gambar 6, Anda sanggup mengetahui bahwa lambung terdiri atas tiga cuilan sebagai berikut.

a. Bagian atas disebut kardiak, merupakan cuilan yang berbatasan dengan esofagus.
b. Bagian tengah disebut fundus, merupakan cuilan badan atau tengah lambung.
c. Bagian bawah disebut pilorus, yang berbatasan dengan usus halus.

Daerah perbatasan antara lambung dan kerongkongan terdapat otot sfinkter kardiak yang secara refleks akan terbuka bila ada bolus masuk. Sementara itu, di cuilan pilorus terdapat otot yang disebut sfinkter pilorus. Otot-otot lambung ini sanggup berkontraksi seperti halnya otot-otot kerongkongan. Apabila otototot ini berkontraksi, otot-otot tersebut menekan, meremas, dan mencampur bolus-bolus tersebut menjadi kimus (chyme). Lihat Gambar 8.

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 8. Struktur lambung yang tersusun dari lapisan-lapisan otot
Gerak peremasan menyerupai ini dikenal sebagai proses pencernaan secara mekanis. Pencernaan ini disebabkan oleh oto-totot dinding lambung. Dinding lambung terdiri atas otot polos yang berbentuk memanjang, melingkar, dan serong.

Sementara itu, pencernaan secara kimiawi dibantu oleh getah lambung. Getah ini dihasilkan oleh kelenjar yang terletak pada dinding lambung di bawah fundus, sedangkan cuilan dalam dinding lambung menghasilkan lendir yang berfungsi melindungi dinding lambung dari pengikisan asam lambung, dan sanggup beregenerasi bila cidera. Getah lambung ini sanggup dihasilkan jawaban rangsangan bolus ketika masuk ke lambung. Getah lambung mengandung bermacam-macam zat kimia, yang sebagian besar terdiri atas air. 

Getah lambung juga mengandung HCl/asam lambung dan enzim-enzim pencernaan menyerupai renin, pepsinogen, dan lipase. Asam lambung mempunyai beberapa fungsi berikut.
  1. Mengaktifkan beberapa enzim yang terdapat dalam getah lambung, contohnya pepsinogen diubah menjadi pepsin. Enzim ini aktif memecah protein dalam bolus menjadi proteosa dan pepton yang mempunyai ukuran molekul lebih kecil.
  2. Menetralkan sifat alkali bolus yang tiba dari rongga mulut.
  3. Mengubah kelarutan garam mineral.
  4. Mengasamkan lambung (pH turun 1–3), sehingga dapat membunuh kuman yang ikut masuk ke lambung bersama bolus.
  5. Mengatur membuka dan menutupnya katup antara lambung dan usus dua belas jari.
  6. Merangsang sekresi getah usus.
Enzim renin dalam getah lambung berfungsi mengendapkan kasein atau protein susu dari air susu. Lambung dalam suasana asam sanggup merangsang pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin ini berfungsi memecah molekul-molekul protein menjadi molekulmolekul peptida. Sementara itu, lipase berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

Selanjutnya, kimus akan masuk ke usus halus melalui suatu sfinkter pilorus yang berukuran kecil. Apabila otot-otot ini berkontraksi, maka kimus didorong masuk ke usus halus sedikit demi sedikit.

Produksi Getah Lambung

Produksi getah lambung dipengaruhi oleh jumlah makanan yang masuk ke lambung serta emosi. Bila kuliner yang masuk ke lambung sedikit, produksi HCl sedikit pula. Bila kuliner yang masuk ke lambung banyak maka produksi HCl banyak pula. Pada saat seseorang emosi, sanggup terjadi jumlah kuliner yang masuk sedikit tetapi sekresi HCl berlebihan. Hal ini sanggup mengakibatkan terjadinya kerusakan selaput lendir lambung, yaitu menimbulkan radang atau ulkus. Jadi, jagalah emosi Anda dan makanlah secara teratur untuk mencegah terjadinya radang lambung.

4. Usus halus

Usus halus merupakan susukan berkelok-kelok yang panjangnya sekitar 6–8 meter, lebar 25 mm dengan banyak lipatan yang disebut vili atau jonjot-jonjot usus. Vili ini berfungsi memperluas permukaan usus halus yang kuat terhadap proses penyerapan makanan. Lakukan eksperimen berikut untuk mengetahui efek lipatan terhadap proses penyerapan.

Usus halus terbagi menjadi tiga cuilan menyerupai berikut:

a. duodenum (usus 12 jari), panjangnya ± 25 cm,
b. jejunum (usus kosong), panjangnya ± 7 m,
c. ileum (usus penyerapan), panjangnya ± 1 m.

Simaklah Gambar 9. berikut, biar Anda lebih mengenal struktur usus halus.

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 9. Struktur anatomi dan histologi usus halus
Kimus yang berasal dari lambung mengandung molekul-molekul pati yang telah dicernakan di lisan dan lambung, molekul-molekul protein yang telah dicernakan di lambung, molekul-molekul lemak yang belum dicernakan serta zat-zat lain. Selama di usus halus, semua molekul pati dicernakan lebih sempurna menjadi molekul-molekul glukosa. Sementara itu molekul-molekul protein dicerna menjadi molekul-molekul asam amino, dan semua molekul lemak dicerna menjadi molekul gliserol dan asam lemak.

Pencernaan kuliner yang terjadi di usus halus lebih banyak bersifat kimiawi. Berbagai macam enzim diharapkan untuk membantu proses pencernaan kimiawi ini. Hati, pankreas, dan kelenjar-kelenjar yang terdapat di dalam dinding usus halus bisa menghasilkan getah pencernaan. Getah ini bercampur dengan kimus di dalam usus halus. Getah pencernaan yang berperan di usus halus ini berupa cairan empedu, getah pankreas, dan getah usus.

a. Cairan Empedu

b. Getah Pankreas

c. Getah Usus

5. Usus besar

Usus besar atau kolon mempunyai panjang ± 1 meter dan terdiri atas kolon ascendens, kolon transversum, dan kolon descendens. Di antara intestinum tenue (usus halus) dan intestinum crassum (usus besar) terdapat sekum (usus buntu). Pada ujung sekum terdapat tonjolan kecil yang disebut appendiks (umbai cacing) yang berisi massa sel darah putih yang berperan dalam imunitas.

Zat-zat sisa di dalam usus besar ini didorong ke bagian belakang dengan gerakan peristaltik. Zat-zat sisa ini masih mengandung banyak air dan garam mineral yang diharapkan oleh tubuh. Air dan garam mineral kemudian diabsorpsi kembali oleh dinding kolon, yaitu kolon ascendens. Zat-zat sisa berada dalam usus besar selama 1 hingga 4 hari. Pada ketika itu terjadi proses pembusukan terhadap zat-zat sisa dengan dibantu bakteri Escherichia coli, yang bisa membentuk vitamin K dan B12. Selanjutnya dengan gerakan peristaltik, zat-zat sisa ini terdorong sedikit demi sedikit ke susukan simpulan dari pencernaan adalah rektum dan akhirnya keluar dengan proses defekasi melewati anus. Lihat Gambar 10.
Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 10. Usus besar dan susukan anus
Defekasi diawali dengan terjadinya penggelembungan bagian rektum jawaban suatu rangsang yang disebut refleks gastrokolik. Kemudian jawaban adanya acara kontraksi rektum dan otot sfinkter yang bekerjasama menjadikan terjadinya defekasi. Di dalam usus besar ini semua proses pencernaan telah selesai dengan sempurna.

Anda kini sudah mengetahui Organ Pencernaan Manusia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Friday, January 10, 2020

Pintar Pelajaran Organ Badan Insan Dan Binatang Vertebrata

Organ Tubuh Manusia dan Hewan Vertebrata - Organ yakni kumpulan beberapa jaringan untuk melaksanakan fungsi tertentu di dalam tubuh, contohnya kulit. Berdasarkan letaknya, organ pada tubuh dibedakan menjadi dua macam, yaitu organ dalam dan organ luar. Kulit yang menutupi permukaan luar tubuh kita merupakan salah satu pola organ luar yang terdiri atas jaringan pengikat, epitelium, otot, saraf, dan jaringan pembuluh darah. Seluruh jaringan yang terdapat pada kulit bahu-membahu berfungsi untuk melindungi tubuh dari kekeringan, perubahan suhu, cahaya matahari, zat kimia, infeksi, tekanan mekanik, sebagai kawasan pengeluaran keringat dan penimbunan lemak, serta sebagai indra peraba. Sementara itu, pola organ dalam yaitu usus. Usus merupakan salah satu organ penyusun sistem pencernaan yang tersusun atas berbagai jaringan, contohnya jaringan epitelium, jaringan pengikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. Perhatikan Gambar 1. berikut.
Organ yakni kumpulan beberapa jaringan untuk melaksanakan Pintar Pelajaran Organ Tubuh Manusia dan Hewan Vertebrata
Gambar 1. Jaringan-jaringan penyusun organ usus
Pada permukaan usus terdapat jonjot-jonjot kecil (vili) yang mirip jari-jari tangan. Permukaan jonjot ditutup oleh sel epitelium. Di dalam setiap jonjot terdapat jaringan pengikat, pembuluh darah, dan saluran limfa. Pembuluh darah berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan berupa glukosa dan asam amino. Sementara itu, saluran limfa mengangkut sari-sari kuliner berupa asam lemak dan gliserol. Jaringan otot yang tersusun secara sirkular dan longitudinal berperan dalam gerakan peristaltik. Terdapat juga jaringan saraf yang bertugas untuk mengkoordinasi kerja jaringan epitelium, jaringan pengikat, dan jaringan otot. Keempat jaringan tersebut membentuk satu kesatuan yang memiliki fungsi sama yaitu mencerna makanan.

Organ-organ menempati posisi tertentu dalam tubuh kita dan disesuaikan dengan fungsinya. Kumpulan aneka macam organ yang bekerja sama melaksanakan suatu fungsi tertentu disebut sistem organ. Misalnya sistem peredaran darah yang tersusun oleh organ jantung, jaringan darah, dan pembuluh darah. Selain sistem peredaran darah juga terdapat sistem organ yang lainnya, contohnya sistem pencernaan. Perhatikan Gambar 2.

Organ yakni kumpulan beberapa jaringan untuk melaksanakan Pintar Pelajaran Organ Tubuh Manusia dan Hewan Vertebrata
Gambar 2. Sistem pencernaan insan beserta organ-organ penyusunnya
Organ penyusun sistem pencernaan mencakup mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Selain terdapat kelenjar pencernaan yang mencakup kelenjar ludah, pankreas, dan hati. Selama proses pencernaan, kuliner akan mengalami pemecahan baik secara mekanik maupun kimiawi. Setelah hingga di usus sari-sari kuliner akan diserap dan masuk ke dalam sistem peredaran darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Setiap organ memiliki kiprah penting dalam suatu sistem organ. Oleh sebab itu, kerusakan pada salah satu organ dari suatu sistem organ akan mengganggu fungsi dari sistem organ sehingga menimbulkan gangguan pada tubuh. Hal ini sebab setiap sistem organ memiliki kiprah penting bagi tubuh dalam menyelenggarakan proses kehidupan.

Berbagai sistem organ pada tubuh binatang mamalia dan manusia dijelaskan dalam Tabel 1 berikut.

Tabel 1. Sistem Organ Tubuh Hewan Mamalia dan Manusia

No.
Sistem
Organ
Fungsi
1.
Pencernaan (digesti)
Kelenjar ludah, gigi, lidah, laring, esofagus, lambung, usus, hati, kantong empedu, dan pankreas
Mencerna kuliner secara fisik dan kimia untuk diabsorpsi darah dan dipakai oleh Jaringan tubuh.
2.
Pernapasan (respirasi)
Hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan paru-paru
Mengambil O2 dan mengeluarkan CO2 dari tubuh.
3.
Urinaria
Ginjal, ureter, kantung kemih, dan uretra
Mengeluarkan hasil metabolisme yang tidak berkhasiat  ke luar tubuh dan menjaga keseimbangan sel dengan  lingkungannya.
4.
Peredaran (transportasi atau sirkulasi)
Jantung, pembuluh limfatik (getah bening), dan kelenjar limfa
Mengangkut O2 dan sari kuliner ke sel-sel tubuh dan mengangkut hasil metabolisme yang tidak berkhasiat ke luar tubuh, serta melindungi tubuh dari penyakit.
5.
Rangka
Tengkorak, tulang belakang, tulang rusuk dan dada, rangka penopang tulang-tulang bahu, rangka penopang tulang pinggul serta tulang anggota tubuh penggalan atas dan bawah
Menggerakkan penggalan tubuh dan untuk berpindah kawasan menegakkan tubuh, melindungi organ-organ di bawahnya, kawasan melekatnya otot, dan alat gerak  pasif.
6.
Otot
Otot rangka, otot polos, dan otot jantung
Menentukan postur tubuh, menyimpan glikogen, dan sebagai alat gerak aktif.
7.
Kelenjar buntu (endokrin)
Kelenjar buntu, pituitari, tiroid, paratiroid, pankreas, adrenal, dan kelenjar kelamin (buah zakar dan  indung telur)
Memproduksi hormon-hormon untuk mengatur metabolisme dalam tubuh.
8.
Saraf
Otak, sumsum tulang belakang, dan simpul-simpul saraf (ganglion)
Menerima dan merespon rangsang dari lingkungannya.
9.
Perkembangbiakan (reproduksi)
Testis dan ovarium
Perkembangbiakan.
10.
Integumen
Kulit dan derivatnya
Pelindung tubuh.

Dalam tubuh makhluk hidup terdapat aneka macam macam sistem organ. Seperti yang telah dibahas di depan, insan juga mempunyai beberapa sistem organ.

Anda telah mempelajari aneka macam macam sistem organ yang terdapat di dalam tubuh. Kesatuan dari sistem organ dalam tubuh membentuk organisme (individu). Tahapan terbentuknya suatu organisme sanggup diringkas sebagai berikut. Sel telur dibuahi sel sperma → zigot → morula → blastula → gastrula → neurula → jaringan → organ → sistem organ → organisme (individu).

Selain hewan-hewan tingkat tinggi menyerupai yang telah Anda pelajari di depan, beberapa binatang tingkat rendah juga ada yang sudah memiliki jaringan.

Anda kini sudah mengetahui Organ Tubuh Manusia dan Hewan Vertebrata. Terima kasih sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.