Showing posts with label Sistem Gerak. Show all posts
Showing posts with label Sistem Gerak. Show all posts

Wednesday, January 8, 2020

Pintar Pelajaran Sistem Gerak Pasif Insan Dan Hewan


Sistem Gerak Pasif pada Manusia dan Hewan - Hewan dan insan memiliki kemampuan bergerak dan berpindah tempat sebab adanya kolaborasi antara rangka dan otot. Otot melekat dan menghubungkan tulang dengan kulit. Otot mempunyai kemampuan untuk berkontraksi sehingga dapat menggerakkan tulang dan kulit. Oleh karenanya, otot disebut alat gerak aktif, sedangkan tulang disebut alat gerak pasif.





Anda kini sudah mengetahui Sistem Gerak Pasif. Terima kasih sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Tuesday, January 7, 2020

Pintar Pelajaran Sistem Gerak Aktif Insan Dan Hewan

Sistem Gerak Aktif pada Manusia dan Hewan - Apakah Anda sering berolahraga? Olahraga apa yang paling Anda gemari? Coba bandingkan otot Anda dengan otot teman Anda yang tidak terbiasa melaksanakan kegiatan olahraga, apakah ada perbedaan? Olahraga yang rutin menciptakan otot selalu terlatih untuk bekerja. Hal itu menjadikan otot memiliki kekuatan atau kinerja yang baik. Sebaliknya, apabila tidak sering digunakan, otot akan mengalami kemunduran fungsi. Perhatikan Gambar 1. 
 Coba bandingkan otot Anda dengan otot teman Anda Pintar Pelajaran Sistem Gerak Aktif Manusia dan Hewan
Gambar 1. Elastisitas otot akan terjaga dengan berolahraga
Otot merupakan alat gerak aktif. Pada subbab A telah diuraikan tentang tulang yang berfungsi sebagai alat gerak pasif. Jadi, pada subbab berikut akan kita bahas ihwal otot sebagai alat gerak aktif.

1. Otot



4. Gangguan atau Kelainan pada Otot

Anda kini sudah mengetahui Sistem Gerak Aktif. Terima kasih sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Monday, January 6, 2020

Pintar Pelajaran Prosedur Gerak Pada Binatang Vertebrata


Mekanisme Gerak pada Hewan Vertebrata - Pada dasarnya rangka binatang Vertebrata sama dengan manusia. Namun, bentuk rangka pada setiap binatang disesuaikan dengan fungsi, daerah hidup, dan cara hidupnya. Ikan mempunyai struktur rangka yang mendukung mekanisme geraknya dalam air. Lihat Gambar 1. Ikan bergerak dengan meliuk-liukkan rangka tubuhnya sehingga tubuhnya terdorong ke depan. Siripnya berfungsi sebagai kemudi dan alat penjaga keseimbangan. Namun, kuda bahari (Hyppocampus) bergerak dengan dorongan sirip punggung yang berfungsi seperti baling-baling kapal. Pada ikan buntal, siripnya berfungsi sebagai pendorong gerakan maju.
 Pada dasarnya rangka binatang Vertebrata sama dengan Pintar Pelajaran Mekanisme Gerak pada Hewan Vertebrata
Gambar 1. Gerakan ekor ikan berfungsi untuk menggerakkan tubuh ke depan
Bagaimana dengan katak? Coba perhatikan Gambar 2. 
 Pada dasarnya rangka binatang Vertebrata sama dengan Pintar Pelajaran Mekanisme Gerak pada Hewan Vertebrata
Gambar 2. Rangka katak
Tungkai belakang katak jauh lebih besar daripada tungkai bagian depan. Tungkai belakang katak berfungsi untuk melompat. Oleh karenanya, struktur tungkai belakang katak harus lebih kukuh. Tungkai depan katak terlihat lebih kecil, tetapi bisa menahan tubuhnya dikala mendarat. Burung mempunyai struktur tubuh ibarat binatang bertulang belakang lainnya, kecuali kedua tungkai depannya berubah menjadi sayap. Lihat Gambar 3. 
 Pada dasarnya rangka binatang Vertebrata sama dengan Pintar Pelajaran Mekanisme Gerak pada Hewan Vertebrata
Gambar 3. Rangka tulang burung
Burung mempunyai sejumlah ciri-ciri khusus yang bekerjasama dengan kemampuan terbang. Ciri-ciri khusus itu sebagai berikut.
  1. Sebagian ruas tulang belakang menjadi satu membentuk titik tumpu yang besar lengan berkuasa sewaktu sayap dikepakkan.
  2. Tulang yang besar biasanya berongga. Hal ini untuk mengurangi bobot badan. Berat rangka burung hanya 4% dari seluruh berat badan.
  3. Pada tulang dada yang berlunas dalam, menempel otot-otot terbang yang kukuh untuk menggerakkan sayap.
Selain bergerak dengan cara terbang, ada beberapa jenis burung juga sanggup berenang dengan kakinya. Burung yang dapat berenang umumnya mempunyai selaput pada kakinya. Golongan reptil contohnya kadal, mempunyai perkembangan yang baik pada rangka cuilan tungkai. Begitu pula dengan jenis cecak. Struktur telapak kaki cecak mempunyai alas kaki pelekat sehingga memungkinkan gerakan memanjat dinding dan berlari di langit-langit secara terbalik. Pada ular, gerakan terjadi saat rangka tubuh meliuk ke kiri dan ke kanan. Gerakan ini dikenal sebagai lokomosi berkelok-kelok. Bagian samping tubuh ular bertumpu pada cuilan permukaan yang tidak rata dan jikalau ayunan gelombang hingga ke belakang, ular akan meluncur ke depan dengan sisik licin yang menutupi perutnya. Golongan reptil yang lain contohnya penyu, mempunyai sirip pipih sehingga menjadi perenang yang baik. Namun, keberadaan sirip tersebut justru membuat penyu susah bergerak di darat.

Tungkai pada reptil terletak di samping tubuh. Akibatnya reptil memiliki tubuh yang menggantung di antara kaki. Proporsi tubuh dengan keempat alat gerak menopang seluruh tubuh ini menyebabkan reptil mempunyai keseimbangan yang lebih stabil dibandingkan mamalia. Pada mamalia yang paling berfungsi menopang tubuh yakni tungkai tubuh cuilan bawah. Meskipun demikian, dengan tipe tubuh ibarat itu mamalia menjadi lebih leluasa bergerak.

Cara mamalia berjalan sanggup dibedakan sebagai berikut.
  1. Hewan pejalan sol berjalan dengan seluruh cuilan telapak kakinya mengenai atau menyentuh tanah (misalnya beruang, landak, tikus pondok, dan lain-lain). Hewan pejalan setengah pejalan sol yakni binatang yang berjalan di atas jari kakinya pada dikala berjalan cepat. Manusia termasuk setengah pejalan sol.
  2. Hewan pejalan kaki berjalan dengan jari-jari kakinya yang mengenai atau menyentuh permukaan tanah (terdapat pada kebanyakan binatang pemangsa ibarat singa, anjing, kucing, dan lain-lain).
  3. Hewan pejalan ladam berjalan dengan ujung telapak (ladam) kakinya yang keras (misalnya kuda, sapi, kambing, domba, dan lain-lain).
 Pada dasarnya rangka binatang Vertebrata sama dengan Pintar Pelajaran Mekanisme Gerak pada Hewan Vertebrata
Gambar 4. Cara mamalia berjalan
Anda kini sudah mengetahui Mekanisme Gerak Hewan Vertebrata. Terima kasih sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Sunday, January 5, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Rangka Insan Dan Hewan

Struktur dan Fungsi Rangka Manusia dan Hewan - Tulang-tulang yang tersusun sedemikian rupa dengan sistem tertentu disebut rangka. Rangka pada binatang Vertebrata berupa endoskeleton (rangka dalam). Tulang-tulang yang menyusun rangka memiliki struktur yang majemuk sesuai dengan fungsinya.

Fungsi rangka yakni sebagai berikut.
  1. Penopang dan penunjang tegaknya tubuh.
  2. Memberi bentuk tubuh.
  3. Melindungi alat-alat atau bab badan yang lunak.
  4. Alat gerak pasif.
  5. Tempat melekatnya otot-otot rangka
  6. Tempat pembentukan sel darah dan penimbunan mineral.
Rangka badan dibedakan menjadi tiga macam. Rangka yang terdapat pada binatang yang tubuhnya lunak, contohnya cacing tanah disebut rangka hidrostatik. Rangka yang terdapat pada insekta berupa lapisan luar yang membungkus tubuh, dan terbuat dari zat kitin disebut rangka luar (eksoskeleton). Pada hewan vertebrata terdapat kumpulan tulang rawan dan tulang keras yang membentuk suatu rangkaian berdasarkan hukum tertentu yang disebut rangka dalam (endoskeleton).

Rangka dalam tersusun atas banyak sekali bentuk dan jenis tulang. Coba Anda perhatikan pada tulang ayam. Kekerasan bagian ujung tulang dada dan tulang paha berbeda. Apa yang membuat tulang paha bersifat keras, sedangkan ujung tulang dada bersifat lunak? Apakah hal ini terkait dengan senyawa penyusun tulang? 

Kekerasan tulang ditentukan oleh zat yang terdapat di dalam tulang yaitu kalsium. Kalsium tidak terdapat dalam tulang rawan (misal ujung tulang dada). Apa yang membuatnya berbeda? Marilah kita pelajari dalam uraian materi berikut.


2. Tulang Keras (Osteon) Manusia

Rangka insan sanggup dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu skeleton aksial dan skeleton apendikuler. Perhatikan Gambar 1. berikut.
Struktur dan Fungsi Rangka Manusia dan Hewan Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Rangka Manusia dan Hewan
Gambar 1. Struktur tulang rangka manusia
Anda kini sudah mengetahui Struktur dan Fungsi Rangka Manusia dan Hewan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Saturday, January 4, 2020

Pintar Pelajaran Tulang Rawan Pada Insan Cukup Umur Dan Anak

Tulang Rawan pada Manusia - Tulang rawan terdiri atas sel-sel tulang rawan yang disebut kondroblas. Sel-sel ini mengeluarkan matriks yang disebut kondrin. Lama-kelamaan kondroblas akan terkurung oleh matriksnya sendiri dalam ruangan yang disebut lakuna. Di dalam lakuna terdapat kondroblas yang bersifat tidak aktif disebut kondrosit (sel tulang rawan). Struktur tulang rawan pada bawah umur berbeda dengan tulang rawan pada orang dewasa. Pada Gambar 1. terlihat bahwa tulang rawan pada bawah umur berasal dari mesenkim dan lebih banyak mengandung sel-sel tulang rawan. Sementara itu, tulang rawan orang remaja lebih banyak mengandung matriks dan berasal dari perikondrium (selaput tulang rawan) yang mengandung kondroblas. Lihat Gambar 2. Tulang rawan pada orang remaja hanya terdapat pada bagian-bagian tertentu. (Baca juga : Rangka Manusia)

oleh matriksnya sendiri dalam ruangan yang disebut lakuna Pintar Pelajaran Tulang Rawan pada Manusia Dewasa dan Anak
Gambar 1. Tulang rawan anak
oleh matriksnya sendiri dalam ruangan yang disebut lakuna Pintar Pelajaran Tulang Rawan pada Manusia Dewasa dan Anak
Gambar 2. Tulang rawan orang dewasa
Matriks pada tulang rawan umumnya berupa hialin yang homogen dan jernih. Matriks yang berserabut lebih banyak mengandung zat kolagen (zat perekat tulang). 

Anda kini sudah mengetahui Tulang Rawan pada Manusia Dewasa dan Anak. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Friday, January 3, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Tulang Keras Pada Insan Dan Hewan

Struktur dan Fungsi Tulang Keras (Osteon) pada Manusia - Apa yang menyebabkan tulang menjadi keras? Tulang keras adalah kumpulan sel tulang yang mengeluarkan matriks yang mengandung zat kapur dan fosfat. Kedua zat ini menyebabkan tulang menjadi keras. Pada tulang keras, osteoblas pada lakuna menjadi tidak aktif dan disebut osteosit (sel tulang). Antara lakuna satu dengan lakuna lainnya dihubungkan oleh kanalikuli. Di dalam kanalikuli terdapat sitoplasma dan pembuluh darah yang bertugas memenuhi kebutuhan nutrisi osteosit. (Baca juga : Fungsi Rangka)

Tulang keras dibedakan menjadi dua, yaitu tulang kompak dan tulang spons (tulang berongga). Pada Gambar 1. tampak bahwa tulang kompak (tulang padat) mempunyai matriks tulang yang rapat dan padat, contohnya pada tulang pipa. Tulang spons matriksnya berongga. Rongga-rongga pada tulang spons diisi oleh jaringan sumsum tulang. Apabila berwarna merah berarti mengandung sel-sel darah merah, misalnya pada epifisis tulang pipa. Apabila berwarna kuning berarti mengandung sel-sel lemak, contohnya pada diafisis tulang pipa.
adalah kumpulan sel tulang yang mengeluarkan matriks Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Tulang Keras pada Manusia dan Hewan
Gambar 1. Struktur tulang kompak dan tulang spons
Mengapa bentuk tulang ada yang pipih (misal bagian kepala), tetapi mengapa pula ada yang berbentuk tabung memanjang (misal tulang paha) ?

Anda kini sudah mengetahui Struktur dan Fungsi Tulang Keras pada Manusia dan Hewan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Thursday, January 2, 2020

Pintar Pelajaran Bentuk Tulang Pipih, Pendek, Pipa (Panjang)

Bentuk Tulang Pipih, Pendek, Pipa (Panjang) - Menurut bentuknya, tulang dibedakan menjadi tulang pipih, tulang pendek, dan tulang pipa. Lihat Gambar 1. Apakah ciri khas ketiga jenis tulang tersebut?
Apakah ciri khas ketiga jenis tulang tersebut Pintar Pelajaran Bentuk Tulang Pipih, Pendek, Pipa (Panjang)
Gambar 1. Macam-macam bentuk tulang
1. Tulang Pipih

Tulang pipih berbentuk gepeng memipih. Tulang pipih mempunyai dua lapisan tulang kompak, yaitu lamina eksterna dan interna ossis karnii. Kedua lapisan dipisahkan oleh satu lapisan tulang spongiosa disebut diploe. Contoh: tulang tengkorak, tulang rusuk, dan tulang belikat.

2. Tulang Pendek

Tulang pendek berbentuk ibarat kubus atau pendek tidak beraturan. Tulang ini memiliki inti tulang spongiosa yang dikelilingi tulang kompak. Contoh: tulang telapak tangan dan kaki, serta ruas-ruas tulang belakang.

3. Tulang Pipa (Tulang Panjang)

Tulang pipa berbentuk ibarat tabung, kedua ujungnya bulat, dan bab tengahnya silindris (diafisis). Hampir seluruh bab tulang pipa terdiri dari tulang kompak (tulang padat) dengan sedikit komponen tulang spongiosa (tulang berongga-rongga). Pada bab dalam tulang tersebut terdapat rongga berisi sumsum tulang. Contoh: tulang paha, tungkai bawah, dan tungkai atas.

Tulang pipa terbagi atas tiga bagian, yaitu bab ujung disebut epifisis, bab tengah disebut diafisis tersusun atas tulang keras. Bagian antara epifisis dan diafisis disebut cakraepifisis atau metafisis yang terdiri atas tulang rawan dan mengandung banyak osteoblas. Bagian cakraepifisis merupakan bab yang sanggup bertambah panjang terutama dalam usia pertumbuhan.

Cakraepifisis orang cukup umur tidak tumbuh meninggi lagi karena sudah menulang semua. Sebaliknya, bab tengah tulang pipa terdapat sel-sel osteoklas yang merusak tulang sehingga tulang menjadi berongga, lalu rongga tersebut terisi sumsum tulang. Tulang-tulang dalam badan insan kurang lebih berjumlah 200 buah. Komponen-komponen penyusun tulang adalah air (25%), zat organik berupa serabut (30%), dan
zat mineral terutama kalsium fosfat dan sedikit garam magnesium (45%).

Anda kini sudah mengetahui Bentuk Tulang, Tulang Pipih, Tulang Pendek, dan Tulang Pipa (Panjang). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.


Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Wednesday, January 1, 2020

Pintar Pelajaran Skeleton Rangka Aksial : Struktur Dan Fungsi

Struktur dan Fungsi Skeleton aksial / Rangka Aksial - Rangka / Skeleton aksial yakni skeleton yang merupakan sumbu tubuh. Rangka ini mencakup tengkorak, ruas-ruas tulang belakang dan tulang ekor, tulang dada, serta tulang iga atau rusuk.

1. Tulang Tengkorak

Tulang tengkorak terdiri atas 28 buah tulang. Lihat Gambar 1. Tulang tengkorak berfungsi melindungi otak, mata, dan indera pendengaran dalam. Tulang-tulang pembentuk tengkorak dibedakan atas tulang tengkorak wajah (muka) dan tengkorak pelindung otak (kubah). Ingat kembali pelajaran wacana rangka manusia di SMP. Coba sebutkan tulang-tulang penyusun tengkorak wajah dan tengkorak pelindung otak.

Skeleton aksial yakni skeleton yang merupakan sumbu Pintar Pelajaran Skeleton Rangka Aksial : Struktur dan Fungsi
Gambar 1. Macam-macam tulang penyusun tengkorak
Hubungan tulang yang terdapat pada tengkorak kepala bersifat suture yaitu tidak sanggup digerakkan. Kesatuan susunan tengkorak yang tegak seolah ”terletak” seimbang di atas ruas teratas (pertama) tulang belakang yakni tulang atlas. Sendi yang menghubungkan tengkorak dengan tulang belakang ini disebut sendi atlas (sendi putar), sehingga memungkinkan gerak kepala mengangguk ke depan dan ke belakang, menggeleng ke kiri dan ke kanan, bahkan berputar ke kiri dan ke kanan dengan wajah tetap menghadap ke depan.

2. Ruas-Ruas Tulang Belakang (Vertebrae) dan Tulang Ekor

Ruas-ruas tulang belakang (vertebrae) terdiri atas 33 buah ruas tulang yang terbagi menjadi beberapa bagian yang sanggup terlihat pada Gambar 2.
Skeleton aksial yakni skeleton yang merupakan sumbu Pintar Pelajaran Skeleton Rangka Aksial : Struktur dan Fungsi
Gambar 2. Tulang belakang
Tiap vertebrae dilindungi oleh lapisan tulang rawan yang disebut diskus intervertebrae. Sementara itu, tulang sakrum maupun tulang ekor telah menyatu sejak embrio. Tulang belakang selain untuk menyangga tengkorak merupakan daerah perlekatan tulang-tulang rusuk yang membentang ke kiri dan ke kanan. Pada tulang belakang terjadi perlengkungan karena berfungsi sebagai penyangga berat dan memungkinkan manusia melaksanakan banyak sekali jenis posisi gerak.

3. Tulang Rusuk dan Tulang Dada (Sternum)

Tulang dada terdiri dari bab kepala (manubrium), badan (corpus), dan ekor (processus xiphoideus) yang berupa tulang rawan. Pada tulang dada menempel tulang rusuk (costae). Tulang rusuk terdiri dari 12 pasang. Ujung belakangnya melekat pada ruas-ruas tulang belakang. Tulang rusuk sanggup dibedakan menjadi tiga macam sebagai berikut.

a. Tulang rusuk sejati berjumlah tujuh pasang. 

Ujung belakangnya menempel pada ruas-ruas tulang belakang, sedangkan ujung depan menempel pada tulang dada.

b. Tulang rusuk palsu berjumlah tiga pasang. 

Ujung belakang menempel pada tulang belakang dengan ujung depan menempel pada tulang rusuk di atasnya.

c. Tulang rusuk melayang berjumlah dua pasang. 

Ujung belakang menempel pada tulang belakang, sedangkan ujung depan bebas tidak melekat. Tulang rusuk dan tulang dada ibarat terlihat pada Gambar 3 berfungsi untuk melindungi jantung dan paru-paru.
Skeleton aksial yakni skeleton yang merupakan sumbu Pintar Pelajaran Skeleton Rangka Aksial : Struktur dan Fungsi
Gambar 3. Tulang rusuk dan tulang dada
Anda kini sudah mengetahui Skeleton Aksial atau Rangka Aksial. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Tuesday, December 31, 2019

Pintar Pelajaran Skeleton / Rangka Apendikuler : Struktur Dan Fungsi

Struktur dan Fungsi Skeleton Apendikuler / Rangka Apendikuler - Skeleton apendikuler terdiri atas tungkai atas (tulang anggota depan) dan tungkai bawah (tulang anggota belakang). Tungkai atas bekerjasama dengan tulang aksial pada bahu. Bahu insan tersusun atas tulang selangka dan tulang belikat. Tungkai atas dan tungkai bawah tersusun atas beberapa tulang seperti Gambar 1. Coba sebutkan tulang-tulang pembentuk tungkai atas dan tungkai bawah. 
Skeleton apendikuler terdiri atas tungkai atas  Pintar Pelajaran Skeleton / Rangka Apendikuler : Struktur dan Fungsi
Gambar 1. Tulang tungkai atas dan bawah
Tungkai bawah bekerjasama dengan tulang aksial pada gelang panggul. Gelang panggul terdiri atas tulang sakrum yang merupakan persatuan enam ruas tulang, yakni sepasang tulang usus kiri kanan, sepasang tulang duduk, dan sepasang tulang kemaluan. Coba perhatikan Gambar 2. Mengapa bentuk tulang panggul laki-laki dan perempuan tidak persis sama?
Skeleton apendikuler terdiri atas tungkai atas  Pintar Pelajaran Skeleton / Rangka Apendikuler : Struktur dan Fungsi
Tulang panggul laki-laki dan wanita
Struktur tulang panggul sesuai untuk bangun tegak di atas kedua kaki. Hewan dengan badan yang disangga oleh kedua tungkai bawah disebut bipedal. Pada binatang berkaki empat, tubuh disangga oleh tungkai atas dan tungkai bawah, disebut kuadripedal.

Anda kini sudah mengetahui Struktur dan Fungsi Skeleton Apendikuler / Rangka Apendikuler. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Monday, December 30, 2019

Pintar Pelajaran Proses Pembentukan Tulang Insan - Osifikasi

Proses Pembentukan Tulang Manusia - Osifikasi - Rangka insan terbentuk pada simpulan bulan kedua atau awal bulan ketiga pada waktu perkembangan embrio. Perhatikan Gambar 1. Tulang yang terbentuk mula-mula ialah tulang rawan (kartilago) yang berasal dari jaringan mesenkim (jaringan embrional). Sesudah kartilago terbentuk, rongga yang ada di dalamnya akan terisi oleh osteoblas. Sel-sel osteoblas terbentuk secara konsentris yaitu dari dalam keluar. Setiap sel melingkari pembuluh darah dan serabut saraf yang membentuk sistem Havers. (Baca juga : Sistem Gerak Pasif)
Rangka insan terbentuk pada simpulan bulan kedua atau awal Pintar Pelajaran Proses Pembentukan Tulang Manusia - Osifikasi
Gambar 1. Pembentukan tulang dimulai sejak tahap embrio
Substansi di sekitar tulang disebut matriks tulang, tersusun atas senyawa protein. Selanjutnya terjadi pengisian kapur dan fosfor sehingga matriks tulang menjadi keras. Pengerasan tulang disebut osifikasi.

Osifikasi dibedakan menjadi 2 macam sebagai berikut.
  1. Osifikasi kondral ialah pembentukan tulang dari tulang rawan. Terjadi pada tulang pipa dan tulang pendek.
  2. Osifikasi desmal adalah pembentukan tulang dari membran jaringan mesenkim. Terjadi pada tulang pipih.
Proses pertumbuhan tulang insan dimulai semenjak janin berusia delapan ahad hingga umur kurang lebih 25 tahun, bahkan lebih dari itu masih terjadi pembentukan tulang. Perhatikan Gambar 2. 
Rangka insan terbentuk pada simpulan bulan kedua atau awal Pintar Pelajaran Proses Pembentukan Tulang Manusia - Osifikasi
Gambar 2. Perkembangan tulang
Urutan / tahapan proses pembentukan tulang (osifikasi) sebagai berikut.
  1. Tulang rawan pada embrio mengandung banyak osteoblas, terutama pada bab tengah epifisis dan bab tengah diafisis, serta pada jaringan ikat pembungkus tulang rawan.
  2. Osteosit terbentuk dari osteoblas, tersusun melingkar membentuk sistem Havers. Di tengah sistem Havers terdapat terusan Havers yang banyak mengandung pembuluh darah dan serabut saraf.
  3. Osteosit mensekresikan zat protein yang akan menjadi matriks tulang. Setelah menerima suplemen senyawa kalsium dan fosfat tulang akan mengeras.
  4. Selama terjadi penulangan, bab epifisis dan diafisis membentuk kawasan antara yang tidak mengalami pengerasan, disebut cakraepifisis. Bagian ini berupa tulang rawan yang mengandung banyak osteoblas.
  5. Bagian cakraepifisis terus mengalami penulangan. Penulangan bab ini menjadikan tulang memanjang.
  6. Di bab tengah tulang pipa terdapat osteoblas yang merusak tulang sehingga tulang menjadi berongga kemudian rongga tersebut terisi oleh sumsum tulang.
Anda kini sudah mengetahui Proses Pembentukan Tulang Manusia. Terima kasih ada sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber. 

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Monday, May 20, 2019

Pintar Pelajaran Persendian Insan - Hubungan Antartulang


Persendian Manusia - Hubungan Antartulang - Antartulang dalam badan bekerjasama satu dengan yang lain semoga sanggup melaksanakan fungsinya dengan baik. Hubungan antartulang itu disebut persendian (artikulasi). Berdasarkan keleluasaan gerakan yang dihasilkan, ada tiga jenis persendian, yaitu sinartrosis, sinfibrosis, dan diartrosis. Lihat Gambar 1,2,3. (Baca juga: Sistem Gerak Pasif)
  1. Sinartrosis ialah persendian yang tidak sanggup digerakkan. Ada dua tipe utama sinartrosis, yaitu suture dan sinkondrosis. Suture atau sinostosis ialah kekerabatan antartulang yang dihubungkan dengan jaringan ikat serabut padat, contohnya pada tengkorak. Sinkondrosis ialah persendian oleh tulang rawan (kartilago) hialin, misalnya kekerabatan antara epifisis dan diafisis pada tulang dewasa.
  2. Amfiartrosis atau Sinfibrosis ialah persendian yang dihubungkan oleh tulang rawan (kartilago), jaringan ikat serabut, dan ligamen sehingga memungkinkan terjadi sedikit gerakan. Contohnya sendi antara tulang betis dan tulang kering.
  3. Diartrosis ialah persendian yang memungkinkan gerakan tulang-tulang secara leluasa. Misalnya sendi engsel pada lutut dan siku serta sendi peluru pada pangkal paha dan lengan atas.
 Antartulang dalam badan bekerjasama satu dengan yang Pintar Pelajaran Persendian Manusia - Hubungan Antartulang
Gambar 1. Sinartrosis pada tengkorak
 Antartulang dalam badan bekerjasama satu dengan yang Pintar Pelajaran Persendian Manusia - Hubungan Antartulang
Gambar 2. Amfiartrosis
 Antartulang dalam badan bekerjasama satu dengan yang Pintar Pelajaran Persendian Manusia - Hubungan Antartulang
Gambar 3. Diartrosis
Anda kini sudah mengetahui Persendian Manusia - Hubungan Antartulang. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Pintar Pelajaran Macam Jenis-Jenis Persendian Insan Dan Hewan

Macam Jenis-Jenis Persendian Manusia dan Hewan - Ujung tulang yang membentuk persendian (diartrosis) bersifat khas, yaitu berbentuk bonggol, sedangkan ujung yang lain membentuk lekukan yang sesuai ukuran bonggol. Setiap permukaan sendi dilapisi dengan tulang rawan hialin dan dibungkus dengan selaput sinovial yang membentuk minyak sinovial. Minyak sinovial atau minyak sendi ini berfungsi untuk melicinkan gerakan. Diartrosis mencakup beberapa macam persendian.

Berdasarkan arah gerak yang ditimbulkannya, diartrosis dapat dibedakan menjadi beberapa jenis sendi yang dijelaskan sebagai berikut.

1. Sendi Engsel

Sendi engsel ialah persendian yang berfungsi untuk memungkinkan terjadinya gerakan ke satu arah.

Contoh sendi engsel adalah Persendian pada tulang siku dan lutut.

lain membentuk lekukan yang sesuai ukuran bonggol Pintar Pelajaran Macam Jenis-Jenis Persendian Manusia dan Hewan
Gambar 1. Sendi engsel
2. Sendi Pelana 

Sendi pelana ialah persendian yang berfungsi untuk memungkinkan gerakan ke dua arah.

Contoh sendi pelana ialah persendian pada hubungan antara tulang ibu jari dan tulang telapak tangan.

lain membentuk lekukan yang sesuai ukuran bonggol Pintar Pelajaran Macam Jenis-Jenis Persendian Manusia dan Hewan
Gambar 2. Sendi pelana
3. Sendi Putar

Sendi putar ialah persendian tulang yang satu mengitari tulang yang lain sehingga menimbulkan gerak rotasi.

Contoh sendi putar adalah Tengkorak dengan tulang atlas dan radius dengan ulna.

lain membentuk lekukan yang sesuai ukuran bonggol Pintar Pelajaran Macam Jenis-Jenis Persendian Manusia dan Hewan
Gambar 3. Sendi putar
4. Sendi Peluru

Sendi peluru ialah persendian tulang yang gerakannya paling bebas di antara persendian yang lain, yaitu sanggup bergerak ke segala arah.

Contoh sendi peluru adalah Tulang lengan atas dengan gelang pundak dan tulang paha dengan gelang panggul.

lain membentuk lekukan yang sesuai ukuran bonggol Pintar Pelajaran Macam Jenis-Jenis Persendian Manusia dan Hewan
Gambar 4. Sendi peluru
5. Sendi Geser

Sendi geser ialah persendian yang gerakannya hanya menggeser, kedua ujung agak rata dan tidak berporos. Sendi geser disebut juga sendi kepat atau sendi avoid.

Contoh sendi geser adalah Persendian pada kekerabatan antara ruas-ruas tulang belakang.

lain membentuk lekukan yang sesuai ukuran bonggol Pintar Pelajaran Macam Jenis-Jenis Persendian Manusia dan Hewan
Gambar 5. Sendi geser
6. Sendi Luncur

Sendi luncur ialah persendian tulang yang berfungsi untuk memungkinkan terjadinya gerakan badan melengkung ke depan, ke belakang atau memutar.

Contoh sendi luncur adalah Skapula dengan klavikula dan karpal dengan metakarpal.

lain membentuk lekukan yang sesuai ukuran bonggol Pintar Pelajaran Macam Jenis-Jenis Persendian Manusia dan Hewan
Gambar 6. Sendi luncur
Anda kini sudah mengetahui Macam Jenis-Jenis Persendian Manusia dan Hewan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Pintar Pelajaran Gangguan Dan Kelainan Pada Tulang


Gangguan Tulang dan Kelainan pada Tulang. Orang yang mengalami patah tulang biasanya dirawat dengan memasang ”gips” pada tempat tulang yang patah, misal kaki. Menurut Anda apa maksud kaki orang itu ”di gips”? Dapatkah tulangnya yang patah itu tersambung kembali? Patah tulang merupakan salah satu dari gangguan atau kelainan pada tulang. Kelainan atau gangguan tersebut sering terjadi dan sanggup Anda amati di sekitar Anda. Selain karena gangguan mekanis (misalnya pada patah tulang), kelainan tulang dapat terjadi akhir infeksi, gangguan fisiologis, gangguan persendian, dan kesalahan sikap. (Baca juga : Sistem Gerak Pasif)






Anda kini sudah mengetahui Gangguan Tulang dan Kelainan Tulang. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Sunday, May 19, 2019

Pintar Pelajaran Gangguan Fisiologis Pada Tulang

Gangguan Fisiologis Tulang - Penyebab tulang mengalami gangguan fisiologis yaitu adanya keabnormalan fungsi hormon atau tulang kekurangan mineral dan vitamin. Gangguan ini mengakibatkan kelainan di antaranya berupa : (Baca : Gangguan Tulang)

1. Hidrocephalus

Hidrocephalus yaitu suatu kelainan yang ditandai pengumpulan abnormal cairan spinal dan terjadi pelebaran rongga dalam otak sehingga kepala membesar, disebut juga megalochephalus.

2. Mikrocephalus

Mikrocephalus yaitu gangguan pertumbuhan tulang tengkorak jawaban kekurangan zat kapur ketika pembentukan tulang pada bayi.

3. Osteoporosis

Osteoporosis yaitu pengeroposan tulang yang terjadi karena kekurangan hormon sehingga tulang mudah patah dan rapuh.

4. Rakhitis

Rakhitis yaitu gangguan tulang alasannya yaitu kekurangan vitamin D. Biasanya terjadi pada bawah umur dalam masa pertumbuhan. Akibatnya pertumbuhan tulang terganggu sehingga bentuk kaki membelok keluar (berbentuk huruf X) atau membengkok ke dalam (berbentuk aksara O).

Anda kini sudah mengetahui Gangguan Fisiologis pada Tulang. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Pintar Pelajaran Gangguan Tulang Belakang - Kesalahan Sikap


Gangguan Tulang Belakang - Gangguan pada tulang belakang terjadi lantaran adanya perubahan posisi ruas-ruas tulang belakang, sehingga kelengkungan tulang belakang juga mengalami perubahan. Gangguan ini disebabkan oleh kebiasaan duduk yang salah, atau sanggup juga lantaran kecelakaan. Di bawah ini termasuk gangguan pada tulang belakang. (Baca : Kelainan Tulang)

Kesalahan perilaku (misal perilaku duduk) sanggup mengakibatkan beberapa kelainan berikut.

1. Lordosis

Lordosis yaitu jikalau pecahan leher dan panggul terlalu membengkok ke depan.

Gangguan pada tulang belakang terjadi lantaran adanya perubahan Pintar Pelajaran Gangguan Tulang Belakang - Kesalahan Sikap
Gambar 1. Lordosis
2. Kifosis

Kifosis yaitu jikalau pecahan punggung terlalu membengkok ke belakang.

Gangguan pada tulang belakang terjadi lantaran adanya perubahan Pintar Pelajaran Gangguan Tulang Belakang - Kesalahan Sikap
Gambar 2. Kifosis
3. Skoliosis

Skoliosis yaitu jikalau pecahan punggung membengkok ke kanan atau ke kiri.

Gangguan pada tulang belakang terjadi lantaran adanya perubahan Pintar Pelajaran Gangguan Tulang Belakang - Kesalahan Sikap
Gambar 3. Skoliosis
Ketiga kelainan pada tulang punggung sanggup Anda amati pada Gambar 1, 2, dan 3.

Anda kini sudah mengetahui Gangguan Tulang Belakang - Kesalahan Sikap. Terima kasih sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Saturday, May 18, 2019

Pintar Pelajaran Gangguan Persendian - Macam Jenis

Gangguan Persendian Manusia- Apabila kita mengalami gangguan persendian, gerakan tulang menjadi tidak leluasa atau maksimal. Selain itu, gangguan ini juga menimbulkan rasa nyeri. Macam dan Jenis Gangguan yang dimaksud mencakup : (Baca : Kelainan pada Tulang)

1. Ankilosis

Ankilosis yaitu persendian yang tidak sanggup digerakkan karena seperti kedua tulang menyatu.

2. Dislokasi

Dislokasi yaitu sendi bergeser dari kedudukan semula.

3. Terkilir atau keseleo

Terkilir atau keseleo yaitu tertariknya ligamen akibat gerak yang mendadak.

4. Artritis

Artritis yaitu peradangan pada satu atau beberapa sendi dan adakala posisi tulang mengalami perubahan.

Artritis dibedakan sebagai berikut.

a. Gout artritis

Gout artritis yaitu gangguan persendian akibat kegagalan metabolisme asam urat. Asam urat yang tinggi dalam darah diangkut dan ditimbun dalam sendi yang kecil, biasanya pada jari-jari tangan. Akibatnya ujung-ujung ruas jari tangan membesar.

b. Osteoartritis

Osteoartritis yaitu suatu penyakit kemunduran, sendi tulang rawan menipis dan mengalami degenerasi. Biasa terjadi sebab usia tua.

c. Reumathoid

Reumathoid yaitu suatu penyakit kronis yang terjadi pada jaringan penghubung sendi. Sendi membengkak dan terjadi kekejangan pada otot penggeraknya.

Anda kini sudah mengetahui Gangguan pada Persendian. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Pintar Pelajaran Macam-Macam Abses Sendi

Macam-macam Infeksi Sendi - Infeksi sendi sanggup terjadi lantaran adanya infeksi kuman yang menyerang sendi. Misalnya, infeksi gonorhe dan sifilis, kemudian juga layuh semu. Infeksi gonorhoe dan sifilis diakibatkan oleh basil gonorhoe dan sifilis yang menyerang persendian sehingga persendian menjadi kaku. Sementara layuh semu disebabkan oleh basil sifilis yang menyerang cakra epifisise. Cakra epifisise yakni daerah pemanjangan tulang. Infeksi sifilis ini terjadi pada seseorang sejak dalam kandungan. Akibatnya, bayi yang lahir memiliki tulang yang tak bertenaga (layuh).Kelainan tulang akhir infeksi antara lain sebagai berikut. (Baca : Gangguan dan Kelainan pada Tulang)

1. Artritis eksudatif

Artritis eksudatif yakni peradangan pada sendi dan terisi cairan nanah.

2. Artritis sika

Artritis sika yaitu peradangan sendi sehingga rongga sendi menjadi kering (kekurangan minyak sinoval).

3. Layuh sendi atau layuh semu

Layuh sendi atau layuh semu yakni suatu keadaan tidak bertenaga pada persendian akhir rusaknya cakraepifisis tulang anggota gerak.

4. Nekrosis

Nekrosis yakni kerusakan pada cakraepifisis tulang hingga sebagian tulang mati dan mengering.

Kuman sifilis dan TBC juga sanggup menjadikan infeksi sendi.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Fungsi Otot Insan : Sistem Dan Gambar


Fungsi Otot Manusia : Sistem dan Gambar - Otot-otot merupakan alat gerak aktif. Tanpa otot, badan kita hanya ibarat kerangka yang tersusun atas tulang saja. Oleh alasannya itu, hampir setengah berat badan kita berasal dari otot, dan ada lebih dari 640 otot menyusun badan kita. Bebeberapa otot penyusun badan insan ibarat diperlihatkan pada Gambar 1. Adanya kontraksi otot, menciptakan tulang badan kita bisa bergerak. Karena itulah, otot disebut dengan alat gerak aktif. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita mendengar istilah daging. Sebenarnya, yang dimaksud daging yaitu otot.
 badan kita hanya ibarat kerangka yang tersusun atas Pintar Pelajaran Fungsi Otot Manusia : Sistem dan Gambar
Gambar 1. Otot manusia
Otot memiliki tiga kemampuan spesifik berikut.
  1. Kemampuan untuk memendek (berkontraksi) disebut kontratibilitas.
  2. Kemampuan untuk melaksanakan gerakan kebalikan dari gerakan yang ditimbulkan ketika kontraksi otot disebut ekstensibilitas.
  3. Kemampuan untuk kembali ke ukuran semula setelah kontraksi atau ekstensi disebut elastisitas. Saat otot kembali ke ukuran semula, otot disebut dalam keadaan relaksasi.
Anda kini sudah mengetahui Fungsi Otot Manusia, Sistem Otot dan Gambar Otot. Terima kasih atas kunjungan anda ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.