Showing posts sorted by date for query cara-memindahkan-dan-mengatur-daftar. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query cara-memindahkan-dan-mengatur-daftar. Sort by relevance Show all posts

Friday, September 13, 2019

Pintar Pelajaran Pola Soal Un Sma Sosiologi Tahun 2006, Kunci Jawaban, Dan Pembahasan

Berikut ini yaitu contoh soal un (ujian nasional) sma sosiologi tahun 2006, kunci jawaban, dan pembahasan :

1.   Sosiologi berasal dari kata "Socius" dan "Logos" yang artinya ........

A. Tata masyarakat
B. Sejarah masyarakat
C. Ilmu masyarakat
D. Hubungan masyarakat
E. Pengetahuan

Jawaban : C

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Sosiologi berasal dari kata socus berarti mitra dari kata Yunani yaitu logos artinya pengetahuan. Maka sosiologi berarti pengetahuan perihal perkawinan atau pertemuan yang diperluas cakupannya menjadi kehidupan bersama insan yang disebut masyarakat.

2.   Aspek-aspek yang dipelajari oleh antropologi sebagai berikut, kecuali ........

A. sejarah terjadinya manusia
B. aneka norma ras di dunia
C. bahasa-bahasa di dunia
D. dasir-dasar budaya suku bangsa
E. bangsa-bangsa dan negara-negara di dunia

Jawaban : E

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Aspek-aspek yang dipelajari oleh Antropologi yaitu Sejarah terjadinya manusia. Norma, Ras di dunia beraneka ragam, bahasa-bahasa di dunia, dasar-dasar suku bangsa di dunia.

3.   Perhatikan unsur-unsur kebudayaan di bawah:

1. sistem peralatan
2. sistem nilai 
3. sistem pengetahuan 
4. sistem hukum
5. sistem religi

Yang termasuk unsur kebudayaan universal yaitu ........

A. 1, 2, 3
B. 2, 3, 4
C. 1, 3, 5
D. 3, 4, 5
E. 1, 4, 5

Jawaban : C

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Kebudayaan Universal yaitu kebudayaan yang dianut/dipakai oleh semua orang. Unsur-unsur kebudayaan yang universal yaitu: 

- sistem peralatan 
- sistem ilmu pengetahuan
- sistem religi/kepercayaan 
- sistem kekerabatan
- moral istiadat

4.   Tindakan sosial yang termasuk dalam interaksi sosial yaitu ........

A. Astri membaca majalah wanita
B. Wilanda melihat-lihat album foto
C. Ibu Lia mengajar sosiologi di SMAN I Cileunyi
D. Gusti menendang-nendang kaleng di jalanan
E. Ajat bersiul ambil mandi

Jawaban : C

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Tindakan sosial yaitu tindakan individu yang mempunyai arti bagi orang lain. 
Tindakan sosial yang termasuk dalam interaksi sosial contohnya yaitu Ibu Lia mengajar sosiologi di SMAN I Cileunyi.

5.   Jika ada masyarakat mulai meninggalkan nilai-nilai, norma-norma serta pranata yang ada, akhir langsungnya yaitu terjadinya ........

A. kemajemukan
B. adaptasi
C. disorganisasi
D. disfungsi pemimpin
E. diferensiasi sosial

Jawaban : C

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Jika ada masyarakat mulai meninggalkan nilai-nilai, norma-norma serta pranata yang ada hasilnya terjadi disorganisasi artinya terjadi perpecahan dalam keluarga atau masyarakat.

6.   Perhatikan beberapa teladan sosialisasi berikut! 

  1) Belajar bermain dengan teman sepermainan. 
  2) Orang renta mengajarkan sopan santun kepada anaknya. 
  3) Kakak yang membimbing adiknya dalam belajar 
  4) Bapak ibu guru membina para siswa di sekolah 

Pernyataan di atas yang termasuk sosialisasi primer yaitu nomor ........

A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4

Jawaban : C

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Sosialisasi primer artinya berguru dalam lingkungan sendiri. Misalnya dalam lingkungan keluarga. 

Contoh: - Belajar yang dibimbing orang renta atau kakak.
             - Orang renta mengajarkan sopan santun kepada anaknya.

7.   Di bawah ini teladan sikap menyimpang!

1) Perampokan diancam eksekusi pidana berat
2) Pemerkosaan yang tergolong kejahatan dengan kekerasan
3) Bolos sekolah terpaksa dilakukan alasannya yaitu ada pesta di rumah
4) Nyontek pada waktu ujian saat diawasi guru

A. 1 dan 2
B. 1 dan 4
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4

Jawaban : A

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Perilaku menyimpang yaitu sikap yang dinyatakan suatu pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat.

Contohnya: Perampokan, pemerkosaan, penyalahgunaan narkotika, perkelahian pelajar, sikap seksual di luar nikah, penggunaan alkohol.

8.   Pembongkaran rumah-rumah liar di jalur hijau taman, menyerupai yang terjadi di kota-kota besar, termasuk pengendalian ........

A. Koersif
B. Persuasif
C. Preventif
D. Represif
E. Isolasif

Jawaban : D

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Tindakan pembongkaran rumah-rumah liar di jalur hijau taman yang terjadi di kota-kota besar pengendalian represif artinya pengendalian yang mengembangkan keserasian yang terganggu akhir sikap yang menyimpang.

9.   Saling memberi dan mendapatkan unsur-unsur budaya antar dua masyarakat yang berdampingan disebut ........

A. Inovasi
B. Akulturasi
C. Penetrasi
D. Simbiotik
E. Asimilasi

Jawaban : E

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Saling memberi dan mendapatkan unsur-unsur budaya antar-antar masyarakat yang berdampingan disebut asimilasi. 

Contohnya: orang Cina berumah tangga dengan orang Indonesia (kawin campur).

10.   Pernyataan berikut ini yang menggambarkan diferensi sosial atas dasar suku bangsa yaitu ........

A. Masyarakat kulit putih, kulit berwarna, kulit hitam.
B. Masyarakat Islam, Kristen, Hindu, Budha.
C. Masyarakat Sunda, Jawa, Betawi, Minangkabau
D. Masyarakat petani, pedagang, pengrajin, guru, dokter
E. Masyarakat pedesaan, pertanian, dan perkotaan/ industri.

Jawaban : C

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Diferensi sosial yaitu adanya perbedaan yang dimiliki anggota masyarakat, contohnya perbedaan ras, agama, suku bangsa, jenis kelamin, usia, profesi, klan.

Perbedaan suku bangsa contohnya Suku Sunda, Jawa, Betawi dan lain-lain.

11. Sekelompok laki-laki cerdik balig cukup akal berasal dari banyak sekali suku bangsa yang berlainan status sosial dan bahkan hingga kepada rasnya berbeda-beda, tetapi pada hari Jumat mereka gotong royong melaksanakan shalat Jumat berjamaah dan menyimak khotbah secara serius. Hal ini memperlihatkan adanya wujud kasatmata dari ........

A. Diferensiasi sosial
B. Interseksi sosial
C. Stratifikasi sosial
D. Konsolidasi sosial
E. Kelompok sosial

Jawaban : A

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Seseorang yang berasal dari banyak sekali suku bangsa yang berlainan tetapi pada hari Jumat melikukan sholat Jumat gotong royong ini memperlihatkan diferensi sosial alasannya yaitu berbeda suku tapi menjalankan ibadah bersama-sama.

12. Hubungan konsolidasi yang paling kasatmata dalam kelompok-kelompok sosial menurut kelompok keturunan yaitu antar ........

A. ras dengan suku bangsa
B. suku bangsa dengan pekerjaan
C. suku bangsa dengan agama
D. ras dengan agama
E. klan dengan agama

Jawaban : B

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Konsolidasi atas pernyataan kelompok masyarakat contohnya dalam pekerjaan terjadi penyatuan suku bangsa akhir keturunan yang sama.

13. Guru mengambil tugas mempertemukan dua kelompok siswa yang tawuran agar diperoleh akad gotong royong penyelesaian perkelahian tersebut, bentuk fasilitas pada teladan perkara di atas termasuk ........

A. Meditasi
B. Arbitrasi
C. Kompromi
D. Konsolidasi
E. Ajudikasi

Jawaban : A

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Akomodasi yaitu seperangkat aturan yang mengatur jalannya sistem nilai dalam masyarakat. Contohnya meditasi yaitu orang yang menjadi juru hening di antara orang yang bertikai

14. Perkembangan primordialisme dalam masyarakat beragam tak mungkin sanggup dihindari, tetapi sanggup diarahkan kepada hal-hal yang positif menuju terwujudnya integrasi sosial apabila ........

A. Adanya sistem nilai sosial yang baku dan mempersatukan masyarakat
B. Adanya kesadaran masyarakat pendukungnya terhadap pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
C. Diarahkan untuk memperkuat sistem sosial budaya nasional.
D. Berkembangnya semangat toleransi, kekeluargaan, gotong royong dan musyawarah mufakat dalam kehidupan masyarakat.
E. Semua tanggapan benar.

Jawaban : D

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Primordialisme yaitu paham yang berpegang teguh pada hal-hal yang dibawa semenjak lahir menyerupai kesukaan, keagamaan dan moral istiadat semenjak lahir menyerupai kesukuan, keagamaan dan moral istiadat oleh seseorang dalam kelompok dan sanggup membuatkan terjadinya sukuisme. Sehingga untuk mencegahnya melalui integrasi sosial. Contohnya: Semangat toleransi, kekeluargaan, gotong royong, musyawarah mufakat dalam kehidupan masyarakat.

15.   Jiwa kebudayaan atau etos akan menyelinap bila ........
A. etos memperlihatkan pandangan hidup
B. diintegrasikannya unsur-unsur kebudayaan
C. setiap masyarakat mempunyai etos
D. setiap jiwa mempunyai etos
E. pandangan hidup nampak dalam bentuk gaya sikap warga masyarakat

Jawaban : E

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Jiwa kebudayaan atau etos yaitu semangat juang dalam kehidupan yang terdapat pada individu yaitu motivasi melalui pandangan hidup yang nampak dalam bentuk gaya sikap warga masyarakat.

16.  Seorang siswa berkonsultasi dengan guru BK, di sekolah untuk mendapatkan pemecahan dilema kesulitan belajar, relasi sosial antara guru BK, dan siswa didasari faktor ........

A. Motivasi
B. Simpati
C. Imitasi
D. Sugesti
E. Identifikasi

Jawaban : A

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Seorang guru BK di sekolah memberi pemecahan dilema kesulitan berguru siswa termasuk tindakan sosial yang didasari siswa oleh faktor motivasi (faktor dorongan yang tiba dari diri siswa tersebut).

17.   Ahmad pada mulanya hanya pesuruh pada sebuah perusahaan, alasannya yaitu rajin maka ia diangkat menjadi koordinator dari pesuruh. Ahmad mengalami ........ sosial

A. antar generasi
B. intragenerasi
C. vertikal naik
D. vertikal turun
E. horizontal

Jawaban : C

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Mobilitas sosial yaitu perubahan dari sastra satu ke sastra yang lain. Contoh: kaya, miskin dan lain-lain. Pesuruh menjadi koordinator pesuruh termasuk mobilitas sosial vertikal naik alasannya yaitu dari strata yang rendah ke strata yang lebih tinggi.

18. Perhatikan pernyataan berikut!

1. Perbedaan ras dan agama
2. Kemiskinan
3. Perubahan kondisi sosial
4. Ekspansi teritorial 

Dari pernyataan di atas yang merupakan faktor penghambat terjadinya mobilitas sosial yaitu nomor ........

A. 3 dan 4
B. 1 dan 2
C. 1 dan 3
D. 2 dan 3
E. 2 dan 4

Jawaban : D

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Pernyataan di atas yang merupakan faktor penghambat terjadinya mobilitas sosial yaitu kemiskinan dan perluasan teritorial.

19. Perubahan sosial terjadi alasannya yaitu adanya ketidaksesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga menghasilkan keadaan yang ........

A. Serasi fungsinya
B. Saling berintegrasi
C. Saling menguntungkan
D. Tidak harmonis fungsinya
E. Mengakibatkan kerugian

Jawaban : D

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Perubahan sosial terjadi alasannya yaitu adanya kesesuaian adanya unsur yang saling berbeda yang menghasilkan ketertiban. Perubahan sosial yang tidak sesuai mengakibatkan keadaan fungsinya yang tidak harmonis dalam masyarakat.

20.  Peralihan suatu masyarakat mengalami tahapan yang sama, dimulai dari tahap perkembangan awal menuju ke tahapan perkembangan selesai merupakan dari teori ........

A. Evolusi over
B. Siklus
C. Fungsional
D. Modernisasi
E. Konflik

Jawaban : A

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Peralihan suatu masyarakat mengalami tahapan yang sama dimulai dari tahap perkembangan awal menuju ke tahap perkembangan selesai merupakan pengertian dari teori evolusi over yaitu teori yang mengajarkan perubahan secara sedikit demi sedikit tapi pasti.

21. Kemerdekaan Republik Indonesia membawa perubahan yang fundamental bagi kehidupan rakyat Indonesia, termasuk perubahan secara ........

A. Revolusi
B. Evolusi
C. Modernisasi
D. Negres
E. Progres

Jawaban : A

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Perubahan yang dialami oleh masyarakat secara cepat yaitu disebut teori revolusi. Contohnya: Kemerdekaan Republik Indonesia yang membawa perubahan secara cepat terhadap kehidupan rakyat Indonesia.

22.  Masyarakat dan budaya selalu mengalami perubahan. Ini berarti ada sifat tertentu yang dimiliki, yaitu ........

A. Labil
B. Statis
C. Dinamis
D. Evolusi
E. Revolusi

Jawaban : C

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Masyarakat dan budaya mengalami perubahan suatu masyarakat yang selalu mengalami perubahan disebut dinamis yaitu menjadi perubahan ke arah perkembangan atau tidak tetap (statis).

23.   Contoh situasi yang menandai terjadinya disintegrasi sosial akhir perubahan sosial antara lain ........

A. Sanksi berfungsi dengan efektif
B. Timbulnya kebersamaan dalam masyarakat
C. Meningkatnya wibawa aparat
D. Masyarakat kurang mematuhi norma yang berlaku
E. Solidaritas kelompok meningkat

Jawaban : D

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Disintegrasi sosial artinya adanya ketidaksesuaian unsur-unsur yang saling berbeda. Contohnya masyarakat kurang mematuhi norma yang berlaku, melanggar tata tertib.

24.   Discovery dan inovation merupakan faktor terjadinya perubahan sosial, yaitu faktor ........

A. Ekstern
B. Intern
C. Dominan
D. Pendorong
E. Penghambat

Jawaban : B

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Discovery yaitu inovasi unsur-unsur budaya invention yaitu perjuangan memperbaharui yang ditemukan. Faktor yang mengakibatkan terjadinya discovery atau invention yaitu faktor intern yaitu faktor dari dalam diri sendiri. Misalnya inovasi seseorang diperbaharui lagi sehingga mengalami perubahan.

25.  Dalam rangka modernisasi, pelajar Indonesia harus melaksanakan cara berguru yang efektif dan efisien dengan sarana yang ada, taktik pelajar tersebut untuk meningkatkan ........

A. waktu belajar
B. proses belajar
C. kerajinan belajar
D. prestasi belajar
E. kerapian belajar

Jawaban : D

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Modernisasi yaitu perubahan yang dari tradisional kepada yang lebih maju atau lebih baik contohnya seorang pelajar yang melaksanakan berguru yang lebih efektif dan efisien dengan sarana yang ada. Strategi pelajar tersebut untuk meningkatkan prestasi belajar.

26.  Perhatikan hal-hal berikut!

1. Pola pikir masih sederhana
2. Sulit mendapatkan inovasi baru
3. Optimis terhadap masa depan
4. Berpikir secara rasional 

Dari daftar tersebut yang menjadi mental masyarakat modern yaitu ........

A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 1 dan 4
D. 2 can 3
E. 3 dan 4

Jawaban : E

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Masyarakat modern yaitu sebuah masyarakat yang telah mengenal transformasi IPTEK. 

Dari daftar tersebut yang menjadi mental masyarakat modern yaitu berpikir rasional, optimis terhadap masa depan dan mendapatkan pembaharuan.

27.  Dalam melaksanakan penelitian sosial, peneliti hendaknya melaksanakan penentuan topik yang baik, yaitu ........

A. Sebaiknya banyak memakai kata asing
B. Singkat, terperinci dan tidak mempunyai arti ganda
C. Masalah diambil dari banyak sekali sumber
D. Sumber topik terbatas
E. Diminati semua orang

Jawaban : B

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Dalam memilih topik sebuah penelitian yang baik yaitu topik atau judul yang menarik, judul hendaknya singkat terperinci dan tidak mempunyai arti ganda, mudah dan penting di hindari terjadinya duplikasi dengan judul lain.

28. Perhatikan ciri-ciri penelitian di bawah ini!

1. Penentuan sampel penelitian
2. Penentuan teknis analisis
3. Bersifat induktif
4. Bersifat deskriptif analitik
5. Titik berat uraian relatif 

Dari ciri-ciri tersebut yang termasuk ke dalam ciri-ciri penelitian kualitatif yaitu nomor ........

A. 1, 2 dan 3
B. 1, 2 dan 4
C. 2, 3 dan 4
D. 2, 4, dan 5
E. 3, 4 dan 5

Jawaban : E

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Penelitian kualitatif yaitu penelitian melihat keadaan mutu penelitian yang mempunyai ciri-ciri bersifat induktif yaitu proporsi (tetap), bersifat deskriptif analitik dan titik berat uraian relatif.

29.  
 Sosiologi berasal dari kata socus berarti mitra dari kata Yunani yaitu logos artinya peng Pintar Pelajaran Contoh Soal UN Sekolah Menengan Atas Sosiologi Tahun 2006, Kunci Jawaban, dan Pembahasan

Dari di atas yang membedakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam pengolahan data penelitian yaitu nomor ........

A. A
B. B
C. C
D. D
E. E

Jawaban : D

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Perbedaan pendekatan kualitatif dengan kuantitatif 

a. kuantitatif : bentuknya uraian naratif 
b. kualitatif : bentuknya statistik

30.   Jumlah sesuatu yang tertentu mewakili suatu populasi, disebut ........

A. Median
B. Mean
C. Random
D. Sampel
E. Variabel

Jawaban : D

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Jumlah sesuatu yang tertentu mewakili suatu populasi, disebut sampel.

31. Penelitian mengumpulkan data yang sanggup diukur dengan angka-angka misalnya:

- Jenis pekerjaan : tani 50%, nelayan 20%, pedagang 25 %, dst. 
- Tingkat pendidikan : SD 60%, SLTP 20%, SLA 10%, FT5% 
- Tingkat penghasilan ; Rp 150.000; per bulan 

Data di atas merupakan teladan penelitian yang memakai pendekatan ........

A. Kualitatif
B. Kuantitatif
C. Analisa data
D. Observasi lapangan
E. Wawancara

Jawaban : A

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Penelitian mengumpulkan data berupa angka-angka disebut pendekatan kualitatif yaitu dari satu kesatuan yang diungkapkan yang nyata.

32.   Kelebihan dari analisis isi media masa sebagai teknik pengumpulan data penelitian yaitu ........

A. Menghemat waktu, biaya dan tenaga.
B. Mengetahui kebenaran data dengan pasti.
C. Dapat dipercaya alasannya yaitu data diperoleh secara langsung.
D. Memperoleh data dari responden yang sulit ditemui.
E. Lebih objektif alasannya yaitu sudah melalui editing dan koding.

Jawaban : A

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Kelebihan dari analisis isi media masa sebagai teknik pengumpulan data penelitian yaitu menghemat waktu, biaya dan tenaga alasannya yaitu proses yang cepat dan akurat.

33.   Seorang peneliti berperan sebagai pemulung dan mengadakan pengarnatan eksklusif di lapangan untuk mendapatkan data, teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti tersebut yaitu ........

A. Wawancara
B. Analisa media masa
C. Studi kepustakaan
D. Observasi partisipasi
E. Observasi non partisipasi

Jawaban : D

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Seorang peneliti berperan sebagai pemulung dan mengamati eksklusif di lapangan untuk mendapatkan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti tersebut yaitu disebut observasi partisipasi yaitu pengamatan di mana peneliti eksklusif terjun sebagai responden.

34.   Rumus rata-rata yaitu ........

A.
 Sosiologi berasal dari kata socus berarti mitra dari kata Yunani yaitu logos artinya peng Pintar Pelajaran Contoh Soal UN Sekolah Menengan Atas Sosiologi Tahun 2006, Kunci Jawaban, dan Pembahasan

B.
 Sosiologi berasal dari kata socus berarti mitra dari kata Yunani yaitu logos artinya peng Pintar Pelajaran Contoh Soal UN Sekolah Menengan Atas Sosiologi Tahun 2006, Kunci Jawaban, dan Pembahasan

C.
 Sosiologi berasal dari kata socus berarti mitra dari kata Yunani yaitu logos artinya peng Pintar Pelajaran Contoh Soal UN Sekolah Menengan Atas Sosiologi Tahun 2006, Kunci Jawaban, dan Pembahasan

D. Rata-rata = Jumlah nilai data x banyaknya data
E. Jumlah data = banyaknya - rata

Jawaban : A

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Rumus = rata-rata/mean yaitu nilai bilangan yang berasal dari jumlah keseluruhan nilai di bagi dengan banyaknya unit/bilangan yaitu:
 Sosiologi berasal dari kata socus berarti mitra dari kata Yunani yaitu logos artinya peng Pintar Pelajaran Contoh Soal UN Sekolah Menengan Atas Sosiologi Tahun 2006, Kunci Jawaban, dan Pembahasan
35.   Dalam pengolahan data yang memperlihatkan frekuensi terbesar pada suatu peringkat data yaitu ........

A. Modus
B. Median
C. Mean
D. Distribusi
E. Tabulasi

Jawaban : A

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Dalam pengolahan data yang memperlihatkan Frekuensi terbesar pada suatu perangkat data yaitu modus yaitu ukuran pemusatan yang memperlihatkan frekuensi terbesar pada suatu perangkat data.

36.   Perhatikan tabel berikut! 
 Sosiologi berasal dari kata socus berarti mitra dari kata Yunani yaitu logos artinya peng Pintar Pelajaran Contoh Soal UN Sekolah Menengan Atas Sosiologi Tahun 2006, Kunci Jawaban, dan Pembahasan

Data hasil ulangan sosiologi. Nilai modus dari data di atas yaitu ........

A. 20
B. 260
C. 13,25
D. 35
E. 505

Jawaban : C

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Tabel dibalik.
 Sosiologi berasal dari kata socus berarti mitra dari kata Yunani yaitu logos artinya peng Pintar Pelajaran Contoh Soal UN Sekolah Menengan Atas Sosiologi Tahun 2006, Kunci Jawaban, dan Pembahasan
 Sosiologi berasal dari kata socus berarti mitra dari kata Yunani yaitu logos artinya peng Pintar Pelajaran Contoh Soal UN Sekolah Menengan Atas Sosiologi Tahun 2006, Kunci Jawaban, dan Pembahasan

37.   Tiga serpihan pokok dalam laporan penelitian yaitu ........

A. Kesimpulan, implikasi, saran-saran
B. Masalah, deskripsi, kesimpulan
C. Pendahuluan, deskripsi, kesimpulan
D. Latar belakang, pembahasan, kesimpulan
E. Pendahuluan, isi, penutup

Jawaban : E

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Tiga laporan pokok pada penelitian yaitu pendahuluan, serpihan isi, serpihan penutup.

38.   Gambaran perihal jenis-jenis yang disajikan dalam karya tulis disebut ........

A. Daftar isi
B. Daftar gambar
C. Metode penelitian
D. Perumusan masalah
E. Daftar tabel

Jawaban : D

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Gambaran perihal jenis-jenis yang disajikan dalam karya tulis yaitu perumusan dilema yaitu yang menandakan materi permasalahan dalam karya tulis yang akan disajikan.

39.   Penelitian siswa perlu didiskusikan alasannya yaitu bermanfaat untuk hal berikut, kecuali ........

A. Menunjang keberanian siswa untuk sanggup bersaing
B. Memupuk siswa untuk berani mengeluarkan pendapat
C. Supaya siswa berpikir sendiri tidak hanya mendapatkan dari guru
D. Melatih siswa memakai pengetahuan yang diperolehnya
E. Memupuk rasa toleransi dan menghargai orang lain

Jawaban : E

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Penelitian siswa perlu didiskusikan alasannya yaitu bermanfaat untuk hal menunjang keberanian siswa untuk bersaing mengcluarkan pendapat, berpikir aktifpositif, memakai rasional dalam menulis karya.

40.  Setelah semua data diberi isyarat sesuai dengan pedoman-pendoman, langkah selanjutnya yaitu memindahkan data dalam bentuk isyarat ke dalam lembaran yang disebut ........

A. Buku kode
B. Tabel induk
C. Tabel teks
D. Tabel silang
E. Coding shelt

Jawaban : E

SMA/Ebtanas/Sosiologi/Tahun 2006

Penyelesaian :

Setelah semua data diberi isyarat sesuai dengan pedoman pengodean langkah selanjutnya yaitu memudahkan data dalam bentuk isyarat ke alam lembaran yang disebut: coding shelt yaitu memberi tanda simbol-simbol berupa angka atau abjad pada tanggapan responden.

Demikianlah Contoh Soal UN Sekolah Menengan Atas Sosiologi Tahun 2006. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Created by InVirCom (C) July 1998, Last edited January 2003
// banksoal@invir.com
// http://www.invir.com

Monday, September 2, 2019

Pintar Pelajaran Pengertian Biaya Peluang, Biaya Kesempatan, Oportunitas, Opportunity Cost, Contoh, Cara Menghitung, Rumus, Konsep, Ekonomi, Akuntansi

Pengertian Biaya Peluang, Biaya Kesempatan, Oportunitas, Opportunity Cost, Contoh, Cara Menghitung, Rumus, Konsep, Ekonomi, Akuntansi - Biaya peluang yakni suatu keputusan didasarkan pada apa yang harus dikesampingkan (alternatif terbaik berikutnya) sebagai hasil keputusan. Keputusan apapun yang melibatkan pilihan antara dua atau lebih mempunyai biaya oportunitas. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap masyarakat sanggup berbeda dalam hal siapa yang menentukan pilihan dan bagaimana pilihan tersebut ditentukan.

Hal ini akan bergantung pada sistem perekonomian yang dianut oleh suatu masyarakat. Walaupun demikian, kebutuhan untuk menentukan berlaku umum untuk semua masyarakat. Jika kelangkaan mengharuskan adanya kebutuhan memilih, pilihan secara tidak pribadi menerangkan adanya biaya. Artinya, keputusan untuk memproduksi sesuatu lebih banyak memerlukan keputusan untuk memproduksi sesuatu yang lain lebih sedikit. Lebih sedikitnya memproduksi sesuatu yang lain dianggap sebagai biaya memproduksi sesuatu lebih banyak. Dengan demikian, muncullah apa yang dinamakan biaya oportunitas.

Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus menyampaikan bahwa biaya oportunitas dari suatu keputusan terjadi alasannya yakni melaksanakan pilihan terhadap barang langka dengan mengorbankan barang lain. Biaya oportunitasnya yakni nilai dari barang atau jasa yang dilepaskan. Sejalan dengan pengertian tersebut, Lipsey mengartikan biaya oportunitas yakni biaya yang dikorbankan untuk memakai sumber daya bagi tujuan tertentu, yang diukur dengan manfaat yang dilepasnya alasannya yakni tidak digunakan untuk tujuan lain. Dengan kata lain, diukur dengan satuan barang lain yang seharusnya bisa diperoleh.
 yakni suatu keputusan didasarkan pada apa yang harus dikesampingkan  Pintar Pelajaran Pengertian Biaya Peluang, Biaya Kesempatan, Oportunitas, Opportunity Cost, Contoh, Cara Menghitung, Rumus, Konsep, Ekonomi, Akuntansi
Gambar 1. Petani yang bekerja di sawah bahwasanya mempunyai kesempatan untuk bekerja di bidang lain, menyerupai bekerja sebagai nelayan, berburu, atau di pasar. (Foto: Wikimedia Commons [1])
Berdasarkan konsep biaya oportunitas tersebut, bahwa dalam menentukan pilihan berbagai kelangkaan memaksa seseorang untuk mengorbankan acara alternatifnya. Hal tersebut mengakibatkan seseorang kehilangan kesempatan untuk mengerjakan sesuatu yang lain. Misalnya, Paula yakni lulusan sarjana ekonomi. Di samping sarjana ekonomi, Paula juga hebat pemrograman komputer. Sebagai hebat pemrograman komputer, Paula telah digaji sebesar Rp2.000.000,00 per bulannya.

Namun, naluri kewanitaan Paula memutuskan untuk menjadi dosen di suatu sekolah tinggi tinggi negeri. Dengan keputusannya tersebut, Paula telah kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendapatan sebagai spesialis pemrograman komputer. Hilangnya kesempatan untuk memperoleh pendapatan dari bekerja sebagai hebat pemrograman komputer merupakan biaya oportunitas. Contoh lain, sehabis lulus Sekolah Menengan Atas Beti memutuskan untuk melanjutkan kuliah ke sekolah tinggi tinggi negeri, tetapi Beti memutuskan untuk bekerja sehingga ia akan mendapat honor per bulan sebesar Rp1.000.000,00. Jika ia kuliah, diharapkan biaya untuk SPP, buku-buku, tugas, uang kos, pakaian, dan biaya lainnya yang semuanya berjumlah Rp1.500.000,00 per bulan. Jadi, opportunity cost Beti untuk melanjutkan kuliah yakni sebesar Rp12.000.000,00 (gaji bekerja) selama satu tahun.

Jika tidak bekerja dan melanjutkan kuliah, biaya yang dikeluarkan selama satu tahun sebesar Rp18.000.000,00 (biaya kuliah). Keputusan seorang individu untuk bekerja juga bekerjasama dengan sejauhmana ia bersedia mengalokasikan waktu untuk bekerja dan tidak bekerja.Opportunity cost (biaya kesempatan) dari bekerja yakni hilangnya waktu untuk tidak bekerja (leisure time) yang sanggup digunakan untuk kegiatan lainnya. Misalnya, berkumpul dengan keluarga, belanja, bersenang-senang, sebaliknya biaya oportunitas dari tidak bekerja yakni hilangnya pendapatan.


Dengan adanya keterbatasan sumber daya (faktor produksi), insan harus menentukan keputusan ekonomi yang rasional atau menguntungkan dirinya, ketika pilihan ekonomi tersebut akan mengorbankan pilihan ekonomi lainnya, dalam ilmu ekonomi dikenal dengan biaya kesempatan (opportunity cost). Setiap kali keputusan harus dibuat, terkandung biaya kesempatan.

Dalam kasus lain, misalnya, apakah Anda akan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi atau bekerja? Atau apakah Anda berlibur ke daerah wisata atau membeli komputer? Dalam pola tersebut terdapat pilihan yang telah memaksa Anda mengorbankan kegiatan alternatif, yang sesungguhnya telah mengakibatkan Anda kehilangan kesempatan untuk mengerjakan sesuatu yang lain. Dengan kata lain, biaya kesempatan sanggup diartikan sebagai nilai alternatif terbaik yang hilang (dikorbankan). Jika Anda dihadapkan pada dua pilihan, yaitu A dan B, kemudian Anda menentukan A, sebebarnya Anda telah kehilangan kesempatan untuk menentukan B. Misalnya, apabila seseorang mempunyai mata pencarian sebagai seorang nelayan, pada dikala yang sama ia bahwasanya telah kehilangan kesempatan untuk mendapat penghasilan dari pekerjaan di sektor lain, menyerupai dari perjuangan bertani, atau berdagang.

Untuk membedakan biaya kesempatan dari biaya lain-lainnya Walter Nicholson (2001), menjelaskan beberapa konsep biaya. Ia membagi biaya ke dalam tiga konsep yang berbeda, yaitu konsep biaya kesempatan, konsep biaya ekonomi, dan konsep biaya akuntansi.

a. Konsep Biaya Kesempatan


Konsep biaya kesempatan yakni pendapatan higienis yang dikorbankan atau penghematan biaya yang tidak jadi diperoleh alasannya yakni menentukan alternatif lain. Misalnya, menghasilkan 15 meja sederhana memerlukan sejumlah tenaga kerja, kayu, dan cat. Tetapi pada kenyataannya Anda menentukan menciptakan sebuah lemari besar. Dengan demikian, sanggup dikatakan bahwa oportunitas sebuah lemari besar sama dengan 15 meja sederhana.

b. Konsep Biaya Ekonomi


Menurut konsep biaya ekonomi, biaya dianggap sebagai pengeluaran yang sewajarnya untuk menghasilkan suatu barang dan jasa. Sebagai contoh, untuk mengecat papan tulis umumnya diharapkan satu kaleng cat. Pada kenyataannya dua kaleng cat habis, terpakai. Satu kaleng yang seharusnya tidak digunakan dianggap sebagai pemborosan.

c. Konsep Biaya Akuntansi


Biaya dalam konsep biaya akuntansi dianggap sebagai pengeluaran nyata atau aktual, biaya perolehan, dan penyusutan serta biaya-biaya lain yang bekerjasama dengan problem pembukuan. Sebagai contoh, untuk mengecat sebuah papan tulis umumnya diharapkan satu kaleng cat. Pada kenyataannya habis dua kaleng. Dalam konsep biaya akuntansi, tetap dicatat dua kaleng.

2. Pengalokasian Sumber Daya yang Menguntungkan [2]


Para hebat ekonomi menjelaskan pengalokasian sumber daya yang menguntungkan di antaranya dengan memakai konsep batas kemungkinan produksi (Production Possibility Frontier/PPF). Batas kemungkinan produksi memperlihatkan jumlah maksimum alternatif kombinasi barang dan jasa yang sanggup diproduksi oleh sebuah masyarakat pada suatu waktu ketika sumber-sumber daya ekonomi dan teknologi didayagunakan sepenuhnya.

Kurva batas kemungkinan produksi tidak hanya menggambarkan kapabilitas produksi yang terbatas dan problem kelangkaan. Namun, kurva batas kemungkinan produksi juga mencerminkan konsep biaya kesempatan (opportunity cost). Sebagai ilustrasi pengalokasian tersebut dicontohkan oleh suatu perekonomian yang memakai seluruh sumber daya untuk memproduksi makanan dan memproduksi pakaian. Contoh di atas merupakan dua kemungkinan ekstrim. Di antara dua kemungkinan tersebut masih terdapat banyak kemungkinan lain.

Asumsi atau pemisalan yang digunakan adalah:

a. sumber daya menghasilkan dua macam produk (dalam hal ini makanan dan pakaian);
b. memakai teknologi yang berlaku;
c. Seluruh sumber daya digunakan secara penuh.

Berbagai kemungkinan tersebut sanggup dilihat dalam Tabel 1.

Kemungkinan
Makanan (ribuan unit)
Pakaian (ribuan unit)
A
15
0
B
14
1
C
12
2
D
9
3
E
5
4
F
0
5

Dalam menentukan apa saja yang diproduksi, para pembuat keputusan mempunyai pilihan untuk memproduksi. Ketika sebuah perekonomian terletak pada batas kemungkinan produksi pada titik A, semua sumber daya dipergunakan untuk menghasilkan makanan (15.000 unit), sedangkan pakaian sama sekali tidak diproduksi. Sebaliknya, kalau mengambil pilihan F semua sumber daya dipergunakan seluruhnya untuk memproduksi pakaian (5.000 unit), sedangkan makanan sama sekali tidak diproduksi.

Pilihan A dan F disebut pilihan ekstrim berarti pilihan yang sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi. Sebab mustahil orang hanya membutuhkan makanan saja atau pakaian saja. Pilihan B, C, D, dan E yakni kombinasi di antara A dan F yang rasional. Untuk bergerak dari alternatif D (9.000 makanan dan 3.000 pakaian) ke alternatif C (12.000 makanan dan 2.000 pakaian), biaya oportunitas komplemen 3.000 unit makanan yakni berkurangnya 1.000 unit pakaian.

Perhatikan Kurva 1.berikut.
 yakni suatu keputusan didasarkan pada apa yang harus dikesampingkan  Pintar Pelajaran Pengertian Biaya Peluang, Biaya Kesempatan, Oportunitas, Opportunity Cost, Contoh, Cara Menghitung, Rumus, Konsep, Ekonomi, Akuntansi
Gambar 2. Batas Kemungkinan Produksi.
Kurva 1.memperlihatkan jumlah produksi maksimum bisa dicapai oleh sebuah perekonomian. Selain itu, Kurva 1 juga menggambarkan daftar pilihan yang tersedia bagi masyarakat untuk memproduksi barang atau jasa pada jumlah sumber daya dan tingkat teknologi tertentu. Batas kemungkinan produksi (PPF) disebut juga sebagai kurva transformasi alasannya yakni memperlihatkan bagaimana suatu jenis barang tertentu sanggup dialihkan pada barang lain, dengan memindahkan sumber daya dari produksi barang tersebut ke produksi barang lain. Titik G yang berada di luar batas mustahil bisa dicapai, sedangkan setiap titik di dalam garis batas, menyerupai titik H, memperlihatkan sumber daya yang tidak dimanfaatkan sepenuhnya dengan cara yang terbaik.

Jika perekonomian memproduksi kedua barang tersebut pada sepanjang garis batas kemungkinan produksi, sanggup dikatakan bahwa perekonomian berjalan secara efisien. Efisiensi diartikan sebagai penggunaan sumber daya ekonomi secara efektif untuk memenuhi kebutuhan dan impian masyarakat. Efisiensi produksi terjadi kalau produksi barang tertentu tidak sanggup ditingkatkan lagi tanpa mengurangi produksi barang lain, yaitu selama perekonomian masih berada pada garis batas kemungkinan produksi.

Pada akhirnya, Anda sanggup menyimpulkan bahwa batas kemungkinan produksi mengungkapkan tiga konsep, yaitu keterbatasan (limited), pilihan (choice) dan biaya kesempatan ( opportunity cost). Keterbatasan ditunjukkan oleh kombinasi-kombinasi yang tidak bisa dicapai di atas garis batas. Pilihan ditunjukkan oleh kebutuhan untuk menentukan dari sekian titik alternatif yang bisa dicapai sepanjang garis batas. Biaya kesempatan diperlihatkan oleh kemiringan batas tersebut ke kanan bawah, artinya satu jenis barang bisa diproduksi lebih banyak kalau barang lain diproduksi lebih sedikit.

3. Cara Menghitung Biaya Peluang [2]


Berikut ini akan diuraikan cara menghitung biaya peluang. Agar lebih terang perhatikan pola berikut.

a. Setelah lulus SMA, Farida mendapat 2 anjuran pekerjaan. Tawaran pertama sebagai pelayan toko di bersahabat rumah dengan honor Rp 400.000,- per bulan. Tawaran kedua sebagai pramusaji di sebuah rumah makan di kotanya dengan honor Rp 900.000,- per bulan. Dengan beberapa pertimbangan, di antaranya ingin bersahabat keluarga, kesudahannya Farida memutuskan bekerja sebagai pelayan toko. Keputusan Farida menentukan bekerja sebagai pelayan toko telah menghilangkan peluang untuk bekerja sebagai pramusaji yang bahwasanya bisa memperlihatkan pendapatan Rp 900.000,- per bulan. Dengan demikian, biaya peluang yang ditanggung Farida dengan menentukan bekerja sebagai pelayan toko yakni sebesar Rp 900.000,- per bulan.
b. Sebagai lulusan terbaik dari sebuah sekolah tinggi tinggi terkemuka, Andrew mendapat 5 anjuran pekerjaan.

Tabel 2. Tawaran pekerjaan

Tawaran
Tempat Kerja
Gaji per bulan
1
Jakarta
Rp 6.000.000,-
2
Medan
Rp 4.000.000,-
3
Irian
Rp 6.000.000,-
4
Tangerang
Rp 7.000.000,-
5
Bali
Rp 7.000.000,-

Dari lima anjuran tersebut, tinggal dua anjuran yang menggoda Andrew. Pertama, anjuran bekerja di Jakarta dengan honor Rp 6.000.000,- per bulan dan satu lagi, anjuran bekerja di Tangerang dengan honor Rp 7.000.000,- per bulan. Setelah meminta pertimbangan orang renta dan teman, Andrew memutuskan menentukan bekerja di Jakarta dengan honor Rp 6.000.000,- per bulan. Pilihan Andrew untuk bekerja di Jakarta telah menghilangkan peluang terbaiknya untuk bekerja di Tangerang dengan honor Rp 7.000.000,- per bulan. Karena opportunity cost selalu diukur dari nilai peluang terbaik yang dikorbankan atau yang tidak dipilih maka besarnya biaya peluang yang ditanggung Andrew dengan bekerja di Jakarta yakni sebesar Rp 7.000.000,- per bulan.
c. Dinda mempunyai uang Rp 80.000,-. Saat ini ia memerlukan kaos dan buku tulis. Harga satu kaos Rp 15.000,- dan harga satu buku tulis Rp 6.000,-. Karena ada dua kebutuhan maka ada beberapa kombinasi kebutuhan yang harus dipilih Dinda.

Tabel 3. Kombinasi kebutuhan

Kombinasi
Jumlah kaos @ 15.000
Jumlah buku @ 6.000
Jumlah uang yang dikeluarkan (Rp)
Sisa uang (Rp)
A
1
10
75.000
5.000
B
2
8
78.000
2.000
C
3
5
75.000
5.000
D
4
3
78.000
2.000
E
5
0
75.000
5.000

Dari 5 kombinasi di atas, awalnya Dinda ingin menentukan kombinasi D, yaitu mendapat 4 kaos dan 3 buku tulis. Akan tetapi, alasannya yakni ingin menghadiahi adiknya 2 buku tulis maka Dinda berubah menentukan kombinasi C, yakni mendapat 3 kaos dan 5 buku tulis. Ini berarti untuk mendapat komplemen 2 buku tulis Dinda telah mengorbankan satu kaos. Dengan demikian, biaya peluang untuk mendapat komplemen 2 buku tulis yakni sebesar harga satu kaos, yaitu Rp 15.000,-

Biaya peluang tidak hanya terjadi pada kegiatan konsumsi tapi juga terjadi pada kegiatan produksi. Perhatikan pola berikut:

Pak Tata seorang pengrajin mainan kayu sedang memenuhi pesanan dari dua pelanggan. Pelanggan pertama memesan kendaraan beroda empat kayu, pelanggan kedua memesan boneka kayu. Karena keterbatasan modal maka Pak Tata harus mengatur produksinya. Ada beberapa kombinasi produksi yang bisa dipilih Pak Tata.

Tabel 4. Kombinasi produksi

Kombinasi
Jumlah kendaraan beroda empat kayu
Jumlah boneka kayu
A
0
200
B
50
160
C
90
100
D
115
50
E
135
0
F
50
125
G
115
160

Untuk memuaskan pelanggan pertama (pemesan kendaraan beroda empat kayu), awalnya Pak Tata menentukan kombinasi D. Akan tetapi, pilihan D bisa merugikan pelanggan kedua (pemesan boneka kayu) alasannya yakni hanya sedikit pesanannya yang bisa dipenuhi. Oleh alasannya yakni itu, Pak Tata berubah menentukan kombinasi C sehingga diharapkan bisa memuaskan kedua pelanggan. Perubahan pilihan dari D ke C memperlihatkan bahwa Pak Tata harus mengorbankan 25 kendaraan beroda empat kayu (115 - 90) untuk mendapat komplemen 50 boneka kayu. Karena harga satu kendaraan beroda empat kayu Rp 20.000,- berarti besar biaya peluang untuk mendapat 50 boneka kayu yakni 25 x Rp 20.000,- = Rp 500.000,-.

Berdasarkan tabel kombinasi produksi di atas, sanggup pula dibuatkan kurva kemungkinan produksi, menyerupai tampak pada Gambar kurva 2.
 yakni suatu keputusan didasarkan pada apa yang harus dikesampingkan  Pintar Pelajaran Pengertian Biaya Peluang, Biaya Kesempatan, Oportunitas, Opportunity Cost, Contoh, Cara Menghitung, Rumus, Konsep, Ekonomi, Akuntansi
Gambar 2. Kurva kemungkinan produksi.
Dari kurva kemungkinan produksi tersebut ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, sebagai berikut.

a. Kurva yang bergerak dari kiri atas ke kanan bawah (berlereng negatif) merupakan batas antara kombinasi yang sanggup dicapai dengan kombinasi yang tidak sanggup dicapai.
b. Titik A, B, C, D, E yang terletak pada kurva memperlihatkan kombinasi penggunaan sumber daya yang efisien dan optimal.
c. Titik F merupakan pola kombinasi yang sanggup dicapai (attainable combination), tetapi tidak efisien alasannya yakni tidak memakai sumber daya yang tersedia dengan optimal.
d. Titik G merupakan pola kombinasi yang tidak sanggup dicapai (unatainable combination) alasannya yakni sumber daya yang ada tidak mencukupi.
e. Titik A dan E disebut kombinasi ekstrem alasannya yakni kombinasi A tidak menghasilkan kendaraan beroda empat kayu dan pada kombinasi E tidak menghasilkan boneka kayu.

Referensi :

Widjajanta, B. dan A. Widyaningsih. 2009. Mengasah Kemampuan Ekonomi 1 : Untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Mandrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. p. 170.

Referensi lainnya :


[2] Arifin, I. 2009. Membuka Cakrawala Ekonomi 1 : Untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Mandrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. p. 170.

[3] Sa’diyah, C. 2009. Ekonomi 1 : Untuk Kelas X Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. p. 434.