Showing posts sorted by date for query otot-polos-manusia. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query otot-polos-manusia. Sort by relevance Show all posts

Saturday, July 4, 2020

Alat Pencernaan Makanan Pada Insan Dan Fungsinya

Pencernaan yaitu proses melumatkan masakan yang semula garang menjadi halus. Makanan yang sudah dicerna telah diubah menjadi sari masakan dalam bentuk yang lebih halus sehingga gampang diserap oleh pembuluh darah. Oleh pembuluh darah, sari masakan tersebut diedarkan ke seluruh pecahan tubuh.

Pencernaan yaitu proses melumatkan masakan yang semula garang menjadi halus Alat Pencernaan Makanan pada  Manusia dan Fungsinya
Alat pencernaan pada badan kita bertugas untuk :
1. Menghancurkan masakan menjadi bentuk yang halus.
2. Menyerap zat-zat masakan yang halus sehingga masuk ke dalam darah.
3. Mengeluarkan dari badan zat-zat yang tidak sanggup dicerna.

Proses pencernaan insan dibagi menjadi dua yaitu :
1. Pencernaan mekanik, yaitu proses pengubahan masakan dari bentuk garang menjadi halus dengan cara menghancurkannya. Proses ini dilakukan dengan memakai gigi di dalam mulut.
2. Pencernaan kimiawi, yaitu proses pencernaan makanan  dengan santunan enzim – enzim pencernaan yang berlangsung di dalam mulut, lambung, dan usus. Tujuan pencernaan dengan santunan enzim yaitu mengubah zat-zat masakan sehingga gampang diserap oleh tubuh.

Organ penyusun sistem pencernaan pada insan terdiri atas rongga mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Selain organ-organ tersebut, organ lain yang membantu dalam proses pencernaan yaitu gigi, lidah, kelenjar ludah, empedu dan pankreas.

Berikut uraian dari masing-masing organ pencernaan pada manusia.
Susunan alat pencernaan

a. Rongga mulut

Pencernaan yaitu proses melumatkan masakan yang semula garang menjadi halus Alat Pencernaan Makanan pada  Manusia dan Fungsinya

Rongga lisan merupakan organ yang pertama mencerna makanan. Makanan masuk ke dalam badan melalui mulut. Di dalam rongga lisan terdapat beberapa alat pencernaan, yaitu :
1. Gigi
Gigi mempunyai kegunaan dalam proses pencernaan mekanik, yaitu mengubah masakan yang berserat dan keras menjadi  halus biar lebih gampang ditelan. Sebaiknya kita mengunyah masakan sebanyak 20-30 kali.
Berdasarkan bentuk dan fungsinya gigi dibedakan menjadi 3 yaitu :
a. Gigi seri
Permukaannya menyerupai kapak dan mempunyai kegunaan untuk memotong makanan. Jumlah gigi seri pada insan ada 8 buah.
b. Gigi taring
Permukaannya runcing menyerupai ujung tombak dan mempunyai kegunaan untuk merobek makanan. Jumlah gigi taring pada insan ada 4 buah.
c. Gigi geraham
Permukaannya lebar bergelombang dan mempunyai kegunaan untuk mengunyah makanan. Jumlah gigi geraham pada insan ada 8 buah.
Pada belum dewasa terdapat gigi susu, yaitu gigi yang pertama kali tumbuh yang nantinya akan tanggal dan digantikan oleh gigi tetap.
2. Lidah
Lidah berperan sebagai indra perasa. Manusia sanggup mencicipi rasa manis, pahit,asam, asin,  alasannya adanya saraf-saraf dan bintil-bintil pengecap yang disebut papila. Lidah juga mempunyai kegunaan untuk menempatkan makanan, membantu menelan masakan dan mendorong masakan masuk ke kerongkongan selanjutnya diteruskan menuju lambung.
3. Kelenjar ludah
Kelenjar ludah menghasilkan air liur yang mempunyai kegunaan untuk mengencerkan masakan biar gampang dicerna dan ditelan. Kelenjar ludah pada mulut  menghasilkan enzim ptialin yang membantu pencernaan masakan secara kimiawi.Selain sebagai pengencer masakan , ludah juga mempunyai kegunaan untuk membunuh kuman di lisan yang masuk bersama makanan. Di dalam air ludah terkandung enzim amilase yang mempunyai kegunaan untuk mengubah zat tepung menjadi zat gula. Enzim ini mengakibatkan nasi (mengandung amilum) yang kita kunyah usang kelamaan terasa manis.

b. Kerongkongan

Makanan masuk ke kerongkongan sesudah dikunyah di mulut. Kerongkongan yaitu pecahan susukan pencernaan yang menghubungkan rongga lisan dengan lambung. Kerongkongan terletak di dalam leher dan berada di belakang tenggorokan. Dibelakang rongga lisan terdapat tonjolan sebesar jari yang disebut uvula. Pada ujung tenggorokan terdapat tekak (faring) yang berfungsi sebagai susukan yang mengatur masuknya masakan ke kerongkongan menuju lambung dan masuknya udara ke tenggorokan menuju paru-paru. Kerongkongan melaksanakan gerak peristaltik, yaitu gerakan mendorong  masakan menuju lambung.

c. Lambung

Setelahmelewati kerongkongan, masakan akan masuk ke lambung. Lambung melaksanakan pencernaan secara mekanik dan kimiawi. Pencernaan mekanik di dalam lambung yaitu peremasan masakan yang dilakukan oleh otot-otot dinding lambung. Sedangkan pencernaan kimiawi dibantu oleh enzim yang dihasilkan oleh lambung. Lambung menghasilkan enzim renin yang berfungsi mengendapkan protein susu menjadi kasein. Enzim pepsin mempunyai kegunaan untuk mengubah protein menjadi asam amino. Asam klorida (HCI) yang sanggup membunuh kuman dan penyakit yang masuk bersama makanan. Zat ini juga berfungsi untuk mengasamkan makanan.

d. Pankreas

Pankreas tidak mencerna makanan, tetapi menghasilkan enzim-enzim yang berperan membantu proses pencernaan.
Pankreas menghasilkan enzim
1. Lipase : berfungsi mengubah lemak menjadi gliserol dan asam lemak
2. Tripsin : membantu proses penguraian protein
3. Amilase : membantu proses penguraian amilum

e. Hati

Sama halnya dengan pankreas, hati juga berperan membantu proses pencernaan alasannya hati sebagai penghasil empedu. Empedu yang dihasilkan oleh hati sangat diharapkan dalam proses pencernaan untuk memecahkan lemak.  Hati bertugas untuk memproses nutrisi dan juga racun. Hati juga sebagai akseptor dan penghasil glukosa. Glukosa yang dihasilkan oleh hati akan dipakai untuk proses pencernaan di dalam usus halus.Hati juga mempunyai kegunaan untuk menimbun sari-sari makanan. Hati merupakan organ pencernaan masakan terbesar dengan berat 2 kg.

f. Usus

Usus pada insan dibagi menjadi :
1. Usus dua belas jari : menghubungkan lambung dengan usus halus. Usus dua belas jari mempunyai susukan dengan hati dan pankreas yang berfungsi untuk menyalurkan enzim pencernaan dari pankreas.
2. Usus halus : usus halus merupakan usus terpanjang di dalam sistem pencernaan manusia. Panjang usus halus orang sampaumur 6-8m. di dalam usus halus terjadi proses peresapan sari-sari makanan.
3. Usus besar : Usus besar terdiri atas usus besar naik, usus besar melintang, dan usus besar turun. Di dalam usus besar terjadi peresapan air dan garam-garam mineral. Bagian usus besar naik mempunyai umbai cacing. Usus besar berfungsi menyerap kelebihan air , lemak, mineral, sel-sel mati, dan kuman yang membentuk padatan yang disebut feses (tinja). Di dalam usus besar sisa masakan dibusukkan oleh santunan kuman Escherichia coli.

g. Rektum

Rektum (poros usus) merupakan organ pencernaan yang berfungsi sebagai kawasan sementara untuk menampung feses. Mengembangnya dinding rektum alasannya penumpukan material di dalam rektum akan memicu sistem saraf yang menjadikan impian buang air besar (BAB)

h. Anus 

Anus merupakan lubang selesai dari susukan pencernaan makanan. Pada anus tidak terjadi peresapan sari makanan. Anus berfungsi untuk mengeluarkan sisa sari-sari masakan yang tidak diserap oleh tubuh. Bahan padat hasil pembusukan dikeluarkan sebagai feses (tinja) dan gas. Gas dikeluarkan berupa kentut.
Feses akan didorong oleh otot – otot polos menuju ke anus sebelum kesudahannya dibuang ke luar tubuh. Proses pembuangan feses ini dinamakan defekasi. Otot – otot disekitar anus akan berkontraksi sehingga anus membuka dan mengeluarkan feses. Cairan yang tidak mempunyai kegunaan dikeluarkan melalui lubang kemih berupa air seni.

Itulah pembahasan alat pencernaan masakan pada insan dan fungsinya.
Semoga bermanfaat.

Wednesday, April 15, 2020

Alat Pencernaan Makanan Pada Insan Dan Fungsinya

Pencernaan yaitu proses melumatkan masakan yang semula garang menjadi halus. Makanan yang sudah dicerna telah diubah menjadi sari masakan dalam bentuk yang lebih halus sehingga gampang diserap oleh pembuluh darah. Oleh pembuluh darah, sari masakan tersebut diedarkan ke seluruh pecahan tubuh.

Pencernaan yaitu proses melumatkan masakan yang semula garang menjadi halus Alat Pencernaan Makanan pada  Manusia dan Fungsinya
Alat pencernaan pada badan kita bertugas untuk :
1. Menghancurkan masakan menjadi bentuk yang halus.
2. Menyerap zat-zat masakan yang halus sehingga masuk ke dalam darah.
3. Mengeluarkan dari badan zat-zat yang tidak sanggup dicerna.

Proses pencernaan insan dibagi menjadi dua yaitu :
1. Pencernaan mekanik, yaitu proses pengubahan masakan dari bentuk garang menjadi halus dengan cara menghancurkannya. Proses ini dilakukan dengan memakai gigi di dalam mulut.
2. Pencernaan kimiawi, yaitu proses pencernaan makanan  dengan santunan enzim – enzim pencernaan yang berlangsung di dalam mulut, lambung, dan usus. Tujuan pencernaan dengan santunan enzim yaitu mengubah zat-zat masakan sehingga gampang diserap oleh tubuh.

Organ penyusun sistem pencernaan pada insan terdiri atas rongga mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Selain organ-organ tersebut, organ lain yang membantu dalam proses pencernaan yaitu gigi, lidah, kelenjar ludah, empedu dan pankreas.

Berikut uraian dari masing-masing organ pencernaan pada manusia.
Susunan alat pencernaan

a. Rongga mulut

Pencernaan yaitu proses melumatkan masakan yang semula garang menjadi halus Alat Pencernaan Makanan pada  Manusia dan Fungsinya

Rongga lisan merupakan organ yang pertama mencerna makanan. Makanan masuk ke dalam badan melalui mulut. Di dalam rongga lisan terdapat beberapa alat pencernaan, yaitu :
1. Gigi
Gigi mempunyai kegunaan dalam proses pencernaan mekanik, yaitu mengubah masakan yang berserat dan keras menjadi  halus biar lebih gampang ditelan. Sebaiknya kita mengunyah masakan sebanyak 20-30 kali.
Berdasarkan bentuk dan fungsinya gigi dibedakan menjadi 3 yaitu :
a. Gigi seri
Permukaannya menyerupai kapak dan mempunyai kegunaan untuk memotong makanan. Jumlah gigi seri pada insan ada 8 buah.
b. Gigi taring
Permukaannya runcing menyerupai ujung tombak dan mempunyai kegunaan untuk merobek makanan. Jumlah gigi taring pada insan ada 4 buah.
c. Gigi geraham
Permukaannya lebar bergelombang dan mempunyai kegunaan untuk mengunyah makanan. Jumlah gigi geraham pada insan ada 8 buah.
Pada belum dewasa terdapat gigi susu, yaitu gigi yang pertama kali tumbuh yang nantinya akan tanggal dan digantikan oleh gigi tetap.
2. Lidah
Lidah berperan sebagai indra perasa. Manusia sanggup mencicipi rasa manis, pahit,asam, asin,  alasannya adanya saraf-saraf dan bintil-bintil pengecap yang disebut papila. Lidah juga mempunyai kegunaan untuk menempatkan makanan, membantu menelan masakan dan mendorong masakan masuk ke kerongkongan selanjutnya diteruskan menuju lambung.
3. Kelenjar ludah
Kelenjar ludah menghasilkan air liur yang mempunyai kegunaan untuk mengencerkan masakan biar gampang dicerna dan ditelan. Kelenjar ludah pada mulut  menghasilkan enzim ptialin yang membantu pencernaan masakan secara kimiawi.Selain sebagai pengencer masakan , ludah juga mempunyai kegunaan untuk membunuh kuman di lisan yang masuk bersama makanan. Di dalam air ludah terkandung enzim amilase yang mempunyai kegunaan untuk mengubah zat tepung menjadi zat gula. Enzim ini mengakibatkan nasi (mengandung amilum) yang kita kunyah usang kelamaan terasa manis.

b. Kerongkongan

Makanan masuk ke kerongkongan sesudah dikunyah di mulut. Kerongkongan yaitu pecahan susukan pencernaan yang menghubungkan rongga lisan dengan lambung. Kerongkongan terletak di dalam leher dan berada di belakang tenggorokan. Dibelakang rongga lisan terdapat tonjolan sebesar jari yang disebut uvula. Pada ujung tenggorokan terdapat tekak (faring) yang berfungsi sebagai susukan yang mengatur masuknya masakan ke kerongkongan menuju lambung dan masuknya udara ke tenggorokan menuju paru-paru. Kerongkongan melaksanakan gerak peristaltik, yaitu gerakan mendorong  masakan menuju lambung.

c. Lambung

Setelahmelewati kerongkongan, masakan akan masuk ke lambung. Lambung melaksanakan pencernaan secara mekanik dan kimiawi. Pencernaan mekanik di dalam lambung yaitu peremasan masakan yang dilakukan oleh otot-otot dinding lambung. Sedangkan pencernaan kimiawi dibantu oleh enzim yang dihasilkan oleh lambung. Lambung menghasilkan enzim renin yang berfungsi mengendapkan protein susu menjadi kasein. Enzim pepsin mempunyai kegunaan untuk mengubah protein menjadi asam amino. Asam klorida (HCI) yang sanggup membunuh kuman dan penyakit yang masuk bersama makanan. Zat ini juga berfungsi untuk mengasamkan makanan.

d. Pankreas

Pankreas tidak mencerna makanan, tetapi menghasilkan enzim-enzim yang berperan membantu proses pencernaan.
Pankreas menghasilkan enzim
1. Lipase : berfungsi mengubah lemak menjadi gliserol dan asam lemak
2. Tripsin : membantu proses penguraian protein
3. Amilase : membantu proses penguraian amilum

e. Hati

Sama halnya dengan pankreas, hati juga berperan membantu proses pencernaan alasannya hati sebagai penghasil empedu. Empedu yang dihasilkan oleh hati sangat diharapkan dalam proses pencernaan untuk memecahkan lemak.  Hati bertugas untuk memproses nutrisi dan juga racun. Hati juga sebagai akseptor dan penghasil glukosa. Glukosa yang dihasilkan oleh hati akan dipakai untuk proses pencernaan di dalam usus halus.Hati juga mempunyai kegunaan untuk menimbun sari-sari makanan. Hati merupakan organ pencernaan masakan terbesar dengan berat 2 kg.

f. Usus

Usus pada insan dibagi menjadi :
1. Usus dua belas jari : menghubungkan lambung dengan usus halus. Usus dua belas jari mempunyai susukan dengan hati dan pankreas yang berfungsi untuk menyalurkan enzim pencernaan dari pankreas.
2. Usus halus : usus halus merupakan usus terpanjang di dalam sistem pencernaan manusia. Panjang usus halus orang sampaumur 6-8m. di dalam usus halus terjadi proses peresapan sari-sari makanan.
3. Usus besar : Usus besar terdiri atas usus besar naik, usus besar melintang, dan usus besar turun. Di dalam usus besar terjadi peresapan air dan garam-garam mineral. Bagian usus besar naik mempunyai umbai cacing. Usus besar berfungsi menyerap kelebihan air , lemak, mineral, sel-sel mati, dan kuman yang membentuk padatan yang disebut feses (tinja). Di dalam usus besar sisa masakan dibusukkan oleh santunan kuman Escherichia coli.

g. Rektum

Rektum (poros usus) merupakan organ pencernaan yang berfungsi sebagai kawasan sementara untuk menampung feses. Mengembangnya dinding rektum alasannya penumpukan material di dalam rektum akan memicu sistem saraf yang menjadikan impian buang air besar (BAB)

h. Anus 

Anus merupakan lubang selesai dari susukan pencernaan makanan. Pada anus tidak terjadi peresapan sari makanan. Anus berfungsi untuk mengeluarkan sisa sari-sari masakan yang tidak diserap oleh tubuh. Bahan padat hasil pembusukan dikeluarkan sebagai feses (tinja) dan gas. Gas dikeluarkan berupa kentut.
Feses akan didorong oleh otot – otot polos menuju ke anus sebelum kesudahannya dibuang ke luar tubuh. Proses pembuangan feses ini dinamakan defekasi. Otot – otot disekitar anus akan berkontraksi sehingga anus membuka dan mengeluarkan feses. Cairan yang tidak mempunyai kegunaan dikeluarkan melalui lubang kemih berupa air seni.

Itulah pembahasan alat pencernaan masakan pada insan dan fungsinya.
Semoga bermanfaat.

Friday, January 10, 2020

Pintar Pelajaran Organ Badan Insan Dan Binatang Vertebrata

Organ Tubuh Manusia dan Hewan Vertebrata - Organ yakni kumpulan beberapa jaringan untuk melaksanakan fungsi tertentu di dalam tubuh, contohnya kulit. Berdasarkan letaknya, organ pada tubuh dibedakan menjadi dua macam, yaitu organ dalam dan organ luar. Kulit yang menutupi permukaan luar tubuh kita merupakan salah satu pola organ luar yang terdiri atas jaringan pengikat, epitelium, otot, saraf, dan jaringan pembuluh darah. Seluruh jaringan yang terdapat pada kulit bahu-membahu berfungsi untuk melindungi tubuh dari kekeringan, perubahan suhu, cahaya matahari, zat kimia, infeksi, tekanan mekanik, sebagai kawasan pengeluaran keringat dan penimbunan lemak, serta sebagai indra peraba. Sementara itu, pola organ dalam yaitu usus. Usus merupakan salah satu organ penyusun sistem pencernaan yang tersusun atas berbagai jaringan, contohnya jaringan epitelium, jaringan pengikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. Perhatikan Gambar 1. berikut.
Organ yakni kumpulan beberapa jaringan untuk melaksanakan Pintar Pelajaran Organ Tubuh Manusia dan Hewan Vertebrata
Gambar 1. Jaringan-jaringan penyusun organ usus
Pada permukaan usus terdapat jonjot-jonjot kecil (vili) yang mirip jari-jari tangan. Permukaan jonjot ditutup oleh sel epitelium. Di dalam setiap jonjot terdapat jaringan pengikat, pembuluh darah, dan saluran limfa. Pembuluh darah berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan berupa glukosa dan asam amino. Sementara itu, saluran limfa mengangkut sari-sari kuliner berupa asam lemak dan gliserol. Jaringan otot yang tersusun secara sirkular dan longitudinal berperan dalam gerakan peristaltik. Terdapat juga jaringan saraf yang bertugas untuk mengkoordinasi kerja jaringan epitelium, jaringan pengikat, dan jaringan otot. Keempat jaringan tersebut membentuk satu kesatuan yang memiliki fungsi sama yaitu mencerna makanan.

Organ-organ menempati posisi tertentu dalam tubuh kita dan disesuaikan dengan fungsinya. Kumpulan aneka macam organ yang bekerja sama melaksanakan suatu fungsi tertentu disebut sistem organ. Misalnya sistem peredaran darah yang tersusun oleh organ jantung, jaringan darah, dan pembuluh darah. Selain sistem peredaran darah juga terdapat sistem organ yang lainnya, contohnya sistem pencernaan. Perhatikan Gambar 2.

Organ yakni kumpulan beberapa jaringan untuk melaksanakan Pintar Pelajaran Organ Tubuh Manusia dan Hewan Vertebrata
Gambar 2. Sistem pencernaan insan beserta organ-organ penyusunnya
Organ penyusun sistem pencernaan mencakup mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Selain terdapat kelenjar pencernaan yang mencakup kelenjar ludah, pankreas, dan hati. Selama proses pencernaan, kuliner akan mengalami pemecahan baik secara mekanik maupun kimiawi. Setelah hingga di usus sari-sari kuliner akan diserap dan masuk ke dalam sistem peredaran darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Setiap organ memiliki kiprah penting dalam suatu sistem organ. Oleh sebab itu, kerusakan pada salah satu organ dari suatu sistem organ akan mengganggu fungsi dari sistem organ sehingga menimbulkan gangguan pada tubuh. Hal ini sebab setiap sistem organ memiliki kiprah penting bagi tubuh dalam menyelenggarakan proses kehidupan.

Berbagai sistem organ pada tubuh binatang mamalia dan manusia dijelaskan dalam Tabel 1 berikut.

Tabel 1. Sistem Organ Tubuh Hewan Mamalia dan Manusia

No.
Sistem
Organ
Fungsi
1.
Pencernaan (digesti)
Kelenjar ludah, gigi, lidah, laring, esofagus, lambung, usus, hati, kantong empedu, dan pankreas
Mencerna kuliner secara fisik dan kimia untuk diabsorpsi darah dan dipakai oleh Jaringan tubuh.
2.
Pernapasan (respirasi)
Hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan paru-paru
Mengambil O2 dan mengeluarkan CO2 dari tubuh.
3.
Urinaria
Ginjal, ureter, kantung kemih, dan uretra
Mengeluarkan hasil metabolisme yang tidak berkhasiat  ke luar tubuh dan menjaga keseimbangan sel dengan  lingkungannya.
4.
Peredaran (transportasi atau sirkulasi)
Jantung, pembuluh limfatik (getah bening), dan kelenjar limfa
Mengangkut O2 dan sari kuliner ke sel-sel tubuh dan mengangkut hasil metabolisme yang tidak berkhasiat ke luar tubuh, serta melindungi tubuh dari penyakit.
5.
Rangka
Tengkorak, tulang belakang, tulang rusuk dan dada, rangka penopang tulang-tulang bahu, rangka penopang tulang pinggul serta tulang anggota tubuh penggalan atas dan bawah
Menggerakkan penggalan tubuh dan untuk berpindah kawasan menegakkan tubuh, melindungi organ-organ di bawahnya, kawasan melekatnya otot, dan alat gerak  pasif.
6.
Otot
Otot rangka, otot polos, dan otot jantung
Menentukan postur tubuh, menyimpan glikogen, dan sebagai alat gerak aktif.
7.
Kelenjar buntu (endokrin)
Kelenjar buntu, pituitari, tiroid, paratiroid, pankreas, adrenal, dan kelenjar kelamin (buah zakar dan  indung telur)
Memproduksi hormon-hormon untuk mengatur metabolisme dalam tubuh.
8.
Saraf
Otak, sumsum tulang belakang, dan simpul-simpul saraf (ganglion)
Menerima dan merespon rangsang dari lingkungannya.
9.
Perkembangbiakan (reproduksi)
Testis dan ovarium
Perkembangbiakan.
10.
Integumen
Kulit dan derivatnya
Pelindung tubuh.

Dalam tubuh makhluk hidup terdapat aneka macam macam sistem organ. Seperti yang telah dibahas di depan, insan juga mempunyai beberapa sistem organ.

Anda telah mempelajari aneka macam macam sistem organ yang terdapat di dalam tubuh. Kesatuan dari sistem organ dalam tubuh membentuk organisme (individu). Tahapan terbentuknya suatu organisme sanggup diringkas sebagai berikut. Sel telur dibuahi sel sperma → zigot → morula → blastula → gastrula → neurula → jaringan → organ → sistem organ → organisme (individu).

Selain hewan-hewan tingkat tinggi menyerupai yang telah Anda pelajari di depan, beberapa binatang tingkat rendah juga ada yang sudah memiliki jaringan.

Anda kini sudah mengetahui Organ Tubuh Manusia dan Hewan Vertebrata. Terima kasih sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Thursday, January 9, 2020

Pintar Pelajaran Organ Dan Sistem Organ Insan Dan Hewan


Pengertian Organ dan Sistem Organ Manusia dan Hewan - Daging merupakan salah satu sumber protein hewani bagi tubuh manusia. Daging ini berasal dari salah satu organ tubuh hewan. Misalnya, jantung, hati, otak, atau organ yang lain. Nah, uraian berikut akan mengetengahkan subbab organ dan sistem organ binatang vertebrata.

1. Organ

Tubuh vertebrata tersusun atas banyak organ. Organ-organ ini akan bekerja sesuai fungsinya. Misalnya saja organ penyusun sistem pencernakan, ibarat mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan anus. Organ tersusun atas banyak sekali jaringan. Sebagai referensi organ usus terdiri atas jaringan epitelium, jaringan otot polos, jaringan saraf, dan jaringan ikat.

 Daging merupakan salah satu sumber protein hewani bagi Pintar Pelajaran Organ dan Sistem Organ Manusia dan Hewan
Gambar 1. Organ usus halus tersusun atas banyak sekali jaringan
Berdasarkan letaknya, organ badan vertebrata, termasuk manusia, dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu organ luar dan organ dalam. Organ luar yaitu organ yang sanggup dilihat dari luar, sedangkan organ dalam terletak di dalam tubuh. Contoh organ luar yaitu hidung dan telinga, sedangkan organ dalam mencakup jantung, paru-paru, usus, ginjal, dan sebagainya.

2. Sistem Organ

Suatu organ dalam badan makhluk hidup, baik manusia, hewan, ataupun tumbuhan tidak sanggup terpisah dari organ lainnya. Sebagai contoh, susukan pernafasan pada manusia. Saat melaksanakan pernafasan, organ yang dipakai antara lain hidung, paru-paru, dan jantung. Bila salah satu organ dihilangkan atau terjadi kerusakan, maka proses respirasi akan terhambat, bahkan tidak akan terjadi proses respirasi. Selain itu, ada juga sistem pencernaan yang termasuk juga sistem organ. Perhatikan Gambar 2.

 Daging merupakan salah satu sumber protein hewani bagi Pintar Pelajaran Organ dan Sistem Organ Manusia dan Hewan
Gambar 2. Sistem pencernaan pada manusia
Nah, dari referensi tersebut kita ketahui bahwa, antara satu organ dengan yang lain tidak sanggup saling dipisahkan. Dengan demikian, sistem organ yaitu adonan dari banyak sekali organ untuk melakukan suatu fungsi di dalam tubuh. Organ-organ yang merupakan bagian sistem organ tersebut mempunyai peranan sama penting di dalam mewujudkan fungsi sistem. Apabila terjadi kerusakan pada sebuah sistem, akan mengakibatkan gangguan sistem yang lain. Akibatnya, metabolisme dalam badan menjadi tidak stabil.

Hati yaitu salah satu organ tebesar dalam tubuh. Hati terdiri atas beberapa jaringan dan terbagi menjadi dua bagaian. Di dalamnya terdapat pembuluh vena dan venula, lalu terdapat pula pembuluh arteri dan arteriola. Selain serpihan tersebut, bagian yang bersahabat hati merupakan kantung empedu dengan fungsi sebagai saluran pembawa dan penyimpanan cairan empedu. Oleh sebab itu, tidak salah bila hati merupakan organ penyusun sistem pencernaan yang amat penting. Fungsi hati yaitu penetral racun yang masuk ke dalam tubuh bersama makanan.

Dengan memakai torso badan manusia, kita sanggup mengenal beberapa organ penyusun sistem organ pada tabel berikut.

Tabel 1. Berbagai Sistem Organ dalam Tubuh, Organ Penyusun dan Fungsinya

No.
Sistem
Organ Penyusun
Fungsi
1.
Sistem gerak
a. Sistem rangka b. Otot
Tengkorak, tulang dada, tulang rusuk, tulang belakang, tulang panggul, tulang bahu, dan ang gota gerak atas dan bawah Otot polos, otot lurik, dan otot jantung
Memberi bentuk tubuh, melekatnya otot, daerah membentuk sel darah, sebagai alat gerak pasif Alat gerak aktif dan menyimpan energi
2.
Peredaran darah & limfa
Jantung, pembuluh darah, dan limfa
Transportasi darah dan limfa
3.
Pencernaan masakan
Mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, anus, dan kelenjar pencernaan
Mencerna masakan
4.
Respirasi
Hidung, tenggorokan, dan paru- paru
Bernafas
5.
Ekskresi
Ginjal, ureter, uretra, kan tong kemih (urine); hati (empedu)
Pengeluaran sisa metabolisme
6.
Saraf
Otak, 12 ps saraf kranial, 31 ps saraf spinal, saraf simpatik, dan saraf parasimpatik
Koordinasi badan
7.
Hormon (endokrin)
Kelenjar tiroid, kelenjar para tiroid, kelenjar hipofise, dan kelenjar adrenal
Penghasil hormon, koordinasi
8.
Reproduksi
T*stis, p*nis, dan ovarium
Reproduksi
9.
Kulit (integumentum)
Kulit
Pelindung

Nah, itulah bahasan kita mengenai Organ dan Sistem Organ. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Wednesday, December 11, 2019

Pintar Pelajaran Kelainan / Gangguan Pada Sistem Pernapasan

Penyebab Kelainan / Gangguan Sistem Pernapasan pada Manusia - Gangguan pada sistem pernapasan biasanya disebabkan oleh kelainan dan penyakit yang menyerang alat-alat pernapasan. Beberapa jenis kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan sebagai berikut.

a. Asfiksi

Asfiksi yakni kelainan atau gangguan dalam pengangkutan oksigen ke jaringan atau gangguan penggunaan oksigen oleh jaringan. Penyebabnya sanggup terletak di paru-paru, di pembuluh darah, atau dalam jaringan tubuh. Misalnya: seseorang yang tenggelam, alveolusnya terisi air; orang yang menderita pneumonia, alveolusnya terisi cairan limfa; serta orang yang keracunan karbon monoksida dan asam sianida, Hb-nya terkontaminasi oleh zat racun tersebut. Keracunan karbon monoksida dan asam sianida terjadi lantaran kedua zat ini memiliki afinitas terhadap hemoglobin lebih besar daripada oksigen.

b. Penyempitan atau penyumbatan jalan masuk napas

Penyempitan atau penyumbatan jalan masuk napas yakni gangguan yang dapat disebabkan oleh pembengkakan kelenjar limfa, misalnya polip (di hidung) dan amandel (di tekak), yang menyebabkan penyempitan jalan masuk pernapasan sehingga menimbulkan kesan wajah terbelakang dan sering disebut wajah adenoid.

Penyempitan ini sanggup pula terjadi lantaran jalan masuk pernapasannya yang menyempit jawaban alergi, contohnya pada asma bronkiale.

c. Anthrakosis

Anthrakosis yakni kelainan pada alat pernapasan yang disebabkan oleh masuknya bubuk tambang. Jika yang masuk debu silikat, disebut silicosis.

d. Bronkitis

Bronkitis yakni gangguan yang terjadi lantaran peradangan bronkus.

e. Pleuritis

Pleuritis yakni peradangan selaput (pleura) lantaran pleura mengalami penambahan cairan intrapleura, kesannya timbul rasa nyeri ketika bernapas.

f. Tuberkulosis (TBC)

Tuberkulosis (TBC) yakni penyakit paru-paru karena Mycobacterium tuberculosis, tandanya terbentuk bintik-bintik kecil pada dinding alveolus.

g. Pneumonia atau logensteking

Pneumonia yakni penyakit radang paru-paru yang disebabkan Diplococcus pneumoniae.

h. Penyakit diphteri

Penyakit diphteri, contohnya diphteri tekak, tenggorokan, dan diphteri hidung. Penyakit ini biasa menyerang saluran pernapasan anak cuilan atas. Kuman penyebabnya Corynebacterium diphteriae. Kuman diphteri tersebut mengeluarkan racun dan jikalau racun ini beredar bersama darah, akan merusak selaput jantung.

i. Faringitis

Faringitis yakni infeksi pada faring oleh basil dan virus. Gejalanya yakni kerongkongan terasa nyeri ketika menelan.

j. Tonsilitis

Tonsilitis, yaitu radang lantaran infeksi oleh basil tertentu pada tonsil. Gejalanya yaitu tenggorokan sakit, sulit menelan, suhu badan naik, demam, dan otot-otot terasa sakit.

k. Kanker paru-paru

Kanker paru-paru, biasa diderita oleh perokok. Kanker ini disebabkan oleh adanya tumor ganas yang terbentuk di dalam epitel bronkiolus.

l. Asma

Asma yakni gangguan pada rongga jalan masuk pernapasan yang diakibatkan oleh berkontraksinya otot polos pada trakea. Hal ini akan menimbulkan penderita sukar bernapas.

m. Influenza

Influenza yakni gangguan yang disebabkan oleh virus yang menimbulkan radang pada selaput mukosa di jalan masuk pernapasan.

n. Emfisema

Emfisema yakni suatu penyakit yang terjadi karena ketidaknormalan (abnormalitas) susunan dan fungsi alveolus. Akibatnya, terjadi inefisiensi pengikatan O2 sehingga pernapasan menjadi sulit. 

Anda telah mengenal banyak sekali macam Kelainan Sistem Pernapasan atau Gangguan Sistem Pernapasan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Monday, December 9, 2019

Pintar Pelajaran Laktasi Dan Proses Pembentukan Air Susu Ibu (Asi)

Laktasi dan Proses Pembentukan Air Susu Ibu (ASI) - Setelah bayi dilahirkan, tahap berikutnya yang dilakukan pada bayi adalah laktasi. Laktasi ialah fase pemeliharaan dan perawatan bayi yang salah satunya memperlihatkan air susu ibu (ASI). [1] Sistem kontrol endokrin hormonal mendorong produksi susu selama kehamilan dan pada beberapa hari pertama sehabis melahirkan. Dari ahad ke dua puluh empat kehamilan (trimester kedua dan ketiga), badan perempuan memproduksi hormon yang merangsang pertumbuhan sistem kanal susu di payudara. Progesteron mempengaruhi pertumbuhan ukuran alveoli dan lobus (kadar yang tinggi dari hormon  progesteron, estrogen, prolaktin, dan hormon lain menghambat laktasi sebelum kelahiran). Kadar hormon tersebut kemudian akan menurun sehabis kelahiran, sehingga memicu timbulnya produksi susu. Setelah kelahiran, hormon oksitosin akan mengkontraksi lapisan otot polos dari sel yang mengelilingi alveoli untuk memeras susu masuk ke dalam sistem saluran. Oksitosin juga diharapkan untuk refleks ejeksi air susu atau terjadinya let-down. Let down terjadi akhir isapan bayi pada puting, kemungkinan juga terjadi untuk merespon suatu kondisi, contohnya pada ketika bayi menangis. Laktasi juga sanggup disebabkan oleh kombinasi stimulasi fisik dan psikologis, obat-obatan, atau kombinasi dari metode ini. [2] (Baca juga : Sistem Reproduksi pada Wanita)
 tahap berikutnya yang dilakukan pada bayi Pintar Pelajaran Laktasi dan Proses Pembentukan Air Susu Ibu (ASI)
Gambar 1. Bagian payudara manusia
1. Menyusui Bayi [2]

Menyusui ialah memberi makan bayi atau anak kecil dengan ASI langsung dari payudara insan (yaitu, melalui laktasi) dan tidak memakai susu formula. Bayi mempunyai refleks mengisap yang memungkinkan mereka untuk menghisap dan menelan air susu. Para mahir merekomendasikan bahwa belum dewasa harus disusui dalam waktu satu jam sehabis melahirkan, ASI langsung selama enam bulan pertama, dan kemudian ASI hingga usia dua tahun dengan masakan pendamping yang sesuai dengan usia, serta dukungan masakan yang bergizi cukup dan aman. The American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa sehabis 6 bulan dukungan ASI eksklusif, bayi harus terus menyusui "selama satu tahun dan selama saling diinginkan oleh ibu dan bayi". Nutrisi yang tidak memadai ialah penyebab yang mendasari maut lebih dari 2,6 juta belum dewasa dan lebih dari 100.000 ibu setiap tahunnya. Beberapa ibu bekerja memerah air. susu untuk dipakai ketika anak mereka sedang dirawat oleh orang lain.

Menyusui ialah keputusan yang sangat pribadi. Banyak perempuan mempunyai kepercayaan dan perasaan perihal apakah mereka mau atau tidak untuk menyusui. "The American Academy of Pediatrics dan the American Dietetic Associating mempromosikan dukungan ASI sebagai sumber nutrisi terbaik dari bayi". ASI ialah nutrisi lengkap yang gampang dicerna oleh bayi, sehingga mengakibatkan bayi lebih sering makan lantaran dicerna lebih cepat. Menyusui juga membantu dalam pengembangan rahang bayi dan memperkuat rahang anak. Selain itu sanggup juga mengurangi alergi, mengurangi risiko diabetes dan silika dan mengurangi risiko SIDS. Ada juga manfaat yang masih kontroversial berupa penurunan risiko obesitas di masa remaja dan perkembangan kognitif. Keuntungan bagi ibu antara lain: membantu dalam penyusutan rahim, mengurangi risiko kanker payudara, mengurangi depresi, dan mengurangi risiko osteoporosis. Menyusui juga merupakan pengalaman ikatan bagi ibu dan bayi biar jauh lebih nyaman .

Menyusui sudah terjadi semenjak zaman dahulu hingga sekarang, Pada kala 18 dan era industrialisasi kala ke-19 di dunia Barat, banyak ibu-ibu di pusat-pusat perkotaan mulai sulit untuk menyusui lantaran persyaratan pekerjaan mereka. Menyusui menurun secara signifikan pada tahun 1900-1960, oleh lantaran perilaku sosial yang semakin negatif terhadap praktek dan pengembangan susu bayi formula, dari tahun 1960-an dan seterusnya, menyusui mengalami kebangkitan yang terus menerus hingga tahun 2000-an, meskipun beberapa perilaku negatif terhadap praktek menyusui masih tetap ada.

Di bawah perawatan kesehatan modern, air susu ibu dianggap merupakan bentuk yang paling sehat dari susu untuk bayi. Menyusui sanggup menguntungkan bagi kesehatan ibu dan bayi serta membantu mencegah penyakit. Proses menyusui yang lebih usang juga telah dikaitkan dengan kesehatan mental yang lebih baik pada masa kanak-kanak hingga menjadi remaja. Para mahir setuju bahwa menyusui bersifat menguntungkan dan mempunyai kekhawatiran perihal imbas susu formula buatan. Artificial feeding dikaitkan dengan lebih banyak maut akhir diare pada bayi pada negara berkembang dan negara maju. Namun demikian, beberapa pengecualian sanggup dilakukan, menyerupai ketika ibu mengkonsumsi obat-obatan tertentu, menderita TB (Tubercolosis) atau terinfeksi dengan T-virus lymphotropic. Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan bahwa otoritas nasional di setiap negara untuk memilih cara menyusui yang terbaik untuk menghindari transmisi virus HIV dari Ibu ke anak.

2. Pengaruh Hormonal pada Proses Menyusui [3]

Dari ahad ke dua puluh empat kehamilan (trimester kedua dan ketiga), badan perempuan memproduksi hormon yang merangsang pertumbuhan sistem kanal susu di payudara. Beberapa hormon yang berperan dalam proses menysusui ialah sebagai berikut :

a. Hormon Progesteron mempengaruhi pertumbuhan ukuran alveoli dan lobus, tingkat progesteron yang tinggi menghambat laktasi sebelum kelahiran. Penurunan tingkat progesteron sehabis kelahiran memicu timbulnya produksi air susu yang berlebihan.
b. Hormon Estrogen merangsang berkembangnya sistem kanal susu. Seperti progesteron, tingkat estrogen yang tinggi juga menghambat laktasi. Tingkat estrogen juga akan menurun ketika melahirkan dan tetap rendah untuk beberapa bulan pertama menyusui. Ibu menyusui harus menghindari metode pengendalian kelahiran berbasis estrogen, oleh lantaran lonjakan kadar estrogen sanggup mengurangi pasokan ASI.
c. Hormon Prolaktin berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan dan diferensiasi alveoli, dan juga mempengaruhi diferensiasi struktur duktal. Tingginya kadar prolaktin selama kehamilan dan menyusui juga meningkatkan resistensi insulin, meningkatkan kadar faktor pertumbuhan (IGF-1) dan memodifikasi metabolisme lipid dalam rangka persiapan untuk menyusui. Selama menyusui, prolaktin ialah faktor utama yang menjaga persimpangan sempit dari epitel duktal dan mengatur produksi susu melalui keseimbangan osmotik.
d. Hormon pertumbuhan secara struktural sangat menyerupai dengan prolaktin dan memperlihatkan bantuan berupa fungsi galaktopoietik-nya.
e. ACTH (adreno-cortico-tropic hormone) dan glukokortikoid mempunyai fungsi penting untuk merangsang laktasi pada beberapa jenis hewan. ACTH diperkirakan berkontribusi terhadap laktasi lantaran secara struktural menyerupai dengan prolaktin. Glukokortikoid berperan sebagai regulating kompleks dalam pemeliharaan persimpangan sempit pada kanal ductal.
e. TSH ialah hormon galaktopoietik yang sangat penting  dimana kadarnya meningkat secara alami selama kehamilan.
f. Hormon Oksitosin mengkontraksi otot polos rahim selama dan sehabis kelahiran, dan selama orgsme. Setelah kelahiran, oksitosin mengkontraksi lapisan otot polos dari sel-sel menyerupai pita yang mengelilingi alveoli untuk memeras susu yang gres diproduksi ke dalam sistem saluran. Oksitosin diharapkan untuk refleks ejeksi susu, atau terjadinya let-down.
g. Laktogen plasenta insan / Human placental lactogen (HPL). Dari bulan kedua kehamilan, plasenta melepaskan sejumlah besar HPL. Hormon ini sepertinya berperan pada payudara, puting, dan pertumbuhan areola sebelum kelahiran.
h. Hormon yang merangsang folikel / Follicle stimulating hormone (FSH)
i. Hormon luteinizing / Luteinizing hormone (LH)

Pada bulan kelima atau keenam kehamilan, payudara siap memproduksi susu. Ada juga kemungkinkan untuk menginduksi laktasi tanpa adanya kehamilan.

3. Diferensiasi Sekretori [3]

Selama simpulan kehamilan, payudara perempuan memasuki tahap sekretori Diferensiasi. Tahap ini ialah ketika payudara menciptakan kolostrum (cairan kekuningan yang tebal). Pada tahap ini, tingginya tingkat progesteron menghambat sebagian produksi susu. Hal ini tidak menjadi perhatian medis bila seorang perempuan hamil mengalami kebocoran kolostrum sebelum kelahiran bayinya, hal ini juga bukan merupakan indikasi produksi air susu di kemudian hari.

4. Aktivasi Sekretorik [3]

Saat kelahiran, kadar prolaktin tetap tinggi, sedangkan terjadi penurunan mendadak pada kadar progesteron, estrogen, dan HPL. Penurunan kadar progesteron akhir kadar prolaktin yang tinggi merangsang produksi susu yang berlebih pada Aktivasi sekretorik.

Ketika payudara dirangsang, kadar prolaktin dalam darah meningkat, puncaknya terjadi sekitar 45 menit, dan kembali pada keadaan pra-menyusui sekitar tiga jam kemudian. Pelepasan prolaktin memicu sel-sel dalam alveoli untuk memproduksi air susu. Prolaktin juga tertransfer ke dalam ASI. Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa prolaktin dalam air susu lebih besar pada ketika produksi susu yang lebih tinggi, dan akan menurun ketika payudara sudah penuh. Prolaktin cenderung mencapai tingkatan tertinggi pada jam 2:00-6:00 pagi.

Hormon lainnya, terutama insulin, tiroksin, dan kortisol, juga terlibat, namun tugas hormon-hormon tersebut belum dipahami dengan baik. Meskipun penanda biokimia memperlihatkan bahwa Aktivasi sekretorik dimulai sekitar 30-40 jam sehabis kelahiran, ibu biasnya tidak mencicipi penuhnya payudara oleh ASI hingga 50-73 jam (2-3 hari) sehabis kelahiran .

Kolostrum ialah susu pertama yang diterima oleh bayi pada ketika menyusui. Kolostrum mengandung jumlah sel-sel darah putih dan antibodi yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan susu “matang” (susu yang diterima bayi sehabis kolostrum). Selain itu kolostrum mempunyai kandungan immunoglobulin A (IgA) sangat tinggi yang berfungsi untuk melapisi lapisan usus bayi yang masih rentan, dan membantu untuk mencegah patogen menyerang sistem imunitas bayi. Sekretori IgA juga membantu mencegah alergi makanan. Selama dua ahad pertama sehabis melahirkan, produksi kolostrum perlahan-lahan memperlihatkan jalan untuk ASI yang “matang”.

5. Kontrol Autokrin - Galaktapoiesis [3]

Sistem kontrol endokrin hormonal mendorong produksi susu selama kehamilan dan beberapa hari pertama sehabis melahirkan. Ketika pasokan susu lebih stabil, sistem kontrol autokrin mulai terjadi.

Selama tahap ini, lebih banyak susu yang dikeluarkan dan dihasilkan oleh payudar. Penelitian juga memperlihatkan bahwa ketika air susu di payudara lebih cepat habis maka hal ini sanggup meningkatkan tingkat produksi susu. Dengan demikian pasokan susu sangat dipengaruhi oleh seberapa sering bayi menyusui dan seberapa baik ia bisa mentransfer susu dari payudara. Pasokan ASI yang rendah biasanya mempunyai beberapa penyebab menyerupai :

a. tidak cukup sering memperlihatkan serta memompa ASI.
b. ketidakmampuan bayi untuk mentransfer susu secara efektif, antara lain disebabkan oleh :
    1. Defisit struktur rahang atau mulut 
    2. Teknik penempelan yang tidak sesuai
c. gangguan endokrin pada ibu (kasus langka)
d. jaringan payudara yang hipoplastik
e. asupan kalori yang tidak memadai atau malnutrisi pada ibu

Anda kini sudah mengetahui Laktasi dan Proses Pembentukan Air Susu Ibu. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

[1] Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

[2] http://en.wikipedia.org/wiki/Breastfeeding

[3] http://en.wikipedia.org/wiki/Lactation#Human_lactation