Showing posts with label Sistem Reproduksi. Show all posts
Showing posts with label Sistem Reproduksi. Show all posts

Monday, December 9, 2019

Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi Pada Manusia


Sistem Reproduksi pada Manusia - Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi. Sistem reproduksi insan lebih kompleks dibandingkan pada tumbuhan. Seorang laki-laki dan perempuan telah siap menghasilkan keturunan apabila memenuhi ciri-ciri tertentu secara biologis. Anda dapat menyimak materi berikut untuk sanggup memahami ciri-ciri ini. Pada potongan berikut, kita akan mempelajari sistem reproduksi manusia, baik laki-laki ataupun wanita. Selain itu, kita juga membahas beberapa proses yang terkait dengan sistem reproduksi, menyerupai ovulasi, menstruasi, fertilisasi, gestasi, persalinan, dan ASI. Penting pula kita ketahui mengenai berbagai gangguan dan kelainan yang sanggup terjadi pada sistem reproduksi.

Perkembangbiakan atau reproduksi merupakan salah satu ciri makhluk hidup untuk mempertahankan jenisnya. Manusia tergolong makhluk dioseus (berumah dua). Hal ini berarti, satu individu hanya mempunyai satu jenis alat reproduksi, yaitu laki-laki dan wanita. Laki-laki cukup umur bisa menghasilkan sel gamet yang disebut spermatozoa, sedangkan perempuan cukup umur bisa menghasilkan sel gamet yang disebut ovum. Jika kedua sel gamet ini melebur atau terjadi fertilisasi, maka terbentuk zigot yang akan tumbuh menjadi janin dan dalam waktu 9 bulan akan menjadi bayi. Bagaimana proses pembentukan sperma dan ovum? Apa kaitannya dengan kehamilan dan menstruasi? Kamu akan mengetahui jawabannya sehabis mempelajari potongan ini.

Setelah mempelajari materi tersebut, kalian diperlukan mampu menjelaskan struktur, fungsi, dan proses yang terjadi pada sistem reproduksi manusia. Selain itu, kalian juga diperlukan bisa menjelaskan proses-proses pembentukan sel kelamin, ovulasi, menstruasi, fertilisasi, dan pemberian ASI. Tak kalah penting, kalian juga diperlukan mampu menjelaskan banyak sekali kelainan atau penyakit yang sanggup terjadi pada sistem reproduksi insan sekaligus cara mencegah serta cara mengatasinya.

A. Sistem Reproduksi pada Pria (Laki-laki)

1. Alat Kelamin Pria

Alat kelamin laki-laki berfungsi menghasilkan gamet jantan, yaitu spermatozoa (sperma). Alat kelamin laki-laki dibedakan menjadi alat kelamin dalam dan alat kelamin luar.

a. Alat kelamin dalam

Alat kelamin dalam terdiri atas:

1) Testis

Testis mempunyai bentuk bundar telur dan berjumlah sepasang, terdapat pada skrotum (zakar). Testis merupakan tempat pembentukan sel kelamin jantan (spermatozoa) dan hormon kelamin (testosteron).

Pada testis terdapat pembuluh-pembuluh halus yang disebut tubulus seminiferus. Pada dinding tubulus seminiferus terdapat calon-calon sperma (spermatogonium yang diploid. Di antara tubulus seminiferus terdapat sel-sel interstisiil yang menghasilkan hormon testosteron dan hormon kelamin jantan lainnya. Selain itu, terdapat pula sel-sel berukuran besar yang berfungsi menyediakan makanan bagi spermatozoa, sel ini disebut sel sertoli.

2) Saluran reproduksi

Saluran reproduksi terdiri atas duktus epididimis, yaitu tempat pematangan sperma lebih lanjut dan tempat penyimpanan sementara sperma. Selanjutnya, terdapat vas deferens yang merupakan suatu akses untuk mengangkut sperma ke vesikula seminalis (kantung sperma). Arah vas deferens ini ke atas, kemudian melingkar dan salah satu ujungnya berakhir pada kelenjar prostat dan di belakang kandung kemih, akses ini bersatu membentuk duktus ejakulatorius pendek yang berakhir di uretra. Uretra dari duktus ejakulatorius sama-sama berakhir di ujung p*nis.
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Gambar 1. Anatomi organ reproduksi laki-laki. (Wikimedia Commons)
3) Kelenjar kelamin

Saluran kelamin dilengkapi dengan tiga kelenjar yang sanggup mengeluarkan getah atau semen. Kelenjar-kelenjar ini, antara lain vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar bulbouretral (Cowper).

a) Vesikula seminalis

Vesikula seminalis berjumlah sepasang dan terletak di atas dan bawah kandung kemih. Vesikula seminalis menghasilkan 60% dari volume total semen. Cairan dari vesikula seminalis berwarna jernih, kental mengandung lendir, asam amino, dan fruktosa. Cairan ini berfungsi memberi makan sperma. Selain itu, vesikula seminalis juga mengekskresikan prostaglandin yang berfungsi menciptakan otot uterin berkontraksi untuk mendorong sperma mencapai uterus.

b) Kelenjar prostat

Kelenjar prostat berukuran lebih besar dibandingkan dua kelenjar lainnya. Cairan yang dihasilkan encer menyerupai susu dan bersifat alkalis sehingga sanggup menyeimbangkan keasaman residu urin di uretra dan keasaman v*gina. Cairan ini langsung bermuara ke uretra lewat beberapa akses kecil.

c) Kelenjar bulbouretral atau kelenjar Cowper.

Kelenjar ini kecil, berjumlah sepasang, dan terletak di sepanjang uretra. Cairan kelenjar ini kental dan disekresikan sebelum p*nis mengeluarkan sperma dan semen.

4) Uretra

Uretra ialah akses di dalam p*nis yang berfungsi sebagai akses urin dari kandung (vesica urinaria) keluar tubuh dan sebagai akses jalannya semen dari kantong semen.

b. Alat kelamin luar

Alat kelamin luar pria, yaitu berupa p*nis dan skrotum. P*nis ialah organ yang berperan untuk kopulasi (persetubuan). Kopulasi ialah penyimpanan sperma dari alat kelamin jantan (pria) ke dalam alat kelamin betina (wanita). P*nis pada laki-laki sanggup mengalami ereksi. Ereksi ialah penegangan dan pengembangan p*nis lantaran terisinya akses p*nis oleh darah. Skrotum pada laki-laki di kenal dengan buah zakar. Di dalam buah zakar ini terdapat testis.

Gametogenesis merupakan proses pembentukan gamet (sel kelamin). Gametogenesis dibagi menjadi dua, yaitu spermatogenesis dan oogenesis. Spermatogenesis ialah proses pembentukan gamet jantan (sperma), sedangkan oogenesis ialah proses pembentukan gamet betina (ovum). Bagaimana prosedur kedua gametogenesis tersebut? Adakah perbedaannya?

2. Spermatogenesis

Spermatogenesis terjadi di dalam tubulus seminiferus. Spermatogonesis memakan waktu 65–75 hari di dalam tubuh pria. Di dalam tubulus seminiferus, terdapat banyak sel induk sperma (spermatogonium). Spermatogonium bersifat diploid (2n), mengandung 46 kromosom. Spermatogonium akan membelah secara mitosis menjadi spermatosit primer. Spermatosit ini akan membelah pula secara meiosis menjadi dua spermatosit sekunder yang bersifat haploid (n). Haploid (n) artinya mengandung 23 kromosom atau setengah dari sel induk. Kemudian, setiap spermatosit sekunder akan membelah lagi secara meiosis menjadi dua spermatosit sehingga terbentuklah empat spermatid. Sel-sel spermatid tersebut akan mengalami pendewasaan menjadi sperma.
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Gambar 2. Spermatogenesis.
B. Sistem Reproduksi pada Wanita (Perempuan)

1. Alat Kelamin Wanita

Alat reproduksi perempuan menyerupai juga pada laki-laki terdiri atas alat kelamin luar dan dalam organ reproduksi pada perempuan ialah ovarium. Ovarium berfungsi menghasilkan sel telur (ovum).
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Gambar 3. Anatomi organ reproduksi wanita. (britannica.com)
a. Alat kelamin luar

Alat kelamin luar terdiri atas:
  1. Celah luar disebut vulva.
  2. Sepasang bibir besar atau lipatan kulit disebut juga (Labium mayora) membatasi kedua belah celah dan sepasang bibir kecil lipatan disebut (Labium minora). Di potongan depan labium minor terdapat tonjolan yang disebut klit*ris. Klit*ris merupakan suatu berkas jaringan yang peka. Klit*ris berasal dari bahasa Yunani, yang berarti sebuah bukit kecil.
  3. Di dalam vulva bermuara dua saluran, yaitu akses urin dan akses kelamin.
b. Alat Kelamin dalam

Alat kelamin dalam terdiri atas:

1) Ovarium (indung telur)

Ovarium terdapat dalam rongga tubuh di tempat pinggang, yaitu di sebelah kanan dan kiri. Dalam ovarium terdapat kelenjar endokrin dan jaringan tubuh yang menciptakan sel telur (ovum) yang disebut folikel. Sel folikel akan memproduksi sel telur pada ovarium wanita. Peristiwa pelepasan sel telur (ovum) dari ovarium sehabis folikel masak disebut ovulasi. Ovulasi pada perempuan berlangsung sebulan sekali. Pada ketika folikel telur tumbuh, ovarium menghasilkan hormon estrogen, dan sehabis ovulasi menghasilkan hormon progesteron.

2) Saluran tuba fallopii

Saluran tuba fallopii atau oviduk berjumlah sepasang, di kanan dan di kiri. Saluran ini menghubungkan ovarium dengan rahim. Bagian pangkalnya berbentuk corong disebut tuba infundibulum. Tuba infundibulum ini dilengkapi dengan jumbai-jumbai yang dinamakan fimbriae. Fimbriae berfungsi menangkap sel telur yang telah masak dan lepas dari ovarium. Tuba fallopii berfungsi untuk menggerakkan ovum ke arah rahim dengan gerak peristaltik dan dengan dukungan silia.

3) Uterus (rahim)

Rahim insan mempunyai satu ruangan dan berbentuk buah pir, pada potongan bawahnya mengecil dan disebut leher rahim atau serviks uteri, potongan ujung yang besar disebut tubuh rahim atau corpus uteri. Lapisan terdalam yang membatasi rongga rahim terdiri atas jaringan epitel yang disebut endometrium atau selaput rahim. Lapisan ini menghasilkan banyak lendir dan pembuluh darah. Sebulan sekali, pada ketika menstruasi (haid) lapisan ini dilepaskan diikuti dengan pendarahan. Dinding pada rahim selalu mengalami perubahan ketebalan, insiden ini dipengaruhi hormon, di antaranya adalah:

a) Menjelang ovulasi dinding menebal, lantaran efek hormon estrogen.
b) Dinding rahim akan semakin menebal sehabis ovulasi, lantaran efek hormon progesteron.
c) Pada ketika menstruasi dinding rahim tipis kembali, lantaran dinding endometrium mengelupas. Setelah menstruasi, dinding dibuat kembali, insiden ini disebut siklus menstruasi.
d) Uterus atau rahim merupakan ruangan tempat janin menempel, tumbuh dan berkembang.

4) V*gina (liang peranakan)

V*gina ialah sebuah tabung berlapiskan otot yang membujur ke arah belakang dan atas. Dinding v*gina lebih tipis dari rahim dan banyak lipatan-Iipatan. Hal ini untuk mempermudah jalan kelahiran bayi. Selain itu, juga terdapat lendir yang dihasilkan oleh dinding v*gina dan suatu kelenjar, yaitu kelenjar barlholini.

2. Oogenesis

Oogenesis terjadi di dalam ovarium. Ovarium mengandung banyak sel induk telur (oogonium)yang bersifat diploid (2n). Oogonium tersebut akan membelah secara mitosis menjadi oosit primer. Oosit primer akan membelah secara meiosis menjadi satu oosit sekunder dan satu tubuh polar primer. Kemudian, oosit sekunder membelah secara meiosis menjadi satu ootid dan satu tubuh polar sekunder. Ootid akan mengalami pematangan menjadi sel telur (ovum), sedangkan tubuh polar sekunder akan luruh (degenerasi).

Sel telur yang telah matang akan dilepaskan oleh ovarium. Pelepasan sel telur oleh ovarium disebut ovulasi.

Di dalam ovarium terdapat banyak folikel yang merupakan pelindung dan pemberi nutrisi bagi sel telur yang sedang dibentuk. Pada proses ovulasi, folikel akan mengeluarkan sel telur. Folikel yang telah mengeluarkan sel telurnya disebut corpus luteum. Corpus luteum menyekresikan hormon estrogen dan progesteron.
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Gambar 4. Oogenesis terjadi di ovarium.
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Gambar 5. Proses pelepasan sel telur oleh ovarium (ovulasi). (embryology.med.unsw.edu.au).
Pada ketika dilahirkan, ovarium pada bayi perempuan mengandung 600 ribu oosit primer. Akan tetapi, hanya 400 yang akan berkembang menjadi ovum.

3. Siklus Menstruasi

Siklus menstruasi mengacu kepada perubahan yang muncul di dalam uterus. Rata-rata siklus menstruasi pada perempuan sekitar 28 hari. Siklus menstruasi terdiri atas tiga fase, yaitu fase menstruasi, fase proliferasi, dan fase sekretori (Campbell, 1998: 951).

Fase menstruasi merupakan fase pada ketika terjadi peluruhan dinding uterus yang menebal (endometrium). Endometrium yang luruh tersebut merupakan proses menstruasi (keluarnya darah dari v*gina). Fase menstruasi hanya terjadi dalam beberapa hari saja (4–7hari). Menstruasi menyebabkan dinding uterus menjadi tipis menyerupai semula.

Setelah 1–2 minggu, dinding uterus kembali menebal. Proses ini terjadi pada fase proliferasi. Fase terakhir dari siklus menstruasi ialah fase sekretori. Fase sekretori berlangsung selama dua minggu. Pada fase ini, endometrium semakin menebal, kaya akan pembuluh darah. Apabila tidak terjadi implantasi embrio pada endometrium, maka endometrium akan luruh. Hal ini akan mengawali terjadinya kembali siklus menstruasi.

Pada ketika terjadi siklus menstruasi, berlangsung pula siklus ovarium. Siklus ini, terdiri atas tiga fase, yaitu fase folikular, fase ovulasi, dan fase luteal. Siklus ovarium diawali oleh fase folikular. Pada fase ini, folikelfolikel pada ovarium akan tumbuh dan berkembang. Dari beberapa folikel yang tumbuh, hanya satu saja yang akan matang, sementara folikel yang lainnya akan luruh. Fase ini berakhir pada ketika sel telur dikeluarkan (ovulasi). Peristiwa ini merupakan fase ovulasi. Folikel yang telah mengeluarkan sel telur akan tetap berada di ovarium dan menjelma corpus luteum. Proses tersebut terjadi pada fase luteal.

Siklus menstruasi dan siklus ovarium sangat dipengaruhi oleh hormon. Hormon tersebut besar lengan berkuasa terhadap perkembangan folikel, ovulasi, dan penebalan dinding rahim. Terdapat lima jenis hormon yang berperan dalam siklus menstruasi dan siklus ovarium (Campbell, 1998: 951). Kelima hormon tersebut ialah Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH), Follicle Stimulating Hormone (FSH), Luteinizing Hormone (LH), estrogen, dan progesteron.

Pada fase folikular dari siklus ovarium, hipotalamus akan mengeluarkan GnRH yang akan merangsang sekresi hormon FSH dan LH. FSH akan merangsang perkembangan folikel yang akan menyekresikan estrogen. LH sendiri menyebabkan terjadinya ovulasi dan pembentukan corpus luteum. Corpus luteum akan menyekresikan hormon estrogen dan progesteron. Kadar estrogen akan meningkat pada hari ke-12 siklus. Hal ini akan menyebabkan insiden ovulasi pada hari ke-14 siklus. Produksi estrogen dan progesteron akan mencapai puncaknya pada hari ke-22 siklus.

Apabila tidak terjadi pembuahan, kadar estrogen dan progesteron yang tinggi akan menghambat produksi FSH dan LH. Turunnya kadar LH akan menyebabkan luruhnya corpus luteum sehingga kadar estrogen dan progesteron pun menurun. Hal ini mengawali siklus menstruasi yang baru. Berdasarkan Gambar 6. dapatkah Anda menjelaskan kekerabatan antara siklus menstruasi, siklus ovarium, dan keadaan hormon dalam tubuh?
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Grafik 7. Grafik siklus menstruasi.
4. Fertilisasi dan Kehamilan

Kehamilan akan terjadi lantaran adanya fertilisasi. Fertilisasi merupakan proses bertemunya sel telur (ovum) dengan sel sperma. Pada manusia, sel sperma akan masuk ke dalam v*gina untuk bertemu dengan sel telur melalui proses kopulasi.

Pada lelaki normal, sperma akan dikeluarkan sebanyak 300–400 juta dalam satu kali ej*kulasi. Sel-sel sperma yang masuk ke dalam v*gina akan berenang menuju oviduct (tuba Fallopi). Apabila sel sperma bertemu dengan sel telur pada tuba Fallopi, maka akan terjadi fertilisasi (Gambar 7). Fertilisasi akan menghasilkan zigot yang bersifat diploid (2n), hasil peleburan antara inti sperma dan inti sel telur.
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Gambar 7. Fertilisasi terjadi di tuba Fallopi.
Dalam perjalanan menuju uterus, zigot akan mengalami pembelahan. Zigot yang mengalami pembelahan tersebut dinamakan morula. Morula tersebut akan terus mengalami pembelahan menjadi blastula. Blastula mempunyai rongga yang disebut blastosol. Pada tutup blastula, zigot akan menempel pada endometrium. Proses melekatnya zigot pada endometrium disebut implantasi.

Setelah implantasi, dimulailah proses kehamilan, secara umum, kehamilan dibagi menjadi tiga trimester, yaitu trimester pertama, trimester kedua, dan trimester ketiga. Pada trimester pertama, blastuta akan terus berkembang membentuk tiga lapisan, yaitu lapisan luar (ektoderm), lapisan tengah (mesoderm), dan lapisan dalam (endoderm). Tahap ini disebut gastrulasi.

Setelah itu, zigot akan mengalami organogenesis, yaitu proses pembentukan banyak sekali organ tubuh dari masing-masing lapisan. Ektoderm akan membentuk sisem saraf, kulit, mata, dan hidung. Mesoderm akan membentuk tulang, otot, jantung, pembuluh darah, ginjal, limfa, dan organ reproduksi. Endoderm akan membentuk organ-organ pernapasan dan pencernaan. Blastula yang mengalami organogenesis membentuk embrio.

Embrio tersebut mendapat nutrisi dari endometrium melalui plasenta. Pada trimester pertama, embrio akan merangsang kelenjar-kelenjar dalam dinding uterus untuk memproduksi hormon-hormon reproduksi. Salah satu hormon yang diproduksi, ialah Human Chorionic Gonadotropin (HCG). Hormon ini berfungsi merangsang corpus luteum untuk menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Kedua hormon tersebut akan menyebabkan dinding uterus tetap tebal yang mempunyai kegunaan sebagai implantasi dan memelihara janin. Pada trimester pertama, kadar HCG dari dalam darah ibu sangat tinggi sehingga sebagian di antaranya diekskresikan bersama urine. Adanya HCG di dalam urine sanggup digunakan sebagai indikator dalam uji kehamilan.

Pada trimester kedua, embrio tumbuh secara cepat dan aktif mencapai ukuran sekitar 30 cm. Embrio atau janin akan aktif bergerak pada trimester kedua ini. Pada periode ini, hormon HCG akan stabil dan plasenta akan menyekresikan sendiri progesteron untuk menjaga kehamilan. Pada trimester ketiga, janin akan tumbuh mencapai berat sekitar 3–3,5 kg dan panjang sekitar 50 cm. Pada periode ini, perut ibu akan kelihatan sangat membesar.

5. Kelahiran

Kehamilan berlangsung sekitar 9 bulan 10 hari. Janin sehabis mencapai usia tersebut akan siap untuk dilahirkan. Proses kelahiran diawali dengan meningkatnya hormon estrogen. Meningkatnya hormon estrogen ini akan meningkatkan kemampuan otot-otot uterus untuk berkontraksi. Selama ahad terakhir kehamilan, hormon estrogen meningkat secara pesat. Otot-otot uterus pun dipengaruhi oleh hormon oksitosin.

Kontraksi otot-otot uterus akan menekan kepala bayi menuju serviks (leher rahim). Akibatnya, serviks akan merenggang sehingga bayi keluar dari uterus. Secara bersamaan, kontraksi tersebut akan mendorong bayi menuju v*gina dan jadinya keluar dari tubuh ibu.

Pada ketika kelahiran (Gambar 8), bayi masih terhubung dengan plasenta melalui tali pusar. Ketika masih berada di dalam uterus, janin tidak perlu bernapas. Akan tetapi, sehabis keluar, bayi akan mulai bernapas.
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Gambar 8. Proses kelahiran bayi. (global.britannica.com)
Air susu ibu atau ASI lebih banyak diproduksi sehabis bayi lahir lantaran hormon prolaktin lebih aktif. Kelenjar susu dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron.

Kolostrum, cairan kuning yang disintesis dan disimpan oleh kelenjar mamae mulai dari bulan keempat atau kelima kehamilan, akan menjadi makanan pertama bagi bayi. Kolostrum kaya akan kandungan antibodi ibu, menjaga bayi dari infeksi. Kandungan proteinnya yang tinggi juga membantu mencegah diare pada bayi. Beberapa hari sehabis kelahiran, bayi yang menyusui dikombinasikan dengan hormon prolaktin merangsang sintesis ASI bahwasanya dalam payudara ibu.

Keunggulan dan manfaat menyusui sanggup dilihat dari beberapa aspek, yaitu aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, ekonomis, dan aspek penundaan kehamilan.

Tabel 1. Manfaat ASI

Aspek
Kandungan
Manfaat
Gizi


Kolostrum
Immunoglobulin A; protein, vitamin A; karbohidrat; lemak rendah dan air
Kekebalan tubuh yang cukup, membantu mengeluarkan mekonium (kotoran bayi pertama)
ASI
Gizi yang sesuai dan berkualitas tinggi; perbandingan whey dan casein 65 : 35; taurin; DHA (Decosahexanic Acid); AA (Arachidonic Acid)
Pertumbuhan dan kecerdasan bayi, lebih gampang dicerna dibandingkan susu sapi
Imunologik
Ig.A; Laktoferin; Lysosim; sel darah putih, yakni Bronchus Asociated Lympocyte (BALT)/antibodi akses pernapasan dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT)/antibodi jaringan payudara ibu; faktor bifidus
Kekebalan tubuh bayi, menjaga keasaman tanaman usus bayi, dan menghambat pertumbuhan basil merugikan
Aspek
Manfaat
Psikologik
Rasa percaya diri ibu menyusui, kasih sayang terhadap bayi, interaksi antara ibu dan bayi, rasa kondusif dan kehangatan ibu memberi kepuasan bagi bayi
Kecerdasan
Interaksi ibu-bayi dan nilai gizi ASI mengoptimalkan perkembangan sistem saraf bayi dan meningkatkan kecerdasan. Penelitian memperlihatkan bahwa IQ bayi yang diberi ASI mempunyai IQ 4,3 poin lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 poin lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8,3 poin lebih tinggi pada usia 8,5 tahun dibandingkan bayi yang tidak diberi ASI
Neurologis
Dengan menyusui, koordinasi saraf menelan, mengisap, dan bernapas bayi sanggup lebih tepat
Ekonomis
Dengan menawarkan ASI eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya makanan bayi hingga bayi berumur 6 bulan
Penundaan kehamilan
Memberikan ASI langsung sanggup menunda haid dan kehamilan. Dapat digunakan sebagai kontrasepsi alamiah yang dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL)

C. Gangguan dan Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia

Seperti halnya sistem-sistem tubuh lainnya, sistem reproduksi pada insan sanggup mengalami gangguan dan penyakit. Gangguan dan penyakit tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, menyerupai tumor, nanah virus atau bakteri, serta kelainan fisiologis pada organ reproduksi. Berikut akan dijelaskan beberapa pola gangguan dan penyakit pada sistem reproduksi manusia.
  1. Endometriosis, ialah gangguan akhir adanya jaringan endometrium dari luar rahim (uterus). Kelainan ini berupa tumbuhnya jaringan endometrium pada ovarium, usus besar ataupun kandung kemih. Endometriosis menyebabkan sakit pada ketika menstruasi.
  2. Imp*tensi, ialah ketidakmampuan p*nis untuk ereksi atau mempertahankan ereksi. Gangguan ini sanggup disebabkan oleh banyak sekali faktor, menyerupai gangguan produksi hormon testosteron, penyakit diabetes mellitus, kecanduan alkohol, dan gangguan sistem saraf.
  3. Prostatitis, ialah peradangan pada kelenjar prostat. Peradangan kelenjar prostat ini sanggup diikuti oleh peradangan uretra. Penderita prostatitis mempunyai gejala-gejala menyerupai sakit ketika buang air kecil.
  4. Infertilitas, ialah ketidakmampuan untuk menghasilkan keturunan. Pada pria, infertilitas diartikan ketidakmampuan sperma untuk membuahi ovum. Infertilitas sanggup disebabkan oleh gangguan spermatogenesis dan oogenesis, tersumbatnya akses sperma, tersumbatnya tuba Fallopi, dan gangguan pada rahim.
  5. Kanker serviks, merupakan kanker pada potongan serviks wanita, banyak menyerang perempuan di atas umur 40 tahun. Kanker serviks disebabkan oleh nanah virus herpes dan human papilloma virus.
Anda kini sudah mengetahui Sistem Reproduksi pada Manusia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Firmansyah, R. A. M. Hendrawan dan M. U. Riandi. 2009. Praktis dan Aktif Belajar Biologi 2 : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 210.

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rachmawati, F. N. Urifah, dan A. Wijayati. 2009. Biologi : untuk SMA/ MA Kelas XI Program IPA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 193.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi Pada Laki-Laki (Laki-Laki)

Sistem Reproduksi pada Pria (Laki-laki) - Manusia, baik laki-laki maupun perempuan diberikan kemampuan untuk bereproduksi. Seandainya insan tidak bisa bereproduksi, tentu keberadaan insan di muka bumi akan punah. Sistem reproduksi pria dan perempuan saling melengkapi, sehingga insan sanggup menghasilkan keturunan. Masih ingatkah kalian wacana definisi sistem organ? Sistem organ adalah kumpulan dari beberapa organ yang secara bahu-membahu melakukan satu fungsi. Jadi, yang dimaksud sistem reproduksi yaitu kumpulan dari beberapa organ yang bahu-membahu melaksanakan fungsi reproduksi. (Baca juga : Sistem Reproduksi pada Manusia)

Sistem reproduksi laki-laki terdiri atas alat-alat reproduksi, proses pembentukan sel sperma (spermatogenesis), dan banyak sekali hormon yang ikut berperan dalam sistem reproduksi. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak uraian berikut.

1. Proses dan Alat Reproduksi pada Pria (Laki-laki)

Sel sperma yang menjadi alat perkembangbiakan insan dan menjadi alat pembuahan sel telur betina merupakan sel kelamin yang diproduksi oleh pria. Sel sperma diproduksi di bab testis yang terlindung oleh sebuah jaringan ikat berbentuk kantung yang disebut skrotum. Tempat tersebut cukup nyaman bagi testis untuk melaksanakan perkembangan sel sperma (Gambar 1).

 baik laki-laki maupun perempuan diberikan kemampuan untuk Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Pria (Laki-laki)
Gambar 1. Bagian-bagian alat reproduksi pria.
Di dalam testis, terdapat kumparan daerah sel sperma diproduksi yang disebut tubulus seminiferus. Jika direntangkan, panjang terusan tersebut sanggup mencapai 20 meter. Di antara tubulus-tubulus tersebut, terdapat sel interstitial (sel Leydig) yang menyintesis hormon testosteron. Di dalam dinding tubulus seminiferus terdapat bakal sel sperma yang disebut spermatogonia. Selain itu, terdapat juga sel yang berukuran lebih besar yang disebut dengan sel sertoli. Sel ini bertugas memperlihatkan pasokan nutrisi untuk pertumbuhan spermatogonia. Untuk menjadi sel sperma, spermatogonia yang diploid harus mengalami beberapa kali pembelahan sel sampai karenanya menghasilkan 4 sel sperma yang haploid, proses ini disebut spermatogenesis.
 baik laki-laki maupun perempuan diberikan kemampuan untuk Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Pria (Laki-laki)
Gambar 2. Sel Leydig memproduksi testosteron yang mengatur spermatogenis.
Dalam perjalanan keluarnya sperma dari dalam badan pria, terdapat beberapa struktur saluran. Struktur dimulai dari epididimis yang merupakan campuran dari beberapa tubulus seminiferus. Epididimis akan bemuara di sebuah terusan yang disebut vas deferens. Saluran vas deferens membawa sel sperma keluar dari skrotum ke rongga perut. Epididimis dan vas deferens ini merupakan salah satu kantung cadangan yang menyimpan sel sperma sementara waktu dan daerah pendewasan sel sperma sebelum dikeluarkan. Vas deferens akan berlanjut di terusan yang sama dengan terusan ekskresi, yaitu uretra di kandung kemih. Di pertemuan dua terusan tersebut, terdapat prosedur yang mengatur pembuangan urine dan berfungsi juga dalam penyaluran sel sperma. Uretra berujung di p*nis. Proses keluarnya sel sperma dari p*nis disebut ej*kulasi. P*nis merupakan organ reproduksi eksternal yang berfungsi dalam senggma untuk mengantarkan sperma ke dalam badan wanita.
 baik laki-laki maupun perempuan diberikan kemampuan untuk Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Pria (Laki-laki)
Gambar 3. Anatomi sperma manusia. (Wikimedia Commons)
2. Proses Pembentukan Sperma (Spermatogenesis)

Sel sperma yang berfungsi dalam reproduksi, harus mengalami perkembangan dan pembelahan. Proses pembelahan tersebut terjadi secara mitosis dan meiosis. Sebagai alat reproduksi, sel sperma harus haploid sehingga sehabis pembuahan, akan tetap dihasilkan individu yang diploid. Begitu juga halnya dengan pembentukan sel telur yang haploid. Pembelahan mitosis hanya terjadi pada spermatogonia untuk memperbanyak bakal sel sperma menjadi spermatosit primer. Mulai dari spermatosit, terjadi pembelahan meiosis yang pertama dan menghasilkan sel anak haploid yang disebut spermatosit sekunder. Selanjutnya, terjadi pembelahan meiosis yang kedua dan menghasilkan sel spermatid. Setelah mengalami pematangan, sel spermatid akan menjadi sel sperma (Gambar 2).
 baik laki-laki maupun perempuan diberikan kemampuan untuk Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Pria (Laki-laki)
Gambar 2. Spermatogenesis terjadi di dalam testis yang karenanya menghasilkan spermatozoa.
Produksi sel sperma di badan laki-laki dilakukan sepanjang hidupnya, siklus waktunya yaitu tiga hari. Proses pematangan sel sperma dipicu oleh hadirnya hormon testosteron di testis, tepatnya di bab sel interstitial. Setiap hari, seorang laki-laki sampaumur memproduksi 100 juta sel spermatid yang disimpan di duktus epididimis, kemudian menuju vas deferens untuk mengalami pematangan. Pematangan sel spermatid pada manusia, umumnya terjadi dalam waktu sekitar dua minggu.
 baik laki-laki maupun perempuan diberikan kemampuan untuk Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Pria (Laki-laki)
Gambar 3. Spermatogenesis terjadi di testis.
3. Kontrol Hormonal pada Sistem Reproduksi Pria

Spermatogenesis dipengaruhi oleh hormon gonadotropin, Follicle Stimulating Hormone (FSH), Luteinizing hormone (LH), dan hormon testosteron. Mari cermati.

a. Hormon Gonadotropin

Hormon gonadotropin dihasilkan oleh hipotalamus. Hormon ini berfungsi untuk merangsang kelenjar hipofisa bab depan (anterior) supaya mengeluarkan hormon FSH dan LH.

b. FSH (Follicle Stimulating Hormone)

FSH dihasilkan oleh hipofisa anterior. Hormon ini berfungsi menghipnotis dan merangsang perkembangan tubulus seminiferus dan sel sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang memacu pembentukan sperma.

c. LH (Luteinizing Hormone)

LH dihasilkan oleh hipofisa anterior. Hormon ini berfungsi merangsang sel-sel interstitial (sel leydig) supaya mensekresi hormon testosteron (androgen).

d. Hormon Testosteron

Hormon testosteron dihasilkan oleh testis. Hormon ini berfungsi merangsang perkembangan organ seks primer pada ketika embrio, menghipnotis perkembangan alat reproduksi dan ciri kelamin sekunder serta mendorong spermatogenesis.

Anda kini sudah mengetahui Sistem Reproduksi pada Pria. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Fiktor Ferdinand P. dan Moekti Ariwibowo. 2009. Mudah Belajar Biologi 2 : untuk kelas 12 Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 250.

Rachmawati, F. N. Urifah, dan A. Wijayati. 2009. Biologi : untuk SMA/ MA Kelas XI Program IPA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 193.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Proses Dan Organ / Alat Reproduksi Pada Laki-Laki (Laki-Laki)

Sistem, Proses dan Organ / Alat Reproduksi pada Pria (Laki-laki) / Manusia - Pria mempunyai serangkaian alat reproduksi dan di dalam alat ini berlangsung pula proses pembentukan sperma. Dalam proses pembentukan sperma tidak lepas dari tugas hormon-hormon seksual. Simak uraian berikut biar sanggup memahami secara lebih lengkap. (Baca juga : Sistem Reproduksi pada Pria)

a. Alat Reproduksi Pria

Alat reproduksi laki-laki dibedakan menjadi dua, yakni alat kelamin bab luar dan alat kelamin bab dalam.  (Baca juga : Alat Reproduksi Luar Pada Pria dan Alat Reproduksi Dalam Pada Pria) Alat kelamin bab luar terdiri atas p*nis dan skrotum. Di dalam skrotum terdapat testis yang merupakan alat kelamin bagian dalam dan tidak tampak dari luar. Perhatikan sistem reproduksi laki-laki pada Gambar 1.
Pria mempunyai serangkaian alat reproduksi dan di dalam alat Pintar Pelajaran Proses dan Organ / Alat Reproduksi pada Pria (Laki-laki)
Gambar 1. Sistem reproduksi pada pria
P*nis berfungsi sebagai alat koitus (persetubuan). Pada alat ini terdapat kanal ej*kulasi yang berperan menyemprotkan semen sampai masuk dalam uretra dan disalurkan ke luar. Saluran uretra juga berfungsi menyalurkan urine dan dikeluarkan melalui lubang kecil di ujung p*nis. Pada ketika ej*kulasi, otot yang terdapat pada tempat keluarnya urine menutup sehingga urine tidak keluar bersama semen.

Skrotum merupakan kulit luar pembungkus testis. Skrotum berfungsi menjaga temperatur testis saat pembentukan sperma. Apabila temperatur terlalu tinggi, skrotum akan mengendor dan apabila temperatur menurun, skrotum mengerut. Di dalam testis terdapat kanal halus yang merupakan tempat pembentukan sperma, disebut tubulus seminiferus.

Dinding tubulus seminiferus tersusun dari jaringan epitelium dan jaringan ikat. Di dalam jaringan epitelium terdapat sel induk spermatozoa (spermatogen) dan sel sertoli. Sel sertoli berfungsi memberi nutrisi pada sperma. Di antara tubulus seminiferus terdapat sel-sel interstisiil yang menghasilkan hormon testosteron dan hormon kelamin jantan lainnya. Pada penampang lintang testis akan tampak daerah yang bersekat-sekat. Perhatikan Gambar 2. 
Pria mempunyai serangkaian alat reproduksi dan di dalam alat Pintar Pelajaran Proses dan Organ / Alat Reproduksi pada Pria (Laki-laki)
Gambar 2. Struktur testis
Ruang di antara sekat disebut lobulus. Setiap lobulus berisi kumpulan tubulus seminiferus yang berbelit-belit. Apabila dibentangkan panjang belitan tubulus seminiferus mencapai 1 km. Seluruh tubulus seminiferus menyatu membentuk vasa efferensia. Dari vasa efferensia muncul tubulus yang memanjang hingga 6 m disebut epididimis. Epididimis merupakan tempat penyimpanan sperma selama lebih kurang 18 jam. Dari epididimis, sperma menuju vesikula seminalis melalui vas deferens. Salah satu ujung vas deferens berakhir pada kelenjar prostat. Saluran ini bersatu di belakang kandung kemih membentuk duktus ej*kulatorius pendek dan berakhir di uretra. Uretra merupakan kanal tamat dari saluran reproduksi dan terdapat dalam p*nis. Saluran ini berfungsi sebagai alat pengeluaran urine dan sebagai saluran kelamin (yaitu kanal semen dari kantong mani). Duktus ej*kulatorius juga bekerjasama dengan kelenjar prostat yang menghasilkan cairan encer menyerupai susu dan bersifat alkalis sehingga sanggup menyeimbangkan keasaman residu urine di uretra. Cairan ini pribadi bermuara ke uretra.

2. Proses Pembentukan Sperma (Spermatogenesis)

Sebagaimana kita ketahui, tempat pembentukan sperma berada pada tubulus seminiferus di dalam testis. Proses pembentukan sperma ini dinamakan spermatogenesis. Pada tubulus seminiferus terdapat dinding yang terlapisi oleh sel germinal primitif yang meng alami kekhususan. Sel germinal ini disebut spermatogonium (jamak = spermatogonia). Setelah mengalami pematangan, spermatogonium memperbanyak diri sehingga membelah secara terus-menerus (mitosis). Sedangkan sebagian spermatogonium yang lain melakukan spermatogenesis.

Pada fase awal spermatogenesis, spermatogonium bersifat diploid (2n atau mengandung 23 pasang kromosom). Secara mitosis, spermatogonium akan bermetamorfosis spermatosit primer (2n). Berikutnya, spermatosit primer membelah menjadi spermatosit sekunder secara meiosis (biasa dinamakan meiosis I). Jumlah spermatosit sekunder ada dua, sama besar dan bersifat haploid (n = 23 kromosom). Melalui fase meiosis II, spermatosit sekunder membelah diri menjadi empat spermatid yang sama bentuk dan ukurannya. 

Selanjutnya, spermatid berkembang menjadi sperma matang yang bersifat haploid (n). Setelah matang, sperma menuju kanal reproduksi yakni epididimis. Semua proses ini terjadi selama kurang lebih 17 hari. Sementara, energi yang digunakan untuk melaksanakan proses spermatogenesis berasal dari sel-sel sertoli. Perhatikan denah spermatogenesis pada Gambar 3.
Pria mempunyai serangkaian alat reproduksi dan di dalam alat Pintar Pelajaran Proses dan Organ / Alat Reproduksi pada Pria (Laki-laki)
Gambar 3. Spermatogenesis (proses pembentukan sperma)
Sperma yang sudah matang mempunyai bagian-bagian menyerupai kepala, leher, bab tengah, dan ekor. Bagian kepala sperma terlindungi suatu tubuh yang disebut akrosom. Bagian ini berinti haploid. Selain itu, tubuh ini juga mengandung enzim hialurodinase dan proteinase. Enzim ini berfungsi ketika proses penembusan lapisan sel telur. Pada bagian tengahnya terdapat mitokondria kecil yang berfungsi menyediakan energi untuk menggerakkan ekor sperma. Lihat Gambar 4.
Pria mempunyai serangkaian alat reproduksi dan di dalam alat Pintar Pelajaran Proses dan Organ / Alat Reproduksi pada Pria (Laki-laki)
Gambar 4. Sperma pria
Anda kini sudah mengetahui Proses Reproduksi pada Pria. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Organ / Alat Reproduksi Dalam Pada Laki-Laki (Laki-Laki) / Manusia

Organ / Alat Reproduksi Dalam pada Pria (Laki-laki) / Manusia - Alat reproduksi dalam laki-laki mencakup testis, saluran reproduksi, dan kelenjar kelamin. Simak bahasannya berikut. (Baca juga : Organ Reproduksi pada Pria)

1) Testis

Testis berfungsi sebagai alat koitus (pers*tubuhan). Pada alat ini terdapat saluran ej*kulasi yang berperan menyemprotkan semen sampai masuk dalam uretra dan disalurkan ke luar. Saluran uretra juga berfungsi menyalurkan urine dan dikeluarkan melalui lubang kecil di ujung p*nis. Testis merupakan organ kawasan pembentukan sel-sel sperma. Testis terletak di luar rongga perut. Selain kawasan pembentukan sperma, testis berfungsi menghasilkan hormon testosteron. Di dalam testis terdapat tubulus seminiferus. Sebenarnya, tubulus seminiferuslah yang berfungsi menghasilkan sel-sel sperma. Di dalam tubulus seminiferus terdapat sel interstitial (sel leydig) yang berfungsi menghasilkan hormon testosteron. 


Saluran reproduksi pada organ reproduksi laki-laki terdiri dari aneka macam macam, mencakup epididimis, vas deferens, saluran ej*kulasi, dan uretra. Dari tubulus seminiferus, sperma akan masuk ke dalam epididimis yang berfungsi sebagai kawasan penyimpanan sperma. Apabila terjadi ej*kulasi, sperma keluar dari epididis menuju vas deferens. Dari vas deferens, sperma akan melewati saluran ej*kulatoris untuk dikeluarkan melalui uretra.


Ada beberapa kelenjar kelamin yang berperan dalam sekresi getah kelamin, mencakup vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar bulbouretralis (kelenjar Cowper). Sperma dikeluarkan dalam bentuk semen. Semen yang dikeluarkan dari uretra mengandung zat-zat yang dihasilkan oleh kelenjar aksesoris. Sekitar 60% dari total volume semen merupakan hasil sekresi dari vesika seminalis. Cairan yang dihasilkan vesika seminalis banyak mengandung mukosa, asam amino, fruktosa, dan prostaglandin.

Kelenjar prostat merupakan kelenjar terbesar dari kelenjar aksesoris. Hasil dari sekresi kelenjar ini akan eksklusif disalurkan ke uretra. Kelenjar prostat menghasilkan sekresi yang mengandung kolesterol, garam, dan enzim.

Kelenjar bulbouretral merupakan sepasang kelenjar yang bekerjasama eksklusif dengan uretra. Kelenjar ini menghasilkan cairan yang berfungsi menetralkan urine yang mengandung asam di dalam uretra.

Anda kini sudah mengetahui Organ Reproduksi Dalam pada Pria. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Firmansyah, R. A. M. Hendrawan dan M. U. Riandi. 2009. Praktis dan Aktif Belajar Biologi 2 : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 210.

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Terusan Reproduksi Pada Laki-Laki (Laki-Laki) / Manusia

Fungsi Saluran Reproduksi pada Pria (Laki-laki) / Manusia - Pada alat reproduksi laki-laki terdapat banyak sekali macam saluran reproduksi, mencakup epididimis, vas deferens, terusan ej*kulasi, dan uretra. Epididimis merupakan sebuah terusan yang berada dalam skrotum dan keluar dari kedua testis. Oleh sebab itu, terusan ini jumlahnya sepasang. Epididimis mempunyai struktur yang berkelak- kelok. Sementara, panjangnya mencapai 6 meter. Di dalam saluran ini, sel sperma disimpan sementara sampai matang. Setelah matang, sel sperma bergerak meninggalkan terusan epididimis menuju vas deferens. (Baca juga : Alat Reproduksi pada Pria)

Vas deferens merupakan terusan reproduksi yang berfungsi sebagai daerah bergeraknya sperma dari epididimis menuju kantung semen (kantung mani) atau vesikula seminalis. Pada satu ujung, vas deferens melekat epididimis, sedangkan ujung lainnya berada dalam kelenjar prostat. Dari vas deferens, sel sperma bergerak menuju terusan ej*kulasi.

Saluran ini berfungsi sebagai daerah penghubung bergeraknya sel sperma menuju uretra. Secara struktural, terusan ini amat pendek. Setelah melewati terusan ej*kulasi, sperma keluar tubuh melalui uretra. Uretra merupakan terusan reproduksi yang berada dalam p*nis. Selain itu, uretra juga berfungsi sebagai daerah saluran ekskresi urine dari kandung kemih.

Anda kini sudah mengetahui Saluran Reproduksi pada Pria. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Testis Pada Laki-Laki : Fungsi Struktur Pengertian Bab Anatomi

Testis pada Pria : Struktur Pengertian Gambar Bagian Anatomi - Testis Pria memiliki testis (jamak = testes) berjumlah sepasang. Bentuknya lingkaran menyerupai telur. Pada pria, testis berada di sebelah kanan dan kiri tubuh dan terlindungi oleh sebuah kantung. Kantung tersebut dinamakan kantung pelir atau skrotum. Dalam sistem reproduksi, testis berfungsi sebagai penghasil sperma dan hormon kelamin. Setiap harinya, seorang laki-laki remaja menghasilkan lebih dari seratus juta sperma. Pembentukan sperma ini terjadi di dalam dalam jalan masuk sempit yang dinamakan tubulus seminiferus. Di antara tubulus seminiferus terdapat sel-sel interstisium atau sel-sel Leydig. Sel-sel ini menghasikan hormon testosteron dan hormon androgen lainnya. Simak Gambar 1. (Baca juga : Organ Reproduksi pada Pria)
 Struktur Pengertian Gambar Bagian Anatomi  Pintar Pelajaran Testis pada Pria : Fungsi Struktur Pengertian Bagian Anatomi
Gambar 1. Alat-alat reproduksi laki-laki tampak dari samping
 Struktur Pengertian Gambar Bagian Anatomi  Pintar Pelajaran Testis pada Pria : Fungsi Struktur Pengertian Bagian Anatomi
Gambar 2. Alat-alat reproduksi laki-laki tampak dari depan
Anda kini sudah mengetahui Testis. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Fungsi Kelenjar Kelamin (Gonad) Pada Laki-Laki (Laki-Laki) / Manusia

Pengertian dan Fungsi Kelenjar Kelamin (Gonad) pada Pria (Laki-Laki) / Manusia - Sebelum dikeluarkan melewati uretra, sperma yang berada di dalam kanal reproduksi ditambahi dengan banyak sekali getah kelamin oleh kelenjar kelamin. Fungsi getah kelamin adalah sebagai penyuplai materi penting sehingga sperma tetap hidup. Selain itu, getah kelamin juga membantu pergerakan sel sperma di dalam kanal reproduksi. Ada beberapa kelenjar kelamin yang berperan dalam sekresi getah kelamin, mencakup vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar bulbouretralis (kelenjar Cowper). Lihat Gambar 1. (Baca juga : Alat Reproduksi pada Pria)
di dalam kanal reproduksi ditambahi dengan banyak sekali getah Pintar Pelajaran Fungsi Kelenjar Kelamin (Gonad) pada Pria (Laki-Laki) / Manusia
Gambar 1. Alat-alat reproduksi laki-laki tampak dari depan
Vesikula seminalis atau kantung mani merupakan kelenjar kelamin yang berjumlah sepasang dan berada di belakang kantung kemih. Dindingnya menghasilkan cairan kental kekuning-kuningan dan bersifat basa. Cairan ini mengandung mukus, gula fruktosa, enzim koagulasi, asam askorbat, dan prostaglandin. Gula fruktosa yang disekresikan tersebut menyediakan sumber energi bagi sperma. Kelenjar prostat merupakan penghasil getah kelamin. Getah ini bersifat encer, mengandung enzim antikoagulan, penyuplai nutrisi, dan berasa agak asam. Bentuk kelenjar prostat lingkaran dan melingkari bab atas uretra serta di bawah kantung kemih.

Kelenjar bulbouretralis dinamakan pula kelenjar Cowper. Kelenjar bulbouretralis mempunyai bentuk kecil dengan jumlahnya sepasang. Letak kelenjar ini berada di sepanjang uretra, tepatnya di bawah kelenjar prostat. Hasil sekresinya berupa cairan bening yang menetralkan setiap urine asam yang berada pada uretra. Di samping itu, cairan ini membawa sejumlah sperma bebas sebelum dikeluarkan dari dalam tubuh.

Anda kini sudah mengetahui Kelenjar Gonad. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Organ / Alat Reproduksi Luar Pada Laki-Laki (Laki-Laki) / Manusia

Struktur, Pengertian dan Fungsi Organ / Alat Reproduksi Luar pada Pria (Laki-laki) / Manusia - Berbeda dengan alat reproduksi dalam, alat reproduksi luar pria terdiri atas dua bab yakni p*nis dan skrotum. P*nis berfungsi sebagai alat senggma (kopulasi). Persenggmaan dilakukan sebagai sarana mengalihkan cairan sprma menuju alat reproduksi wanita. (Baca juga : Alat Reproduksi pada Pria)

1. P*nis

P*nis yaitu organ reproduksi yang berperan menyalurkan sel-sel sprma ke dalam organ reproduksi perempuan melalui proses kopulasi. P*nis tersusun atas jaringan yang sanggup terisi oleh darah sehingga menjadikan ereksi. Organ reproduksi bab luar lainnya yaitu skrotum.

2. Skrotum

Skrotum merupakan sebuah kantung yang berfungsi melindungi testis. Skrotum terletak di antara p*nis dan anus serta di depan perineum. Skrotum berasal dari bab yang sama dengan labia mayora pada organ kelamin perempuan. Skrotum insan dan beberapa mamalia sanggup ditumbuhi rambut kemaluan. Pada manusia, rambut ini mulai tumbuh dikala individu memasuki tahap pubertas.
sebagai sarana mengalihkan cairan sprma menuju Pintar Pelajaran Organ / Alat Reproduksi Luar pada Pria (Laki-laki) / Manusia
Gambar 1. Skrotum, Testikel dan Epididimis. (www.mayoclinic.com)
Fungsi skrotum yaitu menjaga suhu dari testis supaya tetap optimal yakni di bawah suhu tubuh. Pada manusia, suhu testis sekitar 34 °C. Pengaturan suhu dilakukan dengan mengeratkan atau melonggarkan skrotum, sehingga testis sanggup bergerak mendekat atau menjauhi tubuh. Testis akan diangkat mendekati badan pada suhu masbodoh dan bergerak menjauh pada suhu panas. (http://id.wikipedia.org/wiki/Skrotum)

Anda kini sudah mengetahui Organ Reproduksi Luar pada Pria. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Firmansyah, R. A. M. Hendrawan dan M. U. Riandi. 2009. Praktis dan Aktif Belajar Biologi 2 : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 210.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Alat Reproduksi Laki-Laki : Pengertian Struktur Fungsi Bab Anatomi

Pen*s pada Pria : Pengertian, Struktur, Fungsi, Bagian, Anatomi - Pen*s insan yaitu organ seksual laki-laki eksternal. P*nis merupakan organ reproduksi yang mempunyai fungsi pemanis sebagai jalan masuk kencing. Bagian utamanya yaitu akar (radix); badan (corpus); dan epitel p*nis termasuk kulit poros dan kulup yang menutupi glans p*nis. Tubuh p*nis terdiri dari tiga kolom jaringan: dua corpora cavernosa pada sisi dorsal dan corpus spongiosum di antaranya pada sisi ventral. Uretra laki-laki melewati kelenjar prostat, dimana bab ini akan bergabung dengan jalan masuk ej*kulasi dan kemudian melalui p*nis. Uretra melintasi corpus spongiosum dan bukaannya yang disebut meatus terletak di ujung glans p*nis. Ini yaitu bab untuk salura urin dan ej*kulasi air mani. (Baca juga : Alat Reproduksi Luar pada Pria)
nis merupakan organ reproduksi yang mempunyai fungsi pemanis sebagai jalan masuk kencing Pintar Pelajaran Alat Reproduksi Pria : Pengertian Struktur Fungsi Bagian Anatomi
Gambar 1. Penampang melintang p*nis laki-laki a. keadaan normal b. keadaan ereksi. [1]
Anatomi P*nis

Bagian P*nis

Akar p*nis (radix): Bagian ini yaitu bab yang melekat, terdiri dari bola p*nis di bab tengah dan crus p*nis, salah satu berada di kedua sisi bola p*nis. Akar p*nis terletak di dalam kantong perineum dangkal.

Tubuh p*nis (korpus): Bagian ini mempunyai dua permukaan; dorsal (posterosuperior pada p*nis yang berereksi  dan ventral atau uretra (menghadap ke bawah dan ke belakang pada p*nis yang lembek). Permukaan ventral ditandai dengan alur lateral.

Epitel p*nis terdiri dari kulit batang, kulup dan mukosa preputial di bab dalam kulup dan menutupi glans p*nis. Epitel p*nis tidak menempel pada poros yang mendasari sehingga bebas untuk meluncur ke sana kemari.

Struktur P*nis

P*nis insan terdiri dari tiga kolom jaringan: dua corpora cavernosa yang terletak di samping satu sama lain pada sisi dorsal dan satu korpus spongiosum yang terletak di antara corpora cavernosa pada sisi ventral.

Bagian ujung korpus spongiosum yang bentuknya membesar dan bundar membentuk glans p*nis, yang mendukung kulup atau preputium (lipatan longgar kulit, yang pada orang cukup umur sanggup menarik untuk menyingkap glans p*nis). Daerah di bab bawah p*nis, di mana kulup menempel disebut frenum atau frenulum. Dasar berbentuk bundar bulat dari glans p*nis disebut korona. Raphe perineum yaitu garis yang terlihat di sepanjang bab bawah p*nis.

Anda kini sudah mengetahui mengenai P*nis. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

[1] Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.