Tuesday, October 1, 2019

Pintar Pelajaran Pengertian Keton, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia

Pengertian Keton, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia - Keton (R–CO–R') tergolong senyawa karbonil lantaran mempunyai gugus fungsional C=O, dan atom karbon pada gugus karbonil dihubungkan dengan dua residu alkil (R), dan atau aril (Ar). Beberapa rumus struktur keton di antaranya :
 tergolong senyawa karbonil lantaran mempunyai gugus fungsional C Pintar Pelajaran Pengertian Keton, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Berdasarkan rumus struktur tersebut sanggup disimpulkan bahwa senyawa keton mempunyai rumus umum sebagai: RCOR', dengan residu alkil (R) atau aril (Ar) sanggup sama atau berbeda.
 tergolong senyawa karbonil lantaran mempunyai gugus fungsional C Pintar Pelajaran Pengertian Keton, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
a. Aturan Penamaan / Tata Nama Keton

Sebagaimana halnya aldehid, pada senyawa keton dikenal juga nama IUPAC dan nama trivial. Penamaan dengan sistem IUPAC diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran –a dengan –on. Oleh lantaran itu, keton secara umum disebut golongan alkanon.
 tergolong senyawa karbonil lantaran mempunyai gugus fungsional C Pintar Pelajaran Pengertian Keton, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Gambar 1. Posisi gugus karbonil pada keton selalu di antara rantai hidrokarbon.
Penomoran rantai karbon induk diberikan kepada atom karbon yang terdekat dengan gugus karbonil. Dengan kata lain, atom karbon pada gugus karbonil diambil nomor yang terendahnya.

Penamaan secara trivial, kedua gugus alkil atau aril yang terikat pada gugus karbonil disebutkan lebih dulu berdasarkan alfabet, kemudian diikuti dengan kata keton. Contoh penamaan senyawa keton terdapat dalam Tabel 1.

Tabel 1. Penataan Nama pada Keton Menurut Trivial dan IUPAC

Rumus struktur
Trivial
IUPAC

 tergolong senyawa karbonil lantaran mempunyai gugus fungsional C Pintar Pelajaran Pengertian Keton, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia

Dimetil keton
Propanon

 tergolong senyawa karbonil lantaran mempunyai gugus fungsional C Pintar Pelajaran Pengertian Keton, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia

Etil metil keton
2–butanon

 tergolong senyawa karbonil lantaran mempunyai gugus fungsional C Pintar Pelajaran Pengertian Keton, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia

Dietil keton
3–pentanon

 tergolong senyawa karbonil lantaran mempunyai gugus fungsional C Pintar Pelajaran Pengertian Keton, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia

Sikloheksanon
Sikloheksanon

Contoh Soal Penamaan pada Keton (1) :

Berilah nama pada senyawa keton berikut berdasarkan IUPAC dan trivial.
 tergolong senyawa karbonil lantaran mempunyai gugus fungsional C Pintar Pelajaran Pengertian Keton, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Jawaban :

Menurut IUPAC, tentukan rantai induk terpanjang yang mengandung gugus karbonil dengan nomor paling rendah. Jadi, penataan nama berdasarkan IUPAC dan trivial yaitu :

IUPAC : 4–metil–2–pentanon.
Trivial : isobutil metil keton

Contoh Soal SPMB 2004

Hasil reaksi adisi H2O pada C3H6, apabila dioksidasi akan membentuk ....

A. propanol
B. propenol
C. propanon
D. asam propanoat
E. n-propil alkohol

Pembahasan :

Reaksi adisi :
 tergolong senyawa karbonil lantaran mempunyai gugus fungsional C Pintar Pelajaran Pengertian Keton, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Jadi, hasil simpulan yaitu propanon. (C)

b. Isomer pada Keton

Isomer posisi yang terjadi pada keton disebabkan oleh adanya perubahan dalam kedudukan gugus karbonil dalam rantai, contohnya :
 tergolong senyawa karbonil lantaran mempunyai gugus fungsional C Pintar Pelajaran Pengertian Keton, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Selain isomer posisi dalam molekul itu sendiri, keton sanggup juga berisomeri fungsional dengan aldehid, contohnya propanal berisomeri fungsional dengan propanon.
 tergolong senyawa karbonil lantaran mempunyai gugus fungsional C Pintar Pelajaran Pengertian Keton, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
c. Reaksi Identifikasi Aldehid dan Keton

Untuk mengenal adanya gugus aldehid dan keton dalam suatu senyawa sanggup dilakukan dengan pereaksi 2,4–dinitrofenilhidrazin. Reaksi antara aldehid atau keton dengan pereaksi 2,4–dinitrofenilhidrazin membentuk suatu endapan dari 2,4–dinitrofenilhidrazon. Persamaan reaksinya :
 tergolong senyawa karbonil lantaran mempunyai gugus fungsional C Pintar Pelajaran Pengertian Keton, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Untuk membedakan aldehid dan keton sanggup dilakukan dengan cara oksidasi. Aldehid gampang dioksidasi menghasilkan asam karboksilat, sedangkan keton tahan terhadap oksidasi. Dengan oksidator berpengaruh pada kondisi tertentu akan terjadi reaksi :
 tergolong senyawa karbonil lantaran mempunyai gugus fungsional C Pintar Pelajaran Pengertian Keton, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Tes Tollen (larutan AgNO3 dalam amonia berlebih) merupakan metode yang dipakai untuk membedakan aldehid dan keton di laboratorium. (Gambar 2). Prinsip dasarnya yaitu akomodasi oksidasi kedua golongan senyawa ini. Perak (I) gampang direduksi menjadi logam perak oleh aldehid, tetapi tidak oleh keton.
 tergolong senyawa karbonil lantaran mempunyai gugus fungsional C Pintar Pelajaran Pengertian Keton, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Gambar 2. Tes tollen dipakai untuk membedakan aldehid dan keton. Jika terbentuk cermin, memperlihatkan adanya aldehid.
Untuk mengujinya, campurkan cuplikan dengan pereaksi Tollen pada tabung reaksi bersih. Jika senyawa yaitu aldehid maka sehabis beberapa menit logam perak akan melekat pada potongan dalam tabung sebagai pelapis yang reflektif (reaksi yang dipakai untuk menciptakan cermin), sedangkan keton tidak terjadi reaksi.

Cara lain untuk membedakan aldehid dan keton yaitu dengan pereaksi Fehling (larutan Cu2+ dalam Basa berpengaruh menyerupai KOH). Aldehid sanggup mereduksi larutan Fehling membentuk endapan merah Cu2O, sedangkan keton tidak terjadi reaksi. Perhatikan Gambar 3.
 tergolong senyawa karbonil lantaran mempunyai gugus fungsional C Pintar Pelajaran Pengertian Keton, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Gambar 3. Pereaksi Fehling akan memperlihatkan endapan berwarna merah bata.
d. Sifat, Pembuatan, dan Kegunaan Keton

Pembuatan keton sanggup dilakukan dengan cara oksidasi alkohol sekunder (seperti yang telah diterangkan pada potongan alkohol).
 tergolong senyawa karbonil lantaran mempunyai gugus fungsional C Pintar Pelajaran Pengertian Keton, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Gambar 4. Oksidasi alkohol sekunder dengan dikromat keton.
Persamaan reaksi pada gambar 4 yaitu :

3CH3CH(OH)CH3(aq) + Cr2O72–(aq) + 8H+ → 3CH3–CO–CH3(aq) + 2Cr3+(aq) + 7H2O(l)

Selain dengan cara oksidasi, keton sanggup dibentuk melalui reaksi Friedel-craft terutama untuk pembuatan aril keton dengan katalis aluminium halida. Persamaan kimianya :
 tergolong senyawa karbonil lantaran mempunyai gugus fungsional C Pintar Pelajaran Pengertian Keton, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Beberapa sifat senyawa keton yang umum yaitu sebagai berikut.

a. Keton dengan jumlah atom C rendah (C1 – C5) berwujud cair pada suhu kamar.
b. Oleh lantaran keton mempunyai gugus karbonil yang polar maka senyawa keton larut dalam pelarut air maupun alkohol. Kelarutan senyawa keton berkurang dengan bertambahnya rantai alkil.
c. Adanya kepolaran menyebabkan antaraksi antarmolekul keton sehingga senyawa keton umumnya mempunyai titik didih relatif tinggi dibandingkan dengan senyawa non polar yang massa molekulnya relatif sama. Titik didih beberapa senyawa keton ditunjukkan pada tabel berikut.

Tabel 2. Sifat Fisika Senyawa Keton

Nama
Rumus
Titik Beku (°C)
Titik Didih (°C)
Aseton
CH3COCH3
– 94
56
Metil etil keton
CH3COC2H5
– 86
80
2–pentanon
CH3COC3H7
– 76
102
3–pentanon
C2H5COC2H5
– 41
101
2–heksanon
CH3COC4H9
– 35
150
3–heksanon
C2H5COC3H7

124

Aseton merupakan senyawa keton paling sederhana. Aseton berwujud cair pada suhu kamar dengan amis yang harum. Cairan ini sering dipakai sebagai pelarut untuk vernish, pembersih cat kayu, dan pembersih cat kuku. Dalam industri, aseton dipakai sebagai materi baku untuk menciptakan kloroform.

Anda kini sudah mengetahui Keton. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Sunarya, Y. dan A. Setiabudi. 2009. Praktis dan Aktif Belajar Kimia 3 : Untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 298.

Pintar Pelajaran Pengertian Asam Karboksilat, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia

Pengertian Asam Karboksilat, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia - Asam karboksilat (R–CO–OH) mengandung gugus karbonil dan gugus hidroksil. Walaupun gugus karboksilat merupakan adonan gugus karbonil dan gugus hidroksil, tetapi sifat-sifat gugus tersebut tidak muncul dalam asam karboksilat lantaran menjadi satu kesatuan dengan ciri tersendiri. Ester yaitu turunan dari asam karboksilat dengan mengganti gugus hidroksil oleh gugus alkoksi dari alkohol.

Asam karboksilat mempunyai gugus fungsional karboksil (–COOH) dengan rumus umum :
 mengandung gugus karbonil dan gugus hidroksil Pintar Pelajaran Pengertian Asam Karboksilat, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Beberapa teladan asam karboksilat yaitu sebagai berikut.
 mengandung gugus karbonil dan gugus hidroksil Pintar Pelajaran Pengertian Asam Karboksilat, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
a. Aturan Penamaan / Tata Nama Asam Karboksilat

Asam asetat merupakan senyawa pertama yang ditemukan dari golongan asam karboksilat. Oleh lantaran itu, penataan nama asam karboksilat umumnya diambil dari bahasa Latin berdasarkan nama sumbernya di alam.

Asam format (formica, artinya semut) diperoleh melalui distilasi semut, asam asetat (acetum, artinya cuka) dari hasil distilasi cuka, asam butirat (butyrum, kelapa) ditemukan dalam santan kelapa, dan asam kaproat (caper, domba) diperoleh dari lemak domba.

Menurut sistem IUPAC, penataan nama asam karboksilat diturunkan dari nama alkana, di mana akhiran -a diganti -oat dan ditambah kata asam sehingga asam karboksilat digolongkan sebagai alkanoat. Beberapa nama asam karboksilat ditunjukkan pada Tabel 1.

Tabel 1. Penataan Nama Asam Karboksilat Menurut Trivial dan IUPAC

Rumus
Nama Trivial
Nama IUPAC
H–COOH
Asam format
Asam metanoat
CH3–COOH
Asat asetat
Asam etanoat
CH3–CH2–COOH
Asam propionat
Asam propanoat
CH3–(CH2)2–COOH
Asam butirat
Asam butanoat
CH3–(CH2)3–COOH
Asam valerat
Asam pentanoat
CH3–(CH2)4–COOH
Asam kaproat
Asam heksanoat
CH3–(CH2)5–COOH
Asam enantat
Asam heptanoat
CH3–(CH2)6–COOH
Asam kaprilat
Asam oktanoat
CH3–(CH2)7–COOH
Asam pelargonat
Asam nonanoat
CH3–(CH2)8–COOH
Asam kaprat
Asam dekanoat

Pemberian nomor atom karbon pada asam karboksilat berdasarkan sistem IUPAC dimulai dari atom karbon gugus karbonil dengan angka 1,2,3, dan seterusnya. Adapun trivial memakai abjad unani, mirip α, β, γ dan dimulai dari atom karbon nomor 2 dari sistem IUPAC. Contoh penataan nama asam karboksilat :
 mengandung gugus karbonil dan gugus hidroksil Pintar Pelajaran Pengertian Asam Karboksilat, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Untuk gugus karboksil yang terikat pribadi pada gugus siklik, penataan nama dimulai dari nama senyawa siklik diakhiri dengan nama karboksilat, mirip ditunjukkan berikut ini.
 mengandung gugus karbonil dan gugus hidroksil Pintar Pelajaran Pengertian Asam Karboksilat, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Contoh Soal Penamaan Asam Karboksilat (1) :

Tuliskan nama untuk asam karboksilat berikut.
 mengandung gugus karbonil dan gugus hidroksil Pintar Pelajaran Pengertian Asam Karboksilat, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Jawaban :

Rantai induk mengandung enam atom karbon atau suatu heksanoat.

Pada atom nomor 2 terikat gugus metil, dan pada atom nomor 4 terikat gugus etil. Jadi, nama asam karboksilat tersebut adalah

IUPAC : asam 4–etil–2–metilheksanoat
Trivial : asam γ–etil–α–metil–kaproat

Suatu asam karboksilat sanggup mempunyai dua gugus fungsi CO2H, dikenal sebagai dikarboksilat. Beberapa asam dikarboksilat ditunjukkan pada Tabel 2. Senyawa-senyawa tersebut diisolasi dari materi alam. Asam tartrat misalnya, yaitu hasil samping fermentasi anggur; asam suksinat, asam fumarat, asam malat, dan oksalo asetat yaitu zat antara dalam metabolisme karbohidrat di dalam sistem sel.

Tabel 2. Tata Nama Asam Dikarboksilat (Trivial dan IUPAC)

Rumus Struktur
Nama Trivial
Nama IUPAC
HOOC–COOH
Asam oksalat
Asam etanadioat
HOOC–CH2–COOH
Asam malonat
Asam propanadioat
HOOC–(CH2)2–COOH
Asam suksinat
Asam butanadioat
cis–HOOC–CH=CH–COOH
Asam maleat
Asam cis–butenadioat
trans–HOOC–CH=CH–COOH
Asam fumarat
Asam trans–butenadioat
HOOC–(CH2)4–COOH
Asam adipat
Asam heksanadioat

Beberapa asam trikarboksilat juga dikenal dan berperan penting dalam metabolisme karbohidrat. Contoh senyawa kelompok ini yaitu asam sitrat. Rumus strukturnya mirip berikut.
 mengandung gugus karbonil dan gugus hidroksil Pintar Pelajaran Pengertian Asam Karboksilat, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
b. Sifat dan Kegunaan Asam Karboksilat

Dua asam karboksilat paling sederhana yaitu asam metanoat dan asam etanoat, masing-masing mempunyai titik didih 101 °C dan 118 °C. Tingginya titik didih ini disebabkan oleh adanya tarik menarik antar molekul asam membentuk suatu dimer.
 mengandung gugus karbonil dan gugus hidroksil Pintar Pelajaran Pengertian Asam Karboksilat, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Ditinjau dari gugus fungsionalnya, asam karboksilat umumnya bersifat polar, tetapi kepolaran berkurang dengan bertambahnya rantai karbon. Makin panjang rantai atom karbon, makin berkurang kepolarannya, hasilnya kelarutan di dalam air juga berkurang.

Sebagaimana alkohol, empat deret pertama asam karboksilat (format, etanoat, propanoat, dan butanoat) sanggup larut baik di dalam air. Asam pentanoat dan heksanoat sedikit larut, sedangkan asam karboksilat yang rantai karbonnya lebih panjang tidak larut.
 mengandung gugus karbonil dan gugus hidroksil Pintar Pelajaran Pengertian Asam Karboksilat, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Gambar 1. Kegunaan asam karboksilat.
Asam karboksilat juga sanggup larut di dalam pelarut yang kurang polar, mirip eter, alkohol, dan benzena. Kelarutan di dalam pelarut kurang polar ini makin tinggi dengan bertambahnya rantai karbon. Oleh lantaran itu, lemak sanggup larut di dalam benzena dan eter (lemak yaitu ester dari asam karboksilat).

Akibat kepolaran dan struktur dimer dari molekul asam karboksilat mengakibatkan titik didih dan titik beku lebih tinggi dibandingkan alkohol dengan massa molekul yang relatif sama. Titik beku dan titik didih dari asam karboksilat ditunjukkan pada Tabel 3.

Tabel 3. Titik Beku dan Titik Didih Asam Karboksilat

Senyawa
Titik Beku (°C)
Titik Didih (°C)
Format
8
100,5
Asetat
16,6
118
Propionat
–22
141
Butirat
–6
164
Valerat
–34
187
Kaproat
–3
205
Laurat
44
225
Miristat
54
251
Palmitat
63
269
Stearat
70
287

Senyawa utama asam karboksilat yang dibentuk secara besar-besaran yaitu asam metanoat, asam etanoat, dan asam propanoat (Gambar 6.19). Asam metanoat berwujud cair dan berbau tajam. Asam ini sanggup mengakibatkan kulit melepuh, kayu menjadi lapuk, dan besi gampang berkarat. Asam metanoat dipakai untuk peracikan obat (aspirin), menggumpalkan getah karet (lateks), dan membasmi hama.

Asam metanoat atau asam asetat berbau menyengat. Dengan bertambahnya panjang rantai, anyir asam karboksilat menjadi lebih tidak disukai. Contohnya, asam butirat ditemukan dalam keringat insan yang berbau tidak sedap.

Asam asetat (cuka) berwujud cair dan berbau menyengat. Wujud asam asetat murni ibarat es, disebut sebagai asam asetat glasial. Asam asetat dipakai untuk selulosa, bumbu dapur, penahan warna semoga tidak gampang luntur, pembuatan cat, dan pelarut. Asam benzoat (asam karboksilat aromatik) dipakai sebagai materi pengawet pada makanan, mirip kecap, saos tomat, dan minuman dari buah-buahan.

Jeruk mengandung asam sitrat sanggup dipakai untuk membersihkan karat pada besi.

c. Pembuatan Asam Karboksilat

Asam karboksilat sanggup dibentuk dengan cara oksidasi alkohol atau hidrolisis senyawa nitril.

1) Oksidasi Alkohol Primer

Asam karboksilat biasanya diperoleh melalui oksidasi alkohol primer dengan suatu oksidator yang kuat, mirip natrium dikromat dalam asam sulfat pekat. Persamaan kimianya :

3R–CH2OH + 2Cr2O72– + 16H+ → 3R–COOH + 4Cr3+ + 11H2O

2) Hidrolisis Nitril (Sianida Organik)

Apabila alkil sianida (nitril) dididihkan dengan katalis asam atau basa akan terbentuk asam karboksilat. Pada reaksi ini terbentuk amonia. Persamaan kimianya :

R–CN + 2H2O + HCl → R–COOH + NH3 + HCl

 mengandung gugus karbonil dan gugus hidroksil Pintar Pelajaran Pengertian Asam Karboksilat, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Gambar 2. Percobaan pembuatan cuka di laboratorium.
Contoh Soal Kelarutan Asam Karboksilat di Dalam Air (2) :

Di antara isomer karboksilat berikut, mana yang mempunyai kelarutan paling tinggi di dalam pelarut air dan di dalam benzena?

a. asam pentanoat
b. asam 2–metilbutanoat
c. asam 3–metilbutanoat
d. asam 2,2–dimetil propanoat

Pembahasan :

Makin banyak cabang pada rantai induk (asam 2,2–dimetil propanoat) makin kurang kepolaran. Oleh lantaran itu, kelarutannya di dalam air paling kecil, tetapi kelarutan di dalam benzena paling besar. Jadi, kelarutan paling tinggi di dalam air yaitu asam pentanoat.

Vitamin C

Prioritas pengembangan kimia organik pada masa ke–20 hanya pada zat yang bersumber dari alam. Zat-zat tersebut dinamakan produk alami, yang pertama kali dipakai tanpa pengetahuan komposisi kimianya. Seperti vitamin C yang berasal dari buah lemon dan sitrus lainnya, gres diketahui struktur kimianya pada tahun 1933. Struktur vitamin C yaitu senyawa organik asam karboksilat, yaitu asam askorbat, dengan struktur molekul mirip berikut.

Pada dikala struktur kimia vitamin C diketahui, Kimiawan Organik berusaha mensintesis senyawa tersebut. Pada tahun 1933, sintesis vitamin C sanggup dilakukan secara lengkap. Sintesis vitamin C dari glukosa lebih murah daripada mengekstraknya dari sitrus atau sumber alami lainnya.
 mengandung gugus karbonil dan gugus hidroksil Pintar Pelajaran Pengertian Asam Karboksilat, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Di seluruh dunia, lebih dari 80 juta pon vitamin C disintesis setiap tahunnya. Perbedaan yang dihasilkan dari hasil sintesis dan dari materi alami, mirip jeruk, terletak pada banyaknya zat lain selain vitamin C yang terkandung dalam jeruk. Namun pada dasarnya, keduanya sama. (Sumber: Chemistry (Mc Murry, J and Fay, R), 2001.)

Anda kini sudah mengetahui Asam Karboksilat. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Sunarya, Y. dan A. Setiabudi. 2009. Praktis dan Aktif Belajar Kimia 3 : Untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 298.

Pintar Pelajaran Pengertian Ester, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia

Pengertian Ester, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia - Ester ialah senyawa yang sanggup dianggap turunan dari asam karboksilat dengan mengganti ion hidrogen pada gugus hidroksil oleh radikal hidrokarbon. Beberapa pola ester (R–COOR') ditunjukkan berikut ini.
 Ester ialah senyawa yang sanggup dianggap turunan dari  Pintar Pelajaran Pengertian Ester, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Berdasarkan pola tersebut, sanggup disimpulkan bahwa rumus umum ester ialah :
 Ester ialah senyawa yang sanggup dianggap turunan dari  Pintar Pelajaran Pengertian Ester, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Gugus –OH dari gugus karboksil diganti oleh gugus –OR'. Dalam ester, R dan R' sanggup sama atau berbeda.

Gugus karboksilat ditunjukkan dengan abjad tebal (bold).

a. Aturan Penamaan / Tata Nama Ester

Penataan nama ester dimulai dengan menyebutkan gugus alkil diikuti gugus asam karboksilat yang menyusun ester dengan menghilangkan kata –asam. Contoh penataan nama ester ditunjukkan berikut ini.

Dari asam format (HCOOH) :

HCOO–CH3
Metil format
HCOO–CH2CH3
Etil format
HCOO–CH2CH2CH3
n–propil format

Dari asam asetat (CH3COOH) :

CH3COO–CH3
Metil asetat
CH3COO–CH2CH3
Etil asetat
CH3COO–CH2CH2CH3
n–propil asetat

Contoh Soal Penamaan Ester (1) :

Tuliskan nama senyawa ester berikut.
 Ester ialah senyawa yang sanggup dianggap turunan dari  Pintar Pelajaran Pengertian Ester, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Jawaban :

Residu alkil ialah suatu isobutil, sedangkan gugus karboksilatnya ialah suatu butanoat atau butirat. Jadi, nama ester tersebut ialah isobutil butanoat atau isobutil butirat.

b. Isomer Ester

Ester mempunyai isomer struktural dan isomer fungsional dengan asam karboksilat. Contoh isomer struktur dan isomer fungsional ester untuk rumus molekul C4H8O2 adalah sebagai berikut.

Isomer struktur :
 Ester ialah senyawa yang sanggup dianggap turunan dari  Pintar Pelajaran Pengertian Ester, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia


Isomer fungsional :
 Ester ialah senyawa yang sanggup dianggap turunan dari  Pintar Pelajaran Pengertian Ester, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Keenam rumus struktur di atas mempunyai rumus molekul sama, yaitu C4H8O2, tetapi berbeda baik dari aspek struktur maupun fungsionalnya. Jadi, ester dan asam karboksilat berisomer fungsional satu dengan lainnya.

c. Pembuatan Ester (Esterifikasi)

Berbagai metode pembuatan ester telah dikembangkan. Salah satu metode umum yang dipakai ialah reaksi alkohol dengan asam karboksilat. Pada reaksi ini, asam sulfat ditambahkan sebagai pendehidrasi (katalis).
 Ester ialah senyawa yang sanggup dianggap turunan dari  Pintar Pelajaran Pengertian Ester, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Gambar 1. Pembuatan ester di laboratorium.
Reaksi keseluruhannya ialah :
 Ester ialah senyawa yang sanggup dianggap turunan dari  Pintar Pelajaran Pengertian Ester, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Pada sintesis ester, asam asetat melepaskan gugus –OH dan alkohol melepaskan gugus H yang dikeluarkan sebagai H2O. Reaksi tersebut ialah reaksi kesetimbangan. Oleh lantaran itu, untuk memperoleh hasil yang banyak, dilakukan dengan salah satu pereaksi berlebih, atau sanggup juga dilakukan mengeluarkan ester yang terbentuk biar kesetimbangan bergeser ke arah produk.

Untuk memproduksi ester dalam jumlah banyak, metode tersebut kurang efisien dan tidak mudah lantaran tetapan kesetimbangan untuk reaksi ini relatif kecil (Kc = 3). Oleh lantaran tetapan kesetimbangan kecil, produk yang dihasilkan pun sedikit.

Di industri, ester disintesis dalam dua tahap. Pertama, asam karboksilat diklorinasi memakai tionil klorida menjadi asil klorida. Selanjutnya, asil klorida direaksikan dengan alkohol menjadi ester. Persamaan reaksi yang terjadi ialah :
 Ester ialah senyawa yang sanggup dianggap turunan dari  Pintar Pelajaran Pengertian Ester, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Basa menyerap HCl yang dihasilkan dari reaksi. Hal ini mendorong reaksi ke arah produk sampai sempurna.

d. Sifat dan Kegunaan Ester

Ester sanggup dihidrolisis dengan memakai asam atau basa. Hidrolisis ester disebut juga reaksi penyabunan. Hidrolisis ester tiada lain ialah mengubah ester menjadi alkohol dan garam yang berasal dari turunannya. Misalnya, hidrolisis etil asetat. Proses hidrolisis berlangsung tepat kalau dididihkan dengan pelarut basa, menyerupai NaOH. Reaksi penyabunan bukan merupakan reaksi kesetimbangan sebagaimana pada esterifikasi lantaran pada simpulan reaksi, ion alkoksida mengikat proton dari asam karboksilat dan terbentuk alkohol yang tidak membentuk kesetimbangan.


H2SO4

C2H5COOC2H5 + H2O
C2H5COOH + C2H5OH



C2H5COOC2H5 + NaOH
C2H5COONa + C2H5OH

Ester asam karboksilat dengan massa molekul relatif rendah umumnya tidak berwarna, berwujud cair, gampang menguap, dan mempunyai busuk yang sedap. Ester-ester ini umumnya mempunyai rasa buah. Ester-ester ini banyak ditemukan dalam buah-buahan atau bunga. Beberapa ester minyak dan masakan ditunjukkan berikut ini.
 Ester ialah senyawa yang sanggup dianggap turunan dari  Pintar Pelajaran Pengertian Ester, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Ester banyak dipakai sebagai esens buatan yang berbau buah-buahan (Gambar 2). Pisang juga mengandung ester etil asetat.
 Ester ialah senyawa yang sanggup dianggap turunan dari  Pintar Pelajaran Pengertian Ester, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Gambar 2. Kegunaan ester.
Misalnya, etil asetat (rasa pisang), amil asetat (rasa nanas), oktil asetat (rasa jeruk orange), dan etil butirat (rasa stroberi). Terdapat beberapa ester penting yang diturunkan dari asam anorganik. Misalnya, nitrogliserin, yakni suatu ester yang diperoleh melalui reaksi asam nitrat dengan gliserol dalam asam sulfat pekat.

Nitrogliserin merupakan cairan menyerupai minyak dan gampang meledak. Jika disisipkan ke dalam absorben tertentu, disebut dinamit.
 Ester ialah senyawa yang sanggup dianggap turunan dari  Pintar Pelajaran Pengertian Ester, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Anda kini sudah mengetahui Ester. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Sunarya, Y. dan A. Setiabudi. 2009. Praktis dan Aktif Belajar Kimia 3 : Untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 298.