Wednesday, November 6, 2019

Pintar Pelajaran Imbas Kekurangan Vitamin C Pada Ibu Hamil Terhadap Janin Dan Bayi

Dampak Kekurangan Vitamin C Pada Ibu Hamil Terhadap Janin Dan Bayi - Ibu yang mengalami defisiensi (kekurangan) vitamin C selama masa kehamilan sanggup memperlihatkan konsekuensi serius bagi otak janinnya. Parahnya lagi, kalau kerusakan otak pada janin telah terjadi, maka sesudah bayi lahir, kerusakan ini tidak sanggup diobati dengan tambahan vitamin C. Hal ini ditunjukkan melalui penelitian terbaru di University of Copenhagen yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah PLoS ONE. 

Studi populasi memperlihatkan bahwa antara 10-20 persen dari seluruh orang remaja di negara maju menderita kekurangan vitamin C. Oleh lantaran itu, perempuan hamil harus berpikir dua kali untuk meninggalkan kebiasaan meminum pil vitamin setiap hari.

“Efek kekurangan vitamin C pada ibu sanggup menghambat perkembangan hippocampus (pusat memori yang penting) pada janin. Bahkan sekitar 10-15 persen, defisiensi ini berpotensi mencegah perkembangan otak secara optimal,” kata Profesor Jens Lykkesfeldt. Dia memimpin sekelompok ilmuwan yang menghasilkan kesimpulan ini dengan mempelajari babi hamil dan anak-anaknya. Babi guinea dipilih sebagai binatang model lantaran tidak sanggup memproduksi vitamin C sendiri, sama menyerupai manusia.
Dampak Kekurangan Vitamin C Pada Ibu Hamil Terhadap Janin Dan Bayi Pintar Pelajaran Dampak Kekurangan Vitamin C Pada Ibu Hamil Terhadap Janin Dan Bayi
Ibu hamil yang kekurangan vitamin C sanggup dapat memperlihatkan konsekuensi serius bagi otak janinnya. (Foto: ALAMY)
“Kami dulu berpikir bahwa sistem badan ibu sanggup melindungi bayi. Biasanya ada transportasi selektif dari ibu ke janin untuk memenuhi kebutuhan zat selama kehamilan. Namun, kini telah diketahui bahwa transportasi ini tidaklah mencukupi pada masalah kekurangan vitamin C. Oleh lantaran itu, sangat penting untuk memperlihatkan perhatian lebih bagi duduk kasus ini lantaran berpotensi sanggup mempunyai konsekuensi serius bagi belum dewasa yang terkena dampaknya.” kata Jens Lykkesfeldt.

Kerusakan Otak Bayi Akibat Defisiensi Vitamin C Tidak Dapat Diperbaiki

Studi gres ini memperlihatkan hasil yang menyatakan bahwa kita harus lebih fokus pada gaya hidup ibu dan status gizi selama kehamilannya. Studi gres juga memperlihatkan bahwa kerusakan yang terjadi pada otak janin tidak sanggup diperbaiki, meskipun bayi ini diberikan aspuan vitamin C sesudah lahir.

Pada penelitian ini, bayi babi yang kekurangan vitamin C dibagi menjadi 2 kelompok, dimana satu kelompok diberikan tambahan vitamin C. Namun, dikala anak babi itu berusia dua bulan (pada insan dianggap sudah remaja), ternyata masih belum ada perbaikan kondisi otak pada kelompok yang telah diberikan suplemen.

Saat ini, para ilmuwan melaksanakan penelitian untuk mengetahui bagaimana terjadinya kekurangan vitamin C pada masa awal kehamilan yang hasilnya sanggup mensugesti perkembangan janin babi guinea. Hasil awal memperlihatkan bahwa pengaruh defisiensi ini sudah terjadi di awal kehamilan, alasannya yaitu janin yang diperiksa pada trimester kedua dan ketiga memperlihatkan hal tersebut. Para ilmuwan berharap dalam jangka panjang sanggup memakai studi populasi ini untuk menjelaskan duduk kasus yang serupa pada manusia.

Kelompok yang Rentan Defisiensi Vitamin C

Ada beberapa kelompok yang mungkin sangat rentan kekurangan vitamin C : “Orang dengan status ekonomi rendah yang mengkonsumsi masakan kurang gizi – dan mungkin juga perokok. Kedua kelompok ini sering menderita kekurangan vitamin C. Biasanya, belum dewasa mereka berisiko terlahir dengan potensi memori yang kurang berkembang. Anak-anak ini mungkin mengalami duduk kasus belajar, dan kalau dilihat dalam konteks sosial, mereka akan gagal dalam mengambil pelajaran dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan sebelumnya,” kata Jens Lykkesfeldt. Lykkesfeldt menekankan bahwa kalau perempuan hamil mengonsumsi masakan yang bervariasi, tidak merokok, dan mengkonsumsi tablet multi-vitamin setiap hari selama kehamilan, maka tidak akan ada alasan untuk takut kekurangan vitamin C. ”Karena hanya diperlukan sedikit upaya untuk menghindari kekurangan vitamin C, maka saya berharap bahwa politisi dan pihak berwenang akan menyadari duduk kasus ini, alasannya yaitu kalau dibiarkan sanggup menjadi duduk kasus potensial,” kata Jens Lykkesfeldt menyimpulkan.

Referensi Jurnal :

Pernille Tveden-Nyborg, Lucile Vogt, Janne G. Schjoldager, Natalie Jeannet, Stine Hasselholt, Maya D. Paidi, Stephan Christen, Jens Lykkesfeldt. Maternal Vitamin C Deficiency during Pregnancy Persistently Impairs Hippocampal Neurogenesis in Offspring of Guinea Pigs. PLoS ONE, 2012; 7 (10): e48488 DOI: 10.1371/journal.pone.0048488

Artikel ini merupakan terjemahan dari materi yang disediakan oleh University of Copenhagen via Science Daily (16 November 2012). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Pintar Pelajaran Petunjuk Gres Penyebab Tumor Otak Pada Anak-Anak

Petunjuk Baru Penyebab Tumor Otak Pada Anak-Anak - Pemahaman terhadap kondisi genetik yang menyebabkan kanker otak sanggup membantu para ilmuwan untuk lebih memahami jenis yang paling umum dari tumor otak pada anak-anak. Pada penelitian terbaru, para ilmuwan di Washington University School of Medicine di St Louis telah mengidentifikasi jalur pertumbuhan sel yang luar biasa aktif di dalam tumor otak pediatrik, atau dikenal sebagai glioma. Sebelumnya, mereka telah mengidentifikasi jalur pertumbuhan yang sama dan dianggap sebagai kontributor penting untuk pembentukan dan pertumbuhan tumor otak pada perkara neurofibromatosis-1 (NF1), yaitu sindrom kanker predisposisi yang biasanya diwariskan dari orang renta ke anaknya.

“Temuan ini memperlihatkan bahwa peralatan yang kami miliki telah berkembang secara pesat untuk mendiagnosa dan mengobati NF1. Kami berharap hal ini juga sanggup membantu pengobatan tumor otak yang berkembang sporadis,” kata David H. Gutmann MD, PhD, peneliti senior yang juga Profesor Neurologi di Donald O. Schnuck Family. Temuan akan diterbitkan pada 1 Desember jurnal di Genes and Development.

NF1 ialah salah satu sindrom predisposisi tumor yang paling umum, tetapi menyumbang hanya sekitar 15 persen dari glioma level rendah pediatrik, atau dikenal sebagai astrocytomas pilocytic. Sebagian besar tumor otak terjadi secara sporadis pada orang tanpa mengalami NF1.
Petunjuk Baru Penyebab Tumor Otak Pada Anak Pintar Pelajaran Petunjuk Baru Penyebab Tumor Otak Pada Anak-Anak
Otak tikus. Protein BRAF versi aneh (warna merah) pada otak tikus yang mengalami tumor otak level rendah. Para ilmuwan memperlihatkan bahwa pada sel-sel tertentu, protein ini sanggup menyebabkan terjadinya pembelahan sel secara lebih cepat sehingga memicu pembentukan tumor. (Credit: David Gutmann, MD, PhD)
Penelitian sebelumnya memperlihatkan bahwa sebagian besar astrocytomas pilocytic sporadis merupakan bentuk aneh dari protein pensinyal yang dikenal sebagai BRAF. Pada perkara sel tumor, sepotong protein mengalami kekeliruan pada proses peleburan (fusi) untuk membentuk BRAF.

Para ilmuwan mengira bahwa sel-sel protein yang mengalami proses fusi secara tidak normal akan mendorong sel ini tumbuh dan membelah dengan lebih sering sehingga mengarah pada pembentukan tumor. Namun, dikala mereka memasukkan BRAF tidak normal ini ke tikus, para ilmuwan justru mendapat banyak sekali macam hasil. Pada beberapa perkara terjadi pembentukan glioma. Namun, pada perkara lainnya, tidak ada efek yang terlihat atau peningkatan pertumbuhan dan pembelahan sel hanya terjadi pada periode yang singkat. Pada penelitian lain, sel-sel justru menjadi renta dan mati sebelum waktunya.

Sebelumnya, Gutmann, eksekutif Washington University Neurofibromatosis Center, telah memperlihatkan bahwa glioma yang terkait NF1 pada tikus berasal dari sel-sel otak tertentu.

Menurut Gutmann, dampak dari fungsi gen NF1 yang aneh pada jenis sel tertentu sanggup membantu menjelaskan mengapa glioma paling sering ditemukan pada saraf optik dan batang otak belum dewasa yang mengalami NF1. Area otak tersebut merupakan kawasan dimana jenis sel rentan berada.

Bermodalkan pengetahuan tersebut, Gutmann dan rekan-rekannya menguji imbas dari protein BRAF yang berfusi secara aneh pada sel induk saraf dari otak kecil, area di mana astrocytomas pilocytic sporadis sering bentuk; dan sel-sel dari korteks, area di mana tumor hampir tidak pernah berkembang.

“BRAF aneh hanya menghasilkan peningkatan pertumbuhan dikala ditaruh pada sel induk saraf dari otak kecil, namun tidak pada sel korteks,” kata Gutmann. ”Kami juga menemukan bahwa menempatkan BRAF yang mengalami fusi ke dalam sel glial remaja dari otak kecil, ternyata tidak memperlihatkan efek sama sekali.”

Ketika BRAF yang mengalami fusi menyebabkan proliferasi sel meningkat, Aparna Kaul, PhD dan Yi-Hsien Chen, PhD, memperlihatkan bahwa hal ini diaktifkan oleh jalur pertumbuhan selular yang sama, atau biasa disebut mammalian sasaran of rapamycin (mTOR). mTOR dikendalikan oleh protein NF1. Penelitian secara ekstensif mengenai jalur mTOR sudah dilakukan, termasuk pengobatan yang berpotensi untuk menekan fungsinya pada banyak sekali bentuk kanker.

“Kami mungkin sanggup meningkatkan pemahaman dan hasil studi kami sebelumnya mengenai NF1. Hal ini akan mempunyai kegunaan untuk meningkatkan pengobatan tumor otak pediatrik umum, dan itu sangat menarik,” kata Gutmann.

Saat ini, Gutmann dan rekan-rekannya melaksanakan studi untuk mengidentifikasi lebih banyak faktor yang menciptakan sel-sel otak tertentu rentan terhadap imbas yang dihasilkan tumor tanggapan mutasi gen NF1 dan fusi BRAF. Mereka juga membuatkan binatang model bagi astrocytoma pilocytic sporadis dengan tujuan untuk menemukan dan menguji obat tumor otak.

Referensi Jurnal :

Kaul A, Chen Y-H, Emnett RJ, Dahiya S, Gutmann DH. Pediatric glioma-associated KIAA1549:BRAF expression regulates neuroglial cell growth in a cell type-specific and mTOR-dependent manner.. Genes & Development, Dec. 1, 2012

Artikel ini merupakan terjemahan dari bahan yang disediakan oleh Washington University School of Medicine via Science Daily (15 November 2012). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Pintar Pelajaran Cara Meningkatkan Populasi Kuman Menguntungkan Di Air Minum

Cara Meningkatkan Populasi Bakteri Menguntungkan Di Air Minum - Para ilmuwan telah menemukan cara untuk memanipulasi populasi sebagian besar mikroba menguntungkan di air minum yang nantinya berpotensi menawarkan laba bagi konsumen. Cara ini tentunya berlawanan dengan anggapan yang selama ini sudah umum di masyarakat, yakni air minum yang mengandung jutaan sampai ratusan juta basil per galonnya harus dimurnikan atau disterilkan terlebih dulu.

Studi ini diterbitkan di jurnal Environmental Science & Technology .

Lutgarde Raskin dan rekan penelitinya, Ameet Pinto dan Chuanwu Xi, menjelaskan bahwa reaktor pengolahan  air di perkotaan biasanya mencoba untuk meminimalkan pertumbuhan mikroba memakai filter besar yang juga sanggup menghilangkan partikel kecil dan zat-zat yang sanggup berfungsi sebagai nutrisi untuk pertumbuhan bakteri. Fasilitas ini juga menambahkan disinfektan klorin atau lainnya untuk membunuh basil dan mencegah mereka untuk sanggup berkembang biak di pipa distribusi air. Namun demikian, cara ini mustahil untuk sanggup menghilangkan basil secara total memakai teknologi yang ada ketika ini, sehingga penting untuk memilih bagaimana cara untuk memfilter air dan tahapan pengolahan air lainnya yang nantinya sanggup mensugesti jenis dan jumlah basil yang diinginkan untuk tetap ada di dalam air minum.
Cara Meningkatkan Populasi Bakteri Menguntungkan Di Air Minum Pintar Pelajaran Cara Meningkatkan Populasi Bakteri Menguntungkan Di Air Minum
Air minum. Para ilmuwan telah menemukan cara untuk memanipulasi populasi sebagian besar mikroba menguntungkan di air minum yang nantinya berpotensi menawarkan laba bagi konsumen. (Credit: © Elenathewise / Fotolia)
Untuk mengetahui cara tersebut, para peneliti melaksanakan penelitian di reaktor pengolahan air di Ann Arbor, Mich.

Studi tersebut menawarkan temuan wacana cara untuk mengubah populasi basil yang terkandung pada air minum. Para ilmuwan menemukan bahwa beberapa jenis basil melekat pada filter dan membentuk biofilm dari gumpalan kecil yang sanggup pecah sehingga menciptakan basil tersebut sanggup terkandung pada pasokan air minum. PH air merupakan faktor berpengaruh dalam memilih keberhasilan basil untuk masuk ke air minum. Tindakan sederhana menyerupai memvariasikan pH air atau mengubah prosedur kerja filter air, sanggup membantu pekerja pengolahan air untuk menggeser keseimbangan populasi bakteri, dimana nantinya basil yang bermanfaat bagi insan akan bisa berkembang dengan baik dan basil merugikan tidak akan mungkin sanggup berkembang biak.

Penelitian ini dibiayai oleh National Science Foundation dan University of Michigan.

Referensi Jurnal :

Ameet J. Pinto, Chuanwu Xi, Lutgarde Raskin. Bacterial Community Structure in the Drinking Water Microbiome Is Governed by Filtration Processes. Environmental Science & Technology, 2012; : 120730130312004 DOI: 10.1021/es302042t

Artikel ini merupakan terjemahan dari bahan yang disediakan oleh American Chemical Society via Science Daily (8 November 2012). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Pintar Pelajaran Manfaat Polifenol Teh Hijau Untuk Mengobati Penyakit Autoimun

Manfaat Polifenol Teh Hijau Untuk Mengobati Penyakit Autoimun - Salah satu senyawa penting yang ditemukan pada teh hijau, mempunyai kemampuan yang berpengaruh untuk meningkatkan jumlah “sel T regulator”. Sel ini memainkan kiprah penting pada fungsi kekebalan badan dan penghambatan penyakit autoimun. Hal ini didasarkan penelitian gres yang dilakukan di Linus Pauling Institute di Oregon State University. Fakta tersebut sanggup menjadi salah satu dasar yang untuk memahami prosedur mengenai manfaat kesehatan dari teh hijau. Manfaat teh hijau telah menarik minat yang luas sebab kemampuannya untuk membantu mengontrol peradangan (inflamasi), meningkatkan fungsi kekebalan badan dan mencegah kanker.

Para ilmuwan menyampaikan bahwa obat farmasi yang tersedia untuk melaksanakan kiprah yang sama dengan teh hijau dan telah menjadi subyek pada banyak penelitian. Namun, obat tersebut mempunyai problem dengan toksisitas. Para peneliti menyampaikan bahwa jikalau obat tersebut berupa masakan alami, maka mungkin sanggup menjadi langkah jangka panjang dan berkelanjutan untuk mencapai tujuan yang sama namun tanpa adanya problem toksisitas.
Manfaat Polifenol Teh Hijau Untuk Mengobati Penyakit Autoimun Pintar Pelajaran Manfaat Polifenol Teh Hijau Untuk Mengobati Penyakit Autoimun
Salah satu senyawa penting yang ditemukan pada teh hijau, mempunyai kemampuan yang berpengaruh untuk meningkatkan jumlah “sel T regulator”. Sel ini memainkan kiprah penting pada fungsi kekebalan badan dan penghambatan penyakit autoimun. (Credit: © NataliTerr / Fotolia)
“Senyawa yang diturunkan oleh flora sanggup menjadi materi alami yang sanggup menghipnotis jumlah sel T regulator dan berperan pada proses untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh” kata Emily Ho, seorang peneliti utama LPI dan profesor di OSU Department of Nutrition and Exercise Sciences.

“Ketika fakta di atas sanggup dipahami secara utuh, maka akan sanggup menunjukkan cara yang gampang dan kondusif untuk membantu problem pengontrolan autoimun dan mengatasi aneka macam penyakit,” kata Ho.

Temuan telah diterbitkan dalam jurnal Immunology Letters.

Ada banyak jenis sel dan setiap sel mempunyai kiprah yang berbeda pada sistem kekebalan tubuh, dimana sistem ini merupakan tindakan penyeimbangan untuk menyerang sel atau benda abnormal yang tidak diinginkan tanpa merusak sel normal. Pada penyakit autoimun, yang berkisar dari alergi sederhana sampai diabetes pada bawah umur atau bahkan kondisi terminal menyerupai penyakit Lou Gehrig, proses ini berjalan kacau dan sehingga sel imun justru menyerang tubuh.

Beberapa sel mempunyai kiprah utama untuk membantu mengendalikan, mengurangi atau “mematikan” sistem kekebalan tubuh, termasuk sel T regulator. Kesesuaian jumlah dan fungsi dari sel-sel T regulator, pada gilirannya, diatur oleh proses biologis lain menyerupai faktor transkripsi dan metilasi DNA.

Pada studi ini, para ilmuwan OSU melaksanakan percobaan memakai senyawa di dalam teh hijau, adalah polifenol yang disebut EGCG, yang diyakini bertanggung jawab pada aneka macam manfaat kesehatan. EGCG mempunyai kedua karakteristik adalah anti-inflamasi dan anti-kanker. Para peneliti menemukan bahwa EGCG sanggup menimbulkan tingginya produksi sel T regulator. Efek EGCG tidaklah seampuh obat di apotek, tetapi obat di apotek sanggup mengakibatkan kekhawatiran ihwal toksisitas atau penggunaan pada jangka panjangnya.

“EGCG mungkin menunjukkan manfaat kesehatan melalui prosedur epigenetik, artinya kita tidak mengubah instruksi DNAnya, tetapi hanya menghipnotis apa yang akan diekspresikan atau diaktifkan oleh sel,” kata Ho. ”Dan kita mungkin sanggup melaksanakan hal ini dengan pendekatan sederhana memakai makanan.

Penelitian di laboratorium dilakukan memakai tikus sebagai binatang model. Ho menyampaikan bahwa pengobatan memakai EGCG secara signifikan sanggup meningkatkan jumlah dan frekuensi sel T regulator pada limpa dan getah bening, dimana hal ini sanggup membantu proses pengontrolan respon imun.

Regulasi epigenetik mempunyai potensi untuk dimanfaatkan sebagai penghambat sel T regulator untuk tujuan terapeutik, dan cara ini sangat penting penting secara klinis untuk menekan penyakit autoimun secara signifikan,” kata para para peneliti.

Penelitian dilakukan oleh para ilmuwan dari OSU, University of Connecticut, dan Changwon National University di Korea Selatan. Penelitian ini didukung National Institute of Environmental Health Sciences dan the Oregon Agricultural Experiment Station.

Referensi Jurnal :

Carmen P. Wong, Linda P. Nguyen, Sang K. Noh, Tammy M. Bray, Richard S. Bruno, Emily Ho. Induction of regulatory T cells by green tea polyphenol EGCG. Immunology Letters, 2011; DOI: 10.1016/j.imlet.2011.04.009

Artikel ini merupakan terjemahan dari materi yang disediakan oleh Oregon State University via Science Daily (3 Juni 2011). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Pintar Pelajaran Manfaat Jahe Untuk Meringankan Nyeri Otot

Manfaat Jahe Untuk Meringankan Nyeri Otot - Selama berabad-abad, jahe telah dipakai sebagai obat tradisional untuk mengobati banyak sekali penyakit menyerupai pilek dan sakit perut.Tapi sekarang, para peneliti di University of Georgia telah menemukan bahwa konsumsi jahe setiap hari juga mengurangi nyeri otot akhir kegiatan berat. Meskipun manfaat jahe telah diketahui sanggup menghasilkan imbas anti-inflamasi pada binatang pengerat, namun imbas jahe pada nyeri otot insan belum diselidiki secara luas, kata Patrick O’Connor, seorang profesor di College of Departemen Pendidikan kinesiologi. Ia juga percaya bahwa jahe yang dipanaskan, mungkin sanggup meningkatkan imbas penghilang rasa sakit.

Jahe juga dikenal mengandung zat kimia yang bekerja hampir sama dengan obat anti-radang non-steroid menyerupai ibuprofen dan aspirin.

O’Connor melaksanakan dua studi yang menguji imbas dari pengobatan pada nyeri otot memakai jahe mentah dan dan jahe panas. Efek ini diamati selama 11 hari. Rekan penelitinya ialah Chris Black, ajun profesor kinesiologi di Georgia College dan State University di Milledgeville, Matt Herring dan David Hurley, mahasiswa S3 UGA, dan seorang profesor kesehatan masyarakat di UGA’s College of Veterinary Medicine.
Manfaat Jahe Untuk Meringankan Nyeri Otot Pintar Pelajaran Manfaat Jahe Untuk Meringankan Nyeri Otot
Jahe dan jahe cincang. (Credit: iStockphoto/James Driscoll)
Peserta dalam penelitian, 34 relawan dan 40 relawan. Studi 1 dilakukan untuk mengamati imbas dari jahe mentah sedangkan studi 2 dilakukan untuk mengamati imbas jahe panas. Partisipan diberikan kapsul yang mengandung 2 gram jahe mentah (studi 1) dan jahe panas (studi 2) selama 11 hari. Tujuan penggunaan jahe panas ialah untuk mengetahui imbas plasebo dari konsumsi jahe.

Pada hari ke-8, partisipan diuji dengan cara mengangkat beban untuk mengukur cedera otot sedang pada lengan termasuk fungsi, peradangan dan rasa nyeri sebelum berlatih dan tiga hari kemudian. Tingkat dari kandungan kimia dalam badan juga diukur sebelum dan sesudah berlatih.

Penelitian membuktikan, asupan jahe setiap hari mengurangi nyeri akhir latihan olahraga sekitar 25 persen. Sementara itu, menghangatkan jahe tersebut sebelum dikonsumsi tidak mempunyai imbas signifikan, bahkan efeknya hanya 23 persen.

“Biaya personal dan ekonomi dari rasa nyeri sangat tinggi. Nyeri otot umumnya merupakan salah satu jenis yang paling umum dari rasa sakit dan nyeri otot akhir kegiatan berat secara khusus merupakan jenis paling umum dari cedera yang bekerjasama dengan olahraga atau rekreasi (misalnya, berkebun). Segala sesuatu yang sanggup meringankan jenis sakit tersebut akan sangat diapresiasi oleh orang-orang yang mengalami rasa sakit tersebut. Kata O’Connor.

Studi ini diterbitkan dalam edisi September The Journal of Pain.Studi ini dibiayai oleh McCormick Science Institute.

 Referensi Jurnal :

Christopher D. Black, Matthew P. Herring, David J. Hurley, Patrick J. O’Connor. Ginger (Zingiber officinale) Reduces Muscle Pain Caused by Eccentric Exercise. The Journal of Pain, 2010; DOI: 10.1016/j.jpain.2009.12.013

Artikel ini merupakan terjemahan dari bahan yang disediakan oleh University of Georgia via Science Daily (3 Juni 2011). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.