Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Thursday, November 28, 2019

Pintar Pelajaran Temuan Gres : Medan Magnetik Bumi Membantu Ikan Salmon Menemukan Daerah Asalnya

Pada ketika migrasi, Sockeye salmon (Oncorhynchus nerka)  biasanya berenang hingga 4.000 mil ke laut, setahun kemudian, mereka kembali ke hulu sungai di mana mereka dilahirkan, tujuannya yaitu untuk bertelur. Para ilmuwan, masyarakat, nelayan dan orang awam telah usang bertanya-tanya, bagaimana salmon sanggup menemukan jalan mereka kembali ke hulu sungai tersebut, padahal jarak yang ditempuh sangat jauh.
 mereka kembali ke hulu sungai di mana mereka dilahirkan Pintar Pelajaran Temuan Baru : Medan Magnetik Bumi Membantu Ikan Salmon Menemukan Tempat Asalnya
Sockeye salmon Oncorhynchus nerka, beratnya sanggup mencapai 8 pound dan bisa mencapai panjang 3 meter. (Credit: Dr. Tom Quinn, University of Washington) 
Bagaimana cara ikan salmon melaksanakan hal itu?

Sebuah studi gres yang diterbitkan ahad ini di jurnal Current Biology, memperlihatkan bahwa, salmon menemukan jalan kembali ke hulu sungai dengan mencicipi medan magnetik unik yang ada di sungai.

Sebagai bab dari studi ini, tim peneliti memakai data tangkapan ikan salmon selama lebih dari 56 tahun terakhir, untuk mengidentifikasi rute yang diambil ikan salmon di sepanjang bumi bab utara, yang kemungkinan berada di erat Alaska atau Kepulauan Aleutian di Samudera Pasifik, hingga muara sungai tempat mereka berasal yaitu sungai Fraser di British Columbia, Kanada. Data ini kemudian dibandingkan dengan intensitas medan magnet bumi di lokasi penting pada rute migrasi ikan salmon.

Bumi mempunyai medan magnet yang melemah seiring makin dekatnya dengan khatulistiwa dan dan medan magnet ini secara sedikit demi sedikit berubah secara tahunan. Oleh alasannya yaitu itu, intensitas magnetosfer di lokasi tertentu mempunyai keunikan dan sedikit berbeda dari tahun ke tahun.

Karena Pulau Vancouver terletak sempurna di depan lisan Sungai Fraser, hal ini menghalangi kanal pribadi ke lisan sungai dari Samudra Pasifik. Namun, salmon sanggup menyelinap melalui bab belakang Pulau Vancouver dan mencapai lisan sungai dari utara melalui Selat Queen Charlotte atau dari selatan melalui Selat Juan De Fuca.

Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa intensitas medan magnet sanggup memprediksi rute mana yang dipakai ikan salmon untuk memutari Pulau Vancouver pada suatu tahun tertentu. Salmon kemungkinan lebih menentukan rute yang mempunyai medan magnet yang paling seolah-olah dengan medan magnet di sungai Fraser pada tahun sebelumnya.

"Hasil ini konsisten dengan pendapat bahwa ikan salmon remaja bisa “belajar dan mengingat” medan magnetik unik yang menuntun kembali ke hulu sungai tempat mereka, dan kemudian mencari medan magnet yang sama selama migrasi yang bertujuan untuk melaksanakan pemijahan," kata Nathan Putman, seorang peneliti pasca-doktoral di Oregon State University dan penulis utama pada penelitian ini.

Hasil Penelitian yang Penting

Telah usang diketahui bahwa beberapa binatang memakai medan magnet bumi untuk mengikuti keadaan dan menggunakannya sebagai penunjuk rute. Namun, para ilmuwan belum pernah mendokumentasikan kemampuan binatang untuk "belajar"  mengenali medan magnet. Sebelumnya mereka hanya sekedar meneliti pewarisan isu wacana hal itu atau cara binatang memakai medan magnet untuk menemukan lokasi tertentu.

Studi ini memperlihatkan bukti empiris pertama mengenai pengenalan medan magnetik pada binatang dan merupakan inovasi gres yang fenomenal di bidang sikap biologi.
Selain itu, studi ini memperlihatkan bahwa, hal ini kemungkinan sanggup dipakai untuk meramalkan pergerakan salmon memakai pemodelan geomagnetik, dimana hal ini akan mempunyai implikasi penting bagi pengelolaan perikanan.

“Peta” Ikan Salmon

Putman menyampaikan para ilmuwan tidak tahu persis bagaimana awal dan seberapa sering salmon menyidik medan magnet bumi untuk mengidentifikasi lokasi geografis mereka selama melaksanakan perjalanan kembali ke rumah. "Tapi," katanya, "bagi salmon, untuk sanggup pergi dari beberapa lokasi yang berjarak 4.000 mil jauhnya di tengah Pasifik, mereka perlu menciptakan pilihan migrasi yang benar di awal  dan mereka perlu tahu untuk memulai dari arah mana. Untuk itu, kemungkinan besar mereka akan memakai medan magnet. "

Putman menambahkan, "Pada ketika salmon melewati rute tersebut, arus laut, dan kekuatan lain kemungkinan menghempaskan mereka. Kaprikornus mereka mungkin perlu menyidik kembali posisi medan magnet selama migrasi semoga mereka tetap pada jalur. Setelah mereka erat dengan garis pantai, mereka perlu untuk tetapkan sasaran jalur mereka, dan kemungkinan akan terus- menerus mengecek medan magnet yang sesuai selama tahap migrasi mereka. "

Putman menyampaikan bahwa, sekali salmon mencapai sungai tempat mereka menetas, mereka mungkin akan memakai  penciuman mereka untuk menemukan anak sungai tertentu di mana mereka menetas sebelumnya. Namun, pada jarak yang sangat jauh, medan magnet akan menjadi menandakan yang lebih berkhasiat bagi salmon.

Perjalanan Panjang Ikan Salmon

Seperti Salmon Pasifik lainnya, salmon sockeye bertelur di kawasan sungai yang berkerikil. Setelah salmon menetas, mereka menghabiskan waktu satu hingga tiga tahun di air tawar, dan kemudian mereka bermigrasi menuju laut.

Selanjutnya, salmon menempuh perjalanan ribuan mil dari sungai rumah mereka menuju  Pasifik Utara selama sekitar dua tahun dan sesudah dewasa, mereka bermigrasi kembali ke tempat mereka menetas.

Ketika migrasi, salmon harus mengalami transisi dari air tawar ke air laut, dan kemudian kembali lagi. Selama proses transisi, salmon mengalami metamorfosis yang hampir sama dengan metamorfosis ulat menjadi kupu-kupu. Setiap metamorfosis salmon tersebut melibatkan pergantian jaringan insang yang memungkinkan ikan untuk menjaga keseimbangan garam yang sesuai dalam lingkungannya. Salmon mempertahankan garam ketika di air tawar dan memompa keluar kelebihan garam ketika di air garam.

Salmon biasanya akan kelelahan sesudah mereka melaksanakan keseluruhan migrasi yang sanggup mencapai jarak hingga 8.000 mil. Mereka biasanya akan segera mati sesudah pemijahan.

Referensi Jurnal :

Nathan F. Putman, Kenneth J. Lohmann, Emily M. Putman, Thomas P. Quinn, A. Peter Klimley, David L.G. Noakes. Evidence for Geomagnetic Imprinting as a Homing Mechanism in Pacific Salmon. Current Biology, 2013; DOI: 10.1016/j.cub.2012.12.041.

Artikel ini merupakan terjemahan dari bahan yang disediakan oleh National Science Foundation via Science Daily (7 Februari 2013).

Pintar Pelajaran Printer Ini Bisa Mencetak Obyek 3D Berstruktur Mikro Dan Nano


Pada Konferensi Photonics West yang diadakan pada 2-7 Februari 2013 di The Moscone Center, yaitu bazar internasional terkemuka pada bidang fotonik yang berlangsung di San Francisco (AS) pekan ini, Nanoscribe GmbH, sebuah anak perusahaan dari Karlsruhe Institute of Technology (KIT) memamerkan printer 3D tercepat di dunia yang bisa menghasilkan struktur mikro dan nano.

Dengan printer ini, obyek 3D yang sangat kecil, bahkan lebih kecil dari diameter rambut manusia, sanggup diproduksi dengan waktu minimum namun mempunyai resolusi yang maksimum. Printer ini didasarkan pada metode litografi laser terbaru.

Sistem Litografi Laser 3D yang dikembangkan oleh Nanoscribe ini telah dipakai untuk banyak sekali macam penelitian oleh tim peneliti baik dari KIT maupun ilmuwan di seluruh dunia.  Penelitian mereka berkonsentrasi pada menggantikan elektronik konvensional dengan sirkuit optik yang mempunyai kinerja lebih tinggi. Untuk tujuan ini, sistem Nanoscribe dipakai untuk mencetak polimer untuk memandu gelombang biar sanggup mencapai kecepatan transfer data lebih dari 5 terabit per detik.

Peningkatan Kecepatan: Jam Berubah menjadi Menit

Dengan memakai metode litografi laser terbaru, kecepatan cetak meningkat dengan faktor perkalian sekitar 100. Peningkatan hasil kecepatan ini didapat dari penggunaan sistem cermin galvo, yaitu teknologi yang juga diterapkan dalam perangkat pertunjukan laser atau unit scanning drive CD dan DVD. Melalui refleksi sinar laser dari cermin galvo yang berputar maka akan sanggup memfasilitasi posisi laser biar bisa fokus dengan cepat dan tepat. "Kami merevolusi pencetakan 3D pada skala mikrometer Presisi dan kecepatan yang berskala industri ini sanggup dicapai oleh adanya teknologi galvo. Manfaat yang dihasilkan oleh produk kami tercipta berkat adanya penelitian yang serius selama lebih dari satu dekade pada bidang fotonik, yaitu teknologi dari era ke-21 yang menjadi kunci kesuksesan ini," ujar Martin Hermatschweiler, Direktur Manager Nanoscribe GmbH.

Mekanisme: Two-photon Polymerization

Teknik Penulisan Menggunakan Laser secara eksklusif yang menjadi dasar dari metode pencetakan 3D ini didasarkan pada polimerisasi dua foton. Sama menyerupai kertas yang terbakar saat terkena sinar matahari yang difokuskan melalui beling pembesar, dimana pulsa laser ultra-pendek yang mempolimerisasi materi fotosensitif pada titik fokus laser.

Berikut ini yakni rujukan cetakannya  :
 Pada Konferensi Photonics West yang diadakan pada  Pintar Pelajaran Printer ini Mampu Mencetak Obyek 3D Berstruktur Mikro dan Nano
Gambar 1. Patung yang dibentuk oleh Alexander Kiesling. (Credit: Nanoscribe)
 Pada Konferensi Photonics West yang diadakan pada  Pintar Pelajaran Printer ini Mampu Mencetak Obyek 3D Berstruktur Mikro dan Nano
Gambar 2. St. Stephan's cathedral, Vienna. (Credit: Nanoscribe)
 Pada Konferensi Photonics West yang diadakan pada  Pintar Pelajaran Printer ini Mampu Mencetak Obyek 3D Berstruktur Mikro dan Nano
Gambar 3. Tower Bridge, London. (Credit: Nanoscribe)
 Pada Konferensi Photonics West yang diadakan pada  Pintar Pelajaran Printer ini Mampu Mencetak Obyek 3D Berstruktur Mikro dan Nano
Gambar 4. Jet Tempur. (Credit: Nanoscribe)
 Pada Konferensi Photonics West yang diadakan pada  Pintar Pelajaran Printer ini Mampu Mencetak Obyek 3D Berstruktur Mikro dan Nano
Gambar 5. Mobil balap Formula. (Credit: Nanoscribe)
 Pada Konferensi Photonics West yang diadakan pada  Pintar Pelajaran Printer ini Mampu Mencetak Obyek 3D Berstruktur Mikro dan Nano
Gambar 6. Detail struktur selular. (Credit: Nanoscribe)
Lihat juga Videonya di bawah ini :



Artikel ini merupakan terjemahan dari materi yang disediakan oleh Karlsruhe Institute of Technology via Science Daily (8 Februari 2013). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Tuesday, November 26, 2019

Pintar Pelajaran Amlexanox, Kandidat Gres Obat Diabetes Dan Obesitas


Para peneliti di University of Life Sciences Michigan Institute telah menemukan bahwa amlexanox (biasa dikenal Aphthasol) sanggup  digunakan terhadap penyakit menyerupai obesitas, diabetes dan perlemakan hati pada tikus. Obat ini belum dipatenkan ini telah dipakai untuk pengobatan asma dan pengobatan lainnya. Penemuan ini dilakukan oleh laboratorium yang dipimpin oleh alan Saltiel, yaitu Direktur Mary Sue Coleman, Life Sciences Institute, Universitas Michigan (UM). Temuan ini akan diterbitkan secara online pada tanggal 10 Februari di jurnal Nature Medicine.

"Salah satu alasan bahwa diet tidak lagi efektif terhadap penurunan berat tubuh bagi sebagian orang yaitu alasannya yaitu tubuh mereka mengikuti keadaan dengan pengurangan kalori dan menurunkan proses metabolisme, sehingga diet tidak akan menurunkan berat tubuh mereka," kata Saltiel. "Amlexanox sepertinya menaikkan respon metabolik terhadap penyimpanan kalori yang berlebihan pada tikus."
 Para peneliti di University of Life Sciences Michigan Institute telah menemukan bahwa aml Pintar Pelajaran Amlexanox, Kandidat Baru Obat Diabetes dan Obesitas
Tikus gemuk di sebelah kanan diberi teladan makan (diet) dengan asupan tinggi lemak (diet ketogenik). Tikus di sebelah kiri diberi teladan makan yang sama, namun berat badannya normal sesudah diberi asupan amlexanox. Diet ketogenik yaitu diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat sebelumnya telah berhasil dipakai untuk menghilangkan atau mengurangi kejang pada anak dengan epilepsi alasannya yaitu resistan terhadap obat. Hal ini alasannya yaitu ketika tubuh kekurangan karbohidrat dan gula, maka tubuh akan memakai cadangan lemak untuk membentuk energi. (Credit: Shannon Reilly)
Formulasi yang berbeda dari amlexanox ketika ini dipakai untuk mengobati asma di Jepang dan sariawan di Amerika Serikat. Saltiel bekerja sama dengan seorang jago uji klinis di UM untuk menguji apakah amlexanox akan berkhasiat untuk mengobati obesitas dan diabetes pada manusia. Dia juga bekerja sama dengan jago kimia obat di UM untuk membuatkan senyawa gres dari amlexanox yang akan mengoptimalkan formula obat ini.

Studi ini muncul untuk mengkonfirmasi dan membuatkan gagasan bahwa, gen IKKE dan TBK1 memainkan tugas penting untuk menjaga keseimbangan metabolisme. Penemuan tersebut diterbitkan oleh laboratorium Saltiel pada tahun 2009 di jurnal Cell.

"Amlexanox sepertinya bekerja pada tikus dengan menghambat dua gen, yaitu IKKE dan TBK1, dimana kedua gen ini bertindak semacam “rem” pada metabolisme," kata Saltiel. "Dengan melepaskan rem, amlexanox sepertinya membebaskan sistem metabolisme untuk mengkremasi lebih banyak kalori."

Peralatan identifikasi kimia berkinerja tinggi  digunakan untuk mencari senyawa yang menghambat IKKE dan TBK. Para peneliti lalu menunjukkan bahwa amlexanox mempunyai imbas yang menguntungkan baik secara genetik dan diet pada tikus yang gemuk. Senyawa pada obat ini menurunkan berat tubuh tikus yang gemuk dan membalikkan imbas problem metabolisme menyerupai diabetes dan perlemakan hati.

"Studi ini memberitahu kita bahwa, setidaknya pada tikus, jalur IKKE/TBK1 memainkan tugas penting dalam mempertahankan berat tubuh dengan meningkatkan penyimpanan dan menurunkan pembakaran kalori. Dengan menghambat jalur tersebut memakai senyawa pada amlexlanox, kita sanggup meningkatkan metabolisme dan mendorong penurunan berat badan, menyembuhkan diabetes dan mengurangi perlemakan hati, "kata Saltiel.

Obat ini telah di pasarkan di Jepang selama lebih dari 25 tahun.

Namun, para peneliti belum mengetahui apakah obat tersebut mempunyai imbas yang sama tehadap manusia. Penemuan efektivitas amlexanox pada tikus sanggup dapat dipakai untuk pengembangan senyawa yang kondusif dan efektif untuk mengobati obesitas dan diabetes pada manusia. "Kami akan bekerja keras untuk mengetahui hal itu," kata Saltiel.

Pencarian Saltiel pada obat yang menargetkan jalur IKKE/TBK1 didukung oleh Life Science Institute's Innovation Partnership yang menyediakan dana filantropi dan bimbingan bisnis untuk membantu mengarahkan penelitian yang menjanjikan menuju komersialisasi.

Penelitian ini juga didukung oleh National Institutes of Health, the Michigan Diabetes Research and Training Center, the Michigan Institute for Clinical and Health Research dan the Nathan Shock Center in the Basic Biology of Aging.

Referensi Jurnal :
  1. Shannon M Reilly, Shian-Huey Chiang, Stuart J Decker, Louise Chang, Maeran Uhm, Martha J Larsen, John R Rubin, Jonathan Mowers, Nicole M White, Irit Hochberg, Michael Downes, Ruth T Yu, Christopher Liddle, Ronald M Evans, Dayoung Oh, Pingping Li, Jerrold M Olefsky, Alan R Saltiel. An inhibitor of the protein kinases TBK1 and IKK-ɛ improves obesity-related metabolic dysfunctions in mice. Nature Medicine, 2013; DOI: 10.1038/nm.3082.
Artikel ini merupakan terjemahan dari bahan yang disediakan oleh University of Michigan via Science Daily (10 Februari 2013). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Pintar Pelajaran Menumbuhkan Sel Punca Pada Pemukaan Berskala Nano Untuk Transplantasi Tulang


Para ilmuwan di University of Southampton telah membuat metode revolusioner untuk menghasilkan sel-sel tulang yang sanggup dipakai untuk terapi perbaikan tulang dan patah tulang. Metode ini juga sanggup dipakai bagi mereka yang membutuhkan operasi penggantian pinggul akhir osteoporosis dan osteoarthritis.

Penelitian ini dilakukan oleh Dr. Emmajayne Kingham di University of Southampton berafiliasi dengan University of Glasgow dan diterbitkan di jurnal Small. Pada penelitian ini, sel punca / stem cell embrio insan dikultur ke permukaan material berbahan plastik dan menganalisa kemampuan sel tersebut untuk bermetamorfosis tulang.

Para ilmuwan bisa memakai teladan Nanotopographical pada plastik biomedis untuk memanipulasi sel punca embrio insan bermetamorfosis sel-sel tulang. Hal ini dilakukan tanpa pelengkap materi kimia.
 Para ilmuwan di University of Southampton telah membuat metode revolusioner untuk men Pintar Pelajaran Menumbuhkan Sel Punca Pada Pemukaan Berskala Nano untuk Transplantasi Tulang
Temuan gres mengenai cara menumbuhkan dan membuatkan sel punca sanggup berpotensi untuk  terapi transplantasi tulang. Credit: Image courtesy of University of Southampton)
Material yang dipakai mencakup material implan biomedis yang berbahan plastik polikarbonat. Plastik polikarbonat yakni plastik serbaguna yang dipakai yntuk aneka macam macam hal, dari jendela anti peluru sampai materi CD. Penemuan ini menyampaikan cara yang lebih gampang dan murah untuk mengkultur sel punca embrio insan dan menyampaikan peluang gres untuk penelitian medis di masa depan.

Profesor Richard Oreffo, yang memimpin tim peneliti dari University of Southampton, menjelaskan:. "Untuk menghasilkan sel-sel tulang yang sanggup dipakai sebagai obat regeneratif dan penelitian medis lebih lanjut, ada aneka macam macam tantangan yang harus kami hadapi. Namun kami telah menemukan bahwa, dengan memanfaatkan teknologi ini, kami sanggup meningkatkan produksi dan pembentukan sel punca embrio insan menjadi sel-sel tulang. Dengan ini, kita bisa membantu proses rekayasa jaringan. Oleh alasannya yakni itu, hal ini merupakan sesuatu yang sangat menarik.”

"Penelitian kami menyampaikan pendekatan gres untuk pengobatan rangka secara regeratif. Penggunaan teladan Nanotopographical sanggup memungkinkan desain kultur sel baru, desain perangkat baru, dan sanggup dipakai sebagai terobosan pada terapi perbaikan tulang, serta untuk penelitian lebih lanjut mengenai sel punca pada manusia,."tambah Profesor Oreffo.

Penemuan terbaru ini mengembangkan penelitian yang sebelumnya telah dilakukan oleh University of Southampton dan University of Glasgow. Pada tahun 2011, mereka berhasil memakai plastik dengan teladan nano timbul, untuk menumbuhkan dan membuatkan sel punca remaja sambil menjaga karakteristik sel punca tersebut. Cara ini merupakan proses yang lebih murah dan lebih gampang untuk memproduksi sel punca, jika dibandingkan dengan cara sebelumnya.

Dr Nikolaj Gadegaard dari Institut Molekuler, Sel dan Sistem Biologi di University of Glasgow, mengatakan: "Penelitian kolaboratif kami sebelumnya telah memperlihatkan cara-cara gres yang menarik untuk mengendalikan pertumbuhan sel punca mesenchymal (sel punca dari sumsum tulang orang dewasa) dan diferensiasi pada teladan terjadwal nano.

Studi ini dibiayai oleh Biotechnology and Biological Sciences Research Council (BBSRC).

Temuan gres yang dipimpin oleh Universitas Southamton ini memperlihatkan bahwa meskipun  Embryonic stem cells berasal dari sumber yang sama sekali berbeda, namun tetap memperlihatkan respon yang sama sehingga hal ini benar-benar membuka bidang gres untuk penelitian lebih lanjut. Dengan adanya lebih banyak riset selanjutnya, maka hal ini akan menyampaikan harapan kepada kita untuk menarget lebih banyak kondisi degeneratif menyerupai cita-cita kita semula. Hasil penelitian ini sangat penting secara fundamental.

Referensi Jurnal :
  1. Emmajayne Kingham, Kate White, Nikolaj Gadegaard, Matthew J. Dalby, Richard O. C. Oreffo.Nanotopographical Cues Augment Mesenchymal Differentiation of Human Embryonic Stem Cells. Small, 2013; DOI: 10.1002/smll.201202340
Artikel ini merupakan terjemahan dari materi yang disediakan oleh University of Southampton via Science Daily (11 Februari 2013). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Pintar Pelajaran Para Ilmuwan Berhasil Menghilangkan Kemampuan Kulit Untuk Mencicipi Dingin


Ahli saraf dari USC telah berhasil memahami terjadinya sensasi masbodoh pada tingkat sel. Mereka mengidentifikasi jaringan neuron sensorik di kulit yang mengatur sensasi dingin. David McKemy, profesor neurobiologi di USC Dornsife College of Letters, Arts and Sciences dan timnya berhasil mematikan secara selektif kemampuan untuk mencicipi masbodoh pada tikus, namun tikus tersebut masih sanggup mencicipi panas dan sentuhan.

Pada penelitian sebelumnya, McKemy menemukan korelasi antara rasa masbodoh dan protein yang dikenal sebagai TRPM8, yang merupakan sensor suhu masbodoh di neuron kulit, serta reseptor untuk rasa mentol. Sekarang, pada makalah yang muncul di Journal of Neuroscience pada tanggal 13 Februari, McKemy dan rekan-rekan penelitinya telah berhasil mengisolasi neuron yang mengekspresikan TRPM8, sehingga fungsinya secara khusus sanggup diuji.
 Ahli saraf dari USC telah berhasil memahami terjadinya sensasi masbodoh pada tingkat sel Pintar Pelajaran Para Ilmuwan Berhasil Menghilangkan Kemampuan Kulit Untuk Merasakan Dingin
Goose bumps atau tonjolan kecil pada kulit akhir merinding sehingga menciptakan rambut pada pori-pori kulit berdiri. Hal ini menyebabkan lapisan lemak persis di bawah kulit sebagai membentuk lapisan insulasi untuk mencegah kehilangan panas. (Credit: © Oleksii Sergieiev / Fotolia)
Dengan memakai agenda mouse-tracking yang dikembangkan oleh salah satu mahasiswa McKemy, para peneliti menguji tikus kontrol dan tikus tanpa neuron TRPM8 pada permukaan yang sanggup diatur suhunya. Suhu permukaan berkisar antara 0 derajat hingga 50 derajat Celsius (32 hingga 122 derajat Fahrenheit).

Para peneliti menemukan bahwa tikus yang kehilangan TRPM8 tidak bisa mencicipi dingin, tapi masih bisa menanggapi panas. Tikus kontrol cenderung berada pada tempat dengan suhu sekitar 30 derajat Celcius (86 derajat Fahrenheit) dan menghindari kedua tempat masbodoh dan panas. Tapi, tikus tanpa TRPM8 hanya menghindari permukaan yang panas.

Pada tes kekuatan genggaman tangan, respon terhadap sentuhan, atau gerakan terkoordinasi, menyerupai menyeimbangkan tubuh diatas tongkat yang berputar, tidak ada perbedaan antara tikus kontrol dan tikus tanpa TRPM8.

Dengan lebih memahami cara-cara tertentu di mana kita mencicipi sensasi, para ilmuwan berharap suatu hari sanggup menyebarkan pengobatan yang bisa mengurangi rasa nyeri, namun tidak menghilangkan semua kemampuan pasien untuk melaksanakan respon sensorik.

"Masalah dengan obat anti nyeri kini adalah, obat tersebut biasanya hanya mengurangi peradangan, yang merupakan salah satu penyebab utama nyeri, atau obat tersebut justru menghilangkan semua kemampuan pasien untuk melaksanakan respon sensorik dan tidak bisa hanya menghilangkan secara sementara terhadap respon sensorik yang ditarget" kata McKemy. "Salah satu tujuan kami yaitu untuk membuka pengembangan bagi obat-obat yang sanggup mengatasi rasa sakit secara langsung, akan tetapi tidak menyebabkan pasien benar-benar mati rasa."

Artikel ini merupakan terjemahan dari bahan yang disediakan oleh University of Southern California via Science Daily (12 Februari 2013). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Pintar Pelajaran Mengapa Sebagian Orang Tidak Bisa Menyerap Warta Dengan Baik ?


Alasan mengapa beberapa orang lebih jelek dalam mempelajari sesuatu dibandingkan yang lain telah diungkapkan oleh tim peneliti dari Berlin, Bochum, dan Leipzig. Mereka telah menemukan bahwa duduk masalah utama yang menjadikan hal tersebut yaitu otak kurang memproses isu yang harus dipelajari. Para ilmuwan melatih respon sentuhan pada subyek biar menjadi lebih sensitif. Pada subyek yang merespon dengan baik pada ketika pelatihan, EEG (Electroencephalography / proses perekaman kegiatan listrik di otak) mengatakan terjadinya perubahan karakteristik pada kegiatan otak, lebih khususnya pada gelombang alfa. Gelombang alfa ini menunjukkan, seberapa efektifkah otak memanfaatkan isu sensorik yang diharapkan untuk belajar. "Sebuah pertanyaan menarik kini yaitu sejauh mana kegiatan alfa sanggup dipengaruhi dengan perlakuan tertentu," kata PD Dr Hubert Dinse dari Neural Plasticity Lab of the Ruhr-Universität Bochum Bochum. "Hal ini sanggup mempunyai implikasi yang besar untuk terapi setelah cedera otak atau untuk memahami proses belajar."
 Alasan mengapa beberapa orang lebih jelek dalam mempelajari sesuatu dibandingkan yang lai Pintar Pelajaran Mengapa Sebagian Orang tidak Mampu Menyerap Informasi Dengan Baik ?
Proses EEG (Electroencephalography). (Credit: Copyright: MPI CBS Leipzig)
Tim peneliti dari Ruhr-Universität, Humboldt Universität zu Berlin, Charite - Universitätsmedizin Berlin dan Max Planck Institute (MPI) for Human Cognitive and Brain Sciences melaporkan temuan mereka di Journal of Neuroscience.

Belajar tanpa memperhatikan : pembinaan pasif indera peraba

Para peneliti berulang kali merangsang indera peraba selama 30 menit dengan listrik pada kulit tangan. Sebelum dan setelah pembinaan pasif ini, mereka menguji apa yang disebut dengan "dua-titik ambang diskriminasi," sebuah ukuran dari sensitivitas terhadap sentuhan. Untuk ini, mereka menekan tangan secara lembut dengan dua jarum dan memilih jarak terkecil antara jarum di mana pasien masih menganggap kedua jarum tersebut sebagai rangsangan yang terpisah. Rata-rata, pembinaan pasif ini, meningkatkan ambang diskriminasi sebesar dua belas persen, - tetapi tidak pada semua penerima yang berjumlah 26 orang. Dengan memakai EEG, tim peneliti mempelajari mengapa beberapa orang berguru lebih baik daripada yang lain.

Pencitraan kondisi otak dengan memakai EEG: efek kegiatan gelombang alfa

Mitra kerjasama dari Berlin dan Leipzig, PD Dr Petra Ritter, Dr Frank Freyer, dan Dr Robert Becker mencatat EEG yang impulsif terjadi pada subyek sebelum dan selama pembinaan pasif. Mereka lalu mengidentifikasi komponen kegiatan otak yang berkaitan dengan peningkatan hasil tes diskriminasi tersebut. Aktivitas gelombang alfa, yaitu kegiatan otak berada pada rentang frekuensi 8 hingga 12 hertz, ternyata sangat memilih hasil simpulan tes.  Aktivitas gelombang alfa yang lebih tinggi sebelum pembinaan pasif, menciptakan seseorang menjadi semakin baik dalam belajar. Selain itu, semakin banyak kegiatan gelombang alfa yang menurun selama pembinaan pasif, maka penerima akan semakin gampang mempelajari sesuatu. Efek ini terjadi di korteks somatosensori, di mana cuilan di otak yang mengatur indera peraba.

Para peneliti mencari metode gres untuk terapi

"Bagaimana ritme gelombang alfa sehingga berhasil mempengaruhi kemampuan berguru seseorang merupakan suatu hal  yang kita selidiki dengan jadwal komputer," kata PD Dr Petra Ritter, Kepala Kelompok Kerja "Brain Modes"  di Leipzig MPI dan Charité Berlin. "Hanya pada ketika kita memahami pengolahan isu kompleks di dalam otak, maka kita bisa melaksanakan intervensi khusus terhadap proses yang terjadi di otak untuk membantu orang yang mengalami gangguan," tambah Petra Ritter. 

Belajar tergantung pada susukan terhadap isu sensorik

Aktivitas gelombang alfa yang tinggi dianggap sebagai penanda kesiapan otak untuk mengeksploitasi isu gres yang masuk. Sebaliknya, penurunan berpengaruh kegiatan alfa selama stimulasi sensorik dianggap sebagai indikator bahwa otak memproses rangsangan dengan sangat efisien. Oleh sebab itu, hal ini mengatakan bahwa, pembelajaran berbasis persepsi sangat tergantung pada seberapa besar isu sensorik ini sanggup diakses. Aktivitas gelombang alfa sebagai penanda keadaan otak terus berubah, sehingga perubahan ini sangat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menangkap dan memproses informasi.

Referensi Jurnal :

  1. F. Freyer, R. Becker, H.R. Dinse, P. Ritter. State-dependent perceptual learning. Journal of Neuroscience, 2013 DOI: 10.1523/JNEUROSCI.4039-12.2013
Artikel ini merupakan terjemahan dari materi yang disediakan oleh Ruhr-Universitaet-Bochum via Science Daily (13 Februari 2013). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Wednesday, November 20, 2019

Pintar Pelajaran Inilah Baterai Seumur Hidup Bertenaga Gula Dan Oksigen Untuk Alat Pacu Jantung


Inilah Baterai Seumur Hidup Bertenaga Gula Dan Oksigen Untuk Alat Pacu Jantung - Inilah perangkat kecil yang memakai udara yang kita hirup dan masakan yang kita makan untuk membuat listrik yang hampir cukup untuk menjalankan alat pacu jantung. Sebuah sel materi bakar implan gres yang sanggup mengubah oksigen dan gula di badan menjadi listrik. Cara ini sanggup menghasilkan listrik yang hampir cukup untuk menghidupkan alat pacu jantung. Sel materi bakar ini diperlukan pada suatu hari nanti sanggup cukup berpengaruh untuk mensuplai daya perangkat medis internal lainnya.

Udara yang Anda hirup dan masakan yang Anda makan nantinya akan memberi kekuatan tubuh, pikiran, dan implan (alat yang ditanamkan di dalam tubuh) Anda.

Sel biofuel bertenaga gula dan oksigen untuk pertama kalinya telah berhasil ditanamkan pada makhluk hidup. Pada pengujian yang lebih lanjut, sel  berbasis glukosa ini sanggup membangkitkan daya listrik untuk implan ibarat alat pacu jantung dan ginjal buatan, serta perangkat medis lainnya.

“Ini yaitu pertama kalinya alat ibarat GBFC telah berhasil dipakai pada hewan,” kata Philippe Cinquin, seorang ilmuwan di Joseph Fourier University di Grenoble, Perancis, dan rekan penulis dari makalah yang diterbitkan dalam PLoS One.

Sebuah sel materi bakar yang biokompatibel bertenaga gula dan oksigen akan menawarkan manfaat besar bagi industri medis. Perangkat ini sanggup menjadi solusi bagi kekurangan perangkat sebelumnya. Sebelumnya, perangkat berukuran kecil ini yang ditanamkan ke peralatan di dalam badan melalui pembedahan mempunyai kelemahan yaitu ketika energi baterai tersebut habis, maka harus dilakukan operasi untuk menggantinya dengan baterai yang baru.
Inilah Baterai Seumur Hidup Bertenaga Gula Dan Oksigen Untuk Alat Pacu Jantung Pintar Pelajaran Inilah Baterai Seumur Hidup Bertenaga Gula Dan Oksigen Untuk Alat Pacu Jantung
Gambar ini memperlihatkan implan sel biofuel berbasis glukosa yang sanggup menjalankan alat pacu jantung pada insan (Foto: Joseph Fourier University/ news.discovery.com)
Implan biofuel ini tidak akan harus selalu diganti, kecuali jikalau pecah. Alat ini hanya akan mengambil sedikit kawasan (ruang) di dalam badan seseorang. Selama badan masih normal, maka perangkat ini akan mempunyai sumber materi bakar terus-menerus.

Sebelumnya, kelompok peneliti lain telah mencoba membuat perangkat serupa, namun kondisi kimiawi dan lingkungan biologis yang susah dikontrol di dalam tubuh, membuat perjuangan mereka tidak membuahkan hasil.

Sel materi bakar gres yang diciptakan oleh para ilmuwan Perancis ini berbentuk ibarat dua koin kecil yang saling menempel. Kedua sisi dibentuk dari grafit, tetapi mengandung enzim yang berbeda untuk memecah oksigen dari udara dan gula dari makanan. Ketika enzim memecah molekul-molekul, mereka membuat muatan listrik kecil.

Keseluruhan Sel materi bakar ini dibungkus dalam kantong dialisis plastik bening, yang memungkinkan gula dan oksigen yang terlarut di cairan dan menggenangi sel-sel materi bakar, untuk masuk dan bersentuhan dengan grafit. Hal ini akan menghasilkan listrik yang diproduksi oleh enzim. Metode ini merupakan kunci yang sebelumnya tidak diketahui oleh peneliti lain.

Ketika ditanamkan ke dalam perut dua ekor tikus, satu sel materi bakar menghasilkan maksimum daya 6,5 milivolt, terlalu lemah untuk perangkat dikala ini. Alat pacu jantung membutuhkan listrik 10 milivolt. Sel materi bakar lain yang ditanamkan pada tikus lain berfungsi selama hampir tiga bulan, meskipun pada output daya yang rendah.

Para ilmuwan Perancis menyampaikan mereka yakin bahwa dalam beberapa tahun ke depan mereka sanggup menghasilkan listrik yang cukup untuk memenuhi daya perangkat yang lebih maju, ibarat sfingter (suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih sanggup lewat) dan menutup) buatan untuk pasien yang mengalami Radical prostatectomy (pembedahan untuk mengangkat tumor pada prostat), atau ginjal buatan untuk penderita diabetes.

Ilmuwan lain yang terkesan dengan penelitian mengatakan, “Ada banyak hal yang sanggup mengganggu operasi dari sebuah sel materi bakar,” kata Joshua Gallaway, seorang insinyur elektrokimia di City University of New York. “Penggunaan kondisi laboratorium yang ibarat dengan sistem kerja dalam badan untuk  mengoperasikan perangkat ini merupakan kemajuan besar.”

Salah satu laba besar dari sel biofuel gres ini yaitu ukurannya yang kecil, kata Gallaway.

“Keuntungan lain dari sebuah sel biofuel yaitu umurnya yang panjang,” kata para ilmuwan Perancis. Baterai implan biasanya hanya bertahan antara lima dan delapan tahun, dan kemudian harus diangkat dengan operasi dan diganti. Tapi sebuah sel biofuel yang ditanamkan akan menghasilkan arus listrik terus-menerus sepanjang jantung seseorang terus berdetak.

Langkah berikutnya yaitu untuk menguji sel biofuel implan bertenaga glukosa pada skala lebih besar yaitu pada babi. Cara ini semestinya akan menghasilkan lebih banyak listrik.

Tes awal generasi selanjutnya implan bertenaga gula dan oksigen ini ternyata sudah mulai memperlihatkan hasil yang memuaskan. Daya listrik yang dihasilkan bisa menjadi beberapa kali lipat atau “lebih berpengaruh daripada perangkat yang dijelaskan dalam jurnal”, kata Cinquin.

Referensi Jurnal :

Cinquin P, Gondran C, Giroud F, Mazabrard S, Pellissier A, et al. (2010) A Glucose BioFuel Cell Implanted in Rats. PLoS ONE 5(5): e10476. doi: 10.1371/journal.pone.0010476.

Artikel ini merupakan terjemahan dari materi yang disediakan oleh News Discovery. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Pintar Pelajaran Teh Hijau Efektif Mengobati Gangguan Genetik Dan Tumor

Teh Hijau Efektif Mengobati Gangguan Genetik Dan Tumor - Teh hijau ternyata mengandung senyawa yang sangat bermanfaat dalam pengembangan obat-obatan yang dipakai untuk mengobati dua jenis tumor dan penyakit keturunan yang mematikan. Penemuan ini dipublikasikan di  Jurnal Biological Chemistry. Penemuan ini merupakan hasil penelitian Dr. Thomas Smith dari The Donald Danforth Plant Science Center dan rekannya di The Children’s Hospital of Philadelphia.

Enzim Glutamat dehidrogenase (GDH) ditemukan pada semua organisme hidup dan bertanggung jawab dalam mencerna asam amino. Pada hewan, GDH dikendalikan oleh jaringan metabolit yang kompleks. Selama puluhan tahun  masih timbul misteri, mengapa hanya binatang saja yang mempunyai regulasi menyerupai itu, sedangkan pada organisme lain tidak memilikinya.

Misteri tersebut sekarang sebagian mulai terkuak jawabannya,

Kelompok peneliti Stanley’s group menemukan bahwa penyakit keturunan mematikan menyerupai hyperinsulinism/hyperammonemia (HHS), terjadi jawaban hilangnya beberapa fungsi dari enzim GDH.  Pada ketika mengkonsumsi protein, orang yang mempunyai gangguan menyerupai ini (pada umumnya anak-anak) biasanya akan menghasilkan insulin yang berlebihan, sehingga sanggup menimbulkan hypoglycemic yang parah dan biasanya hal tersebut akan menimbulkan kematian.
Teh Hijau Efektif Mengobati Gangguan Genetik Dan Tumor Pintar Pelajaran Teh Hijau Efektif Mengobati Gangguan Genetik Dan Tumor
Teh hijau ternyata mengandung senyawa yang sangat bermanfaat dalam pengembangan obat-obatan yang dipakai untuk mengobati dua jenis tumor dan penyakit keturunan yang mematikan.(Foto: organicfacts.net)
Pada penelitian ini Dr. Smith dan rekan-rekannya mempelajari struktur atom senyawa yang terkandung di dalam teh hijau. Mereka menemukan dua senyawa alami pada teh hijau yang bisa meminimalisir gangguan genetik dengan menonaktifkan GDH yang terganggu regulasinya. Peneliti juga memakai X-ray crystallography untuk memilih struktur atom dari senyawa teh hijau  yang berikatan dengan enzim. Dengan adanya gosip dari struktur atomnya ilmuwan sanggup memodifikasi senyawa alami pada teh hijau dan diperlukan bisa menyebarkan obat yang lebih baik.

Secara mengejutkan, dua grup peneliti lain yang juga meneliti hal yang sama  menemukan bahwa senyawa dari teh hijau yang menonaktifkan GDH secara efektif sanggup membunuh dua jenis tumor yang berbeda, adalah glioblastomas (salah satu jenis tumor otak) dan tuberous sclerosis complex (penyakit kelainan genetik yang menimbulkan tumor jinak yang tumbuh pada beberapa organ).

Para peneliti juga mengungkapkan bahwa ketika ini, senyawa dari teh hijau sangat kondusif dan dikonsumsi oleh jutaan setiap hari. Teh ini mempunyai sejumlah sifat yang membuatnya sulit untuk dipakai sebagai obat sesungguhnya. Namun demikian, kerja sama berkelanjutan kami dengan laboratorium Stanley menunjukkan bahwa senyawa alami yang ada pada flora ini  dapat mengontrol penyakit  mematikan dan dengan mengetahui struktur atomnya, maka penelitian ini merupakan titik awal untuk pengembangan obat jenis baru.

Referensi Jurnal:

C. Li, M. Li, P. Chen, S. Narayan, F. M. Matschinsky, M. J. Bennett, C. Stanley, T. J. Smith. Green Tea Polyphenols Control Dysregulated Glutamate Dehydrogenase In Transgenic Mice By Hijacking The ADP Activation Site. Journal of Biological Chemistry, 2011; DOI:10.1074/jbc.M111.268599

Artikel ini merupakan terjemahan dari goresan pena ulang menurut bahan yang disediakan oleh Donald Danforth Plant Science Center, via Science Daily (30 Agustus 2011). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Pintar Pelajaran Perubahan Iklim Kemungkinan Menghasilkan Perubahan Ekosistem Yang Sangat Drastis

Perubahan Iklim Kemungkinan Menghasilkan Perubahan Ekosistem Yang Sangat Drastis - NASA melaporkan bahwa pada tahun 2100 akan terjadi perubahan iklim global yang  mengubah hampir setengah dari seluruh komunitas yang berada di permukaan  bumi dan akan mendorong konversi dari satu jenis komunitas ekologi utama ibarat hutan, padang rumput atau tundra menjadi ekosistem yang lain. Konversi ini sanggup mencapai 40 persen dari lahan berbasis ekosistem. Peneliti dari Laboratorium Jet Propulsion (JPL) NASA dan Institut Teknologi California di Pasadena, California, telah menyidik segala kemungkinan yang timbul dari perubahan iklim bumi terhadap reaksi tumbuhan selama tiga era berikutnya. Iklim mengalami perubahan sebab respons bumi terhadap meningkatnya gas rumah beling yang dihasilkan manusia. Hasil studi  diterbitkan dalam jurnal Perubahan Iklim.

Model proyeksi menggambarkan peningkatan perubahan ekologi dan tekanan di biosfer Bumi, sehingga banyak spesies tumbuhan dan  hewan menghadapi meningkatnya persaingan untuk kelangsungan hidup dan adanya perubahan spesies yang signifikan sebab beberapa spesies menyerang tempat yang diduduki oleh spesies lain. Sebagian besar tanah di bumi yang tidak ditutupi oleh es atau padang pasir diproyeksikan mengalami setidaknya 30 persen perubahan area tutupan tumbuhan  sehingga menjadikan  manusia dan binatang harus menyesuaikan diri dan sering berpindah tempat.
Perubahan Iklim Kemungkinan Menghasilkan Perubahan Ekosistem Yang Sangat Drastis Pintar Pelajaran Perubahan Iklim Kemungkinan Menghasilkan Perubahan Ekosistem Yang Sangat Drastis
Prediksi persentase bentang alam ekologi yang mengalami perubahan spesies tumbuhan sebab perubahan iklim yang diakibatkan acara insan pada tahun 2100. (Credit: NASA/JPL-Caltech)
Selain melaporkan adanya perubahan komunitas tumbuhan, studi ini juga memprediksi bahwa perubahan iklim akan mengganggu keseimbangan ekologis spesies tumbuhan dan hewan, mengurangi keanekaragaman hayati dan mempengaruhi air di bumi, energi, siklus karbon dan unsur lainnya.

“Selama lebih dari 25 tahun, para ilmuwan telah memperingatkan ancaman jawaban perubahan iklim,” kata Jon Bergengren, seorang sarjana postdoctoral di Caltech. ”Studi kami memperkenalkan pandangan gres perihal perubahan iklim, mengeksplorasi implikasi ekologis dari beberapa derajat pemanasan global, seiring dengan terjadinya gletser yang mencair, naiknya permukaan maritim dan perubahan lingkungan lainnya, serta pada akhirnya, itu ialah konsekuensi ekologis yang jelas. “

Ketika dihadapkan pada perubahan iklim, spesies tumbuhan harus selalu bermigrasi secara bebuyutan sebab mereka hanya bisa bertahan, bersaing dan bereproduksi pada kisaran iklim dimana mereka bisa menyesuaikan diri secara fisiologis. Sementara itu, tumbuhan dan binatang telah dilengkapi kemampuan untuk bermigrasi sebagai respon terhadap perubahan iklim musiman, misalnya pada selesai jaman es. Namun, ketika ini mereka tidak mempunyai kemampuan untuk sanggup bertahan hidup terhadap perubahan iklim yang drastis. Aktifitas insan ibarat pertanian dan urbanisasi telah menghancurkan habitat alami di bumi, sehingga hal ini akan menghambat keberhasilan migrasi tumbuhan dan hewan.

Untuk mempelajari sensitivitas sistem ekologi bumi terhadap perubahan iklim, para ilmuwan memakai model komputer yang memprediksi jenis komunitas tumbuhan yang unik diadaptasi untuk setiap iklim di Bumi. Simulasi ini didasarkan pada Skenario perubahan gas rumah beling yang dibahas oleh PBB. Model ini dipakai untuk mensimulasikan keadaan masa depan vegetasi alami Bumi yang selaras dengan proyeksi iklim dari 10 simulasi iklim yang berbeda secara global.  PBB melaporkan bahwa simulasi iklim memprediksi bahwa bumi lebih hangat dan basah, dengan peningkatan suhu global 3,6-7,2 derajat Fahrenheit (2 hingga 4 derajat Celcius) pada tahun 2100, hal ini ibarat dengan yang terjadi 22.000 tahun yang kemudian yaitu Last Glacial Maximum (masa dimana jaman es mencapai puncaknya untuk terakhir kalinya).  Dalam skenario, beberapa tempat menjadi lebih berair sebab meningkatnya penguapan, sementara yang lain menjadi kering sebab perubahan dalam sirkulasi atmosfer.

Para peneliti menemukan adanya pergeseran dari bioma, atau jenis utama komunitas ekologi, ke arah kutub bumi - paling dramatis terjadi di padang rumput subtropis dan hutan taiga - dan menuju tempat yang lebih tinggi.  Ecologically sensitive “hotspots” ialah tempat yang diproyeksikan mengalami tingkat peralihan spesies terbesar - yang diidentifikasi oleh penelitian ini mencakup wilayah di Himalaya dan Dataran Tinggi Tibet, cuilan timur khatulistiwa Afrika, Madagaskar, wilayah Mediterania, cuilan selatan Amerika Selatan, dan area Great Lakes  dan Great Plains Amerika Utara. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan apabila area terbesar yang mengalami perubahan bioma dan sensitive secara ekologi pada era ini, ditemukan di tempat dengan perubahan iklim yang paling dramatis: di lintang tinggi belahan bumi utara, terutama sepanjang perbatasan utara dan selatan hutan taiga.

“Studi kami menyebarkan cara sederhana, konsisten dan kuantitatif untuk menggambarkan dampak perubahan iklim terhadap ekosistem, menilai dan membandingkan implikasi dari proyeksi model iklim,” kata Duane Waliser (JPL)   . ”Alat gres ini memungkinkan para ilmuwan untuk menjelajahi dan memahami keterkaitan antara ekosistem bumi dan iklim dan untuk mengidentifikasi tempat yang diproyeksikan mempunyai tingkat terbesar dari sensitivitas ekologis.”

“Dalam studi ini, kami telah menyebarkan dan menerapkan dua metode pengukuran sensitivitas ekologis gres yaitu analog sensitivitas iklim - untuk menyidik tingkat potensi perubahan komunitas tumbuhan selama tiga era berikutnya,” kata Bergengren. Level dramatis sensitifitas ekologis dari ekosistem Bumi yang diperkirakan oleh penelitian kami, menyoroti pentingnya masyarakat global untuk mempercepat kemajuan dalam melestarikan keanekaragaman hayati dengan cara menstabilkan iklim bumi.”

JPL dikelola oleh California Institute of Technology di Pasadena untuk NASA.

Referensi Jurnal :

Jon C. Bergengren, Duane E. Waliser, Yuk L. Yung. Ecological sensitivity: a biospheric view of climate change. Climatic Change, 2011; 107 (3-4): 433 DOI: 10.1007/s10584-011-0065-1.

Artikel ini merupakan terjemahan dari goresan pena ulang berdasakan materi yang disediakan oleh NASA/Jet Propulsion Laboratory via Science Daily. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Pintar Pelajaran Spesies Gres Ular Ditemukan Di Tanzania

Spesies Baru Ular Ditemukan Di Tanzania - Ular berbisa jenis gres telah ditemukan di kawasan Tanzania selatan. Lokasi ular tersebut masih dirahasiakan untuk melindungi spesies tersebut dari para pemburu dan kolektor illegal. Penelitian mengenai inovasi ini dipublikasikan di Jurnal Zootaxa edisi desember. Spesies ular gres ini dinamakan Matilda’s Horned Viper (Atheris matildae), ular ini mempunyai sisik berbentuk tanduk di atas matanya dengan panjang 60 cm. Peneliti dari Wildlife Conservation Society (WCS) menamakan spesies ular ini dari nama putri Tim Davenport (direktur kegiatan WCS Tanzania).

Ular berwarna cerah ini mempunyai kemiripan dengan Usambara Bush Viper (Atheris cheratopora), perbedaannya ialah pada spesies Matilda’s Horned Viper memiki sisik yang lebih besar.

Habitat ular berbisa ini diperkirakan berada di kawasan hutan terpencil yang terletak di kawasan pegunungan di barat daya Tanzania. Menurut para peneliti, kawasan tersebut sudah rusak parah akhir penebangan dan industri kerikil bara, sehingga menimbulkan penurunan kualitas dari habitat ular ini.
 Spesies Baru Ular Ditemukan Di Tanzania  Pintar Pelajaran Spesies Baru Ular Ditemukan Di Tanzania
Matilda’s Horned Viper, yang namanya diambil dari nama putrid salah seorang peneliti, merupakan spesies ular gres dari kerabat Bush Viper (Foto: WCS)
Para peneliti masih menyembunyikan lokasi tepatnya ular ini ditemukan untuk melindungi dari para pemburu ilegal, sebab Pada dikala ini perdagangan satwa liar merupakan perdangan ilegal terbesar kedua di dunia.

Dikhawatirkan, perburuan illegal di alam liar sanggup memperlihatkan efek yang sangat merugikan bagi populasi ular ini. Menurut WCS, di sebagian besar wilayah Afrika perburuan illegal merupakan bahaya terbesar bagi kelangsungan hidup bagi banyak sekali macam spesies di alam liar.

Perburuan ilegal dikhawatirkan sanggup menjadi bahaya bagi Matilda’s Horned Viper  karena sisiknya yang berwarna warni dan menarik perhatian. Degradasi secara terus menerus dari habitat alami mereka juga menjadi bahaya lain yang serius bagi kelangsungan hidup spesies ini.

Sebagai langkah pencegahan para peneliti telah membentuk cagar alam kecil bagi spesies ular ini dan melalui persetujuan International Union of Conservative Nature  spesies ular ini diklasifikasikan sebagai spesies yang terancam punah.

Referensi Jurnal :

Michele Menegon, Tim R.B. Davenport & Kim M. Howell. 2011. Description of a new and critically endangered species of Atheris (Serpentes: Viperidae) from the Southern Highlands of Tanzania, with an overview of the country’s tree viper fauna. Zootaxa 3120: 43–54.

Artikel ini merupakan terjemahan dari bahan yang disediakan oleh Our Amazing Planet (9 Januari 2010). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Pintar Pelajaran Vaksin Baru, Impian Bagi Penderita Kanker Kulit

Vaksin Baru, Harapan Bagi Penderita Kanker Kulit - Vaksin kanker kulit jenis gres  yang akan dipakai untuk menangkal dan menyembuhkan penyakit malignant melanoma (jenis kanker kulit ganas yang paling mematikan) sedang diuji oleh Ilmuwan dari Nottingham. Lindy Durrant, professor dari University of Clinical Oncology percaya bahwa vaksin kanker gres ini sanggup mentarget sel-sel tumor secara spesifik tanpa merusak jaringan yang sehat. Insiden kanker kulit malignant melanoma mengalami peningkatan sebesar empat kali lipat selama 30 tahun dan dalam 25 tahun terakhir, dimana tingkat kanker kulit malignant melanoma telah meningkat lebih cepat daripada kanker lain.

Kanker ini merupakan  kanker yang paling umum terjadi pada orang yang berusia 15 hingga 34 tahun, hal ini terjadi kemungkinan  berkaitan dengan sikap berisiko menyerupai berjemur di pantai dan penggunaan Tanning booth (Alat yang memancarkan radasi ultraviolet, biasanya untuk tujuan kosmetik menyerupai menciptakan kulit menjadi berwarna kecoklatan). Setiap tahunnya, 2000 simpulan hidup akhir kanker kulit yaitu kasus malignant melanoma.
yang akan dipakai untuk menangkal dan menyembuhkan penyakit malignant melanoma  Pintar Pelajaran Vaksin Baru, Harapan Bagi Penderita Kanker Kulit
Vaksin kanker kulit jenis gres yang akan dipakai untuk menangkal dan menyembuhkan penyakit malignant melanoma (jenis kanker kulit ganas yang paling mematikan) sedang diuji oleh Ilmuwan dari Nottingham.(Foto: scancell.co.uk)
Profesor Durrant mengatakan: “Sampai sekarang, diagnosis dini telah menjadi faktor penting dalam keberhasilan perawatan penyakit ini. Pada tahap awal, kanker kulit sanggup disembuhkan sepenuhnya dengan pembedahan. Namun, dalam kasus di mana kanker ini belum sepenuhnya terangkat, kita telah menemukan bahwa kemoterapi dan radioterapi tidak sanggup dilakukan sebagai langkah pengobatan, meskipun ketika ini senyawa barunya sedang diuji.

“Penelitian ini masih berada pada tahap sangat awal dan mustahil untuk memprediksi hasil dari uji klinisnya, tetapi jikalau hasil dari laboratorium diaplikasikan  pada pasien, saya pikir kami mempunyai peluang yang jadinya akan sangat mengejutkan alasannya meningkatkan kemungkinan keberhasilan pengobatan. Kami berharap bahwa vaksin itu akan menyembuhkan 10 hingga 20 persen pasien penderita kanker kulit malignant melanoma. ”

Pengujian untuk vaksin SCIB1 gres telah disetujui oleh Gene Therapy Advisory Committee and the Medicines and Healthcare products Regulatory Agency dan uji klinis akan segera dilakukan di Rumah Sakit Kota Nottingham, Manchester dan Newcastle.

Sebagai langkah awal, vaksin SCIB1 akan diberikan kepada pasien yang menderita kanker kulit malignant melanoma  parah yang telah menyebar ke bab badan lainnya. Vaksin gres ini bekerja dengan mengaktifkan sistem alami pertahanan badan dengan sendirinya. Vaksin ini mengandung DNA dan bahan genetik dari tumor yang bekerja  pada sel-sel imun spesifik sehingga akan menyerang sel melanoma. Hal ini berarti, vaksin ini hanya menyerang sel kanker dan tidak mempengaruhi jaringan sehat di sekitarnya. Tim ilmuwan percaya bahwa, pada prinsipnya, vaksin gres lainnya yang mempunyai prinsip yang sama dengan vaksin pada penelitian ini juga sanggup dipakai untuk menyembuhkan jenis tumor dan kanker lainnya, menyerupai payudara dan prostat.

Artikel ini merupakan terjemahan dari goresan pena ulang menurut bahan yang disediakan oleh University of Nottingham, via Science Daily (27 Mei 2012). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Pintar Pelajaran Ditemukan, Teknik Gres Menyimpan Gas Hidrogen

Ditemukan, Teknik Baru Menyimpan Gas Hidrogen - Mimpi untuk memakai gas hidrogen sebagai materi bakar yang higienis dan dalam skala besar semakin lebih dekat. Kimiawan telah membuatkan sebuah molekul gres yang sanggup mendorong reaksi kimia yang sanggup menghasilkan dan menyimpan hidrogen pada suhu dan tekanan yang rendah. ”Ini yakni langkah ke depan untuk mendapat hidrogen secara ekonomis. Kami yakin langkah ini akan memperbesar peluang untuk memanfaatkan hidrogen sebagai energi ” kata Jonathan Hull, spesialis kimia di Brookhaven National Laboratory di Upton, NY Hull dan rekan-rekannya dikala menjelaskan temuannya secara online 18 Maret di Nature Chemistry.

Tidak ada emisi berbahaya yang dilepaskan ketika hidrogen dibakar, hanya air dan energi yang dihasilkan. Selama ini, gas hidrogen yang akan dipakai sebagai energi harus disimpan pada tekanan yang sangat tinggi secara terus-menerus. Hal ini merupakan suatu problem alasannya yakni proses tersebut membutuhkan banyak energi. Untuk mengatasi problem tersebut, para ilmuwan tertarik untuk menemukan cara yang lebih kondusif dan lebih gampang untuk menyimpan hidrogen.
 Mimpi untuk memakai gas hidrogen sebagai materi bakar yang higienis dan dalam skala besa Pintar Pelajaran Ditemukan, Teknik Baru Menyimpan Gas Hidrogen
Gas Hidrogen Murni Menggunakan Foto Radiologi (Credit: sciencephoto.com)
Dalam studi barunya, tim Hull menciptakan molekul larut air yang mengandung atom dari logam iridium. Bahwa molekul gres memicu hidrogen tetap berada dalam bentuk cair meskipun pada tekanan rendah. Proses penyimpanan hidrogen diawali dengan cara menambahkan larutan basa menyerupai baking soda sampai air bantu-membantu dengan molekul gres tersebut. Larutan basa berfungsi sebagai yang sebagai katalis. Para ilmuwan beranggapan bahwa gugus hidroksil yang terdapat di molekul tersebut, membantu memecah ikatan antara dua atom hidrogen sehingga hidrogen sanggup disimpan sebagai cairan.

Katalis lainnya menyerupai asam sanggup mendorong proses yang berlawanan. Penambahan asam ke hidrogen cair akan menghasilkan hidrogen dalam bentuk gas.

Dengan mengukur jumlah materi awal dan hasil final reaksi, tim menemukan bahwa molekul gres tersebut efisien untuk menyatukan dan memisahkan hidrogen. Selain itu, proses penangkapan dan pelepasan hidrogen sanggup dilakukan pada suhu dan tekanan yang lebih rendah dibandingkan metode lainnya. Sebelumnya telah dikembangkan metode yang sanggup memicu reaksi menyerupai pada penelitian ini.

Pekerjaan yang kami lakukan ini yakni suatu kemajuan yang akan mengarahkan penelitian selanjutnya di masa depan,” kata Amanda Morris, spesialis kimia di Virginia Tech di Blacksburg. Dia menambahkan bahwa reaksi penyatuan dan pemisahan hidrogen yang dijelaskan pada penelitian mempunyai potensi untuk diaplikasikan untuk menciptakan hidrogen sebagai bakar mobil.

Referensi Jurnal:

Hull, J. F.; Himeda, Y.; Wang, W. H.; Hashiguchi, B.; Periana, R.; Szalda, D. J.; Muckerman, J. T.; Fujita, E. 2012. Reversible Hydrogen Storage using CO2 and a Proton-Switchable Iridium Catalyst in Aqueous Media under Mild Temperatures and Pressures. Nature Chemistry.  4: 383–388. (Advanced Online Publication Date March 18th). doi: 10.1038/nchem.1295

Artikel ini merupakan terjemahan dari materi yang disediakan oleh Sciencenews. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Pintar Pelajaran Ditemukan, Makhuk Bibit Unggul Bahari Dalam Yang Sangat Aneh

Ditemukan, Makhuk Hibrida Laut Dalam Yang Sangat Aneh - Para ilmuwan telah menemukan kawasan bibit unggul yang asing dan langka di bahari dalam, di mana dua lingkungan dasar bahari yang ekstrim berada berdampingan. Area ini merupakan habitat bagi makhluk bibit unggul asing yang tampaknya telah mengikuti keadaan dengan kondisi yang ada pada dua lingkungan ekstrim tersebut.

Para peneliti menemukan lubang hidrotermal dan rembesan metana yang hambar dari bahari dalam di lepas Pantai Costa Rica pada tahun 2010. Selanjutnya mereka juga menemukan sejumlah spesies yang hidup di areal tersebut, namun belum teridentifikasi.

Aspek paling menarik dari area ini yakni adanya fitur ganda yang mirip ventilasi dan rembesan, dimana cacing tabung melingkupi  sebagian besar area fitur tersebut bantu-membantu dengan spesies gres yang belum diketahui.
 Makhuk Hibrida Laut Dalam Yang Sangat Aneh  Pintar Pelajaran Ditemukan, Makhuk Hibrida Laut Dalam Yang Sangat Aneh
Kepiting Pertapa Menggunakan Anemon Sebagai Cangkang. (CREDIT: © Greg Rouse)
Lubang ventilasi hidrotermal  terbentuk akhir adanya retakan di dasar  laut  yang memuntahkan bahan vulkanik panas dan air bahari yang kaya zat-zat kimia. Sedangkan di sisi area lainnya lebih bersifat dingin, alasannya yakni adanya cairan yang kaya akan metana dan hidrokarbon  yang perlahan-lahan merembes keluar dari dasar bahari dan menutup area yang luas.
 Makhuk Hibrida Laut Dalam Yang Sangat Aneh  Pintar Pelajaran Ditemukan, Makhuk Hibrida Laut Dalam Yang Sangat Aneh
Cacing Tabung (Tubeworm) Yang Ditemukan Di Daerah Hibrida Laut Dalam. (CREDIT: © Greg Rouse)
Tim ini membuat istilah  ”rembesan hidrotermal”  untuk menggambarkan ekosistem tersebut. Penelitian ini diterbitkan dalam  jurnal Proceeding of Royal Society B edisi 7 Maret.
 Makhuk Hibrida Laut Dalam Yang Sangat Aneh  Pintar Pelajaran Ditemukan, Makhuk Hibrida Laut Dalam Yang Sangat Aneh
Peneliti memperkirakan lebih dari 14.000 cacing tabung menghuni area ini. (CREDIT: Scripps Institution of Oceanography)
Para ilmuwan menemukannya ketika menyelam dengan kapal selam mini di kawasan Jaco Scar (Costa Rica) dimana di kawasan tersebut telah terjadi pergeseran lempengan tektonik  gunung vulkanik bawah laut

Kepala peneliti Lisa Levin dari University of California San Diego menyampaikan “beberapa aspek paling menarik dari situs ini yakni adanya fitur berbentuk mirip ventilasi, bersamaan dengan adanya cacing tabung (tubeworms) yang hampir menutup sebagian besar area tersebut serta melimpahnya keanekaragaman spesies gres yang belum pernah diidentifikasi.

Beberapa ekspedisi terakhir telah menemukan adanya makhluk menarik gres bagi ilmu pengetahuan pada lokasi lubang hidrotermal di seluruh planet ini. Seperti kepiting yeti yang berada pada lubang hidrotermal di kawasan Antartika dan di Karibia, para ilmuwan menemukan kawanan udang tanpa mata.

Referensi Jurnal :

L. A. Levin, V. J. Orphan, G. W. Rouse, A. E. Rathburn, W. Ussler, G. S. Cook, S. K. Goffredi, E. M. Perez, A. Waren, B. M. Grupe, G. Chadwick, B. Strickrott. A hydrothermal seep on the Costa Rica margin: middle ground in a continuum of reducing ecosystems. Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences, 2012; DOI: 10.1098/rspb.2012.0205.

Artikel ini merupakan terjemahan dari bahan yang disediakan oleh Our Amazing Planet. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Pintar Pelajaran Aksara Di Bab Kanan Keyboard, Menciptakan Orang Lebih Bahagia

Huruf Di Bagian Kanan Keyboard, Membuat Orang Lebih Bahagia - Lihat ke keyboard Anda. Apakah sebagian besar karakter dalam nama Anda berada di sebelah kiri atau sisi kanan keyboard? Jawabannya sanggup mempengaruhi bagaimana orang menanggapi nama Anda.

Penelitian gres menunjukkan bahwa orang sebagian besar karakter pada namanya berada di sisi sebelah kanan keyboard keyboard QWERTY (layout keyboard yang paling umum, yaitu sehabis enam tombol pertama di baris atas huruf) mempunyai perasaan yang lebih tenang. Kata-kata yang berasal dari karakter di sebelah kiri keyboard cenderung dipandang lebih negatif, para peneliti melaporkannya secara online dalam jurnal Buletin Psychonomic dan Review.

Melalui kebiasaan mengetik dan mengirim SMS, peneliti menemukan bagaimana relasi antara kata-kata yang dihasilkan oleh kebiasaan tersebut terhadap perasaan seseorang.
 Apakah sebagian besar karakter dalam nama Anda berada di sebelah kiri atau sisi kanan keyboa Pintar Pelajaran Huruf Di Bagian Kanan Keyboard, Membuat Orang Lebih Bahagia
Apakah Keyboard QWERTY Memiliki Sisi Bahagia? (CREDIT: Zadorozhnyi Viktor, Shutterstock)
Dalam serangkaian percobaan, peneliti kognitif Kyle Jasmin dari University College London dan Daniel Casasanto dari New School for Social Research di New York meminta relawan untuk mengukur tingkat perasaan konkret dan negatifnya sehabis mengetik kata-kata dalam bahasa Inggris, Belanda, dan Spanyol. Peneliti menemukan bahwa seseorang yang mengetik kata-kata yang sebagian besar hurufnya berada di sebelah kanan keyboard mempunyai perasaan yang lebih positif, tidak peduli apapun jenis bahasanya dan kidal atau tidaknya seseorang.

Ada kemungkinan bahwa perasaan hening atau tidaknya dipengaruhi oleh fakta bahwa karakter di sebelah kiri keyboard lebih banyak jumlahnya dibandingkan sebelah kanan (15 : 11), sehingga orang yang memakai ajudan mempunyai perasaan lebih konkret alasannya yaitu tingkat fasilitas yang lebih tinggi pada ketika mengetik.

Orang yang bertanggung jawab terhadap penamaan produk, merek, dam perusaahaan sebaiknya mempertimbangkan pengetahuan ini untuk menentukan nama yang sempurna (berasal dari karakter sebelah kanan keyboard).

Referensi Jurnal :

Jasmin K & Casasanto D (2012). The QWERTY effect: how typing shapes the meaning of words. Psychonomic Bulletin & Review. DOI: 10.3758/s13423-012-0229-7

Artikel ini merupakan terjemahan dari bahan yang disediakan oleh Live Science. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.