Monday, February 24, 2020

Pintar Pelajaran Buah Dan Daun Sirsak Sanggup Menyembuhkan Kanker ?

Buah dan Daun Sirsak Dapat Menyembuhkan Kanker ? - Banyak pasien kanker mempercayai manfaat dari buah dan daun sirsak sebagai salah satu alternatif untuk mengobati kanker. Bahkan, beberapa sumber menyampaikan daun sirsak bersifat menyerupai kemoterapi dan memiliki kemampuan untuk membunuh sel-sel yang tumbuh abnormal, serta membiarkan sel-sel yang tumbuh normal.

Akan tetapi, bagaimana sesungguhnya pendapat dari kalangan medis? Menurut, Prof. DR. dr. Soehartati G.,Sp.Rad(K) Onk.Ra, Kepala Departemen Radioterapi, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), sirsak yaitu buah yang mengadung antioksidan, dan vitamin C tinggi. Namun kata Soehartati, sejauh ini belum ada bukti riset ilmiah yang cukup berpengaruh mengenai manfaat khasiat daun sirsak sebagai obat kanker.

Buah dan Daun Sirsak Dapat Menyembuhkan Kanker Pintar Pelajaran Buah dan Daun Sirsak Dapat Menyembuhkan Kanker ?
Sejauh ini belum ada bukti riset ilmiah yang cukup berpengaruh mengenai manfaat khasiat daun sirsak sebagai obat kanker. (Foto: Flickr)
"Jadi untuk memperlihatkan suatu kesimpulan, apakah suatu obat itu bermanfaat atau tidak, butuh penelitian yang panjang, mungkin suatu ketika akan terbukti. Tapi untuk ketika ini, kita belum tahu," katanya, ketika ditemui dalam program bedah buku "Berdamai dengan Kanker", di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Rabu, kemarin.

Sementara itu Dr. Fiastuti Witjaksono, MSc, SpGK, Spesialis Gizi Klinik RSCM, menyatakan pendapat serupa.  Pada umumnya, kata Fiastuti, buah dan sayuran memang mengandung antioksidan yang tinggi. "Tapi ingat. Antioksidan tinggi itu mencegah, bukan untuk mengobati. Beda mencegah dan mengobati," katanya.
Fiastuti mengaku pernah mendengar warta yang khasiat daun sirsak yang berdasarkan banyak orang ampuh untuk mematikan sel-sel kanker. Akan tetapi, berdasarkan Fiastuti diharapkan penelitian lebih lanjut untuk sanggup memastikannya.

"Daun sirsak memang katanya mengandung suatu zat tertentu yang katanya bisa bersifat membunuh sel-sel kanker. Tapi terus terperinci saja, kami di kedokteran apabila ingin mengajurkan seseorang, kita harus melaksanakan penelitian yang banyak. Mulai dari penelitian binatang, manusia, jangka pendek, jangka panjang gres bisa," pungkasnya.

Penulis : Bramirus Mikail
Sumber : kompasHealth (Jumat, 10 Juni 2011 | 08:03 WIB)

Anda kini sudah mengetahui Buah dan Daun Sirsak Dapat Menyembuhkan Kanker ? Terima kasih sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Pintar Pelajaran Sel Binatang Dan Sel Tumbuhan - Gambar Dan Fungsi


Sel Hewan dan Sel Tumbuhan - Gambar dan Fungsi - Struktur Sel tumbuhan dan sel binatang mempunyai bagian-bagian tertentu yang berbeda. Perbedaan ini sanggup kita tentukan dari ragam organel penyusun sel kedua makhluk hidup tersebut. Terlebih dahulu, Bacalah materi mengenai Sel Eukariotik.

1. Sel Tumbuhan

Organel-organel sel tumbuhan yang tidak terdapat pada sel hewan dijelaskan sebagai berikut.
 Struktur Sel tumbuhan dan sel binatang mempunyai bab Pintar Pelajaran Sel Hewan dan Sel Tumbuhan - Gambar dan Fungsi
Gambar 1. Sel Tumbuhan
a. Dinding Sel

Dinding sel merupakan bab terluar sel tumbuhan. Dinding sel ini bersifat kaku dan tersusun atas polisakarida. Polisakarida ini terdiri atas selulosa, hemiselulosa, dan pektin. Dinding sel dibuat oleh diktiosom. Dinding sel bersama-sama dengan vakuola berperan dalam turgiditas sel atau kekakuan sel. Pada awal pembentukannya, dinding sel berupa selaput tipis tersusun atas selulosa (polisakarida kompleks). Di antara dua dinding sel yang berdekatan terdapat lamela tengah. Dua sel yang berdekatan dihubungkan oleh kanal yang di dalamnya terdapat benang-benang plasma yang disebut plasmodesmata.

Dinding sel sanggup dibedakan menjadi dinding sel primer dan dinding sel sekunder. Dinding sel primer dibuat pada waktu sel membelah, contohnya pada sel-sel muda yang sedang tumbuh. Dinding sel primer tersusun atas selulosa antara 9–25%, hemiselulosa, pektin, serta beberapa senyawa lainnya. Selulosa terdiri dari mikrofibril yaitu seratserat panjang yang mempunyai daya regang kuat. Sementara itu, dinding sel sekunder terbentuk karena penebalan. Dinding sel sekunder ini dimiliki oleh sel-sel dewasa yang terdapat di sebelah dalam dinding sel primer. Dinding sel sekunder mempunyai kandungan selulosa antara 41–45%, hemiselulosa, dan lignin.

Beberapa sel dindingnya mengalami penebalan oleh zat lignin yang disebut lignifikasi. Lignifikasi mengakibatkan xilem dan sklerenkim mengayu (keras dan kaku). Penebalan dinding sel sanggup terjadi secara penyisipan (aposisi ) pada penebalan-penebalan usang atau penambahan (intususepsi ) pada penebalan lama. Di antara dinding sel ada yang tidak mengalami penebalan disebut noktah.

b. Vakuola

Vakuola atau rongga sel ialah organel sitoplasmik yang berisi cairan dan dibatasi membran yang mungkin identik dengan membran sel. Sel tumbuhan muda mempunyai banyak vakuola kecil-kecil. Semakin remaja jumlah vakuola berkurang, tetapi ukuran membesar. Sel-sel tumbuhan yang memiliki vakuola besar biasanya yakni sel-sel parenkim dan kolenkim. Vakuola tersebut dibatasi oleh membran yang disebut tonoplas. Sel remaja hanya mempunyai satu vakuola tengah berukuran besar dikelilingi membran tonoplas yang bersifat diferensial permeabel. Vakuola tengah terbentuk sebagai akhir pertumbuhan dinding sel yang lebih cepat daripada pertumbuhan sitoplasma. Vakuola tengah ini berisi cairan (getah sel) yang berupa larutan pekat, kaya mineral, gula, O2, asam organik, CO3, pigmen, enzim, dan sisa-sisa metabolisme.

Vakuola mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut.
  1. Tempat penimbunan sisa metabolisme dan metabolit sekunder ibarat Ca-oksalat, tanin, getah karet, dan alkaloid.
  2. Tempat menyimpan zat masakan ibarat amilum dan gula.
  3. Memasukkan air melalui tonoplas untuk membangun turgiditas sel yang bekerja sama dengan dinding sel.
  4. Menyimpan pigmen, contohnya vakuola pada sel-sel mahkota bunga mengandung pigmen warna.
  5. Menyimpan minyak atsiri msialnya kayu putih, pepermin, dan aroma harum pada bunga.
c. Plastida

Plastida merupakan organel yang hanya terdapat pada sel tumbuhan. Plastida berasal dari perkembangan proplastida di kawasan meristematik.

Berdasarkan pigmen yang dikandungnya terdapat tiga jenis plastida sebagai berikut.

1) Kloroplas

Kloroplas yaitu plastida yang mengandung pigmen hijau disebut klorofil, karotenoid, dan pigmen fotosintetik lainnya. Kloroplas hanya dijumpai pada sel autotrof yang eukariotik. Kloroplas dimiliki oleh sel-sel yang berklorofil misalnya Algae, lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan bunga.

Kloroplas mempunyai bentuk beraneka ragam, tetapi pada umumnya berbentuk bundar atau lonjong (oval). Kloroplas pada sel tumbuhan tingkat tinggi mempunyai ukuran sekitar 4–6 ยตm. Setiap sel mengandung 20–40 kloroplas permilimeter persegi. Apabila jumlahnya masih kurang mencukupi, kloroplas sanggup membelah diri. Namun, kalau jumlahnya berlebihan maka sejumlah kloroplas akan rusak.

Kloroplas tersusun atas membran, yaitu membran luar dan dalam. Membran luar mempunyai permukaan rata yang berfungsi mengatur keluar masuknya zat. Membran dalam membungkus cairan kloroplas yang disebut stroma. Membran dalam kloroplas melipat ke arah dalam dan membentuk lembaran-lembaran yang disebut tilakoid. Pada tempat-tempat tertentu, tilakoid bertumpuk-tumpuk membentuk tubuh ibarat tumpukan uang logam yang disebut grana. Pada umumnya sebuah kloroplas mengandung 40–60 grana.

Di dalam tilakoid terdapat kumpulan partikel yang disebut kuantosom. Di kuantosom inilah terdapat klorofil yang berfungsi dalam proses fotosintesis.

Berdasarkan panjang gelombang (spektrum warna) yang diserap, jenis klorofil dibedakan sebagai berikut.

a) Klorofil a menyerap spektrum warna hijau-biru.
b) Klorofil b menyerap spektrum warna hijau-kuning.
c) Klorofil c menyerap spektrum warna hijau-cokelat.
d) Klorofil d menyerap spektrum warna hijau-merah.

Reaksi kimia proses fotosintesis sebagai berikut.


Cahaya

6 CO2 + 6 H2O
C6H12O6 + 6O2

Klorofil

                             
2) Leukoplas

Leukoplas yaitu plastida yang tidak berwarna, umumnya terdapat pada tempat yang tidak terkena sinar, misalnya organ penyimpan masakan cadangan seperti biji dan umbi. Berdasarkan fungsinya dibedakan tiga jenis leukoplas sebagai berikut.

a) Amiloplas untuk menyimpan amilum.
b) Elaioplas atau lipidoplas untuk membentuk dan menyimpan lemak.
c) Proteoplas untuk menyimpan protein.

3) Kromoplas

Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen nonfotosintetik (merah dan oranye atau kuning). Kromoplas banyak terdapat pada mahkota bunga. Pigmen yang terkandung dalam kromoplas sebagai berikut.

a) Karoten menjadikan warna kuning, misalnya pada wortel.
b) Xantofil menjadikan warna kuning kecokelatan, misalnya pada daun tua.
c) Fikosianin menjadikan warna biru, misalnya pada ganggang biru.

2. Sel Hewan

 Struktur Sel tumbuhan dan sel binatang mempunyai bab Pintar Pelajaran Sel Hewan dan Sel Tumbuhan - Gambar dan Fungsi
Gambar 2. Sel Hewan
Sel binatang tidak mempunyai dinding sel, tidak mempunyai plastida, dan bentuk tidak tetap ibarat sel tumbuhan. Vakuola pada sel hewan kecil atau tidak tampak. Hewan-hewan uniselular biasanya memiliki vakuola. Ada dua tipe vakuola sebagai berikut.

a. Vakuola kontraktil berperan dalam menjaga tekanan osmotik sitoplasma (disebut juga osmoregulator).
b. Vakuola nonkontraktil atau vakuola masakan berfungsi untuk mencerna makanan.

Sel tumbuhan tidak mempunyai sentrosom dan sentriol, kecuali tumbuhan tingkat rendah. Sel binatang mempunyai dua sentriol di dalam sentrosom. Saat pembelahan sel, tiap-tiap sentriol saling memisahkan diri menuju kutub yang berlawanan dan memancarkan benang-benang gelendong pembelahan yang akan menjerat kromosom. Ternyata antara sel binatang dan sel tumbuhan terdapat banyak perbedaan. Anda telah mengetahuinya dengan membaca uraian di depan.

(Baca juga : Perbedaan sel binatang dan sel tumbuhan.)

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Sunday, February 23, 2020

Pintar Pelajaran Manfaat Biji Dan Kulit Buah Sirsak Untuk Membasmi Ulat Grayak


Manfaat Biji dan Kulit Buah Sirsak untuk Membasmi Ulat Grayak - Ini kabar baik bagi para petani. Selama para petani sering bingung dengan serangan hama ulat grayak yang menyerang tumbuhan padi, kacang hijau, kacang panjang dan kedelai yang ditanamnya. Kini hama itu bisa dibasmi. Temuan ini dihasilkan oleh lima mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga. Dalam penelitiannya mereka menemukan insektisida alami dan murah. Dan tentunya sangat ampuh untuk membasmi ulat ekor itu.

Apa bahannya? Menurut Mohammad Zuhdi Aminudin, Ketua kelompok lima mahasiswa itu, insektisida alami ciptaan mereka ini dibentuk dengan memanfaatkan sampah dari biji dan kulit buah sirsak. "Selama ini banyak kita temukan biji sirsak dan kulitnya tak terpakai dan dibuang percuma," kata Zuhdi pekan kemudian kepada Tempo.

Penelitian insektisida alami yang dibentuk dari biji dan kulit buah Sirsak.  (Foto: TEMPO/Fatkhurohman Taufiq)
Dari penelitian yang mereka lakukan, hasil penelitian menunjukkan, biji dan kulit sirsak itu ternyata mengandung senyawa alkaloid (sebuah senyawa organik yang banyak terdapat diberbagai tanaman). Senyawa ini jikalau diproses lebih lanjut akan sangat ampuh untuk membunuh ulat grayak.

Cara pembuatan bio insektisida ini juga sangat sederhana. Satu kilo biji sirsak (sekitar delapan buah sirsak) ditumbuk halus, kemudian hasil tumbukan direndam dalam pelarut heksana (pelarut kimia) selama empat hari.

Rendaman itu kemudian disaring. Dan ekstrasi atau sari biji sirsak diuapkan (evaporasi) untuk menghilangkan zat pelarut. Langkah penguapan ini dilakukan untuk membersihkan sari sirsak dari zat kimia.

Hasil dari sekilo biji sirsak ini akan menghasilkan sekitar 150 mililter bio insektisida. "Ini sudah bisa membasmi seperempat hektar lahan yang diserang ulat grayak," kata Zuhdi.

Hapsari Kenconojati, salah seorang anggota tim menambahkan, bio insektisida hasil temuanya ini ternyata mempunyai sifat yang sulit untuk terlarut dalam air. "Tapi kita bisa mensiasati dengan mencampurkan larutan BMSO sebesar 0,0005 liter dalam setiap satu liter bio insektisida," ujarnya.

Selain biji sirsak, bio insektisida ini bergotong-royong juga bisa dibentuk dari daun tembakau dan daun sirih. "Semua tumbuhan yang mengandung senyawa alkaloid bisa digunakan. Cara mebuatnya juga sama," kata Hapsari.

Atas keberhasilnya ini, sebuah perusahaan yang bergerak di dunia pertanian telah menjajaki kerjasama dengan kelima mahasiswa ini. Mereka berencana memproduksi bio insektisida itu secara massal.

Penulis : Fatkhurrohman Taufiq
Sumber: Tempo (Rabu, 16 Maret 2011 | 11:40 WIB)

Anda kini sudah mengetahui Manfaat Biji Sirsak untuk Membasmi Ulat Grayak. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Pintar Pelajaran Perbedaan Sel Binatang Dan Sel Tumbuhan - Tabel Dan Gambar


Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan - Pada prinsipnya sel hewan seolah-olah dengan sel tumbuhan, tetapi dalam perkembangannya sel binatang mempunyai beberapa perbedaan dengan sel tumbuhan. Sel flora mempunyai organel tertentu yang tidak terdapat pada sel hewan, demikian pula sebaliknya. Sel tumbuhan mempunyai dinding sel, plastida, dan vakuola yang tidak dimiliki sel hewan. Sebaliknya, sel binatang mempunyai sentriol yang tidak dimiliki oleh sel tumbuhan. Kita akan membahas perbedaan antara sel binatang dengan sel flora satu persatu.
dalam perkembangannya sel binatang mempunyai beberapa perbedaan Pintar Pelajaran Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan - Tabel dan Gambar
Gambar 1. Perbedaan sel binatang dan sel tumbuhan
Tabel Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Organel atau Bagian Lainnya
Organisme
Hewan
Tumbuhan
Bentuk sel
Tidak tetap
Tetap
Nukleus
ada
ada
Membran plasma
Hanya membran sel
Terdiri dari dinding sel dan membrane sel
Nukleolus
ada
ada
Sitoplasma
ada
ada
Golgi kompleks
ada
ada
Mitokondria
ada
ada
Grana
Tidak ada
ada
Retikulum endoplasma
ada
ada
Kromatin
ada
ada
Krista
ada
ada
Matriks
ada
ada
Ribosom
ada
ada
Lisosom
ada
Ada, namun hanya di beberapa tumbuhan
Kromosom
ada
ada
Sentriol
ada
Tidak ada
Sentrosom
ada
Tidak ada
Dinding sel
Tidak ada
ada
Lamela tengah
Tidak ada
ada
Membran inti
ada
ada
Stroma
Tidak ada
Ada
Kloroplas
Tidak ada
ada
Vakuola
Tidak ada
ada
Tonoplas
Tidak ada
ada
Mikrofilamen
ada
ada
Membran sel
ada
ada
Plasmodesma
Tidak ada
ada
Leukoplas
Tidak ada
ada
Plastida
Tidak ada
ada
Mikrotubulus
ada
ada
Filamen intermediet
ada
ada
Siskoskeleton
ada
Ada
Simpanan energi
Lemak dan glikogen
Pati
Flagel / Silia
Ada
Sangat jarang ditemukan

Anda kini sudah mengetahui Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Saturday, February 22, 2020

Pintar Pelajaran Manfaat Alpukat Untuk Meningkatkan Kualitas Sperma

Manfaat Alpukat untuk Meningkatkan Kualitas Sperma - Anda niscaya mengetahui bahwa dikala sel sperma berenang menuju sel telur, maka sel tersebut harus berusaha untuk menembus sistem pertahanan pada jalan masuk reproduksi wanita. Kekuatan sperma akan sangat memilih keberhasilan proses tersebut. Kekuatan tersebut sanggup ditingkatkan memakai nutrisi yang terdapat di dalam sumber makanan atau minuman yang kaya antioksidan. Salah satu makanan yang kaya antioksidan yaitu buah alpukat.

Kandungan antioksidan pada buah alpukat terbukti memperlihatkan lebih banyak manfaat bagi sperma, kalau dibandingkan kopi dan teh. Fakta ini telah dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan oleh para jago dari University of Western Australia dan Monash University.

Penelitian tersebut menjelaskan bahwa sperma yang mempunyai lapisan antioksidan di permukaannya akan lebih gampang untuk mencapai sel telur. Apa alasannya? Sebab, tanpa adanya lapisan antioksidan maka sperma akan dianggap benda abnormal dan kesannya keberadaan sel sperma akan selalu ditolak oleh sistem kekebalan pada badan wanita.

Manfaat Alpukat untuk Meningkatkan Kualitas Sperma Pintar Pelajaran Manfaat Alpukat untuk Meningkatkan Kualitas Sperma
Dalam kaitannya dengan kualitas sperma, kandungan antioksidan dalam alpukat terbukti memperlihatkan lebih banyak manfaat dibandingkan kopi dan teh.  (Foto:  Thinkstock)
Selain alpukat, para peneliti menyampaikan bahwa antioksidan untuk memperkuat sperma sanggup diperoleh dari beberapa jenis buah dan sayuran segar lainnya, mirip buah lagu, aprikot, wortel, mangga, bayam, kacang, biji-bijian serta gandum.

Selain harus berjuang menembus pertahanan sistem kekebalan badan wanita, sperma juga harus bersaing dengan sesama sperma lainnya yang jumlahnya jutaan dan sama-sama berjuang untuk berusaha mencapai sel telur lebih dulu. Sperma yang bergerak paling lincah atau paling cepat lah yang akan memenangkan persaingan tersebut.

Melalui penelitian di laboratorium, para peneliti juga berhasil mengungkap bahwa lapisan antioksidan sanggup menciptakan sperma makin lincah pada dikala berkompetisi dengan sperma yang lain. Semakin banyak antioksidan yang melapisi sel sperma, maka semakin lincah pergerakan sperma tersebut.

"Perjuangan sel sperma menyerupai perang melawan sistem kekebalan wanita, sehingga hanya yang paling lincah, cepat, dan berpengaruh yang sanggup menembus sistem tersebut. Kuantitas antioksidan yang ada di sajian makanan seorang laki-laki akan berbanding lurus dengan peluang untuk mendapat banyak keturunan. "Kata Prof. Leigh Simmons dari University of Western Australia pada Jumat (22/7/2011).

Penulis : AN Uyung Pramudiarja
Sumber : detikHealth (Jumat, 22/07/2011 18:48 WIB)

Anda kini sudah mengetahui Manfaat Alpukat untuk Meningkatkan Kualitas Sperma. Terima kasih sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.