Showing posts sorted by relevance for query perbedaan-sel-hewan-dan-sel-tumbuhan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query perbedaan-sel-hewan-dan-sel-tumbuhan. Sort by date Show all posts

Monday, February 24, 2020

Pintar Pelajaran Sel Binatang Dan Sel Tumbuhan - Gambar Dan Fungsi


Sel Hewan dan Sel Tumbuhan - Gambar dan Fungsi - Struktur Sel tumbuhan dan sel binatang mempunyai bagian-bagian tertentu yang berbeda. Perbedaan ini sanggup kita tentukan dari ragam organel penyusun sel kedua makhluk hidup tersebut. Terlebih dahulu, Bacalah materi mengenai Sel Eukariotik.

1. Sel Tumbuhan

Organel-organel sel tumbuhan yang tidak terdapat pada sel hewan dijelaskan sebagai berikut.
 Struktur Sel tumbuhan dan sel binatang mempunyai bab Pintar Pelajaran Sel Hewan dan Sel Tumbuhan - Gambar dan Fungsi
Gambar 1. Sel Tumbuhan
a. Dinding Sel

Dinding sel merupakan bab terluar sel tumbuhan. Dinding sel ini bersifat kaku dan tersusun atas polisakarida. Polisakarida ini terdiri atas selulosa, hemiselulosa, dan pektin. Dinding sel dibuat oleh diktiosom. Dinding sel bersama-sama dengan vakuola berperan dalam turgiditas sel atau kekakuan sel. Pada awal pembentukannya, dinding sel berupa selaput tipis tersusun atas selulosa (polisakarida kompleks). Di antara dua dinding sel yang berdekatan terdapat lamela tengah. Dua sel yang berdekatan dihubungkan oleh kanal yang di dalamnya terdapat benang-benang plasma yang disebut plasmodesmata.

Dinding sel sanggup dibedakan menjadi dinding sel primer dan dinding sel sekunder. Dinding sel primer dibuat pada waktu sel membelah, contohnya pada sel-sel muda yang sedang tumbuh. Dinding sel primer tersusun atas selulosa antara 9–25%, hemiselulosa, pektin, serta beberapa senyawa lainnya. Selulosa terdiri dari mikrofibril yaitu seratserat panjang yang mempunyai daya regang kuat. Sementara itu, dinding sel sekunder terbentuk karena penebalan. Dinding sel sekunder ini dimiliki oleh sel-sel dewasa yang terdapat di sebelah dalam dinding sel primer. Dinding sel sekunder mempunyai kandungan selulosa antara 41–45%, hemiselulosa, dan lignin.

Beberapa sel dindingnya mengalami penebalan oleh zat lignin yang disebut lignifikasi. Lignifikasi mengakibatkan xilem dan sklerenkim mengayu (keras dan kaku). Penebalan dinding sel sanggup terjadi secara penyisipan (aposisi ) pada penebalan-penebalan usang atau penambahan (intususepsi ) pada penebalan lama. Di antara dinding sel ada yang tidak mengalami penebalan disebut noktah.

b. Vakuola

Vakuola atau rongga sel ialah organel sitoplasmik yang berisi cairan dan dibatasi membran yang mungkin identik dengan membran sel. Sel tumbuhan muda mempunyai banyak vakuola kecil-kecil. Semakin remaja jumlah vakuola berkurang, tetapi ukuran membesar. Sel-sel tumbuhan yang memiliki vakuola besar biasanya yakni sel-sel parenkim dan kolenkim. Vakuola tersebut dibatasi oleh membran yang disebut tonoplas. Sel remaja hanya mempunyai satu vakuola tengah berukuran besar dikelilingi membran tonoplas yang bersifat diferensial permeabel. Vakuola tengah terbentuk sebagai akhir pertumbuhan dinding sel yang lebih cepat daripada pertumbuhan sitoplasma. Vakuola tengah ini berisi cairan (getah sel) yang berupa larutan pekat, kaya mineral, gula, O2, asam organik, CO3, pigmen, enzim, dan sisa-sisa metabolisme.

Vakuola mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut.
  1. Tempat penimbunan sisa metabolisme dan metabolit sekunder ibarat Ca-oksalat, tanin, getah karet, dan alkaloid.
  2. Tempat menyimpan zat masakan ibarat amilum dan gula.
  3. Memasukkan air melalui tonoplas untuk membangun turgiditas sel yang bekerja sama dengan dinding sel.
  4. Menyimpan pigmen, contohnya vakuola pada sel-sel mahkota bunga mengandung pigmen warna.
  5. Menyimpan minyak atsiri msialnya kayu putih, pepermin, dan aroma harum pada bunga.
c. Plastida

Plastida merupakan organel yang hanya terdapat pada sel tumbuhan. Plastida berasal dari perkembangan proplastida di kawasan meristematik.

Berdasarkan pigmen yang dikandungnya terdapat tiga jenis plastida sebagai berikut.

1) Kloroplas

Kloroplas yaitu plastida yang mengandung pigmen hijau disebut klorofil, karotenoid, dan pigmen fotosintetik lainnya. Kloroplas hanya dijumpai pada sel autotrof yang eukariotik. Kloroplas dimiliki oleh sel-sel yang berklorofil misalnya Algae, lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan bunga.

Kloroplas mempunyai bentuk beraneka ragam, tetapi pada umumnya berbentuk bundar atau lonjong (oval). Kloroplas pada sel tumbuhan tingkat tinggi mempunyai ukuran sekitar 4–6 ยตm. Setiap sel mengandung 20–40 kloroplas permilimeter persegi. Apabila jumlahnya masih kurang mencukupi, kloroplas sanggup membelah diri. Namun, kalau jumlahnya berlebihan maka sejumlah kloroplas akan rusak.

Kloroplas tersusun atas membran, yaitu membran luar dan dalam. Membran luar mempunyai permukaan rata yang berfungsi mengatur keluar masuknya zat. Membran dalam membungkus cairan kloroplas yang disebut stroma. Membran dalam kloroplas melipat ke arah dalam dan membentuk lembaran-lembaran yang disebut tilakoid. Pada tempat-tempat tertentu, tilakoid bertumpuk-tumpuk membentuk tubuh ibarat tumpukan uang logam yang disebut grana. Pada umumnya sebuah kloroplas mengandung 40–60 grana.

Di dalam tilakoid terdapat kumpulan partikel yang disebut kuantosom. Di kuantosom inilah terdapat klorofil yang berfungsi dalam proses fotosintesis.

Berdasarkan panjang gelombang (spektrum warna) yang diserap, jenis klorofil dibedakan sebagai berikut.

a) Klorofil a menyerap spektrum warna hijau-biru.
b) Klorofil b menyerap spektrum warna hijau-kuning.
c) Klorofil c menyerap spektrum warna hijau-cokelat.
d) Klorofil d menyerap spektrum warna hijau-merah.

Reaksi kimia proses fotosintesis sebagai berikut.


Cahaya

6 CO2 + 6 H2O
→
C6H12O6 + 6O2

Klorofil

                             
2) Leukoplas

Leukoplas yaitu plastida yang tidak berwarna, umumnya terdapat pada tempat yang tidak terkena sinar, misalnya organ penyimpan masakan cadangan seperti biji dan umbi. Berdasarkan fungsinya dibedakan tiga jenis leukoplas sebagai berikut.

a) Amiloplas untuk menyimpan amilum.
b) Elaioplas atau lipidoplas untuk membentuk dan menyimpan lemak.
c) Proteoplas untuk menyimpan protein.

3) Kromoplas

Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen nonfotosintetik (merah dan oranye atau kuning). Kromoplas banyak terdapat pada mahkota bunga. Pigmen yang terkandung dalam kromoplas sebagai berikut.

a) Karoten menjadikan warna kuning, misalnya pada wortel.
b) Xantofil menjadikan warna kuning kecokelatan, misalnya pada daun tua.
c) Fikosianin menjadikan warna biru, misalnya pada ganggang biru.

2. Sel Hewan

 Struktur Sel tumbuhan dan sel binatang mempunyai bab Pintar Pelajaran Sel Hewan dan Sel Tumbuhan - Gambar dan Fungsi
Gambar 2. Sel Hewan
Sel binatang tidak mempunyai dinding sel, tidak mempunyai plastida, dan bentuk tidak tetap ibarat sel tumbuhan. Vakuola pada sel hewan kecil atau tidak tampak. Hewan-hewan uniselular biasanya memiliki vakuola. Ada dua tipe vakuola sebagai berikut.

a. Vakuola kontraktil berperan dalam menjaga tekanan osmotik sitoplasma (disebut juga osmoregulator).
b. Vakuola nonkontraktil atau vakuola masakan berfungsi untuk mencerna makanan.

Sel tumbuhan tidak mempunyai sentrosom dan sentriol, kecuali tumbuhan tingkat rendah. Sel binatang mempunyai dua sentriol di dalam sentrosom. Saat pembelahan sel, tiap-tiap sentriol saling memisahkan diri menuju kutub yang berlawanan dan memancarkan benang-benang gelendong pembelahan yang akan menjerat kromosom. Ternyata antara sel binatang dan sel tumbuhan terdapat banyak perbedaan. Anda telah mengetahuinya dengan membaca uraian di depan.

(Baca juga : Perbedaan sel binatang dan sel tumbuhan.)

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Sunday, February 23, 2020

Pintar Pelajaran Perbedaan Sel Binatang Dan Sel Tumbuhan - Tabel Dan Gambar


Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan - Pada prinsipnya sel hewan seolah-olah dengan sel tumbuhan, tetapi dalam perkembangannya sel binatang mempunyai beberapa perbedaan dengan sel tumbuhan. Sel flora mempunyai organel tertentu yang tidak terdapat pada sel hewan, demikian pula sebaliknya. Sel tumbuhan mempunyai dinding sel, plastida, dan vakuola yang tidak dimiliki sel hewan. Sebaliknya, sel binatang mempunyai sentriol yang tidak dimiliki oleh sel tumbuhan. Kita akan membahas perbedaan antara sel binatang dengan sel flora satu persatu.
dalam perkembangannya sel binatang mempunyai beberapa perbedaan Pintar Pelajaran Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan - Tabel dan Gambar
Gambar 1. Perbedaan sel binatang dan sel tumbuhan
Tabel Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Organel atau Bagian Lainnya
Organisme
Hewan
Tumbuhan
Bentuk sel
Tidak tetap
Tetap
Nukleus
ada
ada
Membran plasma
Hanya membran sel
Terdiri dari dinding sel dan membrane sel
Nukleolus
ada
ada
Sitoplasma
ada
ada
Golgi kompleks
ada
ada
Mitokondria
ada
ada
Grana
Tidak ada
ada
Retikulum endoplasma
ada
ada
Kromatin
ada
ada
Krista
ada
ada
Matriks
ada
ada
Ribosom
ada
ada
Lisosom
ada
Ada, namun hanya di beberapa tumbuhan
Kromosom
ada
ada
Sentriol
ada
Tidak ada
Sentrosom
ada
Tidak ada
Dinding sel
Tidak ada
ada
Lamela tengah
Tidak ada
ada
Membran inti
ada
ada
Stroma
Tidak ada
Ada
Kloroplas
Tidak ada
ada
Vakuola
Tidak ada
ada
Tonoplas
Tidak ada
ada
Mikrofilamen
ada
ada
Membran sel
ada
ada
Plasmodesma
Tidak ada
ada
Leukoplas
Tidak ada
ada
Plastida
Tidak ada
ada
Mikrotubulus
ada
ada
Filamen intermediet
ada
ada
Siskoskeleton
ada
Ada
Simpanan energi
Lemak dan glikogen
Pati
Flagel / Silia
Ada
Sangat jarang ditemukan

Anda kini sudah mengetahui Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Thursday, November 7, 2019

Pintar Pelajaran Struktur, Fungsi, Organel, Pengertian Sel, Binatang Dan Tumbuhan, Eukariotik Prokariotik, Pembelahan, Membran, Biologi

Struktur, Fungsi, Organel, Pengertian Sel, Hewan dan Tumbuhan, Eukariotik Prokariotik, Pembelahan, Membran, Biologi - Saat terdengar kata “sel”, mungkin yang tebersit dalam benak yaitu daerah untuk mengurung penjahat atau pelaku tindak kriminal. Pemahaman ini tidak seutuhnya salah, alasannya yaitu sel diibaratkan sebuah kamar-kamar kecil yang tersebar di seluruh tubuh. Isi kamar tersebut berupa organela sel yang selalu beraktivitas. Karena itu, sel yaitu unit terkecil penyusun makhluk hidup dan sebagai daerah berlangsungnya kegiatan kehidupan. Aktivitas kehidupan sel mencakup sintesis, pengangkutan zat, pernapasan, pengeluaran zat sisa, pertumbuhan dan perkembangan.

A. Sejarah Penemuan Sel

Penemuan sel pertama kali diawali dengan ditemukannya mikroskop oleh Antoni von Leeuwenhoek. Bentuk mikroskop tersebut sanggup kalian ketahui dengan mencermati Gambar 1.
 mungkin yang tebersit dalam benak yaitu daerah untuk mengurung penjahat atau pelaku tind Pintar Pelajaran Struktur, Fungsi, Organel, Pengertian Sel, Hewan dan Tumbuhan, Eukariotik Prokariotik, Pembelahan, Membran, Biologi
Gambar 1. Bentuk mikroskop yang ditemukan pertama kali.
Adanya inovasi mikroskop ini mengilhami ilmuwan Inggris, Robert Hooke (1635-1703), jago pembuat mikroskop, melaksanakan pengamatan terhadap suatu obyek biologi. Saat itu ia mengamati irisan penampang melintang gabus batang tumbuhan. Irisan melintang tersebut tampak pada Gambar 2.
 mungkin yang tebersit dalam benak yaitu daerah untuk mengurung penjahat atau pelaku tind Pintar Pelajaran Struktur, Fungsi, Organel, Pengertian Sel, Hewan dan Tumbuhan, Eukariotik Prokariotik, Pembelahan, Membran, Biologi
Gambar 2. Irisan melintang gabus batang flora yang diamati Hooke.
Ia melihat bahwa di dalam irisan itu terdapat rongga segi enam yang kosong dan mati. Ia menyebut rongga tersebut dengan nama sel, yang berasal dari kata cellula yang berarti ‘kamar’. Tahun 1838, dua jago biologi Jerman, yakni Mathias J. Schleiden yang jago botani dan Th eodor Schwann yang jago zoologi, menandakan bahwa sel itu hidup dan bukanlah kamar kosong. Namun, di dalam sel tersebut terdapat sitoplasma yang berisi cairan. Oleh lantaran itu, muncullah teori terkait sel. Teori ini dinamakan teori sel yang berbunyi bahwa semua makhluk hidup tersusun atas sel. Sel merupakan potongan terkecil makhluk hidup yang mempunyai kegiatan kehidupan. Sehingga hal ini memperlihatkan bahwa sel merupakan penyusun dasar badan makhluk hidup.

Penelitian perihal sel kemudian dilanjutkan oleh Felix Dujardin. Ia menemukan bahwa sel terdiri atas dinding sel dan isi sel. Isi sel ini mencakup materi yang bersifat hidup dan termasuk potongan terpenting sel hidup. Isi sel tersebut dinamakan protoplasma dengan arti zat pertama yang dibentuk. Sebenarnya, istilah protoplasma sudah diperkenalkan pertama kali tahun 1839 oleh jago fi siologi J. Purkinye. Protoplasma merupakan potongan sel yang berisi cairan menyerupai agar-agar.

Pada tahun 1858 Rudolf Virchow melengkapi teori perihal sel tersebut. Ia menemukan bahwa setiap sel berasal dari sel yang ada sebelumnya (omnis cellula cellula), sehingga muncul teori sel yang menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan pertumbuhan. Tahun 1880 August Weismann memperlihatkan suatu kesimpulan bahwa sel yang ada ketika ini sanggup ditelusuri asal-usulnya hingga makhluk hidup yang paling awal. Inilah sejarah inovasi sel dari awal hingga era ke-19. Tentunya, pembahasan sel ketika ini semakin berkembang.

Sel hidup mempunyai banyak sekali ukuran dan bentuk, yakni bulat, oval, panjang, pendek, berekor, atau lainnya. Untuk mengetahui pelbagai bentuk sel pada makhluk hidup, perhatikan Gambar 3.
 mungkin yang tebersit dalam benak yaitu daerah untuk mengurung penjahat atau pelaku tind Pintar Pelajaran Struktur, Fungsi, Organel, Pengertian Sel, Hewan dan Tumbuhan, Eukariotik Prokariotik, Pembelahan, Membran, Biologi
Gambar 3. Macam-macam bentuk Sel.
Sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama akan membentuk sebuah jaringan. Sekelompok jaringan yang berbeda akan menyusun suatu organ. Kemudian, organ-organ yang berbeda bekerja bersama membentuk sistem organ. Berbagai sistem organ yang berbeda akan berkumpul sehingga terbentuk individu.

Seiring perkembangan teknologi mikroskop dan teknik pewarnaan, inovasi potongan sel pun mengalami kemajuan. Hal ini dibuktikan dengan adanya inovasi organel sel sebagai penyusun sel hidup. Alhasil, komponen sel yang diketahui semakin bertambah. Sel tidak hanya tersusun atas membran plasma, inti sel dan sitoplasma saja, namun juga organel sel. Bahkan, pada tahun 1944 telah ditemukan komponen sel yaitu DNA atau gen.

Selain sebagai unit terkecil dalam kehidupan, sel juga sebagai unit fungsional. Artinya, sel-sel yang menyusun badan makhluk hidup tersebut sanggup melaksanakan fungsi atau kegi atan hidup. Selain itu, sel juga berperan sebagai unit hereditas (pewaris), yakni penurun sifat genetis dari satu generasi ke generasi berikutnya.

2. Komponen Kimiawi Penyusun Sel

Protoplasma yaitu sejenis substansi kompleks mirip agar-agar yang tidak habis dipakai ketika aktifi tas kimiawi dalam menjaga kelangsungan hidup sel. Substansi kompleks sel tersebut merupakan gabungan beberapa senyawa yang mempunyai perbandingan sama. Sebagian besar komposisi protoplasma yaitu air, yakni sekitar 70% hingga 90%. Di dalamnya terdapat garam mineral dan senyawa organik/senyawa karbon mirip karbohidrat, lemak, dan protein.

Komposisi protoplasma dalam setiap sel makhluk hidup berbeda. Sebab, protoplasma tersusun atas banyak sekali gabungan zat. Oleh lantaran itu, kemungkinan protoplasma yang menyusun sel penyusun organ badan tertentu berbeda dengan sel penyusun organ badan yang lain. Sebagai contoh, protoplasma yang menyusun sel otot berbeda dengan protoplasma penyusun sel otak.

Berdasarkan asal bahannya, protoplasma mempunyai dua bentuk, yakni potongan cair dan semi cair mirip gel. Kedua bentuk protoplasma ini amat bergantung pada materi fisiologis sel. Sekalipun para ilmuwan mengetahui banyak sekali jenis senyawa dalam protoplasma, namun tidak satupun yang bisa menciptakan sebuah gabungan sehingga bisa disebut protoplasma. Kendalanya yaitu sifat niscaya dari protoplasma masih belum diketahui. Selain itu, para ilmuwan belum bisa menghasilkan kondisi lingkungan yang hidup sanggup mulai. Ini menandakan kuasa dari Tuhan Yang Maha Esa. Protoplasma sebuah sel tersusun atas tiga bagian, antara lain membran sel, sitoplasma, dan organel sel (termasuk nukleus). Kalian sanggup mempelajarinya pada bahasan berikutnya.










10. Anafase









19. Lisosom





24. Ribosom



27. Vakuola




Demikianlah daftar materi mengenai Sel. Semoga bermanfaat dan terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.