Showing posts sorted by relevance for query cara-daur-ulang-limbah-organik-dan-anorganik. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query cara-daur-ulang-limbah-organik-dan-anorganik. Sort by date Show all posts

Saturday, November 30, 2019

Pintar Pelajaran Cara Daur Ulang Limbah Organik Dan Anorganik

Cara Daur Ulang Limbah Organik dan Anorganik - Supaya limbah organik maupun anorganik tidak menimbulkan suatu permasalahan lingkungan, maka perlu adanya penanganan khusus. Contoh penanganan limbah tersebut ialah dengan penggunaan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle). Benda-benda yang semula merupakan sampah, ternyata sanggup dimanfaatkan untuk keperluan lain atau diolah menjadi materi yang bermanfaat. Adanya produk-produk hasil daur ulang membuat ekploitasi alam sanggup dikurangi. Dengan
begitu, selain mengurangi efek pencemaran, daur ulang bisa juga mengurangi banyak sekali perubahan lingkungan. (Baca juga : Penanganan Limbah)

1. Daur Ulang Limbah Organik

Di negara-negara yang telah maju, menyerupai di Eropa, melakukan daur ulang (recycling) limbah organik sudah merupakan kebiasaan yang telah dilakukan semenjak lama. Begitu pula di negara-negara Asia yang maju, contohnya Jepang. Di Indonesia, meskipun masih secara sederhana atau tradisional, daur ulang limbah organik juga sudah sering dilakukan. Contohnya ialah pemulungan sampah yang berasal dari sampah rumah tangga yang kemudian dijadikan kompos. Daur ulang mempunyai potensi yang besar untuk mengurangi tambahan biaya pengolahan, dan kawasan pembuangan tamat sampah. Berdasarkan cara pemanfaatannya, limbah organik sanggup dimanfaatkan secara langsung maupun melalui daur ulang terlebih dahulu.

Tanpa melalui daur ulang, limbah organik sanggup dimanfaatkan secara langsung, contohnya sampah rumah tangga berupa sayuran, daun-daun bekas sanggup dijadikan masakan ternak. Bahkan di Australia, kertas-kertas yang merupakan sampah rumah tangga dapat dimanfaatkan untuk masakan kuda, biri-biri, dan sapi. Melaui daur ulang, limbah organik sanggup juga dimanfaatkan. Hal ini ber arti pemanfaatan secara tidak langsung. Contohnya adalah pembuatan pupuk kompos, pembuatan biogas (gas bio) dan pembuatan kertas daur ulang. Berikut ialah uraian singkat tentang ketiga proses tersebut.

a. Pembuatan Pupuk Kompos (Pengomposan atau Composting)

Pupuk kompos dibentuk dari limbah organik dengan prinsip penguraian bahan-bahan organik menjadi materi anorganik oleh mikroorganisme melalui fermentasi. Bahannya berupa dedaunan atau sampah rumah tangga yang lain, serta kotoran ternak (sapi, kambing, ayam). Mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan kompos di kenal sebagai effective microorganism (EM). EM terdiri atas mikroorganisme aerob dan anaerob. Kedua kelompok jasad renik tersebut bekerja sama menguraikan sampah-sampah organik. Hasil fermentasinya dapat menciptakan kondisi yang mendukung kehadiran jamur pemangsa nematoda (cacing benalu pada akar tanaman). Kompos digunakan dalam sistem pertanian, bersifat ramah lingkungan, dan hasil panen dari tumbuhan pertanian yang menggunakannya mempunyai harga jual yang lebih mahal. Dengan memanfaatkan pupuk organik, di samping menanggulangi limbah, berarti juga menerapkan gaya hidup sehat.

b. Pembuatan Biogas (gas bio)

Biogas merupakan gas-gas yang sanggup dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Gas ini dihasilkan dari proses pembusukan atau fermentasi sampah organik yang terjadi secara anaerobik. Artinya, proses tersebut berlangsung dalam keadaan tertutup (tanpa oksigen), dilakukan oleh bakteri Metalothrypus methanica. Bahan bakunya ialah kotoran hewan, sisa-sisa tanaman, atau adonan keduanya. Prosesnya adalah dengan mencampurkan sampah organik dan air, kemudian dicampur dengan basil M. methanica, dan disimpan di dalam kawasan yang kedap udara lantas dibiarkan selama dua minggu.

Supaya limbah organik maupun anorganik tidak menyebabkan Pintar Pelajaran Cara Daur Ulang Limbah Organik dan Anorganik
Gambar 1. Pupuk kompos dari kotoran binatang (Wikimedia Commons)
c. Daur Ulang Kertas

Daur ulang kertas-kertas dari sampah rumah tangga, kegiatan administrasi, kertas pembungkus, maupun media cetak sanggup menghasilkan kertas yang sanggup dimanfaatkan sebagai kertas buram, kertas pembungkus kado, atau aneka kerajinan yang lain.

Supaya limbah organik maupun anorganik tidak menyebabkan Pintar Pelajaran Cara Daur Ulang Limbah Organik dan Anorganik
MEDAN, 24/1 KERAJINAN DAUR ULANG. Dewi (20) membuat aksesoris dan souvenir dari materi daur ulang kertas di Jalan Tanjung Sari Medan, Sabtu (23/1). Para perajin itu bisa menghasilkan 200 aksesoris dan souvenir setiap harinya. Aksesoris dan souvenir dari materi baku daur ulang kertas tersebut dijual dengan harga Rp.2000 per buah.FOTO ANTARA/Risky Cahyadi/pd/10.
2. Daur Ulang Limbah Anorganik

Limbah anorganik yang sanggup didaur ulang yaitu sampah plastik, logam, kaca, plastik, dan kaleng. Limbah tersebut terlebih dahulu diolah melalui sanitary landfill, incineration (pembakaran), dan pulverisation (penghancuran). Sanitary landfill yaitu suatu metode pengolahan sampah terkontrol dengan sistem sanitasi yang baik. Sedangkan pada incineration sampah dibakar di dalam alat yang disebut insinerator. Hasil pembakarannya berupa gas dan residu pembakaran. Sementara itu, pada pulverisation, penghancuran sampah dilakukan di dalam kendaraan beroda empat pengumpul sampah yang telah dilengkapi dengan alat pelumat sampah. Sampah-sampah tersebut pribadi dihancurkan menjadi potongan-potongan kecil yang sanggup dimanfatkan untuk menimbun tanah yang letaknya rendah.

Anda kini sudah mengetahui Daur Ulang Limbah Organik dan Anorganik. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Cara / Upaya Penanganan Limbah Organik Dan Anorganik

Cara / Upaya Penanganan Limbah Organik dan Anorganik - Aktivitas yang dilakukan oleh insan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pertanian, kegiatan rumah tangga, industri, dan kegiatan pertambangan banyak menghasilkan limbah. Limbah merupakan sumber daya alam yang telah kehilangan fungsinya. Limbah disebut juga sebagai entropi, yaitu sisa energi yang tidak dimanfaatkan. Keberadaan limbah di dalam lingkungan sangat mengganggu, baik dalam hal keindahan, kenyamanan, maupun kesehatan. Dalam hal keindahan, tumpukan sampah yang menggunung merupakan pemandangan yang mengganggu. Sedangkan gangguan kenyamanan contohnya dialami oleh penduduk yang tinggal di bersahabat jalur kemudian lintas kendaraan, atau dekat stasiun maupun bandara. Adapun gangguan kesehatan, dialami oleh penduduk bersahabat lokasi pabrik yang setiap hari menghirup limbah pabrik berupa gas yang keluar dari cerobong asap pabrik. (Baca juga : Permasalahan Lingkungan)

Akumulasi limbah (sisa hasil buangan) memiliki potensi sebagai polutan (penyebab polusi). Oleh alasannya yaitu itu, adanya limbah perlu menerima perhatian saksama dan penanganan semaksimal mungkin, sebelum mengakibatkan kerugian-kerugian yang lebih besar bagi masyarakat. Berdasarkan komponen penyusunnya, limbah dibagi menjadi dua, yaitu limbah organik dan limbah anorganik. Limbah organik merupakan limbah yang berasal dari belahan organisme, yang dapat terurai secara alami. Limbah ini banyak dihasilkan dari rumah
tangga, ibarat sampah dari dapur, sayuran yang telah membusuk, daun, dan kulit buah. Limbah tersebut sanggup dimanfaatkan menjadi pupuk dan sumber energi alternatif yang disebut biogas. Sedangkan limbah anorganik relatif sulit terurai, dan mungkin beberapa bisa terurai tetapi memerlukan waktu yang lama. Limbah tersebut berasal dari sumber daya alam (SDA) yang tidak sanggup diperbarui atau yang berasal dari pertambangan ibarat minyak bumi, batubara, besi, timah, dan Nikel. Limbah anorganik umumnya berasal dari kegiatan industri tetapi sanggup juga dari sampah rumah tangga ibarat kaleng bekas, botol, plastik, dan karet sintetis. Limbah anorganik sanggup didaur-ulang menjadi materi yang lebih berguna.

Supaya limbah organik maupun anorganik tidak menimbulkan suatu permasalahan lingkungan, maka perlu adanya penanganan khusus. Contoh penanganan limbah tersebut yaitu dengan penggunaan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle). Benda-benda yang semula merupakan sampah, ternyata sanggup dimanfaatkan untuk keperluan lain atau diolah menjadi materi yang bermanfaat. Adanya produk-produk hasil daur ulang menciptakan ekploitasi alam sanggup dikurangi. Dengan begitu, selain mengurangi pengaruh pencemaran, daur ulang sanggup juga mengurangi banyak sekali perubahan lingkungan.


2. Daur Ulang Limbah Anorganik

Plastik yang Dapat Diurai

Sampah plastik umumnya tidak sanggup diurai oleh bakteri, alasannya yaitu bakteri hanya mengurai sampah-sampah organik. Para ilmuwan kemudian melakukan percobaan untuk membuat plastik yang sanggup diurai. Plastik tersebut dibentuk dengan bahan dasar tepung jagung yang dicampur dengan polietilen (bahan dasar plastik yang tidak sanggup diurai oleh mikroorganisme). Tetapi apabila kandungan tepung tersebut ditingkatkan menjadi 50-60%, konsekuensinya adalah plastik tersebut menjadi tidak kuat, mudah menyerap air kemudian hancur. Karena itulah sampai sekarang para ilmuwan masih terus melaksanakan penelitian terkait dengan plastik tersebut.

Anda kini sudah mengetahui Penanganan Limbah. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Sumber Dan Imbas Pencemaran Lingkungan Serta Cara / Upaya Mengatasinya

Sumber dan Dampak Pencemaran Lingkungan serta Cara / Upaya Mengatasinya - Pencemaran lingkungan menimbulkan dampak yang serius bagi kehidupan insan dan keseimbangan lingkungan. Pencemaran air akhir limbah rumah tangga mengakibatkan kematian organisme air, sebab limbah tersebut bersifat racun. Akibat jelek yang lain yaitu timbulnya penyakit gatal-gatal dan diare, terutama pada masyarakat yang memanfaatkan air sungai untuk kehidupan sehari-hari. Pencemaran air akhir limbah pertanian juga mengakibatkan kematian organisme yang hidup di air sungai dan penyakit gatal-gatal pada manusia. Sedangkan limbah industri yang masuk ke perairan, selain mengakibatkan kematian bagi organisme air juga menimbulkan penyakit, ibarat penyakit minamata yang terjadi akhir insan mengkonsumsi ikan-ikan yang ternyata mengalamai akumulasi logam merkuri pada tubuhnya. Pencemaran akhir tumpahan minyak di maritim juga berdampak jelek bagi organisme laut. Selain itu sampah-sampah organik juga sanggup mengakibatkan kematian organisme air, ibarat ikan, Crustacea, dan Mollusca. (Baca juga : Pencemaran Lingkungan)

Selain pencemaran air, pencemaran udara juga menimbulkan kerugian bagi lingkungan. Gas CO2 dan CO merupakan penyebab gangguan pernapasan, ibarat sesak napas dan batuk-batuk. Gas H2S yang keluar dari aktvitas gunung berapi mengakibatkan udara terasa panas atau suhu terlalu tinggi dan sesak nafas. Kadar CO2 meningkat menyebabkan pengaruh rumah kaca. Partikel-partikel SO2 dan NO2 mengakibatkan hujan asam. Akibat hujan asam yaitu kerusakan hutan, tanaman pertanian dan perkebunan, korosi pada besi atau logam, serta bangunan-bangunan menjadi berwarna kuning. Pemakaian gas CFC juga mengakibatkan dampak berupa penipisan lapisan ozon. Dampak negatif dari pencemaran tanah juga merupakan permasalahan lingkungan yang serius. Pencemaran tanah akhir limbah rumah tangga mengakibatkan kematian mikroorganisme tanah (bakteri pengurai yang berfungsi sebagai dekomposer), sehingga tanah menjadi tandus dan kesuburannya menurun. Dampak yang sama juga ditimbulkan oleh limbah pertanian dan pertambangan, yang juga menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia, contohnya gangguan pernapasan.

Pencemaran yang lain ibarat pencemaran bunyi dan pencemaran bahan radioaktif juga perlu diatasi. Suara yang melebihi ambang batas kebisingan sanggup mengakibatkan gangguan pendengaran atau cacat pendengaran permanen. Sedangkan pencemaran radioaktif dapat menyebabkan mutasi gen yang menimbulkan kanker atau tumor. Nah, untuk menghindari banyak sekali dampak pencemaran lingkungan manusia perlu melaksanakan banyak sekali upaya. Perhatikan Tabel 1. Berbagai upaya tersebut merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh setiap anggota masyarakat. Karena pada dasarnya kerusakan lingkungan ditimbulkan oleh acara insan dan akan memberikan dampak bagi kehidupan insan sendiri. Untuk menghindari berbagai akhir yang lebih buruk, kita harus dekat dengan lingkungan.

Tabel 1. Upaya Mengatasi Pencemaran Lingkungan

No.
Macam-macam Pencemaran
Sumber Pencemaran
Upaya Mengatasinya
1.
Pencemaran air
Limbah rumah tangga: kertas, daun, sabun detergen, kotoran, dan lain-lain
Membuang limbah pada daerah nya, dan melaksanakan daur ulang(recycling)
Limbah industri: logam berat (Hg), zat-zat radioaktif, sampah, kotoran, dan polutan panas
Dibuat unit pengolahan limbah
Limbah pertanian: sisa pupuk buatan, pestisida, herbisida
Pemakaian pupuk buatan, pestisida, dan herbisida harus sesuai aturan
Mengembangkan pertanian organik.
Limbah pertambangan: tumpahan minyak di laut
Kapal tanker pengangkut minyak diupayakan tidak bocor, dan sistem penyimpanan memakai dua tangki (tangki untuk minyak, dan tangki untuk menyimpan air)
Sampah anorganik: PO4, SO3, NO, Ni, Pb, Fe, Hg
Pembuangan sampah anorganik harus pada tempatnya
2.
Pencemaran udara
Kegiatan rumah tangga: pembakaran sampah
Sampah-sampah dipisahkan dan didaur ulang
Kegiatan industri: asap dari cerobong pabrik
Cerobong asap diberi filter (alat penyaring)
Knalpot motor atau kendaraan beroda empat
Knalpot motor dan kendaraan beroda empat diberi filter untuk mengurangi emisi gas CO
Kegiatan pertanian: penyemprotan pestisida, herbisida, insektisida
Pemakain insektisida, herbisida harus sesuai dengan takaran (aturan)
Penyemprotan dilakukan pada pagi hari sehingga tidak terbawa oleh angin
Api dari puntung rokok atau sumber api lain yang ditinggalkan di hutan
Jika beraktivitas di hutan, pastikan tidak meninggalkan putung rokok dan sumber api lainnya dengan sembarangan
Gas H2S (Hidrogen Sulfida) yang keluar dari lava gunung berapi, pembakaran batubara dan minyak bumi
Sebaiknya memakai masker wajah untuk menghindari gas H2S
Lokasi pabrik batubara dan pembakaran minyak bumi jauh dari pemukiman penduduk
Senyawa CFC yang berasal dari AC, dispenser, almari es, hairdyer, dan lain-lain
Membatasi penggunaan alat-alat yang memakai CFC
3.
Pencemaran tanah
Kegiatan rumah tangga: sampah plastik, botol-botol, karet sintesis, belahan kaca, dan kaleng
Daur ulang atau penggunaan kembali
Kegiatan pertanian: pemakaian pupuk buatan, sisa pestisida yang berlebihan
Sebaiknya pemakaian pupuk pertanian sesuai dengan aturan/dosis
Kegiatan pertambangan: hasil penam bangan kerikil bara, emas, besi, dan lain-lain
Limbah pertambangan harus di buang pada tempatnya atau didaur ulang
4.
Pencemaran bunyi
Suara bising (kebisingan) dari percakapan normal, keributan orang, bunyi kereta api, bunyi mesin pabrik, bunyi petir, bunyi pesawat yang tinggal landas
Sebaiknya gunakan epilog telinga
Lokasi pabrik atau stasiun KA, bandara pesawat terbang jauh dari permukiman penduduk
5.
Pencemaran materi radioaktif
Debu radioaktif yang berasal dari bom nuklir dan reaktor nuklir
Dibuatkan sistem pengamanan reaktor nuklir
Sebelum dibuang ke lingkungan, sisa-sisa radioaktif harus dinetralkan

Permasalahan lingkungan merupakan problem yang dihadapi oleh masyarakat di seluruh dunia. Hal itu merupakan konsekuensi dari aktivitas kehidupan insan yang menimbulkan banyak sekali dampak pada lingkungan. Dampak tersebut berupa perubahan atau kerusakan dan pencemaran lingkungan yang terjadi di banyak sekali wilayah, terutama akibat eksploitasi sumber daya alam. Karenanya, kebijakan pemerintah dan tugas masyarakat merupakan faktor penting untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Anda kini sudah mengetahui Dampak Pencemaran Lingkungan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.