Showing posts sorted by relevance for query contoh-soal-matematika-higher-order. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query contoh-soal-matematika-higher-order. Sort by date Show all posts

Monday, February 5, 2018

Yuk Mencar Ilmu Pola Soal Matematika Higher Order Thinking Skills (Hots)

Higher Order Thinking - .com
HOT merupakan kemampuan berpikir individu pada tingkat yang lebih tinggi, mencakup cara berpikir secara kritis, logis, metakognisi, dan kreatif. Proses berpikir terkait dengan ingatan dan pengetahuan pada HOT mempunyai porsi sangat kecil. Higher-order thinking meminimalisir kemampuan mengingat kembali informasi (recall) dan asesmen lebih mengukur kemampuan.
HOT terjadi saat individu bisa menghubungkan informasi gres dengan informasi yang telah   dimiliki sebelumnya, kemudian menciptakan solusi untuk duduk kasus pada konteks yang belum dikenal sebelumnya.

HOT memperlihatkan pemahaman terhadap informasi bukan sekedar mengingat informasi.
Higher-order thinking termasuk memperlihatkan pemahaman akan informasi dan bernalar bukan sekedar mengingat kembali/recall informasi.
 HOT merupakan kemampuan berpikir individu pada tingkat yang lebih tinggi Yuk Belajar Contoh Soal Matematika Higher Order Thinking Skills (HOTS)
Taksonomi Bloom soal HOTS

Higher order thinking tidak berarti soal yang lebih sulit daripada soal recall


HOT (higher order thinking) memberi penitikberatan lebih pada proses:


  • Mentransfer fakta dari satu konteks ke konteks lain.
  • Memilih, memproses, dan menerapkan informasi.
  • Melihat keterkaitan antara beberapa informasi yang berbeda.
  • Menggunakan informasi untuk menuntaskan masalah.
  • Menguji informasi dan gagasan secara kritis.


Bentuk Soal Ujian HOT (higher-order thinking) meliputi:


  • Pertanyaan dan jawaban
  • Eksplorasi dan analisis
  • Penalaran informasi bukan ingatan
  • Menilai, mengkritisi, dan menginterpretasi


Sekali lagi, pertanyaan HOT tidaklah selalu lebih sulit

Tipe Soal HOT sanggup disajikan dalam bentuk :

  • Pilihan ganda
  • Menjodohkan
  • Isian singkat
  • Esai
  • Unjuk kerja
  • Portofolio


Untuk soal HOT yang disajikan dalam bentuk pilihan ganda diupayakan stimulus soal merupakan konteks dunia nyata. Kemudian pertanyaan dalam soal harus menuntut proses berpikir secara kritis, logis, metakognisi, dan kreatif, tidak lagi sekedar ingatan atau pemahaman.

Ada beberapa cara yang sanggup dijadikan pedoman oleh para penulis soal untuk menulis butir soal yang menuntut berpikir tingkat tinggi, yakni materi yang akan ditanyakan diukur dengan sikap sesuai dengan ranah kognitif Bloom pada level analisis, penilaian dan mengkreasi, setiap pertanyaan diberikan dasar pertanyaan (stimulus) dan soal mengukur kemampuan berpikir kritis.

Menilai atau mengukur bukan sekadar untuk menghafal sejumlah informasi, namun lebih kepada bagaimana memproses sejumlah informasi untuk mendapatkan solusi dari permasalahan yang diajukkan
Menilai atau  mengukur keterampilan yang lebih kompleks ibarat berpikir kritis dan merangsang siswa untuk mengintrepretasikan, menganalisa atau bahkan bisa memanipulasi informasi sebelumnya sehingga tidak monoton.

Higher-order thinking  menunjukkan pemahaman terhadap informasi  dan bernalar (reasoning) bukan hanya sekedar mengingat informasi. Kita  tidak menguji ingatan, sehingga kadang kala perlu untuk menyediakan informasi yang diharapkan untuk menjawab pertanyaan dan siswa memperlihatkan  pemahaman terhadap gagasan dan informasi dan/atau memanipulasi  atau memakai informasi tersebut.

Teknik kegiatan-kegiatan lain yang sanggup menyebarkan keterampilan berfikir kritis dan kreatif siswa dalam bentuk menjawab pertanyaan-pertanyaan inovatif:

  • Adakah Cara lain? (What’s another way?), 
  • Bagaimana jika…? (What if …?), 
  • Manakah yang salah? (What’s wrong?), dan 
  • Apakah yang akan dilakukan? (What would you do?) (Krulik & Rudnick, 1999).



Bagaimana Butir Soal yang sanggup menuntut HOTS ?
Agar butir soal yang ditulis sanggup menuntut berpikir tingkat tinggi, maka setiap butir soal selalu diberikan dasar pertanyaan (stimulus) berbentuk sumber/bahan bacaan seperti: teks bacaan, paragrap, teks drama, cuilan novel/cerita/dongeng, puisi, kasus, gambar, grafik, foto, rumus, tabel, daftar kata/symbol, contoh, peta, film, atau bunyi yang direkam, dianalisis, dievaluasi, dan dikreasikan.

 HOT merupakan kemampuan berpikir individu pada tingkat yang lebih tinggi Yuk Belajar Contoh Soal Matematika Higher Order Thinking Skills (HOTS)

Teknik Penulisan Butir soal HOTS


  • Perhatikan cakupan materi yang diharuskan untuk level pendidikan 
  • Perhatikan beberapa kompetensi yang diharapkan pada tiap level pendidikan yang kemudian diturunkan menjadi beberapa indikator dan tujuan dari pembelajaran menurut tawaran yang tertuang pada kurikulum
  • Penggunaan pengetahuan dasar untuk suatu cakupan materi sangat mungkin berbeda sesuai dengan level pendidikan 
  • Menggunakan pengetahuan atau kemampuan dasar nya untuk menyesaikan permasalahan yang ada
  • Dalam taksonomi Bloom tingkatan yang paling rendah sanggup menjadi pengetahuan dasar untuk menjawab pertanyaan ke tingkatan selanjutnya

Contoh soal Matematika HOTS

Berikut ini saya sajikan beberapa contoh soal kategori HOTS (High Order Thinking Skill) mata pelajaran matematika.

Contoh soal 1
Pada sebuah kompetisi sepakbola yang diikuti oleh 38 tim, penentuan tim juara yakni menurut perolehan poin terbanyak, dengan ketentuan perolehan poin sebagai berikut:
  • Tim yang menang memperoleh poin 3
  • Jika pertandingan seri, masing-masing tim memperoleh poin 1
  • Tim yang kalah memperoleh poin 0

Tabel berikut memuat posisi sementara 6 tim teratas dari total 38 tim dengan sisa 5 kali pertandingan.
Peringkat
TIM
Poin
1
A
74
2
B
72
3
C
70
4
D
64
5
E
63
6
F
60

Setiap tim tersebut akan saling bertemu pada 5 pertandingan sisa. Pernyataan yang sempurna menurut data tersebut yakni ....
A. Tim A akan menjadi juara hanya dengan memenangkan 3 kali pada pertandingan sisa dan salah satunya menang atas tim B.
B. Tim B akan menjadi juara hanya dengan memenangkan 4 kali pertandingan sisa dan salah satunya menang atas tim A.
C. Jika tim C memenangkan semua pertandingan sisa, maka posisi tim B masih mungkin berada di atas tim C.
D. Jika tim B selalu seri pada semua pertandingan sisa, maka tim E mustahil berada di atas tim C.
E. Tim F akan menjadi juara kalau memenangkan semua sisa pertandingan dan tim A selalu kalah pada semua sisa pertandingan.

Contoh Soal 2.
Kompetensi Dasar:
3.21.  Mendeskripsikan data dalam bentuk tabel atau diagram/plot tertentu yang sesuai dengan informasi yang ingin dikomunikasikan.
Materi : Statistika 
Indikator :
Disajikan suatu diagram batang ganda dari catatan mengenai banyaknya panggilan telepon masuk dan keluar perhari dalam 9 hari. Siswa sanggup membaca data pada diagram batang ganda.
Soal  :
Suatu perusahaan telekomunikasi sedang melaksanakan survey untuk melihat kegiatan pelanggannya dalam melaksanakan panggilan telepon. Suatu hari Rana mendapatkan kiprah dari perusahaan telekomunikasi tersebut untuk mencatat banyaknya panggilan telepon yang ia lakukan pada suatu periode hari-hari yang berurutan. Hasil catatan Rana disajikan dalam grafik di bawah ini:

 HOT merupakan kemampuan berpikir individu pada tingkat yang lebih tinggi Yuk Belajar Contoh Soal Matematika Higher Order Thinking Skills (HOTS)

Pertanyaan:
1. Rana melakukan surveynya selama ….
a. 6 hari
b. 7 hari
c. 8 hari
d. 9 hari
2. Rana sama sekali tidak melaksanakan panggilan keluar pada hari ke- ….
3. Rana mendapatkan  panggilan masuk  lebih banyak daripada panggilan keluar untuk pertama kalinya pada hari ke- ….

Kunci Jawaban :
1. 9 hari.
2. Hari ke-6
3. Hari ke-4

Contoh Soal 3
Kompetensi Dasar:
3.8 Memprediksi pola barisan dan deret aritmetika dan geometri atau barisan lainnya melalui pengamatan dan menawarkan alasannya.
Materi : Pola Barisan
Indikator: Diberikan data barisan daerah duduk dalam suatu ruangan pertunjukan yang terdiri dari 6 baris dan harga tiket:
(1) menentukan banyaknya daerah duduk yang tersedia, kalau diketahui banyaknya dingklik pada empat baris pertama, di mana selisih banyaknya daerah duduk antara 2 baris yang berurutan yakni berbeda-beda
(2) menentukan harga tiket untuk suatu baris tertentu, kalau diketahui pemasukan total yang diinginkan dari penjualan seluruh tiket.
Soal:
OSIS suatu sekolah mengadakan pentas seni untuk amal yang terbuka untuk masyarakat umum. Hasil penjualan tiket program tersebut akan disumbangkan untuk korban peristiwa alam. Panitia menentukan daerah berupa gedung pertunjukan yang daerah duduk penontonnya berbentuk sektor bulat terdiri dari enam baris.
 HOT merupakan kemampuan berpikir individu pada tingkat yang lebih tinggi Yuk Belajar Contoh Soal Matematika Higher Order Thinking Skills (HOTS)
Banyaknya dingklik penonton pada masing-masing baris membentuk pola barisan tertentu.

1) Jika pada baris pertama terdapat 25 kursi, baris kedua 35 kursi, baris ketiga 50 kursi,  baris keempat 70 kursi, dan seterusnya. Tentukanlah banyaknya seluruh daerah duduk pada gedung pertunjukan itu.
Tuliskanlah langkah penyelesaiannya.

2) Apabila harga tiket baris pertama yakni paling mahal dan selisih harga tiket antara dua baris yang berdekatan yakni Rp10.000,00, dengan perkiraan seluruh dingklik penonton terisi penuh,tentukanlah harga tiket yang paling murah semoga panitia memperoleh pemasukan sebesar Rp22.500.000,00
Tuliskanlah langkah penyelesaiannya.

Jawab:
Baris: 1 2 3 4 5 6
Kursi: 25____35____50____70___95____125
Selisih:       10          15       20         25         30
(1) Kapasitas total = 25 + 35 + 50 +70 + 95 + 125
                                = 400 daerah duduk

(2) Misal: 
tiket termurah = x (dalam ribuan)
125x + 95 (x + 10) + 70 (x + 20) + 50 (x + 30) + 35 (x + 40) + 25 (x + 50) = 22.500
                 400x + 950 + 1.400 + 1.500 + 1.400 + 1.250 = 22.500
                                    400x + 6.500 =22.500
                                      400x          = 16.000
                                     x         =        40
Jadi, harga tiket termurah adalah: Rp40.000,00

Penskoran:
Langkah benar, hasil selesai benar, instruksi = 2
Langkah benar, hasil selesai salah, instruksi = 1
Menjawab salah dengan langkah dan tanpa langkah, instruksi = 0
Tidak menjawab, instruksi = 9

Itulah beberapa contoh soal matematika kategori HOT, semoga sanggup dijadikan sebagai materi pola dan perbandingan dalam pembuatan soal-soal matematika berkategori HOT.
Tidak sanggup dipungkiri lagi, arah kebijakan kurikulum pendidikan kini ini menuntut pembelajaran--terutama pada penilaiannya diarahkan semoga berkaitan dengan kemampuan akseptor didik secara sebenarnya, berbasis kinerja akseptor didik, sanggup memotivasi berguru , menekankan pada kegiatan dan pengalaman berguru akseptor didik, dan memberi kebebasan akseptor didik untuk mengkonstruksi responnya.

Untuk itu soal yang diberikan harus bisa menyebarkan kemampuan berpikir divergen, menekankan konteks yang mencerminkan dunia nyata, terkait dengan dunia kerja, memakai data yang diperoleh pribadi dari dunia kasatmata serta memakai banyak sekali cara dan instrumen.

Demikian postingan perihal contoh soal HOTS matematika, semoga ada manfaatnya.

Thursday, November 29, 2018

Yuk Mencar Ilmu Pola Soal Matematika Higher Order Thinking Skills (Hots)

Higher Order Thinking - .com
HOT merupakan kemampuan berpikir individu pada tingkat yang lebih tinggi, mencakup cara berpikir secara kritis, logis, metakognisi, dan kreatif. Proses berpikir terkait dengan ingatan dan pengetahuan pada HOT mempunyai porsi sangat kecil. Higher-order thinking meminimalisir kemampuan mengingat kembali informasi (recall) dan asesmen lebih mengukur kemampuan.
HOT terjadi saat individu bisa menghubungkan informasi gres dengan informasi yang telah   dimiliki sebelumnya, kemudian menciptakan solusi untuk duduk kasus pada konteks yang belum dikenal sebelumnya.

HOT memperlihatkan pemahaman terhadap informasi bukan sekedar mengingat informasi.
Higher-order thinking termasuk memperlihatkan pemahaman akan informasi dan bernalar bukan sekedar mengingat kembali/recall informasi.
 HOT merupakan kemampuan berpikir individu pada tingkat yang lebih tinggi Yuk Belajar Contoh Soal Matematika Higher Order Thinking Skills (HOTS)
Taksonomi Bloom soal HOTS

Higher order thinking tidak berarti soal yang lebih sulit daripada soal recall


HOT (higher order thinking) memberi penitikberatan lebih pada proses:


  • Mentransfer fakta dari satu konteks ke konteks lain.
  • Memilih, memproses, dan menerapkan informasi.
  • Melihat keterkaitan antara beberapa informasi yang berbeda.
  • Menggunakan informasi untuk menuntaskan masalah.
  • Menguji informasi dan gagasan secara kritis.


Bentuk Soal Ujian HOT (higher-order thinking) meliputi:


  • Pertanyaan dan jawaban
  • Eksplorasi dan analisis
  • Penalaran informasi bukan ingatan
  • Menilai, mengkritisi, dan menginterpretasi


Sekali lagi, pertanyaan HOT tidaklah selalu lebih sulit

Tipe Soal HOT sanggup disajikan dalam bentuk :

  • Pilihan ganda
  • Menjodohkan
  • Isian singkat
  • Esai
  • Unjuk kerja
  • Portofolio


Untuk soal HOT yang disajikan dalam bentuk pilihan ganda diupayakan stimulus soal merupakan konteks dunia nyata. Kemudian pertanyaan dalam soal harus menuntut proses berpikir secara kritis, logis, metakognisi, dan kreatif, tidak lagi sekedar ingatan atau pemahaman.

Ada beberapa cara yang sanggup dijadikan pedoman oleh para penulis soal untuk menulis butir soal yang menuntut berpikir tingkat tinggi, yakni materi yang akan ditanyakan diukur dengan sikap sesuai dengan ranah kognitif Bloom pada level analisis, penilaian dan mengkreasi, setiap pertanyaan diberikan dasar pertanyaan (stimulus) dan soal mengukur kemampuan berpikir kritis.

Menilai atau mengukur bukan sekadar untuk menghafal sejumlah informasi, namun lebih kepada bagaimana memproses sejumlah informasi untuk mendapatkan solusi dari permasalahan yang diajukkan
Menilai atau  mengukur keterampilan yang lebih kompleks ibarat berpikir kritis dan merangsang siswa untuk mengintrepretasikan, menganalisa atau bahkan bisa memanipulasi informasi sebelumnya sehingga tidak monoton.

Higher-order thinking  menunjukkan pemahaman terhadap informasi  dan bernalar (reasoning) bukan hanya sekedar mengingat informasi. Kita  tidak menguji ingatan, sehingga kadang kala perlu untuk menyediakan informasi yang diharapkan untuk menjawab pertanyaan dan siswa memperlihatkan  pemahaman terhadap gagasan dan informasi dan/atau memanipulasi  atau memakai informasi tersebut.

Teknik kegiatan-kegiatan lain yang sanggup menyebarkan keterampilan berfikir kritis dan kreatif siswa dalam bentuk menjawab pertanyaan-pertanyaan inovatif:

  • Adakah Cara lain? (What’s another way?), 
  • Bagaimana jika…? (What if …?), 
  • Manakah yang salah? (What’s wrong?), dan 
  • Apakah yang akan dilakukan? (What would you do?) (Krulik & Rudnick, 1999).



Bagaimana Butir Soal yang sanggup menuntut HOTS ?
Agar butir soal yang ditulis sanggup menuntut berpikir tingkat tinggi, maka setiap butir soal selalu diberikan dasar pertanyaan (stimulus) berbentuk sumber/bahan bacaan seperti: teks bacaan, paragrap, teks drama, cuilan novel/cerita/dongeng, puisi, kasus, gambar, grafik, foto, rumus, tabel, daftar kata/symbol, contoh, peta, film, atau bunyi yang direkam, dianalisis, dievaluasi, dan dikreasikan.

 HOT merupakan kemampuan berpikir individu pada tingkat yang lebih tinggi Yuk Belajar Contoh Soal Matematika Higher Order Thinking Skills (HOTS)

Teknik Penulisan Butir soal HOTS


  • Perhatikan cakupan materi yang diharuskan untuk level pendidikan 
  • Perhatikan beberapa kompetensi yang diharapkan pada tiap level pendidikan yang kemudian diturunkan menjadi beberapa indikator dan tujuan dari pembelajaran menurut tawaran yang tertuang pada kurikulum
  • Penggunaan pengetahuan dasar untuk suatu cakupan materi sangat mungkin berbeda sesuai dengan level pendidikan 
  • Menggunakan pengetahuan atau kemampuan dasar nya untuk menyesaikan permasalahan yang ada
  • Dalam taksonomi Bloom tingkatan yang paling rendah sanggup menjadi pengetahuan dasar untuk menjawab pertanyaan ke tingkatan selanjutnya

Contoh soal Matematika HOTS

Berikut ini saya sajikan beberapa contoh soal kategori HOTS (High Order Thinking Skill) mata pelajaran matematika.

Contoh soal 1
Pada sebuah kompetisi sepakbola yang diikuti oleh 38 tim, penentuan tim juara yakni menurut perolehan poin terbanyak, dengan ketentuan perolehan poin sebagai berikut:
  • Tim yang menang memperoleh poin 3
  • Jika pertandingan seri, masing-masing tim memperoleh poin 1
  • Tim yang kalah memperoleh poin 0

Tabel berikut memuat posisi sementara 6 tim teratas dari total 38 tim dengan sisa 5 kali pertandingan.
Peringkat
TIM
Poin
1
A
74
2
B
72
3
C
70
4
D
64
5
E
63
6
F
60

Setiap tim tersebut akan saling bertemu pada 5 pertandingan sisa. Pernyataan yang sempurna menurut data tersebut yakni ....
A. Tim A akan menjadi juara hanya dengan memenangkan 3 kali pada pertandingan sisa dan salah satunya menang atas tim B.
B. Tim B akan menjadi juara hanya dengan memenangkan 4 kali pertandingan sisa dan salah satunya menang atas tim A.
C. Jika tim C memenangkan semua pertandingan sisa, maka posisi tim B masih mungkin berada di atas tim C.
D. Jika tim B selalu seri pada semua pertandingan sisa, maka tim E mustahil berada di atas tim C.
E. Tim F akan menjadi juara kalau memenangkan semua sisa pertandingan dan tim A selalu kalah pada semua sisa pertandingan.

Contoh Soal 2.
Kompetensi Dasar:
3.21.  Mendeskripsikan data dalam bentuk tabel atau diagram/plot tertentu yang sesuai dengan informasi yang ingin dikomunikasikan.
Materi : Statistika 
Indikator :
Disajikan suatu diagram batang ganda dari catatan mengenai banyaknya panggilan telepon masuk dan keluar perhari dalam 9 hari. Siswa sanggup membaca data pada diagram batang ganda.
Soal  :
Suatu perusahaan telekomunikasi sedang melaksanakan survey untuk melihat kegiatan pelanggannya dalam melaksanakan panggilan telepon. Suatu hari Rana mendapatkan kiprah dari perusahaan telekomunikasi tersebut untuk mencatat banyaknya panggilan telepon yang ia lakukan pada suatu periode hari-hari yang berurutan. Hasil catatan Rana disajikan dalam grafik di bawah ini:

 HOT merupakan kemampuan berpikir individu pada tingkat yang lebih tinggi Yuk Belajar Contoh Soal Matematika Higher Order Thinking Skills (HOTS)

Pertanyaan:
1. Rana melakukan surveynya selama ….
a. 6 hari
b. 7 hari
c. 8 hari
d. 9 hari
2. Rana sama sekali tidak melaksanakan panggilan keluar pada hari ke- ….
3. Rana mendapatkan  panggilan masuk  lebih banyak daripada panggilan keluar untuk pertama kalinya pada hari ke- ….

Kunci Jawaban :
1. 9 hari.
2. Hari ke-6
3. Hari ke-4

Contoh Soal 3
Kompetensi Dasar:
3.8 Memprediksi pola barisan dan deret aritmetika dan geometri atau barisan lainnya melalui pengamatan dan menawarkan alasannya.
Materi : Pola Barisan
Indikator: Diberikan data barisan daerah duduk dalam suatu ruangan pertunjukan yang terdiri dari 6 baris dan harga tiket:
(1) menentukan banyaknya daerah duduk yang tersedia, kalau diketahui banyaknya dingklik pada empat baris pertama, di mana selisih banyaknya daerah duduk antara 2 baris yang berurutan yakni berbeda-beda
(2) menentukan harga tiket untuk suatu baris tertentu, kalau diketahui pemasukan total yang diinginkan dari penjualan seluruh tiket.
Soal:
OSIS suatu sekolah mengadakan pentas seni untuk amal yang terbuka untuk masyarakat umum. Hasil penjualan tiket program tersebut akan disumbangkan untuk korban peristiwa alam. Panitia menentukan daerah berupa gedung pertunjukan yang daerah duduk penontonnya berbentuk sektor bulat terdiri dari enam baris.
 HOT merupakan kemampuan berpikir individu pada tingkat yang lebih tinggi Yuk Belajar Contoh Soal Matematika Higher Order Thinking Skills (HOTS)
Banyaknya dingklik penonton pada masing-masing baris membentuk pola barisan tertentu.

1) Jika pada baris pertama terdapat 25 kursi, baris kedua 35 kursi, baris ketiga 50 kursi,  baris keempat 70 kursi, dan seterusnya. Tentukanlah banyaknya seluruh daerah duduk pada gedung pertunjukan itu.
Tuliskanlah langkah penyelesaiannya.

2) Apabila harga tiket baris pertama yakni paling mahal dan selisih harga tiket antara dua baris yang berdekatan yakni Rp10.000,00, dengan perkiraan seluruh dingklik penonton terisi penuh,tentukanlah harga tiket yang paling murah semoga panitia memperoleh pemasukan sebesar Rp22.500.000,00
Tuliskanlah langkah penyelesaiannya.

Jawab:
Baris: 1 2 3 4 5 6
Kursi: 25____35____50____70___95____125
Selisih:       10          15       20         25         30
(1) Kapasitas total = 25 + 35 + 50 +70 + 95 + 125
                                = 400 daerah duduk

(2) Misal: 
tiket termurah = x (dalam ribuan)
125x + 95 (x + 10) + 70 (x + 20) + 50 (x + 30) + 35 (x + 40) + 25 (x + 50) = 22.500
                 400x + 950 + 1.400 + 1.500 + 1.400 + 1.250 = 22.500
                                    400x + 6.500 =22.500
                                      400x          = 16.000
                                     x         =        40
Jadi, harga tiket termurah adalah: Rp40.000,00

Penskoran:
Langkah benar, hasil selesai benar, instruksi = 2
Langkah benar, hasil selesai salah, instruksi = 1
Menjawab salah dengan langkah dan tanpa langkah, instruksi = 0
Tidak menjawab, instruksi = 9

Itulah beberapa contoh soal matematika kategori HOT, semoga sanggup dijadikan sebagai materi pola dan perbandingan dalam pembuatan soal-soal matematika berkategori HOT.
Tidak sanggup dipungkiri lagi, arah kebijakan kurikulum pendidikan kini ini menuntut pembelajaran--terutama pada penilaiannya diarahkan semoga berkaitan dengan kemampuan akseptor didik secara sebenarnya, berbasis kinerja akseptor didik, sanggup memotivasi berguru , menekankan pada kegiatan dan pengalaman berguru akseptor didik, dan memberi kebebasan akseptor didik untuk mengkonstruksi responnya.

Untuk itu soal yang diberikan harus bisa menyebarkan kemampuan berpikir divergen, menekankan konteks yang mencerminkan dunia nyata, terkait dengan dunia kerja, memakai data yang diperoleh pribadi dari dunia kasatmata serta memakai banyak sekali cara dan instrumen.

Demikian postingan perihal contoh soal HOTS matematika, semoga ada manfaatnya.

Wednesday, November 28, 2018

Yuk Berguru Bocoran Soal Un Tahun 2018

Soal Prediksi UN Matematika Sekolah Menengan Atas 2017/2018 | matematrick.com

Berikut ini saya akan membagikan referensi soal prediksi UN Matematika SMA untuk agenda IPA, IPS, dan Bahasa tahun 2018 yang sanggup anda gunakan untuk latihan dalam menghadapi Ujian Nasional besok.
Contoh soal prediksi UN Matematika Sekolah Menengan Atas IPA, IPS dan bahasa 2018 ini disusun sedemikian rupa sehingga sesuai dengan indikator kisi-kisi UN 2017/2018 yang telah dikeluarkan BSNP-Indonesia. Soal yang dibagikan ini yakni soal prediksi yang disusun semirip mungkin dengan indikator kisi-kisi UN 2017/2018 sehingga sanggup dijadikan referensi untuk menebak soal ibarat apa yang mungkin keluar nanti ketika Ujian Nasional 2018.
Download Kisi-kisi UN 2018 untuk semua mapel : Kisi-kisi UN Sekolah Menengan Atas 2018
Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa pada ujian nasional tahun 2018 ini pemerintah dalam hal ini kementerian pendidikan dan kebudayaan berencana menggelar ujian nasional memakai dua sistem yakni ujian tulis ibarat tahun kemarin dan ujian online untuk beberapa sekolah yang telah ditunjuk dan siap.

Menurut sumber dari BNSP bahwa soal ujian nasional tahun 2018 ini komposisinya terdiri atas soal mudah, sedang, dan sulit termasuk pula soal yang mengukur higher order thinking dari peserta UN serta soal yang kontekstual dengan budaya, sosio-antropologis, dan lingkungan.
Kemudian di POS UN 2018 dikatakan bahwa bentuk soal UN matematika Sekolah Menengan Atas tahun 2018 ini yakni pilihan ganda dan esai.

Kalau mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi maka bentuk soal pilihan ganda merupakan pilihan yang sempurna untuk jenis ujian yang bersifat luas dan besar ibarat UN dimana hasilnya harus diumumkan paling lambat satu bulan sehabis pelaksanaan UN. Jika soal dalam bentuk essay maka proses koreksi akan membutuhkan waktu lebih lama.

Untuk pelaksanaan UN tahun 2018 ini hanya mapel matematika saja yang diberikan soal berbentuk esai. DDiwacanakan untuk pelaksanaan UN tahun 2019 besok semua mapel akan diberikan juga soal berbentuk esai. Melihat beberapa referensi soal Simulasi UN yang gres saja dilaksanakan, soal esai UN matematika mestinya disebut sebagai soal isian singkat, alasannya yakni peserta hanya diminta memperlihatkan tanggapan hasil jadinya saja. 
Baca juga : Modul Kumpulan Soal latihan UN dan Rumus singkat Matematika
Adapun untuk pelaksanaan UN tahun 2018 ini, Kemendikbud akan melakukan agenda UN berbasis komputer di ratusan sekolah yang tersebar di Indonesia. Program UN berbasis komputer ini dilaksanakan dengan menuliskan pribadi jawabannya ibarat halnya ujian CPNS yang memakai CAT. Istilah yang sering dipopulerkan yakni Computer Based Test (CBT).
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) yakni sistem pelaksanaan ujian nasional dengan memakai komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di Sekolah Menengah Pertama Indonesia Singapura dan Sekolah Menengah Pertama Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Selanjutnya secara sedikit demi sedikit pada tahun 2015 dilaksanakan rintisan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 555 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 378 Sekolah Menengah kejuruan di 29 Provinsi dan Luar Negeri.

Sekolah Pelaksana CBT tahun 2016 hingga bulan Januari 2016 tercatat 711 Sekolah SMP/MTs, 1222 Sekolah SMA, dan 2092 sekolah SMK.
Penyelenggaraan UNBK tahun 2016 memakai sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server sentra secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server sentra secara online (upload).

Seperti yang sudah ditentukan sebelumnya, bahwa untuk ujian nasional ( UN ) tahun 2018 ini tidak akan dipakai sebagai syarat utama penentu kelulusan. Nantinya kelulusan peserta didik ditentukan oleh sekolah masing-masing dengan kriteria yang telah disepakati di sekolah yang bersangkutan. Adapun untuk hasil UN tahun 2018 kali ini hanya akan dipakai sebagai pemetaan saja. Sedangkan penggunaan hasil UN untuk materi saringan masuk ke akademi tinggi masih belum diketahui kepastian dan tekniknya, mengingat rentang waktu antara pengumuman nilai UN dan agenda pengumuman penerimaan mahasiswa gres sedemikian pendek.

Tetapi, apapun yang terjadi, bagaimanapun nanti peraturannya, yang niscaya sebagai siswa yang perlu anda lakukan hanyalah berguru semaksimal mungkin supaya nantinya hasil UN anda akan sesuai dengan yang diharapkan. Selain tetap berdoa dan meminta restu dari bapak ibu, berlatih soal UN sebanyak dan sesering mungkin akan mendekatkan anda pada kesuksesan. Untuk itu, sebagai alat bantu mengecek dan mengetes kemampuan anda, berikut ini saya uploadkan contoh soal dan prediksi soal UN matematika Sekolah Menengan Atas tahun 2018. Silahkan diunduh melalui link di bawah ini:

Contoh Soal Prediksi UN 2018

  1. contoh soal try out UN matematika Sekolah Menengan Atas jurusan IPA paket 1
  2. Pembahasan soal try out UN matematika 2018
  3. contoh soal try out UN matematika Sekolah Menengan Atas jurusan IPA paket 2
  4. contoh soal try out UN matematika Sekolah Menengan Atas jurusan IPS paket 1
  5. contoh soal try out UN matematika Sekolah Menengan Atas jurusan IPS paket 2
  6. contoh soal try out UN matematika Sekolah Menengan Atas jurusan Bahasa paket 1
  7. contoh soal try out UN matematika Sekolah Menengan Atas jurusan Bahasa paket 2
Update : Kisi kisi, indikator, dan prediksi Soal UN Matematika SMA 

Demikianlah postingan perihal referensi soal matematika dan prediksi soal UN tahun 2018. Semoga sanggup memberi manfaat. Untuk anda yang membutuhkan kisi-kisi komplit dari mulai kisi-kisi soal UN SD, kisi-kisi soal UN Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengan Atas / SMK silahkan anda download di tautan tadi.
Sedangkan jikalau anda membutuhkan soal-soal latihan UN yang lain dan lebih komplit dari mulai soal UN SD, soal UN Sekolah Menengah Pertama dan soal UN Sekolah Menengan Atas silahkan anda buka pada bank soal matematika.
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Untuk request dan kontak lebih lanjut silahkan anda tulis di kolom komentar di bawah ini. Salam.

Monday, November 26, 2018

Yuk Berguru Bocoran Soal Un Tahun 2018

Soal Prediksi UN Matematika Sekolah Menengan Atas 2017/2018 | matematrick.com

Berikut ini saya akan membagikan referensi soal prediksi UN Matematika SMA untuk agenda IPA, IPS, dan Bahasa tahun 2018 yang sanggup anda gunakan untuk latihan dalam menghadapi Ujian Nasional besok.
Contoh soal prediksi UN Matematika Sekolah Menengan Atas IPA, IPS dan bahasa 2018 ini disusun sedemikian rupa sehingga sesuai dengan indikator kisi-kisi UN 2017/2018 yang telah dikeluarkan BSNP-Indonesia. Soal yang dibagikan ini yakni soal prediksi yang disusun semirip mungkin dengan indikator kisi-kisi UN 2017/2018 sehingga sanggup dijadikan referensi untuk menebak soal ibarat apa yang mungkin keluar nanti ketika Ujian Nasional 2018.
Download Kisi-kisi UN 2018 untuk semua mapel : Kisi-kisi UN Sekolah Menengan Atas 2018
Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa pada ujian nasional tahun 2018 ini pemerintah dalam hal ini kementerian pendidikan dan kebudayaan berencana menggelar ujian nasional memakai dua sistem yakni ujian tulis ibarat tahun kemarin dan ujian online untuk beberapa sekolah yang telah ditunjuk dan siap.

Menurut sumber dari BNSP bahwa soal ujian nasional tahun 2018 ini komposisinya terdiri atas soal mudah, sedang, dan sulit termasuk pula soal yang mengukur higher order thinking dari peserta UN serta soal yang kontekstual dengan budaya, sosio-antropologis, dan lingkungan.
Kemudian di POS UN 2018 dikatakan bahwa bentuk soal UN matematika Sekolah Menengan Atas tahun 2018 ini yakni pilihan ganda dan esai.

Kalau mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi maka bentuk soal pilihan ganda merupakan pilihan yang sempurna untuk jenis ujian yang bersifat luas dan besar ibarat UN dimana hasilnya harus diumumkan paling lambat satu bulan sehabis pelaksanaan UN. Jika soal dalam bentuk essay maka proses koreksi akan membutuhkan waktu lebih lama.

Untuk pelaksanaan UN tahun 2018 ini hanya mapel matematika saja yang diberikan soal berbentuk esai. DDiwacanakan untuk pelaksanaan UN tahun 2019 besok semua mapel akan diberikan juga soal berbentuk esai. Melihat beberapa referensi soal Simulasi UN yang gres saja dilaksanakan, soal esai UN matematika mestinya disebut sebagai soal isian singkat, alasannya yakni peserta hanya diminta memperlihatkan tanggapan hasil jadinya saja. 
Baca juga : Modul Kumpulan Soal latihan UN dan Rumus singkat Matematika
Adapun untuk pelaksanaan UN tahun 2018 ini, Kemendikbud akan melakukan agenda UN berbasis komputer di ratusan sekolah yang tersebar di Indonesia. Program UN berbasis komputer ini dilaksanakan dengan menuliskan pribadi jawabannya ibarat halnya ujian CPNS yang memakai CAT. Istilah yang sering dipopulerkan yakni Computer Based Test (CBT).
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) yakni sistem pelaksanaan ujian nasional dengan memakai komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di Sekolah Menengah Pertama Indonesia Singapura dan Sekolah Menengah Pertama Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Selanjutnya secara sedikit demi sedikit pada tahun 2015 dilaksanakan rintisan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 555 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 378 Sekolah Menengah kejuruan di 29 Provinsi dan Luar Negeri.

Sekolah Pelaksana CBT tahun 2016 hingga bulan Januari 2016 tercatat 711 Sekolah SMP/MTs, 1222 Sekolah SMA, dan 2092 sekolah SMK.
Penyelenggaraan UNBK tahun 2016 memakai sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server sentra secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server sentra secara online (upload).

Seperti yang sudah ditentukan sebelumnya, bahwa untuk ujian nasional ( UN ) tahun 2018 ini tidak akan dipakai sebagai syarat utama penentu kelulusan. Nantinya kelulusan peserta didik ditentukan oleh sekolah masing-masing dengan kriteria yang telah disepakati di sekolah yang bersangkutan. Adapun untuk hasil UN tahun 2018 kali ini hanya akan dipakai sebagai pemetaan saja. Sedangkan penggunaan hasil UN untuk materi saringan masuk ke akademi tinggi masih belum diketahui kepastian dan tekniknya, mengingat rentang waktu antara pengumuman nilai UN dan agenda pengumuman penerimaan mahasiswa gres sedemikian pendek.

Tetapi, apapun yang terjadi, bagaimanapun nanti peraturannya, yang niscaya sebagai siswa yang perlu anda lakukan hanyalah berguru semaksimal mungkin supaya nantinya hasil UN anda akan sesuai dengan yang diharapkan. Selain tetap berdoa dan meminta restu dari bapak ibu, berlatih soal UN sebanyak dan sesering mungkin akan mendekatkan anda pada kesuksesan. Untuk itu, sebagai alat bantu mengecek dan mengetes kemampuan anda, berikut ini saya uploadkan contoh soal dan prediksi soal UN matematika Sekolah Menengan Atas tahun 2018. Silahkan diunduh melalui link di bawah ini:

Contoh Soal Prediksi UN 2018

  1. contoh soal try out UN matematika Sekolah Menengan Atas jurusan IPA paket 1
  2. Pembahasan soal try out UN matematika 2018
  3. contoh soal try out UN matematika Sekolah Menengan Atas jurusan IPA paket 2
  4. contoh soal try out UN matematika Sekolah Menengan Atas jurusan IPS paket 1
  5. contoh soal try out UN matematika Sekolah Menengan Atas jurusan IPS paket 2
  6. contoh soal try out UN matematika Sekolah Menengan Atas jurusan Bahasa paket 1
  7. contoh soal try out UN matematika Sekolah Menengan Atas jurusan Bahasa paket 2
Update : Kisi kisi, indikator, dan prediksi Soal UN Matematika SMA 

Demikianlah postingan perihal referensi soal matematika dan prediksi soal UN tahun 2018. Semoga sanggup memberi manfaat. Untuk anda yang membutuhkan kisi-kisi komplit dari mulai kisi-kisi soal UN SD, kisi-kisi soal UN Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengan Atas / SMK silahkan anda download di tautan tadi.
Sedangkan jikalau anda membutuhkan soal-soal latihan UN yang lain dan lebih komplit dari mulai soal UN SD, soal UN Sekolah Menengah Pertama dan soal UN Sekolah Menengan Atas silahkan anda buka pada bank soal matematika.
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Untuk request dan kontak lebih lanjut silahkan anda tulis di kolom komentar di bawah ini. Salam.

Thursday, November 29, 2018

Yuk Berguru Keterkaitan Antara Skl, Ki-Kd, Pembelajaran, Dan Silabus

1. Keterkaitan antara SKL, KI-KD, Pembelajaran, dan Silabus

Standar Kompetensi Lulusan yaitu kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Kompetensi Inti merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki seorang penerima didik pada setiap tingkat kelas atau agenda yang menjadi landasan Pengembangan Kompetensi Dasar.
Kompetensi Inti mencakup: perilaku spiritual, perilaku sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang berfungsi sebagai pengintegrasi muatan pembelajaran, mata pelajaran atau agenda dalam mencapai Standar Kompetensi Lulusan.
Kompetensi Dasar yaitu kemampuan untuk mencapai Kompetensi Inti yang harus diperoleh penerima didik melalui pembelajaran. Dalam setiap rumusan KD terdapat unsur kemampuan berpikir dan bertindak yang dinyatakan dalam kata kerja dan materi.
Contoh KD dalam mata pelajaran Matematika (Peminatan) yaitu KD 3.1 menjelaskan dan memilih penyelesaian sistem persamaan dua variabel (linear-kuadrat dan kuadrat-kuadrat) dan KD 4.1 menyajikan dan menuntaskan problem yang berkaitan dengan sistem persamaan dua variabel (linear-kuadrat dan kuadrat-kuadrat).


  • Standar Kompetensi Lulusan adalah muara utama pencapaian semua mata pelajaran pada satuan pendidikan/jenjang pendidikan tertentu
  • Kompetensi Inti yaitu pijakan pertama pencapaian yang dituju semua mata pelajaran pada tingkat kompetensi tertentu
  • Kompetensi Dasar (KD) merupakan tingkat kemampuan suatu pokok bahasan pada suatu mata pelajaran yang mengacu pada Kompetensi inti.


Pencapaian kompetensi lulusan, kompetensi inti, dan kompetensi dasar melalui proses pembelajaran dan penilaian diilustrasikan dalam sketsa gambar di bawah ini.

 yaitu kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang meliputi perilaku Yuk Belajar Keterkaitan antara SKL, KI-KD, Pembelajaran, dan Silabus
Keterkaitan antara SKL, KI-KD, Pembelajaran, dan Silabus


(1) Kompetensi inti (KI-3 dan KI-4) menawarkan arah tingkat kompetensi pengetahuan dan keterampilan minimal yang harus dicapai penerima didik.
(2) Kompetensi dasar dari KI-3 yaitu dasar pengembangan materi pembelajaran, sedangkan kompetensi dasar dari KI-4 mengarahkan keterampilan dan pengalaman berguru yang perlu dilakukan penerima didik. Dari sinilah pendidik sanggup membuatkan proses berguru dan cara penilaian yang diharapkan melalui pembelajaran langsung.
(3) Pembelajaran: Dari proses berguru dan pengalaman belajar, penerima didik akan memperoleh pembelajaran tidak pribadi berupa pengembangan perilaku sosial dan spiritual yang relevan dengan berpedoman pada kompetensi dasar dari KI-2 dan KI-1.
(4) Rangkaian dari KI-KD hingga dengan penilaian tertuang dalam silabus, kecuali untuk tujuan pembelajaran, tidak diwajibkan dicantumkan baik dalam RPP maupun dalam Silabus.

2. Pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dan Materi Pembelajaran

Pengembangan indikator dan materi pembelajaran merupakan merupakan 2 (dua) kemampuan yang harus dikuasai seorang guru sebelum membuatkan RPP dan melaksanakan pembelajaran. Pemahaman guru terhadap keterkaitan SKL, KI dan KD sanggup merumuskan indikator pencapaian kompetensi pengetahuan terkait dengan dimensi pengetahuan dan dimensi proses kognitif serta indikator keterampilan berkaitan tidak hanya keterampilan bertindak tetapi juga keterampilan berfikir yang juga dikatakan sebagai keterampilan nyata dan abstrak.

Pendidikan matematika sanggup diartikan sebagai proses perubahan baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan kearah kedewasaan sesuai dengan kebenaran logika.
Ada beberapa karakteristik matematika, antara lain :

1. Objek yang dipelajari abstrak.
Sebagian besar yang dipelajari dalam matematika yaitu angka atau bilangan yang secara nyata tidak ada atau merupakan hasil pemikiran otak manusia.
2. Kebenaranya menurut logika.
Kebenaran dalam matematika yaitu kebenaran secara logika bukan empiris. Artinya kebenarannya tidak sanggup dibuktikan melalui eksperimen menyerupai dalam ilmu fisika atau biologi. Contohnya nilai tidak sanggup dibuktikan dengan kalkulator, tetapi secara logika ada jawabannya sehingga bilangan tersebut dinamakan bilangan imajiner (khayal).
3. Pembelajarannya secara bertingkat dan kontinu.
Pemberian atau penyajian materi matematika diadaptasi dengan tingkatan pendidikan dan dilakukan secara terus-menerus. Artinya dalam mempelajari matematika harus secara berulang melalui latihan- latihan soal.
4. Ada keterkaitan antara materi yang satu dengan yang lainnya.
Materi yang akan dipelajari harus memenuhi atau menguasai materi sebelumnya. Contohnya dikala akan mempelajari ihwal volume atau isi suatu berdiri ruang maka harus menguasai ihwal materi luas dan keliling bidang datar.
5. Menggunakan bahasa simbol.
Dalam matematika penyampaian materi memakai simbol-simbol yang telah disepakati dan dipahami secara umum. Misalnya penjumlahan memakai simbol “+” sehingga tidak terjadi dualisme jawaban.
6. Diaplikasikan di bidang ilmu lain.
Materi matematika banyak dipakai atau diaplikasikan dalam bidang ilmu lain. Misalnya materi fungsi dipakai dalam ilmu ekonomi untuk mempelajari fungsi permintan dan fungsi penawaran.

Berdasarkan karakteristik tersebut maka matematika merupakan suatu ilmu yang penting dalam kehidupan bahkan dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Hal ini yang harus ditekankan kepada penerima didik sebelum mempelajari matematika dan dipahami oleh guru.

Untuk melaksanakan analisis kompetensi dan membuatkan IPK disarankan biar Anda memperhatikan karakteristik mata pelajaran Matematika tersebut di atas, serta mempelajari Pedoman Mata Pelajaran dan Silabus Matematika terbaru.

Gambar di bawah ini menggambarkan rangkaian acara dalam analisis kompetensi untuk menjabarkan IPK dan materi dari suatu KD, baik untuk KD-KI 3 maupun KD-KI 4.
 yaitu kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang meliputi perilaku Yuk Belajar Keterkaitan antara SKL, KI-KD, Pembelajaran, dan Silabus
rangkaian analisis kompetensi, IPK dan materi dari suatu KD

3) Perhatikan kemampuan berpikir yang terdapat dalam kata kerja pada KD-KI 3 maupun KD-KD 4, ada kemungkinan kemampuan berpikir tersebut tersebut membutuhkan kemampuan berpikir awal sebagai prasyarat yang harus dikuasai penerima didik sebelumnya, baik yang di Sekolah Menengan Atas maupun di SMP.
Sebagai contoh, untuk KD 3.1 di atas , sebelum siswa bisa menjelaskan dan memilih penyelesaian sistem persamaan dua variabel (linear-kuadrat dan kuadrat-kuadrat) penerima didik harus mempunyai kompetensi sebelumnya sebagai kompetensi prasyarat. Peserta didik harus mempunyai kompetensi membedakan persamaan linear dua variabel dan persamaan kuadrat dua variabel. Peserta didik juga harus mempunyai kompetensi menggambar grafik persamaan linear dua variabel dan menggambar grafik persamaan kuadrat dua variabel.

Kata kerja membedakan dan menggambarkan menjadi penanda untuk tercapainya kata kerja yang pertama yaitu menjelaskan dan menentukan. Pada KD 4.1, sebelum siswa bisa menyajikan dan menuntaskan problem yang berkaitan dengan sistem persamaan dua variabel (linear-kuadrat dan kuadrat-kuadrat) penerima didik harus mempunyai kompetensi sebelumnya yaitu mengidentifikasi problem yang berkaitan dengan sistem persamaan dua variabel (linear-kuadrat dan kuadrat kuadrat).

Selain itu perlu diperhatikan juga apakah kemampuan berpikir tersebut merupakan kemampuan berpikir tingkat rendah (Lower Order Thinking Skills (LOTS)) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills (HOTS)).

Higher Order Thinking Skills (HOTS) yaitu kemampuan kognitif (berpikir) tingkat tinggi yang dalam taksonomi tujuan pendidikan ranah kognitif terdiri atas kemampuan analisis, evaluasi, dan mencipta. Setiap jenjang HOTS mempunyai kemampuan yang berbeda.

Baca juga: Contoh soal HOTS Matematika

HOTS dipakai dalam rumusan kompetensi dalam SKL dan Standar Isi. Pada jenjang SMA, kompetensi yang tercantum yaitu analisis dan penilaian sebagai kemampuan minimal HOTS, tetapi dalam RPP, guru sanggup membuatkan HOTS yang terdapat pada setiap KD hingga tingkat tertinggi yaitu mencipta.

Dalam menganalisis KD, terutama dalam memecahkan suatu rumusan aspek kompetensi KD, guru sanggup memakai kemampuan yang tercantum pada kolom 2 tabel di atas, dan kata kerja yang terdapat pada kolom kanan untuk merumuskan IPK.

Monday, February 5, 2018

Yuk Berguru Keterkaitan Antara Skl, Ki-Kd, Pembelajaran, Dan Silabus

1. Keterkaitan antara SKL, KI-KD, Pembelajaran, dan Silabus

Standar Kompetensi Lulusan yaitu kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Kompetensi Inti merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki seorang penerima didik pada setiap tingkat kelas atau agenda yang menjadi landasan Pengembangan Kompetensi Dasar.
Kompetensi Inti mencakup: perilaku spiritual, perilaku sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang berfungsi sebagai pengintegrasi muatan pembelajaran, mata pelajaran atau agenda dalam mencapai Standar Kompetensi Lulusan.
Kompetensi Dasar yaitu kemampuan untuk mencapai Kompetensi Inti yang harus diperoleh penerima didik melalui pembelajaran. Dalam setiap rumusan KD terdapat unsur kemampuan berpikir dan bertindak yang dinyatakan dalam kata kerja dan materi.
Contoh KD dalam mata pelajaran Matematika (Peminatan) yaitu KD 3.1 menjelaskan dan memilih penyelesaian sistem persamaan dua variabel (linear-kuadrat dan kuadrat-kuadrat) dan KD 4.1 menyajikan dan menuntaskan problem yang berkaitan dengan sistem persamaan dua variabel (linear-kuadrat dan kuadrat-kuadrat).


  • Standar Kompetensi Lulusan adalah muara utama pencapaian semua mata pelajaran pada satuan pendidikan/jenjang pendidikan tertentu
  • Kompetensi Inti yaitu pijakan pertama pencapaian yang dituju semua mata pelajaran pada tingkat kompetensi tertentu
  • Kompetensi Dasar (KD) merupakan tingkat kemampuan suatu pokok bahasan pada suatu mata pelajaran yang mengacu pada Kompetensi inti.


Pencapaian kompetensi lulusan, kompetensi inti, dan kompetensi dasar melalui proses pembelajaran dan penilaian diilustrasikan dalam sketsa gambar di bawah ini.

 yaitu kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang meliputi perilaku Yuk Belajar Keterkaitan antara SKL, KI-KD, Pembelajaran, dan Silabus
Keterkaitan antara SKL, KI-KD, Pembelajaran, dan Silabus


(1) Kompetensi inti (KI-3 dan KI-4) menawarkan arah tingkat kompetensi pengetahuan dan keterampilan minimal yang harus dicapai penerima didik.
(2) Kompetensi dasar dari KI-3 yaitu dasar pengembangan materi pembelajaran, sedangkan kompetensi dasar dari KI-4 mengarahkan keterampilan dan pengalaman berguru yang perlu dilakukan penerima didik. Dari sinilah pendidik sanggup membuatkan proses berguru dan cara penilaian yang diharapkan melalui pembelajaran langsung.
(3) Pembelajaran: Dari proses berguru dan pengalaman belajar, penerima didik akan memperoleh pembelajaran tidak pribadi berupa pengembangan perilaku sosial dan spiritual yang relevan dengan berpedoman pada kompetensi dasar dari KI-2 dan KI-1.
(4) Rangkaian dari KI-KD hingga dengan penilaian tertuang dalam silabus, kecuali untuk tujuan pembelajaran, tidak diwajibkan dicantumkan baik dalam RPP maupun dalam Silabus.

2. Pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dan Materi Pembelajaran

Pengembangan indikator dan materi pembelajaran merupakan merupakan 2 (dua) kemampuan yang harus dikuasai seorang guru sebelum membuatkan RPP dan melaksanakan pembelajaran. Pemahaman guru terhadap keterkaitan SKL, KI dan KD sanggup merumuskan indikator pencapaian kompetensi pengetahuan terkait dengan dimensi pengetahuan dan dimensi proses kognitif serta indikator keterampilan berkaitan tidak hanya keterampilan bertindak tetapi juga keterampilan berfikir yang juga dikatakan sebagai keterampilan nyata dan abstrak.

Pendidikan matematika sanggup diartikan sebagai proses perubahan baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan kearah kedewasaan sesuai dengan kebenaran logika.
Ada beberapa karakteristik matematika, antara lain :

1. Objek yang dipelajari abstrak.
Sebagian besar yang dipelajari dalam matematika yaitu angka atau bilangan yang secara nyata tidak ada atau merupakan hasil pemikiran otak manusia.
2. Kebenaranya menurut logika.
Kebenaran dalam matematika yaitu kebenaran secara logika bukan empiris. Artinya kebenarannya tidak sanggup dibuktikan melalui eksperimen menyerupai dalam ilmu fisika atau biologi. Contohnya nilai tidak sanggup dibuktikan dengan kalkulator, tetapi secara logika ada jawabannya sehingga bilangan tersebut dinamakan bilangan imajiner (khayal).
3. Pembelajarannya secara bertingkat dan kontinu.
Pemberian atau penyajian materi matematika diadaptasi dengan tingkatan pendidikan dan dilakukan secara terus-menerus. Artinya dalam mempelajari matematika harus secara berulang melalui latihan- latihan soal.
4. Ada keterkaitan antara materi yang satu dengan yang lainnya.
Materi yang akan dipelajari harus memenuhi atau menguasai materi sebelumnya. Contohnya dikala akan mempelajari ihwal volume atau isi suatu berdiri ruang maka harus menguasai ihwal materi luas dan keliling bidang datar.
5. Menggunakan bahasa simbol.
Dalam matematika penyampaian materi memakai simbol-simbol yang telah disepakati dan dipahami secara umum. Misalnya penjumlahan memakai simbol “+” sehingga tidak terjadi dualisme jawaban.
6. Diaplikasikan di bidang ilmu lain.
Materi matematika banyak dipakai atau diaplikasikan dalam bidang ilmu lain. Misalnya materi fungsi dipakai dalam ilmu ekonomi untuk mempelajari fungsi permintan dan fungsi penawaran.

Berdasarkan karakteristik tersebut maka matematika merupakan suatu ilmu yang penting dalam kehidupan bahkan dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Hal ini yang harus ditekankan kepada penerima didik sebelum mempelajari matematika dan dipahami oleh guru.

Untuk melaksanakan analisis kompetensi dan membuatkan IPK disarankan biar Anda memperhatikan karakteristik mata pelajaran Matematika tersebut di atas, serta mempelajari Pedoman Mata Pelajaran dan Silabus Matematika terbaru.

Gambar di bawah ini menggambarkan rangkaian acara dalam analisis kompetensi untuk menjabarkan IPK dan materi dari suatu KD, baik untuk KD-KI 3 maupun KD-KI 4.
 yaitu kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang meliputi perilaku Yuk Belajar Keterkaitan antara SKL, KI-KD, Pembelajaran, dan Silabus
rangkaian analisis kompetensi, IPK dan materi dari suatu KD

3) Perhatikan kemampuan berpikir yang terdapat dalam kata kerja pada KD-KI 3 maupun KD-KD 4, ada kemungkinan kemampuan berpikir tersebut tersebut membutuhkan kemampuan berpikir awal sebagai prasyarat yang harus dikuasai penerima didik sebelumnya, baik yang di Sekolah Menengan Atas maupun di SMP.
Sebagai contoh, untuk KD 3.1 di atas , sebelum siswa bisa menjelaskan dan memilih penyelesaian sistem persamaan dua variabel (linear-kuadrat dan kuadrat-kuadrat) penerima didik harus mempunyai kompetensi sebelumnya sebagai kompetensi prasyarat. Peserta didik harus mempunyai kompetensi membedakan persamaan linear dua variabel dan persamaan kuadrat dua variabel. Peserta didik juga harus mempunyai kompetensi menggambar grafik persamaan linear dua variabel dan menggambar grafik persamaan kuadrat dua variabel.

Kata kerja membedakan dan menggambarkan menjadi penanda untuk tercapainya kata kerja yang pertama yaitu menjelaskan dan menentukan. Pada KD 4.1, sebelum siswa bisa menyajikan dan menuntaskan problem yang berkaitan dengan sistem persamaan dua variabel (linear-kuadrat dan kuadrat-kuadrat) penerima didik harus mempunyai kompetensi sebelumnya yaitu mengidentifikasi problem yang berkaitan dengan sistem persamaan dua variabel (linear-kuadrat dan kuadrat kuadrat).

Selain itu perlu diperhatikan juga apakah kemampuan berpikir tersebut merupakan kemampuan berpikir tingkat rendah (Lower Order Thinking Skills (LOTS)) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills (HOTS)).

Higher Order Thinking Skills (HOTS) yaitu kemampuan kognitif (berpikir) tingkat tinggi yang dalam taksonomi tujuan pendidikan ranah kognitif terdiri atas kemampuan analisis, evaluasi, dan mencipta. Setiap jenjang HOTS mempunyai kemampuan yang berbeda.

Baca juga: Contoh soal HOTS Matematika

HOTS dipakai dalam rumusan kompetensi dalam SKL dan Standar Isi. Pada jenjang SMA, kompetensi yang tercantum yaitu analisis dan penilaian sebagai kemampuan minimal HOTS, tetapi dalam RPP, guru sanggup membuatkan HOTS yang terdapat pada setiap KD hingga tingkat tertinggi yaitu mencipta.

Dalam menganalisis KD, terutama dalam memecahkan suatu rumusan aspek kompetensi KD, guru sanggup memakai kemampuan yang tercantum pada kolom 2 tabel di atas, dan kata kerja yang terdapat pada kolom kanan untuk merumuskan IPK.