Showing posts sorted by relevance for query sistem-pencernaan-makanan-pada-manusia. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query sistem-pencernaan-makanan-pada-manusia. Sort by date Show all posts

Monday, April 15, 2019

Pintar Pelajaran Sistem Pencernaan Masakan Pada Manusia


Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia - Makanan yang kita makan akan dicerna melalui sistem pencernaan. Di dalam sistem pencernaan, terjadi proses pemecahan makanan yang mengandung zat menyerupai karbohidrat, lemak, dan protein menjadi molekul sederhana. Proses yang demikian dinamakan proses pencernaan makanan. Pola makan sangat kuat terhadap kesehatan alat pencernaan kita. Misalnya kebiasaan mengonsumsi kuliner pedas dapat kuat terhadap asam lambung, demikian juga dengan mengonsumsi kuliner berserat sanggup mempermudah buang air besar.
 Makanan yang kita makan akan dicerna melalui sistem pencernaan Pintar Pelajaran Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia
Gambar 1. Sistem pencernaan manusia
Tubuh sehat merupakan harapan setiap orang. Hal ini karena dapat mendukung kelancaran acara kita. Namun, orang-orang di sekitar kita banyak yang merasa tubuhnya tidak ideal, menyerupai terlalu kurus atau terlalu gemuk. Gemuk dan kurus sangat dipengaruhi oleh pola makan. Menurut andal gizi, rujukan makan seseorang sanggup berpengaruh terhadap kesehatan. Tahukah Anda bagaimana rujukan makan yang sehat itu? Bagaimana rujukan makan sanggup mempengaruhi kesehatan pencernaan kita?





Anda kini sudah mengetahui Sistem Pencernaan Makanan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Saturday, July 4, 2020

Alat Pencernaan Makanan Pada Insan Dan Fungsinya

Pencernaan yaitu proses melumatkan masakan yang semula garang menjadi halus. Makanan yang sudah dicerna telah diubah menjadi sari masakan dalam bentuk yang lebih halus sehingga gampang diserap oleh pembuluh darah. Oleh pembuluh darah, sari masakan tersebut diedarkan ke seluruh pecahan tubuh.

Pencernaan yaitu proses melumatkan masakan yang semula garang menjadi halus Alat Pencernaan Makanan pada  Manusia dan Fungsinya
Alat pencernaan pada badan kita bertugas untuk :
1. Menghancurkan masakan menjadi bentuk yang halus.
2. Menyerap zat-zat masakan yang halus sehingga masuk ke dalam darah.
3. Mengeluarkan dari badan zat-zat yang tidak sanggup dicerna.

Proses pencernaan insan dibagi menjadi dua yaitu :
1. Pencernaan mekanik, yaitu proses pengubahan masakan dari bentuk garang menjadi halus dengan cara menghancurkannya. Proses ini dilakukan dengan memakai gigi di dalam mulut.
2. Pencernaan kimiawi, yaitu proses pencernaan makanan  dengan santunan enzim – enzim pencernaan yang berlangsung di dalam mulut, lambung, dan usus. Tujuan pencernaan dengan santunan enzim yaitu mengubah zat-zat masakan sehingga gampang diserap oleh tubuh.

Organ penyusun sistem pencernaan pada insan terdiri atas rongga mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Selain organ-organ tersebut, organ lain yang membantu dalam proses pencernaan yaitu gigi, lidah, kelenjar ludah, empedu dan pankreas.

Berikut uraian dari masing-masing organ pencernaan pada manusia.
Susunan alat pencernaan

a. Rongga mulut

Pencernaan yaitu proses melumatkan masakan yang semula garang menjadi halus Alat Pencernaan Makanan pada  Manusia dan Fungsinya

Rongga lisan merupakan organ yang pertama mencerna makanan. Makanan masuk ke dalam badan melalui mulut. Di dalam rongga lisan terdapat beberapa alat pencernaan, yaitu :
1. Gigi
Gigi mempunyai kegunaan dalam proses pencernaan mekanik, yaitu mengubah masakan yang berserat dan keras menjadi  halus biar lebih gampang ditelan. Sebaiknya kita mengunyah masakan sebanyak 20-30 kali.
Berdasarkan bentuk dan fungsinya gigi dibedakan menjadi 3 yaitu :
a. Gigi seri
Permukaannya menyerupai kapak dan mempunyai kegunaan untuk memotong makanan. Jumlah gigi seri pada insan ada 8 buah.
b. Gigi taring
Permukaannya runcing menyerupai ujung tombak dan mempunyai kegunaan untuk merobek makanan. Jumlah gigi taring pada insan ada 4 buah.
c. Gigi geraham
Permukaannya lebar bergelombang dan mempunyai kegunaan untuk mengunyah makanan. Jumlah gigi geraham pada insan ada 8 buah.
Pada belum dewasa terdapat gigi susu, yaitu gigi yang pertama kali tumbuh yang nantinya akan tanggal dan digantikan oleh gigi tetap.
2. Lidah
Lidah berperan sebagai indra perasa. Manusia sanggup mencicipi rasa manis, pahit,asam, asin,  alasannya adanya saraf-saraf dan bintil-bintil pengecap yang disebut papila. Lidah juga mempunyai kegunaan untuk menempatkan makanan, membantu menelan masakan dan mendorong masakan masuk ke kerongkongan selanjutnya diteruskan menuju lambung.
3. Kelenjar ludah
Kelenjar ludah menghasilkan air liur yang mempunyai kegunaan untuk mengencerkan masakan biar gampang dicerna dan ditelan. Kelenjar ludah pada mulut  menghasilkan enzim ptialin yang membantu pencernaan masakan secara kimiawi.Selain sebagai pengencer masakan , ludah juga mempunyai kegunaan untuk membunuh kuman di lisan yang masuk bersama makanan. Di dalam air ludah terkandung enzim amilase yang mempunyai kegunaan untuk mengubah zat tepung menjadi zat gula. Enzim ini mengakibatkan nasi (mengandung amilum) yang kita kunyah usang kelamaan terasa manis.

b. Kerongkongan

Makanan masuk ke kerongkongan sesudah dikunyah di mulut. Kerongkongan yaitu pecahan susukan pencernaan yang menghubungkan rongga lisan dengan lambung. Kerongkongan terletak di dalam leher dan berada di belakang tenggorokan. Dibelakang rongga lisan terdapat tonjolan sebesar jari yang disebut uvula. Pada ujung tenggorokan terdapat tekak (faring) yang berfungsi sebagai susukan yang mengatur masuknya masakan ke kerongkongan menuju lambung dan masuknya udara ke tenggorokan menuju paru-paru. Kerongkongan melaksanakan gerak peristaltik, yaitu gerakan mendorong  masakan menuju lambung.

c. Lambung

Setelahmelewati kerongkongan, masakan akan masuk ke lambung. Lambung melaksanakan pencernaan secara mekanik dan kimiawi. Pencernaan mekanik di dalam lambung yaitu peremasan masakan yang dilakukan oleh otot-otot dinding lambung. Sedangkan pencernaan kimiawi dibantu oleh enzim yang dihasilkan oleh lambung. Lambung menghasilkan enzim renin yang berfungsi mengendapkan protein susu menjadi kasein. Enzim pepsin mempunyai kegunaan untuk mengubah protein menjadi asam amino. Asam klorida (HCI) yang sanggup membunuh kuman dan penyakit yang masuk bersama makanan. Zat ini juga berfungsi untuk mengasamkan makanan.

d. Pankreas

Pankreas tidak mencerna makanan, tetapi menghasilkan enzim-enzim yang berperan membantu proses pencernaan.
Pankreas menghasilkan enzim
1. Lipase : berfungsi mengubah lemak menjadi gliserol dan asam lemak
2. Tripsin : membantu proses penguraian protein
3. Amilase : membantu proses penguraian amilum

e. Hati

Sama halnya dengan pankreas, hati juga berperan membantu proses pencernaan alasannya hati sebagai penghasil empedu. Empedu yang dihasilkan oleh hati sangat diharapkan dalam proses pencernaan untuk memecahkan lemak.  Hati bertugas untuk memproses nutrisi dan juga racun. Hati juga sebagai akseptor dan penghasil glukosa. Glukosa yang dihasilkan oleh hati akan dipakai untuk proses pencernaan di dalam usus halus.Hati juga mempunyai kegunaan untuk menimbun sari-sari makanan. Hati merupakan organ pencernaan masakan terbesar dengan berat 2 kg.

f. Usus

Usus pada insan dibagi menjadi :
1. Usus dua belas jari : menghubungkan lambung dengan usus halus. Usus dua belas jari mempunyai susukan dengan hati dan pankreas yang berfungsi untuk menyalurkan enzim pencernaan dari pankreas.
2. Usus halus : usus halus merupakan usus terpanjang di dalam sistem pencernaan manusia. Panjang usus halus orang sampaumur 6-8m. di dalam usus halus terjadi proses peresapan sari-sari makanan.
3. Usus besar : Usus besar terdiri atas usus besar naik, usus besar melintang, dan usus besar turun. Di dalam usus besar terjadi peresapan air dan garam-garam mineral. Bagian usus besar naik mempunyai umbai cacing. Usus besar berfungsi menyerap kelebihan air , lemak, mineral, sel-sel mati, dan kuman yang membentuk padatan yang disebut feses (tinja). Di dalam usus besar sisa masakan dibusukkan oleh santunan kuman Escherichia coli.

g. Rektum

Rektum (poros usus) merupakan organ pencernaan yang berfungsi sebagai kawasan sementara untuk menampung feses. Mengembangnya dinding rektum alasannya penumpukan material di dalam rektum akan memicu sistem saraf yang menjadikan impian buang air besar (BAB)

h. Anus 

Anus merupakan lubang selesai dari susukan pencernaan makanan. Pada anus tidak terjadi peresapan sari makanan. Anus berfungsi untuk mengeluarkan sisa sari-sari masakan yang tidak diserap oleh tubuh. Bahan padat hasil pembusukan dikeluarkan sebagai feses (tinja) dan gas. Gas dikeluarkan berupa kentut.
Feses akan didorong oleh otot – otot polos menuju ke anus sebelum kesudahannya dibuang ke luar tubuh. Proses pembuangan feses ini dinamakan defekasi. Otot – otot disekitar anus akan berkontraksi sehingga anus membuka dan mengeluarkan feses. Cairan yang tidak mempunyai kegunaan dikeluarkan melalui lubang kemih berupa air seni.

Itulah pembahasan alat pencernaan masakan pada insan dan fungsinya.
Semoga bermanfaat.

Wednesday, April 15, 2020

Alat Pencernaan Makanan Pada Insan Dan Fungsinya

Pencernaan yaitu proses melumatkan masakan yang semula garang menjadi halus. Makanan yang sudah dicerna telah diubah menjadi sari masakan dalam bentuk yang lebih halus sehingga gampang diserap oleh pembuluh darah. Oleh pembuluh darah, sari masakan tersebut diedarkan ke seluruh pecahan tubuh.

Pencernaan yaitu proses melumatkan masakan yang semula garang menjadi halus Alat Pencernaan Makanan pada  Manusia dan Fungsinya
Alat pencernaan pada badan kita bertugas untuk :
1. Menghancurkan masakan menjadi bentuk yang halus.
2. Menyerap zat-zat masakan yang halus sehingga masuk ke dalam darah.
3. Mengeluarkan dari badan zat-zat yang tidak sanggup dicerna.

Proses pencernaan insan dibagi menjadi dua yaitu :
1. Pencernaan mekanik, yaitu proses pengubahan masakan dari bentuk garang menjadi halus dengan cara menghancurkannya. Proses ini dilakukan dengan memakai gigi di dalam mulut.
2. Pencernaan kimiawi, yaitu proses pencernaan makanan  dengan santunan enzim – enzim pencernaan yang berlangsung di dalam mulut, lambung, dan usus. Tujuan pencernaan dengan santunan enzim yaitu mengubah zat-zat masakan sehingga gampang diserap oleh tubuh.

Organ penyusun sistem pencernaan pada insan terdiri atas rongga mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Selain organ-organ tersebut, organ lain yang membantu dalam proses pencernaan yaitu gigi, lidah, kelenjar ludah, empedu dan pankreas.

Berikut uraian dari masing-masing organ pencernaan pada manusia.
Susunan alat pencernaan

a. Rongga mulut

Pencernaan yaitu proses melumatkan masakan yang semula garang menjadi halus Alat Pencernaan Makanan pada  Manusia dan Fungsinya

Rongga lisan merupakan organ yang pertama mencerna makanan. Makanan masuk ke dalam badan melalui mulut. Di dalam rongga lisan terdapat beberapa alat pencernaan, yaitu :
1. Gigi
Gigi mempunyai kegunaan dalam proses pencernaan mekanik, yaitu mengubah masakan yang berserat dan keras menjadi  halus biar lebih gampang ditelan. Sebaiknya kita mengunyah masakan sebanyak 20-30 kali.
Berdasarkan bentuk dan fungsinya gigi dibedakan menjadi 3 yaitu :
a. Gigi seri
Permukaannya menyerupai kapak dan mempunyai kegunaan untuk memotong makanan. Jumlah gigi seri pada insan ada 8 buah.
b. Gigi taring
Permukaannya runcing menyerupai ujung tombak dan mempunyai kegunaan untuk merobek makanan. Jumlah gigi taring pada insan ada 4 buah.
c. Gigi geraham
Permukaannya lebar bergelombang dan mempunyai kegunaan untuk mengunyah makanan. Jumlah gigi geraham pada insan ada 8 buah.
Pada belum dewasa terdapat gigi susu, yaitu gigi yang pertama kali tumbuh yang nantinya akan tanggal dan digantikan oleh gigi tetap.
2. Lidah
Lidah berperan sebagai indra perasa. Manusia sanggup mencicipi rasa manis, pahit,asam, asin,  alasannya adanya saraf-saraf dan bintil-bintil pengecap yang disebut papila. Lidah juga mempunyai kegunaan untuk menempatkan makanan, membantu menelan masakan dan mendorong masakan masuk ke kerongkongan selanjutnya diteruskan menuju lambung.
3. Kelenjar ludah
Kelenjar ludah menghasilkan air liur yang mempunyai kegunaan untuk mengencerkan masakan biar gampang dicerna dan ditelan. Kelenjar ludah pada mulut  menghasilkan enzim ptialin yang membantu pencernaan masakan secara kimiawi.Selain sebagai pengencer masakan , ludah juga mempunyai kegunaan untuk membunuh kuman di lisan yang masuk bersama makanan. Di dalam air ludah terkandung enzim amilase yang mempunyai kegunaan untuk mengubah zat tepung menjadi zat gula. Enzim ini mengakibatkan nasi (mengandung amilum) yang kita kunyah usang kelamaan terasa manis.

b. Kerongkongan

Makanan masuk ke kerongkongan sesudah dikunyah di mulut. Kerongkongan yaitu pecahan susukan pencernaan yang menghubungkan rongga lisan dengan lambung. Kerongkongan terletak di dalam leher dan berada di belakang tenggorokan. Dibelakang rongga lisan terdapat tonjolan sebesar jari yang disebut uvula. Pada ujung tenggorokan terdapat tekak (faring) yang berfungsi sebagai susukan yang mengatur masuknya masakan ke kerongkongan menuju lambung dan masuknya udara ke tenggorokan menuju paru-paru. Kerongkongan melaksanakan gerak peristaltik, yaitu gerakan mendorong  masakan menuju lambung.

c. Lambung

Setelahmelewati kerongkongan, masakan akan masuk ke lambung. Lambung melaksanakan pencernaan secara mekanik dan kimiawi. Pencernaan mekanik di dalam lambung yaitu peremasan masakan yang dilakukan oleh otot-otot dinding lambung. Sedangkan pencernaan kimiawi dibantu oleh enzim yang dihasilkan oleh lambung. Lambung menghasilkan enzim renin yang berfungsi mengendapkan protein susu menjadi kasein. Enzim pepsin mempunyai kegunaan untuk mengubah protein menjadi asam amino. Asam klorida (HCI) yang sanggup membunuh kuman dan penyakit yang masuk bersama makanan. Zat ini juga berfungsi untuk mengasamkan makanan.

d. Pankreas

Pankreas tidak mencerna makanan, tetapi menghasilkan enzim-enzim yang berperan membantu proses pencernaan.
Pankreas menghasilkan enzim
1. Lipase : berfungsi mengubah lemak menjadi gliserol dan asam lemak
2. Tripsin : membantu proses penguraian protein
3. Amilase : membantu proses penguraian amilum

e. Hati

Sama halnya dengan pankreas, hati juga berperan membantu proses pencernaan alasannya hati sebagai penghasil empedu. Empedu yang dihasilkan oleh hati sangat diharapkan dalam proses pencernaan untuk memecahkan lemak.  Hati bertugas untuk memproses nutrisi dan juga racun. Hati juga sebagai akseptor dan penghasil glukosa. Glukosa yang dihasilkan oleh hati akan dipakai untuk proses pencernaan di dalam usus halus.Hati juga mempunyai kegunaan untuk menimbun sari-sari makanan. Hati merupakan organ pencernaan masakan terbesar dengan berat 2 kg.

f. Usus

Usus pada insan dibagi menjadi :
1. Usus dua belas jari : menghubungkan lambung dengan usus halus. Usus dua belas jari mempunyai susukan dengan hati dan pankreas yang berfungsi untuk menyalurkan enzim pencernaan dari pankreas.
2. Usus halus : usus halus merupakan usus terpanjang di dalam sistem pencernaan manusia. Panjang usus halus orang sampaumur 6-8m. di dalam usus halus terjadi proses peresapan sari-sari makanan.
3. Usus besar : Usus besar terdiri atas usus besar naik, usus besar melintang, dan usus besar turun. Di dalam usus besar terjadi peresapan air dan garam-garam mineral. Bagian usus besar naik mempunyai umbai cacing. Usus besar berfungsi menyerap kelebihan air , lemak, mineral, sel-sel mati, dan kuman yang membentuk padatan yang disebut feses (tinja). Di dalam usus besar sisa masakan dibusukkan oleh santunan kuman Escherichia coli.

g. Rektum

Rektum (poros usus) merupakan organ pencernaan yang berfungsi sebagai kawasan sementara untuk menampung feses. Mengembangnya dinding rektum alasannya penumpukan material di dalam rektum akan memicu sistem saraf yang menjadikan impian buang air besar (BAB)

h. Anus 

Anus merupakan lubang selesai dari susukan pencernaan makanan. Pada anus tidak terjadi peresapan sari makanan. Anus berfungsi untuk mengeluarkan sisa sari-sari masakan yang tidak diserap oleh tubuh. Bahan padat hasil pembusukan dikeluarkan sebagai feses (tinja) dan gas. Gas dikeluarkan berupa kentut.
Feses akan didorong oleh otot – otot polos menuju ke anus sebelum kesudahannya dibuang ke luar tubuh. Proses pembuangan feses ini dinamakan defekasi. Otot – otot disekitar anus akan berkontraksi sehingga anus membuka dan mengeluarkan feses. Cairan yang tidak mempunyai kegunaan dikeluarkan melalui lubang kemih berupa air seni.

Itulah pembahasan alat pencernaan masakan pada insan dan fungsinya.
Semoga bermanfaat.

Tuesday, April 9, 2019

Pintar Pelajaran Sistem Pencernaan Makanan Pada Binatang Ruminansia


Sistem Pencernaan Makanan pada Hewan Ruminansia / Memamh Biah - Secara umum, alur proses pencernaan kuliner insan dan hewan ruminansia (pemamah biak) tidak jauh berbeda. Perbedaannya hanya terletak pada susunan gigi dan struktur lambungnya saja. Alat-alat pencernaan binatang ruminansia mencakup rongga mulut, esofagus, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Makanan masuk pertama kali melalui rongga mulut. Di dalam rongga mulut, kuliner dikunyah oleh gigi dan dicampur dengan air ludah. Giginya mempunyai susunan 16 buah gigi seri yang berfungsi sebagai penjepit makanan; 12 buah gigi geraham depan (premolar) dan 12 buah gigi geraham belakang (molar) yang berfungsi untuk memamah makanan. Sementara gigi taringnya sudah dimodifi kasi untuk menggigit dan memotong tumbuhan. Di antara gigi seri dan gigi geraham terdapat celah yang disebut diastema. Fungsinya sebagai daerah menjulurkan lidah ketika mengambil flora atau dedaunan. Perhatikan Gambar 1. dan Gambar 2.
 alur proses pencernaan kuliner insan dan Pintar Pelajaran Sistem Pencernaan Makanan pada Hewan Ruminansia
Gambar 1. Struktur gigi hewan ruminansia
 alur proses pencernaan kuliner insan dan Pintar Pelajaran Sistem Pencernaan Makanan pada Hewan Ruminansia
Gambar 2. Struktur rahang bawah binatang ruminansia
Dari rongga mulut, kuliner masuk melalui kerongkongan (esofagus) menuju lambung. Lambung ruminansia menyerupai sapi dan kambing berbeda dengan lambung manusia. Lambung ruminansia terbagi menjadi empat bagian, yakni rumen, retikulum, omasum, dan abomasum. Lihat Gambar 3.

 alur proses pencernaan kuliner insan dan Pintar Pelajaran Sistem Pencernaan Makanan pada Hewan Ruminansia
Gambar 3. Hewan ruminansia mempunyai lambung yang terdiri empat bagian
Saat kuliner masuk ke dalam lambung, pertama kali menuju rumen. Rumen berfungsi untuk menampung kuliner sementara. Di dalamnya terjadi proses pembusukan dan fermentasi oleh enzim selulase yang dihasilkan oleh basil dan protozoa. Bakteri yang berperan dalam proses fermentasi selulosa menjadi glukosa dan bentuk lainnya ini berasal basil genus Cyptophaga dan Bacterium, sementara protozoa nya yaitu genus Flagellata, menyerupai Cypromonas subtitis. Selanjutnya, kuliner yang berasal dari rumen akan menuju retikulum. Pada bab ini, kuliner tersebut dibuat menjadi gumpalan-gumpalan bernafsu yang disebut bolus. Sewaktu beristirahat, hewan ruminansia seringkali mulutnya mengunyah. Ini dilakukan karena bolus dari retikulum dikeluarkan kembali menuju rongga mulut. Dari rongga mulut, kuliner masuk kembali menuju omasum dan diteruskan ke abomasum (perut sebenarnya). Di dalam abomasum, makanan dicerna menyerupai halnya pada lambung insan yakni secara kimiawi.

Setelah dicerna dalam abomasum, kuliner menuju usus halus. Di dalam usus halus, sari-sari kuliner diserap oleh pembuluh darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sisa pencernaan makanannya diteruskan menuju rektum yang selanjutnya dibuang melalui anus. Proses pencernaan binatang ruminansia berbeda dengan binatang memamah biak yang lain menyerupai kuda, kelenci, atau marmut. Perbedaannya terletak pada proses pengunyahan kuliner yang tidak dilakukan dua kali. Selain itu, proses fermentasi selulosanya berlangsung di sekum (usus buntu), bukan di rumen. Sementara, beberapa binatang pengerat menyerupai kelinci memiliki basil pengurai selulosa di usus besar, bukan di lambung.

Hidup dari Dedaunan

Rusa, jerapah, dan badak hitam yaitu hewan pemakan dedaunan. Daun dapat diperoleh dari pohon atau semak-semak. Zebra, sapi liar, dan rino putih merupakan pemakan rumput. Kebanyakan mamalia herbivora mempunyai gigi depan yang berujung lurus untuk menggigit, dan gigi pipi, geraham dan geraham depan yang puncaknya rata untuk mengunyah dengan sempurna. (Sumber: Parker, Cara Hidup Hewan, 2005, hlm. 14).

Anda kini sudah mengetahui Sistem Pencernaan Makanan pada Hewan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Friday, April 5, 2019

Pintar Pelajaran Sistem Pencernaan Pada Binatang Memamah Biak

Proses Sistem Pencernaan pada Hewan Memamah Biak -Hewan memamah biak (Ruminansia) yakni hewan herbivora murni, contohnya sapi, kerbau, dan kambing. Disebut binatang memamah biak alasannya yakni memamah atau mengunyah makanannya sebanyak dua fase. Pertama saat makanan tersebut masuk ke mulut. Makanan tersebut tidak dikunyah hingga halus dan terus ditelan. Selang beberapa waktu makanan tersebut dikeluarkan kembali ke lisan untuk dikunyah sampai halus. Makanan binatang memamah biak berupa rumput atau tumbuhan. Sel tumbuhan tersusun dari materi selulosa yang sulit dicerna. Oleh alasannya yakni jenis masakan tersebut, binatang memamah biak mempunyai sistem pencernaan dengan struktur khusus yang berbeda dengan binatang karnivora dan omnivora. Perhatikan Gambar 1.
Sistem Pencernaan pada Hewan Memamah Biak Pintar Pelajaran Sistem Pencernaan pada Hewan Memamah Biak
Gambar 1. Perbandingan jalan masuk pencernaan binatang karnivora dan herbivora
Saluran pencernaan binatang memamah biak terdiri atas organ-organ berikut.

1. Rongga Mulut (Cavum Oris)

Gigi yang terdapat dalam rongga lisan berbeda dengan mamalia lain dalam hal berikut.

a. Gigi seri (insisivus) mempunyai bentuk yang sesuai untuk menjepit masakan berupa tetumbuhan menyerupai rumput.
b. Gigi taring (caninus) tidak berkembang.
c. Gigi geraham belakang (molare) berbentuk datar dan lebar.

Makanan yang direnggut dengan pinjaman pengecap secara cepat dikunyah dan dicampur dengan air liur dalam mulut, kemudian ditelan masuk ke dalam lambung melalui esofagus.

2. Kerongkongan (Esofagus)

Esofagus merupakan jalan masuk penghubung antara rongga mulut dengan lambung. Di sini tidak terjadi proses pencernaan. Esofagus pada sapi sangat pendek dan lebar, serta lebih mampu membesar (berdilatasi). Esofagus berdinding tipis dan panjangnya bervariasi, diperkirakan sekitar 5 cm.

3. Lambung

Lambung mempunyai peranan penting untuk menyimpan makanan sementara yang akan dikunyah kembali (kedua kali). Selain itu, pada lambung juga terjadi proses pembusukan dan peragian.

Lambung Ruminansia terdiri atas empat ruangan (perhatikan Gambar2), yaitu:

Sistem Pencernaan pada Hewan Memamah Biak Pintar Pelajaran Sistem Pencernaan pada Hewan Memamah Biak
Gambar 2. Lambung binatang memamah biak
a. rumen (perut besar/perut urat daging),
b. retikulum (perut jala),
c. omasum (perut buku),
d. abomasum (perut kelenjar/perut masam).

Ukuran ruangan tersebut bervariasi sesuai dengan umur dan makanan alamiahnya. Kapasitas rumen 80%, retikulum 5%, omasum 7–8%, dan abomasum 7–8%.

Mula-mula masakan masuk ke dalam rumen. Makanan yang masuk ke lambung ini telah bercampur dengan ludah yang bersifat alkali sehingga memberi suasana basa dengan pH ± 8,5. Selanjutnya, dalam lambung sapi berlangsung proses pencernaan sebagai berikut.

a. Rumen

Rumen berfungsi sebagai gudang sementara bagi makanan yang ditelan. Setelah rumen cukup terisi makanan,
sapi beristirahat. Di dalam rumen terdapat populasi bakteri dan Protozoa. Mikroorganisme tersebut menghasilkan enzim yang menguraikan polisakarida, contohnya enzim: hidrolase, amilase, oligosakharase, glikosidase, dan enzim selulase yang berfungsi untuk menguraikan selulosa. Selain itu juga terdapat enzim yang menguraikan protein, yaitu enzim proteolitik; dan enzim pencerna lemak.

b. Retikulum

Di dalam retikulum masakan diaduk-aduk kemudian dicampur dengan enzim yang dihasilkan oleh basil yang ada, hingga karenanya menjadi gumpalan-gumpalan yang masih bergairah (bolus). Pengadukan dilakukan oleh kontraksi otot dinding retikulum. Kemudian, gumpalan masakan tersebut didorong kembali ke lisan untuk dikunyah lebih sempurna (dimamah kedua kali), sambil beristirahat. Setelah itu, gumpalan masakan ditelan lagi masuk ke omasum melewati rumen dan retikulum.

c. Omasum

Di dalam omasum terdapat kelenjar yang memproduksi enzim yang akan bercampur dengan bolus. Makanan
dijadikan lebih halus lagi di omasum. Kadar air dari gumpalan makanan dikurangi (terjadi penyerapan air), kemudian gumpalan masakan diteruskan keabomasum.

d. Abomasum

Di dalam abomasum masakan dicernakan lagi dengan pinjaman enzim dan asam klorida. Abomasum merupakan perut yang sebenarnya, alasannya yakni di sini terjadi pencernaan sebenarnya secara kimiawi oleh enzim-enzim pencernaan. Enzim yang dikeluarkan oleh dinding abomasum sama dengan yang terdapat pada lambung mamalia lain. Misalnya, enzim pepsin merombak protein menjadi asam amino.

Asam klorida (HCl) selain mengaktifkan pepsinogen yang dikeluarkan dinding abomasum, juga sebagai desinfektan (zat pembunuh bakteri, alasannya yakni basil akan mati pada pH yang sangat rendah). Namun, basil yang mati dapat dicerna menjadi sumber protein bagi binatang memamah biak. Dengan demikian, binatang memamah biak tidak memerlukan asam amino esensial menyerupai pada manusia. Kemudian, makanan yang telah halus dari ruang abomasum didorong masuk ke usus halus. Di usus halus ini sari-sari makanan diserap dan diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh. Selanjutnya sisa masakan keluar melalui anus. Perhatikan sistem pencernaan sapi pada Gambar 5. pada halaman sebelumnya.
Sistem Pencernaan pada Hewan Memamah Biak Pintar Pelajaran Sistem Pencernaan pada Hewan Memamah Biak
Gambar 3. Saluran pencernaan Ruminansia (memamah biak)
Apabila sapi meminum air, lipatan dinding antara rumen dan retikulum membentuk jalan masuk yang menghubungkan mulut-esofagus-omasum-abomasum. Keadaan yang demikian mengakibatkan air yang diminum sanggup langsung masuk ke abomasum. Pada anak sapi yang masih menyusu induknya, rumen, retikulum, dan omasum masih kecil serta belum berfungsi. Saluran lipatan tertutup oleh gerakan refleks sehingga air susu yang diisap dari puting susu induknya pribadi masuk ke abomasum.

Pada kelinci, marmot, dan kuda, fermentasi selulosa terjadi di dalam sekum. Sekum (usus buntu) yakni kantong (bagian usus besar) yang berada di antara pertemuan usus halus dengan usus besar dan umbai cacing. Di dalam sekum banyak basil selulolitik. Selain itu, pada hewan-hewan tersebut hanya terjadi pengunyahan satu kali, sehingga feses yang dikeluarkan lebih bergairah dan berserat daripada feses sapi (yang mengalami pengunyahan selulosa dua kali.

Tahukah Anda perihal Gigi Sapi ?

Susunan gigi sapi sebagai berikut.

 3  3  0  0   0   0  3  3
Rahang atas
M  P C  I    I   C P M
Jenis gigi
 3  3  0  4   4   0  3  3
Rahang bawah

Keterangan:
I : Insisivus = gigi seri
C : Caninus = gigi taring
P : Premolare = gigi geraham depan
M: Molare = gigi geraham belakang

Berdasarkan susunan gigi di atas, terlihat bahwa sapi (hewan memamah biak) tidak mempunyai gigi seri penggalan atas dan taring, tetapi mempunyai geraham lebih banyak dibandingkan dengan manusia. Hal ini sesuai dengan fungsinya untuk mengunyah makanan berserat, yaitu penyusun dinding sel tumbuhan yang terdiri atas 50% selulosa.

Mengapa Kambing Suka Menjilati Tanah ?

Beberapa herbivora misalnya kambing, tidak sanggup mencukupi kebutuhan Na+ dan Cl- dari tumbuh-tumbuhan. Kebutuhan kedua mineral tersebut diperoleh dengan cara menjilati garam alami yang ada di permukaan tanah.

Anda kini sudah mengetahui Sistem Pencernaan pada Hewan Memamah Biak. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Thursday, April 11, 2019

Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Insan Dan Fungsinya

Gambar Struktur dan Fungsi Organ Pencernaan pada Manusia - Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara, secara mekanis dan kimiawi. Secara mekanis, pencernaan makanan dilakukan oleh gerakan otot, semisal gerakan peristaltis dan gerakan gigi-gigi dalam lisan ketika mengunyah makanan. Sedangkan secara kimiawi, pencernaan kuliner sanggup terjadi lantaran tunjangan enzim yang dihasilkan dalam tubuh. Enzim ini bekerja hanya sebagai katalisator reaksi saja dan tidak ikut berubah. Saat melaksanakan proses-proses pencernaan tersebut diperlukan serangkaian organ-organ pencernaan sebagai berikut. 

1. Mulut

Makanan pertama kali masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Makanan ini mulai dicerna secara mekanis dan kimiawi. Di dalam mulut menyerupai Gambar 1, terdapat beberapa alat yang berperan dalam proses pencernaan adalah gigi, lidah, dan kelenjar ludah (glandula salivales).

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 1. Bagian-bagian mulut
a. Gigi

Pada manusia, gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis. Di sini, gigi membantu memecah kuliner menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Hal ini akan membantu enzim-enzim pencernaan biar sanggup mencerna makanan lebih efisien dan cepat. Selama pertumbuhan dan perkembangan, gigi insan mengalami perubahan, mulai dari gigi susu dan gigi tetap (permanen). Gigi pertama pada bayi dimulai ketika usia 6 bulan. Gigi pertama ini disebut gigi susu (dens lakteus). Lihat Gambar 2. Pada anak berusia 6 tahun, gigi berjumlah 20, dengan susunan sebagai berikut.
  1. Gigi seri (dens insisivus), berjumlah 8 buah, berfungsi memotong makanan.
  2. Gigi taring (dens caninus), berjumlah 4 buah, berfungsi merobek makanan.
  3. Gigi geraham kecil (dens premolare), berjumlah 8 buah, berfungsi mengunyah makanan.
Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 2. Susunan gigi susu pada anak-anak
Keterengan :

a. Premolare kedua tumbuh pada 20–24 bulan dan tanggal pada usia 9–11 tahun.
b. Premolare pertama tumbuh pada 10–16 bulan dan tanggal pada usia 9–11 tahun.
c. Caninus tumbuh pada 16–20 bulan dan tanggal pada usia 8–11 tahun.
d. Insisivus lateral tumbuh pada 8–11 bulan dan tanggal pada usia 6–8 tahun.
e. Insisivus sentral tumbuh pada 6–8 bulan dan tanggal di usia 5–7 tahun

Ketika usia anak berkisar antara 6 tahun hingga 14 tahun, gigi susu mulai tanggal dan kemudian digantikan oleh gigi permanen (Gambar 3). Gigi permanen berjumlah 32 buah, yang berarti ada penambahan geraham besar yang berjumlah 12 buah.

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 3. Gigi permanen pada orang dewasa
Keterangan :

a. Molare ketiga (gigi bungsu)
b. Molare kedua
c. Molare pertama
d. Premolare kedua
e. Premolare pertama
f. Caninus
g. Insisivus lateral
h. Insisivus sentral

Perhatikanlah rumus gigi berikut ini.

1) Rumus gigi sulung (susu)

M0P2C1I2
I2C1P2M0
M0P2C1I2
I2C1P2M0


2) Rumus gigi tetap (permanen)

M3P2C1I2
I2C1P2M3
M3P2C1I2
I2C1P2M3

Keterangan:

I : Insisivus (gigi seri)
C : Caninus (gigi taring)
P : Premolare (gigi geraham depan)
M : Molare (gigi geraham belakang)

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 4. Struktur gigi
Perhatikan Gambar 4. di atas. Setiap gigi tertanam dalam rahang dan dilindungi oleh gusi. Struktur luar gigi terdiri atas bagian-bagian berikut.
  1. Mahkota gigi (corona) merupakan cuilan yang tampak dari luar.
  2. Akar gigi (radix) merupakan cuilan gigi yang tertanam di dalam rahang.
  3. Leher gigi (colum) merupakan cuilan yang terlindung oleh gusi.
Adapun penampang gigi sanggup diperlihatkan bagianbagiannya sebagai berikut.
  1. Email (glazur atau enamel) merupakan cuilan terluar gigi. Email merupakan struktur terkeras dari tubuh, mengandung 97% kalsium dan 3% materi organik.
  2. Tulang gigi (dentin), berada di sebelah dalam email, tersusun atas zat dentin.
  3. Sumsum gigi (pulpa), merupakan cuilan yang paling dalam. Di pulpa terdapat kapiler, arteri, vena, dan saraf.
  4. Semen merupakan pelapis cuilan dentin yang masuk ke rahang.
Apa Kegunaan Air Liur?

Air liur mempunyai berbagai macam fungsi penting, misalnya untuk mengubah pati menjadi gula serta menciptakan kuliner licin dan mudah ditelan. Air liur juga membuat mulut steril, membantu indra pengecapan, dan diperkirakan mengandung zat yang melawan bakteri serta membantu penyembuhan luka.

b. Lidah

Lidah dalam sistem pencernaan berfungsi untuk membantu mencampur dan menelan makanan, mempertahankan makanan biar berada di antara gigi-gigi atas dan bawah saat kuliner dikunyah serta sebagai alat perasa makanan. Lidah sanggup berfungsi sebagai alat perasa kuliner karena mengandung banyak reseptor pengecap atau perasa. Lidah tersusun atas otot lurik dan permukaannya dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir (mukosa).

c. Kelenjar Ludah

Terdapat tiga pasang kelenjar ludah di dalam rongga mulut, yaitu glandula parotis, glandula submaksilaris, dan glandula sublingualis atau glandula submandibularis. Amati gambar 5. biar Anda mengenali letak ketiga kelenjar ludah tersebut.

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 5. Letak kelenjar ludah
Keterangan :
  1. Glandula parotis merupakan kelenjar ludah di akrab telinga, menyekresikan ludah yang mengandung enzim ptialin (amilase).
  2. Glandula submaksilaris merupakan kelenjar ludah di samping rahang atas, menyekresikan ludah yang mengandung air dan lendir.
  3. Glandula submandibularis merupakan kelenjar ludah di bawah lidah, menyekresikan ludah yang mengandung air dan lendir.
Air ludah berperan penting dalam proses perubahan zat makanan secara kimiawi yang terjadi di dalam mulut. Setelah makanan dilumatkan secara mekanis oleh gigi, air ludah berperan secara kimiawi dalam proses membasahi dan membuat makanan menjadi lembek biar gampang ditelan. Ludah terdiri atas air (99%) dan enzim amilase. Enzim ini menguraikan pati dalam kuliner menjadi gula sederhana (glukosa dan maltosa). Makanan yang telah dilumatkan dengan dikunyah dan dilunakkan di dalam lisan oleh air liur disebut bolus. Bolus ini diteruskan ke sistem pencernaan selanjutnya.

2. Kerongkongan (Esofagus)

Kerongkongan merupakan susukan panjang (± 25 cm) yang tipis sebagai jalan bolus dari lisan menuju ke lambung. Fungsi kerongkongan ini sebagai jalan bolus dari lisan menuju lambung. Bagian dalam kerongkongan senantiasa lembap oleh cairan yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang terdapat pada dinding kerongkongan untuk menjaga biar bolus menjadi lembap dan licin. Keadaan ini akan mempermudah bolus bergerak melalui kerongkongan menuju ke lambung. Bergeraknya bolus dari mulut ke lambung melalui kerongkongan disebabkan adanya gerak peristaltik pada otot dinding kerongkongan. Gerak peristaltik sanggup terjadi lantaran adanya kontraksi otot secara bergantian pada lapisan otot yang tersusun secara memanjang dan melingkar. Proses gerak bolus di dalam kerongkongan menuju lambung sanggup diamati pada Gambar 6 berikut.
Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 6. Proses gerak bolus secara peristaltik dari kerongkongan menuju lambung
Tahukah Anda mengapa ketika menelan makanan, bolus tidak dapat masuk ke dalam susukan pernapasan Simak Gambar 7. dan klarifikasi berikut, untuk mendapat jawabannya.

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 7. Posisi pengecap dan epiglotis selama bernapas (a) dan ketika menelan (b)
Sebelum seseorang mulai makan, cuilan belakang lisan (atas) terbuka sebagai jalannya udara dari hidung. Di kerongkongan, epiglotis yang menyerupai gelambir mengendur sehingga udara masuk ke paru-paru. Ketika makan, kuliner dikunyah dan ditelan masuk ke dalam kerongkongan. Sewaktu kuliner bergerak menuju kerongkongan, langit-langit lunak beserta jaringan menyerupai gelambir di cuilan belakang lisan (uvula) terangkat ke atas dan menutup saluran hidung. Sementara itu, sewaktu kuliner bergerak ke arah tutup trakea, epiglotis akan menutup sehingga kuliner tidak masuk trakea dan paru-paru tetapi kuliner tetap masuk ke kerongkongan.

3. Lambung

Lambung merupakan susukan pencernaan yang berbentuk seperti kantung, terletak di bawah sekat rongga badan. Dengan mengamati Gambar 6, Anda sanggup mengetahui bahwa lambung terdiri atas tiga cuilan sebagai berikut.

a. Bagian atas disebut kardiak, merupakan cuilan yang berbatasan dengan esofagus.
b. Bagian tengah disebut fundus, merupakan cuilan badan atau tengah lambung.
c. Bagian bawah disebut pilorus, yang berbatasan dengan usus halus.

Daerah perbatasan antara lambung dan kerongkongan terdapat otot sfinkter kardiak yang secara refleks akan terbuka bila ada bolus masuk. Sementara itu, di cuilan pilorus terdapat otot yang disebut sfinkter pilorus. Otot-otot lambung ini sanggup berkontraksi seperti halnya otot-otot kerongkongan. Apabila otototot ini berkontraksi, otot-otot tersebut menekan, meremas, dan mencampur bolus-bolus tersebut menjadi kimus (chyme). Lihat Gambar 8.

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 8. Struktur lambung yang tersusun dari lapisan-lapisan otot
Gerak peremasan menyerupai ini dikenal sebagai proses pencernaan secara mekanis. Pencernaan ini disebabkan oleh oto-totot dinding lambung. Dinding lambung terdiri atas otot polos yang berbentuk memanjang, melingkar, dan serong.

Sementara itu, pencernaan secara kimiawi dibantu oleh getah lambung. Getah ini dihasilkan oleh kelenjar yang terletak pada dinding lambung di bawah fundus, sedangkan cuilan dalam dinding lambung menghasilkan lendir yang berfungsi melindungi dinding lambung dari pengikisan asam lambung, dan sanggup beregenerasi bila cidera. Getah lambung ini sanggup dihasilkan jawaban rangsangan bolus ketika masuk ke lambung. Getah lambung mengandung bermacam-macam zat kimia, yang sebagian besar terdiri atas air. 

Getah lambung juga mengandung HCl/asam lambung dan enzim-enzim pencernaan menyerupai renin, pepsinogen, dan lipase. Asam lambung mempunyai beberapa fungsi berikut.
  1. Mengaktifkan beberapa enzim yang terdapat dalam getah lambung, contohnya pepsinogen diubah menjadi pepsin. Enzim ini aktif memecah protein dalam bolus menjadi proteosa dan pepton yang mempunyai ukuran molekul lebih kecil.
  2. Menetralkan sifat alkali bolus yang tiba dari rongga mulut.
  3. Mengubah kelarutan garam mineral.
  4. Mengasamkan lambung (pH turun 1–3), sehingga dapat membunuh kuman yang ikut masuk ke lambung bersama bolus.
  5. Mengatur membuka dan menutupnya katup antara lambung dan usus dua belas jari.
  6. Merangsang sekresi getah usus.
Enzim renin dalam getah lambung berfungsi mengendapkan kasein atau protein susu dari air susu. Lambung dalam suasana asam sanggup merangsang pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin ini berfungsi memecah molekul-molekul protein menjadi molekulmolekul peptida. Sementara itu, lipase berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

Selanjutnya, kimus akan masuk ke usus halus melalui suatu sfinkter pilorus yang berukuran kecil. Apabila otot-otot ini berkontraksi, maka kimus didorong masuk ke usus halus sedikit demi sedikit.

Produksi Getah Lambung

Produksi getah lambung dipengaruhi oleh jumlah makanan yang masuk ke lambung serta emosi. Bila kuliner yang masuk ke lambung sedikit, produksi HCl sedikit pula. Bila kuliner yang masuk ke lambung banyak maka produksi HCl banyak pula. Pada saat seseorang emosi, sanggup terjadi jumlah kuliner yang masuk sedikit tetapi sekresi HCl berlebihan. Hal ini sanggup mengakibatkan terjadinya kerusakan selaput lendir lambung, yaitu menimbulkan radang atau ulkus. Jadi, jagalah emosi Anda dan makanlah secara teratur untuk mencegah terjadinya radang lambung.

4. Usus halus

Usus halus merupakan susukan berkelok-kelok yang panjangnya sekitar 6–8 meter, lebar 25 mm dengan banyak lipatan yang disebut vili atau jonjot-jonjot usus. Vili ini berfungsi memperluas permukaan usus halus yang kuat terhadap proses penyerapan makanan. Lakukan eksperimen berikut untuk mengetahui efek lipatan terhadap proses penyerapan.

Usus halus terbagi menjadi tiga cuilan menyerupai berikut:

a. duodenum (usus 12 jari), panjangnya ± 25 cm,
b. jejunum (usus kosong), panjangnya ± 7 m,
c. ileum (usus penyerapan), panjangnya ± 1 m.

Simaklah Gambar 9. berikut, biar Anda lebih mengenal struktur usus halus.

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 9. Struktur anatomi dan histologi usus halus
Kimus yang berasal dari lambung mengandung molekul-molekul pati yang telah dicernakan di lisan dan lambung, molekul-molekul protein yang telah dicernakan di lambung, molekul-molekul lemak yang belum dicernakan serta zat-zat lain. Selama di usus halus, semua molekul pati dicernakan lebih sempurna menjadi molekul-molekul glukosa. Sementara itu molekul-molekul protein dicerna menjadi molekul-molekul asam amino, dan semua molekul lemak dicerna menjadi molekul gliserol dan asam lemak.

Pencernaan kuliner yang terjadi di usus halus lebih banyak bersifat kimiawi. Berbagai macam enzim diharapkan untuk membantu proses pencernaan kimiawi ini. Hati, pankreas, dan kelenjar-kelenjar yang terdapat di dalam dinding usus halus bisa menghasilkan getah pencernaan. Getah ini bercampur dengan kimus di dalam usus halus. Getah pencernaan yang berperan di usus halus ini berupa cairan empedu, getah pankreas, dan getah usus.

a. Cairan Empedu

b. Getah Pankreas

c. Getah Usus

5. Usus besar

Usus besar atau kolon mempunyai panjang ± 1 meter dan terdiri atas kolon ascendens, kolon transversum, dan kolon descendens. Di antara intestinum tenue (usus halus) dan intestinum crassum (usus besar) terdapat sekum (usus buntu). Pada ujung sekum terdapat tonjolan kecil yang disebut appendiks (umbai cacing) yang berisi massa sel darah putih yang berperan dalam imunitas.

Zat-zat sisa di dalam usus besar ini didorong ke bagian belakang dengan gerakan peristaltik. Zat-zat sisa ini masih mengandung banyak air dan garam mineral yang diharapkan oleh tubuh. Air dan garam mineral kemudian diabsorpsi kembali oleh dinding kolon, yaitu kolon ascendens. Zat-zat sisa berada dalam usus besar selama 1 hingga 4 hari. Pada ketika itu terjadi proses pembusukan terhadap zat-zat sisa dengan dibantu bakteri Escherichia coli, yang bisa membentuk vitamin K dan B12. Selanjutnya dengan gerakan peristaltik, zat-zat sisa ini terdorong sedikit demi sedikit ke susukan simpulan dari pencernaan adalah rektum dan akhirnya keluar dengan proses defekasi melewati anus. Lihat Gambar 10.
Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 10. Usus besar dan susukan anus
Defekasi diawali dengan terjadinya penggelembungan bagian rektum jawaban suatu rangsang yang disebut refleks gastrokolik. Kemudian jawaban adanya acara kontraksi rektum dan otot sfinkter yang bekerjasama menjadikan terjadinya defekasi. Di dalam usus besar ini semua proses pencernaan telah selesai dengan sempurna.

Anda kini sudah mengetahui Organ Pencernaan Manusia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Saturday, January 18, 2020

Pintar Pelajaran Daftar Makanan Untuk Menciptakan Sistem Pencernaan Sehat

Daftar Makanan untuk Membuat Sistem Pencernaan Sehat - Hampir semua jenis kuliner sanggup dicerna oleh sistem pencernaan manusia. Pemilihan jenis kuliner yang sempurna dan sehat akan sangat mempengaruhi kerja dari sistem pencernaan kita. Sebaiknya kita lebih selektif dalam menentukan kuliner yang akan kita konsumsi, pilihlah kuliner yang gampang dicerna biar sistem pencernaan kita tetap terjaga kesehatannya.

Apabila anda sering mengalami kembung atau mual sesudah makan, ada kemungkinan kuliner yang anda konsumsi telah menimbulkan pencernaan anda terganggu. Misalnya saja konsumsi daging yang berlemak sanggup menimbulkan pencernaan anda bekerja lebih ekstra.

Berikut ini yaitu beberapa jenis kuliner dan minuman yang baik bagi sistem pencernaan anda :

1. Yoghurt

Kandungan kuman yang ada pada yoghurt bisa mempermudah usus mencerna kuliner yang kita konsumsi. Hal ini akan menciptakan sistem pencernaan kita bekerja dengan lebih baik dan tetap terjaga. Akan tetapi tidak semua jenis yoghurt mengandung kuman yang menguntungkan, sebaiknya anda teliti terlebih dahulu sebelum membeli dan mengkonsumsinya.

Daftar Makanan untuk Membuat Sistem Pencernaan Sehat Pintar Pelajaran Daftar Makanan untuk Membuat Sistem Pencernaan Sehat
Yoghurt (Foto: bloggie-healthy.blogspot.com)
2. Kimchi

Kimchi yaitu kuliner yang digemari oleh orang korea, kuliner ini terdiri dari lobak, bawang, dan kubis yang dicampur dengan rempah-rempah. Bahan dasar dari kuliner ini akan menciptakan kuman menguntungkan tumbuh dengan baik di dalam usus besar kita. Sedangkan kubis mengandung banyak serat yang tidak gampang dicerna, hal ini akan sangat membantu untuk memperlancar siklus buang air besar.

3. Daging dan Ikan

Anda sebaiknya menentukan konsumsi daging dan ikan yang tanpa lemak atau mengandung sedikit lemak. Semakin rendah lemak yang anda konsumsi sistem pencernaan anda akan bekerja lebih ringan, selain itu akan menurunkan risiko terkena kanker usus besar.

4. Biji-bijian

Bijian-bijian menyerupai sereal, beras merah dan roti gandum yaitu sumber serat yang baik dan mempunyai kandungan kolesterol yang rendah. Jenis kuliner ini sanggup membantu kinerja dari sistem pencernaan, selain itu serat juga sanggup menunjukkan imbas kenyang. Agar menunjukkan manfaat optimal sebaiknya anda jangan terlalu banyak mengkonsumsi biji-bijian. Konsumsi biji-bijian tidak dianjurkan bagi mereka yang alergi terhadap gluten dan menderita penyakit geliac.

5. Pisang

Pisang sanggup mengembalikan kinerja usus menjadi normal kembali, khususnya pada ketika kita terjangkit diare. Kandungan elektrolit dan kalium pada pisang akan memulihkan kondisi badan kita kembali normal sesudah mengalami diare, selain itu pisang juga mempunyai banyak serat yang sangat mempunyai kegunaan untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.

6. Jahe

Jahe yaitu rempah-rempah tradisional yang sudah dipakai semenjak usang untuk mengatasi muntah, mual, mabuk perjalanan dan hilangnya nafsu makan. Konsumsi jahe yang berlebihan (2-4 gram per hari) sanggup menciptakan perut menjadi mulas.

Anda kini mengetahui Daftar Makanan untuk Membuat Sistem Pencernaan Sehat. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Sumber : detikFood (Senin, 26/12/2011 10:46 WIB)

Saturday, November 30, 2019

Pintar Pelajaran Ruang Lingkup Ilmu Biologi

Ruang Lingkup Ilmu Biologi - Apakah Biologi itu? Biologi yaitu ilmu ihwal makhluk hidup beserta lingkungannya. Biologi mempunyai cabang-cabang tersendiri yang mempelajari lebih spesifik lagi ihwal makhluk hidup. Apa manfaat dari mempelajari Biologi ini? Banyak sekali manfaat yang didapatkan. Selain manfaat, dampak dari perkembangan Biologi bagi kehidupan insan dan alam sekitarnya memiliki nilai kasatmata dan nilai negatifnya. Dari uraian tersebut, ruang lingkup Biologi sanggup dikatakan cukup luas. Menarik, bukan?

1. Tingkatan Objek yang Dipelajari dalam Biologi

Kehidupan di bumi dibuat oleh struktur hierarki yang sangat teratur. Tingkatan organisasi kehidupan ini dimulai dari tingkat molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, komunitas, hingga tingkat bioma.

a. Organisasi Fungsional Tingkat Molekul

Pada pelajaran kimia, kita mempelajari bahwa tingkatan bahan terendah adalah proton, neutron, dan elektron. Partikel proton, neutron, dan elektron bergabung membentuk atom (contohnya atom hidrogen, karbon, nitrogen, dan oksigen). Atom-atom kemudian berikatan membentuk molekul, contohnya molekul air, glukosa, protein, dan DNA. Molekul-molekul ini saling berikatan dan membentuk ikatan yang lebih kompleks penyusun organel pada sel.

Oleh sebab itu, sanggup dikatakan bahwa molekul, atom, dan partikel subatomik merupakan organisasi fungsional tingkat biokimia (senyawa kimia penyusun makhluk hidup).

b. Organisasi Kehidupan Tingkat Sel

Berbagai jenis molekul saling berikatan dan membentuk organel. Organel adalah subunit sel dengan fungsi spesifik, contohnya ribosom sebagai tempat sintesis protein. Sintesis protein merupakan proses penyusunan protein. Berbagai senyawa serta organel berinteraksi satu sama lain membentuk suatu kesatuan yang disebut sel.

Suatu sel tunggal mempunyai karakteristik makhluk hidup. Setiap sel memiliki materi hereditas, melaksanakan kegiatan metabolisme, bisa tumbuh serta berkembang. Karena mempunyai karakteristik yang diperlukan sebagai makhluk hidup, sel disebut sebagai satuan unit terkecil kehidupan. Ukuran sel sangat kecil sehingga untuk melihatnya diperlukan mikroskop.

c. Organisasi Kehidupan Tingkat Jaringan

Jaringan ditemukan pada organisme multiseluler (bersel banyak). Jaringan yaitu kumpulan sel yang mempunyai bentuk serta fungsi yang sama. Kelompok sel ini mempunyai fungsi yang spesifik. Berikut ini contoh-contoh jaringan pada makhluk hidup.

1) Jaringan pada hewan

Jaringan pada binatang terdiri atas beberapa jenis. Jaringan-jaringan tersebut di antaranya yaitu jaringan epitel, jaringan saraf, jaringan otot, dan jaringan darah. Jaringan epitel terdiri atas sel-sel epitel yang saling berhubungan. Jaringan saraf terdiri atas sel saraf yang berfungsi menerima serta merespons rangsangan. Jaringan otot merupakan serat panjang yang mempunyai fungsi sebagai alat gerak aktif. Adapun jaringan darah terdiri atas sel-sel darah. Sel-sel darah ini mempunyai fungsi yang berbeda. Ada yang mengedarkan oksigen, zat-zat makanan, ada pula yang berfungsi sebagai antibodi atau sistem kekebalan tubuh. 

2) Jaringan pada tumbuhan

Seperti jaringan pada hewan, jaringan pada tumbuhan juga terdiri atas aneka macam jenis. Jaringan yang terdapat pada flora di antaranya jaringan epidermis, jaringan pembuluh, jaringan penguat, dan jaringan meristem. Jaringan epidermis merupakan jaringan yang melapisi permukaan tumbuhan. Jaringan pembuluh terdiri atas xilem dan floem. Xilem berfungsi mengangkut air dan zat hara tanah dari akar ke daun, sedangkan floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Jaringan penguat pada tumbuhan terdiri atas sel-sel yang tebal dan kuat. Jaringan penguat ini berfungsi menyokong badan tumbuhan. Adapun jaringan meristem merupakan jaringan yang aktif membelah untuk menghasilkan sel-sel baru.

d. Organisasi Kehidupan Tingkat Organ dan Sistem Organ

Organ hanya ditemukan pada organisme multiseluler. Organ merupakan struktur yang terbentuk dari beberapa jenis jaringan yang bekerja sama untuk menjalankan fungsi tertentu. Misalnya, jaringan saraf dan jaringan ikat menyusun organ otak dan bekerja sama untuk melaksanakan fungsi koordinasi. Jaringan epidermis, jaringan tiang, dan jaringan bunga karang menyusun organ daun dan bekerja sama untuk melaksanakan fungsi fotosintesis, transpirasi, serta pertukaran gas.

Contoh-contoh organ lainnya yaitu organ jantung yang berperan untuk memompa darah; organ paru-paru untuk pertukaran oksigen dan karbon dioksida; organ pendengaran untuk mendengar; dan organ mata untuk melihat. Organ-organ pada tumbuhan, contohnya daun untuk pertukaran gas, bunga untuk perkembangbiakan, dan akar untuk menyerap air dan garam mineral.

Organ-organ yang melaksanakan fungsi dan kiprah saling berkait disebut sebagai sistem organ. Sebagai contoh, sistem pernapasan terbentuk dari kerja sama organ hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan paru-paru untuk menjalankan fungsi respirasi. Sistem pencernaan terbentuk dari kerja sama organ mulut, kerongkongan, lambung, usus, hati, dan pankreas. Sistem pencernaan berfungsi menjalankan pencernaan dan penyerapan sari-sari makanan. Sistem gerak untuk menyokong dan menggerakkan tubuh terdiri atas otot dan rangka. Sebutkan oleh Anda teladan sistem organ lainnya beserta nama organ-organ penyusunnya.

Pada tumbuhan, pembagian organ-organ untuk yang melaksanakan kerja spesifik dalam sistem organ tertentu tidak terlihat dengan jelas. Sistem organ pada flora itu sendiri di antaranya yaitu sistem pernapasan, transpirasi, dan transportasi.

e. Organisasi Kehidupan Tingkat Individu

Individu sanggup berupa organisme bersel tunggal (uniseluler) atau bersel banyak (multiseluler) seperti Bakteri dan protozoa yaitu teladan organisme bersel tunggal. Satu bakteri dan satu protozoa dikatakan sebagai satu individu. Manusia, kucing, pohon kelapa, dan tumbuhan melati merupakan teladan organisme multiseluler. Seorang manusia, seekor kucing, sebatang pohon kelapa, dan setangkai tanaman melati juga dikatakan satu individu. Individu multiseluler terbentuk dari sistem organ-sistem organ yang bekerja sama dalam suatu kesatuan. Setiap sistem organ tidak dapat melaksanakan fungsinya sendiri-sendiri. Setiap sistem organ mempunyai kebergantungan pada sistem organ yang lainnya. Contohnya pada manusia, sistem pernapasan, sistem peredaran darah, sistem pencernaan, sistem pengeluaran, sistem koordinasi, sistem gerak, dan sistem reproduksi mempunyai saling kebergantungan.

Sistem peredaran darah tidak akan berfungsi dengan baik jika terjadi gangguan pada sistem pernapasan. Karena untuk memompa darah, jantung membutuhkan energi yang didapat dari oksigen. Jika jantung tidak dapat bekerja secara optimal maka peredaran oksigen dan sari-sari makanan pada badan akan terganggu pula. Hal ini dapat berakibat fatal bagi badan secara keseluruhan. Apa yang sanggup terjadi pada tumbuhan jikalau salah satu organnya tidak berfungsi dengan baik?

f. Organisasi Kehidupan Tingkat Populasi

Individu-individu sejenis yang berkumpul di suatu tempat tertentu pada waktu yang sama membentuk tingkat organisasi kehidupan yang disebut sebagai populasi. Murid-murid yang berada di sekolahmu dinamakan sebagai populasi manusia, kumpulan rumput yang ada di halaman sekolah dinamakan populasi rumput, kumpulan belalang dinamakan populasi belalang, kumpulan cacing tanah dinamakan populasi cacing, dan kumpulan lebah dinamakan populasi lebah.

g. Organisasi Kehidupan Tingkat Komunitas

Umumnya di suatu tempat terdapat lebih dari satu macam populasi. Perhatikan halaman sekolah Anda. Di sana mungkin terdapat populasi rumput, populasi cacing, populasi belalang, dan populasi semut. Kumpulan populasi yang menempati area sama dan saling berafiliasi disebut komunitas. Di dalam komunitas selalu ada interaksi, baik antaranggota spesies yang sama, maupun interaksi antarpopulasi yang berlainan.

Iklim di suatu kawasan yang berinteraksi dengan komponen biotik di dalamnya akan menghasilkan satuan komunitas yang besar, bahkan menghasilkan komunitas mayoritas suatu vegetasi. Hal tersebut sanggup disebut bioma. Bioma yaitu salah satu komunitas utama dunia yang diklasifikasikan berdasarkan vegetasi mayoritas dan ditandai oleh penyesuaian organisme terhadap lingkungan suatu habitat tertentu. Contohnya, bioma tundra, bioma taiga, bioma gurun, bioma savana, bioma hutan hujan tropis, dan bioma hutan gugur.

h. Organisasi Kehidupan Tingkat Ekosistem

Perhatikan kembali halaman sekolah Anda. Di manakah rerumputan menancapkan akarnya? Pada tanah, bukan? Dari mana rerumputan memperoleh karbon dioksida yang diperlukan untuk proses fotosintesisnya? Dari udara di sekelilingnya, bukan? Apakah syarat yang diperlukan selain ketersediaan karbon dioksida semoga rerumputan sanggup melaksanakan fotosintesis? Tentu sinar matahari dan air. Rerumputan juga membutuhkan senyawa anorganik yang didapatkan dari hasil penguraian, contohnya oleh cacing tanah, agar sanggup melaksanakan fotosintesis dengan baik. Proses fotosintesis yang dilakukan rerumputan menghasilkan senyawa karbohidrat yang dibutuhkan makhluk hidup lainnya, contohnya oleh belalang. Belalang juga mendapatkan oksigen dari fotosintesis rerumputan tersebut.

Dari keterangan di atas, Anda sanggup menemukan suatu organisasi kehidupan yang menunjukkan saling keterkaitan, kebergantungan, dan hubungan timbal balik antarmakhluk hidup dan antarmakhluk hidup dengan
lingkungannya. Bentuk organisasi kehidupan ini dinamakan organisasi kehidupan tingkat ekosistem.

Ekosistem merupakan unit fungsional yang meliputi organisme (biotik) dengan lingkungannya yang tidak hidup (abiotik) dalam relasi saling mempengaruhi dan berinteraksi. Komponen biotik ekosistem terdiri atas produsen (tumbuhan), konsumen, dan pengurai. Pada teladan tersebut, yang bertindak sebagai produsen yaitu rumput, konsumennya yaitu belalang, dan pengurainya yaitu cacing tanah. Adapun komponen abiotik pada contoh tersebut yaitu tanah, udara, sinar matahari, zat anorganik, dan air. Di dalam organisasi kehidupan tingkat ekosistem, kita juga sanggup melihat adanya aliran energi dari organisme fotosintetik ke herbivora dan karnivora. Perhatikan kembali teladan di atas. Jelaskan bagaimana aliran energi yang terjadi pada teladan perkara di atas.

Anda kini sudah mengetahui Ruang Lingkup Ilmu Biologi. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.


Referensi :

Fictor Ferdinand P dan Moekti Ariebowo. 2009. Mudah Belajar Biologi 1 : untuk SMA/MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 170.