Showing posts with label Anabolisme. Show all posts
Showing posts with label Anabolisme. Show all posts

Thursday, September 12, 2019

Pintar Pelajaran Kemosintesis Basil Nitrifikasi, Belerang, Besi, Hidrogen Dan Metana, Pengertian, Proses, Contoh, Reaksi

Kemosintesis Bakteri Nitrifikasi, Belerang, Besi, Hidrogen dan Metana, Pengertian, Proses, Contoh, Reaksi  - Kita telah mengetahui bahwa proses fotosintesis pada tumbuhan hijau bisa mensintesis (membentuk/menghasilkan) karbohidrat dengan derma energi cahaya. Lalu, apa saja senyawa yang diharapkan untuk membentuk karbohidrat? Senyawa tersebut ialah CO2 dan H2O. Proses sintesis ini memakai energi kimia yang dihasilkan selama oksidasi biologi substansi kimia tertentu. Tumbuhan hijau bisa melaksanakan sintesis karbohidrat alasannya ialah tumbuhan mempunyai klorofil.

Lalu, bagaimanakah dengan organisme yang tidak mempunyai klorofil, ibarat beberapa jenis basil tidak berklorofil? Apakah organisme tersebut bisa melaksanakan pembentukan karbohidrat?

Jawabannya, ya, mereka bisa melaksanakan sintesis tersebut melalui proses yang disebut kemosintesis.

Kemosintesis ialah salah satu bentuk asimilasi karbon, di mana reduksi CO2 berlangsung pada kondisi gelap (tanpa cahaya), reduksi ini memakai energi yang hanya diperoleh dari hasil oksidasi. Salah satu hal yang menjadi catatan penting dari proses kemosintesis ialah energi dari hasil reaksi oksidasi dipakai oleh basil pada tahapan fosforilasi dan selanjutnya dipakai untuk mereduksi CO2 menjadi senyawa organik.

Kemosintesis terjadi pada basil nitrifikasi, basil besi, basil belerang, serta basil metan dan basil hidrogen.

a. Kemosintesis oleh Bakteri Nitrifikasi

Beberapa genus basil nitrifikasi ialah basil Nitrosomonas, Nitrobacter, Nitrosococcus, dan Bactoderma. Apa sajakah kemampuan beberapa genus basil nitrifikasi tersebut? Nitrosococcus dan Nitrosomonas (bakteri nitrat) merupakan basil nitrifikasi yang bisa mengoksidasi amonia menjadi nitrit.


Nitrosomonas

2NH2 + 3O2
---------------------->
HNO2 + 2H2O + energi (158 kkal)

Bactoderma dan Nitrobacter (bakteri nitrat) mempunyai kemampuan untuk mengoksidasi nitrit menjadi nitrat pada kondisi aerob.


Nitrobacter

2HNO2 + O2
 -------------------->
2HNO3 + energi (43 kkal)

b. Kemosintesis oleh Bakteri Belerang

Bakteri welirang dikelompokkan menjadi 5 gurp utama, namun kita hanya akan membahas kemosintesis pada basil welirang ototrofik tanpa pigmen, rujukan Beggiatoa dan Thiospirillum.

Beggiatoa dan Thiospirillum sanggup ditemukan pada sumber mata air panas yang mempunyai kandungan senyawa hidrogen sulfida. Kelompok basil ini bisa mengoksidasi logam sulfida menjadi sulfur dengan persamaan reaksi ibarat berikut ini.


Beggiatoa / Thiospirillum

2H2S + O2
-------------------------------->
2S + 2H2O + energi (122,2 kkal)

Apa yang terjadi kalau cadangan hydrogen sulfida (H2S) tersebut habis? Endapan sulfur (S) akan dioksidasi menjadi asam sulfat (H2SO4).

2S + 2H2 + 3O2 → 2H2SO4 + energi (284,4 kkal)



Beberapa genus dari basil besi ibarat contohnya Crenothrix, Leptothrix, Galionella, Spiruphyllum, Cladothrix, dan Ferrobacillus bisa mengoksidasi ion ferro menjadi ion ferri.

2Fe (HCO3)2 + H2O + O → 2Fe (OH)3 + 4CO2 + energi (29 kkal)
4FeCO3 + O2 + 6H2O → 4Fe (OH)3 + 4CO2 + energi (81 kkal)

d. Kemosintesis oleh Bakteri Hidrogen dan Bakteri Metana

1) Bakteri Hidrogen

Salah satu spesies dari basil hidrogen, yaitu Bacillus panctotrophus bisa tumbuh pada medium anorganik yang mempunyai kandungan senyawa hidrogen, CO2, dan O2. Selain itu, basil ini juga bisa mengoksidasi hidrogen dengan membebaskan (menghasilkan) energi. Selanjutnya, nergi ini sanggup dipakai pada reaksi kemosintesis berikut ini.

2H2 + O2 → 2H2O + energi (137 kkal)
2H2 + CO2 + energi (115 kkal) → (CH2O) + H2O


Methanonas ialah salah satu rujukan basil metana yang sanggup mengoksidasi metana menjadi CO2. Bakteri aerob ini memperoleh karbon dan energi dari senyawa metana. Perhatikan reaksi berikut.

CH4 + 2O2 → CO2 + 2H2O + energi

Energi yang dihasilkan pada proses kemosintesis tersebut dipakai untuk proses fosforilasi dan reduksi CO2 menjadi karbohidat.

Anda kini sudah mengetahui Kemosintesis Bakteri Nitrifikasi, Kemosintesis Bakteri Belerang, Kemosintesis Bakteri Besi, Kemosintesis Bakteri Hidrogen dan Kemosintesis Bakteri Metana. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Sembiring, L dan Sudjino. 2009. Biologi : Kelas XII untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.

Pintar Pelajaran Kemosintesis Pada Kuman Welirang - Pengertian Proses

Kemosintesis pada Bakteri Sulfur - Pengertian Proses - Kemosintesis yakni proses konversi secara biologis dimana satu atau lebih molekul karbon (biasanya karbondioksida atau metan) dan nutrient (nutrisi) diubah menjadi materi organik melalui proses oksidasi molekul anorganik (misalnya, hidrogen, gas, dan hydrogen sulfida) atau metan sebagai sumber energi kimiawi. Sumber energi ini lebih sering dipakai dibandingkan dengan sumber energi lainnya menyerupai sinar matahari, yang kita ketahui berperan penting pada proses fotosintesis.

Mengapa organisme melaksanakan kemosintesis? Hal ini alasannya yakni organisme tersebut biasanya tinggal pada kondisi yang sangat ekstrim (bacalah uraian di bawah wacana cacing tabung) sehingga diharapkan pembiasaan fisiologis. Selain itu, organisme tersebut mempunyai sedikit klorofil atau bahkan tidak mempunyai sama sekali.

Tumbuhan hijau memakai energi cahaya untuk membentuk materi masakan berupa karbohidrat atau glukosa. Namun, pada beberapa bakteri, menyerupai basil welirang dan basil besi, hal ini tidaklah mungkin sanggup dilakukan. Bakteri sufur memakai energi yang diperolehnya dari senyawa kimia menyerupai hidrogen sulfida (H2S) dan juga CO2 untuk sanggup membentuk karbohidrat. Bakteri tersebut menguraikan (memecah) senyawa H2S menjadi atom hidrogen dan sulfur. Selanjutnya, pada reaksi gelap, atom-atom hidrogen tersebut dipakai untuk mereduksi CO2 dan pada jadinya CO2 ini dipakai untuk membentuk gula atau karbohidrat. Proses ini tidak melepaskan (menghasilkan) oksigen, namun menghasilkan sulfur. Persamaan reaksinya sebagai berikut : (Baca juga : Kemosintesis oleh Bakteri Nitrifikasi, Belerang, Besi, Hidrogen dan Metana)

CO2 + 2H2S → (CH2O) + H2O + 2S

Bakteri welirang ditemukan di kedalaman laut. Koloni basil ini pertama kali ditemukan di sekitar Kepulauan Galapgos di sepanjang ventilasi hidrotermal bahari dalam. Pada area ini, banyak terdapat senyawa hidrogen sulfida yang berasal dari ventilasi vulkanik, sehingga para ilmuwan berhipotesis bahwa area ini merupakan suatu lingkungan yang nyaris tidak mungkin untuk berlangsungnya kehidupan (tidak layak huni). Namun, di luar perkiraan, ada salah satu basil yang sanggup hidup di dalam area tersebut yaitu basil sulfur. Bakteri ini bisa mengubah hidrogen sulfida menjadi elemen sulfur, bahkan pada ketika yang bersamaan ia juga bisa memproduksi molekul organik yang selanjutnya dipakai sebagai nutrisi. {1]
 Kemosintesis yakni proses konversi secara biologis dimana satu atau lebih molekul karbon Pintar Pelajaran Kemosintesis pada Bakteri Sulfur - Pengertian Proses
Venenivibrio stagnispumantis. Bakteri ini memperoleh energi dengan cara mengoksidasi gas hidrogen. [2]
Persamaan reaksi kemosintesis hidrogen sulfida : [2]

12H2S + 6CO2 → C6H12O6 (=karbohidrat) + 6H2O + 12S

Bakteri welirang juga ditemukan di cold seeps (rembesan dingin) atau cold vent di Teluk Meksiko, di mana hidrogen sulfida merembes keluar, namun suhunya tidak panas. Sebelumnya, kita harus mengetahui bahwa gas ini merupakan salah satu gas yang dikeluarkan oleh acara gunung berapi dan gas alam serta bersuhu sangat panas (tinggi). [1]

Sifat hidrogen sulfida, H2S , yakni gas beracun, tidak berwarna, gampang terbakar dan baunya menyerupai telur busuk. [3]
 Kemosintesis yakni proses konversi secara biologis dimana satu atau lebih molekul karbon Pintar Pelajaran Kemosintesis pada Bakteri Sulfur - Pengertian Proses
Lamellibrachia luymesi, Salah satu jenis cacing tabung (tube worm).  [4]
Bakteri welirang ini bersimbiosis dengan cacing tabung (tube worm), dimana basil ini hidup di dalam badan cacing tersebut. Cacing tabung ini menyerap gas hidrogen sulfida dan ketika gas ini berada di dalam badan cacing tersebut maka pada gilirannya, maka basil welirang akan melaksanakan kemosintesis sehingga dihasilkan molekul organik yang dibutuhkan oleh cacing tabung. Dengan kata lain, nutrisi atau molekul organik tersebut dipakai gotong royong oleh basil welirang dan caing tabung. [1]

Dimanakah letak basil welirang di dalam badan cacing tabung ?

Cold seeps yakni area di dasar bahari dimana terjadi rembesan sejumlah besar senyawa contohnya hidrogen sulfida, metana, dan hidrokarbon sehingga area ini mempunyai kandungan senyawa tersebut dalam jumlah yang tinggi. Cold tidak berarti suhunya lebih hirau taacuh dibandingkan suhu air bahari di sekitarnya, malahan suhu air bahari di area ini lebih tinggi dibandingkan suhu air bahari di sekelilingnya. Cold seeps merupakan bioma yang sanggup mendukung kehidupan beberapa spesies endemik. [4]

Anda kini sudah mengetahui Kemosintesis. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, Mazrikhatul Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.

Referensi Lainnya :

[1] http://www.ehow.com/list_7347967_types-chemosynthetic-bacteria.html

[2] http://en.wikipedia.org/wiki/Chemosynthesis

[3] http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrogen_sulfida

[4] http://en.wikipedia.org/wiki/Cold_seep

Pintar Pelajaran Pengertian Anabolisme Dan Katabolisme, Proses, Tahapan. Perbedaan Dan Persamaan, Contoh

Pengertian Anabolisme dan Katabolisme, Proses, Tahapan. Perbedaan dan Persamaan, Contoh - Kita telah mengetahui bahwa metabolisme sanggup menghasilkan energi. Namun, kita juga perlu tahu bahwa proses ini juga membutuhkan energi. Apa fungsi energi tersebut? Energi ini berfungsi untuk menyusun senyawa-senyawa sederhana menjadi senyawa-senyawa yang diharapkan tubuh. Proses penyusunan inilah yang disebut anabolisme. Anabolisme, atau biosintesis, ialah proses dimana organisme hidup mensintesis molekul kompleks kehidupan dari molekul yang sederhana. Anabolisme, bahu-membahu dengan katabolisme, ialah dua serangkaian proses kimia dalam sel yang secara bahu-membahu disebut metabolisme. Reaksi anabolik ialah proses yang divergen. Artinya, jenis materi baku yang relatif sedikit, dipakai untuk mensintesis banyak sekali macam produk akhir. Hal ini mengakibatkan peningkatan ukuran sel atau kompleksitas, atau keduanya.

Anabolisme


Proses anabolik menghasilkan peptida, protein, polisakarida, lipid dan asam nukleat. Molekul-molekul ini merupakan semua materi dari sel-sel hidup, menyerupai membran dan kromosom, serta produk-produk khusus tipe tertentu dari sel, menyerupai enzim, antibodi, hormon dan neurotransmiter.

Katabolisme, kebalikan dari anabolisme, menghasilkan molekul yang lebih kecil yang dipakai oleh sel untuk mensintesis molekul yang lebih besar. Dengan demikian, berbeda dengan reaksi dari anabolisme, katabolisme merupakan proses konvergen, dimana banyak sekali jenis molekul dipecah menjadi jenis produk simpulan yang relatif sedikit.

Energi yang dibutuhkan untuk anabolisme disuplai oleh molekul yang kaya akan energi, adenosin trifosfat (ATP). Energi ini ada dalam bentuk ikatan kimia berenergi tinggi antara molekul kedua dan ketiga dari fosfat pada ATP. Energi ATP dilepaskan ketika ikatan ini pecah, mengubah ATP menjadi adenosin difosfat (ADP). Selama reaksi anabolik, ikatan fosfat berenergi tinggi dari ATP, ditransfer ke substrat (suatu molekul yang dikerjakan oleh enzim) untuk memperlihatkan energi dalam persiapan untuk penggunaan molekul selanjutnya sebagai materi baku untuk sintesis molekul yang lebih besar. Selain ATP, beberapa proses anabolik juga memerlukan atom hidrogen berenergi tinggi yang disediakan oleh molekul NADPH.

Meskipun anabolisme dan katabolisme terjadi secara bersamaan dalam sel, tingkat reaksi kimia mereka dikendalikan secara independen satu sama lain. Misalnya, ada dua jalur enzimatik untuk metabolisme glukosa. Jalur anabolik mensintesis glukosa, sedangkan katabolisme memecah glukosa. Kedua jalur menyebarkan 9 dari 11 langkah enzimatik metabolisme glukosa, yang sanggup terjadi pada kedua urutan (yaitu, ke arah anabolisme atau katabolisme). Namun, dua langkah dari anabolisme glukosa, memakai serangkaian katalisasi enzim yang sama sekali berbeda.

Ada dua alasan penting bahwa sel harus mempunyai jalur anabolik dan katabolik pemanis yang terpisah. Pertama, katabolisme yang disebut "downhill" merupakan proses di mana energi dilepaskan, sedangkan anabolisme memerlukan masukan energi, oleh alasannya ialah disebut proses "uphill". Pada titik-titik tertentu di jalur anabolik, sel harus menempatkan lebih banyak energi ke dalam reaksi, daripada energi yang dilepaskan selama katabolisme. Langkah anabolik menyerupai ini membutuhkan serangkaian reaksi yang berbeda daripada yang dipakai pada dikala ini selama katabolisme.

Kedua, jalur yang berbeda memungkinkan sel untuk mengontrol jalur anabolik dan katabolik dari molekul spesifik secara independen satu sama lain. Hal ini penting alasannya ialah ada kalanya sel harus memperlambat atau menghentikan jalur katabolik atau anabolik tertentu untuk mengurangi kerusakan atau sintesis molekul tertentu. Jika anabolisme dan katabolisme memakai jalur yang sama, sel tidak akan bisa mengendalikan laju proses secara independen satu sama lain. Sehingga, memperlambat laju katabolisme akan memperlambat laju anabolisme.

Jalur anabolik dan katabolik yang berlawanan sanggup terjadi di banyak sekali bab sel yang sama. Misalnya, di dalam hati (liver), pemecahan asam lemak menjadi molekul asetil-CoA terjadi di dalam mitokondria. Mitokondria ialah organel kecil, terikat membran yang berfungsi sebagai lokasi utama sel untuk memproduksi ATP. Penumpukan asam lemak dari asetil-CoA terjadi di sitosol dari sel. Sitosol sendiri merupakan tempat di dalam sel berupa ciran yang berisi banyak sekali zat terlarut.

Meskipun jalur anabolik dan katabolik dikendalikan secara independen, kedua jalur metabolisme ini menyebarkan urutan umum penting dari reaksi yang dikenal secara kolektif sebagai siklus asam sitrat, atau siklus Krebs. Siklus Krebs merupakan bab dari rangkaian reaksi enzimatik yang lebih besar, yang secara kolektif disebut fosforilasi oksidatif. Jalur ini merupakan sarana penting pemecahan glukosa untuk menghasilkan energi, yang disimpan dalam bentuk ATP. Tetapi, molekul yang dihasilkan oleh siklus Krebs juga sanggup dipakai sebagai molekul prekursor, atau materi baku, untuk reaksi anabolik yang menciptakan protein, lemak dan karbohidrat.

Meskipun anabolisme dan katabolisme terjadi secara independen, banyak sekali langkah dari proses ini dalam beberapa hal sangat dekat terkait, sehingga membentuk apa yang mungkin dianggap sebagai "sistem ekologi enzimatik." Dalam sistem ini, perubahan dalam salah satu bab dari serangkaian reaksi metabolisme sanggup mempunyai pengaruh riak di seluruh jalur anabolik dan katabolik yang terkait.

Efek riak ini ialah cara sel untuk menyeimbangkan peningkatan atau penurunan anabolisme dari suatu molekul dengan peningkatan atau penurunan katabolisme. Hal ini memungkinkan sel menyesuaikan tingkat reaksi anabolik dan katabolik untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan mencegah ketidakseimbangan, baik pada produk anabolik atau produk katabolik.

Misalnya, ketika sel perlu memproduksi protein tertentu, sel hanya menghasilkan banyak sekali asam amino yang diharapkan untuk mensintesis protein-protein tersebut. Selain itu, asam amino tertentu dipakai oleh sel untuk menciptakan glukosa, yang muncul dalam darah, atau glikogen, suatu karbohidrat yang disimpan di dalam hati. Makara produk katabolisme asam amino tidak menumpuk, melainkan memberi makan jalur anabolik dari sintesis karbohidrat. Jadi, sementara banyak organisme menyimpan nutrisi yang kaya energi menyerupai karbohidrat dan lemak, kebanyakan tidak menyimpan biomolekul lainnya, menyerupai protein, atau asam nukleat, yang merupakan blok bangunan deoxyribonucleic acid (DNA).

Sel mengatur laju reaksi anabolik melalui enzim alosterik. Aktivitas enzim ini meningkat atau menurun dalam menanggapi kehadiran atau tidak adanya produk simpulan dari serangkaian reaksi. Sebagai contoh, bila sebuah serial reaksi anabolik menghasilkan asam amino tertentu, asam amino ini menghambat kerja enzim alosterik, sehingga mengurangi sintesis asam amino.

Untuk melangsungkan acara kehidupannya, setiap organisme mempunyai kemampuan berbeda-beda dalam hal cara mendapat energi. Oleh alasannya ialah itu, para jago telah membedakan kemampuan organisme mendapat energi menjadi beberapa kelompok, yaitu menurut sumber karbon, sumber donor elektron, dan sumber energinya.

Tabel 1. Pengelompokan Organisme Berdasarkan Sumber C, Donor Elektron, dan Sumber Energi [1]

Kelompok
organisme
Dasar pengelompokkan
Sumber C (karbon)
Donor elektron (e-)
Sumber energi
Autotrof
senyawa anorganik


Heterotrof
senyawa organik


Organotrof

senyawa organik

Litotrof

senyawa anorganik

Fototrof


cahaya atau sinar
Khemotrof


bahan-bahan kimia

Berdasarkan Sumber C (karbon) dan Donor elektron (e-), organisme sanggup memperoleh energi dari senyawa organic dan anorganik. Sedangkan menurut sumber energinya, organisme mendapat energi dari cahaya matahari ataupun bahan-bahan kimia yang terdapat di sekitar lingkungan hidupnya. Selanjutnya pelajarilah materi perihal yaitu fotosintesis dan kemosintesis.

Tahapan-tahapan anabolisme


Ada tiga tahap dasar anabolisme.
Tahap 1. Produksi prekursor menyerupai asam amino, monosakarida dan nukleotida.
Tahap 2. Penggunaan energi dari ATP untuk mengubah prekursor ke dalam bentuk reaktif.
Tahap 3. Perakitan prekursor reaktif menjadi molekul kompleks menyerupai protein, polisakarida, lipid dan asam nukleat.

Contoh Reaksi Biokimia Anabolik 


1) Polisakarida : Polisakarida berfungsi sebagai teladan anabolisme alasannya ialah polisakarida berasal dari subunit monosakarida sederhana. Suatu teladan sederhana ialah pembentukan glikogen. Gikogen ialah polisakarida yang terdiri dari subunit monosakarida glukosa yang dihubungkan oleh ikatan glikosidik.
2) Polipeptida : Polipeptida menjadi teladan dari anabolisme alasannya ialah polipeptida berasal dari subunit peptida sederhana. Polipeptida menyerupai hemoglobin terdiri dari empat protien yang berbeda (pada dasarnya peptida) yang secara bahu-membahu membentuk protein yang sama sekali berbeda. Peptida itu sendiri ialah hasil dari reaksi anabolik alasannya ialah reaksi kondensasi asam amino sederhana bergabung dan membentuk rantai peptida.
3) Fiksasi Karbon : Fiksasi karbon ialah teladan lain dari anabolisme alasannya ialah dalam organisme fotosintetik menyerupai tumbuhan, cyanobacteria, alga dan ogranisme fotoautotropik lainnya, memfiksasi karbon dioksida menjadi gliserat 3-fosfat, yang kemudian lebih lanjut diubah menjadi glukosa. Dimulai dengan fotosintesis, sintesis karbohidrat berasal dari sinar matahari dan karbon dioksida. Proses ini memakai ATP dan NADPH yang dihasilkan oleh reaksi fotosintesis untuk mengubah CO2 menjadi gliserat 3-fosfat. Hal ini memperlihatkan anabolisme alasannya ialah subunit sederhana kecil dari karbon dioksida, glycerate 3-fosfat diproduksi, yang merupakan senyawa biokimia yang jauh lebih besar dan kompleks.

Contoh-Contoh Hormon Anabolik 


a. Hormon pertumbuhan

Hormon pertumbuhan ialah hormon peptida berbasis protein yang merangsang pertumbuhan, reproduksi sel dan regenerasi pada insan dan binatang lainnya. Hormon pertumbuhan sering dipakai untuk mengobati belum dewasa dengan gangguan pertumbuhan serta pada orang remaja yang kekurangan hormon pertumbuhan.

b. Insulin

Insulin ialah hormon yang sangat penting untuk mengatur metabolisme lemak dan steroid dalam tubuh. Hormon ini mengakibatkan perembesan glukosa dari darah oleh sel-sel di hati, otot dan jaringan lemak. Glukosa kemudian disimpan sebagai glikogen dalam hati dan otot. Insulin juga memperlihatkan bantuan untuk fungsi badan lainnya menyerupai kesesuaian pembuluh darah dan kognisi.

c. Testosteron

Testosteron ialah hormon steroid yang ditemukan pada mamalia, reptil, burung dan vertebrata lainnya. Pada mamalia, testosteron terutama disekresi dalam testis pria dan ovarium betina. Namun, sejumlah kecil testosteron juga disekresikan oleh kelenjar adrenal. Testosteron ialah hormon seks utama laki-laki.

d. Estradiol

Estradiol ialah hormon seks utama yang ada pada wanita. Namun, juga ditemukan pada pria dan bertindak sebagai produk metabolik aktif dari testosteron. Estradiol mempunyai dampak besar pada fungsi reproduksi dan seksual serta organ lainnya.

Efek samping sanggup terjadi ketika hormon anabolik (atau steroid) dipakai dalam jumlah yang berlebihan. Jika dipakai terlalu banyak oleh laki-laki, sanggup mengakibatkan penurunan sekresi testosteron, atrofi testis dan bahkan pembesaran payudara. Bagi wanita, penggunaan kelebihan hormon anabolik sanggup mengakibatkan penurunan sekresi estrogen dan kemampuan untuk ovulasi, pertumbuhan rambut wajah, serta regresi payudara.

Katabolisme


Katabolisme ialah himpunan jalur metabolisme yang memecah molekul menjadi unit-unit yang lebih kecil, yang teroksidasi untuk melepaskan energi atau dipakai dalam reaksi anabolik lainnya. Katabolisme memecah molekul-molekul besar (seperti polisakarida, lemak, asam nukleat dan protein) menjadi unit-unit yang lebih kecil (seperti monosakarida, asam lemak, nukleotida, asam amino). Oleh alasannya ialah molekul menyerupai polisakarida, protein dan asam nukleat terdiri atas rantai panjang dari unit-unit monomer kecil, molekul yang lebih besar disebut polimer (poli = banyak).

Sel memakai monomer yang dilepaskan dari pemecahan polimer, baik untuk membangun molekul polimer baru, atau memecah monomer lebih lanjut menjadi produk-produk limbah yang sederhana, untuk melepaskan energi. Limbah selular termasuk asam laktat, asam asetat, karbon dioksida, amonia, dan urea. Penciptaan limbah ini biasanya merupakan proses oksidasi yang melibatkan pelepasan energi bebas kimia, beberapa di antaranya hilang sebagai panas, tetapi sisanya dipakai untuk mendorong sintesis adenosin trifosfat (ATP).

Molekul ini bertindak sebagai cara bagi sel untuk mentransfer energi yang dilepaskan oleh katabolisme menjadi reaksi yang memerlukan energi, yang membentuk anabolisme. Katabolisme dipandang sebagai metabolisme destruktif dan anabolisme sebagai metabolisme konstruktif. Oleh alasannya ialah itu, katabolisme memperlihatkan energi kimia yang diharapkan untuk pemeliharaan dan pertumbuhan sel. Contoh proses katabolik termasuk glikolisis, siklus asam sitrat, pemecahan protein otot untuk memakai asam amino sebagai substrat untuk glukoneogenesis, pemecahan lemak di jaringan adiposa menjadi asam lemak dan deaminasi oksidatif  dari neurotransmiter oleh monoamina oksidase.

Ada banyak sinyal yang mengontrol katabolisme. Sebagian besar sinyal yang dikenal ialah hormon dan molekul yang terlibat dalam metabolisme itu sendiri. Ahli endokrin secara tradisional mengklasifikasikan banyak hormon sebagai anabolik atau katabolik, tergantung pada bab mana dari metabolisme yang mereka stimulasi. Hormon katabolik klasik yang dikenal semenjak awal kurun ke-20 ialah kortisol, glukagon, dan adrenalin (dan katekolamin lainnya). Pada beberapa dekade terakhir, lebih banyak hormon dengan setidaknya beberapa pengaruh katabolik telah ditemukan, termasuk sitokin, orexin (juga dikenal sebagai hipokretin) dan melatonin. 

Banyak dari hormon katabolik mengekspresikan pengaruh antikatabolik dalam jaringan otot. Satu studi menemukan bahwa derma epinefrin (adrenalin) mempunyai pengaruh antiproteolitik, dan bahkan menekan katabolisme daripada mendorong katabolisme. Studi lain menemukan bahwa katekolamin pada umumnya (seperti, epinefrin, norepinefrin dan dopamin), sangat menurunkan tingkat katabolisme otot.  

Contoh-Contoh Katabolisme


a. Pencernaan ialah kegiatan katabolik. Di sini Anda mulai dengan molekul masakan yang besar dan kemudian air dipakai untuk memecah ikatan dalam molekul tersebut. Molekul-molekul yang lebih kecil kemudian dikirim ke sel-sel dalam badan Anda untuk berpartisipasi dalam respirasi sel, yang merupakan proses yang mengubah energi biokimiamenjadi ATP, molekul dengan energi yang sangat tinggi.
b. Respirasi selular juga merupakan proses katabolik alasannya ialah memecah molekul kecil dari pencernaan menjadi lebih kecil, seiring pembuatan ATP. Ini ialah kedua proses yang sangat penting, alasannya ialah ATP ialah yang dipakai sel Anda untuk menghasilkan panas tubuh, menggerakkan otot-otot dan fungsi badan penting lainnya.

Perbedaan Anabolisme dan Katabolisme


A. Anabolisme :

1. Anabolisme ialah fase metabolisme yang konstruktif.
2. Pada anabolisme, molekul kompleks (misalnya protein) disintesis dari molekul sederhana (asam amino).
3. Anabolisme ialah proses yang membutuhkan energi (ATP).
4. Contoh proses anabolisme : sintesis protein, sintesis glikogen.

B. Katabolisme :

1. Katabolisme ialah fase metabolisme yang destruktif.
2. Pada katabolisme, molekul kompleks (misalnya Glikogen) dipecah menjadi molekul sederhana (glukosa).
3. Katabolisme ialah proses yang melepaskan energi (ATP).
4. Contoh proses katabolisme : Glikogenolisis, Glikolisis.

Anda kini sudah mengetahui Anabolisme. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

[1] Sembiring, L dan Sudjino. 2009. Biologi : Kelas XII untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.