Showing posts with label Obat-obatan. Show all posts
Showing posts with label Obat-obatan. Show all posts

Friday, October 18, 2019

Pintar Pelajaran Pengertian Antibiotik Dan Antibakteri, Sejarah, Penggunaan, Klasifikasi, Jenis-Jenis, Macam-Macam, Golongan, Fungsi, Contoh, Nama

Pengertian Antibiotik dan Antibakteri, Sejarah, Penggunaan, Klasifikasi, Jenis-jenis, Macam-macam, Golongan, Fungsi, Contoh, Nama - Antibakteri atau antibiotik yakni senyawa yang sanggup menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri. Saat ini, meningkatnya pengetahuan mengenai distributor penyebab aneka macam macam infeksi telah menciptakan antibiotik mencakup sejumlah besar senyawa antimikroba, termasuk antifungi dan senyawa lainnya.

Istilah antibiotik pertama kali dikenalkan pada tahun 1942 oleh Selman Waksman dan rekan penelitinya di sebuah jurnal untuk mendeskripsikan aneka macam macam substansi yang diproduksi oleh mikroorganisme, dimana substansi ini mempunyai sifat antagonistik (melawan atau menghambat) pertumbuhan organisme lainnya pada kondisi pengenceran yang tinggi. Definisi ini juga ditujukan untuk substansi yang yang bisa membunuh bakteri, meskipun substansi ini bukan berasal dari mikroorganisme (contohnya asam gastrik (diproduksi oleh sel di lambung)) dan hidrogen peroksida (produk samping metabolism oksidatif)). Selain itu, substansi ini juga termasuk antibakteri sintetik (buatan) ibarat sulfonamida. Kebanyakan komponen antibakteri merupakan molekul berukuran relatif kecil dengan berat molekul kurang dari 2.000 unit massa atom.

Saat ini, kebanyakan antibakteri merupakan hasil dari semisintetik yang merupakan modifikasi dari aneka macam macam komponen alami. Hal ini terjadi berkat adanya kemajuan yang pesat di bidang kimia pengobatan. Contohnya yakni antibakteri beta-lactam yang terdiri dari penisilin (diproduksi oleh fungi dari genus Penicillium), sepalosporin, dan karpabenem. Komponen antibakteri yang masih diisolasi dari makhluk hidup antara lain aminoglikosida, sedangkan yang hanya sanggup dihasilkan dari sintesis kimiawi yakni sulfonamida, kuinolona, dan oxazolidinona.

Berdasarkan uraian di atas, maka sanggup diketahui bahwa kebanyakan komponen antibakteri sanggup dikelompokkan / diklasifikasikan berbasis asal-usul kimia / biosintetik-nya sehingga terdiri dari asli/natural, semisintetik, dan sintetik.

Selain itu, ada beberapa sistem pembagian terstruktur mengenai lainnya yang mengelompokkan antibakteri menurut kegiatan biologinya. Pada sistem pembagian terstruktur mengenai ini, antibakteri dibagi menjadi dua grup besar menurut imbas biologinya terhadap mikroorganisme. Agen bakterisidal / bakteriosidal, yaitu senyawa yang bisa membunuh basil dan distributor bakteriostatik, yaitu senyawa yang menghambat pertumbuhan bakteri.

1.1. Sejarah Antibakteri / Antibiotik

Sebelum kala ke-20, penanganan terhadap duduk perkara infeksi utamanya berbasis sistem pengobatan tradisional atau alternatif. Pengobatan memakai bahan-bahan yang mempunyai sifat antibakteri sebetulnya telah ada semenjak lebih dari 2.000 tahun silam. Beberapa peradaban kuno, ibarat mesir dan Yunani kuno telah memakai mold (salah satu jenis fungi) dan tumbuhan untuk diekstrak kemudian dipakai untuk mengobati infeksi. 

Akhir-akhir ini, penelitian dilakukan oleh ilmuwan di laboratorium antibiosis dengan memanfaatkan mikroorganisme, telah berhasil menemukan antibakteri alami yang dihasilkan oleh mikroorganisme tersebut. Louis Pasteur telah menyampaikan bahwa kalau kita bisa ikut terlibat (mengamati dan memodifikasinya untuk kepentingan tertentu) pada sifat-sifat antagonis yang terjadi di antara bakteri, maka hal ini akan memunculkan impian terbesar kita untuk pengobatan. Istilah antibiosis yang berarti “melawan kehidupan” diperkenalkan secara luas oleh bakteriolog perancis, Jean Paul Vuillemin, untuk menggambarkan fenomena yang ditunjukkan oleh obat antibakteri paling awal. Namun, sebetulnya istilah antibiosis, pertama kali diperkenalkan oleh Louis Pasteur dan Robert Koch, untuk menggambarkan kemampuan airbone bacillus dalam menghambat Bacillus anthracis. Pada perkembangannya, obat ini diberi nama kembali menjadi antibiotik oleh Selman Waksman, hebat mikrobiologi dari Amerika Serikat, pada tahun 1942. 

Pada tahun 1875, John Tyndall untuk pertama kalinya berhasil mendeskripsikan kegiatan antagonistik dengan memakai fungi untuk melawan bakteri. Lalu, kemoterapi memakai antibiotik sintetik sebagai ilmu pengetahuan dan pengembangan antibakteri dimulai pada tamat tahun 1880-an oleh Paul Ehrlich di Jerman. Ehrlich memakai penanda dengan tujuan untuk memberi warna pada sel manusia, hewan, dan basil sehingga sanggup dibedakan diantara ketiganya, sementara itu peneliti lainnya belum pernah melaksanakan hal ini. Dari penelitian ini, ia mengetahui bahwa tidak semua antibakteri bekerja secara spesifik. Selanjutnya, ia mengusulkan gagasan bahwa ada kemungkinan untuk menciptakan materi kimia yang bertindak sebagai obat selektif yang akan mengikat dan membunuh basil tanpa merusak sel inangnya (misalnya sel manusia). Setelah menyeleksi ratusan obat, ia hasilnya menemukan antibakteri sintetik yang disebut Salvarsan (saat ini biasa disebut arsphenamina).
 Antibakteri atau antibiotik yakni senyawa yang sanggup menghambat pertumbuhan atau membunu Pintar Pelajaran Pengertian Antibiotik dan Antibakteri, Sejarah, Penggunaan, Klasifikasi, Jenis-jenis, Macam-macam, Golongan, Fungsi, Contoh, Nama
Gambar 1. Struktur Kimia Penisilin. [1]
Pada tahun 1895, Vincenzo Tiberio, hebat fisika dari University of Naples, menemukan sejenis mold, yaitu penisilium yang mempunyai kemampuan antibakteri yang sangat baik. Setelah senyawa ini diketahui efektif, maka para peneliti lain berlomba-lomba untuk melaksanakan penelitian pada jalur yang sama. Namun semuanya gagal, hingga hasilnya pada tahun 1928, Alexander Fleming berhasil melaksanakan pengujian antibiosis melawan basil dengan memakai fungsi dari genus Penisillium. Fleming menyatakan bahwa imbas antibiosis tersebut dimediasi oleh senyawa antibakteri yang diberi nama penisilin, dan sifat antibakteri ini sanggup dipakai untuk kemoterapi. Meskipun pada awalnya Fleming berhasil mengkarakterisasi sifat-sifat penisilin, namun ia tidak melanjutkan penelitiannya untuk pengembangan yang lebih lanjut.

Sulfonamida dan antibakteri pertama yang tersedia secara komersial yaitu Prontosil, dikembangkan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Gerhard Domagk pada tahun 1932 di laboratorium Bayer, IG Farben conglomerate, di Jerman. Domagk mendapatkan hadiah Nobel pada tahun 1939 di bidang pengobatan. Prontosil mempunyai imbas antibiosis terhadap basil coccus gram positif, namun tidak mempunyai imbas terhadap enterobacteria (gram negatif).    

Keberhasilan di atas telah mendorong para peneliti lain untuk berlomba-lomba melaksanakan inovasi selanjutnya. Penemuan dan pengembangan sulfonamide telah membuka adanya era antibakteri. Pada tahun 1939, bertepatan dengan dimulainya perang dunia ke 2, Rene Dubos melaporkan hasil temuannya perihal antibiotik pertama yang diperoleh secara alami, yaitu gramicin dari Bacillus brevis. Antibiotik ini merupakan antibiotik yang pertama kali diproduksi secara luas dan komersial, dan sangat efektif untuk mengobati luka dan borok selama perang dunia II. Namun, temuan ini tidak dibagikan kepada kedua kubu yang berperang yaitu kubu axis (poros yaitu jerman dan italia) dan sekutu. Penelitian lainnya dilakukan oleh Florey dan Chain yang berhasil memurnikan penisilin pertama yaitu penicillin G procaine. Namun, antibiotik ini hanya terbatas untuk pihak sekutu saja. Penggunaan antibiotik ini gres meluas sesudah tahun 1945.

Struktur kimia penisilin berhasil diketahui oleh Dorothy Crowfoot Hodgkin pada tahun 1945. Penisilin yang dimurnikan diketahui sangat ampuh untuk sebagai antibakteri, selain itu penisilin juga mempunyai imbas toksisitas yang rendah pada manusia. Kelebihan penisilin lainnya yakni tidak dihambat oleh konstituen biologis ibarat nanah. Nanah sanggup menghambat antibiotik lainnya ibarat sulfinamida sintetik.

Penemuan antibiotik yang sangat efektif ini belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga semakin mendorong para peneliti lainnya untuk mencari antibiotik lain yang mempunyai kemampuan dan keamanan yang setara. 

Berkat inovasi dan pengembangan penisilin sebagai obat teraupetik, maka Ernst Chain, Howard Florey, dan Alexander Fleming mengembangkan Nobel di Bidang Pengobatan pada tahun 1945. Florey menyebut Dubos sebagai perintis yang melaksanakan pendekatan sistematis untuk menemukan senyawa antibakteri sehingga penelitian Florey berbuah kesuksesan yang luar biasa dengan ditemukannya penicillin G procaine.

1.2. Asal Kata Antibakteri dan Antibakteri

Istilah antibakteri berasal atau diturunkan dari bahasa Yunani yaitu ἀντί (anti), " yang berarti “melawan” dan βακτήριον (baktērion) kata sempit dari βακτηρία (baktēria), yang berarti tongkat, alasannya basil pertama kali ditemukan dalam bentuk ibarat batang. Tongkat bentuknya batang kan??? Kalau lingkaran niscaya bukan tongkat, itu bola. Hehehehe.

Istilah antibiotik berasal atau ditutunkan dari bahasa Yunani yaitu anti dan βιωτικός (biōtikos), yang berarti benang kehidupan, terus hidup” yang diturunkan dari βίωσις (biōsis), "jalan hidup", dan βίος (bios), yang berarti “hidup”

1.3. Penggolangan atau Klasifikasi Antibiotik

Secara umum, antibiotik diklasifikasikan menurut prosedur aksinya, struktur kimia, dan spektrum aktivitasnya. Kebanyakan antibiotik mentarget fungsi basil atau proses pertumbuhannya. 

1.3.1. Klasifikasi Antibiotik Berdasarkan Mekanisme Aksi
  1. Antibiotik yang mentarget dinding sel basil yakni penisilin dan sefalosporin.
  2. Antibiotik yang mentarget membran sel yakni polimiksin.
  3. Antibiotik yang mengganggu kinerja enzim penting basil yakni rifamisin, lipiarmisin, kuinolon, dan sulfonamida. Biasanya antibiotik ini yang bersifat bakteriosidal.
  4. Antibiotik yang mentarget sintesis protein yakni makrolid, tetrasiklin dan linkosamida. Biasanya antibiotik ini yang bersifat bakteriostatik (menghambat reproduksi bakteri) kecuali untuk aminoglikoserida.
1.3.2. Klasifikasi Antibiotik Berdasarkan Spesifisitas Target
  1. Spektrum sempit, yakni antibiotik mentarget jenis basil secara spesifik contohnya gram negatif atau positif 
  2. Spektrum luas, yakni antibiotik mentarget beberapa jenis bakteri.
Selanjutnya, sesudah hampir selama 40 tahun tidak ada pembagian terstruktur mengenai antibiotik, maka kini muncul pembagian terstruktur mengenai antibiotik menurut penggunaan secara klinis.

1.3.2. Klasifikasi Antibiotik Berdasarkan berdasarkan Penggunaan Secara Klinis.
  1. lipopeptida siklik (contohnya daptomisin), 
  2. glisiklisilina (contohnya tigesiklina), 
  3. oxazolidinona (contohnya linezolid) dan,
  4. lipiarmisin (contohnya fidaxomisin)
Bacalah artikel selanjutnya perihal penggolongan antibiotik LENGKAP.

Anda kini sudah mengetahui Antibiotik dan Antibakteri. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Thursday, October 17, 2019

Pintar Pelajaran Penggolongan Antibiotik, Macam-Macam, Jenis-Jenis, Daftar, Kegunaan, Manfaat, Efek Samping

Penggolongan Antibiotik, Macam-macam, Jenis-Jenis, Daftar, Kegunaan, Manfaat, Efek Samping - Berikut ini yakni daftar, macam-macam, jenis-jenis, atau penggolongan antibiotik, diurutkan menurut kelas. Divisi tertinggi yakni antara antibiotik bakterisida dan antibiotik bakteriostatik. Bakterisida membunuh kuman secara pribadi sedangkan bakteriostatik mencegah kuman untuk melaksanakan pembelahan sel atau reproduksi. Namun, pembagian terstruktur mengenai ini hanya didasarkan pada hasil penelitian di laboratorium. Dalam prakteknya, keduanya, yaitu antibiotik bakterisida dan bakteriostatik bisa mengatasi infeksi bakteri. [1]

Nama Umum
Nama Dagang
Kegunaan / Manfaat [2]
Efek Samping [2]
Mekanisme Aksi / Cara Kerja
1. Aminogliserida
Amikin
Untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh kuman gram negatif ibarat Escherichia coli dan Klebsiella, dan utamanya Pseudomonas aeruginosa . Efektif untuk melawan kuman anaerob (fakultatif anaerob) dan tularemia.
Vertigo
Kerusakan ginjal
Mengikat subunit ribosom 30S kuman (beberapa diantaranya mengikat subunit ribosom 50S), menghambat translokasi peptidyl-tRNA dari A-site ke P-site dan juga mengakibatkan kesalahan pembacaan RNA, sehingga kuman tidak sanggup mensintesis protein penting untuk pertumbuhannya.
Gentamicin
Garamycin
Kanamycin
Kantrex
Neomycin
Neo-Fradin[3]
Netilmicin
Netromycin
Tobramycin
Nebcin
Paromomycin
Humatin
Spectinomycin
Trobicin
Gonorea (kencing nanah)

Mencegah pembelahan sel kuman dengan cara menghambat sintesis dinding sel.
2. Ansamisin
Geldanamycin

Antibiotik antitumor (masih dalam penelitian)


Herbimycin



Rifaximin, streptomycin
Xifaxan
Traveler's diarrhea (diare akhir perjalanan jauh/wisata) yang disebabkan oleh E. coli.


3. Carbacephem
Loracarbef
Lorabid
Penggunaan antibiotik ini tidak dilanjutkan.


Carbapenem
Ertapenem
Invanz
Sebagai bakterisida (membunuh bakteri) untuk kuman gram kasatmata dan negatif, oleh lantaran sangat berkhasiat untuk mengatasi kuman pada spektrum luas.
Mual
Kejang
Sakit kepala
Reaksi ruam dan alergi

Doripenem
Doribax

Imipenem/Cilastatin
Primaxin

Meropenem
Merrem

4. Sefalosporin (generasi pertama)
Cefadroxil
Duricef
Sangat efektif untuk mengatasi infeksi akhir kuman gram positif
Gangguan pencernaan dan diare
Mual (jika dikonsumsi bersamaan dengan alkohol)
Reaksi alergi
Mekanisme aksinya ibarat dengan antibiotik beta-lactam (menghambat biosintesis dinding sel bakteri) yaitu dengan cara menggangu sintesis peptidoglikan di lapisan dinding sel bakteri.
Cefazolin
Ancef
Cefalotin atau Cefalothin
Keflin (penggunaannya tidak dilanjutkan)
Cefalexin
Keflex
5. Sefalosporin (generasi kedua)
Cefaclor
Distaclor
Melawan kuman gram kasatmata (cakupannya sempit) dan gram negatif (cakupannya luas)
Gangguan pencernaan dan diare
Mual (jika dikonsumsi bersamaan dengan alkohol)
Reaksi alergi
Mekanisme aksinya ibarat dengan antibiotik beta-lactam (menghambat biosintesis dinding sel bakteri) yaitu dengan cara menggangu sintesis peptidoglikan di lapisan dinding sel bakteri.
Cefamandole
Mandol (penggunaannya tidak dilanjutkan)
Cefoxitin
Mefoxin (penggunaannya tidak dilanjutkan)
Cefprozil
Cefzil
Cefuroxime
Ceftin, Zinnat (UK)
6. Sefalosporin (generasi ketiga)
Cefixime
Suprax
Melawan kuman gram kasatmata (cakupannya sempit) dan gram negatif (cakupannya luas) kecuali Pseudomonas.
Gangguan pencernaan dan diare
Mual (jika dikonsumsi bersamaan dengan alkohol)
Reaksi alergi
Mekanisme aksinya ibarat dengan antibiotik beta-lactam (menghambat biosintesis dinding sel bakteri) yaitu dengan cara menggangu sintesis peptidoglikan di lapisan dinding sel bakteri.
Cefdinir
Omnicef, Cefdiel
Cefditoren
Spectracef
Cefoperazone
Cefobid (penggunaannya tidak dilanjutkan)
Sefotaksim
Claforan
Cefpodoxime
Vantin
Ceftazidime
Fortaz
Ceftibuten
Cedax
Ceftizoxime
Cefizox (penggunaannya tidak dilanjutkan)
Ceftriaxone
Rocephin
7. Sefalosporin (generasi keempat)
Cefepime
Maxipime
Mengatasi infeksi akhir kuman Pseudomonas.
Gangguan pencernaan dan diare
Mual (jika dikonsumsi bersamaan dengan alkohol)
Reaksi alergi
Mekanisme aksinya ibarat dengan antibiotik beta-lactam (menghambat biosintesis dinding sel bakteri) yaitu dengan cara menggangu sintesis peptidoglikan di lapisan dinding sel bakteri.
8. Sefalosporin (generasi kelima)
Ceftaroline fosamil
Teflaro
Untuk mengatasi MRSA (Methicillin-resistant Staphylococcus aureus)
Gangguan pencernaan dan diare
Reaksi alergi
Mekanisme aksinya ibarat dengan antibiotik beta-lactam (menghambat biosintesis dinding sel bakteri) yaitu dengan cara menggangu sintesis peptidoglikan di lapisan dinding sel bakteri.
Ceftobiprole
Zeftera
Untuk mengatasi MRSA (Methicillin-resistant Staphylococcus aureus)
Gangguan pencernaan dan diare
Mual (jika dikonsumsi bersamaan dengan alkohol)
Reaksi alergi
9. Glikopeptida
Teicoplanin
Targocid (UK)
Aktif terhadap kuman Gram kasatmata aerob dan anaerob termasuk MRSA, Vancomycin dipakai secara oral untuk pengobatan infeksi akhir Clostridium difficile

Menghambat sintesis peptidoglikan
Vancomycin
Vancocin
Telavancin
Vibativ
10. Linkosamida
Clindamycin
Cleocin
Mengatasi infeksi akut akhir Staphylococcus, pneumonia (peradangan paru-paru), infeksi akhir kuman streptococcus pada pasien yang alergi penisilin, infeksi akhir kuman anaerob. Clindamycin sanggup dipakai untuk mengobati jerawat.
pseudomembranous enterocolitis (peradangan pada usus besar / kolon)
Mengikat subunit 50S rRNA kuman sehingga menghambat sintesis protein.
Lincomycin
Lincocin
11. Lipopeptida
Daptomycin
Cubicin
Mengatasi infeksi akhir kuman gram positif.

Berikatan dengan membran sehingga terjadinya depolarisasi secara cepat. Hal ini mengakibatkan potensial membran (perubahan potensial elektrik antara serpihan dalam dan luar sel) sehingga memicu sintesis RNA, DNA, dan protein.
12. Makrolida
Azithromycin
Zithromax, Sumamed, Xithrone
Mengatasi infeksi akhir Staphylococcus, sifilis, infeksi jalan masuk pernafasan atas (ISPA) , infeksi jalan masuk pernapasan bawah, infeksi akhir mikoplasma, penyakit Lyme (penyakit menular yang disebabkan oleh setidaknya tiga spesies dari kuman yang termasuk dalam genus Borrelia)


Clarithromycin
Biaxin


Dirithromycin
Dynabac


Erythromycin
Erythocin, Erythroped


Roxithromycin



Troleandomycin
Tao
Mual, muntah, dan diare (terutama pada takaran yang lebih tinggi),
Interval QT menjadi lama/panjang  (terutama eritromisin). Sindrom QT yakni gangguan sistem elektrin jantung sehingga detak jantung menjadi lebih cepat.
Penyakit kuning
Menghambat biosintesis protein kuman dengan cara berikatan dengan subunit 50S Ribosom kuman sehingga menghambat translokasi peptidyl tRNA.
Telithromycin
Ketek
Mengatasi Pneumonia
Gangguan visual, Keracunan hati. [4]
Spiramycin
Rovamycine
Infeksi pada mulut.

13. Monobactam
Aztreonam
Azactam


Mekanisme aksinya ibarat dengan antibiotik beta-lactam (menghambat biosintesis dinding sel bakteri) yaitu dengan cara menggangu sintesis peptidoglikan di lapisan dinding sel bakteri.
14. Nitrofuran
Furazolidone
Furoxone
Mengatasi diare atau enteritis (peradangan pada usus kecil) akhir kuman atau protozoa.


Nitrofurantoin
Macrodantin, Macrobid
Infeksi jalan masuk urin


15. Oxazolidonona
Linezolid
Zyvox



Posizolid
Uji klinis tahap II
Mengatasi infeksi akhir Staphylococcus aureus yang resisten terhadap Vancomycin
Trombositopenia (penurunan jumlah keeping darah)
Peripheral neuropathy (kerusakan sel saraf di sistem saraf perifer)

Menghambat sintesis protein dengan cara menghambat tahapan inisiasi.
Radezolid
Uji klinis tahap II



Torezolid
Uji klinis tahap II



16. Penisilin
Amoxicillin
Novamox, Amoxil
Mengatasi aneka macam macam infeksi. Penisilin dipakai untuk mengatasi infeksi streptococcal, sifilis dan penyakit Lyme.

Gangguan pencernaan dan diare
Alergi diikuti dengan reaksi anafilaksis akut. Anafilaksis yakni reaksi alergi yang terjadi secara cepat dan sanggup mengakibatkan kematian.
Kerusakan otak dan ginjal (jarang terjadi)
Mekanisme aksinya ibarat dengan antibiotik beta-lactam (menghambat biosintesis dinding sel bakteri) yaitu dengan cara menggangu sintesis peptidoglikan di lapisan dinding sel bakteri.
Ampicillin
Principen (penggunaannya tidak dilanjutkan)
Azlocillin

Carbenicillin
Geocillin (penggunaannya tidak dilanjutkan)
Cloxacillin
Tegopen (penggunaannya tidak dilanjutkan)
Dicloxacillin
Dynapen (penggunaannya tidak dilanjutkan)
Flucloxacillin
Floxapen (patennya dijual ke Grup Actavis Eropa). Actavis yakni perusahaan yang menyebarkan obat generik dan berpusat di Amerika Serikat.
Mezlocillin
Mezlin (penggunaannya tidak dilanjutkan)
Methicillin
Staphcillin (penggunaannya tidak dilanjutkan)
Nafcillin
Unipen (penggunaannya tidak dilanjutkan)
Oxacillin
Prostaphlin (penggunaannya tidak dilanjutkan)
Penicillin G
Pentids (penggunaannya tidak dilanjutkan)
Penicillin V
Veetids (Pen-Vee-K) (penggunaannya tidak dilanjutkan)
Piperacillin
Pipracil (penggunaannya tidak dilanjutkan)
Penicillin G potassium
Pfizerpen (penggunaannya tidak dilanjutkan)
Temocillin
Negaban (UK) (penggunaannya tidak dilanjutkan)
Ticarcillin
Ticar (penggunaannya tidak dilanjutkan)



17. Kombinasi Penisilin
Amoxicillin/clavulanate
Augmentin


Senyawa kedua mencegah kuman untuk resisten terhadap senyawa utama.
Ampicillin/sulbactam
Unasyn


Piperacillin/tazobactam
Zosyn


Ticarcillin/clavulanate
Timentin


18. Polipeptida
Bacitracin

Mengatasi infeksi pada mata, indera pendengaran dan kandung kemih. Penggunaan antibiotik ini biasanya pribadi diaplikasikan pada mata atau dihirup melalui hidung ke paru-paru dan jarang melalui suntikan meskipun kebutuhan untuk aplikasi ke pembuluh darah sangat diharapkan akhir maraknya organisme MDR (multi drugs resistance).
Kerusakan ginjal dan saraf (bila diberikan melalui suntikan)
Menghambat pirofosfat isoprenyl , sebuah molekul yang membawa senyawa pembangun (building block) dari peptidoglikan pada sisi luar  membran dalam dinding sel kuman [5]
Berinteraksi dengan membran sitoplasma dan sisi luar membrane sel bakteri. Hal ini memicu terjadinya pergantian ion. Antibiotik akan beraksi ibarat molekul pada deterjen yang mengubah permeabilitas membran. Polymyxin B dan E berfungsi sebagai bakterisida, meskipun pada larutan isoosmotik (tekanan osmotik sama)
Colistin
Coly-Mycin-S
Polymyxin B

19. Kuinolona
Ciprofloxacin
Cipro, Ciproxin, Ciprobay
Mengatasi infeksi pada jalan masuk urin, infeksi kelenjar prostat akhir bakteri, pneumonia, diare akhir bakteri, infeksi akhir mikroplasma, gonore (kencing nanah)
Mual (jarang), kerusakan permanen pada susunan saraf pusat (jarang), tendinosis (kerusakan atau cedera tendon kronis)(jarang)
Menghambat enzim DNA gyrase atau topoisomerase IV sehingga menghambat replikasi dan transkripsi DNA.
Enoxacin
Penetrex
Gatifloxacin
Tequin
Levofloxacin
Levaquin
Lomefloxacin
Maxaquin
Moxifloxacin
Avelox
Nalidixic acid
NegGram
Norfloxacin
Noroxin
Ofloxacin
Floxin, Ocuflox
Trovafloxacin
Trovan
Peredaran antibiotik ini sudah dihentikan
Grepafloxacin
Raxar
Peredaran antibiotik ini sudah dihentikan
Sparfloxacin
Zagam
Peredaran antibiotik ini sudah dihentikan
Temafloxacin
Omniflox
Peredaran antibiotik ini sudah dihentikan
20. Sulfonamida
Mafenide
Sulfamylon
Mengatasi nfeksi jalan masuk kemih (kecuali sulfacetamida yang, dipakai untuk infeksi mata, dan mafenide dan Silver sulfadiazine, yang dipakai untuk luka bakar dengan cara dioleskan)
Mual, muntah, dan diare.
Alergi (termasuk ruam kulit)
Kristal di dalam urin.
Gagal ginjal
Penurunan jumlah sel darah putih.
Sensitif terhadap sinar matahari
Menghambat sintesis folat. Antibiotik ini merupakan inhibitor kompetitif bagi enzim dihydropteroate synthetase, DHPS. DHPS, dimana enzim ini merupakan katalisator yang mengkonversi PABA (para-aminobenzoate) menjadi dihydropteroate, padahal proses konversi ini merupakan jalur kunci bagi sintesis folat. Folat diharapkan bagi sel untuk mensintesis asam nukleat (asam nukleat merupakan senyawa pembangun penting untuk DNA dan RNA). Ketiadaan folat akan mengkibatkan sel tidak sanggup melaksanakan pembelahan.
Sulfacetamide
Sulamyd, Bleph-10
Sulfadiazine
Micro-Sulfon
Silver sulfadiazine
Silvadene
Sulfadimethoxine
Di-Methox, Albon
Sulfamethizole
Thiosulfil Forte
Sulfamethoxazole
Gantanol
Sulfanilimide

Sulfasalazine
Azulfidine
Sulfisoxazole
Gantrisin
Trimethoprim-Sulfamethoxazole (Co-trimoxazole) (TMP-SMX)
Bactrim, Septra
Sulfonamidochrysoidine
Prontosil



21. Tetracyclin
Demeclocycline
Declomycin
Mengatasi Sifilis, infeksi akhir klamidia, penyakit Lyme, infeksi mikoplasma, infeksi rikettsia pada jerawat,  malaria. Catatan: Malaria disebabkan oleh protista, bukan oleh bakteri.
Gangguan pencernaan
Sensitif terhadap sinar matahari
Potensi toksisitas (keracunan) pada ibu dan janin selama kehamilan
Enamel hipoplasia (pewarnaan pada gigi, berpotensi permanen)
Penurunan sementara pertumbuhan tulang.
Menghambat terjadinya ikatan antara aminoacyl-tRNA pada kompleks mRNA-ribosome. Antibiotik ini juga mengikat subunit ribosom 30S pada translasi mRNA.
Doxycycline
Vibramycin
Minocycline
Minocin
Oxytetracycline
Terramycin
Tetracycline
Sumycin, Achromycin V, Steclin
22. Obat-obatan yang melawan mycobacteria
Clofazimine
Lamprene
Antileprostatik (antikusta / lepra)


Dapsone
Avlosulfon
Antileprostatik (antikusta / lepra)


Capreomycin
Capastat
Antituberkulosis


Cycloserine
Seromycin
Antituberkulosis, mengatasi infeksi jalan masuk kemih


Ethambutol
Myambutol
Antituberkulosis


Ethionamide
Trecator
Antituberkulosis

Menghambat sintesis peptida
Isoniazid
I.N.H.
Antituberkulosis


Pyrazinamide
Aldinamide
Antituberkulosis


Rifampicin (Rifampin di US)
Rifadin, Rimactane
Mengatasi infeksi akhir kuman gram negatif dan mycobacteria
Keringat, air mata dan urin menjadi berwarna oranye.
Mengikat β subunit dari RNA polymerase sehingga menghambat transkripsi.
Rifabutin
Mycobutin
Mengatasi Mycobacterium avium complex (MAC) yaitu sekelompok genetik terkait kuman genus Mycobacterium.
ruam, urin berwarna, tanda-tanda gastrointestinal (GI) ibarat sakit perut, mulas, diare, sembelit, mual dan muntah.

Rifapentine
Priftin
Antituberkulosis


Streptomycin

Antituberkulosis
Neurotoksisitas (keadaan terkena paparan neurotoksin, yaitu substansi, kondisi atau keadaan yang merusak sistem saraf dan / atau otak, biasanya dengan membunuh neuron.
Ototoksisitas (kerusakan pada telinga (oto-), khususnya koklea atau saraf pendengaran dan adakala sistem vestibular akhir toksik atau antibiotik)
Mirip prosedur agresi aminogloserida.
23. Kelas Lainnya
Arsphenamine
Salvarsan
Mengatasi infeksi akhir Spirochaetes
Sangat Jarang : anemia aplastik (penyakit di mana sumsum tulang, dan sel-sel induk darah yang ada di di dalamnya mengalami kerusakan. Hal Ini mengakibatkan kekurangan ketiga jenis sel darah (pansitopenia) yaitu kekurangan sel darah merah (anemia), sel darah putih (leukopenia), dan trombosit (trombositopenia). Aplastik mengacu pada ketidakmampuan sel induk untuk menghasilkan sel-sel darah dewasa.
Menghambat sintesis protein kuman dengan mengikat subunit 50S dari ribosom
Kloramfenikol
Chloromycetin
Mengatasi meningitis, obat yang dioleskan atau untuk pengobatan dalam yang murah. Dulunya dipakai untuk mengatasi tifus, kolera, kuman gram negatif, gram positif, dan anaerob


Fosfomycin
Monurol
Sistitis (infeksi kandung kemih) akut pada wanita.

Menonaktifkan enolpyruvyl transferase, sehingga menghalangi sintesis dinding sel.
Asam fusidik
Fucidin



Metronidazol
Flagyl
Infeksi yang disebabkan oleh kuman anaerob, amoebiasis (infeksi akhir amoeba Entamoeba histolytica), trikomoniasis (peradangan di vag*na  akibat protozoa parasit, Trichomonas v*ginalis, Giardiasis (demam berang-berang) yaitu penyakit yang disebabkan oleh protozoa berflagella benalu Giardia lamblia atau biasa juga disebut Giardia intestinalis dan Giardia duodenalis
Urin berubah warna, sakit kepala, rasa logam di lidah, mual  (alkohol merupakan kontraindikasi)
Menghasilkan racun radikal bebas sehingga menggangu kegiatan DNA dan protein. Mekanisme non spesifik ini sangat terkait dengan aktivitasnya dalam melawan aneka macam macam bakteri, amuba, dan protozoa.
Mupirocin
Bactroban
Salep untuk impetigo (infeksi pada kulit yang sangat menular, biasanya diderita belum dewasa yang belum memasuki masa sekolah), krim untuk luka yang terinfeksi


Platensimycin




Quinupristin / dalfopristin
Synercid



Thiamphenicol

Mengatasi kuman Gram negatif, Gram positif, dan anaerob. Antibiotik ini banyak dipakai dalam bidang kedokteran hewan.

Antibiotik ini merupakan senyawa analog (mirip baik struktur maupun fungsi) dari Kloramfenikol. Antibiotik ini Menghambat sintesis protein kuman dengan mengikat subunit 50S dari ribosom
Tigecycline
Tigacyl
Mengatasi infeksi kulit kompleks (infeksi kulit dan jaringan yang terkait), infeksi intra abdomen (infeksi pada peritoneum atau retroperitoneal), dan perubahan warna pada gigi.
Ruam

Tinidazol
Tindamax Fasigyn
Mengatasi infeksi akhir protozoa.
sakit perut, rasa pahit, dan gatal

Trimethoprim
Proloprim, Trimpex
Mengatasi infeksi jalan masuk urin



Anda kini sudah mengetahui Penggolongan Antibiotik, Jenis-Jenis Antibiotik atau Macam-macam Antibiotik. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :


Referensi Lainnya :

[1] Pelczar, M.J., Chan, E.C.S. and Krieg, N.R. (1999) “Host-Parasite Interaction; Nonspecific Host Resistance”, In: Microbiology Conceptsand Applications, 6th ed., McGraw-Hill Inc., New York, U.S.A. pp. 478-479.
[2] For common Uses and possible side effects reference is: Robert Berkow (ed.) The Merck Manual of Medical Information - Home Edition. Pocket (September 1999), ISBN 0-671-02727-1.
[3] "Neomycin Drug Information". uptodate. Retrieved 2/11/2012.(subscription required)
[4] Splete, Heidi; Kerri Wachter (March 2006). "Liver toxicity reported with Ketek". Internal Medicine News.