Showing posts with label Organ Tumbuhan. Show all posts
Showing posts with label Organ Tumbuhan. Show all posts

Thursday, May 7, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Akar Pada Tumbuhan - Gambar


Struktur dan Fungsi Akar pada Tumbuhan - Gambar - Akar ialah bab badan flora yang berada dalam tanah. Bentuk akar sebagian besar meruncing. Terkadang, akar memiliki ujung yang berwarna cerah. Akar berfungsi sebagai penopang dan penguat berdirinya tumbuhan. Untuk memperoleh zat dari luar tubuh, akar tumbuhan berperan dalam proses peresapan air dan garam mineral dari dalam tanah. Akar berfungsi sebagai daerah penyimpanan cadangan makanan, contohnya ialah ketela pohon dan kentang. Selain menjulur dari dasar tunas, akar flora juga sanggup keluar dari permukaan tanah. Akar demikian sanggup muncul dari batang ataupun daun. Kita sanggup menyebut akar yang tumbuh pada bab yang tidak semestinya ini dengan nama akar liar atau adventitious (lihat Gambar 1). 
 Akar ialah bab badan flora yang berada dalam Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Akar pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 1. Akar liar (adventitious) pada tumbuhan jagung
Akar liar berfungsi sebagai penyangga dan penyokong batang tumbuhan yang menjulang tinggi. Sebagai pola ialah akar tanaman jagung yang tumbuh dari batangnya.

Berdasarkan jenisnya, akar flora terbagi menjadi dua, yaitu sistem akar tunggang dan sistem akar serabut. Sistem akar tunggang dimiliki oleh akar flora dikotil, sedangkan sistem akar serabut dimiliki oleh akar flora monokotil. Pada sistem akar tunggang terdapat satu akar tunggang besar, namun akar lateralnya kecil. Sementara pada sistem akar serabut, akarnya seolah-olah benang-benang. Perhatikan Gambar 2.
 Akar ialah bab badan flora yang berada dalam Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Akar pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 2. Sistem akar tunggang dan sistem akar serabut.
Secara morfologis, akar terdiri atas leher akar (pangkal akar), batang akar, cabang akar, serabut akar, rambut akar, ujung akar, dan tudung akar (kaliptra). Perhatikan Gambar 3. 
 Akar ialah bab badan flora yang berada dalam Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Akar pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 3. Akar dan bagian-bagiannya.
Bagian akar yang secara pribadi terhubung dengan batang disebut leher akar. Sementara bab yang berada di antara leher dan ujung akar dinamakan batang akar. Selanjutnya, akar juga memiliki bagian menonjol pada batang yang membentuk cabang akar. Selain itu, ada juga akar halus bercabang-cabang yang disebut serabut akar. Lalu, akar juga mempunyai bab yang mengalami diferensiasi pada jaringan epidermisnya. Bagian ini dinamakan rambut akar. Sementara, bab ujung akar yang berfungsi sebagai pelindung mesistem ketika akar memanjang menembus tanah disebut tudung akar.

Di belakang tudung akar terdapat banyak sekali zona pertumbuhan primer. Zona yang dimaksud adalah zona pembelahan sel, zona pemanjangan, dan zona pematangan. Perhatikan Gambar 4.
 Akar ialah bab badan flora yang berada dalam Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Akar pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 4. Zona pertumbuhan akar dan struktur akar.
Pada zona pembelahan sel terdapat meristem apikal atau meristem primer. Meristem apikal menghasilkan sel-sel meristem dan mengganti sel tudung akar yang mengelupas ketika menembus tanah. Sel sentra damai juga terdapat pada lapisan ini. Fungsi sel sentra damai ialah sebagai cadangan pemulihan meristem ketika mengalami kerusakan. Di dalam zona ini terdapat protoderm, prokambium, dan meristem dasar. Masing-masing akan menghasilkan tiga sistem jaringan.

Zona pembelahan sel berafiliasi dengan zona pemanjangan. Di dalam zona ini sel-sel mengalami perpanjangan sepuluh kali panjang asalnya. Akibatnya, ujung akar terdorong semakin jauh ke dalam tanah. Sementara zona pematangan pada akar mengalami spesialisasi dan diferensiasi sesuai fungsinya.

Selain beberapa zona tersebut, akar juga mempunyai struktur tertentu. Kalian sanggup mengamati strukturnya melalui preparat awetan sayatan akar yang masih muda dengan memakai mikroskop. Struktur akar dari luar ke dalam berturut-turut ialah jaringan epidermis, korteks, dan stele (silinder pusat). Agar kalian sanggup membandingkan struktur akar flora dikotil dan monokotil, perhatikan Gambar 5.
 Akar ialah bab badan flora yang berada dalam Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Akar pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 5. Struktur akar flora dikotil dan monokotil.
Epidermis merupakan selapis sel yang berasal dari protoderm. Di dalamnya terdapat dinding berkutikula dan susunan sel yang rapat. Selain itu, epidermis terdapat rambut akar yang mempunyai kegunaan memperluas permukaan sel sehingga peresapan air dan zat terlarut lebih efisien. Lapisan berikutnya ialah korteks. Korteks terletak di antara lapisan epidermis dan stele. Pada korteks terdapat sel-sel parenkim yang berdinding sel tipis. Lapisan luar korteks tersebut dinamakan eksodermis. Sementara lapisan dalamnya tersusun rapat tanpa ruang antarsel dan berbentuk kubus, yang disebut endodermis. Sel-sel endodermis ini mengalami penebalan suberin yang membentuk pita Kaspari. Adapun dinding sel endodermis yang tidak menebal dan berfungsi sebagai jalan air mengalir dinamakan sel penerus.

Prokambium pada meristem primer bermetamorfosis stele (silinder pusat). Stele terdapat pada akar bab dalam, tepatnya di sebelah dalam endodermis. Stele tersusun dari empulur, perisikel dan berkas vaskuler (fasis) atau pembuluh pengangkut. Empulur merupakan sel-sel parenkim yang terdapat pada stele flora monokotil.

Empulur ini dikelilingi oleh xilem dan floem secara bergantian. Sementara itu, lapisan terluar stele membentuk periskel atau perikambium. Sel-sel stele pada perisikel ini gampang membelah dan membentuk cabang. Karena itu, cabang akar pertumbuhannya bersifat endogen. Sehingga stele ini sanggup membentuk kambium jari-jari empulur. Lapisan berikutnya ialah berkas vaskuler atau jaringan pengangkut. Di dalam berkas vaskuler terdapat xilem dan floem. Xilem akar dikotil terletak di sentra dan berbentuk bintang, sedangkan floemnya terletak di luar xilem. Sedangkan flora monokotil memiliki struktur yang berselang-seling.

Selain itu, di antara xilem dan floem akar flora dikotil terdapat kambium atau kolateral terbuka. Sementara, pada tumbuhan monokotil tidak ada kambium atau kolateral tertutup.

Anda kini sudah mengetahui Struktur Akar dan Fungsi Akar pada Tumbuhan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Wednesday, May 6, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Batang Pada Flora - Gambar

Struktur dan Fungsi Batang pada Tumbuhan - Gambar - Batang yaitu bab sistem tunas pada tumbuhan. Letaknya berada di atas tanah. Organ ini dikategorikan sebagai penghasil alat-alat lateral, contohnya daun, tunas, dan bunga. Pada bab batang terdapat buku (node) atau tempat daun menempel dan ruas (internode), yaitu bagian batang yang letaknya di antara buku-buku. Selain buku dan ruas, pada batang terdapat suatu tunas. Tunas yang terdapat pada sudut di antara daun dan batang dinamakan tunas aksiler. Tunas ini berpeluang menjadi cabang. Adapun bab ujung batang terdapat tunas terminal. Perhatikan Gambar 1.
 Batang yaitu bab sistem tunas pada flora Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Batang pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 1. Bagian-bagian batang
Pada bab berikut, akan mempelajari ciri dan struktur batang dua jenis tumbuhan, yakni flora dikotil dan tumbuhan monokotil. Simak dan pahami uraiannya.

1. Batang Tumbuhan Dikotil

Seperti halnya akar, batang juga tersusun atas aneka macam jaringan, yaitu jaringan epidermis, jaringan dasar, dan jaringan pembuluh. Jaringan dasar tersusun oleh korteks, sedangkan jaringan pembuluh terdapat berkas vaskuler yaitu xilem dan floem. Cermati bagian-bagian batang flora dikotil secara lebih detail pada Gambar 2.

 Batang yaitu bab sistem tunas pada flora Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Batang pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 2. Struktur flora dikotil.
Karena itu, batang mempunyai bermacam-macam fungsi bagi tumbuhan. Namun, berbagai lapisan ini juga mempunyai bermacam-macam ciri khas. Jaringan epidermis pada batang mempunyai ciri yang sama seperti jaringan epidermis pada akar. Misalnya, sel yang tipis dan tersusun rapat serta berkutikula pada akar dan batang. Selain itu, batang memiliki kemampuan tumbuh, baik secara sekunder maupun primer. Pertumbuhan sekunder batang terjadi pada jaringan epidermis. Sedangkan pertumbuhan primer terjadi pada tunas terminal (ujung batang) tepatnya pada meristem apikal. Fungsi jaringan epidermis pada batang juga sama dengan jaringan epidermis pada akar yaitu melindungi jaringan yang ada di dalamnya. Epidermis batang ini juga dapat pecah. Pecahnya epidermis batang mengakibatkan jaringan kambium gabus (folagen) terisi dengan gabus. Bagian ini disebut lenti sel. Fungsi lenti sel yaitu sebagai daerah pertukaran gas dan penguapan (transpirasi).
 Batang yaitu bab sistem tunas pada flora Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Batang pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 3. Lenti sel pada batang.
Lapisan penyusun batang selanjutnya yaitu jaringan dasar. Di dalam jaringan ini terdapat korteks. Korteks pada batang mencakup dua macam jaringan, yakni jaringan korteks luar dan korteks dalam. Sel kolenkim dan sel parenkim yaitu penyusun korteks luar. Korteks dalam hanya disusun dari sel-sel parenkim saja. Korteks dalam (endodermis) dimiliki oleh semua tumbuhan. Namun sebaliknya, tidak semua tumbuhan memiliki korteks luar. Ada satu ciri khas yang dimiliki tumbuhan biji terbuka terkait lapisan korteks. Pada korteksnya terdapat seludang pati (sarung tepung) yaitu lapisan yang berisi pati. Setelah korteks, badan flora tersusun oleh jaringan pembuluh.

Di dalam jaringan pembuluh terdapat stele atau silinder pusat. Pada flora dikotil, stele terletak di sebelah dalam korteks atau sebelah dalam endodermis. Sementara, lapisan terluarnya disebut perisikel atau perikambium. Di sebelah dalam korteks terdapat empulur dan berkas pengangkut.

Pada berkas pengangkutan ini terdapat xilem dan floem. Sementara, di tengah stele terdapat empulur. Empulur juga ada di antara xilem dan floem. Bentuknya menyerupai jari-jari, disebut jari empulur. Selain itu,
di antara xilem dan floem juga terdapat kambium. Oleh lantaran itu, berkas pengangkutannya disebut berkas kolateral terbuka.

Kambium mempunyai dua bagian, yakni kambium vaskuler dan kambium intravaskuler. Bagian kambium yang berada di antara xilem dan floem berasal dari prokambium disebut kambium vaskuler. Sedangkan kambium di luar xilem dan floem yang berasal dari sel-sel parenkim disebut kambium intravaskuler.

Lingkaran Tahun

Pada ekspresi dominan penghujan dan ekspresi dominan kemarau, tumbuhan dikotil berkayu tumbuh berbeda. Saat musim kemarau, sel kayu yang dihasilkan tebal dan kecil-kecil. Sementara saat musim penghujan akan menghasilkan sel tipis yang besar-besar. Dengan demikian akan terbentuklah lingkaran-lingkaran dengan tekstur berbeda pada penampang kayu. Lingkaran inilah yang dinamakan bulat tahun. Melalui bulat tahun kita dapat mengetahui umur suatu tumbuhan berkayu. (Sumber: Whitten & Whitten, Indonesian Heritage: Tetumbuhan, 2002, hlm. 76).

 Batang yaitu bab sistem tunas pada flora Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Batang pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 4. Lingkaran tahun.
2. Batang Tumbuhan Monokotil

Seperti halnya flora dikotil, struktur batang tumbuhan monokotil tersusun atas jaringan epidermis, jaringan dasar, dan jaringan pengangkut atau berkas pembuluh. Agar mengetahui bagian-bagian batang flora monokotil, simak Gambar 5. 

 Batang yaitu bab sistem tunas pada flora Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Batang pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 5. Struktur flora monokotil.
Bedanya, tumbuhan dikotil mempunyai bentuk meristem apikal yang kecil. Meristem inilah yang akan membentuk tunas ketiak daun, bakal daun, dan epidermis. Pada flora monokotil juga terdapat meristem perifer. Meristem perifer merupakan bab meristem yang berkembang menjadi batang berisi xilem dan floem.

Lapisan epidermis batang flora dikotil mempunyai dinding sel yang lebih tebal dibandingkan flora dikotil. Pada lapisan epidermisnya terdapat stomata dan buku-buku. Di bawah epidermis terdapat korteks. Korteks tersusun dari sel-sel sklerenkim. Korteks flora monokotil, korteks merupakan kulit batang. Kulit batang berfungsi mengeraskan bab luar batang.

Setelah korteks, lapisan berikutnya ialah stele. Tumbuhan monokotil mempunyai batas korteks dan stele yang tidak jelas. Di dalam stelenya terdapat berkas pengangkutan. Berkas pengangkutan tersebut tersebar pada empulur dan letaknya berdekatan dengan kulit batang. Sarung sklerenkim mengelilingi seluruh berkas pengangkut. Tipe berkas pengangkutannya dinamakan kolateral tertutup, lantaran di antara xilem dan floemnya tidak ditemui kambium. Akibatnya, flora monokotil tidak bisa tumbuh secara sekunder. Alias tubuhnya tidak membesar dan hanya memanjang.

Namun, kalau flora monokotil membesar tubuhnya menjadi berongga. Hal ini dilakukan dengan cara menghilangkan empulur pada bab tubuhnya, kecuali empulur pada ruang batas. Dengan begitu, antara struktur batang flora monokotil muda dan tua tidak terdapat perbedaan.

Anda kini sudah mengetahui Struktur Batang dan Fungsi Batang pada Tumbuhan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Tuesday, May 5, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Daun Pada Flora - Gambar


Struktur dan Fungsi Daun pada Tumbuhan - Gambar - Daun flora kebanyakan berwarna hijau. Namun tidak jarang juga daun mempunyai warna selain hijau. Warna hijau ada alasannya yakni daun memiliki pigmen klorofil. Daun merupakan organ flora yang berperan sebagai daerah terjadinya fotosintesis. Daun mempunyai bentuk yang beragam. Umumnya daun terdiri atas helai daun pipih dan tangkai daun (petiola). Tangkai daun bersambung dengan buku batang. Tumbuhan monokotil tidak mempunyai tangkai daun. Sebaliknya, flora dikotil mempunyai tangkai daun berbentuk pelepah yang membungkus batang. Pada flora dikotil, tulang daun utama mempunyai susunan bercabang. Sementara, tumbuhan monokotil mempunyai tulang daun utama yang tersusun pararel atau sejajar. Perbedaan bentuk dan susunan daun dikotil dan monokotil dapat kalian perhatikan pada Gambar 1.

 Daun flora kebanyakan berwarna hijau Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Daun pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 1. Bentuk dan susunan tulang daun; (a) dikotil, (b) monokotil
Sama menyerupai pada akar dan batang, daun juga tersusun dari tiga sistem jaringan. Sistem jaringan tersebut mencakup epidermis, jaringan dasar, dan berkas pembuluh. Untuk lebih jelasnya, simak Gambar 2.
 Daun flora kebanyakan berwarna hijau Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Daun pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 2. Anatomi daun. Terdapat tiga sistem jaringan : epidermis, jaringan dasar (mesofil), dan jaringan pembuluh
Lapisan paling atas pada daun yakni epidermis. Epidermis terbagi menjadi dua lapisan, mencakup epidermis atas dan epidermis bawah. Namun, ada juga daun yang mempunyai selapis epidermis saja. Sel-sel epidermis daun tersusun sangat rapat, sehingga ruang antarselnya tidak ada. Adapun pada lapisan luarnya terdapat kutikula berlilin, yang berfungsi mengurangi banyaknya air dari badan tumbuhan. Selain kutikula, lapisan epidermis juga terdapat stomata. Stomata diapit oleh sel-sel penjaga, yang berbentuk serupa ginjal atau biji kacang. Fungsi stomata yakni sebagai daerah pertukaran gas karbondioksida dan oksigen. Selain itu, juga berfungsi dalam proses transpirasi.

Stomata pada flora darat banyak terdapat pada lapisan epidermis bawah. Sedangkan pada flora air, stomata banyak terdapat pada permukaan epidermis atas. Setelah epidermis, lapisan daun berikutnya yakni jaring an dasar. Jaringan dasar daun dinamakan mesofil. Mesofil tersusun dari sel-sel parenkim. Pada flora dikotil, jaring an mesofilnya mempunyai dua bentuk jaringan, yakni parenkim palisade dan parenkim spons. Simak Gambar 3.

 Daun flora kebanyakan berwarna hijau Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Daun pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 3. Parenkim palisade dan parenkim berspons.
Jaringan mesofil yang sempurna di bawah epidermis membentuk jaringan parenkim palisade. Kloroplas banyak ditemukan pada jaringan ini. Karena itu, proses fotosintesis sanggup berlangsung. Susunan sel pada jaringan parenkim palisade ini berbentuk kolumnar dan rapat. Adapun parenkim spons terletak sempurna di bawah jaringan parenkim palisade. Disebut parenkim spons, karena di dalamnya terkandung labirin ruangan udara yang dilewati gas karbon dioksida dan oksigen saat proses fotosintesis. Berbeda dengan parenkim palisade, sel-sel parenkim spons tidak rapat dan terdapat jaringan pengangkut. Walau jumlahnya tidak banyak, parenkim spons juga mempunyai kloroplas.

Berbeda dengan flora dikotil, tumbuhan monokotil tidak mempunyai parenkim palisade. Oleh karenanya, proses fotosintesis hanya terjadi pada jaringan palisade spons. Sel-sel parenkim spons ini tidak tersusun rapat dan terdapat berkas pengangkut. Lapisan daun berikutnya yakni berkas vaskuler. Letak berkas vaskuler berada di bawah jaringan dasar. Seperti pada akar dan batang, berkas vaskuler daun ini terdapat floem dan xilem. Selain itu, pada berkas vaskuler terdapat ibu tulang daun, cabang tulang daun, dan urat daun yang menonjol. Berkas vaskuler ini sangat berperan terutama dalam proses transpor zat.

Anda kini sudah mengetahui Struktur Daun dan Fungsi Daun pada Tumbuhan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Saturday, May 2, 2020

Pintar Pelajaran Struktur, Fungsi, Gambar Dan Bab Bunga

Struktur, Fungsi, Gambar dan Bagian Bunga - Bunga ialah modifikasi suatu tunas (batang dan daun) yang bentuk, warna, dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan. Oleh alasannya ialah itu, pada bunga ini sanggup berlangsung penyerbukan dan pembuahan yang akhirnya sanggup dihasilkan alat-alat perkembangbiakan.

a. Fungsi Bunga

Mengingat pentingnya bunga bagi flora maka pada bunga terdapat sifat-sifat yang merupakan penyesuaian untuk melakukan fungsinya sebagai penghasil alat perkembangbiakan. Pada umumnya, bunga mempunyai sifat-sifat menyerupai berikut.
  1. Mempunyai warna menarik.
  2. Biasanya berbau harum.
  3. Bentuknya bermacam-macam.
  4. Biasanya mengandung madu.
b. Bagian-Bagian Bunga

Bunga terdiri dari bab steril dan fertil. Bagian steril terdiri dari ibu tangkai bunga (pedunculus), tangkai bunga (pedicellus), dasar bunga (receptacle), daun pelindung (brachtea), daun tangkai (brachteola), dan pemanis bunga. Perhiasan bunga terdiri dari daun kelopak (sepal) dan daun mahkota (petal). Perhatikan Gambar 1.

ini sanggup berlangsung penyerbukan dan pembuahan yang Pintar Pelajaran Struktur, Fungsi, Gambar dan Bagian Bunga
Gambar 1. Bagian-bagian bunga
Bagian bunga fertil terdiri dari mikrosporofil sebagai benang sari dan makrosporofil sebagai putik (pistillum) dengan daun buah sebagai penyusunnya. Cobalah cermati penjelasan berikut ini biar Anda lebih mengetahui bagian-bagian bunga.
  1. Tangkai induk atau ibu tangkai bunga (rachis, pedunculus, pedunculus communis) merupakan aksis perbungaan sebagai lanjutan dari batang atau cabang.
  2. Tangkai bunga (pedicellus) merupakan cabang terakhir yang mendukung bunga.
  3. Dasar bunga (receptacle) merupakan ujung tangkai bunga sebagai daerah bertumpunya bagian-bagian bunga yang lain (batang).
  4. Daun pelindung (brachtea) merupakan daun terakhir yang di ketiaknya tumbuh bunga.
  5. Daun tangkai (brachteola) merupakan daun pelindung yang letaknya di pangkal tangkai bunga.
  6. Daun kelopak (sepal) merupakan daun pemanis bunga yang paling pangkal, umumnya berwarna hijau dan berkelompok membentuk kelopak bunga (calyx).
  7. Daun mahkota atau daun tajuk (petal) merupakan daun perhiasan bunga yang berwarna-warni. Daun mahkota ini berkelompok membentuk mahkota bunga (corolla).
  8. Benang sari (stamen) ialah daun fertil yang terdiri dari kepala sari (anthera), berisi serbuk sari (polen), tangkai sari (filamen), dan pendukung kepala sari.
  9. Daun buah (carpell) ialah daun fertil pendukung makrospora berupa bakal biji (ovalum) yang secara kolektif membentuk putik (pistill).
c. Struktur Jaringan Penyusun Bunga

Secara anatomi, daun mahkota dan daun kelopak mempunyai struktur yang sama yaitu terdapat sel-sel parenkimatis. Parenkim ini juga disebut mesofil. Parenkim ini terletak di antara epidermis atas dan bawah. Daun kelopak umumnya memiliki struktur sederhana. Epidermis daun kalopak pada bab luarnya dilapisi kutin, stomata, dan trikomata. Seperti struktur pada daun. Sel-sel daun kelopak ini juga mengandung klorofil. Struktur daun mahkota sel-selnya memiliki satu atau banyak berkas pengangkut yang kecil-kecil. Daun mahkota memiliki epidermis berbentuk khusus, yaitu berupa tonjolan yang disebut papila dan dilapisi kutikula.

Sementara itu, benang sari dan putik memiliki struktur sangat berbeda. Secara umum, benang sari terdiri atas kepala sari dan tangkai sari. Tangkai sari tersusun oleh jaringan dasar, yaitu sel-sel parenkimatis yang mempunyai vakuola tanpa ruang antarsel. Pada epidermis tangkai sari terdapat kutikula, trikomata, atau mungkin juga stomata.

Kepala sari memiliki struktur yang kompleks, terdiri atas dinding yang berlapis-lapis, dan di bab terdalam terdapat lokulus (ruang sari) yang berisi butir-butir serbuk sari. Jumlah lapisan dinding kepala sari untuk setiap jenis tumbuhan berbeda.

Kepala sari memiliki beberapa lapisan dinding sebagai berikut.
  1. Epidermis ialah lapisan terluar yang terdiri dari satu lapis sel. Epidermis menjadi memipih dan membentuk papila pada kepala sari yang masak dan berfungsi sebagai pelindung epidermis.
  2. Endotesium ialah lapisan yang terletak di sebelah dalam epidermis.
  3. Lapisan tengah ialah lapisan yang terletak di sebelah dalam endotesium dan terdiri dari 2–3 lapis sel atau lebih tergantung jenis tumbuhannya.
  4. Tapetum ialah dinding terdalam dari antera dan berkembang mencapai maksimum pada ketika terbentuk serbuk sari tetrad.
Bagian pemanis bunga (mahkota dan kelopak) pada tanaman Dicotyledoneae biasanya berjumlah 2, 4, 5, atau kelipatannya, sedangkan pada flora Monocotyledoneae berjumlah 3 atau kelipatannya. Perhatikan Gambar 2. dan 3.

ini sanggup berlangsung penyerbukan dan pembuahan yang Pintar Pelajaran Struktur, Fungsi, Gambar dan Bagian Bunga
Gambar 2. Bunga flora dikotil
ini sanggup berlangsung penyerbukan dan pembuahan yang Pintar Pelajaran Struktur, Fungsi, Gambar dan Bagian Bunga
Gambar 3. Bunga flora monokotil.
Anda kini sudah mengetahui Struktur Bunga, Fungsi Bunga dan Bagian Bunga. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Friday, May 1, 2020

Pintar Pelajaran Perbedaan Flora Dikotil Dan Monokotil

Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil - Secara umum, tumbuhan Dikotil dan Monokotil sanggup dibedakan dengan jelas. Adapun perbedaan struktur badan tumbuhan Monokotil dan Dikotil, dijelaskan dalam Tabel 1 dan 2.

Tabel 1. Perbedaan Struktur Tubuh Tumbuhan Monokotil dan Dikotil

No.
Monokotil
Dikotil
1.
Akar tersusun dalam akar serabut yang kurang kokoh.
Akar tersusun dalam akar tunggang yang kokoh.
2.
Akar dan batang tidak berkambium sehingga tidak sanggup mengadakan pertumbuhan melebar dan membesar yang ada hanyalah pertumbuhan meninggi.
Akar dan batang berkambium sehingga sanggup mengadakan pertumbuhan membesar dan melebar serta meninggi.
3.
Batang tidak bercabang-cabang.
Batang bercabang-cabang.
4.
Pertulangan daun sejajar atau melengkung.
Pertulangan daun menyirip atau menjari.
5.
Biji yang berkecambah tetap utuh dan tidak membelah (biji berkeping satu).
Biji yang berkecambah berbelah dua dan mengatakan dua daun forum (biji berkeping dua).
6.
Jumlah bagian-bagian bunga biasanya 3 atau kelipatannya.
Jumlah bagian-bagian bunga 4, 5, atau kelipatannya.
7.
Ujung akar forum dan pucuk forum dilindungi oleh suatu sarung yang masing-masing disebut koleorhiza dan koleoptil.
Ujung akar tidak diliputi oleh selaput pelindung.
8.
Berkas pembuluh angkut tidak teratur.
Berkas pembuluh angkut teratur dalam lingkaran/cincin.


Tabel 2. Gambar Struktur Tubuh Tumbuhan Monokotil dan Dikotil


Monokotil
Dikotil
Keping Biji
Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil Pintar Pelajaran Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil
Satu kotiledon

Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil Pintar Pelajaran Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil
Dua kotiledon

Tulang Daun
Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil Pintar Pelajaran Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil
Tulang daun sejajar atau melengkung

Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil Pintar Pelajaran Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil
Tulang daun menyirip atau menjari

Batang
Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil Pintar Pelajaran Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil
Berkas pengangkut tersebar

Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil Pintar Pelajaran Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil
Berkas pengangkut tersusun dalam suatu lingkaran

Bunga
Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil Pintar Pelajaran Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil
Bagian suplemen bunga hanya terdiri dari 3 atau kelipatannya

Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil Pintar Pelajaran Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil
Bagian suplemen bunga terdiri dari 2, 4, 5, atau kelipatannya

Akar
Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil Pintar Pelajaran Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil
Sistem akar serabut monokotil

Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil Pintar Pelajaran Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil
Sistem akar tunggang


Anda kini sudah mengetahui Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Thursday, April 30, 2020

Pintar Pelajaran Struktur, Fungsi, Bab Buah Dan Biji Pada Tumbuhan


Struktur, Fungsi, Bagian Buah dan Biji pada Tumbuhan - Apabila serbuk sari dan putik telah masak dan terjadi penyerbukan yang diikuti pembuahan maka bakal buah akan tumbuh menjadi buah. Sementara itu, bakal biji yang terdapat dalam bakal buah akan tumbuh menjadi biji. Bagian bunga yang sanggup berkembang dan ikut menyusun buah sebagai berikut.
  1. Daun pelindung, contohnya klobot pada tumbuhan jagung.
  2. Daun kelopak, contohnya pada tumbuhan terong.
  3. Tangkai putik, contohnya pada buah jagung.
  4. Kepala putik, contohnya pada buah manggis.
  5. Tangkai bunga, contohnya pada jambu monyet.
  6. Perhiasan bunga, contohnya pada nangka.
  7. Dasar bunga, contohnya pada tumbuhan elo.
Bagi flora biji (Spermatophyta), biji ini merupakan alat perkembangbiakan utama, lantaran biji mengandung calon tumbuhan gres (lembaga). Melalui biji ini flora dapat mempertahankan jenisnya.

Pada umumnya biji terdiri atas bagian-bagian menyerupai berikut.
  1. Kulit biji
  2. Tali pusar
  3. Inti biji atau isi biji
Kulit biji merupakan bab terluar biji dan berasal dari selaput bakal biji. Pada umumnya, kulit biji dari flora berbiji tertutup (Angiospermae) terdiri atas dua lapisan sebagai berikut.
  1. Lapisan kulit luar (testa). Lapisan ini memiliki sifat yang bermacam-macam, ada yang tipis, ada yang kaku seperti kulit, dan ada yang keras menyerupai kayu atau batu. Bagian ini merupakan pelindung utama bagi bab biji yang ada di dalam. Lapisan luar ini juga sanggup memperlihatkan warna dan citra yang berbeda-beda contohnya merah, biru, pirang, kehijau-hijauan, ada yang licin rata, dan ada pula yang memiliki bentuk keriput.
  2. Lapisan kulit dalam (tegmen). Biasanya tipis menyerupai selaput, disebut juga dengan kulit ari.
Pada flora berbiji terbuka (Gymnospermae), kulit biji terdiri dari tiga lapisan sebagai berikut.
  1. Kulit luar (sarcotesta), biasanya tebal berdaging. Pada waktu masih muda berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kuning, dan karenanya merah.
  2. Kulit tengah (sclerotesta), suatu lapisan yang kuat, keras, dan berkayu.
  3. Kulit dalam (endotesta), biasanya tipis menyerupai selaput dan seringkali menempel akrab pada inti.
Bagian lain dari biji yakni tali pusar. Tali pusar disebut juga tangkai biji. Setelah biji masak, biji akan terlepas dari tali pusarnya (tangkai biji), dan pada bijinya hanya tampak bekasnya yang dikenal sebagai pusar biji. Perhatikan Gambar 1.
Apabila serbuk sari dan putik telah masak dan terjadi Pintar Pelajaran Struktur, Fungsi, Bagian Buah dan Biji pada Tumbuhan
Gambar 1. Bagian-bagian biji
Bagian lain dari biji yakni inti biji. Inti biji yakni semua bagian biji yang terdapat di dalam kulitnya. Oleh lantaran itu, inti biji juga sanggup dinamakan isi biji. Inti biji terdiri atas lembaga yang merupakan calon individu gres dan putih forum (albumen). Putih forum merupakan jaringan berisi makanan cadangan untuk masa permulaan kehidupan flora baru (kecambah), sebelum sanggup mencari masakan sendiri.

Anda kini sudah mengetahui Struktur Biji, Fungsi Biji, Struktur Buah dan Fungsi Buah pada Tumbuhan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Wednesday, April 29, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Organ Pada Tumbuhan

Struktur dan Fungsi Organ Tumbuhan - Organ yaitu kumpulan beberapa jaringan yang secara bersama-sama melaksanakan fungsi khusus. Demikian pula pada tumbuhan, proses diferensiasi yang terjadi dalam jaringan sanggup membentuk berbagai macam bab pokok tumbuhan. Bagian-bagian itu yaitu akar, batang, dan daun. Sementara bab lain yang ada pada tubuh tumbuhan itu yaitu hasil modifikasi dari salah satu atau dua bagian tumbuhan tersebut. Contoh bab hasil modifikasi yaitu kuncup, bunga, rimpang, dan duri. Tubuh flora terbagi dalam sistem akar dan sistem tunas. Sesuai namanya, sistem akar terdiri atas organ akar dan bagian-bagiannya. Sedangkan sistem batang mencakup organ batang dan daun. Untuk mengetahui struktur dan fungsi banyak sekali macam organ tumbuhan, simak dan pahami uraian berikut.

1. Akar (Radix)

1.1. Fungsi Akar

Adapun fungsi akar secara umum sebagai berikut.
  1. Sebagai tempat melekatnya flora pada media (tanah) alasannya akar mempunyai kemampuan menerobos lapisan-lapisan tanah.
  2. Menyerap garam mineral dan air melalui bulu-bulu akar.
  3. Pada beberapa tanaman, akar dipakai sebagai tempat penyimpanan masakan cadangan, misalnya wortel dan ketela pohon.
  4. Pada tumbuhan tertentu, menyerupai jenis flora bakau (Rhizopora sp.) akar berperan untuk pernapasan.
1.2. Jaringan Penyusun Akar

Akar berkembang dari meristem apikal di ujung akar yang dilindungi kaliptra (tudung akar). Meristem apikal selalu membelah diri menghasilkan sel-sel baru. Sel-sel baru terbentuk pada bab tudung akar atau bab dalam meristem apikal. Pembelahan meristem apikal membentuk daerah pemanjangan, disebut zona perpanjangan sel.

Di belakangnya terdapat zona diferensiasi sel dan zona pendewasaan sel. Pada zona diferensiasi sel, sel-sel akar berkembang menjadi beberapa sel permanen. Misalnya beberapa sel terdiferensiasi menjadi xilem, floem, parenkim, dan sklerenkim. Perhatikan Gambar 1.

Organ yaitu kumpulan beberapa jaringan yang secara Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Organ pada Tumbuhan
Gambar 1. Struktur morfologi akar.
Secara umum jaringan penyusun akar tumbuhan sebagai berikut.
  1. Epidermis terdiri dari satu lapis sel yang tersusun rapat. Dinding selnya tipis sehingga gampang ditembus air. Memiliki rambut-rambut akar yang merupakan hasil acara sel dari belakang titik tumbuh. Rambut-rambut akar berfungsi memperluas bidang penyerapan.
  2. Korteks terdiri dari banyak sel dan tersusun berlapis-lapis, dinding selnya tipis dan mempunyai banyak ruang antarsel untuk pertukaran gas. Jaringanjaringan yang terdapat pada korteks antara lain: parenkim, kolenkim, dan sklerenkim.
  3. Endodermis terletak di sebelah dalam korteks. Endodermis berupa satu lapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Dinding selnya mengalami penebalan gabus. Deretan sel-sel endodermis dengan penebalan gabusnya dinamakan pita kaspari. Penebalan gabus ini tidak sanggup ditembus oleh air, sehingga air harus masuk ke silinder sentra melalui sel endodermis yang dindingnya tidak menebal, yang disebut sel penerus air. Endodermis merupakan pemisah antara korteks dengan stele.
  4. Stele (silinder pusat) terletak di sebelah dalam endodermis. Berkas pengangkutan terdapat di antara stele.
Jaringan penyusun akar secara umum sanggup Anda amati pada Gambar 2. berikut.
Organ yaitu kumpulan beberapa jaringan yang secara Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Organ pada Tumbuhan
Gambar 2. Struktur jaringan penyusun akar Dikotil dan Monokotil yang diamati secara melintang
Anda telah mempelajari jaringan penyusun akar secara umum. Bagaimana struktur jaringan penyusun akar tumbuhan Dikotil dan tumbuhan Monokotil? Apa perbedaan di antara keduanya?

2. Batang

2.1. Fungsi Batang

Secara umum, batang mempunyai beberapa fungsi berikut.
  1. Sebagai tempat pengangkutan air dan unsur hara dari akar.
  2. Memperluas tajuk flora untuk efisiensi penangkapan cahaya matahari.
  3. Tempat tumbuhnya organ-organ generatif.
  4. Efisiensi penyerbukan dan membantu pemencaran benih.
  5. Pada flora tertentu, sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan, contohnya berupa umbi atau rimpang.
2.2. Struktur Jaringan Penyusun Batang

Secara umum struktur jaringan penyusun batang tumbuhan terdiri atas tiga bagian, yaitu epidermis, korteks, dan stele. Adapun struktur jaringan penyusun batang (dari luar ke dalam) beserta ciri-cirinya dijelaskan dalam Tabel 1 berikut. 

Tabel 1 Struktur Jaringan Penyusun Batang Beserta Ciri-Cirinya

No.
Jaringan
Ciri-Ciri
1.
Epidermis
Tersusun oleh selapis sel, tersusun rapat, tanpa ruang antarsel, dinding luar terdapat kutikula yang berfungsi untuk melindungi batang dari kehilangan air yang terlalu besar. Pada flora kayu yang telah bau tanah terdapat kambium gabus yang menggantikan fungsi jaringan primer.
Aktivitas kambium gabus yaitu melaksanakan pertukaran gas melalui celah yang disebut lentisel. Derivat epidermis antara lain sel silika dan sel gabus, contohnya pada batang tumbuhan tebu.
2.
Korteks
Tersusun oleh beberapa lapis sel parenkim yang tidak teratur dan berdinding tipis, banyak ruang antarsel.
Terdapat kolenkim dan sklerenkim yang berfungsi sebagai penyokong dan penguat tubuh.
Sel-sel korteks sebelah dalam yang mengandung amilum disebut floeterma (sarung tepung ).
3.
Stele (silinder pusat)
Lapisan terluar disebut perisikel.
Di dalamnya terdapat sel parenkim dan
berkas pengangkut.

Secara umum, struktur akar dan batang flora sama, yaitu terdiri atas bagian-bagian epidermis, korteks, dan stele. Akan tetapi, secara anatomis struktur batang Monokotil berbeda dengan Dikotil.

3. Daun (Folium)

3.1. Fungsi Daun

Secara umum fungsi daun sebagai berikut.
  1. Membuat masakan melalui proses fotosintesis.
  2. Sebagai tempat pengeluaran air melalui transpirasi dan gutasi.
  3. Menyerap CO2 dari udara.
  4. Respirasi.
c. Struktur Jaringan Penyusun Daun

1) Epidermis

Epidermis berupa satu lapis sel yang dindingnya mengalami penebalan dari zat kutin (kutikula) atau kadang dari lignin. Pada epidermis terdapat stomata (mulut daun) yang diapit oleh dua sel penutup. Stomata ada yang terletak di permukaan atas saja, contohnya pada tumbuhan yang daunnya terapung (pada daun teratai), ada yang di permukaan bawah saja, dan ada pula yang terdapat di kedua permukaan daun (atas dan bawah). Tanaman Ficus mempunyai epidermis yang tersusun atas dua lapis sel. Alat-alat pelengkap yang terdapat di antara epidemis daun, antara lain trikoma (rambut) dan sel kipas. Bentuk epidermis dan stomata sanggup Anda amati pada Gambar 3 dan 4.
Organ yaitu kumpulan beberapa jaringan yang secara Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Organ pada Tumbuhan
Gambar 3. Epidermis dengan stomata

Organ yaitu kumpulan beberapa jaringan yang secara Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Organ pada Tumbuhan
Gambar 4. Penampang melintang stomata.
2) Mesofil (Jaringan dasar)

Mesofil terdiri dari sel-sel parenkim yang tersusun renggang dan banyak ruang antarsel. Pada kebanyakan daun Dikotil, mesofil terdiferensiasi menjadi parenkim palisade (jaringan tiang) dan parenkim spons (jaringan bunga karang). Sel-sel palisade bentuknya memanjang, mengandung banyak kloroplas, dan tersusun rapat. Parenkim spons bentuknya tidak teratur, bercabang, mengandung lebih sedikit kloroplas, dan
tersusun renggang.

3) Berkas Pengangkut

Berkas pengangkut terdapat pada tulang daun yang berfungsi sebagai alat transpor dan sebagai penguat daun.

4) Jaringan Tambahan

Jaringan pelengkap mencakup sel-sel khusus yang umumnya terdapat pada mesofil daun, contohnya sel-sel kristal dan kelenjar.

Anda kini sudah mengetahui Struktur dan Fungsi Organ pada Tumbuhan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.