Showing posts sorted by relevance for query struktur-dan-fungsi-akar-pada-tumbuhan-gambar. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query struktur-dan-fungsi-akar-pada-tumbuhan-gambar. Sort by date Show all posts

Thursday, May 7, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Akar Pada Tumbuhan - Gambar


Struktur dan Fungsi Akar pada Tumbuhan - Gambar - Akar ialah bab badan flora yang berada dalam tanah. Bentuk akar sebagian besar meruncing. Terkadang, akar memiliki ujung yang berwarna cerah. Akar berfungsi sebagai penopang dan penguat berdirinya tumbuhan. Untuk memperoleh zat dari luar tubuh, akar tumbuhan berperan dalam proses peresapan air dan garam mineral dari dalam tanah. Akar berfungsi sebagai daerah penyimpanan cadangan makanan, contohnya ialah ketela pohon dan kentang. Selain menjulur dari dasar tunas, akar flora juga sanggup keluar dari permukaan tanah. Akar demikian sanggup muncul dari batang ataupun daun. Kita sanggup menyebut akar yang tumbuh pada bab yang tidak semestinya ini dengan nama akar liar atau adventitious (lihat Gambar 1). 
 Akar ialah bab badan flora yang berada dalam Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Akar pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 1. Akar liar (adventitious) pada tumbuhan jagung
Akar liar berfungsi sebagai penyangga dan penyokong batang tumbuhan yang menjulang tinggi. Sebagai pola ialah akar tanaman jagung yang tumbuh dari batangnya.

Berdasarkan jenisnya, akar flora terbagi menjadi dua, yaitu sistem akar tunggang dan sistem akar serabut. Sistem akar tunggang dimiliki oleh akar flora dikotil, sedangkan sistem akar serabut dimiliki oleh akar flora monokotil. Pada sistem akar tunggang terdapat satu akar tunggang besar, namun akar lateralnya kecil. Sementara pada sistem akar serabut, akarnya seolah-olah benang-benang. Perhatikan Gambar 2.
 Akar ialah bab badan flora yang berada dalam Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Akar pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 2. Sistem akar tunggang dan sistem akar serabut.
Secara morfologis, akar terdiri atas leher akar (pangkal akar), batang akar, cabang akar, serabut akar, rambut akar, ujung akar, dan tudung akar (kaliptra). Perhatikan Gambar 3. 
 Akar ialah bab badan flora yang berada dalam Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Akar pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 3. Akar dan bagian-bagiannya.
Bagian akar yang secara pribadi terhubung dengan batang disebut leher akar. Sementara bab yang berada di antara leher dan ujung akar dinamakan batang akar. Selanjutnya, akar juga memiliki bagian menonjol pada batang yang membentuk cabang akar. Selain itu, ada juga akar halus bercabang-cabang yang disebut serabut akar. Lalu, akar juga mempunyai bab yang mengalami diferensiasi pada jaringan epidermisnya. Bagian ini dinamakan rambut akar. Sementara, bab ujung akar yang berfungsi sebagai pelindung mesistem ketika akar memanjang menembus tanah disebut tudung akar.

Di belakang tudung akar terdapat banyak sekali zona pertumbuhan primer. Zona yang dimaksud adalah zona pembelahan sel, zona pemanjangan, dan zona pematangan. Perhatikan Gambar 4.
 Akar ialah bab badan flora yang berada dalam Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Akar pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 4. Zona pertumbuhan akar dan struktur akar.
Pada zona pembelahan sel terdapat meristem apikal atau meristem primer. Meristem apikal menghasilkan sel-sel meristem dan mengganti sel tudung akar yang mengelupas ketika menembus tanah. Sel sentra damai juga terdapat pada lapisan ini. Fungsi sel sentra damai ialah sebagai cadangan pemulihan meristem ketika mengalami kerusakan. Di dalam zona ini terdapat protoderm, prokambium, dan meristem dasar. Masing-masing akan menghasilkan tiga sistem jaringan.

Zona pembelahan sel berafiliasi dengan zona pemanjangan. Di dalam zona ini sel-sel mengalami perpanjangan sepuluh kali panjang asalnya. Akibatnya, ujung akar terdorong semakin jauh ke dalam tanah. Sementara zona pematangan pada akar mengalami spesialisasi dan diferensiasi sesuai fungsinya.

Selain beberapa zona tersebut, akar juga mempunyai struktur tertentu. Kalian sanggup mengamati strukturnya melalui preparat awetan sayatan akar yang masih muda dengan memakai mikroskop. Struktur akar dari luar ke dalam berturut-turut ialah jaringan epidermis, korteks, dan stele (silinder pusat). Agar kalian sanggup membandingkan struktur akar flora dikotil dan monokotil, perhatikan Gambar 5.
 Akar ialah bab badan flora yang berada dalam Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Akar pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 5. Struktur akar flora dikotil dan monokotil.
Epidermis merupakan selapis sel yang berasal dari protoderm. Di dalamnya terdapat dinding berkutikula dan susunan sel yang rapat. Selain itu, epidermis terdapat rambut akar yang mempunyai kegunaan memperluas permukaan sel sehingga peresapan air dan zat terlarut lebih efisien. Lapisan berikutnya ialah korteks. Korteks terletak di antara lapisan epidermis dan stele. Pada korteks terdapat sel-sel parenkim yang berdinding sel tipis. Lapisan luar korteks tersebut dinamakan eksodermis. Sementara lapisan dalamnya tersusun rapat tanpa ruang antarsel dan berbentuk kubus, yang disebut endodermis. Sel-sel endodermis ini mengalami penebalan suberin yang membentuk pita Kaspari. Adapun dinding sel endodermis yang tidak menebal dan berfungsi sebagai jalan air mengalir dinamakan sel penerus.

Prokambium pada meristem primer bermetamorfosis stele (silinder pusat). Stele terdapat pada akar bab dalam, tepatnya di sebelah dalam endodermis. Stele tersusun dari empulur, perisikel dan berkas vaskuler (fasis) atau pembuluh pengangkut. Empulur merupakan sel-sel parenkim yang terdapat pada stele flora monokotil.

Empulur ini dikelilingi oleh xilem dan floem secara bergantian. Sementara itu, lapisan terluar stele membentuk periskel atau perikambium. Sel-sel stele pada perisikel ini gampang membelah dan membentuk cabang. Karena itu, cabang akar pertumbuhannya bersifat endogen. Sehingga stele ini sanggup membentuk kambium jari-jari empulur. Lapisan berikutnya ialah berkas vaskuler atau jaringan pengangkut. Di dalam berkas vaskuler terdapat xilem dan floem. Xilem akar dikotil terletak di sentra dan berbentuk bintang, sedangkan floemnya terletak di luar xilem. Sedangkan flora monokotil memiliki struktur yang berselang-seling.

Selain itu, di antara xilem dan floem akar flora dikotil terdapat kambium atau kolateral terbuka. Sementara, pada tumbuhan monokotil tidak ada kambium atau kolateral tertutup.

Anda kini sudah mengetahui Struktur Akar dan Fungsi Akar pada Tumbuhan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Friday, April 3, 2020

Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, Dan Jenis-Jenis Akar

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar tumbuhan, fungsi akar, struktur akar, dan jenis-jenis akar lengkap dengan gambarnya.

Akar Tumbuhan

Akar merupakan salah satu bab flora yang harus ada. Tanpa akar bagaimana mungkin flora sanggup hidup. Seperti yang kita ketahui, flora jenis apapun baik itu tumbuh sendiri secara liar maupun yang sengaja ditanam oleh insan niscaya mempunyai akar. Demikian juga flora yang menempel pada flora lain pun bekerjsama juga mempunyai akar. Dari sini sudah sangat terang jikalau akar merupakan bab flora yang sangat pokok. Akar juga sebagai pembeda tumbuhan dikotil dan monokotil.

Berbicara mengenai akar tumbuhan, secara umum pengertian akar ialah bab pangkal flora pada batang yang berada dalam tanah dan tumbuh menuju sentra bumi. Namun ada juga akar flora yang tidak tumbuh dalam tanah melainkan menempel pada flora lain.

Fungsi Akar

Akar pada flora mempunyai fungsi utama. Adapun fungsi akar pada flora secara umum ialah sebagai berikut :
1. Sebagai penyokong batang flora dan untuk memperkuat serta memperkokoh berdirinya tumbuhan.
2. Menyerap garam mineral dan air melalui bulu-bulu akar.
3. Sebagai tempat penyimpanan kuliner cadangan, contohnya wortel dan ketela pohon.
4. Sebagai alat pernapasan contohnya pada flora bakau.
5.  Sebagai alat perkembangbiakan vegetatif pada flora tertentu.

Struktur Akar

Struktur dan jaringan penyusun dibedakan menjadi 2 yaitu struktur bab luar dan struktur bab dalam. Untuk membedakan struktur akar pada flora sanggup dibedakan secara morfologi dan anatomi. Secara morfologis yaitu dengan memotong akar secara membujur. Maka struktur jaringan akar terdiri atas : leher akar (pangkal akar), rambut akar, ujung akar, dan tudung akar. Secara anatomi yaitu dengan memotong akar secara melintang. Maka struktur jaringan akar terdiri atas : epidermis, korteks, endodermis, stele (silinder pusat)

1. Struktur Bagian Luar Akar (Morfologi akar)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Untuk lebih jelasnya berikut ini struktur bab luar akar (morfologi akar) yang terdiri dari:
a. Leher akar atau pangkal akar
Leher akar merupakan bab akar yang menghubungkan antara akar dengan batang tumbuhan.

b. Batang akar
Batang akar merupakan bab akar yang terletak antara leher akar dan ujung akar.

c. Cabang-cabang akar
Cabang akar merupakan bab yang tidak pribadi bersambungan dengan pangkal batang tetapi tumbuh dari akar utama.

d. Rambut akar 
Rambut akar atau bulu-bulu akar merupakan rambut-rambut halus yang bercabang-cabang yang tumbuh dari sel-sel kulit luar (epidermis). Rambut akar hanya tumbuh bersahabat ujung akar dan umumnya relatif pendek, fungsinya untuk memperluas kawasan perembesan air dan mineral.

e. Ujung akar
Ujung akar merupakan bab paling bawah dari akar flora yang dilindungi oleh tudung akar ( kaliptra).

f. Tudung akar ( kaliptra)
Tudung akar terletak di bab paling ujung dan berfungsi untuk melindungi akar terhadap kerusakan mekanis pada waktu menembus tanah.

2. Struktur Bagian Dalam Akar (Anatomi akar)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Untuk lebih jelasnya berikut ini struktur bab dalam akar (anatomi akar) yang terdiri dari:
a. Epidermis
Epidermis merupakan bab terluar dari akar. Susunan sel-sel epidermis rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya gampang dilewati air. Sebagian sel epidermis membentuk rambut akar dengan pemanjangan ke arah lateral dari dinding luarnya. Rambut akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar yang bertugas menyerap air dan garam mineral. Pertumbuhan rambut akar memperluas permukaan akar sehingga perembesan lebih efisien.

b. Korteks
Korteks terletak di bawah epidermis. Sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak mempunyai ruang antarsel yang berperan dalam pertukaran gas. Jaringan-jaringan pada korteks antara lain parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. jaringan parenkim berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.

c. Endodermis
Endodermis merupakan jaringan antara korteks dengan silinder sentra atau stela. Sebagian besar sel endodermis mempunyai bab ibarat pita yang mengandung gabus (zat suberin) atau zat lignin. Bagian ini disebut pita kaspari. Pita kaspari ini tidak tembus air dan zat-zat terlarut lainnya. Air dan zat-zat terlarut yang melewati endodermis harus melewati protoplasma yang menempel pada pita kaspari. Kaprikornus jaringan endodermis ini berfungsi sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat.

d. Silinder pusat/stele
Silinder pusat/ stele merupakan bab terdalam dari struktur anatomi akar. Susunan silinder sentra dari dalam keluar mencakup stele, xilem, kambium, floem dan perisikel. Silinder sentra atau stele
berfungsi sebagai alat angkut air dan mineral dari akar yang kemudian dilanjutkan oleh berkas pengangkut xilem.

Didalam stele, terdapat berkas pengangkut, yaitu xilem dan floem. Xilem berfungsi mengangkut air dan mineral dari akar ke daun. Sedangkan floem berfungsi mengangkut/mengedarkan hasil fotosintesis keseluruh bab tumbuhan. Xilem dan floem letaknya berselang-seling dengan dibatasi oleh kambium.

Pada akar flora dikotil, kambium terdapat didalam berkas pengangkut diantara xilem dan floem. Kambium kearah luar membentuk floem dan kambium kearah dalam membentuk xilem. Adanya kambium menjadikan pertumbuhan membesar.pada akar dikotil yang masih muda. Sedangkan empulur letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut yang terdiri atas jaringan parenkim. Empulur hanya terdapat pada akar flora dikotil. Lapisan terluar dari stele ialah perisikel. Fungsi perisikel ialah untuk membentuk cabang-cabang akar.

Jenis-jenis Akar

Bentuk-bentuk akar pada flora menjadi salah satu pembeda dalam pengelompokan flora tingkat tinggi. Pada dikala biji berkecambah, bakal akar (radikula) berubah menjadi akar lembaga. Secara umum, akar dibedakan menjadi dua jenis, yaitu akar tunggang dan akar serabut.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

1. Akar tunggang

Akar tunggang umumnya dimiliki oleh flora berkeping dua (dikotil) yang diperbanyak secara generatif dengan biji. Jenis akar ini mempertahankan akar lembaganya. Akar forum berubah menjadi akar pokok (primer) yang akan bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil. Akar pokok yang berasal dari akar forum ini disebut akar tunggang (radix primaria) yang mempunyai percabangan.

2. Akar serabut

Akar serabut umumnya dimiliki oleh flora berkeping satu (monokotil). Akar serabut berbentuk ibarat serabut-serabut kelapa, kecil, dan panjang. Namun perakaran flora dikotil yang diperbanyak secara vegetatif juga berupa akar serabut. Akar serabut terbentuk dari akar forum yang mati dan tumbuh akar-akar gres yang mempunyai ukuran yang relatif sama dan keluar dari pangkal batang.

Jenis Jenis Akar Berdasarkan Fungsinya

Fungsi utama akar ialah sebagai organ penyerap air dan hara mineral. Namun, terdapat fungsi lain dari akar tumbuhan. Menurut fungsinya tersebut, akar dibedakan menjadi:

1. Akar gantung atau akar udara (radix aereus)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Akar gantung terdapat di atas permukaan tanah, menempel pada batang, menggantung, tumbuh menjuntai ke arah tanah. Akar ini berfungsi untuk menyerap air dan gas dari udara (bernafas). Contoh flora yang mempunyai akar gantung ini yaitu pohon beringin dan tumbuhan anggrek.

2. Akar pembelit (cirrhus radicalis)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Akar ini membelit batang pokok tempat melekatnya tumbuhan. Berfungsi untuk membelit penunjang dari flora merambat. Contohnya flora yang mempunyai akar pembelit ialah panili.

3. Akar napas (pneutophora)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Akar nafas merupakan bab akar yang tumbuh keluar dari batang bab bawah yang sebagian menyembul keluar dan sebagian lagi tumbuh di dalam tanah. Bagian akar yang menyembul keluar merupakan tempat masuknya udara melalui celah-celah permukaan akar. Contoh flora yang mempunyai akar napas ini yaitu bakau dan pandan.

4. Akar pelekat (radix adligans)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Akar ini tumbuh dari ruas atau buku-buku batang serta tumbuh menempel dan memanjat pada batang . Berfungsi membantu flora memanjat untuk menempel pada penunjangnya. Contoh: sirih

5. Akar penghisap (haustorium)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Akar ini mempunyai fungsi sebagai penyerap air, hara mineral, dan kuliner dari batang pohon yang ditumpanginya. Tumbuhan dengan akar ini hidup sebagai parasit. Contohnya ibarat pada akar benalu.

6. Akar tunjang


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Akar tunjang tumbuh di bab bawah batang. Akar ini tumbuh ke segala arah. Gunanya untuk menunjang semoga batang tidak rebah. Contohnya pada tumbuhan bakau dan pandan.

7. Akar lutut


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Sebagian akar ini tumbuh di atas tanah kemudian tertanam di dalam tanah, timbul karam ibarat bentuk gelombang yang berfungsi sebagai alat pernapasan . Contohnya yaitu tumbuhan bruguiera parvifolia

8. Akar banir


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Bagian akar ini tumbuh tinggi di atas permukaan tanah, berbentuk pipih ibarat papan.
Akar banir ialah akar yang berbentuk ibarat papan menonjol di bab pangkal pohon berukuran lebih besar dari batang pohonnya. Akar banir mempunyai fungsi untuk membantu tegak berdirinya batang tumbuhan. Kebanyakan pohon yang mempunyai akar jenis ini ialah pohon yang tumbuh di hutan tropis. Contoh flora dengan akar ini yaitu sukun, pohon kenari dan pohon randu.

Demikianlah pembahasan perihal Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar lengkap dengan gambar. Semoga bermanfaat dan sanggup menambah wawasan kita semua.

Wednesday, May 6, 2020

Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, Dan Jenis-Jenis Akar

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar tumbuhan, fungsi akar, struktur akar, dan jenis-jenis akar lengkap dengan gambarnya.

Akar Tumbuhan

Akar merupakan salah satu bab flora yang harus ada. Tanpa akar bagaimana mungkin flora sanggup hidup. Seperti yang kita ketahui, flora jenis apapun baik itu tumbuh sendiri secara liar maupun yang sengaja ditanam oleh insan niscaya mempunyai akar. Demikian juga flora yang menempel pada flora lain pun bekerjsama juga mempunyai akar. Dari sini sudah sangat terang jikalau akar merupakan bab flora yang sangat pokok. Akar juga sebagai pembeda tumbuhan dikotil dan monokotil.

Berbicara mengenai akar tumbuhan, secara umum pengertian akar ialah bab pangkal flora pada batang yang berada dalam tanah dan tumbuh menuju sentra bumi. Namun ada juga akar flora yang tidak tumbuh dalam tanah melainkan menempel pada flora lain.

Fungsi Akar

Akar pada flora mempunyai fungsi utama. Adapun fungsi akar pada flora secara umum ialah sebagai berikut :
1. Sebagai penyokong batang flora dan untuk memperkuat serta memperkokoh berdirinya tumbuhan.
2. Menyerap garam mineral dan air melalui bulu-bulu akar.
3. Sebagai tempat penyimpanan kuliner cadangan, contohnya wortel dan ketela pohon.
4. Sebagai alat pernapasan contohnya pada flora bakau.
5.  Sebagai alat perkembangbiakan vegetatif pada flora tertentu.

Struktur Akar

Struktur dan jaringan penyusun dibedakan menjadi 2 yaitu struktur bab luar dan struktur bab dalam. Untuk membedakan struktur akar pada flora sanggup dibedakan secara morfologi dan anatomi. Secara morfologis yaitu dengan memotong akar secara membujur. Maka struktur jaringan akar terdiri atas : leher akar (pangkal akar), rambut akar, ujung akar, dan tudung akar. Secara anatomi yaitu dengan memotong akar secara melintang. Maka struktur jaringan akar terdiri atas : epidermis, korteks, endodermis, stele (silinder pusat)

1. Struktur Bagian Luar Akar (Morfologi akar)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Untuk lebih jelasnya berikut ini struktur bab luar akar (morfologi akar) yang terdiri dari:
a. Leher akar atau pangkal akar
Leher akar merupakan bab akar yang menghubungkan antara akar dengan batang tumbuhan.

b. Batang akar
Batang akar merupakan bab akar yang terletak antara leher akar dan ujung akar.

c. Cabang-cabang akar
Cabang akar merupakan bab yang tidak pribadi bersambungan dengan pangkal batang tetapi tumbuh dari akar utama.

d. Rambut akar 
Rambut akar atau bulu-bulu akar merupakan rambut-rambut halus yang bercabang-cabang yang tumbuh dari sel-sel kulit luar (epidermis). Rambut akar hanya tumbuh bersahabat ujung akar dan umumnya relatif pendek, fungsinya untuk memperluas kawasan perembesan air dan mineral.

e. Ujung akar
Ujung akar merupakan bab paling bawah dari akar flora yang dilindungi oleh tudung akar ( kaliptra).

f. Tudung akar ( kaliptra)
Tudung akar terletak di bab paling ujung dan berfungsi untuk melindungi akar terhadap kerusakan mekanis pada waktu menembus tanah.

2. Struktur Bagian Dalam Akar (Anatomi akar)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Untuk lebih jelasnya berikut ini struktur bab dalam akar (anatomi akar) yang terdiri dari:
a. Epidermis
Epidermis merupakan bab terluar dari akar. Susunan sel-sel epidermis rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya gampang dilewati air. Sebagian sel epidermis membentuk rambut akar dengan pemanjangan ke arah lateral dari dinding luarnya. Rambut akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar yang bertugas menyerap air dan garam mineral. Pertumbuhan rambut akar memperluas permukaan akar sehingga perembesan lebih efisien.

b. Korteks
Korteks terletak di bawah epidermis. Sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak mempunyai ruang antarsel yang berperan dalam pertukaran gas. Jaringan-jaringan pada korteks antara lain parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. jaringan parenkim berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.

c. Endodermis
Endodermis merupakan jaringan antara korteks dengan silinder sentra atau stela. Sebagian besar sel endodermis mempunyai bab ibarat pita yang mengandung gabus (zat suberin) atau zat lignin. Bagian ini disebut pita kaspari. Pita kaspari ini tidak tembus air dan zat-zat terlarut lainnya. Air dan zat-zat terlarut yang melewati endodermis harus melewati protoplasma yang menempel pada pita kaspari. Kaprikornus jaringan endodermis ini berfungsi sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat.

d. Silinder pusat/stele
Silinder pusat/ stele merupakan bab terdalam dari struktur anatomi akar. Susunan silinder sentra dari dalam keluar mencakup stele, xilem, kambium, floem dan perisikel. Silinder sentra atau stele
berfungsi sebagai alat angkut air dan mineral dari akar yang kemudian dilanjutkan oleh berkas pengangkut xilem.

Didalam stele, terdapat berkas pengangkut, yaitu xilem dan floem. Xilem berfungsi mengangkut air dan mineral dari akar ke daun. Sedangkan floem berfungsi mengangkut/mengedarkan hasil fotosintesis keseluruh bab tumbuhan. Xilem dan floem letaknya berselang-seling dengan dibatasi oleh kambium.

Pada akar flora dikotil, kambium terdapat didalam berkas pengangkut diantara xilem dan floem. Kambium kearah luar membentuk floem dan kambium kearah dalam membentuk xilem. Adanya kambium menjadikan pertumbuhan membesar.pada akar dikotil yang masih muda. Sedangkan empulur letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut yang terdiri atas jaringan parenkim. Empulur hanya terdapat pada akar flora dikotil. Lapisan terluar dari stele ialah perisikel. Fungsi perisikel ialah untuk membentuk cabang-cabang akar.

Jenis-jenis Akar

Bentuk-bentuk akar pada flora menjadi salah satu pembeda dalam pengelompokan flora tingkat tinggi. Pada dikala biji berkecambah, bakal akar (radikula) berubah menjadi akar lembaga. Secara umum, akar dibedakan menjadi dua jenis, yaitu akar tunggang dan akar serabut.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

1. Akar tunggang

Akar tunggang umumnya dimiliki oleh flora berkeping dua (dikotil) yang diperbanyak secara generatif dengan biji. Jenis akar ini mempertahankan akar lembaganya. Akar forum berubah menjadi akar pokok (primer) yang akan bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil. Akar pokok yang berasal dari akar forum ini disebut akar tunggang (radix primaria) yang mempunyai percabangan.

2. Akar serabut

Akar serabut umumnya dimiliki oleh flora berkeping satu (monokotil). Akar serabut berbentuk ibarat serabut-serabut kelapa, kecil, dan panjang. Namun perakaran flora dikotil yang diperbanyak secara vegetatif juga berupa akar serabut. Akar serabut terbentuk dari akar forum yang mati dan tumbuh akar-akar gres yang mempunyai ukuran yang relatif sama dan keluar dari pangkal batang.

Jenis Jenis Akar Berdasarkan Fungsinya

Fungsi utama akar ialah sebagai organ penyerap air dan hara mineral. Namun, terdapat fungsi lain dari akar tumbuhan. Menurut fungsinya tersebut, akar dibedakan menjadi:

1. Akar gantung atau akar udara (radix aereus)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Akar gantung terdapat di atas permukaan tanah, menempel pada batang, menggantung, tumbuh menjuntai ke arah tanah. Akar ini berfungsi untuk menyerap air dan gas dari udara (bernafas). Contoh flora yang mempunyai akar gantung ini yaitu pohon beringin dan tumbuhan anggrek.

2. Akar pembelit (cirrhus radicalis)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Akar ini membelit batang pokok tempat melekatnya tumbuhan. Berfungsi untuk membelit penunjang dari flora merambat. Contohnya flora yang mempunyai akar pembelit ialah panili.

3. Akar napas (pneutophora)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Akar nafas merupakan bab akar yang tumbuh keluar dari batang bab bawah yang sebagian menyembul keluar dan sebagian lagi tumbuh di dalam tanah. Bagian akar yang menyembul keluar merupakan tempat masuknya udara melalui celah-celah permukaan akar. Contoh flora yang mempunyai akar napas ini yaitu bakau dan pandan.

4. Akar pelekat (radix adligans)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Akar ini tumbuh dari ruas atau buku-buku batang serta tumbuh menempel dan memanjat pada batang . Berfungsi membantu flora memanjat untuk menempel pada penunjangnya. Contoh: sirih

5. Akar penghisap (haustorium)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Akar ini mempunyai fungsi sebagai penyerap air, hara mineral, dan kuliner dari batang pohon yang ditumpanginya. Tumbuhan dengan akar ini hidup sebagai parasit. Contohnya ibarat pada akar benalu.

6. Akar tunjang


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Akar tunjang tumbuh di bab bawah batang. Akar ini tumbuh ke segala arah. Gunanya untuk menunjang semoga batang tidak rebah. Contohnya pada tumbuhan bakau dan pandan.

7. Akar lutut


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Sebagian akar ini tumbuh di atas tanah kemudian tertanam di dalam tanah, timbul karam ibarat bentuk gelombang yang berfungsi sebagai alat pernapasan . Contohnya yaitu tumbuhan bruguiera parvifolia

8. Akar banir


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Bagian akar ini tumbuh tinggi di atas permukaan tanah, berbentuk pipih ibarat papan.
Akar banir ialah akar yang berbentuk ibarat papan menonjol di bab pangkal pohon berukuran lebih besar dari batang pohonnya. Akar banir mempunyai fungsi untuk membantu tegak berdirinya batang tumbuhan. Kebanyakan pohon yang mempunyai akar jenis ini ialah pohon yang tumbuh di hutan tropis. Contoh flora dengan akar ini yaitu sukun, pohon kenari dan pohon randu.

Demikianlah pembahasan perihal Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar lengkap dengan gambar. Semoga bermanfaat dan sanggup menambah wawasan kita semua.

Wednesday, April 22, 2020

Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, Dan Jenis-Jenis Akar

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar tumbuhan, fungsi akar, struktur akar, dan jenis-jenis akar lengkap dengan gambarnya.

Akar Tumbuhan

Akar merupakan salah satu bab flora yang harus ada. Tanpa akar bagaimana mungkin flora sanggup hidup. Seperti yang kita ketahui, flora jenis apapun baik itu tumbuh sendiri secara liar maupun yang sengaja ditanam oleh insan niscaya mempunyai akar. Demikian juga flora yang menempel pada flora lain pun bekerjsama juga mempunyai akar. Dari sini sudah sangat terang jikalau akar merupakan bab flora yang sangat pokok. Akar juga sebagai pembeda tumbuhan dikotil dan monokotil.

Berbicara mengenai akar tumbuhan, secara umum pengertian akar ialah bab pangkal flora pada batang yang berada dalam tanah dan tumbuh menuju sentra bumi. Namun ada juga akar flora yang tidak tumbuh dalam tanah melainkan menempel pada flora lain.

Fungsi Akar

Akar pada flora mempunyai fungsi utama. Adapun fungsi akar pada flora secara umum ialah sebagai berikut :
1. Sebagai penyokong batang flora dan untuk memperkuat serta memperkokoh berdirinya tumbuhan.
2. Menyerap garam mineral dan air melalui bulu-bulu akar.
3. Sebagai tempat penyimpanan kuliner cadangan, contohnya wortel dan ketela pohon.
4. Sebagai alat pernapasan contohnya pada flora bakau.
5.  Sebagai alat perkembangbiakan vegetatif pada flora tertentu.

Struktur Akar

Struktur dan jaringan penyusun dibedakan menjadi 2 yaitu struktur bab luar dan struktur bab dalam. Untuk membedakan struktur akar pada flora sanggup dibedakan secara morfologi dan anatomi. Secara morfologis yaitu dengan memotong akar secara membujur. Maka struktur jaringan akar terdiri atas : leher akar (pangkal akar), rambut akar, ujung akar, dan tudung akar. Secara anatomi yaitu dengan memotong akar secara melintang. Maka struktur jaringan akar terdiri atas : epidermis, korteks, endodermis, stele (silinder pusat)

1. Struktur Bagian Luar Akar (Morfologi akar)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Untuk lebih jelasnya berikut ini struktur bab luar akar (morfologi akar) yang terdiri dari:
a. Leher akar atau pangkal akar
Leher akar merupakan bab akar yang menghubungkan antara akar dengan batang tumbuhan.

b. Batang akar
Batang akar merupakan bab akar yang terletak antara leher akar dan ujung akar.

c. Cabang-cabang akar
Cabang akar merupakan bab yang tidak pribadi bersambungan dengan pangkal batang tetapi tumbuh dari akar utama.

d. Rambut akar 
Rambut akar atau bulu-bulu akar merupakan rambut-rambut halus yang bercabang-cabang yang tumbuh dari sel-sel kulit luar (epidermis). Rambut akar hanya tumbuh bersahabat ujung akar dan umumnya relatif pendek, fungsinya untuk memperluas kawasan perembesan air dan mineral.

e. Ujung akar
Ujung akar merupakan bab paling bawah dari akar flora yang dilindungi oleh tudung akar ( kaliptra).

f. Tudung akar ( kaliptra)
Tudung akar terletak di bab paling ujung dan berfungsi untuk melindungi akar terhadap kerusakan mekanis pada waktu menembus tanah.

2. Struktur Bagian Dalam Akar (Anatomi akar)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Untuk lebih jelasnya berikut ini struktur bab dalam akar (anatomi akar) yang terdiri dari:
a. Epidermis
Epidermis merupakan bab terluar dari akar. Susunan sel-sel epidermis rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya gampang dilewati air. Sebagian sel epidermis membentuk rambut akar dengan pemanjangan ke arah lateral dari dinding luarnya. Rambut akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar yang bertugas menyerap air dan garam mineral. Pertumbuhan rambut akar memperluas permukaan akar sehingga perembesan lebih efisien.

b. Korteks
Korteks terletak di bawah epidermis. Sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak mempunyai ruang antarsel yang berperan dalam pertukaran gas. Jaringan-jaringan pada korteks antara lain parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. jaringan parenkim berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.

c. Endodermis
Endodermis merupakan jaringan antara korteks dengan silinder sentra atau stela. Sebagian besar sel endodermis mempunyai bab ibarat pita yang mengandung gabus (zat suberin) atau zat lignin. Bagian ini disebut pita kaspari. Pita kaspari ini tidak tembus air dan zat-zat terlarut lainnya. Air dan zat-zat terlarut yang melewati endodermis harus melewati protoplasma yang menempel pada pita kaspari. Kaprikornus jaringan endodermis ini berfungsi sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat.

d. Silinder pusat/stele
Silinder pusat/ stele merupakan bab terdalam dari struktur anatomi akar. Susunan silinder sentra dari dalam keluar mencakup stele, xilem, kambium, floem dan perisikel. Silinder sentra atau stele
berfungsi sebagai alat angkut air dan mineral dari akar yang kemudian dilanjutkan oleh berkas pengangkut xilem.

Didalam stele, terdapat berkas pengangkut, yaitu xilem dan floem. Xilem berfungsi mengangkut air dan mineral dari akar ke daun. Sedangkan floem berfungsi mengangkut/mengedarkan hasil fotosintesis keseluruh bab tumbuhan. Xilem dan floem letaknya berselang-seling dengan dibatasi oleh kambium.

Pada akar flora dikotil, kambium terdapat didalam berkas pengangkut diantara xilem dan floem. Kambium kearah luar membentuk floem dan kambium kearah dalam membentuk xilem. Adanya kambium menjadikan pertumbuhan membesar.pada akar dikotil yang masih muda. Sedangkan empulur letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut yang terdiri atas jaringan parenkim. Empulur hanya terdapat pada akar flora dikotil. Lapisan terluar dari stele ialah perisikel. Fungsi perisikel ialah untuk membentuk cabang-cabang akar.

Jenis-jenis Akar

Bentuk-bentuk akar pada flora menjadi salah satu pembeda dalam pengelompokan flora tingkat tinggi. Pada dikala biji berkecambah, bakal akar (radikula) berubah menjadi akar lembaga. Secara umum, akar dibedakan menjadi dua jenis, yaitu akar tunggang dan akar serabut.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

1. Akar tunggang

Akar tunggang umumnya dimiliki oleh flora berkeping dua (dikotil) yang diperbanyak secara generatif dengan biji. Jenis akar ini mempertahankan akar lembaganya. Akar forum berubah menjadi akar pokok (primer) yang akan bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil. Akar pokok yang berasal dari akar forum ini disebut akar tunggang (radix primaria) yang mempunyai percabangan.

2. Akar serabut

Akar serabut umumnya dimiliki oleh flora berkeping satu (monokotil). Akar serabut berbentuk ibarat serabut-serabut kelapa, kecil, dan panjang. Namun perakaran flora dikotil yang diperbanyak secara vegetatif juga berupa akar serabut. Akar serabut terbentuk dari akar forum yang mati dan tumbuh akar-akar gres yang mempunyai ukuran yang relatif sama dan keluar dari pangkal batang.

Jenis Jenis Akar Berdasarkan Fungsinya

Fungsi utama akar ialah sebagai organ penyerap air dan hara mineral. Namun, terdapat fungsi lain dari akar tumbuhan. Menurut fungsinya tersebut, akar dibedakan menjadi:

1. Akar gantung atau akar udara (radix aereus)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Akar gantung terdapat di atas permukaan tanah, menempel pada batang, menggantung, tumbuh menjuntai ke arah tanah. Akar ini berfungsi untuk menyerap air dan gas dari udara (bernafas). Contoh flora yang mempunyai akar gantung ini yaitu pohon beringin dan tumbuhan anggrek.

2. Akar pembelit (cirrhus radicalis)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Akar ini membelit batang pokok tempat melekatnya tumbuhan. Berfungsi untuk membelit penunjang dari flora merambat. Contohnya flora yang mempunyai akar pembelit ialah panili.

3. Akar napas (pneutophora)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Akar nafas merupakan bab akar yang tumbuh keluar dari batang bab bawah yang sebagian menyembul keluar dan sebagian lagi tumbuh di dalam tanah. Bagian akar yang menyembul keluar merupakan tempat masuknya udara melalui celah-celah permukaan akar. Contoh flora yang mempunyai akar napas ini yaitu bakau dan pandan.

4. Akar pelekat (radix adligans)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Akar ini tumbuh dari ruas atau buku-buku batang serta tumbuh menempel dan memanjat pada batang . Berfungsi membantu flora memanjat untuk menempel pada penunjangnya. Contoh: sirih

5. Akar penghisap (haustorium)


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Akar ini mempunyai fungsi sebagai penyerap air, hara mineral, dan kuliner dari batang pohon yang ditumpanginya. Tumbuhan dengan akar ini hidup sebagai parasit. Contohnya ibarat pada akar benalu.

6. Akar tunjang


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Akar tunjang tumbuh di bab bawah batang. Akar ini tumbuh ke segala arah. Gunanya untuk menunjang semoga batang tidak rebah. Contohnya pada tumbuhan bakau dan pandan.

7. Akar lutut


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Sebagian akar ini tumbuh di atas tanah kemudian tertanam di dalam tanah, timbul karam ibarat bentuk gelombang yang berfungsi sebagai alat pernapasan . Contohnya yaitu tumbuhan bruguiera parvifolia

8. Akar banir


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perihal akar flora Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar

Bagian akar ini tumbuh tinggi di atas permukaan tanah, berbentuk pipih ibarat papan.
Akar banir ialah akar yang berbentuk ibarat papan menonjol di bab pangkal pohon berukuran lebih besar dari batang pohonnya. Akar banir mempunyai fungsi untuk membantu tegak berdirinya batang tumbuhan. Kebanyakan pohon yang mempunyai akar jenis ini ialah pohon yang tumbuh di hutan tropis. Contoh flora dengan akar ini yaitu sukun, pohon kenari dan pohon randu.

Demikianlah pembahasan perihal Akar Tumbuhan, Fungsi, Struktur, dan Jenis-jenis Akar lengkap dengan gambar. Semoga bermanfaat dan sanggup menambah wawasan kita semua.

Wednesday, April 29, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Organ Pada Tumbuhan

Struktur dan Fungsi Organ Tumbuhan - Organ yaitu kumpulan beberapa jaringan yang secara bersama-sama melaksanakan fungsi khusus. Demikian pula pada tumbuhan, proses diferensiasi yang terjadi dalam jaringan sanggup membentuk berbagai macam bab pokok tumbuhan. Bagian-bagian itu yaitu akar, batang, dan daun. Sementara bab lain yang ada pada tubuh tumbuhan itu yaitu hasil modifikasi dari salah satu atau dua bagian tumbuhan tersebut. Contoh bab hasil modifikasi yaitu kuncup, bunga, rimpang, dan duri. Tubuh flora terbagi dalam sistem akar dan sistem tunas. Sesuai namanya, sistem akar terdiri atas organ akar dan bagian-bagiannya. Sedangkan sistem batang mencakup organ batang dan daun. Untuk mengetahui struktur dan fungsi banyak sekali macam organ tumbuhan, simak dan pahami uraian berikut.

1. Akar (Radix)

1.1. Fungsi Akar

Adapun fungsi akar secara umum sebagai berikut.
  1. Sebagai tempat melekatnya flora pada media (tanah) alasannya akar mempunyai kemampuan menerobos lapisan-lapisan tanah.
  2. Menyerap garam mineral dan air melalui bulu-bulu akar.
  3. Pada beberapa tanaman, akar dipakai sebagai tempat penyimpanan masakan cadangan, misalnya wortel dan ketela pohon.
  4. Pada tumbuhan tertentu, menyerupai jenis flora bakau (Rhizopora sp.) akar berperan untuk pernapasan.
1.2. Jaringan Penyusun Akar

Akar berkembang dari meristem apikal di ujung akar yang dilindungi kaliptra (tudung akar). Meristem apikal selalu membelah diri menghasilkan sel-sel baru. Sel-sel baru terbentuk pada bab tudung akar atau bab dalam meristem apikal. Pembelahan meristem apikal membentuk daerah pemanjangan, disebut zona perpanjangan sel.

Di belakangnya terdapat zona diferensiasi sel dan zona pendewasaan sel. Pada zona diferensiasi sel, sel-sel akar berkembang menjadi beberapa sel permanen. Misalnya beberapa sel terdiferensiasi menjadi xilem, floem, parenkim, dan sklerenkim. Perhatikan Gambar 1.

Organ yaitu kumpulan beberapa jaringan yang secara Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Organ pada Tumbuhan
Gambar 1. Struktur morfologi akar.
Secara umum jaringan penyusun akar tumbuhan sebagai berikut.
  1. Epidermis terdiri dari satu lapis sel yang tersusun rapat. Dinding selnya tipis sehingga gampang ditembus air. Memiliki rambut-rambut akar yang merupakan hasil acara sel dari belakang titik tumbuh. Rambut-rambut akar berfungsi memperluas bidang penyerapan.
  2. Korteks terdiri dari banyak sel dan tersusun berlapis-lapis, dinding selnya tipis dan mempunyai banyak ruang antarsel untuk pertukaran gas. Jaringanjaringan yang terdapat pada korteks antara lain: parenkim, kolenkim, dan sklerenkim.
  3. Endodermis terletak di sebelah dalam korteks. Endodermis berupa satu lapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Dinding selnya mengalami penebalan gabus. Deretan sel-sel endodermis dengan penebalan gabusnya dinamakan pita kaspari. Penebalan gabus ini tidak sanggup ditembus oleh air, sehingga air harus masuk ke silinder sentra melalui sel endodermis yang dindingnya tidak menebal, yang disebut sel penerus air. Endodermis merupakan pemisah antara korteks dengan stele.
  4. Stele (silinder pusat) terletak di sebelah dalam endodermis. Berkas pengangkutan terdapat di antara stele.
Jaringan penyusun akar secara umum sanggup Anda amati pada Gambar 2. berikut.
Organ yaitu kumpulan beberapa jaringan yang secara Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Organ pada Tumbuhan
Gambar 2. Struktur jaringan penyusun akar Dikotil dan Monokotil yang diamati secara melintang
Anda telah mempelajari jaringan penyusun akar secara umum. Bagaimana struktur jaringan penyusun akar tumbuhan Dikotil dan tumbuhan Monokotil? Apa perbedaan di antara keduanya?

2. Batang

2.1. Fungsi Batang

Secara umum, batang mempunyai beberapa fungsi berikut.
  1. Sebagai tempat pengangkutan air dan unsur hara dari akar.
  2. Memperluas tajuk flora untuk efisiensi penangkapan cahaya matahari.
  3. Tempat tumbuhnya organ-organ generatif.
  4. Efisiensi penyerbukan dan membantu pemencaran benih.
  5. Pada flora tertentu, sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan, contohnya berupa umbi atau rimpang.
2.2. Struktur Jaringan Penyusun Batang

Secara umum struktur jaringan penyusun batang tumbuhan terdiri atas tiga bagian, yaitu epidermis, korteks, dan stele. Adapun struktur jaringan penyusun batang (dari luar ke dalam) beserta ciri-cirinya dijelaskan dalam Tabel 1 berikut. 

Tabel 1 Struktur Jaringan Penyusun Batang Beserta Ciri-Cirinya

No.
Jaringan
Ciri-Ciri
1.
Epidermis
Tersusun oleh selapis sel, tersusun rapat, tanpa ruang antarsel, dinding luar terdapat kutikula yang berfungsi untuk melindungi batang dari kehilangan air yang terlalu besar. Pada flora kayu yang telah bau tanah terdapat kambium gabus yang menggantikan fungsi jaringan primer.
Aktivitas kambium gabus yaitu melaksanakan pertukaran gas melalui celah yang disebut lentisel. Derivat epidermis antara lain sel silika dan sel gabus, contohnya pada batang tumbuhan tebu.
2.
Korteks
Tersusun oleh beberapa lapis sel parenkim yang tidak teratur dan berdinding tipis, banyak ruang antarsel.
Terdapat kolenkim dan sklerenkim yang berfungsi sebagai penyokong dan penguat tubuh.
Sel-sel korteks sebelah dalam yang mengandung amilum disebut floeterma (sarung tepung ).
3.
Stele (silinder pusat)
Lapisan terluar disebut perisikel.
Di dalamnya terdapat sel parenkim dan
berkas pengangkut.

Secara umum, struktur akar dan batang flora sama, yaitu terdiri atas bagian-bagian epidermis, korteks, dan stele. Akan tetapi, secara anatomis struktur batang Monokotil berbeda dengan Dikotil.

3. Daun (Folium)

3.1. Fungsi Daun

Secara umum fungsi daun sebagai berikut.
  1. Membuat masakan melalui proses fotosintesis.
  2. Sebagai tempat pengeluaran air melalui transpirasi dan gutasi.
  3. Menyerap CO2 dari udara.
  4. Respirasi.
c. Struktur Jaringan Penyusun Daun

1) Epidermis

Epidermis berupa satu lapis sel yang dindingnya mengalami penebalan dari zat kutin (kutikula) atau kadang dari lignin. Pada epidermis terdapat stomata (mulut daun) yang diapit oleh dua sel penutup. Stomata ada yang terletak di permukaan atas saja, contohnya pada tumbuhan yang daunnya terapung (pada daun teratai), ada yang di permukaan bawah saja, dan ada pula yang terdapat di kedua permukaan daun (atas dan bawah). Tanaman Ficus mempunyai epidermis yang tersusun atas dua lapis sel. Alat-alat pelengkap yang terdapat di antara epidemis daun, antara lain trikoma (rambut) dan sel kipas. Bentuk epidermis dan stomata sanggup Anda amati pada Gambar 3 dan 4.
Organ yaitu kumpulan beberapa jaringan yang secara Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Organ pada Tumbuhan
Gambar 3. Epidermis dengan stomata

Organ yaitu kumpulan beberapa jaringan yang secara Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Organ pada Tumbuhan
Gambar 4. Penampang melintang stomata.
2) Mesofil (Jaringan dasar)

Mesofil terdiri dari sel-sel parenkim yang tersusun renggang dan banyak ruang antarsel. Pada kebanyakan daun Dikotil, mesofil terdiferensiasi menjadi parenkim palisade (jaringan tiang) dan parenkim spons (jaringan bunga karang). Sel-sel palisade bentuknya memanjang, mengandung banyak kloroplas, dan tersusun rapat. Parenkim spons bentuknya tidak teratur, bercabang, mengandung lebih sedikit kloroplas, dan
tersusun renggang.

3) Berkas Pengangkut

Berkas pengangkut terdapat pada tulang daun yang berfungsi sebagai alat transpor dan sebagai penguat daun.

4) Jaringan Tambahan

Jaringan pelengkap mencakup sel-sel khusus yang umumnya terdapat pada mesofil daun, contohnya sel-sel kristal dan kelenjar.

Anda kini sudah mengetahui Struktur dan Fungsi Organ pada Tumbuhan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Wednesday, May 6, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Batang Pada Flora - Gambar

Struktur dan Fungsi Batang pada Tumbuhan - Gambar - Batang yaitu bab sistem tunas pada tumbuhan. Letaknya berada di atas tanah. Organ ini dikategorikan sebagai penghasil alat-alat lateral, contohnya daun, tunas, dan bunga. Pada bab batang terdapat buku (node) atau tempat daun menempel dan ruas (internode), yaitu bagian batang yang letaknya di antara buku-buku. Selain buku dan ruas, pada batang terdapat suatu tunas. Tunas yang terdapat pada sudut di antara daun dan batang dinamakan tunas aksiler. Tunas ini berpeluang menjadi cabang. Adapun bab ujung batang terdapat tunas terminal. Perhatikan Gambar 1.
 Batang yaitu bab sistem tunas pada flora Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Batang pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 1. Bagian-bagian batang
Pada bab berikut, akan mempelajari ciri dan struktur batang dua jenis tumbuhan, yakni flora dikotil dan tumbuhan monokotil. Simak dan pahami uraiannya.

1. Batang Tumbuhan Dikotil

Seperti halnya akar, batang juga tersusun atas aneka macam jaringan, yaitu jaringan epidermis, jaringan dasar, dan jaringan pembuluh. Jaringan dasar tersusun oleh korteks, sedangkan jaringan pembuluh terdapat berkas vaskuler yaitu xilem dan floem. Cermati bagian-bagian batang flora dikotil secara lebih detail pada Gambar 2.

 Batang yaitu bab sistem tunas pada flora Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Batang pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 2. Struktur flora dikotil.
Karena itu, batang mempunyai bermacam-macam fungsi bagi tumbuhan. Namun, berbagai lapisan ini juga mempunyai bermacam-macam ciri khas. Jaringan epidermis pada batang mempunyai ciri yang sama seperti jaringan epidermis pada akar. Misalnya, sel yang tipis dan tersusun rapat serta berkutikula pada akar dan batang. Selain itu, batang memiliki kemampuan tumbuh, baik secara sekunder maupun primer. Pertumbuhan sekunder batang terjadi pada jaringan epidermis. Sedangkan pertumbuhan primer terjadi pada tunas terminal (ujung batang) tepatnya pada meristem apikal. Fungsi jaringan epidermis pada batang juga sama dengan jaringan epidermis pada akar yaitu melindungi jaringan yang ada di dalamnya. Epidermis batang ini juga dapat pecah. Pecahnya epidermis batang mengakibatkan jaringan kambium gabus (folagen) terisi dengan gabus. Bagian ini disebut lenti sel. Fungsi lenti sel yaitu sebagai daerah pertukaran gas dan penguapan (transpirasi).
 Batang yaitu bab sistem tunas pada flora Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Batang pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 3. Lenti sel pada batang.
Lapisan penyusun batang selanjutnya yaitu jaringan dasar. Di dalam jaringan ini terdapat korteks. Korteks pada batang mencakup dua macam jaringan, yakni jaringan korteks luar dan korteks dalam. Sel kolenkim dan sel parenkim yaitu penyusun korteks luar. Korteks dalam hanya disusun dari sel-sel parenkim saja. Korteks dalam (endodermis) dimiliki oleh semua tumbuhan. Namun sebaliknya, tidak semua tumbuhan memiliki korteks luar. Ada satu ciri khas yang dimiliki tumbuhan biji terbuka terkait lapisan korteks. Pada korteksnya terdapat seludang pati (sarung tepung) yaitu lapisan yang berisi pati. Setelah korteks, badan flora tersusun oleh jaringan pembuluh.

Di dalam jaringan pembuluh terdapat stele atau silinder pusat. Pada flora dikotil, stele terletak di sebelah dalam korteks atau sebelah dalam endodermis. Sementara, lapisan terluarnya disebut perisikel atau perikambium. Di sebelah dalam korteks terdapat empulur dan berkas pengangkut.

Pada berkas pengangkutan ini terdapat xilem dan floem. Sementara, di tengah stele terdapat empulur. Empulur juga ada di antara xilem dan floem. Bentuknya menyerupai jari-jari, disebut jari empulur. Selain itu,
di antara xilem dan floem juga terdapat kambium. Oleh lantaran itu, berkas pengangkutannya disebut berkas kolateral terbuka.

Kambium mempunyai dua bagian, yakni kambium vaskuler dan kambium intravaskuler. Bagian kambium yang berada di antara xilem dan floem berasal dari prokambium disebut kambium vaskuler. Sedangkan kambium di luar xilem dan floem yang berasal dari sel-sel parenkim disebut kambium intravaskuler.

Lingkaran Tahun

Pada ekspresi dominan penghujan dan ekspresi dominan kemarau, tumbuhan dikotil berkayu tumbuh berbeda. Saat musim kemarau, sel kayu yang dihasilkan tebal dan kecil-kecil. Sementara saat musim penghujan akan menghasilkan sel tipis yang besar-besar. Dengan demikian akan terbentuklah lingkaran-lingkaran dengan tekstur berbeda pada penampang kayu. Lingkaran inilah yang dinamakan bulat tahun. Melalui bulat tahun kita dapat mengetahui umur suatu tumbuhan berkayu. (Sumber: Whitten & Whitten, Indonesian Heritage: Tetumbuhan, 2002, hlm. 76).

 Batang yaitu bab sistem tunas pada flora Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Batang pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 4. Lingkaran tahun.
2. Batang Tumbuhan Monokotil

Seperti halnya flora dikotil, struktur batang tumbuhan monokotil tersusun atas jaringan epidermis, jaringan dasar, dan jaringan pengangkut atau berkas pembuluh. Agar mengetahui bagian-bagian batang flora monokotil, simak Gambar 5. 

 Batang yaitu bab sistem tunas pada flora Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Batang pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 5. Struktur flora monokotil.
Bedanya, tumbuhan dikotil mempunyai bentuk meristem apikal yang kecil. Meristem inilah yang akan membentuk tunas ketiak daun, bakal daun, dan epidermis. Pada flora monokotil juga terdapat meristem perifer. Meristem perifer merupakan bab meristem yang berkembang menjadi batang berisi xilem dan floem.

Lapisan epidermis batang flora dikotil mempunyai dinding sel yang lebih tebal dibandingkan flora dikotil. Pada lapisan epidermisnya terdapat stomata dan buku-buku. Di bawah epidermis terdapat korteks. Korteks tersusun dari sel-sel sklerenkim. Korteks flora monokotil, korteks merupakan kulit batang. Kulit batang berfungsi mengeraskan bab luar batang.

Setelah korteks, lapisan berikutnya ialah stele. Tumbuhan monokotil mempunyai batas korteks dan stele yang tidak jelas. Di dalam stelenya terdapat berkas pengangkutan. Berkas pengangkutan tersebut tersebar pada empulur dan letaknya berdekatan dengan kulit batang. Sarung sklerenkim mengelilingi seluruh berkas pengangkut. Tipe berkas pengangkutannya dinamakan kolateral tertutup, lantaran di antara xilem dan floemnya tidak ditemui kambium. Akibatnya, flora monokotil tidak bisa tumbuh secara sekunder. Alias tubuhnya tidak membesar dan hanya memanjang.

Namun, kalau flora monokotil membesar tubuhnya menjadi berongga. Hal ini dilakukan dengan cara menghilangkan empulur pada bab tubuhnya, kecuali empulur pada ruang batas. Dengan begitu, antara struktur batang flora monokotil muda dan tua tidak terdapat perbedaan.

Anda kini sudah mengetahui Struktur Batang dan Fungsi Batang pada Tumbuhan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.