Tuesday, October 1, 2019

Pintar Pelajaran Pengertian Alkohol, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Identifikasi, Kimia

Pengertian Alkohol, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Identifikasi, Kimia - Alkohol dan eter yakni senyawa karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal. Kedudukan atom oksigen di dalam alkohol dan eter serupa dengan kedudukan atom oksigen dalam molekul air. Oleh lantaran itu, sanggup dikatakan bahwa struktur alkohol sama dengan struktur air. Satu atom H pada air merupakan residu hidrokarbon (gugus alkil) pada alkohol. Struktur eter dikatakan sama dengan struktur air. Kedua atom H pada air merupakan gugus alkil pada eter.
 yakni senyawa karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal Pintar Pelajaran Pengertian Alkohol, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Identifikasi, Kimia
Berdasarkan posisi atom karbon yang mengikat gugus hidroksil dalam senyawa alkohol maka alkohol (R-OH) dikelompokkan ke dalam tiga golongan, yaitu sebagai berikut.

a. Alkohol primer (1°) yakni suatu alkohol dengan gugus hidroksil (–OH) terikat pada atom karbon primer. Atom karbon primer yakni atom karbon yang mengikat satu atom karbon lain.
 yakni senyawa karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal Pintar Pelajaran Pengertian Alkohol, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Identifikasi, Kimia
b. Alkohol sekunder (2°) yakni alkohol dengan gugus hidroksil (–OH) terikat pada atom karbon sekunder. Atom karbon sekunder yakni atom karbon yang mengikat dua atom karbon lain.
 yakni senyawa karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal Pintar Pelajaran Pengertian Alkohol, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Identifikasi, Kimia
c. Alkohol tersier (3°) yakni alkohol dengan gugus hidroksil (–OH) terikat pada atom karbon tersier. Atom karbon tersier yakni atom karbon yang mengikat tiga atom karbon lain.
 yakni senyawa karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal Pintar Pelajaran Pengertian Alkohol, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Identifikasi, Kimia
a. Aturan Penamaan / Tata Nama Alkohol

Ada dua cara penataan nama alkohol, yaitu cara trivial dan cara IUPAC. Pada cara trivial, alkohol disebut alkil alkohol sehingga dalam pemberian nama alkohol selalu diawali dengan nama alkil diikuti kata alkohol. Pada cara IUPAC, nama alkohol diturunkan dari nama alkana, dengan akhiran –a diganti oleh –ol. Contohnya:

CH3–CH2–OH
Trivial: etil alkohol; IUPAC: etanol

Tata nama alkohol berdasarkan IUPAC menyerupai dengan tata nama alkana. Perbedaannya terletak pada penentuan rantai induk yang terpanjang. Pada alkohol, rantai induk terpanjang harus meliputi gugus hidroksil dengan nomor urut untuk gugus hidroksil terkecil. Contoh :
 yakni senyawa karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal Pintar Pelajaran Pengertian Alkohol, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Identifikasi, Kimia
Beberapa pola penataan nama alkohol berdasarkan trivial dan IUPAC sanggup dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Beberapa Penataan Nama Alkohol Menurut Trivial dan IUPAC

Rumus Struktur

Nama Trivial
Nama IUPAC
H3C–CH2–CH2–OH
n–propil alkohol
1–propanol

 yakni senyawa karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal Pintar Pelajaran Pengertian Alkohol, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Identifikasi, Kimia

Isopropil alkohol
2–propanol

 yakni senyawa karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal Pintar Pelajaran Pengertian Alkohol, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Identifikasi, Kimia

sek–butil alkohol
2–butanol

 yakni senyawa karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal Pintar Pelajaran Pengertian Alkohol, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Identifikasi, Kimia

Isobutil alkohol
2–metil–1–propanol

 yakni senyawa karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal Pintar Pelajaran Pengertian Alkohol, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Identifikasi, Kimia

ter–butil alkohol
2,2–dimetiletanol
 H2C═CH–OH
Vinil alkohol
1–etenol
H2C═CH–CH2–OH
Alil alkohol
2–propen–1–ol

Contoh Soal Tata Nama Alkohol (1) :

Tentukan nama dari senyawa alkohol berikut.
 yakni senyawa karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal Pintar Pelajaran Pengertian Alkohol, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Identifikasi, Kimia
Jawaban :

Rantai induk yakni rantai terpanjang yang mengandung gugus hidroksil dengan nomor atom terkecil, yaitu ada 9 dengan gugus hidroksil pada posisi nomor 2. Pada atom C nomor 7 terdapat gugus metil. Jadi, nama lengkap senyawa itu yakni 7–metil–2–nonanol.

b. Isomer pada Alkohol

Berdasarkan posisi gugus hidroksil, hampir semua alkohol mempunyai isomer, yang disebut isomer posisi. Isomeri ini memengaruhi sifat-sifat fisika alkohol.

Contoh Soal Isomer Posisi pada Alkohol

Suatu alkohol mempunyai rumus molekul C4H10O. Berapa jumlah isomer posisi yang ada dan gambarkan strukturnya.
 yakni senyawa karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal Pintar Pelajaran Pengertian Alkohol, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Identifikasi, Kimia
Pembahasan :

Tidak ada rumus yang tepat untuk memilih jumlah isomer dalam senyawa karbon, melainkan harus digambarkan semua struktur yang mungkin terbentuk.

Berdasarkan struktur yang sanggup digambarkan maka C4H10O memiliki 3 buah isomer posisi.

Ketiga senyawa pada Contoh Soal 2. mempunyai rumus molekul sama, yaitu C4H10O, tetapi rumus struktur berbeda. Oleh lantaran rumus struktur berbeda maka ketiga alkohol tersebut berbeda sifat fisika maupun sifat kimianya.

c. Sifat dan Kegunaan Alkohol

Alkohol merupakan zat yang mempunyai titik didih relatif tinggi dibandingkan hidrokarbon yang jumlah atom karbonnya sama. Hal ini disebabkan adanya gaya antarmolekul dan adanya ikatan hidrogen antarmolekul alkohol akhir gugus hidroksil yang polar.
 yakni senyawa karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal Pintar Pelajaran Pengertian Alkohol, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Identifikasi, Kimia
Gambar 1. Kegunaan alkohol.
Alkohol yang mempunyai atom karbon kurang dari lima larut dalam air. Kelarutan ini disebabkan oleh adanya kemiripan struktur antara alkohol (R–OH) dan air (H–OH). Oleh lantaran itu, makin panjang rantai karbon dalam alkohol kelarutan dalam air makin berkurang. Beberapa sifat fisika alkohol ditunjukkan pada tabel berikut.

Tabel 2. Sifat Fisika Alkohol (Titik Didih dan Kelarutan di Dalam Air)

Nama Senyawa
Jumlah C
Titik Didih (°C)
Kelarutan (g 100 mL air) pada 20°C
Metanol
1
64,5
larut tepat
Etanol
2
78,3
larut tepat
1–propanol
3
97,2
larut tepat
2–propanol
3
82,3
larut tepat
1–butanol
4
117,0
8,3
2–butanol
4
99,5
12,5
Isobutil alkohol
4
107,9
11,1
ter–butil alkohol
4
82,2
larut tepat
Sumber: Kimia Organik Dasar (Sabirin, M), 1993

1) Pembuatan dan Kegunaan Metanol (CH3–OH)

Metanol dibentuk secara besar-besaran melalui distilasi kayu keras menghasilkan sekitar 225 galon distilat yang mengandung 6% metanol. Saat ini, sekitar 95% metanol diproduksi melalui hidrogenasi CO dengan katalis (ZnO, Cr2O3) dan dipanaskan secara bertingkat dengan tekanan tinggi biar terjadi reaksi berikut.

CO(g) + 2H2(g) → CH3OH(l)

Di industri, metanol dipakai sebagai materi baku pembuatan formaldehid, sebagai cairan antibeku, dan pelarut, menyerupai vernish. Pada kendaraan bermotor, metanol dipakai untuk materi bakar kendaraan beroda empat formula.

2) Pembuatan dan Kegunaan Etanol (CH3–CH2–OH)

Etanol sudah dikenal dan dipakai semenjak dulu, baik sebagai pelarut obat-obatan (tingtur); kosmetika; minuman, menyerupai bir, anggur, dan whiskey. Etanol sanggup dibentuk melalui teknik fermentasi, yaitu proses perubahan senyawa golongan polisakarida, menyerupai pati dihancurkan menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan santunan enzim (ragi).

Produksi alkohol dari pati (jagung, beras, dan gandum) pertama-tama melibatkan pengubahan pati secara enzimatik menjadi glukosa. Selanjutnya, diubah menjadi alkohol dengan santunan zymase, yakni enzim yang diproduksi oleh jamur hidup.

(C6H10O5)x
+
xH2O
xC6H12O6
Pati



Glukosa

C6H12O6
2C2H5OH
+
2CO2
Glukosa

Etanol



Di industri etanol dibentuk dengan dua cara, yaitu (1) fermentasi blackstrap molasses dan (2) penambahan air terhadap etena secara tidak langsung, menyerupai persamaan reaksi berikut.

CH2=CH2 + H2SO4 → CH3CH2HSO4
CH3CH2HSO4 + H2O → CH3CH2OH+ H2SO4

Isopropil alkohol yakni obat gosok yang umum digunakan. Adapun larutan 70% isopropil alkohol dalam air dipakai untuk sterililisasi lantaran sanggup membunuh bakteri.

Berbagai macam minuman yang mengandung alkohol. Jika diminum, akan memabukkan lantaran bersifat racun yang sanggup mengganggu sistem syaraf.

3) Pembuatan dan Kegunaan Polialkohol

Senyawa alkohol yang mengandung dua atau lebih gugus hidroksil digolongkan sebagai poliol dan diberi nama dengan –diol, –triol, dan seterusnya. Glikol yakni nama trivial untuk 1,2–diol. Etilen glikol merupakan hasil industri yang dipakai sebagai zat antibeku, dan dibentuk secara komersial dari etena. Rumus kimianya :

HO–CH2–CH2–OH
IUPAC:1,2-etanadiol; trivial: etilen glikol

Trihidroksi alkohol yang penting yakni gliserol, yaitu suatu turunan propana. Rumus kimianya :

Gliserol sebagai hasil samping pada pembuatan sabun dari lemak dan natrium hidroksida cair.

d. Identifikasi dan Sintesis Alkohol

Suatu larutan ZnCl2 dalam HCl pekat dikenal sebagai pereaksi Lucas. Pereaksi ini dipakai untuk membedakan alkohol primer, sekunder, dan tersier. Pada suhu kamar, alkohol tersier bereaksi sangat cepat membentuk alkil klorida. Alkohol sekunder bereaksi dalam waktu beberapa menit. Alkohol primer bereaksi kalau dipanaskan.
 yakni senyawa karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal Pintar Pelajaran Pengertian Alkohol, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Identifikasi, Kimia
Gambar 2. Substitusi gugus hidroksi (–OH) oleh atom klor (–Cl) membentuk haloalkana, etil klorida. 
Reaksi kimia pada gambar 2 yakni :


ZnCl2

Etanol + HCl
etil klorida

Selain pereaksi Lucas, pereaksi tionil klorida (SOCl2) sanggup juga dipakai untuk identifikasi alkohol. Alkohol dan tionil klorida bereaksi membentuk alkil klorosulfit yang kurang stabil lantaran gampang menjelma alkil klorida dan gas SO2 dengan pemanasan.


−HCl



ROH + SOCl2
ROSOCl
RCl + SO2

Dengan H2SO4, alkohol sanggup mengalami kehilangan cairan tubuh menjadi alkena. Dehidrasi artinya pelepasan molekul air. Alkohol tersier terdehidrasi lebih cepat, dan alkohol primer terdehidrasi paling lambat untuk jumlah atom karbon yang sama.


60 °C

(CH3)3–COH + H2SO4
(CH3)2C=CH2 + H2O




100 °C

(CH3)2–COH + H2SO4
CH3–CH=CH2 + H2O




180 ° C

CH3–CH2–COH + H2SO4
CH3–CH=CH2 + H2O

Alkohol sanggup dioksidasi menjadi senyawa yang mengandung gugus karbonil, menyerupai aldehid, keton, dan asam karboksilat. Alkohol primer dioksidasi membentuk aldehid, dan kalau dioksidasi lebih lanjut menjadi asam karboksilat.
 yakni senyawa karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal Pintar Pelajaran Pengertian Alkohol, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Identifikasi, Kimia
Gambar 3. (a) Oksidasi alkohol primer menjadi aldehid. (b) Alkohol tersier tidak sanggup dioksidasi.
Alkohol sekunder dioksidasi menjadi suatu keton, sedangkan alkohol tersier tidak sanggup dioksidasi. Secara umum reaksi oksidasi alkohol sanggup dituliskan sebagai berikut.
 yakni senyawa karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal Pintar Pelajaran Pengertian Alkohol, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Identifikasi, Kimia
Oksidator yang sanggup dipakai yakni asam kromat (H2CrO3) dan kromat anhidrida (CrO3). Jika yang ingin diproduksi aldehid maka gunakan oksidator khusus menyerupai adonan piridin dan kromat anhidrida dengan rasio 2:1 dalam pelarut nonpolar.

Oleh lantaran alkohol sanggup dioksidasi menjadi senyawa karbonil maka alkohol sanggup disintesis dari senyawa karbonil melalui reaksi reduksi (kebalikan oksidasi). Reduksi senyawa karbonil melalui hidrogenasi katalisis atau dengan hidrida logam akan menghasilkan alkohol primer, sedangkan keton akan menghasilkan alkohol sekunder. Alkohol tersier tidak sanggup dibentuk dengan cara ini.
 yakni senyawa karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal Pintar Pelajaran Pengertian Alkohol, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Identifikasi, Kimia
Selain dengan cara reduksi, alkohol disintesis dengan pereaksi Grignard, baik untuk alkohol primer, sekunder, maupun tersier. Kelebihan reaksi Grignard, selain sanggup menghasilkan alkohol tersier juga sanggup dipakai untuk memperpanjang rantai hidrokarbonnya.

Dengan pereaksi Grignard, alkohol primer sanggup dibentuk dari formaldehid dan etilen oksida, alkohol sekunder dibentuk dari aldehid dan metil format, dan alkohol tersier dibentuk dari keton dan ester.
 yakni senyawa karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal Pintar Pelajaran Pengertian Alkohol, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Identifikasi, Kimia
Anda kini sudah mengetahui Alkohol. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Sunarya, Y. dan A. Setiabudi. 2009. Praktis dan Aktif Belajar Kimia 3 : Untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 298.

Pintar Pelajaran Pengertian Eter, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia

Pengertian Eter, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia - Eter ialah senyawa yang mempunyai dua residu hidrokarbon yang sanggup sama atau berbeda, ibarat ditunjukkan berikut ini.

CH3–O–CH3
CH3–O–CH2–CH3
CH3–CH2–O–CH2–CH3

Berdasarkan ketiga pola tersebut maka sanggup ditarik kesimpulan bahwa rumus umum eter ialah R–O–R'.

a. Tata Nama Eter

Menurut trivial tata nama eter didasarkan pada nama gugus alkil atau aril yang terikat pada atom oksigen. Urutan namanya sesuai dengan huruf dan diakhiri dengan kata –eter.

Menurut sistem IUPAC, gugus –OR disebut gugus alkoksi sehingga penataan nama senyawa eter dimulai dengan nama gugus alkoksi diikuti oleh nama rantai utamanya. Gugus alkoksi dianggap sebagai cabang yang terikat pada rantai induk. Beberapa pola penamaan eter sanggup dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1. Penataan Nama Eter Menurut Trivial dan IUPAC

Rumus Struktur
Nama Trivial
Nama IUPAC
CH3–O–CH3
Dimetil eter
Metoksi metana
CH3–O–CH2–CH3
Etil metil eter
Metoksi etana
CH3–CH2–O–CH2–CH3
Dietil eter
Etoksi etena

 Eter ialah senyawa yang mempunyai dua residu hidrokarbon yang sanggup sama atau berbeda Pintar Pelajaran Pengertian Eter, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia

Isopentil etil eter
2-etoksi pentana

 Eter ialah senyawa yang mempunyai dua residu hidrokarbon yang sanggup sama atau berbeda Pintar Pelajaran Pengertian Eter, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia

Fenil propil eter
Fenoksi propana

Senyawa eter sanggup juga berbentuk siklik. Eter siklik yang beranggotakan tiga termasuk golongan epoksida, dan merupakan hasil oksidasi dari alkena.

Contoh yang paling sederhana adalah, etilen oksida atau lebih dikenal dengan nama oksirana.
 Eter ialah senyawa yang mempunyai dua residu hidrokarbon yang sanggup sama atau berbeda Pintar Pelajaran Pengertian Eter, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Oleh lantaran itu, nama senyawa epoksida sering diturunkan dari nama alkenanya sebelum dioksidasi menjadi eter, dan diberi akhiran –oksida atau dengan nama kedua alkil yang terikat pada oksirana dan diberi akhiran –oksirana.

Contoh Soal Tata Nama Eter (1) :

Sebutkan nama senyawa eter berikut.

Jawaban :

Gugus sebelah kiri ialah isopropil dan gugus kanan ialah etil. Jadi, penataan nama senyawa itu ialah :

IUPAC : 2–etoksi isopropana
Trivial : isopropil etil eter

b. Isomeri Fungsional

Seperti telah diuraikan di atas bahwa eter dan alkohol mempunyai kemiripan dalam strukturnya. Rumus strukturnya ialah :

R–O–H (alkohol) 
R–O–R (eter)

Beberapa pola alkohol dan eter yang mempunyai rumus molekul sama ditunjukkan pada tabel berikut.

Tabel 2. Isomer Fungsional Eter dan Alkohol

Rumus
molekul
Alkohol
Eter
Nama
Rumus struktur
Nama
Rumus struktur
C2H6O
etanol
CH3CH2OH
dimetil eter
CH3–O–CH3
C3H8O
propanol
CH3CH2CH2OH
etil metil eter
CH3CH2OCH3
C4H10O
butanol
CH3CH2CH2CH2OH
dietil eter
CH3CH2OCH2CH

Berdasarkan Tabel 2, alkohol dan eter mempunyai rumus molekul sama, tetapi rumus strukturnya berbeda. Jadi, sanggup dikatakan bahwa alkohol dan eter berisomeri struktur satu sama lain.
 Eter ialah senyawa yang mempunyai dua residu hidrokarbon yang sanggup sama atau berbeda Pintar Pelajaran Pengertian Eter, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Di samping isomer struktur, eter dan alkohol juga mempunyai gugus fungsional berbeda. Oleh alasannya ialah itu, sanggup dikatakan bahwa eter berisomeri fungsional dengan alkohol. Isomer fungsional ialah rumus molekul sama, tetapi gugus fungsi beda.

Contoh Soal Isomer Alkohol dan Eter (2) :

Tuliskan isomer yang mungkin dari senyawa dengan rumus molekul C3H8O.

Pembahasan :

Berdasarkan fungsionalnya :

CH3–O–CH2–CH3 (dietil eter)

Berdasarkan posisi gugus hidroksil :

 Eter ialah senyawa yang mempunyai dua residu hidrokarbon yang sanggup sama atau berbeda Pintar Pelajaran Pengertian Eter, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia

Jadi, ada tiga isomer yang mungkin.

c. Sifat dan Kegunaan Eter

Tidak ibarat alkohol, eter tidak mempunyai ikatan hidrogen antar molekul sehingga titik didih eter di bawah titik didih alkohol untuk jumlah atom karbon yang sama, contohnya etanol dan dimetil eter. Etanol berisomer dengan dimetil eter (C2H6O), tetapi wujudnya berbeda. Pada suhu kamar, dimetil eter berwujud gas, sedangkan etanol berwujud cair.

Eter kurang larut di dalam pelarut air dibandingkan alkohol. Hal ini disebabkan eter mempunyai kepolaran rendah. Walaupun sesama molekul eter tidak terjadi antaraksi, tetapi eter sanggup berantaraksi dengan air dan alkohol. Makin tinggi rantai alkil dalam eter makin kurang kelarutannya di dalam air.

Eter tidak bereaksi dengan hampir semua oksidator maupun reduktor. Demikian juga dalam asam dan basa, eter cenderung stabil, kecuali pada suhu tinggi. Karena itu, eter sering digunakan sebagai pelarut untuk reaksi-reaksi organik.

Tabel 3. Sifat Fisika Eter (Titik Didih dan Kelarutan)

Nama
Titik Didih (°C)
Kelarutan (g 100 mL)
Dimetil eter
–24,0
Larut sempurna
Dietil eter
34,5
8,0
Oksirana
13,5
Larut sempurna

Di samping kegunaannya sebagai anestetik, dietil eter secara luas digunakan sebagai pelarut untuk lemak, lilin, atau zat-zat lain yang kurang larut dalam air. Divinil eter (CH2=CH–O–CH=CH2) mempunyai kemampuan anastetik tujuh kali lebih besar daripada dietil eter.

Pada umumnya eter bersifat racun, tetapi jauh lebih kondusif jikalau dibandingkan kloroform untuk keperluan obat bius.
 Eter ialah senyawa yang mempunyai dua residu hidrokarbon yang sanggup sama atau berbeda Pintar Pelajaran Pengertian Eter, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Gambar 1. Pembuatan eter dari alkohol.
Penggunaan eter harus hati-hati lantaran gampang terbakar. Umumnya eter dibentuk dari kehilangan cairan tubuh alkohol. Dietil eter sanggup dibentuk melalui pemanasan etanol dengan asam sulfat pekat pada suhu sekitar 140 °C sampai reaksi kehilangan cairan tubuh sempurna. Perhatikan Gambar 1.


H2SO4

CH3CH2OH + HOCH2CH3
CH3CH2–O–CH2CH3 + H2O

Sintesis eter secara besar-besaran dengan metode illiamson, yaitu reaksi antara alkil halida dengan alkoksi atau fenoksi, persamaan reaksinya secara umum:

RO + R'X → R–O–R' + X–

Keterangan :

R = Karbon primer; sekunder, dan tersier; atau aril.
R' = Karbon primer atau metil.

Anda kini sudah mengetahui Eter. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Sunarya, Y. dan A. Setiabudi. 2009. Praktis dan Aktif Belajar Kimia 3 : Untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 298.

Pintar Pelajaran Pengertian Aldehid, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia

Pengertian Aldehid, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia - Beberapa senyawa yang mempunyai gugus karbonil antara lain aldehid, keton, asam karboksilat, dan ester. Aldehid yaitu salah satu kelompok senyawa karbonil yang mempunyai gugus karbonil yang berikatan dengan atom hidrogen pada ujung rantai induknya.
 Beberapa senyawa yang mempunyai gugus karbonil antara lain aldehid Pintar Pelajaran Pengertian Aldehid, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Aldehid merupakan salah satu kelompok senyawa karbon yang mempunyai gugus karbonil. Gugus tersebut terletak di ujung rantai karbon induk yang diakhiri dengan atom hidrogen.
 Beberapa senyawa yang mempunyai gugus karbonil antara lain aldehid Pintar Pelajaran Pengertian Aldehid, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Beberapa senyawa aldehid yang umum di antaranya yaitu :
 Beberapa senyawa yang mempunyai gugus karbonil antara lain aldehid Pintar Pelajaran Pengertian Aldehid, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia

Berdasarkan pola tersebut, atom karbon pada gugus karbonil dihubungkan dengan satu atom hidrogen dan satu gugus alkil (R) atau aril (Ar), dengan rumus umum R–COH.

a. Aturan Penamaan / Tata Nama Aldehid

Aldehid sudah dikenal semenjak usang sehingga penataan nama memakai nama trivial sering dipakai. Menurut sistem IUPAC, nama aldehid diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran –a menjadi –al. Oleh lantaran itu, aldehid disebut juga alkanal. Tata nama pada aldehid sama dengan tata nama pada alkohol, rantai terpanjang harus mengandung gugus aldehid. Contoh :

 Beberapa senyawa yang mempunyai gugus karbonil antara lain aldehid Pintar Pelajaran Pengertian Aldehid, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
 Beberapa senyawa yang mempunyai gugus karbonil antara lain aldehid Pintar Pelajaran Pengertian Aldehid, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
 Beberapa senyawa yang mempunyai gugus karbonil antara lain aldehid Pintar Pelajaran Pengertian Aldehid, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Contoh Soal Tata Nama Aldehid (1) :

Tuliskan nama senyawa aldehid berikut berdasarkan IUPAC dan trivial.
 Beberapa senyawa yang mempunyai gugus karbonil antara lain aldehid Pintar Pelajaran Pengertian Aldehid, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Pembahasan :

Residu alkil yang mengikat gugus aldehid yaitu suatu isopentil. Jadi, penamaan berdasarkan trivial dan IUPAC yaitu :

Trivial : isopentilaldehid
IUPAC : 4–metilpentanal

b. Sifat dan Kegunaan Aldehid

Aldehid disintesis melalui oksidasi alkohol primer. Persamaan reaksi secara umum yaitu sebagai berikut.
 Beberapa senyawa yang mempunyai gugus karbonil antara lain aldehid Pintar Pelajaran Pengertian Aldehid, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Oksidator yang digunakan yaitu oksidator berpengaruh seperti KMnO4, NaIO4, atau K2Cr2O7. Perhatikan Gambar 1.
 Beberapa senyawa yang mempunyai gugus karbonil antara lain aldehid Pintar Pelajaran Pengertian Aldehid, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Gambar 1. Oksidasi alkohol primer dengan dikromat menghasilkan aldehid.
Persamaan reaksi pada gambar 1. yaitu sebagai berikut :

3C2H5OH(aq) + Cr2O72–(aq) + 8H+ → 8CH3CHO(aq) + 2Cr3+(aq) + 7H2O(l)

Selain dengan cara oksidasi alkohol primer, sintesis aldehid sanggup juga dilakukan dengan reaksi riedel-craft memakai aril halogen dan katalis AlCl3 atau AlBrO3. Disamping itu, sanggup juga dilakukan dengan pereaksi Grignard (R–Mg–X).

Gugus karbonil pada aldehid mengatakan gugus yang bersifat polar.

Hal ini disebabkan oleh atom oksigen dan karbon mempunyai perbedaan keelektronegatifan cukup besar. Kepolaran gugus karbonil ditunjukkan oleh sifat fisika aldehid, menyerupai titik didih lebih tinggi (50–80 °C) dibandingkan senyawa hidrokarbon dengan masa molekul relatif sama.

Tabel 1. Sifat Fisika Senyawa Golongan Aldehid

Nama
Titik Didih (°C)
Kelarutan dalam Air (g 100 mL)
Formaldehid
–21
Larut tepat
Asetaldehid
20
Larut tepat
Propionaldehid
49
16
Butiraldehid
76
7
Benzaldehid
178
Kurang larut
Isobutiraldehid
64
Tidak larut

Aldehid dengan berat molekul rendah mempunyai bacin yang tajam. Misalnya, HCHO (metanal atau formaldehid) dan CH3CHO (etanal atau asetaldehid). Dengan meningkatnya massa molekul aldehid, baunya menjadi lebih harum. Beberapa aldehid dari hidrokarbon aromatis mempunyai bacin khas yang menyegarkan.

Formaldehid diperoleh melalui oksidasi metanol. Gas yang terbentuk jikalau dilarutkan ke dalam air hingga 37% dinamakan formalin, dijual sebagai pengawet spesies biologi. Kegunaan utama formaldehid untuk industri plastik dan resin.
 Beberapa senyawa yang mempunyai gugus karbonil antara lain aldehid Pintar Pelajaran Pengertian Aldehid, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia
Gambar 2. Oksidasi metanol membentuk formaldehid.
Reaksi kimia pada gambar 2 yaitu sebagai berikut :

CH3OH + CuO → HCOH + H2O

Proses pelapisan kertas Senyawa karbonil sering digunakan sebagai pelarut dalam materi perekat. Ketika materi perekat diaplikasikan, pelarut menguap meninggalkan materi perekat.

Formalin digunakan untuk pengawet organ biologis (tidak untuk makanan).

Contoh Soal Pembuatan Aldehid (2) :

Tuliskan reaksi pembentukan formaldehid dari metanol memakai oksidator KMnO4.

Jawaban :

Leo Baekland (1863–1944)

Baekland lahir di Belgia. Dia bermigrasi ke Amerika Serikat, kemudian beliau mempelajari reaksi fenol dan formaldehida. Dia menciptakan plastik pada tahun 1907 dengan mereaksikan fenol dengan formaldehida. Produknya dinamakan bakelite. Bahan ini tahan panas, tetapi kelemahannya yaitu warnanya yang gelap. Industri radio dan televisi memanfaatkan laba bakelit yang gampang dibentuk, termasuk sifat-sifatnya yang sanggup melindungi.

Anda kini sudah mengetahui Aldehid. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Sunarya, Y. dan A. Setiabudi. 2009. Praktis dan Aktif Belajar Kimia 3 : Untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 298.