Showing posts sorted by relevance for query fungsi-hormon-sitokinin-pada-pertumbuhan-tanaman. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query fungsi-hormon-sitokinin-pada-pertumbuhan-tanaman. Sort by date Show all posts

Tuesday, August 6, 2019

Pintar Pelajaran Faktor Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Macam-Macam

Faktor yang mensugesti pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan - Mungkin Anda ingat pepatah yang menyampaikan ’Buah jatuh tak jauh dari pohonnya’. Pepatah itu berarti menunjukkan adanya penurunan sifat dari induk terhadap anak-anaknya. Bila kita menanam biji kedelai maka akan tumbuh tumbuhan kedelai, bukan tumbuhan jeruk atau kaktus. Mengapa demikian? Biji kedelai itu membawa sifat keturunan berupa gen yang mewarisi struktur dan bentuk induk tumbuhan kedelai sebelumnya. Keadaan tersebut akan menciptakan biji kedelai mempunyai bentuk dan struktur yang sama menyerupai tumbuhan kedelai yang lain bila mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor dalam (intern) dan faktor luar (ekstern). Apakah efek faktor-faktor itu terhadap pertumbuhan dan perkembangan? Pada materi ini akan dibahas mengenai salah satu faktor internal dan faktor eksternal yang mensugesti pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

1. Hormon

Tumbuhan menghasilkan beberapa jenis hormon tumbuhan di antaranya auksin, giberelin, gas etilen, sitokinin, dan asam absisat. Hormon tersebut diproduksi di dalam tubuh, tetapi dipengaruhi oleh kondisi eksternal.

a. Auksin

Hormon ini ditemukan pada titik tumbuh batang dan selubung daun pertama tanaman monokotil yang disebut koleoptil, ujung akar, serta jaringan yang masih bersifat meristematis. Adapun fungsi auksin sebagai berikut.
  1. Pembentangan sel
  2. Pembelahan sel
  3. Merangsang pembentukan buah dan bunga
Aktivitas auksin akan terhambat oleh sinar yang berlebihan. Apa yang akan terjadi bila suatu tanaman memperoleh banyak sinar pada salah satu sisi bagian tubuhnya? Apabila salah satu sisi cuilan tersebut banyak terkena sinar, tumbuhan itu akan mengalami hal-hal seperti ditunjukkan pada gambar berikut.
Faktor yang mensugesti pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan Pintar Pelajaran Faktor Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Macam-macam
Gambar 1. Peranan auksin pada perkembangan organ tumbuhan
Faktor yang mensugesti pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan Pintar Pelajaran Faktor Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Macam-macam
Gambar 2. Peranan cahaya pada pembengkokan organ tumbuhan
Berdasarkan gambar di atas, tumbuhan yang memperoleh sinar dari satu sisi akan mengalami perubahan-perubahan berikut. Auksin akan terakumulasi di cuilan batang yang tidak terkena sinar. Konsentrasi auksin yang tinggi di cuilan yang tidak terkena sinar akan mempercepat pembelahan dan pembentangan sel batang ataupun koleoptil. Pertumbuhan sel yang lebih banyak di bagian kurang sinar menjadikan batang menjadi bengkok sehingga akan terlihat bahwa tumbuhan tumbuh ke arah cahaya.


Giberelin terdapat pada cuilan batang dan bunga. Fungsi hormon giberelin ialah :
  1. Menyebabkan tumbuhan berbunga sebelum waktunya
  2. Menyebabkan tumbuhan tumbuh tinggi
  3. Memacu kegiatan kambium
  4. Menghasilkan buah yang tidak berbiji
  5. Membantu perkecambahan biji
Pengaruh Giberelin pada Pertumbuhan Batang ialah :

Giberelin menyerupai halnya auksin memegang peranan penting dalam pertumbuhan batang, namun dapat menyebabkan pertumbuhan batang menjadi terlalu panjang. Sebaris jagung kerdil sanggup dibuat supaya tumbuh menyerupai jagung biasa dengan memberinya giberelin berkali- kali. Anehnya, pertumbuhan jagung biasa tidak sanggup ditingkatkan dengan giberelin.

c. Gas etilen

Ada banyak sekali macam fungsi gas etilen. Salah satunya interaksi gas etilen dengan auksin sanggup memacu pembungaan pada buah, contohnya mangga dan nanas. Pada beberapa tumbuhan, interaksi gas etilen dengan giberelin sanggup mengatur perbandingan bunga jantan dan betina. Fungsi utama gas etilen ialah :
  1. Mempercepat pemasakan buah
  2. Mempertebal pertumbuhan batang
  3. Pengguguran bunga
d. Sitokinin

Sitokinin merupakan hormon tumbuh yang terdapat pada badan tumbuhan. Sitokinin dibuat pada sistem perakaran. Fungsi hormon ialah :
  1. Merangsang pertumbuhan akar
  2. sehingga lebih cepat memanjang
  3. Mempercepat pelebaran daun
  4. Perangsang pertumbuhan tanaman ke arah samping dan pucuk tanaman
  5. Merangsang kegiatan pembelahan sel
  6. Membantu perkecambahan biji
e. Asam absisat

Berbeda dengan hormon yang lain, asam absisat mempunyai fungsi menghambat pertumbuhan.
  1. Fungsi asam abisat ialah :
  2. Mengurangi kecepatan pembelahan
  3. Mengurangi pemanjangan sel
  4. Membantu aborsi bunga
  5. Menyebabkan dormansi
2. Faktor Eksternal

Seperti telah disebutkan sebelumnya, hormon diproduksi dalam tubuh, tetapi dipengaruhi oleh kondisi eksternal (lingkungan). Pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sangat besar. Faktor-faktor lingkungan tersebut mencakup suhu udara, cahaya, kelembapan udara, serta ketersediaan air tanah dan mineral.

Suhu merupakan faktor lingkungan yang penting bagi tumbuhan alasannya ialah bekerjasama dengan kemampuan melakukan fotosintesis, translokasi, respirasi, dan transpirasi. Tumbuhan mempunyai suhu optimum untuk dapat tumbuh dan berkembang. Suhu optimum merupakan suhu yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman secara ideal. Selain suhu optimum, tanaman juga mempunyai suhu maksimum dan minimum yang bisa diterima olehnya. Suhu maksimum merupakan suhu tertinggi yang memungkinkan tumbuhan masih dapat bertahan hidup. Suhu minimum merupakan suhu terendah yang memungkinkan tumbuhan bertahan hidup. Sebagian besar tumbuhan memerlukan temperatur sekitar 10 – 38 °C untuk pertumbuhannya.


Cahaya berperan penting dalam proses fotosintesis. Apabila kuliner yang dihasilkan dari proses fotosintesis berkurang atau bahkan tidak ada, jaringan menjadi mati karena kekurangan makanan. Namun demikian cahaya yang dibutuhkan tumbuhan jumlahnya dihentikan terlalu banyak. Cahaya yang berlebihan justru akan menghambat pertumbuhan. Demikian juga kekurangan cahaya juga berakibat jelek bagi tanaman.

Contoh akhir dari hasil fotosintesis yang berkurang misalnya tumbuhan yang tumbuh di ruangan gelap, ukuran batangnya jauh lebih panjang dibandingkan tumbuhan yang memperoleh cukup cahaya matahari. Tanaman ini berwarna pucat dengan batang lemah dan kurus. Pertumbuhan dalam tempat gelap semacam ini disebut etiolasi.

c. Pengaruh Kelembapan pada Pertumbuhan

Tanah basah sangat cocok untuk pertumbuhan, terutama saat perkecambahan biji. Hal ini alasannya ialah tanah lembap menyediakan cukup air untuk mengaktifkan enzim dalam biji serta melarutkan kuliner dalam jaringan. Tingkat efek kelembapan udara atau tanah pada tumbuhan berbeda-beda. Ada tumbuhan yang membutuhkan kelembapan udara dan kelembapan tanah yang tinggi, contohnya lumut hati. Sebaliknya, ada juga tanaman yang tumbuh dengan baik pada dengan kelembapan udara dan tanah kelembapan rendah, misalnya Aloe vera (lidah buaya) dan beberapa jenis tanaman anggrek.


Tumbuhan membutuhkan air, CO2, dan mineral. Air dan CO2 merupakan materi utama untuk berlangsungnya fotosintesis. Gas CO2 diambil melalui stomata dan lentisel. Adapun air dan mineral diambil dari tanah melalui akar, kecuali pada tumbuhan tertentu, misalnya tumbuhan kantong semar (Venus sp. atau Nephentes sp.). Tanaman ini memperoleh senyawa nitrogen (protein asam amino) dan mineral dari serangga yang masuk perangkapnya.
Faktor yang mensugesti pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan Pintar Pelajaran Faktor Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Macam-macam
Gambar 3. Perbandingan pertumbuhan (a) tumbuhan yang cukup CO2 (b) tumbuhan yang kekurangan CO2
Air juga sangat dibutuhkan dalam perkecambahan biji. Saat perkecambahan, air dipakai untuk mengaktifkan enzim-enzim dalam biji. Tanpa air, perkecambahan biji akan tertunda (dormansi). Mineral sangat dibutuhkan untuk proses pertumbuhan. Misalnya pembentukan klorofil sangat membutuhkan mineral Mg. Mineral yang dibutuhkan oleh tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu makroelemen dan mikroelemen. Elemen mineral yang dibutuhkan dalam jumlah besar disebut makroelemen, sedangkan elemen mineral yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit disebut mikroelemen.
Faktor yang mensugesti pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan Pintar Pelajaran Faktor Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Macam-macam
Gambar 4. Tumbuhan yang kekurangan magnesium terlihat menguning
e. Pengaruh Ketersediaan oksigen pada Pertumbuhan

Setiap makhluk hidup memerlukan oksigen untuk respirasi aerob dalam tubuh. Melalui respirasi aerob, tumbuhan sanggup memperoleh energi untuk pertumbuhannya. Oleh alasannya ialah itu, biji-biji tidak akan berkecambah tanpa adanya oksigen.

Khusus pada perkembangan, selain ditentukan oleh faktor-faktor di atas juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya, di antaranya letak sel dalam jaringan. Bagaimana letak sel dapat mensugesti perkembangan? Perhatikan gambar berikut.
Faktor yang mensugesti pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan Pintar Pelajaran Faktor Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Macam-macam
Gambar 5. Penampang melintang batang berkayu
Pada gambar tampak adanya jaringan kambium yang merupakan jaringan meristem sekunder. Meristem sekunder yang terletak di tempat lingkaran kambium berfungsi memperbesar diameter batang tanaman. Hal ini terjadi alasannya ialah kambium selalu membelah ke arah samping. Sel-sel kambium yang terletak di cuilan dalam
akan terdiferensiasi menjadi xilem dan cuilan luar akan terdiferensiasi menjadi floem. Kambium akan membelah kembali dan terjadi pengulangan proses menyerupai di atas. Pada akhirnya, sel yang terletak di cuilan sebelah dalam kambium membentuk jaringan xilem, sedangkan ke arah luar membentuk jaringan floem. Pelajari gambar dibawah ini semoga Anda lebih memahami pertumbuhan jaringan kambium.
Faktor yang mensugesti pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan Pintar Pelajaran Faktor Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Macam-macam
Gambar 6. Pertumbuhan sekunder xilem dan floem oleh jaringan kambium
Anda kini sudah mengetahui Faktor Pertumbuhan Tanaman. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Sembiring, L dan Sudjino. 2009. Biologi : Kelas XII untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.

Saturday, March 21, 2020

Pintar Pelajaran Fungsi Hormon Sitokinin Pada Pertumbuhan Tanaman


Pengaruh dan Fungsi Hormon Sitokinin pada Pertumbuhan Tanaman - Pada 1940, hebat botani Johannes van Overbeek melaksanakan penelitian yang menyimpulkan bahwa embrio tumbuhan tumbuh lebih cepat jika ditambahkan air buah kelapa. Air buah kelapa tersebut merupakan cairan endospermae buah kelapa yang banyak mengandung asam nukleat. Kemudian pada 1950, Folke Skoog dan siswanya, Carlos Miller mencampurkan DNA sperma ikan hering pada kultur jaringan tembakau. Sel-sel kultur jaringan tersebut mulai membelah diri. Setelah sekian usang melaksanakan percobaan, Skoog dan Miller berhasil mengisolasi zat yang mengakibatkan pembelahan sel. Zat ini dinamai kinetin. Adapun kelompok zat kinetin ini disebut sitokinin sebab zat tersebut merangsang pembelahan sel (sitokinesis). Selain kinetin, ditemukan juga sitokinin lain, menyerupai zeatin (dari jagung), zeatin ribosida, dan BAP (6-benzilaminopurin). Sitokinin diisolasi dari flora angiospermae, gymnospermae, lumut, dan flora paku. Pada angiospermae, sitokinin banyak terdapat pada biji, buah, dan daun muda. Sitokinin ditransportasikan melalui xilem, floem, dan sel parenkim. Sitokinin mempunyai efek terhadap pertumbuhan dan perkembangan, antara lain:
  1. Bersama auksin mengatur pembelahan sel, pembentukan sistem tajuk dan sistem akar;
  2. Merangsang pembelahan sel dan pembesaran kotiledon;
  3. Memengaruhi organogenesis (pembentukan organ);
  4. Menghambat kerusakan klorofil pada daun gugur;
  5. Merangsang pembentukan tunas batang.
 hebat botani Johannes van Overbeek melaksanakan penelitian Pintar Pelajaran Fungsi Hormon Sitokinin pada Pertumbuhan Tanaman
Gambar 1. Pengaruh sitokinin (kiri) terhadap tumbuhan
Anda kini sudah mengetahui Sitokinin. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Firmansyah, R. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi 3 : untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 218.

Tuesday, August 6, 2019

Pintar Pelajaran Efek Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Prosedur Kerja

Mekanisme Kerja Hormon Pertumbuhan - Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kerja sama antara faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam (faktor internal) meliputi sifat genetik tumbuhan tersebut yang diperoleh secara turun menurun, yang berupa gen dan hormon. Faktor luar (faktor eksternal) meliputi faktor lingkungan. Faktor genetis pada pecahan ini hanya akan dibahas secara sekilas.

I. Faktor Internal

Adapun faktor-faktor internal yang menghipnotis pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan ialah sebagai berikut.

1.1. Gen

Ukuran batang, bentuk daun, biji, dan bunga tumbuhan padi berbeda dengan tumbuhan kacang. Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi dengan kacang tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik. Tumbuhan padi yang banyak dijumpai ternyata mempunyai banyak jenis, antara lain: IR, rojolele, mentik, dan bramo. Antar jenis yang ada tersebut mempunyai faktor genetis yang berbeda-beda pula.

Faktor genetis ini banyak digunakan dalam hal pemilihan bibit unggul. Gen pada tumbuhan berperan pada pengaturan reaksi-reaksi kimia dalam sel (metabolisme sel). Berkait dengan gen ini, pemerhati tanaman budidaya menyebarkan penelitian-penelitian yang bertujuan memperoleh biji yang baik untuk bibit, contohnya berapa usang menyimpan biji, berapa usang penjemuran (pengeringan), dan suhu berapakah yang paling cocok untuk penyimpanan.

1.1.1. Hormon

Hormon merupakan zat spesifik berupa zat organik yang dihasilkan oleh suatu pecahan tumbuhan untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangannya. Hormon juga sanggup menghambat pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

Hormon-hormon tumbuhan yang telah dikenal pada dikala ini meliputi auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat, kalin, etilen, dan asam traumalin.

a. Auksin

Auksin atau asam indol asetat ditemukan pada tahun 1926 oleh Frits Went. Dia menemukan auksin di ujung koleoptil kecambah Avena (sejenis gandum). Perhatikan Gambar. Auksin juga ditemukan di ujung akar dan ujung batang. 
 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kolaborasi Pintar Pelajaran Pengaruh Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Mekanisme Kerja
Gambar 1.1. PeragaanWent. Auksin mengakibatkanbengkoknya ujung koleoptil.


Keterangan :

a. Ujung koleoptil (Avena sp.) dipotong dan dipindahkan diatas potongan agar
b. Pemotongan ujung kecambah (koleoptil) yang lain.
c. Potongan semoga (yang menyerap auksin) ditempelkan pada sisi koleoptil.
d. Koleoptil membengkok akibat pemanjangan satu sisi yang menyerap auksin.

Auksin ditemukan Went saat masih menjadi mahasiswa. Gelar doktor pun disandangnya. Ia menetap di Jawa (saat itu masih jajahan Belanda) selama 5 tahun, kemudian di California Institute of Technology. Tahun 1964, ia melanjutkan penelitian gurun pasir di Desert Biology Laboratory University of Nevada. Sang professor ini meninggal pada 1 Mei 1990. (Sumber: Salisbury & Ross, Fisiologi tumbuhan 3, hlm. 58).

 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kolaborasi Pintar Pelajaran Pengaruh Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Mekanisme Kerja
Gambar 1.2. Pertumbuhan akar pada stek yang dipacu dengan auksin.
 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kolaborasi Pintar Pelajaran Pengaruh Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Mekanisme Kerja
Gambar 1.3. Auksin masih bekerja pada pecahan pucuk batang.
 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kolaborasi Pintar Pelajaran Pengaruh Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Mekanisme Kerja
Gambar 1.4. Bila pucuk dipangkas maka pucuk samping akan tumbuh.
Beberapa tugas auksin sanggup dijelaskan sebagai berikut :
  1. Menghambat pembentukan tunas samping. Pertumbuhan tunas ujung menghambat pertumbuhan tunas samping. Keadaan ini disebut dominansi pucuk atau dominansi apikal.
  2. Memacu pertumbuhan akar liar pada batang, contohnya pada tanaman apel ditemukan akar pada bawah cabang pada kawasan antar nodus.
  3. Memacu pertumbuhan akar pada tumbuhan yang dikembangbiakkan dengan stek.
  4. Memacu banyak sekali sel tumbuhan untuk menghasilkan etilen.
b. Giberelin

Giberelin pada tumbuhan terdapat pada biji (terutama kacang-kacangan), daun, dan akar. Giberelin berfungsi untuk :
  1. Memacu pemanjangan batang.
  2. Mematahkan dormansi biji atau mempercepat perkecambahan.
  3. Mempercepat munculnya bunga.
  4. Merangsang proses pembentukan biji.
  5. Menyebabkan perkembangan buah tanpa biji (parteno karpik).
  6. Menunda penuaan daun dan buah.
 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kolaborasi Pintar Pelajaran Pengaruh Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Mekanisme Kerja
Gambar 1.5. Eksperimen pada tumbuhan Phaseolus Vulgaris yang dipacu dengan giberelin.
c. Sitokinin

Sitokinin bisa ditemukan di jaringan pembuluh. Sitokinin berfungsi untuk:
  1. Memacu pembelahan sel pada tahapan sitokinesis.
  2. Memacu pembentukan kalus menjadi kuncup, batang, dan daun.
  3. Menunda penuaan daun dan buah.
  4. Memacu pertumbuhan kuncup samping atau menghambat pengaruh dominansi apikal.
  5. Memperbesar daun muda.
d. Asam Absisat

Asam absisat (ABA) sanggup ditemukan pada buah. Hormon ini berfungsi untuk:
  1. Mempertahankan masa dormansi, sehingga menghambat perkecambahan biji.
  2. Mempertahankan diri kalau tumbuhan berada pada lingkungan yang tidak sesuai antara lain dikala kekurangan air, tanahnya bergaram, dan suhu masbodoh atau suhu panas.
  3. Merangsang penutupan mulut daun (stomata) sehingga mengurangi penguapan.
  4. Berperan dalam pembentukan zona absisi (Gambar 1.6), sehingga menyebabkan aborsi daun, bunga, dan buah.
 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kolaborasi Pintar Pelajaran Pengaruh Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Mekanisme Kerja
Gambar 1.6. Zona absisi. Pada zona inilah daun, bunga, buah terlepas dari cabang atau batangnya. 
e. Kalin

Hormon kalin berperan dalam merangsang pertumbuhan organ pada tumbuhan (organogenesis). Berdasarkan organ tumbuhan yang dibentuk, hormon kalin dibedakan menjadi: antokalin (memengaruhi pembentukan bunga), filokalin (memengaruhi pembentukan daun), kaulokalin (memengaruhi pembentukan batang), dan rizokalin (memengaruhi pembentukan akar).

f. Etilen

Gas etilen dikeluarkan oleh pecahan tumbuhan yang busuk, terutama buah. Apakah kalian pernah melaksanakan proses pemeraman buah? Jika buah yang telah bau tanah dimasukkan di tempat yang hangat (bukan dipanggang) dalam posisi tertutup rapat, buah cepat masak.

Gas etilen juga berperan pada aborsi bunga, daun (peran gas etilen pada aborsi lebih kuat dibanding asam absisat (ABA)). Pada bunga dimulai dengan memudarnya warna, pengkerutan. Pada daun dimulai dengan hilangnya klorofil. Gas etilen yang diberikan bersama auksin sanggup merangsang proses pembungaan.

g. Asam traumalin

Asam traumalin berperan dalam proses pembentukan kembali selsel yang rusak, kalau jaringan tumbuhan terluka.

h. Batasin

Batasan ini ditemukan pada tumbuhan gadung. Jika batasin terkumpul pada pecahan kuncup atau tunas, pertumbuhannya akan terhambat.

i. Asam jasmonat

Asam jasmonat ditemukan di dalam minyak melati. Asam jasmonat berfungsi untuk memacu proses penuaan.

II.. Faktor Eksternal

Faktor internal dan faktor eksternal membentuk suatu interaksi dalam hal memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Faktor eksternal (faktor lingkungan) yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan mencakup faktor iklim, edafi k, dan biologis.

2.1. Faktor iklim

Yang termasuk faktor iklim yaitu cahaya, suhu, air, panjang hari, angin, dan gas (CO2, N2, SO2, O2, dan nitrogen oksida). Pada bab ini tidak semua faktor dibahas tetapi hanya membahas sebagian faktor saja. Untuk faktor iklim misalnya, akan dibahas faktor cahaya atau sinar, suhu udara, oksigen, kelembaban, dan air.

2.1.1. Faktor cahaya

Tumbuhan hijau membutuhkan cahaya untuk proses fotosintesis. Proses Fotosintesis menghasilkan zat-zat masakan bagi tumbuhan. Zat makanan inilah yang digunakan oleh tumbuhan sebagai sumber energi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan hidupnya. Cahaya sanggup memicu pembentukan klorofil, perkembangan akar, dan pembukaan daun. Akan tetapi, intensitas cahaya yang terlalu tinggi sanggup merusak klorofil.

Pertumbuhan batang kecambah di tempat gelap lebih cepat (lebih panjang) dibandingkan di tempat terang. Pertumbuhan yang cepat di tempat gelap ini disebut etiolasi.

Lama penyinaran matahari memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Banyak penelitian melaporkan bahwa usang penyinaran ini berpengaruh pada fase pembungaan tumbuhan. Lama penyinaran (panjang hari) diterjemahkan sebagai waktu dari matahari terbit hingga dengan matahari terbenam.

 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kolaborasi Pintar Pelajaran Pengaruh Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Mekanisme Kerja
Gambar 1.7. (a) tumbuhan kacang di tempat terang, (b) tumbuhan kacang di tempat gelap.
Di kawasan katulistiwa, panjang hari kurang lebih 12,1 jam. Respon tumbuhan terhadap usang penyinaran (panjang hari) disebut fotoperiodisme. Berdasarkan lamanya siang, tumbuhan dibedakan menjadi :

a. Tumbuhan hari pendek

Tumbuhan hari pendek ialah tumbuhan yang berbunga pada saat lamanya siang kurang dari 12 jam (lamanya siang lebih pendek dibanding lamanya malam). Contoh: ubi jalar, krisan, aster, mangga (Gambar 1.814a), dan apokat.

b) Tumbuhan hari panjang

Tumbuhan ini berbunga pada dikala usang siang lebih dari 12 jam (lamanya siang lebih panjang dari lamanya malam). Contoh: kentang, slada (Gambar 1.8b), gandum, dan ba yam.

c) Tumbuhan hari netral

Tumbuhan ini berbunga hampir sepanjang musim, tidak tergantung lamanya siang hari. Contoh: kapas, mawar (Gambar 1.8c), tumbuhan sepatu, tomat, cabe, dan bunga matahari.

d) Tumbuhan hari sedang

Tumbuhan ini berbunga pada dikala lama siang sekitar 12 jam. Contoh: tebu (Gambar 1.8d) dan kacang. Tumbuhan mempunyai zat yang berfungsi mengontrol respon tumbuhan terhadap penyinaran yang disebut pigmen fitokrom. Pigmen ini sebetulnya ialah suatu protein yang bisa menyerap cahaya merah dan infra
merah dari sinar matahari.

 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kolaborasi Pintar Pelajaran Pengaruh Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Mekanisme Kerja
Gambar 1.8. (a) Tumbuhan hari pendek (mangga) (b) Tumbuhan hari panjang (slada) (c) Tumbuhan hari netral (mawar) (d) Tumbuhan hari sedang (tebu)
2.1.2. Oksigen

Oksigen dibutuhkan oleh semua tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Oksigen dibutuhkan oleh tumbuhan baik pada bagian tumbuhan yang ada di permukaan tanah maupun pecahan yang ada di dalam tanah, contohnya akar. Aerasi tanah yang cukup, memberikan kesempatan sel-sel akar untuk melaksanakan respirasi sehingga peredaran unsur-unsur hara sanggup meningkat. Oleh alasannya ialah itu, para petani sering melakukan upaya-upaya penggemburan tanah. De ngan adanya oksigen dalam tanah, organisme-organisme aerob bisa hidup sehingga proses penyediaan unsur-unsur hara tumbuhan lebih meningkat.

2.1.3. Suhu udara

Beberapa proses yang terjadi di dalam tumbuhan sangat tergantung kerja enzim. Enzim bekerja dipengaruhi oleh suhu. Proses respirasi, transpirasi, dan fotosintesis dipengaruhi oleh suhu. Suhu yang terlalu tinggi menyebab kan tumbuhan tidak tumbuh, bahkan mati. Suhu yang tinggi mengakibatkan ketersediaan O2 untuk respirasi rendah, dan CO2 dalam sel tinggi, sehingga menghambat respirasi selanjutnya. Suhu yang tinggi juga menyebabkan transpirasi tumbuhan meningkat. Pengaruh suhu pada fotosintesis lebih banyak pada kerja enzim-enzim fotosintetik. Perhatikan Gambar 1.9.

 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kolaborasi Pintar Pelajaran Pengaruh Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Mekanisme Kerja
Gambar 1.9. Grafik pertumbuhan banyak sekali tumbuhan pada kisaran suhu.
 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kolaborasi Pintar Pelajaran Pengaruh Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Mekanisme Kerja
Gambar 1.10. Pembungaan hanya terjadi alasannya ialah imbas penyimpanan suhu rendah yang diikuti hari panjang.
2.1.4. Kelembaban

Kelembaban tanah dan kelembaban udara memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Tanah yang kaya humus mampu menyimpan air lebih banyak, sehingga tumbuhan tumbuh lebih baik. Tanaman yang tumbuh dengan baik menghasilkan seresah lebih banyak dan meningkatkan materi organik tanah.

Udara bisa menyimpan air. Kadar air yang ada di udara disebut kelembaban udara. Kadar air di udara yang tinggi, berpeluang untuk menjadi awan dan hujan. Air hujan masuk ke dalam tanah dan akan disimpan dalam tanah, menjamin ketersediaan air bagi tumbuhan.

Kalian telah berguru ihwal pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan serta faktor-faktor luar yang memengaruhinya, bahkan telah melakukan percobaan ihwal imbas usang perendaman biji kacang tanah terhadap perkecambahannya. Di tamat acara tersebut kalian diminta untuk menciptakan rancangan percobaan dengan judul tertunjuk (telah disediakan oleh gurumu).

2.2. Faktor Edafik (Tanah)

Faktor edafik mencakup struktur, tekstur, materi organik, pH dan ketersediaan nutrisi. Pada pecahan ini hanya dibahas faktor nutrisi saja. Ilmu nutrisi tumbuhan telah diterapkan semenjak 160 tahun yang kemudian berdasar eksperimen klasik Liebig, Lauwes, dan Gilbert.

Ada banyak unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Seperti halnya makhluk hidup yang lain, tumbuhan memerlukan nutrisi atau masakan untuk hidupnya. Tumbuhan hijau mengambil nutrisi dari udara, air, dan dari dalam media tumbuhnya. Misalnya dari dalam tanah, nutrisi diambil dalam bentuk ion. Unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan dalam jumlah yang banyak disebut unsur makro (makronutrien) dan yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (mikronutrien).

Sumber-sumber nutrisi bagi tumbuhan berupa zat-zat organik dan zat-zat anorganik. Perbaikan kesuburan tanah secara alami dengan pemupukan, baik memakai pupuk alami maupun pupuk buatan banyak dilakukan oleh para petani. Disamping penambahan zat-zat organik dan zat-zat anorganik, nutrisi yang ada dalam tanah berasal dari hasil pelapukan mineral anorganik dan hasil biodegradasi materi organik.

Unsur-unsur yang telah tersedia dalam media tanam (misalnya tanah) tidak segera sanggup dipergunakan oleh tumbuhan apabila faktorfaktor lain tidak terpenuhi, contohnya adanya mikrobia dalam tanah. Unsur makro terdiri dari: C (karbon), H (hidrogen), O (oksigen), N (nitrogen), S (sulfur), P (fosfor), K (kalium), Mg (magnesium), dan Ca (kalsium). Unsur mikro terdiri dari: Cl (klor), Fe (besi), B (boron), Mn (mangaan), Zn (seng), Co (koper), dan Mo (molibdeum).

 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kolaborasi Pintar Pelajaran Pengaruh Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Mekanisme Kerja
Gambar 1.11. (a) tumbuhan dengan sistem perakaran buruk, tanah tidak dicampur dengan pupuk organik, (b) tanah dicampur dengan pupuk organik.
Tumbuhan yang kekurangan nutrien pada media tanamnya akan mengalami defisiensi. Apabila hal ini terjadi, maka pertumbuhan dan perkembangannya tidak sempurna. Berikut ialah tabel fungsi unsur dan penyakit tumbuhan akibat kekurangan unsur.

Tabel 1.1. Unsur-unsur yang dibutuhkan tumbuhan, fungsi, dan penyakit akibat kekurangan unsur (defisiensi)
Nama Unsur
Bentuk Senyawa dan Ion
Fungsi
Penyakit Akibat dari
Kekurangan Unsur
Unsur Makro
C (karbon)
H (hidrogen)
O (oksigen)
CO2
H2O
O2
Menyusun hasil fotosintesis
Metabolisme terhambat, pertumbuhan terhambat.
N (nitrogen)

Ion NH4+ (ammonium,ion NO3- (nitrat), Urea (CO(NH2)2, NaNO3

Komponen penyusun protein, asam nukleat, klorofil, vitamin, dan beberapa hormon tumbuhan.
Daun muda warnanya pucat, daun bau tanah kekuningan dan biasanya gugur. Penyakit ini disebut klorosis.
S (sulfur)

Ion Sulfat (SO4–2) dan Sulfida

Komponen penyusun protein
dan vitamin, mempercepat
perkembangan akar, dan mengaktifkan
enzim.
Warna daun pucat atau kuning
kehijauan dan pertumbuhan
lambat.

P (fosfor)

Ion H2PO4–2 dan H2PO4

Penyusun karbohidrat, protein
dan klorofi l, mengaktifkan enzim
(aktivator enzim), mengatur
keseimbangan kelarutan air,
dan menghipnotis osmosis.
Daun bau tanah menggulung, ada bercak-bercak, tepi daun hangus, tumbuhan gampang roboh, dan pertumbuhan lambat.

K (kalium)

Ion K+

Penyusun karbohidrat, protein dan klorofil, mengaktifkan enzim (aktivator enzim), mengatur keseimbangan kelarutan air, dan menghipnotis osmosis.
Daun bau tanah menggulung, ada bercak-bercak, tepi daun hangus, tumbuhan gampang roboh, dan pertumbuhan lambat.

Mg (magnesium)

MgSO4, ion Mg2+

Menyusun klorofil dan mengaktifkan enzim.
Menderita klorosis dan daun gampang gugur.
Ca (kalsium)

CaCl2, CaNO3, ion Ca++

Menguatkan dinding sel, pencegah keracunan sel, dan berperan pada acara titik tumbuh.
Tunas ujung mati, tidak terbentuk daun dan pertumbuhan akar terhambat.

Unsur Mikro
Cl (klor)

ion Cl

Mengatur pertumbuhan akar batang, mengatur fotolisio, metabolisme karbohidrat.
Klorosis, daun layu, akar pendek dan menebal.

Fe (besi)

ion Ferro (Fe2+) dan Ferri (Fe3+), FeCl3, serta Fe(SO4)

Berperan dalam pembentukan klorofil, menyusun enzim sitokrom dan peroksidase
Daun pucat, klorosis dan mati.

B (boron)

ion B2–, H3BO3 (asam borak)

Pembentukan bintil akar, proses fotosintesis, pemecahan protein, perkecambahan, pembungaan.
Pertumbuhan tunas terganggu, daun tebal dan keriting.

Mn (mang an)

ion Mn, MnSO4

Menyusun klorofil dan vitamin C serta menggiatkan koenzim.
Warna daun memutih dan gugur.

Zn (seng)

ion Zn2+, ZnSO4

Aktivator enzim, prekusor auksin, kloroplas, amilum dan berperan dalam sintesa protein.
Daun mengecil dan ruas-ruas menjadi lebih pendek.

Co (koper)

ion Co2+ dan Co3+, CoCl2

Fiksasi N dari udara dan komponen vitamin B kompleks.
Klorosis, pertumbuhan terhambat.

Mo (molibdenum)

ion Mo+ dan MoO42–, Na2MO4

Berperan pada fiksasi N dari udara, metabolisme besi, dan kofaktor enzim.
Daun pucat.


Unsur-unsur tersebut sanggup segera digunakan oleh tumbuhan apabila didukung oleh faktor pH tanah yang sesuai. Pada umumnya pH yang baik untuk banyak tumbuhan ialah 6,0 - 7,0. Tanaman kentang, ubi jalar cocok pada pH 4,5 - 5,5 sedangkan seledri, kubis pada pH 6,5 - 7,5.

Dari manakah unsur-unsur tersebut diperoleh? Di depan telah disebut bahwa unsur-unsur tersebut ada yang diambil dari tanah, ada pula yang diambil dari udara dan air menyerupai C, H dan O.

Apakah kalian pernah melihat para petani membiarkan batang padinya berada di sawah setelah selesai dipanen? Batang-batang padi tersebut dapat berfungsi sebagai pupuk organik. Semua bagian tubuh tumbuhan sanggup digunakan sebagai pupuk organik. Bahkan beberapa tumbuhan dari jenis tumbuhan polong-polongan, selain sebagai sumber pupuk organik, akar tumbuhan tersebut memiliki bintil-bintil akar yang kaya mikroorganisme

Rhizobium yang sanggup mengikat N dari udara. Pupuk organik yang lain, berasal dari kotoran hewan atau bangkai binatang (hewan yang telah mati). Kotoran binatang mencakup kotoran sapi, kotoran domba, kambing, kuda, dan kerbau. Pupuk organik digunakan sebagai pupuk dasar. Rekombinasi penggunaan pupuk sangkar untuk tanaman dan kandungan unsur N, P, dan K pada pupuk organik dapat dilihat pada Tabel 1.2 dan 1.3.

Tabel 1.2. Kandungan N, P, K pada berbagai pupuk organik

Pupuk Organik

N(%)

P(%)

K(%)

Kerbau
0,7
2,5
0,4
Sapi
1,6
2
0,5
Kuda
1,7
4,0
Ayam
2,1
3,9
0,4
Azolla
4
10
3
Jerami
0,8
1,5
Limbah tapioka
0,9
0,2
Limbah tahu
4,2
Blotong
0,2
1,5
Daun lamtoro
4,3
4,0
4,0

Tabel 1.3. Penggunaan pupuk sangkar pada padi, jagung, kedelai, dan tebu

Jenis Tanaman
Pupuk Kandang (Ton/Ha)
Padi (per tumbuhan 1)
20 – 30
Padi (per tumbuhan 1)
15 – 30
Jagung
20 – 25
Kedelai
20 – 30
Tebu
40 – 60

Tanah yang cukup mengandung pupuk organik, bisa mengikat air lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan tumbuhan. 

Beberapa mikrofauna dan mikrofl ora yang ada dalam tanah berperan dalam penyedia unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk memenuhi kebutuhannya. Mikroorganisme tersebut adalah bakteri nitrifi kasi, basil Rhizobium, Azotobakter, Nitrosomonas, dan Nitrosococcus. Tumbuhan paku air Azolla pinata dan ganggang hijau biru sanggup mengikat N dari udara. Cendawan merupa kan organisme pembusuk materi organik. Beberapa binatang kecil penyedia unsur adalah dari kelompok insekta (semut, rayap), dan cacing tanah. Mikrofauna dan mikroflora tersebut sanggup hidup di dalam tanah apabila syarat-syarat hidupnya terpenuhi menyerupai aerasi dalam tanah, kelembaban tanah, temperatur tanah, ketersediaan materi organik, dan pH tanah.

2.3. Faktor Biologis

Meliputi gulma, serangga, organisme penyebab penyakit, nematoda, maupun mikroorganisme tanah (misalnya: basil Rhizobium dan Mikorhiza).

Anda kini sudah mengetahui Pengaruh Pertumbuhan Tanaman. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, Mazrikhatul Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.