Showing posts with label Pertumbuhan Tanaman. Show all posts
Showing posts with label Pertumbuhan Tanaman. Show all posts

Tuesday, March 24, 2020

Pintar Pelajaran Faktor-Faktor Yang Menghipnotis Pertumbuhan Tanaman

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman - Faktor Internal dan Faktor EksternalPertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan yang Anda lihat, merupakan hasil interaksi antara faktor dalam (internal) dan faktor luar (eksternal). Faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan yang berasal dari dalam tumbuhan disebut faktor internal. Adapun faktor eksternal merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan yang berasal dari luar tumbuhan. Apa saja faktor-faktor tersebut?

1. Faktor Internal

Faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sanggup dibedakan atas faktor intraseluler dan faktor interseluler. Faktor intraseluler yaitu faktor dari dalam sel, berupa gen yang memengaruhi sifat tumbuhan dan menawarkan potensi bagi tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang. Adapun faktor interseluler yaitu faktor dari luar sel (tetapi masih dalam tumbuhan tersebut), berupa zat tumbuh atau disebut juga hormon. Kali ini akan dibahas lebih dalam mengenai faktor interseluler yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Adapun faktor intraseluler tidak dibahas lebih dalam alasannya yaitu sudah tercakup dalam bahasan pola pewarisan sifat.

Para mahir botani telah usang mengetahui bahwa satu bab tumbuhan dapat mempengaruhi bab tumbuhan lain. Contohnya, menghilangkan ujung pucuk umumnya merangsang pertumbuhan tunas ketiak daun; biji biasanya berkecambah lebih cepat kalau dipisahkan dari buahnya. Pengaruh ini sering dikaitkan dengan hormon tumbuhan atau zat pengatur tumbuh, yaitu molekul organik yang dihasilkan oleh satu bab tumbuhan dan ditransportasikan ke bab lain yang dipengaruhinya. Terdapat lima kelompok hormon tumbuhan, yaitu auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat, dan gas etilen. Kelima jenis hormon tersebut memiliki kelebihan dan dampak yang berbeda-beda terhadap sel-sel pada jaringan. Misalnya, auksin sanggup merangsang pembesaran sel, sedangkan sitokinin sanggup merangsang pembelahan sel.

Hormon tumbuhan tidak spesifik menyerupai hormon hewan. Bahkan mungkin tidak ada satu fase pertumbuhan tumbuhan yang hanya dipengaruhi oleh satu jenis hormon. Pengaruh hormon tumbuhan tidak spesifik dan dipengaruhi oleh hormon lain dan molekul lain. Berikut ini tabel fungsi utama beberapa hormon tumbuhan.

Tabel. 1.1 Fungsi Hormon Tumbuhan

Kelompok Hormon
Fungsi Utama
Tempat Dihasilkan atau Ditemukan pada Tumbuhan
Auksin (contohnya IAA)
Merangsang pemanjangan batang, pertumbuhan  akar, diferensiasi dan percabangan dominansi  apikal, perkembangan buah; membantu  fototropisme dan geotropisme
Endosperm dan embrio pada biji, meristem apikal dan daun muda
Giberelin (contohnya GA1)
Merangsang perkecambahan biji dan tunas,  pemanjangan batang, dan petumbuhan daun; merangsang perbungaan dan perkembangan buah; memengaruhi pertumbuhan akar dan diferensiasi
Meristem apikal tunas, akar, dan daun muda; embrio
Sitokinin (contohnya kinetin)
Memengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi akar, merangsang pembelahan sel dan pertumbuhan,  perkecambahan, dan perbungaan, menunda penuaan sel
Disintesis di akar dan ditransportasikan ke organ lain
Etilen
Merangsang pematangan buah; berlawanan atau  mengurangi imbas auksin; merangsang atau  menghambat pertumbuhan dan perkembangan  akar, daun, dan bunga, bergantung pada spesiesnya
Jaringan buah masak, nodus (buku) batang, dan daun renta
Asam Absisat
Menghambat pertumbuhan; penutupaan stomata ketika kekeringan; memelihara dormansi
Daun, batang, dan buah hijau

2. Faktor Eksternal

Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Terdapat beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, yaitu nutrisi, air, cahaya, suhu, kelembapan, dan gravitasi.

Anda kini sudah mengetahui Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Firmansyah, R. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi 3 : untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 218.

Wednesday, March 18, 2020

Pintar Pelajaran Imbas Nutrisi Terhadap Pertumbuhan Tanaman


Pengaruh Nutrisi Terhadap Pertumbuhan Tanaman - Tumbuhan memerlukan setidaknya enam belas elemen penting. Karbon, hidrogen, oksigen, fosfor, potasium, nitrogen, sulfur, kalsium dan magnesium dibutuhkan dalam jumlah relatif banyak dan disebut makronutrien. Zat besi, klor, tembaga, mangan, seng, boron, dan molybdenum dibutuhkan dalam jumlah sedikit dan disebut mikronutrien. Elemen-elemen penting didapat dari lingkungan dengan jumlah dan bentuk yang berbeda-beda. Setelah diserap, zat-zat tersebut sanggup menjadi bagian struktur tumbuhan dan berfungsi dalam metabolisme. Zat-zat tersebut juga sanggup menjadi zat pemacu dan penghambat enzim serta memengaruhi tekanan osmosis sel. Berikut disajikan tabel unsur makro dan mikro bagi tumbuhan dan gejala kekurangan (defisiensi) unsur tersebut. Perhatikan Tabel 1.

Unsur
Bentuk Molekul
Kepentingan bagi Tumbuhan
Gejala Defisiensi
Unsur Makro
Karbon
CO2
Molekul-molekul organik dalam sel tumbuhan
Sangat jarang mengalami desisiensi
Oksigen
H2O, O2
Molekul organik dan anorganik dalam sel
Sangat jarang mengalami desisiensi
Nitrogen
NO3, NH4+
Pembentuk protein dan asam nukleat, hormon, koenzim
Daun pucat, klorosis yang menjelma merah dan ungu, pertumbuhan terhenti
Kalium
K+
Kofaktor fungsional dalam sintesis protein, osmosis, keseimbangan ion dalam sel
Klorosis, pinggir daun cokelat, akar dan batang kerdil/lemah
Kalsium
Ca2+
Sintesis dinding sel, kofaktor enzim, perbaikan struktur membran
Menghambat pertumbuhan pada kawasan meristem
Magnesium
Mg2+
Bagian dari molekul klorofil, berfungsi pada sintesis protein, berlaku sebagai kofaktor enzim
Klorosis daun pada daun tua, terdapat bercak merah atau ungu
Fosfor
H2PO4 HPO42–
Bagian dari asam nukleat dan fosfolipid, ATP, dan beberapa koenzim
Menghambat pertumbuhan, daun renta berwarna hijau renta
Sulfur (belerang)
SO42–
Bagian dari jenis-jenis protein, koenzim
Klorosis, daun kuning
Unsur Mikro
Klorin
Cl–
Keseimbangan tekanan osmotik sel, reaksi fotosintesis
Tanaman layu, menghambat pertumbuhan akar, produksi buah kurang, klorosis
Besi
Fe3+, Fe2+
Bagian dari enzim penting (sitokrom), sintesis klorofil
Daun muda klorosis, batang pendek dan ramping
Boron
H3BO3
Berguna bagi transportasi karbohidrat dan sintesis asam nukleat
Meristem apikal batang dan akar mati, daun menggulung
Mangan
Mn2+
Enzim dalam siklus Krebs, pembebasan oksigen pada fotosintesis
Klorosis
Seng
Zn2+
Aktif dalam pembentukan klorofil, mengaktifkan beberapa enzim
Ukuran daun mengecil, klorosis, pemen-dekan internodus
Tembaga
Cu+, Cu2+
Kofaktor enzim, dibutuhkan dalam transpor elektron fotosintesis
Daun hijau tua, ujungnya kering, menggulung
Molybdenum
MoO4 2–
Fiksasi nitrogen
Klorosis, daun menggulung, daun muda mati
Sumber: Biology, 1998

Semua unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan terkecuali karbon, didapatkan melalui akar. Absorpsi ini dibantu oleh luas penampang akar dan adanya ion-ion pada membran sel. Dengan adanya pengetahuan wacana unsur-unsur yang dibutuhkan tumbuhan, insan mulai menyebarkan cara pemupukan, hidroponik dan kultur jaringan. Hidroponik yaitu cara pembudidayaan tumbuhan tanpa tanah. Sebagai penggantinya, tumbuhan ditanam pada air yang mengandung unsur-unsur yang diperlukannya. Selain air, penanaman hidroponik sanggup juga dilakukan pada medium pasir dan kerikil.

Kultur jaringan merupakan teknik pengembangbiakan tanaman dalam medium bernutrisi dan dilakukan secara aseptik. Jaringan yang digunakan bermacam-macam, bahkan sel pun sanggup digunakan. Hasil kultur jaringan berupa tumbuhan gres yang sifatnya sama dengan induknya dalam jumlah yang banyak.

Anda kini sudah mengetahui Pengaruh Nutrisi Terhadap Pertumbuhan Tanaman. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Firmansyah, R. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi 3 : untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 218.

Tuesday, March 17, 2020

Pintar Pelajaran Imbas Cahaya Terhadap Pertumbuhan Tanaman

Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Tanaman - Tumbuhan memerlukan cahaya sebagai syarat terjadinya fotosintesis. Tanpa fotosintesis, tumbuhan tidak sanggup menyintesis makanannya. Hal ini berakibat terganggunya pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Bukti yang sangat terang terlihat pada tumbuhan yang hidup di tempat gelap. Tumbuhan tersebut tumbuh cepat dengan batang yang lebih panjang, ramping, dan ringkih serta daun yang tidak lebar dan pucat. Pertumbuhan tumbuhan di tempat gelap ini disebut etiolasi. Pada tumbuhan yang tumbuh di tempat terang, tumbuh lebih pendek, batang kokoh, dan daun hijau, lebar, serta lebih tebal. Perhatikan Gambar 1. 
Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Tanaman Pintar Pelajaran Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Tanaman
Gambar 1. Pertumbuhan kecambah di (a) tempat gelap dan (b) di tempat terang.
Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan terutama perbungaan juga dipengaruhi oleh lamanya pencahayaan. Pada tempat dengan empat musim, usang siang hari sanggup mencapai 16–20 jam sehingga dikenal tiga macam tumbuhan, yaitu tumbuhan berhari pendek, tumbuhan berhari panjang, dan tumbuhan berhari netral. Respons tumbuhan terhadap lamanya pencahayaan ini disebut fotoperiodisme. Meskipun penelitian lebih lanjut menegaskan bahwa fotoperiodisme dipengaruhi lamanya gelap dan bukan lamanya penyinaran. Akan tetapi istilah tumbuhan berdasarkan lamanya penyinaran masih tetap digunakan. Oleh alasannya yaitu itu, tumbuhan berhari pendek tolong-menolong yaitu tumbuhan bermalam panjang dan tumbuhan berhari panjang tolong-menolong yaitu tumbuhan bermalam pendek. Gambar berikut memperlihatkan perbedaan imbas lama pencahayaan terhadap tumbuhan berhari pendek dan tumbuhan berhari panjang. Perhatikan Gambar 2. berikut ini.
Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Tanaman Pintar Pelajaran Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Tanaman
Gambar 2. (a) Tumbuhan hari pendek dan (b) tumbuhan hari panjang
Perbungaan pada tumbuhan ini bergantung pada periode kritis gelap. Pada gambar terlihat bahwa tumbuhan berhari pendek tidak akan berbunga kalau periode gelapnya tidak melebihi 10 jam gelap. Apa yang terjadi kalau periode gelapnya terganggu cahaya? Pada tumbuhan berhari panjang, tumbuhan akan berbunga kalau lama gelap lebih pendek daripada periode kritis gelap (kurang dari 10 jam). Periode kritis ini berbeda-beda pada setiap spesies. Para petani menggunakan pengetahuan ini untuk memanen bunga di luar musimnya. Tumbuhan berhari pendek misalnya dahlia (Dahlia sp.), stroberi (Fragaria vesca), krisan (Chrisantemum sp.), dan aster (Aster novae-angliae). Adapun tumbuhan berhari panjang misalnya kentang (Solanum tuberosum) dan gandum (Avena sativa).

Tumbuhan berhari netral masa perbungaannya tidak bergantung lamanya pemaparan cahaya. Contoh tumbuhan ini yaitu bunga matahari (Helianthus annus), dan mawar (Rosa hibrida). Setelah inovasi fotoperiodisme pada tumbuhan, para ilmuwan berusaha menjawab pertanyaan gres bagaimana tumbuhan mengetahui fotoperiodisme. Pada tumbuhan terdapat pigmen yang sanggup menangkap cahaya, yaitu fitokrom. Fitokrom ini akan berubah bentuk pada malam dan siang hari alasannya yaitu perembesan cahaya spektrum merah dan infra merah. Arah cahaya juga sanggup memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Hal ini bekerjasama dengan hormon auksin dan telah Anda pelajari sebelumnya.

Anda kini sudah mengetahui Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Tanaman. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Firmansyah, R. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi 3 : untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 218.

Monday, March 16, 2020

Pintar Pelajaran Efek Suhu Terhadap Pertumbuhan Tanaman

Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Tanaman - Suhu memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Karena suhu kuat terhadap laju metabolisme, fotosintesis, respirasi, dan transpirasi tumbuhan. Suhu tinggi merusakkan enzim sehingga metabolisme tidak berjalan baik. Suhu rendah pun menjadikan enzim tidak aktif dan metabolisme terhenti. Oleh alasannya ialah itu, tumbuhan mempunyai suhu optimum antara 10 – 38 °C. Adapun tumbuhan tidak akan bertahan pada suhu di bawah 0 °C dan di atas 40 °C.


Referensi :

Firmansyah, R. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi 3 : untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 218.

Sunday, March 15, 2020

Pintar Pelajaran Efek Gravitasi Terhadap Pertumbuhan Tanaman

Pengaruh Gravitasi Terhadap Pertumbuhan Tanaman - Akar flora selalu tumbuh mengarah ke bawah. Peristiwa ini disebut gravitropisme. Proses ini dipengaruhi oleh kalsium dan IAA. Hal ini menjadikan batang tumbuh ke atas dan akar tumbuh ke bawah. IAA pada batang menjadikan pemanjangan batang, sedangkan pada akar akan menghambat pertumbuhan akar. Gravitropisme penting bagi tumbuhan karena:
  1. pertumbuhan akar ke bawah meningkatkan kemungkinan akar mendapat air dan mineral;
  2. batang dan daun akan mendapat cahaya matahari untuk fotosintesis.

Referensi :

Firmansyah, R. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi 3 : untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 218.

Tuesday, August 6, 2019

Pintar Pelajaran Inilah Proses Perkecambahan Biji Tanaman


PROSES PERKECAMBAHAN BIJI TANAMAN - Pertumbuhan dan perkembangan telah dimulai semenjak biji terkena air. Setelah terjadi proses imbibisi (masuknya air ke dalam biji), embrio di dalam biji melaksanakan perbanyakan sel. Pada tahapan tertentu, sel mengalami proses diferensiasi. Pada tahapan ini, sel-sel mengalami proses penambahan jenis dan fungsi sel menjadi jelas. Tahap berikutnya adalah proses pembentukan organ-organ yang disebut organogenesis.

Dengan organogenesis ini, struktur dan fungsi menjadi semakin lengkap. Proses ini disebut perkembangan atau morfogenesis. Proses perkecambahan diawali dengan berubahnya struktur embrio biji menjadi tumbuhan kecil di dalam biji yaitu terlihat daun kecil, calon batang, dan calon akar.

Dua faktor yang memengaruhi perkecambahan yaitu faktor internal (dari dalam) dan faktor eksternal (dari luar atau lingkungan). Faktor internal mencakup tingkat kemasakan biji, ukuran biji, absorbansi (daya serap biji terhadap air), dan ada tidaknya zat penghambat. Faktor eksternal mencakup suhu, O2, dan air.

Mengapa sehabis biji terinduksi oleh air, embrio biji mempunyai kemampuan untuk tumbuh? Setelah biji menyerap air (imbibisi), biji membesar sehingga kulit biji pecah. Secara umum, proses perkecambahan terjadi secara kimiawi. Dengan masuknya air ke dalam biji, enzim akan bekerja dengan aktif. Jika embrio terkena air, embrio menjadi aktif dan melepaskan hormon giberelin (GA). Hormon ini memacu aleuron untuk menciptakan (mensintesis) dan mengeluarkan enzim. Enzim yang dikeluarkan antara lain: enzim Î±-amilase, maltase, dan enzim pemecah protein. Perhatikan Gambar 1.1.

 Pertumbuhan dan perkembangan telah dimulai semenjak biji terkena Pintar Pelajaran Inilah Proses Perkecambahan Biji Tanaman
Gambar 1.1. Proses perkecambahan biji
Keterangan :

Gambar biji jagung yang dibuka hingga terlihat potongan aleuron, embrio dan endosperma. Gambar tersebut menggambarkan urutan proses :

(a) embrio menyerap air,
(b) embrio mengeluarkan GA ke aleuron,
(c) aleuron mengeluarkan enzim dan enzim menuju ke endosperma,
(d) enzim bekerja menguraikan zat masakan hingga diperoleh energi untuk perkecambahan.

Amilase merubah amilum (pati) menjadi maltosa. Maltosa dihidrolisis oleh maltase menjadi glukosa. Metabolisme glukosa menghasilkan energi dan atau senyawa-senyawa untuk menyusun struktur tubuh tumbuhan. Pembentukan energi ini membutuhkan oksigen (O2). Oleh sebab itu, proses perkecambahan membutuhkan oksigen. Protein yang ada dipecah menjadi asam amino yang berfungsi menyusun struktur sel dan enzim-enzim baru. Enzim-enzim di dalam biji sanggup bekerja dengan baik pada suhu tertentu, sedangkan suhu yang tinggi dapat merusak enzim.

Cahaya pada proses perkecambahan sanggup memengaruhi hormon auksin. Hormon ini rusak atau terurai kalau terkena intensitas cahaya yang tinggi. Dengan demikian, pertumbuhan kecambah akan ke arah datangnya cahaya. Ada dua tipe perkecambahan menurut letak kotiledonnya pada saat berkecambah :

1. Perkecambahan hipogeal

2. Perkecambahan epigeal

Anda kini sudah mengetahui Proses Perkecambahan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, Mazrikhatul Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.

Pintar Pelajaran Perkecambahan Tanaman


PERKECAMBAHAN TANAMAN - Biji dibungkus oleh kulit biji. Setelah biji dibelah, kalian akan menemukan bagian-bagian berupa cadangan kuliner dan embrio atau calon individu gres yang disebut juga forum tumbuhan. Embrio terdiri dari akar forum (calon akar = radikula), daun lembaga (kotiledon) dan batang forum (kaulikulus). Untuk memperoleh penjelasan lebih lengkap, perhatikan Gambar 1.1. 

bagian berupa cadangan kuliner dan embrio Pintar Pelajaran Perkecambahan Tanaman
Gambar 1.1. Struktur biji sesudah dibelah (a) biji buncis, (b) biji jarak (c) biji jagung
Kotiledon pada biji tumbuhan monokotil ibarat padi (Oryza sativa), jagung (Zea mays) maupun rumput-rumputan (Gramineae atau Poaceae) disebut sebagai skutelum. Skutelum mempunyai permukaan yang luas dan tipis. Pada bab akar embrionya, terbungkus oleh lapisan yang disebut koleorhiza, sedangkan pada ujung tunas embrioniknya dibungkus oleh koleoptil.

Embrio pada biji tumbuhan dikotil ibarat kacang atau buncis, menempel pada kotiledon disebut kuncup embrionik. Kaulikulus terdiri dari hipokotil (“hypo”= di bawah) yaitu bagian bawah (pangkal) yang menempel pada kotiledon dan epikotil (“epi”= di atas), yang terdapat di sebelah atas hipokotil. Epikotil akan tumbuh menjadi batang dan daun serta hipokotil akan tumbuh menjadi akar.

Pada ujung epikotil terdapat plumula (pucuk lembaga) yang terdiri dari ujung tunas dengan sepasang pucuk daun. Radikula berada pada bab ujung pangkal hipokotil. Pada biji terdapat suatu bab yang berfungsi untuk memasukkan air dan O2. Bagian itu disebut hilum (Gambar 1.2).

bagian berupa cadangan kuliner dan embrio Pintar Pelajaran Perkecambahan Tanaman
Gambar 1.2. Ovarium
Selain melewati hilum, air dan gas-gas terlarut sanggup masuk lewat mikropil. Mikropil juga merupakan pintu masuknya inti sprma dan inti vegetatif pada ketika pembuahan berlangsung. Setelah biji ditanam dan kawasan persemaian telah memenuhi syarat, biji akan sanggup berkecambah. Pada ketika biji berkembang (sebelum berkecambah), kotiledon maupun skutelum menyerap kuliner dari endosprma. Pada ketika perkecambahan tiba, kotiledon memin dahkan makanannya ke embrio. Akibatnya kotiledon semakin mengecil.

Perkecambahan yaitu proses perubahan fisiologi biji dari bentuk dorman (“istirahat” atau tidak aktif ) ke bentuk semai sesudah melalui perkembangan sedemikian rupa, ditandai dengan pembentukan radikula, kaulikulus dan plumula.


Anda kini sudah mengetahui Perkecambahan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, Mazrikhatul Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.

Pintar Pelajaran Inilah Pengertian Pertumbuhan Tanaman



Pengertian pertumbuhan tanaman - Tumbuhan kelapa berkembang biak dengan biji. Jika biji berada pada persemaian yang sesuai, tumbuhlah bibit flora kelapa. Setelah bibit tersebut ditanam, flora akan bertambah tinggi, besar, berbunga dan berbuah. Perubahan itu disebabkan oleh adanya fase-fase pertumbuhan dan perkembangan. Tumbuhan kelapa yang telah tumbuh tersebut tidak akan sanggup kembali ke bentuk semula.

Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversible (tidak sanggup balik) lantaran adanya pembesaran sel dan pertambahan jumlah sel atau pembelahan sel (pembelahan mitosis) atau keduanya. Pertumbuhan pada flora sanggup dinyatakan secara kuantitatif lantaran pertumbuhan sanggup diketahui dengan mengukur besar dan tinggi batang, menimbang massa sel baik berupa berat kering maupun berat basahnya, menghitung jumlah daun, jumlah bunga, maupun jumlah buahnya.

Selama pertumbuhan, flora juga mengalami proses diferensiasi, pematangan organ, serta peningkatan menuju kedewasaan. Pada ketika itulah, flora mengalami proses yang disebut perkembangan. Serangkaian proses perubahan bentuk flora ini disebut juga morfogenesis. Dari hasil perkembangan inilah flora menjadi semakin sampaumur dan lengkap organnya. Proses pembentukan organ tersebut disebut sebagai organogenesis, yang merupakan serpihan dari proses perkembangan atau morfogenesis.

Perkembangan tidak sanggup dinyatakan secara kuantitatif, tetapi dilihat dengan adanya peningkatan menuju pada kesempurnaan. Pertumbuhan dan perkembangan tersebut berjalan secara simultan (bersama). Salah satu fase atau tahapan dari pertumbuhan dan perkembangan yaitu poses perkecambahan.

1. Perkecambahan

2. Pertumbuhan dan Perkembangan

Anda kini sudah mengetahui Pertumbuhan Tanaman. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, Mazrikhatul Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.

Pintar Pelajaran Inilah Titik Tumbuh Akar Pada Tanaman

Dimanakah letak titik tumbuh pada tumbuhan?

Pada tahun 1758, Henri Louis dkk dilaporkan sebagai orang yang pertama kali mengamati pertumbuhan sel di tempat akar, dengan menyisipkan perak tipis pada akar. Pada tahun 1980, Erickson dan Silk melaporkan hasil percobaannya bahwa pada tempat pemanjangan jarak tinta semakin berjauhan. Pada bab meristem apikal (meristem ujung), akar tumbuhan dilindungi oleh tudung akar (kaliptra). Tudung akar juga berfungsi untuk menembus tanah lantaran sel-sel di bab ini mengeluarkan cairan polisakarida. Akibat cairan inilah tanah menjadi lunak. Titik tumbuh akar adalah pada bab jaringan meristem yang mempunyai tudung akar.

Berdasarkan strukturnya, titik tumbuh akar dibedakan menjadi daerah pembelahan sel, tempat pemanjangan sel dan tempat diferensiasi.

Daerah pembelahan sel terdapat pada bab ujung, di belakang tudung akar. Pada tempat ini terdapat meristem primer dan meristem apikal dengan sel-sel yang aktif membelah (meristematik). Meristem primer terdiri atas tiga sistem jaringan yaitu protoderm (lapisan terluar yang akan menjadi jaringan epidermis), meristem dasar (lapisan kedua yang berada di sebelah dalam protoderm dan akan menjadi jaringan dasar), dan prokambium (merupakan lapisan dalam yang akan menjadi stele atau silinder pusat). Meristem apikal merupakan sentra pembelahan sel.

Daerah pemanjangan sel terdapat di belakang tempat pembelahan. Sel-sel pada tempat ini mempunyai kemampuan untuk membesar dan memanjang. Perhatikan Gambar 1.1.
Dimanakah letak titik tumbuh pada tumbuhan Pintar Pelajaran Inilah Titik Tumbuh Akar pada Tanaman
Gambar 1.1. Irisan membujur tempat pertumbuhan akar
Pada tempat diferensiasi, sel-sel pada tiga sistem jaringan meristem mengalami proses diferensiasi, sehingga mempunyai struktur dan fungsi khusus. Epidermis pada tempat diferensiasi sudah terdiferensiasi dan tumbuh bulu-bulu akar yang berfungsi untuk menyerap unsur-unsur hara dari dalam tanah. Oleh alasannya ialah itu, tempat diferensiasi dikatakan mengalami organogenesis secara sempurna.

Anda kini sudah mengetahui Titik Tumbuh Akar. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, Mazrikhatul Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.

Pintar Pelajaran Pengertian Pertumbuhan Sekunder Pada Flora Dan Contohnya

PERTUMBUHAN SEKUNDER PADA TANAMAN - Telah disebutkan sebelumnya bahwa ujung akar dan ujung batang memiliki jaringan meristem yang mengalami proses pembelahan, pemanjangan, dan diferensiasi. Sebagai hasil diferensiasi sel-sel ujung akar dan ujung batang, dihasilkan jaringan epidermis, jaringan dasar dan stele yang kesemuanya yakni jaringan permanen. Jaringan kambium masih tetap bersifat meristematik.

Jaringan kambium mempunyai kemampuan membelah ke arah dalam, membentuk xilem sekunder dan ke arah luar membentuk floem sekunder. Dengan penambahan sel sekunder ini mengakibatkan batang bertambah besar. Perhatikan Gambar 1.1.


 Telah disebutkan sebelumnya bahwa ujung  Pintar Pelajaran Pengertian Pertumbuhan Sekunder pada Tumbuhan dan Contohnya
Gambar 1.1. Pertumbuhan sekunder pada batang dikotil.
Pembelahan sel-sel jaringan kambium dipengaruhi oleh musim. Pada animo penghujan terbentuk lapisan yang lebih tebal, sebaliknya pada animo kemarau lapisan yang dibuat lebih tipis. Dengan demikian, selama satu tahun terdapat dua lapisan. Perbedaan ketebalan pertumbuhan membentuk garis melingkar (membentuk lingkaran) dan disebut bundar tahun. Dengan mengamati bundar tahun, sanggup diketahui umur tumbuhan tersebut. Pertumbuhan yang diakibatkan adanya pembelahan sel-sel pada jaringan kambium inilah yang disebut pertumbuhan sekunder.

Akibat acara kambium yang kadang kala tidak diimbangi oleh pertumbuhan kulit batang tumbuhan, maka jaringan epidermis batang dan korteks pecah dan rusak. Kerusakan jaringan ini membahayakan jaringan-jaringan di dalamnya. Untuk itu tumbuhan membentuk kambium gabus (felogen) atau jaringan gabus. Jaringan gabus ke arah dalam membentuk parenkim (feloderm) dan ke arah luar membentuk felem. Felem (lapisan gabus) tersusun atas sel-sel mati, sedang feloderm (korteks sekunder) tersusun oleh sel-sel hidup. Pada jaringan gabus terdapat celah-celah gabus yang merupakan penghubung antara lingkungan luar dan lingkungan dalam sel tumbuhan yang disebut lentisel. Lentisel berfungsi sebagai pintu masuknya udara dan air ke dalam sel-sel tumbuhan.

Anda kini sudah mengetahui Pertumbuhan Sekunder. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, Mazrikhatul Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.

Pintar Pelajaran Efek Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Prosedur Kerja

Mekanisme Kerja Hormon Pertumbuhan - Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kerja sama antara faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam (faktor internal) meliputi sifat genetik tumbuhan tersebut yang diperoleh secara turun menurun, yang berupa gen dan hormon. Faktor luar (faktor eksternal) meliputi faktor lingkungan. Faktor genetis pada pecahan ini hanya akan dibahas secara sekilas.

I. Faktor Internal

Adapun faktor-faktor internal yang menghipnotis pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan ialah sebagai berikut.

1.1. Gen

Ukuran batang, bentuk daun, biji, dan bunga tumbuhan padi berbeda dengan tumbuhan kacang. Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi dengan kacang tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik. Tumbuhan padi yang banyak dijumpai ternyata mempunyai banyak jenis, antara lain: IR, rojolele, mentik, dan bramo. Antar jenis yang ada tersebut mempunyai faktor genetis yang berbeda-beda pula.

Faktor genetis ini banyak digunakan dalam hal pemilihan bibit unggul. Gen pada tumbuhan berperan pada pengaturan reaksi-reaksi kimia dalam sel (metabolisme sel). Berkait dengan gen ini, pemerhati tanaman budidaya menyebarkan penelitian-penelitian yang bertujuan memperoleh biji yang baik untuk bibit, contohnya berapa usang menyimpan biji, berapa usang penjemuran (pengeringan), dan suhu berapakah yang paling cocok untuk penyimpanan.

1.1.1. Hormon

Hormon merupakan zat spesifik berupa zat organik yang dihasilkan oleh suatu pecahan tumbuhan untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangannya. Hormon juga sanggup menghambat pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

Hormon-hormon tumbuhan yang telah dikenal pada dikala ini meliputi auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat, kalin, etilen, dan asam traumalin.

a. Auksin

Auksin atau asam indol asetat ditemukan pada tahun 1926 oleh Frits Went. Dia menemukan auksin di ujung koleoptil kecambah Avena (sejenis gandum). Perhatikan Gambar. Auksin juga ditemukan di ujung akar dan ujung batang. 
 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kolaborasi Pintar Pelajaran Pengaruh Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Mekanisme Kerja
Gambar 1.1. PeragaanWent. Auksin mengakibatkanbengkoknya ujung koleoptil.


Keterangan :

a. Ujung koleoptil (Avena sp.) dipotong dan dipindahkan diatas potongan agar
b. Pemotongan ujung kecambah (koleoptil) yang lain.
c. Potongan semoga (yang menyerap auksin) ditempelkan pada sisi koleoptil.
d. Koleoptil membengkok akibat pemanjangan satu sisi yang menyerap auksin.

Auksin ditemukan Went saat masih menjadi mahasiswa. Gelar doktor pun disandangnya. Ia menetap di Jawa (saat itu masih jajahan Belanda) selama 5 tahun, kemudian di California Institute of Technology. Tahun 1964, ia melanjutkan penelitian gurun pasir di Desert Biology Laboratory University of Nevada. Sang professor ini meninggal pada 1 Mei 1990. (Sumber: Salisbury & Ross, Fisiologi tumbuhan 3, hlm. 58).

 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kolaborasi Pintar Pelajaran Pengaruh Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Mekanisme Kerja
Gambar 1.2. Pertumbuhan akar pada stek yang dipacu dengan auksin.
 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kolaborasi Pintar Pelajaran Pengaruh Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Mekanisme Kerja
Gambar 1.3. Auksin masih bekerja pada pecahan pucuk batang.
 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kolaborasi Pintar Pelajaran Pengaruh Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Mekanisme Kerja
Gambar 1.4. Bila pucuk dipangkas maka pucuk samping akan tumbuh.
Beberapa tugas auksin sanggup dijelaskan sebagai berikut :
  1. Menghambat pembentukan tunas samping. Pertumbuhan tunas ujung menghambat pertumbuhan tunas samping. Keadaan ini disebut dominansi pucuk atau dominansi apikal.
  2. Memacu pertumbuhan akar liar pada batang, contohnya pada tanaman apel ditemukan akar pada bawah cabang pada kawasan antar nodus.
  3. Memacu pertumbuhan akar pada tumbuhan yang dikembangbiakkan dengan stek.
  4. Memacu banyak sekali sel tumbuhan untuk menghasilkan etilen.
b. Giberelin

Giberelin pada tumbuhan terdapat pada biji (terutama kacang-kacangan), daun, dan akar. Giberelin berfungsi untuk :
  1. Memacu pemanjangan batang.
  2. Mematahkan dormansi biji atau mempercepat perkecambahan.
  3. Mempercepat munculnya bunga.
  4. Merangsang proses pembentukan biji.
  5. Menyebabkan perkembangan buah tanpa biji (parteno karpik).
  6. Menunda penuaan daun dan buah.
 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kolaborasi Pintar Pelajaran Pengaruh Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Mekanisme Kerja
Gambar 1.5. Eksperimen pada tumbuhan Phaseolus Vulgaris yang dipacu dengan giberelin.
c. Sitokinin

Sitokinin bisa ditemukan di jaringan pembuluh. Sitokinin berfungsi untuk:
  1. Memacu pembelahan sel pada tahapan sitokinesis.
  2. Memacu pembentukan kalus menjadi kuncup, batang, dan daun.
  3. Menunda penuaan daun dan buah.
  4. Memacu pertumbuhan kuncup samping atau menghambat pengaruh dominansi apikal.
  5. Memperbesar daun muda.
d. Asam Absisat

Asam absisat (ABA) sanggup ditemukan pada buah. Hormon ini berfungsi untuk:
  1. Mempertahankan masa dormansi, sehingga menghambat perkecambahan biji.
  2. Mempertahankan diri kalau tumbuhan berada pada lingkungan yang tidak sesuai antara lain dikala kekurangan air, tanahnya bergaram, dan suhu masbodoh atau suhu panas.
  3. Merangsang penutupan mulut daun (stomata) sehingga mengurangi penguapan.
  4. Berperan dalam pembentukan zona absisi (Gambar 1.6), sehingga menyebabkan aborsi daun, bunga, dan buah.
 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kolaborasi Pintar Pelajaran Pengaruh Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Mekanisme Kerja
Gambar 1.6. Zona absisi. Pada zona inilah daun, bunga, buah terlepas dari cabang atau batangnya. 
e. Kalin

Hormon kalin berperan dalam merangsang pertumbuhan organ pada tumbuhan (organogenesis). Berdasarkan organ tumbuhan yang dibentuk, hormon kalin dibedakan menjadi: antokalin (memengaruhi pembentukan bunga), filokalin (memengaruhi pembentukan daun), kaulokalin (memengaruhi pembentukan batang), dan rizokalin (memengaruhi pembentukan akar).

f. Etilen

Gas etilen dikeluarkan oleh pecahan tumbuhan yang busuk, terutama buah. Apakah kalian pernah melaksanakan proses pemeraman buah? Jika buah yang telah bau tanah dimasukkan di tempat yang hangat (bukan dipanggang) dalam posisi tertutup rapat, buah cepat masak.

Gas etilen juga berperan pada aborsi bunga, daun (peran gas etilen pada aborsi lebih kuat dibanding asam absisat (ABA)). Pada bunga dimulai dengan memudarnya warna, pengkerutan. Pada daun dimulai dengan hilangnya klorofil. Gas etilen yang diberikan bersama auksin sanggup merangsang proses pembungaan.

g. Asam traumalin

Asam traumalin berperan dalam proses pembentukan kembali selsel yang rusak, kalau jaringan tumbuhan terluka.

h. Batasin

Batasan ini ditemukan pada tumbuhan gadung. Jika batasin terkumpul pada pecahan kuncup atau tunas, pertumbuhannya akan terhambat.

i. Asam jasmonat

Asam jasmonat ditemukan di dalam minyak melati. Asam jasmonat berfungsi untuk memacu proses penuaan.

II.. Faktor Eksternal

Faktor internal dan faktor eksternal membentuk suatu interaksi dalam hal memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Faktor eksternal (faktor lingkungan) yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan mencakup faktor iklim, edafi k, dan biologis.

2.1. Faktor iklim

Yang termasuk faktor iklim yaitu cahaya, suhu, air, panjang hari, angin, dan gas (CO2, N2, SO2, O2, dan nitrogen oksida). Pada bab ini tidak semua faktor dibahas tetapi hanya membahas sebagian faktor saja. Untuk faktor iklim misalnya, akan dibahas faktor cahaya atau sinar, suhu udara, oksigen, kelembaban, dan air.

2.1.1. Faktor cahaya

Tumbuhan hijau membutuhkan cahaya untuk proses fotosintesis. Proses Fotosintesis menghasilkan zat-zat masakan bagi tumbuhan. Zat makanan inilah yang digunakan oleh tumbuhan sebagai sumber energi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan hidupnya. Cahaya sanggup memicu pembentukan klorofil, perkembangan akar, dan pembukaan daun. Akan tetapi, intensitas cahaya yang terlalu tinggi sanggup merusak klorofil.

Pertumbuhan batang kecambah di tempat gelap lebih cepat (lebih panjang) dibandingkan di tempat terang. Pertumbuhan yang cepat di tempat gelap ini disebut etiolasi.

Lama penyinaran matahari memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Banyak penelitian melaporkan bahwa usang penyinaran ini berpengaruh pada fase pembungaan tumbuhan. Lama penyinaran (panjang hari) diterjemahkan sebagai waktu dari matahari terbit hingga dengan matahari terbenam.

 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kolaborasi Pintar Pelajaran Pengaruh Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Mekanisme Kerja
Gambar 1.7. (a) tumbuhan kacang di tempat terang, (b) tumbuhan kacang di tempat gelap.
Di kawasan katulistiwa, panjang hari kurang lebih 12,1 jam. Respon tumbuhan terhadap usang penyinaran (panjang hari) disebut fotoperiodisme. Berdasarkan lamanya siang, tumbuhan dibedakan menjadi :

a. Tumbuhan hari pendek

Tumbuhan hari pendek ialah tumbuhan yang berbunga pada saat lamanya siang kurang dari 12 jam (lamanya siang lebih pendek dibanding lamanya malam). Contoh: ubi jalar, krisan, aster, mangga (Gambar 1.814a), dan apokat.

b) Tumbuhan hari panjang

Tumbuhan ini berbunga pada dikala usang siang lebih dari 12 jam (lamanya siang lebih panjang dari lamanya malam). Contoh: kentang, slada (Gambar 1.8b), gandum, dan ba yam.

c) Tumbuhan hari netral

Tumbuhan ini berbunga hampir sepanjang musim, tidak tergantung lamanya siang hari. Contoh: kapas, mawar (Gambar 1.8c), tumbuhan sepatu, tomat, cabe, dan bunga matahari.

d) Tumbuhan hari sedang

Tumbuhan ini berbunga pada dikala lama siang sekitar 12 jam. Contoh: tebu (Gambar 1.8d) dan kacang. Tumbuhan mempunyai zat yang berfungsi mengontrol respon tumbuhan terhadap penyinaran yang disebut pigmen fitokrom. Pigmen ini sebetulnya ialah suatu protein yang bisa menyerap cahaya merah dan infra
merah dari sinar matahari.

 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kolaborasi Pintar Pelajaran Pengaruh Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Mekanisme Kerja
Gambar 1.8. (a) Tumbuhan hari pendek (mangga) (b) Tumbuhan hari panjang (slada) (c) Tumbuhan hari netral (mawar) (d) Tumbuhan hari sedang (tebu)
2.1.2. Oksigen

Oksigen dibutuhkan oleh semua tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Oksigen dibutuhkan oleh tumbuhan baik pada bagian tumbuhan yang ada di permukaan tanah maupun pecahan yang ada di dalam tanah, contohnya akar. Aerasi tanah yang cukup, memberikan kesempatan sel-sel akar untuk melaksanakan respirasi sehingga peredaran unsur-unsur hara sanggup meningkat. Oleh alasannya ialah itu, para petani sering melakukan upaya-upaya penggemburan tanah. De ngan adanya oksigen dalam tanah, organisme-organisme aerob bisa hidup sehingga proses penyediaan unsur-unsur hara tumbuhan lebih meningkat.

2.1.3. Suhu udara

Beberapa proses yang terjadi di dalam tumbuhan sangat tergantung kerja enzim. Enzim bekerja dipengaruhi oleh suhu. Proses respirasi, transpirasi, dan fotosintesis dipengaruhi oleh suhu. Suhu yang terlalu tinggi menyebab kan tumbuhan tidak tumbuh, bahkan mati. Suhu yang tinggi mengakibatkan ketersediaan O2 untuk respirasi rendah, dan CO2 dalam sel tinggi, sehingga menghambat respirasi selanjutnya. Suhu yang tinggi juga menyebabkan transpirasi tumbuhan meningkat. Pengaruh suhu pada fotosintesis lebih banyak pada kerja enzim-enzim fotosintetik. Perhatikan Gambar 1.9.

 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kolaborasi Pintar Pelajaran Pengaruh Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Mekanisme Kerja
Gambar 1.9. Grafik pertumbuhan banyak sekali tumbuhan pada kisaran suhu.
 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kolaborasi Pintar Pelajaran Pengaruh Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Mekanisme Kerja
Gambar 1.10. Pembungaan hanya terjadi alasannya ialah imbas penyimpanan suhu rendah yang diikuti hari panjang.
2.1.4. Kelembaban

Kelembaban tanah dan kelembaban udara memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Tanah yang kaya humus mampu menyimpan air lebih banyak, sehingga tumbuhan tumbuh lebih baik. Tanaman yang tumbuh dengan baik menghasilkan seresah lebih banyak dan meningkatkan materi organik tanah.

Udara bisa menyimpan air. Kadar air yang ada di udara disebut kelembaban udara. Kadar air di udara yang tinggi, berpeluang untuk menjadi awan dan hujan. Air hujan masuk ke dalam tanah dan akan disimpan dalam tanah, menjamin ketersediaan air bagi tumbuhan.

Kalian telah berguru ihwal pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan serta faktor-faktor luar yang memengaruhinya, bahkan telah melakukan percobaan ihwal imbas usang perendaman biji kacang tanah terhadap perkecambahannya. Di tamat acara tersebut kalian diminta untuk menciptakan rancangan percobaan dengan judul tertunjuk (telah disediakan oleh gurumu).

2.2. Faktor Edafik (Tanah)

Faktor edafik mencakup struktur, tekstur, materi organik, pH dan ketersediaan nutrisi. Pada pecahan ini hanya dibahas faktor nutrisi saja. Ilmu nutrisi tumbuhan telah diterapkan semenjak 160 tahun yang kemudian berdasar eksperimen klasik Liebig, Lauwes, dan Gilbert.

Ada banyak unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Seperti halnya makhluk hidup yang lain, tumbuhan memerlukan nutrisi atau masakan untuk hidupnya. Tumbuhan hijau mengambil nutrisi dari udara, air, dan dari dalam media tumbuhnya. Misalnya dari dalam tanah, nutrisi diambil dalam bentuk ion. Unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan dalam jumlah yang banyak disebut unsur makro (makronutrien) dan yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (mikronutrien).

Sumber-sumber nutrisi bagi tumbuhan berupa zat-zat organik dan zat-zat anorganik. Perbaikan kesuburan tanah secara alami dengan pemupukan, baik memakai pupuk alami maupun pupuk buatan banyak dilakukan oleh para petani. Disamping penambahan zat-zat organik dan zat-zat anorganik, nutrisi yang ada dalam tanah berasal dari hasil pelapukan mineral anorganik dan hasil biodegradasi materi organik.

Unsur-unsur yang telah tersedia dalam media tanam (misalnya tanah) tidak segera sanggup dipergunakan oleh tumbuhan apabila faktorfaktor lain tidak terpenuhi, contohnya adanya mikrobia dalam tanah. Unsur makro terdiri dari: C (karbon), H (hidrogen), O (oksigen), N (nitrogen), S (sulfur), P (fosfor), K (kalium), Mg (magnesium), dan Ca (kalsium). Unsur mikro terdiri dari: Cl (klor), Fe (besi), B (boron), Mn (mangaan), Zn (seng), Co (koper), dan Mo (molibdeum).

 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil kolaborasi Pintar Pelajaran Pengaruh Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Mekanisme Kerja
Gambar 1.11. (a) tumbuhan dengan sistem perakaran buruk, tanah tidak dicampur dengan pupuk organik, (b) tanah dicampur dengan pupuk organik.
Tumbuhan yang kekurangan nutrien pada media tanamnya akan mengalami defisiensi. Apabila hal ini terjadi, maka pertumbuhan dan perkembangannya tidak sempurna. Berikut ialah tabel fungsi unsur dan penyakit tumbuhan akibat kekurangan unsur.

Tabel 1.1. Unsur-unsur yang dibutuhkan tumbuhan, fungsi, dan penyakit akibat kekurangan unsur (defisiensi)
Nama Unsur
Bentuk Senyawa dan Ion
Fungsi
Penyakit Akibat dari
Kekurangan Unsur
Unsur Makro
C (karbon)
H (hidrogen)
O (oksigen)
CO2
H2O
O2
Menyusun hasil fotosintesis
Metabolisme terhambat, pertumbuhan terhambat.
N (nitrogen)

Ion NH4+ (ammonium,ion NO3- (nitrat), Urea (CO(NH2)2, NaNO3

Komponen penyusun protein, asam nukleat, klorofil, vitamin, dan beberapa hormon tumbuhan.
Daun muda warnanya pucat, daun bau tanah kekuningan dan biasanya gugur. Penyakit ini disebut klorosis.
S (sulfur)

Ion Sulfat (SO4–2) dan Sulfida

Komponen penyusun protein
dan vitamin, mempercepat
perkembangan akar, dan mengaktifkan
enzim.
Warna daun pucat atau kuning
kehijauan dan pertumbuhan
lambat.

P (fosfor)

Ion H2PO4–2 dan H2PO4

Penyusun karbohidrat, protein
dan klorofi l, mengaktifkan enzim
(aktivator enzim), mengatur
keseimbangan kelarutan air,
dan menghipnotis osmosis.
Daun bau tanah menggulung, ada bercak-bercak, tepi daun hangus, tumbuhan gampang roboh, dan pertumbuhan lambat.

K (kalium)

Ion K+

Penyusun karbohidrat, protein dan klorofil, mengaktifkan enzim (aktivator enzim), mengatur keseimbangan kelarutan air, dan menghipnotis osmosis.
Daun bau tanah menggulung, ada bercak-bercak, tepi daun hangus, tumbuhan gampang roboh, dan pertumbuhan lambat.

Mg (magnesium)

MgSO4, ion Mg2+

Menyusun klorofil dan mengaktifkan enzim.
Menderita klorosis dan daun gampang gugur.
Ca (kalsium)

CaCl2, CaNO3, ion Ca++

Menguatkan dinding sel, pencegah keracunan sel, dan berperan pada acara titik tumbuh.
Tunas ujung mati, tidak terbentuk daun dan pertumbuhan akar terhambat.

Unsur Mikro
Cl (klor)

ion Cl

Mengatur pertumbuhan akar batang, mengatur fotolisio, metabolisme karbohidrat.
Klorosis, daun layu, akar pendek dan menebal.

Fe (besi)

ion Ferro (Fe2+) dan Ferri (Fe3+), FeCl3, serta Fe(SO4)

Berperan dalam pembentukan klorofil, menyusun enzim sitokrom dan peroksidase
Daun pucat, klorosis dan mati.

B (boron)

ion B2–, H3BO3 (asam borak)

Pembentukan bintil akar, proses fotosintesis, pemecahan protein, perkecambahan, pembungaan.
Pertumbuhan tunas terganggu, daun tebal dan keriting.

Mn (mang an)

ion Mn, MnSO4

Menyusun klorofil dan vitamin C serta menggiatkan koenzim.
Warna daun memutih dan gugur.

Zn (seng)

ion Zn2+, ZnSO4

Aktivator enzim, prekusor auksin, kloroplas, amilum dan berperan dalam sintesa protein.
Daun mengecil dan ruas-ruas menjadi lebih pendek.

Co (koper)

ion Co2+ dan Co3+, CoCl2

Fiksasi N dari udara dan komponen vitamin B kompleks.
Klorosis, pertumbuhan terhambat.

Mo (molibdenum)

ion Mo+ dan MoO42–, Na2MO4

Berperan pada fiksasi N dari udara, metabolisme besi, dan kofaktor enzim.
Daun pucat.


Unsur-unsur tersebut sanggup segera digunakan oleh tumbuhan apabila didukung oleh faktor pH tanah yang sesuai. Pada umumnya pH yang baik untuk banyak tumbuhan ialah 6,0 - 7,0. Tanaman kentang, ubi jalar cocok pada pH 4,5 - 5,5 sedangkan seledri, kubis pada pH 6,5 - 7,5.

Dari manakah unsur-unsur tersebut diperoleh? Di depan telah disebut bahwa unsur-unsur tersebut ada yang diambil dari tanah, ada pula yang diambil dari udara dan air menyerupai C, H dan O.

Apakah kalian pernah melihat para petani membiarkan batang padinya berada di sawah setelah selesai dipanen? Batang-batang padi tersebut dapat berfungsi sebagai pupuk organik. Semua bagian tubuh tumbuhan sanggup digunakan sebagai pupuk organik. Bahkan beberapa tumbuhan dari jenis tumbuhan polong-polongan, selain sebagai sumber pupuk organik, akar tumbuhan tersebut memiliki bintil-bintil akar yang kaya mikroorganisme

Rhizobium yang sanggup mengikat N dari udara. Pupuk organik yang lain, berasal dari kotoran hewan atau bangkai binatang (hewan yang telah mati). Kotoran binatang mencakup kotoran sapi, kotoran domba, kambing, kuda, dan kerbau. Pupuk organik digunakan sebagai pupuk dasar. Rekombinasi penggunaan pupuk sangkar untuk tanaman dan kandungan unsur N, P, dan K pada pupuk organik dapat dilihat pada Tabel 1.2 dan 1.3.

Tabel 1.2. Kandungan N, P, K pada berbagai pupuk organik

Pupuk Organik

N(%)

P(%)

K(%)

Kerbau
0,7
2,5
0,4
Sapi
1,6
2
0,5
Kuda
1,7
4,0
Ayam
2,1
3,9
0,4
Azolla
4
10
3
Jerami
0,8
1,5
Limbah tapioka
0,9
0,2
Limbah tahu
4,2
Blotong
0,2
1,5
Daun lamtoro
4,3
4,0
4,0

Tabel 1.3. Penggunaan pupuk sangkar pada padi, jagung, kedelai, dan tebu

Jenis Tanaman
Pupuk Kandang (Ton/Ha)
Padi (per tumbuhan 1)
20 – 30
Padi (per tumbuhan 1)
15 – 30
Jagung
20 – 25
Kedelai
20 – 30
Tebu
40 – 60

Tanah yang cukup mengandung pupuk organik, bisa mengikat air lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan tumbuhan. 

Beberapa mikrofauna dan mikrofl ora yang ada dalam tanah berperan dalam penyedia unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk memenuhi kebutuhannya. Mikroorganisme tersebut adalah bakteri nitrifi kasi, basil Rhizobium, Azotobakter, Nitrosomonas, dan Nitrosococcus. Tumbuhan paku air Azolla pinata dan ganggang hijau biru sanggup mengikat N dari udara. Cendawan merupa kan organisme pembusuk materi organik. Beberapa binatang kecil penyedia unsur adalah dari kelompok insekta (semut, rayap), dan cacing tanah. Mikrofauna dan mikroflora tersebut sanggup hidup di dalam tanah apabila syarat-syarat hidupnya terpenuhi menyerupai aerasi dalam tanah, kelembaban tanah, temperatur tanah, ketersediaan materi organik, dan pH tanah.

2.3. Faktor Biologis

Meliputi gulma, serangga, organisme penyebab penyakit, nematoda, maupun mikroorganisme tanah (misalnya: basil Rhizobium dan Mikorhiza).

Anda kini sudah mengetahui Pengaruh Pertumbuhan Tanaman. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, Mazrikhatul Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.