Showing posts sorted by relevance for query tulang-dada-manusia. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query tulang-dada-manusia. Sort by date Show all posts

Wednesday, April 15, 2020

Rangka Badan Manusia, Sendi, Penyakit Dan Cara Memelihara Rangka

A. Rangka Tubuh Manusia dan Fungsinya

Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun , duduk, berlari dan mengangkat barang lantaran terdapat rangka dalam tubuh kita. Rangka tubuh terdiri dari tulang yang sangat keras dan tersusun secara teratur. Susunan tulang yang teratur disebut rangka. Rangka sanggup bergerak lantaran adanya otot.
Rangka mempunyai fungsi yang sangat penting dalam tubuh kita, yaitu:
  • Memberikan bentuk pada tubuh
  • Sebagai penopang tubuh semoga tetap tegak
  • Melindungi penggalan tubuh yang penting ibarat otak, paru-paru dan jantung
  • Tempat melekatnya otot dan daging
  • Sebagai daerah pembentukan sel-sel darah.
 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka

1. Bagian-bagian Rangka

Rangka insan secara garis besar, rangka insan terbagi menjadi 3 penggalan yaitu rangka kepala, rangka tubuh dan rangka anggota gerak.

a)  Rangka kepala


 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Rangka kepala disebut juga tengkorak. Tengkorak tersusun atas beberapa tulang yang berbentuk pipih.
Rangka kepala (tengkorak) berfungsi untuk melindungi organ penting yang ada di penggalan kepala, antara lain otak.
Rangka kepala penggalan depan (wajah) terdiri dari :
2 tulang hidung
2 tulang pipi
2 tulang rahang (rahang atas dan bawah)
2 tulang air mata
Tulang langit-langit
Tulang pisau luku
1 tulang lidah

Rangka tempurung terdiri dari :
1 tulang dahi
2 tulang ubun-ubun
2 tulang pelipis
2 tulang baji
Tulang tapis
Tulang belakang kepala

b)  Rangka badan


 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Rangka tubuh terdiri atas:
1) Tulang leher
Berfungsi untuk menopang kepala semoga sanggup bangun tegak serta  sanggup menganggukan kepala, menoleh ke samping, dan sanggup diputar. Selain itu juga berfungsi untuk melindungi tenggorokan lantaran terdapat susukan untuk bernafas, kerongkongan dan pita suara. Tenggorokan merupakan susukan pernapasan. Kerongkongan merupakan susukan makanan/pencernaan. Pita bunyi merupakan alat penghasil suara.

2)  Tulang dada dan tulang rusuk
Tulang dada dan tulang rusuk berfungsi untuk melindungi organ-organ yang ada di penggalan dada, ibarat jantung, paru-paru, hati dan lambung. Jantung berperan dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Adapun paru-paru berfungsi untuk bernapas.

Tulang rusuk berjumlah 12 pasang yaitu 7 pasang tulang rusuk sejati, 3 pasang tulang rusuk palsu dan 3 pasang tulang rusuk melayang.

Tulang dada berjumlah 3 ruas terdiri dari tulang hulu, tulang tubuh serta taju pedang. Tulang gelang pundak terbentuk dari sepasang tulang selangka dan sepasang tulang belikat. Tulang dada mempunyai sambungan yang tidak sanggup digerakkan.

3) Tulang punggung/tulang belakang
Tulang punggung berfungsi untuk melindungi sum-sum tulang belakang yang mengandung banyak sel-sel saraf dan terhubung pribadi ke otak dan seluruh tubuh. Selain itu, juga berfungsi sebagai penopang anggota tubuh penggalan atas. Tulang belakang berjumlah 33 ruas, tersusun dari 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang, 5 ruas tulang kelangkang dan 4 ruas tulang ekor.

c). Rangka anggota gerak

 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Rangka anggota gerak terdiri atas lengan (tangan) dan tungkai (kaki). Sebagian besar pekerjaan dan kegiatan dilakukan oleh lengan dan tungkai. Tulang lengan terdiri atas tulang pangkal lengan, tulang pengumpil, tulang hasta, tulang pergelangan tangan, tulang telapak tangan, dan tulang jari-jari tangan. Tulang tungkai terdiri  atas tulang paha, tulang tempurung lutut, tulang kering, tulang betis, tulang pergelangan kaki, tulang-tulang telapak kaki, dan tulang jari-jari kaki. Rangka tangan dan rangka kaki berbentuk memanjang serta disusun oleh tulang-tulang yang berbentuk pipa dan keras.

2. Hubungan Antartulang (Sendi)

Hubungan antar tulang disebut persendian (artikulasi). Sendi merupakan kekerabatan antartulang sehingga tulang sanggup digerakkan. Antartulang dalam tubuh kita saling berhubungan. Hubungan antartulang terbentuk apabila beberapa tulang bertemu pada ujung-ujungnya. Terdapat 6 sendi yang termasuk sendi gerak antara lain :
a. Sendi Engsel
 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Ciri khas sendi engsel ialah gerakannya satu arah ibarat gerak engsel pintu. Contoh sendi engsel ialah sendi pada siku, kekerabatan antara tulang lengan atas (humerus) dengan tulang pengumpil (hasta radius ulna) dan kekerabatan antara tulang paha (femur) dengan tulang kering (tibia fibula)

b. Sendi Putar
 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Ciri khas sendi putar ialah memungkinkan gerakan rotasi pada satu poros.  Pada sendi putar, ujung yang satu mengitari ujung tulang lain. Contoh sendi putar terdapat pada kekerabatan antara tulang atlas (tulang leher yang pertama) dan tulang tengkorak.

c. Sendi Pelana atau Sendi Sela
 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Ciri khas sendi pelana atau sendi sela ialah sendi gerakannya dua arah , yaitu kesamping dan ke depan. Contoh sendi pelana ialah sendi antara tulang telapak tangan dan pangkal ibu jari.

d. Sendi Peluru

 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Ciri khas sendi peluru ialah sanggup bergerak bebas ke segala arah. Contoh sendi peluru ialah sendi pada ruas tulang leher yang paling atas, sendi pada pundak yang menghubungkan tulang lengan atas dan tulang gelang bahu.

e. Sendi Luncur

 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Pada sendi luncur, kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser dan tidak berporos. Contoh sendi luncur ialah sendi antar tulang pergelangan tangan dan kaki.

f. Sendi Kondiloid atau Ellipsoid


 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Sendi kondiloid memungkinkan gerakan berporos dua dengan gerakan ke kiri dan ke kanan, ke depan dan ke belakang. Contoh sendi kondiloid yaitu sendi antara tulang pengumpil dengan tulang pergelangan tangan.

3. Fungsi Tulang Rangka Berdasarkan Bentuknya

Berdasarkan bentuknya , tulang rangka dibagi dalam tiga bentuk yaitu: tulang pipa, tulang pendek, dan tulang pipih.
a. Tulang Pipa



 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Tulang pipa ialah tulang yang mempunyai bentuk ibarat pipa lantaran tulang ini mempunyai bentuk ibarat bentuk tabung dan berongga. Rongga pada tulang pipa berisi sumsum kuning. Sumsum kuning ini banyak mengandung lemak yang berfungsi sebagai cadangan makanan. Pada ujung-ujung tulang pipa yang mengembung , di dalamnya terdapat rongga-rongga kecil yang berisi sumsum merah.

b. Tulang Pendek

 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Tulang pendek ialah tulang yang mempunyai ukuran pendek yang di dalamnya hanya terdapat rongga-rongga kecil berisi sumsum merah. Tulang-tulang yang termasuk tulang pendek antara lain tulang belakang, tulang pergelangan tangan dan tulang pergelangan kaki.

c. Tulang Pipih

 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Tulang pipih ialah tulang yang berbentuk pipih. Sama halnya dengan tulang pendek, tulang pipih sebagai daerah pembentukan sel-sel darah merah. Ini disebabkan dalam tulang pipih terdapat rongga-rongga kecil yang berisi sumsum merah. Tulang yang termasuk dalam tulang pipih antara lain, tulang rusuk, tulang dada dan tulang tengkorak kepala.
 

4. Penyakit yang Merusak Rangka

a. Polio
 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Polio ialah penyakit yang disebabkan oleh virus. Penderita polio akan mengalami kelumpuhan sehingga lama-kelamaan tulangnya akan mengecil. Penyakit polio sanggup dicegah dengan derma vaksin polio. Pemberian vaksin biasanya dilakukan lewat ekspresi pada ketika anak di bawah lima tahun.

b. Rakitis
 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
 Rakitis merupakan suatu penyakit yang menimbulkan terhambatnya pertumbuhan tulang. Penyakit ini timbul lantaran penderita kekurangan vitamin D dan sinar matahari pagi. Orang yang menderita rakitis mempunyai tulang kaki yang lemah dan biasanya berbentuk X atau O lantaran tidak sanggup menahan berat tubuh.

c. Osteoporosis
 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Osteoporosis atau tulang keropos merupakan penyakit yang mengakibatkan tulang gampang retak dan patah. Penyakit ini biasanya menyerang orang yang lanjut usia terutama perempuan. Penyebab osteoporosis ialah tubuh kekurangan zat kapur (kalsium). Untuk mencegah osteoporosis perlu mengkonsumsi kakanan yang banyak mengandung vitamon D dan kalsium ibarat ikan dan susu.

d. Rematik
 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Rematik merupakan penyakit yang mengakibatkan rasa nyeri pada persendian. Persendian yang biasa terkena ialah persendian, tangan dan siku. Rasa nyeri biasanya disertai dengan pembengkakan sendi. Jika tidak segera diobati, penyakit ini sanggup mengakibatkan komplikasi yang berbahaya contohnya jantung. Komplikasi merupakan penyakit yang timbul lalu lantaran penyakit yang ada tidak diobati.

E.     Pemeliharaan Rangka

Tulang belakang yang ada pada tubuh kita mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Apabila rangka tidak dipelihara, akan menimbulkan kelainan pada pertumbuhan dan perkembangan pada tulang rangka.  Sikap duduk juga sanggup mempengaruhi kesehatan tulang. Sikap duduk yang tidak benar sanggup mengakibatkan gangguan pada tulang belakang.

Berikut ini ialah teladan kelainan pada tulang belakang.
 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka

a. Kifosis, yaitu tulang belakang bengkok ke belakang. Kelainan ini mengakibatkan tubuh menjadi membungkuk.
b. Lordosis, yaitu tulang belakang bengkok ke depan. Kelainan ini mengakibatkan dada menjadi membusung.
c. Skoliosis, tulang belakang bengkok ke samping. Kelainan ini mengakibatkan tubuh menjadi condong ke kiri atau ke kanan.

Agar tulang belakang tumbuh dengan baik maka kita harus memperhatikan hal-hal berikut
  • Melakukan perilaku yang benar ketika tidur, duduk dan berdiri.
  •  Berhati-hati dalam melaksanakan gerakan pada ketika bekerja atau berolah raga. Beban yang berat dan gerakan yang salah sanggup mengakibatkan tulang patah atau bergeser.
  • Lakukanlah olahraga secara teratur untuk menguatkan tulang.
  • Biasakan makan masakan bergizi yang banyak mengandung vitamin D dan minum susu.
Demikian pembahasan wacana rangka tubuh manusia, sendi, penyakit dan cara memelihara rangka.
Semoga bermanfaat.

Saturday, July 4, 2020

Rangka Badan Manusia, Sendi, Penyakit Dan Cara Memelihara Rangka

A. Rangka Tubuh Manusia dan Fungsinya

Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun , duduk, berlari dan mengangkat barang lantaran terdapat rangka dalam tubuh kita. Rangka tubuh terdiri dari tulang yang sangat keras dan tersusun secara teratur. Susunan tulang yang teratur disebut rangka. Rangka sanggup bergerak lantaran adanya otot.
Rangka mempunyai fungsi yang sangat penting dalam tubuh kita, yaitu:
  • Memberikan bentuk pada tubuh
  • Sebagai penopang tubuh semoga tetap tegak
  • Melindungi penggalan tubuh yang penting ibarat otak, paru-paru dan jantung
  • Tempat melekatnya otot dan daging
  • Sebagai daerah pembentukan sel-sel darah.
 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka

1. Bagian-bagian Rangka

Rangka insan secara garis besar, rangka insan terbagi menjadi 3 penggalan yaitu rangka kepala, rangka tubuh dan rangka anggota gerak.

a)  Rangka kepala


 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Rangka kepala disebut juga tengkorak. Tengkorak tersusun atas beberapa tulang yang berbentuk pipih.
Rangka kepala (tengkorak) berfungsi untuk melindungi organ penting yang ada di penggalan kepala, antara lain otak.
Rangka kepala penggalan depan (wajah) terdiri dari :
2 tulang hidung
2 tulang pipi
2 tulang rahang (rahang atas dan bawah)
2 tulang air mata
Tulang langit-langit
Tulang pisau luku
1 tulang lidah

Rangka tempurung terdiri dari :
1 tulang dahi
2 tulang ubun-ubun
2 tulang pelipis
2 tulang baji
Tulang tapis
Tulang belakang kepala

b)  Rangka badan


 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Rangka tubuh terdiri atas:
1) Tulang leher
Berfungsi untuk menopang kepala semoga sanggup bangun tegak serta  sanggup menganggukan kepala, menoleh ke samping, dan sanggup diputar. Selain itu juga berfungsi untuk melindungi tenggorokan lantaran terdapat susukan untuk bernafas, kerongkongan dan pita suara. Tenggorokan merupakan susukan pernapasan. Kerongkongan merupakan susukan makanan/pencernaan. Pita bunyi merupakan alat penghasil suara.

2)  Tulang dada dan tulang rusuk
Tulang dada dan tulang rusuk berfungsi untuk melindungi organ-organ yang ada di penggalan dada, ibarat jantung, paru-paru, hati dan lambung. Jantung berperan dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Adapun paru-paru berfungsi untuk bernapas.

Tulang rusuk berjumlah 12 pasang yaitu 7 pasang tulang rusuk sejati, 3 pasang tulang rusuk palsu dan 3 pasang tulang rusuk melayang.

Tulang dada berjumlah 3 ruas terdiri dari tulang hulu, tulang tubuh serta taju pedang. Tulang gelang pundak terbentuk dari sepasang tulang selangka dan sepasang tulang belikat. Tulang dada mempunyai sambungan yang tidak sanggup digerakkan.

3) Tulang punggung/tulang belakang
Tulang punggung berfungsi untuk melindungi sum-sum tulang belakang yang mengandung banyak sel-sel saraf dan terhubung pribadi ke otak dan seluruh tubuh. Selain itu, juga berfungsi sebagai penopang anggota tubuh penggalan atas. Tulang belakang berjumlah 33 ruas, tersusun dari 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang, 5 ruas tulang kelangkang dan 4 ruas tulang ekor.

c). Rangka anggota gerak

 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Rangka anggota gerak terdiri atas lengan (tangan) dan tungkai (kaki). Sebagian besar pekerjaan dan kegiatan dilakukan oleh lengan dan tungkai. Tulang lengan terdiri atas tulang pangkal lengan, tulang pengumpil, tulang hasta, tulang pergelangan tangan, tulang telapak tangan, dan tulang jari-jari tangan. Tulang tungkai terdiri  atas tulang paha, tulang tempurung lutut, tulang kering, tulang betis, tulang pergelangan kaki, tulang-tulang telapak kaki, dan tulang jari-jari kaki. Rangka tangan dan rangka kaki berbentuk memanjang serta disusun oleh tulang-tulang yang berbentuk pipa dan keras.

2. Hubungan Antartulang (Sendi)

Hubungan antar tulang disebut persendian (artikulasi). Sendi merupakan kekerabatan antartulang sehingga tulang sanggup digerakkan. Antartulang dalam tubuh kita saling berhubungan. Hubungan antartulang terbentuk apabila beberapa tulang bertemu pada ujung-ujungnya. Terdapat 6 sendi yang termasuk sendi gerak antara lain :
a. Sendi Engsel
 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Ciri khas sendi engsel ialah gerakannya satu arah ibarat gerak engsel pintu. Contoh sendi engsel ialah sendi pada siku, kekerabatan antara tulang lengan atas (humerus) dengan tulang pengumpil (hasta radius ulna) dan kekerabatan antara tulang paha (femur) dengan tulang kering (tibia fibula)

b. Sendi Putar
 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Ciri khas sendi putar ialah memungkinkan gerakan rotasi pada satu poros.  Pada sendi putar, ujung yang satu mengitari ujung tulang lain. Contoh sendi putar terdapat pada kekerabatan antara tulang atlas (tulang leher yang pertama) dan tulang tengkorak.

c. Sendi Pelana atau Sendi Sela
 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Ciri khas sendi pelana atau sendi sela ialah sendi gerakannya dua arah , yaitu kesamping dan ke depan. Contoh sendi pelana ialah sendi antara tulang telapak tangan dan pangkal ibu jari.

d. Sendi Peluru

 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Ciri khas sendi peluru ialah sanggup bergerak bebas ke segala arah. Contoh sendi peluru ialah sendi pada ruas tulang leher yang paling atas, sendi pada pundak yang menghubungkan tulang lengan atas dan tulang gelang bahu.

e. Sendi Luncur

 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Pada sendi luncur, kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser dan tidak berporos. Contoh sendi luncur ialah sendi antar tulang pergelangan tangan dan kaki.

f. Sendi Kondiloid atau Ellipsoid


 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Sendi kondiloid memungkinkan gerakan berporos dua dengan gerakan ke kiri dan ke kanan, ke depan dan ke belakang. Contoh sendi kondiloid yaitu sendi antara tulang pengumpil dengan tulang pergelangan tangan.

3. Fungsi Tulang Rangka Berdasarkan Bentuknya

Berdasarkan bentuknya , tulang rangka dibagi dalam tiga bentuk yaitu: tulang pipa, tulang pendek, dan tulang pipih.
a. Tulang Pipa



 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Tulang pipa ialah tulang yang mempunyai bentuk ibarat pipa lantaran tulang ini mempunyai bentuk ibarat bentuk tabung dan berongga. Rongga pada tulang pipa berisi sumsum kuning. Sumsum kuning ini banyak mengandung lemak yang berfungsi sebagai cadangan makanan. Pada ujung-ujung tulang pipa yang mengembung , di dalamnya terdapat rongga-rongga kecil yang berisi sumsum merah.

b. Tulang Pendek

 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Tulang pendek ialah tulang yang mempunyai ukuran pendek yang di dalamnya hanya terdapat rongga-rongga kecil berisi sumsum merah. Tulang-tulang yang termasuk tulang pendek antara lain tulang belakang, tulang pergelangan tangan dan tulang pergelangan kaki.

c. Tulang Pipih

 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Tulang pipih ialah tulang yang berbentuk pipih. Sama halnya dengan tulang pendek, tulang pipih sebagai daerah pembentukan sel-sel darah merah. Ini disebabkan dalam tulang pipih terdapat rongga-rongga kecil yang berisi sumsum merah. Tulang yang termasuk dalam tulang pipih antara lain, tulang rusuk, tulang dada dan tulang tengkorak kepala.
 

4. Penyakit yang Merusak Rangka

a. Polio
 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Polio ialah penyakit yang disebabkan oleh virus. Penderita polio akan mengalami kelumpuhan sehingga lama-kelamaan tulangnya akan mengecil. Penyakit polio sanggup dicegah dengan derma vaksin polio. Pemberian vaksin biasanya dilakukan lewat ekspresi pada ketika anak di bawah lima tahun.

b. Rakitis
 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
 Rakitis merupakan suatu penyakit yang menimbulkan terhambatnya pertumbuhan tulang. Penyakit ini timbul lantaran penderita kekurangan vitamin D dan sinar matahari pagi. Orang yang menderita rakitis mempunyai tulang kaki yang lemah dan biasanya berbentuk X atau O lantaran tidak sanggup menahan berat tubuh.

c. Osteoporosis
 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Osteoporosis atau tulang keropos merupakan penyakit yang mengakibatkan tulang gampang retak dan patah. Penyakit ini biasanya menyerang orang yang lanjut usia terutama perempuan. Penyebab osteoporosis ialah tubuh kekurangan zat kapur (kalsium). Untuk mencegah osteoporosis perlu mengkonsumsi kakanan yang banyak mengandung vitamon D dan kalsium ibarat ikan dan susu.

d. Rematik
 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka
Rematik merupakan penyakit yang mengakibatkan rasa nyeri pada persendian. Persendian yang biasa terkena ialah persendian, tangan dan siku. Rasa nyeri biasanya disertai dengan pembengkakan sendi. Jika tidak segera diobati, penyakit ini sanggup mengakibatkan komplikasi yang berbahaya contohnya jantung. Komplikasi merupakan penyakit yang timbul lalu lantaran penyakit yang ada tidak diobati.

E.     Pemeliharaan Rangka

Tulang belakang yang ada pada tubuh kita mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Apabila rangka tidak dipelihara, akan menimbulkan kelainan pada pertumbuhan dan perkembangan pada tulang rangka.  Sikap duduk juga sanggup mempengaruhi kesehatan tulang. Sikap duduk yang tidak benar sanggup mengakibatkan gangguan pada tulang belakang.

Berikut ini ialah teladan kelainan pada tulang belakang.
 Kita sanggup melaksanakan banyak sekali acara ibarat bangun  Rangka Tubuh Manusia, Sendi, Penyakit dan Cara Memelihara Rangka

a. Kifosis, yaitu tulang belakang bengkok ke belakang. Kelainan ini mengakibatkan tubuh menjadi membungkuk.
b. Lordosis, yaitu tulang belakang bengkok ke depan. Kelainan ini mengakibatkan dada menjadi membusung.
c. Skoliosis, tulang belakang bengkok ke samping. Kelainan ini mengakibatkan tubuh menjadi condong ke kiri atau ke kanan.

Agar tulang belakang tumbuh dengan baik maka kita harus memperhatikan hal-hal berikut
  • Melakukan perilaku yang benar ketika tidur, duduk dan berdiri.
  •  Berhati-hati dalam melaksanakan gerakan pada ketika bekerja atau berolah raga. Beban yang berat dan gerakan yang salah sanggup mengakibatkan tulang patah atau bergeser.
  • Lakukanlah olahraga secara teratur untuk menguatkan tulang.
  • Biasakan makan masakan bergizi yang banyak mengandung vitamin D dan minum susu.
Demikian pembahasan wacana rangka tubuh manusia, sendi, penyakit dan cara memelihara rangka.
Semoga bermanfaat.

Wednesday, January 1, 2020

Pintar Pelajaran Skeleton Rangka Aksial : Struktur Dan Fungsi

Struktur dan Fungsi Skeleton aksial / Rangka Aksial - Rangka / Skeleton aksial yakni skeleton yang merupakan sumbu tubuh. Rangka ini mencakup tengkorak, ruas-ruas tulang belakang dan tulang ekor, tulang dada, serta tulang iga atau rusuk.

1. Tulang Tengkorak

Tulang tengkorak terdiri atas 28 buah tulang. Lihat Gambar 1. Tulang tengkorak berfungsi melindungi otak, mata, dan indera pendengaran dalam. Tulang-tulang pembentuk tengkorak dibedakan atas tulang tengkorak wajah (muka) dan tengkorak pelindung otak (kubah). Ingat kembali pelajaran wacana rangka manusia di SMP. Coba sebutkan tulang-tulang penyusun tengkorak wajah dan tengkorak pelindung otak.

Skeleton aksial yakni skeleton yang merupakan sumbu Pintar Pelajaran Skeleton Rangka Aksial : Struktur dan Fungsi
Gambar 1. Macam-macam tulang penyusun tengkorak
Hubungan tulang yang terdapat pada tengkorak kepala bersifat suture yaitu tidak sanggup digerakkan. Kesatuan susunan tengkorak yang tegak seolah ”terletak” seimbang di atas ruas teratas (pertama) tulang belakang yakni tulang atlas. Sendi yang menghubungkan tengkorak dengan tulang belakang ini disebut sendi atlas (sendi putar), sehingga memungkinkan gerak kepala mengangguk ke depan dan ke belakang, menggeleng ke kiri dan ke kanan, bahkan berputar ke kiri dan ke kanan dengan wajah tetap menghadap ke depan.

2. Ruas-Ruas Tulang Belakang (Vertebrae) dan Tulang Ekor

Ruas-ruas tulang belakang (vertebrae) terdiri atas 33 buah ruas tulang yang terbagi menjadi beberapa bagian yang sanggup terlihat pada Gambar 2.
Skeleton aksial yakni skeleton yang merupakan sumbu Pintar Pelajaran Skeleton Rangka Aksial : Struktur dan Fungsi
Gambar 2. Tulang belakang
Tiap vertebrae dilindungi oleh lapisan tulang rawan yang disebut diskus intervertebrae. Sementara itu, tulang sakrum maupun tulang ekor telah menyatu sejak embrio. Tulang belakang selain untuk menyangga tengkorak merupakan daerah perlekatan tulang-tulang rusuk yang membentang ke kiri dan ke kanan. Pada tulang belakang terjadi perlengkungan karena berfungsi sebagai penyangga berat dan memungkinkan manusia melaksanakan banyak sekali jenis posisi gerak.

3. Tulang Rusuk dan Tulang Dada (Sternum)

Tulang dada terdiri dari bab kepala (manubrium), badan (corpus), dan ekor (processus xiphoideus) yang berupa tulang rawan. Pada tulang dada menempel tulang rusuk (costae). Tulang rusuk terdiri dari 12 pasang. Ujung belakangnya melekat pada ruas-ruas tulang belakang. Tulang rusuk sanggup dibedakan menjadi tiga macam sebagai berikut.

a. Tulang rusuk sejati berjumlah tujuh pasang. 

Ujung belakangnya menempel pada ruas-ruas tulang belakang, sedangkan ujung depan menempel pada tulang dada.

b. Tulang rusuk palsu berjumlah tiga pasang. 

Ujung belakang menempel pada tulang belakang dengan ujung depan menempel pada tulang rusuk di atasnya.

c. Tulang rusuk melayang berjumlah dua pasang. 

Ujung belakang menempel pada tulang belakang, sedangkan ujung depan bebas tidak melekat. Tulang rusuk dan tulang dada ibarat terlihat pada Gambar 3 berfungsi untuk melindungi jantung dan paru-paru.
Skeleton aksial yakni skeleton yang merupakan sumbu Pintar Pelajaran Skeleton Rangka Aksial : Struktur dan Fungsi
Gambar 3. Tulang rusuk dan tulang dada
Anda kini sudah mengetahui Skeleton Aksial atau Rangka Aksial. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Wednesday, May 15, 2019

Pintar Pelajaran Tulang Dada Manusia

Struktur, Bagian, dan Gambar Tulang Dada Manusia - Tulang dada insan mencakup bagian kepala (manubrium), tubuh (corpus) dan ekor (processus xiphoideus = taju pedang) yang berupa tulang rawan. Bagian kepala ialah tempat melekatnya tulang selangka (clavicula) dan tulang rusuk nomer satu. Sementara, tulang rusuk yang lain menempel pada bab badan. Lihat Gambar 1.

rusuk yang lain menempel pada bab tubuh Pintar Pelajaran Tulang Dada Manusia
Gambar 1. Tulang Dada dan Tulang Rusuk
Anda kini sudah mengetahui Tulang Dada Manusia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Sunday, January 5, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Rangka Insan Dan Hewan

Struktur dan Fungsi Rangka Manusia dan Hewan - Tulang-tulang yang tersusun sedemikian rupa dengan sistem tertentu disebut rangka. Rangka pada binatang Vertebrata berupa endoskeleton (rangka dalam). Tulang-tulang yang menyusun rangka memiliki struktur yang majemuk sesuai dengan fungsinya.

Fungsi rangka yakni sebagai berikut.
  1. Penopang dan penunjang tegaknya tubuh.
  2. Memberi bentuk tubuh.
  3. Melindungi alat-alat atau bab badan yang lunak.
  4. Alat gerak pasif.
  5. Tempat melekatnya otot-otot rangka
  6. Tempat pembentukan sel darah dan penimbunan mineral.
Rangka badan dibedakan menjadi tiga macam. Rangka yang terdapat pada binatang yang tubuhnya lunak, contohnya cacing tanah disebut rangka hidrostatik. Rangka yang terdapat pada insekta berupa lapisan luar yang membungkus tubuh, dan terbuat dari zat kitin disebut rangka luar (eksoskeleton). Pada hewan vertebrata terdapat kumpulan tulang rawan dan tulang keras yang membentuk suatu rangkaian berdasarkan hukum tertentu yang disebut rangka dalam (endoskeleton).

Rangka dalam tersusun atas banyak sekali bentuk dan jenis tulang. Coba Anda perhatikan pada tulang ayam. Kekerasan bagian ujung tulang dada dan tulang paha berbeda. Apa yang membuat tulang paha bersifat keras, sedangkan ujung tulang dada bersifat lunak? Apakah hal ini terkait dengan senyawa penyusun tulang? 

Kekerasan tulang ditentukan oleh zat yang terdapat di dalam tulang yaitu kalsium. Kalsium tidak terdapat dalam tulang rawan (misal ujung tulang dada). Apa yang membuatnya berbeda? Marilah kita pelajari dalam uraian materi berikut.


2. Tulang Keras (Osteon) Manusia

Rangka insan sanggup dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu skeleton aksial dan skeleton apendikuler. Perhatikan Gambar 1. berikut.
Struktur dan Fungsi Rangka Manusia dan Hewan Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Rangka Manusia dan Hewan
Gambar 1. Struktur tulang rangka manusia
Anda kini sudah mengetahui Struktur dan Fungsi Rangka Manusia dan Hewan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Tuesday, May 14, 2019

Pintar Pelajaran Tulang Rusuk Manusia


Struktur, Gambar, Jumlah Tulang Rusuk Manusia - Tulang rusuk berjumlah 12 pasang. Tulang rusuk pertama bagian depan menempel pada bab kepala tulang dada dan bagian belakangnya menempel pada tulang belakang. Perhatikan Gambar 1. Tulang rusuk dikelompokkan menjadi tiga macam ialah tulang rusuk sejati (costa vera), tulang rusuk palsu (costa spuria), dan tulang rusuk melayang (costa fluktuantes). Masing-masing tulang ini terdiri atas 7 pasang tulang rusuk sejati yang ujung depannya menempel pada tulang dada, sedangkan ujung belakang menempel pada tulang belakang. Kemudian, tulang rusuk palsu 3 pasang yang ujung belakangnya melekat pada tulang belakang dan ujung depannya melekat pada tulang rusuk di atasnya. Terakhir, 2 pasang tulang rusuk melayang yang ujung belakangnya menempel pada tulang belakang, adapun ujung depannya tidak melekat atau bebas.

bagian depan menempel pada bab kepala tulang dada dan Pintar Pelajaran Tulang Rusuk Manusia
Gambar 1. Tulang rusuk dan tulang dada
Anda kini sudah mengetahui Jumlah Tulang Rusuk Manusia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Wednesday, April 15, 2020

Sistem Dan Alat Pernapasan Pada Manusia

Manusia yaitu makhluk hidup ciptaan Tuhan. Disebut makhluk hidup lantaran insan sanggup bernapas, bergerak, memerlukan makanan, tumbuh, berkembang biak dan peka terhadap rangsang.
Kali ini, kita akan membahas organ badan yang dipakai insan untuk bernapas. Arti dari bernapas itu sendiri yaitu proses menghirup gas oksigen dan mengeluarkan gas karbon dioksida. Manusia membutuhkan oksigen (O2) untuk proses metabolisme tubuh. Karbon dioksida merupakan sisa proses pernapasan yang dikeluarkan oleh tubuh. Alat pernapasan utama pada  insan yaitu paru-paru.
Manusia yaitu makhluk hidup ciptaan Tuhan Sistem dan Alat Pernapasan pada Manusia

Organ-organ pernapasan pada insan secara berurutan diuraikan sebagai berikut.

1. Hidung 

Manusia yaitu makhluk hidup ciptaan Tuhan Sistem dan Alat Pernapasan pada Manusia

Selain sebagai indra pencium, hidung juga berfungsi sebagai susukan keluar masuknya udara pada ketika bernapas. Hidung merupakan daerah pertama kali udara masuk. Hidung mempunyai dua lubang yang dibatasi oleh sekat hidung. Di belakang lubang hidung terdapat rongga hidung. Pada rongga hidung terdapat kelenjar mukus dan rambut hidung . Kelenjar mukus menghasilkan lapisan lendir yang berfungsi untuk menangkap kotoran halus biar udara yang masuk ke tenggorokan menjadi lebih bersih. Rambut hidung berfungsi untuk menyaring udara yang masuk kerongga hidung.

2. Tenggorokan

Setelah melalui proses di rongga hidung, udara pernapasan masuk ke tenggorokan. Tenggorokan merupakan susukan berbentuk pipa yang menghubungkan rongga hidung dengan paru-paru. tenggorokan terletak di dalam leher dan berada sebelum kerongkongan (saluran makanan)

3. Faring (Tekak)

Faring merupakan persimpangan antara rongga hidung ke tenggorokan dan rongga lisan ke kerongkongan. Faring berfungsi untuk mengatur masuknya udara ke tenggorokan dan mengatur masakan menuju kerongkongan.

4. Laring (Jakun)

Laring yaitu pangkal tenggorokan  yang dilengkapi dengan selaput tipis membran mukosa dan klep. Selaput tipis ini mempunyai dua lipatan yang berfungsi sebagai pita suara. Sedangkan klep berfungsi untuk membuka dan menutup susukan pernapasan. Pangkal tenggorokan mempunyai tulang rawan yang disebut jakun. Jakun pada laki-laki remaja lebih besar ukurannya dibandingkan jakun perempuan dewasa. Hal ini disebabkan lantaran kotak bunyi laki-laki lebih besar daripada kotak bunyi wanita. Itulah sebabnya mengapa bunyi laki-laki lebih besar dan berat daripada bunyi wanita.

5. Trakea (Batang Tenggorokan)

Trakea terletak di depan kerongkongan dan tersusun atas tulang-tulang rawan berbentuk cincin, sehingga membentuk susukan terbuka menyerupai pipa. Fungsinya sebagai daerah lewatnya udara pernapasan. Dinding dalam trakea mempunyai rambut getar dan dilapisi oleh lendir, keduanya berfungsi untuk  menahan bubuk dan kotoran yang masuk bersama udara. Batuk-batuk dan bersin yaitu reaksi tenggorokan kita untuk mengeluarkan kotoran ini.

6. Bronkus dan Bronkiolus

Tenggorokan bercabang dua, satu menuju paru-paru kanan dan yang lain menuju paru-paru kiri.
Cabang tenggorokan ini disebut bronkus. Pada paru-paru, bronkus bercabang-cabang menjadi susukan yang lebih kecil yang disebut bronkiolus. Bronkus kanan bercabang menjadi tiga bronkiolus sedangkan bronkus kiri bercabang menjadi dua bronkiolus.

7. Alveolus (gelembung paru-paru)

Alveolus yaitu gelembung-gelembung udara yang sangat kecil dan banyak yang terdapat pada ujung-ujung bronkiolus yang berfungsi sebagai alat pertukaran udara pernapasan O2 dengan CO2 di dalam paru-paru. Setiap alveolus ini diselubungi pembuluh darah kapiler.

Pernapasan insan dibedakan menjadi dua yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.
Pernapasan dada yaitu pernapasan dengan memakai pertolongan antar tulang rusuk.
Pernapasan perut adalah  pernapasan dengan memakai diafragma (selaput rongga dada).
Manusia yaitu makhluk hidup ciptaan Tuhan Sistem dan Alat Pernapasan pada Manusia

Udara sanggup masuk dan keluar paru-paru lantaran pekerjaan otot antar tulang rusuk dan diafragma.
Saat bernapas, udara masuk ke paru-paru lantaran pembesaran rongga dada. Membesarnya rongga dada ini akan diikuti oleh membesarnya atau mengembangnya kedua paru-paru. Proses pemasukan udara ini disebut inspirasi. Membesarnya rongga dada tersebut terjadi lantaran naiknya tulang rusuk dan turunnya diafragma.
Udara yang keluar paru-paru lantaran mengecilnya rongga dada. Mengecilnya rongga dada didikuti mengempisnya kedua paru-paru. Proses pengeluaran udara ini disebut ekspirasi. Mengecilnya rongga dada tersebut terjadi lantaran turunnya tulang rusuk dan naiknya diafragma.

Demikian pembahasan perihal sistem dan alat pernapasan pada manusia.
Semoga bermanfaat.

Saturday, July 4, 2020

Sistem Dan Alat Pernapasan Pada Manusia

Manusia yaitu makhluk hidup ciptaan Tuhan. Disebut makhluk hidup lantaran insan sanggup bernapas, bergerak, memerlukan makanan, tumbuh, berkembang biak dan peka terhadap rangsang.
Kali ini, kita akan membahas organ badan yang dipakai insan untuk bernapas. Arti dari bernapas itu sendiri yaitu proses menghirup gas oksigen dan mengeluarkan gas karbon dioksida. Manusia membutuhkan oksigen (O2) untuk proses metabolisme tubuh. Karbon dioksida merupakan sisa proses pernapasan yang dikeluarkan oleh tubuh. Alat pernapasan utama pada  insan yaitu paru-paru.
Manusia yaitu makhluk hidup ciptaan Tuhan Sistem dan Alat Pernapasan pada Manusia

Organ-organ pernapasan pada insan secara berurutan diuraikan sebagai berikut.

1. Hidung 

Manusia yaitu makhluk hidup ciptaan Tuhan Sistem dan Alat Pernapasan pada Manusia

Selain sebagai indra pencium, hidung juga berfungsi sebagai susukan keluar masuknya udara pada ketika bernapas. Hidung merupakan daerah pertama kali udara masuk. Hidung mempunyai dua lubang yang dibatasi oleh sekat hidung. Di belakang lubang hidung terdapat rongga hidung. Pada rongga hidung terdapat kelenjar mukus dan rambut hidung . Kelenjar mukus menghasilkan lapisan lendir yang berfungsi untuk menangkap kotoran halus biar udara yang masuk ke tenggorokan menjadi lebih bersih. Rambut hidung berfungsi untuk menyaring udara yang masuk kerongga hidung.

2. Tenggorokan

Setelah melalui proses di rongga hidung, udara pernapasan masuk ke tenggorokan. Tenggorokan merupakan susukan berbentuk pipa yang menghubungkan rongga hidung dengan paru-paru. tenggorokan terletak di dalam leher dan berada sebelum kerongkongan (saluran makanan)

3. Faring (Tekak)

Faring merupakan persimpangan antara rongga hidung ke tenggorokan dan rongga lisan ke kerongkongan. Faring berfungsi untuk mengatur masuknya udara ke tenggorokan dan mengatur masakan menuju kerongkongan.

4. Laring (Jakun)

Laring yaitu pangkal tenggorokan  yang dilengkapi dengan selaput tipis membran mukosa dan klep. Selaput tipis ini mempunyai dua lipatan yang berfungsi sebagai pita suara. Sedangkan klep berfungsi untuk membuka dan menutup susukan pernapasan. Pangkal tenggorokan mempunyai tulang rawan yang disebut jakun. Jakun pada laki-laki remaja lebih besar ukurannya dibandingkan jakun perempuan dewasa. Hal ini disebabkan lantaran kotak bunyi laki-laki lebih besar daripada kotak bunyi wanita. Itulah sebabnya mengapa bunyi laki-laki lebih besar dan berat daripada bunyi wanita.

5. Trakea (Batang Tenggorokan)

Trakea terletak di depan kerongkongan dan tersusun atas tulang-tulang rawan berbentuk cincin, sehingga membentuk susukan terbuka menyerupai pipa. Fungsinya sebagai daerah lewatnya udara pernapasan. Dinding dalam trakea mempunyai rambut getar dan dilapisi oleh lendir, keduanya berfungsi untuk  menahan bubuk dan kotoran yang masuk bersama udara. Batuk-batuk dan bersin yaitu reaksi tenggorokan kita untuk mengeluarkan kotoran ini.

6. Bronkus dan Bronkiolus

Tenggorokan bercabang dua, satu menuju paru-paru kanan dan yang lain menuju paru-paru kiri.
Cabang tenggorokan ini disebut bronkus. Pada paru-paru, bronkus bercabang-cabang menjadi susukan yang lebih kecil yang disebut bronkiolus. Bronkus kanan bercabang menjadi tiga bronkiolus sedangkan bronkus kiri bercabang menjadi dua bronkiolus.

7. Alveolus (gelembung paru-paru)

Alveolus yaitu gelembung-gelembung udara yang sangat kecil dan banyak yang terdapat pada ujung-ujung bronkiolus yang berfungsi sebagai alat pertukaran udara pernapasan O2 dengan CO2 di dalam paru-paru. Setiap alveolus ini diselubungi pembuluh darah kapiler.

Pernapasan insan dibedakan menjadi dua yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.
Pernapasan dada yaitu pernapasan dengan memakai pertolongan antar tulang rusuk.
Pernapasan perut adalah  pernapasan dengan memakai diafragma (selaput rongga dada).
Manusia yaitu makhluk hidup ciptaan Tuhan Sistem dan Alat Pernapasan pada Manusia

Udara sanggup masuk dan keluar paru-paru lantaran pekerjaan otot antar tulang rusuk dan diafragma.
Saat bernapas, udara masuk ke paru-paru lantaran pembesaran rongga dada. Membesarnya rongga dada ini akan diikuti oleh membesarnya atau mengembangnya kedua paru-paru. Proses pemasukan udara ini disebut inspirasi. Membesarnya rongga dada tersebut terjadi lantaran naiknya tulang rusuk dan turunnya diafragma.
Udara yang keluar paru-paru lantaran mengecilnya rongga dada. Mengecilnya rongga dada didikuti mengempisnya kedua paru-paru. Proses pengeluaran udara ini disebut ekspirasi. Mengecilnya rongga dada tersebut terjadi lantaran turunnya tulang rusuk dan naiknya diafragma.

Demikian pembahasan perihal sistem dan alat pernapasan pada manusia.
Semoga bermanfaat.

Monday, April 1, 2019

Pintar Pelajaran Prosedur Pernapasan Pada Manusia

Mekanisme Pernapasan pada Manusia - Anda tentu bernapas setiap saat. Hal ini lantaran semua sel di dalam badan kita membutuhkan oksigen. Sel akan terhambat proses metabolismenya dan mati jika tidak menerima oksigen, bahkan sel-sel otak akan rusak apabila tidak memperoleh oksigen tiga hingga empat menit saja. Aliran udara dari udara bebas ke paru-paru dan sebaliknya, ditentukan oleh perubahan tekanan udara dalam rongga paru-paru, rongga dada, dan rongga perut. Perubahan tekanan disebabkan oleh terjadinya perubahan volume setiap ruangan. Perubahan volume setiap ruangan ini diatur oleh otot-otot pernapasan yaitu otot antartulang rusuk, otot diafragma, dan otot dinding perut. (Baca juga : Sistem Pernapasan)

Berdasarkan otot yang berperan aktif pada proses pernapasan, pernapasan pada insan sanggup dibedakan menjadi pernapasan dada dan pernapasan perut.


Otot yang berperan aktif dalam pernapasan dada adalah otot antartulang rusuk (interkostal). Otot ini sanggup dibedakan menjadi dua, yaitu otot antartulang rusuk luar (interkostal eksternal) yang berperan mengangkat tulang-tulang rusuk, dan otot antartulang rusuk dalam (interkostal internal) yang berperan menurunkan tulang rusuk ke posisi semula.
proses metabolismenya dan mati jika tidak menerima oksigen Pintar Pelajaran Mekanisme Pernapasan pada Manusia
Gambar 1. Mekanisme pernapasan pada manusia
Perhatikan Gambar 1. Apabila otot antartulang rusuk luar berkontraksi, tulang rusuk terangkat hingga volume rongga dada bertambah besar. Hal ini menimbulkan tekanan udara rongga dada menjadi lebih kecil dari tekanan udara rongga paru-paru, sehingga mendorong paru-paru mengembang dan mengubah tekanannya menjadi lebih kecil daripada tekanan udara bebas. Selanjutnya akan terjadi aliran udara dari luar ke dalam rongga paru-paru melalui rongga hidung, batang tenggorokan, bronkus, dan alveolus.Proses ini disebut inspirasi.

Bila otot antartulang rusuk dalam berkontraksi, tulang rusuk akan tertarik ke posisi semula sehingga mendesak dinding paru-paru. Akibatnya, rongga paru-paru mengecil dan menimbulkan tekanan udara di dalamnya meningkat. Hal ini menimbulkan udara dalam rongga paru-paru terdorong ke luar. Proses ini disebut ekspirasi.


Pada pernapasan perut, otot yang berperan aktif yaitu otot diafragma dan otot dinding rongga perut. Apabila otot diafragma berkontraksi, posisi diafragma akan mendatar. Hal ini menimbulkan volume rongga dada bertambah besar,sehingga tekanan udara di dalamnya mengecil. Penurunan tekanan udara akan diikuti mengembangnya paru-paru. Hal ini menimbulkan terjadinya aliran udara ke dalam paru-paru (inspirasi).

Apabila otot diafragma berelaksasi dan otot dinding perut berkontraksi, isi rongga perut akan terdesak ke arah diafragma, sehingga posisi diafragma akan cekung ke arah rongga dada. Hal ini menimbulkan volume rongga dada mengecil dan tekanannya meningkat, sehingga menyebabkan isi rongga paru-paru terdorong ke luar dan terjadilah ekspirasi.

Pengertian Tersedak dan Bersin ?

Tersedak dan bersin merupakan ekspirasi mendadak oleh pengerutan secara tiba-tiba dari otot-otot perut, sehingga isi perut mendorong diafragma ke atas. Hal ini mengakibatkan ruang dada mengecil secara tiba-tiba, sehingga tekanan dalam paru-paru menjadi tinggi dan udara dikeluarkan dengan keras dari paru-paru. Maka tersedak dan bersin merupakan usaha badan untuk mengeluarkan benda absurd dalam kanal udara pernapasan.

Anda kini sudah mengetahui Mekanisme Pernapasan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Thursday, January 9, 2020

Pintar Pelajaran Organ Dan Sistem Organ Insan Dan Hewan


Pengertian Organ dan Sistem Organ Manusia dan Hewan - Daging merupakan salah satu sumber protein hewani bagi tubuh manusia. Daging ini berasal dari salah satu organ tubuh hewan. Misalnya, jantung, hati, otak, atau organ yang lain. Nah, uraian berikut akan mengetengahkan subbab organ dan sistem organ binatang vertebrata.

1. Organ

Tubuh vertebrata tersusun atas banyak organ. Organ-organ ini akan bekerja sesuai fungsinya. Misalnya saja organ penyusun sistem pencernakan, ibarat mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan anus. Organ tersusun atas banyak sekali jaringan. Sebagai referensi organ usus terdiri atas jaringan epitelium, jaringan otot polos, jaringan saraf, dan jaringan ikat.

 Daging merupakan salah satu sumber protein hewani bagi Pintar Pelajaran Organ dan Sistem Organ Manusia dan Hewan
Gambar 1. Organ usus halus tersusun atas banyak sekali jaringan
Berdasarkan letaknya, organ badan vertebrata, termasuk manusia, dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu organ luar dan organ dalam. Organ luar yaitu organ yang sanggup dilihat dari luar, sedangkan organ dalam terletak di dalam tubuh. Contoh organ luar yaitu hidung dan telinga, sedangkan organ dalam mencakup jantung, paru-paru, usus, ginjal, dan sebagainya.

2. Sistem Organ

Suatu organ dalam badan makhluk hidup, baik manusia, hewan, ataupun tumbuhan tidak sanggup terpisah dari organ lainnya. Sebagai contoh, susukan pernafasan pada manusia. Saat melaksanakan pernafasan, organ yang dipakai antara lain hidung, paru-paru, dan jantung. Bila salah satu organ dihilangkan atau terjadi kerusakan, maka proses respirasi akan terhambat, bahkan tidak akan terjadi proses respirasi. Selain itu, ada juga sistem pencernaan yang termasuk juga sistem organ. Perhatikan Gambar 2.

 Daging merupakan salah satu sumber protein hewani bagi Pintar Pelajaran Organ dan Sistem Organ Manusia dan Hewan
Gambar 2. Sistem pencernaan pada manusia
Nah, dari referensi tersebut kita ketahui bahwa, antara satu organ dengan yang lain tidak sanggup saling dipisahkan. Dengan demikian, sistem organ yaitu adonan dari banyak sekali organ untuk melakukan suatu fungsi di dalam tubuh. Organ-organ yang merupakan bagian sistem organ tersebut mempunyai peranan sama penting di dalam mewujudkan fungsi sistem. Apabila terjadi kerusakan pada sebuah sistem, akan mengakibatkan gangguan sistem yang lain. Akibatnya, metabolisme dalam badan menjadi tidak stabil.

Hati yaitu salah satu organ tebesar dalam tubuh. Hati terdiri atas beberapa jaringan dan terbagi menjadi dua bagaian. Di dalamnya terdapat pembuluh vena dan venula, lalu terdapat pula pembuluh arteri dan arteriola. Selain serpihan tersebut, bagian yang bersahabat hati merupakan kantung empedu dengan fungsi sebagai saluran pembawa dan penyimpanan cairan empedu. Oleh sebab itu, tidak salah bila hati merupakan organ penyusun sistem pencernaan yang amat penting. Fungsi hati yaitu penetral racun yang masuk ke dalam tubuh bersama makanan.

Dengan memakai torso badan manusia, kita sanggup mengenal beberapa organ penyusun sistem organ pada tabel berikut.

Tabel 1. Berbagai Sistem Organ dalam Tubuh, Organ Penyusun dan Fungsinya

No.
Sistem
Organ Penyusun
Fungsi
1.
Sistem gerak
a. Sistem rangka b. Otot
Tengkorak, tulang dada, tulang rusuk, tulang belakang, tulang panggul, tulang bahu, dan ang gota gerak atas dan bawah Otot polos, otot lurik, dan otot jantung
Memberi bentuk tubuh, melekatnya otot, daerah membentuk sel darah, sebagai alat gerak pasif Alat gerak aktif dan menyimpan energi
2.
Peredaran darah & limfa
Jantung, pembuluh darah, dan limfa
Transportasi darah dan limfa
3.
Pencernaan masakan
Mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, anus, dan kelenjar pencernaan
Mencerna masakan
4.
Respirasi
Hidung, tenggorokan, dan paru- paru
Bernafas
5.
Ekskresi
Ginjal, ureter, uretra, kan tong kemih (urine); hati (empedu)
Pengeluaran sisa metabolisme
6.
Saraf
Otak, 12 ps saraf kranial, 31 ps saraf spinal, saraf simpatik, dan saraf parasimpatik
Koordinasi badan
7.
Hormon (endokrin)
Kelenjar tiroid, kelenjar para tiroid, kelenjar hipofise, dan kelenjar adrenal
Penghasil hormon, koordinasi
8.
Reproduksi
T*stis, p*nis, dan ovarium
Reproduksi
9.
Kulit (integumentum)
Kulit
Pelindung

Nah, itulah bahasan kita mengenai Organ dan Sistem Organ. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.