Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Friday, June 5, 2020

2 Rujukan Surat Langsung Untuk Teman Atau Teman Lama

Surat Pribadi

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan cara menulis surat eksklusif yang ditujukan kepada sahabat atau sahabat. Menulis surat untuk sahabat atau sahabat merupakan bahan Bahasa Indonesia. Sedangkan definisi dari surat ialah sarana komunikasi untuk memberikan isu secara tertulis oleh satu pihak kepada pihak lain.

Surat dibedakan menjadi dua yaitu surat resmi dan surat tidak resmi. Surat resmi disebut juga surat dinas, sedangkan surat tidak resmi disebut surat pribadi. Surat dinas bersifat resmi, ditulis berkaitan dengan kedinasan atau kelembagaan dan dibubuhi stempel, sedangkan surat eksklusif bersifat  tidak resmi dan berisi masalah-masalah pribadi. Surat eksklusif biasanya berisi banyak sekali ungkapan hati dan pengalaman pribadi. Oleh sebab itu surat eksklusif memakai bahasa sehari-hari.
 Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan cara menulis surat eksklusif yang ditujukan k 2 Contoh Surat Pribadi untuk Teman atau Sahabat Lama

Berikut ini ialah pola surat eksklusif untuk sahabat atau sahabat yang dapat dijadikan acuan untuk kiprah sekolah.

Surat 1


Kediri, 25 Oktober 2016
Untuk Sahabatku Marchellina Judith
di Jakarta
Assalamualaikum...
Hay Chellin yang cantik, apa kabar? Aku di sini baik-baik saja. Semoga kau dan keluargamu selalu dalam keadaan sehat. Sudah usang ya Lin kita tidak bertemu? Aku masih ingat terakhir kita berjumpa waktu itu kita gres saja naik kelas III dan kau pindah ke Jakarta. Sekarang saya sudah kelas VI. Kamu juga tentunya. Eh, bagaimana keadaanmu di Jakarta? Pastinya kau sudah besar dan semakin cantik. Aku dengar kau kini sudah jadi artis cilik ya ? Jika memang demikian, saya turut senang dan bangga.

Chellin, sengaja saya tulis surat ini sebab saya kangen sama kamu. Aku rindu masa-masa kita bersama dulu. Bermain bersama, bercanda dan berguru bersama. Kita selalu menghabiskan waktu bersama-sama. Kita ini sudah menyerupai saudara kan ? Masih segar dalam ingatanku, kala itu di hari ulang tahunku, kau hadir dan memberiku kado berwarna biru yang di dalamnya berisi boneka Bernard yang lucu. Mungkin kau tidak tahu, hingga ketika ini, boneka itu masih ada. Meskipun sudah buluk, tapi saya sangat menyayanginya. Kujadikan beliau sebagai sahabat tidurku, sebab boneka itu mengingatkanku pada dirimu.

Lin, kapan ya masa-masa kebersamaan itu akan terulang kembali ? Meskipun kini kau sudah menjadi artis terkenal, saya harap kau tidak melupakanku. Aku disini selalu merindukanmu dan berharap kita dapat betemu lagi.

Sekian dulu ya Lin, kapan-kapan disambung lagi. Kalau ada waktu segera balas suratku ini. Jika kau tidak membalasnya berarti kau itu sombong apalagi kini sudah punya banyak penggemar. Ingat, anak yang sombong itu temannya syetan hehe. Oh ya, sampaikan salamku kepada papa dan mamamu. Pesanku, jaga diri baik-baik. Jangan lupa belajar. Semoga kita dapat segera bertemu.

Wassalamualaikum...
Salam Manis,
Sahabatmu
ttd
Amelia Putri

Surat 2


Jakarta, 2 Nopember 2016
Untuk sahabatku Amelia Putri tersayang
di Kediri
Assalamualaikum...
Hay Amel yang manis, Alhamdulillah saya dan keluargaku baik-baik saja di sini. Akupun bersyukur kabarmu juga dalam keadaan baik di sana. Kamu benar sudah usang kita tidak bertemu. Aku bukan saja sudah besar. Kini saya tumbuh menjadi gadis dewasa dan semakin manis tentunya hehe. Sama menyerupai dirimu, saya kini sudah kelas VI. Aku yakin jikalau kau juga semakin manis. Memang benar Mel, kini saya jadi artis cilik. Makara artis itu ada lezat dan tidaknya. Sebelumnya saya tidak pernah berpikir menjadi artis. Itu terjadi sebab kebetulan. Kini hari-hariku disibukkan dengan aktivitas syuting yang padat. Benar-benar sangat melelahkan. Aku hampir tidak mempunyai waktu bermain sekarang.

Mel, mungkin kau tidak tahu, disini saya juga merindukanmu. Aku selalu merindukan masa-masa kebersamaan denganmu menyerupai dulu. Aku kangen suasana di desa dan teman-teman semua. Trima kasih ya ternyata kado dariku masih kau simpan. Ketika membacanya, saya tertawa geli. Segitunya kau mencintai si Bernard. Teganya kau samakan diriku dengan si Bernard hihihi.

Mel, kapan ke Jakarta ? Sekali-kali main dong kesini. Aku niscaya mengajakmu jalan-jalan keliling Jakarta. Oh ya, saya punya kabar baik untukmu. Liburan semester tahun ini, InsyaAllah saya ke Kediri. Kamu tahu kan, Tante Hana, yang dulu sering mengantarkan saya les. Tante Hana ini akan menikah dengan orang Kediri. Aku senang banget. Karena kini saya punya keluarga di Kediri.

Aku rasa cukup hingga disini dulu ya Mel. Jangan khawatir, saya masih Marchellina yang dulu. Sahabat karibmu. Jarak dan waktulah yang memisahkan kita. Belajar yang rajin ya. Aku selalu mendoakanmu disini. Mama dan papa titip salam kepadamu. Jaga diri kau baik-baik ya. Tunggu kedatanganku ! Sampai jumpa.

Wassalamualaikum...
Sahabatmu,
ttd
Marchellina Judith

Demikianlah 2 Contoh Surat Pribadi untuk Teman atau Sahabat Lama. Semoga bermanfaat.

Wawancara Dengan Pedagang Cilok Dan Pedagang Nasi Pecel Tumpang

Pada kesempatan kali ini, admin akan membagikan 2 referensi teks wawancara untuk memenuhi kiprah mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sebelum membahas referensi teks, ada baiknya kita ulas lagi ihwal pengertian wawancara.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wawancara yakni kegiatan tanya jawab yang dilakukan oleh pewawancara sebagai penanya dan narasumber sebagai orang yang ditanya. Tujuan dari kegiatan ini yakni untuk menggali isu tertentu dengan cara tanya jawab guna mencapai tujuan yang direncanakan untuk wawancara itu.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam wawancara diantaranya yakni :
1. Menentukan topik wawancara (permasalahan yang akan dibicarakan)
2. Menentukan narasumber (orang yang bersedia diwawancarai)
3. Membuat kesepakatan dengan narasumber (menentukan waktu dan daerah untuk bertemu)
4. Membuat daftar pertanyaan
5. Menggunakan bahasa yang sopan dan santun

 referensi teks wawancara untuk memenuhi kiprah mata pelajaran Bahasa Indonesia Wawancara dengan Pedagang Cilok dan Pedagang Nasi Pecel Tumpang

1. Wawancara dengan pedagang pentol cilok


Siswi : "Permisi bang, maaf mengganggu. Boleh minta waktunya sebentar?"
Penjual : "Iya boleh non. Ada yang bisa saya bantu ?"
Siswi : "Perkenalkan, saya Zowiya. Begini bang, saya menerima kiprah dari guru Bahasa Indonesia untuk mewawancarai pedagang sebagai narasumber. Apa kakak bersedia untuk diwawancarai ?"
Penjual : "Silahkan non, dengan bahagia hati."
Siswi : "Kapan kakak memulai perjuangan menjual cilok ini ?"
Penjual : "Sejak tahun 2000 non."
Siswi : "Mengapa kakak menentukan berjualan cilok ?"
Penjual : "Abang berjualan cilok lantaran kemampuan yang kakak miliki hanya sebatas ini non".
Siswi : "Berapa modal awal yang kakak keluarkan untuk berjualan ?"
Penjual : "Waktu itu modalnya hanya Rp.100.000, non."
Siswi : "Apa saja bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menciptakan cilok?" 
Penjual : "Bahannya tepung kanji, daging ayam, penyedap rasa. Untuk bumbu komplemen menyerupai saus, biasanya kakak memakai bumbu kacang, kecap, dan saus sambal."
Siswi : "Pada dikala awal berjualan , kakak membuka perjuangan dirumah atau eksklusif berjualan keliling?"
Penjual : "Mulanya kakak berjualan di rumah non, tapi ternyata sepi pembeli. Akhirnya kakak tetapkan untuk berjualan keliling. Biasanya kakak eksklusif ke sekolah-sekolah."
Siswi : "Abang berjualan mulai jam berapa hingga jam berapa ?"
Penjual : "Kalau pagi biasanya jam 09.00-12.00. Sorenya kakak berjualan lagi mulai jam 16.00-20.00".
Siswi : "Berapa penghasilan rata-rata kakak setiap harinya ?"
Penjual : "Tidak tentu non, terkadang penghasilan sehari Rp.250.000 dengan laba higienis Rp.80.000. Jika tidak terjual habis hanya sanggup Rp.150.000. Namanya juga berdagang, kadang ramai, kadang sepi non."
Siswi : " Apabila dagangan tidak habis terjual, itu dibuang atau diolah lagi?"
Penjual : "Biasanya kalau masih ada dihangatkan lagi non. Tapi rasanya jadi beda. Yang sering, jikalau dagangan tidak habis terjual, kakak berikan kepada tetangga."
Siswi : "Biasanya para pedagang memakai materi pengawet supaya dagangannya tahan lama. Bagaimana berdasarkan kakak ?"
Penjual : "Waduh, sejauh ini kakak belum pernah menggunakannya non. Alhamdulillah, dagangan cilok kakak seringkali habis terjual. Di satu sisi penggunaan materi pengawet itu tidak baik untuk kesehatan."
Siswi : "Ooh, begitu ya bang, baguslah. Selama menjalankan perjuangan ini, pernahkah kakak berpikir untuk mencari pekerjaan lain ?"
Pedagang : "Tidak non. Apa yang bisa diharapkan dari orang menyerupai kakak yang SD saja tidak tamat. Abang sudah sangat bersyukur dengan perjuangan ini. Meskipun penghasilan tidak seberapa yang penting cukup untuk menghidupi keluarga."
Siswi : "Oh begitu ya bang. Saya kira sudah cukup. Sudah banyak isu yang saya dapatkan. Semoga perjuangan kakak semakin sukses dan berkah. Trima kasih banyak sudah memberi saya kesempatan untuk mewawancarai abang."
Penjual : 'Aamiin. Sama-sama non."

2. Wawancara dengan pedagang nasi pecel tumpang


Pewawancara : "Selamat malam bu, mohon maaf mengganggu."
Pedagang : "Selamat malam mas."
Pewawancara : " Bagaimana hasil jualannya hari ini bu ?"
Pedagang : "Alhamdulillah lancar mas."
Pewawancara : " Begini bu, saya ada kiprah untuk mewawancarai ibu. Apakah ibu berkenan?"
Pedagang : "Ooh, silahkan mas."
Pewawancara : "Bu, bisa anda ceritakan awal mulanya ibu jualan nasi pecel tumpang?"
Pedagang : "Ya. Makara begini mas, sebelum saya jualan nasi pecel tumpang, saya jualan sayur. Kemudian suami menawari saya jualan nasi. Saya tanya, jualan dimana? Suami saya menjawab di pos gardu depan pasar desa. Waktu itu saya berpikir sejenak. Menimbang-nimbang keputusan. Akhirnya, saya oke untuk jualan ya disini ini tempatnya."
Pewawancara : "Itu tahun berapa, bu?"
Pedagang : "Saya masih ingat betul pertama kali jualan itu tanggal 17 Agustus 2000 bertepatan dengan upacara hari kemerdekaan yang di selenggarakan di lapangan desa ini."
Pewawancara : "Waktu pertama kali jualan itu bagaimana bu?"
Pedagang : "Awalnya tidak menyerupai ini mas. Saya belum jualan banyak menyerupai ini. Hanya nasi pecel tumpang dan minuman saja. Namanya juga masih gres mas. Pembeli belum begitu banyak. Yang namanya orang jualan ada saja halangannya. Dulu saya sering kali diusili orang. Sepulang dari jualan kan segala perabot hanya saya letakkan di belakang pos ini. Mulai gelas, piring, sendok. Semua saya simpan dalam kardus bekas air mineral. Ternyata perabot-perabot jualan milik saya itu dicuri orang. Tapi saya biarkan saja. Saya ikhlaskan. Mungkin ini cobaan orang mencari rejeki. Bahkan saya juga pernah mas, dikerjain orang yang iri. Tapi ya lagi-lagi saya biarkan. Saya tidak mau membalasnya. Biar Yang Kuasa yang membalas."
Pewawancara : "Benar bu, jikalau kita ikhlas, dan tetap berbuat baik, niscaya Allah ganti dengan rejeki yang lebih banyak."
Pedagang : "Iya mas, saya percaya kalau Gusti Allah ora sare."
Pewawancara : "Ngomong-ngomong, nasi pecel tumpang bu Endang ini kan populer yummy bahkan populer hingga luar kota juga. Kalau boleh tahu, itu resepnya apa ya bu?"
Pedagang : "Sebenarnya tidak begitu sulit membuatnya mas, lantaran bahan-bahannya sangat merakyat. Pecel berbahan dasar kacang tanah sedang tumpang lebih ke perpaduan tempe waras dan tempe bosok yang diracik dengan cabai rawit dan cabai besar dengan rempah-rempah lainnya. Namun, cita rasa yang dihasilkan akan berbeda antara satu tangan dengan tangan yang lain. Antara warung lesehan yang satu dengan yang lainnya. Begitulah. Masing-masing akan mempunyai cita rasa yang khas."
Pewawancara : " Ooh begitu ya bu. Satu pincuk nasi pecel tumpang ini ibu jual berapa ?"
Pedagang : "Tidak mahal mas, hanya 5000 rupiah saja."
Pewawancara : "Bu, lesehan ini biasanya buka dari jam berapa hingga jam berapa?"  
Pedagang : "Kalau persiapan itu jam lima sore, mas. Setelah magrib mulai jualan hingga malam jam dua belas."
Pewawancara : "Setiap hari berapa kilo nasi yang ditanak, bu?"
Pedagang : "Tidak pasti. Tapi kalau dirata-rata kurang lebih 10 Kg setiap harinya. Seperti kemarin itu, saya hingga menanak dua kali saking ramainya."
Pewawancara : "Pernah tidak bu hingga tidak habis jualannya?"
Pedagang : "Ya pernah, mas."
Pewawancara : "Kalau tidak habis, nasinya itu dibuang atau dibagi-bagikan?"
Pedagang : “Biasanya dibagikan, namun kadang-kadang kalau sisa nasinya banyak itu dibentuk krupuk puli, mas."
Pewawancara : "Kalau kulupan dan lalapannya tidak habis bagaimana bu?"
Pedagang : "Kalau itu dibuang, mas. Soalnya kan tidak tahan lama."
Pewawancara : "Selama 16 tahun jualan nasi pecel tumpang, apa mimpi dan impian njenengan bu ?"
Pedagang : "Maksudnya ?"
Pewawancara : "Maksud saya satu keinginan besar yang mungkin hingga hari ini masih belum terwujud."
Pedagang : "Waah banyak, mas. Anak saya kan 5. Yang 2 sudah menikah tapi belum punya rumah. Yang 3  masih sekolah itu minta dikuliahkan semua. Ya, mudah-mudahan saya diberi rejeki yang banyak, jualannya lancar sehingga bisa membantu anak dikit-dikit untuk membangun rumah serta menyekolahkan ketiga anak saya itu hingga perguruan tinggi tinggi."
Pewawancara : "Aamiin. Baiklah bu, lantaran waktu sudah mengatakan pukul sebelas, saya mohon pamit. Saya ucapkan trimakasih banyak atas waktu yang ibu luangkan. Semoga perjuangan ibu ini semakin sukses."
Pedagang : "Aamiin. Sama-sama mas."

Demikian Wawancara dengan Pedagang Cilok dan Pedagang Nasi Pecel Tumpang yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat dan bisa dijadikan referensi untuk memenuhi kiprah sekolah. Selamat berguru !

Wednesday, May 6, 2020

Tanda Baca Dan Fungsinya Sesuai Dengan Eyd

Tanda baca merupakan simbol yang tidak berafiliasi dengan fonem (suara) atau kata dan frasa melainkan digunakan di dalam sistem ejaan yang berfungsi untuk menunjukkan struktur dari suatu goresan pena serta intonasi dan jeda yang sanggup diamati saat membacanya. Dengan adanya tanda baca dan penempatannya, maka sebuah goresan pena sanggup dipahami maksudnya.

Tanda baca merupakan simbol yang tidak berafiliasi dengan fonem  Tanda Baca dan Fungsinya Sesuai dengan EYD

Ada berbagai jenis tanda baca dan masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda. Penggunaan tanda baca merupakan hukum yang sudah baku. Dalam Bahasa Indonesia terdapat beberapa jenis tanda baca yang umum digunakan yaitu tanda titik, tanda koma, tanda seru, tanda tanya, tanda titik koma, tanda titik dua, tanda hubung, tanda petik, tanda petik tunggal, tanda kurung, tanda kurung siku, tanda garis miring, dan tanda elipsis.

Jenis-jenis tanda baca dan fungsinya

Berikut ini ialah jenis-jenis tanda baca serta penggunaannya menurut kaidah atau aliran umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD).

A. Tanda titik (.) dan fungsinya

Tanda titik (.) merupakan tanda baca yang sering kita jumpai dalam sebuah tulisan. Tanda titik terdiri dari sebuah tanda titik kecil yang ditempatkan di final sebuah kalimat atau karya tulis.

1 Mengakhiri kalimat berita/pernyataan
Contoh :
* Pamanku tinggal di Surabaya.
* Ibu sedang menyiram bunga di taman.
* Rumah besar itu ternyata berhantu.

2. Akhir abreviasi nama orang
Contoh :
* Abd. Rozak
* Muh. Yamin
* Meggy. Z
* John F. Kennedy

3. Akhir abreviasi gelar, jabatan, pangkat dan sapaan
Contoh :
* Prof. Ginanjar Sukma Subrata
* Dr. Umar Kayam
* dr. Tri Handoyo
* S.H.
* S.E.
* Kol. Agus Santoso
* Sdr. Firman Ghani

4. Memisahkan angka jam, menit, detik
Contoh :
* 0.20.30 jam (20 menit, 30 detik)
* 1.35.20 jam ( 1 jam, 35 menit, 20 detik )
* Pukul 1.30.20 (Pukul 1 lebih 30 menit, 20 detik)

5. Singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum
Pada abreviasi yang tediri atas tiga karakter atau lebih hanya digunakan satu tanda titik.
Contoh :
* a.n.

6. Dipakai dalam suatu bagan, ikhtisar, dan daftar
Contoh :
* a. III. Departemen Pendidikan Nasional
          A. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
          B. Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah

7. Digunakan dalam daftar pustaka
Tanda titik digunakan di antara nama penulis, judul goresan pena yang tidak berakhir degan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit daftar pustaka.
Contoh :
* Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Weltervreden: Balai Pustaka.

B. Tanda Koma (,) dan fungsinya

Tanda koma merupakan tanda baca melengkung yang menyerupai dengan angka 9. Dalam sebuah kalimat, tanda koma umumnya digunakan untuk memisahkan anak kalimat atau unsur-unsur dalam sebuah kalimat yang sanggup dijadikan jeda bagi pembaca.

1. Memisahkan unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilang
Contoh :
* Saya membeli kangkung, cabe, tomat, dan terasi.
* Kendi, cobek, guci, dan pot bunga merupakan barang-barang tembikar.

2. Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat
Apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimat, maka dipsahkan dengan tanda koma.
Contoh :
* Kalau kau suka berbohong, saya tidak sudi lagi berteman denganmu.
* Karena kau sudah membaca artikel ini, saya ucapkan terima kasih.

3. Memisahkan kalimat setara
Tanda koma digunakan untuk memisahkan kalimat setara yang satu kalimat dengan kalimat berikutnya yang didahului oleh kata penghubung menyerupai tetapi atau melainkan.
Contoh :
* Saya ingin datang, tetapi hujan turun begitu deras.
* Dia bukan adikku, melainkan adik temanku.

4. Digunakan di belakang ungkapan kata penghubung
Tanda koma digunakan di belakang kata atau ungkapan kata penghubung antar kalimat yang terdapat apada awal kalimat. Kata penghubung yang dimaksud ialah oleh sebab itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.
Contoh :
*... Oleh sebab itu, kita harus selalu waspada.
* ... Jadi, pada dasarnya kini kita sudah tahu cara mengerjakan soal menyerupai ini.

5. Digunakan di antara nama orang dan gelar akademik
Tanda koma digunakan di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakan nama diri, keluarga, dan marga.
Contoh :
* Rr. Sitoresmi Prabuningrat, S.H.
* Ny. Khadijah, M.A.
* Bambang Irawan, S.H., M.Hum.
* Ari Baskoro, S.Pd., M.Pd.
* Wisnu Pradana, S.Psi.

6. Digunakan di antara angka
Tanda koma digunakan di antara angka yang menunjukkan persepuluhan, perseratusan (bilangan desimal) atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Contoh :
* 15, 5 cm
* Rp 25,50

7. Memisahkan petikan langsung
Tanda koma digunakan untuk memisahkan petikan pribadi dari kepingan lain dalam kalimat.
Contoh :
* Kata kakak, " Saya semakin gemuk".
* " Saya besar hati sekali", kata ibu, "karena lulus ujian".
* "Saya belum siap," kata Mira, "tunggu sebentar!"

8. Memisahkan kepingan nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka
Contoh :
* Alisjahbana, Sutan Takdir. 1949. Tata Bahasa Baru Indonesia. Jilid 1 dan 2. Djakarta: PT Pustaka Rakyat.
* Junus, H. Mahmud. 1973. Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Alquran.

9. Digunakan untuk penulisan nama, alamat, tempat dan tanggal
Contoh :
* Kediri, 15 Januari 1999
* Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jalan Raya Salemba 6, Jakarta

10. Untuk mengapit keterangan tambahan
Tanda koma digunakan untuk mengapit keterangan perhiasan yang sifatnya tidak membatasi.
Contoh :
* Guru saya, Pak Rizal, fasih berbahasa Inggris.
* Semua anggota OSIS, baik pria maupun perempuan, wajib mengikuti latihan Pramuka.

C. Tanda Seru (!) dan fungsinya

Tanda seru digunakan untuk mengakhiri kalimat ungkapan atau pernyataan berupa usul atau perintah atau yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau rasa emosi yang kuat.
Contoh :
* Wow ! Cantiknya gadis itu.
* Stop ! Jangan lakukan itu lagi!
* Aku muak melihatmu. Pergilah kau jauh-jauh dari hadapanku!

D. Tanda Tanya (?) dan fungsinya

Tanda tanya digunakan untuk mengakhiri kalimat tanya. Penggunaan tanda tanya di dalam kurung (?) menunjukan bahwa pernyataan yang mendahuluinya disangsikan atau kurang sanggup dibuktikan kebenarannya.
Contoh :
* Kapan kau ke rumahku?

* Apa kau bilang ? Pak lurah memelihara tuyul (?)


E. Tanda Titik Koma (;) dan fungsinya

Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan kalimat yang sejenis atau setara dan sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setaradalam kalimat majemuk.
Contoh :
* Hari sudah menjelang malam; pekerjaan belum selesai juga.
* Ayah sedang memanen singkong di kebun; ibu sibuk memarut kelapa; adik mencari daun pisang; saya sendiri malah asyik membaca resep kue.


F. Tanda Titik Dua (:) dan fungsinya

Tanda Titik Dua digunakan dalam hal-hal sebagai berikut.
1. Pada final suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian
Pemerian ialah deskripsi, penggambaran, klarifikasi atau penguraian unsur-unsur. Fungsi dari pemerian ialah menjelaskan semoga pembaca lebih paham mengenai pernyataan lengkap yang sudah diungkapkan sebelum tanda titik tersebut.
Contoh :
* Sayur lodeh membutuhkan bumbu dapur: garam, cabe, ketumbar, lengkuas, bawang merah, dan bawang putih.

2. Pada kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian
a. Ketua                 : Bagus Hendrawan
    Wakil Ketua       : Aldo Pratama
    Sekretaris           : Febriana Susanti
    Bendahara          : Rosalina
b. Tempat               : Garden Hall
    Pembawa acara  : Agung Santoso
    Hari                    : Sabtu
    Waktu                : 10.00

3. Penulisan teks drama
Tanda titik dua digunakan dalam teks drama sehabis kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Contoh :
* Ibu : (Sambil mengusap air matanya)" Benarkah kau Malin Kundang anakku?"
   Malin Kundang : " Dasar orang gila. Aku tidak kenal denganmu. Pergi kau!"

4. Digunakan dalam karya ilmiah

Tanda titik dua juga digunakan di antara jilid atau nomor buku/ majalah dan halaman antara kepingan dan ayat dalam kitab suci, atau antara judul dan anak judul suatu karangan serta nama kota dan penerbit buku.
Contoh :
* Tempo, I (1971), 34:7
* Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara Pedoman Umum Pembetulan Istilah Edisi Ketiga. Jakarta: Pusat Bahasa
* Al-Baqarah : 255

G. Tanda Hubung (-) dan Fungsinya

Tanda hubung digunakan dalam hal-hal menyerupai berikut:
1. Menyambung suku kata
Tanda hubung digunakan untuk menyambung suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris dalam penulisan sebuah paragraf.
Contoh :
* Untuk mengerjakan soal pembagian, gunakan saja cara usang jikalau ca-ra gres yang diajarkan gurumu sedikit membingungkan.

2. Untuk menulis kata ulang
Contoh :
* Buah mangga podang yang ranum itu warnanya kemerah-merahan.
* Anak-anak lebih suka bermain di halaman.

3. Menyambung karakter yang dieja dan kepingan tanggal
Contoh :
* p-e-g-a-w-a-i

4. Merangkai kata tertentu
Tanda hubung digunakan untuk merangkai se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan karakter kapital, ke- dengan angka, angka dengan -an, abreviasi karakter kapital dengan imbuhan atau kata.
Contoh :
* Pemilihan kepala tempat akan diselenggarakan se-Indonesia.
* Dia anak ke-3 dari lima bersaudara.
* Film kartun itu dibentuk pada tahun 70-an.
* Perusahaan itu terpaksa mem-PHK-kan sebagian karyawannya.

5. Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing
Contoh :
* Rudi tidak sanggup menangkap bola saat di-smash Andika.
Contoh :
* Sajak " Permata Hatiku" terdapat pada halaman 20 buku itu.
* Bacalah " Penggunaan Tanda Baca " dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

H. Tanda Petik (“…”) dan fungsinya

Berikut ini klarifikasi tanda petik dan fungsinya yang biasanya digunakan untuk:
1. Mengapit petikan lagsung
Tanda petik digunakan untuk mengapit petikan pribadi yang berasal dari pembicaraan atau naskah drama dan goresan pena lain.
Contoh :
* "Sejak tadi saya menunggumu", kata Romeo, "Cepatlah ke sini!

2. Mengapit judul syair, karangan, kepingan buku yang digunakan dalam kalimat
Contoh :
* Sajak " Pahlawanku" terdapat pada halaman 5 buku itu.

3. Mengapit istilah kalimat yang kurang dikenal
Contoh :
* Wanita itu dijuluki "Lambe Lamis" oleh tetangganya.
* Beramal itu harus ikhlas, dihentikan "nggrundel".

I. Tanda Petik Tunggal (‘..’) dan fungsinya

Tanda Petik tunggal mempunyai fungsi sebagai berikut.
1. Mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain

Contoh :
* "Ketika kusandarkan sepeda tuaku, kudengar teriakan anakku, 'Ibu, Bapak pulang', dan seketika hilang rasa lelahku", kata Pak Burhan.
* "Kau dengar bunyi 'krusek-krusek' tadi?" tanya Ridwan.

2. Mengapit makna kata atau ungkapan
Contoh :
* Pencuri itu mengambil langkah seribu 'lari pontang-panting' setelah mendengar teriakan maling. 


J. Tanda Kurung ( ) dan fungsinya

Tanda kurung mempunyai fungsi sebagai berikut.
1. Mengapit perhiasan keterangan atau penjelasan
Contoh :
* Dia malas berguru sehingga semua nilainya di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).

2. Mengapit keterangan atau klarifikasi yang bukan kepingan pokok pembicaraan
Contoh :
* Keterangan selengkapnya (lihat halaman 10) perihal faktor produksi dan pasaran dalam negeri.

3. Mengapit angka atau karakter yang memerinci urutan keterangan
Contoh :
* Faktor produksi menyangkut problem (a) alam, (b) tenaga kerja, dan (c) modal.


K. Tanda Kurung Siku ( {..} ) dan fungsinya

Tanda kurung siku digunakan untuk mengapit kata atau kelompok kata yang sudah ada sebagai kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
Contoh :
* Peningkatan hasil produksi tahun ini terjadi sekitar 50% dari tahun sebelumnya (Grafik peningkatan ditulis pada kepingan 2 {lihat halaman 20})

L. Tanda Garis Miring (/) dan fungsinya

Tanda garis miring mempunyai fungsi sebagai berikut.
1. Dipakai dalam penomoran instruksi surat, nomor pada alamat, penulisan tahun
Contoh :
* No. 7/PK/2008
* Jalan Godean III/5
* Tahun Ajaran 2016/2017
2. Dipakai sebagai pengganti kata atau, per atau tiap
Contoh :
* Anda sanggup memesan baju ini offline/online.

M. Tanda Elipsis (…) dan fungsinya

Tanda elipsis ialah tanda baca yang terdiri dari tiga titik yang berderet dan digunakan untuk kalimat yang terputus-putus sehingga pembaca lebih memahami maksud dari percakapan tersebut. Tanda baca ini juga sanggup menunjukkan jeda pada pembicaraan.
Contoh :
* "Sayangku ... Semoga engkau selalu dalam lindunganNya?" Untaian doa Juliet untuk Romeo.
* "Hmmm ... Ternyata kau ini belakang layar menghanyutkan". Celetuk Bagas dengan wajah keheranan.

Demikianlah Tanda Baca dan Fungsinya Sesuai EYD. Semoga bermanfaat

Thursday, April 23, 2020

2 Rujukan Surat Langsung Untuk Teman Atau Teman Lama

Surat Pribadi

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan cara menulis surat eksklusif yang ditujukan kepada sahabat atau sahabat. Menulis surat untuk sahabat atau sahabat merupakan bahan Bahasa Indonesia. Sedangkan definisi dari surat ialah sarana komunikasi untuk memberikan isu secara tertulis oleh satu pihak kepada pihak lain.

Surat dibedakan menjadi dua yaitu surat resmi dan surat tidak resmi. Surat resmi disebut juga surat dinas, sedangkan surat tidak resmi disebut surat pribadi. Surat dinas bersifat resmi, ditulis berkaitan dengan kedinasan atau kelembagaan dan dibubuhi stempel, sedangkan surat eksklusif bersifat  tidak resmi dan berisi masalah-masalah pribadi. Surat eksklusif biasanya berisi banyak sekali ungkapan hati dan pengalaman pribadi. Oleh sebab itu surat eksklusif memakai bahasa sehari-hari.
 Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan cara menulis surat eksklusif yang ditujukan k 2 Contoh Surat Pribadi untuk Teman atau Sahabat Lama

Berikut ini ialah pola surat eksklusif untuk sahabat atau sahabat yang dapat dijadikan acuan untuk kiprah sekolah.

Surat 1


Kediri, 25 Oktober 2016
Untuk Sahabatku Marchellina Judith
di Jakarta
Assalamualaikum...
Hay Chellin yang cantik, apa kabar? Aku di sini baik-baik saja. Semoga kau dan keluargamu selalu dalam keadaan sehat. Sudah usang ya Lin kita tidak bertemu? Aku masih ingat terakhir kita berjumpa waktu itu kita gres saja naik kelas III dan kau pindah ke Jakarta. Sekarang saya sudah kelas VI. Kamu juga tentunya. Eh, bagaimana keadaanmu di Jakarta? Pastinya kau sudah besar dan semakin cantik. Aku dengar kau kini sudah jadi artis cilik ya ? Jika memang demikian, saya turut senang dan bangga.

Chellin, sengaja saya tulis surat ini sebab saya kangen sama kamu. Aku rindu masa-masa kita bersama dulu. Bermain bersama, bercanda dan berguru bersama. Kita selalu menghabiskan waktu bersama-sama. Kita ini sudah menyerupai saudara kan ? Masih segar dalam ingatanku, kala itu di hari ulang tahunku, kau hadir dan memberiku kado berwarna biru yang di dalamnya berisi boneka Bernard yang lucu. Mungkin kau tidak tahu, hingga ketika ini, boneka itu masih ada. Meskipun sudah buluk, tapi saya sangat menyayanginya. Kujadikan beliau sebagai sahabat tidurku, sebab boneka itu mengingatkanku pada dirimu.

Lin, kapan ya masa-masa kebersamaan itu akan terulang kembali ? Meskipun kini kau sudah menjadi artis terkenal, saya harap kau tidak melupakanku. Aku disini selalu merindukanmu dan berharap kita dapat betemu lagi.

Sekian dulu ya Lin, kapan-kapan disambung lagi. Kalau ada waktu segera balas suratku ini. Jika kau tidak membalasnya berarti kau itu sombong apalagi kini sudah punya banyak penggemar. Ingat, anak yang sombong itu temannya syetan hehe. Oh ya, sampaikan salamku kepada papa dan mamamu. Pesanku, jaga diri baik-baik. Jangan lupa belajar. Semoga kita dapat segera bertemu.

Wassalamualaikum...
Salam Manis,
Sahabatmu
ttd
Amelia Putri

Surat 2


Jakarta, 2 Nopember 2016
Untuk sahabatku Amelia Putri tersayang
di Kediri
Assalamualaikum...
Hay Amel yang manis, Alhamdulillah saya dan keluargaku baik-baik saja di sini. Akupun bersyukur kabarmu juga dalam keadaan baik di sana. Kamu benar sudah usang kita tidak bertemu. Aku bukan saja sudah besar. Kini saya tumbuh menjadi gadis dewasa dan semakin manis tentunya hehe. Sama menyerupai dirimu, saya kini sudah kelas VI. Aku yakin jikalau kau juga semakin manis. Memang benar Mel, kini saya jadi artis cilik. Makara artis itu ada lezat dan tidaknya. Sebelumnya saya tidak pernah berpikir menjadi artis. Itu terjadi sebab kebetulan. Kini hari-hariku disibukkan dengan aktivitas syuting yang padat. Benar-benar sangat melelahkan. Aku hampir tidak mempunyai waktu bermain sekarang.

Mel, mungkin kau tidak tahu, disini saya juga merindukanmu. Aku selalu merindukan masa-masa kebersamaan denganmu menyerupai dulu. Aku kangen suasana di desa dan teman-teman semua. Trima kasih ya ternyata kado dariku masih kau simpan. Ketika membacanya, saya tertawa geli. Segitunya kau mencintai si Bernard. Teganya kau samakan diriku dengan si Bernard hihihi.

Mel, kapan ke Jakarta ? Sekali-kali main dong kesini. Aku niscaya mengajakmu jalan-jalan keliling Jakarta. Oh ya, saya punya kabar baik untukmu. Liburan semester tahun ini, InsyaAllah saya ke Kediri. Kamu tahu kan, Tante Hana, yang dulu sering mengantarkan saya les. Tante Hana ini akan menikah dengan orang Kediri. Aku senang banget. Karena kini saya punya keluarga di Kediri.

Aku rasa cukup hingga disini dulu ya Mel. Jangan khawatir, saya masih Marchellina yang dulu. Sahabat karibmu. Jarak dan waktulah yang memisahkan kita. Belajar yang rajin ya. Aku selalu mendoakanmu disini. Mama dan papa titip salam kepadamu. Jaga diri kau baik-baik ya. Tunggu kedatanganku ! Sampai jumpa.

Wassalamualaikum...
Sahabatmu,
ttd
Marchellina Judith

Demikianlah 2 Contoh Surat Pribadi untuk Teman atau Sahabat Lama. Semoga bermanfaat.

Wawancara Dengan Pedagang Cilok Dan Pedagang Nasi Pecel Tumpang

Pada kesempatan kali ini, admin akan membagikan 2 referensi teks wawancara untuk memenuhi kiprah mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sebelum membahas referensi teks, ada baiknya kita ulas lagi ihwal pengertian wawancara.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wawancara yakni kegiatan tanya jawab yang dilakukan oleh pewawancara sebagai penanya dan narasumber sebagai orang yang ditanya. Tujuan dari kegiatan ini yakni untuk menggali isu tertentu dengan cara tanya jawab guna mencapai tujuan yang direncanakan untuk wawancara itu.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam wawancara diantaranya yakni :
1. Menentukan topik wawancara (permasalahan yang akan dibicarakan)
2. Menentukan narasumber (orang yang bersedia diwawancarai)
3. Membuat kesepakatan dengan narasumber (menentukan waktu dan daerah untuk bertemu)
4. Membuat daftar pertanyaan
5. Menggunakan bahasa yang sopan dan santun

 referensi teks wawancara untuk memenuhi kiprah mata pelajaran Bahasa Indonesia Wawancara dengan Pedagang Cilok dan Pedagang Nasi Pecel Tumpang

1. Wawancara dengan pedagang pentol cilok


Siswi : "Permisi bang, maaf mengganggu. Boleh minta waktunya sebentar?"
Penjual : "Iya boleh non. Ada yang bisa saya bantu ?"
Siswi : "Perkenalkan, saya Zowiya. Begini bang, saya menerima kiprah dari guru Bahasa Indonesia untuk mewawancarai pedagang sebagai narasumber. Apa kakak bersedia untuk diwawancarai ?"
Penjual : "Silahkan non, dengan bahagia hati."
Siswi : "Kapan kakak memulai perjuangan menjual cilok ini ?"
Penjual : "Sejak tahun 2000 non."
Siswi : "Mengapa kakak menentukan berjualan cilok ?"
Penjual : "Abang berjualan cilok lantaran kemampuan yang kakak miliki hanya sebatas ini non".
Siswi : "Berapa modal awal yang kakak keluarkan untuk berjualan ?"
Penjual : "Waktu itu modalnya hanya Rp.100.000, non."
Siswi : "Apa saja bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menciptakan cilok?" 
Penjual : "Bahannya tepung kanji, daging ayam, penyedap rasa. Untuk bumbu komplemen menyerupai saus, biasanya kakak memakai bumbu kacang, kecap, dan saus sambal."
Siswi : "Pada dikala awal berjualan , kakak membuka perjuangan dirumah atau eksklusif berjualan keliling?"
Penjual : "Mulanya kakak berjualan di rumah non, tapi ternyata sepi pembeli. Akhirnya kakak tetapkan untuk berjualan keliling. Biasanya kakak eksklusif ke sekolah-sekolah."
Siswi : "Abang berjualan mulai jam berapa hingga jam berapa ?"
Penjual : "Kalau pagi biasanya jam 09.00-12.00. Sorenya kakak berjualan lagi mulai jam 16.00-20.00".
Siswi : "Berapa penghasilan rata-rata kakak setiap harinya ?"
Penjual : "Tidak tentu non, terkadang penghasilan sehari Rp.250.000 dengan laba higienis Rp.80.000. Jika tidak terjual habis hanya sanggup Rp.150.000. Namanya juga berdagang, kadang ramai, kadang sepi non."
Siswi : " Apabila dagangan tidak habis terjual, itu dibuang atau diolah lagi?"
Penjual : "Biasanya kalau masih ada dihangatkan lagi non. Tapi rasanya jadi beda. Yang sering, jikalau dagangan tidak habis terjual, kakak berikan kepada tetangga."
Siswi : "Biasanya para pedagang memakai materi pengawet supaya dagangannya tahan lama. Bagaimana berdasarkan kakak ?"
Penjual : "Waduh, sejauh ini kakak belum pernah menggunakannya non. Alhamdulillah, dagangan cilok kakak seringkali habis terjual. Di satu sisi penggunaan materi pengawet itu tidak baik untuk kesehatan."
Siswi : "Ooh, begitu ya bang, baguslah. Selama menjalankan perjuangan ini, pernahkah kakak berpikir untuk mencari pekerjaan lain ?"
Pedagang : "Tidak non. Apa yang bisa diharapkan dari orang menyerupai kakak yang SD saja tidak tamat. Abang sudah sangat bersyukur dengan perjuangan ini. Meskipun penghasilan tidak seberapa yang penting cukup untuk menghidupi keluarga."
Siswi : "Oh begitu ya bang. Saya kira sudah cukup. Sudah banyak isu yang saya dapatkan. Semoga perjuangan kakak semakin sukses dan berkah. Trima kasih banyak sudah memberi saya kesempatan untuk mewawancarai abang."
Penjual : 'Aamiin. Sama-sama non."

2. Wawancara dengan pedagang nasi pecel tumpang


Pewawancara : "Selamat malam bu, mohon maaf mengganggu."
Pedagang : "Selamat malam mas."
Pewawancara : " Bagaimana hasil jualannya hari ini bu ?"
Pedagang : "Alhamdulillah lancar mas."
Pewawancara : " Begini bu, saya ada kiprah untuk mewawancarai ibu. Apakah ibu berkenan?"
Pedagang : "Ooh, silahkan mas."
Pewawancara : "Bu, bisa anda ceritakan awal mulanya ibu jualan nasi pecel tumpang?"
Pedagang : "Ya. Makara begini mas, sebelum saya jualan nasi pecel tumpang, saya jualan sayur. Kemudian suami menawari saya jualan nasi. Saya tanya, jualan dimana? Suami saya menjawab di pos gardu depan pasar desa. Waktu itu saya berpikir sejenak. Menimbang-nimbang keputusan. Akhirnya, saya oke untuk jualan ya disini ini tempatnya."
Pewawancara : "Itu tahun berapa, bu?"
Pedagang : "Saya masih ingat betul pertama kali jualan itu tanggal 17 Agustus 2000 bertepatan dengan upacara hari kemerdekaan yang di selenggarakan di lapangan desa ini."
Pewawancara : "Waktu pertama kali jualan itu bagaimana bu?"
Pedagang : "Awalnya tidak menyerupai ini mas. Saya belum jualan banyak menyerupai ini. Hanya nasi pecel tumpang dan minuman saja. Namanya juga masih gres mas. Pembeli belum begitu banyak. Yang namanya orang jualan ada saja halangannya. Dulu saya sering kali diusili orang. Sepulang dari jualan kan segala perabot hanya saya letakkan di belakang pos ini. Mulai gelas, piring, sendok. Semua saya simpan dalam kardus bekas air mineral. Ternyata perabot-perabot jualan milik saya itu dicuri orang. Tapi saya biarkan saja. Saya ikhlaskan. Mungkin ini cobaan orang mencari rejeki. Bahkan saya juga pernah mas, dikerjain orang yang iri. Tapi ya lagi-lagi saya biarkan. Saya tidak mau membalasnya. Biar Yang Kuasa yang membalas."
Pewawancara : "Benar bu, jikalau kita ikhlas, dan tetap berbuat baik, niscaya Allah ganti dengan rejeki yang lebih banyak."
Pedagang : "Iya mas, saya percaya kalau Gusti Allah ora sare."
Pewawancara : "Ngomong-ngomong, nasi pecel tumpang bu Endang ini kan populer yummy bahkan populer hingga luar kota juga. Kalau boleh tahu, itu resepnya apa ya bu?"
Pedagang : "Sebenarnya tidak begitu sulit membuatnya mas, lantaran bahan-bahannya sangat merakyat. Pecel berbahan dasar kacang tanah sedang tumpang lebih ke perpaduan tempe waras dan tempe bosok yang diracik dengan cabai rawit dan cabai besar dengan rempah-rempah lainnya. Namun, cita rasa yang dihasilkan akan berbeda antara satu tangan dengan tangan yang lain. Antara warung lesehan yang satu dengan yang lainnya. Begitulah. Masing-masing akan mempunyai cita rasa yang khas."
Pewawancara : " Ooh begitu ya bu. Satu pincuk nasi pecel tumpang ini ibu jual berapa ?"
Pedagang : "Tidak mahal mas, hanya 5000 rupiah saja."
Pewawancara : "Bu, lesehan ini biasanya buka dari jam berapa hingga jam berapa?"  
Pedagang : "Kalau persiapan itu jam lima sore, mas. Setelah magrib mulai jualan hingga malam jam dua belas."
Pewawancara : "Setiap hari berapa kilo nasi yang ditanak, bu?"
Pedagang : "Tidak pasti. Tapi kalau dirata-rata kurang lebih 10 Kg setiap harinya. Seperti kemarin itu, saya hingga menanak dua kali saking ramainya."
Pewawancara : "Pernah tidak bu hingga tidak habis jualannya?"
Pedagang : "Ya pernah, mas."
Pewawancara : "Kalau tidak habis, nasinya itu dibuang atau dibagi-bagikan?"
Pedagang : “Biasanya dibagikan, namun kadang-kadang kalau sisa nasinya banyak itu dibentuk krupuk puli, mas."
Pewawancara : "Kalau kulupan dan lalapannya tidak habis bagaimana bu?"
Pedagang : "Kalau itu dibuang, mas. Soalnya kan tidak tahan lama."
Pewawancara : "Selama 16 tahun jualan nasi pecel tumpang, apa mimpi dan impian njenengan bu ?"
Pedagang : "Maksudnya ?"
Pewawancara : "Maksud saya satu keinginan besar yang mungkin hingga hari ini masih belum terwujud."
Pedagang : "Waah banyak, mas. Anak saya kan 5. Yang 2 sudah menikah tapi belum punya rumah. Yang 3  masih sekolah itu minta dikuliahkan semua. Ya, mudah-mudahan saya diberi rejeki yang banyak, jualannya lancar sehingga bisa membantu anak dikit-dikit untuk membangun rumah serta menyekolahkan ketiga anak saya itu hingga perguruan tinggi tinggi."
Pewawancara : "Aamiin. Baiklah bu, lantaran waktu sudah mengatakan pukul sebelas, saya mohon pamit. Saya ucapkan trimakasih banyak atas waktu yang ibu luangkan. Semoga perjuangan ibu ini semakin sukses."
Pedagang : "Aamiin. Sama-sama mas."

Demikian Wawancara dengan Pedagang Cilok dan Pedagang Nasi Pecel Tumpang yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat dan bisa dijadikan referensi untuk memenuhi kiprah sekolah. Selamat berguru !

Wednesday, April 22, 2020

Tanda Baca Dan Fungsinya Sesuai Dengan Eyd

Tanda baca merupakan simbol yang tidak berafiliasi dengan fonem (suara) atau kata dan frasa melainkan digunakan di dalam sistem ejaan yang berfungsi untuk menunjukkan struktur dari suatu goresan pena serta intonasi dan jeda yang sanggup diamati saat membacanya. Dengan adanya tanda baca dan penempatannya, maka sebuah goresan pena sanggup dipahami maksudnya.

Tanda baca merupakan simbol yang tidak berafiliasi dengan fonem  Tanda Baca dan Fungsinya Sesuai dengan EYD

Ada berbagai jenis tanda baca dan masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda. Penggunaan tanda baca merupakan hukum yang sudah baku. Dalam Bahasa Indonesia terdapat beberapa jenis tanda baca yang umum digunakan yaitu tanda titik, tanda koma, tanda seru, tanda tanya, tanda titik koma, tanda titik dua, tanda hubung, tanda petik, tanda petik tunggal, tanda kurung, tanda kurung siku, tanda garis miring, dan tanda elipsis.

Jenis-jenis tanda baca dan fungsinya

Berikut ini ialah jenis-jenis tanda baca serta penggunaannya menurut kaidah atau aliran umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD).

A. Tanda titik (.) dan fungsinya

Tanda titik (.) merupakan tanda baca yang sering kita jumpai dalam sebuah tulisan. Tanda titik terdiri dari sebuah tanda titik kecil yang ditempatkan di final sebuah kalimat atau karya tulis.

1 Mengakhiri kalimat berita/pernyataan
Contoh :
* Pamanku tinggal di Surabaya.
* Ibu sedang menyiram bunga di taman.
* Rumah besar itu ternyata berhantu.

2. Akhir abreviasi nama orang
Contoh :
* Abd. Rozak
* Muh. Yamin
* Meggy. Z
* John F. Kennedy

3. Akhir abreviasi gelar, jabatan, pangkat dan sapaan
Contoh :
* Prof. Ginanjar Sukma Subrata
* Dr. Umar Kayam
* dr. Tri Handoyo
* S.H.
* S.E.
* Kol. Agus Santoso
* Sdr. Firman Ghani

4. Memisahkan angka jam, menit, detik
Contoh :
* 0.20.30 jam (20 menit, 30 detik)
* 1.35.20 jam ( 1 jam, 35 menit, 20 detik )
* Pukul 1.30.20 (Pukul 1 lebih 30 menit, 20 detik)

5. Singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum
Pada abreviasi yang tediri atas tiga karakter atau lebih hanya digunakan satu tanda titik.
Contoh :
* a.n.

6. Dipakai dalam suatu bagan, ikhtisar, dan daftar
Contoh :
* a. III. Departemen Pendidikan Nasional
          A. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
          B. Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah

7. Digunakan dalam daftar pustaka
Tanda titik digunakan di antara nama penulis, judul goresan pena yang tidak berakhir degan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit daftar pustaka.
Contoh :
* Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Weltervreden: Balai Pustaka.

B. Tanda Koma (,) dan fungsinya

Tanda koma merupakan tanda baca melengkung yang menyerupai dengan angka 9. Dalam sebuah kalimat, tanda koma umumnya digunakan untuk memisahkan anak kalimat atau unsur-unsur dalam sebuah kalimat yang sanggup dijadikan jeda bagi pembaca.

1. Memisahkan unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilang
Contoh :
* Saya membeli kangkung, cabe, tomat, dan terasi.
* Kendi, cobek, guci, dan pot bunga merupakan barang-barang tembikar.

2. Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat
Apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimat, maka dipsahkan dengan tanda koma.
Contoh :
* Kalau kau suka berbohong, saya tidak sudi lagi berteman denganmu.
* Karena kau sudah membaca artikel ini, saya ucapkan terima kasih.

3. Memisahkan kalimat setara
Tanda koma digunakan untuk memisahkan kalimat setara yang satu kalimat dengan kalimat berikutnya yang didahului oleh kata penghubung menyerupai tetapi atau melainkan.
Contoh :
* Saya ingin datang, tetapi hujan turun begitu deras.
* Dia bukan adikku, melainkan adik temanku.

4. Digunakan di belakang ungkapan kata penghubung
Tanda koma digunakan di belakang kata atau ungkapan kata penghubung antar kalimat yang terdapat apada awal kalimat. Kata penghubung yang dimaksud ialah oleh sebab itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.
Contoh :
*... Oleh sebab itu, kita harus selalu waspada.
* ... Jadi, pada dasarnya kini kita sudah tahu cara mengerjakan soal menyerupai ini.

5. Digunakan di antara nama orang dan gelar akademik
Tanda koma digunakan di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakan nama diri, keluarga, dan marga.
Contoh :
* Rr. Sitoresmi Prabuningrat, S.H.
* Ny. Khadijah, M.A.
* Bambang Irawan, S.H., M.Hum.
* Ari Baskoro, S.Pd., M.Pd.
* Wisnu Pradana, S.Psi.

6. Digunakan di antara angka
Tanda koma digunakan di antara angka yang menunjukkan persepuluhan, perseratusan (bilangan desimal) atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Contoh :
* 15, 5 cm
* Rp 25,50

7. Memisahkan petikan langsung
Tanda koma digunakan untuk memisahkan petikan pribadi dari kepingan lain dalam kalimat.
Contoh :
* Kata kakak, " Saya semakin gemuk".
* " Saya besar hati sekali", kata ibu, "karena lulus ujian".
* "Saya belum siap," kata Mira, "tunggu sebentar!"

8. Memisahkan kepingan nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka
Contoh :
* Alisjahbana, Sutan Takdir. 1949. Tata Bahasa Baru Indonesia. Jilid 1 dan 2. Djakarta: PT Pustaka Rakyat.
* Junus, H. Mahmud. 1973. Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Alquran.

9. Digunakan untuk penulisan nama, alamat, tempat dan tanggal
Contoh :
* Kediri, 15 Januari 1999
* Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jalan Raya Salemba 6, Jakarta

10. Untuk mengapit keterangan tambahan
Tanda koma digunakan untuk mengapit keterangan perhiasan yang sifatnya tidak membatasi.
Contoh :
* Guru saya, Pak Rizal, fasih berbahasa Inggris.
* Semua anggota OSIS, baik pria maupun perempuan, wajib mengikuti latihan Pramuka.

C. Tanda Seru (!) dan fungsinya

Tanda seru digunakan untuk mengakhiri kalimat ungkapan atau pernyataan berupa usul atau perintah atau yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau rasa emosi yang kuat.
Contoh :
* Wow ! Cantiknya gadis itu.
* Stop ! Jangan lakukan itu lagi!
* Aku muak melihatmu. Pergilah kau jauh-jauh dari hadapanku!

D. Tanda Tanya (?) dan fungsinya

Tanda tanya digunakan untuk mengakhiri kalimat tanya. Penggunaan tanda tanya di dalam kurung (?) menunjukan bahwa pernyataan yang mendahuluinya disangsikan atau kurang sanggup dibuktikan kebenarannya.
Contoh :
* Kapan kau ke rumahku?

* Apa kau bilang ? Pak lurah memelihara tuyul (?)


E. Tanda Titik Koma (;) dan fungsinya

Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan kalimat yang sejenis atau setara dan sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setaradalam kalimat majemuk.
Contoh :
* Hari sudah menjelang malam; pekerjaan belum selesai juga.
* Ayah sedang memanen singkong di kebun; ibu sibuk memarut kelapa; adik mencari daun pisang; saya sendiri malah asyik membaca resep kue.


F. Tanda Titik Dua (:) dan fungsinya

Tanda Titik Dua digunakan dalam hal-hal sebagai berikut.
1. Pada final suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian
Pemerian ialah deskripsi, penggambaran, klarifikasi atau penguraian unsur-unsur. Fungsi dari pemerian ialah menjelaskan semoga pembaca lebih paham mengenai pernyataan lengkap yang sudah diungkapkan sebelum tanda titik tersebut.
Contoh :
* Sayur lodeh membutuhkan bumbu dapur: garam, cabe, ketumbar, lengkuas, bawang merah, dan bawang putih.

2. Pada kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian
a. Ketua                 : Bagus Hendrawan
    Wakil Ketua       : Aldo Pratama
    Sekretaris           : Febriana Susanti
    Bendahara          : Rosalina
b. Tempat               : Garden Hall
    Pembawa acara  : Agung Santoso
    Hari                    : Sabtu
    Waktu                : 10.00

3. Penulisan teks drama
Tanda titik dua digunakan dalam teks drama sehabis kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Contoh :
* Ibu : (Sambil mengusap air matanya)" Benarkah kau Malin Kundang anakku?"
   Malin Kundang : " Dasar orang gila. Aku tidak kenal denganmu. Pergi kau!"

4. Digunakan dalam karya ilmiah

Tanda titik dua juga digunakan di antara jilid atau nomor buku/ majalah dan halaman antara kepingan dan ayat dalam kitab suci, atau antara judul dan anak judul suatu karangan serta nama kota dan penerbit buku.
Contoh :
* Tempo, I (1971), 34:7
* Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara Pedoman Umum Pembetulan Istilah Edisi Ketiga. Jakarta: Pusat Bahasa
* Al-Baqarah : 255

G. Tanda Hubung (-) dan Fungsinya

Tanda hubung digunakan dalam hal-hal menyerupai berikut:
1. Menyambung suku kata
Tanda hubung digunakan untuk menyambung suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris dalam penulisan sebuah paragraf.
Contoh :
* Untuk mengerjakan soal pembagian, gunakan saja cara usang jikalau ca-ra gres yang diajarkan gurumu sedikit membingungkan.

2. Untuk menulis kata ulang
Contoh :
* Buah mangga podang yang ranum itu warnanya kemerah-merahan.
* Anak-anak lebih suka bermain di halaman.

3. Menyambung karakter yang dieja dan kepingan tanggal
Contoh :
* p-e-g-a-w-a-i

4. Merangkai kata tertentu
Tanda hubung digunakan untuk merangkai se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan karakter kapital, ke- dengan angka, angka dengan -an, abreviasi karakter kapital dengan imbuhan atau kata.
Contoh :
* Pemilihan kepala tempat akan diselenggarakan se-Indonesia.
* Dia anak ke-3 dari lima bersaudara.
* Film kartun itu dibentuk pada tahun 70-an.
* Perusahaan itu terpaksa mem-PHK-kan sebagian karyawannya.

5. Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing
Contoh :
* Rudi tidak sanggup menangkap bola saat di-smash Andika.
Contoh :
* Sajak " Permata Hatiku" terdapat pada halaman 20 buku itu.
* Bacalah " Penggunaan Tanda Baca " dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

H. Tanda Petik (“…”) dan fungsinya

Berikut ini klarifikasi tanda petik dan fungsinya yang biasanya digunakan untuk:
1. Mengapit petikan lagsung
Tanda petik digunakan untuk mengapit petikan pribadi yang berasal dari pembicaraan atau naskah drama dan goresan pena lain.
Contoh :
* "Sejak tadi saya menunggumu", kata Romeo, "Cepatlah ke sini!

2. Mengapit judul syair, karangan, kepingan buku yang digunakan dalam kalimat
Contoh :
* Sajak " Pahlawanku" terdapat pada halaman 5 buku itu.

3. Mengapit istilah kalimat yang kurang dikenal
Contoh :
* Wanita itu dijuluki "Lambe Lamis" oleh tetangganya.
* Beramal itu harus ikhlas, dihentikan "nggrundel".

I. Tanda Petik Tunggal (‘..’) dan fungsinya

Tanda Petik tunggal mempunyai fungsi sebagai berikut.
1. Mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain

Contoh :
* "Ketika kusandarkan sepeda tuaku, kudengar teriakan anakku, 'Ibu, Bapak pulang', dan seketika hilang rasa lelahku", kata Pak Burhan.
* "Kau dengar bunyi 'krusek-krusek' tadi?" tanya Ridwan.

2. Mengapit makna kata atau ungkapan
Contoh :
* Pencuri itu mengambil langkah seribu 'lari pontang-panting' setelah mendengar teriakan maling. 


J. Tanda Kurung ( ) dan fungsinya

Tanda kurung mempunyai fungsi sebagai berikut.
1. Mengapit perhiasan keterangan atau penjelasan
Contoh :
* Dia malas berguru sehingga semua nilainya di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).

2. Mengapit keterangan atau klarifikasi yang bukan kepingan pokok pembicaraan
Contoh :
* Keterangan selengkapnya (lihat halaman 10) perihal faktor produksi dan pasaran dalam negeri.

3. Mengapit angka atau karakter yang memerinci urutan keterangan
Contoh :
* Faktor produksi menyangkut problem (a) alam, (b) tenaga kerja, dan (c) modal.


K. Tanda Kurung Siku ( {..} ) dan fungsinya

Tanda kurung siku digunakan untuk mengapit kata atau kelompok kata yang sudah ada sebagai kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
Contoh :
* Peningkatan hasil produksi tahun ini terjadi sekitar 50% dari tahun sebelumnya (Grafik peningkatan ditulis pada kepingan 2 {lihat halaman 20})

L. Tanda Garis Miring (/) dan fungsinya

Tanda garis miring mempunyai fungsi sebagai berikut.
1. Dipakai dalam penomoran instruksi surat, nomor pada alamat, penulisan tahun
Contoh :
* No. 7/PK/2008
* Jalan Godean III/5
* Tahun Ajaran 2016/2017
2. Dipakai sebagai pengganti kata atau, per atau tiap
Contoh :
* Anda sanggup memesan baju ini offline/online.

M. Tanda Elipsis (…) dan fungsinya

Tanda elipsis ialah tanda baca yang terdiri dari tiga titik yang berderet dan digunakan untuk kalimat yang terputus-putus sehingga pembaca lebih memahami maksud dari percakapan tersebut. Tanda baca ini juga sanggup menunjukkan jeda pada pembicaraan.
Contoh :
* "Sayangku ... Semoga engkau selalu dalam lindunganNya?" Untaian doa Juliet untuk Romeo.
* "Hmmm ... Ternyata kau ini belakang layar menghanyutkan". Celetuk Bagas dengan wajah keheranan.

Demikianlah Tanda Baca dan Fungsinya Sesuai EYD. Semoga bermanfaat

Wednesday, April 15, 2020

2 Rujukan Surat Langsung Untuk Teman Atau Teman Lama

Surat Pribadi

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan cara menulis surat eksklusif yang ditujukan kepada sahabat atau sahabat. Menulis surat untuk sahabat atau sahabat merupakan bahan Bahasa Indonesia. Sedangkan definisi dari surat ialah sarana komunikasi untuk memberikan isu secara tertulis oleh satu pihak kepada pihak lain.

Surat dibedakan menjadi dua yaitu surat resmi dan surat tidak resmi. Surat resmi disebut juga surat dinas, sedangkan surat tidak resmi disebut surat pribadi. Surat dinas bersifat resmi, ditulis berkaitan dengan kedinasan atau kelembagaan dan dibubuhi stempel, sedangkan surat eksklusif bersifat  tidak resmi dan berisi masalah-masalah pribadi. Surat eksklusif biasanya berisi banyak sekali ungkapan hati dan pengalaman pribadi. Oleh sebab itu surat eksklusif memakai bahasa sehari-hari.
 Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan cara menulis surat eksklusif yang ditujukan k 2 Contoh Surat Pribadi untuk Teman atau Sahabat Lama

Berikut ini ialah pola surat eksklusif untuk sahabat atau sahabat yang dapat dijadikan acuan untuk kiprah sekolah.

Surat 1


Kediri, 25 Oktober 2016
Untuk Sahabatku Marchellina Judith
di Jakarta
Assalamualaikum...
Hay Chellin yang cantik, apa kabar? Aku di sini baik-baik saja. Semoga kau dan keluargamu selalu dalam keadaan sehat. Sudah usang ya Lin kita tidak bertemu? Aku masih ingat terakhir kita berjumpa waktu itu kita gres saja naik kelas III dan kau pindah ke Jakarta. Sekarang saya sudah kelas VI. Kamu juga tentunya. Eh, bagaimana keadaanmu di Jakarta? Pastinya kau sudah besar dan semakin cantik. Aku dengar kau kini sudah jadi artis cilik ya ? Jika memang demikian, saya turut senang dan bangga.

Chellin, sengaja saya tulis surat ini sebab saya kangen sama kamu. Aku rindu masa-masa kita bersama dulu. Bermain bersama, bercanda dan berguru bersama. Kita selalu menghabiskan waktu bersama-sama. Kita ini sudah menyerupai saudara kan ? Masih segar dalam ingatanku, kala itu di hari ulang tahunku, kau hadir dan memberiku kado berwarna biru yang di dalamnya berisi boneka Bernard yang lucu. Mungkin kau tidak tahu, hingga ketika ini, boneka itu masih ada. Meskipun sudah buluk, tapi saya sangat menyayanginya. Kujadikan beliau sebagai sahabat tidurku, sebab boneka itu mengingatkanku pada dirimu.

Lin, kapan ya masa-masa kebersamaan itu akan terulang kembali ? Meskipun kini kau sudah menjadi artis terkenal, saya harap kau tidak melupakanku. Aku disini selalu merindukanmu dan berharap kita dapat betemu lagi.

Sekian dulu ya Lin, kapan-kapan disambung lagi. Kalau ada waktu segera balas suratku ini. Jika kau tidak membalasnya berarti kau itu sombong apalagi kini sudah punya banyak penggemar. Ingat, anak yang sombong itu temannya syetan hehe. Oh ya, sampaikan salamku kepada papa dan mamamu. Pesanku, jaga diri baik-baik. Jangan lupa belajar. Semoga kita dapat segera bertemu.

Wassalamualaikum...
Salam Manis,
Sahabatmu
ttd
Amelia Putri

Surat 2


Jakarta, 2 Nopember 2016
Untuk sahabatku Amelia Putri tersayang
di Kediri
Assalamualaikum...
Hay Amel yang manis, Alhamdulillah saya dan keluargaku baik-baik saja di sini. Akupun bersyukur kabarmu juga dalam keadaan baik di sana. Kamu benar sudah usang kita tidak bertemu. Aku bukan saja sudah besar. Kini saya tumbuh menjadi gadis dewasa dan semakin manis tentunya hehe. Sama menyerupai dirimu, saya kini sudah kelas VI. Aku yakin jikalau kau juga semakin manis. Memang benar Mel, kini saya jadi artis cilik. Makara artis itu ada lezat dan tidaknya. Sebelumnya saya tidak pernah berpikir menjadi artis. Itu terjadi sebab kebetulan. Kini hari-hariku disibukkan dengan aktivitas syuting yang padat. Benar-benar sangat melelahkan. Aku hampir tidak mempunyai waktu bermain sekarang.

Mel, mungkin kau tidak tahu, disini saya juga merindukanmu. Aku selalu merindukan masa-masa kebersamaan denganmu menyerupai dulu. Aku kangen suasana di desa dan teman-teman semua. Trima kasih ya ternyata kado dariku masih kau simpan. Ketika membacanya, saya tertawa geli. Segitunya kau mencintai si Bernard. Teganya kau samakan diriku dengan si Bernard hihihi.

Mel, kapan ke Jakarta ? Sekali-kali main dong kesini. Aku niscaya mengajakmu jalan-jalan keliling Jakarta. Oh ya, saya punya kabar baik untukmu. Liburan semester tahun ini, InsyaAllah saya ke Kediri. Kamu tahu kan, Tante Hana, yang dulu sering mengantarkan saya les. Tante Hana ini akan menikah dengan orang Kediri. Aku senang banget. Karena kini saya punya keluarga di Kediri.

Aku rasa cukup hingga disini dulu ya Mel. Jangan khawatir, saya masih Marchellina yang dulu. Sahabat karibmu. Jarak dan waktulah yang memisahkan kita. Belajar yang rajin ya. Aku selalu mendoakanmu disini. Mama dan papa titip salam kepadamu. Jaga diri kau baik-baik ya. Tunggu kedatanganku ! Sampai jumpa.

Wassalamualaikum...
Sahabatmu,
ttd
Marchellina Judith

Demikianlah 2 Contoh Surat Pribadi untuk Teman atau Sahabat Lama. Semoga bermanfaat.

Friday, April 3, 2020

Tanda Baca Dan Fungsinya Sesuai Dengan Eyd

Tanda baca merupakan simbol yang tidak berafiliasi dengan fonem (suara) atau kata dan frasa melainkan digunakan di dalam sistem ejaan yang berfungsi untuk menunjukkan struktur dari suatu goresan pena serta intonasi dan jeda yang sanggup diamati saat membacanya. Dengan adanya tanda baca dan penempatannya, maka sebuah goresan pena sanggup dipahami maksudnya.

Tanda baca merupakan simbol yang tidak berafiliasi dengan fonem  Tanda Baca dan Fungsinya Sesuai dengan EYD

Ada berbagai jenis tanda baca dan masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda. Penggunaan tanda baca merupakan hukum yang sudah baku. Dalam Bahasa Indonesia terdapat beberapa jenis tanda baca yang umum digunakan yaitu tanda titik, tanda koma, tanda seru, tanda tanya, tanda titik koma, tanda titik dua, tanda hubung, tanda petik, tanda petik tunggal, tanda kurung, tanda kurung siku, tanda garis miring, dan tanda elipsis.

Jenis-jenis tanda baca dan fungsinya

Berikut ini ialah jenis-jenis tanda baca serta penggunaannya menurut kaidah atau aliran umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD).

A. Tanda titik (.) dan fungsinya

Tanda titik (.) merupakan tanda baca yang sering kita jumpai dalam sebuah tulisan. Tanda titik terdiri dari sebuah tanda titik kecil yang ditempatkan di final sebuah kalimat atau karya tulis.

1 Mengakhiri kalimat berita/pernyataan
Contoh :
* Pamanku tinggal di Surabaya.
* Ibu sedang menyiram bunga di taman.
* Rumah besar itu ternyata berhantu.

2. Akhir abreviasi nama orang
Contoh :
* Abd. Rozak
* Muh. Yamin
* Meggy. Z
* John F. Kennedy

3. Akhir abreviasi gelar, jabatan, pangkat dan sapaan
Contoh :
* Prof. Ginanjar Sukma Subrata
* Dr. Umar Kayam
* dr. Tri Handoyo
* S.H.
* S.E.
* Kol. Agus Santoso
* Sdr. Firman Ghani

4. Memisahkan angka jam, menit, detik
Contoh :
* 0.20.30 jam (20 menit, 30 detik)
* 1.35.20 jam ( 1 jam, 35 menit, 20 detik )
* Pukul 1.30.20 (Pukul 1 lebih 30 menit, 20 detik)

5. Singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum
Pada abreviasi yang tediri atas tiga karakter atau lebih hanya digunakan satu tanda titik.
Contoh :
* a.n.

6. Dipakai dalam suatu bagan, ikhtisar, dan daftar
Contoh :
* a. III. Departemen Pendidikan Nasional
          A. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
          B. Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah

7. Digunakan dalam daftar pustaka
Tanda titik digunakan di antara nama penulis, judul goresan pena yang tidak berakhir degan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit daftar pustaka.
Contoh :
* Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Weltervreden: Balai Pustaka.

B. Tanda Koma (,) dan fungsinya

Tanda koma merupakan tanda baca melengkung yang menyerupai dengan angka 9. Dalam sebuah kalimat, tanda koma umumnya digunakan untuk memisahkan anak kalimat atau unsur-unsur dalam sebuah kalimat yang sanggup dijadikan jeda bagi pembaca.

1. Memisahkan unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilang
Contoh :
* Saya membeli kangkung, cabe, tomat, dan terasi.
* Kendi, cobek, guci, dan pot bunga merupakan barang-barang tembikar.

2. Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat
Apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimat, maka dipsahkan dengan tanda koma.
Contoh :
* Kalau kau suka berbohong, saya tidak sudi lagi berteman denganmu.
* Karena kau sudah membaca artikel ini, saya ucapkan terima kasih.

3. Memisahkan kalimat setara
Tanda koma digunakan untuk memisahkan kalimat setara yang satu kalimat dengan kalimat berikutnya yang didahului oleh kata penghubung menyerupai tetapi atau melainkan.
Contoh :
* Saya ingin datang, tetapi hujan turun begitu deras.
* Dia bukan adikku, melainkan adik temanku.

4. Digunakan di belakang ungkapan kata penghubung
Tanda koma digunakan di belakang kata atau ungkapan kata penghubung antar kalimat yang terdapat apada awal kalimat. Kata penghubung yang dimaksud ialah oleh sebab itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.
Contoh :
*... Oleh sebab itu, kita harus selalu waspada.
* ... Jadi, pada dasarnya kini kita sudah tahu cara mengerjakan soal menyerupai ini.

5. Digunakan di antara nama orang dan gelar akademik
Tanda koma digunakan di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakan nama diri, keluarga, dan marga.
Contoh :
* Rr. Sitoresmi Prabuningrat, S.H.
* Ny. Khadijah, M.A.
* Bambang Irawan, S.H., M.Hum.
* Ari Baskoro, S.Pd., M.Pd.
* Wisnu Pradana, S.Psi.

6. Digunakan di antara angka
Tanda koma digunakan di antara angka yang menunjukkan persepuluhan, perseratusan (bilangan desimal) atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Contoh :
* 15, 5 cm
* Rp 25,50

7. Memisahkan petikan langsung
Tanda koma digunakan untuk memisahkan petikan pribadi dari kepingan lain dalam kalimat.
Contoh :
* Kata kakak, " Saya semakin gemuk".
* " Saya besar hati sekali", kata ibu, "karena lulus ujian".
* "Saya belum siap," kata Mira, "tunggu sebentar!"

8. Memisahkan kepingan nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka
Contoh :
* Alisjahbana, Sutan Takdir. 1949. Tata Bahasa Baru Indonesia. Jilid 1 dan 2. Djakarta: PT Pustaka Rakyat.
* Junus, H. Mahmud. 1973. Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Alquran.

9. Digunakan untuk penulisan nama, alamat, tempat dan tanggal
Contoh :
* Kediri, 15 Januari 1999
* Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jalan Raya Salemba 6, Jakarta

10. Untuk mengapit keterangan tambahan
Tanda koma digunakan untuk mengapit keterangan perhiasan yang sifatnya tidak membatasi.
Contoh :
* Guru saya, Pak Rizal, fasih berbahasa Inggris.
* Semua anggota OSIS, baik pria maupun perempuan, wajib mengikuti latihan Pramuka.

C. Tanda Seru (!) dan fungsinya

Tanda seru digunakan untuk mengakhiri kalimat ungkapan atau pernyataan berupa usul atau perintah atau yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau rasa emosi yang kuat.
Contoh :
* Wow ! Cantiknya gadis itu.
* Stop ! Jangan lakukan itu lagi!
* Aku muak melihatmu. Pergilah kau jauh-jauh dari hadapanku!

D. Tanda Tanya (?) dan fungsinya

Tanda tanya digunakan untuk mengakhiri kalimat tanya. Penggunaan tanda tanya di dalam kurung (?) menunjukan bahwa pernyataan yang mendahuluinya disangsikan atau kurang sanggup dibuktikan kebenarannya.
Contoh :
* Kapan kau ke rumahku?

* Apa kau bilang ? Pak lurah memelihara tuyul (?)


E. Tanda Titik Koma (;) dan fungsinya

Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan kalimat yang sejenis atau setara dan sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setaradalam kalimat majemuk.
Contoh :
* Hari sudah menjelang malam; pekerjaan belum selesai juga.
* Ayah sedang memanen singkong di kebun; ibu sibuk memarut kelapa; adik mencari daun pisang; saya sendiri malah asyik membaca resep kue.


F. Tanda Titik Dua (:) dan fungsinya

Tanda Titik Dua digunakan dalam hal-hal sebagai berikut.
1. Pada final suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian
Pemerian ialah deskripsi, penggambaran, klarifikasi atau penguraian unsur-unsur. Fungsi dari pemerian ialah menjelaskan semoga pembaca lebih paham mengenai pernyataan lengkap yang sudah diungkapkan sebelum tanda titik tersebut.
Contoh :
* Sayur lodeh membutuhkan bumbu dapur: garam, cabe, ketumbar, lengkuas, bawang merah, dan bawang putih.

2. Pada kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian
a. Ketua                 : Bagus Hendrawan
    Wakil Ketua       : Aldo Pratama
    Sekretaris           : Febriana Susanti
    Bendahara          : Rosalina
b. Tempat               : Garden Hall
    Pembawa acara  : Agung Santoso
    Hari                    : Sabtu
    Waktu                : 10.00

3. Penulisan teks drama
Tanda titik dua digunakan dalam teks drama sehabis kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Contoh :
* Ibu : (Sambil mengusap air matanya)" Benarkah kau Malin Kundang anakku?"
   Malin Kundang : " Dasar orang gila. Aku tidak kenal denganmu. Pergi kau!"

4. Digunakan dalam karya ilmiah

Tanda titik dua juga digunakan di antara jilid atau nomor buku/ majalah dan halaman antara kepingan dan ayat dalam kitab suci, atau antara judul dan anak judul suatu karangan serta nama kota dan penerbit buku.
Contoh :
* Tempo, I (1971), 34:7
* Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara Pedoman Umum Pembetulan Istilah Edisi Ketiga. Jakarta: Pusat Bahasa
* Al-Baqarah : 255

G. Tanda Hubung (-) dan Fungsinya

Tanda hubung digunakan dalam hal-hal menyerupai berikut:
1. Menyambung suku kata
Tanda hubung digunakan untuk menyambung suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris dalam penulisan sebuah paragraf.
Contoh :
* Untuk mengerjakan soal pembagian, gunakan saja cara usang jikalau ca-ra gres yang diajarkan gurumu sedikit membingungkan.

2. Untuk menulis kata ulang
Contoh :
* Buah mangga podang yang ranum itu warnanya kemerah-merahan.
* Anak-anak lebih suka bermain di halaman.

3. Menyambung karakter yang dieja dan kepingan tanggal
Contoh :
* p-e-g-a-w-a-i

4. Merangkai kata tertentu
Tanda hubung digunakan untuk merangkai se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan karakter kapital, ke- dengan angka, angka dengan -an, abreviasi karakter kapital dengan imbuhan atau kata.
Contoh :
* Pemilihan kepala tempat akan diselenggarakan se-Indonesia.
* Dia anak ke-3 dari lima bersaudara.
* Film kartun itu dibentuk pada tahun 70-an.
* Perusahaan itu terpaksa mem-PHK-kan sebagian karyawannya.

5. Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing
Contoh :
* Rudi tidak sanggup menangkap bola saat di-smash Andika.
Contoh :
* Sajak " Permata Hatiku" terdapat pada halaman 20 buku itu.
* Bacalah " Penggunaan Tanda Baca " dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

H. Tanda Petik (“…”) dan fungsinya

Berikut ini klarifikasi tanda petik dan fungsinya yang biasanya digunakan untuk:
1. Mengapit petikan lagsung
Tanda petik digunakan untuk mengapit petikan pribadi yang berasal dari pembicaraan atau naskah drama dan goresan pena lain.
Contoh :
* "Sejak tadi saya menunggumu", kata Romeo, "Cepatlah ke sini!

2. Mengapit judul syair, karangan, kepingan buku yang digunakan dalam kalimat
Contoh :
* Sajak " Pahlawanku" terdapat pada halaman 5 buku itu.

3. Mengapit istilah kalimat yang kurang dikenal
Contoh :
* Wanita itu dijuluki "Lambe Lamis" oleh tetangganya.
* Beramal itu harus ikhlas, dihentikan "nggrundel".

I. Tanda Petik Tunggal (‘..’) dan fungsinya

Tanda Petik tunggal mempunyai fungsi sebagai berikut.
1. Mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain

Contoh :
* "Ketika kusandarkan sepeda tuaku, kudengar teriakan anakku, 'Ibu, Bapak pulang', dan seketika hilang rasa lelahku", kata Pak Burhan.
* "Kau dengar bunyi 'krusek-krusek' tadi?" tanya Ridwan.

2. Mengapit makna kata atau ungkapan
Contoh :
* Pencuri itu mengambil langkah seribu 'lari pontang-panting' setelah mendengar teriakan maling. 


J. Tanda Kurung ( ) dan fungsinya

Tanda kurung mempunyai fungsi sebagai berikut.
1. Mengapit perhiasan keterangan atau penjelasan
Contoh :
* Dia malas berguru sehingga semua nilainya di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).

2. Mengapit keterangan atau klarifikasi yang bukan kepingan pokok pembicaraan
Contoh :
* Keterangan selengkapnya (lihat halaman 10) perihal faktor produksi dan pasaran dalam negeri.

3. Mengapit angka atau karakter yang memerinci urutan keterangan
Contoh :
* Faktor produksi menyangkut problem (a) alam, (b) tenaga kerja, dan (c) modal.


K. Tanda Kurung Siku ( {..} ) dan fungsinya

Tanda kurung siku digunakan untuk mengapit kata atau kelompok kata yang sudah ada sebagai kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
Contoh :
* Peningkatan hasil produksi tahun ini terjadi sekitar 50% dari tahun sebelumnya (Grafik peningkatan ditulis pada kepingan 2 {lihat halaman 20})

L. Tanda Garis Miring (/) dan fungsinya

Tanda garis miring mempunyai fungsi sebagai berikut.
1. Dipakai dalam penomoran instruksi surat, nomor pada alamat, penulisan tahun
Contoh :
* No. 7/PK/2008
* Jalan Godean III/5
* Tahun Ajaran 2016/2017
2. Dipakai sebagai pengganti kata atau, per atau tiap
Contoh :
* Anda sanggup memesan baju ini offline/online.

M. Tanda Elipsis (…) dan fungsinya

Tanda elipsis ialah tanda baca yang terdiri dari tiga titik yang berderet dan digunakan untuk kalimat yang terputus-putus sehingga pembaca lebih memahami maksud dari percakapan tersebut. Tanda baca ini juga sanggup menunjukkan jeda pada pembicaraan.
Contoh :
* "Sayangku ... Semoga engkau selalu dalam lindunganNya?" Untaian doa Juliet untuk Romeo.
* "Hmmm ... Ternyata kau ini belakang layar menghanyutkan". Celetuk Bagas dengan wajah keheranan.

Demikianlah Tanda Baca dan Fungsinya Sesuai EYD. Semoga bermanfaat

Tuesday, November 26, 2019

Pintar Pelajaran Majas Simile, Pengertian, Contoh, Perumpamaan Atau Perbandingan Kata

Artikel dan Makalah wacana Majas Simile, Pengertian, Contoh, Perumpamaan atau Perbandingan Kata - Dalam simile terdapat dua kata (atau bentuk lainnya) yang masing-masing menampilkan konsep dan pola yang berbeda. Menurut pandangan budaya tertentu antara wilayah makna kedua kata (atau bentuk lainnya) terdapat persamaan komponen makna, sehingga keduanya sanggup dibandingkan. Perbandingan ini tidak mengakibatkan masalah. Majas ini gampang dikenali, alasannya ialah kedua penanda muncul bersamaan dan selalu dihubungkan oleh kata pembandingnya. Perbandingan tersebut bersifat eksplisit.

Contoh: “Wajah ibu dan anak itu bagaikan pinang dibelah dua.”

Bagan wilayah makna:
masing menampilkan konsep dan pola yang berbeda Pintar Pelajaran Majas Simile, Pengertian, Contoh, Perumpamaan atau Perbandingan Kata

Unsur bahasa yang dibandingkan ialah frasa wajah ibu dan anak (wilayah maknanya ditampil-kan oleh bulatan di sebelah kiri) dengan klausa pinang dibelah dua (wilayah maknanya ditam-pilkan dengan bulatan yang berada di sebelah kanan). Komponen makna penyama adalah: ‘kemiripan’, dikemukakan dengan serpihan yang diberi warna hitam. Komponen makna pembeda untuk wajah ibu dan anak ialah ‘bagian kepala manusia’, untuk pinang dibelah dua ialah ‘sejenis buah’ ‘keras bijinya’, ‘untuk makan sirih’. Dalam goresan pena ini tidak akan dikemukakan denah segitiga semantik, alasannya ialah wajah ibu dan anak merupakan frasa dan pinang dibelah dua merupakan klausa. Selain itu, setiap unsur yang dibandingkan bangun sendiri, tidak ada hubungannya satu sama lain. Persamaan gres tampak jikalau kita melihat denah wilayah maknanya.

Contoh lain:

- “Gadis itu sangat cantik, matanya menyerupai bintang kejora.

Unsur yang dibandingkan matanya dengan bintang kejora. Komponen makna penyama adalah: ‘indah dan bersinar-sinar’. Komponen makna pembeda: untuk matanya adalah: ‘bagian kepala’ ‘manusia’, untuk bintang kejora adalah: ‘benda alam’ ‘di langit’ ‘berkelap-kelip’ ‘malam hari’. Majas ini tidak mengakibatkan kesulitan pemahaman, alasannya ialah kata yang dibandingkan sama-sama muncul dalam teks, dan dipakai kata pembanding: seperti, bagaikan, umpama, dan lain-lain. Demikianlah perbandingan dalam simile, hal ini juga terdapat dalam metafora, namun proses pembentukannya berbeda.


Referensi :

Zaimar, O. K. S. 2002. Majas dan Pembentuknya. Makara. Sosial Humaniora, 6 (2) : pp. 45-57.

Pintar Pelajaran Majas Metafora, Pengertian, Contoh, Macam-Macam / Jenis, In Praesentia (Eksplisit), In Absentia

Artikel dan Makalah perihal Majas Metafora, Pengertian, Contoh, Macam-macam / Jenis, in praesentia (Eksplisit), absentia - Beberapa pakar menganggap metafora sebagai “ratunya” majas, lantaran jikalau dilihat proses pembentukannya, banyak jenis majas lainnya yang sanggup dikelompokkan ke dalam jenis majas ini. Sebenarnya berdasarkan Orrecchioni (1977: halaman 149-156) melihat bentuknya, ada dua macam metafora.

1. Metafora in praesentia 

Metafora in praesentia ialah metafora  yang bersifat eksplisit.

Contoh: 

“Tono ialah buaya darat” (biasa disebut asimilasi). 

Di sini kedua unsur yang dibandingkan muncul, jadi tidak bersifat implisit. Apabila kita bandingkan aspek makna majas simile dengan metafora asimilasi, akan tampak perbedaan. Kita lihat contoh berikut:

a. “Tono menyerupai buaya darat” (simile),
b. “Tono memang buaya darat” (asimilasi)

Kalimat pertama menyatakan bahwa sebagian sifat Tono menyerupai sifat buaya darat. Sementara itu, jikalau tak ada kata pembanding (digunakan metafora asimilasi), maka si pengujar menyatakan bahwa secara keseluruhan, Tono memang buaya darat.

2. Metafora in absentia

Metafora in absentia ialah metafora yang dibuat berdasarkan penyimpangan makna. Seperti juga pada simile, dalam metafora terdapat dua kata (atau bentuk lain) yang maknanya dibandingkan. Namun, salah satu unsur bahasa yang dibandingkan, tidak muncul, bersifat implisit. Sifat implisit ini menimbulkan adanya perubahan teladan dan penyimpangan makna, sehingga mengakibatkan persoalan kolokasi, yaitu kesesuaian makna dari dua atau beberapa satuan linguistik yang hadir secara berurutan dalam ujaran yang sama. Hal-hal inilah yang mungkin menjadi persoalan dalam pemahaman metafora

Contoh: 

“Banyak cowok yang ingin mempersunting mawar desa itu”.

Di bawah ini akan dikemukakan denah wilayah makna dalam metafora (Tutescu: 1979, hal. 98).
 Beberapa pakar menganggap metafora sebagai  Pintar Pelajaran Majas Metafora, Pengertian, Contoh, Macam-macam / Jenis, in praesentia (Eksplisit), in absentia

Pada denah di atas, tampak dua bulat yang disatukan, masing-masing menampilkan wilayah makna ‘mawar’ dan wilayah makna ‘gadis’. Sebahagian dari kedua wilayah makna itu bertumpang tindih (ditampilkan oleh potongan yang diberi warna hitam), dan hal itu mengatakan adanya sekumpulan komponen makna penyama, yaitu yang sama-sama dimiliki kedua wilayah makna, meskipun wilayah makna itu menyatu, makna pertama tidak menghilang, melainkan ada di latar belakang makna metaforis. Jadi, dalam metafora tidak terjadi substitusi makna melainkan interaksi makna (I.A. Richards dalam Todorov, 1970: hal. 29).

Lingkaran yang berada di sebelah kiri, merupakan petanda awal (signifié de départ), dan bulat yang berada di sebelah kanan, mengemukakan petanda final (signifié d’arrivée). Ini sanggup terjadi berkat adanya mediator (Intermédiaire) yang merupakan komponen makna penyama.

Pada kalimat contoh di atas, kata mawar digunakan untuk menyebut gadis. Jadi, keduanya dibandingkan. Komponen makna penyama: ‘cantik’, ‘indah’, ‘segar’, ‘harum’, ‘berduri’, ‘cepat layu’. Komponen makna pembeda untuk gadis ialah ‘manusia’, ‘berjenis wanita’, untuk mawar ialah ‘bagian dari tanaman’.

Berikut ini akan dikemukakan pula denah segitiga semantik metafora:
 Beberapa pakar menganggap metafora sebagai  Pintar Pelajaran Majas Metafora, Pengertian, Contoh, Macam-macam / Jenis, in praesentia (Eksplisit), in absentia

Pada denah di sebelah atas, ada dua segitiga. Yang di sebelah kiri merupakan denah semantik mawar (Bagan I) dan yang ditampilkan di sebelah kanan, ialah denah semantik gadis (Bagan II) Bagan berikutnya (yang ke III) merupakan denah semantik majas metafora. Di sini telah terbentuk segi-tiga semantik ke tiga, yang bahwasanya muncul dalam teks. Makna kata pertama (ditampilkan dengan segitiga bergaris terputus-putus) tidak hilang, melainkan berada di latar belakang makna metaforis. Yang dibandingkan ialah gadis dan mawar. Acuan mawar pada awalnya ialah “sejenis bunga” tetapi dalam kalimat di atas acuannya bermetamorfosis “perempuan yang belum menikah” 

Namun, menyerupai telah dikemukakan di atas, unsur yang dibandingkan, yaitu gadis, tidak muncul (implisit) Yang hadir hanya unsur pembanding, yaitu mawar. Ini berarti, konsep ‘mawar’ berinteraksi dengan konsep ‘gadis’. Itulah sebabnya dikatakan bahwa dalam metafora terjadi penyimpangan makna. Di sini, timbul persoalan kolokasi. Sebagaimana telah disebutkan di atas, pada contoh ini (Banyak cowok yang ingin mempersunting mawar desa itu), tampak bahwa kata cowok tidak berkolokasi dengan mempersunting mawar.

Metafora ini sering dianggap sebagai majas yang terpenting, bahkan beberapa pakar linguistik mengelompokkan beberapa majas lain ke dalam metafora. Di sini akan diuraikan dasar perbandingan yang digunakan. Kita telah mengenal unsur yang bukan insan dibandingkan dengan insan (personifikasi) juga insan yang dibandingkan dengan benda atau binatang (depersonifikasi). Selain itu di sini juga akan dikemukakan pengelompokan lain, yang mengatakan apakah unsur yang dibandingkan merupakan unsur konkrit ataupun abstrak.

Agar lebih jelas, dalam pembicaraan perihal metafora, kiranya perlu dilakukan subklasifikasi berdasarkan unsur-unsur yang dibandingkan.

3. Majas yang tercakup dalam metafora: Perbandingan unsur konkrit-abstrak

Marilah kita lihat kini unsur-unsur yang dibandingkan dalam metafora dari aspek konkrit abstrak. Sebelum dilakukan perbandingan, perlu dikemukakan terlebih dahulu pengertian konkrit dan ajaib dalam penelitian ini. Sesuatu yang konkrit ialah sesuatu yang sanggup ditangkap oleh panca indra (dapat diraba, dilihat, didengar, dicium ataupun dicecap). Sesuatu yang ajaib ialah di luar yang telah disebutkan tadi. Klasifikasi ini sanggup tumpang tindih dengan personifikasi dan depersonifikasi, namun subklasifikasi ini lebih luas, sanggup meliputi semua metafora.

3.1. Perbandingan unsur konkrit dengan unsur konkrit lain.

Dalam subjenis ini, suatu unsur konkrit dibandingkan dengan unsur konkrit lain.

Contoh: “Si tiang listrik bersolek menyolok.”

Di sini, ada perbandingan antara tiang listrik (unsur konkrit) dengan insan yang kurus tinggi (unsur konkrit). Tindakan bersolek hanya dilakukan manusia. Komponen makna penyama adalah: ‘tinggi kurus’, komponen makna pembedanya bagi insan (implisit) ialah ‘mahluk hidup’, sedangkan untuk tiang listrik ialah ‘benda’.

Contoh lain :

a. “Si Marni memang murahan”.

Di sini, perempuan (unsur konkrit) dibandingkan dengan barang (unsur konkrit lain) yang biasa diperjualbelikan.

b. “Menjadi tiang keluarga, tidaklah mudah”

Ada perbandingan antara tiang (unsur konkrit) dengan orang yang membiayai keluarga (unsur konkrit lain).

3.2 Perbandingan unsur konkrit dengan unsur abstrak

Dalam majas metafora ini unsur konkrit dibandingkan dengan unsur abstrak.

Contoh: “Volvo memang gampang untuk menaklukkan hati gadis yang busuk bensin.”

Dalam kalimat di atas, volvo (unsur konkrit) dibandingkan dengan kemewahan (unsur abstrak). Komponen makna penyamanya ialah ‘mahal’, ‘mewah’ sedangkan komponen makna pembeda untuk volvo ialah ‘benda’, ‘sesuatu yang konkrit’ dan untuk kemewahan ialah ‘sesuatu yang abstrak’, ‘mencakup banyak hal’. Kata volvo tidak berkolokasi dengan menaklukkan hati”.

Contoh lain:

a. Puncak Monas telah usang dilupakan orang.”

Di sini, puncak Monas, (unsur konkrit) dibandingkan dengan semangat kepahlawanan Indonesia (unsur abstrak)

b. “Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak”

Pada kalimat di atas, basil dan gajah (unsur konkrit) dibandingkan dengan kesalahan (unsur abstrak).

3.3. Perbandingan unsur ajaib dengan unsur konkrit

Dalam subjenis ini sanggup terlihat perbandingan antara unsur ajaib dengan yang konkrit.

Contoh: “Kegelapan malam menelan bumi.”

Di sini kegelapan malam (unsur abstrak), dibandingkan dengan insan atau binatang (unsur konkrit). Di sini ada ketidaksesuaian kolokasi, kegelapan malam tidak berkolokasi dengan menelan.

Contoh lain: “Masa depannya hancur berantakan”

Majas ini menampilkan perbandingan antara masa depan (unsur abstrak) dengan barang pecah belah (unsur konkrit). Komponen makna penyama ialah ‘sesuatu yang rapuh’, sedangkan komponen makna pembeda untuk masa depan ialah ‘waktu’, sedangkan untuk barang pecah belah ialah ‘benda’ Frasa hancur awut-awutan yang biasanya hanya digunakan untuk barang pecah belah, tidak berkolokasi dengan masa depan.

Contoh Lain:

a. “Tidak semua percintaan bermuara pada perkawinan”

Di sini dibandingkan kata percintaan (unsur abstrak) dengan sungai (unsur konkrit). Komponen makna penyamanya adakah ‘sesuatu yang mengalir’. Komponen makna pembeda untuk percintaan ialah ‘perasaan manusia’ dan untuk sungai ialah ‘bagian dari alam.’ Kata percintaan tidak berkolokasi dengan bermuara.

b. “Kesedihan membayangi wajahnya”.

Di sini unsur yang dibandingkan ialah kesedihan (sesuatu yang abstrak) dan bayang-bayang (unsur konkrit). Komponen makna penyamanya adalah: ‘sesuatu yang suram’, ‘tanpa sinar’ sedangkan makna pembeda bagi kesedihan ialah perasaan manusia, dan bagi bayang-bayang ialah ‘ruang’ ‘di balik benda yang terkena sinar’.

3.4. Perbandingan unsur ajaib dengan unsur ajaib lain

Pada subklasifikasi jenis majas ini akan diperlihatkan perbandingan antara sesuatu yang ajaib dengan unsur ajaib lainnya.

Contoh: “Keserakahan ialah penyakit menular”.

Di sini, yang dibandingkan ialah keserakahan dan penyakit menular. (keduanya merupakan unsur abstrak). Komponen makna penyama ialah ‘sesuatu yang menimbulkan penderitaan’. Komponen makna pembeda untuk keserakahan ialah ‘sifat manusia’, sedangkan untuk penyakit menular ialah ‘gangguan’ ‘tidak nyaman’ ‘mahluk hidup’.

Contoh lain: “Harapan merupakan semangat hidup baginya.”

Kalimat ini mengemukakan perbandingan antara cita-cita dan semangat hidup (keduanya unsur abstrak). Komponen makna penyama ialah ‘batin’, ‘manusia’, ‘kekuatan’. Komponen makna pembeda untuk cita-cita ialah ‘keinginan’, ‘agar menjadi kenyataan’, sedangkan untuk semangat ialah ‘roh’, ‘kehidupan’.

Pada kedua contoh di atas, tidak ada kata (bentuk lain) yang bersifat implisit, keduanya merupakan metafora asimilasi, jadi bersifat eksplisit. Tampaknya perbandingan antara unsur ajaib dengan unsur ajaib lain kebanyakan mengambil bentuk metafora asimilasi. Untuk mengetahui secara niscaya perihal hal ini, perlu dilakukan penelitian lebih jauh.

Demikianlah telah dikemukakan pengelompokkan pada majas perbandingan.


Referensi :

Orrecchioni, K. 1986. La Connotation. Presse Universitaire de Lyon, Lyon. pp. 94-156.

Tutescu, M. 1979. Précis Sémantique. Klinsieck, Paris. pp. 74-102

Zaimar, O. K. S. 2002. Majas dan Pembentuknya. Makara. Sosial Humaniora, 6 (2) : pp. 45-57.