Showing posts with label Jaringan Tumbuhan. Show all posts
Showing posts with label Jaringan Tumbuhan. Show all posts

Friday, May 15, 2020

Pintar Pelajaran Macam Dan Jenis Jaringan Pada Tumbuhan

Macam-macam dan Jenis-jenis Jaringan pada Tumbuhan - Masing-masing bab tubuh tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang. Kemampuan ini ada alasannya yaitu tumbuhan mempunyai bab sel hidup yang membentuk jaringan. Tubuh tumbuhan tersusun atas aneka macam macam jaringan. Menurut kemampuan membelahnya, jaringan tumbuhan ada dua macam, yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen. Baiklah, untuk mengetahuinya, mari kita pahami jenis jaringan pada uraian berikut.

1. Jaringan Meristem (Embrional)

Meristem merupakan istilah dari kata Yunani, meristes, yang berarti ”terbelah”. Jaringan meristem disebut juga jaringan muda karena terdiri dari sel-sel yang masih muda (embrional) dan belum mengalami diferensiasi atau spesialisasi. Jadi, jaringan meristem yaitu jaringan yang sel penyusunnya bersifat embrional, artinya sel-selnya senantiasa aktif membelah diri untuk menambah jumlah sel tubuh. Sel-sel jaringan meristem biasanya berdinding tipis, vakuola banyak dan ukurannya kecil, mengandung banyak protoplasma, plastida belum matang, dan inti besar. Bentuk sel penyusun jaringan meristem umumnya sama ke segala arah. Perhatikan Gambar 1 di bawah ini.

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 1. Letak jaringan meristem
Berdasarkan letaknya pada batang, jaringan meristem dibedakan menjadi tiga sebagai berikut.
  1. Meristem lateral (lateral meristem) atau meristem samping, terdapat di kambium dan kambium gabus (felogen).
  2. Meristem interkalar (intercalary meristem) atau meristem antara, terdapat di antara jaringan dewasa, contohnya di pangkal ruas batang.
  3. Meristem apikal (apical meristem) atau meristem ujung, terdapat di ujung batang dan ujung akar.
Perhatikan Gambar 2. supaya Anda sanggup mengetahui struktur jaringan meristem yang terletak di ujung batang tumbuhan.

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 2. Struktur jaringan meristem pada ujung batang tumbuhan

Sementara itu, jaringan meristem dibedakan menjadi meristem primer dan meristem sekunder menurut asal terbentuknya.

2. Jaringan Permanen / Dewasa

Berdasarkan kemampuan membelahnya, tumbuhan memiliki jaringan permanen. nama lain jaringan permanen yaitu jaringan dewasa. Sifat jaringan permanen yakni non meristematik. Artinya, sel jaringan permanen tidak bisa tumbuh dan berkembang lagi. Hanya membentuk struktur tubuh tumbuhan dengan fungsi tertentu saja. Menurut asalnya, jaringan permanen dihasilkan dari diferensiasi dan spesialisasi sel-sel pada jaringan meristem. Diferensiasi yaitu perubahan bentuk tubuh tumbuhan yang diadaptasi dengan fungsinya. Sementara, spesialisasi yaitu pengkhususan sel tumbuhan guna menyokong fungsi sel tertentu.

Seperti halnya jaringan meristem, jaringan permanen tersusun dari aneka macam jenis jaringan. Penyusun jaringan permanen meliputi jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan penyokong, jaringan pengangkut, dan jaringan gabus. Simak uraiannya sebagai berikut.


Asal kata “epidermis” yaitu epi artinya di atas dan derma artinya kulit yang berasal dari Yunani. Sesuai namanya, jaringan epidermis dalam badan tumbuhan berfungsi sebagai penutup dan pelindung jaringan lainnya, terutama pada jaringan muda yang masih memungkinkan mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Karena itu, jaringan epidermis terletak pada lapisan terluar akar, batang, dan daun. Ciri jaringan epidermis antara lain selnya hidup dan tersusun rapat, tidak mempunyai klorofil dan berbentuk balok. Amati Gambar 3.

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 3. Struktur jaringan epidermis

Jaringan epidermis juga bisa melaksanakan diferensiasi epidermis. Karena itu, jaringan epidermis pada tumbuhan tertentu mempunyai stomata, sel kipas, sel gabus, sel kersik, trikomata, spina, dan velamen. Derivat-derivat ini sanggup ditemukan baik pada akar, batang, maupun daun. Stomata (tunggal disebut stoma) atau mulut daun merupakan pori kecil yang diapit oleh dua sel penjaga. Di dalam sel penjaga terdapat kloroplas.

Kloroplas merupakan bab epidermis yang berisi klorofil dengan tugas sebagai daerah terjadinya proses fotosintesis. Agar kalian mengetahui bentuk stomata dengan tepat, cermatilah Gambar 4. 

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 4. Stomata yang diapit sel penjaga pada lapisan epidermis
Fungsi stomata adalah sebagai daerah terjadinya respirasi (pertukaran gas) dan juga transpirasi (proses penguapan air). Salah satu bentuk diferensiasi epidermis yang lain adalah sel kipas. Sel kipas terdapat pada epidermis atas daun rumput-rumputan (Gramineae atau Cyperaceae). Sebagai contoh, sel kipas pada rumput teki dan daun bambu. Sel kipas bentuknya lebih besar dibanding sel epidermis, dinding sel tipis dan bisa mengempis. Daun rumput teki, bambu, dan sejenisnya sanggup menggulung untuk mengurangi penguapan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan Gambar 5.

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 5. a. Daun bambu b. Daun rumput teki
Sel epidermis daun atas juga mengalami diferensiasi. Lapisan kutikula (senyawa lemak), misalnya, merupakan zat kutin yang mengalami penebalan, Contohnya daun pohon nangka. Sementara lapisan lilin sanggup ditemukan pada epidermis bawah daun. Misalnya saja, lapisan lilin pada daun pisang. Bentuk diferensiasi epidermis lainnya yaitu trikoma (jamak disebut trikomata). Trikoma ialah bentuk modifikasi sel epidermis yang berupa rambut-rambut. Trikoma biasanya terletak pada akar, daun, batang, bunga, buah, maupun biji. Pada sel epidermis, trikoma muncul dari epidermis atas. Jumlah selnya bisa tunggal atau banyak. Ada trikoma yang mempunyai kelenjar sekretori dan ada juga yang tidak. Adapun bentuk trikoma pada batang sanggup kalian cermati pada Gambar 6 berikut.

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 6. Trikoma pada batang
Trikoma mempunyai bermacam-macam fungsi, antara lain mengurangi penguapan, mengurangi gangguan hewan, dan membantu penyerbukan bunga. Trikoma juga berfungsi menyerap air dan garam mineral dari tanah, misalnya trikoma pada akar. Selain itu, trikoma mampu meneruskan rangsang dari luar dan membantu penyebaran biji. Kemudian, bentuk diferensiasi epidermis yang lain yaitu duri pada batang atau cabang tumbuhan. Duri (spina) merupakan modifikasi sel epidermis yang terdapat pada tumbuhan tertentu. Duri tumbuhan terbagi dalam dua jenis, yakni duri orisinil dan duri palsu. Duri orisinil dibuat oleh jaringan di dalam stele batang. Misalnya, duri pada tumbuhan bunga kertas Bougainvillea). Sedangkan duri palsu dibuat oleh jaringan di bawah epidermis yaitu jaringan korteks batang. Contohnya, duri pada batang tumbuhan mawar. Perhatikan Gambar 7.

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 7. Duri (spina) pada bunga mawar dan bunga kertas
Bila kalian melihat tumbuhan anggrek, maka kalian akan menemukan velamen. Velamen merupakan modifikasi sel epidermis yang terdapat pada akar udara tumbuhan anggrek. Epidermis dan akar anggrek disebut epidermis ganda atau multipel epidermis. Velamen berfungsi sebagai daerah menyimpan air. Velamen pada tanaman anggrek sanggup kalian cermati pada Gambar 8.

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 8. Velamen tumbuhan anggrek.
Berikutnya yaitu sel kersik. Sel kersik merupakan hasil modifikasi sel epidermis pada batang Graminae. Sel kersik mengandung zat kersik atau silika (SiO2). Batang tebu yaitu tumbuhan yang banyak mengandung sel ini. Karenanya, permukaan batang tebu menjadi keras.


Jaringan parenkim merupakan bentuk lain dari jaringan dewasa. Jaringan parenkim menyusun badan tumbuhan sehabis jaringan epidermis. Jaringan parenkim disebut juga jaringan dasar. Alasannya, jaringan dasar bisa ditemukan pada semua organ tumbuhan, mirip akar, batang, dan daun. Pada batang, jaringan dasar ditemukan pada korteks dan empulur batang. Sedangkan pada daun, jaringan dasar berdiferensiasi menjadi jaringan bunga karang. Kemudian juga pada selubung berkas pengangkut. Untuk lebih jelasnya, perhatikan Gambar 9.

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 9. Jaringan parenkim
Adapun ciri-ciri jaringan parenkim antara lain ukuran sel besar dan hidup, dinding sel tipis, banyak terdapat vakuola, sel berbentuk segi enam, dan banyak mempunyai ruang antar sel. Selain itu, jaringan parenkim bisa membelah, baik secara embrional maupun meristematik.

Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim terbagi menjadi beberapa jaringan, yaitu parenkim air, parenkim pengangkut, parenkim penyimpan udara, parenkim asimilasi, parenkim penimbun, dan parenkim epilog luka.

Parenkim air yaitu parenkim yang berperan dalam penyimpan air. Sebagai contoh, parenkim air pada tumbuhan kaktus. Parenkim pengangkut merupakan salah satu jaringan yang menyusun xilem dan floem. Xilem berfungsi mengangkut air dan garam mineral, sedangkan floem berfungsi mengangkut hasil asimilasi yang kemudian diedarkan ke seluruh tubuh.

Jenis parenkim lainnya yaitu parenkim penyimpan udara (aerenkim). Seperti namanya, fungsi parenkim ini sebagai penyimpan udara pada ruang antarsel. Contohnya, parenkim penyimpan udara pada tumbuhan air yang mempunyai ruang antarsel dengan jumlah banyak dan ukuran yang besar.

Jenis berikutnya yaitu parenkim asimilasi. Fungsi parenkim asimilasi yaitu daerah pembuatan zat masakan pada proses fotosintesis. Parenkim ini banyak terdapat pada bab tumbuhan yang berwarna hijau. Selain jenis parenkim tersebut, ada pula parenkim penimbun. Peran parenkim ini yaitu menyimpan cadangan makanan. Cadangan makanan tersebut berada pada vakuola. Contohnya umbi, rimpang, dan biji. Sementara itu, jaringan parenkim epilog luka disebut kambium gabus (felogen). Jaringan ini bisa beregenerasi menjadi jaring embrional (meristematik) yaitu fungsinya.

c. Jaringan Penyokong / Penguat / Mekanik

Jaringan cukup umur juga mempunyai jaringan penyokong. Seperti halnya beton pada bangunan, jaringan penyokong berfungsi menunjang dan memperkokoh bentuk tumbuhan. Karena itu, jaringan ini disebut juga jaringan mekanik. Selain itu, jaringan ini juga berfungsi melindungi embrio, melindungi berkas pengangkut, dan memperkuat jaringan parenkim.

Jaringan penyokong mempunyai tebal dan kuat. Sel jaringan ini dapat pula mengalami spesialisasi. Oleh alasannya yaitu itu, jaringan ini dinamakan pula jaringan penguat. Jaringan penyokong ini terdapat pada daun, batang, dan biji.

Jaringan penyokong ini terbagi atas dua jenis jaringan, yakni jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim. Jaringan kolenkim mempunyai sel hidup, dan tak berlignin. Selain itu, selnya mengalami penebalan. Perhatikan bentuk sel kolenkim pada Gambar 10. 

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 10. Jaringan kolenkim
Jaringan banyak terdapat pada organ tumbuhan yang sedang tumbuh. Bila berbaur dengan sel parenkim, sel jaringan penyokong tampak lebih tebal. Jaringan kolenkim berfungsi mengokohkan dan menjaga kelenturan badan tumbuhan. Sementara itu, jaringan sklerenkim hanya terdapat pada organ tumbuhan dewasa. Sel sklerenkim mati dan dindingnya tebal berlignin. Dibandingkan sel kolenkim, sel-sel sklerenkim ini jauh lebih kaku. Sel sklerenkim ada dua bentuk, yakni sel serat dan sklereid. Sel serat berbentuk panjang, ramping, tirus, dan bundel-bundel. Agar kalian mengetahui bentuk sel serat dan sklereid dengan tepat, perhatikan Gambar 11. Misalnya serat rami, dipakai untuk menciptakan tali dan serat rami halus untuk dipintal menjadi linen.

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 11. (a) sel serat, (b) sklereid
Sedangkan sklereid (sel batu) mempunyai bentuk tidak beraturan. Ukuran sklereid lebih pendek daripada sel serat. Dengan adanya sklereid, kulit kacang dan lapisan biji menjadi keras. Sklereid dapat dijumpai pada daging buah jambu biji, buah pir, tempurung kelapa, kulit biji jarak, dan buah kenari.


Di samping ketiga jenis jaringan permanen di atas, jaringan pengangkut juga terdapat pada tumbuhan. Jaringan pengangkut disebut juga berkas vaskuler atau berkas pengangkutan (fasis). Jaringan ini berfungsi mengangkut air dan unsur hara hasil asimilasi dari satu bagian badan tumbuhan ke bab yang lain. Jaringan pengangkut terbagi menjadi dua macam. Yakni xilem dan floem. Xilem dinamakan pula pembuluh kayu. Fungsinya adalah mengangkut air dan garam mineral dari tanah ke dalam badan hingga daun.

Pada xilem terdapat dua jenis sel, yaitu trakeid dan unsur pembuluh. Sel trakeid berbentuk gelondong, panjang dan tipis dengan ujung runcing. Pada dinding selnya terdapat ceruk sebagai tempat jalan air dari sel ke sel lain. Perhatikan bentuk sel trakeid pada Gambar 12.

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 12. (a) Trakeid, (b) Unsur pembuluh
Oleh alasannya yaitu dinding sekundernya terdapat lignin, maka trakeid berfungsi sebagai penyokong dan pengangkut air. Sementara itu, unsur pembuluh pada xilem berbentuk lebih lebar, ukuran lebih pendek, dinding sel tipis, dan ujung tidak terlalu runcing. Simaklah Gambar 12. Unsur pembuluh berbentuk pipa kecil panjang dari ujung ke ujung dinamakan pembuluh xilem. Pada dinding ujung unsur pembuluh ini terdapat perforasi (lubang) yang memungkinkan air mengalir bebas.

Jaringan pengangkut selanjutnya yaitu floem. Floem dinamakan pula pembuluh tapis. Agar kalian mengetahui bentuk pembuluh tapis, simaklah Gambar 13. 

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 13. Pembuluh tapis pada jaringan pengangkut.
Floem berfungsi menyalurkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bab tumbuhan. Jaringan ini tersusun atas anggota pembuluh tapis. Di antara anggota pembuluh tapis terdapat dinding berpori atau lempengan tapis. Dengan adanya dinding berpori, aliran zat yang berasal dari sel-sel pada pembuluh tapis bergerak dengan mudah. Di sepanjang sisi anggota pembuluh tapis terdapat sel pendamping yang memiliki nukleus. Pada daun, sel pendamping ini sanggup menciptakan gula yang selanjutnya disalurkan ke seluruh anggota pembuluh tapis.


Jaringan gabus merupakan jaringan yang tersusun oleh sel-sel parenkim gabus. Jaringan ini mempunyai sel gabus yang mati dan kosong. Bentuknya memanjang dan berdinding gabus. Untuk lebih jelasnya, cermati Gambar 14. 
tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 14. Jaringan gabus
Jaringan gabus mempunyai kegunaan melindungi jaringan-jaringan di bawahnya dari kehilangan air. Jaringan gabus pada tumbuhan dikotil dibuat oleh kambium gabus atau felogen yang ada di bawah epidermis. Jaringan gabus terbagi menjadi dua macam. Jaringan gabus yang dibuat kambium gabus ke arah luar dan sel-selnya mati disebut felem. Sedangkan jaringan gabus yang dibentuk kambium gabus ke arah dalam dan sel-sel yang hidup mirip parenkim disebut feloderm.

Anda kini sudah mengetahui Macam dan Jenis Jaringan Tumbuhan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Thursday, May 14, 2020

Pintar Pelajaran Sistem Jaringan Pada Tumbuhan


Sistem Jaringan pada Tumbuhan - Berbagai jaringan sanggup berkumpul dan membentuk suatu sistem yang disebut sistem jaringan. Jaringan-jaringan seperti jaringan parenkim, kolenkim, sklerenkim, xilem, dan floem bila berkumpul sanggup membentuk sistem jaringan. Sebagai pola adalah jaringan yang berperan dalam transpor air, mineral, dan makanan. Pada transpor ini, tumbuhan banyak melibatkan banyak sekali macam jaringan, menyerupai jaringan epidermis, korteks, endodermis, stele, dan berkas pembuluh. Di dalam badan tumbuhan terdapat tiga macam sistem jaringan, yakni sistem jaringan dermal, sistem jaringan dasar, dan sistem jaringan pembuluh. Ketiga sistem jaringan ini tersebar pada daun, batang, maupun akar. Masing-masing sistem jaringan tersebut saling berkaitan sehingga menyusun tubuh tumbuhan. Simak Gambar 1.

 Berbagai jaringan sanggup berkumpul dan membentuk Pintar Pelajaran Sistem Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 1. Tiga sistem jaringan tumbuhan
Sistem jaringan dermal yakni lapisan yang membungkus, menutupi, dan melindungi semua bagian tumbuhan. Jaringan ini mencakup epidermis dan periderm. Pada akar, ekspansi dari sel-sel epidermis akan membentuk rambut-rambut akar. Rambut-rambut akar ini berfungsi sebagai penyerap air dan garam mineral. Pada batang dan daun, sistem jaringan dermal menyekresikan lapisan berlilin yang disebut kutikula. Kutikula berfungsi menahan air yang terlalu banyak keluar dari badan tumbuhan. Selanjutnya yakni sistem jaringan pembuluh. Sistem jaringan pembuluh amat terkait dengan pengangkutan (transportasi) air dan garam mineral. Xilem dan floem merupakan jaringan yang berperan dalam proses pengangkutan tersebut. Selain itu, sistem jaringan pembuluh berfungsi pula sebagai jaringan penguat, sebab di dalamnya terdapat serabut xilem dan serabut floem.

Sementara itu, sistem jaringan dasar merupakan jaringan pembentuk bahan dasar atau selimut jaringan pembuluh. Letak sistem jaringan ini berada di antara sistem jaringan dermal dan sistem jaringan pembuluh. Jaringan dasar penyusun badan tumbuhan yakni jaringan parenkim, jaringan kolenkim, dan jaringan sklerenkim. Masih ingatkah fungsi masing-masing jaringan tersebut?

Anda kini sudah mengetahui Sistem Jaringan pada Tumbuhan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, Mazrikhatul Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.

Tuesday, April 28, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Stomata Ekspresi Daun Pada Tumbuhan

Struktur dan Fungsi Stomata Mulut Daun pada Tumbuhan - Gambar - Stomata merupakan derivat jaringan epidermis pada daun. Stomata berupa lubang-lubang yang masing-masing dibatasi oleh sel penutup, ialah selsel epidermis yang telah mengalami perubahan bentuk dan fungsi. Perhatikan Gambar 1. Stomata berfungsi untuk pertukaran gas. Adapun bagian-bagian stomata sebagai berikut. (Baca : Struktur Jaringan Epidermis)

Stomata merupakan derivat jaringan epidermis Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Stomata Mulut Daun pada Tumbuhan
Gambar 1. Epidermis pada daun
1. Sel Penutup (Guard Cell)

Sel epilog disebut juga sel penjaga. Sel penutup terdiri dari sepasang sel yang kelihatannya simetris dan umumnya berbentuk ginjal. Sel-sel epilog merupakan sel-sel aktif (hidup). Pada sel-sel epilog terdapat kloroplas. 

2. Celah (Aperture = porus)

Di antara kedua sel epilog terdapat celah (porus) yang berupa lubang kecil. Sel penutup dapat mengatur menutup atau membukanya porus menurut perubahan osmosisnya.

3. Sel Tetangga (Subsidiary Cell)

Sel tetangga merupakan sel-sel yang berdampingan atau yang berada di sekitar sel-sel penutup. Sel-sel tetangga sanggup terdiri dari dua buah atau lebih yang secara khusus melangsungkan fungsinya secara berasosiasi dengan selsel penutup.

4. Ruang Udara Dalam (Substomata Chamber)

Ruang udara merupakan suatu ruang antarsel yang besar dan berfungsi ganda dalam fotosintesis, transpirasi, dan juga respirasi. Keadaan keempat bab tersebut berbeda pada dikala stomata terbuka dan tertutup. Perhatikan Gambar 2. berikut.

Stomata merupakan derivat jaringan epidermis Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Stomata Mulut Daun pada Tumbuhan
Gambar 2. Stomata terbuka dan tertutup
Berdasarkan letak sel penutupnya, stomata dapat dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut.
  1. Stomata fanerofor, ialah stomata yang sel-sel penutupnya terletak pada permukaan daun (menonjol) sehingga memudahkan pengeluaran air, misalnya pada flora hidrofit.
  2. Stomata kriptofor, ialah stomata yang sel-sel penutupnya berada jauh di bawah permukaan daun
  3. (tersembunyi), fungsinya untuk mengurangi penguapan yang berlebihan. Contohnya pada tumbuhan xerofit.
Anda kini sudah mengetahui Struktur dan Fungsi Stomata Mulut Daun pada Tumbuhan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Monday, April 27, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Trikomata Pada Tumbuhan


Struktur dan Fungsi Trikomata pada Tumbuhan - Trikomata merupakan derivat epidermis yang membentuk struktur bermacam-macam menyerupai rambut, sisik, rambut kelenjar, tonjolan, dan lain-lain. Trikomata terdapat hampir pada semua organ tumbuhan. Terkadang trikomata berbentuk pendek yang tampak berupa penonjolan-penonjolan (seperti bukit-bukit kecil) pada permukaan epidermis. Perhatikan Gambar 1. Trikomata menyerupai ini disebut papilla. Papilla merupakan alat sekresi yang mengeluarkan semacam lendir. Papilla yang tidak mengeluarkan sejenis lendir, tetapi hanya mengeluarkan air disebut papullae. Trikomata mempunyai fungsi sebagai berikut. (Baca : Jaringan Epidermis Tumbuhan)
 Trikomata merupakan derivat epidermis yang Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Trikomata pada Tumbuhan
Gambar 1. Letak trikomata di lapisan epidermis.
  1. Memperbesar fungsi epidermis sebagai jaringan pelindung terutama mencegah penguapan yang berlebihan. Misalnya trikomata pada daun, tulang daun, dan batang.
  2. Sebagai alat pengisap air dan garam-garam tanah, contohnya bulu akar.
  3. Membantu penyebaran biji dan memungkinkan biji-biji itu tumbuh.
  4. Melindungi flora dari gangguan luar. Misalnya rambut-rambut penyengat (pneumatokist).
  5. Sebagai alat penerus rangsang yang tiba dari luar. Misalnya trikomata pada daun tembikar.
  6. Sebagai alat sekresi.
Berdasarkan ada tidaknya fungsi sekret, trikomata sanggup dibedakan menjadi dua sebagai berikut.

1. Trikomata yang tidak menghasilkan sekret (trikomata nonglandular). Beberapa macam trikomata nonglandular sebagai berikut.

(a) Rambut bersel satu atau bersel banyak dan tidak pipih, contohnya pada Lauraceae dan Moraceae.
(b) Rambut sisik yang memipih dan bersel banyak, contohnya pada daun durian (Durio zibetinus).
(c) Rambut bercabang dan bersel banyak, contohnya pada daun waru (Hibiscus tiliaceus).

2. Trikomata yang menghasilkan sekret (trikomata glandular). Trikomata pada daun tembakau (Nicotiana tabacum) merupakan trikomata glandular yang sederhana, mempunyai tangkai dengan kepala bersel satu atau bersel banyak. Pada tumbuhan sering dijumpai banyak sekali macam trikomata glandular, ialah sebagai berikut.

(a) Trikomata hidatoda, terdiri dari sel tangkai dan beberapa sel kepala dan mengeluarkan larutan. Misalnya pada keluarga keladi (Araceae).
(b) Kelenjar garam, terdiri dari sebuah sel kelenjar besar dengan tangkai yang pendek, misalnya pada flora bakau.
(c) Kelenjar madu, berupa rambut bersel satu atau lebih dengan plasma yang kental dan mampu mengeluarkan madu ke permukaan sel, misalnya pada tumbuhan pisang.
(d) Rambut gatal, berupa sel tunggal dengan pangkal berbentuk kantung dan ujung runcing. Isi sel mengakibatkan rasa gatal. Misalnya pada rambut sengat kemaduh (Laportea stimulans).

Anda kini sudah mengetahui Struktur dan Fungsi Trikomata pada Tumbuhan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Tuesday, April 7, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Jaringan Penyusun Akar Tumbuhan Dikotil

Struktur Jaringan Penyusun Akar Dikotil - Akar flora Dikotil tersusun oleh bermacam-macam jaringan dengan fungsi tertentu. Macam jaringan pada akar Dikotil  letak, dan fungsinya dijelaskan dalam Tabel 2.1 berikut.

Tabel 2.1. Jaringan Penyusun Akar Dikotil Beserta Letak dan Fungsinya


Jaringan
Letak
Fungsi
a.
Epidermis atau eksodermis
Bagian terluar akar.
Jalan masuk air dan garam mineral.
b.
Korteks
Daerah di sebelah dalam epidermis.
Cadangan makanan.
c.
Endodermis
Lapisan sebelah dalam korteks dan di luar perisikel.
Mengatur masuknya air tanah ke dalam pembuluh. Menyimpan zat makanan.
d.
Perisikel
Sebelah dalam lapisan endodermis.
Membentuk cabang akar dan kambium gabus.
e.
Xilem
Bagian tengah akar.
Mengangkut air dan garam mineral dari tanah menuju daun.
f.
Floem
Di antara jari-jari yang dibuat oleh xilem.
Mengangkut zat masakan yang dibuat daun menuju ke seluruh bab tumbuhan.
g.
Empulur
Bagian tengah. Di antara bangunan bentuk bintang di dalam xilem.
Menyimpan cadangan. masakan

Adapun struktur akar flora Dikotil terlihat ibarat gambar di bawah ini.
Lapisan sebelah dalam korteks dan di luar perisikel Pintar Pelajaran Struktur Jaringan Penyusun Akar Tumbuhan Dikotil
Gambar 1. Penampang melintang akar tumbuhan dikotil
Perhatikan Gambar 1. Xilem dan floem pada tumbuhan Dikotil tersusun radial atau membentuk jari-jari. Xilem berbentuk bintang di pusat dan floem mengelilingi xilem. Di antara xilem dan floem terdapat kambium. Aktivitas kambium ke arah luar membentuk unsur kulit dan ke arah dalam membentuk unsur kayu.

Anda kini sudah mengetahui Struktur Akar Dikotil. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Monday, April 6, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Jaringan Penyusun Akar Monokotil

Struktur Jaringan Penyusun Akar Monokotil - Struktur jaringan penyusun akar tumbuhan Monokotil sebagai berikut.
  1. Epidermis, korteks, dan perisikel mempunyai struktur, lokasi, dan fungsi menyerupai pada akar tanaman Dikotil.
  2. Fungsi xilem dan floem sama menyerupai pada tanaman Dikotil, tetapi letak keduanya saling berdekatan karena tidak mempunyai kambium.
  3. Empulur, terletak di bab tengah serta dikelilingi xilem dan floem yang berselang-seling.
Perhatikan Gambar 1. biar Anda lebih mengenal struktur jaringan penyusun akar flora Monokotil.
Struktur jaringan penyusun akar flora Pintar Pelajaran Struktur Jaringan Penyusun Akar Monokotil
Gambar 1. Penampang melintang akar tumbuhan Monokotil
Anda kini sudah mengetahui Akar Monokotil. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Sunday, April 5, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Jaringan Penyusun Batang Dikotil

Struktur Jaringan Penyusun Batang Dikotil - Jaringan penyusun batang Dikotil, yaitu epidermis, korteks, endodermis, empulur, kambium, floem, xilem, dan jari-jari empulur. Perhatikan potongan melintang batang Dikotil pada Gambar 1 dan 2. 
Zat kitin pada batang melindungi semoga tidak kehilangan air terlampau   banyak Pintar Pelajaran Struktur Jaringan Penyusun Batang Dikotil
Gambar 1. Struktur Batang Dikotil muda

Zat kitin pada batang melindungi semoga tidak kehilangan air terlampau   banyak Pintar Pelajaran Struktur Jaringan Penyusun Batang Dikotil
Gambar 2. Struktur Batang Dikotil tua
Adapun letak dan fungsi tiap-tiap jaringan penyusun batang Dikotil dijelaskan dalam Tabel 1. berikut.

Tabel 1. Jaringan-Jaringan Penyusun Batang Dikotil Beserta Letak dan Fungsinya

Jaringan
Letak
Fungsi
Epidermis
Bagian terluar batang.
Zat kitin pada batang melindungi semoga tidak kehilangan air terlampau banyak.
Korteks
Di antara lapisan endodermis.
Sel-sel kolenkim sebagai jaringan penunjang. Sel-sel parenkim sebagai jaringan dasar, pengisi, dan penyimpan zat.
Stele – Perisikel
Sebelah dalam lapisan endodermis. Menyelubungi berkas pembuluh batang.
Memberi kekuatan pada batang.
Berkas pembuluh
Bagian perisikel dalam
Pengangkutan zat.
(1) floem
Bagian luar ber-kas pembuluh atau di cuilan luar kambium.
Mengangkut zat kuliner yang dibentuk di daun menuju ke seluruh tubuh.
(2) xilem
Bagian dalam berkas pembuluh atau di cuilan dalam kambium.
Menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke daun.
(3) kambium
Di antara berkas pembuluh xilem dan floem.
Ke dalam membentuk jaringan xilem dan ke luar membentuk jaringan floem.

Struktur batang Dikotil berbeda dengan batang Monokotil, lantaran terdapat jaringan kambium pada batang Dikotil. Berdasarkan letaknya, kambium ada dua tipe sebagai berikut.
  1. Kambium vaskular, kambium terletak di antara berkas pengangkut dan parenkim.
  2. Kambium intervaskular, kambium terletak di antara dua berkas pengangkut.
Khusus pada batang Dikotil terjadi pertumbuhan batang sekunder. Pertumbuhan batang atau bulat sekunder ialah pertambahan besar batang yang disebabkan oleh pertambahan jaringan sekunder pada jaringan primer atau jaringan mula-mula. Pertumbuhan batang sekunder merupakan aktivitas kambium. Oleh lantaran itu, jaringan kambium sering disebut titik tumbuh sekunder.

Apabila cadangan kuliner cukup banyak, misalnya pada animo penghujan, sel-sel kambium membelah membentuk sel-sel baru. Pada animo kemarau atau makanan cadangan berkurang, sel-sel kambium tidak membelah sehingga tidak ada penambahan xilem dan floem.

Aktivitas kambium mengakibatkan terbentuknya lingkaran tahun (annual ring), yaitu bulat atau lapisan yang menunjukkan kambium melaksanakan pembelahan dan pada saat kambium tidak melaksanakan kegiatan. Lingkaran tahun berbentuk lapisan melingkar berselang-seling berupa garis dan berkhasiat untuk memperkirakan umur pohon. Perhatikan Gambar 3.

Zat kitin pada batang melindungi semoga tidak kehilangan air terlampau   banyak Pintar Pelajaran Struktur Jaringan Penyusun Batang Dikotil
Gambar 3. Lingkaran tahun batang
Pembentukan sel-sel gres pada kambium menyebabkan sel-sel korteks terdesak ke arah epidermis sehingga lapisan epidermis menjadi sobek-sobek. Lapisan korteks yang terdesak membentuk lapisan sel meristematik atau sel yang selalu membelah dan disebut kambium gabus (felogen). Kambium gabus menghasilkan dua tipe sel, yaitu ke arah luar membentuk jaringan gabus (felem) dan ke arah dalam membentuk jaringan feloderm.

Jaringan gabus terdiri atas sel-sel mati yang dilapisi suberin (zat gabus) dan bersifat tidak tembus air maupun udara sehingga sanggup berfungsi untuk melindungi lapisan yang ada di dalamnya. Lapisan feloderm ialah sel-sel hidup yang terdiri atas sel-sel parenkim. Adanya jaringan gabus mengakibatkan udara tidak leluasa masuk ke dalam cuilan sel hidup di cuilan dalam. Namun, di antara jaringan gabus terdapat lentisel, yaitu celah sebagai jalan masuk dan keluarnya udara ke sel-sel hidup di sebelah dalam jaringan gabus. Perhatikan Gambar 4.

Zat kitin pada batang melindungi semoga tidak kehilangan air terlampau   banyak Pintar Pelajaran Struktur Jaringan Penyusun Batang Dikotil
Gambar 4. Lentisel
Anda kini sudah mengetahui Batang Dikotil. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Saturday, April 4, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Jaringan Penyusun Batang Monokotil

Struktur Jaringan Penyusun Batang Monokotil - Perhatikan struktur batang Monocotyledoneae pada Gambar 1. berikut.

Perhatikan struktur batang Monocotyledoneae pada Pintar Pelajaran Struktur Jaringan Penyusun Batang Monokotil
Gambar 1. Batang Monokotil muda.
Perhatikan struktur batang Monocotyledoneae pada Pintar Pelajaran Struktur Jaringan Penyusun Batang Monokotil
Gambar 2. Batang Monokotil tua

Bandingkan struktur batang dikotil dengan monokotil. Apakah perbedaannya? Coba diskusikan dengan teman sebangku Anda.

Adapun letak dan fungsi tiap-tiap jaringan penyusun batang Monocotyledoneae dijelaskan dalam Tabel 1. berikut.

Tabel 1. Jaringan Penyusun Batang Monocotyledoneae Beserta Letak dan Fungsinya

No.
Jaringan
Letak
Fungsi
a.
Epidermis
Bagian terluar batang.
Perlindungan terhadap kehilangan air.
b.
Meristem dasar
Seluruh jaringan yang berada di bab dalam epidermis.
Pada tumbuhan Monokotil belum begitu jelas.
c.
Berkas pembuluh
Tersebar pada meristem dasar dan dilindungi sarung berkas pengangkut.
Xilem dan floem berfungsi ibarat pada tumbuhan Dikotil.

Secara morfologi terdapat perbedaan yang jelas antara batang tumbuhan Dikotil dan Monokotil. Tumbuhan Dikotil pada umumnya memiliki batang yang bab bawahnya lebih besar dan ke ujung semakin mengecil serta dapat mempunyai percabangan atau tidak. Sebaliknya, batang tumbuhan Monokotil umumnya mempunyai ukuran yang relatif sama dari pangkal hingga ke ujung batang.

Anda kini sudah mengetahui Batang Monokotil. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.