Showing posts sorted by relevance for query sistem-jaringan-pada-tumbuhan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query sistem-jaringan-pada-tumbuhan. Sort by date Show all posts

Thursday, May 14, 2020

Pintar Pelajaran Sistem Jaringan Pada Tumbuhan


Sistem Jaringan pada Tumbuhan - Berbagai jaringan sanggup berkumpul dan membentuk suatu sistem yang disebut sistem jaringan. Jaringan-jaringan seperti jaringan parenkim, kolenkim, sklerenkim, xilem, dan floem bila berkumpul sanggup membentuk sistem jaringan. Sebagai pola adalah jaringan yang berperan dalam transpor air, mineral, dan makanan. Pada transpor ini, tumbuhan banyak melibatkan banyak sekali macam jaringan, menyerupai jaringan epidermis, korteks, endodermis, stele, dan berkas pembuluh. Di dalam badan tumbuhan terdapat tiga macam sistem jaringan, yakni sistem jaringan dermal, sistem jaringan dasar, dan sistem jaringan pembuluh. Ketiga sistem jaringan ini tersebar pada daun, batang, maupun akar. Masing-masing sistem jaringan tersebut saling berkaitan sehingga menyusun tubuh tumbuhan. Simak Gambar 1.

 Berbagai jaringan sanggup berkumpul dan membentuk Pintar Pelajaran Sistem Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 1. Tiga sistem jaringan tumbuhan
Sistem jaringan dermal yakni lapisan yang membungkus, menutupi, dan melindungi semua bagian tumbuhan. Jaringan ini mencakup epidermis dan periderm. Pada akar, ekspansi dari sel-sel epidermis akan membentuk rambut-rambut akar. Rambut-rambut akar ini berfungsi sebagai penyerap air dan garam mineral. Pada batang dan daun, sistem jaringan dermal menyekresikan lapisan berlilin yang disebut kutikula. Kutikula berfungsi menahan air yang terlalu banyak keluar dari badan tumbuhan. Selanjutnya yakni sistem jaringan pembuluh. Sistem jaringan pembuluh amat terkait dengan pengangkutan (transportasi) air dan garam mineral. Xilem dan floem merupakan jaringan yang berperan dalam proses pengangkutan tersebut. Selain itu, sistem jaringan pembuluh berfungsi pula sebagai jaringan penguat, sebab di dalamnya terdapat serabut xilem dan serabut floem.

Sementara itu, sistem jaringan dasar merupakan jaringan pembentuk bahan dasar atau selimut jaringan pembuluh. Letak sistem jaringan ini berada di antara sistem jaringan dermal dan sistem jaringan pembuluh. Jaringan dasar penyusun badan tumbuhan yakni jaringan parenkim, jaringan kolenkim, dan jaringan sklerenkim. Masih ingatkah fungsi masing-masing jaringan tersebut?

Anda kini sudah mengetahui Sistem Jaringan pada Tumbuhan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, Mazrikhatul Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.

Saturday, November 30, 2019

Pintar Pelajaran Ruang Lingkup Ilmu Biologi

Ruang Lingkup Ilmu Biologi - Apakah Biologi itu? Biologi yaitu ilmu ihwal makhluk hidup beserta lingkungannya. Biologi mempunyai cabang-cabang tersendiri yang mempelajari lebih spesifik lagi ihwal makhluk hidup. Apa manfaat dari mempelajari Biologi ini? Banyak sekali manfaat yang didapatkan. Selain manfaat, dampak dari perkembangan Biologi bagi kehidupan insan dan alam sekitarnya memiliki nilai kasatmata dan nilai negatifnya. Dari uraian tersebut, ruang lingkup Biologi sanggup dikatakan cukup luas. Menarik, bukan?

1. Tingkatan Objek yang Dipelajari dalam Biologi

Kehidupan di bumi dibuat oleh struktur hierarki yang sangat teratur. Tingkatan organisasi kehidupan ini dimulai dari tingkat molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, komunitas, hingga tingkat bioma.

a. Organisasi Fungsional Tingkat Molekul

Pada pelajaran kimia, kita mempelajari bahwa tingkatan bahan terendah adalah proton, neutron, dan elektron. Partikel proton, neutron, dan elektron bergabung membentuk atom (contohnya atom hidrogen, karbon, nitrogen, dan oksigen). Atom-atom kemudian berikatan membentuk molekul, contohnya molekul air, glukosa, protein, dan DNA. Molekul-molekul ini saling berikatan dan membentuk ikatan yang lebih kompleks penyusun organel pada sel.

Oleh sebab itu, sanggup dikatakan bahwa molekul, atom, dan partikel subatomik merupakan organisasi fungsional tingkat biokimia (senyawa kimia penyusun makhluk hidup).

b. Organisasi Kehidupan Tingkat Sel

Berbagai jenis molekul saling berikatan dan membentuk organel. Organel adalah subunit sel dengan fungsi spesifik, contohnya ribosom sebagai tempat sintesis protein. Sintesis protein merupakan proses penyusunan protein. Berbagai senyawa serta organel berinteraksi satu sama lain membentuk suatu kesatuan yang disebut sel.

Suatu sel tunggal mempunyai karakteristik makhluk hidup. Setiap sel memiliki materi hereditas, melaksanakan kegiatan metabolisme, bisa tumbuh serta berkembang. Karena mempunyai karakteristik yang diperlukan sebagai makhluk hidup, sel disebut sebagai satuan unit terkecil kehidupan. Ukuran sel sangat kecil sehingga untuk melihatnya diperlukan mikroskop.

c. Organisasi Kehidupan Tingkat Jaringan

Jaringan ditemukan pada organisme multiseluler (bersel banyak). Jaringan yaitu kumpulan sel yang mempunyai bentuk serta fungsi yang sama. Kelompok sel ini mempunyai fungsi yang spesifik. Berikut ini contoh-contoh jaringan pada makhluk hidup.

1) Jaringan pada hewan

Jaringan pada binatang terdiri atas beberapa jenis. Jaringan-jaringan tersebut di antaranya yaitu jaringan epitel, jaringan saraf, jaringan otot, dan jaringan darah. Jaringan epitel terdiri atas sel-sel epitel yang saling berhubungan. Jaringan saraf terdiri atas sel saraf yang berfungsi menerima serta merespons rangsangan. Jaringan otot merupakan serat panjang yang mempunyai fungsi sebagai alat gerak aktif. Adapun jaringan darah terdiri atas sel-sel darah. Sel-sel darah ini mempunyai fungsi yang berbeda. Ada yang mengedarkan oksigen, zat-zat makanan, ada pula yang berfungsi sebagai antibodi atau sistem kekebalan tubuh. 

2) Jaringan pada tumbuhan

Seperti jaringan pada hewan, jaringan pada tumbuhan juga terdiri atas aneka macam jenis. Jaringan yang terdapat pada flora di antaranya jaringan epidermis, jaringan pembuluh, jaringan penguat, dan jaringan meristem. Jaringan epidermis merupakan jaringan yang melapisi permukaan tumbuhan. Jaringan pembuluh terdiri atas xilem dan floem. Xilem berfungsi mengangkut air dan zat hara tanah dari akar ke daun, sedangkan floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Jaringan penguat pada tumbuhan terdiri atas sel-sel yang tebal dan kuat. Jaringan penguat ini berfungsi menyokong badan tumbuhan. Adapun jaringan meristem merupakan jaringan yang aktif membelah untuk menghasilkan sel-sel baru.

d. Organisasi Kehidupan Tingkat Organ dan Sistem Organ

Organ hanya ditemukan pada organisme multiseluler. Organ merupakan struktur yang terbentuk dari beberapa jenis jaringan yang bekerja sama untuk menjalankan fungsi tertentu. Misalnya, jaringan saraf dan jaringan ikat menyusun organ otak dan bekerja sama untuk melaksanakan fungsi koordinasi. Jaringan epidermis, jaringan tiang, dan jaringan bunga karang menyusun organ daun dan bekerja sama untuk melaksanakan fungsi fotosintesis, transpirasi, serta pertukaran gas.

Contoh-contoh organ lainnya yaitu organ jantung yang berperan untuk memompa darah; organ paru-paru untuk pertukaran oksigen dan karbon dioksida; organ pendengaran untuk mendengar; dan organ mata untuk melihat. Organ-organ pada tumbuhan, contohnya daun untuk pertukaran gas, bunga untuk perkembangbiakan, dan akar untuk menyerap air dan garam mineral.

Organ-organ yang melaksanakan fungsi dan kiprah saling berkait disebut sebagai sistem organ. Sebagai contoh, sistem pernapasan terbentuk dari kerja sama organ hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan paru-paru untuk menjalankan fungsi respirasi. Sistem pencernaan terbentuk dari kerja sama organ mulut, kerongkongan, lambung, usus, hati, dan pankreas. Sistem pencernaan berfungsi menjalankan pencernaan dan penyerapan sari-sari makanan. Sistem gerak untuk menyokong dan menggerakkan tubuh terdiri atas otot dan rangka. Sebutkan oleh Anda teladan sistem organ lainnya beserta nama organ-organ penyusunnya.

Pada tumbuhan, pembagian organ-organ untuk yang melaksanakan kerja spesifik dalam sistem organ tertentu tidak terlihat dengan jelas. Sistem organ pada flora itu sendiri di antaranya yaitu sistem pernapasan, transpirasi, dan transportasi.

e. Organisasi Kehidupan Tingkat Individu

Individu sanggup berupa organisme bersel tunggal (uniseluler) atau bersel banyak (multiseluler) seperti Bakteri dan protozoa yaitu teladan organisme bersel tunggal. Satu bakteri dan satu protozoa dikatakan sebagai satu individu. Manusia, kucing, pohon kelapa, dan tumbuhan melati merupakan teladan organisme multiseluler. Seorang manusia, seekor kucing, sebatang pohon kelapa, dan setangkai tanaman melati juga dikatakan satu individu. Individu multiseluler terbentuk dari sistem organ-sistem organ yang bekerja sama dalam suatu kesatuan. Setiap sistem organ tidak dapat melaksanakan fungsinya sendiri-sendiri. Setiap sistem organ mempunyai kebergantungan pada sistem organ yang lainnya. Contohnya pada manusia, sistem pernapasan, sistem peredaran darah, sistem pencernaan, sistem pengeluaran, sistem koordinasi, sistem gerak, dan sistem reproduksi mempunyai saling kebergantungan.

Sistem peredaran darah tidak akan berfungsi dengan baik jika terjadi gangguan pada sistem pernapasan. Karena untuk memompa darah, jantung membutuhkan energi yang didapat dari oksigen. Jika jantung tidak dapat bekerja secara optimal maka peredaran oksigen dan sari-sari makanan pada badan akan terganggu pula. Hal ini dapat berakibat fatal bagi badan secara keseluruhan. Apa yang sanggup terjadi pada tumbuhan jikalau salah satu organnya tidak berfungsi dengan baik?

f. Organisasi Kehidupan Tingkat Populasi

Individu-individu sejenis yang berkumpul di suatu tempat tertentu pada waktu yang sama membentuk tingkat organisasi kehidupan yang disebut sebagai populasi. Murid-murid yang berada di sekolahmu dinamakan sebagai populasi manusia, kumpulan rumput yang ada di halaman sekolah dinamakan populasi rumput, kumpulan belalang dinamakan populasi belalang, kumpulan cacing tanah dinamakan populasi cacing, dan kumpulan lebah dinamakan populasi lebah.

g. Organisasi Kehidupan Tingkat Komunitas

Umumnya di suatu tempat terdapat lebih dari satu macam populasi. Perhatikan halaman sekolah Anda. Di sana mungkin terdapat populasi rumput, populasi cacing, populasi belalang, dan populasi semut. Kumpulan populasi yang menempati area sama dan saling berafiliasi disebut komunitas. Di dalam komunitas selalu ada interaksi, baik antaranggota spesies yang sama, maupun interaksi antarpopulasi yang berlainan.

Iklim di suatu kawasan yang berinteraksi dengan komponen biotik di dalamnya akan menghasilkan satuan komunitas yang besar, bahkan menghasilkan komunitas mayoritas suatu vegetasi. Hal tersebut sanggup disebut bioma. Bioma yaitu salah satu komunitas utama dunia yang diklasifikasikan berdasarkan vegetasi mayoritas dan ditandai oleh penyesuaian organisme terhadap lingkungan suatu habitat tertentu. Contohnya, bioma tundra, bioma taiga, bioma gurun, bioma savana, bioma hutan hujan tropis, dan bioma hutan gugur.

h. Organisasi Kehidupan Tingkat Ekosistem

Perhatikan kembali halaman sekolah Anda. Di manakah rerumputan menancapkan akarnya? Pada tanah, bukan? Dari mana rerumputan memperoleh karbon dioksida yang diperlukan untuk proses fotosintesisnya? Dari udara di sekelilingnya, bukan? Apakah syarat yang diperlukan selain ketersediaan karbon dioksida semoga rerumputan sanggup melaksanakan fotosintesis? Tentu sinar matahari dan air. Rerumputan juga membutuhkan senyawa anorganik yang didapatkan dari hasil penguraian, contohnya oleh cacing tanah, agar sanggup melaksanakan fotosintesis dengan baik. Proses fotosintesis yang dilakukan rerumputan menghasilkan senyawa karbohidrat yang dibutuhkan makhluk hidup lainnya, contohnya oleh belalang. Belalang juga mendapatkan oksigen dari fotosintesis rerumputan tersebut.

Dari keterangan di atas, Anda sanggup menemukan suatu organisasi kehidupan yang menunjukkan saling keterkaitan, kebergantungan, dan hubungan timbal balik antarmakhluk hidup dan antarmakhluk hidup dengan
lingkungannya. Bentuk organisasi kehidupan ini dinamakan organisasi kehidupan tingkat ekosistem.

Ekosistem merupakan unit fungsional yang meliputi organisme (biotik) dengan lingkungannya yang tidak hidup (abiotik) dalam relasi saling mempengaruhi dan berinteraksi. Komponen biotik ekosistem terdiri atas produsen (tumbuhan), konsumen, dan pengurai. Pada teladan tersebut, yang bertindak sebagai produsen yaitu rumput, konsumennya yaitu belalang, dan pengurainya yaitu cacing tanah. Adapun komponen abiotik pada contoh tersebut yaitu tanah, udara, sinar matahari, zat anorganik, dan air. Di dalam organisasi kehidupan tingkat ekosistem, kita juga sanggup melihat adanya aliran energi dari organisme fotosintetik ke herbivora dan karnivora. Perhatikan kembali teladan di atas. Jelaskan bagaimana aliran energi yang terjadi pada teladan perkara di atas.

Anda kini sudah mengetahui Ruang Lingkup Ilmu Biologi. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.


Referensi :

Fictor Ferdinand P dan Moekti Ariebowo. 2009. Mudah Belajar Biologi 1 : untuk SMA/MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 170.

Wednesday, May 6, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Batang Pada Flora - Gambar

Struktur dan Fungsi Batang pada Tumbuhan - Gambar - Batang yaitu bab sistem tunas pada tumbuhan. Letaknya berada di atas tanah. Organ ini dikategorikan sebagai penghasil alat-alat lateral, contohnya daun, tunas, dan bunga. Pada bab batang terdapat buku (node) atau tempat daun menempel dan ruas (internode), yaitu bagian batang yang letaknya di antara buku-buku. Selain buku dan ruas, pada batang terdapat suatu tunas. Tunas yang terdapat pada sudut di antara daun dan batang dinamakan tunas aksiler. Tunas ini berpeluang menjadi cabang. Adapun bab ujung batang terdapat tunas terminal. Perhatikan Gambar 1.
 Batang yaitu bab sistem tunas pada flora Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Batang pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 1. Bagian-bagian batang
Pada bab berikut, akan mempelajari ciri dan struktur batang dua jenis tumbuhan, yakni flora dikotil dan tumbuhan monokotil. Simak dan pahami uraiannya.

1. Batang Tumbuhan Dikotil

Seperti halnya akar, batang juga tersusun atas aneka macam jaringan, yaitu jaringan epidermis, jaringan dasar, dan jaringan pembuluh. Jaringan dasar tersusun oleh korteks, sedangkan jaringan pembuluh terdapat berkas vaskuler yaitu xilem dan floem. Cermati bagian-bagian batang flora dikotil secara lebih detail pada Gambar 2.

 Batang yaitu bab sistem tunas pada flora Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Batang pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 2. Struktur flora dikotil.
Karena itu, batang mempunyai bermacam-macam fungsi bagi tumbuhan. Namun, berbagai lapisan ini juga mempunyai bermacam-macam ciri khas. Jaringan epidermis pada batang mempunyai ciri yang sama seperti jaringan epidermis pada akar. Misalnya, sel yang tipis dan tersusun rapat serta berkutikula pada akar dan batang. Selain itu, batang memiliki kemampuan tumbuh, baik secara sekunder maupun primer. Pertumbuhan sekunder batang terjadi pada jaringan epidermis. Sedangkan pertumbuhan primer terjadi pada tunas terminal (ujung batang) tepatnya pada meristem apikal. Fungsi jaringan epidermis pada batang juga sama dengan jaringan epidermis pada akar yaitu melindungi jaringan yang ada di dalamnya. Epidermis batang ini juga dapat pecah. Pecahnya epidermis batang mengakibatkan jaringan kambium gabus (folagen) terisi dengan gabus. Bagian ini disebut lenti sel. Fungsi lenti sel yaitu sebagai daerah pertukaran gas dan penguapan (transpirasi).
 Batang yaitu bab sistem tunas pada flora Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Batang pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 3. Lenti sel pada batang.
Lapisan penyusun batang selanjutnya yaitu jaringan dasar. Di dalam jaringan ini terdapat korteks. Korteks pada batang mencakup dua macam jaringan, yakni jaringan korteks luar dan korteks dalam. Sel kolenkim dan sel parenkim yaitu penyusun korteks luar. Korteks dalam hanya disusun dari sel-sel parenkim saja. Korteks dalam (endodermis) dimiliki oleh semua tumbuhan. Namun sebaliknya, tidak semua tumbuhan memiliki korteks luar. Ada satu ciri khas yang dimiliki tumbuhan biji terbuka terkait lapisan korteks. Pada korteksnya terdapat seludang pati (sarung tepung) yaitu lapisan yang berisi pati. Setelah korteks, badan flora tersusun oleh jaringan pembuluh.

Di dalam jaringan pembuluh terdapat stele atau silinder pusat. Pada flora dikotil, stele terletak di sebelah dalam korteks atau sebelah dalam endodermis. Sementara, lapisan terluarnya disebut perisikel atau perikambium. Di sebelah dalam korteks terdapat empulur dan berkas pengangkut.

Pada berkas pengangkutan ini terdapat xilem dan floem. Sementara, di tengah stele terdapat empulur. Empulur juga ada di antara xilem dan floem. Bentuknya menyerupai jari-jari, disebut jari empulur. Selain itu,
di antara xilem dan floem juga terdapat kambium. Oleh lantaran itu, berkas pengangkutannya disebut berkas kolateral terbuka.

Kambium mempunyai dua bagian, yakni kambium vaskuler dan kambium intravaskuler. Bagian kambium yang berada di antara xilem dan floem berasal dari prokambium disebut kambium vaskuler. Sedangkan kambium di luar xilem dan floem yang berasal dari sel-sel parenkim disebut kambium intravaskuler.

Lingkaran Tahun

Pada ekspresi dominan penghujan dan ekspresi dominan kemarau, tumbuhan dikotil berkayu tumbuh berbeda. Saat musim kemarau, sel kayu yang dihasilkan tebal dan kecil-kecil. Sementara saat musim penghujan akan menghasilkan sel tipis yang besar-besar. Dengan demikian akan terbentuklah lingkaran-lingkaran dengan tekstur berbeda pada penampang kayu. Lingkaran inilah yang dinamakan bulat tahun. Melalui bulat tahun kita dapat mengetahui umur suatu tumbuhan berkayu. (Sumber: Whitten & Whitten, Indonesian Heritage: Tetumbuhan, 2002, hlm. 76).

 Batang yaitu bab sistem tunas pada flora Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Batang pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 4. Lingkaran tahun.
2. Batang Tumbuhan Monokotil

Seperti halnya flora dikotil, struktur batang tumbuhan monokotil tersusun atas jaringan epidermis, jaringan dasar, dan jaringan pengangkut atau berkas pembuluh. Agar mengetahui bagian-bagian batang flora monokotil, simak Gambar 5. 

 Batang yaitu bab sistem tunas pada flora Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Batang pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 5. Struktur flora monokotil.
Bedanya, tumbuhan dikotil mempunyai bentuk meristem apikal yang kecil. Meristem inilah yang akan membentuk tunas ketiak daun, bakal daun, dan epidermis. Pada flora monokotil juga terdapat meristem perifer. Meristem perifer merupakan bab meristem yang berkembang menjadi batang berisi xilem dan floem.

Lapisan epidermis batang flora dikotil mempunyai dinding sel yang lebih tebal dibandingkan flora dikotil. Pada lapisan epidermisnya terdapat stomata dan buku-buku. Di bawah epidermis terdapat korteks. Korteks tersusun dari sel-sel sklerenkim. Korteks flora monokotil, korteks merupakan kulit batang. Kulit batang berfungsi mengeraskan bab luar batang.

Setelah korteks, lapisan berikutnya ialah stele. Tumbuhan monokotil mempunyai batas korteks dan stele yang tidak jelas. Di dalam stelenya terdapat berkas pengangkutan. Berkas pengangkutan tersebut tersebar pada empulur dan letaknya berdekatan dengan kulit batang. Sarung sklerenkim mengelilingi seluruh berkas pengangkut. Tipe berkas pengangkutannya dinamakan kolateral tertutup, lantaran di antara xilem dan floemnya tidak ditemui kambium. Akibatnya, flora monokotil tidak bisa tumbuh secara sekunder. Alias tubuhnya tidak membesar dan hanya memanjang.

Namun, kalau flora monokotil membesar tubuhnya menjadi berongga. Hal ini dilakukan dengan cara menghilangkan empulur pada bab tubuhnya, kecuali empulur pada ruang batas. Dengan begitu, antara struktur batang flora monokotil muda dan tua tidak terdapat perbedaan.

Anda kini sudah mengetahui Struktur Batang dan Fungsi Batang pada Tumbuhan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Tuesday, May 5, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Daun Pada Flora - Gambar


Struktur dan Fungsi Daun pada Tumbuhan - Gambar - Daun flora kebanyakan berwarna hijau. Namun tidak jarang juga daun mempunyai warna selain hijau. Warna hijau ada alasannya yakni daun memiliki pigmen klorofil. Daun merupakan organ flora yang berperan sebagai daerah terjadinya fotosintesis. Daun mempunyai bentuk yang beragam. Umumnya daun terdiri atas helai daun pipih dan tangkai daun (petiola). Tangkai daun bersambung dengan buku batang. Tumbuhan monokotil tidak mempunyai tangkai daun. Sebaliknya, flora dikotil mempunyai tangkai daun berbentuk pelepah yang membungkus batang. Pada flora dikotil, tulang daun utama mempunyai susunan bercabang. Sementara, tumbuhan monokotil mempunyai tulang daun utama yang tersusun pararel atau sejajar. Perbedaan bentuk dan susunan daun dikotil dan monokotil dapat kalian perhatikan pada Gambar 1.

 Daun flora kebanyakan berwarna hijau Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Daun pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 1. Bentuk dan susunan tulang daun; (a) dikotil, (b) monokotil
Sama menyerupai pada akar dan batang, daun juga tersusun dari tiga sistem jaringan. Sistem jaringan tersebut mencakup epidermis, jaringan dasar, dan berkas pembuluh. Untuk lebih jelasnya, simak Gambar 2.
 Daun flora kebanyakan berwarna hijau Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Daun pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 2. Anatomi daun. Terdapat tiga sistem jaringan : epidermis, jaringan dasar (mesofil), dan jaringan pembuluh
Lapisan paling atas pada daun yakni epidermis. Epidermis terbagi menjadi dua lapisan, mencakup epidermis atas dan epidermis bawah. Namun, ada juga daun yang mempunyai selapis epidermis saja. Sel-sel epidermis daun tersusun sangat rapat, sehingga ruang antarselnya tidak ada. Adapun pada lapisan luarnya terdapat kutikula berlilin, yang berfungsi mengurangi banyaknya air dari badan tumbuhan. Selain kutikula, lapisan epidermis juga terdapat stomata. Stomata diapit oleh sel-sel penjaga, yang berbentuk serupa ginjal atau biji kacang. Fungsi stomata yakni sebagai daerah pertukaran gas karbondioksida dan oksigen. Selain itu, juga berfungsi dalam proses transpirasi.

Stomata pada flora darat banyak terdapat pada lapisan epidermis bawah. Sedangkan pada flora air, stomata banyak terdapat pada permukaan epidermis atas. Setelah epidermis, lapisan daun berikutnya yakni jaring an dasar. Jaringan dasar daun dinamakan mesofil. Mesofil tersusun dari sel-sel parenkim. Pada flora dikotil, jaring an mesofilnya mempunyai dua bentuk jaringan, yakni parenkim palisade dan parenkim spons. Simak Gambar 3.

 Daun flora kebanyakan berwarna hijau Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Daun pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 3. Parenkim palisade dan parenkim berspons.
Jaringan mesofil yang sempurna di bawah epidermis membentuk jaringan parenkim palisade. Kloroplas banyak ditemukan pada jaringan ini. Karena itu, proses fotosintesis sanggup berlangsung. Susunan sel pada jaringan parenkim palisade ini berbentuk kolumnar dan rapat. Adapun parenkim spons terletak sempurna di bawah jaringan parenkim palisade. Disebut parenkim spons, karena di dalamnya terkandung labirin ruangan udara yang dilewati gas karbon dioksida dan oksigen saat proses fotosintesis. Berbeda dengan parenkim palisade, sel-sel parenkim spons tidak rapat dan terdapat jaringan pengangkut. Walau jumlahnya tidak banyak, parenkim spons juga mempunyai kloroplas.

Berbeda dengan flora dikotil, tumbuhan monokotil tidak mempunyai parenkim palisade. Oleh karenanya, proses fotosintesis hanya terjadi pada jaringan palisade spons. Sel-sel parenkim spons ini tidak tersusun rapat dan terdapat berkas pengangkut. Lapisan daun berikutnya yakni berkas vaskuler. Letak berkas vaskuler berada di bawah jaringan dasar. Seperti pada akar dan batang, berkas vaskuler daun ini terdapat floem dan xilem. Selain itu, pada berkas vaskuler terdapat ibu tulang daun, cabang tulang daun, dan urat daun yang menonjol. Berkas vaskuler ini sangat berperan terutama dalam proses transpor zat.

Anda kini sudah mengetahui Struktur Daun dan Fungsi Daun pada Tumbuhan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Wednesday, April 29, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Organ Pada Tumbuhan

Struktur dan Fungsi Organ Tumbuhan - Organ yaitu kumpulan beberapa jaringan yang secara bersama-sama melaksanakan fungsi khusus. Demikian pula pada tumbuhan, proses diferensiasi yang terjadi dalam jaringan sanggup membentuk berbagai macam bab pokok tumbuhan. Bagian-bagian itu yaitu akar, batang, dan daun. Sementara bab lain yang ada pada tubuh tumbuhan itu yaitu hasil modifikasi dari salah satu atau dua bagian tumbuhan tersebut. Contoh bab hasil modifikasi yaitu kuncup, bunga, rimpang, dan duri. Tubuh flora terbagi dalam sistem akar dan sistem tunas. Sesuai namanya, sistem akar terdiri atas organ akar dan bagian-bagiannya. Sedangkan sistem batang mencakup organ batang dan daun. Untuk mengetahui struktur dan fungsi banyak sekali macam organ tumbuhan, simak dan pahami uraian berikut.

1. Akar (Radix)

1.1. Fungsi Akar

Adapun fungsi akar secara umum sebagai berikut.
  1. Sebagai tempat melekatnya flora pada media (tanah) alasannya akar mempunyai kemampuan menerobos lapisan-lapisan tanah.
  2. Menyerap garam mineral dan air melalui bulu-bulu akar.
  3. Pada beberapa tanaman, akar dipakai sebagai tempat penyimpanan masakan cadangan, misalnya wortel dan ketela pohon.
  4. Pada tumbuhan tertentu, menyerupai jenis flora bakau (Rhizopora sp.) akar berperan untuk pernapasan.
1.2. Jaringan Penyusun Akar

Akar berkembang dari meristem apikal di ujung akar yang dilindungi kaliptra (tudung akar). Meristem apikal selalu membelah diri menghasilkan sel-sel baru. Sel-sel baru terbentuk pada bab tudung akar atau bab dalam meristem apikal. Pembelahan meristem apikal membentuk daerah pemanjangan, disebut zona perpanjangan sel.

Di belakangnya terdapat zona diferensiasi sel dan zona pendewasaan sel. Pada zona diferensiasi sel, sel-sel akar berkembang menjadi beberapa sel permanen. Misalnya beberapa sel terdiferensiasi menjadi xilem, floem, parenkim, dan sklerenkim. Perhatikan Gambar 1.

Organ yaitu kumpulan beberapa jaringan yang secara Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Organ pada Tumbuhan
Gambar 1. Struktur morfologi akar.
Secara umum jaringan penyusun akar tumbuhan sebagai berikut.
  1. Epidermis terdiri dari satu lapis sel yang tersusun rapat. Dinding selnya tipis sehingga gampang ditembus air. Memiliki rambut-rambut akar yang merupakan hasil acara sel dari belakang titik tumbuh. Rambut-rambut akar berfungsi memperluas bidang penyerapan.
  2. Korteks terdiri dari banyak sel dan tersusun berlapis-lapis, dinding selnya tipis dan mempunyai banyak ruang antarsel untuk pertukaran gas. Jaringanjaringan yang terdapat pada korteks antara lain: parenkim, kolenkim, dan sklerenkim.
  3. Endodermis terletak di sebelah dalam korteks. Endodermis berupa satu lapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Dinding selnya mengalami penebalan gabus. Deretan sel-sel endodermis dengan penebalan gabusnya dinamakan pita kaspari. Penebalan gabus ini tidak sanggup ditembus oleh air, sehingga air harus masuk ke silinder sentra melalui sel endodermis yang dindingnya tidak menebal, yang disebut sel penerus air. Endodermis merupakan pemisah antara korteks dengan stele.
  4. Stele (silinder pusat) terletak di sebelah dalam endodermis. Berkas pengangkutan terdapat di antara stele.
Jaringan penyusun akar secara umum sanggup Anda amati pada Gambar 2. berikut.
Organ yaitu kumpulan beberapa jaringan yang secara Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Organ pada Tumbuhan
Gambar 2. Struktur jaringan penyusun akar Dikotil dan Monokotil yang diamati secara melintang
Anda telah mempelajari jaringan penyusun akar secara umum. Bagaimana struktur jaringan penyusun akar tumbuhan Dikotil dan tumbuhan Monokotil? Apa perbedaan di antara keduanya?

2. Batang

2.1. Fungsi Batang

Secara umum, batang mempunyai beberapa fungsi berikut.
  1. Sebagai tempat pengangkutan air dan unsur hara dari akar.
  2. Memperluas tajuk flora untuk efisiensi penangkapan cahaya matahari.
  3. Tempat tumbuhnya organ-organ generatif.
  4. Efisiensi penyerbukan dan membantu pemencaran benih.
  5. Pada flora tertentu, sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan, contohnya berupa umbi atau rimpang.
2.2. Struktur Jaringan Penyusun Batang

Secara umum struktur jaringan penyusun batang tumbuhan terdiri atas tiga bagian, yaitu epidermis, korteks, dan stele. Adapun struktur jaringan penyusun batang (dari luar ke dalam) beserta ciri-cirinya dijelaskan dalam Tabel 1 berikut. 

Tabel 1 Struktur Jaringan Penyusun Batang Beserta Ciri-Cirinya

No.
Jaringan
Ciri-Ciri
1.
Epidermis
Tersusun oleh selapis sel, tersusun rapat, tanpa ruang antarsel, dinding luar terdapat kutikula yang berfungsi untuk melindungi batang dari kehilangan air yang terlalu besar. Pada flora kayu yang telah bau tanah terdapat kambium gabus yang menggantikan fungsi jaringan primer.
Aktivitas kambium gabus yaitu melaksanakan pertukaran gas melalui celah yang disebut lentisel. Derivat epidermis antara lain sel silika dan sel gabus, contohnya pada batang tumbuhan tebu.
2.
Korteks
Tersusun oleh beberapa lapis sel parenkim yang tidak teratur dan berdinding tipis, banyak ruang antarsel.
Terdapat kolenkim dan sklerenkim yang berfungsi sebagai penyokong dan penguat tubuh.
Sel-sel korteks sebelah dalam yang mengandung amilum disebut floeterma (sarung tepung ).
3.
Stele (silinder pusat)
Lapisan terluar disebut perisikel.
Di dalamnya terdapat sel parenkim dan
berkas pengangkut.

Secara umum, struktur akar dan batang flora sama, yaitu terdiri atas bagian-bagian epidermis, korteks, dan stele. Akan tetapi, secara anatomis struktur batang Monokotil berbeda dengan Dikotil.

3. Daun (Folium)

3.1. Fungsi Daun

Secara umum fungsi daun sebagai berikut.
  1. Membuat masakan melalui proses fotosintesis.
  2. Sebagai tempat pengeluaran air melalui transpirasi dan gutasi.
  3. Menyerap CO2 dari udara.
  4. Respirasi.
c. Struktur Jaringan Penyusun Daun

1) Epidermis

Epidermis berupa satu lapis sel yang dindingnya mengalami penebalan dari zat kutin (kutikula) atau kadang dari lignin. Pada epidermis terdapat stomata (mulut daun) yang diapit oleh dua sel penutup. Stomata ada yang terletak di permukaan atas saja, contohnya pada tumbuhan yang daunnya terapung (pada daun teratai), ada yang di permukaan bawah saja, dan ada pula yang terdapat di kedua permukaan daun (atas dan bawah). Tanaman Ficus mempunyai epidermis yang tersusun atas dua lapis sel. Alat-alat pelengkap yang terdapat di antara epidemis daun, antara lain trikoma (rambut) dan sel kipas. Bentuk epidermis dan stomata sanggup Anda amati pada Gambar 3 dan 4.
Organ yaitu kumpulan beberapa jaringan yang secara Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Organ pada Tumbuhan
Gambar 3. Epidermis dengan stomata

Organ yaitu kumpulan beberapa jaringan yang secara Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Organ pada Tumbuhan
Gambar 4. Penampang melintang stomata.
2) Mesofil (Jaringan dasar)

Mesofil terdiri dari sel-sel parenkim yang tersusun renggang dan banyak ruang antarsel. Pada kebanyakan daun Dikotil, mesofil terdiferensiasi menjadi parenkim palisade (jaringan tiang) dan parenkim spons (jaringan bunga karang). Sel-sel palisade bentuknya memanjang, mengandung banyak kloroplas, dan tersusun rapat. Parenkim spons bentuknya tidak teratur, bercabang, mengandung lebih sedikit kloroplas, dan
tersusun renggang.

3) Berkas Pengangkut

Berkas pengangkut terdapat pada tulang daun yang berfungsi sebagai alat transpor dan sebagai penguat daun.

4) Jaringan Tambahan

Jaringan pelengkap mencakup sel-sel khusus yang umumnya terdapat pada mesofil daun, contohnya sel-sel kristal dan kelenjar.

Anda kini sudah mengetahui Struktur dan Fungsi Organ pada Tumbuhan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Thursday, May 7, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Akar Pada Tumbuhan - Gambar


Struktur dan Fungsi Akar pada Tumbuhan - Gambar - Akar ialah bab badan flora yang berada dalam tanah. Bentuk akar sebagian besar meruncing. Terkadang, akar memiliki ujung yang berwarna cerah. Akar berfungsi sebagai penopang dan penguat berdirinya tumbuhan. Untuk memperoleh zat dari luar tubuh, akar tumbuhan berperan dalam proses peresapan air dan garam mineral dari dalam tanah. Akar berfungsi sebagai daerah penyimpanan cadangan makanan, contohnya ialah ketela pohon dan kentang. Selain menjulur dari dasar tunas, akar flora juga sanggup keluar dari permukaan tanah. Akar demikian sanggup muncul dari batang ataupun daun. Kita sanggup menyebut akar yang tumbuh pada bab yang tidak semestinya ini dengan nama akar liar atau adventitious (lihat Gambar 1). 
 Akar ialah bab badan flora yang berada dalam Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Akar pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 1. Akar liar (adventitious) pada tumbuhan jagung
Akar liar berfungsi sebagai penyangga dan penyokong batang tumbuhan yang menjulang tinggi. Sebagai pola ialah akar tanaman jagung yang tumbuh dari batangnya.

Berdasarkan jenisnya, akar flora terbagi menjadi dua, yaitu sistem akar tunggang dan sistem akar serabut. Sistem akar tunggang dimiliki oleh akar flora dikotil, sedangkan sistem akar serabut dimiliki oleh akar flora monokotil. Pada sistem akar tunggang terdapat satu akar tunggang besar, namun akar lateralnya kecil. Sementara pada sistem akar serabut, akarnya seolah-olah benang-benang. Perhatikan Gambar 2.
 Akar ialah bab badan flora yang berada dalam Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Akar pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 2. Sistem akar tunggang dan sistem akar serabut.
Secara morfologis, akar terdiri atas leher akar (pangkal akar), batang akar, cabang akar, serabut akar, rambut akar, ujung akar, dan tudung akar (kaliptra). Perhatikan Gambar 3. 
 Akar ialah bab badan flora yang berada dalam Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Akar pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 3. Akar dan bagian-bagiannya.
Bagian akar yang secara pribadi terhubung dengan batang disebut leher akar. Sementara bab yang berada di antara leher dan ujung akar dinamakan batang akar. Selanjutnya, akar juga memiliki bagian menonjol pada batang yang membentuk cabang akar. Selain itu, ada juga akar halus bercabang-cabang yang disebut serabut akar. Lalu, akar juga mempunyai bab yang mengalami diferensiasi pada jaringan epidermisnya. Bagian ini dinamakan rambut akar. Sementara, bab ujung akar yang berfungsi sebagai pelindung mesistem ketika akar memanjang menembus tanah disebut tudung akar.

Di belakang tudung akar terdapat banyak sekali zona pertumbuhan primer. Zona yang dimaksud adalah zona pembelahan sel, zona pemanjangan, dan zona pematangan. Perhatikan Gambar 4.
 Akar ialah bab badan flora yang berada dalam Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Akar pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 4. Zona pertumbuhan akar dan struktur akar.
Pada zona pembelahan sel terdapat meristem apikal atau meristem primer. Meristem apikal menghasilkan sel-sel meristem dan mengganti sel tudung akar yang mengelupas ketika menembus tanah. Sel sentra damai juga terdapat pada lapisan ini. Fungsi sel sentra damai ialah sebagai cadangan pemulihan meristem ketika mengalami kerusakan. Di dalam zona ini terdapat protoderm, prokambium, dan meristem dasar. Masing-masing akan menghasilkan tiga sistem jaringan.

Zona pembelahan sel berafiliasi dengan zona pemanjangan. Di dalam zona ini sel-sel mengalami perpanjangan sepuluh kali panjang asalnya. Akibatnya, ujung akar terdorong semakin jauh ke dalam tanah. Sementara zona pematangan pada akar mengalami spesialisasi dan diferensiasi sesuai fungsinya.

Selain beberapa zona tersebut, akar juga mempunyai struktur tertentu. Kalian sanggup mengamati strukturnya melalui preparat awetan sayatan akar yang masih muda dengan memakai mikroskop. Struktur akar dari luar ke dalam berturut-turut ialah jaringan epidermis, korteks, dan stele (silinder pusat). Agar kalian sanggup membandingkan struktur akar flora dikotil dan monokotil, perhatikan Gambar 5.
 Akar ialah bab badan flora yang berada dalam Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Akar pada Tumbuhan - Gambar
Gambar 5. Struktur akar flora dikotil dan monokotil.
Epidermis merupakan selapis sel yang berasal dari protoderm. Di dalamnya terdapat dinding berkutikula dan susunan sel yang rapat. Selain itu, epidermis terdapat rambut akar yang mempunyai kegunaan memperluas permukaan sel sehingga peresapan air dan zat terlarut lebih efisien. Lapisan berikutnya ialah korteks. Korteks terletak di antara lapisan epidermis dan stele. Pada korteks terdapat sel-sel parenkim yang berdinding sel tipis. Lapisan luar korteks tersebut dinamakan eksodermis. Sementara lapisan dalamnya tersusun rapat tanpa ruang antarsel dan berbentuk kubus, yang disebut endodermis. Sel-sel endodermis ini mengalami penebalan suberin yang membentuk pita Kaspari. Adapun dinding sel endodermis yang tidak menebal dan berfungsi sebagai jalan air mengalir dinamakan sel penerus.

Prokambium pada meristem primer bermetamorfosis stele (silinder pusat). Stele terdapat pada akar bab dalam, tepatnya di sebelah dalam endodermis. Stele tersusun dari empulur, perisikel dan berkas vaskuler (fasis) atau pembuluh pengangkut. Empulur merupakan sel-sel parenkim yang terdapat pada stele flora monokotil.

Empulur ini dikelilingi oleh xilem dan floem secara bergantian. Sementara itu, lapisan terluar stele membentuk periskel atau perikambium. Sel-sel stele pada perisikel ini gampang membelah dan membentuk cabang. Karena itu, cabang akar pertumbuhannya bersifat endogen. Sehingga stele ini sanggup membentuk kambium jari-jari empulur. Lapisan berikutnya ialah berkas vaskuler atau jaringan pengangkut. Di dalam berkas vaskuler terdapat xilem dan floem. Xilem akar dikotil terletak di sentra dan berbentuk bintang, sedangkan floemnya terletak di luar xilem. Sedangkan flora monokotil memiliki struktur yang berselang-seling.

Selain itu, di antara xilem dan floem akar flora dikotil terdapat kambium atau kolateral terbuka. Sementara, pada tumbuhan monokotil tidak ada kambium atau kolateral tertutup.

Anda kini sudah mengetahui Struktur Akar dan Fungsi Akar pada Tumbuhan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Tuesday, August 6, 2019

Pintar Pelajaran Faktor Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Macam-Macam

Faktor yang mensugesti pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan - Mungkin Anda ingat pepatah yang menyampaikan ’Buah jatuh tak jauh dari pohonnya’. Pepatah itu berarti menunjukkan adanya penurunan sifat dari induk terhadap anak-anaknya. Bila kita menanam biji kedelai maka akan tumbuh tumbuhan kedelai, bukan tumbuhan jeruk atau kaktus. Mengapa demikian? Biji kedelai itu membawa sifat keturunan berupa gen yang mewarisi struktur dan bentuk induk tumbuhan kedelai sebelumnya. Keadaan tersebut akan menciptakan biji kedelai mempunyai bentuk dan struktur yang sama menyerupai tumbuhan kedelai yang lain bila mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor dalam (intern) dan faktor luar (ekstern). Apakah efek faktor-faktor itu terhadap pertumbuhan dan perkembangan? Pada materi ini akan dibahas mengenai salah satu faktor internal dan faktor eksternal yang mensugesti pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

1. Hormon

Tumbuhan menghasilkan beberapa jenis hormon tumbuhan di antaranya auksin, giberelin, gas etilen, sitokinin, dan asam absisat. Hormon tersebut diproduksi di dalam tubuh, tetapi dipengaruhi oleh kondisi eksternal.

a. Auksin

Hormon ini ditemukan pada titik tumbuh batang dan selubung daun pertama tanaman monokotil yang disebut koleoptil, ujung akar, serta jaringan yang masih bersifat meristematis. Adapun fungsi auksin sebagai berikut.
  1. Pembentangan sel
  2. Pembelahan sel
  3. Merangsang pembentukan buah dan bunga
Aktivitas auksin akan terhambat oleh sinar yang berlebihan. Apa yang akan terjadi bila suatu tanaman memperoleh banyak sinar pada salah satu sisi bagian tubuhnya? Apabila salah satu sisi cuilan tersebut banyak terkena sinar, tumbuhan itu akan mengalami hal-hal seperti ditunjukkan pada gambar berikut.
Faktor yang mensugesti pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan Pintar Pelajaran Faktor Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Macam-macam
Gambar 1. Peranan auksin pada perkembangan organ tumbuhan
Faktor yang mensugesti pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan Pintar Pelajaran Faktor Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Macam-macam
Gambar 2. Peranan cahaya pada pembengkokan organ tumbuhan
Berdasarkan gambar di atas, tumbuhan yang memperoleh sinar dari satu sisi akan mengalami perubahan-perubahan berikut. Auksin akan terakumulasi di cuilan batang yang tidak terkena sinar. Konsentrasi auksin yang tinggi di cuilan yang tidak terkena sinar akan mempercepat pembelahan dan pembentangan sel batang ataupun koleoptil. Pertumbuhan sel yang lebih banyak di bagian kurang sinar menjadikan batang menjadi bengkok sehingga akan terlihat bahwa tumbuhan tumbuh ke arah cahaya.


Giberelin terdapat pada cuilan batang dan bunga. Fungsi hormon giberelin ialah :
  1. Menyebabkan tumbuhan berbunga sebelum waktunya
  2. Menyebabkan tumbuhan tumbuh tinggi
  3. Memacu kegiatan kambium
  4. Menghasilkan buah yang tidak berbiji
  5. Membantu perkecambahan biji
Pengaruh Giberelin pada Pertumbuhan Batang ialah :

Giberelin menyerupai halnya auksin memegang peranan penting dalam pertumbuhan batang, namun dapat menyebabkan pertumbuhan batang menjadi terlalu panjang. Sebaris jagung kerdil sanggup dibuat supaya tumbuh menyerupai jagung biasa dengan memberinya giberelin berkali- kali. Anehnya, pertumbuhan jagung biasa tidak sanggup ditingkatkan dengan giberelin.

c. Gas etilen

Ada banyak sekali macam fungsi gas etilen. Salah satunya interaksi gas etilen dengan auksin sanggup memacu pembungaan pada buah, contohnya mangga dan nanas. Pada beberapa tumbuhan, interaksi gas etilen dengan giberelin sanggup mengatur perbandingan bunga jantan dan betina. Fungsi utama gas etilen ialah :
  1. Mempercepat pemasakan buah
  2. Mempertebal pertumbuhan batang
  3. Pengguguran bunga
d. Sitokinin

Sitokinin merupakan hormon tumbuh yang terdapat pada badan tumbuhan. Sitokinin dibuat pada sistem perakaran. Fungsi hormon ialah :
  1. Merangsang pertumbuhan akar
  2. sehingga lebih cepat memanjang
  3. Mempercepat pelebaran daun
  4. Perangsang pertumbuhan tanaman ke arah samping dan pucuk tanaman
  5. Merangsang kegiatan pembelahan sel
  6. Membantu perkecambahan biji
e. Asam absisat

Berbeda dengan hormon yang lain, asam absisat mempunyai fungsi menghambat pertumbuhan.
  1. Fungsi asam abisat ialah :
  2. Mengurangi kecepatan pembelahan
  3. Mengurangi pemanjangan sel
  4. Membantu aborsi bunga
  5. Menyebabkan dormansi
2. Faktor Eksternal

Seperti telah disebutkan sebelumnya, hormon diproduksi dalam tubuh, tetapi dipengaruhi oleh kondisi eksternal (lingkungan). Pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sangat besar. Faktor-faktor lingkungan tersebut mencakup suhu udara, cahaya, kelembapan udara, serta ketersediaan air tanah dan mineral.

Suhu merupakan faktor lingkungan yang penting bagi tumbuhan alasannya ialah bekerjasama dengan kemampuan melakukan fotosintesis, translokasi, respirasi, dan transpirasi. Tumbuhan mempunyai suhu optimum untuk dapat tumbuh dan berkembang. Suhu optimum merupakan suhu yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman secara ideal. Selain suhu optimum, tanaman juga mempunyai suhu maksimum dan minimum yang bisa diterima olehnya. Suhu maksimum merupakan suhu tertinggi yang memungkinkan tumbuhan masih dapat bertahan hidup. Suhu minimum merupakan suhu terendah yang memungkinkan tumbuhan bertahan hidup. Sebagian besar tumbuhan memerlukan temperatur sekitar 10 – 38 °C untuk pertumbuhannya.


Cahaya berperan penting dalam proses fotosintesis. Apabila kuliner yang dihasilkan dari proses fotosintesis berkurang atau bahkan tidak ada, jaringan menjadi mati karena kekurangan makanan. Namun demikian cahaya yang dibutuhkan tumbuhan jumlahnya dihentikan terlalu banyak. Cahaya yang berlebihan justru akan menghambat pertumbuhan. Demikian juga kekurangan cahaya juga berakibat jelek bagi tanaman.

Contoh akhir dari hasil fotosintesis yang berkurang misalnya tumbuhan yang tumbuh di ruangan gelap, ukuran batangnya jauh lebih panjang dibandingkan tumbuhan yang memperoleh cukup cahaya matahari. Tanaman ini berwarna pucat dengan batang lemah dan kurus. Pertumbuhan dalam tempat gelap semacam ini disebut etiolasi.

c. Pengaruh Kelembapan pada Pertumbuhan

Tanah basah sangat cocok untuk pertumbuhan, terutama saat perkecambahan biji. Hal ini alasannya ialah tanah lembap menyediakan cukup air untuk mengaktifkan enzim dalam biji serta melarutkan kuliner dalam jaringan. Tingkat efek kelembapan udara atau tanah pada tumbuhan berbeda-beda. Ada tumbuhan yang membutuhkan kelembapan udara dan kelembapan tanah yang tinggi, contohnya lumut hati. Sebaliknya, ada juga tanaman yang tumbuh dengan baik pada dengan kelembapan udara dan tanah kelembapan rendah, misalnya Aloe vera (lidah buaya) dan beberapa jenis tanaman anggrek.


Tumbuhan membutuhkan air, CO2, dan mineral. Air dan CO2 merupakan materi utama untuk berlangsungnya fotosintesis. Gas CO2 diambil melalui stomata dan lentisel. Adapun air dan mineral diambil dari tanah melalui akar, kecuali pada tumbuhan tertentu, misalnya tumbuhan kantong semar (Venus sp. atau Nephentes sp.). Tanaman ini memperoleh senyawa nitrogen (protein asam amino) dan mineral dari serangga yang masuk perangkapnya.
Faktor yang mensugesti pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan Pintar Pelajaran Faktor Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Macam-macam
Gambar 3. Perbandingan pertumbuhan (a) tumbuhan yang cukup CO2 (b) tumbuhan yang kekurangan CO2
Air juga sangat dibutuhkan dalam perkecambahan biji. Saat perkecambahan, air dipakai untuk mengaktifkan enzim-enzim dalam biji. Tanpa air, perkecambahan biji akan tertunda (dormansi). Mineral sangat dibutuhkan untuk proses pertumbuhan. Misalnya pembentukan klorofil sangat membutuhkan mineral Mg. Mineral yang dibutuhkan oleh tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu makroelemen dan mikroelemen. Elemen mineral yang dibutuhkan dalam jumlah besar disebut makroelemen, sedangkan elemen mineral yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit disebut mikroelemen.
Faktor yang mensugesti pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan Pintar Pelajaran Faktor Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Macam-macam
Gambar 4. Tumbuhan yang kekurangan magnesium terlihat menguning
e. Pengaruh Ketersediaan oksigen pada Pertumbuhan

Setiap makhluk hidup memerlukan oksigen untuk respirasi aerob dalam tubuh. Melalui respirasi aerob, tumbuhan sanggup memperoleh energi untuk pertumbuhannya. Oleh alasannya ialah itu, biji-biji tidak akan berkecambah tanpa adanya oksigen.

Khusus pada perkembangan, selain ditentukan oleh faktor-faktor di atas juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya, di antaranya letak sel dalam jaringan. Bagaimana letak sel dapat mensugesti perkembangan? Perhatikan gambar berikut.
Faktor yang mensugesti pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan Pintar Pelajaran Faktor Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Macam-macam
Gambar 5. Penampang melintang batang berkayu
Pada gambar tampak adanya jaringan kambium yang merupakan jaringan meristem sekunder. Meristem sekunder yang terletak di tempat lingkaran kambium berfungsi memperbesar diameter batang tanaman. Hal ini terjadi alasannya ialah kambium selalu membelah ke arah samping. Sel-sel kambium yang terletak di cuilan dalam
akan terdiferensiasi menjadi xilem dan cuilan luar akan terdiferensiasi menjadi floem. Kambium akan membelah kembali dan terjadi pengulangan proses menyerupai di atas. Pada akhirnya, sel yang terletak di cuilan sebelah dalam kambium membentuk jaringan xilem, sedangkan ke arah luar membentuk jaringan floem. Pelajari gambar dibawah ini semoga Anda lebih memahami pertumbuhan jaringan kambium.
Faktor yang mensugesti pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan Pintar Pelajaran Faktor Pertumbuhan Tanaman, Hormon Pertumbuhan, Macam-macam
Gambar 6. Pertumbuhan sekunder xilem dan floem oleh jaringan kambium
Anda kini sudah mengetahui Faktor Pertumbuhan Tanaman. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Sembiring, L dan Sudjino. 2009. Biologi : Kelas XII untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.