Showing posts sorted by relevance for query fungsi-otot-manusia-sistem-dan-gambar. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query fungsi-otot-manusia-sistem-dan-gambar. Sort by date Show all posts

Saturday, May 18, 2019

Pintar Pelajaran Fungsi Otot Insan : Sistem Dan Gambar


Fungsi Otot Manusia : Sistem dan Gambar - Otot-otot merupakan alat gerak aktif. Tanpa otot, badan kita hanya ibarat kerangka yang tersusun atas tulang saja. Oleh alasannya itu, hampir setengah berat badan kita berasal dari otot, dan ada lebih dari 640 otot menyusun badan kita. Bebeberapa otot penyusun badan insan ibarat diperlihatkan pada Gambar 1. Adanya kontraksi otot, menciptakan tulang badan kita bisa bergerak. Karena itulah, otot disebut dengan alat gerak aktif. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita mendengar istilah daging. Sebenarnya, yang dimaksud daging yaitu otot.
 badan kita hanya ibarat kerangka yang tersusun atas Pintar Pelajaran Fungsi Otot Manusia : Sistem dan Gambar
Gambar 1. Otot manusia
Otot memiliki tiga kemampuan spesifik berikut.
  1. Kemampuan untuk memendek (berkontraksi) disebut kontratibilitas.
  2. Kemampuan untuk melaksanakan gerakan kebalikan dari gerakan yang ditimbulkan ketika kontraksi otot disebut ekstensibilitas.
  3. Kemampuan untuk kembali ke ukuran semula setelah kontraksi atau ekstensi disebut elastisitas. Saat otot kembali ke ukuran semula, otot disebut dalam keadaan relaksasi.
Anda kini sudah mengetahui Fungsi Otot Manusia, Sistem Otot dan Gambar Otot. Terima kasih atas kunjungan anda ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Thursday, January 9, 2020

Pintar Pelajaran Organ Dan Sistem Organ Insan Dan Hewan


Pengertian Organ dan Sistem Organ Manusia dan Hewan - Daging merupakan salah satu sumber protein hewani bagi tubuh manusia. Daging ini berasal dari salah satu organ tubuh hewan. Misalnya, jantung, hati, otak, atau organ yang lain. Nah, uraian berikut akan mengetengahkan subbab organ dan sistem organ binatang vertebrata.

1. Organ

Tubuh vertebrata tersusun atas banyak organ. Organ-organ ini akan bekerja sesuai fungsinya. Misalnya saja organ penyusun sistem pencernakan, ibarat mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan anus. Organ tersusun atas banyak sekali jaringan. Sebagai referensi organ usus terdiri atas jaringan epitelium, jaringan otot polos, jaringan saraf, dan jaringan ikat.

 Daging merupakan salah satu sumber protein hewani bagi Pintar Pelajaran Organ dan Sistem Organ Manusia dan Hewan
Gambar 1. Organ usus halus tersusun atas banyak sekali jaringan
Berdasarkan letaknya, organ badan vertebrata, termasuk manusia, dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu organ luar dan organ dalam. Organ luar yaitu organ yang sanggup dilihat dari luar, sedangkan organ dalam terletak di dalam tubuh. Contoh organ luar yaitu hidung dan telinga, sedangkan organ dalam mencakup jantung, paru-paru, usus, ginjal, dan sebagainya.

2. Sistem Organ

Suatu organ dalam badan makhluk hidup, baik manusia, hewan, ataupun tumbuhan tidak sanggup terpisah dari organ lainnya. Sebagai contoh, susukan pernafasan pada manusia. Saat melaksanakan pernafasan, organ yang dipakai antara lain hidung, paru-paru, dan jantung. Bila salah satu organ dihilangkan atau terjadi kerusakan, maka proses respirasi akan terhambat, bahkan tidak akan terjadi proses respirasi. Selain itu, ada juga sistem pencernaan yang termasuk juga sistem organ. Perhatikan Gambar 2.

 Daging merupakan salah satu sumber protein hewani bagi Pintar Pelajaran Organ dan Sistem Organ Manusia dan Hewan
Gambar 2. Sistem pencernaan pada manusia
Nah, dari referensi tersebut kita ketahui bahwa, antara satu organ dengan yang lain tidak sanggup saling dipisahkan. Dengan demikian, sistem organ yaitu adonan dari banyak sekali organ untuk melakukan suatu fungsi di dalam tubuh. Organ-organ yang merupakan bagian sistem organ tersebut mempunyai peranan sama penting di dalam mewujudkan fungsi sistem. Apabila terjadi kerusakan pada sebuah sistem, akan mengakibatkan gangguan sistem yang lain. Akibatnya, metabolisme dalam badan menjadi tidak stabil.

Hati yaitu salah satu organ tebesar dalam tubuh. Hati terdiri atas beberapa jaringan dan terbagi menjadi dua bagaian. Di dalamnya terdapat pembuluh vena dan venula, lalu terdapat pula pembuluh arteri dan arteriola. Selain serpihan tersebut, bagian yang bersahabat hati merupakan kantung empedu dengan fungsi sebagai saluran pembawa dan penyimpanan cairan empedu. Oleh sebab itu, tidak salah bila hati merupakan organ penyusun sistem pencernaan yang amat penting. Fungsi hati yaitu penetral racun yang masuk ke dalam tubuh bersama makanan.

Dengan memakai torso badan manusia, kita sanggup mengenal beberapa organ penyusun sistem organ pada tabel berikut.

Tabel 1. Berbagai Sistem Organ dalam Tubuh, Organ Penyusun dan Fungsinya

No.
Sistem
Organ Penyusun
Fungsi
1.
Sistem gerak
a. Sistem rangka b. Otot
Tengkorak, tulang dada, tulang rusuk, tulang belakang, tulang panggul, tulang bahu, dan ang gota gerak atas dan bawah Otot polos, otot lurik, dan otot jantung
Memberi bentuk tubuh, melekatnya otot, daerah membentuk sel darah, sebagai alat gerak pasif Alat gerak aktif dan menyimpan energi
2.
Peredaran darah & limfa
Jantung, pembuluh darah, dan limfa
Transportasi darah dan limfa
3.
Pencernaan masakan
Mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, anus, dan kelenjar pencernaan
Mencerna masakan
4.
Respirasi
Hidung, tenggorokan, dan paru- paru
Bernafas
5.
Ekskresi
Ginjal, ureter, uretra, kan tong kemih (urine); hati (empedu)
Pengeluaran sisa metabolisme
6.
Saraf
Otak, 12 ps saraf kranial, 31 ps saraf spinal, saraf simpatik, dan saraf parasimpatik
Koordinasi badan
7.
Hormon (endokrin)
Kelenjar tiroid, kelenjar para tiroid, kelenjar hipofise, dan kelenjar adrenal
Penghasil hormon, koordinasi
8.
Reproduksi
T*stis, p*nis, dan ovarium
Reproduksi
9.
Kulit (integumentum)
Kulit
Pelindung

Nah, itulah bahasan kita mengenai Organ dan Sistem Organ. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Friday, January 10, 2020

Pintar Pelajaran Organ Badan Insan Dan Binatang Vertebrata

Organ Tubuh Manusia dan Hewan Vertebrata - Organ yakni kumpulan beberapa jaringan untuk melaksanakan fungsi tertentu di dalam tubuh, contohnya kulit. Berdasarkan letaknya, organ pada tubuh dibedakan menjadi dua macam, yaitu organ dalam dan organ luar. Kulit yang menutupi permukaan luar tubuh kita merupakan salah satu pola organ luar yang terdiri atas jaringan pengikat, epitelium, otot, saraf, dan jaringan pembuluh darah. Seluruh jaringan yang terdapat pada kulit bahu-membahu berfungsi untuk melindungi tubuh dari kekeringan, perubahan suhu, cahaya matahari, zat kimia, infeksi, tekanan mekanik, sebagai kawasan pengeluaran keringat dan penimbunan lemak, serta sebagai indra peraba. Sementara itu, pola organ dalam yaitu usus. Usus merupakan salah satu organ penyusun sistem pencernaan yang tersusun atas berbagai jaringan, contohnya jaringan epitelium, jaringan pengikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. Perhatikan Gambar 1. berikut.
Organ yakni kumpulan beberapa jaringan untuk melaksanakan Pintar Pelajaran Organ Tubuh Manusia dan Hewan Vertebrata
Gambar 1. Jaringan-jaringan penyusun organ usus
Pada permukaan usus terdapat jonjot-jonjot kecil (vili) yang mirip jari-jari tangan. Permukaan jonjot ditutup oleh sel epitelium. Di dalam setiap jonjot terdapat jaringan pengikat, pembuluh darah, dan saluran limfa. Pembuluh darah berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan berupa glukosa dan asam amino. Sementara itu, saluran limfa mengangkut sari-sari kuliner berupa asam lemak dan gliserol. Jaringan otot yang tersusun secara sirkular dan longitudinal berperan dalam gerakan peristaltik. Terdapat juga jaringan saraf yang bertugas untuk mengkoordinasi kerja jaringan epitelium, jaringan pengikat, dan jaringan otot. Keempat jaringan tersebut membentuk satu kesatuan yang memiliki fungsi sama yaitu mencerna makanan.

Organ-organ menempati posisi tertentu dalam tubuh kita dan disesuaikan dengan fungsinya. Kumpulan aneka macam organ yang bekerja sama melaksanakan suatu fungsi tertentu disebut sistem organ. Misalnya sistem peredaran darah yang tersusun oleh organ jantung, jaringan darah, dan pembuluh darah. Selain sistem peredaran darah juga terdapat sistem organ yang lainnya, contohnya sistem pencernaan. Perhatikan Gambar 2.

Organ yakni kumpulan beberapa jaringan untuk melaksanakan Pintar Pelajaran Organ Tubuh Manusia dan Hewan Vertebrata
Gambar 2. Sistem pencernaan insan beserta organ-organ penyusunnya
Organ penyusun sistem pencernaan mencakup mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Selain terdapat kelenjar pencernaan yang mencakup kelenjar ludah, pankreas, dan hati. Selama proses pencernaan, kuliner akan mengalami pemecahan baik secara mekanik maupun kimiawi. Setelah hingga di usus sari-sari kuliner akan diserap dan masuk ke dalam sistem peredaran darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Setiap organ memiliki kiprah penting dalam suatu sistem organ. Oleh sebab itu, kerusakan pada salah satu organ dari suatu sistem organ akan mengganggu fungsi dari sistem organ sehingga menimbulkan gangguan pada tubuh. Hal ini sebab setiap sistem organ memiliki kiprah penting bagi tubuh dalam menyelenggarakan proses kehidupan.

Berbagai sistem organ pada tubuh binatang mamalia dan manusia dijelaskan dalam Tabel 1 berikut.

Tabel 1. Sistem Organ Tubuh Hewan Mamalia dan Manusia

No.
Sistem
Organ
Fungsi
1.
Pencernaan (digesti)
Kelenjar ludah, gigi, lidah, laring, esofagus, lambung, usus, hati, kantong empedu, dan pankreas
Mencerna kuliner secara fisik dan kimia untuk diabsorpsi darah dan dipakai oleh Jaringan tubuh.
2.
Pernapasan (respirasi)
Hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan paru-paru
Mengambil O2 dan mengeluarkan CO2 dari tubuh.
3.
Urinaria
Ginjal, ureter, kantung kemih, dan uretra
Mengeluarkan hasil metabolisme yang tidak berkhasiat  ke luar tubuh dan menjaga keseimbangan sel dengan  lingkungannya.
4.
Peredaran (transportasi atau sirkulasi)
Jantung, pembuluh limfatik (getah bening), dan kelenjar limfa
Mengangkut O2 dan sari kuliner ke sel-sel tubuh dan mengangkut hasil metabolisme yang tidak berkhasiat ke luar tubuh, serta melindungi tubuh dari penyakit.
5.
Rangka
Tengkorak, tulang belakang, tulang rusuk dan dada, rangka penopang tulang-tulang bahu, rangka penopang tulang pinggul serta tulang anggota tubuh penggalan atas dan bawah
Menggerakkan penggalan tubuh dan untuk berpindah kawasan menegakkan tubuh, melindungi organ-organ di bawahnya, kawasan melekatnya otot, dan alat gerak  pasif.
6.
Otot
Otot rangka, otot polos, dan otot jantung
Menentukan postur tubuh, menyimpan glikogen, dan sebagai alat gerak aktif.
7.
Kelenjar buntu (endokrin)
Kelenjar buntu, pituitari, tiroid, paratiroid, pankreas, adrenal, dan kelenjar kelamin (buah zakar dan  indung telur)
Memproduksi hormon-hormon untuk mengatur metabolisme dalam tubuh.
8.
Saraf
Otak, sumsum tulang belakang, dan simpul-simpul saraf (ganglion)
Menerima dan merespon rangsang dari lingkungannya.
9.
Perkembangbiakan (reproduksi)
Testis dan ovarium
Perkembangbiakan.
10.
Integumen
Kulit dan derivatnya
Pelindung tubuh.

Dalam tubuh makhluk hidup terdapat aneka macam macam sistem organ. Seperti yang telah dibahas di depan, insan juga mempunyai beberapa sistem organ.

Anda telah mempelajari aneka macam macam sistem organ yang terdapat di dalam tubuh. Kesatuan dari sistem organ dalam tubuh membentuk organisme (individu). Tahapan terbentuknya suatu organisme sanggup diringkas sebagai berikut. Sel telur dibuahi sel sperma → zigot → morula → blastula → gastrula → neurula → jaringan → organ → sistem organ → organisme (individu).

Selain hewan-hewan tingkat tinggi menyerupai yang telah Anda pelajari di depan, beberapa binatang tingkat rendah juga ada yang sudah memiliki jaringan.

Anda kini sudah mengetahui Organ Tubuh Manusia dan Hewan Vertebrata. Terima kasih sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Sunday, April 28, 2019

Pintar Pelajaran Fungsi Jantung Insan - Gambar

Artikel Bagian Gambar dan Fungsi Jantung pada Manusia - Jantung merupakan salah satu organ badan insan yang sangat penting. Sebab, jantung berfungsi sebagai alat pemompa darah sehingga dapat tersalurkan ke seluruh tubuh. Jantung terletak di dalam rongga dada, di antara kedua paru-paru dan agak di sebelah kiri. Ukurannya sebesar kepalan tangan pemiliknya dengan berat sekitar 300 gram. Pada jantung terdapat tiga lapisan, mencakup endokardium, miokardium, dan perikardium. Endokardium ialah suatu lapisan yang berupa selaput dengan tugas pembatas ruangan jantung. Di dalamnya terdapat lapisan pembuluh, saraf, dan banyak sekali kapiler yang berasal dari sistem peredaran darah. Miokardium merupakan lapisan dalam jantung yang tersusun atas otot jantung. Perikardium merupakan lapisan yang berupa selaput dengan fungsi sebagai pembungkus jantung. Perikardium terbagi lagi dalam dua lapisan. Lapisan luar perikardium dinamakan lamina panistalis, kemudian lapisan dalam perikardium dinamakan lamina viseralis. Di antara kedua lapisan tersebut terdapat suatu cairan yang mencegah terjadinya goresan antara permukaan luar jantung dengan organ-organ lainnya, yang disebut cairan perikardi. Perhatikan Gambar 1. (Baca juga : Alat Peredaran Darah)
Jantung merupakan salah satu organ badan insan yang sangat Pintar Pelajaran Fungsi Jantung Manusia - Gambar
Gambar 1. Bagian-bagian Jantung

Jantung memiliki dua pompa yang berdampingan, dan setiap pompa memiliki dua bilik, yaitu atrium atas dan ventrikel bawah. Sehingga di dalam jatung terdapat empat bagian, yakni atrium atas meliputi atrium kanan (atrium dexter) dan atrium kiri (atrium sinister), kemudian ventrikel bawah mencakup ventrikel kanan (ventricle dexter) dan ventrikel kiri (ventricle sinister). Dua bilik jantung tersebut dipisahkan oleh sekat (septum) berupa otot padat. Saat masih bayi, di antara kedua bilik masih terdapat lubang yang disebut foramen ovale. Kurang lebih 10 hari sesudah kelahiran, lubang ini akan tertutup.

Atrium merupakan ruangan jantung yang berperan sebagai tempat masuknya darah dari pembuluh balik (vena). Di antara atrium kiri dan ventrikel kiri terdapat katup valvula mitral atau katup valvula bikuspidalis. Saat jantung berkontraksi, katub ini akan mencegah darah dalam ventrikel kiri biar tidak mengalir kembali ke atrium kiri. Pada jantung, ventrikel memiliki otot yang lebih tebal dibandingkan atrium. Sebab, darah yang berada dalam ventrikel, akan dipompa keluar jantung. Kemudian, antara atrium kanan dan ventrikel kanan terdapat suatu katub yang disebut katup valvula trikuspidalis (katub berdaun tiga). Adanya katup ini menjadikan darah dalam ventrikel kanan tidak mengalir kembali ke atrium kanan. Sementara, katup-katup lainnya ialah katup semilunaris berbentuk bulan sabit, yaitu katup yang berada di antara atrium kiri dan pembuluh darah besar (aorta), dan katup antara bilik kanan dengan arteri pulmonalis.

Dinding jantung tersusun dari otot-otot jantung (miokardium). Otot-otot ini tidak pernah lelah dan berkontraksi setiap detik atau lebih sering selama pemiliknya hidup. Karena itu, jantung memerlukan banyak energi yang berasal dari zat-zat masakan dan oksigen. Pemenuhan zat makanan dan oksigen ini dibawa oleh darah memasuki jantung melalui pembuluh koroner. Adanya penyumbatan atau penyempitan, kerja otot jantung terganggu atau bahkan terhenti. Sehingga, orang yang mengalaminya sanggup meninggal mendadak. Keadaan ini dinamakan penyumbatan koroner atau serangan jantung (infrak miokard).

Pada dinding jantung atas sebelah kanan terdapat nodus sinoartrial (Nodus S-A) dan berfungsi memicu jantung untuk berdenyut setiap detik. Jaringan ini dinama kan. Impuls yang ditimbulkan nodus S-A akan menyebar ke seluruh otot atrium. Otot-otot atrium berkontraksi sehingga darah dari atrium masuk ke ventrikel. Impuls dari nodus S-A, secara perlahan mencapai nodus artrioventrikular (Nodus A-V) yang berada pada potongan bawah sekat atrium. Selanjutnya, impuls diteruskan melalui berkas His menyebabkan otot ventrikel berkontraksi. Peristiwa ini disebut sistole, yaitu kondisi jantung mengempis sehingga mengakibatkan darah terpompa keluar dari jantung. Saat ventrikel berkontraksi, tekanan darah di dalam ventrikel meningkat, karenanya darah mendesak katub trikuspidalis dan katub bikuspidalis menutup. Sementara desakan darah dari ventrikel kiri ke aorta dan ventrikel kanan ke arteri pulmonalis menjadikan katupkatup semilunaris terbuka. Untuk memahami proses peredaran darah yang melalui jantung, cermati Gambar 2. di bawah ini.
Jantung merupakan salah satu organ badan insan yang sangat Pintar Pelajaran Fungsi Jantung Manusia - Gambar
Gambar 2. Proses peredaran darah pada jantung manusia
Ketika darah keluar dari ventrikel kiri melewati katup semilunaris, masih ada sebagian darah di dalam aorta yang belum dialirkan. Tekanan darah ketika kondisi demikian dinamakan tekanan sistole. Dalam keadaan normal, besar tekanan sistole berkisar 120 mmHg. Setelah pengosongan ventrikel, otot-otot ventrikel mengalami relaksasi atau disebut diastole, yaitu kondisi jantung mengembang yang mengakibatkan darah mengalir menuju jantung. Ini terjadi disebabkan tekanan di dalam ventrikel lebih rendah daripada tekanan di dalam aorta, sehingga mengakibatkan darah dari aorta mendesak kembali ke jantung. Akibatnya, katub semilunar menutup. Sementara, darah di dalam aorta sebagian dialirkan menuju banyak sekali arteri. Sehingga, tekanannya pada keadaan normal menurun hingga 80-mmHg dan kondisi ini disebut tekanan diastole.
Jantung merupakan salah satu organ badan insan yang sangat Pintar Pelajaran Fungsi Jantung Manusia - Gambar
Gambar 3. Menggunakan sphigmomanometer dalam mengukur tekanan darah
Tekanan darah sanggup diukur dengan mengguna kan tensimeter atau sfigmomanometer. Tekanan darah pada orang normal antara 120 mmHg pada sistole dan 80 mmHg pada diastole (120/80 mmHg). De ngan mengetahui tekanan darah seseorang, kita akan mengetahui contoh kekuatan jantung saat memompa darah. Jantung akan terus-menerus memompa darah dengan cara berkontraksi, sehingga jantung sanggup mengembang dan mengempis. Adanya kontraksi jantung ini, timbullah denyutan yang dapat kita rasakan pada pembuluh nadi di beberapa tempat. Dengan pengukuran frekuensi denyut nadi, tingkat kesehatan jantung seseorang sanggup diketahui.

Waktu yang diharapkan otot-otot selama sistole dalam istirahat ± 0,27 detik, sedangkan ketika diastole sekitar 0,52 detik. Sehingga, satu denyut jantung memerlukan kira-kira 0,80 detik. Frekuensi denyut jantung dalam keadaan istirahat ± 70 kali per menit. Dalam melakukan kerjanya, frekuensi denyut jantung ini sanggup bekerja lantaran dikendalikan oleh saraf simpatik dan saraf parasimpatik.

Anda kini sudah mengetahui Fungsi Jantung Manusia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Tuesday, December 10, 2019

Pintar Pelajaran Sistem Saraf Tepi (Perifer) Insan : Struktur Fungsi Bagian

Sistem Saraf Tepi (Perifer) pada Manusia : Struktur Fungsi Bagian - Sistem saraf tepi dinamakan pula sistem saraf perifer. Sistem saraf tepi merupakan bab dari sistem saraf tubuh yang meneruskan rangsangan (impuls) menuju dan dari sistem saraf pusat. Karena itu, di dalamnya terdapat serabut saraf sensorik (saraf aferen) dan serabut saraf motorik (saraf eferen). Serabut saraf sensorik yaitu sekumpulan neuron yang menghantarkan impuls dari reseptor menuju sistem saraf pusat. Sedangkan serabut saraf motorik berperan dalam menghantarkan impuls dari sistem saraf sentra menuju efektor (otot dan kelenjar) untuk ditanggapi. Berdasarkan asalnya, sistem saraf tepi terbagi atas saraf kranial dan saraf spinal yang masing-masing berpasangan, serta ganglia (tunggal: ganglion). Saraf kranial merupakan semua saraf yang keluar dari permukaan dorsal otak. Saraf spinal ialah semua saraf yang keluar dari kedua sisi tulang belakang. Masing-masing saraf ini mempunyai karakteristik fungsi dan jumlah saraf yang berbeda. Sementara itu, ganglia merupakan kumpulan tubuh sel saraf yang membentuk simpul-simpul saraf dan di luar sistem saraf pusat.

Sistem saraf tepi dinamakan pula sistem saraf perifer Pintar Pelajaran Sistem Saraf Tepi (Perifer) Manusia : Struktur Fungsi Bagian
Gambar 1. Sistem saraf manusia
Sistem saraf tepi dinamakan pula sistem saraf perifer Pintar Pelajaran Sistem Saraf Tepi (Perifer) Manusia : Struktur Fungsi Bagian
Gambar 2. Saraf kranial pada otak
Saraf kranial berjumlah 12 pasang dan setiap pasangnya diidentifikasi dengan penomoran Romawi. Pasangan saraf kranial terdiri atas tiga karakteristik fungsi, mencakup tiga pasang bersifat sensorik yakni saraf nomor I, II, dan VIII; lima pasang bersifat motorik yakni saraf nomor III, IV, VI, XI, dan XII; dan empat pasang bersifat sensorik dan motorik yakni saraf nomor V, VII, IX, dan X. Perhatikan Gambar 9.16, kemudian simak pula Tabel 1. berikut.

Tabel 1. Saraf Kranial dan Fungsinya

Nomor
Saraf
Nama Saraf

Sifat Saraf

Asal Saraf

Fungsi

I
Olfaktori
Sensorik
Selaput lendir hidung
Penciuman
II
Optik
Sensorik
Retina
Penglihatan
III
Okulomotor
Motorik
Proprioseptor otot bola mata
Pergerakan otot mata ke kanan-kiri dan kelopak mata
IV
Troklear
Motorik
Proprioseptor otot bola mata
Pergerakan bola mata
V
Trigeminal
Sensorik-motorik
Gigi dan kulit kepala
Perasa (sensorik) dan pelopor pengecap (motorik)
VI
Abdusen
Motorik
Proprioseptor otot bola mata
Pergerakan bola mata
VII
Fasial
Sensorik-motorik
Ujung pengecap dua pertiga bab depan pengecap
Pengecap (sensorik) dan pengatur mimik wajah (motorik)
VIII
Vestibulo koklear
Sensorik
Saluran semisirkular, utrikulus, sakulus (keseimbangan), koklea (pendengaran)
Pendengaran
IX
Glosofaringeal
Sensorik-motorik
Ujung pengecap sepertiga bab belakang lidah, lapisan faring
Pengecap (sensorik) dan pelopor faring (motorik)
X
Vagus
Sensorik-motorik
Reseptor sejumlah organ dalam laring paru-paru, jantung, aorta, lambung
Pengatur bunyi (sensorik) dan perasa (motorik)
XI
Asesori
Motorik
Proprioseptor otot leher, pundak, faring, dan laring
Pergerakan leher dan pundak, pergerakan faring dan laring
XII
Hipoglosal
Motorik
Proprioseptor dalam pengecap
Pergerakkan otot pengecap
Sumber : Villie, Walker, Barnie, Zoologi Umum 1, 1984, hlm. 247

Adapun saraf spinal mempunyai jumlah 31 pasang. Setiap pasang saraf spinal yang keluar dari tulang belakang merupakan adonan dari neuron sensorik dan neuron motorik. Kedua neuron ini keluar dari sisi tulang belakang melalui dua akar, yakni akar dorsal dan akar ventral. Neuron sensorik membawa impuls dari reseptor menuju sumsum tulang belakang melewati akar dorsal. Adapun neuron motorik meneruskan impuls yang diproses dalam sumsum tulang belakang menuju efektor melewati akar ventral.

Anda kini sudah mengetahui Sistem Saraf Tepi. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.