Tuesday, March 3, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Mitokondria - Gambar


Struktur dan Fungsi Mitokondria - Gambar - Mungkin kalian pernah melihat sosis, makanan yang bahan bakunya dari daging berbentuk lingkaran lonjong. Bentuk mitokondria hampir ibarat sosis. Di dalam sel, mitokondria berperan dalam proses respirasi aerob yang memakai oksigen. Untuk itu, mitokondria memiliki jumlah lebih dari satu di dalam sel. Variasi jumlahnya bergantung pada tingkat metabolismenya. Andaikan kebutuhan energi sel besar, jumlah mitokondria di dalam sel sangat banyak. Sebaliknya, apabila kebutuhan energi sel kecil, jumlah mitokondria sedikit. Secara struktural, sebuah mitokondria dibungkus oleh selapis membran rangkap. Membran rangkap ini terdiri atas membran luar yang halus dan membran dalam yang berlekuk-lekuk. Membran dalam mitokondria dinama kan krista. Krista memiliki lekukan yang banyak jumlahnya. Fungsi krista yakni memperluas permukaan ketika berlangsung respirasi. Dengan begitu, hasil respirasi seluler yang diperoleh sanggup meningkat. Perhatikan Gambar 1.
bakunya dari daging berbentuk lingkaran lonjong Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Mitokondria - Gambar
Gambar 1. Struktur Mitokondria
Membran dalam mitokondria terbagi menjadi dua ruangan, yaitu ruang intermembran dan ruang matriks mitokondria. Ruang intermembran yakni ruang sempit yang berada di antara membran dalam dan membran luar. Sedangkan ruang matriks mitokondria diselubungi oleh membran dalam. Untuk lebih jelasnya, simaklah Gambar 2. 
bakunya dari daging berbentuk lingkaran lonjong Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Mitokondria - Gambar
Gambar 2. Mitokondria dalam sel
Pada matriks mitokondria ini terdapat enzim pernapasan yang disebut sitokrom, sehingga oksidasi asam lemak dapat berlangsung. Enzim sitokrom ini berfungsi sebagai pengontrol siklus asam sitrat yang mengandung protein.


Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Monday, March 2, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Jaringan Tulang Keras Pada Hewan

Struktur dan Fungsi Jaringan Tulang Keras pada Hewan - Tulang merupakan jaringan pengikat yang termineralisasi (mengandung mineral). Sel tulang disebut osteosit yang dibuat oleh osteoblast. Antara osteosit yang satu dengan yang lain dihubungkan oleh kanalikuli. Matriks osteoblast mengandung kalsium fosfat yang memperkeras matriks sehingga tulang lebih keras daripada tulang rawan. Berat badan mamalia dewasa, 15% berupa tulang. Berat tulang sebagian besar tersusun atas garam mineral, yaitu 85% kalsium fosfat, 10% kalsium karbonat, 4% magnesium klorida, dan 1% kalsium fluorida. Oleh alasannya ialah itu susunan tulang menjadi keras dan kaku. Endapan garam mineral menyusun dan melingkari bagian sentra tulang sehingga membentuk pita melingkar disebut lamela. Pada batas lamela terdapat lakuna yang di dalamnya terdapat osteosit (sel tulang). Setiap tulang dibungkus oleh periosteum, yaitu jaringan pengikat fibrosa yang berbentuk lembaran pipih dan liat. Lapisan dalam dilapisi oleh endosteum. Perhatikan Gambar 1. 
Tulang merupakan jaringan pengikat yang termineralisasi Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Jaringan Tulang Keras pada Hewan
Gambar 1. Penampang bujur tulang pipa
Berdasarkan susunan matriksnya, jaringan tulang dibedakan menjadi tulang keras atau tulang kompak dan tulang berongga atau tulang spons. Tulang keras memiliki matriks yang susunannya rapat. Sementara itu, tulang spons mempunyai susunan matriks longgar atau berongga. Susunan anatomi tulang pipa terdiri atas bagian epifisis di kedua ujung dan diafisis di bab tengah. Epifisis tulang pipa berbentuk bonggol serta tersusun oleh periosteum dan tulang rawan. Diafisis tulang pipa terdiri atas periosteum, tulang keras, tulang spons, dan rongga sumsum tulang. Perhatikan Gambar 2. 
Tulang merupakan jaringan pengikat yang termineralisasi Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Jaringan Tulang Keras pada Hewan
Gambar 2. Sistem Havers pada jaringan tulang
Pada tulang keras atau kompak, sel-sel tulang tersusun membentuk sebuah sistem yang disebut sistem Havers. Bagian tengah sistem Havers terdapat saluran disebut saluran Havers yang berisi pembuluh darah, pembuluh limfa, dan saraf. Di antara dua saluran Havers dihubungkan oleh saluran Volkman. Di sekeliling sistem Havers terdapat lapisan tulang yang disebut lamela. Pada lamela-lamela inilah terdapat osteosit (sel-sel tulang) yang menempati lakuna (rongga) yang tersusun secara konsentris. Susunan osteosit sanggup Anda amati pada Gambar 3.
Tulang merupakan jaringan pengikat yang termineralisasi Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Jaringan Tulang Keras pada Hewan
Gambar 3. Osteosit (sel tulang) pada lakuna
Anda kini sudah mengetahui Struktur dan Fungsi Jaringan Tulang Keras pada Hewan. Terima kasih sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Tubuh Mikro - Gambar


Struktur dan Fungsi Badan Mikro - Gambar - Perioksim Glioksisom - Sesuai namanya, tubuh mikro berukuran kecil dengan diameter 0,3 sampai 1,5 μm. Organel ini terbungkus oleh selapis membran yang terdiri atas peroksisom dan glioksisom. Perhatikan Gambar 1. Perioksisom mengandung banyak enzim katalase. Enzim katalase berperan untuk menguraikan hidrogen peroksida (H2O2) sehingga menjadi netral dari racun. Selain itu, enzim katalase juga berperan dalam metabolisme lemak dan fotorespirasi. Perioksisom sanggup kita temukan pada sel binatang dan sel tumbuhan. Pada sel hewan, banyak perioksisom terdapat pada sel hati, sel otot, dan sel ginjal. Perioksisom ini sangat terkait dengan relitikulum endoplasma. Sebab, peroksisom merupakan membran yang dihasilkan retikulum endoplasma.
membran yang terdiri atas peroksisom dan glioksisom Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Badan Mikro - Gambar
Gambar 1. Peroksisom yang berada pada sel daun
Sementara itu, glioksisom terdapat banyak pada sel tumbuhan yang berlemak, contohnya saja pada biji. Di dalamnya terdapat enzim katalase dan oksidase yang berperan dalam metabolisme lemak yakni mengubah lemak menjadi gula. Energi hasil metabolisme ini digunakan ketika perkecambahan biji.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Sunday, March 1, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Jaringan Otot Lurik Pada Hewan

Struktur dan Fungsi Jaringan Otot Lurik pada Hewan - Perhatikan Gambar 1. Otot lurik (otot rangka) memiliki serabut kontraktil yang memantulkan cahaya berselang-seling gelap (anisotrop) dan terperinci (isotrop). Sel atau serabut otot lurik berbentuk silindris atau serabut panjang. Setiap sel mempunyai banyak inti dan terletak di bab tepi sarkoplasma. Otot lurik bekerja di bawah kehendak (otot sadar) sehingga disebut otot volunter dan selnya dilengkapi serabut saraf dari sistem saraf pusat. Kontraksi otot lurik cepat tetapi tidak teratur dan gampang lelah. Otot lurik disebut juga otot rangka alasannya biasanya menempel pada rangka tubuh, contohnya pada bisep dan trisep. Selain itu juga terdapat di lidah, bibir, kelopak mata, dan diafragma. Otot lurik berfungsi sebagai alat gerak aktif alasannya dapat berkontraksi secara cepat dan berpengaruh sehingga dapat menggerakkan tulang dan tubuh. (Baca : Jaringan Otot)

kontraktil yang memantulkan cahaya berselang Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Jaringan Otot Lurik pada Hewan
Gambar 1. Otot lurik
Anda kini sudah mengetahui Struktur dan Fungsi Jaringan Otot Lurik pada Hewan. Terima kasih sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.


Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Kloroplas - Gambar


Struktur dan Fungsi Kloroplas - Gambar - Selain vokuola, ciri organel khas yang dimiliki sel tumbuhan adalah kloroplas. Kloroplas termasuk pada sebuah kelompok organel besar yang disebut plastida. Pada sel tumbuhan, kloroplas ini tersebar pada cairan sitoplasma. Kloroplas mempunyai diameter sekitar 5 hingga 10 μm. Hampir setiap sel tumbuhan mengandung kloroplas dengan jumlah 20 hingga 40 buah. Secara struktural, kloroplas mempunyai membran rangkap yang disebut selubung kloroplas. Selubung kloroplas ini tersusun atas membran luar dan membran dalam. Untuk membran dalamnya, memiliki struktur yang sama dengan membran sel. Perhatikan Gambar 1. Kloroplas juga mempunyai dua bagian, yakni pecahan grana dan stroma. Grana merupakan tumpukan sejumlah tilakoid. Tilakoid yakni suatu kantong yang berbentuk pipih. Adapun,
stroma merupakan cairan yang berada di luar tilakoid. Di dalam stroma terkandung pelbagai macam zat, contohnya enzim, asam-asam organik, dan karbohidrat hasil fotosintesis dalam bentuk tepung.
 ciri organel khas yang dimiliki sel tumbuhan Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Kloroplas - Gambar
Gambar 1. Struktur Kloroplas
Bagi tumbuhan, kloroplas mempunyai tugas penting terutama saat terjadi fotosintesis. Sebab, di dalam kloroplas terdapat klorofil berpigmen hijau dan pigmen fotosintetik lainnya. Klorofil dan pigmen fotosintetik ini terdapat pada sistem membran dan stroma. Pada proses fotosintesis, pigmen fotosintetik, khususnya klorofil dan karotenoid akan menyerap energi cahaya matahari yang selanjutnya diubah menjadi energi kimia. Klorofil menyerap sinar merah, biru, dan ungu, sementara sinar hijau dipantulkan. Sehingga, warna yang terlihat pada klorofil yakni warna hijau. Berbeda dengan klorofil, karatenoid mempunyai banyak pigmen, seperti ungu, biru, kuning, oranye, merah dan coklat. Di antara warna tersebut, warna yang diserap karatenoid hanyalah warna ungu dan biru. Karatenoid ini banyak terdapat pada bunga dan buah tumbuhan. Selain menyerap warna, karatenoid juga berperan dalam melindungi klorofil dari sinar matahari yang terlalu kuat.

Beberapa jenis plastida selain klorofil yakni sebagai berikut.
  1. Kromoplas yakni plastida yang berpigmen merah, jingga atau kuning, dan biasanya terdapat pada buah tomat dan wortel.
  2. Leukoplas adalah plastida yang tidak mempunyai pigmen. Plastida ini terletak pada jaringan yang tidak terkena cahaya. Selain itu, leukoplas terdapat pula pada sel-sel embrional empulur batang. Kemudian, plastida ini terdapat pula pada bagian tumbuhan yang berwarna putih di dalam tanah.
  3. Amiloplas yakni plastida yang tak berpigmen dan mengandung banyak amilum.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.