Sunday, May 12, 2019

Pintar Pelajaran Tulang Pipih Pada Manusia

Pengertian Gambar Fungsi Contoh Tulang Pipih Manusia - Tulang pipih ialah tulang yang berbentuk gepeng dan berupa lempenganlempengan lebar. Tulang pipih ini tersusun atas dua lapisan tulang kompak yaitu lamina eksterna dan interna ossis karnii. Di antara dua lapisan ini terdapat lapisan spongiosa yang dinamakan diploe. Fungsi tulang pipih ialah melindungi struktur tubuh yang berada di bawahnya. Contoh tulang pipih adalah tulang tengkorak, tulang rusuk, dan tulang belikat.

Tulang pipih ialah tulang yang berbentuk gepeng dan berupa lempenganlempengan Pintar Pelajaran Tulang Pipih pada Manusia
Gambar. Tulang pipih
Anda kini sudah mengetahui Contoh Tulang Pipih. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Tulang Tak Beraturan Pada Manusia

Pengertian Contoh Tulang Tak Beraturan - Dari namanya saja kita tentu tahu, jikalau tulang ini memiliki bentuk tidak beraturan. Contohnya sanggup kita temukan pada tulang rahang dan ruas tulang belakang.

pada tulang rahang dan ruas tulang belakang Pintar Pelajaran Tulang Tak Beraturan pada Manusia
Gambar 1. Tulang tidak beraturan

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Macam-Macam Jenis Tulang Manusia

Macam-macam Jenis Tulang Manusia - Menurut zat penyusunnya, tulang sanggup dibedakan menjadi tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (osteon). Secara fisik, kedua tulang ini mempunyai ciri yang berbeda. Tulang rawan bersifat lentur dan warnanya terang, sementara tulang keras atau tulang sejati tidak elastis dan warnanya lebih keruh.

1. Tulang Rawan (Kartilago)

Tanpa tulang rawan, tentu badan kita akan terasa sakit bila melakukan kegiatan-kegiatan tertentu. Saat kita sedang tidur miring misalnya, jikalau tulang pendengaran kaku, kemungkinan besar bisa patah dan kenyamanan dikala tidur tidak bisa kita rasakan. Selain pada telinga, tulang rawan juga terdapat pada daerah antartulang belakang dan ujung hidung. Tulang rawan ini merupakan kumpulan jaringan tulang rawan yang disusun oleh sel-sel tulang. Sel tulang yang dimaksud yakni kondrosit. Kondrosit dibentuk oleh sel-sel tulang rawan yang masih muda dan disebut dengan kondroblas. Kemudian, tulang tersebut dibungkus oleh sebuah lapisan yang dinamakan perikondrium. Sel kondrosit penyusun tulang rawan berbentuk bundar besar dengan inti satu buah atau dua buah. Sel kondrosit ini berada dalam ruang-ruang yang disebut lakuna. Di dalam satu lakuna biasanya terdapat dua sel kondrosit. Khusus pada anak, tulang rawan mengandung banyak sel tulang yang berasal dari mesenkim. Sedangkan pada orang dewasa, tulang rawan berasal dari perikondrium.

kedua tulang ini mempunyai ciri yang berbeda Pintar Pelajaran Macam-macam Jenis Tulang Manusia
Gambar 1. Perbedaan tulang rawan pada anak dan pada orang dewasa
2. Tulang Sejati (Tulang Keras atau Osteon)

Tidak ibarat tulang rawan, tulang sejati (selanjutnya disebut tulang saja) mempunyai sifat lebih keras, kuat, dan kaku, walaupun mampu sedikit tertekuk jikalau ada tekanan. Ini terjadi, alasannya strukturnya tersusun dari jaringan tulang yang mengan dung sel tulang (osteosit) dan matriks. Osteosit dibuat oleh osteoblas (sel pembentuk tulang). Selain osteoblas, pada jaringan tulang terdapat osteoklas yaitu sel-sel tulang yang berukuran besar dan pada dasarnya banyak. Fungsi osteoklas adalah memindahkan matriks dari tulang lama, dan selanjutnya menyediakan ruang untuk tulang baru. Matriks yang menyusun tulang tersusun atas beberapa zat, seperti semen, kolagen dan mineral. Semen merupakan zat penyusun tulang yang mengandung karbohidrat. Sementara serabut kolagen merupakan zat yang menimbulkan tulang tidak mudah rapuh. Adapun kerasnya tulang lantaran berisi mineral keras seperti kalsium fosfat (Ca(PO4)2) dan kalsium karbonat (CaCO3). Apabila matriks tulang tersusun padat dan rapat, maka terbentuklah tulang kompak. Namun, apabila susunan matriks membentuk rongga, maka terbentuklah tulang spons. Karena itu, tulang keras dibedakan menjadi dua, yaitu tulang kompak dan tulang spons (tulang berongga). Perhatikan Gambar 2.

kedua tulang ini mempunyai ciri yang berbeda Pintar Pelajaran Macam-macam Jenis Tulang Manusia
Gambar 2. Tulang spons dan tulang kompak
Saat masih anak-anak, tulang yang kita miliki banyak mengandung zat perekat. Sedangkan beranjak dewasa, tulang tersebut memiliki kandungan zat kapur yang sangat tinggi. Sehingga sangat masuk akal bila patah tulang yang dialami belum dewasa lebih cepat pulih dibandingkan patang tulang yang dialami orang dewasa.

Anda kini sudah mengetahui Macam-macam Tulang Manusia. Terima kasih sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Saturday, May 11, 2019

Pintar Pelajaran Ganggang Mikro / Mikroalga

Artikel Makalah Pengertian Tumbuhan Ganggang Mikro / Mikroalga - Ganggang termasuk golongan flora berklorofil yang mencakup bermacam-macam organisme, dari luar ganggang mikro sering telah menampakkan suatu perbedaan, sehingga terlihat ibarat kormus flora tinggi, akan tetapi dari segi anatomi sel-selnya belum mengatakan perbedaan (yang mendalam). Ganggang berukuran sangat bermacam-macam dari yang berukuran sangat kecil dalam skala μm hingga beberapa meter panjangnya. Organisme ini mengandung klorofil serta pigmen-pigmen lain untuk melangsungkan proses fotosintesis. Hampir semua organisme yang tergolong dalam divisi ini hidup di dalam air, baik air tawar maupun air laut, atau setidak-tidaknya kehidupannya terikat pada daerah - daerah yang berair di darat (Tjitrosoepomo, 2005). Ganggang yaitu flora talus (Thallophyta). 

1. Divisi Ganggang

Secara umum ada beberapa divisi ganggang utama yang dikenal di dunia yaitu:

a. Divisi Chlorophyta (Ganggang Hijau)

b. Divisi Chrysophyta (Ganggang Keemasan)

c. Divisi Rhodophyta (Ganggang Merah)

d. Divisi Cyanophyta (Ganggang Hijau Biru)

e. Divisi Euglenophyta (Alga Berflagel)

f. Divisi Phaeophyta (Ganggang Coklat)

2. Fisiologis Ganggang Mikro / Mikroalga

Secara umum komunitas ganggang baik di perairan maupun darat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang ada mirip intensitas cahaya, suhu, salinitas, pH, konsentrasi zat hara organik dan anorganik.







9. Pemanfaatan Mikroalga / Ganggang Mikro

Pemanfaatan ganggang sebelumnya telah dikenal luas seperti Ulva, Enteromorpna dan Gracilaria, sebagai salad rumput bahari atau sumber potensial karagenan yang diharapkan oleh industri gel. Sargassum dan Chlorela yang telah dimanfaatkan sebagai adsorben logam berat. Osmundaria, Hypnea, dan Gelidium juga telah dimanfaatkan sebagai sumber senyawa bioaktif. Laminariales atau Kelp dan Sargassum Muticum yang mengandung senyawa alginat dan berkhasiat dalam industri farmasi. Secara umum dikenal dua jenis ganggang yaitu ganggang makro dan ganggang mikro. Ganggang makro yaitu organisme dengan ukuran yang lebih besar. Ganggang makro mempunyai kandungan karbohidrat (polisakarida) yang tinggi sebagai salah satu komponen selnya. Habitat hidup ganggang makro umumnya yaitu di laut. Sebaliknya ganggang mikro yaitu sel ganggang yang berukuran sangat kecil dalam skala μm dan habitat hidup ganggang ini yaitu di darat maupun di laut. Gangang mikro mempunyai kandungan lipid yang tinggi, dan lipid (lemak atau minyak) dari ganggang mikro inilah yang akan diproses menjadi BBN. Perbandingan kandungan minyak dari beberapa jenis flora penghasil BBN telah banyak diteliti. Menurut SBRC (2008), tumbuhan jarak pagar mempunyai kandungan minyak 30-35% berat kering dengan produktivitas 600 L/ha, sawit mempunyai kandungan minyak 25-30% berat kering dengan produktivitas 5.830 L/ha dan ganggang mikro mempunyai kandungan minyak 35-80% berat kering dengan produktivitas 58.000-136.900 L/ha.

Ganggang mikro mempunyai potensi untuk sanggup dibudidayakan dan dimanfaatkan sebagai penghasil BBN. Ganggang mikro juga tahan terhadap perubahan lingkungan dan mempunyai laju pertumbuhan yang tinggi. Baik proses fisik maupun kimia sanggup dipakai untuk menghasilkan minyak dari galur ganggang yang mempunyai kandungan lipid tinggi, dengan demikian maka eksplorasi ganggang mikro sebagai sumber BBN dari banyak sekali wilayah di Indonesia menjadi pilihan yang penting dan strategis.

Anda kini sudah mengetahui ihwal Ganggang Mikro atau Mikroalga. Terima kasih sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Tjitrosoepomo G. 2005. Taksonomi Tumbuhan Obat - Obatan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Pintar Pelajaran Ganggang Hijau Divisi Chlorophyta


Artikel Makalah Klasifikasi Ciri-ciri Ganggang Hijau Divisi Chlorophyta - Chlorophyta berukuran antara 3 – 30 μm, mempunyai alat gerak (flagela) dan motil kecuali selama fase reproduksi. Pada reproduksi aseksual, individu yang berenang bebas menjadi nonmotil sebab flagela menghilang. Dalam beberapa kasus, sel-sel anak tidak membentuk flagela melainkan sel-sel terus saja memperbanyak diri. Masa sel yang terbentuk dinamakan stadia palmeloid. Stadia ini terdapat pada banyak ganggang sebagai fase perkembangan predominan (Pelczar dan Chan, 1986). Setiap sel mempunyai satu nukleus dan satu kloroplas besar yang berbentuk mangkuk. Spesies Chlorophyta yang bersel tunggal ada yang sanggup berpindah tempat, tetapi ada pula yang menetap. Chlorophyta merupakan golongan terbesar dari ganggang dan merupakan kelompok ganggang yang paling beragam, sebab ada yang bersel tunggal, berkoloni, dan bersel banyak. Ganggang ini banyak terdapat didanau, kolam, laut dan kebanyakan hidup di air tawar (Bold dan Wynne, 1985).

Chlorophyta atau yang lebih umum disebut ganggang hijau pada selselnya mempunyai kloroplas yang berwarna hijau dan mengandung selulosa, mengandung klorofil a dan b serta karotenoid. Chlorophyta pada kloroplasnya terdapat butiran padat yang disebut pirenoid yang berfungsi untuk pembentukan tepung dan minyak. Perkembangbiakannya secara aseksual dan seksual. Secara seksual dengan anisogami dan secara aseksual dengan zoospora dengan 3 – 4 flagela dan mempunyai 2 vakuola kontraktil yang berkhasiat untuk memaksa kelebihan air keluar dari selnya. Suatu bintik mata merah (stigma) yang merupakan situs persepsi cahaya dan mengendalikan respon fototaktik (gerak menuju cahaya) ganggang ini (Tjitrosoepomo, 2005).

Kelas : Chlorophyceae

Ordo : Volvocales, Tetrasporales, Chlorococcales, Chlorosarcinales, Ulotrichales, Sphaeropleales, Chaetophorales, Trentepohliales, Oedogoniales, Ulvales, Cladophorales, Acrosiphoniales, Caulerpales, Siphonocladales, Dasycladales, dan Zygnematales.

Anda kini sudah mengetahui Ganggang Hijau Divisi Chlorophyta. Terima kasih sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Bold HC, Wynne MJ. 1985. Introduction to the Algae. Structure and Reproduction. Ed ke-2. New Jersey: Prentice-Hall Inc. Englewood Cliffs.

Pelczar MJ, Chan MJ. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jilid 1. Jakarta: UI Press.

Tjitrosoepomo G. 2005. Taksonomi Tumbuhan Obat - Obatan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.