Showing posts with label Sistem Regulasi / Koordinasi. Show all posts
Showing posts with label Sistem Regulasi / Koordinasi. Show all posts

Tuesday, December 10, 2019

Pintar Pelajaran Sistem Saraf Pada Manusia


Sistem Saraf pada Manusia - Rasa nikmat dan enak dari setiap makanan yang dirasakan dipengaruhi oleh adanya rangsangan pada lidah. Ungkapan rasa sakit seperti mengucapkan kata “aduh” juga terkait rangsangan pada kepingan tertentu tubuh kita. Sistem saraf memiliki dua fungsi adalah sebagai peserta dan penghantar rangsang ke seluruh kepingan tubuh, serta memberikan tanggapan terhadap rangsang tersebut. Oleh sebab itu, rangsangan (stimulus) diartikan sebagai segala sesuatu yang mengakibatkan perubahan pada badan atau kepingan tubuh tertentu. Sedangkan alat badan yang mendapatkan rangsangan tersebut dinamakan indra (reseptor). Adanya reseptor, memungkinkan rangsangan dihantarkan menuju sistem saraf pusat. Di dalam saraf pusat, rangsangan akan diolah untuk dikirim kembali menuju efektor, ibarat otot dan tulang oleh suatu sel saraf sehingga terjadi jawaban (respons).

Sementara itu, rangsangan yang menuju badan sanggup berasal dari luar dan dalam tubuh. Rangsangan yang berasal dari luar badan misalnya bau, rasa (seperti pahit, manis, asam, dan asin), sentuhan, cahaya, suhu, tekanan, dan gaya berat. Rangsang an semacam ini akan diterima oleh indra peserta yang disebut reseptor luar (eksteroseptor).

Sedangkan rangsangan yang berasal dari dalam badan contohnya rasa lapar, kenyang, nyeri, maupun kelelahan akan diterima oleh indra yang dinamakan reseptor dalam (interoseptor). Tentu semua rangsangan ini dapat kita rasakan sebab pada badan kita terdapat sel-sel reseptor. 

Perbedaan kedua reseptor tersebut dapat dilihat pada denah berikut.

 Rasa nikmat dan enak dari setiap makanan yang dirasakan dipengaruhi Pintar Pelajaran Sistem Saraf pada Manusia
Gambar 1. Skema perbedaan reseptor eksteroseptor dan interoseptor
Untuk mengenal lebih dalam, mari kita simak bahasan wacana sel saraf.







Anda kini sudah mengetahui Sistem Saraf pada Manusia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Kelenjar Timus Insan : Fungsi Dan Hormon

Kelenjar Timus Manusia : Fungsi dan Hormon - Kelenjar timus merupakan kelenjar hasil penimbunan hormon somatotrof atau hormon pertumbuhan. Pada orang dewasa, kelenjar ini tidak dipakai kembali. Kelenjar timus berfungsi untuk membentuk hormon thymosin yang berperan dalam sistem imun (kekebalan).

Anda kini sudah mengetahui Kelenjar Timus. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Penghantaran Impuls Saraf Melalui Sinapsis (Antar Sel)

Penghantaran Impuls Saraf melalui Sinapsis (Antar Sel) - Selain melalui membran plasma, impuls juga dihantarkan melalui sinapsis. Sinapsis merupakan persambungan unik yang mengendalikan komunikasi antar satu neuron dengan sel-sel lain. Sinapsis dapat ditemukan antara dua neuron, antara reseptor sensorik dan neuron sensoris, antara neuron motoris dan sel otot yang dikontrolnya. Selain itu, sinapsis sanggup ditemukan antara neuron dengan sel kelenjar.

1. Struktur Sinapsis

Pada setiap neuron, terminal aksonnya membengkak membentuk suatu tonjolan kecil yang disebut tombol sinapsis. Permukaan membran tombol sinapsis ini dinamakan membran prasinapsis yang menghantarkan impuls dari terminal sinapsis menuju dendrit atau tubuh sel berikutnya. Impuls tersebut akan diterima oleh permukaan membran dendrit atau badan sel yang dituju. Membran yang demikian dinamakan membran pascasinapsis. Di antara kedua membran ini dipisahkan oleh suatu celah yang disebut celah sinapsis.

Di dalam tombol sinapsis terdapat suatu zat kimia yang dapat menghantarkan impuls ke neuron berikutnya. Zat yang demikian dinamakan neurotransmiter. Saat menghantarkan implus, dalam sitoplasma neurotransmiter dibawa oleh banyak kantung dalam sitoplasma, yang disebut vesikula sinapsis. Ada berbagai macam jenis neurotransmiter, contohnya asetilkolin, dopamine, noradrenalin, dan serotonin. Asetilkolin berada pada seluruh sistem saraf; sementara noradrenalin berada pada sistem saraf simpatik; sementara dopamine dan serotonin terdapat pada otak. Asetilkolin dan noradrenalin merupakan salah dua neurotransmiter utama yang terdapat pada mammalia.

2. Mekanisme Kerja Sinapsis

Apabila impuls hingga pada tombol sinapsis, segera neuron mengirimkan neurotransmiter. Selanjutnya, neurotransmiter dibawa oleh vesikula sinapsis menuju membran prasinapsis. Kedatangan impuls tersebut menciptakan permeabilitas membran prasinapsis terhadap ion Ca2+ meningkat (terjadi depolarisasi). Sehingga, ion Ca2+ masuk dan merangsang vesikula sinapsis untuk menyatu dengan membran prasinapsis. Bersama kejadian tersebut, neurotransmiter dilepaskan ke dalam celah sinapsis melalui eksositosis. Dari celah sinapsis, neurotransmiter ini berdifusi menuju membran pascasinapsis.

Setelah impuls dikirim, membran pascasinapsis akan mengeluarkan enzim untuk menghidrolisis neurotransmiter. Enzim tersebut contohnya senzim asetilkolineterase yang menghidrolisis asetilkolin menjadi kolin dan asam etanoat. Oleh vesikula sinapsis, hasil hidrolisis (kolin dan asam etanoat) akan disimpan sehingga sewaktu-waktu sanggup dipakai kembali.
Penghantaran Impuls Saraf melalui Sinapsis Pintar Pelajaran Penghantaran Impuls Saraf melalui Sinapsis (Antar Sel)
Gambar 1. Mekanisme penghantaran impuls saraf melalui sinapsis
Anda kini sudah mengetahui Penghantaran Impuls Saraf melalui Sinapsis. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Macam Dan Prosedur Gerak Refleks

Macam-macam dan Mekanisme Gerak Refleks pada Manusia - Bersin, batuk, menguap, menggaruk bila gatal, kaget merupakan suatu agresi yang disebut refleks. Kita melaksanakan acara tersebut tanpa melalui proses pada otok terlebih dahulu. Refleks merupakan cara badan kita untuk menjaga dan melindungi diri dengan cepat dan aman. Gerak ini terjadi pada bagian badan yang terlibat, sehingga bab tubuh tersebut bergerak secara otomatis. Perhatikan Gambar 1. Refleks sentakan lutut misalnya, merupakan respons sederhana. Satu ketukan pada lutut akan menjadikan tarikan pada tendon yang berkaitan dengan otot paha (otot kuadrisep). Akibatnya, kaki bab bawah ikut tertarik. Reseptor regangan yang merupakan reseptor sensorik mendapatkan tarikan itu. Kemudian, reseptor sensorik mengirimkan isu ke sinapsis dengan neuron motorik pada sumsum tulang belakang. Selanjutnya, neuron motorik mengirimkan impuls / sinyal menuju otot kuadrisep untuk berkontraksi. Kontraksi ini menjadikan kaki bab bawah tersentak ke arah depan. (Baca juga : Sistem Saraf pada Manusia)

kaget merupakan suatu agresi yang disebut refleks Pintar Pelajaran Macam dan Mekanisme Gerak Refleks
Gambar 1. Gerak refleks pada lutut ketika dipukul
Sebenarnya, sentakan lutut hanya melibatkan dua neuron, yakni neuron sensorik dan neuron motorik. Namun, neuron sensorik pada kuadrisep berkomunikasi pula dengan interneuron pada sumsum tulang belakang. Interneuron ini menghambat neuron motorik yang mengirimkan sinyal ke otot fleksor (otot kaki yang berbeda), sehingga otot tersebut tidak berkontraksi. Secara sederhana, prosedur penghantaran sinyal/impuls pada gerak refleks sanggup kalian lihat pada sketsa berikut.

Berdasarkan daerah konektornya, refleks dibedakan menjadi dua yaitu refleks spinalis dan refleks kranialis.

a. Refleks tulang belakang (refleks spinalis) yaitu jikalau konektor terdapat di sumsum tulang belakang. Contoh: gerakan menarik tangan ketika menyentuh benda panas atau kaki terkena duri. 

b. Refleks otak (refleks kranialis) yaitu jikalau konektornya terdapat di otak. Contoh: gerakan mata terpejam alasannya ialah kilat.

Rangsangan → reseptor → neuron sensorik → sumsum tulang belakang → neuron motorik → efektor

Anda kini sudah mengetahui Mekanisme Gerak Refleks. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Sistem Regulasi / Koordinasi


Sistem Regulasi / Koordinasi - Anda niscaya tertawa dikala membaca SMS lucu yang dikirim oleh teman Anda. Namun, terkadang Anda juga akan duka dikala membaca SMS yang berisi isu menyedihkan. Mengapa verbal menyerupai itu bisa terjadi? Hal ini terjadi alasannya ialah ada sistem koordinasi dalam diri Anda yang melibatkan sistem saraf, endokrin, dan indra. Pada artikel ini akan dipelajari lebih lanjut wacana sistem saraf yang bekerja pada badan insan dan hewan. Setelah mempelajari artikel ini Anda akan sanggup menjelaskan cara badan kita merespon terhadap sebuah rangsang.



Anda kini sudah mengetahui Sistem Regulasi atau Sistem Koordinasi. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Pintar Pelajaran Sel Saraf (Neuron) Pada Manusia

Sel Saraf (Neuron) Manusia - Sistem saraf tersusun atas miliaran sel yang sangat khusus yang disebut sel saraf (neuron). Setiap neuron tersusun atas tubuh sel, dendrit, dan akson (neurit). Lihat Gambar 1. Badan sel merupakan bab sel saraf yang mengandung nukleus (inti sel) dan tersusun pula sitoplasma yang bergranuler dengan warna kelabu. Di dalamnya juga terdapat membran sel, nukleolus (anak inti sel), dan retikulum endoplasma. Retikulum endoplasma tersebut memiliki struktur berkelompok yang disebut tubuh Nissl. Pada tubuh sel terdapat bab yang berupa serabut de ngan penjuluran pendek. Bagian ini disebut dendrit. Dendrit mempunyai struktur yang bercabang-cabang (seperti pohon) dengan banyak sekali bentuk dan ukuran. Fungsi dendrit yaitu mendapatkan impuls (rangsang) yang tiba dari reseptor. Kemudian impuls tersebut dibawa menuju ke tubuh sel saraf. (Baca juga : Sistem Saraf pada Manusia)
Sistem saraf tersusun atas miliaran sel yang sangat khusus yang Pintar Pelajaran Sel Saraf (Neuron) pada Manusia
Gambar 1. Struktur sel saraf manusia
Selain itu, pada tubuh sel juga terdapat penjuluran panjang dan kebanyakan tidak bercabang. Namanya yaitu akson atau neurit. Akson berperan dalam menghantarkan impuls dari tubuh sel menuju efektor, seperti otot dan kelenjar. Walaupun diameter akson hanya beberapa mikrometer, namun panjangnya sanggup mencapai 1 sampai 2 meter. Supaya isu atau impuls yang dibawa tidak bocor (sebagai isolator), akson dilindungi oleh selubung lemak yang kemilau. Kita bisa menyebutnya selubung mielin. Selubung mielin dikelilingi oleh sel-sel Schwan. Selubung mielin tersebut dihasilkan oleh sel-sel pendukung yang disebut oligodendrosit. Sementara itu, pada akson terdapat bab yang tidak terlin dungi oleh selubung mielin. Bagian ini disebut nodus Ranvier, yang berfungsi memperbanyak impuls saraf atau mempercepat jalannya impuls.
Sistem saraf tersusun atas miliaran sel yang sangat khusus yang Pintar Pelajaran Sel Saraf (Neuron) pada Manusia
Gambar 2. Selubung mielin
Berdasarkan struktur dan fungsinya, neuron dikelompokkan dalam tiga bagian, yaitu neuron sensorik, neuron motorik, dan interneuron. Cermati Gambar 3, 4 dan 5.

Sistem saraf tersusun atas miliaran sel yang sangat khusus yang Pintar Pelajaran Sel Saraf (Neuron) pada Manusia
Gambar 3. Neuron sensoris vertebrata
Sistem saraf tersusun atas miliaran sel yang sangat khusus yang Pintar Pelajaran Sel Saraf (Neuron) pada Manusia
Gambar 4. Neuron motoris invertebrata
Sistem saraf tersusun atas miliaran sel yang sangat khusus yang Pintar Pelajaran Sel Saraf (Neuron) pada Manusia
Gambar 5. Interneuron vertebrata
Neuron sensorik merupakan neuron yang mempunyai tubuh sel bergerombol membentuk simpul saraf atau ganglion (jamak = ganglia). Dendritnya berafiliasi dengan neurit neuron lain, sedangkan neuritnya berkaitan dengan dendrit neuron lain. Fungsi neuron sensorik yakni meneruskan impuls (rangsangan) dari reseptor menuju sistem saraf sentra (otak dan sumsum tulang belakang). Oleh alasannya yaitu itu, neuron sensorik disebut pula neuron indra.

Sistem saraf tersusun atas miliaran sel yang sangat khusus yang Pintar Pelajaran Sel Saraf (Neuron) pada Manusia
Gambar 6. Hubungan antara neuron sensorik, neuron motorik, dan interneuron
Sementara itu, neuron motorik merupakan neuron yang berperan meneruskan impuls dari sistem saraf pusat ke otot dan kelenjar yang akan melaksanakan respon tubuh. Karena kiprahnya ini, neuron motorik disebut pula neuron penggerak. Dendrit neuron motorik berhubungan dengan neurit neuron lain, adapun neuritnya berkaitan dengan efektor (otot dan kelenjar). Antara neuron sensorik dan neuron motorik dihubungkan oleh interneuron atau neuron ajustor dengan letak yang berada pada otak dan sumsum tulang belakang. Interneuron merupakan neuron yang membawa impuls dari sensorik atau interneuron lain. Karena itu, interneuron disebut pula neuron konektor.

Anda kini sudah mengetahui Sel Saraf atau Neuron. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Saraf Otak (Kranial) Insan : Struktur Fungsi Bagian

Saraf Otak (Kranial) pada Manusia : Struktur Fungsi Bagian - Saraf otak (kranial), ialah saraf yang berjumlah 12 pasang dan mencakup beberapa saraf. Tiga dari kedua belas pasang saraf di atas, yaitu nomor 1, 2, dan 8 terdiri atas neuron-neuron sensorik. Saraf nomor 3, 4, 6, 11, dan 12 terdiri atas neuronneuron motorik. Saraf-saraf nomor 5, 7, 9, dan 10 terdiri dari neuron-neuron sensorik dan motorik. Saraf nomor 1 dan 2 keluar dari otak besar, sedangkan saraf nomor 10, 11, dan 12 keluar dari medula oblongata. Saraf nomor 10 bersifat parasimpatik disebut nervus vagus. Urat saraf ini memiliki daerah pengaruh yang amat luas sehingga sering disebut saraf pengembara.

Tiga dari kedua belas pasang saraf di atas Pintar Pelajaran Saraf Otak (Kranial) Manusia : Struktur Fungsi Bagian
Gambar 1. Saraf kranial pada otak
Tabel 1. Jenis Saraf yang Terdapat pada Saraf Otak (Kranial)

No.
Nama Saraf
Asal Impuls
Fungsi
1.
Olfaktori
Epitel olfaktori (selaput lendir hidung)
Pembau
2.
Optik
Retina mata
Penglihat
3.
Okulomotor
Proprioseptor otot bola mata
Gerakan bola mata
4.
Troklear
Proprioseptor otot bola mata (obliq superior)
Gerakan bola mata
5.
Trigeminal
Otot kepala, wajah, rahang bawah, otot rahang
Gerakan otot mata yang menyebabkan lisan sensasi pada gigi dan bab kulit rahang serta gerakan rahang
6.
Abdusen
Proprioseptor otot bola mata rektus eksternal
Gerakan bola mata
7.
Fasial
Ujung pengecap di ujung lidah, wajah, bibir, dan kelopak mata
Otot wajah dan kelenjar ludah
8.
Auditori
Telinga dalam (koklea)
Pendengaran
9.
Glosofaring
Ujung pengecap pengecap belakang dan faring
Sensasi, gerakan pengecap dan faring
10.
Vagus
Alat-alat dalam (jantung, paru-paru, lambung)
Sensasi, gerakan pada jantung dan organ lain
11.
Asesorispinal
Alat-alat dalam (jantung, paru-paru, lambung)
Sensasi, gerakan pada jantung dan organ lain
12.
Hipoglosal
Otot pengecap
Gerakan pengecap

Anda kini sudah mengetahui Saraf Otak. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Bab Dan Fungsi Sel Saraf (Neuron) Manusia

Bagian dan Fungsi Sel Saraf (Neuron) Manusia - Sistem saraf tersusun atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Sel-sel neuron terbagi atas beberapa bab adalah badan sel, dendrit, dan neurit (akson).

a. Badan sel, berwarna kelabu, terdiri atas membran sel, sitoplasma (neuroplasma), nukleus, nukleolus, dan retikulum endoplasma. Retikulum endoplasma yang mengelompok pada sel saraf disebut tubuh nissl.

b. Dendrit, merupakan lanjutan atau percabangan tubuh sel saraf. Dendrit berfungsi mendapatkan impuls yang tiba dari ujung akson lain, selanjutnya membawa impuls tersebut ke dalam tubuh sel saraf. Dendrit disebut juga serabut pendek neuron.

c. Neurit (akson) disebut juga serabut panjang neuron. Neurit berfungsi meneruskan impuls yang berasal dari tubuh sel saraf ke sel-sel saraf yang lain. Bagian tubuh sel saraf yang berhubungan dengan akson berbentuk segitiga dinamakan akson hillcok. Neurit terbungkus oleh selubung mielin. Selubung ini tersusun oleh sel-sel Schwann. Mielin berfungsi sebagai isolator.

Bagian neurit yang tidak berselubung mielin disebut nodus ranvier. Nodus ranvier berfungsi mempercepat jalannya impuls. Ujung neurit disebut terminal percabangan yang akan bertemu dengan ujung dendrit sel neuron yang lain. Pertemuan kedua ujung sel neuron yang berbeda disebut sinapsis. Perhatikan Gambar 1.
sel neuron terbagi atas beberapa bab adalah tubuh Pintar Pelajaran Bagian dan Fungsi Sel Saraf (Neuron) Manusia
Gambar 1. Struktur neuron
Neuron terbagi menjadi 3 macam menurut fungsi, tempat impuls disalurkan, dan strukturnya. Perbedaan neuron dapat dilihat dalam Tabel 1. berikut.

Tabel 1. Perbedaan Antara Neuron Sensorik, Neuron Motorik, dan Neuron Konektor

Ciri-Ciri
Neuron Sensorik
Neuron Motorik
Neuron Konektor
Arah impuls
Dari reseptor ke sistem saraf pusat
Dari sistem saraf sentra ke efektor
Dari neuron sensorik ke neuron motorik
Daerah yang berafiliasi dengan dendrit
Reseptor
Neurit neuron yang lain
Neuron sensorik
Daerah yang berafiliasi dengan neurit
Dendrit neuron lain
Efektor
Neuron motorik
Struktur dendrit
Panjang
Pendek
Pendek
Struktur neurit
Pendek
Panjang
Panjang

Anda kini sudah mengetahui Bagian Sel Saraf dan Fungsi Sel Saraf. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Pintar Pelajaran Susunan Sistem Saraf Manusia

Susunan Sistem Saraf pada Manusia - Secara umum, sistem saraf insan tersusun atas dua jenis, yaitu sistem saraf sadar (somatik) dan sistem saraf tak sadar (otonom). Secara garis besar susunan sistem saraf insan dijelaskan pada diagram berikut. (Baca juga : Sistem Saraf pada Manusia)
 sistem saraf insan tersusun atas dua jenis Pintar Pelajaran Susunan Sistem Saraf Manusia
Gambar 1.  Diagram susunan sistem saraf manusia
Satu persatu sistem saraf tersebut akan kita pelajari pada uraian berikut.

1. Sistem Saraf Sadar

2. Sistem Saraf Tak Sadar

Anda kini sudah mengetahui Susunan Sistem Saraf. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Sistem Saraf Sadar Manusia


Sistem Saraf Sadar Manusia - Di dalam badan ada aneka macam susunan saraf yang termasuk dalam sistem saraf sadar. Kita ingin makan, menulis, membaca, berjalan, berlari, bertegur sapa, dan lainnya merupakan kegiatan yang melibatkan sistem saraf sadar. Semua kegiatan tersebut terjadi atas kehendak kita. Secara struktural, sistem saraf sadar terbagi atas dua bagian, mencakup sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Simak bahasan berikut.



Anda kini sudah mengetahui Sistem Saraf Sadar. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Kelenjar Pankreas (Langerhans) : Fungsi Dan Hormon

Kelenjar Pankreas (Langerhans) : Fungsi dan Hormon - Kelenjar prankeas dinamakan juga kelenjar Langerhans atau pulau Langerhans. Pulau Langerhans merupakan sekelompok kecil yang tersebar di seluruh pankreas. Sel-sel pulau Langerhans tak terkait dengan jalan masuk pembawa getah pankreas yang menuju duodenum. Namun, sel-sel kelenjar ini sangat kaya akan pembuluh darah. Sekresi yang dihasilkan dari kelenjar Langerhans ialah hormon insulin, sebuah hormon berbentuk protein yang ditemukan oleh Dr. Frederick Banting pada tahun 1922. Hormon insulin berperan saat proses pengubahan gula darah (glukosa) menjadi gula otot (glikogen) di dalam hati. Sehingga, oleh hormon tersebut, kadar gula darah menjadi turun. Kekurangan hormon insulin pada seseorang sanggup menyebabkan penyakit diabetes melitus atau penyakit ken cing manis. Gejala penyakit kencing bagus ditandai dengan tingginya glukosa dalam darah yang tinggi. Glukosa yang ada dalam badan penderita tidak diubah menjadi glikogen dan lemak, justru sebaliknya glikogen dan lemak yang diubah menjadi glukosa. Selain hormon insulin, kelenjar Langerhans juga memproduksi hormon guklagon. Hormon guklagon hormon yang berperan dalam mengubah glikogen menjadi glukosa.

Kelenjar prankeas dinamakan juga kelenjar Pintar Pelajaran Kelenjar Pankreas (Langerhans) : Fungsi dan Hormon
Gambar 1. Kelenjar pankreas
Kelenjar prankeas dinamakan juga kelenjar Pintar Pelajaran Kelenjar Pankreas (Langerhans) : Fungsi dan Hormon
Gambar 1. Homeostasis oleh insulin dan glukagon
Hormon yang dihasilkan pankreas beserta fungsinya dijelaskan dalam Tabel 1. berikut.

Tabel 1. Jenis-Jenis Hormon yang Dihasilkan Oleh Kelenjar Pankreas

Kelenjar
Hormon
Fungsi
Efek
Pankreas
Insulin
Mengubah gula darah (glukosa) menjadi gula otot (glikogen) di hati
Menurunkan kadar gula darah

Glukogen
Mengubah glikogen menjadi glukosa
Meningkatkan kadar gula darah

Anda kini sudah mengetahui Kelenjar Pankreas atau Kelenjar Langerhans. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Sistem Saraf Sentra Pada Manusia

Sistem Saraf Pusat pada Manusia - Tanpa sistem saraf pusat, kemungkinan kita menjadi makhluk yang tak berdaya dan tidak sanggup melaksanakan apapun. Sebab, di dalam sistem saraf pusat tubuh kita terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Dua belahan tubuh inilah yang menjadi sentral pusat koordinasi tubuh kita. Pada manusia, otak dan sumsum tulang belakang dilindungi oleh suatu tulang. Tulang yang melindungi otak yaitu tulang tengkorak, sedangkan sumsum tulang belakang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang. Kedua organ penting ini juga dilindungi oleh suatu lapisan pembungkus yang tersusun dari jaringan pengikat. Lapisan ini disebut meninges. Meninges terbagi menjadi tiga lapisan, meliputi lapisan dalam disebut piameter; lapisan tengah disebut arachnoid; dan lapisan dalam disebut durameter. Untuk mencermati ketiga lapisan meninges ini, perhatikan Gambar 1.

yang tak berdaya dan tidak sanggup melaksanakan apapun Pintar Pelajaran Sistem Saraf Pusat pada Manusia
Gambar 1. Sistem Saraf Manusia
yang tak berdaya dan tidak sanggup melaksanakan apapun Pintar Pelajaran Sistem Saraf Pusat pada Manusia
Gambar 2. Meninges pada sistem saraf pusat
Di antara piameter dan arachnoid terdapat ruangan yang berisi cairan, disebut ruang sub-arachnoid. Cairannya dinamakan cairan serebrospinal. Fungsi cairan ini yaitu sebagai bantalan yang meredam guncangan dikala terjadi benturan pada otak dan sumsum tulang belakang. Di dalam otak sanggup terjadi benturan contohnya antara otak dengan tulang kepala. Sedangkan pada sumsum tulang belakang, benturan yang terjadi antara sumsum tulang belakang dengan tulang belakang.

1. Otak

2. Sumsum

Pada sistem koordinasi, sumsum terbagi menjadi 2 belahan yaitu sumsum lanjutan (medula oblongata) dan sumsum tulang belakang (medula spinalis).

2.1. Sumsum Lanjutan

2.2. Sumsum Tulang Belakang

Sumsum tulang belakang merupakan lanjutan dari medula oblongata. Bagian ini terus berlanjut ke bawah hingga ke tulang belakang (vertebrae lumbalis) kedua. Seperti pada otak, bagian tengah berkas sarafnya mengandung cairan serebrospinal. Saluran cairan ini disebut kanal sentral. Sumsum tulang belakang berfungsi menghubungkan rangsang dari dan menuju otak. Selain itu sumsum ini juga memberi kemungkinan jalan terpendek pada gerak refleks. Penampang melintang sumsum tulang belakang berbentuk kupu-kupu. Perhatikan Gambar 2.
yang tak berdaya dan tidak sanggup melaksanakan apapun Pintar Pelajaran Sistem Saraf Pusat pada Manusia
Gambar 3. Penampang melintang sumsum tulang belakang
Bagian luar (korteks) sumsum tulang belakang berwarna putih disebut substansi alba. Bagian dalam (medula) berwarna abu-abu disebut substansi grissea. (Bila Anda ingat kembali perihal struktur otak, maka struktur warna korteks medula pada sumsum tulang belakang berkebalikan dengan otak). Perhatikan gambar di samping untuk lebih jelas melihat penampang melintang sumsum tulang belakang.

Pada gambar di atas, sumsum tulang belakang dibedakan menjadi sayap ventral dan sayap dorsal. Sayap ventral yaitu belahan yang mengarah ke perut. Bagian ini mengandung badan neuron motorik.

Sayap dorsal yaitu belahan yang mengarah ke punggung. Bagian sayap dorsal mengandung badan neuron sensorik. Impuls akan masuk melalui sayap dorsal dan keluar melalui sayap ventral. Mengenai jalannya impuls pada sistem saraf tersebut akan dibahas pada bagian selanjutnya. Namun, sebelumnya kita akan mempelajari terlebih dahulu fungsi dan penyusun sistem saraf tepi.

Anda kini sudah mengetahui Sistem Saraf Pusat. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.