Showing posts sorted by relevance for query makanan-sehat-untuk-pria. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query makanan-sehat-untuk-pria. Sort by date Show all posts

Monday, January 27, 2020

Pintar Pelajaran Masakan Sehat Untuk Pria


Makanan Sehat untuk Pria - Para laki-laki juga membutuhkan masakan yang sehat alasannya selain sanggup menjaga kebugaran tubuh, masakan tersebut akan menciptakan badan menjadi lebih sehat. Makanan yang sehat selain berkhasiat untuk menjaga penampilan fisik, juga sanggup berkhasiat untuk menjaga kesehatan sistem metabolisme badan dan sistem pencernaan.
Berikut ini yaitu beberapa jenis masakan sehat untu laki-laki :

1. Daging Tanpa Lemak

Menurut Leslie Bonci, MPH, RD spesialis gizi di Pittsburgh Steelers, “daging tanpa lemak mempunyai kandungan protein yang tinggi, leusin yang terkandung pada  daging merah merupakan asam amino yang membantu dalam pembentukan otot.”

2. Jahe dan buah cherry

Jahe dan buah cherry mengandung pigmen yang berfungsi sebagai anti-inflamatori. Fungsi tersebut berkhasiat untuk menjaga kondisi persendian, sehingga laki-laki tidak gampang cedera apabila melaksanakan acara yang berat ibarat berolahraga.

3. Cokelat

Cokelat, khususnya cokelat hitam sanggup membantu melancarkan aliran darah. Hal ini sanggup terjadi alasannya adanya kandungan flavanoid pada cokelat yang berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan gairah se**ual para pria.
 Para laki-laki juga membutuhkan masakan yang sehat alasannya selain sanggup menjaga kebugaran badan Pintar Pelajaran Makanan Sehat untuk Pria
Cokelat hitam (Foto: chiropam.com)
4. Buah Alpukat

Kandungan lemak yang cukup tinggi pada alpukat justru berkhasiat bagi kesehatan, alasannya merupakan jenis lemak tak jenuh tunggal yang mempunyai fungsi untuk menghancurkan kolesterol. Sebaiknya hindari penambahan susu, gula dan embel-embel tambahan lainnya apabila anda mengkonsumsi alpukat.

5. Lemak Ikan

Salmon mempunyai kandungan lemak omega-3 yang berfungsi untuk mencegah kanker, serangan jantung dan arthritis (radang persendian). Konsumsi ikan salmon secara teratur sebanyak dua kali dalam satu ahad akan menurunkan risiko terjangkit penyakit jantung.

6. Susu dan Yoghurt

Kedua jenis minuman ini merupakan sumber leusin selain daging. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, leusin berfungsi untuk pembentukan dan membantu kinerja otot.

7. Pisang

Kandungan kalium yang tinggi pada pisang mempunyai peranan untuk menjaga kesehatan tulang dan stabilitas kontraksi otot. Pisang juga sanggup membantu menjaga tekanan darah sehingga buah ini cocok dikonsumsi bagi laki-laki yang sedang melaksanakan agenda diet.

8. Sayuran

Senyawa fitokimia yang terkandung pada sayuran yaitu nutrisi nabati yang mempunyai fungsi untuk meningkatkan kinerja sel badan dan sanggup melindungi badan dari penyakit kronis ibarat kanker.

9. Telur

Telur selain mengandung protein hewani ternyata juga mengandung lutein dan zat besi. Ada baiknya anda tidak berlebihan dalam mengkonsumsi telur alasannya telur juga mengandung kadar kolesterol yang cukup tinggi.

Anda kini sudah mengetahui makanan sehat untuk pria. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Sumber : detikFood (Senin, 07/02/2011 15:43 WIB)

Saturday, February 8, 2020

Pintar Pelajaran Khasiat Buah Tomat Untuk Kesehatan

Khasiat Buah Tomat untuk Kesehatan - Tidak hanya rasanya yang asam menyegarkan, tomat juga mempunyai kandungan vitamin dan nutrisi lain yang bermanfaat bagi kesehatan seluruh tubuh. Selama ini, mungkin yang kita tahu tomat hanya baik untuk kesehatan mata. Namun masih banyak laba yang Anda sanggup dengan rajin mengonsumsi tomat. Ini ia tujuh manfaat kesehatan dari buah oranye kemerahan ini, menyerupai dilansir Times of India.

 Tidak hanya rasanya yang asam menyegarkan Pintar Pelajaran Khasiat Buah Tomat untuk Kesehatan
Buah tomat mempunyai bermacam-macam khasiat untuk kesehatan (Foto: Thinkstock)
1. Antioksidan

Tomat kaya akan vitamin A dan C, serta kandungan beta carotene yang tinggi. Seluruh kandungan ini berperan sebagai antioksidan aktif yang bekerja menetralisir zat radikal bebas yang berbahaya di dalam aliran darah. Zat radikal bebas dalam darah ini sanggup dibuang dengan Lycopene tingkat tinggi yang terdapat dalam tomat. Radikal bebas sangat berbahaya alasannya ialah sanggup merusak sel. Oleh alasannya ialah itu, jangan lupa untuk selalu membawa sandwich dengan belahan tomat segar dalam kotak bekal Anda sehari-hari.

2. Mata Sehat

Karena kandungannya akan vitamin A yang begitu besar, tomat ialah makanan yang sempurna untuk meningkatkan kemampuan penglihatan Anda. Tomat akan menjaga mata dari kemungkinan penyakit rabun senja.

3. Mencegah Kanker

Banyak penelitian mengatakan bahwa kandungan Lycopene yang dimiliki tomat sanggup mengurangi risiko kanker prostat pada pria, kanker perut dan kanker kolorektal (usus besar). Lycopene dianggap sebagai antioksidan alami yang sanggup membantu menghentikan pertumbuhan sel kanker. Dan yang lebih menarik lagi, tomat yang dimasak sanggup memproduksi lebih banyak Lycopene daripada tomat mentah. Makara cobalah rutin mengonsumsi sup tomat!

4. Menguatkan Jantung

Kandungan Kalium dan Vitamin B yang dimiliki tomat sanggup menurunkan tekanan darah dan tingkat kolesterol tinggi. Zat ini, nantinya bisa membantu Anda mencegah stroke, serangan jantung dan gangguan jantung yang mematikan lainnya.

5. Kulit Cantik

Tingginya jumlah Lycopene menciptakan tomat sangat baik dipakai untuk perawatan kulit. Lapisi kulit wajah Anda dengan bab dalam kulit tomat dan diamkan selama kira-kira 10 menit. Kemudian bilas dengan air bersih. Wajah akan terlihat higienis dan bersinar seketika.

6. Rambut Sehat

Masih ingat perihal banyaknya kandungan Vitamin A dalam sebuah tomat? Selain elok untuk mata, gigi, kulit, dan tulang, Vitamin A juga elok untuk menjaga rambut Anda tetap berpengaruh dan sehat.

7. Tulang Kuat

Tomat juga mempunyai kandungan Vitamin K dan Kalsium yang cukup untuk membantu tulang Anda menjadi lebih kuat.

Penulis : Devi Larasati
Sumber : detikWolipop (Kamis, 15/03/2012 18:03 WIB)

Anda kini sudah mengetahui Khasiat Buah Tomat untuk Kesehatan. Terima kasih sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Saturday, November 9, 2019

Pintar Pelajaran Manfaat Gel Dan Jus Pengecap Buaya Untuk Kesehatan

Manfaat Gel Dan Jus Lidah Buaya Untuk Kesehatan - Lidah buaya atau aloe vera atau nama latinnya ialah Aloe barbadensis Milleer merupakan tumbuhan yang sering kita jumpai di sekitar kita. Lidah buaya juga merupakan tumbuhan obat keluarga. Sejak ribuan tahun lalu, tumbuhan ini sudah dipakai sebagai sebagai obat alami. Kali ini Perpustakaan Cyber akan memperlihatkan gosip mengenai manfaat pengecap buaya.

1. Gel Lidah Buaya

Gel pengecap buaya merupakan salah satu obat nabati tertua dan yang paling umum ada di rumah. Gel, getah dan jus pengecap buaya baik mentah maupun telah  diproses,  telah dipakai selama ribuan tahun untuk mengobati banyak sekali macam penyakit. Tidak menyerupai banyak obat rumahan lainnya, beberapa manfaat pengecap buaya telah terlihat menjanjikan pada uji klinis awal dan manfaat yang lainnya telah terbukti secara meyakinkan. Menggunakan pengecap buaya untuk tujuan pengobatan sebaiknya dihentikan menggantikan saran dari dokter atau resep obat.
Manfaat Gel Dan Jus Lidah Buaya Untuk Kesehatan Pintar Pelajaran Manfaat Gel Dan Jus Lidah Buaya Untuk Kesehatan
Gel, getah dan jus pengecap buaya baik mentah maupun telah diproses, telah dipakai selama ribuan tahun untuk mengobati banyak sekali macam penyakit.(Credit: Digital Vision/Photodisc/Getty Images)
1.1. Menyembuhkan Luka bakar

Menurut sebuah review  tahun 2007 diterbitkan di “Burns,” (jurnal Masyarakat Internasional untuk Luka Bakar), setidaknya empat studi telah memperlihatkan bahwa luka bakar ringan yang diobati dengan pengecap buaya sembuh delapan hari lebih cepat daripada luka bakar yang tidak diberi pengecap buaya. Kajian tersebut memperlihatkan bahwa, pengecap buaya kemungkinan efektif mengobati luka bakar tingkat pertama dan kedua. Meskipun diharapkan penelitian dengan kontrol klinis yang lebih ketat. Jangan pernah mencoba untuk mengobati luka bakar serius tanpa berkonsultasi dengan dokter.

1.2. Meredakan Sembelit 

Gel yang ada di dalam daun pengecap buaya mengandung zat yang disebut aloin, yang merupakan obat pencahar yang kuat. Menurut para peneliti di MayoClinic.com, sifat pencahar dari aloin telah dibuktikan secara ilmiah, meskipun tes pada obat pencahar yang mengandung pengecap buaya bersama dengan materi lain kurang meyakinkan. The University of Maryland Medical Center memperingatkan bahwa ada pencahar nabati lainnya, menyerupai senna dan Cascara, yang lebih kondusif dan tidak terlalu keras.

1.3. Menyembuhkan Herpes Genital

MayoClinic.com telah memperlihatkan pengecap buaya nilai “B” untuk efektivitasnya mengobati herpes genital pada pria. Sebuah studi yang di review di “Journal of Dermatology India” menemukan bahwa imbas anti-inflamasi dari gel pengecap buaya lebih unggul dibandingkan dengan krim hidrokortison atau gel plasebo. Studi lebih lanjut diharapkan untuk mengkonfirmasi hal ini, dan gel aloe vera dihentikan dipakai untuk menggantikan resep salep herpes dari dokter.

1.4. Meredakan Peradangan

Menurut sebuah studi pada tahun 1996 yang diterbitkan di “Journal of Natural Products,” pengecap buaya mengandung senyawa yang disebut C-glucosyl chromone yang mengurangi peradangan, merangsang dan memperbaiki pertumbuhan kulit (lebih efektif daripada krim hidrokortison). Studi lebih lanjut diperlukan, sehingga berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum mencoba untuk mengobati sendiri ruam, luka bakar atau kondisi kulit lainnya.

2. Jus Lidah Buaya

Jus pengecap buaya terbuat dari daun tumbuhan pengecap buaya. Menurut situs yang mempelajari perihal pengecap buaya, jus ini mempunyai anti-inflamasi alami,. Lidah buaya paling sering dipakai untuk mengobati sunburns (luka bakar lantaran sinar matahari), lantaran sarat dengan asam amino yang menguntungkan. Dengan meminum jus pengecap buaya anda akan mendapat banyak sekali manfaat kesehatan. Anda sanggup menemukan jus pengecap buaya dijual di toko masakan kesehatan, toko obat dan pedagang alami. Bicaralah dengan dokter anda sebelum minum jus pengecap buaya untuk mengobati kondisi medis.

2.1. Melancarkan Pencernaan

Menurut situs Maharishi Ayurveda, meminum jus pengecap buaya sanggup membantu menormalkan fungsi sistem pencernaan Anda,. Jika Anda minum jus pengecap buaya yang terkonsentrasi sebelum makan, maka akan membuat enzim pencernaan anda mengalir dan membantu tubuh memecah  makanan yang sulit dicerna. Jus pengecap buaya juga membantu sistem pencernaan  anda lebih baik dalam menyerap nutrisi makanan. Minum jus pengecap buaya mencegah problem perut menyerupai  kembung dan sembelit.

2.2. Mengurangi Anemia

Menurut situs Eat Healthy Live Health, kalau anda menderita anemia, suatu kondisi yang disebabkan oleh rendahnya jumlah sel darah merah, anda sanggup mendapat manfaat dari minum jus pengecap buaya. Cobalah minum jus pengecap buaya sebelum makan untuk merangsang sumsum tulang anda membuat sel-sel darah merah dan putih. Jus pengecap buaya juga sanggup membantu mengurangi kelelahan dan sakit kepala terkait dengan anemia, berdasarkan situs tersebut. Diskusikan pendekatan ini dengan dokter Anda terlebih dahulu sebelum memulai pengobatan sendiri dengan memakai jus pengecap buaya.

2.3. Menurunkan Berat Badan

Menurut situs American Chronicle, jus pengecap buaya sanggup dipakai untuk mendorong penurunan berat tubuh secara teratur. Menurut American Chronicle, minum jus pengecap buaya merangsang metabolism sehingga membantu tubuh anda memperabukan kalori lebih cepat. Anda sanggup mengurangi jumlah waktu dari masakan yang menetapa di dalam sistem tubuh dengan minum jus pengecap buaya. Jus pengecap buaya membantu masakan bergerak melalui sistem pencernaan anda dan memperlihatkan tubuh anda waktu yang lebih sedikit untuk menyerap kalori dari masakan yang anda makan, berdasarkan situs tersebut. Bicaralah dengan penyedia layanan kesehatan Anda sebelum minum jus pengecap buaya untuk mendukung upaya penurunan berat tubuh anda.

2.4. Mengurangi Tingkat Gula di dalam Darah

Menurut International Journal of Phytotherapy dan Phytopharmacology, dalam sebuah studi yang dipimpin oleh Kwanghee Kim pada bulan September 2009, processed aloe vera gel (PAG) yang diberikan kepada tikus yang mengalami kelebihan berat tubuh sepertinya sanggup menurunkan kadar glukosa darah dengan mengurangi resistensi insulin dan juga menurunkan tingkat triacylglyceride dalam hati dan plasma darah. Kim dan rekan-rekannya menyimpulkan bahwa, proteksi PAG secara oral sanggup mencegah perkembangan tanda-tanda diabetes mellitus non-insulin-dependent pada tikus yang diberi diet tinggi lemak. Hal ini memperlihatkan bahwa, PAG menjanjikan untuk dipakai mengobati diabetes mellitus non-insulin-dependent.

2.5. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Situs The Immune System Remedies mengklaim bahwa, dengan meminum jus pengecap buaya setiap hari sanggup memperlihatkan bantuan untuk sistem kekebalan tubuh yang sehat. Minum jus pengecap buaya sanggup sangat membantu kalau anda menderita gangguan kekebalan kronis menyerupai fibromyalgia, lantaran polisakarida dalam jus pengecap buaya merangsang makrofag (sel-sel darah putih yang melawan virus). Diskusikan dengan dokter Anda terlebih dahulu sebelum memakai jus pengecap buaya sebagai pendorong sistem kekebalan tubuh.

Referensi Jurnal :
  1. Kwanghee Kim et al.; September 2009. Hypoglycemic and hypolipidemic effects of processed Aloe veragel in a mouse model of non-insulin-dependent diabetes mellitus. Phytomedicine, 16 (9): pp. 856-863. doi: 10.1016/j.phymed.2009.02.014
  2. Amar Surjushe, Resham Vasani, and D G Saple. 2008. ALOE VERA: A SHORT REVIEW. Indian J Dermatol, 53(4): pp. 163–166. doi:  10.4103/0019-5154.44785
Atikel ini merupakan terjemahan dari materi yang disediakan oleh Live Strong. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Wednesday, November 6, 2019

Pintar Pelajaran Manfaat Gel Dan Jus Pengecap Buaya Untuk Kesehatan

Manfaat Gel Dan Jus Lidah Buaya Untuk Kesehatan - Lidah buaya atau aloe vera atau nama latinnya ialah Aloe barbadensis Milleer merupakan tumbuhan yang sering kita jumpai di sekitar kita. Lidah buaya juga merupakan tumbuhan obat keluarga. Sejak ribuan tahun lalu, tumbuhan ini sudah dipakai sebagai sebagai obat alami. Kali ini Perpustakaan Cyber akan memperlihatkan gosip mengenai manfaat pengecap buaya.

1. Gel Lidah Buaya

Gel pengecap buaya merupakan salah satu obat nabati tertua dan yang paling umum ada di rumah. Gel, getah dan jus pengecap buaya baik mentah maupun telah  diproses,  telah dipakai selama ribuan tahun untuk mengobati banyak sekali macam penyakit. Tidak menyerupai banyak obat rumahan lainnya, beberapa manfaat pengecap buaya telah terlihat menjanjikan pada uji klinis awal dan manfaat yang lainnya telah terbukti secara meyakinkan. Menggunakan pengecap buaya untuk tujuan pengobatan sebaiknya dihentikan menggantikan saran dari dokter atau resep obat.
Manfaat Gel Dan Jus Lidah Buaya Untuk Kesehatan Pintar Pelajaran Manfaat Gel Dan Jus Lidah Buaya Untuk Kesehatan
Gel, getah dan jus pengecap buaya baik mentah maupun telah diproses, telah dipakai selama ribuan tahun untuk mengobati banyak sekali macam penyakit.(Credit: Digital Vision/Photodisc/Getty Images)
1.1. Menyembuhkan Luka bakar

Menurut sebuah review  tahun 2007 diterbitkan di “Burns,” (jurnal Masyarakat Internasional untuk Luka Bakar), setidaknya empat studi telah memperlihatkan bahwa luka bakar ringan yang diobati dengan pengecap buaya sembuh delapan hari lebih cepat daripada luka bakar yang tidak diberi pengecap buaya. Kajian tersebut memperlihatkan bahwa, pengecap buaya kemungkinan efektif mengobati luka bakar tingkat pertama dan kedua. Meskipun diharapkan penelitian dengan kontrol klinis yang lebih ketat. Jangan pernah mencoba untuk mengobati luka bakar serius tanpa berkonsultasi dengan dokter.

1.2. Meredakan Sembelit 

Gel yang ada di dalam daun pengecap buaya mengandung zat yang disebut aloin, yang merupakan obat pencahar yang kuat. Menurut para peneliti di MayoClinic.com, sifat pencahar dari aloin telah dibuktikan secara ilmiah, meskipun tes pada obat pencahar yang mengandung pengecap buaya bersama dengan materi lain kurang meyakinkan. The University of Maryland Medical Center memperingatkan bahwa ada pencahar nabati lainnya, menyerupai senna dan Cascara, yang lebih kondusif dan tidak terlalu keras.

1.3. Menyembuhkan Herpes Genital

MayoClinic.com telah memperlihatkan pengecap buaya nilai “B” untuk efektivitasnya mengobati herpes genital pada pria. Sebuah studi yang di review di “Journal of Dermatology India” menemukan bahwa imbas anti-inflamasi dari gel pengecap buaya lebih unggul dibandingkan dengan krim hidrokortison atau gel plasebo. Studi lebih lanjut diharapkan untuk mengkonfirmasi hal ini, dan gel aloe vera dihentikan dipakai untuk menggantikan resep salep herpes dari dokter.

1.4. Meredakan Peradangan

Menurut sebuah studi pada tahun 1996 yang diterbitkan di “Journal of Natural Products,” pengecap buaya mengandung senyawa yang disebut C-glucosyl chromone yang mengurangi peradangan, merangsang dan memperbaiki pertumbuhan kulit (lebih efektif daripada krim hidrokortison). Studi lebih lanjut diperlukan, sehingga berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum mencoba untuk mengobati sendiri ruam, luka bakar atau kondisi kulit lainnya.

2. Jus Lidah Buaya

Jus pengecap buaya terbuat dari daun tumbuhan pengecap buaya. Menurut situs yang mempelajari perihal pengecap buaya, jus ini mempunyai anti-inflamasi alami,. Lidah buaya paling sering dipakai untuk mengobati sunburns (luka bakar lantaran sinar matahari), lantaran sarat dengan asam amino yang menguntungkan. Dengan meminum jus pengecap buaya anda akan mendapat banyak sekali manfaat kesehatan. Anda sanggup menemukan jus pengecap buaya dijual di toko masakan kesehatan, toko obat dan pedagang alami. Bicaralah dengan dokter anda sebelum minum jus pengecap buaya untuk mengobati kondisi medis.

2.1. Melancarkan Pencernaan

Menurut situs Maharishi Ayurveda, meminum jus pengecap buaya sanggup membantu menormalkan fungsi sistem pencernaan Anda,. Jika Anda minum jus pengecap buaya yang terkonsentrasi sebelum makan, maka akan membuat enzim pencernaan anda mengalir dan membantu tubuh memecah  makanan yang sulit dicerna. Jus pengecap buaya juga membantu sistem pencernaan  anda lebih baik dalam menyerap nutrisi makanan. Minum jus pengecap buaya mencegah problem perut menyerupai  kembung dan sembelit.

2.2. Mengurangi Anemia

Menurut situs Eat Healthy Live Health, kalau anda menderita anemia, suatu kondisi yang disebabkan oleh rendahnya jumlah sel darah merah, anda sanggup mendapat manfaat dari minum jus pengecap buaya. Cobalah minum jus pengecap buaya sebelum makan untuk merangsang sumsum tulang anda membuat sel-sel darah merah dan putih. Jus pengecap buaya juga sanggup membantu mengurangi kelelahan dan sakit kepala terkait dengan anemia, berdasarkan situs tersebut. Diskusikan pendekatan ini dengan dokter Anda terlebih dahulu sebelum memulai pengobatan sendiri dengan memakai jus pengecap buaya.

2.3. Menurunkan Berat Badan

Menurut situs American Chronicle, jus pengecap buaya sanggup dipakai untuk mendorong penurunan berat tubuh secara teratur. Menurut American Chronicle, minum jus pengecap buaya merangsang metabolism sehingga membantu tubuh anda memperabukan kalori lebih cepat. Anda sanggup mengurangi jumlah waktu dari masakan yang menetapa di dalam sistem tubuh dengan minum jus pengecap buaya. Jus pengecap buaya membantu masakan bergerak melalui sistem pencernaan anda dan memperlihatkan tubuh anda waktu yang lebih sedikit untuk menyerap kalori dari masakan yang anda makan, berdasarkan situs tersebut. Bicaralah dengan penyedia layanan kesehatan Anda sebelum minum jus pengecap buaya untuk mendukung upaya penurunan berat tubuh anda.

2.4. Mengurangi Tingkat Gula di dalam Darah

Menurut International Journal of Phytotherapy dan Phytopharmacology, dalam sebuah studi yang dipimpin oleh Kwanghee Kim pada bulan September 2009, processed aloe vera gel (PAG) yang diberikan kepada tikus yang mengalami kelebihan berat tubuh sepertinya sanggup menurunkan kadar glukosa darah dengan mengurangi resistensi insulin dan juga menurunkan tingkat triacylglyceride dalam hati dan plasma darah. Kim dan rekan-rekannya menyimpulkan bahwa, proteksi PAG secara oral sanggup mencegah perkembangan tanda-tanda diabetes mellitus non-insulin-dependent pada tikus yang diberi diet tinggi lemak. Hal ini memperlihatkan bahwa, PAG menjanjikan untuk dipakai mengobati diabetes mellitus non-insulin-dependent.

2.5. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Situs The Immune System Remedies mengklaim bahwa, dengan meminum jus pengecap buaya setiap hari sanggup memperlihatkan bantuan untuk sistem kekebalan tubuh yang sehat. Minum jus pengecap buaya sanggup sangat membantu kalau anda menderita gangguan kekebalan kronis menyerupai fibromyalgia, lantaran polisakarida dalam jus pengecap buaya merangsang makrofag (sel-sel darah putih yang melawan virus). Diskusikan dengan dokter Anda terlebih dahulu sebelum memakai jus pengecap buaya sebagai pendorong sistem kekebalan tubuh.

Referensi Jurnal :
  1. Kwanghee Kim et al.; September 2009. Hypoglycemic and hypolipidemic effects of processed Aloe veragel in a mouse model of non-insulin-dependent diabetes mellitus. Phytomedicine, 16 (9): pp. 856-863. doi: 10.1016/j.phymed.2009.02.014
  2. Amar Surjushe, Resham Vasani, and D G Saple. 2008. ALOE VERA: A SHORT REVIEW. Indian J Dermatol, 53(4): pp. 163–166. doi:  10.4103/0019-5154.44785
Atikel ini merupakan terjemahan dari materi yang disediakan oleh Live Strong. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Tuesday, May 12, 2020

Pintar Pelajaran Manfaat Daun Kemangi Untuk Menunda Menopause

Manfaat Daun Kemangi untuk Menunda Menopause - Jika Anda ingin tetap bisa menikmati hubungan suami istri sampai di masa tua, konsumsilah daun kemangi. Daun ini diyakini mempunyai khasiat menunda menopause. Kemangi tidak absurd lagi bagi kita. Sering kita jumpai di pasar tradisonal ataupun di rak-rak pasar swalayan yang dalam ikatan-ikatan kecil. Harganya bisa dibilang relatif murah. Kita biasa membelinya sekadar untuk lalap atau sebagai bumbu aromatik dalam masakan. Kemagi merupakan anggota famili lamiaceae yang berarti kelompok tanaman dengan bunga berbibir.

Nama genis kemangi ialah ocimum yang berarti tanaman beraroma. Aroma khas tersebut muncul dari daunnya. Kemangi berkerabat bersahabat dengan tanaman selasih (ocimun sancium), daun mint (mentha arvensis), dan daun bangun-bangun alias daun jinten (coleus amboinicus). Daun mint di Sunda dikenal dengan karesmen. Lazim dilalap mentah. Kerabat yang paling bersahabat dengan kemangi ialah kuman (ocimun amboinicus).

Manfaat Daun Kemangi untuk Menunda Menopause Pintar Pelajaran Manfaat Daun Kemangi untuk Menunda Menopause
Kemangi (Foto: Google) 
Di Jakarta, kemangi lazim dipakai dalam sajian khas Betawi, menyerupai laksa ataupun nasi ulam. Di Jawa Barat, kemangi alias surawung dipakai dalam bermacam-macam kuliner Sunda yang enak menyerupai ulukutek oncom leunca (tumis leunca), pais lauk (pepes ikan), laksa bogor ataupun karedok.

Sementara di Jawa Timur, daun kemangi disajikan dengan nasi krawu, botok, trancam (urap), pencek tempe ataupun ikan bumbu pesmol yang rasanya kurang pas dan juga kurang nikmat tanpa daun kemangi. Dalam khazanah kuliner khas Manado-seperti bubur gurih komplet-dibubuhi kemangi sebagai embel-embel sajian. Di India dan sebagian wilayah di Afrika, seduhan teh kemangi lazim disajikan menggantikan seduhan daun teh asli. Minuman tersebut biasanya disajikan pada ketika pergantian musim. Ketika orang gampang terjangkit batuk, pilek ataupun demam.

Berbeda dengan di Eropa, kemangi disuling dan diambil minyak atsirinya. Minyak atsiri kemangi banyak dipakai sebagai materi Campuran pembuatan obat ataupun untuk perawatan tubuh menyerupai sabun mandi, biang parfum, body lotion, minyak gosok, permen pelega tenggorokan, dan juga minyak aroma terapi.

Minyak atsiri kemangi sanggup dipakai untuk pijat aroma terapi sebab minyak atsiri kemangi sanggup meringankan dan menyegarkan tubuh. Namun, perempuan hamil dihentikan menggunakannya sebab dikhawatirkan sanggup menjadikan terjadinya keguguran.

“Selain itu, minyak kemangi mempunyai kegunaan mengatasi gangguan pencernaan menyerupai salah cerna, muntah-muntah, abses usus, radang lambung, serta gas dalam usus. Juga, gangguan kepala (seperti sakit telinga, demam, sakit susukan hidung, migrain), gangguan otot (kejang-kejang atau kram), dan gangguan saraf (kecemasan, depresi, histeria, lemah saraf, insomnia),” jelasnya.

Apabila kita menghadapi masalah-masalah dengan bacin badan, bacin mulut, atau ASI macet, atasi dengan membiasakan diri mengonsumsi lalap kemangi segar. “Dalam buku A Dictionary of Practical Material Medical, John Henry M. Menyebutkan, sari daun kemangi mempunyai kegunaan menyembuhkan diare, nyeri payudara, kerikil ginjal, gangguan pada v*gina dan juga sanggup mengatasi albuminaria, yaitu adanya konsentrasi albumin di dalam urine,” terperinci dr Natalia Emmy MS SpGK, Poli Gizi RSPAD Gatot Subroto.

Selain itu, daun kemangi terbukti ampuh untuk menyembuhkan untuk sakit kepala, pilek, diare, sembelit, cacingan, dan gangguan ginjal. Mereka pun mengemukakan kempuhan pengobatan memakai daun kemangi, yaitu sanggup mengatsi sakit maag, perut kembung, masuk angin, kejang-kejang, dan tubuh lesu. Selain itu, aroma kemangi sanggup menolak gigitan nyamuk. Menurut Daftar Komposisi Bahan Makanan Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI, kemangi termasuk sayuran kaya provitamin A. Setiap 100 g daun kemangi terkandung 5.000 SI vitamin A. Kelebihan lainnya, kemangi termasuk sayuran yang banyak mengandung mineral, kalsium dan fosfor sebanyak 45 sampai 75 mg per 100 g daun kemangi.

Bagi pria, kemangi ada juga manfaatnya. Senyawa 1-8 sineol dalam kemangi sanggup mengatasi dilema ej*kulasi prematur. Apigenin fenkhona dan eugenol-nya sanggup memudahkan terjadinya ereksi. Sementara zat arginin yang terkandung dalam kemangi bisa memperkuat daya hidup sperma dan mencegah keandulan.

“Kemangi mengandung banyak senyawa yang mempunyai kegunaan bagi tubuh. Senyawa arginine didalamnya terbukti bisa memperpanjang masa hidup sperma, mencegah kemndulan dan menurunkan kadar gula darah. Kemangi juga mengandung zat yang bisa merangsang produksi hormon androgen dan astrogen,” paparnya.

Sementara bagi perempuan kemangi termasuk kuliner sehat yang sangat bermanfaat. Kemangi kaya senyawa anetol dan boron yang merangsang hormon estrogen. Sedangkan senyawa eugenolnya sanggup membunuh jamur penyebab keputihan. Zat stigmaasterol dalam kemangi merangsang pematangan sel telur (ovulasi), tannin dan sengnya mengurangi sekresi cairan v*gina. Zat triptofan bisa menunda monopause.

“Manfaat kemangi bisa melindungi struktur sel tubuh. Sedangkan cineole, myrcene dan eugenol berfungsi sebagai antibiotik alami dan antiperadangan. Kemangi juga kaya akan betakaroten dan magnesium, mineral penting yang berfungsi menjaga dan memelihara kesehatan jantung,” terangnya.

Anda kini sudah mengetahui Manfaat Daun Kemangi untuk Menunda Menopause.


Penulis : Genie
Sumber : okezoneLifestyle (Senin, 29 November 2010 16:07 WIB)

Wednesday, September 18, 2019

Pintar Pelajaran Vitamin A, Fungsi, Sumber, Manfaat, Kekurangan, Defisiensi, Efek Samping, Sumplemen, Makanan

Vitamin A, Fungsi, Sumber, Manfaat, Kekurangan, Defisiensi, Efek Samping, Sumplemen, Makanan - Vitamin A ialah kelompok nutrisi hidrokarbon tak jenuh, yang mencakup retinol, retinal, asam retinoat, dan beberapa karotenoid provitamin A, di antaranya  adalah beta-karoten yang merupakan karotenoid provitamin A terpenting [1]. Vitamin A mempunyai beberapa fungsi, yaitu; sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan, serta untuk pemeliharaan sistem kekebalan tubuh dan visi/penglihatan  yang baik [2]. Vitamin A dibutuhkan oleh retina mata dalam bentuk retinal. Retinal berkombinasi dengan  protein opsin untuk membentuk rhodopsin yang merupakan molekul menyerap cahaya [3]. Rhodopsin sangat diharapkan untuk menangkap cahaya rendah (visi scotopic) dan penentuan warna yang dilihat oleh mata [4]. Vitamin A juga juga sanggup berfungsi dalam tugas yang berbeda dalam bentuk retinol yang teroksidasi secara irreversibel yang dikenal sebagai asam retinoat. Asam retinoat berperan menyerupai hormon untuk faktor  pertumbuhan bagi sel epitel dan sel-sel lainnya [5].
 Vitamin A ialah kelompok nutrisi hidrokarbon tak jenuh Pintar Pelajaran Vitamin A, Fungsi, Sumber, Manfaat, Kekurangan, Defisiensi, Efek Samping, Sumplemen, Makanan
Gambar 1. Trans Retinol. [65]
Pada masakan yang berasal dari hewan, bentuk utama dari vitamin A ialah ester, terutama dalam bentk retinyl palmitate yang kemudian akan dikonversi menjadi retinol (secara kimia ialah alkohol) di usus kecil. Bentuk retinol ini berfungsi sebagai kawasan penyimpanan vitamin, kemudian sanggup dikonversi dari dan menjadi bentuk aldehida visual aktif, berupa retinal. Senyawa asam yang berafiliasi dengan vitamin A berupa retinoic acid, merupakan suatu metabolit yang sanggup disintesis secara irreversibel dari vitamin A dan hanya merupakan sebagian dari acara vitamin A. Retinoic acid ini tidak berfungsi pada siklus penglihatan yang terjadi di retina. Retinoic acid dipakai untuk pertumbuhan dan diferensisasi seluler [6].

Semua bentuk vitamin A mempunyai cincin beta-Ionone dimana terdapat rantai isoprenoid pada cincin tersebut, kelompok ini kelompok retinil. Kedua fitur struktural tersebut sangat penting untuk acara vitamin [7]. Pigmen oranye pada wortel, beta-karoten, sanggup direpresentasikan sebagai dua kelompok retinil yang terhubung, yang dipakai di dalam tubuh untuk berkontribusi terhadap tingkatan vitamin A. Alpha-karoten dan gamma-karoten juga mempunyai kelompok retinil tunggal, yang memperlihatkan mereka beberapa acara vitamin. Tidak satu pun dari karoten jenis lain mempunyai acara vitamin. Karotenoid, beta-cryptoxanthinpossesses, mempunyai kelompok Ionone dan mempunyai acara vitamin pada manusia.

Vitamin A sanggup ditemukan dalam dua bentuk utama di dalam masakan :

Senyawa dan kondisi kimia lingkungannya
Mikrogram retinol yang setara dengan satu mikrogram senyawa pada tabel di samping
retinol
1
Beta-karoten, yang larut dalam minyak
1/2
Beta-karoten, terdapat pada masakan secara umum
1/12
Alpha-karoten, terdapat pada masakan secara umum
1/24
Gamma-karoten, terdapat pada masakan secara umum
1/24
Beta-cryptoxanthin, terdapat pada masakan secara umum
1/24

Retinol ialah bentuk dari vitamin A yang diperoleh ketika mengkonsumsi sumber pangan hewani. Retinol berwarna kuning dan merupakan senyawa yang larut dalam lemak. Oleh sebab dalam bentuk alkohol murni bersifat tidak stabil, vitamin yang ditemukan di dalam jaringan berbentuk ester retinil. Retinol juga diproduksi secara komersial dalam bentuk ester menyerupai retinil asetat atau palmitat [8].

Karoten; alpha-karoten, beta-karoten, gamma-karoten, dan xanthophyll beta-cryptoxanthin (semuanya mengandung cincin beta-Ionone), berfungsi sebagai provitamin A pada binatang herbivora dan omnivora yang mempunyai enzim 15-15'-dioxygenase yang memotong beta-karoten dalam mukosa usus dan mengkonversinya menjadi retinol [9]. Secara umum, karnivora ialah converter yang jelek dari karotenoid yang mengandung ionin. Karnivora murni menyerupai kucing dan musang kekurangan 15-15'-dioxygenase dan tidak sanggup mengkonversi karotenoid menjadi retinal (sehingga menimbulkan tidak ada karotenoid dalam bentuk vitamin A pada spesies ini).

1. Sejarah Vitamin A

Penemuan vitamin A kemungkinan berasal dari penelitian yang dilakukan pada tahun 1816, ketika seorang fisiologis berjulukan Magendie mengamati bahwa anjing kekurangan nutrisi menderita ulkus kornea dan mempunyai tingkat janjkematian yang tinggi [10]. Pada tahun 1912, Frederick Gowland Hopkins memperlihatkan bahwa "faktor aksesori" yang tidak diketahui ditemukan di dalam susu, selain karbohidrat, protein, dan lemak yang diharapkan untuk pertumbuhan pada tikus. Hopkins mendapatkan Hadiah Nobel untuk inovasi ini pada tahun 1929.[11][12] Pada tahun 1917, salah satu zat ini secara independen ditemukan oleh Elmer McCollum dari University of Wisconsin-Madison, dan Lafayette Mendel dan Thomas Osborne Burr dariYale University yang mempelajari tugas lemak di dalam diet. "Faktor aksesori" diberi istilah "larut dalam lemak (fat-soluble)" pada tahun 1918 dan kemudian diberi nama "vitamin A" pada tahun 1920. Pada tahun 1919, Harry Steenbock (University of Wisconsin) mengusulkan relasi antara pigmen tumbuhan berwarna kuning (beta-karoten) dengan vitamin A. Pada tahun 1931, seorang kimiawan dari Swiss berjulukan Paul Karrer menggambarkan struktur kimia vitamin A. [13] Vitamin A pertama kali disintesis pada tahun 1947 oleh dua kimiawan asal Belanda; David Adriaan van Dorp dan Jozef Ferdinand Arens.

2. Nilai Ekuivalen dari Retinoid dan Karotenoid

Beberapa jenis karotenoid sanggup dikonversi menjadi vitamin A. Beberapa upaya telah dilakukan untuk memilih berapa banyak nilai dari kandungan karotenoid di dalam masakan yang setara dengan jumlah retinol tertentu, sehingga perbandingan dari manfaat masakan yang berbeda sanggup dibuat. Selama bertahun-tahun, sistem international unit (IU) yang dipakai ialah satu IU setara dengan 0,3 ug retinol, 0,6 ug β-karoten, atau 1,2 mg provitamin A karotenoid [14] Kemudian, satuan lainnya yang disebut retinol equivalent (RE) diperkenalkan. Sebelum tahun 2001, satu RE setara dengan: 1 mg retinol, 2 mg β-karoten yang larut dalam minyak (pada kebanyakan pil suplemen hanya sebagian yang larut, sebab tingkat kelarutan sangat rendah pada medium apapun), 6 mg β-karoten pada masakan normal (karena tidak diserap ketika dalam minyak), dan 12 ug α-karoten, γ-karoten, atau β-cryptoxanthin di dalam makanan.

Penelitian terbaru memperlihatkan bahwa, penyerapan provitamin-A karotenoid hanya setengah dari jumlah yang diperkirakan sebelumnya. Sebagai hasilnya, pada tahun 2001, US Institute of Medicine mengeluarkan satuan gres yaitu, retinol activity equivalent (RAE). Satu μg RAE setara dengan 1 μg retinol, 2 μg β-carotene di dalam minyak,12 μg "dietary" beta-carotene, dan 24 μg 3 “dietary” provitamin-A karotenoid lainnya [15].

Oleh sebab konversi retinol dari provitamin karotenoid oleh tubuh insan secara aktif diatur oleh jumlah retinol yang tersedia di dalam tubuh, konversi berlaku ketat hanya untuk insan yang mengalami defisiensi/kekurangan  vitamin A. Penyerapan provitamin sangat tergantung pada jumlah lipid yang tertelan bersamaan dengan provitamin tersebut; lipid meningkatkan serapan dari provitamin. [16].

Kesimpulan yang sanggup ditarik dari penelitian terbaru, adalah, bahwa buah-buahan dan sayuran tidak  begitu berkhasiat untuk mendapatkan vitamin A, menyerupai yang diperkirakan sebelumnya, dengan kata lain, IU yang dilaporkan terkandung pada masakan ini bernilai jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah dari IU yang terkandung di dalam minyak yang larut dalam lemak dan (sampai batas tertentu) suplemen . Hal ini penting untuk vegetarian, dimana rabun senja lazim terjadi pada negara-negara yang sedikit menyediakan masakan atau dagin yang diperkaya dengan vitamin A .

Contoh dari pola makan seorang vegetarian selama satu hari yang menyediakan vitamin A yang cukup telah diterbitkan oleh Food and Nutrition Board (halaman 120 [15]). Di sisi lain, nilai teladan untuk retinol atau persamaannya yang disediakan oleh National Academy of Sciences telah menurun. RDA (untuk pria) pada tahun 1968 ialah 5000 IU (1500 mg retinol). Pada tahun 1974, RDA ditetapkan sebesar 1000 RE (1000 ug retinol), sedangkan satt ini Dietary Reference Intake sebesar 900 RAE (900 mg atau 3000 IU retinol). Nilai itu setara dengan 1.800 mg suplemen β-karoten (3000 IU) atau 10800 ug β-karoten di dalam masakan (18000 IU).

3. Asupan Vitamin A Harian yang Disarankan Berdasarkan Dietary Reference Intake : [17]

Umur
RDA
Adequate intakes (AI*)
μg/hari
Ambang batas
μg/day
bayi
0–6 bulan
7–12 bulan

400
500

600
600
Anak-anak
1–3 tahun
4–8 tahun

300
400

600
900
Pria
9–13 tahun
14–18 tahun
19 – >70 tahun

600
900
900

1700
2800
3000
Wanita
9–13 tahun
14–18 tahun
19 – >70 tahun

600
700
700

1700
2800
3000
Wanita Hamil
<19 tahun
19 – >50 tahun

750
770

2800
3000
Masa Menyusui
<19 tahun
19 – >50 tahun

1200
1300

2800
3000


(Ambang batas pada tabel di atas ialah untuk retinol sintetis dan alami berbentuk ester dari vitamin A. bentuk karoten yang bersumber dari masakan tidak beracun. [18] [19])

Menurut Institute of Medicine of the National Academies, "RDA ditetapkan untuk memenuhi kebutuhan dari hampir semua (97-98%) individu dalam suatu kelompok. Untuk bayi sehat yang disusui, nilai AI ialah asupan rata-rata. Sedangkan AI untuk kelompok lainnya diyakini sanggup menutupi kebutuhan semua individu dalam kelompok, namun kurangnya data mencegah untuk sanggup meyakinkan jumlah persentase individu yang tercakup oleh asupan ini. "[20]

4. Makanan Sumber-Sumber Vitamin A

Vitamin A ditemukan secara alami pada banyak sekali jenis masakan :
  • minyak hati ikan cod (30000 μg)
  • hati (kalkun) (8058 μg)
  • hati (sapi, ikan) (6500 μg 722%)
  • hati (chicken) (3296 μg)
  • dandelion (5588 IU 112%)[21]
  • wortel (835 μg 93%)
  • daun brokoli (800 μg 89%) – menurut database dari USDA database bunga brokoli mengandung lebih sedikit vitamin A.[22]
  • ubi jalar (709 μg 79%)
  • mentega (684 μg 76%)
  • kubis (681 μg 76%)
  • bayam (469 μg 52%)
  • labu (400 μg 41%)
  • daun collard (333 μg 37%)
  • keju cheddar (265 μg 29%)
  • melon (169 μg 19%)
  • telur (140 μg 16%)
  • aprikot (96 μg 11%)
  • pepaya (55 μg 6%)
  • mangga (38 μg 4%)
  • kacang (38 μg 4%)
  • brokoli (31 μg 3%)
  • susu (28 μg 3%)
  • tomat
  • rumput laut
Catatan: Data yang diambil dari basis data USDA yang berada di dalam kurung ialah retinol activity equivalences (Raes) dan persentase RDA pada laki-laki dewasa, per 100 gram dari materi masakan (rata-rata). Konversi karoten ke retinol bervariasi bagi tiap individu dan ketersediaan karoten secara alami pada masakan bervariasi. [23][24]

5. Manfaat Vitamin A

5.1. Fungsi Metabolik vitamin A

Vitamin A mempunyai banyak fungsi dan peranan bagi tubuh, beliau antaranya ialah :

a. Penglihatan
b. Transkripsi gen
c. Perkembangan dan reproduksi embrionik
d. Metabolisme tulang
e. Haematopoiesis
f. Aktivitas antioksidan

5.2. Peran Vitamin A untuk Penglihatan

Peran vitamin A untuk penglihatan sangat berafiliasi dengan bentuk dari retinol. Pada mata, 11-cis retinal melekat pada protein yang disebut “opsin” untuk kemudian membentuk rhodopsin pada batang mata dan iodopsin (cones) pada residu lysine yang ada di mata. Pada dikala cahaya mengenai mata, 11-cis retinal terisomerasi menjadi bentuk “–trans”. Retinal yang berbentuk “–trans” ini kemudian terpisah dari opsin melalui serangkaian tahapan yang disebut photo-bleaching. Proses isomerasi ini menginduksi sinyal syaraf di sepanjang syaraf penglihatan menuju sentra penglihatan yang ada di otak. Setelah terpisah dengan opsin, retinal yang berbentuk “–trans” tadi kemudian di “daur ulang” kembali menjadi bentuk 11-cis retinal oleh serangkaian reaksi enzimatik. Beberapa bentuk retinal “–trans” sanggup dikonversi menjadi bentuk retinol “–trans” dan ditransfer memakai interphotoreceptor retinol-binding protein (IRBP) menuju ke sel epitel pigmen. Proses eseterifikasi lebih lanjut menjadi ester retinil “-trans” memungkinkan penyimpanan retinol “-trans” di dalam sel epitel pigmen sanggup dipakai kembali ketika dibutuhkan. [26] Tahap terakhir ialah konversi dari 11-cis retinal akan menempel/terikat kembali pada opsin untuk kembali membentuk rhosdopsin (visual purple) pada retina. Rhodopsin diharapkan untuk sanggup melihat pada intensitas cahaya rendah dan pada dikala malam. Kuhne, memperlihatkan bahwa, regenerasi dari rhodopsin hanya terjadi pada dikala retina melekat pada retinal pigmented epithelial (RPE). [25] Dari proses yang sudah dijabarkan, sanggup diambil kesimpulan bahwa, kekurangan vitamin A akan menghambat pembentukan rhodopsin dan sanggup menimbulkan salah satu tanda-tanda penyakit berupa rabun senja / rabun ayam. [27]

5.3. Peran Vitamin A untuk Transkripsi Gen

Vitamin A di dalam bentuk asam retinoat, memainkan tugas penting dalam transkripsi gen. Setelah retinol telah diambil oleh sel, retinol tersebut sanggup dioksidasi menjadi retina (retinaldehid) oleh enzim retinol dehydrogenase dan kemudian retinaldehid sanggup dioksidasi menjadi asam retinoat oleh enzim retinaldehid dehydrogenase. [28] Konversi retinaldehid menjadi asam retinoat merupakan langkah yang irreversibel, hal ini berarti bahwa produksi asam retinoat diatur secara ketat, sebab sehubungan dengan aktivitasnya sebagai ligan untuk reseptor inti sel. [26] Bentuk fisiologis dari asam retinoat (asam -trans-retinoat) mengatur transkripsi gen dengan mengikat reseptor inti sel yang dikenal sebagai reseptor asam retinoat (RAR) yang terikat pada DNA sebagai heterodimer dengan retinoid "X" reseptor (RXR).  RAR dan RXR harus di dimerisasi sebelum sanggup terikat pada DNA. RAR akan membentuk sebuah heterodimer dengan RXR (RAR-RXR), tetapi tidak gampang membentuk suatu homodimer (RAR-RAR). RXR, di sisi lain, sanggup membentuk suatu homodimer (RXR-RXR) dan akan membentuk heterodimer dengan banyak reseptor inti sel lainnya, termasuk hormon tiroid reseptor (RXR-TR); Vitamin D3 reseptor (RXR-VDR); peroxisome proliferator-activated reseptor (PPAR-RXR) dan liver "X" reseptor (RXR-LXR). [29] Heterodimer RAR - RXR mengenali elemen respon asam retinoat (Rares) pada DNA sedangkan homodimer RXR - RXR mengenali retinoid " X " elemen respon ( RXREs ) pada DNA. Meskipun beberapa Rares yang bersahabat dengan gen sasaran telah memperlihatkan kemampuan untuk mengontrol proses fisiologis, [28] namun hal ini belum diketahui pada RXREs. Heterodimer dari RXR dengan reseptor inti sel selain RAR (yaitu TR , VDR , PPAR , LXR) terikat pada banyak sekali elemen respon yang berbeda dari DNA untuk mengontrol proses yang tidak diregulasi oleh vitamin A. [26] Setelah penempelan asam retinoat pada komponen RAR dari RAR - RXR heterodimer, reseptor mengalami perubahan konformasi yang mengakibatkan co- represor terpisah dari reseptor. Co-activators kemudian sanggup mengikat reseptor kompleks, yang sanggup membantu untuk melonggarkan struktur kromatin dari histon atau sanggup berinteraksi dengan proses transkripsi. [29] Hal ini sanggup meningkatkan (atau menurunkan) mulut gen sasaran , termasuk gen Hox serta gen yang mengkode reseptor itu sendiri (misalnya, RAR-beta pada mamalia). [26] 

5.4. Dermatologi 

Vitamin A, khususnya asam retinoat, mempunyai kemampuan untuk menjaga kesehatan kulit normal dengan mengaktifkan gen dan mendiferensiasi keratinosit (sel kulit yang belum matang) menjadi sel epidermis dewasa.[30] Mekanisme niscaya mengenai latar belakang digunakannya terapi retinoid sebagai biro farmakologis dalam pengobatan penyakit dermatologis masih terus diteliti. Pada pengobatan untuk jerawat, obat retinoid paling yang paling diresepkan ialah 13-cis retinoic acid (isotretinoin). Obat ini mengurangi ukuran dan sekresi kelenjar sebaceous. Isotretinoin akan mengurangi jumlah basil di dalam saluran dan permukaan kulit. Hal ini terjadi sebagai tanggapan dari pengurangan sebum (sumber nutrisi bagi bakteri). Isotretinoin mengurangi peradangan melalui penghambatan respon chemotactic dari monosit dan neutrofil.[26] Isotretinoin juga telah diketahui sanggup memulai “renovasi” kelenjar sebasea; hal ini memicu perubahan pada mulut gen yang secara selektif menginduksi apoptosis. [31] Isotretinoin merupakan teratogen (agen yang mempunyai potensi membuat kelainan perkembangan fisiologis) dengan sejumlah potensi imbas samping, oleh sebab itu penggunaannya membutuhkan pengawasan medis.

5.5. Retina / Retinol vs Asam Retinoat 

Tikus yang kehilangan/kekurangan vitamin A sanggup mempunyai kondisi kesehatan yang baik dengan suplementasi asam retinoat. Hal ini membalikkan imbas terhambatnya pertumbuhan tanggapan kekurangan vitamin A, serta tahap awal xerophthalmia. Namun, tikus tersebut memperlihatkan infertilitas (baik laki-laki dan perempuan) dan terus menerus mengalami degenerasi pada retina. Hal ini memperlihatkan bahwa fungsi-fungsi ini membutuhkan retina atau retinol, yang bersifat intraconvertable dimana hal tersebut tidak sanggup dipulihkan kembali hanya dengan memakai asam retinoat yang teroksidasi. Kebutuhan retinol untuk menyembuhkan reproduksi pada tikus yang kekurangan vitamin A sanggup diketahui sebab vitamin A dibutuhkan sebagai persyaratan untuk sintesis lokal asam retinoat dari retinol pada testis dan embrio [32] [33].

6. Defisiensi / Kekurangan Vitamin A

Kekurangan vitamin A diperkirakan terjadi pada sekitar sepertiga dari anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia. [34] Hal ini diperkirakan telah merenggut kehidupan dari 670.000 balita per tahun. [35] Sekitar 250.000-500.000 anak di negara berkembang menjadi buta setiap tahunnya sebab kekurangan vitamin A, dengan prevalensi tertinggi terjadi di Asia Tenggara dan Afrika. [36]

Kekurangan vitamin A sanggup terjadi baik secara primer maupun sekunder. Kekurangan vitamin A primer terjadi di antara anak-anak dan orang cukup umur yang tidak mengkonsumsi asupan karotenoid provitamin A pada jumlah yang cukup dari buah-buahan dan sayuran serta vitamin A dari binatang dan produk susu. Penyapihan ASI yang terlalu awal juga sanggup meningkatkan risiko kekurangan vitamin A.

Defisiensi vitamin A sekunder dikaitkan dengan malabsorpsi kronis lipid/lemak, gangguan metabolism empedu, dan paparan kronis terhadapa oksidan (radikal bebas), menyerupai asap rokok dan kecanduan alkohol kronis. Vitamin A ialah vitamin larut lemak dan tergantung pada solubilitas miselar untuk terdispersi ke dalam usus kecil, oleh sebab itu acara vitamin A akan sangat rendah kalau melaksanakan diet rendah lemak. Defisiensi zinc juga sanggup mengganggu penyerapan, transportasi, dan metabolisme vitamin A sebab senyawa ini dipakai pada sintesis protein pembawa vitamin A dan sebagai kofaktor proses konversi retinol menuju retina. Pada populasi yang kekurangan gizi, asupan vitamin A dan zinc yang rendah meningkatkan tingkat keparahan defisiensi vitamin A sehingga mengarah pada gejala-gejala fisiologis tanggapan defisensi. [26] Sebuah studi di Burkina Faso memperlihatkan penurunan morbiditas malaria yang signifikan dengan memperlihatkan anak-anak suplementasi adonan antara vitamin A dan zinc. [37]

Sehubungan dengan fungsi yang unik dari retina sebagai kromofor visual, salah satu manifestasi awal dan spesifik dari defisiensi vitamin A ialah gangguan penglihatan, terutama pada intensitas cahaya yang rendah (rabun senja) . Defisiensi yang terjadi secara terus menerus menimbulkan serangkaian perubahan, yang paling dahsyat terjadi pada mata. Beberapa perubahan okular lainnya disebut xerophthalmia. Hal yang terjadi pertama kali ialah terjadi kekeringan pada konjungtiva (xerosis), ketika lacrimalis normal dan mukus yang mensekresi epitel digantikan oleh epitel yang terkeratinasi. Hal ini diikuti dengan pembentukan serpihan keratin di dalam plak kecil yang berwarna buram (bintik Bitot) dan, pada akhirnya, terjadi abrasi pada permukaan kornea yang garang dengan terjadinya pelunakan dan kerusakan kornea (keratomalacia), sehingga mengakibatkan kebutaan total. [38] Perubahan lainnya berupa; gangguan imunitas (peningkatan risiko jerawat telinga, jerawat saluran kemih, penyakit meningokokus), hiperkeratosis (benjolan putih pada folikel rambut), keratosis pilaris dan metaplasia skuamosa pada epitel yang melapisi saluran pernapasan atas dan kandung kemih yang menjelma epitel yang terkeratinasi. Pada hubungannya dengan bidang kedokteran gigi, kekurangan vitamin A sanggup mengakibatkan enamel hipoplasia.

Asupan yang cukup dan tidak berlebihan dari vitamin A, sangat penting bagi perempuan hamil dan menyusui untuk perkembangan janin yang normal dan kualitas ASI yang baik. Kekurangan/defisiensi vitamin A tidak sanggup dikompensasi/digantikan oleh suplementasi sesudah melahirkan. [39][40] Kelebihan vitamin A, tanggapan suplementasi vitamin A takaran tinggi, sanggup mengakibatkan cacat lahir, sehingga dihentikan melebihi nilai harian yang direkomendasikan. [28]

Gangguan metabolisme vitamin A yang terjadi tanggapan dari mengkonsumsi alkohol selama masa kehamilan, ditandai oleh teratogenik (perkembangan tidak normal dari sel selama kehamilan yang mengakibatkan kerusakan pada embrio) yang hampir sama dengan ibu hamil yang mengalami defisiensi vitamin A. [41]

7. Suplementasi Vitamin A

Upaya global yang dilakukan untuk mendukung pemerintah nasional dalam mengatasi kekurangan vitamin A dipimpin oleh Global Alliance for Vitamin A (GAVA), yang merupakan sebuah kerjasama informal antara A2Z, Canadian International Development Agency, Helen Keller International, the Micronutrient Initiative, UNICEF, USAID, and the World Bank. Kegiatan dari GAVA dikoordinasikan oleh forum Micronutrient Initiative.

Pada dikala penggunaan beberapa taktik untuk mendapatkan asupan vitamin A melalui kombinasi ASI dan asupan makanan, penggunaan suplemen takaran tinggi secara oral tetap menjadi taktik utama untuk meminimalkan kekurangan vitamin A. [42] Sebuah meta-analisis dari 43 penelitian memperlihatkan bahwa, suplementasi vitamin A bagi anak-anak di belum dewasa lima tahun yang beresiko mengalami defisiensi vitamin A sanggup mengurangi persentase janjkematian hingga 24%. [43] Sekitar 75% dari vitamin A yang dibutuhkan untuk kegiatan suplementasi di negara-negara berkembang disuplai oleh Micronutrient Initiative dengan dukungan dari Canadian International Development Agency. [44] Pendekatan berupa fortifikasi pangan menjadi semakin meningkat, [45] tetapi tingkat cakupannya belum sanggup dipastikan. [42]

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa suplementasi vitamin A telah mencegah 1,25 juta janjkematian tanggapan kekurangan vitamin A di 40 negara semenjak tahun 1998. [46] Pada tahun 2008 diperkirakan bahwa investasi tahunan sebesar US $ 60 juta pada kombinasi vitamin A dan suplementasi zinc akan menghasilkan laba lebih dari US $ 1 miliar per tahun, dimana setiap dolar yang dihabiskan menghasilkan laba lebih dari US $ 17. [47] Upaya ini diberi peringkat oleh Konsensus Kopenhagen pada tahun 2008 sebagai pengembangan investasi terbaik di dunia. [47]

8. Toksisitas / Hypervitaminosis A (Kelebihan Vitamin A)

Oleh sebab vitamin A larut dalam lemak, membuang segala kelebihan vitamin A yang terjadi tanggapan diet, memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan vitamin B dan vitamin C yang larut dalam air. Hal ini sanggup mengakibatkan tingkat toksiksitas dari vitamin A menumpuk.

Secara umum, toksisitas akut terjadi pada takaran 25.000 IU (International Units) / kg berat badan, dengan toksisitas kronis terjadi pada 4.000 IU / kg berat tubuh setiap harinya selama 6-15 bulan. [48] Namun, toksisitas pada hati sanggup terjadi pada tingkat paling rendah sebesar 15.000 IU per hari hingga 1,4 juta IU per hari, dengan rata-rata takaran toksik harian 120.000 IU per hari, terutama dengan konsumsi alkohol yang berlebihan. Pada orang dengan penyakit gagal ginjal, nilai 4000 IU sanggup mengakibatkan kerusakan besar. Selain itu, asupan alkohol yang berlebihan sanggup meningkatkan toksisitas. Anak-anak sanggup mengalami keracunan pada 1.500 IU / kg berat badan. [49]

Konsumsi vitamin A yang berlebihan sanggup mengakibatkan rasa mual (nausea), iritabilitas, anoreksia (nafsu makan berkurang), muntah, penglihatan kabur, sakit kepala, kerontokan rambut, nyeri otot dan perut, mengantuk, dan perubahan status mental. Pada masalah seperti; rambut rontok, kulit kering, pengeringan selaput lendir, demam, insomnia, kelelahan, penurunan berat badan, patah tulang, anemia, dan diare, sanggup dijadikan sebagai bukti dari gejala-gejala yang berafiliasi dengan tingkat toksisitas yang tidak begitu serius.[50] beberapa gejala-gejala ini juga umum terjadi tanggapan pengobatan jerawat dengan memakai Isotretinoin. Dosis tinggi yang kronis dari vitamin A dan retinoid hasil sintesis menyerupai 13-cis asam retinoat, sanggup menimbulkan sindrom pseudotumor cerebri. [51] Gejala-gejala yang terjadi tanggapan sindrom ini ialah sakit kepala, kaburnya penglihatan dan kebingungan yang terkait dengan peningkatan tekanan intraserebral. Gejala-gejala tersebut sanggup diatasi dengan menghentikan asupan zat dari senyawa yang terkait. [52]

Asupan kronis sebesar 1500 RAE dari turunan vitamin A sanggup berafiliasi dengan osteoporosis dan patah tulang pinggul, sebab sanggup menekan proses pembentukan tulang sekaligus merangsang kerusakan tulang. [53].

Asupan vitamin A dalam takaran tinggi telah dikaitkan dengan patah tulang yang terjadi secara impulsif pada hewan. Penelitian mengenai kultur sel telah memperlihatkan relasi antara peningkatan resorpsi tulang dan penurunan pembentukan tulang dengan asupan vitamin A yang tinggi. Interaksi ini sanggup terjadi sebab vitamin A dan D sanggup bersaing sebagai reseptor yang sama dan kemudian berinteraksi dengan hormon paratiroid, yang mengatur kalsium. [49] Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Forsmo et al., memperlihatkan relasi antara kepadatan mineral tulang yang rendah dengan asupan vitamin A yang terlalu tinggi. [54]

Efek racun dari vitamin A telah terbukti secara signifikan mensugesti perkembangan janin. Dosis terapi yang dipakai untuk pengobatan jerawat telah terbukti mengganggu acara sel saraf cephalic. Janin sangat sensitif terhadap keracunan vitamin A selama periode organogenesis. [26] Keracunan ini hanya terjadi tanggapan preformed / turunan (retinoid) vitamin A (misalnya yang bersumber dari hati). Bentuk karotenoid (seperti beta-karoten menyerupai yang ditemukan dalam wortel), tidak memperlihatkan tanda-tanda tersebut, kecuali dengan suplemen dan kecanduan alkohol kronis. Namun asupan masakan yang mengandung beta-karoten berlebihan sanggup mengakibatkan carotenodermia, yang mengakibatkan perubahan warna oranye-kuning pada kulit. [55][56][57]

Perokok dan pecandu alkohol kronis telah diamati mempunyai peningkatan risiko janjkematian tanggapan kanker paru-paru, kanker kerongkongan, kanker gastrointestinal dan kanker usus besar. [41] Melalui sebuah penelitian, cedera pada hepatik (hati) telah ditemukan pada insan dan hewan, di mana konsumsi alkohol dipasangkan dengan takaran tinggi vitamin A dan suplemen beta-karoten.

Para peneliti telah berhasil membuat bentuk vitamin A yang larut dalam air, yang dipercaya oleh mereka sanggup mengurangi potensi toksisitas. [58] Namun, sebuah studi pada tahun 2003 menemukan bahwa vitamin A yang larut dalam air diperkirakan 10 kali lebih beracun dibandingkan dengan vitamin A yang larut dalam lemak. [59] Sebuah penelitian pada tahun 2006 menemukan bahwa, anak-anak yang diberi vitamin A dan D yang larut dalam air, menderita asma dua kali lebih banyak kalau dibandingkan kelompok kontrol diberi vitamin A yang larut dalam lemak [60].

Pada beberapa penelitian, penggunaan suplemen vitamin A telah dikaitkan dengan peningkatan tingkat kematian, [61] tetapi hanya ada sedikit bukti untuk memperlihatkan hal ini [62].

9. Penggunaan Vitamin A dan Turunannya di Bidang Medis

Retinil palmitat telah dipakai di dalam krim kulit, di mana senyawa tersebut dipecah menjadi retinol dan akal-akalan dimetabolisme menjadi asam retinoat, yang mempunyai acara biologis yang kuat, menyerupai yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Retinoid (misalnya, 13-cis-asam retinoat) membentuk suatu kelas senyawa kimia yang secara kimiawi berkaitan dengan asam retinoat, dan dipakai dalam pengobatan untuk memodulasi fungsi gen. Seperti asam retinoat, senyawa terkait ini tidak mempunyai acara vitamin A secara keseluruhan, tetapi mempunyai imbas yang berpengaruh pada mulut gen dan diferensiasi sel epitel [63].

Ilmu farmasi memakai mega takaran turunan asam retinoat alami yang dipakai untuk pengobatan kanker, HIV, dan tujuan dermatologis [64]. Pada takaran yang tinggi, imbas samping yang dihasilkan menyerupai dengan keracunan vitamin A (hypervitaminosis A). Efek samping parah yang berafiliasi dengan keracunan vitamin A, dan penggunaan pada kisaran optimal yang terbatas menjadi kendala utama dalam menyebarkan turunan vitamin A untuk dipakai sebagai terapi.

Referensi :
  1. Fennema, Owen (2008). Fennema's Food Chemistry. CRC Press taylor &Francis Group. pp. 454–455. ISBN 9780849392726.
  2. Tanumihardjo, S.A. (2011). "Vitamin A: biomarkers of nutrition for development". American Journal of Clinical Nutrition 94 (2): 658S–665S. doi: 10.3945/ajcn.110.005777.
  3. Wolf, G. (2001). "The discovery of the visual function of vitamin A". Journal of Nutrition 131 (6): 1647–1650.
  4. "Vitamin A".
  5. News Medical. "What is Vitamin A?". Retrieved 1 May 2012.
  6. Tanumihardjo, S.A (2011). "Vitamin A: biomarkers of nutrition for development". American Journal of Clinical Nutrition 94 (2): 658S–665S. doi: 10.3945/ajcn.110.005777.
  7. Carolyn Berdanier. 1997. Advanced Nutrition Micronutrients. CRC Press, ISBN 0849326648, pp. 22–39
  8. Meschino Health. "Comprehensive Guide to Vitamin A". Retrieved 1 May 2012.
  9. deMan, John (1999). Principles of Food chemistry. Maryland: Aspen Publication Inc. p. 358. ISBN 083421234x
  10. Semba, Richard (2012). "On the 'Discovery' of Vitamin A.". Annals of Nutrition and Metabolism 61 (3): 192–198. doi: 10.1159/000343124.
  11. Semba, Richard (2012). "On the 'Discovery' of Vitamin A.". Annals of Nutrition and Metabolism 61 (3): 192–198. doi: 10.1159/000343124.
  12. Wolf, George (2001-04-19). "Discovery of Vitamin A". Encyclopedia of Life Sciences. doi: 10.1038/npg.els.0003419. ISBN 0-470-01617-5.
  13. Semba, Richard (2012). "On the 'Discovery' of Vitamin A". Annals of Nutrition and Metabolism 61 (3): 192–198. doi: 10.1159/000343124.
  14. Composition of Foods Raw, Processed, Prepared USDA National Nutrient Database for Standard Reference, Release 20 USDA, Feb. 2008
  15. a b Chapter 4, Vitamin A of Dietary Reference Intakes for Vitamin A, Vitamin K, Arsenic, Boron, Chromium, Copper, Iodine, Iron, Manganese, Molybdenum, Nickel, Silicon, Vanadium, and Zinc, Food and Nutrition Board of the Institute of Medicine, 2001
  16. Solomons, NW; Orozco, M (2003). "Alleviation of vitamin A deficiency with palm fruit and its products". Asia Pacific journal of clinical nutrition 12 (3): 373–84. PMID 14506004.
  17. Dietary Reference Intakes: Vitamins.
  18. "Sources of vitamin A". Retrieved 2007-08-27.
  19. "Linus Pauling Institute at Oregon State University: Vitamin A Safety". Retrieved 2007-09-02.
  20. Food and Nutrition Board. Institute of Medicine. National Academies. (2001) "Dietary Reference Intakes"
  21. Dandelion greens, raw. NutritionData.Self.com.
  22. The RAE value in the USDA data for broccoli leaves is similar to the IU value for broccoli florets, which implies that the leaves have about 20 times as much beta-carotene.
  23. Borel P, Drai J, Faure H, et al. (2005). "Recent knowledge about intestinal absorption and cleavage of carotenoids". Ann. Biol. Clin. (Paris) (in French) 63 (2): 165–77. PMID 15771974.
  24. Tang G, Qin J, Dolnikowski GG, Russell RM, Grusak MA (2005). "Spinach or carrots can supply significant amounts of vitamin A as assessed by feeding with intrinsically deuterated vegetables". Am. J. Clin. Nutr. 82 (4): 821–8. PMID 16210712.
  25. a b Wolf, G. (2001). "The discovery of the visual function of vitamin A". The Journal of nutrition 131 (6): 1647–1650. PMID 11385047.
  26. a b c d e f g Combs, Gerald F. (2008). The Vitamins: Fundamental Aspects in Nutrition and Health (3rd ed.). Burlington: Elsevier Academic Press. ISBN 978-0-12-183493-7.
  27. McGuire, Michelle; Beerman, Kathy A. (2007). Nutritional sciences: from fundamentals to food. Belmont, CA: Thomson/Wadsworth. ISBN 0-534-53717-0.
  28. a b c Duester, G (2008). "Retinoic Acid Synthesis and Signaling during Early Organogenesis". Cell 134 (6): 921–31. doi: 10.1016/j.cell.2008.09.002. PMC 2632951. PMID 18805086.
  29. a b Stipanuk, Martha H. (2006). Biochemical, Physiological and Molecular Aspects of Human Nutrition (2nd ed.). Philadelphia: Saunders. ISBN 9781416002093.
  30. "Regulation of terminal differentiation of cultured human keratinocytes by vitamin A". Cell 25 (3): 617–25. 1981. doi: 10.1016/0092-8674(81)90169-0. PMID 6169442.
  31. Nelson, A. M.; et al. (2008). "Neutrophil gelatinase–associated lipocalin mediates 13-cis retinoic acid–induced apoptosis of human sebaceous gland cells". Journal of Clinical Investigation 118 (4): 1468–1478. doi: 10.1172/JCI33869. PMC 2262030. PMID 18317594.
  32. Moore, T.; Holmes, P. D. (1971). "The production of experimental vitamin A deficiency in rats and mice". Laboratory Animals 5 (2): 239–50. doi: 10.1258/002367771781006492. PMID 5126333.
  33. VanPelt, H.M.M.; DeRooij, D.G. (1991). "Spermatogenesis in retinol-deficient rats maintained on retinoic acid". Endocrinology 128 (2): 697–704. doi: 10.1530/jrf.0.0940327. PMID 1593535.
  34. World Health Organization, Global prevalence of vitamin A deficiency in populations at risk 1995–2005, WHO global database on vitamin A deficiency.
  35. Black, RE; Allen, LH; Bhutta, ZA; Caulfield, LE; De Onis, M; Ezzati, M; Mathers, C; Rivera, J et al. (2008). "Maternal and child undernutrition: global and regional exposures and health consequences". Lancet 371 (9608): 243–60. doi: 10.1016/S0140-6736(07)61690-0. PMID 18207566. 
  36. "Office of Dietary Supplements. Vitamin A". National Institute of Health. Retrieved 2008-04-08.
  37. Zeba AN, Sorgho H, Rouamba N, et al. (2008). "Major reduction of malaria morbidity with combined vitamin A and zinc supplementation in young children in Burkina Faso: a randomized double blind trial". Nutr J 7: 7. doi: 10.1186/1475-2891-7-7. PMC 2254644. PMID 18237394.
  38. Roncone DP (2006). "Xerophthalmia secondary to alcohol-induced malnutrition". Optometry (St. Louis, Mo.) 77 (3): 124–33. doi:10.1016/j.optm.2006.01.005. PMID 16513513.
  39. Strobel M, Tinz J, Biesalski HK (2007). "The importance of beta-carotene as a source of vitamin A with special regard to pregnant and breastfeeding women". Eur J Nutr. 46 Suppl 1: I1–20. doi: 10.1007/s00394-007-1001-z. PMID 17665093.
  40. Schulz C, Engel U, Kreienberg R, Biesalski HK (2007). "Vitamin A and beta-carotene supply of women with gemini or short birth intervals: a pilot study". Eur J Nutr 46 (1): 12–20. doi: 10.1007/s00394-006-0624-9. PMID 17103079.
  41. a b Crabb DW, et al. (2001). "Alcohol and Retinoids". Alcoholism: Clinical and Experimental Research. 25 Suppl 5: 207S–217S. doi: 10.1111/j.1530-0277.2001.tb02398.x.
  42. a b UNICEF, Vitamin A Supplementation: A Decade of Progress, New York, 2007, p.3.
  43. Mayo-Wilson E et al. [1]. Vitamin A supplements for preventing mortality, illness, and blindness in children aged under 5: systematic review and meta-analysis BMJ 2011;343:d5094
  44. Micronutrient Initiative, Annual Report 2009-2010, p. 4.
  45. Golden Rice is an effective source for Vitamin A, American Journal of Clinical Nutrition, June 2009.
  46. "Micronutrient Deficiencies-Vitamin A". World Health Organization. Retrieved 2008-04-09.
  47. a b Copenhagen Consensus 2008, Results, press release, May 30, 2008.
  48. Rosenbloom, Mark. "Toxicity, Vitamin". eMedicine.
  49. a b Penniston, Kristina L.; Tanumihardjo, Sherry A. (2006). "The acute and chronic toxic effects of vitamin A". Am. J. Clin. Nutr. 83 (2): 191–201. PMID 16469975.
  50. Eledrisi, Mohsen S. "Vitamin A Toxicity". eMedicine.
  51. Brazis PW (2004). "Pseudotumor cerebri". Current neurology and neuroscience reports 4 (2): 111–6. doi: 10.1007/s11910-004-0024-6. PMID 14984682.
  52. AJ Giannini, RL Gilliland. The Neurologic, Neurogenic and Neuropsychiatric Disorders Handbook. New Hyde Park, NY. Medical Examination Publishing Co., 1982, ISBN 0-87488-699-6 pp. 182–183.
  53. Whitney, Ellie; Sharon Rady Rolfes (2011). Peggy Williams, ed. Understanding Nutrition (Twelfth ed.). California: Wadsworth:Cengage Learning. ISBN 0-538-73465-5.
  54. Forsmo, Siri; Fjeldbo,Sigurd Kjørstad; Langhammer, Arnulf (2008). "Childhood Cod Liver Oil Consumption and Bone Mineral Density in a Population-based Cohort of Peri- and Postmenopausal Women: The Nord-Trøndelag Health Study". Am. J. Epidemiol. 167 (4): 406–411. doi: 10.1093/aje/kwm320. PMID 18033763.
  55. Sale TA, Stratman E (2004). "Carotenemia associated with green bean ingestion". Pediatr Dermatol 21 (6): 657–9. doi: 10.1111/j.0736-8046.2004.21609.x. PMID 15575851.
  56. Nishimura Y, Ishii N, Sugita Y, Nakajima H (1998). "A case of carotenodermia caused by a diet of the dried seaweed called Nori". J. Dermatol. 25 (10): 685–7. PMID 9830271.
  57. Takita Y, Ichimiya M, Hamamoto Y, Muto M (2006). "A case of carotenemia associated with ingestion of nutrient supplements". J. Dermatol. 33 (2): 132–4. doi: 10.1111/j.1346-8138.2006.00028.x. PMID 16556283.
  58. Science News. Water-soluble vitamin A shows promise.
  59. Myhre AM, Carlsen MH, Bøhn SK, Wold HL, Laake P, Blomhoff R (2003). "Water-miscible, emulsified, and solid forms of retinol supplements are more toxic than oil-based preparations". Am. J. Clin. Nutr. 78 (6): 1152–9. PMID 14668278.
  60. Kull I, Bergström A, Melén E, et al. (2006). "Early-life supplementation of vitamins A and D, in water-soluble form or in peanut oil, and allergic diseases during childhood". J. Allergy Clin. Immunol. 118 (6): 1299–304. doi: 10.1016/j.jaci.2006.08.022. PMID 17157660.
  61. USA Today - News (2011-10-10). "Study flags risk of daily vitamin use among older women". Retrieved 1 May 2012.
  62. Bjelakovic G, Nikolova D, Gluud LL, Simonetti RG, Gluud C (2008). "Antioxidant supplements for prevention of mortality in healthy participants and patients with various diseases.". Cochrane Database of Systematic Reviews (2). doi: 10.1002/14651858.CD007176. PMID 18425980.
  63. American Cancer Society: Retinoid Therapy.
  64. Vivat-Hannah, V; Zusi, FC (2005). "Retinoids as therapeutic agents: today and tomorrow". Mini reviews in medicinal chemistry 5 (8): 755–60. doi: 10.2174/1389557054553820. PMID 16101411.
  65. http://en.wikipedia.org/wiki/File:All-trans-Retinol2.svg
Artikel ini merupakan terjemahan dari materi yang disediakan oleh Wikipedia (12/10/2013). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.