Showing posts sorted by relevance for query profase-pembelahan-mitosis. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query profase-pembelahan-mitosis. Sort by date Show all posts

Monday, August 5, 2019

Pintar Pelajaran Profase Pembelahan Mitosis


Profase

Pada permulaan profase, di dalam nukleus mulai terbentuk kromosom, yaitu benang-benang rapat dan padat yang terbentuk akibat menggulungnya kromatin.

Pada fase ini, kromosom sanggup dilihat menggunakan mikroskop. Selanjutnya, nukleolus menghilang dan terjadi duplikasi kromosom (kromosom membelah dan memanjang) menghasilkan 2 kromosom anakan yang disebut kromatid.

Kedua kromatid tersebut bersifat identik sehingga disebut kromatid kembar (sister chromatid), yang bersatu atau dihubungkan oleh sentromer pada lekukan kromosom. Perhatikan Gambar 1.

benang rapat dan padat yang terbentuk akhir Pintar Pelajaran Profase Pembelahan Mitosis
Gambar 1. Profase.
Sentromer merupakan bagian kromosom yang menyempit, tampak lebih jelas dan membagi kromosom menjadi 2 lengan. Pada simpulan profase, di dalam sitoplasma mulai terbentuk gelendong pembelahan (spindel) yang berasal dari mikrotubulus.

Mikrotubulus tersebut memanjang, seakan-akan mendorong dua sentrosom di sepanjang permukaan inti sel (nukleus). Akibatnya, sentrosom saling menjauh. Proses ini lalu berlanjut ke fase berikutnya, adalah metafase.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, Mazrikhatul Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.

Pintar Pelajaran Pembelahan Mitosis


Pembelahan mitosis

Kalian telah mengetahui bahwa pembelahan mitosis menghasilkan sel anakan yang identik dengan induknya.

Secara garis besar, fase pembelahan mitosis terbagi menjadi dua fase, yaitu fase pembelahan inti (kariokinesis) dan fase pembelahan sitoplasma (sitokinesis). Kariokinesis ialah fase pembelahan inti sel.

Secara rinci, fase kariokinesis dibagi menjadi empat subfase, yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase. Sekarang,

marilah kita bahas keempat subfase tersebut.

1. Profase

2. Metafase

3. Anafase

4. Telofase


Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, Mazrikhatul Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.

Thursday, November 7, 2019

Pintar Pelajaran Struktur, Fungsi, Organel, Pengertian Sel, Binatang Dan Tumbuhan, Eukariotik Prokariotik, Pembelahan, Membran, Biologi

Struktur, Fungsi, Organel, Pengertian Sel, Hewan dan Tumbuhan, Eukariotik Prokariotik, Pembelahan, Membran, Biologi - Saat terdengar kata “sel”, mungkin yang tebersit dalam benak yaitu daerah untuk mengurung penjahat atau pelaku tindak kriminal. Pemahaman ini tidak seutuhnya salah, alasannya yaitu sel diibaratkan sebuah kamar-kamar kecil yang tersebar di seluruh tubuh. Isi kamar tersebut berupa organela sel yang selalu beraktivitas. Karena itu, sel yaitu unit terkecil penyusun makhluk hidup dan sebagai daerah berlangsungnya kegiatan kehidupan. Aktivitas kehidupan sel mencakup sintesis, pengangkutan zat, pernapasan, pengeluaran zat sisa, pertumbuhan dan perkembangan.

A. Sejarah Penemuan Sel

Penemuan sel pertama kali diawali dengan ditemukannya mikroskop oleh Antoni von Leeuwenhoek. Bentuk mikroskop tersebut sanggup kalian ketahui dengan mencermati Gambar 1.
 mungkin yang tebersit dalam benak yaitu daerah untuk mengurung penjahat atau pelaku tind Pintar Pelajaran Struktur, Fungsi, Organel, Pengertian Sel, Hewan dan Tumbuhan, Eukariotik Prokariotik, Pembelahan, Membran, Biologi
Gambar 1. Bentuk mikroskop yang ditemukan pertama kali.
Adanya inovasi mikroskop ini mengilhami ilmuwan Inggris, Robert Hooke (1635-1703), jago pembuat mikroskop, melaksanakan pengamatan terhadap suatu obyek biologi. Saat itu ia mengamati irisan penampang melintang gabus batang tumbuhan. Irisan melintang tersebut tampak pada Gambar 2.
 mungkin yang tebersit dalam benak yaitu daerah untuk mengurung penjahat atau pelaku tind Pintar Pelajaran Struktur, Fungsi, Organel, Pengertian Sel, Hewan dan Tumbuhan, Eukariotik Prokariotik, Pembelahan, Membran, Biologi
Gambar 2. Irisan melintang gabus batang flora yang diamati Hooke.
Ia melihat bahwa di dalam irisan itu terdapat rongga segi enam yang kosong dan mati. Ia menyebut rongga tersebut dengan nama sel, yang berasal dari kata cellula yang berarti ‘kamar’. Tahun 1838, dua jago biologi Jerman, yakni Mathias J. Schleiden yang jago botani dan Th eodor Schwann yang jago zoologi, menandakan bahwa sel itu hidup dan bukanlah kamar kosong. Namun, di dalam sel tersebut terdapat sitoplasma yang berisi cairan. Oleh lantaran itu, muncullah teori terkait sel. Teori ini dinamakan teori sel yang berbunyi bahwa semua makhluk hidup tersusun atas sel. Sel merupakan potongan terkecil makhluk hidup yang mempunyai kegiatan kehidupan. Sehingga hal ini memperlihatkan bahwa sel merupakan penyusun dasar badan makhluk hidup.

Penelitian perihal sel kemudian dilanjutkan oleh Felix Dujardin. Ia menemukan bahwa sel terdiri atas dinding sel dan isi sel. Isi sel ini mencakup materi yang bersifat hidup dan termasuk potongan terpenting sel hidup. Isi sel tersebut dinamakan protoplasma dengan arti zat pertama yang dibentuk. Sebenarnya, istilah protoplasma sudah diperkenalkan pertama kali tahun 1839 oleh jago fi siologi J. Purkinye. Protoplasma merupakan potongan sel yang berisi cairan menyerupai agar-agar.

Pada tahun 1858 Rudolf Virchow melengkapi teori perihal sel tersebut. Ia menemukan bahwa setiap sel berasal dari sel yang ada sebelumnya (omnis cellula cellula), sehingga muncul teori sel yang menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan pertumbuhan. Tahun 1880 August Weismann memperlihatkan suatu kesimpulan bahwa sel yang ada ketika ini sanggup ditelusuri asal-usulnya hingga makhluk hidup yang paling awal. Inilah sejarah inovasi sel dari awal hingga era ke-19. Tentunya, pembahasan sel ketika ini semakin berkembang.

Sel hidup mempunyai banyak sekali ukuran dan bentuk, yakni bulat, oval, panjang, pendek, berekor, atau lainnya. Untuk mengetahui pelbagai bentuk sel pada makhluk hidup, perhatikan Gambar 3.
 mungkin yang tebersit dalam benak yaitu daerah untuk mengurung penjahat atau pelaku tind Pintar Pelajaran Struktur, Fungsi, Organel, Pengertian Sel, Hewan dan Tumbuhan, Eukariotik Prokariotik, Pembelahan, Membran, Biologi
Gambar 3. Macam-macam bentuk Sel.
Sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama akan membentuk sebuah jaringan. Sekelompok jaringan yang berbeda akan menyusun suatu organ. Kemudian, organ-organ yang berbeda bekerja bersama membentuk sistem organ. Berbagai sistem organ yang berbeda akan berkumpul sehingga terbentuk individu.

Seiring perkembangan teknologi mikroskop dan teknik pewarnaan, inovasi potongan sel pun mengalami kemajuan. Hal ini dibuktikan dengan adanya inovasi organel sel sebagai penyusun sel hidup. Alhasil, komponen sel yang diketahui semakin bertambah. Sel tidak hanya tersusun atas membran plasma, inti sel dan sitoplasma saja, namun juga organel sel. Bahkan, pada tahun 1944 telah ditemukan komponen sel yaitu DNA atau gen.

Selain sebagai unit terkecil dalam kehidupan, sel juga sebagai unit fungsional. Artinya, sel-sel yang menyusun badan makhluk hidup tersebut sanggup melaksanakan fungsi atau kegi atan hidup. Selain itu, sel juga berperan sebagai unit hereditas (pewaris), yakni penurun sifat genetis dari satu generasi ke generasi berikutnya.

2. Komponen Kimiawi Penyusun Sel

Protoplasma yaitu sejenis substansi kompleks mirip agar-agar yang tidak habis dipakai ketika aktifi tas kimiawi dalam menjaga kelangsungan hidup sel. Substansi kompleks sel tersebut merupakan gabungan beberapa senyawa yang mempunyai perbandingan sama. Sebagian besar komposisi protoplasma yaitu air, yakni sekitar 70% hingga 90%. Di dalamnya terdapat garam mineral dan senyawa organik/senyawa karbon mirip karbohidrat, lemak, dan protein.

Komposisi protoplasma dalam setiap sel makhluk hidup berbeda. Sebab, protoplasma tersusun atas banyak sekali gabungan zat. Oleh lantaran itu, kemungkinan protoplasma yang menyusun sel penyusun organ badan tertentu berbeda dengan sel penyusun organ badan yang lain. Sebagai contoh, protoplasma yang menyusun sel otot berbeda dengan protoplasma penyusun sel otak.

Berdasarkan asal bahannya, protoplasma mempunyai dua bentuk, yakni potongan cair dan semi cair mirip gel. Kedua bentuk protoplasma ini amat bergantung pada materi fisiologis sel. Sekalipun para ilmuwan mengetahui banyak sekali jenis senyawa dalam protoplasma, namun tidak satupun yang bisa menciptakan sebuah gabungan sehingga bisa disebut protoplasma. Kendalanya yaitu sifat niscaya dari protoplasma masih belum diketahui. Selain itu, para ilmuwan belum bisa menghasilkan kondisi lingkungan yang hidup sanggup mulai. Ini menandakan kuasa dari Tuhan Yang Maha Esa. Protoplasma sebuah sel tersusun atas tiga bagian, antara lain membran sel, sitoplasma, dan organel sel (termasuk nukleus). Kalian sanggup mempelajarinya pada bahasan berikutnya.










10. Anafase









19. Lisosom





24. Ribosom



27. Vakuola




Demikianlah daftar materi mengenai Sel. Semoga bermanfaat dan terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Sunday, November 10, 2019

Pintar Pelajaran Struktur, Fungsi, Organel, Pengertian Sel, Binatang Dan Tumbuhan, Eukariotik Prokariotik, Pembelahan, Membran, Biologi

Struktur, Fungsi, Organel, Pengertian Sel, Hewan dan Tumbuhan, Eukariotik Prokariotik, Pembelahan, Membran, Biologi - Saat terdengar kata “sel”, mungkin yang tebersit dalam benak yaitu daerah untuk mengurung penjahat atau pelaku tindak kriminal. Pemahaman ini tidak seutuhnya salah, alasannya yaitu sel diibaratkan sebuah kamar-kamar kecil yang tersebar di seluruh tubuh. Isi kamar tersebut berupa organela sel yang selalu beraktivitas. Karena itu, sel yaitu unit terkecil penyusun makhluk hidup dan sebagai daerah berlangsungnya kegiatan kehidupan. Aktivitas kehidupan sel mencakup sintesis, pengangkutan zat, pernapasan, pengeluaran zat sisa, pertumbuhan dan perkembangan.

A. Sejarah Penemuan Sel

Penemuan sel pertama kali diawali dengan ditemukannya mikroskop oleh Antoni von Leeuwenhoek. Bentuk mikroskop tersebut sanggup kalian ketahui dengan mencermati Gambar 1.
 mungkin yang tebersit dalam benak yaitu daerah untuk mengurung penjahat atau pelaku tind Pintar Pelajaran Struktur, Fungsi, Organel, Pengertian Sel, Hewan dan Tumbuhan, Eukariotik Prokariotik, Pembelahan, Membran, Biologi
Gambar 1. Bentuk mikroskop yang ditemukan pertama kali.
Adanya inovasi mikroskop ini mengilhami ilmuwan Inggris, Robert Hooke (1635-1703), jago pembuat mikroskop, melaksanakan pengamatan terhadap suatu obyek biologi. Saat itu ia mengamati irisan penampang melintang gabus batang tumbuhan. Irisan melintang tersebut tampak pada Gambar 2.
 mungkin yang tebersit dalam benak yaitu daerah untuk mengurung penjahat atau pelaku tind Pintar Pelajaran Struktur, Fungsi, Organel, Pengertian Sel, Hewan dan Tumbuhan, Eukariotik Prokariotik, Pembelahan, Membran, Biologi
Gambar 2. Irisan melintang gabus batang flora yang diamati Hooke.
Ia melihat bahwa di dalam irisan itu terdapat rongga segi enam yang kosong dan mati. Ia menyebut rongga tersebut dengan nama sel, yang berasal dari kata cellula yang berarti ‘kamar’. Tahun 1838, dua jago biologi Jerman, yakni Mathias J. Schleiden yang jago botani dan Th eodor Schwann yang jago zoologi, menandakan bahwa sel itu hidup dan bukanlah kamar kosong. Namun, di dalam sel tersebut terdapat sitoplasma yang berisi cairan. Oleh lantaran itu, muncullah teori terkait sel. Teori ini dinamakan teori sel yang berbunyi bahwa semua makhluk hidup tersusun atas sel. Sel merupakan potongan terkecil makhluk hidup yang mempunyai kegiatan kehidupan. Sehingga hal ini memperlihatkan bahwa sel merupakan penyusun dasar badan makhluk hidup.

Penelitian perihal sel kemudian dilanjutkan oleh Felix Dujardin. Ia menemukan bahwa sel terdiri atas dinding sel dan isi sel. Isi sel ini mencakup materi yang bersifat hidup dan termasuk potongan terpenting sel hidup. Isi sel tersebut dinamakan protoplasma dengan arti zat pertama yang dibentuk. Sebenarnya, istilah protoplasma sudah diperkenalkan pertama kali tahun 1839 oleh jago fi siologi J. Purkinye. Protoplasma merupakan potongan sel yang berisi cairan menyerupai agar-agar.

Pada tahun 1858 Rudolf Virchow melengkapi teori perihal sel tersebut. Ia menemukan bahwa setiap sel berasal dari sel yang ada sebelumnya (omnis cellula cellula), sehingga muncul teori sel yang menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan pertumbuhan. Tahun 1880 August Weismann memperlihatkan suatu kesimpulan bahwa sel yang ada ketika ini sanggup ditelusuri asal-usulnya hingga makhluk hidup yang paling awal. Inilah sejarah inovasi sel dari awal hingga era ke-19. Tentunya, pembahasan sel ketika ini semakin berkembang.

Sel hidup mempunyai banyak sekali ukuran dan bentuk, yakni bulat, oval, panjang, pendek, berekor, atau lainnya. Untuk mengetahui pelbagai bentuk sel pada makhluk hidup, perhatikan Gambar 3.
 mungkin yang tebersit dalam benak yaitu daerah untuk mengurung penjahat atau pelaku tind Pintar Pelajaran Struktur, Fungsi, Organel, Pengertian Sel, Hewan dan Tumbuhan, Eukariotik Prokariotik, Pembelahan, Membran, Biologi
Gambar 3. Macam-macam bentuk Sel.
Sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama akan membentuk sebuah jaringan. Sekelompok jaringan yang berbeda akan menyusun suatu organ. Kemudian, organ-organ yang berbeda bekerja bersama membentuk sistem organ. Berbagai sistem organ yang berbeda akan berkumpul sehingga terbentuk individu.

Seiring perkembangan teknologi mikroskop dan teknik pewarnaan, inovasi potongan sel pun mengalami kemajuan. Hal ini dibuktikan dengan adanya inovasi organel sel sebagai penyusun sel hidup. Alhasil, komponen sel yang diketahui semakin bertambah. Sel tidak hanya tersusun atas membran plasma, inti sel dan sitoplasma saja, namun juga organel sel. Bahkan, pada tahun 1944 telah ditemukan komponen sel yaitu DNA atau gen.

Selain sebagai unit terkecil dalam kehidupan, sel juga sebagai unit fungsional. Artinya, sel-sel yang menyusun badan makhluk hidup tersebut sanggup melaksanakan fungsi atau kegi atan hidup. Selain itu, sel juga berperan sebagai unit hereditas (pewaris), yakni penurun sifat genetis dari satu generasi ke generasi berikutnya.

2. Komponen Kimiawi Penyusun Sel

Protoplasma yaitu sejenis substansi kompleks mirip agar-agar yang tidak habis dipakai ketika aktifi tas kimiawi dalam menjaga kelangsungan hidup sel. Substansi kompleks sel tersebut merupakan gabungan beberapa senyawa yang mempunyai perbandingan sama. Sebagian besar komposisi protoplasma yaitu air, yakni sekitar 70% hingga 90%. Di dalamnya terdapat garam mineral dan senyawa organik/senyawa karbon mirip karbohidrat, lemak, dan protein.

Komposisi protoplasma dalam setiap sel makhluk hidup berbeda. Sebab, protoplasma tersusun atas banyak sekali gabungan zat. Oleh lantaran itu, kemungkinan protoplasma yang menyusun sel penyusun organ badan tertentu berbeda dengan sel penyusun organ badan yang lain. Sebagai contoh, protoplasma yang menyusun sel otot berbeda dengan protoplasma penyusun sel otak.

Berdasarkan asal bahannya, protoplasma mempunyai dua bentuk, yakni potongan cair dan semi cair mirip gel. Kedua bentuk protoplasma ini amat bergantung pada materi fisiologis sel. Sekalipun para ilmuwan mengetahui banyak sekali jenis senyawa dalam protoplasma, namun tidak satupun yang bisa menciptakan sebuah gabungan sehingga bisa disebut protoplasma. Kendalanya yaitu sifat niscaya dari protoplasma masih belum diketahui. Selain itu, para ilmuwan belum bisa menghasilkan kondisi lingkungan yang hidup sanggup mulai. Ini menandakan kuasa dari Tuhan Yang Maha Esa. Protoplasma sebuah sel tersusun atas tiga bagian, antara lain membran sel, sitoplasma, dan organel sel (termasuk nukleus). Kalian sanggup mempelajarinya pada bahasan berikutnya.










10. Anafase









19. Lisosom





24. Ribosom



27. Vakuola




Demikianlah daftar materi mengenai Sel. Semoga bermanfaat dan terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Monday, March 9, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel

Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel - Semua sel eukariotik mempunyai membran inti. Selain itu, sel eukariotik mempunyai sistem endomembran, yakni mempunyai organel-organel bermembran mirip retikulum endoplasma, kompleks Golgi, mitokondria, dan lisosom. Sel eukariotik juga memiliki sentriol. Perhatikan Gambar 1 wacana struktur sel eukariotik di bawah ini. Berikut ini akan dibahas mengenai struktur sel eukariotik yang mencakup membran plasma, sitoplasma, dan organel-organel sel (ribosom, kompleks Golgi, mitokondria, lisosom, tubuh mikro, dan mikrotubulus).

Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 1. Struktur sel eukariotik pada tumbuhan
1. Membran Sel (Selaput Plasma)

Membran sel merupakan belahan terluar sel yang membatasi belahan dalam sel dengan lingkungan luar. Membran sel merupakan selaput selektif permeabel, artinya hanya sanggup dilalui molekul-molekul tertentu mirip glukosa, asam amino, gliserol, dan banyak sekali ion. Membran sel mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut.
  1. Sebagai reseptor (penerima) rangsang dari luar, seperti hormon dan materi kimia lain, baik dari lingkungan luar maupun dari belahan lain dalam organisme itu sendiri.
  2. Melindungi biar isi sel tidak keluar meninggalkan sel.
  3. Mengontrol zat-zat yang boleh masuk maupun keluar meninggalkan sel. Hal inilah yang menyebabkan
  4. membran plasma bersifat semipermeabel (selektif permeabel).
  5. Sebagai tempat terjadinya aktivitas biokimiawi, seperti reaksi oksidasi dan respirasi.
Berdasarkan analisis kimiawi sanggup diketahui bahwa hampir seluruh membran sel terdiri atas lapisan protein dan lapisan lipid (lipoprotein). Membran plasma terdiri atas dua lapisan, yaitu berupa lapisan lipid rangkap dua (lipid bilayer). Lapisan lipid disusun oleh fosfolipid. Fosfolipid adalah lipid yang mengandung gugus fosfat dan terdiri atas bagian kepala (polar head) dan belahan ekor (nonpolar tail). Bagian kepala bersifat hidrofilik (suka air), sedangkan belahan ekor bersifat hidrofobik (tidak suka air). Lipid terdiri atas fosfolipid, glikolipid, dan sterol.
  1. Fosfolipid adalah lipid yang mengandung deretan fosfat.
  2. Glikolipid adalah lipid yang mengandung karbohidrat.
  3. Sterol adalah lipid alkohol terutama kolesterol.
Lapisan protein membran sel terdiri atas glikoprotein. Lapisan protein membentuk dua macam lapisan, yaitu
lapisan protein perifer atau ekstrinsik dan lapisan protein integral atau intrinsik. Lapisan protein perifer membungkus bagian kepala (polar head) lipid rangkap dua belahan luar. Lapisan protein integral membungkus belahan kepala (polar head) lipid rangkap dua belahan dalam. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2 berikut.
Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 2. Struktur membran sel dan fosfolipid
2. Sitoplasma

Sitoplasma merupakan cairan yang mengelilingi inti sel dengan membran sel sebagai batas luarnya. Dasar penyusunnya ialah sitosol yang bersifat koloid. Di dalam sitosol terdapat ion sederhana misalnya sodium, fosfat dan klorida, molekul organik mirip asam amino, ATP dan neuklotida, dan tempat penyimpanan bahan. Sitosol dapat berubah dari fase sol (cair) ke fase gel (semi-padat) atau juga sebaliknya. Cairan sitosol yang lebih pekat dan berbatasan dengan membran sel dinamakan ektoplasma. Keberadaan sitoplasma bagi sel amatlah penting. Ini ditunjukkan dengan beragamnya fungsi yang dimiliki, antara lain: tempat penyimpanan bahan-bahan kimia yang mempunyai kegunaan ketika proses metabolisme sel (seperti enzim, protein, dan lemak); tempat berlangsungnya reaksi metabolisme; dan tempat organel-organel untuk bergerak dan bekerja sesuai fungsinya.

3.1. Organel Sel Bermembran

Organel sel bermembran dari makhluk hidup antara lain; nukleus, retikulum endoplasma, aparatus Golgi, mitokondria, lisosom, badan mikro, vakuola, dan kloroplas.


Nukleus atau inti sel merupakan orga nel sel terbesar dibanding organel sel lainnya. Diameter nukleus berkisar antara 10 sampai 20 m. Nukle us ini berbentuk lingkaran oval. Bagian- bagian yang melapisi nukleus mencakup membran inti, nukleoplasma, dan nukleolus (anak inti). Perhatikan Gambar 3.
Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 3. Struktur nukleus
Membran inti atau karioteka merupakan lapisan pembungkus inti sel. Pada permukaannya terdapat pori-pori yang berfungsi sebagai tempat keluar-masuknya molekul dari sitoplasma ke nukleoplasma. Membran inti ini berafiliasi deng an membran sel melalui organel yang disebut retikulum endoplasma. Di dalam nukleus terdapat cairan yang dinamakan nukleoplasma. Cairan nukleoplasma tersusun dari air, asam inti, protein, dan enzim. Sifat cairannya yakni gel. Pada nukleoplasma bisa ditemui benang kromatin. Saat sel mengalami pembelahan, benang kromatin ini akan mengalami penebalan sehingga membentuk kromosom. Kromosom merupakan zat yang berisi materi genetik.

Nukleoplasma menyelubungi belahan penting sel yang disebut nukleolus (anak inti). Setiap nukleolus mempunyai tugas dalam pembentukan protein, semisal RNA ribosom (disingkat RNAr) dan RNA. RNA ribosom merupakan salah satu materi pembentuk ribosom. Saat pembelahan sel secara mitosis, tepatnya ketika fase profase, nukleolus lenyap atau hilang. Namun, ketika fase interfase, nukleolus terbentuk kembali. Di dalam sel, nukleus mempunyai tugas penting, antara lain: menjadi sentra kontrol sel; pembawa perintah sintesis protein dalam inti DNA; memperbaiki sel yang rusak dalam nukleolus; memengaruhi produksi ribosom dan RNA; dan berperan dalam pembelahan sel.


Antara organel sel satu dengan organel sel lainnya, seperti nukleus dan membran sel, dihubungkan oleh organel yang disebut retikulum endoplasma (RE). RE merupakan sebuah sistem membran kompleks yang membentuk kantong pipih dan meluas hampir menutupi sitoplasma. RE mempunyai jaringan tubula dan gelembung membran yang disebut sisterne. RE terbagi atas dua macam, yakni RE berangasan dan RE halus. Permukaan RE berangasan tertutup oleh ribosom, sedangkan permukaan RE halus tidak tertutupi oleh ribosom. Perhatikan Gambar 4.
Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 4. Retikulum endoplasma (RE) berangasan dan RE halus
RE berangasan berfungsi sebagai penampung protein skretoris yang telah disintesis oleh ribosom. Protein ini akan dimasukkan ke dalam kantong pipih yang disebut lumen RE. RE berangasan juga berperan dalam produksi membran yang ditranspor ke organel lainnya. Membran yang demikian dinamakan membran RE. Berbeda dengan RE kasar, RE halus mempunyai beberapa fungsi, antara lain: mensintesis banyak sekali zat mirip lemak, kolesterol, fosfolipid, dan steroid; metabolisme karbohidrat, contohnya proses penyimpanan karbohidrat dalam bentuk glikogen pada sel hati; dan membantu proses penetralan obat dan racun yang biasa terjadi pada RE sel hati.

Namun demikian, RE berangasan dan RE halus mempunyai fungsi yang sama, yakni sebagai alat transpor molekul dari satu sel ke sel lain, memproduksi antibodi, dan berperan dalam proses glikolasi yaitu penambahan gula pada molekul protein.
Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 5. Struktur retikulum endoplasma kasar
3.1.3. Aparatus Golgi

Protein yang dihasilkan ribosom akan ditranspor melewati aparatus Golgi. Di dalam aparatus Golgi tersebut, protein diproses dan disimpan, kemudian dikirim ke organel lainnya. Dinamakan aparatus Golgi alasannya yakni ditemukan oleh ilmuwan yang ber nama Camilio Golgi. Organel ini disebut pula tubuh Golgi atau diktiosom. Secara struktural, aparatus Golgi tersusun atas kan tong pipih bertumpuk-tumpuk yang disebut sisterne. Perhatikan Gambar 6.
Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 6. Aparatus Golgi
Pada proses metabolisme sel, aparatus Golgi berfungsi sebagai peserta dan pengirim vesikula transpor yang berisi protein. Selain itu, aparatus Golgi dijadikan tempat terjadinya glikolasi. Glikolasi merupakan suatu
proses modifi kasi protein seusai protein disintesis dengan mereaksikan bersama glikosilat (gula). Hasil glikolasi yang berupa glikoprotein disimpan dan selanjutnya dikirimkan ke luar sel oleh vesikula transpor. Di samping fungsi tersebut, aparatus Golgi dapat pula berperan dalam pembentukan lisosom dan berbagai enzim pencernaan yang belum aktif, contohnya enzim zymogen dan koenzim.
Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 7 Aparatus Golgi dan hubungannya dengan nukleus, retikulum endoplasma dan lisosom
Sebagian besar tubuh Golgi terdapat pada sel-sel sekretori, sehingga produknya banyak disekresikan. Sebagai contoh, sel sekretori pada kelenjar pencernaan yang mengeluarkan enzim-enzim pencernaan, contohnya laktase dan peptidase. Badan Golgi juga ada yang terdapat pada sel-sel pankreas yang mengeluarkan tripsin dan lipase, termasuk juga pada kelenjar air mata yang mengeluarkan antibodi.

3.1.4. Lisosom

Lisosom (lysis = pemisahan, pembelahan, soma = tubuh) adalah tubuh berbentuk lingkaran mirip kantong kecil dengan diameter 0,1 hingga 1 m. Perhatikan Gambar 8. Di dalam lisosom terdapat 50 enzim dan kebanyakan yakni enzim hidrolitik yang bersifat asam. Enzim hidrolitik dipakai lisosom untuk mencerna makromolekul ketika pencernaan intraseluler. Contoh enzim hidrolitik yakni lipase, protase, nuklease, dan fosfatase. Sementara, makromolekul yang dihidrolisis contohnya protein, polisakarida, lemak, dan asam nukleat.

Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 8. Aparatus Golgi dan hubungannya dengan nukleus, retikulum endoplasma dan lisosom
Di dalam sel, lisosom berperan ketika terjadi fagositosis. Fagositosis merupakan proses pencernaan yang dilakukan makhluk hidup dalam memakan organisme atau zat kuliner yang lebih kecil dari tubuhnya. Pada makhluk hidup uniselluler, proses fagositosis terjadi pada Amoeba. Sementara pada manusia, proses ini terjadi pada sel makrofaga, yakni suatu sel yang berperan dalam pertahanan tubuh dari basil perusak dan penyerang lainnya. Selain proses fagositosis, lisosom juga berperan dalam proses autofagi. Autofagi yakni proses daur ulang materi organik oleh enzim hidrolitik secara individual. Di dalam tubuh manusia, proses autofagi contohnya terjadi pada sel hati. Di dalam sel, lisosom juga bisa mencerna partikel-partikel yang masuk secara endositosis dan penge luaran enzim secara eksositosis. Misalnya, ketika terjadi pembentukan tulang keras dari tulang rawan. Lisosom sanggup pula melaksanakan autolisis. Autolisis juga termasuk proses yang terjadi pada lisosom. Autolisis merupakan proses penghancuran belahan tertentu suatu makhluk hidup secara mandiri. Contohnya, perusakan sel ekor katak ketika masih berudu.

3.1.5. Mitokondria

Mitokondria berbentuk lingkaran panjang atau mirip tongkat terdapat pada sel eukariotik aerob. Mitokondria dibatasi dua lapis membran yang kuat, fleksibel, dan stabil, serta tersusun atas lipoprotein. Membran dalam membentuk tonjolantonjolan yang disebut krista untuk memperluas permukaan agar perembesan oksigen lebih efektif. Ruangan dalam mitokondria berisi cairan disebut matriks mitokondria. Matriks ini kaya enzim pernapasan (sitokrom), DNA, RNA, dan protein. Perhatikan Gambar 9 berikut ini.
Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 9. Mitokondria dengan dua lapis membran dan krista.
Mitokondria mempunyai DNA sendiri yang mengkode sintesis protein spesifik. Mitokondria berfungsi dalam oksidasi makanan, respirasi sel, dehidrogenasi, fosforilasi oksidasif, dan sistem transfer elektron. Oksidasi zat kuliner di dalam mitokondria menghasilkan energi dan zat sisa. Secara sederhana reaksinya sanggup ditulis sebagai berikut.

                           Oksidasi
C6H12O6 + O2  -----------> CO2 + H2O + Energi
(glukosa)            Respirasi

Berkaitan dengan fungsi tersebut mitokondria sering disebut the power house of cell.

3.1.6. Badan Mikro

Badan mikro hampir ibarat lisosom, berbentuk agak bulat, diselubungi membran tunggal, dan di dalamnya berisi enzim katalase dan oksidase. Organela ini disebut badan mikro alasannya yakni ukurannya kecil, hanya bergaris tengah 0,3–1,5 Î¼m. Terdapat dua tipe tubuh mikro, yaitu peroksisom dan glioksisom. Peroksisom terdapat pada sel hewan, fungi, dan daun tumbuhan tingkat tinggi. Perhatikan Gambar 10. untuk mengetahui letak peroksisom di dalam sel. Peroksisom berperan dalam oksidasi substrat menghasilkan H2O2 (bersifat racun bagi sel) yang selanjutnya dipecah menjadi H2O + O2Peroksisom penting dalam perembesan cahaya dan respirasi sehingga berafiliasi erat dengan kloroplas dan mitokondria. Peran lain peroksisom selain melindungi sel dari H2O2 juga berperan dalam perubahan lemak menjadi karbohidrat dan perubahan purin dalam sel. Glioksisom terdapat pada sel tanaman. Glioksisom berperan dalam metabolisme asam lemak dan tempat terjadinya siklus glioksilat.
Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 10. Struktur peroksisom.
3.1.7. Kloroplas

Kloroplas hanya terdapat pada sel tumbuhan dan Algae tertentu. Pada tumbuhan biasanya berbentuk cakram dengan diameter 5–8 Î¼m dan tebal 2–4 Î¼m. Kloroplas dibatasi membran ganda. Di dalam kloroplas terdapat klorofil (pigmen fotosintetik) dan pigmen lain yang terletak pada membran atau pada materi dasar di dalam kloroplas. Bahan dasar kloroplas berupa cairan disebut stroma. Perhatikan Gambar 11. berikut.

Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 11. Struktur kloroplas.
Kloroplas berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Peran pigmen untuk menangkap cahaya matahari yang akan diubah menjadi energi kimia.

3.1.8. Vakuola

3.2. Organela Sel Tak Bermembran

3.2.1. Sitoskeleton

Sitoskeleton atau rangka sel tersusun atas tiga jenis serabut yang berbeda yaitu, mikrofilamen, mikrotubulus, dan filamen intermediar.

a. Mikrofilamen

Mikrofilamen yakni rantai ganda protein yang bertaut dan tipis. Mikrofilamen tersusun atas dua macam protein, yaitu aktin dan miosin. Mikrofilamen banyak terdapat pada sel-sel otot. Mikrofilamen mempunyai diameter 7 nm sehingga pengamatannya harus menggunakan mikroskop elektron.

b. Mikrotubulus

Mikrotubulus yakni rantai-rantai protein yang membentuk spiral. Spiral ini membentuk tabung berlubang yang panjangnya mencapai 2,5 mm dengan diameter 25 nm. Mikrotubulus tersusun atas protein yang dikenal sebagai tubulin. Mikrotubulus merupakan penyusun sitoskeleton yang terbesar. Mikrotubulus terdapat pada gelendong sel, yaitu berupa benang-benang spindel yang menghubungkan dua kutub sel pada waktu sel membelah. Gerakan kromosom dari kawasan ekuator ke kutub masing-masing pada anafase dikendalikan oleh mikrotubulus. Dengan demikian, mikrotubulus mempunyai fungsi mengarahkan gerakan komponen-komponen sel, mempertahankan bentuk sel, serta membantu dalam pembelahan mitosis.

c. Filamen Intermediar

Filamen intermediar yakni rantai molekul protein yang membentuk untaian yang saling melilit. Filamen ini berdiameter 8 – 10 nm. Disebut serabut intermediar karena ukurannya di antara ukuran mikrofilamen dan mikrotubulus. Serabut ini tersusun atas protein yang disebut fimentin, tetapi tidak semua sel filamen intermediarnya tersusun atas fimentin. Misalnya sel kulit filamennya tersusun atas protein keratin. Perhatikan Gambar 12 untuk mengetahui susunan sitoskeleton.

Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 12. Bagian-bagian sitoskeleton
3.2.2. Ribosom

Ribosom merupakan struktur paling kecil yang tersuspensi dalam sitoplasma dan terdapat di sel eukariotik maupun prokariotik. Pada sel eukariotik, ribosom terdapat bebas dalam sitoplasma atau terikat RE. Ribosom tersusun atas protein dan RNA. Ribosom terdiri dari dua subunit, yaitu subunit kecil dan subunit besar. Perhatikan Gambar 13 untuk mengetahui struktur ribosom. Tiap-tiap subunit disintesis dalam nukleolus dan dikeluarkan melalui porus nukleus ke sitoplasma tempat kedua subunit bergabung. Ribosom berperan dalam sintesis protein.
Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 13. Struktur ribosom
3.2.3. Sentriol

Sel binatang dan beberapa mikroorganisme serta tumbuhan tingkat rendah mengandung dua sentriol dalam sitoplasma. Sentriol terletak di bersahabat permukaan luar nukleus. Setiap sentriol terdiri atas sebaris silinder sebanyak sembilan mikrotubul. Perhatikan Gambar 14 di samping. Sentriol berperan dalam proses pembelahan sel.
Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 14. Struktur sentriol
3.2.4. Dinding Sel


Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Monday, December 9, 2019

Pintar Pelajaran Proses Pembentukan Ovum Dan Siklus Mentruasi Pada Wanita

Proses Pembentukan Ovum dan Siklus Mentruasi pada Wanita - Proses pembentukan ovum disebut oogenesis. Perhatikan Gambar 1. Proses ini terjadi di dalam ovarium. Sejak masa embrio sampai dewasa, oogonia (sel induk telur) di dalam ovarium mengalami perkembangan. Oogonium pada masa embrio ini memperbanyak diri secara mitosis membentuk oosit primer. Saat embrio berusia 6 bulan, oosit primer mengalami meiosis I dan berhenti pada fase profase. Kemudian oosit primer ini berhenti membelah sampai masa pubertas. (Baca juga : Sistem Reproduksi pada Wanita)
Proses pembentukan ovum disebut oogenesis Pintar Pelajaran Proses Pembentukan Ovum dan Siklus Mentruasi pada Wanita
Gambar 1. Oosit sekunder di tuba fallopii
Saat perempuan mengalami pubertas, hipofisis akan menghasilkan Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan oosit primer melanjutkan proses meiosis I. Pembelahan meiosis ini menghasilkan dua sel yang ukurannya tidak sama. Sel yang berukuran besar disebut oosit sekunder dan yang kecil disebut tubuh polar pertama. Perhatikan Gambar 2. 
Proses pembentukan ovum disebut oogenesis Pintar Pelajaran Proses Pembentukan Ovum dan Siklus Mentruasi pada Wanita
Gambar 2. Tahap oogenesis
Oosit sekunder dikelilingi oleh folikel. Di bawah pengaruh FSH, folikel-folikel ini membelah berkali-kali dan membentuk folikel de Graaf (folikel yang sudah masak) yang di antaranya mempunyai rongga. Selanjutnya, sel-sel folikel memproduksi estrogen yang merangsang hipofisis untuk menyekresikan Luteinizing Hormone (LH). LH berfungsi memacu terjadinya ovulasi. Saat menjelang ovulasi ini, meiosis I selesai. Oosit sekunder dan tubuh polar pertama melanjutkan pembelahan dengan melaksanakan meiosis II dan berhenti pada metafase II. Selanjutnya, oosit sekunder dilepas dari ovarium dan ditangkap oleh fimbriae dan dibawa ke oviduk. Pelepasan oosit sekunder di ovarium dikenal dengan istilah ovulasi. LH membuat sel-sel folikel berubah menjadi korpus luteum.

Korpus luteum memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Hormon progesteron akan menghambat LH
yang memungkinkan bertahannya korpus luteum. Jadi, pada saat ovulasi, yang dilepas bukan ovum tetapi oosit sekunder pada tahap metafase II. Jika terjadi pembuahan oleh spermatozoa, oosit sekunder dan tubuh polar pertama akan melanjutkan tahapan meiosis II. Pembelahan oosit sekunder menghasilkan 1 ootid dan 1 tubuh polar kedua, sedangkan badan polar pertama akan menghasilkan dua tubuh polar kedua. Saat akan terjadi pembuahan, ootid berdiferensiasi membentuk ovum, dan tiga tubuh polar yang menempel pada ovum akan mengalami degenerasi.

Sel telur yang dibuahi dan yang tidak dibuahi akan menuju uterus. Sementara itu, hormon progesteron dihasilkan dan akan menghipnotis penebalan dinding uterus sehingga siap terjadi implantasi. Jika sel telur ini tidak dibuahi akan luruh dan dikeluarkan sebagai menstruasi (haid) bersama jaringan yang terbentuk pada dinding uterus. Terjadinya menstruasi pertama membuktikan seorang wanita mengalami pubertas. Pubertas selain ditandai dengan menstruasi juga ditandai dengan aktifnya hormon seksual pada wanita. Hormon inilah yang memacu perubahan fisik pada perempuan dan terjadinya menstruasi. Perubahan fisik tersebut di antaranya tumbuhnya payudara, pinggul mulai melebar dan membesar, serta tumbuh rambut di ketiak dan kemaluan.

Selain fisik, pubertas juga menghipnotis psikologi wanita. Secara psikologis seorang perempuan yang sudah memasuki masa pubertas akan menunjukkan sifat feminin, di antaranya bahagia berdandan, cenderung mengedepankan perasaan, sehingga perasaannya gampang tersentuh. Apabila sedang menghadapi suatu masalah, perempuan akan cenderung mencari seorang teman untuk mencurahkan permasalahannya.

Pada perempuan terdapat siklus menstruasi. Siklus ini berkaitan dengan pembentukan sel telur dan pembentukan endometrium. Siklus menstruasi pada umumnya berlangsung selama 28 hari, tetapi ada juga yang berlangsung 21 hari bahkan 30 hari. Perbedaan siklus ini dipengaruhi oleh hormon-hormon reproduksi. Siklus menstruasi pada wanita terdiri dari empat fase sebagai berikut.

Siklus Menstruasi

Proses pembentukan ovum disebut oogenesis Pintar Pelajaran Proses Pembentukan Ovum dan Siklus Mentruasi pada Wanita
Gambar 3. Siklus Menstruasi
1–5 hari
Fase Menstruasi
Menurunnya progesteron dan estrogen menjadikan pembuluh darah pada endometrium menegang, sehingga menjadikan suplai oksigen menurun. Karena tidak terjadi kehamilan maka endometrium mengalami degenerasi yang ditandai dengan luruhnya sel-sel pada dinding uterus, pecahnya pembuluh darah dalam endometrium, menjadikan darah dan sel-sel tersebut keluar melalui v*gina. Peristiwa ini disebut menstruasi. Menstruasi berlangsung antara 5–7 hari.

6–10 hari
Fase Folikuler (Fase Reperasi)
Terjadi proses penyembuhan akhir pecahnya pembuluh darah. Fase ini dipengaruhi oleh hormon estrogen yang dihasilkan oleh folikel. Hormon ini merangsang pertumbuhan endometrium yaitu dengan mempertebal lapisan endometrium dan membentuk pembuluh darah serta kelenjar.

11–18 hari
Fase Fertil
Meningkatnya hormon estrogen sanggup memacu dihasilkannya LH. Apabila LH meningkat, maka folikel memproduksi progesteron. Hormon-hormon ini berperan mematangkan folikel dan merangsang terjadinya ovulasi adalah lepasnya ovum dari ovarium. Ovum ini bergerak sepanjang tuba fallopii. Pada dikala menyerupai ini, perempuan tersebut dalam masa fertil atau subur sehingga ovum siap dibuahi.

19–28 hari
Fase Luteal
Pada dikala ovulasi, folikel Graaf pecah berubah menjadi korpus rubrum yang mengandung banyak darah. Adanya LH menyebabkan korpus rubrum berubah menjadi korpus luteum (badan kuning) untuk menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi mempersiapkan endometrium menerima embrio. Pada dikala ini endometrium menjadi tebal dan lembut, serta dilengkapi banyak pembuluh darah. Jika tidak ada kehamilan, korpus luteum berdegenerasi menjadi korpus albikans sehingga progesteron dan estrogen menurun bahkan hilang.
Proses pembentukan ovum disebut oogenesis Pintar Pelajaran Proses Pembentukan Ovum dan Siklus Mentruasi pada Wanita
Gambar 4. Grafik fungsi hormon reproduksi
Pubertas dan Menopause

Pubertas merupakan tahap perkembangan manusia, ditandai dengan terjadinya pematangan organ reproduksi dan mulai pertama kali dihasilkannya gamet (sel kelamin). Sementara itu, menopause merupakan masa berhentinya kerja hormon-hormon reproduksi pada wanita. Sehingga organ-organ reproduksi sudah tidak mampu menghasilkan sel telur. Kondisi ini menyebabkan berhentinya siklus menstruasi. Menopause ini biasa terjadi pada perempuan usia 45 atau 55 tahun. Akan tetapi, terjadinya pubertas dan menopause pada setiap manusia berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh keadaan nutrisi dan psikologi setiap orang yang berbeda-beda pula.

Anda kini sudah mengetahui Proses Pembentukan Ovum. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Thursday, November 21, 2019

Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen Dan Kromosom Biologi, Penyebab Dan Referensi Mutasi

Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi - Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengerikan. Peristiwa tersebut dikecam oleh penduduk dunia. Korban yang meninggal begitu banyak dan penduduk yang masih hidup, seringkali mempunyai keturunan yang cacat jawaban mutasi. Bom tersebut ternyata mengeluarkan materi radioaktif yang membahayakan makhluk hidup. Pada pecahan ini Anda akan mempelajari pengertian dan macammacam mutasi serta penyebab dan dampaknya bagi kehidupan. Setelah mempelajari pecahan ini Anda akan mengenal macam-macam mutasi dan bisa melindungi tubuh dari bahan-bahan mutagen.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Gambar 1. Awan jamur Fat Man yang diakibatkan oleh ledakan nuklir di atas Nagasaki setinggi 18 km. [1]
Bom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki bekerjsama bom nuklir yang tersusun atas bahan-bahan radioaktif. Bahan-bahan tersebut juga dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Mungkin Anda pernah membaca di media massa perihal insiden meledaknya pembangkit listrik tenaga nuklir di Chernobyl, Uni Soviet. Pembangkit listriknya hancur, penduduk sekitarnya banyak yang meninggal, dan yang hidup menderita cacat tubuh lantaran sel-sel tubuhnya mengalami mutasi. Oleh lantaran dampak penggunaan nuklir sangat berbahaya bagi manusia, mayoritas penduduk dunia menentang pemanfaatan nuklir.

Tenaga nuklir pada dikala ini masih dipakai dalam penelitian-penelitian oleh badan-badan khusus dan hasilnya terus dipantau. Berikut ini akan diuraikan mengenai macam-macam mutasi. Namun, sebelumnya Anda sebaiknya mempelajari kembali materi-materi pada Substansi Genetik, Pembelahan sel), dan Hereditas lantaran materi bab-bab tersebut sangat bekerjasama dengan materi berikut.

A. Pengertian dan Macam-Macam Mutasi

Istilah mutasi pertama kali dikemukakan oleh Hugo de Vries (Belanda) dalam bukunya yang berjudul The Mutation Theory pada tahun 1901. Istilah mutasi dipakai untuk mengemukakan adanya perubahan fenotip pada bunga Oenothera lamarckiana. Perubahan fenotip tersebut disebabkan oleh perubahan gen. Jadi, mutasi merupakan perubahan info genetik yang terjadi dalam organisme. Berikut ini diuraikan mengenai jenis-jenis mutasi.

1. Mutasi Gen (Point Mutation)

Perubahan struktur DNA (gen) yang terjadi pada lokus tunggal kromosom dinamakan mutasi gen atau point mutation. Telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya bahwa fenotip pada suatu organisme ditentukan oleh susunan nukleotida dalam molekul DNA. Perubahan pada satu atau lebih nukleotida sanggup mengakibatkan kesalahan pembentukan asam amino yang akan membentuk protein (enzim).

Mutasi tidak selalu diwariskan kepada keturunan. Bila mutasi gen terjadi pada sel-sel somatis (sel tubuh) maka perubahan fenotip yang terjadi tidak diturunkan pada generasi berikutnya. Hanya mutasi gen pada sel-sel kelamin (gamet) saja yang perubahan fenotipnya diwariskan kepada keturunan. Kita sanggup menciptakan perumpamaan untuk sanggup memahami adanya mutasi gen. Anggaplah tiap-tiap nukleotida itu sebagai huruf-huruf dalam alfabet. Huruf-huruf tersebut akan menjadi satu kelompok sebagai mesin kimia sel yang berfungsi menginstruksikan untuk menciptakan protein khusus. Satu per satu karakter akan tersusun dan menciptakan suatu kata yang mempunyai arti khusus. Jika terjadi kesalahan penyusunan huruf-huruf, contohnya terbalik susunannya atau hilang salah satu hurufnya maka kata tersebut tidak sanggup diartikan lagi atau mempunyai arti lain (tak sesuai dengan yang diharapkan). Dalam keadaan tersebut, sel tidak sanggup membentuk protein lantaran info tidak terperinci atau membentuk protein lain. Dalam kasus yang lain, perubahan gen menimbulkan info khusus yang baru. Selanjutnya, akan dibuat protein sesuai dengan instruksi yang gres tersebut. Protein yang terbentuk sesudah sel mengalami mutasi gen berbeda dengan protein pada sel normal.

Mutasi gen sanggup terjadi lantaran hal-hal berikut.

a. Duplikasi ialah terjadi pengulangan sebagian rantai nukleotida.

Contoh:

Gen normal
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Setelah gen normal mengalami pengulangan nukleotida A pada kodon ke-3, maka nukleotida di belakangnya akan bergeser sehingga terbentuk susunan rantai nukleotida berikut.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
b. Adisi (insersi) ialah terjadi penambahan atau penyisipan nukleotida dalam rantai.

Contoh:

Gen normal
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Setelah gen normal mengalami penambahan satu nukleotida T pada kodon ke-2 maka nukleotida di belakangnya akan bergeser sehingga membentuk susunan rantai nukleotida berikut.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
c. Delesi ialah hilangnya sebagian nukleotida dalam rantai.

Contoh :

Gen normal
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Setelah gen normal mengalami kehilangan nukleotida G pada kodon ke-2 maka nukleotida di belakang bergeser maju sehingga terbentuk susunan rantai nukleotida berikut.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
d. Inversi ialah sebagian nukleotida terpisah dan bergabung lagi dengan posisi terbalik.

Contoh:

Gen normal
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi

Setelah nukleotida-nukleotida pada kodon ke-5 terputus kemudian bergabung lagi dengan posisi terbalik maka terbentuk susunan rantai nukleotida berikut.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
e. Substitusi ialah salah satu dari nukleotida diganti dengan nukleotida lain yang mempunyai basa nitrogen yang berbeda.

Contoh :

Gen normal
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi

Setelah nukleotida C pada kodon ke-2 diganti dengan nukleotida T maka terbentuk susunan rantai nukleotida berikut.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi

Anda akan lebih memahami adanya duplikasi, adisi, delesi, dan inversi melalui acara berikut.

Contoh Soal 1 :

Misalnya terdapat rantai mRNA (kodon) dengan susunan:

AUC CUC AGG GAG UUA CGC ACC

Setelah mengalami mutasi dihasilkan rantai mRNA dengan susunan sebagai berikut.

a. AUC CUC AGG UGA GUU ACG CAC C
b. AUC CUC AGG AGU UAC GCA CC
c. AUC CUC AGG UAG UUA CGC ACC
d. AUC CUC AGG GGA GUU ACG CAC C
e. AUC CUC AGG GAG AUU CGC ACC

Berdasarkan data di depan, diskusikan bersama teman sekelompok Anda mengenai hal berikut.
  1. Jelaskan perubahan gen yang terjadi pada a, b, c, d, dan e.
  2. Sebutkan tipe mutasi gen pada a, b, c, d, dan e.
Presentasikan hasil diskusi kelompok Anda di depan kelas.

Terjadinya mutasi gen sanggup mempengaruhi penerjemahan kode-kode basa mRNA dalam sintesis protein. Jika mutasi gen tidak mempengaruhi jenis protein yang dihasilkan dinamakan silent mutation, tetapi jikalau mutasi gen mengakibatkan perubahan hasil protein yang dibuat disebut missense mutation. Sementara itu, ada mutasi gen yang mengakibatkan pembentukan kodon stop, akhirnya akan terbentuk protein gres atau tidak sama sekali. Peristiwa ini disebut nonsense mutation. Bagaimana terjadinya ketiga jenis mutasi tersebut? Marilah kita pelajari dalam uraian berikut.

Misalnya suatu mRNA normal mempunyai susunan ibarat Gambar 1 (a) dan mengalami mutasi ibarat Gambar1 (b).
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Gambar 1. Perbedaan susunan mRNA normal dan mRNA yang mengalami silent mutation
Coba perhatikan gambar di atas. Pada insiden tersebut terlihat kodon GGC digantikan oleh GGU. Penggantian kodon ini tidak mempengaruhi pembentukan asam amino. Mengapa? Beberapa kodon, ibarat GGU, GGA, GGC, dan GGG mengkode satu jenis asam amino, yaitu glisin. Peristiwa mutasi yang tidak mengakibatkan terjadinya perubahan pembentukan asam amino ibarat di atas disebut silent mutation.

Akibat mutasi gen yang lain, yaitu perubahan pada satu nukleotida atau lebih yang menimbulkan berubahnya asam amino yang dibuat oleh mRNA. Misalnya jikalau kodon GGC yang mengkode glisin digantikan oleh AGC yang mengkode serin. Oleh lantaran susunan asam amino berubah maka protein yang dibuat pun juga berubah. Oleh lantaran susunan asam amino pembentuk protein berubah maka ada kemungkinan fungsi protein juga berubah. Peristiwa ini dinamakan missense mutation. Perhatikan Gambar 2. berikut.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Gambar 2. Perbedaan susunan mRNA normal dan mRNA yang mengalami missense mutation.
Jenis mutasi yang berikutnya yaitu nonsense mutation. Jenis mutasi ini menimbulkan tidak terbentuknya protein. Kapan hal ini terjadi? Perhatikan Gambar 3. berikut.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Gambar 3. Perbedaan susunan mRNA normal dan mRNA yang mengalami nonsense mutation.
Pada gambar terlihat bahwa kodon kedua yaitu AAG mengalami mutasi sehingga menjadi UAG (penggantian basa A dengan basa U). Semula AAG merupakan kodon yang mengkode pembentukan lisin. Setelah basa A diganti dengan basa U menjadi UAG maka kodon ini tidak lagi mengkode lisin melainkan kodon yang mengakhiri pembacaan gen (kode ”stop”). Telah Anda ketahui bahwa setiap sintesis protein selalu diawali dengan kodon AUG yang mengkode ”start” dan diakhiri dengan kode ”stop” contohnya kodon UAA. Adanya kode ”stop” ini mengakibatkan kodon ketiga (UUU) dan seterusnya (GGC dan UAA) tidak diterjemahkan. (Baca : Kode Genetik) Dengan demikian, sintesis protein menjadi gagal.

Lakukan Eksperimen berikut semoga Anda lebih memahami imbas mutasi terhadap pembacaan gen.

Percobaan Biologi Sederhana perihal Mutasi 1 :
Melakukan Simulasi Mutasi Gen dan Pengaruhnya terhadap Pembacaan Gen

Sediakan kertas HVS, kertas tebal ibarat karton dengan 4 macam warna (misalnya merah, biru, kuning, dan hijau), gunting, dan spidol warna hitam. Iris-iris kertas tebal tersebut dengan bentuk berikut.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Tuliskan pada potongan-potongan kertas karakter depan nama basa N yang diwakilinya. Siapkan kertas HVS sebagai ganjal untuk menyusun potongan-potongan kertas. Susunlah potongan-potongan kertas tersebut ibarat berikut.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Tuliskan nama-nama asam amino dengan cara mencocokkan kode-kode basa N dengan tabel kode genetik mRNA kemudian susun 3 rantai mRNA yang gres sama ibarat rantai yang telah Anda susun. Gantilah salah satu nukleotida pada susunan rantai pertama sehingga menyebabkan silent mutation. Lanjutkan mengganti salah satu nukleotida pada susunan rantai kedua dan ketiga sehingga berturut-turut terjadi missense mutation dan nonsense mutation. Mintalah kepada bapak atau ibu guru untuk mengecek kebenaran susunan rantai nukleotida yang telah Anda susun.

Setelah melaksanakan acara di atas, jawablah pertanyaan berikut.
  1. Sebutkan 3 macam mutasi.
  2. Sebutkan perubahan-perubahan pada rantai nukleotida sehingga mengakibatkan terjadinya 3 macam mutasi menurut acara yang telah Anda lakukan.
  3. Bila nukleotida U pada kodon ketiga diganti oleh nukleotida A, mutasi apa yang terjadi?
Buatlah laporan tertulis dari acara ini dan kumpulkan kepada bapak atau ibu guru.

Baca juga : (Contoh Mutasi)

Anda telah mengenali banyak sekali macam mutasi gen dan gangguan pada tubuh jawaban mutasi tersebut. Selanjutnya Anda sanggup mencermati mengenai mutasi kromosom. Pada umumnya orang yang mengalami mutasi kromosom mengalami kelambatan dalam perkembangan mental.

2. Mutasi Kromosom (Mutasi Besar)

Mutasi kromosom merupakan perubahan kromosom sehingga menimbulkan perubahan sifat yang diturunkan pada generasi berikutnya. Sebagian besar mutasi kromosom disebabkan oleh kesalahan pada proses meiosis, contohnya terjadi pindah silang atau tautan. Mutasi kromosom sanggup dibedakan sebagai berikut.

a. Perubahan Set Kromosom (Eupoliploidi)

Pada umumnya makhluk hidup mempunyai 2n kromosom (diploid). Kadang-kadang inti sel suatu organisme mengalami kesalahan dalam proses pembelahan sehingga mengalami perubahan jumlah kromosom di dalam inti sel, contohnya menjadi 3n (triploid), 4n (tetraploid), dan seterusnya. Organisme yang mempunyai jumlah kromosom lebih dari 2n dinamakan poliploidi. Poliploidi sanggup terjadi lantaran pada waktu sel menduplikasi DNA-nya tidak dilanjutkan dengan pembelahan sel. Poliploidi umumnya terjadi pada tumbuh-tumbuhan, sedangkan pada binatang sangat jarang lantaran bersifat letal.

Poliploidi sanggup terjadi melalui banyak sekali cara, di antaranya melalui perkawinan ataupun perlakuan zat kimia. Perkawinan antara dua gamet yang mempunyai jumlah kromosom berbeda, sanggup menghasilkan zigot yang jumlah kromosomnya merupakan adonan dari jumlah kromosom kedua gamet tersebut. Misalnya saja, gamet jantan dihasilkan dari individu 4n dan gamet betina dari individu 2n. Gamet jantan bersifat 2n dan gamet betina bersifat n. Jika kedua gamet tersebut bergabung maka zigot yang terbentuk sanggup bersifat 3n.

Organisme triploid umumnya bersifat steril. Organisme tersebut hanya sanggup diperbanyak secara aseksual. Tipe penggandaan set kromosom dari hasil penyatuan gamet dinamakan allopoliploidi. Perhatikan jumlah kromosom pada Gambar 4. di bawah ini.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Gambar 4. Perkawinan 2 individu yang menghasilkan organisme triploid.
Tipe penggandaan set kromosom yang lain yaitu autopoliploidi. Tipe penggandaan ini bukan merupakan hasil penyatuan gamet dari dua individu, tetapi merupakan penggandaan set kromosom individu. Autopoliploidi sanggup dipacu dengan zat kimia, contohnya kolkisin. Pemberian kolkisin pada tumbuhan mengakibatkan penggandaan set kromosom pada suatu individu, contohnya dari 2n menjadi 3n, 4n, 5n, dan seterusnya. Pembuatan tumbuhan poliploidi akan dibahas lebih lanjut pada subbab 2.

b. Perubahan Jumlah Kromosom (Aneuploidi)

Aneuploidi merupakan suatu keadaan keturunan yang mempunyai kromosom kurang atau lebih dari jumlah kromosom induknya. Aneuploidi sanggup terjadi lantaran hal berikut.

1) Anafase lage, ialah tidak melekatnya kromatid pada gelendong pada waktu anafase meiosis I sehingga kromatid tidak terpisah pada 2 kutub yang berlainan. Keadaan ini mengakibatkan kromatid terdapat lebih banyak pada salah satu kutub pembelahan sehingga mempengaruhi jumlah kromosom sesudah proses-proses meiosis selesai. Hal ini berarti kromosom pada sel anakan yang satu lebih banyak daripada sel anakan yang lain.

2) Nondisjunction (gagal berpisah), ialah gagal berpisahnya kromosom homolog pada waktu anafase dari meiosis I atau meiosis II. Oleh lantaran kromosom tidak terpisah maka terdapat lebih banyak kromosom pada sel anakan yang satu daripada yang lain sesudah mengalami pemisahan.

Lakukan acara berikut semoga Anda lebih paham mengenai proses nondisjunction yang sanggup menghasilkan variasi jumlah kromosom pada organisme.

Contoh Soal 2 :
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi

Berdasarkan pengamatan gambar di atas, diskusikan pertanyaan berikut.

a. Pada proses apakah pembelahan meiosis terjadi?
b. Pada pembelahan meiosis ke berapa sanggup terjadi nondisjunction? Ceritakan proses nondisjunction pada gambar (1) dan (2).
c. Berapa jumlah kromosom gamet yang mungkin terjadi jawaban nondisjunction tersebut?
d. Bagaimana jumlah kromosom gamet-gamet asing tersebut jikalau dibuahi oleh gamet normal?

Tulislah hasil diskusi kelompok Anda dalam buku kerja. Selanjutnya, presentasikan di depan kelas.

Analisis Kromosom 21

Kromosom 21 tersusun atas rantai panjang yang mempunyai sekuens DNA sepanjang 33.546.361 pasang basa. Panjang totalnya ± 33,65 juta pasang basa. Kromosom 21 mempunyai 225 gen dan 59 pseudogen. Pseudogen merupakan gen sampah yang sebelumnya pernah aktif, tetapi kemudian tidak aktif lagi jawaban mutasi. (Sumber: http://www.icbb.org/indonesia/manusia/down_kromo21.htm)

Nondisjunction sanggup terjadi pada autosom maupun kromosom seks. Aneuploidi pada autosom sanggup menimbulkan organisme yang dalam keadaan normal (2n) mengalami perubahan jumlah kromosom menjadi 2n – 1 (monosomik, yaitu mutasi lantaran kekurangan satu kromosom), 2n – 2 (nulisomik, yaitu mutasi lantaran kekurangan 2 kromosom), 2n + 1 (trisomik, yaitu mutasi lantaran kelebihan 1 kromosom), 2n + 2 (tetrasomik, yaitu mutasi lantaran kelebihan 2 kromosom), dan seterusnya.

Nondisjunction autosom pada manusia, salah satunya sanggup menimbulkan sindrom Down. Kelainan ini mula-mula disebut mongolisme lantaran penderita mempunyai mata sipit, ibarat dengan bangsa Mongol. Sindrom Down paling sedikit 200 ribu anak di seluruh Indonesia dan 8 juta insan di seluruh dunia pada tahun 2000. Sindrom Down bukan merupakan penyakit genetik yang diturunkan, tetapi disebabkan oleh kromosom 21 yang mempunyai 2 kembaran. Lakukan acara diskusi berikut untuk mengetahui kariotipe penderita sindrom Down.

Contoh Soal 3 :
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Perhatikan dua kariotipe di atas kemudian diskusikan bersama teman sekelompok Anda mengenai hal berikut.
  1. Berapa jumlah seluruh kromosom pada kariotipe (1) dan (2)?
  2. Sebutkan perbedaan susunan kromosom pada kedua kariotipe di atas.
  3. Kariotipe mana yang memperlihatkan kariotipe penderita sindrom Down?
Tulislah hasil diskusi kelompok Anda dalam buku kerja. Selanjutnya, presentasikan di depan kelas.

Kesalahan penggandaan kromosom 21 bekerjasama erat dengan usia perempuan dikala mengandung. Wanita yang hamil pada umur belasan mempunyai kemungkinan melahirkan anak penderita sindrom Down 1 : 1.000. Pada usia 40 tahun, kemungkinannya menjadi 1 : 100. Di atas usia 45 tahun, seorang ibu berisiko 3 kali lebih besar untuk melahirkan anak yang sindrom Down.

Kelambatan mental merupakan ciri utama penderita sindrom Down. Selain itu, anak yang sindrom Down seringkali juga menderita penyakit jantung bawaan, perkembangan asing pada tubuh, alzheimer semasa muda, leukemia, defisiensi sistem pertahanan tubuh, serta banyak sekali duduk kasus kesehatan yang lain. Perhatikan penderita sindrom Down pada Gambar 5. di bawah ini.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Gambar 5. Mata penderita down syndrom. [2]
Selain sindrom Down, insan juga sanggup mengalami sindrom Patau. Sindrom Patau disebabkan oleh penambahan satu kromosom pada kromosom 13. Penderita sindrom Patau sanggup mempunyai kelainan yang bervariasi, contohnya sebagai berikut.

a) Berat tubuh ketika lahir rendah
b) Kelainan tulang tengkorak dan wajah:
• kepala kecil dengan dahi landai,
• hidung lebar dan rata, serta
• sumbing pada bibir disertai dengan atau tanpa sumbing palatum.
c) Kelainan mata:
• buta,
• mata kecil, dan
• katarak.
d) Kelainan telinga:
• tuli dan
• radang pendengaran tengah berulang (otitis media rekurens).
e) Kelainan tulang
Tulang belakang tipis dengan atau tanpa disertai hilangnya tulang dada.
f) Kelainan ekstremitas:
• berjari lebih dari 5 (polidaktili),
• ketiadaan sebagian/seluruh jari (ekstrodaktili),
• kuku jari sempit dan sangat cembung, dan
• tumit menonjol ke belakang.

Sindrom Patau jarang ditemukan pada bawah umur dan tidak pernah pada orang dewasa. Karena begitu banyaknya variasi kelainan yang mengakibatkan kematian. Hal yang sama ditemukan pada penderita sindrom Edward. Sindrom Edward disebabkan oleh penambahan satu kromosom pada kromosom 18. Lebih dari 90% penderita meninggal dunia dalam 6 bulan pertama sesudah lahir. Penderita mengalami banyak bentuk kelainan pada alat-alat tubuh, pendengaran rendah, rahang bawah rendah, lisan kecil, tuna mental, dan tulang dada (sternum) pendek.

Selama pembelahan sel, kromosom seks kadangkadang juga mengalami nondisjunction. Pada insan insiden ini akan menimbulkan banyak sekali variasi kromosom pada gamet. Keturunan yang dihasilkan di antaranya sanggup mengalami sindrom Turner (XO), sindrom Klinefelter (XXY), sindrom Triple–X (XXX) atau perempuan super, dan laki-laki XYY. Diagram berikut memperlihatkan proses terbentuknya beberapa variasi kromosom pada gamet.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Adanya variasi kromosom pada gamet tersebut mengakibatkan perubahan fisik maupun psikologis bagi penderita. Sebelum Anda mengetahui beberapa ciri fisik dan psikologis penderita beberapa kelainan kromosom, lakukan Tugas kelompok berikut.

Amniosentesis untuk Mengetahui Kelainan Kromosom

Kemajuan di bidang kedokteran memungkinkan para dokter untuk mengetahui adanya kelainan jawaban mutasi pada janin. Cara tersebut dinamakan amniosentesis. Amniosentesis umumnya dilakukan pada dikala kehamilan 14–16 ahad dengan cara mengambil cairan amnion yang mengandung sel-sel bebas dari fetus memakai jarum injeksi. Sel-sel fetus dibiakkan di laboratorium kemudian diperiksa kromosomnya untuk dibuat kariotipenya. Berdasarkan kariotipe tersebut sanggup diketahui kelainan kromosom yang terjadi.

Beberapa ciri fisik dan psikologis penderita kelainan kromosom sebagai berikut.

a) Sindrom Turner (XO)

Fenotip berupa perempuan normal. Akan tetapi, ia kehilangan sebuah kromosom X sehingga hanya mempunyai 45 kromosom, dengan formula kromosom 22AAXO. Wanita demikian biasanya disebut perempuan XO. Ciri-ciri yang terdapat padanya antara lain tubuh pendek, tidak mengalami haid lantaran steril, ciri kelamin sekunder tidak tumbuh sempurna, leher pendek, dan di samping leher terdapat lipatan kulit yang gampang ditarik ke samping, serta umumnya mengalami keterlambatan mental.

b) Sindrom Klinefelter (XXY)

Fenotip berupa laki-laki normal terutama dikala kanak-kanak. Ia mempunyai kelebihan sebuah kromosom X sehingga mempunyai 47 kromosom, dengan formula 22AAXXY. Laki-laki demikian biasanya disebut laki-laki XXY. Ciri-ciri tubuh keseluruhan tampak panjang, pinggul lebar, buahdada membesar, testis mengecil, dan mndul.

c) Sindrom Triple–X (XXX) atau perempuan super

Wanita ini mempunyai kelebihan sebuah kromosom X sehingga mempunyai 47 kromosom dengan formula 22AAXXX atau disebut perempuan XXX. Hidupnya tidak lama, dan biasanya meninggal dikala masih kanak-kanak, lantaran banyak alat tubuh yang mengalami pertumbuhan tidak sempurna.

d) Pria XYY

Pria XYY (sindrom Jacob) merupakan insan dengan fenotip yang mempunyai jumlah kromosom 47, dengan formula 22AAXYY. Tubuh laki-laki ini hampir sama dengan laki-laki pada umumnya, tetapi kadang berukuran lebih tinggi. Tahun 1965, Jacobs dan kawan-kawan melaksanakan studi terhadap mereka. Pria XYY lebih bernafsu dibanding laki-laki normal sehingga orang tersebut cenderung berbuat jahat dan melanggar hukum.

Anda telah mengenal adanya perubahan-perubahan info genetik berupa mutasi gen dan mutasi kromosom. Kedua macam mutasi tersebut mengakibatkan kelainan pada tubuh organisme yang mengalami mutasi. Lebih lanjut, Anda akan mempelajari penyebab terjadinya mutasi lainnya, yaitu perubahan atau kerusakan struktur kromosom.

c. Perubahan atau Kerusakan Struktur Kromosom

Mutasi lantaran perubahan struktur kromosom disebut juga aberasi. Aberasi sanggup terjadi lantaran hal-hal berikut.

1) Translokasi

Keadaan ini timbul bila suatu pecahan dari satu kromosom pindah ke kromosom lain yang bukan homolognya. Perhatikan proses terjadinya translokasi pada Gambar 6. berikut.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Gambar 6. Terjadinya translokasi kromosom.
Pada gambar di atas ditunjukkan kromosom yang mempunyai alel ABCDEFG. Kromosom tersebut mengalami pematahan sehingga terbentuk 3 patahan kromosom, yaitu kromosom beralel AB, kromosom beralel EDC, dan kromosom beralel FG. Pada proses selanjutnya, kromosom beralel AB bergabung lagi dengan kromosom beralel FG dan kromosom beralel EDC bergabung dengan kromosom bukan homolog XYZ sehingga terbentuk kromosom EDCXYZ.

Tipe-tipe translokasi

a) Translokasi tunggal, ialah terjadinya satu pematahan tunggal pada satu kromosom dan pecahan yang patah pribadi pindah ke ujung kromosom lain.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
b) Translokasi Perpindahan, ialah translokasi yang melibatkan tiga pematahan. Bagian tengah dari kromosom yang putus di dua tempat disisipkan pada kromosom lain yang putus pada satu tempat. Setelah pematahan rangkap pada satu kromosom dan pecahan yang patah pindah, ujung yang patah menggabung kembali lantaran lekat.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
c) Translokasi Resiprok (interchange), ialah terjadinya satu pematahan pada dua kromosom nonhomolog dan pecahan yang patah saling tertukar. Tipe translokasi ini merupakan translokasi yang paling banyak terjadi.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
2) Inversi

Susunan ini terjadi ketika kromosom patah di dua tempat yang diikuti dengan penyisipan kembali gen-gen pada kromosom yang sama dengan urutan terbalik. Suatu inversi terjadi selama berpilinnya kromosom pada profase ketika satu pecahan dari DNA melengkung. Pada inversi terjadi pematahan rangkap sehingga terbentuk dua ujung bebas yang bersifat ”lengket” (bila dibandingkan dengan ujung normal yang tidak lengket) dan cenderung untuk menggabung kembali. Dalam penggabungan, pecahan itu menjadi terbalik ibarat terlihat pada Gambar 7. berikut.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Gambar 7. Skema terjadinya inversi pada kromosom.
Perhatikan gambar di atas. Suatu kromosom mengalami pematahan menjadi 3 pecahan dengan alel AB, CDE, dan FG. Setelah mengalami penggabungan kromosom, beberapa alel kromosom tersusun terbalik sehingga membentuk kromosom dengan alel ABEDCFG.

Pada satu kromosom normal, gen-gen tampak dalam satu susunan linear sebagai berikut.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi

Pada satu kromosom dengan inversi ada patahan antara B-C dan E-F yang diikuti dengan pelekatan kembali sehingga terjadi bentuk kromosom sebagai berikut.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Suatu individu yang mempunyai kromosom normal dan inversi disebut inversi heterozigot, serta biasanya membentuk lengkungan inversi (inversion loop). Perhatikan Gambar 8. di bawah ini.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Gambar 8. Inversi perisentris dan parasentris.
Inversi sanggup dibedakan menjadi dua tipe, yaitu inversi perisentris dan inversi parasentris.

a) Inversi perisentris

Pada insiden ini sentromer terletak di dalam lengkung inversi.

b) Inversi parasentris

Apabila inversi terjadi pada kawasan kromosom yang tidak mempunyai sentromer, maka insiden tersebut dinamakan inversi parasentris.

3) Delesi atau Defisiensi

Delesi atau defisiensi ialah pematahan kromosom terjadi di alam tanpa alasannya ialah yang terperinci dan menimbulkan hilangnya satu pecahan kromosom. Terjadinya pematahan kromosom, sanggup Anda perhatikan pada Gambar 9. berikut.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Gambar 9. Skema terjadinya delesi pada kromosom.
Pada gambar tersebut, ditunjukkan suatu kromosom yang mempunyai alel ABCDEFG mengalami pematahan menjadi 3 pecahan dengan alel AB, CDE, dan FG. Dalam proses selanjutnya, kromosom dengan alel AB bergabung dengan kromosom beralel FG tetapi kehilangan alel CDE.

Tipe-tipe delesi/defisiensi sebagai berikut.

a) Delesi/defisiensi terminal ialah satu pematahan erat ujung suatu kromosom yang menimbulkan hilangnya pecahan ujung tersebut.
b) Delesi/defisiensi interkalar (interticial) adalah dua pematahan di pecahan tengah dari suatu kromosom yang menimbulkan pecahan tengah tersebut terlepas.

 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Bagian yang terlepas tidak mempunyai sentromer dan hilang pada anafase selama mitosis. Bagian itu terdapat dalam sitoplasma, tetapi gen-gennya tidak berfungsi dan akhirnya pecahan itu akan hilang. Contoh delesi pada jagung, yaitu terjadi pada butir-butir jagung belang-belang. Gen C dibutuhkan untuk perkembangan warna aleuron. Alel resesifnya tidak aktif sehingga aleuron tidak berwarna. Aleuron merupakan jaringan triploid sehingga mempunyai genotip Ccc berwarna.

Butir jagung belang-belang sanggup terjadi jawaban pematahan ujung kromosom (delesi), kemudian diikuti penggabungan ujung yang putus tersebut sehingga terbentuk jembatan pada anafase.

Kromosom dan kromatid yang lengkap mempunyai ujung yang stabil (telomer), tetapi apabila satu ujungnya putus akan menjadi lengket dan gampang menempel pada ujung lain yang patah.

Proses terjadinya delesi/defisiensi pada jagung sebagai berikut.

a) Kromosom awal
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi

b) Proses pertama
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
c) Proses kedua
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
d) Hasil
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi

Kromosom membelah pada tahap profase pembelahan mitosis. Kromosom yang delesi menghasilkan satu kromosom homolog, juga merupakan kromosom delesi dan keduanya mempunyai ujung saling menarik dan bisa tergabung. Perhatikan gambar a) dan b).

Pada tahap anafase, kromatid memisah dan bergerak ke arah kutub yang berlawanan ibarat ditunjukkan dengan anak panah pada gambar c).

Kromosom yang membawa alel warna C telah tergabung dan membentuk jembatan yang kemudian membentang ketika sentromer membelah dan bergerak ke arah kutub. Pada tahap telofase, terbentuk 2 nukleus. Akibat pematahan yang terjadi ibarat pada gambar c) maka satu nukleus mendapatkan dua gen untuk warna dan nukleus yang lain mendapatkan pecahan kromosom yang defisiensi. Perhatikan gambar d).

Kromosom defisiensi menimbulkan dominansi palsu yaitu penampakan sifat tak berwarna. Apabila beberapa sel mengandung delesi/defisiensi, sanggup terjadi sejumlah daur pematahan, penggabungan, dan terbentuknya jembatan yang mengakibatkan butir-butir jagung belang-belang.

4) Duplikasi

Keadaan ini timbul bila ada penambahan materi kromosom sehingga suatu pecahan kromosom terdapat lebih dari dua kali dalam satu sel diploid yang normal. Contohnya, kromosom normal yang mempunyai alel ABCDEFG. Setelah mengalami penambahan alel FG maka terbentuk kromosom gres dengan alel ABCDEFGFG. Perhatikan gambar 10. di bawah ini.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Gambar 10. Duplikasi.
Pematahan dua kromatid pada lokus yang berbeda diikuti dengan pertukaran materi dan penggabungan kembali kromatid tadi. Hal ini akan menghasilkan satu kromatid dengan delesi dan yang lain dengan duplikasi. Proses pematahan, penggabungan, dan pembentukan jembatan ibarat yang dijelaskan pada warna aleuron jagung menimbulkan duplikasi maupun delesi materi kromosom.

Pindah silang pada meiosis sanggup terjadi pada pasangan kromosom yang agak meleset susunannya. Akibatnya duplikasi dan delesi terjadi bahu-membahu ibarat terlihat dalam diagram berikut.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Contoh delesi dan duplikasi sanggup dilihat pada Gambar 11. di bawah ini.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Gambar 11. Delesi dan duplikasi.
5) Katenasi

Katenasi ialah kerusakan kromosom lantaran kromosom homolog ujungnya saling berdekatan sehingga membentuk lingkaran. Perhatikan Gambar 12. berikut.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Gambar 12. Skema terjadinya katenasi.
Contoh Soal 3 :

1. Suatu rantai mRNA mempunyai susunan: GCU ACC CCG UGC AUC mengalami perubahan dengan susunan gres sebagai berikut.

a. GCU ACC GCC UGC AUC
b. GCU GCC CGG UGC AUC
c. GCU ACC CGU GCA UC
d. GCU ACC CCG CUG CAU C
e. GCC UAC CCC GUG CAU C

Dinamakan perubahan apa yang terjadi pada susunan a, b, c, d, dan e?

2. Jelaskan mutasi yang terjadi pada penderita sickle–cell anemia.

3. Jenis-jenis kanker apa saja yang sering menyerang perokok berat?

4. Mutasi kromosom sanggup terjadi lantaran perubahan set kromosom. Apa yang dimaksud perubahan set kromosom tipe allopoliploidi dan autopoliploidi?

5. Akibat nondisjunction, kromosom insan sanggup mengalami perubahan jumlah pada autosom maupun seks kromosom.

a. Sebutkan 2 kelainan pada insan yang mengalami perubahan jumlah autosom.
b. Sebutkan 2 kelainan pada insan yang mengalami perubahan jumlah kromosom seks.

B. Penyebab Mutasi dan Dampaknya bagi Kehidupan

Bahan-bahan atau zat yang sanggup mengakibatkan mutasi disebut mutagen. Secara garis besar, ada tiga macam mutagen yaitu materi fisik, materi kimia, dan materi biologi. Mutagen materi fisik, contohnya sinar bergelombang pendek. Pada umumnya setiap bentuk radiasi dengan panjang gelombang lebih pendek daripada sinar tampak, sanggup mengakibatkan mutasi.

Beberapa sinar radioaktif, ibarat sinar alfa, sinar beta, sinar gamma, dan sinar–X merupakan penyebab terjadinya mutasi. Gen-gen yang terkena radiasi pengion akan terputus ikatannya sehingga terjadi ionisasi pada sel-sel pembentuk jaringan tubuh. Ionisasi terjadi jikalau elektron terlepas dari suatu atom dan bergabung dengan atom lainnya. Molekul-molekul DNA yang tersusun atas atom-atom yang terionisasi sanggup mengakibatkan gen menjadi labil dan gampang berubah.

Perubahan susunan kimia gen tersebut mengakibatkan fungsinya juga berubah. Selain oleh radiasi, temperatur yang terlalu tinggi atau terlalu rendah juga sanggup mengakibatkan mutasi. Mutasi jawaban sinar ultraviolet (UV) tidak mengakibatkan timbulnya radikal bebas. Di dalam DNA, sinar UV akan terserap oleh basa pirimidin, yaitu timin dan sitosin. Energi dari sinar UV tersebut mengakibatkan terjadinya ikatan silang antarpirimidin yang berdekatan sehingga membentuk dimer pirimidin. Perhatikan pembentukan dimer timin pada Gambar  13. di bawah ini.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Gambar 13. Pembentukan dimer timin jawaban sinar UV.
Pembentukan dimer pirimidin menimbulkan perubahan pembentukan asam amino. Orang-orang yang terlalu banyak mendapatkan paparan sinar matahari yang terik sanggup menderita tumor atau kanker kulit. Pada masa modern yang serba canggih, kita tidak sanggup terlepas dari banyak sekali materi kimia yang sanggup menimbulkan mutasi. Bahan kimia banyak dipakai dalam banyak sekali acara industri, pertanian, dan rumah tangga. Bahan-bahan kimia ibarat dimetil sulfat dan nitro metil sulfat sanggup mengakibatkan reaksi antara gugus alkil dengan gugus fosfat DNA yang sanggup mengganggu replikasi DNA. Beberapa materi kimia lain yang mengakibatkan perubahan pada basa nitrogen, contohnya HNO2 (asam nitrit) dan NH2OH (hidroksil amin). Jika HNO2 bereaksi dengan adenin, maka terbentuk zat gres yang dinamakan hipoxanthin. Zat tersebut menempati kedudukan yang sebelumnya ditempati adenin dan berpasangan dengan sitosin, bukan lagi dengan timin. Proses deaminasi tersebut mengakibatkan perubahan asam amino yang dibentuk. Basa N lain, ibarat guanin dan sitosin juga sanggup mengalami deaminasi oleh adanya HNO2.

Penerapan Teknologi Analisis DNA dalam Menanggulangi Cacat Genetik Hewan Ternak

Seleksi secara konvensional biasanya dilakukan untuk menghindari cacat genetik pada binatang ternak. Cara tersebut dilakukan dengan menciptakan catatan reproduksi dan silsilah. Kelemahan seleksi konvensional yaitu membutuhkan waktu usang dan biaya yang mahal. Cara lainnya, yaitu memakai teknik analisis DNA. Ternak yang akan dijadikan bibit unggul, dianalisis DNA-nya dahulu. Setelah dianalisis, hanya binatang ternak yang mengandung DNA normal saja yang dijadikan bibit unggul.

Bahan biologi yang mengakibatkan mutasi, antara lain kuman dan virus. Misalnya, pecahan dari virus yang bisa mengadakan mutasi yaitu asam nukleatnya. Virus epstein–bar merupakan salah satu penyebab mutasi pada sel tubuh manusia. Beberapa jenis virus dan kuman mempunyai kemampuan memindahkan potongan gen dari satu individu ke individu lain. Jenis-jenis virus dan kuman tersebut umumnya dimanfaatkan dalam penelitian-penelitian di bidang bioteknologi, terutama dalam teknik rekombinan. Anda akan mempelajari teknik rekombinan lebih lanjut pada Bab Bioteknologi.

Mutagen sanggup mengakibatkan mutasi secara alami dan buatan. Mutasi alami sanggup terjadi secara impulsif oleh faktor-faktor alam, ibarat sinar kosmis, radioaktif alam, perubahan temperatur yang tinggi, dan sinar ultraviolet. Namun, mutasi alami hanya terjadi secara kebetulan dan sangat jarang terjadi. Individu-individu yang mengalami mutasi disebut mutan. Sifatsifat yang diwariskan oleh mutan umumnya bersifat resesif dan merugikan bagi mutan dan keturunannya. Perkawinan sedarah (inbreeding) merupakan salah satu faktor yang memperbesar kemungkinan terbentuknya individu-individu cacat jawaban mutasi.

Contoh kelainan-kelainan pada insan jawaban mutasi telah Anda pelajari pada subbab A. Perhatikan contoh-contoh mutasi yang terjadi pada binatang ternak berikut.

Tabel 1. Contoh-Contoh Mutasi yang Terjadi pada Hewan

No.
Spesies
Cacat Genetik
Ciri-Ciri
1.
Sapi potong Hereford
Cebol (dwarfism)
Cebol dan mati menjelang dewasa.
2.
Sapi perah
Cerebral hernia
Tulang kepala pecahan atas ter buka disebabkan oleh gagalnya pembentukan tulang pada tahap embrio. Anak sapi pribadi mati sesudah lahir.
3.
Kuda Thoroughbred
Bleeding
Pembuluh darah di pecahan mukosa hidung sangat ringkih sehingga sanggup menyebab kan pendarahan.

Membuat Bunga Raksasa

Pucuk bunga aster yang ditetesi kolkisin sanggup memperlihatkan perubahan ukuran bunga yang dihasilkan. Ukuran bunga aster lebih besar daripada bunga normal. Kolkisin dijual bebas. Kita sanggup memperolehnya di toko yang menyediakan alat dan bahan-bahan kimia.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Gambar 14. Bunga aster. [3]
Kebanyakan mutan bersifat steril dan tidak bisa bertahan hidup dalam waktu yang lama. Hanya mutan-mutan yang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan saja yang tetap hidup. Jika mutasi selalu terjadi dalam waktu yang cukup usang maka ada kemungkinan akan terbentuk individu gres yang mempunyai ciri-ciri
dan sifat yang berbeda dengan generasi pendahulunya. Mekanisme tersebut mengakibatkan terjadinya evolusi makhluk hidup.

Meskipun sebagian besar mutasi alami bersifat merugikan, tetapi beberapa di antaranya menghasilkan mutan yang sifatnya menguntungkan bagi manusia. Contoh mutasi alami pada flora yaitu munculnya buah nanas dalam jumlah banyak (biasanya hanya 1 buah dalam 1 tumbuhan), tumbuhnya beberapa tandan pisang dalam satu batang tumbuhan pisang, dan pertumbuhan batang palem yang bercabang-cabang. Berdasarkan beberapa kelebihan yang diperoleh dari mutasi alami tersebut, para peneliti melaksanakan mutasi pada flora secara buatan.

Semangka tanpa biji merupakan salah satu hasil mutasi buatan. Secara alami, semangka tanpa biji sangat jarang kita dapat. Bagaimana cara membuatnya?

Mutagen yang paling sering dipakai dalam pembuatan semangka tanpa biji yaitu kolkisin. Kolkisin merupakan alkaloid yang dihasilkan oleh umbi Colchicum autumnale, sejenis tumbuhan hias berumbi yang hidup di kawasan tropis. Kolkisin bersifat menghambat pembentukan benang-benang spindel dari mikrotubulus pada tahap anafase pembelahan mitosis atau meiosis. Akibatnya, gerakan kromatid ke kutub-kutub sel terhambat sehingga terbentuklah poliploidi.

Bibit semangka diploid yang diberi perlakuan memakai kolkisin akan menghasilkan semangka tetraploid (4n) dengan 44 kromosom. Bagian-bagian tubuh flora 4n, ibarat batang, daun, dan bunga berukuran lebih besar dibandingkan bagian-bagian flora 2n. Bibit semangka ini kemudian ditanam untuk dijadikan induk seleksi. Biji-biji yang dihasilkan oleh semangka tetraploid ini ditanam dan diserbukkan dengan semangka diploid. Persilangan ini akan menghasilkan biji-biji bersifat 3n (triploid) yang merupakan bibit semangka tanpa biji. Perhatikan cara pembuatan semangka tanpa biji pada Gambar 15.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Gambar 15. Cara menciptakan semangka tanpa biji.
Tumbuhan poliploidi berjumlah gasal dan umumnya mndul sehingga sering dimanfaatkan untuk memproduksi buah-buahan tanpa biji.

Drosophila, Hewan Penelitian Akibat Mutasi

Umumnya, para andal memakai Drosophila melanogaster untuk mengetahui dampak penggunaan sinar radioaktif pada hewan. Beberapa dampak tersebut, antara lain terjadinya perubahan warna mata, bentuk sayap (ada yang melengkung berbentuk kurva, bersudut, dan ada yang keriting), kaki yang tumbuh di kepala, serta terbentuknya dua abdomen sehingga terjadi penambahan jumlah kaki dan sayap.
 Dampak insiden pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia kedua sangat mengeri Pintar Pelajaran Pengertian Mutasi Gen dan Kromosom Biologi, Penyebab dan Contoh Mutasi
Gambar 16. Drosophila melanogaster jantan. [4]
Selain kolkisin yang sanggup memalsukan ploidi suatu tanaman, sinar radioaktif juga sering dipakai untuk memperoleh mutan. Mutan pada sel-sel generatif umumnya bersifat letal. Keturunannya akan mati sebelum atau beberapa waktu sesudah lahir. Hanya sebagian kecil saja yang bisa bertahan hidup sehingga dibutuhkan biji dalam jumlah banyak ketika diradiasi.Perlu dilakukan penelitian berkali-kali untuk memilih tingkat radiasi yang optimal semoga diperoleh mutan dengan sifat-sifat tertentu yang diinginkan.

Negara kita mempunyai tubuh khusus di bidang penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan tenaga nuklir. Badan tersebut dinamakan BATAN atau Badan Tenaga Nuklir Nasional. Beberapa jenis hibrida hasil mutasi ditemukan oleh BATAN. Bibit-bibit berkualitas unggul tersebut telah ditanam di banyak sekali kawasan pertanian di Indonesia. Perhatikan tabel 2. berikut.

Tabel 2. Jenis-Jenis Bibit Unggul yang Ditemukan BATAN

No.
Bibit Unggul
Kegunaan
Penerapan
1.
Padi: Atomita I–IV, Cilosari, Woyla, Merauke
Peningkatan produksi dan mendukung ke tersediaan benih
Padi Cilosari, Atomita IV, tersebar dan ditanam petani antara lain Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, NTB, DIY, Wonosobo, Garut, Bengkulu, Deli Serdang, Asahan, dan Sumatra Utara.
2.
Padi gogo: Situginting

Padi Situginting telah ditanam di Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, NTB, Wonosobo, dan Bengkulu.
3.
Kedelai: Muria, Tengger, Meratus

Kedelai ditanam di NTB, Bengkulu, dan Wonosobo.
Sumber: http://www.batan.go.id/organisasi/hasil_litbangyasa.php

Sorghum merupakan salah satu tumbuhan pangan di Indonesia selain padi. Tanaman tersebut mempunyai kelebihan dibanding tumbuhan pangan lain, contohnya tahan kekeringan (biasanya petani menanamnya secara tumpang sari dengan tumbuhan pangan lainnya), produksi dan kandungan nutrisinya tinggi. Kandungan protein, lemak, dan mineralnya lebih tinggi dibandingkan padi.

Berdasarkan kelebihan tersebut, BATAN membuatkan sorghum unggul dengan cara radiasi sinar gamma. Seleksi tumbuhan dilakukan mulai generasi kedua sesudah perlakuan radiasi. Seleksi tersebut dilanjutkan pada generasi-generasi berikutnya yang bersifat unggul hingga diperoleh tumbuhan homozigot. Sejumlah mutan tumbuhan sorghum mempunyai sifat-sifat unggul, ibarat tahan rebah, genjah, produksi tinggi, kualitas biji baik, dan lebih tahan terhadap kekeringan.

Beberapa jenis tumbuhan hias yang diperlakukan dengan radiasi bertujuan untuk memperoleh variasi-variasi baru. Mutasi oleh radiasi sanggup menimbulkan terjadinya bentuk morfologi tumbuhan atau warna yang unik dan langka. Misalnya bentuk daun keriting (normal : rata) dan warna daun putih (normal : hijau). Mutan-mutan yang berpenampilan unik sanggup meningkatkan nilai ekonomisnya. Para hobiis bersedia membayar mahal tumbuhan atau binatang unik yang digemarinya. Lakukan acara berikut untuk mengetahui banyak sekali keunggulan jenis-jenis flora kebijaksanaan daya yang sudah mengalami mutasi.

Setelah penelitian-penelitian perihal gen semakin berkembang, para peneliti mulai membuatkan teknik rekombinan untuk memperoleh bibit unggul. Gen-gen yang bersifat unggul pada suatu organisme dipotong kemudian disisipkan ke dalam susunan gen organisme lain. Gen-gen yang bersifat tidak unggul sanggup dipotong dan dibuang. Perlakuan-perlakuan tersebut sanggup mengakibatkan adanya mutasi gen. Mutasi dengan cara-cara tersebut dinamakan site directed mutagenesis. Jadi, mutasi tersebut sanggup secara pribadi diarahkan pada tujuan-tujuan tertentu sesuai dengan harapan pembuat mutan. Contoh-contoh organisme hasil mutasi ini antara lain tumbuhan bebas virus (dengan cara menyisipkan gen virus ke dalam susunan gen tanaman) dan tumbuhan tembakau yang sanggup mengeluarkan cahaya fosfor dengan cara penyisipan gen kunangkunang ke dalam susunan gen tembakau.

Manfaat Lain Sinar Radioaktif

Beberapa sinar radioaktif dimanfaatkan untuk membunuh mikrobia pembusuk dalam makanan kaleng. Bahan makanan tersebut sanggup bertahan hingga beberapa tahun.

Telah diuraikan di atas bahwa sinar radioaktif merupakan salah satu mutagen. Sinar radioaktif sanggup mengakibatkan mutasi maju dan mutasi balik. Mutasi maju terjadi jikalau ada perubahan fenotip normal menjadi abnormal. Akibatnya, terjadi kelainan-kelainan pada tubuh suatu organisme. Sedangkan mutasi balik terjadi lantaran adanya perubahan fenotip asing menjadi normal. Contoh mutasi balik di antaranya pada penggunaan radioterapi. Radioterapi dikenal juga dengan pengobatan memakai sinar radioaktif. Radioterapi merupakan salah satu metode pengobatan memakai sinar radioaktif. Radioterapi merupakan salah satu metode pengobatan penyakit kanker selain pembedahan dan kemoterapi. Kombinasi antara ketiga metode tersebut sanggup menawarkan hasil pengobatan yang optimal.

Radioterapi telah dilakukan semenjak kurang lebih seratus tahun lalu, tidak usang sesudah Prof. Willem Conrad Roentgen menemukan sinar–X. Seiring berkembangnya ilmu kedokteran dan teknologi, metode ini semakin banyak dipakai dalam pengobatan penyakit kanker. Sinar–X dan sinar gamma paling banyak dipakai dalam pengobatan kanker di samping partikel radioaktif lain. Pada prinsipnya apabila berkas sinar radioaktif dipaparkan ke jaringan maka akan terjadi beberapa peristiwa, antara lain ionisasi molekul air. Ionisasi molekul air ini menimbulkan terbentuknya radikal bebas di dalam sel yang kemudian mengakibatkan janjkematian sel. Lintasan sinar juga menimbulkan kerusakan jawaban tertumbuknya DNA yang sanggup diikuti dengan janjkematian sel.

Berdasarkan waktu sumbangan sinar, radioterapi dibedakan menjadi radiasi prabedah dan pascabedah. Radiasi yang dilakukan sebelum operasi dinamakan radiasi prabedah. Radiasi tersebut sering dilakukan untuk kanker kolon (usus besar). Penyinaran ini bertujuan memperkecil jaringan kanker sehingga mempermudah pengangkatan semua jaringan kanker pada dikala pembedahan.
Radiasi pascabedah dilakukan sesudah operasi. Setelah jaringan kanker dan jaringan normal sekitarnya dioperasi maka dilakukan radiasi untuk membersihkan sel-sel kanker yang tertinggal. Tentunya akan timbul pertanyaan, apakah janjkematian hanya terjadi pada sel-sel kanker? Bagaimana dengan jaringan normal lainnya?

Ternyata, mutasi tak selamanya menimbulkan kerugian, terutama mutasi buatan. Jika pengetahuan perihal mutasi ini diimbangi dengan kesadaran moral manusia, maka akan menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kehidupan. Harapannya, pengetahuan perihal mutasi sanggup dimanfaatkan secara bijaksana sehingga peristiwa kemanusiaan ibarat di Hiroshima dan Nagasaki tidak terulang kembali.

Anda kini sudah mengetahui Mutasi. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Sembiring, L dan Sudjino. 2009. Biologi : Kelas XII untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.

Referensi Lainnya :