Showing posts sorted by relevance for query struktur-dan-fungsi-jaringan-pengikat-longgar-hewan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query struktur-dan-fungsi-jaringan-pengikat-longgar-hewan. Sort by date Show all posts

Friday, March 6, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Jaringan Pengikat Longgar Pada Hewan

Struktur dan Fungsi Jaringan Pengikat Longgar pada Hewan - Susunan jaringan pengikat longgar sanggup Anda amati pada Gambar 1. Jaringan ini memiliki ciri-ciri utama yaitu susunan serat-seratnya yang longgar. Matriksnya berupa cairan lendir (mucus). Pada matriks terdapat berkas serabut kolagen yang fleksibel, tetapi tidak elastis. Adanya serabut kolagen memungkinkan terjadinya gerakan dari bagian-bagian yang saling dihubungkan. Pada matriks juga terdapat fibroblast, sel mast, dan plasma sel. Jaringan pengikat longgar mempunyai beberapa fungsi berikut.
Susunan jaringan pengikat longgar sanggup Anda Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Jaringan Pengikat Longgar pada Hewan
Gambar 1. Jaringan pengikat longgar
  1. Membentuk membran yang membatasi jantung dan rongga perut.
  2. Mengikatkan kulit pada jaringan di bawahnya.
  3. Mengelilingi pembuluh darah dan saraf yang menyusup ke organ.
  4. Pengikat lapisan epitelium pipih membentuk lembar mesenterium.
  5. Membantu melekatkan organ pada otot dinding tubuh.
  6. Memberi bentuk organ dalam menyerupai kelenjar limfa, sumsum tulang, dan hati.
Jaringan pengikat longgar terdapat di sekitar pembuluh darah, saraf, dan sekitar organ tubuh. Contoh lain jaringan yang termasuk jaringan ikat longgar adalah jaringan lemak (Gambar 2) atau jaringan adiposa. Jaringan ini terdapat pada lapisan lemak di bawah kulit.
Susunan jaringan pengikat longgar sanggup Anda Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Jaringan Pengikat Longgar pada Hewan
Gambar 2. Jaringan lemak
Anda kini sudah mengetahui Struktur dan Fungsi Jaringan Pengikat Longgar pada Hewan. Terima kasih sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Monday, March 2, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Jaringan Tulang Keras Pada Hewan

Struktur dan Fungsi Jaringan Tulang Keras pada Hewan - Tulang merupakan jaringan pengikat yang termineralisasi (mengandung mineral). Sel tulang disebut osteosit yang dibuat oleh osteoblast. Antara osteosit yang satu dengan yang lain dihubungkan oleh kanalikuli. Matriks osteoblast mengandung kalsium fosfat yang memperkeras matriks sehingga tulang lebih keras daripada tulang rawan. Berat badan mamalia dewasa, 15% berupa tulang. Berat tulang sebagian besar tersusun atas garam mineral, yaitu 85% kalsium fosfat, 10% kalsium karbonat, 4% magnesium klorida, dan 1% kalsium fluorida. Oleh alasannya ialah itu susunan tulang menjadi keras dan kaku. Endapan garam mineral menyusun dan melingkari bagian sentra tulang sehingga membentuk pita melingkar disebut lamela. Pada batas lamela terdapat lakuna yang di dalamnya terdapat osteosit (sel tulang). Setiap tulang dibungkus oleh periosteum, yaitu jaringan pengikat fibrosa yang berbentuk lembaran pipih dan liat. Lapisan dalam dilapisi oleh endosteum. Perhatikan Gambar 1. 
Tulang merupakan jaringan pengikat yang termineralisasi Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Jaringan Tulang Keras pada Hewan
Gambar 1. Penampang bujur tulang pipa
Berdasarkan susunan matriksnya, jaringan tulang dibedakan menjadi tulang keras atau tulang kompak dan tulang berongga atau tulang spons. Tulang keras memiliki matriks yang susunannya rapat. Sementara itu, tulang spons mempunyai susunan matriks longgar atau berongga. Susunan anatomi tulang pipa terdiri atas bagian epifisis di kedua ujung dan diafisis di bab tengah. Epifisis tulang pipa berbentuk bonggol serta tersusun oleh periosteum dan tulang rawan. Diafisis tulang pipa terdiri atas periosteum, tulang keras, tulang spons, dan rongga sumsum tulang. Perhatikan Gambar 2. 
Tulang merupakan jaringan pengikat yang termineralisasi Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Jaringan Tulang Keras pada Hewan
Gambar 2. Sistem Havers pada jaringan tulang
Pada tulang keras atau kompak, sel-sel tulang tersusun membentuk sebuah sistem yang disebut sistem Havers. Bagian tengah sistem Havers terdapat saluran disebut saluran Havers yang berisi pembuluh darah, pembuluh limfa, dan saraf. Di antara dua saluran Havers dihubungkan oleh saluran Volkman. Di sekeliling sistem Havers terdapat lapisan tulang yang disebut lamela. Pada lamela-lamela inilah terdapat osteosit (sel-sel tulang) yang menempati lakuna (rongga) yang tersusun secara konsentris. Susunan osteosit sanggup Anda amati pada Gambar 3.
Tulang merupakan jaringan pengikat yang termineralisasi Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Jaringan Tulang Keras pada Hewan
Gambar 3. Osteosit (sel tulang) pada lakuna
Anda kini sudah mengetahui Struktur dan Fungsi Jaringan Tulang Keras pada Hewan. Terima kasih sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.