Showing posts with label Sistem Ekskresi. Show all posts
Showing posts with label Sistem Ekskresi. Show all posts

Tuesday, December 10, 2019

Pintar Pelajaran Sistem Ekskresi Pada Manusia


Sistem Ekskresi pada Manusia - Keringat merupakan salah satu cairan sisa metabolisme yang dikeluarkan tubuh. Selain keringat, badan kita sanggup pula mengeluarkan beberapa zat sisa metabolisme, ibarat urine, karbon dioksida (CO2), dan empedu. Bila kadar zat-zat sisa tersebut di dalam badan berlebihan, maka ancaman pada badan sanggup segera mengancam. Oleh alasannya itu, zat-zat tersebut harus segera dikeluarkan. Proses pengeluaran zat-zat sisa merupakan hasil suatu proses di dalam badan yang dinamakan ekskresi. Pengeluaran zat ini juga merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Secara umum, proses pengeluaran zat-zat sisa dari dalam tubuh manusia dibedakan menjadi tiga macam, yakni defekasi, ekskresi, dan sekresi.

Defekasi yaitu proses pengeluaran sisa-sisa pencernaan makanan yang disebut feses melalui anus. Sisa pencernaan tidak pernah melewati proses metabolisme di dalam sel-sel jaringan tubuh. Sehingga, sisa pencernaan bukanlah sisa metabolisme. Zat yang dikeluarkan melalui anus tersebut terdiri atas materi kuliner yang tidak diserap oleh usus, sel-sel epitel usus yang rusak, dan mikrobia usus. Proses pengeluaran zat sisa selanjutnya yaitu ekskresi. 

Ekskresi adalah pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang tidak dipakai lagi oleh sel dan darah, kemudian dikeluarkan bersama urine, keringat, dan udara pernapasan. Sementara itu, sekresi merupakan proses pengeluaran getah oleh sel dan kelenjar. Getah tersebut biasanya mengandung enzim yang masih berguna untuk proses faal di dalam tubuh. Nah, di sini kita hanya akan mempelajari sistem ekskresi saja.



Anda kini sudah mengetahui Sistem Ekskresi Manusia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Alat-Alat Ekskresi Pada Manusia

Macam-macam Alat-Alat Ekskresi pada Manusia - Mengeluarkan air seni, berkeringat, dan mengembuskan napas merupakan cara-cara badan untuk melaksanakan ekskresi. Zat-zat sisa hasil metabolisme ini dikeluarkan dalam bentuk urine, keringat, dan karbondioksida. Zat-zat sisa ini diekskresikan di antaranya melalui organ ginjal, kulit, dan paru-paru. Perhatikan Gambar 1. Anda tentu pernah mengenal alat-alat ekskresi tersebut. Tugas kelompok berikut ini akan mengingatkan Anda perihal organ-organ ekskresi pada badan manusia. Manusia mempunyai banyak sekali macam alat ekskresi dalam tubuhnya. Alat-alat ekskresi tersebut ialah ginjal (ren), paru-paru (pulmo), hati (hepar), dan kulit (integumen). Alat-alat tersebut sekaligus berfungsi untuk menjaga stabilitas suhu badan atau homeostatis. Nah, berikutnya, mari kita simak dan pahami banyak sekali organ sistem ekskresi tersebut pada bahasan berikut. (Baca juga : Sistem Ekskresi Pada Manusia)
zat sisa ini diekskresikan di antaranya melalui organ ginjal Pintar Pelajaran Alat-Alat Ekskresi pada Manusia
Gambar 1. Alat-alat ekskresi pada manusia
a. Ginjal

b. Kulit

c. Hati (hepar)

d. Paru-Paru

Paru-paru selain berperan sebagai organ pernapasan juga berperan sebagai organ ekskresi. Hal ini karena gas CO2 dan uap air (H2O) hasil proses metabolisme diangkut darah dari jaringan badan menuju paru-paru dan selanjutnya dikeluarkan dari badan pada waktu ekspirasi. CO2 sekitar 75% dari jaringan badan diangkut plasma darah dalam bentuk ion HCO3 (asam bikarbonat) dan sisanya sekitar 25% diikat oleh hemoglobin (Hb) membentuk senyawa HbCO2 (karboksihemoglobin).

Coba Anda ingat kembali bahan paru-paru pada bab Sistem Pernapasan pada Manusia dan Hewan.

Anda kini sudah mengetahui Alat Ekskresi Manusia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Proses Pembentukan Urine Pada Ginjal Manusia

Proses Pembentukan Urine pada Ginjal Manusia - Mula-mula darah yang mengandung air, garam, glukosa, urea, asam amino, dan amonia mengalir ke dalam glomerulus untuk menjalani proses filtrasi. Proses ini terjadi alasannya yakni adanya tekanan darah akhir efek dari mengembang dan mengerutnya arteri yang memanjang menuju dan meninggalkan glomerulus. Akhir filtrasi dari glomerulus ditampung oleh kapsul Bowman dan menghasilkan filtrat glomerulus atau urine primer. Secara normal, setiap hari kapsul Bowman sanggup menghasilkan 180 L filtrat glomerulus. Filtrat glomerulus atau urine primer masih banyak mengandung zat yang dibutuhkan badan antara lain glukosa, garam-garam, dan asam amino. Perhatikan Tabel 1. 

Tabel 1. Komposisi Utama Urine Primer

Molekul
Kadar per Gram
Air
900
Protein
0
Glukosa
1
Asam amino
0,5
Urea
0,3
Ion anorganik
7,2

Filtrat glomerulus ini kemudian diangkut oleh tubulus kontortus proksimal. Di tubulus kontortus proksimal zat-zat yang masih berguna direabsorpsi. Seperti asam amino, vitamin, dan beberapa ion yaitu Na+, Cl-, HCO3- , dan K+ . Sebagian ion-ion ini diabsorpsi kembali secara transpor aktif dan sebagian yang lain secara difusi. Proses reabsorpsi masih tetap berlanjut seiring dengan mengalirnya filtrat menuju lengkung Henle dan tubulus kontortus distal. Pada umumnya, reabsorpsi zat-zat yang masih berkhasiat bagi badan menyerupai glukosa dan asam amino berlangsung di tubulus renalis. Akan tetapi, apabila konsentrasi zat tersebut dalam darah sudah tinggi, tubulus tidak mampu lagi mengabsorpsi zat-zat tersebut. Apabila hal ini terjadi, maka zat-zat tersebut akan diekskresikan bersama urine.
Filtrat glomerulus atau urine primer masih banyak Pintar Pelajaran Proses Pembentukan Urine pada Ginjal Manusia
Gambar 1. Tempat berlangsungnya pembentukan urine
Darah yang masuk ke glomerulus setiap menitnya 1,2 liter atau seperempat dari seluruh jumlah darah yang dipompa. 

Perhatikan Gambar 2. untuk lebih memahami mengenai proses reabsorpsi.
Filtrat glomerulus atau urine primer masih banyak Pintar Pelajaran Proses Pembentukan Urine pada Ginjal Manusia
Gambar 2. Diagram proses reabsorpsi urine
Selain reabsorpsi, di dalam tubulus juga berlangsung sekresi. Seperti K+, H+, NH4+ disekresi dari darah menuju filtrat. Selain itu, obat-obatan menyerupai penisilin juga disekresi dari darah. Sekresi ion hidrogen (H+) berfungsi untuk mengatur pH dalam darah. Misalnya dalam darah terlalu asam maka ion hidrogen disekresikan ke dalam urine. Sekresi K+ juga berfungsi untuk menjaga mekanisme homeostasis. Apabila konsentrasi K+ dalam darah tinggi, dapat menghambat rangsang impuls serta menyebabkan kontraksi otot dan jantung menjadi menurun dan melemah. Oleh alasannya yakni itu, K+ kemudian disekresikan dari darah menuju tubulus renalis dan dieksresikan bersama urine.

Setiap harinya tubulus mengabsorpsi filtrat berupa air sebanyak 178 L, garam 1.200 g, dan glukosa sebanyak 250 g.

Tubulus Terpanjang

Kapsul Bowman hingga tubula merupakan satu saluran. Pada orang cukup umur panjang seluruh tubula diperkirakan 7.500.000 sampai 15.000.000 cm atau kurang lebih 7,5 hingga 15 km.

Baca juga :
  1. Penyaringan / Filtrasi Pada Proses Pembentukan Urine
  2. Reabsorpsi pada Proses Pembentukan Urine
  3. Pengumpulan / Augmentasi Pada Proses Pembentukan Urine
Pada dikala terjadi proses reabsorpsi dan sekresi di sepanjang tubulus renalis secara otomatis juga berlangsung pengaturan konsentrasi pada urine. Sebagai contoh, konsentrasi garam diseimbangkan melalui proses reabsorpsi garam. Di kepingan lengkung Henle terdapat NaCl dalam konsentrasi tinggi. Keberadaan NaCl ini berfungsi biar cairan di lengkung Henle senantiasa dalam keadaan hipertonik. Dinding lengkung Henle descending bersifat permeabel untuk air, akan tetapi impermeabel untuk Na dan urea. Konsentrasi Na yang tinggi ini menjadikan filtrat terdorong ke lengkung Henle kepingan bawah dan air bergerak keluar secara osmosis.

Di lengkung Henle kepingan bawah, permeabilitas dindingnya berubah. Dinding lengkung Henle kepingan bawah menjadi permeabel terhadap garam dan impermeabel terhadap air. Keadaan ini mendorong filtrat untuk bergerak ke lengkung Henle ascending.

Air yang bergerak keluar dari lengkung Henle descending dan air yang bergerak masuk dikala di lengkung Henle ascending menciptakan konsentrasi filtrat menjadi isotonik. Setelah itu, filtrat terdorong dari tubulus renalis menuju duktus kolektivus. Duktus kolektivus bersifat permeabel terhadap urea. Di sini urea keluar dari filtrat secara difusi.

Demikian juga dengan air yang bergerak keluar dari filtrat secara osmosis. Keluarnya air ini menjadikan konsentrasi urine menjadi tinggi. Dari duktus kolektivus, urine dibawa ke pelvis renalis. Dari pelvis renalis, urine mengalir melalui ureter menuju vesika urinaria (kantong kemih) yang merupakan tempat penyimpanan sementara bagi urine.

Simaklah Tabel 2. berikut ini biar lebih mudah memahami proses pembentukan urine.

Nama
Proses yang Terjadi
Contoh molekul yang diproses
Filtrasi di glomerulus
Darah mengalir masuk ke glomerulus. Darah mengalami proses filtrasi.
Air, glukosa, asam amino, garam, urea, dan amonia
Reabsorpsi di tubulus
Terjadi difusi dan transpor aktif molekul-molekul dari tubulus kontortus proksimal ke darah.
Air, glukosa, asam amino, dan garam
Sekresi di tubulus
Terjadi transpor aktif molekul-molekul dari darah ke tubulus kontortus distal.
Amonia, ion hidrogen, penisilin, dan asam urat
Reabsorpsi air
Terjadi reabsorpsi air di sepanjang tubulus terutama di duktus kolektivus.
Garam dan air
Ekskresi
Terbentuk urine yang sesungguhnya.
Air, garam, urea, amonium, dan asam urat

Urine ditampung di dalam kantong kemih (vesica urinaria) hingga mencapai kurang lebih 300 cc. Kemudian melalui uretra, urine dikeluarkan dari tubuh. Pengeluaran urine ini diatur oleh otot sfinkter. Perhatikan Gambar 3. mengenai sistem urinaria pada manusia. 
Filtrat glomerulus atau urine primer masih banyak Pintar Pelajaran Proses Pembentukan Urine pada Ginjal Manusia
Gambar 3. Sistem urinaria pada manusia
Pembentukan urine dari plasma darah menyebabkan terjadinya banyak perubahan kandungan zat, menyerupai yang terlihat pada Tabel 3.

Komponen
Plasma
Filtrat Nefron
Urine
Konsentrasi
Substrat yang Tersaring






Urea
0,03
0,03
1,8
60x
50%
Asam urat
0,004
0,004
0,05
12x
91%
Glukosa
0,10
0,10
Tidak ada
100%
Asam amino
0,05
0,05
Tidak ada
100%
Jumlah garam anorganik
0,9
0,9
< 0,9 – 3,6
< 1 – 4x
99,3%
Protein dan koloid lain
8,0
Tidak ada
Tidak ada

Di dalam urine tidak lagi terdapat protein dan glukosa. Apabila di dalam urine terdapat senyawa-senyawa tersebut, ini menawarkan adanya gangguan pada ginjal.

Anda kini sudah mengetahui Proses Pembentukan Urine. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Pintar Pelajaran Pengumpulan / Augmentasi Pada Proses Pembentukan Urine

Pengumpulan / Augmentasi pada Proses Pembentukan Urine - Augmentasi yakni suatu proses pengeluaran zat sisa yang tidak dibutuhkan oleh badan dalam bentuk urine. Pada proses ini, urine sekunder dari tubulus distal menuju tubulus kolektipus. Selanjutnya, pada tubulus ini masih terjadi penyerapan ion Na+Cl-, dan urea. Sisanya merupakan bentuk urine yang sesungguhnya. Urine ini akan dibawa menuju pelvis renalis. Dari pelvis renalis, urine dialirkan melalui ureter hingga hingga pada vesika urinaria (kandung kemih). Sebagai daerah penyimpanan sementara urine, kandung kemih akan menyimpan urine sampai penuh. Apabila sudah penuh, urine akan dikeluarkan dari tubuh melalui uretra. Secara normal, urine yang dikeluarkan badan mengandung berbagai zat, contohnya air, urea, amonia (NH3), dan zat lainnya. (Baca juga : Proses Pembentukan Urine)

Selain itu, warnanya lebih jernih transparan. Saat tertentu urine dapat berwarna kuning muda. Sebab, urine tersebut diwarnai oleh zat warna empedu yakni bilirubin dan biliverdin. Berdasarkan proses ekskresinya, ada beberapa fungsi ginjal yang sanggup kita ketahui, antara lain mengatur keseimbangan air dan garam dalam darah, memproses zat sisa metabolisme dan membuangnya dari tubuh, mencegah adanya zat-zat berbahaya dalam tubuh, mengatur tekanan darah dalam arteri, dan membuang bahan makanan tertentu yang berlebih menyerupai gula dan vitamin.

Meskipun setiap harinya ada sekitar 1.500 liter darah yang disaring ginjal, namun hanya sekitar 1-1,5 liter urine saja yang kita keluarkan dari ureter. Sebab, ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap banyaknya urine yang dikeluarkan, misalnya emosi, konsentrasi air yang tinggi dalam darah, suhu rendah, dan efek banyaknya konsumsi zat-zat deuretik. Orang mengeluarkan air seni secara berlebihan disebut diuresis.

Anda kini sudah mengetahui Augmentasi pada Proses Pembentukan Urine. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Struktur Anatomi Dan Fungsi Ginjal Pada Manusia

Struktur Anatomi dan Fungsi Ginjal Pada Manusia - Manusia mempunyai sepasang ginjal. Ginjal manusia dewasa mempunyai berat lebih kurang 200 gram dan panjang 10 cm. Ginjal berbentuk ibarat kacang merah dan berwarna merah tua, alasannya yaitu mengan dung banyak kapiler darah. Organ ini terletak di dalam ronga perut bagian belakang agak ke atas. Perhatikan Gambar 1. (Baca juga : Alat Ekskresi Manusia)
 Organ ini terletak di dalam ronga perut Pintar Pelajaran Struktur Anatomi dan Fungsi Ginjal Pada Manusia
Gambar 1. Bagian-bagian ginjal
1) Struktur Ginjal

Ginjal insan terbagi atas dua lapisan, yaitu korteks (luar) dan medula (dalam). Pada lapisan korteks ginjal, terdapat satuan struktural dan fungsional terkecil yang disebut nefron. Satu buah ginjal insan mengandung kurang lebih 1 juta nefron.

Setiap nefron terdiri atas tubuh Malpighi (badan renalis) yang tersusun dari kapsul Bowman dan glomerulus. Struktur nefron dapat kalian lihat pada Gambar 2.

 Organ ini terletak di dalam ronga perut Pintar Pelajaran Struktur Anatomi dan Fungsi Ginjal Pada Manusia
Gambar 2. Struktur nefron
Kapsul Bowman berdinding rangkap dengan glomerulus di dalam cekungan kapsulnya. Glomerulus merupakan untaian pembuluh kapiler darah yang dindingnya bertaut menjadi satu dengan dinding kapsul Bowman. Sementara itu, tubulus-tubulus yang menyusun nefron adalah tubulus proksimal, tubulus distal, dan tubulus pengumpul / kolektipus yang dikelilingi oleh pembuluh darah kapiler. Pembuluh darah kapiler ini dinamakan arteriol eferen yang meninggalkan glomerulus menuju vasarekta. Vasarekta merupakan kapiler yang mengelilingi lengkung Henle. Adapun pembuluh darah kapiler yang menuju glomerulus dinamakan arteriol aferen. Arteriol ini banyak menyuplai darah bagi glomerulus.

Pada lapisan medula ginjal terdapat lengkung Henle. Lengkung Henle merupakan kanal ginjal atau tubulus yang menghubungkan antara tubulus distal pada kawasan korteks dengan tubulus proksimal. Saluran lengkung Henle ini ada yang menurun dan menaik. Orang dewasa mempunyai panjang seluruh tubulus lebih kurang 7,5-15 m. Pada lapisan medula juga terdapat tubulus kolektipus yang mengalirkan zat sisa metabolisme (urine) menuju ureter.

Ginjal mengendalikan potensial air darah yang melewatinya. Substansi yang menjadikan ketidakseimbangan potensi air pada darah akan dipisahkan dari darah dan diekskresikan dalam bentuk urine. Sebagai pola yaitu sisa nitrogen hasil pemecahan asam amino dan asam nukleat.

Setiap nefron terdiri atas tubuh Malpighi (badan renalis) yang tersusun dari kapsul Bowman dan glomerulus. Struktur nefron dapat kalian lihat pada Gambar 2.

Kapsul Bowman berdinding rangkap dengan glomerulus di dalam cekungan kapsulnya. Glomerulus merupakan untaian pembuluh kapiler darah yang dindingnya bertaut menjadi satu dengan dinding kapsul Bowman. Sementara itu, tubulus-tubulus yang menyusun nefron adalah tubulus proksimal, tubulus distal, dan tubulus pengumpul / kolektipus yang dikelilingi oleh pembuluh darah kapiler. Pembuluh darah kapiler ini dinamakan arteriol eferen yang meninggalkan glomerulus menuju vasa rekta. Vasa rekta merupakan kapiler yang mengelilingi lengkung Henle. Adapun pembuluh darah kapiler yang menuju glomerulus dinamakan arteriol aferen. Arteriol ini banyak menyuplai darah bagi glomerulus. Pada lapisan medula ginjal terdapat lengkung Henle. Lengkung

Henle merupakan kanal ginjal atau tubulus yang menghubungkan antara tubulus distal pada kawasan korteks dengan tubulus proksimal. Saluran lengkung Henle ini ada yang menurun dan menaik. Orang dewasa mempunyai panjang seluruh tubulus lebih kurang 7,5-15 m. Pada lapisan medula juga terdapat tubulus kolektipus yang mengalirkan zat sisa metabolisme (urine) menuju ureter. Ginjal mengendalikan potensial air darah yang mele watinya. Substansi yang menjadikan ketidakseimbangan potensi air pada darah akan dipisahkan dari darah dan diekskresikan dalam bentuk urine. Sebagai pola yaitu sisa nitrogen hasil pemecahan asam amino dan asam nukleat.


Urine yang kita keluarkan bergotong-royong mengikuti serangkaian proses. Sebelum keluar dari tubuh, urine terbentuk dalam ginjal melalui proses tiga tahap, yaitu tahap filtrasi (penyaringan) urinetahap reabsorpsi (penyerapan kembali) urine, dan tahap augmentasi (pengeluaran zat) urine.

3. Penyakit Ginjal

4. Pengobatan Penyakit Ginjal

Anda kini sudah mengetahui Struktur Ginjal, Anatomi Ginjal, dan Fungsi Ginjal. Terima kasih anda kini sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Penyebab Penyakit Ginjal : Gangguan Dan Kelainan

Penyebab Penyakit Ginjal : Gangguan dan Kelainan - Fungsi ginjal sebagai alat ekskresi sanggup terganggu oleh berbagai alasannya yang sanggup menimbulkan penyakit dan kelainan-kelainan pada tubuh. Macam-macam penyakit dan kelainan tersebut sebagai berikut. Nefritis ialah rusaknya ginjal pada glomerulus akibat infeksi kuman Streptococcus. Infeksi ini sanggup menyebabkan urea dan asam urat masuk kembali ke dalam darah serta terganggunya reabsorpsi air. Jika urea dan asam urat masuk ke dalam darah mengakibatkan uremia, dan apabila reabsorpsi air terganggu akan mengakibatkan edema atau pembengkakan kaki akhir terjadinya penimbunan air. Apabila nefritis ini tidak segera terobati sanggup mengakibatkan ”gagal ginjal”, yaitu tidak bekerjanya fungsi ginjal sebagai organ ekskresi. Gagal ginjal ini sanggup ditolong dengan melakukan basuh darah. Apabila fungsi ginjal terganggu, maka nefron tidak lagi mampu menyerap secara efektif beberapa substrat yang seharusnya diserap, contohnya: albumin, protein, dan glukosa. Apabila dalam urine seseorang terdapat albumin maka diduga menderita albuminuria. Namun, apabila di dalam urine ditemukan adanya glukosa maka diduga menderita glukosuria. Adanya glukosa dalam urine dapat disebabkan oleh tingginya glukosa dalam darah, sehingga nefron tidak bisa menyerap kelebihan glukosa tersebut. Tingginya kadar glukosa dalam fatwa darah sanggup dipicu oleh kurangnya hormon insulin dalam tubuh.

Gangguan pada ginjal sanggup disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat. Misalnya terlalu banyak mengonsumsi garam mineral dan sedikit mengonsumsi air. Hal ini sanggup memicu terbentuknya kerikil ginjal di dalam rongga ginjal, jalan masuk ginjal, atau kandung kemih. Apabila batu ginjal terdapat di jalan masuk ginjal, maka jalan masuk urine akan tersumbat. Keadaan ini mengakibatkan membesarnya salah satu ginjal (hidronefrosis) lantaran urine tidak sanggup dialirkan keluar.

Gesekan akhir kerikil ginjal mengakibatkan peradangan pada organ urinaria sehingga memungkinkan eritrosit terangkut dalam urine. Apabila ini terjadi maka orang tersebut menderita hematuria.

Mengapa Sakit Ginjal dapat Memicu Munculnya Penyakit Lain ?

Organ ginjal walaupun berukuran kecil, tetapi mempunyai fungsi sangat vital. Di antaranya sebagai kawasan membersihkan darah dari banyak sekali zat sisa hasil metabolisme serta racun-racun tubuh. Zat sisa dan racun tubuh tersebut kemudian dibuang menjadi air seni (urine). Selain itu, ginjal juga berfungsi menjaga keseimbangan, mengatur konsentrasi dan komposisi cairan tubuh, mempertahankan volume dan tekanan darah, mengatur produksi sel darah merah, dan menghasilkan hormon seperti erithropoetin (EPO), renin, dan vitamin D. Nah, lantaran banyaknya fungsi ginjal ini maka apabila ada suatu kelainan pada ginjal maka dapat menimbulkan penyakit lain.

Anda kini sudah mengetahui Penyakit Ginjal. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Pintar Pelajaran Penyaringan / Filtrasi Pada Proses Pembentukan Urine

Penyaringan / Filtrasi pada Proses Pembentukan Urine - Filtrasi (Penyaringan) Darah yang masuk ke dalam ginjal akan dilakukan proses filtrasi. Filtrasi merupakan proses penyaringan darah dari zat-zat sisa metabolisme yang sanggup meracuni tubuh. Proses ini terjadi pada tubuh Malpighi, tepatnya pada glomerulus yang dilingkupi kapsul Bowman. Awalnya, darah mengalir melalui pembuluh darah (arteri) ginjal. Kemudian melalui arteriol aferen, darah masuk ke glomerulus di dalam kapsul Bowman. Dalam setiap glomerulus berlangsung proses filtrasi. Hanya molekul kecil dan limbah nitrogen dari darah saja yang mengalami penyaringan. Sedangkan untuk molekul besar, ibarat protein, lemak, zat-zat padat, dan plasma darah, dibiarkan bertahan dalam darah. Selanjutnya, darah meninggalkan glomerulus melalui arteriol eferen. Hasil filtrasi ini dinamakan filtrat glomerulus atau disebut juga urine primer. Urine ini akan dialirkan menuju tubulus-tubulus lewat arteriol aferen. (Baca juga : Proses Pembentukan Urine)
Darah yang masuk ke dalam ginjal akan dilakukan proses Pintar Pelajaran Penyaringan / Filtrasi pada Proses Pembentukan Urine
Gambar 1. Badan Malpighi
Badan Malpighi adalah bagian dari ginjal yang berfungsi dalam proses penyaringan darah. Nama Malpighi diberikan setelah seseorang berkebangsaan Italia, Malpighi, menemukannya pada suatu hari ketika menggunakan mikroskop.

Anda kini sudah mengetahui Filtrasi pada Pembentukan Urine. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Reabsorpsi Pada Proses Pembentukan Urine

Penyerapan Kembali / Reabsorpsi pada Proses Pembentukan Urine - Zat hasil filtrasi akan direabsorpsi oleh suatu bagian dalam ginjal. Reabsorpsi yaitu proses penyerapan kembali filtrat glomerulus yang masih dapat dipakai oleh tubuh. Bagian yang berperan dalam proses ini meliputi sel-sel epitelium pada tubulus proksimal, lengkung Henle, dan sebagian tubulus distal. Setelah urine primer melalui arteriol aferen akan dialirkan menuju tubulus proksimal. Kandungan glukosa dan sebagian ion seperti Na+ , Cl-, dan air dalam urine primer akan direabsorpsi. Urine primer ini juga dialirkan dan diserap pada lengkung Henle. Setelah itu, urine dialirkan menuju tubulus distal. urine primer yang mengandung zat menyerupai ion Na+ , ion HCO3- , dan air akan diserap pada tubulus dostal tersebut. Sedangkan zat-zat menyerupai ion H+, ion NH4+, urea, kretinin, dan obat-obatan disekresikan pada urine oleh tubulus tersebut. Hasil reabsorpsi ini berupa filtrat tubulus atau urine sekunder yang akan dialirkan menuju tubulus kolektipus (pengumpul). (Baca juga : Proses Pembentukan Urine)
Reabsorpsi pada Proses Pembentukan Urine Pintar Pelajaran Reabsorpsi pada Proses Pembentukan Urine
Gambar 1. Proses pembentukan urine
Anda kini sudah mengetahui Reabsorpsi pada Proses Pembentukan Urine. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Urine

Faktor yang Mempengaruhi Produksi Urine - Ahli kesehatan menyampaikan bahwa dengan banyak mengeluarkan urine maka badan menjadi sehat. Dikatakan sehat apabila dalam sehari mengeluarkan urine sekitar lebih kurang 1 liter. Banyak sedikitnya urine yang dikeluarkan setiap harinya di antaranya dipengaruhi oleh zat-zat diuretika, suhu, konsentrasi darah, dan emosi. Zat-zat diuretika bisa menghambat reabsorpsi ion Na+. Akibatnya konsentrasi Anti Diuretik Hormon (ADH) berkurang sehingga reabsorpsi air menjadi terhambat dan volume urine meningkat. Peningkatan suhu merangsang pengerutan abdominal sehingga pedoman darah di glomerulus dan filtrasi turun. Selain itu, peningkatan suhu juga meningkatkan kecepatan respirasi. Hal ini menjadikan volume urine menjadi turun. Apabila kita tidak minum air seharian, maka konsentrasi (kadar) air dalam darah menjadi rendah. Hal ini akan merangsang hipofisis mengeluarkan ADH. Hormon ini akan meningkatkan reabsorpsi air di ginjal sehingga volume urine menurun. Demikian juga pada dikala tegang atau murka dapat merangsang terjadinya perubahan volume urine.

Anda kini sudah mengetahui Faktor yang Mempengaruhi Produksi Urine. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Pintar Pelajaran Metode Pengobatan Penyakit Ginjal

Metode Terapi Pengobatan Penyakit Ginjal - Peranan ginjal sangat penting, maka gangguan pada fungsi ginjal sanggup berakibat fatal. Gangguan ini sanggup terjadi akibat adanya kelainan pada ginjal (penyakit ginjal primer) atau komplikasi penyakit sistemik (penyakit ginjal sekunder), menyerupai diabetes. Kelainan ringan pada ginjal dapat sembuh tepat apabila penyebabnya sanggup diatasi. Terkadang cukup dengan pengobatan dan pengaturan diet. Sebaliknya, apabila memburuk kelainan ini sanggup menjadi gagal ginjal akut. Salah satu alternatif untuk mengganti fungsi ginjal yaitu dengan melaksanakan ginjal buatan dengan metode dialisis. Metode pengobatan menyerupai ini lebih dikenal dengan nama hemodialisis (cuci darah). Metode hemodialisis dilakukan melalui proses penyaringan atau pemisahan sisa-sisa metabolisme melalui selaput semipermeabel dalam mesin dialisis. Darah yang sudah higienis dipompa kembali ke dalam tubuh. Cuci darah sanggup dilakukan di rumah sakit atau klinik yang mempunyai unit hemodialisis. Perhatikan Gambar 1.
dapat sembuh tepat apabila penyebabnya sanggup diatasi Pintar Pelajaran Metode Pengobatan Penyakit Ginjal
Gambar 1. Mekanisme dialisis pada ginjal buatan
Selain hemodialisis, ada pula metode dialisis peritoneal. Dialisis ini dilakukan pada selaput rongga perut. Proses ini dibantu oleh cairan dialisis yang dimasukkan ke rongga perut melalui pipa karet yang dipasang dengan cara operasi kecil. Selaput peritoneal berfungsi menyaring dan mengeluarkan sisa metabolisme, sehingga pembuluh darah pada selaput peritoneal berfungsi sebagai saringan ginjal. Sistem dialisis ini ternyata amat efektif untuk menolong korban yang ginjalnya tidak berfungsi dengan baik. Cara ini juga memungkinkan penderita dalam kondisi kronik dapat bertahan hidup, walaupun memerlukan banyak waktu, uang, dan kesehatan psikologis.

Alternatif lain yang sanggup dilakukan oleh penderita kerusakan ginjal kronik yaitu dengan pencangkokan ginjal baru. Perhatikan Gambar 2. 

dapat sembuh tepat apabila penyebabnya sanggup diatasi Pintar Pelajaran Metode Pengobatan Penyakit Ginjal
Gambar 2. Sistem cangkok ginjal. Ginjal sakit yang dimiliki resipien  biasanya diangkat. Arteri renal dan uratnya diikat.
Operasi cangkok ginjal secara teknis sangat sederhana. Operasi ini diawali dengan menempatkan ginjal donor di dalam rongga perut bagian bawah, sedang arteri dan vena disambung pada arteri dan vena usus masing-masing. Setelah itu, ureter dihubungkan dengan kantong kemih.

Masalah utama pada pencangkokan ginjal adalah terjadinya penolakan imun. Sistem imun resipien akan mengenali ginjal cangkokan sebagai zat absurd dan akan merusaknya. Akan tetapi, kini ada banyak sekali obat yang efektif untuk menekan prosedur imun tubuh. Apabila penderita mempunyai kembar identik sebagai donor, maka penderita tidak memerlukan obat-obat imunosupresif. Ginjal cangkok hasil donor kembar identik sanggup bertahan hidup usang (25 tahun merupakan rekor hingga tahun 1988).

Anda kini sudah mengetahui Pengobatan Penyakit Ginjal. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.