Showing posts with label Sistem Imun (Kekebalan Tubuh). Show all posts
Showing posts with label Sistem Imun (Kekebalan Tubuh). Show all posts

Monday, December 9, 2019

Pintar Pelajaran Penyebab Penyakit Pada Badan Manusia

Penyebab Penyakit pada Tubuh Manusia - Mikrobia yang menimbulkan penyakit disebut kuman penyakit (patogen). Mikrobia tersebut sanggup berupa bakteria, jamur, maupun virus. Bakteri dan jamur sebagian bermanfaat bagi kehidupan manusia. Tetapi berbeda dengan virus, yang merupakan patogen mempunyai sifat sanggup menimbulkan penyakit. Sifat virus selalu hidup pada organisme hidup lain (sebagai parasit). Di dalam badan organisme lain, virus mampu berkembang biak secara capat dan sanggup secara terus-menerus berubah membentuk strain gres yang tahan terhadap obat. Contoh penyakit yang disebabkan oleh kegiatan virus adalah influenza dan AIDS. Perhatikan Gambar 1.
Mikrobia yang menimbulkan penyakit disebut kuman Pintar Pelajaran Penyebab Penyakit pada Tubuh Manusia
Gambar 1. Virus influenza
Mengapa badan insan sanggup menjadi daerah yang cocok untuk perkembangbiakan mikroorganisme?

Tubuh insan mempunyai suhu yang relatif stabil, mendekati pH netral, menyediakan pasokan masakan secara konstan, dan selalu menyediakan oksigen. Keadaan yang menyerupai itu sangat ideal bagi pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme. Mikroorganisme ini sebagian sanggup menimbulkan penyakit. Mikroorganisme yang menimbulkan penyakit disebut sebagai patogen. Mikroorganisme sanggup dikatakan sebagai patogen dengan syarat bisa masuk ke dalam tubuh, tumbuh berkoloni di dalam tubuh, tahan terhadap pertahanan tubuh, dan menyebabkan kerusakan pada jaringan badan yang ditempati.

Kuman sanggup menimbulkan sakit dengan cara-cara sebagai berikut.

a. Merusak jaringan, contohnya Tuberculosis merusak jaringan paru-paru.
b. Mengeluarkan toksin, contohnya basil Salmonella yang menghasilkan racun pada makanan.

Kuman penyakit sanggup menular dari orang yang terinfeksi ke orang yang masih sehat. Sebagai bentuk pencegahan, Anda disarankan untuk selalu berhati-hati dan menjaga kesehatan dengan melaksanakan beberapa perjuangan berikut.

a. Mencuci tangan sebelum memegang masakan yang akan dimakan.
b. Mencuci rambut dengan sampo.
c. Rutin mandi setiap hari.
d. Rutin menyikat gigi.

Anda kini sudah mengetahui Penyebab Penyakit. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Pintar Pelajaran Sistem Imunitas (Kekebalan / Pertahanan Tubuh) Pada Manusia


Sistem Imunitas (Kekebalan / PertahananTubuh) pada ManusiaSistem imun tidak mempunyai daerah khusus dalam badan manusia dan tidak dikontrol oleh organ sentra menyerupai otak. Sel-sel tertentu berperan sebagai pasukan pertahanan untuk memerangi penyusup atau benda gila yang masuk ke badan yang berpotensi menimbulkan gangguan pada tubuh. Sel-sel dalam sistem imun menghasilkan antibodi yang akan mengenali antigen dari benda gila atau mikroorganisme patogen. Imunisasi merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk memperoleh kekebalan secara aktif. Sel-sel apa saja yang berperan dan bagaimana sistem imun bekerja akan dipelajari dalam subbab berikut ini. Sebagai pola gangguan pada sistem kekebalan tubuh adalah AIDS yang disebabkan bisul HIV. Penyakit ini akan dipelajari dalam subbab berikutnya.





Anda kini sudah mengetahui Sistem Imun atau Sistem Kekebalan Tubuh. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Prosedur Pembentukan Kekebalan Badan Pada Manusia

Mekanisme Pembentukan Kekebalan / Pertahanan Tubuh (Sistem Imun) pada Manusia - Apabila badan mendapat serangan dari benda abnormal maupun infeksi mikroorganisme (kuman penyakit, bakteri, jamur, atau virus) maka sistem kekebalan badan akan berperan dalam melindungi tubuh dari ancaman akhir serangan tersebut. Ada beberapa macam imunitas yang dibedakan menurut cara mempertahankan dan berdasarkan cara memperolehnya. Mikrobia untuk sanggup menginfeksi bab organ yang lebih dalam terlebih dahulu harus berhasil menembus penghalang luar ialah kulit dan membran mukosa. Apabila sudah berhasil melewati pertahanan pertama maka harus menghadapi pertahanan kedua ialah fagositosis (protein antimikrobia). Berdasarkan cara mempertahankan diri dari penyakit, imunitas dibedakan menjadi dua, ialah imunitas nonspesifik dan imunitas spesifik. Adapun menurut cara memperolehnya dibedakan menjadi kekebalan aktif dan kekebalan pasif. Berikut ini akan dibahas jenis-jenis kekebalan satu persatu dan proses pembentukan antibodi. Tabel 1. di bawah ini akan memperjelas ihwal lapisan pertahanan yang dilakukan oleh tubuh. (Baca juga : Sistem Imunitas)

Tabel 1. Beberapa Lapis Pertahanan (Imun)

Imun Nonspesifik
Imun Spesifik
Pertahanan Pertama
Pertahanan Kedua
Pertahanan Ketiga
Kulit
Sel fagosit
Limfosit
Membran mukosa dan cairan sekresinya
Protein antimikrobia
Antibodi

Reaksi peradangan




Anda kini sudah mengetahui Mekanisme Pembentukan Kekebalan Tubuh. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Pintar Pelajaran Prosedur Dan Pola Sistem Imunitas Nonspesifik

Pengertian Mekanisme dan Contoh Imunitas Non spesifik - Pertahanan badan terhadap serangan (infeksi) oleh mikroorganisme telah dilakukan semenjak dari permukaan luar tubuh yaitu kulit dan pada permukaan organ-organ dalam. Tubuh dapat melindungi diri tanpa harus terlebih dulu mengenali atau menentukan identitas organisme penyerang. Imunitas nonspesifik didapat melalui tiga cara berikut.




Anda kini sudah mengetahui Imunitas Nonspesifik. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Pintar Pelajaran Sistem Pertahanan Badan Pada Permukaan Organ Tubuh

Sistem (Imun) / Pertahanan / Kekebalan Tubuh pada Permukaan Organ Tubuh - Tubuh mempunyai daerah-daerah yang rawan terinfeksi oleh kuman penyakit berupa mikroorganisme, ialah daerah saluran pernapasan dan susukan pencernaan. Saluran pencernaan setiap hari dilewati oleh banyak sekali macam makanan dan air yang diminum. Makanan tersebut tidak selalu terbebas dari kuman penyakit baik berupa jamur maupun basil sehingga terinfeksi melalui saluran pencernaan kemungkinannya tinggi. Setiap organ badan ibarat paru-paru, lambung, ginjal, mempunyai kulit dan membran mukosa sebagai pembatas mekanis supaya mikrobia tidak masuk ke dalam organ tersebut. Setiap kulit dan membran mukosa pada organ-organ tubuh memiliki cara tersendiri untuk melindungi diri dari kuman penyakit.

Sebagai contoh, pada kulit terdapat kelenjar minyak yang mengandung materi kimia dan sanggup melemahkan bahkan membunuh basil di kulit. Mikroorganisme yang berada pada materi kuliner sebagian besar sudah dimatikan oleh saliva yang mengandung lisosom. Di dalam perut, mikroorganisme yang masih hidup juga dimatikan dengan adanya asam-asam. Di dalam usus terdapat enzim-enzim pencernaan yang juga sanggup membunuh mikroorganisme yang merugikan.

Demikian juga dengan susukan pernapasan. Hal ini disebabkan udara yang dihirup melalui hidung mengandung
partikel-partikel gila (berupa debu) maupun mikroorganisme (termasuk spora jamur). Spora jamur dapat tumbuh dan berkembang biak jikalau berada di tempat (lingkungan) yang sesuai. 

Pada trakea terdapat sel-sel bersilia yang sanggup menyapu lendir serta partikel-partikel berbahaya yang terselip di antara kerongkongan supaya sanggup keluar bersama air ludah.

Saliva Dapat Membunuh Mikroorganisme

Cairan / air ludah atau saliva ternyata tidak hanya berfungsi dalam pencernaan secara kimiawi saja, tetapi juga berperan dalam membunuh mikroorganisme yang masuk bersama makanan. Di dalam saliva terkandung lisosom. Lisosom inilah yang sanggup membunuh mikroorganisme tersebut.

Anda kini sudah mengetahui Pertahanan yang Terdapat di Permukaan Organ Tubuh. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Pintar Pelajaran Pertahanan Badan Dengan Cara Peradangan (Inflamatori)

Sistem Imun (Kekebalan / Pertahanan Tubuh dengan Cara Peradangan (Inflamatori) - Mikroorganisme yang telah berhasil melewati pertahanan di serpihan permukaan organ sanggup menginfeksi sel-sel dalam organ. Tubuh akan melaksanakan perlindungan dan pertahanan dengan memberi tanda secara kimiawi yaitu dengan cara sel terinfeksi mengeluarkan senyawa kimia histamin dan prostaglandin. Senyawa kimia ini akan menyebabkan pelebaran pada pembuluh darah di daerah yang terinfeksi. Hal ini akan menaikkan aliran darah ke daerah yang terkena infeksi. Akibatnya kawasan terinfeksi menjadi berwarna kemerahan dan terasa lebih hangat.

Apabila kulit mengalami luka akan terjadi peradangan yang ditandai dengan memar, nyeri, bengkak, dan meningkatnya suhu tubuh. Jika luka ini menyebabkan pembuluh darah robek maka mastosit akan menghasilkan bradikinin dan histamin. Bradikinin dan histamin ini akan merangsang ujung saraf sehingga pembuluh darah dapat semakin melebar dan bersifat permeabel. Kenaikan permeabilitas kapiler darah menyebabkan neutrofil berpindah dari darah ke cairan luar sel. Neutrofil ini akan menyerang basil yang menginfeksi sel.

Selanjutnya, neutrofil dan monosit berkumpul di tempat yang terluka dan mendesak sampai menembus dinding kapiler. Setelah itu, neutrofil mulai memakan basil dan monosit bermetamorfosis makrofag (sel yang berukuran besar). Makrofag berfungsi fagositosis dan merangsang pembentukan jenis sel darah putih yang lain. Perhatikan Gambar 1. 
 Pertahanan Tubuh dengan Cara Peradangan  Pintar Pelajaran Pertahanan Tubuh dengan Cara Peradangan (Inflamatori)
Gambar 1. Mekanisme pertahanan badan dengan respon inflamatori
Berdasarkan gambar tersebut, sistem pertahanan badan sanggup dijelaskan sebagai berikut.
  1. Jaringan mengalami luka, lalu mengeluarkan tanda berupa senyawa kimia yakni histamin dan senyawa kimia lainnya.
  2. Terjadi pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) yang menyebabkan bertambahnya aliran darah, menaikkan permeabilitas pembuluh darah. Selanjutnya terjadi perpindahan sel-sel fagosit.
  3. Sel-sel fagosit (makrofag dan neutrofil) memakan patogen.
Sinyal kimia yang dihasilkan oleh jaringan yang luka akan menyebabkan ujung saraf mengirimkan sinyal ke sistem saraf. Histamin berperan dalam proses pelebaran pembuluh darah.

Makrofag disebut juga big eaters alasannya berukuran besar, mempunyai bentuk tidak beraturan, dan membunuh bakteri dengan cara memakannya. Anda sanggup mengingat kembali cara makan amoeba, ibarat itulah cara makrofag memakan bakteri. Makrofag yang memakan basil dapat dilihat pada Gambar 2. di samping.
 Pertahanan Tubuh dengan Cara Peradangan  Pintar Pelajaran Pertahanan Tubuh dengan Cara Peradangan (Inflamatori)
Gambar 2. Makrofag yang sedang memakan bakteri
Bakteri yang sudah berada di dalam makrofag kemudian dihancurkan dengan enzim lisosom. Makrofag ini juga bertugas untuk mengatasi infeksi virus dan partikel debu yang berada di dalam paru-paru. Sebenarnya di dalam tubuh keberadaan makrofag ini sedikit, tetapi mempunyai kiprah sangat penting.Setelah infeksi tertanggulangi, beberapa neutrofil akhirnya mati seiring dengan matinya jaringan sel dan bakteri. Setelah ini sel-sel yang masih hidup membentuk nanah.

Terbentuknya nanah ini merupakan indikator bahwa infeksi telah sembuh. Kaprikornus reaksi inflamatori ini sebagai sinyal adanya ancaman dan sebagai perintah semoga sel darah putih memakan basil yang menginfeksi tubuh. Selain sel monosit yang bermetamorfosis makrofag juga terdapat sel neutrofil yang akan membunuh basil (mikroorganisme asing lainnya).

Anda kini sudah mengetahui Pertahanan dengan Cara Menimbulkan Peradangan (Inflamatori). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Pintar Pelajaran Sistem Pertahanan Badan Memakai Protein Pelindung

Sistem Imun (Pertahanan / Kekebalan) Tubuh Menggunakan Protein Pelindung - Jenis protein ini bisa menghasilkan respons kekebalan, di antaranya yaitu komplemen. Komplemen ini dapat menempel pada kuman penginfeksi. Setelah itu, komplemen menyerang membran kuman dengan membentuk lubang pada dinding sel dan membran plasmanya. Hal ini mengakibatkan ion-ion Ca+ keluar dari sel bakteri, sedangkan cairan serta garam-garam dari luar sel bakteri akan masuk ke dalam badan bakteri. Masuknya cairan dan garam ini mengakibatkan sel kuman hancur. Mekanisme penghancuran kuman oleh protein aksesori sanggup Anda amati pada Gambar 1.
Jenis protein ini bisa menghasilkan respons Pintar Pelajaran Sistem Pertahanan Tubuh Menggunakan Protein Pelindung
Gambar 1. Mekanisme penghancuran kuman oleh protein komplemen
Anda kini sudah mengetahui Sistem Pertahanan Tubuh Menggunakan Protein Pelindung. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Pintar Pelajaran Prosedur Dan Pola Sistem Imunitas Spesifik

Pengertian Mekanisme dan Contoh Sistem Imunitas Spesifik - Imunitas spesifik dibutuhkan untuk melawan antigen dari imunitas nonspesifik. Antigen merupakan substansi berupa protein dan polisakarida yang bisa merangsang munculnya sistem kekebalan badan (antibodi). Mikrobia yang sering menginfeksi badan juga mempunyai antigen. Selain itu, antigen ini juga sanggup berasal dari sel asing atau sel kanker. Tubuh kita seringkali sanggup membentuk sistem imun (kekebalan) dengan sendirinya. Setelah mempunyai kekebalan, badan akan kebal terhadap penyakit tersebut walaupun badan telah terinfeksi beberapa kali. Sebagai contoh campak atau cacar air, penyakit ini biasanya hanya menjangkiti manusia sekali dalam seumur hidupnya. Hal ini alasannya yaitu tubuh telah membentuk kekebalan primer. Kekebalan primer diperoleh dari B limfosit dan T limfosit.

Adapun imunitas spesifik sanggup di peroleh melalui pembentukan antibodi. Antibodi merupakan senyawa kimia yang dihasilkan oleh sel darah putih. Apakah Anda tahu bagaimana kuman penyakit sanggup terbunuh di dalam tubuh? Semua kuman penyakit mempunyai zat kimia pada permukaannya yang disebut antigen. Antigen bahwasanya terbentuk atas protein. Tubuh akan merespon saat badan mendapat penyakit dengan cara membuat antibodi. Jenis antigen pada setiap basil penyakit bersifat spesifik atau berbeda-beda untuk setiap jenis kuman penyakit. Dengan demikian dibutuhkan antibodi yang berbeda pula untuk jenis basil yang berbeda. Tubuh memerlukan macam antibodi yang banyak untuk melindungi badan dari berbagai macam basil penyakit. Anda niscaya tahu bahwa dalam kehidupan sehari-hari badan tidak sanggup selalu berada dalam kondisi terbebas dari kotoran dan mikroorganisme (steril).

Tubuh sanggup dengan cepat merespon bisul suatu kuman penyakti apabila di dalam badan sudah terdapat antibodi untuk jenis antigen tertentu yang berasal dari kuman. Bagaimana antibodi sanggup terbentuk dalam tubuh?

a. Cara Mendapatkan Antibodi (MekanismePertahanan Tubuh)

b. Struktur Antibodi

c. Cara Kerja Antibodi

Anda kini sudah mengetahui Imunitas Spesifik. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Pintar Pelajaran Prosedur Pertahanan Badan (Cara Mendapat Antibodi)


Mekanisme Sistem Imun (Pertahanan / Kekebalan Tubuh) (Cara Mendapatkan Antibodi) - Adanya sistem pertahanan badan menciptakan badan kita aman dari serangan penyakit. Diibaratkan sebuah senjata, sistem pertahanan tubuh membunuh semua bibit penyakit yang menyerang tubuh. Mekanisme yang dilakukan pun amat beragam. Berikut kita bahas ragam prosedur sistem pertahanan badan pada manusia.

Di dalam tubuh, sistem imun yang kita miliki sanggup melakukan mekanisme pertahanan dari aneka macam jenis antigen, mirip bakteri, virus maupun kuman tertentu. Mekanisme pertahanan tersebut sanggup dilakukan dengan cara membentuk kekebalan aktif dan kekebalan pasif. (Baca juga : Sistem Kekebalan Tubuh)

a. Kekebalan Aktif

Kekebalan aktif ialah kekebalan badan yang diperoleh dari dalam tubuh, alasannya ialah badan menciptakan antibodi sendiri. Jenis kekebalan ini sanggup terbentuk baik secara alami ataupun buatan. Kekebalan aktif alami (natural immunity) ialah kekebalan tubuh yang diperoleh badan sehabis seseorang sembuh dari serangan suatu penyakit. Sebagai contoh, orang yang pernah terjangkit penyakit seperti cacar air, campak, dan gondongan tidak akan terjangkit penyakit yang sama untuk kedua kalinya. Sebab, badan yang terjangkit sudah begitu kenal atau tidak abnormal dengan antigen yang menyerang. Akibatnya, darah membentuk antibodi untuk melawan antigen tersebut.

Selain secara alami, kekebalan aktif sanggup diperoleh secara buatan. Kekebalan aktif buatan (induced immunity) diperoleh dari luar tubuh, yakni sehabis badan mendapat vaksinasi. Vaksinasi merupa kan proses memasukkan vaksin ke dalam badan biar tubuh membentuk antibodi sehingga kebal terhadap suatu penyakit. Sementara vaksin ialah kuman penyakit yang sudah dilemahkan atau dijinakkan sehingga tidak berbahaya bagi tubuh.
 Adanya sistem pertahanan badan menciptakan badan kita kondusif Pintar Pelajaran Mekanisme Pertahanan Tubuh (Cara Mendapatkan Antibodi)
Gambar 1. Berbagai penyakit yang sanggup dilawan kekebalan aktif (a) cacar air (b) campak
Tindakan membentuk kekebalan dalam badan seseorang dengan memberikan vaksin disebut imunisasi. Orang yang mengembangkan imunisasi pertama kali ialah dr. Edward Jenner, seorang dokter berkebangsaan Inggris. Teknik ini seringkali diberikan kepada semua umur biar kebal terhadap antigen tertentu. Ada beberapa penyakit yang sanggup dilawan dengan vaksin, contohnya vaksin BCG yang melawan antigen penyakit TBC. Imunisasi memiliki beberapa tipe. Imunisasi yang diberikan kepada individu dari spesies yang sama disebut isoimun. Sedangkan imunisasi yang diberikan pada individu yang berbeda dan dari spesies yang berbeda pula disebut heteroimun.

b. Kekebalan Pasif

Kekebalan pasif ialah kekebalan yang diperoleh bukan dari antibodi yang disintesis dalam tubuh, melainkan tinggal memakainya saja. Seperti halnya kekebalan aktif, kekebalan pasif juga terjadi secara alami dan buatan. Kekebalan pasif alami ialah kekebalan yang diperoleh bukan dari tubuhnya sendiri, melainkan dari badan orang lain. Misalnya kekebalan bayi yang diperoleh dari ibunya. Ketika masih dalam kandungan, bayi mendapat antibodi dari ibunya melalui plasenta dan tali pusat. Kemudian sehabis lahir, bayi mendapat antibodi dari ASI eksklusif melalui proses menyusui.

Sedangkan kekebalan pasif buatan ialah kekebalan yang diperoleh dari antibodi yang sudah jadi dan terlarut dalam serum. Sepintas antibodi ini mirip dengan vaksin. Perbedaannya yakni vaksin bersifat sementara, sedangkan serum sanggup dipakai dalam jangka waktu yang relatif lebih lama. Bahkan sanggup dipakai seumur hidup. Sebagai contoh ialah suntikan ATS (Anti Tetanus Serum) dan suntikan IG (Globulin Imun).

Edward Jenner dan Cacar Air

Pada tahun 1798 seorang dokter berkebangsan Inggris bernama Edward Jenner melakukan vaksinasi untuk penyakit cacar yang pertama kalinya. Jenner mengetahui bahwa seseorang yang terserang cacar sapi kebal terhadap serangan cacar air. Pada percobaannya, Jenner menyuntikkan bibit penyakit cacar sapi ke dalam tubuh seorang pasien. Pasien tersebut terserang cacar sapi, enam minggu kemudian Jenner kembali menyuntikkan virus cacar air pada penderita cacar sapi. Beberapa waktu kemudian pasien tersebut sembuh. (Sumber : Roberts, Serendipity, 2004, hlm. 19-23).

Pada bahasan sistem reproduksi telah dijelaskan bahwa ASI (Air Susu Ibu) berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi bayi. Selain itu, ASI juga membantu dalam pembentukan kekebalan pasif alami. Kemudian, ASI juga sanggup meningkatkan kecerdasan pada anak. Hasil penelitian menunjuk kan bahwa anak yang mendapat ASI memiliki IQ yang lebih tinggi dan lebih kebal terhadap berbagai macam serangan penyakit dibanding anak yang tidak mendapatkan ASI. Kandungan kolostrum dalam ASI, terutama pada ASI pribadi merupakan antibodi yang pertama kali diperoleh seorang bayi setelah mereka lahir.

Anda kini sudah mengetahui Mekanisme Pertahanan Tubuh (Cara Mendapatkan Antibodi). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Antigen Dan Antibodi

Antigen dan Antibodi - Seorang jagoan bela diri tentu bisa meng antisipasi berbagai macam serangan dari lawannya. Bahkan, serangan dari banyak lawan dalam satu waktu sekaligus pun sanggup teratasi. Nah, sama menyerupai halnya jagoan bela diri, badan kita juga memiliki sistem yang sanggup mempertahankan badan dari berbagai macam serangan penyakit. Suatu sistem dalam badan yang memiliki peran utama dalam pertahanan diri ini disebut sistem pertahanan tubuh atau sistem imun. Sistem ini terdiri atas struktur dan sel yang didistribusikan ke seluruh jaringan tubuh. Fungsi utamanya yaitu sebagai pelindung dari serangan benda-benda absurd yang masuk ke dalam tubuh. Sementara ilmu yang mempelajari sistem imun atau kekebalan tubuh disebut immunologi. Apabila sistem imun di dalam badan kita baik, tentu serangan penyakit sanggup ditangkal sedini mungkin. Sebaliknya, jikalau sistem imun tubuh kita lemah, kemungkinan terjangkit penyakit pun menjadi besar. Di dalam tubuh, sistem imun melawan aneka macam penyerang asing atau antigen dengan garis pertahanan yang bertahap. Tahapannya dimulai dari garis pertahanan pertama menyerupai kulit, membran mukosa, sekresi dari kulit dan mukosa. Garis pertahanan kedua dengan fagositosis oleh sel darah putih, protein antimikroba, dan respon peradangan. Sementara garis pertahanan ketiga melalui limfosit yang menghasilkan antibodi.

Pada subbab berikut, kita mempelajari prosedur pertahanan tubuh dari antigen dengan pembentukan antibodi. Oleh alasannya yaitu itu, simak dan pahami uraian berikut.




Anda kini sudah mengetahui Antigen dan Antibodi. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346

Sunday, December 1, 2019

Pintar Pelajaran Sistem Pertahanan Badan Pada Permukaan Organ Tubuh

Sistem (Imun) / Pertahanan / Kekebalan Tubuh pada Permukaan Organ Tubuh - Tubuh mempunyai daerah-daerah yang rawan terinfeksi oleh kuman penyakit berupa mikroorganisme, ialah daerah saluran pernapasan dan susukan pencernaan. Saluran pencernaan setiap hari dilewati oleh banyak sekali macam makanan dan air yang diminum. Makanan tersebut tidak selalu terbebas dari kuman penyakit baik berupa jamur maupun basil sehingga terinfeksi melalui saluran pencernaan kemungkinannya tinggi. Setiap organ badan ibarat paru-paru, lambung, ginjal, mempunyai kulit dan membran mukosa sebagai pembatas mekanis supaya mikrobia tidak masuk ke dalam organ tersebut. Setiap kulit dan membran mukosa pada organ-organ tubuh memiliki cara tersendiri untuk melindungi diri dari kuman penyakit.

Sebagai contoh, pada kulit terdapat kelenjar minyak yang mengandung materi kimia dan sanggup melemahkan bahkan membunuh basil di kulit. Mikroorganisme yang berada pada materi kuliner sebagian besar sudah dimatikan oleh saliva yang mengandung lisosom. Di dalam perut, mikroorganisme yang masih hidup juga dimatikan dengan adanya asam-asam. Di dalam usus terdapat enzim-enzim pencernaan yang juga sanggup membunuh mikroorganisme yang merugikan.

Demikian juga dengan susukan pernapasan. Hal ini disebabkan udara yang dihirup melalui hidung mengandung
partikel-partikel gila (berupa debu) maupun mikroorganisme (termasuk spora jamur). Spora jamur dapat tumbuh dan berkembang biak jikalau berada di tempat (lingkungan) yang sesuai. 

Pada trakea terdapat sel-sel bersilia yang sanggup menyapu lendir serta partikel-partikel berbahaya yang terselip di antara kerongkongan supaya sanggup keluar bersama air ludah.

Saliva Dapat Membunuh Mikroorganisme

Cairan / air ludah atau saliva ternyata tidak hanya berfungsi dalam pencernaan secara kimiawi saja, tetapi juga berperan dalam membunuh mikroorganisme yang masuk bersama makanan. Di dalam saliva terkandung lisosom. Lisosom inilah yang sanggup membunuh mikroorganisme tersebut.

Anda kini sudah mengetahui Pertahanan yang Terdapat di Permukaan Organ Tubuh. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Pintar Pelajaran Sistem Pertahanan Badan Memakai Protein Pelindung

Sistem Imun (Pertahanan / Kekebalan) Tubuh Menggunakan Protein Pelindung - Jenis protein ini bisa menghasilkan respons kekebalan, di antaranya yaitu komplemen. Komplemen ini dapat menempel pada kuman penginfeksi. Setelah itu, komplemen menyerang membran kuman dengan membentuk lubang pada dinding sel dan membran plasmanya. Hal ini mengakibatkan ion-ion Ca+ keluar dari sel bakteri, sedangkan cairan serta garam-garam dari luar sel bakteri akan masuk ke dalam badan bakteri. Masuknya cairan dan garam ini mengakibatkan sel kuman hancur. Mekanisme penghancuran kuman oleh protein aksesori sanggup Anda amati pada Gambar 1.
Jenis protein ini bisa menghasilkan respons Pintar Pelajaran Sistem Pertahanan Tubuh Menggunakan Protein Pelindung
Gambar 1. Mekanisme penghancuran kuman oleh protein komplemen
Anda kini sudah mengetahui Sistem Pertahanan Tubuh Menggunakan Protein Pelindung. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Pintar Pelajaran Prosedur Pertahanan Badan (Cara Mendapat Antibodi)


Mekanisme Sistem Imun (Pertahanan / Kekebalan Tubuh) (Cara Mendapatkan Antibodi) - Adanya sistem pertahanan badan menciptakan badan kita aman dari serangan penyakit. Diibaratkan sebuah senjata, sistem pertahanan tubuh membunuh semua bibit penyakit yang menyerang tubuh. Mekanisme yang dilakukan pun amat beragam. Berikut kita bahas ragam prosedur sistem pertahanan badan pada manusia.

Di dalam tubuh, sistem imun yang kita miliki sanggup melakukan mekanisme pertahanan dari aneka macam jenis antigen, mirip bakteri, virus maupun kuman tertentu. Mekanisme pertahanan tersebut sanggup dilakukan dengan cara membentuk kekebalan aktif dan kekebalan pasif. (Baca juga : Sistem Kekebalan Tubuh)

a. Kekebalan Aktif

Kekebalan aktif ialah kekebalan badan yang diperoleh dari dalam tubuh, alasannya ialah badan menciptakan antibodi sendiri. Jenis kekebalan ini sanggup terbentuk baik secara alami ataupun buatan. Kekebalan aktif alami (natural immunity) ialah kekebalan tubuh yang diperoleh badan sehabis seseorang sembuh dari serangan suatu penyakit. Sebagai contoh, orang yang pernah terjangkit penyakit seperti cacar air, campak, dan gondongan tidak akan terjangkit penyakit yang sama untuk kedua kalinya. Sebab, badan yang terjangkit sudah begitu kenal atau tidak abnormal dengan antigen yang menyerang. Akibatnya, darah membentuk antibodi untuk melawan antigen tersebut.

Selain secara alami, kekebalan aktif sanggup diperoleh secara buatan. Kekebalan aktif buatan (induced immunity) diperoleh dari luar tubuh, yakni sehabis badan mendapat vaksinasi. Vaksinasi merupa kan proses memasukkan vaksin ke dalam badan biar tubuh membentuk antibodi sehingga kebal terhadap suatu penyakit. Sementara vaksin ialah kuman penyakit yang sudah dilemahkan atau dijinakkan sehingga tidak berbahaya bagi tubuh.
 Adanya sistem pertahanan badan menciptakan badan kita kondusif Pintar Pelajaran Mekanisme Pertahanan Tubuh (Cara Mendapatkan Antibodi)
Gambar 1. Berbagai penyakit yang sanggup dilawan kekebalan aktif (a) cacar air (b) campak
Tindakan membentuk kekebalan dalam badan seseorang dengan memberikan vaksin disebut imunisasi. Orang yang mengembangkan imunisasi pertama kali ialah dr. Edward Jenner, seorang dokter berkebangsaan Inggris. Teknik ini seringkali diberikan kepada semua umur biar kebal terhadap antigen tertentu. Ada beberapa penyakit yang sanggup dilawan dengan vaksin, contohnya vaksin BCG yang melawan antigen penyakit TBC. Imunisasi memiliki beberapa tipe. Imunisasi yang diberikan kepada individu dari spesies yang sama disebut isoimun. Sedangkan imunisasi yang diberikan pada individu yang berbeda dan dari spesies yang berbeda pula disebut heteroimun.

b. Kekebalan Pasif

Kekebalan pasif ialah kekebalan yang diperoleh bukan dari antibodi yang disintesis dalam tubuh, melainkan tinggal memakainya saja. Seperti halnya kekebalan aktif, kekebalan pasif juga terjadi secara alami dan buatan. Kekebalan pasif alami ialah kekebalan yang diperoleh bukan dari tubuhnya sendiri, melainkan dari badan orang lain. Misalnya kekebalan bayi yang diperoleh dari ibunya. Ketika masih dalam kandungan, bayi mendapat antibodi dari ibunya melalui plasenta dan tali pusat. Kemudian sehabis lahir, bayi mendapat antibodi dari ASI eksklusif melalui proses menyusui.

Sedangkan kekebalan pasif buatan ialah kekebalan yang diperoleh dari antibodi yang sudah jadi dan terlarut dalam serum. Sepintas antibodi ini mirip dengan vaksin. Perbedaannya yakni vaksin bersifat sementara, sedangkan serum sanggup dipakai dalam jangka waktu yang relatif lebih lama. Bahkan sanggup dipakai seumur hidup. Sebagai contoh ialah suntikan ATS (Anti Tetanus Serum) dan suntikan IG (Globulin Imun).

Edward Jenner dan Cacar Air

Pada tahun 1798 seorang dokter berkebangsan Inggris bernama Edward Jenner melakukan vaksinasi untuk penyakit cacar yang pertama kalinya. Jenner mengetahui bahwa seseorang yang terserang cacar sapi kebal terhadap serangan cacar air. Pada percobaannya, Jenner menyuntikkan bibit penyakit cacar sapi ke dalam tubuh seorang pasien. Pasien tersebut terserang cacar sapi, enam minggu kemudian Jenner kembali menyuntikkan virus cacar air pada penderita cacar sapi. Beberapa waktu kemudian pasien tersebut sembuh. (Sumber : Roberts, Serendipity, 2004, hlm. 19-23).

Pada bahasan sistem reproduksi telah dijelaskan bahwa ASI (Air Susu Ibu) berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi bayi. Selain itu, ASI juga membantu dalam pembentukan kekebalan pasif alami. Kemudian, ASI juga sanggup meningkatkan kecerdasan pada anak. Hasil penelitian menunjuk kan bahwa anak yang mendapat ASI memiliki IQ yang lebih tinggi dan lebih kebal terhadap berbagai macam serangan penyakit dibanding anak yang tidak mendapatkan ASI. Kandungan kolostrum dalam ASI, terutama pada ASI pribadi merupakan antibodi yang pertama kali diperoleh seorang bayi setelah mereka lahir.

Anda kini sudah mengetahui Mekanisme Pertahanan Tubuh (Cara Mendapatkan Antibodi). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Antigen Dan Antibodi

Antigen dan Antibodi - Seorang jagoan bela diri tentu bisa meng antisipasi berbagai macam serangan dari lawannya. Bahkan, serangan dari banyak lawan dalam satu waktu sekaligus pun sanggup teratasi. Nah, sama menyerupai halnya jagoan bela diri, badan kita juga memiliki sistem yang sanggup mempertahankan badan dari berbagai macam serangan penyakit. Suatu sistem dalam badan yang memiliki peran utama dalam pertahanan diri ini disebut sistem pertahanan tubuh atau sistem imun. Sistem ini terdiri atas struktur dan sel yang didistribusikan ke seluruh jaringan tubuh. Fungsi utamanya yaitu sebagai pelindung dari serangan benda-benda absurd yang masuk ke dalam tubuh. Sementara ilmu yang mempelajari sistem imun atau kekebalan tubuh disebut immunologi. Apabila sistem imun di dalam badan kita baik, tentu serangan penyakit sanggup ditangkal sedini mungkin. Sebaliknya, jikalau sistem imun tubuh kita lemah, kemungkinan terjangkit penyakit pun menjadi besar. Di dalam tubuh, sistem imun melawan aneka macam penyerang asing atau antigen dengan garis pertahanan yang bertahap. Tahapannya dimulai dari garis pertahanan pertama menyerupai kulit, membran mukosa, sekresi dari kulit dan mukosa. Garis pertahanan kedua dengan fagositosis oleh sel darah putih, protein antimikroba, dan respon peradangan. Sementara garis pertahanan ketiga melalui limfosit yang menghasilkan antibodi.

Pada subbab berikut, kita mempelajari prosedur pertahanan tubuh dari antigen dengan pembentukan antibodi. Oleh alasannya yaitu itu, simak dan pahami uraian berikut.




Anda kini sudah mengetahui Antigen dan Antibodi. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346

Pintar Pelajaran Pengertian Antigen Dan Antibodi

Pengertian Antigen dan Antibodi - Tanpa kita sadari, bahu-membahu di lingkungan sekitar terdapat banyak bibit penyakit yang sanggup mengancam tubuh. Ketika perta hanan tubuh lemah, dengan segera bibit penyakit akan menyerang. Berbagai bibit penyakit tersebut sanggup melayang di udara, larut dalam air, menempel pada tanah, meja, dingklik bahkan buku dan pensil. Bakteri, virus dan organisme sejenisnya yakni pola bibit penyakit yang sanggup menyerang tubuh. Antigen adalah Berbagai organisme dan substansi abnormal yang masuk ke dalam tubuh. Antigen mencakup molekul yang dimiliki virus, bakteri, fungi, protozoa, dan cacing parasit. Apabila antigen tersebut masuk ke dalam tubuh, secara otomatis badan meningkatkan sistem pertahanannya. Peningkatan sistem pertahanan dilakukan untuk melawan serangan-serangan dari organisme dan substansi abnormal tersebut. Caranya yakni dengan memproduksi suatu zat sejenis protein atau polisakarida. Antibodi adalah zat yang memproduksi suatu zat sejenis protein atau polisakarida untuk melawan serangan-serangan dari organisme dan substansi asing. (Baca juga : Sistem Imun)

Pada umumnya, antibodi terletak dan menempel pada permukaan sel. Namun, apabila tidak melekat, antibodi berada dalam darah dan dalam sekresi jaringan eksokrin. Awalnya, antibodi ditemukan pada serum darah, yakni cairan darah yang dipisahkan dari sel-selnya. Oleh karena itu, banyak penyakit yang sanggup didiagnosis dengan keberadaan antibodi khusus dalam serum. Ilmu yang mempelajari cara ibarat ini dinamakan serologi yang merupakan cabang immunologi. Flu atau influenza yakni sejenis penyakit yang menyerang sel-sel saluran pernapasan cuilan atas. Penyebabnya adalah virus influenza. Penyakit ini biasa menyerang kita, mulai dari balita sampai lansia sekalipun.

Virus influenza masuk ke dalam tubuh melalui hidung. Karena tersapu oleh bulu-bulu silia, virus ini berbalik ke kerongkongan. Virus ini ada sebagian yang dapat dihancurkan oleh sistem pencernaan kita. Namun, sebagian lainnya ada yang masih tersangkut pada hidung dan terikat sangat dekat oleh sel-sel reseptor. Selanjutnya, virus tersebut masuk ke dalam sel- sel hidung dan segera melepas ikatan gennya, kemudian mengambil alih proses reproduksi sel dalam tubuh. Akibatnya, tidak usang sesudah itu kita terjangkit sakit tenggorokan, hidung tersumbat dan berlendir (ingusan), kemudian sakit kepala yang disertai demam ringan.

Virus influenza juga cepat menular dari penderita ke badan orang lain. Sebab, kemungkinan besar sistem pertahanan badan orang tersebut tidak bisa menangkal serangan antigen-antigen yang berasal dari virus influenza. Akan tetapi, orang yang mempunyai antibodi besar lengan berkuasa tentu dapat melawan dan mengalahkan serangan antigen dari virus influenza tersebut.

Variasi Virus Influenza

Baru- gres ini sebuah penelitian telah menemukan bahwa virus penyebab influenza terdiri atas berbagai jenis. Variasi jenis virus influenza muncul akibat pertukaran bahan genetik antara satu jenis virus dengan jenis lainnya dan menyerang sel yang sama. Tubuh seseorang yang terserang salah satu jenis virus influenza akan mengembangkan kekebalan terhadap serangan virus dari jenis tersebut. Namun, orang tersebut kemungkinan tidak kebal terhadap virus influenza dari jenis yang lain.

Anda kini sudah mengetahui Pengertian Antigen dan Pengertian Antibodi. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Molekul Antigen Dan Antibodi

Struktur dan Fungsi Molekul Antigen dan Antibodi - kroba, jaringan cangkokan yang tidak cocok, ataupun sel-sel darah yang ditransfusikan. Selain itu, antigen sanggup pula berwujud protein asing menyerupai racun lebah atau serbuk sari yang sanggup menyebabkan alergi atau hipersensitivitas. Sebuah antigen mempunyai kepingan pada permukaan suatu organisme atau substansi tertentu yang sanggup berikatan dengan antibodi. Bagian tersebut dinamakan epitop atau determinan antigenik. Semua epitop tentu akan berikatan dengan antibodi yang sesuai. Sehingga permukaan bakteri, misalnya, yang berperan sebagai antigen seluruhnya dapat ditutupi oleh banyak jenis antibodi. Lihat Gambar 1.
asing menyerupai racun lebah atau serbuk sari yang sanggup menimbulkan Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Molekul Antigen dan Antibodi
Gambar 1. Epitop (determinan antigenic) berikatan dengan antibodi yang sesuai
Antibodi merupakan protein terdiri atas satu atau lebih molekul yang berbentuk karakter Y. Empat rantai proteinnya disusun oleh ikatan sulfida. Dua rantai berat yang identik merupakan batang dan sebagian lengan Y. Sedangkan dua rantai ringan yang identik berada pada bagian lainnya. Pada kedua molekul berbentuk Y terdapat tempat variable (V) rantai berat dan rantai ringan. Dinamakan menyerupai itu sebab pada bagian V mempunyai urutan asam amino yang bervariasi dari satu antibodi ke antibodi lainnya. Lihat Gambar 2.
asing menyerupai racun lebah atau serbuk sari yang sanggup menimbulkan Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Molekul Antigen dan Antibodi
Gambar 2. Struktur antibodi yang khas
Umumnya antibodi terdiri atas sekelompok protein yang berada pada fraksi-fraksi globulin serum. Fraksi-fraksi globulin serum ini dinamakan imunoglobulin atau disingkat Ig. Imunoglobulin ini bermanfaat apabila di dalam badan terjadi reaksi imun. Manusia mempunyai beberapa tipe imunoglobulin dengan berbagai struktur. Adapun tipe-tipe imunoglobulin tersebut mencakup imunoglobin M (IgM), imunoglobulin G (IgG), imunoglobulin A (IgA), imunoglobulin D (IgD), dan imunoglobulin E (IgE).

Setiap molekul antibodi terdiri dari dua rantai polipeptida yang identik, terdiri dari rantai berat dan rantai ringan. Struktur yang identik menyebabkan rantai-rantai polipeptida membentuk bayangan beling terhadap sesamanya. Empat rantai pada molekul antibodi dihubungkan satu sama lain dengan ikatan disulfida (–s–s–) membentuk molekul bentuk Y. Dengan membandingkan deretan asam amino dari molekul-molekul antibodi yang berbeda, menunjukkan bahwa spesifikasi antigen-antibodi berada pada dua lengan dari Y. Sementara cabang dari Y menentukan tugas antibodi dalam respon imun. Struktur antibodi dapat Anda amati pada Gambar 3. di samping ini untuk memudahkan dalam membayangkan bentuk antibodi.
asing menyerupai racun lebah atau serbuk sari yang sanggup menimbulkan Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Molekul Antigen dan Antibodi
Gambar 3. Model struktur antibodi
Anda kini sudah mengetahui Fungsi Antigen dan Fungsi Antibodi. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Kegagalan Prosedur Pada Sistem Pertahanan Tubuh

Kegagalan / Gangguan Mekanisme pada Sistem Imun (Kekebalan / Pertahanan Tubuh) - Sistem pertahanan badan menyerupai benteng yang melindungi tubuh dari serangan aneka macam macam antigen. Akan tetapi, adakalanya sistem pertahanan badan justru menyerang dan merusak badan itu sendiri. Keadaan semacam ini disebut dengan autoimun. Menurut beberapa penelitian, penyakit autoimun lebih banyak menyerang perempuan daripada pria, khususnya perempuan usia produktif. Penyakit ini tidak menular, namun mempunyai kecenderungan bersifat menurun. Seseorang dikatakan menderita autoimun apabila sistem pertahanan tubuhnya mengalami kesalahan. Kesalahan ini ditandai dengan penyerangan antibodi hasil sintesis badan terhadap sel, jaringan dan organ di dalam badan yang sama. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh mengalami peradangan. (Baca juga : Sistem Pertahanan Tubuh)

Autoimun pada insan kebanyakan menjadikan timbulnya penyakit. Hasil publikasi dari Lembaga Penyakit Infeksi dan Alergi Nasional (NIAID) Amerika Serikat, menyatakan bahwa penyakit yang disebabkan oleh autoimun menyerang badan dengan cara berlainan. Misalnya, apabila autoimun terjadi di otak, maka akan menyebabkan penyakit multiple sclerosis. Kemudian, apabila autoimun terjadi di usus dapat menjadikan penyakit crohn. Beberapa jenis penyakit autoimun semakin parah apabila mengalami jerawat oleh virus, paparan sinar matahari, faktor usia, stres kronis, gangguan hormon, dan kehamilan. Hingga ketika ini, penyakit-penyakit autoimun masih sulit untuk didiagnosis, terutama pada stadium dini yang gejalanya tidak spesifik. Meski tergolong penyakit kronis, kebanyakan dokter tidak bisa meramalkan kondisi pasien penderita penyakit autoimun pada suatu waktu. Dokter hanya memperlihatkan obat-obatan tertentu dan memonitor kondisi pasien tersebut.

Anda kini sudah mengetahui Kegagalan Mekanisme pada Sistem Pertahanan Tubuh. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346

Friday, September 13, 2019

Pintar Pelajaran Persamaan Dan Perbedaan Tumor Dan Kanker

Persamaan dan Perbedaan Tumor dan Kanker - Terkadang banyak diantara kita tidak sanggup membedakan antara tumor dengan kanker. Ada pula yang menganggap bahwa tumor tidak terlalu berbahaya dibandingkan kanker, sehingga tidak dianggap tidak perlu diberikan perhatian khusus atau bahkan ada yang menganggap sebaliknya? Oleh lantaran itu, pengetahuan mengenai tumor dan kanker sangat diperlukan bagi masyarakat. Terlebih lagi angka penderita tumor dan kanker masih tinggi di Indonesia.

Tubuh insan mempunyai sejumlah sel yang mempunyai fungsi berbeda-beda. Normalnya, sel-sel tersebut akan bertambah tua, mati, kemudian digantikan oleh sel yang baru, begitu seterusnya. Namun, jikalau pertumbuhan sel tidak normal atau tidak sesuai dengan bentuk dan fungsi tiap organ, maka hal tersebut sanggup dikatakan sebagai tumor. Tumor merupakan suatu kondisi dimana terbentuknya neoplasma atau benjolan yang disebabkan oleh pertumbuhan sel yang aneh atau tidak wajar. Tumor sendiri berasal dari kata tumere dalam bahasa Latin yang berarti bengkak. Benjolan pada tumor akan tumbuh membesar dan harus diangkat untuk penanganannya. Biasanya tumor akan hilang sesudah disingkirkan melalui operasi. Namun, menurut pertumbuhannya, Tumor sendiri digolongkan menjadi tumor ganas dan tumor jinak. Tumor yang perkembangannya pesat dan menyebar biasanya bersifat ganas, dan pada masalah ini tumor ganas bisa disebut dengan kanker. Selain itu, tumor jinak yang dibiarkan begitu saja tanpa dilakukan pengangkatan juga mempunyai potensi untuk bermetamorfosis ganas alasannya yakni sanggup menekan sel-sel di sekitar organ badan tersebut.

Lebih lanjut mengenai kanker, penyakit ini merupakan suatu kejadian pembelahan sel yang tidak terkontrol dan sel-sel tersebut menyerang jaringan biologis lainnya dalam tubuh. Sel kanker mempunyai kemampuan untuk invasi (pertumbuhan eksklusif di jaringan sebelahnya), maupun metastasis atau perpindahan sel ke daerah yang lebih jauh. Sama halnya dengan tumor, kanker merupakan penyakit yang tidak bisa diabaikan begitu saja, alasannya yakni sanggup membahayakan keselamatan nyawa. Namun, kebanyakan kanker lebih sulit diobati dibandingkan dengan tumor. Risiko kematian yang dimiliki kanker juga lebih tinggi. Oleh lantaran itu, keberadaan kanker harus dengan sangat cepat disadari biar segera menerima perawatan semenjak dini, mengingat penyebaran sel kanker yang tidak terkendali. Untuk mengenal tumor dan kanker lebih jauh, berikut ini yakni persamaan antara tumor dan kanker:

1. Persamaan Tumor dan Kanker

1. Asal Muasal

Baik tumor maupun kanker, keduanya berasal dari sel yang mengalami perubahan struktur genetika atau biasa disebut dengan mutasi.

2. Ciri Fisik

Bukan hanya tumor, kanker juga sanggup menyebabkan pembengkakan pada jaringan tubuh. Memang tidak disemua kasus, misalnya pada kanker darah dimana tidak terjadi pembengkakan. Namun, keduanya bersifat merusak.

3. Identifikasi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa perlu adanya investigasi mengenai hal ini. Oleh lantaran itu, untuk mengidentifikasi perkembangan sel tumor ataupun kanker sanggup dilakukan melalui metode biopsi.

4. Pemicu

Pemicu Tumor dan kanker tidak jauh berbeda. Tumbuhnya tumor ini terjadi saat produksi normal sel-sel di jaringan tertentu berhenti, kemudian sel normal tidak sanggup lagi berfungsi dengan sebagaimana mestinya, akibatnya terjadilah apoptosis (kondisi dimana saat sel-sel tertentu tidak mati sesuai dengan waktunya lantaran perhentian pesan yang dikirimkan oleh gen p53). Namun dari faktor eksternal, terjadinya tumor sanggup di picu oleh gaya hidup ibarat mengkonsumsi alkohol dan merokok. Selain itu obesitas, faktor genetis, faktor lingkungan, radiasi, dan zat-zat kimia juga sanggup menjadi pemicunya.

Sementara itu, kanker di sebabkan oleh hilang atau rusaknya kromosom anti onkogen yang sanggup mengendalikan pertumbuhan. Kemudian pada usia yang lebih tua, biasanya pertumbuhan neoplasma sering terjadi lantaran tidak ada kendali yang efektif, kemudian terjadinya perubahan DNA ibarat mutasi atau kerusakan sel DNA. Sama ibarat tumor, hal ini juga bisa dipacu dari dampak eksternal yaitu pola hidup yang tidak sehat ibarat terlalu sering mengkonsumsi junk food, kurang olahraga, radiasi, dan merokok.

5. Sasaran

Tumor dan Kanker sanggup tumbuh dan berkembang di jaringan badan mana saja dan sanggup menyerang semua golongan usia serta jenis kelamin.

2. Perbedaan Perbedaan Tumor dan Kanker

Tumor dan kanker merupakan dua hal yang kadang sulit untuk dibedakan. Oleh lantaran itu, sesudah mengetahui persamaan antara tumor dengan kanker, berikut yakni perbedaannya:

1. Pertumbuhan Sel

Perbedaan antara Tumor dan Kanker terdapat pada pertumbuhan selnya. Tumor sanggup dilihat dari benjolan dalam badan yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal. Pada tumor, pertumbuhan sel tidak menyebar. Sementara itu, pertumbuhan sel pada kanker tidak terkendali dan menyebar dalam tubuh. Sel kanker sanggup berekspansi dengan sangat cepat ke jaringan-jaringan sekitarnya, alasannya yakni sel kanker sanggup membelah diri dengan cepat dan tidak terkontrol. Sel kanker mempunyai sifat destruktif sehingga sanggup merusak organ lain dalam badan dan salah satu penyebarannya yakni melalui anutan darah. Oleh lantaran itu, kanker harus ditangani secepatnya sebelum menyebar dan merusak jaringan yang lain. Semakin luas penyebarannya, maka kemungkinan kanker sanggup disembuhkan semakin kecil.

2. Level Tumor

Tidak semua tumor bersifat kanker, dan sebaliknya tidak semua masalah kanker ditandai dengan pertumbuhan tumor. Ada tumor jinak dimana pertumbuhan terbatas pada serpihan badan tertentu. Di beberapa kasus, ada kemungkinan tumor bermetamorfosis kanker jikalau sifatnya ganas. Hal ini membuktikan bahwa pertumbuhan primer sanggup menghasilkan beberapa pertumbuhan sekunder sehingga menyerang pada serpihan vital badan dan menyebar dimana-mana. Oleh lantaran itu diperlukan adanya biopsi biar sanggup dilihat apakah pertumbuhan sel tumor ganas atau jinak. Sebab kanker pada sifatnya, selain menyebar pertumbuhannya juga tidak terkendali. Biopsi sendiri yakni pengambilan pola jaringan dari badan dan dilakukan investigasi dari jaringan yang diambil.

3. Penanganan

Pengobatan terhadap tumor dan kanker berbeda. Hal ini disebabkan lantaran tidak semua tumor mengancam nyawa si penderita. Terutama pada tumor jinak, dokter bisa menyembuhkan melalui  pengangkatan sel tumor. Operasi tumor jinak pada umumnya relatif mudah, namun tetap tergantung pada lokasi dan ukuran tumor. Sementara pada kanker, langkah medis yang biasanya diambil yakni operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Tumor juga lebih gampang ditangani. Biasanya, tumor yang telah diangkat melalui operasi akan hilang, sementara kanker meskipun sudah di operasi, namun potensi penyebarannya masih besar. Hal ini disebabkan oleh sel kanker yang sulit mati. Bahkan dalam proses pengobatannya pun sanggup mengancam nyawa si penderita. Namun, bekerjsama kanker dan tumor sendiri mempunyai banyak jenis yang berbeda-beda dan membutuhkan penanganan yang tekadang berbeda pula.

4. Jenis kontrol

Sel kanker menyusup ke dalam badan insan dalam jumlah yang tidak terang dan akan terus menyebar ke dalam sel-sel normal dengan bebas kemudian merusaknya. Seperti sesudah menyerang darah, sel kanker bisa menyebar dan masuk ke paru-paru, kemudian ke lever, dan seterusnya kemudian tumbuh. Berbeda dengan tumor yang tidak bisa sembarangan tumbuh. Tumor jinak tidak sanggup seenaknya berpindah-pindah alasannya yakni ia tidak sanggup hidup di luar jaringannya.

5. Morfologi klinis

Tumor jinak tidak melaksanakan metastasis, pertumbuhannya lambat, serupa dengan jaringan asalnya, pertumbuhannya bersifat ekspansif namun tidak menguasai jaringan di sekitarnya. Sementara itu, kanker terdiri dari sel-sel yang tidak lagi serupa dengan sel normal jaringan asalnya. Seperti yang telah disebutkan pada poin sebelumnya bahwa sel-sel pada kanker ini juga cenderung menginvasi jaringan sekitar dan melaksanakan metastasis. Nah, ciri-cirinya berbeda dengan tumor. Peningkatan ukuran pada kanker terjadi lebih cepat di bandingkan tumor.

Semoga artikel mengenai Persamaan dan Perbedaan Tumor dan Kanker menambah wawasan kita. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.