Showing posts sorted by date for query struktur-dan-fungsi-nukleus-inti-sel. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query struktur-dan-fungsi-nukleus-inti-sel. Sort by relevance Show all posts

Friday, May 15, 2020

Pintar Pelajaran Macam Dan Jenis Jaringan Pada Tumbuhan

Macam-macam dan Jenis-jenis Jaringan pada Tumbuhan - Masing-masing bab tubuh tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang. Kemampuan ini ada alasannya yaitu tumbuhan mempunyai bab sel hidup yang membentuk jaringan. Tubuh tumbuhan tersusun atas aneka macam macam jaringan. Menurut kemampuan membelahnya, jaringan tumbuhan ada dua macam, yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen. Baiklah, untuk mengetahuinya, mari kita pahami jenis jaringan pada uraian berikut.

1. Jaringan Meristem (Embrional)

Meristem merupakan istilah dari kata Yunani, meristes, yang berarti ”terbelah”. Jaringan meristem disebut juga jaringan muda karena terdiri dari sel-sel yang masih muda (embrional) dan belum mengalami diferensiasi atau spesialisasi. Jadi, jaringan meristem yaitu jaringan yang sel penyusunnya bersifat embrional, artinya sel-selnya senantiasa aktif membelah diri untuk menambah jumlah sel tubuh. Sel-sel jaringan meristem biasanya berdinding tipis, vakuola banyak dan ukurannya kecil, mengandung banyak protoplasma, plastida belum matang, dan inti besar. Bentuk sel penyusun jaringan meristem umumnya sama ke segala arah. Perhatikan Gambar 1 di bawah ini.

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 1. Letak jaringan meristem
Berdasarkan letaknya pada batang, jaringan meristem dibedakan menjadi tiga sebagai berikut.
  1. Meristem lateral (lateral meristem) atau meristem samping, terdapat di kambium dan kambium gabus (felogen).
  2. Meristem interkalar (intercalary meristem) atau meristem antara, terdapat di antara jaringan dewasa, contohnya di pangkal ruas batang.
  3. Meristem apikal (apical meristem) atau meristem ujung, terdapat di ujung batang dan ujung akar.
Perhatikan Gambar 2. supaya Anda sanggup mengetahui struktur jaringan meristem yang terletak di ujung batang tumbuhan.

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 2. Struktur jaringan meristem pada ujung batang tumbuhan

Sementara itu, jaringan meristem dibedakan menjadi meristem primer dan meristem sekunder menurut asal terbentuknya.

2. Jaringan Permanen / Dewasa

Berdasarkan kemampuan membelahnya, tumbuhan memiliki jaringan permanen. nama lain jaringan permanen yaitu jaringan dewasa. Sifat jaringan permanen yakni non meristematik. Artinya, sel jaringan permanen tidak bisa tumbuh dan berkembang lagi. Hanya membentuk struktur tubuh tumbuhan dengan fungsi tertentu saja. Menurut asalnya, jaringan permanen dihasilkan dari diferensiasi dan spesialisasi sel-sel pada jaringan meristem. Diferensiasi yaitu perubahan bentuk tubuh tumbuhan yang diadaptasi dengan fungsinya. Sementara, spesialisasi yaitu pengkhususan sel tumbuhan guna menyokong fungsi sel tertentu.

Seperti halnya jaringan meristem, jaringan permanen tersusun dari aneka macam jenis jaringan. Penyusun jaringan permanen meliputi jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan penyokong, jaringan pengangkut, dan jaringan gabus. Simak uraiannya sebagai berikut.


Asal kata “epidermis” yaitu epi artinya di atas dan derma artinya kulit yang berasal dari Yunani. Sesuai namanya, jaringan epidermis dalam badan tumbuhan berfungsi sebagai penutup dan pelindung jaringan lainnya, terutama pada jaringan muda yang masih memungkinkan mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Karena itu, jaringan epidermis terletak pada lapisan terluar akar, batang, dan daun. Ciri jaringan epidermis antara lain selnya hidup dan tersusun rapat, tidak mempunyai klorofil dan berbentuk balok. Amati Gambar 3.

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 3. Struktur jaringan epidermis

Jaringan epidermis juga bisa melaksanakan diferensiasi epidermis. Karena itu, jaringan epidermis pada tumbuhan tertentu mempunyai stomata, sel kipas, sel gabus, sel kersik, trikomata, spina, dan velamen. Derivat-derivat ini sanggup ditemukan baik pada akar, batang, maupun daun. Stomata (tunggal disebut stoma) atau mulut daun merupakan pori kecil yang diapit oleh dua sel penjaga. Di dalam sel penjaga terdapat kloroplas.

Kloroplas merupakan bab epidermis yang berisi klorofil dengan tugas sebagai daerah terjadinya proses fotosintesis. Agar kalian mengetahui bentuk stomata dengan tepat, cermatilah Gambar 4. 

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 4. Stomata yang diapit sel penjaga pada lapisan epidermis
Fungsi stomata adalah sebagai daerah terjadinya respirasi (pertukaran gas) dan juga transpirasi (proses penguapan air). Salah satu bentuk diferensiasi epidermis yang lain adalah sel kipas. Sel kipas terdapat pada epidermis atas daun rumput-rumputan (Gramineae atau Cyperaceae). Sebagai contoh, sel kipas pada rumput teki dan daun bambu. Sel kipas bentuknya lebih besar dibanding sel epidermis, dinding sel tipis dan bisa mengempis. Daun rumput teki, bambu, dan sejenisnya sanggup menggulung untuk mengurangi penguapan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan Gambar 5.

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 5. a. Daun bambu b. Daun rumput teki
Sel epidermis daun atas juga mengalami diferensiasi. Lapisan kutikula (senyawa lemak), misalnya, merupakan zat kutin yang mengalami penebalan, Contohnya daun pohon nangka. Sementara lapisan lilin sanggup ditemukan pada epidermis bawah daun. Misalnya saja, lapisan lilin pada daun pisang. Bentuk diferensiasi epidermis lainnya yaitu trikoma (jamak disebut trikomata). Trikoma ialah bentuk modifikasi sel epidermis yang berupa rambut-rambut. Trikoma biasanya terletak pada akar, daun, batang, bunga, buah, maupun biji. Pada sel epidermis, trikoma muncul dari epidermis atas. Jumlah selnya bisa tunggal atau banyak. Ada trikoma yang mempunyai kelenjar sekretori dan ada juga yang tidak. Adapun bentuk trikoma pada batang sanggup kalian cermati pada Gambar 6 berikut.

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 6. Trikoma pada batang
Trikoma mempunyai bermacam-macam fungsi, antara lain mengurangi penguapan, mengurangi gangguan hewan, dan membantu penyerbukan bunga. Trikoma juga berfungsi menyerap air dan garam mineral dari tanah, misalnya trikoma pada akar. Selain itu, trikoma mampu meneruskan rangsang dari luar dan membantu penyebaran biji. Kemudian, bentuk diferensiasi epidermis yang lain yaitu duri pada batang atau cabang tumbuhan. Duri (spina) merupakan modifikasi sel epidermis yang terdapat pada tumbuhan tertentu. Duri tumbuhan terbagi dalam dua jenis, yakni duri orisinil dan duri palsu. Duri orisinil dibuat oleh jaringan di dalam stele batang. Misalnya, duri pada tumbuhan bunga kertas Bougainvillea). Sedangkan duri palsu dibuat oleh jaringan di bawah epidermis yaitu jaringan korteks batang. Contohnya, duri pada batang tumbuhan mawar. Perhatikan Gambar 7.

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 7. Duri (spina) pada bunga mawar dan bunga kertas
Bila kalian melihat tumbuhan anggrek, maka kalian akan menemukan velamen. Velamen merupakan modifikasi sel epidermis yang terdapat pada akar udara tumbuhan anggrek. Epidermis dan akar anggrek disebut epidermis ganda atau multipel epidermis. Velamen berfungsi sebagai daerah menyimpan air. Velamen pada tanaman anggrek sanggup kalian cermati pada Gambar 8.

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 8. Velamen tumbuhan anggrek.
Berikutnya yaitu sel kersik. Sel kersik merupakan hasil modifikasi sel epidermis pada batang Graminae. Sel kersik mengandung zat kersik atau silika (SiO2). Batang tebu yaitu tumbuhan yang banyak mengandung sel ini. Karenanya, permukaan batang tebu menjadi keras.


Jaringan parenkim merupakan bentuk lain dari jaringan dewasa. Jaringan parenkim menyusun badan tumbuhan sehabis jaringan epidermis. Jaringan parenkim disebut juga jaringan dasar. Alasannya, jaringan dasar bisa ditemukan pada semua organ tumbuhan, mirip akar, batang, dan daun. Pada batang, jaringan dasar ditemukan pada korteks dan empulur batang. Sedangkan pada daun, jaringan dasar berdiferensiasi menjadi jaringan bunga karang. Kemudian juga pada selubung berkas pengangkut. Untuk lebih jelasnya, perhatikan Gambar 9.

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 9. Jaringan parenkim
Adapun ciri-ciri jaringan parenkim antara lain ukuran sel besar dan hidup, dinding sel tipis, banyak terdapat vakuola, sel berbentuk segi enam, dan banyak mempunyai ruang antar sel. Selain itu, jaringan parenkim bisa membelah, baik secara embrional maupun meristematik.

Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim terbagi menjadi beberapa jaringan, yaitu parenkim air, parenkim pengangkut, parenkim penyimpan udara, parenkim asimilasi, parenkim penimbun, dan parenkim epilog luka.

Parenkim air yaitu parenkim yang berperan dalam penyimpan air. Sebagai contoh, parenkim air pada tumbuhan kaktus. Parenkim pengangkut merupakan salah satu jaringan yang menyusun xilem dan floem. Xilem berfungsi mengangkut air dan garam mineral, sedangkan floem berfungsi mengangkut hasil asimilasi yang kemudian diedarkan ke seluruh tubuh.

Jenis parenkim lainnya yaitu parenkim penyimpan udara (aerenkim). Seperti namanya, fungsi parenkim ini sebagai penyimpan udara pada ruang antarsel. Contohnya, parenkim penyimpan udara pada tumbuhan air yang mempunyai ruang antarsel dengan jumlah banyak dan ukuran yang besar.

Jenis berikutnya yaitu parenkim asimilasi. Fungsi parenkim asimilasi yaitu daerah pembuatan zat masakan pada proses fotosintesis. Parenkim ini banyak terdapat pada bab tumbuhan yang berwarna hijau. Selain jenis parenkim tersebut, ada pula parenkim penimbun. Peran parenkim ini yaitu menyimpan cadangan makanan. Cadangan makanan tersebut berada pada vakuola. Contohnya umbi, rimpang, dan biji. Sementara itu, jaringan parenkim epilog luka disebut kambium gabus (felogen). Jaringan ini bisa beregenerasi menjadi jaring embrional (meristematik) yaitu fungsinya.

c. Jaringan Penyokong / Penguat / Mekanik

Jaringan cukup umur juga mempunyai jaringan penyokong. Seperti halnya beton pada bangunan, jaringan penyokong berfungsi menunjang dan memperkokoh bentuk tumbuhan. Karena itu, jaringan ini disebut juga jaringan mekanik. Selain itu, jaringan ini juga berfungsi melindungi embrio, melindungi berkas pengangkut, dan memperkuat jaringan parenkim.

Jaringan penyokong mempunyai tebal dan kuat. Sel jaringan ini dapat pula mengalami spesialisasi. Oleh alasannya yaitu itu, jaringan ini dinamakan pula jaringan penguat. Jaringan penyokong ini terdapat pada daun, batang, dan biji.

Jaringan penyokong ini terbagi atas dua jenis jaringan, yakni jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim. Jaringan kolenkim mempunyai sel hidup, dan tak berlignin. Selain itu, selnya mengalami penebalan. Perhatikan bentuk sel kolenkim pada Gambar 10. 

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 10. Jaringan kolenkim
Jaringan banyak terdapat pada organ tumbuhan yang sedang tumbuh. Bila berbaur dengan sel parenkim, sel jaringan penyokong tampak lebih tebal. Jaringan kolenkim berfungsi mengokohkan dan menjaga kelenturan badan tumbuhan. Sementara itu, jaringan sklerenkim hanya terdapat pada organ tumbuhan dewasa. Sel sklerenkim mati dan dindingnya tebal berlignin. Dibandingkan sel kolenkim, sel-sel sklerenkim ini jauh lebih kaku. Sel sklerenkim ada dua bentuk, yakni sel serat dan sklereid. Sel serat berbentuk panjang, ramping, tirus, dan bundel-bundel. Agar kalian mengetahui bentuk sel serat dan sklereid dengan tepat, perhatikan Gambar 11. Misalnya serat rami, dipakai untuk menciptakan tali dan serat rami halus untuk dipintal menjadi linen.

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 11. (a) sel serat, (b) sklereid
Sedangkan sklereid (sel batu) mempunyai bentuk tidak beraturan. Ukuran sklereid lebih pendek daripada sel serat. Dengan adanya sklereid, kulit kacang dan lapisan biji menjadi keras. Sklereid dapat dijumpai pada daging buah jambu biji, buah pir, tempurung kelapa, kulit biji jarak, dan buah kenari.


Di samping ketiga jenis jaringan permanen di atas, jaringan pengangkut juga terdapat pada tumbuhan. Jaringan pengangkut disebut juga berkas vaskuler atau berkas pengangkutan (fasis). Jaringan ini berfungsi mengangkut air dan unsur hara hasil asimilasi dari satu bagian badan tumbuhan ke bab yang lain. Jaringan pengangkut terbagi menjadi dua macam. Yakni xilem dan floem. Xilem dinamakan pula pembuluh kayu. Fungsinya adalah mengangkut air dan garam mineral dari tanah ke dalam badan hingga daun.

Pada xilem terdapat dua jenis sel, yaitu trakeid dan unsur pembuluh. Sel trakeid berbentuk gelondong, panjang dan tipis dengan ujung runcing. Pada dinding selnya terdapat ceruk sebagai tempat jalan air dari sel ke sel lain. Perhatikan bentuk sel trakeid pada Gambar 12.

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 12. (a) Trakeid, (b) Unsur pembuluh
Oleh alasannya yaitu dinding sekundernya terdapat lignin, maka trakeid berfungsi sebagai penyokong dan pengangkut air. Sementara itu, unsur pembuluh pada xilem berbentuk lebih lebar, ukuran lebih pendek, dinding sel tipis, dan ujung tidak terlalu runcing. Simaklah Gambar 12. Unsur pembuluh berbentuk pipa kecil panjang dari ujung ke ujung dinamakan pembuluh xilem. Pada dinding ujung unsur pembuluh ini terdapat perforasi (lubang) yang memungkinkan air mengalir bebas.

Jaringan pengangkut selanjutnya yaitu floem. Floem dinamakan pula pembuluh tapis. Agar kalian mengetahui bentuk pembuluh tapis, simaklah Gambar 13. 

tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 13. Pembuluh tapis pada jaringan pengangkut.
Floem berfungsi menyalurkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bab tumbuhan. Jaringan ini tersusun atas anggota pembuluh tapis. Di antara anggota pembuluh tapis terdapat dinding berpori atau lempengan tapis. Dengan adanya dinding berpori, aliran zat yang berasal dari sel-sel pada pembuluh tapis bergerak dengan mudah. Di sepanjang sisi anggota pembuluh tapis terdapat sel pendamping yang memiliki nukleus. Pada daun, sel pendamping ini sanggup menciptakan gula yang selanjutnya disalurkan ke seluruh anggota pembuluh tapis.


Jaringan gabus merupakan jaringan yang tersusun oleh sel-sel parenkim gabus. Jaringan ini mempunyai sel gabus yang mati dan kosong. Bentuknya memanjang dan berdinding gabus. Untuk lebih jelasnya, cermati Gambar 14. 
tumbuhan saling bekerja sama untuk tumbuh dan berkembang Pintar Pelajaran Macam dan Jenis Jaringan pada Tumbuhan
Gambar 14. Jaringan gabus
Jaringan gabus mempunyai kegunaan melindungi jaringan-jaringan di bawahnya dari kehilangan air. Jaringan gabus pada tumbuhan dikotil dibuat oleh kambium gabus atau felogen yang ada di bawah epidermis. Jaringan gabus terbagi menjadi dua macam. Jaringan gabus yang dibuat kambium gabus ke arah luar dan sel-selnya mati disebut felem. Sedangkan jaringan gabus yang dibentuk kambium gabus ke arah dalam dan sel-sel yang hidup mirip parenkim disebut feloderm.

Anda kini sudah mengetahui Macam dan Jenis Jaringan Tumbuhan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Tuesday, March 10, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Jaringan Epitelium Simpleks Pada Hewan

Struktur dan Fungsi Jaringan Epitelium Simpleks pada Hewan - Epitelium simpleks hanya terdiri atas satu lapis sel saja. Epitelium simpleks dibedakan menjadi lima macam, yaitu epitelium pipih selapis, epitelium kubus selapis, epitelium silindris selapis, epitelium silindris selapis bersilia, dan epitelium silindris berlapis semu. Macam jaringan epitelium simpleks, letak, dan fungsinya dijelaskan sebagai berikut.

Jenis-Jenis Jaringan Epitelium Simpleks Beserta Letak dan Fungsinya ialah sebagai berikut :

1. Jaringan epitelium pipih selapis

Epitelium simpleks hanya terdiri atas satu lapis sel saja Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Jaringan Epitelium Simpleks pada Hewan
Gambar 1. Jaringan epitelium pipih selapis
Ciri-ciri jaringan epitelium pipih selapis :
  • Sitoplasma jernih
  • Inti sel bentuk bulat terletak di tengah
Letak jaringan epitelium pipih selapis : 
  • Kapsula Bowman pada ginjal
  • Lapisan dalam pembuluh darah dan limfa
  • Alveolus paru-paru
  • Ruang jantung
  • Selaput bab dalam telinga
  • Sel ekskresi kecil dari kebanyakan kelenjar
Fungsi jaringan epitelium pipih selapis :
  • Pelapis bagian dalam rongga dan saluran
  • Tempat difusi zat
  • Tempat infiltrasi zat
2. Jaringan epitelium kubus selapis

Epitelium simpleks hanya terdiri atas satu lapis sel saja Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Jaringan Epitelium Simpleks pada Hewan
Gambar 2. Jaringan epitelium kubus selapis
Ciri-ciri jaringan epitelium kubus selapis :
  • Sitoplasma jernih atau berbutir-butir
  • Inti sel bundar besar terletak di tengah
Letak jaringan epitelium kubus selapis :
  • Kelenjar air liur
  • Retina mata
  • Permukaan ovari
  • Saluran dari nefron ginjal
Fungsi jaringan epitelium kubus selapis :
  • Lapisan pelindung atau proteksi
  • Tempat penyerapan zat atau absorbsi
  • Penghasil mucus (lendir) atau sekresi
3. Jaringan epitelium silindris selapis

Epitelium simpleks hanya terdiri atas satu lapis sel saja Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Jaringan Epitelium Simpleks pada Hewan
Gambar 3. Jaringan epitelium silindris selapis
Ciri-ciri jaringan epitelium silindris selapis :
  • Sitoplasma jernih atau berbutir-butir
  • Nukleus berbentuk bulat terletak di dekat dasar
Fungsi jaringan epitelium silindris selapis :
  • Dinding dalam lambung
  • Usus
  • Kandung empedu
  • Saluran rahim
  • Rahim
  • Saluran pernapasan bagian atas
  • Saluran pencernaan
Letak jaringan epitelium silindris selapis :
  • Lapisan pelindung atau proteksi
  • Penghasil mucus (lendir) atau sekresi
  • Tempat difusi dan absorbsi zat
  • Melicinkan
4. Jaringan epitelium silindris selapis bersilia

Epitelium simpleks hanya terdiri atas satu lapis sel saja Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Jaringan Epitelium Simpleks pada Hewan
Gambar 4. Jaringan epitelium silindris selapis bersilia
Letak jaringan epitelium silindris selapis bersilia :
  • Dinding dalam rongga hidung
  • Saluran trakea
  • Bronkus
  • Dinding dalam saluran oviduk
Fungsi jaringan epitelium silindris selapis bersilia :
  • Penghasil mucus (lendir) untuk menangkap benda asing yang masuk
  • Getaran silianya menghalau benda asing yang masuk atau menempel pada mucus
5. Jaringan epitelium silindris berlapis semu




Ciri-ciri jaringan epitelium silindris berlapis semu :
  • Epitelium ini sebenarnya tersusun atas selapis sel Epitelium saja. Namun, hanya terdiri atas sel-sel Epitelium batang yang berdekatan satu sama lain dan tidak semua selnya mencapai permukaan sehingga menyerupai Epitelium berlapis.
Letak jaringan epitelium silindris berlapis semu :
  • Rongga hidung
  • Trakea
Fungsi jaringan epitelium silindris berlapis semu :
  • Proteksi
  • Sekresi
  • Gerakan zat melalui permukaan
Anda kini sudah mengetahui Struktur dan Fungsi Jaringan Epitelium Simpleks pada Hewan. Terima kasih sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Monday, March 9, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel

Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel - Semua sel eukariotik mempunyai membran inti. Selain itu, sel eukariotik mempunyai sistem endomembran, yakni mempunyai organel-organel bermembran mirip retikulum endoplasma, kompleks Golgi, mitokondria, dan lisosom. Sel eukariotik juga memiliki sentriol. Perhatikan Gambar 1 wacana struktur sel eukariotik di bawah ini. Berikut ini akan dibahas mengenai struktur sel eukariotik yang mencakup membran plasma, sitoplasma, dan organel-organel sel (ribosom, kompleks Golgi, mitokondria, lisosom, tubuh mikro, dan mikrotubulus).

Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 1. Struktur sel eukariotik pada tumbuhan
1. Membran Sel (Selaput Plasma)

Membran sel merupakan belahan terluar sel yang membatasi belahan dalam sel dengan lingkungan luar. Membran sel merupakan selaput selektif permeabel, artinya hanya sanggup dilalui molekul-molekul tertentu mirip glukosa, asam amino, gliserol, dan banyak sekali ion. Membran sel mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut.
  1. Sebagai reseptor (penerima) rangsang dari luar, seperti hormon dan materi kimia lain, baik dari lingkungan luar maupun dari belahan lain dalam organisme itu sendiri.
  2. Melindungi biar isi sel tidak keluar meninggalkan sel.
  3. Mengontrol zat-zat yang boleh masuk maupun keluar meninggalkan sel. Hal inilah yang menyebabkan
  4. membran plasma bersifat semipermeabel (selektif permeabel).
  5. Sebagai tempat terjadinya aktivitas biokimiawi, seperti reaksi oksidasi dan respirasi.
Berdasarkan analisis kimiawi sanggup diketahui bahwa hampir seluruh membran sel terdiri atas lapisan protein dan lapisan lipid (lipoprotein). Membran plasma terdiri atas dua lapisan, yaitu berupa lapisan lipid rangkap dua (lipid bilayer). Lapisan lipid disusun oleh fosfolipid. Fosfolipid adalah lipid yang mengandung gugus fosfat dan terdiri atas bagian kepala (polar head) dan belahan ekor (nonpolar tail). Bagian kepala bersifat hidrofilik (suka air), sedangkan belahan ekor bersifat hidrofobik (tidak suka air). Lipid terdiri atas fosfolipid, glikolipid, dan sterol.
  1. Fosfolipid adalah lipid yang mengandung deretan fosfat.
  2. Glikolipid adalah lipid yang mengandung karbohidrat.
  3. Sterol adalah lipid alkohol terutama kolesterol.
Lapisan protein membran sel terdiri atas glikoprotein. Lapisan protein membentuk dua macam lapisan, yaitu
lapisan protein perifer atau ekstrinsik dan lapisan protein integral atau intrinsik. Lapisan protein perifer membungkus bagian kepala (polar head) lipid rangkap dua belahan luar. Lapisan protein integral membungkus belahan kepala (polar head) lipid rangkap dua belahan dalam. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2 berikut.
Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 2. Struktur membran sel dan fosfolipid
2. Sitoplasma

Sitoplasma merupakan cairan yang mengelilingi inti sel dengan membran sel sebagai batas luarnya. Dasar penyusunnya ialah sitosol yang bersifat koloid. Di dalam sitosol terdapat ion sederhana misalnya sodium, fosfat dan klorida, molekul organik mirip asam amino, ATP dan neuklotida, dan tempat penyimpanan bahan. Sitosol dapat berubah dari fase sol (cair) ke fase gel (semi-padat) atau juga sebaliknya. Cairan sitosol yang lebih pekat dan berbatasan dengan membran sel dinamakan ektoplasma. Keberadaan sitoplasma bagi sel amatlah penting. Ini ditunjukkan dengan beragamnya fungsi yang dimiliki, antara lain: tempat penyimpanan bahan-bahan kimia yang mempunyai kegunaan ketika proses metabolisme sel (seperti enzim, protein, dan lemak); tempat berlangsungnya reaksi metabolisme; dan tempat organel-organel untuk bergerak dan bekerja sesuai fungsinya.

3.1. Organel Sel Bermembran

Organel sel bermembran dari makhluk hidup antara lain; nukleus, retikulum endoplasma, aparatus Golgi, mitokondria, lisosom, badan mikro, vakuola, dan kloroplas.


Nukleus atau inti sel merupakan orga nel sel terbesar dibanding organel sel lainnya. Diameter nukleus berkisar antara 10 sampai 20 m. Nukle us ini berbentuk lingkaran oval. Bagian- bagian yang melapisi nukleus mencakup membran inti, nukleoplasma, dan nukleolus (anak inti). Perhatikan Gambar 3.
Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 3. Struktur nukleus
Membran inti atau karioteka merupakan lapisan pembungkus inti sel. Pada permukaannya terdapat pori-pori yang berfungsi sebagai tempat keluar-masuknya molekul dari sitoplasma ke nukleoplasma. Membran inti ini berafiliasi deng an membran sel melalui organel yang disebut retikulum endoplasma. Di dalam nukleus terdapat cairan yang dinamakan nukleoplasma. Cairan nukleoplasma tersusun dari air, asam inti, protein, dan enzim. Sifat cairannya yakni gel. Pada nukleoplasma bisa ditemui benang kromatin. Saat sel mengalami pembelahan, benang kromatin ini akan mengalami penebalan sehingga membentuk kromosom. Kromosom merupakan zat yang berisi materi genetik.

Nukleoplasma menyelubungi belahan penting sel yang disebut nukleolus (anak inti). Setiap nukleolus mempunyai tugas dalam pembentukan protein, semisal RNA ribosom (disingkat RNAr) dan RNA. RNA ribosom merupakan salah satu materi pembentuk ribosom. Saat pembelahan sel secara mitosis, tepatnya ketika fase profase, nukleolus lenyap atau hilang. Namun, ketika fase interfase, nukleolus terbentuk kembali. Di dalam sel, nukleus mempunyai tugas penting, antara lain: menjadi sentra kontrol sel; pembawa perintah sintesis protein dalam inti DNA; memperbaiki sel yang rusak dalam nukleolus; memengaruhi produksi ribosom dan RNA; dan berperan dalam pembelahan sel.


Antara organel sel satu dengan organel sel lainnya, seperti nukleus dan membran sel, dihubungkan oleh organel yang disebut retikulum endoplasma (RE). RE merupakan sebuah sistem membran kompleks yang membentuk kantong pipih dan meluas hampir menutupi sitoplasma. RE mempunyai jaringan tubula dan gelembung membran yang disebut sisterne. RE terbagi atas dua macam, yakni RE berangasan dan RE halus. Permukaan RE berangasan tertutup oleh ribosom, sedangkan permukaan RE halus tidak tertutupi oleh ribosom. Perhatikan Gambar 4.
Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 4. Retikulum endoplasma (RE) berangasan dan RE halus
RE berangasan berfungsi sebagai penampung protein skretoris yang telah disintesis oleh ribosom. Protein ini akan dimasukkan ke dalam kantong pipih yang disebut lumen RE. RE berangasan juga berperan dalam produksi membran yang ditranspor ke organel lainnya. Membran yang demikian dinamakan membran RE. Berbeda dengan RE kasar, RE halus mempunyai beberapa fungsi, antara lain: mensintesis banyak sekali zat mirip lemak, kolesterol, fosfolipid, dan steroid; metabolisme karbohidrat, contohnya proses penyimpanan karbohidrat dalam bentuk glikogen pada sel hati; dan membantu proses penetralan obat dan racun yang biasa terjadi pada RE sel hati.

Namun demikian, RE berangasan dan RE halus mempunyai fungsi yang sama, yakni sebagai alat transpor molekul dari satu sel ke sel lain, memproduksi antibodi, dan berperan dalam proses glikolasi yaitu penambahan gula pada molekul protein.
Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 5. Struktur retikulum endoplasma kasar
3.1.3. Aparatus Golgi

Protein yang dihasilkan ribosom akan ditranspor melewati aparatus Golgi. Di dalam aparatus Golgi tersebut, protein diproses dan disimpan, kemudian dikirim ke organel lainnya. Dinamakan aparatus Golgi alasannya yakni ditemukan oleh ilmuwan yang ber nama Camilio Golgi. Organel ini disebut pula tubuh Golgi atau diktiosom. Secara struktural, aparatus Golgi tersusun atas kan tong pipih bertumpuk-tumpuk yang disebut sisterne. Perhatikan Gambar 6.
Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 6. Aparatus Golgi
Pada proses metabolisme sel, aparatus Golgi berfungsi sebagai peserta dan pengirim vesikula transpor yang berisi protein. Selain itu, aparatus Golgi dijadikan tempat terjadinya glikolasi. Glikolasi merupakan suatu
proses modifi kasi protein seusai protein disintesis dengan mereaksikan bersama glikosilat (gula). Hasil glikolasi yang berupa glikoprotein disimpan dan selanjutnya dikirimkan ke luar sel oleh vesikula transpor. Di samping fungsi tersebut, aparatus Golgi dapat pula berperan dalam pembentukan lisosom dan berbagai enzim pencernaan yang belum aktif, contohnya enzim zymogen dan koenzim.
Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 7 Aparatus Golgi dan hubungannya dengan nukleus, retikulum endoplasma dan lisosom
Sebagian besar tubuh Golgi terdapat pada sel-sel sekretori, sehingga produknya banyak disekresikan. Sebagai contoh, sel sekretori pada kelenjar pencernaan yang mengeluarkan enzim-enzim pencernaan, contohnya laktase dan peptidase. Badan Golgi juga ada yang terdapat pada sel-sel pankreas yang mengeluarkan tripsin dan lipase, termasuk juga pada kelenjar air mata yang mengeluarkan antibodi.

3.1.4. Lisosom

Lisosom (lysis = pemisahan, pembelahan, soma = tubuh) adalah tubuh berbentuk lingkaran mirip kantong kecil dengan diameter 0,1 hingga 1 m. Perhatikan Gambar 8. Di dalam lisosom terdapat 50 enzim dan kebanyakan yakni enzim hidrolitik yang bersifat asam. Enzim hidrolitik dipakai lisosom untuk mencerna makromolekul ketika pencernaan intraseluler. Contoh enzim hidrolitik yakni lipase, protase, nuklease, dan fosfatase. Sementara, makromolekul yang dihidrolisis contohnya protein, polisakarida, lemak, dan asam nukleat.

Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 8. Aparatus Golgi dan hubungannya dengan nukleus, retikulum endoplasma dan lisosom
Di dalam sel, lisosom berperan ketika terjadi fagositosis. Fagositosis merupakan proses pencernaan yang dilakukan makhluk hidup dalam memakan organisme atau zat kuliner yang lebih kecil dari tubuhnya. Pada makhluk hidup uniselluler, proses fagositosis terjadi pada Amoeba. Sementara pada manusia, proses ini terjadi pada sel makrofaga, yakni suatu sel yang berperan dalam pertahanan tubuh dari basil perusak dan penyerang lainnya. Selain proses fagositosis, lisosom juga berperan dalam proses autofagi. Autofagi yakni proses daur ulang materi organik oleh enzim hidrolitik secara individual. Di dalam tubuh manusia, proses autofagi contohnya terjadi pada sel hati. Di dalam sel, lisosom juga bisa mencerna partikel-partikel yang masuk secara endositosis dan penge luaran enzim secara eksositosis. Misalnya, ketika terjadi pembentukan tulang keras dari tulang rawan. Lisosom sanggup pula melaksanakan autolisis. Autolisis juga termasuk proses yang terjadi pada lisosom. Autolisis merupakan proses penghancuran belahan tertentu suatu makhluk hidup secara mandiri. Contohnya, perusakan sel ekor katak ketika masih berudu.

3.1.5. Mitokondria

Mitokondria berbentuk lingkaran panjang atau mirip tongkat terdapat pada sel eukariotik aerob. Mitokondria dibatasi dua lapis membran yang kuat, fleksibel, dan stabil, serta tersusun atas lipoprotein. Membran dalam membentuk tonjolantonjolan yang disebut krista untuk memperluas permukaan agar perembesan oksigen lebih efektif. Ruangan dalam mitokondria berisi cairan disebut matriks mitokondria. Matriks ini kaya enzim pernapasan (sitokrom), DNA, RNA, dan protein. Perhatikan Gambar 9 berikut ini.
Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 9. Mitokondria dengan dua lapis membran dan krista.
Mitokondria mempunyai DNA sendiri yang mengkode sintesis protein spesifik. Mitokondria berfungsi dalam oksidasi makanan, respirasi sel, dehidrogenasi, fosforilasi oksidasif, dan sistem transfer elektron. Oksidasi zat kuliner di dalam mitokondria menghasilkan energi dan zat sisa. Secara sederhana reaksinya sanggup ditulis sebagai berikut.

                           Oksidasi
C6H12O6 + O2  -----------> CO2 + H2O + Energi
(glukosa)            Respirasi

Berkaitan dengan fungsi tersebut mitokondria sering disebut the power house of cell.

3.1.6. Badan Mikro

Badan mikro hampir ibarat lisosom, berbentuk agak bulat, diselubungi membran tunggal, dan di dalamnya berisi enzim katalase dan oksidase. Organela ini disebut badan mikro alasannya yakni ukurannya kecil, hanya bergaris tengah 0,3–1,5 μm. Terdapat dua tipe tubuh mikro, yaitu peroksisom dan glioksisom. Peroksisom terdapat pada sel hewan, fungi, dan daun tumbuhan tingkat tinggi. Perhatikan Gambar 10. untuk mengetahui letak peroksisom di dalam sel. Peroksisom berperan dalam oksidasi substrat menghasilkan H2O2 (bersifat racun bagi sel) yang selanjutnya dipecah menjadi H2O + O2Peroksisom penting dalam perembesan cahaya dan respirasi sehingga berafiliasi erat dengan kloroplas dan mitokondria. Peran lain peroksisom selain melindungi sel dari H2O2 juga berperan dalam perubahan lemak menjadi karbohidrat dan perubahan purin dalam sel. Glioksisom terdapat pada sel tanaman. Glioksisom berperan dalam metabolisme asam lemak dan tempat terjadinya siklus glioksilat.
Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 10. Struktur peroksisom.
3.1.7. Kloroplas

Kloroplas hanya terdapat pada sel tumbuhan dan Algae tertentu. Pada tumbuhan biasanya berbentuk cakram dengan diameter 5–8 μm dan tebal 2–4 μm. Kloroplas dibatasi membran ganda. Di dalam kloroplas terdapat klorofil (pigmen fotosintetik) dan pigmen lain yang terletak pada membran atau pada materi dasar di dalam kloroplas. Bahan dasar kloroplas berupa cairan disebut stroma. Perhatikan Gambar 11. berikut.

Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 11. Struktur kloroplas.
Kloroplas berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Peran pigmen untuk menangkap cahaya matahari yang akan diubah menjadi energi kimia.

3.1.8. Vakuola

3.2. Organela Sel Tak Bermembran

3.2.1. Sitoskeleton

Sitoskeleton atau rangka sel tersusun atas tiga jenis serabut yang berbeda yaitu, mikrofilamen, mikrotubulus, dan filamen intermediar.

a. Mikrofilamen

Mikrofilamen yakni rantai ganda protein yang bertaut dan tipis. Mikrofilamen tersusun atas dua macam protein, yaitu aktin dan miosin. Mikrofilamen banyak terdapat pada sel-sel otot. Mikrofilamen mempunyai diameter 7 nm sehingga pengamatannya harus menggunakan mikroskop elektron.

b. Mikrotubulus

Mikrotubulus yakni rantai-rantai protein yang membentuk spiral. Spiral ini membentuk tabung berlubang yang panjangnya mencapai 2,5 mm dengan diameter 25 nm. Mikrotubulus tersusun atas protein yang dikenal sebagai tubulin. Mikrotubulus merupakan penyusun sitoskeleton yang terbesar. Mikrotubulus terdapat pada gelendong sel, yaitu berupa benang-benang spindel yang menghubungkan dua kutub sel pada waktu sel membelah. Gerakan kromosom dari kawasan ekuator ke kutub masing-masing pada anafase dikendalikan oleh mikrotubulus. Dengan demikian, mikrotubulus mempunyai fungsi mengarahkan gerakan komponen-komponen sel, mempertahankan bentuk sel, serta membantu dalam pembelahan mitosis.

c. Filamen Intermediar

Filamen intermediar yakni rantai molekul protein yang membentuk untaian yang saling melilit. Filamen ini berdiameter 8 – 10 nm. Disebut serabut intermediar karena ukurannya di antara ukuran mikrofilamen dan mikrotubulus. Serabut ini tersusun atas protein yang disebut fimentin, tetapi tidak semua sel filamen intermediarnya tersusun atas fimentin. Misalnya sel kulit filamennya tersusun atas protein keratin. Perhatikan Gambar 12 untuk mengetahui susunan sitoskeleton.

Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 12. Bagian-bagian sitoskeleton
3.2.2. Ribosom

Ribosom merupakan struktur paling kecil yang tersuspensi dalam sitoplasma dan terdapat di sel eukariotik maupun prokariotik. Pada sel eukariotik, ribosom terdapat bebas dalam sitoplasma atau terikat RE. Ribosom tersusun atas protein dan RNA. Ribosom terdiri dari dua subunit, yaitu subunit kecil dan subunit besar. Perhatikan Gambar 13 untuk mengetahui struktur ribosom. Tiap-tiap subunit disintesis dalam nukleolus dan dikeluarkan melalui porus nukleus ke sitoplasma tempat kedua subunit bergabung. Ribosom berperan dalam sintesis protein.
Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 13. Struktur ribosom
3.2.3. Sentriol

Sel binatang dan beberapa mikroorganisme serta tumbuhan tingkat rendah mengandung dua sentriol dalam sitoplasma. Sentriol terletak di bersahabat permukaan luar nukleus. Setiap sentriol terdiri atas sebaris silinder sebanyak sembilan mikrotubul. Perhatikan Gambar 14 di samping. Sentriol berperan dalam proses pembelahan sel.
Semua sel eukariotik mempunyai membran inti Pintar Pelajaran Struktur Sel Eukariotik – Gambar Fungsi Organel
Gambar 14. Struktur sentriol
3.2.4. Dinding Sel


Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Saturday, March 7, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Sitoplasma


Struktur dan Fungsi Sitoplasma - Sitoplasma merupakan materi yang mengisi antara inti dan selaput plasma. Sitoplasma yang berada dalam nukleus disebut nukleoplasma. Pada sel tumbuhan, sitoplasma dibedakan menjadi dua, yaitu yang berbatasan dengan selaput plasma disebut ektoplasma dan yang di bagian dalam disebut endoplasma. Ektoplasma lebih jernih dan kompak. Ektoplasma pada sel binatang berupa selaput plasma itu sendiri. Endoplasma sel flora mengandung banyak plastida (zat warna).

Komponen utama penyusun sitoplasma sebagai berikut.
  1. Cairan menyerupai gel (agar-agar atau jeli) yang disebut sitosol.
  2. Substansi simpanan dalam sitoplasma. Substansi ini bervariasi tergantung tipe selnya. Sebagai contoh, sitoplasma sel hati mengandung simpanan molekul glikogen, sedangkan sitoplasma sel lemak mengandung tetesan lemak besar.
  3. Jaringan yang strukturnya menyerupai filamen (benang) dan serabut yang saling berhubungan. Jaringan benang dan serabut disebut sitoskeleton yang berfungsi sebagai kerangka sel.
  4. Organel-organel sel.
Matriks sitoplasma atau materi dasar sitoplasma disebut sitosol. Sitoplasma sanggup berubah dari fase sol ke gel dan sebaliknya. Matriks sitoplasma tersusun atas oksigen 62%, karbon 20%, hidrogen 10%, dan nitrogen 3% yang tersusun dalam senyawa organik dan anorganik. Unsur-unsur lain adalah: Ca 2,5%; P 1,14%; Cl 0,16%; S 0,14%; K 0,11%; Na 0,10%; Mg 0,07%; I 0,014%; Fe 0,10%; dan unsur-unsur lain dalam jumlah yang sangat kecil.

Sifat-sifat fisikawi matriks sitoplasma sebagai berikut.
  1. Efek Tyndal yaitu kemampuan matriks sitoplasma memantulkan cahaya.
  2. Gerak Brown adalah gerak acak (zig-zag) partikel penyusun koloid.
  3. Gerak siklosis adalah gerak matriks sitoplasma berupa arus melingkar.
  4. Memiliki tegangan permukaan.
  5. Elektrolit yaitu kemampuan molekul menghantarkan arus listrik.
Matriks sitoplasma sanggup bertindak sebagai larutan penyangga (buffer). Sifat biologis matriks sitoplasma adalah mampu mengenali rangsang (iritabilitas) dan mengantar rangsang (konduktivitas).

Adapun fungsi sitosol sebagai berikut.
  1. Sumber materi kimia penting bagi sel alasannya yaitu di dalamnya terdapat senyawa-senyawa organik terlarut, ion-ion, gas, molekul kecil menyerupai garam, asam lemak, asam amino, nukleotida, molekul besar menyerupai protein, dan RNA yang membentuk koloid.
  2. Tempat terjadinya reaksi metabolisme, menyerupai glikolisis, sintesis protein, dan sintesis asam lemak.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Friday, March 6, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Nukleus Inti Sel - Gambar

Struktur dan Fungsi Nukleus Inti Sel - Gambar - Nukleus atau inti sel merupakan bab penting sel yang berperan sebagai pengendali acara sel. Nukleus merupakan organel terbesar yang berada dalam sel. Nukleus berdiameter sekitar 10 μm. Nukleus biasanya terletak di tengah sel dan berbentuk bundar atau oval. Pada umumnya sel organisme berinti tunggal, tetapi ada juga yang mempunyai lebih dari satu inti. Berdasar jumlah nukleus, sel sanggup dibedakan sebagai berikut.
  1. Sel mononukleat (berinti tunggal), contohnya sel hewan dan tumbuhan.
  2. Binukleat (inti ganda), contohnya Paramaecium.
  3. Multinukleat (inti banyak), contohnya Vaucheria (sejenis alga) dan beberapa jenis jamur.
Di dalam nukleus terdapat matriks yang disebut nukleoplasma, nukleolus, RNA, dan kromosom. Kromosom tersusun atas protein dan DNA. Perhatikan Gambar 1.

Nukleus atau inti sel merupakan bab penting sel yang Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Nukleus Inti Sel - Gambar
Gambar 1. Struktur nukleus inti sel.
Setiap nukleus tersusun atas beberapa bab penting sebagai berikut.

1) Membran Nukleus (Selaput Inti)

Selaput inti merupakan bab terluar inti yang memisahkan nukleoplasma dengan sitoplasma. Selaput inti terdiri atas dua lapis membran (bilaminair), setiap lapis merupakan lapisan bilayer. Ruang antara membran disebut perinuklear atau sisterna. Pada membran ini terdapat porus yang berfungsi untuk pertukaran molekul dengan sitoplasma. Berdasarkan ada tidaknya selaput inti, dibedakan dua tipe sel yaitu sel prokariotik (tidak mempunyai selaput inti) dan sel eukariotik (memiliki selaput inti).

2) Nukleoplasma

Nukleoplasma ialah cairan inti (karyotin) yang bersifat transparan dan semisolid (kental). Nukleoplasma mengandung kromatin, granula, nukleoprotein, dan senyawa kimia kompleks. Pada dikala pembelahan sel, benang kromatin menebal dan memendek serta mudah menyerap zat warna disebut kromosom. Benang kromatin tersusun atas protein dan DNA. Di dalam benang DNA inilah tersimpan informasi kehidupan. DNA akan mentranskripsi diri (mengopi diri) menjadi RNA yang selanjutnya akan dikeluarkan ke sitoplasma. 

3) Nukleolus

Nukleolus atau anak inti tersusun atas fosfoprotein, orthosfat, DNA, dan enzim. Nukleolus terbentuk pada saat terjadi proses transkripsi (sintesis RNA) di dalam nukleus. Jika transkripsi berhenti, nukleolus menghilang atau mengecil. Jadi, nukleolus bukan merupakan organel yang tetap. 

Jadi, nukleus mempunyai arti penting bagi sel alasannya ialah mempunyai beberapa fungsi berikut.
  1. Pengatur pembelahan sel.
  2. Pengendali seluruh acara sel, contohnya dengan memasukkan RNA dan unit ribosom ke dalam sitoplasma.
  3. Pembawa informasi genetik.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.