Showing posts sorted by relevance for query ekosistem-pengertian-komponen-contoh. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query ekosistem-pengertian-komponen-contoh. Sort by date Show all posts

Wednesday, September 11, 2019

Pintar Pelajaran Perbedaan Komponen Biotik Dan Abiotik : Pengertian, Ciri-Ciri, Contoh

Komponen biotik yaitu komponen yang mencakup semua jenis makhluk hidup yang ada pada suatu ekosistem. Contoh komponen biotik yaitu manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Menurut peranannya dalam ekosistem, komponen biotik dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu produsen, konsumen, dan pengurai. Organisme yang berperan se bagai produsen yaitu semua organisme yang sanggup menciptakan masakan sendiri. Organisme ini disebut organisme autotrof, contohnya adalah tumbuhan hijau. Sedangkan organisme yang tidak mampu menciptakan masakan sendiri (heterotrof) berperan sebagai konsumen. Tumbuhan merupakan organisme autotrof lantaran sanggup membuat makanan sendiri melalui fotosintesis. Dalam proses ini, bahan anorganik diubah menjadi senyawa organik dengan dukungan sinar matahari. Melalui proses fotosintesis, gas CO2 hasil buangan organisme lain diubah oleh tumbuhan menjadi zat gula, oksigen, dan energi, sesuai dengan reaksi berikut. (Baca juga : Pengertian Ekosistem)

                         cahaya matahari
6H2O + 6CO2 ------------------> C6H12O6 + 6O2 + Energi

Selain bisa mencukupi kebutuhannya akan energi, produsen juga berperan sebagai sumber energi bagi organisme lain. Energi yang dihasilkan produsen akan dimanfaatkan oleh organisme lain melalui proses makan dan dimakan. Hewan pemakan tumbuhan memperoleh energi dari tumbuhan yang dimakannya. Sedangkan binatang pemakan tumbuhan tersebut juga bisa dijadikan sumber energi bagi binatang lain yang memakannya. Organisme yang memperoleh masakan dengan cara demikian disebut konsumen. Jadi, organisme yang berperan sebagai konsumen yaitu organisme yang tidak sanggup menciptakan makanan sendiri (organisme heterotrof ).

Berdasarkan jenis masakan yang dikonsumsinya, konsumen dibedakan menjadi tiga macam yaitu herbivora, karnivora, dan omnivora. Herbivora yaitu organisme pemakan tumbuhan. Contohnya adalah kerbau, sapi, kambing, kelinci, dan zebra. Karnivora adalah organisme pemakan binatang (daging). Misalnya singa, serigala, harimau, kucing, dan elang. Sedangkan omnivora adalah organisme pemakan segala jenis makanan, baik tumbuhan maupun hewan.

Selain produsen dan konsumen, terdapat pula organisme yang berperan sebagai pengurai. Pernahkah kalian berpikir bagaimana tumbuhan dan binatang yang mati di suatu tempat sanggup hilang sehabis beberapa waktu kemudian? Hilangnya tumbuhan dan binatang yang telah mati ini disebabkan oleh acara organisme pengurai atau dekomposer. Mereka berperan menguraikan (melakukan dekomposisi) sisa-sisa organisme yang sudah mati (detritus). Karena memakan detritus, organisme ini disebut juga detritivora.

Organisme pengurai memperoleh masakan dengan cara merombak sisa produk organisme dan organisme yang mati dengan enzim pencernaan yang dimilikinya. Hasil perombakan ini kemudian diserap sebagai makanan. Kegiatan pengurai memungkinkan senyawa sederhana didaur ulang, sehingga sanggup dipakai kembali oleh organisme autotrof atau produsen. Contoh organisme yang termasuk pengurai adalah cacing tanah, jamur, dan bakteri, lipan, luing, kutu kayu, rayap, nematoda, dan larva serangga. 

Contoh omnivora yaitu ayam, itik, dan manusia. Komponen abiotik yaitu komponen penyusun ekosistem yang terdiri dari benda-benda tak hidup. Secara terperinci, komponen abiotik merupakan keadaan fisik dan kimia di sekitar organisme yang menjadi medium dan substrat untuk menunjang berlangsungnya kehidupan organisme tersebut. Contoh komponen abiotik yaitu air, udara, cahaya matahari, tanah, topografi , dan iklim. Hampir semua makhluk hidup membutuhkan air. Karena itu, air merupakan komponen yang sangat vital bagi kehidupan. Sebagian besar badan makhluk hidup tersusun oleh air dan tidak ada satupun makhluk hidup yang tidak membutuhkan air. Meskipun demikian, kebutuhan organisme akan air tidaklah sama antara satu dengan yang lainnya. Begitu pula dengan ketersediaan air di suatu daerah, tidak sama antara tempat satu dengan yang lainnya. Hal ini juga akan mempengaruhi cara hidup organisme yang ada di daerah-daerah tersebut.

Misalnya binatang yang hidup di tempat gurun akan mempunyai kapasitas penggunaan air yang relatif sedikit sebagai pembiasaan terhadap lingkungan hidupnya yang miskin air. Berbagai jenis tumbuhan yang ada juga menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut, salah satunya dengan membentuk daun yang tebal dan sempit sehingga mengurangi penguapan. Contohnya yaitu tumbuhan kaktus.

Komponen abiotik lainnya yaitu udara. Kita tidak bisa menyangkal bahwa peranan udara sangat penting bagi kehidupan di bumi ini. Oksigen yang kita gunakan untuk bernapas atau CO2 yang diperlukan tumbuhan untuk berfotosintesis juga berasal dari udara. Bahkan bumi kita pun dilindungi oleh atmosfer yang merupakan lapisan-lapisan udara.

Keadaan udara di suatu sempurna dipengaruhi oleh cahaya matahari, kelembaban, dan juga temperatur (suhu). Intensitas cahaya matahari yang diterima oleh suatu tempat akan menghipnotis kelembaban atau kadar uap air di udara. Selain itu, cahaya matahari juga menyebabkan peningkatan suhu atau temperatur udara. Adanya perbedaan temperatur menyebabkan terjadinya perbedaan tekanan udara, sehingga udara mengalir atau bergerak membentuk angin. Kesemuanya memberikan pengaruh bagi organisme.

Cahaya matahari merupakan sumber energi utama semua makhluk hidup, lantaran dengannya tumbuhan sanggup berfotosintesis. Sedangkan keberadaan uap air di udara akan menghipnotis kecepatan penguapan air dari permukaan badan organisme. Organisme yang hidup di daerah panas (suhu udara tinggi dan kelembaban rendah) akan berupaya untuk mengurangi penguapan air dari dalam tubuh, contohnya onta yang merupakan binatang khas padang pasir. Sedangkan beruang kutub, karena hidup di lingkungan yang sangat dingin, menyesuaikan diri dengan memiliki bulu yang tebal. Selain itu, perbedaan suhu udara juga bisa mengakibatkan angin, yaitu ajaran udara akibat perbedaan tekanan. Sehingga organisme akan menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Contohnya pada tumbuhan. Tumbuhan yang hidup di tempat dengan angin yang kencang, tempat pantai misalnya, membentuk sistem perakaran yang berpengaruh dan batang yang lentur supaya tidak gampang patah dikala diterpa angin. Contohnya jenis tumbuhan tersebut yaitu cemara udang.

Selain air, udara, dan cahaya matahari, keberadaan suatu ekosistem juga dipengaruhi oleh kondisi tanah. Apa yang akan terjadi jikalau bumi kita ini hanya berisi kerikil dan logam, tanpa ada tanah? Tentu kita tidak akan menjumpai aneka macam jenis tumbuhan dan organisme lainnya. Tanah merupakan tempat hidup bagi aneka macam jenis organisme, terutama tumbuhan. Adanya tumbuhan akan menjadikan suatu tempat memiliki berbagai organisme pemakan tumbuhan dan organisme lain yang memakan pemakan tumbuhan tersebut. Coba kalian bandingkan tanah yang subur dengan tanah yang tandus. Di tanah yang manakah lebih banyak terdapat organisme? Tentu di tanah yang subur, bukan? Kualitas tanah bisa dilihat dari derajat keasaman (pH), tekstur (komposisi partikel tanah), dan kandungan garam mineral atau unsur haranya.

Komponen abiotik yang juga tidak kalah penting yaitu topografi dan iklim. Topografi yaitu letak suatu tempat dipandang dari ketinggian di atas permukaan air bahari (altitude) atau dipandang dari garis bujur dan garis lintang (latitude). Topografi yang berbeda mengakibatkan perbedaan penerimaan intensitas cahaya, kelembaban, tekanan udara, dan suhu udara, sehingga topografi sanggup menggambarkan distribusi makhluk hidup. Sedangkan iklim merupakan keadaan cuaca rata-rata di suatu tempat yang luas dalam waktu yang usang (30 tahun), terbentuk oleh interaksi berbagai komponen abiotik menyerupai kelembaban udara, suhu, curah hujan, cahaya matahari, dan lain sebagainya.

Iklim mempunyai hubungan yang akrab dengan komunitas tumbuhan dan kesuburan tanah. Contohnya adalah di tempat yang beriklim tropis, menyerupai Indonesia, memiliki hutan yang lebat dan kaya akan keanekaragaman hayati yang disebut hutan hujan tropis sedangkan di tempat subtropis hutan menyerupai itu tidak dijumpai.

Anda kini sudah mengetahui Biotik dan AbiotikTerima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Wednesday, September 4, 2019

Pintar Pelajaran Perbedaan Komponen Biotik Dan Abiotik : Pengertian, Ciri-Ciri, Contoh

Komponen biotik yaitu komponen yang mencakup semua jenis makhluk hidup yang ada pada suatu ekosistem. Contoh komponen biotik yaitu manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Menurut peranannya dalam ekosistem, komponen biotik dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu produsen, konsumen, dan pengurai. Organisme yang berperan se bagai produsen yaitu semua organisme yang sanggup menciptakan masakan sendiri. Organisme ini disebut organisme autotrof, contohnya adalah tumbuhan hijau. Sedangkan organisme yang tidak mampu menciptakan masakan sendiri (heterotrof) berperan sebagai konsumen. Tumbuhan merupakan organisme autotrof lantaran sanggup membuat makanan sendiri melalui fotosintesis. Dalam proses ini, bahan anorganik diubah menjadi senyawa organik dengan dukungan sinar matahari. Melalui proses fotosintesis, gas CO2 hasil buangan organisme lain diubah oleh tumbuhan menjadi zat gula, oksigen, dan energi, sesuai dengan reaksi berikut. (Baca juga : Pengertian Ekosistem)

                         cahaya matahari
6H2O + 6CO2 ------------------> C6H12O6 + 6O2 + Energi

Selain bisa mencukupi kebutuhannya akan energi, produsen juga berperan sebagai sumber energi bagi organisme lain. Energi yang dihasilkan produsen akan dimanfaatkan oleh organisme lain melalui proses makan dan dimakan. Hewan pemakan tumbuhan memperoleh energi dari tumbuhan yang dimakannya. Sedangkan binatang pemakan tumbuhan tersebut juga bisa dijadikan sumber energi bagi binatang lain yang memakannya. Organisme yang memperoleh masakan dengan cara demikian disebut konsumen. Jadi, organisme yang berperan sebagai konsumen yaitu organisme yang tidak sanggup menciptakan makanan sendiri (organisme heterotrof ).

Berdasarkan jenis masakan yang dikonsumsinya, konsumen dibedakan menjadi tiga macam yaitu herbivora, karnivora, dan omnivora. Herbivora yaitu organisme pemakan tumbuhan. Contohnya adalah kerbau, sapi, kambing, kelinci, dan zebra. Karnivora adalah organisme pemakan binatang (daging). Misalnya singa, serigala, harimau, kucing, dan elang. Sedangkan omnivora adalah organisme pemakan segala jenis makanan, baik tumbuhan maupun hewan.

Selain produsen dan konsumen, terdapat pula organisme yang berperan sebagai pengurai. Pernahkah kalian berpikir bagaimana tumbuhan dan binatang yang mati di suatu tempat sanggup hilang sehabis beberapa waktu kemudian? Hilangnya tumbuhan dan binatang yang telah mati ini disebabkan oleh acara organisme pengurai atau dekomposer. Mereka berperan menguraikan (melakukan dekomposisi) sisa-sisa organisme yang sudah mati (detritus). Karena memakan detritus, organisme ini disebut juga detritivora.

Organisme pengurai memperoleh masakan dengan cara merombak sisa produk organisme dan organisme yang mati dengan enzim pencernaan yang dimilikinya. Hasil perombakan ini kemudian diserap sebagai makanan. Kegiatan pengurai memungkinkan senyawa sederhana didaur ulang, sehingga sanggup dipakai kembali oleh organisme autotrof atau produsen. Contoh organisme yang termasuk pengurai adalah cacing tanah, jamur, dan bakteri, lipan, luing, kutu kayu, rayap, nematoda, dan larva serangga. 

Contoh omnivora yaitu ayam, itik, dan manusia. Komponen abiotik yaitu komponen penyusun ekosistem yang terdiri dari benda-benda tak hidup. Secara terperinci, komponen abiotik merupakan keadaan fisik dan kimia di sekitar organisme yang menjadi medium dan substrat untuk menunjang berlangsungnya kehidupan organisme tersebut. Contoh komponen abiotik yaitu air, udara, cahaya matahari, tanah, topografi , dan iklim. Hampir semua makhluk hidup membutuhkan air. Karena itu, air merupakan komponen yang sangat vital bagi kehidupan. Sebagian besar badan makhluk hidup tersusun oleh air dan tidak ada satupun makhluk hidup yang tidak membutuhkan air. Meskipun demikian, kebutuhan organisme akan air tidaklah sama antara satu dengan yang lainnya. Begitu pula dengan ketersediaan air di suatu daerah, tidak sama antara tempat satu dengan yang lainnya. Hal ini juga akan mempengaruhi cara hidup organisme yang ada di daerah-daerah tersebut.

Misalnya binatang yang hidup di tempat gurun akan mempunyai kapasitas penggunaan air yang relatif sedikit sebagai pembiasaan terhadap lingkungan hidupnya yang miskin air. Berbagai jenis tumbuhan yang ada juga menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut, salah satunya dengan membentuk daun yang tebal dan sempit sehingga mengurangi penguapan. Contohnya yaitu tumbuhan kaktus.

Komponen abiotik lainnya yaitu udara. Kita tidak bisa menyangkal bahwa peranan udara sangat penting bagi kehidupan di bumi ini. Oksigen yang kita gunakan untuk bernapas atau CO2 yang diperlukan tumbuhan untuk berfotosintesis juga berasal dari udara. Bahkan bumi kita pun dilindungi oleh atmosfer yang merupakan lapisan-lapisan udara.

Keadaan udara di suatu sempurna dipengaruhi oleh cahaya matahari, kelembaban, dan juga temperatur (suhu). Intensitas cahaya matahari yang diterima oleh suatu tempat akan menghipnotis kelembaban atau kadar uap air di udara. Selain itu, cahaya matahari juga menyebabkan peningkatan suhu atau temperatur udara. Adanya perbedaan temperatur menyebabkan terjadinya perbedaan tekanan udara, sehingga udara mengalir atau bergerak membentuk angin. Kesemuanya memberikan pengaruh bagi organisme.

Cahaya matahari merupakan sumber energi utama semua makhluk hidup, lantaran dengannya tumbuhan sanggup berfotosintesis. Sedangkan keberadaan uap air di udara akan menghipnotis kecepatan penguapan air dari permukaan badan organisme. Organisme yang hidup di daerah panas (suhu udara tinggi dan kelembaban rendah) akan berupaya untuk mengurangi penguapan air dari dalam tubuh, contohnya onta yang merupakan binatang khas padang pasir. Sedangkan beruang kutub, karena hidup di lingkungan yang sangat dingin, menyesuaikan diri dengan memiliki bulu yang tebal. Selain itu, perbedaan suhu udara juga bisa mengakibatkan angin, yaitu ajaran udara akibat perbedaan tekanan. Sehingga organisme akan menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Contohnya pada tumbuhan. Tumbuhan yang hidup di tempat dengan angin yang kencang, tempat pantai misalnya, membentuk sistem perakaran yang berpengaruh dan batang yang lentur supaya tidak gampang patah dikala diterpa angin. Contohnya jenis tumbuhan tersebut yaitu cemara udang.

Selain air, udara, dan cahaya matahari, keberadaan suatu ekosistem juga dipengaruhi oleh kondisi tanah. Apa yang akan terjadi jikalau bumi kita ini hanya berisi kerikil dan logam, tanpa ada tanah? Tentu kita tidak akan menjumpai aneka macam jenis tumbuhan dan organisme lainnya. Tanah merupakan tempat hidup bagi aneka macam jenis organisme, terutama tumbuhan. Adanya tumbuhan akan menjadikan suatu tempat memiliki berbagai organisme pemakan tumbuhan dan organisme lain yang memakan pemakan tumbuhan tersebut. Coba kalian bandingkan tanah yang subur dengan tanah yang tandus. Di tanah yang manakah lebih banyak terdapat organisme? Tentu di tanah yang subur, bukan? Kualitas tanah bisa dilihat dari derajat keasaman (pH), tekstur (komposisi partikel tanah), dan kandungan garam mineral atau unsur haranya.

Komponen abiotik yang juga tidak kalah penting yaitu topografi dan iklim. Topografi yaitu letak suatu tempat dipandang dari ketinggian di atas permukaan air bahari (altitude) atau dipandang dari garis bujur dan garis lintang (latitude). Topografi yang berbeda mengakibatkan perbedaan penerimaan intensitas cahaya, kelembaban, tekanan udara, dan suhu udara, sehingga topografi sanggup menggambarkan distribusi makhluk hidup. Sedangkan iklim merupakan keadaan cuaca rata-rata di suatu tempat yang luas dalam waktu yang usang (30 tahun), terbentuk oleh interaksi berbagai komponen abiotik menyerupai kelembaban udara, suhu, curah hujan, cahaya matahari, dan lain sebagainya.

Iklim mempunyai hubungan yang akrab dengan komunitas tumbuhan dan kesuburan tanah. Contohnya adalah di tempat yang beriklim tropis, menyerupai Indonesia, memiliki hutan yang lebat dan kaya akan keanekaragaman hayati yang disebut hutan hujan tropis sedangkan di tempat subtropis hutan menyerupai itu tidak dijumpai.

Anda kini sudah mengetahui Biotik dan AbiotikTerima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Pengertian Ekosistem, Komponen, Contoh

Semua jenis makhluk hidup di alam ini selalu berinteraksi dengan lingkungannya, baik dengan lingkungan fisik maupun dengan makhluk hidup yang lain. Tumbuhan membutuhkan tanah, udara, dan air untuk sanggup hidup dan berfotosintesis. Hewan membutuhkan tumbuhan atau binatang lain sebagai makanannya. Selain itu binatang juga membutuhkan udara untuk bernapas dan air untuk minum. Ketika jumlah flora berkurang, binatang pemakan tumbuhan akan kelaparan. Begitu pula, hewan-hewan yang mengakibatkan tumbuhan sebagai daerah tinggal akan kehilangan rumahnya. Ketika jumlah air berkurang, flora dan binatang mungkin akan mati alasannya kekeringan.

Berbagai interaksi tersebut merupakan relasi saling mempengaruhi yang terjadi antara makhluk hidup dengan lingkungannya dan membentuk suatu sistem yang disebut ekosistem. Ekosistem disusun oleh dua komponen, adalah lingkungan fisik atau makhluk tidak hidup (komponen abiotik) dan banyak sekali jenis makhluk hidup (komponen biotik). Berbagai jenis makhluk hidup tersebut sanggup dikelompokkan menjadi satuan-satuan makhluk hidup dan ekosistem merupakan salah satunya.




4. Hubungan Antar Komponen Ekosistem

Anda kini sudah mengetahui Ekosistem. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Thursday, September 12, 2019

Pintar Pelajaran Siklus Biogeokimia : Pengertian, Contoh, Macam-Macam

Aliran energi pada suatu ekosistem berjalan dalam satu arah. Energi ekosistem berasal dari energi matahari yang dipakai produsen untuk berfotosintesis. Sehingga, energi tersebut diubah menjadi energi kimia dan kemudian diteruskan ke konsumen dalam bentuk senyawa-senyawa organik dalam makanannya, dan dibuang dalam bentuk panas. Unsur-unsur kimia, menyerupai karbon dan nitrogen, terjadwal di antara komponen-komponen abiotik dan biotik ekosistem. Organisme fotosintetik mendapatkan unsur-unsur ini dalam bentuk anorganik dari udara, tanah, dan air, dan mengasimilasi unsur-unsur tersebut menjadi molekul organik, yang sebagian kemudian dikonsumsi oleh hewan. Unsur itu dikembalikan dalam bentuk anorganik ke udara, tanah, dan air melalui metabolisme tumbuhan dan hewan, serta melalui organisme lain, menyerupai kuman dan fungi, yang menguraikan buangan organik dan organisme yang mati. (Baca juga : Hubungan Antar Komponen Ekosistem)

Karena pergerakan unsur-unsur yang merupakan nutrien di dalam ekosistem terjadi secara berulang melalui komponen biotik dan abiotik (geologis), maka proses tersebut juga disebut siklus biogeokimia (biogeochemical cycle). Pada siklus tersebut, unsur atau senyawa kimia mengalir dari komponen abiotik ke komponen biotik, kemudian kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui makhluk hidup, tetapi melibatkan juga reaksi-reaksi kimia dalam lingkungan abiotik.

Proses-proses biologis dan geologis menggerakkan nutrien di antara komponen-komponen organik dan anorganik. Lintasan spesifik suatu materi kimia melalui suatu siklus biogeokimia bervariasi menurut unsur yang dimaksud pada struktur trofik suatu ekosistem. Dalam uraian berikut kita akan membahas beberapa siklus, yakni siklus karbonsiklus fosfor, siklus nitrogen, dan siklus air.

Anda kini sudah mengetahui Siklus Biogeokimia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Saturday, November 30, 2019

Pintar Pelajaran Artikel Pengertian Perubahan Lingkungan

Artikel Pengertian Perubahan Lingkungan - Lingkungan sanggup diartikan sebagai suatu kesatuan ruang, dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk insan dan perilakunya yang memengaruhi kelangsungan hidup dan kesejahteraan insan serta makhluk hidup lainnya. Sebagai makhluk hidup, insan merupakan komponen dalam ekosistem. Dengan begitu, kehidupannya juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kawasan hidupnya. Dalam keadaan normal, lingkungan membentuk suatu keseimbangan yang disebut keseimbangan dinamis (dynamic equilibrium). Dalam kondisi keseimbangan ini, komponen-komponen yang menyusun ekosistem saling mendukung satu sama lain. Komponen-komponen tersebut terdiri atas komponen biotik dan komponen abiotik atau lingkungan. Komponen biotik terdiri atas makhluk hidup, menyerupai manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Sedangkan lingkungan abiotik terdiri atas benda-benda tidak hidup, menyerupai tanah, air, udara, kelembaban, dan suhu atau temperatur. Lingkungan abiotik merupakan faktor penting yang mendukung kehidupan. Contoh lingkungan yang seimbang yaitu hutan (Gambar 1). (Baca juga : Permasalahan Lingkungan)
 Lingkungan sanggup diartikan sebagai suatu kesatuan ruang Pintar Pelajaran Artikel Pengertian Perubahan Lingkungan
Gambar 1. Hutan Taman Nasional di Swiss (Wikimedia Commons)
Di dalam ekosistem hutan yang masih alami, terdapat pohon-pohon atau tumbuhan lain yang berperan sebagai produsen. Sebagai produsen, tumbuhan merupakan penghasil masakan (energi) dan oksigen, karena mampu melaksanakan fotosintesis. Fotosintesis menghasilkan karbohidrat sebagai sumber energi bagi konsumennya, termasuk manusia. Tumbuhan juga memiliki fungsi sebagai kawasan berlindung atau kawasan tinggal bagi banyak sekali jenis hewan. Selain untuk makanan, sumber daya hutan juga dimanfaatkan insan untuk memenuhi keperluan lain, seperti aneka jenis kayu dan rotan yang dipakai untuk materi bangunan dan peralatan rumah tangga.

Dengan kecerdasan yang dimiliki, serta ilmu pengetahuan dan teknologinya, insan bisa menciptakan peradaban dan mengubah bentang alam. Semua kegiatan tersebut risikonya memengaruhi keseimbangan lingkungan, dan seringkali menjadikan kerusakan lingkungan. Meskipun kerusakan lingkungan sanggup disebabkan oleh faktor alam dan manusia, tetapi manusialah yang berperan penting karena intinya insan sangat bergantung pada lingkungan. Manusia memelihara dan menjaga lingkungan lantaran mendapatkan berbagai manfaat. Dari lingkungan, semua kebutuhan insan dapat terpenuhi. Lingkungan juga merupakan sumber air dan oksigen yang merupakan unsur vital dalam kehidupan. Tetapi ironisnya, dalam usaha memenuhi kesejahteraan hidupnya, sikap insan justru seringkali menurunkan kualitas lingkungan dan menjadikan berbagai kerusakan.

Anda kini sudah mengetahui mengenai Perubahan Lingkungan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem : Pengertian Pola Spesies

Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem : Pengertian Contoh Spesies - Dalam kegiatan kehidupannya makhluk hidup selalu berinteraksi dan bergantung pada lingkungan sekitarnya. Ketergantungan ini berkaitan dengan kebutuhan akan oksigen, cahaya matahari, air, tanah, cuaca, dan faktor abiotik lainnya. Komponen abiotik yang berbeda menyebabkan adanya perbedaan cara pembiasaan banyak sekali jenis makhluk hidup (komponen biotik). Hal ini mengatakan adanya keaneka ragaman ekosistem. Keanekaragaman ekosistem merupakan keanekaragaman suatu komunitas yang terdiri dari hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme di suatu habitat. Misalnya, hutan hujan, hutan gugur, hutan tropis, padang rumput, padang lumut, ladang, danau, dan sebagainya. Pada lingkungan lain, kita sanggup mengamati bahwa ikan yang hidup di sungai yang mengalir deras berbeda dengan ikan yang hidup di air yang tenang. Demikian juga ganggang yang berada di perairan deras berbeda dengan ganggang yang hidup di perairan tenang. Hal ini menggambarkan bahwa sungai fatwa deras membentuk ekosistem yang berbeda dengan sungai tergenang. (Baca juga : Keanekaragaman Hayati)

Anda kini sudah mengetahui Keanekaragaman Ekosistem. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Thursday, September 12, 2019

Pintar Pelajaran Sistem Gosip Geografis (Sig) : Pengertian, Perkembangan, Komponen, Pengelolaan, Aplikasi, Manfaat

Bagaimana dengan pelajaran potongan sebelumnya mengenai peta dan penginderaan jauh? Apakah Anda sudah memahaminya? Dapatkah Anda menciptakan peta hasil pengukuran pribadi di lapangan dan hasil interpretasi gambaran penginderaan jauh (peta manual)? Dalam pembahasan potongan berikut, Anda akan berguru mengenai Sistem Informasi Geografis (SIG) yang di dalamnya terdapat cara-cara pembuatan peta dengan memakai komputer (peta digital). SIG sanggup bermanfaat dalam banyak sekali bidang kehidupan, ibarat dalam bidang industri SIG bermanfaat dalam memilih lokasi industri atau pabrik yang strategis. Lokasi industri atau pabrik yang strategis sanggup dianalisis melalui data-data bereferensi geografis, ibarat jaringan transportasi, sumber materi baku, sumber tenaga kerja, daerah pemasaran, dan data-data lainnya. Bagaimana manfaat SIG dalam bidang yang lain? Data-data apa saja yang diperlukan? Bagaimana cara kerja SIG? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut sanggup Anda temukan pada pembahasan potongan berikut.

A. Perkembangan dan Pengertian SIG

1. Perkembangan SIG

Kelahiran SIG pada hakikatnya tidak sanggup dilepaskan dari perkembangan komputer dengan segala macam perangkat keras dan lunak. Perkembangan teknologi komputer yang semakin cepat dalam beberapa dekade ini, sangat memungkinkan untuk berkembangnya banyak sekali penemuan aplikasi software (perangkat lunak) sebagai wahana penyimpanan, analisis, dan penayangan data geosfer. SIG dianggap sebagai suatu sistem lantaran merupakan produk yang melibatkan banyak komponen yang saling terkait.

Awal kemunculan SIG secara komputerisasi pada 1964 yang ditujukan untuk menganalisis pengumpulan data lahan yang berkaitan dengan pengembangan lahan pertanian. Dari pertengahan 1960 hingga 1970, pengembangan SIG berlangsung di laboratorium Universitas Harvard. Pada 1964, Howard T. Fisher mendirikan laboratorium komputer grafik Harvard. Laboratorium Harvard menghasilkan angka-angka pada aplikasi kerja SIG termasuk SYMAP (Synagraphic Mapping System), CALFORM, SYMVU, GRID, POLYVRT, and ODYSSEY. ODYSSEY merupakan vektor SIG modern dan kebanyakan dari bentuk-bentuknya akan membentuk dasar untuk aplikasi komersial di masa depan.

Sistem pemetaan otomatis mulai dikembangkan oleh biro intelijen Amerika Serikat (CIA) pada simpulan 1960-an. Proyek ini merupakan bayangan dari bank data dunia CIA, kumpulan dari garis pantai, sungai, dan batas politik, serta kumpulan software CAM yang menghasilkan peta-peta dengan skala yang berbeda. Hasil pengembangannya merupakan database peta secara sistematik yang pertama.

Pada 1969, Jack Dangermond yang berguru di labolatorium komputer grafik Harvard menemukan jadwal Environmental Systems Research Institute (ESRI). ESRI telah bisa menghasilkan software ArcInfo dan ArcView. Penggunaan SIG berawal pada 1970 dan dilakukan oleh Roger Tomlinson dan Duane Marble. Pada 1980 dan 1990, aplikasi SIG untuk banyak sekali kepentingan mulai merambah ke banyak negara. Model-model software yang gres mulai bermunculan. Beberapa jenis aplikasi komersial dipublikasikan selama periode ini, ibarat ArcInfo, ArcView, MapInfo, SPANS GIS, PAMAP GIS, INTERGRAPH, dan SMALLWORLD.

Tokoh :

Howard. T Fisher
 Bagaimana dengan pelajaran potongan sebelumnya mengenai  Pintar Pelajaran Sistem Informasi Geografis (SIG) : Pengertian, Perkembangan, Komponen, Pengelolaan, Aplikasi, Manfaat

Howard. T Fisher ialah jago geografi dan kartografi matematik, ia mendirikan laboratorium komputer grafis dan analisis spasial di Universitas Harvard.

Geografika :

MapInfo ialah perangkat lunak yang dirancang oleh pembuatnya untuk menangani pemetaan secara digital (desktop mapping software) dan menawarkan tampilan untuk sanggup melaksanakan analisis geografis. (Sumber: Pengoperasian Program Mapinfo dalam Aplikasi Sistem Informasi Geografis, 2000)

2. Pengertian SIG

Dalam istilah asing, SIG dikenal juga dengan nama Geographycal Information System (GIS) yang diartikan sebagai suatu sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memangggil kembali, mengolah, menganalisis, menghasilkan, dan mempublikasikan data bereferensi geografis atau data geospatial untuk mendukung pengambilan keputusan. SIG sanggup diperguna kan untuk kepentingan perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, transportasi, kemudahan kota, dan pelayanan umum lainnya. Kemampuan inilah yang membedakan SIG dengan sistem informasi lainnya yang membuatnya menjadi lebih mempunyai kegunaan untuk banyak sekali kalangan dalam menjelaskan kejadian, merencana kan strategi, dan memprediksi, serta memberi solusi dari problem yang terjadi.

Secara khusus, keunggulan SIG antara lain sebagai berikut.

a. Memetakan Letak

Berbagai fenomena di permukaan bumi akan dipetakan ke dalam beberapa lapisan (layer) dengan setiap lapisannya merupakan representasi kumpulan benda (feature) yang mempunyai kesamaan. Sebagai contoh, dari data dasar gambaran satelit suatu negara sanggup dibentuk layer-layer (tema), ibarat layer negara bagian, jaringan transportasi, dan persebaran kota. Layer-layer ini kemudian disatukan dan diadaptasi dengan urutannya.
 Bagaimana dengan pelajaran potongan sebelumnya mengenai  Pintar Pelajaran Sistem Informasi Geografis (SIG) : Pengertian, Perkembangan, Komponen, Pengelolaan, Aplikasi, Manfaat
Gambar 1. Layer Peta. Dari data gambaran satelit negara Amerika Serikat sanggup dibentuk menjadi beberapa layer.
Setiap data pada setiap layer sanggup dicari untuk kemudian dilihat posisinya dalam keseluruhan peta. Kemampuan ini memungkinkan seseorang untuk mencari di mana letak suatu daerah, benda, atau fenomena lainnya di permukaan bumi. Fungsi ini sanggup digunakan, ibarat untuk mencari lokasi rumah, mencari rute jalan, dan mencari tempat-tempat lainnya yang ada di peta. Orang sanggup menganalisis kecenderungan pola-pola yang mungkin akan muncul dengan melihat penyebaran letak-letak gejala, ibarat sekolah, rumah sakit, pasar, daerah kumuh, dan gejala-gejala lainnya.

Geografika :

Layer ialah tampilan tabel pada layar monitor yang menjadi unsur pembentuk suatu jendela peta. (Sumber: Pengoperasian Program Mapinfo dalam Aplikasi Sistem Informasi Geografis, 2000)

b. Memetakan Kuantitas

Memetakan kuantitas bekerjasama dengan jumlah dan penyebarannya. Penyebaran kuantitas tersebut sanggup menjadi petunjuk untuk mencari tempat-tempat yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan dan digunakan untuk pengambilan keputusan, ataupun juga untuk mencari asosiasi dari masing-masing tempat tersebut. Pemetaan ini akan lebih memudahkan pengamatan terhadap data statistik dibanding dengan database biasa. Sebagai contoh, sebuah perusahaan pakaian seragam anak SD (SD) yang akan membuatkan brosurnya akan terbantu dengan mengetahui daerah-daerah mana yang mempunyai banyak keluarga dengan anak usia sekolah dan mempunyai pendapatan yang tinggi.

c. Memetakan Kerapatan

Data kerapatan atau kepadatan suatu fenomena di permukaan bumi perlu dipetakan. Hal tersebut dimaksudkan semoga para pengguna lebih cepat dan lebih gampang memahaminya. Peta kepadatan sanggup mengubah bentuk konsentrasi ke dalam unit-unit yang lebih sederhana untuk dipahami, ibarat membagi dalam kotak-kotak selebar 5 km2 dengan memakai perbedaan warna atau simbol tertentu untuk menandai tiap-tiap kelas kerapatan.

Pemetaan kerapatan sangat mempunyai kegunaan untuk data yang berjumlah besar, ibarat sensus atau hasil survei massal di suatu daerah. Melalui cara ibarat ini, orang akan lebih gampang melihat daerah mana yang kepadatan penduduknya tinggi dan daerah mana yang kepadatan penduduknya rendah.

d. Memetakan Perubahan

Dengan memasukkan variabel waktu, SIG sanggup dibentuk untuk peta sejarah. Peta sejarah ini sanggup digunakan untuk memperkirakan kondisi yang akan tiba dan sanggup pula digunakan untuk penilaian suatu kecerdikan tertentu. Misalnya, pemetaan jalur yang dilalui peristiwa angin ribut sanggup digunakan untuk memprediksi ke mana nantinya arah angin ribut tersebut dan bagaimana perubahan lahan akhir angin ribut tersebut. Contoh yang lain, seorang manajer pemasaran barang tertentu sanggup melihat perbandingan peta penjualan sebelum dan setelah dilakukannya tindakan promosi untuk melihat efektivitas hasil promosinya.

e. Memetakan Rasio yang Ada di Dalam dan di Luar Suatu Area

SIG digunakan juga untuk memonitor proses yang terjadi dan keputusan apa yang sempurna diambil dengan memerhatikan peta penyebaran fenomena yang ada di suatu area dan apa yang ada di luar area. Misalnya, SIG sanggup dimanfaatkan dalam perencanaan lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penentuan lokasi tersebut harus memerhatikan jarak antara PLTN dan sekolah (di luar area), serta jalan dan sirene (di dalam area) dalam radius tertentu. Peta ini digunakan sebagai dasar planning apabila terjadi keadaan darurat.

B. Komponen SIG

Pada dasarnya SIG merupakan aktivitas insan dengan basis komputer dalam mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan menayangkan data keruangan banyak sekali wilayah di muka bumi. Dalam praktiknya, aktivitas SIG berupaya memanfaatkan perangkat lunak atau software kartografi komputer dengan sistem pengelolaan data dasar. Oleh lantaran itu, secara umum SIG terdiri atas tiga subsistem utama, yaitu sebagai berikut.
  1. Sistem masukan, memungkinkan untuk pengumpulan data sehingga sanggup digunakan dan dianalisis untuk banyak sekali kepentingan.
  2. Sistem software dan hardware komputer, sebagai penyimpan data, dialokasikan untuk manajemen dan analisis data, serta sanggup digunakan untuk menyajikan manipulasi data pada monitor komputer.
  3. Sumber-sumber data geospatial, ibarat peta digital, foto udara, gambaran satelit, tabel data statistik, dan dokumen lain yang relevan.
 Bagaimana dengan pelajaran potongan sebelumnya mengenai  Pintar Pelajaran Sistem Informasi Geografis (SIG) : Pengertian, Perkembangan, Komponen, Pengelolaan, Aplikasi, Manfaat
Gambar 2. Peta digital yang digambar dengan jadwal ArcInfo termasuk sumber data geospatial.
Adapun komponen-komponen utama yang terdapat dalam SIG mencakup perangkat keras, perangkat lunak, dan kemampuan intelegensi manusia.

1. Perangkat Keras (Hardware)

Perangkat keras pada SIG sanggup berupa komputer beserta instrumennya (perangkat pendukungnya). Data atau informasi yang terdapat dalam SIG diolah melalui perangkat keras. Perangkat keras sanggup dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

a. Alat masukan (input), sebagai sarana untuk memasukkan data ke dalam jaringan komputer. Misalnya, scanner, digitizer, dan CD-ROM.
b. Alat pemrosesan, merupakan sistem dalam komputer yang berfungsi mengolah, menganalisis, dan menyimpan data yang masuk sesuai kebutuhan. Misalnya, Central Processing Unit (CPU), tape drive, dan disk drive.
c. Alat keluaran (output), berfungsi menayangkan informasi geografis sebagai data dalam proses SIG. Misalnya, VDU (Visual Display Unit), plotter, dan printer.

Data yang telah masuk akan diolah melalui CPU yang di hubungkan dengan :

a. unit penyimpanan (disk drive, tape drive) untuk disimpan dalam disket atau CD;
b. unit keluaran (printer dan plotter) untuk dicetak menjadi data dalam bentuk peta;
c. VDU (layar monitor) untuk ditayangkan semoga sanggup dikontrol oleh para pemakai dan programer (pembuat program);
d. scanner, yaitu alat untuk membaca goresan pena pada sebuah kertas atau gambar;
e. CD-ROM, yaitu alat untuk menyimpan program;
f. digitizer, yaitu alat pengubah data orisinil (gambar) menjadi data digital (angka);
g. plotter, yaitu alat yang mencetak peta dalam ukuran relatif besar;
h. printer, yaitu alat yang mencetak data maupun peta dalam ukuran relatif kecil;
j. VDU, yaitu layar monitor untuk menayangkan hasil pemrosesan;
k. disk drive, yaitu potongan CPU untuk menghidupkan program;
l. tape drive, yaitu potongan CPU untuk menyimpan program.

2. Perangkat Lunak (Software)

Perangkat lunak merupakan sistem yang berfungsi untuk memasukkan, menyimpan, dan mengeluarkan data yang di perlukan. Perangkat lunak mencakup proses komputerisasi yang bekerjasama dengan masukan data, data tambahan, data dasar geografi, transformasi, dan penayangan serta pelaporan data. Beberapa jenis software berupa jadwal komputer yang biasa dimanfaatkan antara lain jadwal AutoCad, ArcInfo, ArcView, dan jadwal lainnya.

Geografia :

Proses digitasi dalam SIG mencakup tiga bagian, yaitu sebagai berikut.
  1. Digitasi objek region.
  2. Digitasi objek garis.
  3. Digitasi objek titik.
(Sumber: Pengoperasian Program MapInfo dalam Aplikasi Sistem Informasi Geografis, 2000)

3. Kemampuan Manusia (Brainware)

Brainware merupakan kemampuan insan dalam pengelolaan dan pemanfaatan SIG secara efektif dan efisien. Secanggih apapun teknologi yang digunakan, insan merupakan subjek (pelaku) yang sangat penting dalam mengendalikan seluruh sistem. Artinya, insan tetap memegang kiprah yang sentral dalam SIG. Koordinasi dalam pengelolaan SIG sangat diharapkan semoga informasi yang diperoleh tidak simpang siur, tetapi sempurna dan akurat. Berikut ini disajikan denah dari komponen-komponen dalam SIG.
 Bagaimana dengan pelajaran potongan sebelumnya mengenai  Pintar Pelajaran Sistem Informasi Geografis (SIG) : Pengertian, Perkembangan, Komponen, Pengelolaan, Aplikasi, Manfaat
Gambar 3. Bagan Komponen-Komponen dalam SIG.
C. Pengelolaan SIG

1. Sumber Informasi Geografis

Sumber informasi geografi bersifat fleksibel dari waktu ke waktu sejalan dengan perubahan tanda-tanda alam dan tanda-tanda sosial. Dalam geografi, informasi yang diharapkan harus mempunyai ciri-ciri yang dimiliki ilmu lain, yaitu:

a. merupakan pengetahuan (knowledge) hasil pengalaman;
b. tersusun secara sistematis, artinya merupakan satu kesatuan yang berurut dan teratur;
c. logis, artinya masuk logika dan memperlihatkan korelasi alasannya akibat;
d. objektif, artinya berlaku umum dan mempunyai sasaran yang terperinci dan teruji.

Selain mempunyai keempat ciri tersebut, geografi juga harus menunjuk kan ciri spasial (keruangan) dan regional (kewilayahan). Aspek spasial dan regional merupakan karakteristik khas geografi yang menjadi pembeda dengan ilmu-ilmu lain. Mengingat geografi merupakan studi mengenai tanda-tanda alam dan sosial dari sudut pandang spasial dan regional, informasi geografi bersumber dari objek material geografi itu sendiri (geosfer).

a. Gejala-Gejala Litosfer

Litosfer mencakup gejala-gejala relief dan topografi, jenis tanah dan batuan, serta sistem pelapisan batuan.

b. Gejala-Gejala Hidrosfer

Gejala-gejala ini berkaitan dengan dinamika tempat perairan, baik wilayah perairan darat maupun perairan bahari yang menyangkut bentuk, pola, sifat, serta fenomena lainnya wacana perairan. Contoh informasi geografis yang menyajikan tanda-tanda hidrosfer sanggup dilihat pada Peta di bawah ini.
 Bagaimana dengan pelajaran potongan sebelumnya mengenai  Pintar Pelajaran Sistem Informasi Geografis (SIG) : Pengertian, Perkembangan, Komponen, Pengelolaan, Aplikasi, Manfaat
Gambar 4. Peta Dangkalan Sunda dan Dangkalan Sahul termasuk informasi geografis yang menyajikan tanda-tanda hidrosfer.
c. Gejala-Gejala Atmosfer

Gejala ini berkaitan dengan dinamika atmosfer baik dalam waktu singkat maupun waktu yang lama. Dinamika atmosfer terdiri atas kondisi cuaca dan iklim, unsur-unsurnya, serta faktor yang memengaruhinya, ibarat suhu, kelembapan, tekanan udara, gerakan angin, curah hujan, dan perubahan musim. Contoh informasi geografis yang menyajikan tanda-tanda atmosfer sanggup dilihat pada Peta di bawah ini.
 Bagaimana dengan pelajaran potongan sebelumnya mengenai  Pintar Pelajaran Sistem Informasi Geografis (SIG) : Pengertian, Perkembangan, Komponen, Pengelolaan, Aplikasi, Manfaat
Gambar 5. Peta Pola iklim Amerika Serikat termasuk informasi geografis yang menyajikan tanda-tanda atmosfer.
d. Gejala-Gejala Biosfer

Gejala biosfer berkaitan dengan makhluk hidup dan habitatnya. Makhluk hidup di permukaan bumi yang menjadi kajian geografi mencakup tumbuhan, hewan, dan insan yang keberadaanya tidak sanggup dilepaskan dari unsur-unsur litosfer, hidrosfer, dan atmosfer. Sebagai contoh, persebaran dan kepadatan penduduk.
 Bagaimana dengan pelajaran potongan sebelumnya mengenai  Pintar Pelajaran Sistem Informasi Geografis (SIG) : Pengertian, Perkembangan, Komponen, Pengelolaan, Aplikasi, Manfaat
Gambar 6. Peta Rumpun Bahasa di Benua Eropa termasuk informasi geografis yang menyajikan tanda-tanda sosial budaya.
e. Gejala-Gejala Sosial Budaya

Gejala sosial budaya berkaitan dengan aktifitas dan produk hasil rekayasa manusia. Beberapa contoh tanda-tanda sosial budaya buatan insan antara lain bangunan, persebaran daerah wisata non alamiah, persebaran rumpun bahasa yang digunakan penduduk, dan jaringan transportasi.

Gejala-gejala sosial budaya merupakan fenomena di permukaan bumi sebagai produk buatan manusia. Untuk mendapat informasi, dilakukan penelitian pribadi maupun tidak langsung. Penelitian pribadi maksudnya dilakukan secara primer di lapangan dan tidak pribadi dengan cara memanfaatkan data hasil penelitian pihak lain.

2. Cara Mengelola Informasi Geografis

Secara umum proses SIG terdiri atas tiga potongan (subsistem), yaitu subsistem masukan data (input data), manipulasi dan analisis data, serta menyajikan data (output data).

a. Subsistem Masukan Data

Subsistem ini berperan untuk memasukkan data dan mengubah data orisinil ke bentuk yang sanggup diterima dan digunakan dalam SIG. Semua data dasar geografi diubah dulu menjadi data digital sebelum dimasukkan ke komputer. Data digital mempunyai kelebihan dibandingkan dengan peta (garis atau area) lantaran jumlah data yang disimpan lebih banyak dan pengambilan kembali lebih cepat. Ada dua macam data dasar geografi, yaitu data spasial dan data atribut.
  1. Data spasial (keruangan), ialah data yang memperlihatkan ruang, lokasi, atau tempat-tempat di permukaan bumi. Data spasial berasal dari peta analog, foto udara, dan penginderaan jauh dalam bentuk cetak kertas.
  2. Data atribut (deskripsi), ialah data yang terdapat pada ruang atau tempat yang menunjukan suatu informasi. Data atribut diperoleh dari statistik, sensus, catatan lapangan, dan tabular (data yang disimpan dalam bentuk tabel) lainnya. Data atribut sanggup dilihat dari segi kualitas, ibarat kekuatan pohon, dan sanggup dilihat dari segi kuantitas, ibarat jumlah pohon.
Data spasial dan data atribut tersimpan dalam bentuk titik (dot), garis (vektor), poligon (area), dan pixel (grid). Data dalam bentuk titik (dot), mencakup ketinggian tempat, curah hujan, lokasi, dan topografi. Data dalam bentuk garis (vektor), mencakup jaringan jalan, pipa air minum, pola aliran sungai, dan garis kontur.

Contoh Soal 1 :

Wujud data vektor ialah ....

a. deskripsi keadaan suatu wilayah berwujud peta
b. data berbentuk pixel
c. data manual
d. data garis atau poligon
e. data yang berasal dari survei lapangan

Kunci Jawaban :

Wujud data vektor ialah data garis atau poligon. Jawab: d

Data dalam bentuk poligon (area), mencakup daerah administrasi, geologi, geomorfologi, jenis tanah, dan penggunaan tanah. Data dalam bentuk pixel (grid), mencakup gambaran satelit dan foto udara. Data dasar yang dimasukkan dalam SIG diperoleh dari tiga sumber, yaitu data lapangan (terestris), data peta, dan data penginderaan jauh.

1) Data Lapangan (Terestris)

Data terestris ialah data yang diperoleh secara pribadi melalui hasil pengamatan di lapangan lantaran data ini tidak terekam dengan alat penginderaan jauh. Misalnya, batas administrasi, kepadatan penduduk, curah hujan, jenis tanah, dan kemiringan lereng.

2) Data Peta

Data peta ialah data yang digunakan sebagai masukan dalam SIG yang diperoleh dari peta, kemudian diubah ke dalam bentuk digital.

3) Data Penginderaan Jauh

Data penginderaan jauh merupakan data dalam bentuk gambaran satelit dan foto udara (pesawat udara). Citra yang diperoleh dari satelit sanggup pribadi digunakan lantaran sudah dalam bentuk digital.

Adapun foto udara sebelum diubah ke dalam bentuk digital harus dilakukan interpretasi terlebih dahulu.

b. Subsistem Manipulasi dan Analisis Data

Subsistem ini berfungsi menyimpan, menimbun, menarik kembali data dasar, dan menganalisis data yang telah tersimpan dalam komputer. Ada beberapa macam analisis data, antara lain sebagai berikut.
  1. Analisis lebar, ialah analisis yang sanggup menghasilkan gambaran daerah tepian sungai dengan lebar tertentu. Kegunaannya antara lain untuk perencanaan pembangunan bendungan sebagai penanggulangan banjir.
  2. Analisis penjumlahan aritmatika, ialah analisis yang digunakan untuk menangani peta dengan klasifikasi, kesannya memperlihatkan peta dengan pembagian terstruktur mengenai baru.
  3. Analisis garis dan bidang, ialah analisis yang sanggup digunakan untuk memilih wilayah dalam radius tertentu. Misalnya, daerah rawan banjir, daerah rawan gempa, dan daerah rawan peristiwa lainnya.
c. Subsistem Penyajian Data

Subsistem ini berfungsi menyajikan atau menampilkan hasil simpulan dari proses SIG. Hasil simpulan tersebut sanggup berupa peta, tabel, grafik, dan laporan. Keluaran data hasil SIG sangat bermanfaat dalam banyak sekali bidang untuk perencanaan, analisis, dan peng ambilan keputusan suatu kebijakan tertentu.

D. Aplikasi SIG

Dalam aplikasi SIG, terdapat beberapa sarana petunjuk yang sanggup dijadikan standar untuk memaknai peta yang tampil di layar monitor, yaitu sebagai berikut.

1. Legenda

Legenda ialah keterangan wacana objek-objek yang ada di peta, ibarat warna hijau ialah hutan, garis merah ialah jalan, segitiga ialah gunung, dan keterangan-keterangan lainnya.

2. Skala

Skala ialah keterangan perbandingan ukuran di layar dengan ukuran bantu-membantu di lapangan.

3. Zoom In/Zoom Out

Peta di layar sanggup diperbesar dengan zoom in dan diperkecil dengan zoom out.

4. Pan

Dengan kemudahan pan, peta sanggup digeser-geser untuk melihat daerah yang dikehendaki para pengguna sesuai dengan prioritas.

5. Searching

Sarana ini digunakan untuk mencari letak suatu fenomena.

6. Pengukuran

Fasilitas ini dimaksudkan untuk mengukur jarak antartitik, jarak rute, atau luas suatu wilayah secara interaktif.

7. Informasi

Setiap fenomena yang digambarkan, dilengkapi dengan informasi yang sanggup dilihat kalau fenomena tersebut di-klik. Misalnya, pada software SIG, jaringan jalan kalau di-klik pada suatu ruas jalan akan memunculkan data nama jalan tersebut, tipe jalan, desa-desa yang menjadi ujung jalan, dan jalan-jalan lain yang bekerjasama dengan jalan yang bersangkutan.

8. Link

Selain informasi dari database, SIG memungkinkan pula menghubung kan data fenomena pada peta dengan data dalam bentuk lain, ibarat gambar, video, ataupun web. Tampilan SIG sanggup menampilkan fenomena dua dimensi ataupun tiga dimensi.

Berikut ini akan diuraikan aplikasi SIG dalam manajemen tata guna lahan, inventarisasi sumber daya alam, dan bidang sosial.

a. Manajemen Tata Guna Lahan

Lahan merupakan komponen penting dalam perkembangan budaya manusia. Pendayagunaan lahan yang dimiliki oleh pemerintah daerah maupun masyarakat perlu dilakukan dengan penuh pertimbangan dari banyak sekali segi. Keberadaan lahan di kota biasanya dibagi menjadi daerah permukiman, industri, perdagangan, perkantoran, hiburan, olah raga, dan kemudahan umum lainnya. SIG harus sanggup membantu pembuatan perencanaan setiap wilayah tersebut dan kesannya sanggup digunakan sebagai contoh untuk pembangunan yang diperlukan.

Lokasi yang akan dibangun di daerah perkotaan perlu dipertimbangkan semoga efektif dan tidak melanggar kriteria-kriteria tertentu yang bisa menyebabkan ketimpangan ekosistem. Misalnya, pembangunan tempat pembuangan sampah. Kriteria-kriteria yang sanggup dijadikan parameter antara lain di luar area permukiman, berada dalam radius 10 meter dari genangan air, berjarak 15 meter dari jalan raya, dan adanya kemudahan jalan raya yang memadai. Dengan kemampu an SIG yang sanggup memetakan fenomena yang ada di luar dan di dalam suatu area, kriteria-kriteria ini nanti akan digabungkan sehingga me muncul kan irisan daerah yang tidak sesuai, agak sesuai, dan sangat layak dengan seluruh kriteria. Jadi, analisis SIG ini juga sanggup dijadikan arena studi kelayakan bagi planning pembangunan.

Begitu juga untuk kepentingan perencanaan pembangunan kemudahan lainnya, SIG sanggup dijadikan sebagai salah satu contoh yang perlu dipertimbangkan semoga proses pembangunan itu sendiri bersinergi dengan unsur-unsur lainnya.

Di daerah perdesaan, manajemen tata guna lahan lebih banyak berorientasi pada sektor pertanian. Ababila unsur-unsur fisik telah terpetakan dengan baik akan membantu penentuan lokasi tanaman, jenis tumbuhan yang cocok, jenis pupuk yang dipakai, dan bagaimana proses pengolahan lahannya. Begitu juga halnya dengan pembangunan irigasi sanggup dibantu dengan analisis SIG, ibarat berupa peta sawah dan ladang, peta permukiman penduduk, ketinggian setiap tempat, dan peta kondisi tanah. Penentuan lokasi gudang dan pemasaran hasil pertanian pun sanggup terbantu dengan memanfaatkan peta produksi pangan, penyebaran konsumen, dan peta jaringan transportasi.

Sebelum aplikasi SIG digunakan untuk membantu pengambilan keputusan, kiprah dari pemerintah daerah terlebih dahulu ialah memasukkan informasi sebanyak-banyaknya wacana kondisi dan potensi daerahnya. Data yang perlu disiapkan antara lain peta dan data statistik daerah. Untuk peta sanggup memakai data yang sudah ada yang disediakan oleh Bakosurtanal atau forum lain yang terkait. Data statistik sanggup diperoleh dari hasil sensus yang biasanya terdapat di Badan Pusat Statistik (BPS) atau data-data lainnya yang berasal dari departemen atau forum lain.

b. Inventarisasi Sumber Daya Alam

Pembangunan di Indonesia harus terus ditingkatkan sesuai dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya budaya. Perkembangan tersebut mendorong perlunya informasi yang rinci, cepat, dan nyata wacana sumber daya yang dimiliki oleh setiap wilayah. Berbagai data sumber daya hasil penelitian sanggup dijadikan sebagai materi baku untuk perencanaan pembangunan.

Manfaat SIG dalam inventarisasi sumber daya alam antara lain sebagai berikut.

1) Untuk pengawasan daerah peristiwa alam, seperti:

a) memantau luas wilayah peristiwa alam;
b) memetakan wilayah rawan bencana;
c) pencegahan terjadinya musibah di masa datang;
d) menyusun rencana-rencana pembangunan kembali daerah bencana.

2) Untuk mengetahui distribusi tempat lahan, seperti:

a) tempat lahan potensial dan lahan kritis;
b) tempat hutan yang masih baik dan hutan rusak;
c) tempat lahan pertanian dan perkebunan;
d) pemanfaatan perubahan penggunaan lahan.

3) Untuk mengetahui persebaran banyak sekali sumber daya alam, ibarat minyak bumi, watu bara, emas, besi, perak, dan barang tambang lainnya.

c. Bidang Sosial

Modal pembangunan tidak hanya memanfaatkan sumber daya alam, tetapi juga sumber daya insan dan sumber daya sosial. SIG juga sanggup dimanfaatkan dalam bidang sosial. Khusus dalam bidang sosial, SIG sanggup dimanfaatkan pada hal-hal berikut:
  1. untuk pendataan dan kemungkinan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi;
  2. mengetahui luas dan persebaran, serta kualitas lahan pertanian dan kemungkinan pola drainasenya;
  3. untuk pendataan dan pengembangan permukiman penduduk, tempat industri, pendidikan, rumah sakit, perkantoran, sarana hiburan dan rekreasi, serta pembuatan jalur hijau;
  4. mengetahui potensi dan persebaran penduduk;
  5. untuk pendataan dan pengembangan jaringan sarana transportasi dan komunikasi.
E. Keuntungan / Manfaat SIG

Komputer pada dikala ini telah menjadi alat bantu yang makin banyak digunakan. Mengapa demikian? Alasannya ialah lantaran penyajian data geosfer secara manual memerlukan waktu dan proses yang relatif lama. Di samping itu, informasi yang di gambarkan melalui komputer dan SIG akan lebih teliti, lebih banyak, dan aktual. Mengapa geografi memerlukan SIG? Sebab objek material geografi ialah geosfer. Agar data geosfer itu cepat dan gampang diperoleh maka SIG menjadi sarana yang sangat penting.

Untuk mendapat informasi yang cepat, tepat, dan akurat diharapkan alat bantu untuk menganalisis data yang diperlukan. Alat bantu tersebut merupakan suatu sistem yang bisa menangani data geografi secara cepat, tepat, dan akurat, yaitu sistem komputer. Selain diperoleh informasi secara cepat, tepat, dan akurat, laba SIG dengan memakai alat bantu komputer antara lain sebagai berikut.

a. Praktis dalam pengolahan data.
b. Pengumpulan data dan penyimpanannya irit tempat dan ringkas (berupa disket, compact disk, dan flash disk).
c. Praktis diulang dan dilihat kembali apabila sewaktu-waktu diperlukan.
d. Praktis diubah dan direvisi apabila sewaktu-waktu ada perubahan.
e. Praktis dibawa, dikirim, dan ditransformasikan (dipindahkan).
f. Aman, lantaran sanggup dikunci dengan isyarat atau manual.
g. Relatif lebih murah dibandingkan dengan survei lapangan.
h. Data yang sulit ditampilkan secara manual sanggup diperbesar bahkan sanggup ditampilkan dengan gambar tiga dimensi dengan variasi warna yang sesuai.
i. Berdasarkan data SIG sanggup dilakukan pengambilan keputusan dengan sempurna dan cepat.

Rangkuman :

a. Sistem Informasi Geografis (SIG) atau Geographychal Information System (GIS) ialah suatu sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis, menghasilkan, dan mempublikasikan data bereferensi geografis atau data geospatial untuk mendukung pengambilan keputusan.

b. Keunggulan SIG secara khusus antara lain sebagai berikut.
  1. Memetakan letak.
  2. Memetakan kuantitas.
  3. Memetakan kerapatan.
  4. Memetakan perubahan.
  5. Memetakan rasio yang ada di dalam dan di luar suatu area.
c. Secara umum, SIG terdiri atas tiga subsistem, yaitu sistem masukan, sistem software dan hardware, serta
sumber-sumber data geospatial.

d. Komponen-komponen utama yang terdapat dalam SIG mencakup perangkat keras, perangkat lunak, dan kemampuan intelegensi manusia.

e. Informasi geografi bersumber dari objek material geografi yaitu geosfer yang mencakup gejala-gejala litosfer, hidrosfer, atmosfer, biosfer, dan gejala-gejala sosial budaya.

f. Data dasar yang dimasukkan dalam SIG diperoleh dari tiga sumber, yaitu data lapangan, data peta, dan data penginderaan jauh.

g. Sistem Informasi Geografis sanggup diaplikasikan dalam banyak sekali bidang, antara lain sebagai berikut.
  1. Manajemen tata guna lahan.
  2. Inventarisasi sumber daya alam.
  3. Bidang sosial.
Anda kini sudah mengetahui Sistem Informasi Geografis. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Utoyo, B. 2009. Geografi: Membuka Cakrawala Dunia untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, p. 202.

Pintar Pelajaran Ilmu Geografi : Pengertian Konsep Pendekatan Prinsip Aspek Sejarah

Dalam materi pembelajaran Bab 1 mengenai Hakikat Keilmuan Geografi ini, Anda akan mempelajari pengertian geografi, sejarah perkembangan geografi, beserta tokoh-tokoh yang mempengaruhi dari awal pembentukannya. Selain itu, Anda akan mempelajari pula objek studi geografi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada belahan selanjutnya, Anda akan dibawa lebih dalam untuk memahami geografi melalui aneka macam pendekatan dalam Geografi yaitu pendekatan spasial (keruangan), pendekatan ekologi (lingkungan), dan pendekatan regional (kewilayahan). Dilanjutkan dengan bahasan tentang prinsip-prinsip dan aspek dalam Geografi. Tahapan-tahapan keilmuan tersebut akan memperlihatkan wawasan kepada Anda bahwa Geografi merupakan ilmu yang komprehensif, menilai sebuah fenomena dari berbagai sudut keilmuan dan kepentingan. Materi ini sangatlah penting Anda pahami sebagai dasar mempelajari geografi secara utuh. Konsep-konsep Geografi sampaumur ini dipergunakan oleh aneka macam kalangan untuk memilih kebijakan dalam menata ruang kehidupan manusia. Oleh lantaran itu, pelajari dengan sebaik-baiknya.

A. Konsep Geografi

Pengetahuan insan mengenai Bumi, bahu-membahu telah lama mengalami perkembangan yang begitu pesat. Hal ini disebabkan, planet Bumi merupakan ruang tempat hidup insan yang senantiasa berinteraksi dalam memanfaatkan potensi Bumi dari lingkungan sekitarnya. Contohnya, sewaktu kita menghirup udara (O2) dalam proses pernapasan. Disadari atau tidak, kita telah melakukan interaksi dengan lingkungan begitu pula sebaliknya. Oksigen yang dikeluarkan oleh tanaman setiap hari kita hirup dan karbon dioksida yang kita keluarkan akan diserap oleh tanaman sebagai sumber tenaga dalam pengolahan kuliner bagi tumbuhan.

Selain itu, dalam kehidupan keseharian sangatlah mudah ditemukan aneka macam ketampakan dan tanda-tanda di muka Bumi yang tanpa disadari mengajak setiap individu untuk merenung dan berpikir. Misalnya mengapa permukaan Bumi ini tidak rata dan bervariasi, tetapi ada belahan yang tinggi ibarat dataran tinggi, bukit, gunung, atau pegunungan serta ada pula bagian-bagian yang rendah seperti lembah, palung, atau ngarai sehingga terdapat aneka macam kawasan muka Bumi yang berbeda karakteristiknya? Bagaimana fenomena alam tersebut sanggup terjadi? Mengapa suhu udara di wilayah pantai sangat panas sedangkan di pegunungan dingin? Mengapa daerah A mempunyai curah hujan tinggi sehingga ber bagai jenis tumbuhan dapat tumbuh dengan subur, sedangkan daerah B kondisinya sangat gersang? Apa yang menimbulkan daerah dataran rendah sangat sesuai untuk ditanami kelapa atau padi sawah, sedangkan di dataran tinggi sesuai untuk sayur-mayur?

Pada hakikatnya pertanyaan-pertanyaan tersebut telah menuntun Anda ke arah pemahaman akan konsep-konsep geografi.

1. Pengertian Geografi

Dalam kepustakaan, diketahui geografi termasuk pengetahuan yang sudah tua. Akan tetapi struktur kelimuannya selalu dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Di Indonesia, penyebutan geografi sebagai sebuah bidang kajian ilmu dikenal dengan aneka macam istilah.Dalam bahasa Belanda dikenal dengan Ardrijkskunde dan dalam bahasa Inggris dikenal dengan Geography. Dalam bahasa Indonesia sendiri dulu dikenal dengan istilah Ilmu Bumi

Pemakaian istilah Ilmu Bumi di Indonesia ternyata dinilai kurang begitu cocok, lantaran dikhawatir kan akan mengaburkan dua bidang ilmu berbeda yaitu antara Geografi dan Geologi. Secara etimologis kedua bidang ilmu tersebut berkaitan dengan pengetahuan ihwal Bumi. Apabila dilihat dari objek sudut pandang keilmuannya akan terlihat per bedaan yang sangat mencolok. Apabila dilihat dari akar katanya, istilah Geografi berasal dari dua kata yaitu geos artinya Bumi atau Earth dan Graphein yang artinya to describe atau pencitraan. Penggabungan dua kata tersebut menghasilkan pengertian dari geografi itu sendiri, yaitu ilmu yang
mencitrakan atau menggambarkan keadaan Bumi. Definisi mengenai geografi banyak dikemukakan oleh berbagai ahli, antara lain sebagai berikut.

Prof. Bintarto memperlihatkan batasan bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitrakan, mengambarkan sifat-sifat Bumi, menganalisis gejala-gejala alam dan penduduk, serta mempelajari corak yang khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur-unsur Bumi dalam ruang dan waktu. Sementara itu, Prof. Soetanto mendefinisikan geografi sebagai geosfer yang merupakan substansi geografi juga dipelajari oleh bidang ilmu lain. Oleh lantaran itu, geosfer tidak mencirikan ilmu yang disebut geografi. Kajian geografi lebih dicirikan oleh sudut pandang atau cara penjelasannya di dalam mengkaji geosfer tersebut. Dengan demikian, ada beda jenis antara beberapa ilmu lain dengan geografi, meskipun kajiannya sama dan serupa.

Dari hasil seminar dan Lokakarya Geografi di Semarang pada 1988, telah dirumuskan suatu definisi geografi yang ditujukan untuk penyeragaman definisi geografi di Indonesia yaitu geografi ialah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan tanda-tanda geosfer dengan sudut pandang lingkungan dan ke wilayahan dalam konteks keruangan.

Geografika

Di Jerman ada sebutan Lander kunde (pengetahuan ihwal negeri-negeri) dalam arti geografi ihwal berbagai negara dan penduduknya sebelum perang dunia. Ketika di sekolah lanjutan Hindia Belanda, geografi sosial isinya Land-envolken kunde, yaitu pengetahuan ihwal negeri dan bangsa-bangsa. Sekaligus dibahas di dalamnya etnologi atau ilmu bangsabangsa secara sederhana. (Sumber: Pokok-Pokok Geografi Manusia, 1998)

Prof. Bintarto memperlihatkan batasan bahwa geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mencitrakan, mengambarkan sifat-sifat Bumi, menganalisis gejala-gejala alam dan penduduk, serta mempelajari corak yang khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur-unsur Bumi dalam ruang dan waktu. Sementara itu, Prof. Soetanto mendefinisikan geografi sebagai geosfer yang merupakan substansi geografi juga dipelajari oleh bidang ilmu lain. Oleh lantaran itu, geosfer tidak mencirikan ilmu yang disebut geografi. Kajian geografi lebih dicirikan oleh sudut pandang atau cara penjelasannya di dalam mengkaji geosfer tersebut. Dengan demikian, ada beda jenis antara beberapa ilmu lain dengan geografi, meskipun kajiannya sama dan serupa.

Dari hasil seminar dan Lokakarya Geografi di Semarang pada 1988, telah dirumuskan suatu definisi geografi yang ditujukan untuk penyeragaman definisi geografi di Indonesia yaitu geografi ialah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan tanda-tanda geosfer dengan sudut pandang lingkungan dan ke wilayahan dalam konteks keruangan.

Definisi Geografi dari Beberapa Ahli

Karl Ritter (1779–1859) : Geografi ialah suatu studi atau telaah mengenai Bumi sebagai tempat hidup manusia. Bidang kajian geografi ialah semua tanda-tanda di permukaan Bumi kajian baik alam organik maupun anorganik yang berkaitan dengan kehidupan manusia.

Ferdinand Von Richtoffen (1838–1905) : Geografi adalah suatu studi ihwal tanda-tanda dan sifat-sifat permukaan Bumi dan penduduknya yang disusun menurut letaknya, serta mencoba menjelaskan hubungan timbal balik antargejala dan sifat-sifat tersebut.

Paul Vidal de La Blache (1845–1919) : Geografi adalah ilmu pengetahuan ihwal aneka macam tempat atau wilayah yang berhubungan dengan kualitas dan potensialitas wilayah-wilayah tersebut.

Elsworth Huntington (1876–1947) : Geografi adalah suatu studi ihwal alam dan persebarannya, melalui relasi antara lingkungan dengan kegiatan atau kualitas manusia.

Richard Hartshorne (1939) : Geografi merupakan ilmu ihwal tempat-tempat yang berafiliasi dengan kualitas dan potensialitas dari suatu daerah. Sifat khas daerah tersebut dinyatakan dari totalitas (keseluruhan) sifat daerah yang bersangkutan. Keragaman sosialnya berasosiasi dengan keragaman tempat.

Dari aneka macam pendapat tersebut, sanggup ditarik kesimpulan bahwa geografi ialah ilmu yang mempelajari keragaman ruang permukaan Bumi sebagai tempat hidup insan dengan aspek-aspek alamiah dan sosialnya, serta interrelasi di antara aspek-aspek tersebut.

2. Sejarah Perkembangan Geografi

Istilah geografi kali pertama diperkenalkan spesialis filsafat dan astronomi populer yang berjulukan Eratosthenes (276–194 SM). Menurutnya, geografi berasal dari kata Geographika yang berarti tulisan atau deskripsi ihwal Bumi. Pada masa itu, ilmu geografi pada umumnya menceritakan berbagai tempat di permukaan Bumi sebagai hasil penjelajahan ke berbagai penjuru dunia yang dikenal dengan aliran Logografi. Selain memperkenalkan istilah Geographika, Eratosthenes juga merupakan orang pertama yang berhasil menghitung keliling Bumi secara matematis. Hal tersebut dilakukan dengan membandingkan panjang busur dua kota di Mesir, yaitu Alexandria (Iskandariyah) dan Seyne (Aswan) dengan panjang keliling Bumi secara keseluruhan. 

Adapun dari hasil pengamatannya, Eratosthenes memperkirakan panjang keliling Bumi ialah 252.000 stadia (1 stadia = 157 meter). Hasil pengukuran Eratosthenes ini pada akhirnya menjadi dasar dalam pembuatan globe pertama yang dikembangkan Crates (150 SM). Bentuk globe pertama buatan Crates tentunya masih sangat sederhana.

Pengertian geografi ini terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu seiring dengan kemajuan pemikiran, pemahaman, dan penelaahan manusia. Seorang andal astronomi dan matematika bernama Claudius Ptolemaeus (87–150 M) dalam bukunya yang berjudul Geograpike Unphegesis mengemukakan bahwa geografi merupakan suatu penyajian melalui peta dari sebagian wilayah permukaan Bumi yang memperlihatkan ketampakan secara umum.

Menurut Ptolemaeus geografi berbeda dengan Chorografi, karena chorografi lebih mengutamakan ketampakan orisinil dari suatu wilayah bukan terletak pada ukurannya (bersifat kualitatif), sedangkan geografi lebih mengutamakan hal-hal yang bersifat kuantitatif. Sumbangan Ptolemaeus yang sangat berharga bagi perkembangan ilmu geografi yaitu dalam bidang pemetaan (kartografi). Selain itu Ptoleumaeus dianggap sebagai peletak dasar ilmu geografi.
 Anda akan mempelajari pengertian geografi Pintar Pelajaran Ilmu Geografi : Pengertian Konsep Pendekatan Prinsip Aspek Sejarah
Gambar 1. Pengukuran Eratosthenes, Pengukuran yang dilakukan Eratosthenes untuk memperlihatkan bahwa Bumi bulat. Sumber : Geografi Pemahaman Konsep dan Metodologi, 2001
Keterangan :

O = Tugu kerikil di Alexandria
W = Sumur di Syene
AB = Sinar matahari di Alexandria
SC = Sinar matahari di Syene
U = Sudut pertemuan

Jarak OW ditandai oleh sudut OCS sama dengan 1/50 dari keliling lingkaran.

 Anda akan mempelajari pengertian geografi Pintar Pelajaran Ilmu Geografi : Pengertian Konsep Pendekatan Prinsip Aspek Sejarah
Gambar 2. Peta Dunia Ptolemaeus, Peta dunia yang dicetak pada 1482 merupakan belahan dari buku kartografi yang ditulis oleh Ptolemaeus.
Tokoh lain yang sangat dalam pengembangan kajian ilmu geografi ialah Bernhardus Varenius (1622–1650). Dalam bukunya yang berjudul Geographia Generalis, Varenius mengemukakan pendapat bahwa intinya bidang kajian geografi dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu sebagai berikut.

a. Geografi Umum
  1. Bagian terestrial, yaitu pengetahuan ihwal Bumi sebagaikeseluruhan bentuk dan ukurannya.
  2. Bagian falakiah, yaitu belahan yang menelaah hubungan Bumi dengan planet serta bintang-bintang di jagat raya.
  3. Bidang komparatif, yaitu deskripsi mengenai Bumi secara lengkap. Dalam hal ini mencakup letak relatif dari aneka macam tempat di permukaan Bumi serta prinsip-prinsip pelayaran samudra.
b. Geografi Khusus
  1. Aspek langit, yaitu aspek yang secara khusus mempelajari keadaan iklim.
  2. Aspek permukaan Bumi, (litosfer) yaitu aspek yang mem pelajari mengenai relief atau bentuk muka bumi, tanaman serta fauna di berbagai wilayah di permukaan Bumi.
  3. Aspek manusia, yaitu aspek yang mempelajari aspek penduduk, perdagangan, dan pemerintahan di aneka macam wilayah.
Geografi khusus ini kemudian menjelma geografi regional yang membahas aneka macam wilayah di permukaan Bumi. Perkembangan ilmu geografi juga dipengaruhi oleh adanya pemikiran yang beraliran fisis determinis. Kelompok ini berpendapat bahwa keadaan alam suatu wilayah sangat memilih sifat, karakter, dan pola hidup penduduk yang menempati daerah tersebut.

Beberapa andal geografi yang beraliran fisis determinis antara lain Karl Ritter, Friederich Ratzel, dan Elsworth Huntington. Faham determinis banyak dipengaruhi oleh pemikiran Darwin dengan teori evolusi biologi dalam perkembangan makhluk hidup. Sebagai contoh, Ratzel (Jerman) menganggap negara sebagai organisasi hidup (makhluk hidup) yang dalam perkembangannya memerlukan makanan, minuman, dan ruang bagi kehidupan. Untuk memenuhi kebutuhan, suatu negara pada umumnya akan mencari dan menguasai wilayah-wilayah lain di sekitarnya, terutama wilayah yang lemah.

Huntington (USA) beropini bahwa kondisi iklim suatu wilayah sangat memilih tingkat kemajuan sosial budaya penduduknya. Faham fisis determinis ini banyak ditentang oleh kelompok yang beraliran Posibilisme. Menurut kelompok posibilisme, yang sangat menentukan kemajuan suatu wilayah ialah tingkat kemampuan penduduk, sedangkan alam hanya memperlihatkan kemungkinankemungkinan untuk diolah dan dimanfaatkan bagi kehidupan manusia. Tokoh utama aliran ini ialah Paul Vidal de La Blache (Prancis).

Biografi :
Karl Ritter (1779-1859)

 Anda akan mempelajari pengertian geografi Pintar Pelajaran Ilmu Geografi : Pengertian Konsep Pendekatan Prinsip Aspek Sejarah

Seorang tokoh geografi Jerman. Pendiri dan pengembang geografi manusia modern dari penelitiannya. Dia menulis buku Die Erdk unde im Verhaltnis zur Natur und zur Geschicte. (Sumber: Geografi Pemahaman Konsep dan Metodologi, 2000)

3. Objek Studi Geografi

Seperti halnya ilmu-ilmu pengetahuan lain, geografi memiliki objek studi dan ruang lingkup kajian tersendiri yang berbeda dari disiplin ilmu lainnya. Objek studi tersebut sanggup dibedakan menjadi dua, yaitu objek material dan objek formal. Beberapa disiplin ilmu dapat mempunyai objek material yang sama dalam bidang kajiannya, tetapi akan berbeda dalam hal objek formalnya. Contoh objek material antara ilmu geografi, geologi, dan geofisika ialah sama, yaitu planet Bumi tetapi berbeda dalam kajian formal ketiga cabang ilmu kebumian tersebut.

Dari klarifikasi tersebut terang bahwa objek kajian geografi terdiri atas dua objek, yaitu sebagai berikut.

a. Objek Material

Objek material geografi ialah fenomena geosfer (permukaan Bumi) yang mencakup atmosfer (lapisan udara), litosfer dan pedosfer (lapisan batuan dan tanah), hidrosfer (bentang perairan), biosfer (dunia tumbuhan dan hewan), dan antroposfer (manusia). Biosfer tersebut membentuk lingkungan geografi yang terdiri atas komponen abiotik seperti udara, tanah, air, barang tambang, dan sebagainya. Kompenen biotik mencakup manusia, hewan, dan tumbuhan. Dengan demikian, apabila sebuah fenomena ditinjau dari sudut pandang geografi akan selalu diintegrasikan dengan ilmu-ilmu yang lainnya.

b. Objek Formal

Objek formal dalam geografi merupakan suatu cara pandang keruangan yang dituangkan dalam konsep-konsep geografi. Jadi, yang menjadi objek bukan benda atau material tetapi fenomena keruangan.

Di dalam menelaah fenomena muka Bumi, studi geografi senan tiasa menganalisis lokasi, persebarannya di permukaan Bumi, dan saling keterkaitan (interrelasi dan interaksi) antara satu fenomena dengan fenomena lainnya. Sebagai pola ketika meneliti duduk kasus kemiskinan, beberapa hal yang sanggup dikaji, yaitu sebagai berikut.
  1. Di mana lokasi kemiskinan tersebut. Apakah di wilayah perkotaan atau perdesaan? Apakah di daerah industri, per tambangan, atau wilayah pertanian? Apakah terjadi di negara berkembang atau negara maju?
  2. Bagaimana pola persebarannya? Apakah tersebar di seluruh wilayah atau hanya di daerah-daerah tertentu saja?
  3. Bagaimana hubungan atau keterkaitan antara duduk kasus kemiskinan dengan aspek-aspek alamiah dan sosial lainnya di wilayah tersebut? Misalnya, ketersediaan sumber daya alam, kualitas penduduk ibarat tingkat pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tingkat kesehatan, akhlak istiadat setempat, prasarana dan sarana transportasi yang menghubung kan dengan wilayah lain di sekitarnya.
Rhoad Murphey dalam bukunya berjudul The Scope of Geography mengemukakan tiga pokok ruang lingkup studi geografi, yaitu sebagai berikut.
  1. Persebaran dan keterkaitan penduduk di muka bumi dengan sejumlah aspek-aspek keruangan dan bagaimana manusia memanfaatkannya.
  2. Interaksi antara insan dengan lingkungan fisik yang merupakan salah satu belahan dari keragaman wilayah.
  3. Kerangka kerja regional dan analisis terhadap region-region khusus.
Untuk lebih memahami ruang lingkup kajian geografi, Anda diskusikan dengan teman-teman dan guru Bagan 1 berikut ini.

 Anda akan mempelajari pengertian geografi Pintar Pelajaran Ilmu Geografi : Pengertian Konsep Pendekatan Prinsip Aspek Sejarah
Gambar 3. Ruang Lingkup Kajian Geografi dalam Kehidupan Manusia
Seperti yang telah Anda pahami sebelumnya, bahwa objek formal studi geografi ialah cara pandang keruangan yang dituangkan dalam konsep-konsep geografi. Konsep geografi sangat banyak dan beragam, salah satunya dikemukakan oleh Henry J. Warman.

Henry J. Warman mengemukakan 15 konsep dasar dalam geografi, yaitu sebagai berikut.

a. Konsep Regional (Kewilayahan)

Konsep regional didasarkan atas pengertian region yaitu suatu wilayah di muka Bumi yang mempunyai karakteristik khas atau khusus, sehingga dengan terang sanggup dibedakan dari wilayah-wilayah lain di sekitarnya. Kekhususan dari sebuah region sanggup berupa keadaan alam maupun kondisi sosial. Beberapa pola region dengan kekhususan berupa kondisi alamiah antara lain region kutub, gurun, hutan hujan tropis, daerah pantai, dataran rendah, dan pegunungan. Adapun pola region dengan kekhasan keadaan sosial-budaya antara lain wilayah perkotaan, pedesaan, daerah pertanian lahan basah, hortikultur, wilayah Amerika Latin, ASEAN, dan Timur Tengah.

Konsep region merupakan kajian yang bersifat komprehensif (menyeluruh) di dalam studi geografi. Melalui konsep ini, Anda akan menganalisis permasalahan atau tanda-tanda di muka Bumi dengan memperhatikan komponen keruangan (analisis spasial) dan menelaah hubungan timbal balik di antara komponen-komponen tersebut (analisis lingkungan) sebagai salah satu kajian dalam disiplin ilmu geografi.

b. Konsep Batas Kehidupan

Konsep batas kehidupan mempunyai pengertian bahwa per mukaan Bumi sebagai ruang yang diperuntukkan bagi insan dan makhlukmakhluk lain pada kenyataannya tidak seluruhnya sanggup dihuni dan dimanfaatkan bagi pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Hal tersebut sangat berafiliasi dengan persyaratan hidup, ketersediaan sumber daya, dan kemampuan insan dalam mengolah dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

Sebagai pola daerah kutub yang senantiasa tertutup salju tebal dan bongkahan es dengan rata-rata suhu udara sangat rendah. Karena kondisi tantangan alam yang sangat keras, insan sulit untuk sanggup memanfaatkan lahan kutub sebagai ruang hidup dan aktivitas sosial sehari-hari. Demikian pula binatang dan tanaman yang mampu bertahan hidup sangat sedikit jumlahnya. Kondisi kutub yang demikian ini menjadi pembatas kehidupan bagi makhluk hidup. Artinya, insan dan makhluk hidup mempunyai batas-batas tertentu untuk bisa bertahan dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Contoh lainnya ialah gurun. Wilayah ini sangat gersang, karena cadangan air tanah dan permukaan gurun sangat minim akibat intensitas curah hujan yang sangat sedikit. Selain itu amplitudo rata-rata suhu harian sangat mencolok. Pada siang hari suhu udara sangat tinggi, sedangkan pada malam hari suhu udara turun bahkan dapat mencapai kondisi di bawah titik beku. Kondisi alam gurun yang keras ini juga merupakan pembatas bagi kehidupan makhluk hidup di muka Bumi ini.
 Anda akan mempelajari pengertian geografi Pintar Pelajaran Ilmu Geografi : Pengertian Konsep Pendekatan Prinsip Aspek Sejarah
Gambar 4. Gurun (wikimedia Commons)
c. Konsep Manusia sebagai Pemberi Pengaruh yang Dominan terhadap Lingkungan

Inti dari konsep insan sebagai pemberi dampak yang dominan terhadap lingkungan ialah bahwa insan sebagai makhluk Tuhan dianugerahi logika pikiran untuk men ciptakan sesuatu dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya. Melalui akalnya, insan bisa mengubah Bumi sebagai lingkungan hidup. Pengertian mengubah lingkungan hidup ini tentunya memiliki makna ganda, yaitu meningkatkan kualitas atau bahkan merusak lingkungan.

Sebagai contoh, untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kesejahteraan penduduk, pemerintah melaksanakan perubahan daerah hutan hujan tropis di Kalimantan menjadi lahan permukiman dan pertanian yang diperuntukkan bagi para transmigran. Selain itu, penduduk yang tidak bertanggung jawab secara serampangan menebangi hutan untuk diambil kayunya lantaran mempunyai nilai hemat yang tinggi.

Di satu pihak, insan diuntungkan dengan kegiatan perubahan fungsi lingkungan tersebut, tetapi di lain pihak kerusakan hutan tropis telah menimbulkan munculnya degradasi lingkungan hidup seperti kondisi suhu Bumi yang semakin panas dan pencemaran udara akhir pembakaran hutan.

Geografika :

Manusia merupakan sumber daya yang paling penting dan menentukan dalam arah dan perubahan organisasi. Tanpa insan sebagai penggeraknya, organisasi menjadi kumpulan resources yang tidak berguna. Selain itu, sumber daya insan juga menjadi pilar penyangga utama sekaligus penggerak roda organisasi dalam usaha mewujudkan visi, misi, dan tujuan organisasi. (Sumber: Info Bisnis, Februari 2003).

d. Konsep Globalisme

Konsep globalisme mengandung pengertian bahwa seluruh wilayah intinya merupakan suatu kesatuan global. Apabila terjadi perubahan dalam satu belahan wilayah, akan besar lengan berkuasa terhadap keseluruhan wilayah.

Pada ketika ini konsep globalisme digunakan terutama dalam per sebaran informasi. Informasi sanggup tersebar ke seluruh dunia dengan cepat tanpa terhalang oleh batas wilayah, batas negara, bahkan beberapa batas alam. Contohnya, kita bisa menonton peristiwa dunia dengan cepat, bisa mengirim isu melalui telepon ke seluruh penjuru dunia.

e. Konsep Interaksi Keruangan

Konsep interaksi keruangan memperlihatkan gambaran mengenai adanya kondisi saling mempengaruhi dan ketergantungan antarkomponen ruang muka Bumi, baik antara faktor alami, faktor alam dengan manusia, alam dengan kondisi sosial-budaya, maupun antarfaktor sosial.

Sebagai contoh, dalam menganalisis fenomena tragedi banjir di suatu wilayah, fokus utama analisanya ialah bagaimana manusia memperlakukan alam lingkungannya. Dalam masalah ini, manusia memberikan agresi kepada alam berupa penggundulan hutan di daerah resapan air dan tangkapan hujan (catchment area), perubahan fungsi lahan, pengerasan, dan penurunan daya resap tanah dalam bentuk pengaspalan serta pembetonan jalan. Sebagai akibatnya, kemampuan tanah untuk menyerap air (kapasitas infiltrasi) menjadi sangat rendah. Sebagai reaksinya, air tidak sanggup meresap seluruhnya ke dalam lapisan-lapisan tanah, melainkan bergerak sebagai air larian permukaan (surface run off) yang sanggup menimbulkan banjir bandang di suatu daerah pada ketika terjadi hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.

f. Konsep Hubungan Timbal Balik Antarwilayah

Konsep hubungan timbal balik antarwilayah memberikan gambaran mengenai jalinan hubungan timbal balik antarwilayah (areal relationship) yang disebabkan oleh faktor alam dan manusia. Sebagai contoh, terdapat dua wilayah A dan B. Wilayah A merupakan kawasan pertanian, sedangkan B merupakan daerah industri. Penduduk kedua daerah tersebut tentunya saling memerlukan, di satu pihak mereka memerlukan produk pertanian sebagai bahan pangan dan di lain pihak juga memerlukan produk-produk industri. Akibatnya timbul kebutuhan di antara kedua wilayah tersebut.

g. Konsep Kesamaan Wilayah

Ada kalanya dua wilayah atau lebih di muka Bumi ini memiliki persamaan tanda-tanda atau karakteristik alamiah maupun sosial. Misalnya saja di antara negara Indonesia, Zaire, Kongo, dan Brasil yang samasama memiliki tipe iklim tropis, tentunya karakteristik hutan tropis pada keempat negara ini banyak mempunyai kesamaan. Contoh lain adalah bahasa yang digunakan penduduk Indonesia dan Malaysia banyak mempunyai kesamaan, lantaran sebagian besar penduduknya berasal dari ras dan rumpun yang sama, yaitu Melayu. Inilah inti dari konsep kesamaan wilayah.

h. Konsep Perbedaan Wilayah

Kebalikan dari konsep yang ketujuh ialah perbedaan wilayah di muka Bumi. Sebagai contoh, Anda amati dan perhatikan wilayah pantai dan dataran tinggi. Kedua wilayah tersebut sangat berbeda kondisi alamnya. Misalnya, suhu udara di pantai relatif lebih panas dibandingkan dengan di dataran tinggi atau pegunungan yang relatif sejuk hingga dingin. Kondisi tanah dan topografinya pun berbeda. Perbedaan sifat alami ini menimbulkan perbedaan pola pemanfaatan lahan oleh masing-masing penduduk yang tinggal di kedua daerah tersebut. Di daerah dataran pantai pada umumnya dibudidayakan jenis pertanian sawah, tebu, atau kelapa, sedangkan di wilayah dataran tinggi dibudidayakan jenis pertanian hortikultur dan palawija.

i. Konsep Keunikan Wilayah

Konsep keunikan wilayah didasari pengertian region yang memandang suatu daerah dengan kekhasan atau keunikan tersendiri dibandingkan dengan wilayah lain di sekitarnya. Akibat dari adanya konsep region ini, timbullah wilayah-wilayah yang sangat unik. Misalnya masyarakat Batak dan Deli sama-sama tinggal di Sumatra Utara, tetapi bahasa yang digunakan sehari-hari untuk berkomunikasi sangat jauh berbeda. Contoh lain misalnya, sebagian besar pen duduk Afrika ialah ras kulit gelap (negroid), tetapi penduduk yang lebih dominan tinggal di Afrika Utara ibarat Mesir, Libya, dan Aljazair adalah komunitas bangsa Arab.

Geografika :

Ras hitam (negroid) tersebar di sekeliling Sahara (Afrika) kemudian, tercecer di Jazirah Arab (Hadramani), di Anak Benua India (suku-suku Dravida), serta di Indonesia (suku-suku terasing, sejenis Negrito yang ada di Filipina). Sebagai kelanjutannya mengisi Papua dan Malanesia dan Benua Australia. Dengan begitu, ras hitam ini menempati kawasan-kawasan Samudra Hindia. (Sumber: Pokok-Pokok Geografi Manusia, 1987)

j. Konsep Persebaran Wilayah

Konsep persebaran wilayah menjelaskan bahwa keberadaan fakta, gejala, dan fenomena geografi tersebar secara tidak merata di muka Bumi. Sebagai contoh, daerah tambang minyak Bumi Indonesia tersebar di sepanjang pantai timur Sumatra, pantai utara Jawa, pantai timur Kalimantan, dan sekitar wilayah utara Papua, sedangkan cebakan (galian barang tambang) timah putih tersebar di wilayah Pulau Bangka, Belitung, dan Singkep.

k. Konsep Lokasi Relatif

Lokasi relatif menggambarkan posisi suatu tempat di muka Bumi ditinjau dari sudut pandang daerah-daerah di sekitarnya. Misalnya posisi relatif Indonesia ialah antara dua benua (Asia di sebelah utara dan Australia di selatan) dan dua samudra (Hindia di sebelah barat dan Pasifik di sebelah timur). Contoh lain ialah Pulau Kalimantan terletak di sebelah utara Jawa. Lokasi relatif suatu wilayah dapat berubah dari waktu ke waktu, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya, kondisi sosial-ekonomi, atau situasi politik.

l. Konsep Transformasi Bentuk Bumi yang Bulat ke dalam Bidang Datar

Konsep ini sangat berafiliasi dengan peta. Pada dasarnya, peta merupakan hasil upaya insan dalam mentransformasikan bentuk Bumi bundar dengan semua fenomena yang ada ke dalam bidang datar atau bidang yang sanggup didatarkan. Untuk dapat mentransformasi bidang lengkung ke bidang datar diharapkan sistem proyeksi. Dalam kartografi (ilmu perpetaan), dikenal tiga bidang proyeksi peta, yaitu silinder, kerucut, dan azimutal.

 Anda akan mempelajari pengertian geografi Pintar Pelajaran Ilmu Geografi : Pengertian Konsep Pendekatan Prinsip Aspek Sejarah
Gambar 5. Tiga Bidang Proyeksi Peta, Dalam kartografi dikenal tiga bidang proyeksi peta, yaitu: (a) silinder; (b) azimutal; dan (c) kerucut. 
m. Konsep Eksploitasi dan Optimalisasi Sumber Daya dibatasi oleh Perkembangan Budaya

Konsep ini memperlihatkan gambaran mengenai tingkat optimalisasi pengolahan dan pemanfaatan sumber daya yang berbeda pada setiap wilayah. Perbedaan ini sangat bergantung pada akhlak istiadat, budaya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki penduduk setempat. Setiap tempat membuatkan metode berbeda yang sesuai dengan kondisi daerahnya untuk mengeksploitasi sumber daya alam.

n. Konsep Keuntungan Secara Komparatif

Konsep laba secara komparatif ialah membandingkan berbagai wilayah di muka Bumi dengan komponen-komponennya baik unsur alamiah maupun sosial. Melalui konsep tersebut dapat diketahui kelebihan dan kekurangan masing-masing wilayah. Dengan demikian kita sanggup memilih kebijakan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.

o. Konsep Transformasi Berkesinambungan

Konsep transformasi berkesinambungan menjelaskan bahwa unsur-unsur geografi pada suatu wilayah senantiasa berkembang dan mengalami proses transformasi secara terus menerus dan berkesinambungan sejalan dengan dimensi ruang dan waktu dalam kehidupan.

B. Pendekatan Geografi

Di dalam pengkajian geografi secara terintegrasi, terdapat tiga pendekatan utama dalam kajian ilmu geografi, yaitu sebagai berikut.

1. Pendekatan Spasial (Keruangan)

Analisis keruangan merupakan pendekatan yang khas dalam geografi lantaran merupakan studi ihwal keragaman ruang muka Bumi dengan menelaah masing-masing aspek-aspek keruangannya. Aspek-aspek ruang muka Bumi mencakup faktor lokasi, kondisi alam, dan kondisi sosial budaya masyarakatnya. Dalam mengkaji aspek-aspek tersebut, spesialis geografi sangat memperhatikan faktor letak, distribusi (persebaran), interrelasi, serta interaksinya. Salah satu pola pendekatan keruangan ialah sebagai berikut. Sebidang tanah harganya mahal lantaran tanahnya subur. Sebidang tanah harganya mahal lantaran letaknya di pinggir jalan. Pada pola tersebut, yang pertama ialah menilai tanah berdasarkan produktifitas pertanian, sedangkan yang kedua menilai tanah menurut nilai ruangnya yaitu letaknya yang strategis.

2. Pendekatan Ekologi (Lingkungan)

Pendekatan lingkungan didasarkan pada salah satu prinsip dalam disiplin ilmu biologi, yaitu interrelasi yang menonjol antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Di dalam analisis lingkungan, geografi menelaah tanda-tanda interaksi dan interrelasi antara komponen fisikal (alamiah) dengan nonfisik (sosial).

Pendekatan ekologi melaksanakan analisis dengan melihat perubahan komponen biotik dan abiotik dalam keseimbangan ekosistem suatu wilayah. Misalnya, suatu padang rumput yang ditinggalkan oleh kawanan binatang pemakan rumput akan menimbulkan terjadinya perubahan lahan dan kompetisi penghuninya.

3. Pendekatan Regional (Kompleks Wilayah)

Analisis kompleks wilayah membandingkan aneka macam kawasan di muka Bumi dengan memperhatikan aspek-aspek keruangan dan lingkungan dari masing-masing wilayah secara komprehensif. Contohnya, wilayah kutub tentu sangat berbeda karakteristik wilayahnya dengan wilayah khatulistiwa.

C. Prinsip-Prinsip Geografi

Di dalam studi geografi dikenal empat prinsip utama, yaitu prinsip persebaran, interrelasi, deskripsi, dan korologi. Keempat prinsip tersebut merupakan dasar dalam uraian, pengkajian, dan pengungkapan gejala, variabel, faktor, dan duduk kasus geografi.

1. Prinsip Persebaran

Artinya bahwa gejala, ketampakan, dan duduk kasus yang terdapat di ruang muka bumi persebarannya sangat bervariasi. Ada yang tersebar secara merata, bergerombol di wilayah-wilayah ter tentu, ataupun sama sekali tidak merata.

 Anda akan mempelajari pengertian geografi Pintar Pelajaran Ilmu Geografi : Pengertian Konsep Pendekatan Prinsip Aspek Sejarah
Gambar 10. Panda raksasa bisa ditemukan pada daerah pegunungan Cina belahan barat dan dataran tinggi Tibet HImalaya, di mana banyak terdapat hutan bambu.
2. Prinsip Interrelasi

Artinya bahwa antara komponen atau aspek-aspek lingkungan geografi senantiasa terdapat hubungan timbal balik atau saling keterkaitan dengan yang lainnya.

3. Prinsip Deskripsi

Cara pemaparan hasil penelaahan studi geografi terhadap gejala, fenomena, atau duduk kasus yang ada. Penjelasan atau deskripsi hasil penelaah tersebut sanggup berupa uraian, peta, diagram, tabel, grafik, citra, atau media lainnya.

4. Prinsip Korologi

Gabungan atau perpaduan dari ketiga prinsip tersebut. Dalam prinsip ini tanda-tanda dan permasalahan geografi dianalisis persebaran, interaksi, dan interrelasinya dari aneka macam aspek yang mempengaruhinya.

Geografika :

Geograf Prancis, Jean Brunches membatasi ruang lingkup geografi manusia pada gejala-gejala yang tampak positif di permukaan Bumi sebagai kegiatan manusia. Dengan dasar bahwa faktor alam yang melatarbelakangi semua tanda-tanda sosial merupakan aspek manusiawi dari geografi yang terdiri atas tiga bagian.
  1. Penempatan yang tidak produktif ibarat perumahan. permukiman,dan jaringan jalan.
  2. Penguasaan tetumbuhan dan hewan ibarat tanah pertanian dan pemeliharaan hewan.
  3. Perekonomian destruktif seperti pembukaan barang tambang mineral dan pemusnahan tetumbuhan dan hewan.
(Sumber: Pokok-Pokok Geografi Manusia, 1987)

D. Aspek-Aspek Geografi

Komponen lingkungan geografi terdiri atas lingkungan fisikal dan nonfisik. Komponen yang termasuk ke dalam lingkungan fisikal antara lain aspek topologi, abiotik (nonbiotik), dan biotik. Adapun lingkungan nonfisik antara lain aspek sosial, ekonomi, budaya, dan politik.
  1. Aspek Ekonomi, mencakup unsur pertanian, perkebunan, pertambangan, perikanan, industri, perdagangan, transportasi, dan pasar.
  2. Aspek Topologi, mencakup unsur letak, batas, luas, dan bentuk (morfologi) wilayah.
  3. Aspek Nonbiotik, mencakup unsur kondisi tanah, hidrologi (tata air), dan kondisi iklim.
  4. Aspek Biotik, mencakup unsur vegetasi (tetumbuhan), hewan, dan penduduk.
  5. Aspek Sosial, mencakup unsur tradisi, adat-istiadat, komunitas, kelompok masyarakat, dan lembaga-lembaga sosial.
  6. Aspek Budaya, mencakup unsur pendidikan, agama, bahasa, dan kesenian.
  7. Aspek Politik, mencakup unsur pemerintahan dan kepartaian.
Komponen lingkungan geografi baik yang termasuk ke dalam lingkungan fisikal maupun nonfisik mempengaruhi kehidupan manusia di permukaan Bumi. Bumi mempunyai potensi yang dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kesejahteraan hidup manusia. Namun, diharapkan langkah yang bijaksana dalam mengolah alam sesuai dengan pendekatan dan konsep dalam kajian disiplin ilmu geografi dalam konteks keruangan, kelingkungan, dan kewilayahan.

Rangkuman :

1. Geografi ialah ilmu yang mempelajari keragaman ruang permukaan Bumi sebagai tempat hidup manusia dengan aspek-aspek alamiah dan sosialnya, serta interrelasi di antara aspek-aspek tersebut.

2. Erasthosthenes, Claudius Ptolemaeus, Bernhardus Varenius, Karl Ritter, Friedrich Ratzel, Elsworth Huntington, dan Paul Vidal de la Blache adalah tokoh-tokoh penting yang memperlihatkan sumbangan pemikiran dalam perkembangan geografi sebagai sebuah disiplin ilmu.

3. Objek kajian geografi terdiri atas objek material berupa geosfer (atmosfer, litosfer, pedosfer, hidrosfer, biosfer, dan antroposfer) dan objek formal berupa cara pandang kewilayahan.

4. Henry J. Warman mengemukakan 15 konsep dasar dalam geografi, yaitu konsep regional, batas kehidupan, insan sebagai pemberi pengaruh yang lebih banyak didominasi terhadap lingkungan, globalisme, interaksi keruangan, hubungan timbal balik antarwilayah, kesamaan wilayah, perbedaan wilayah, keunikan wilayah, persebaran wilayah, lokasi relatif, transformasi Bumi yang bundar ke bidang datar, eksploitasi dan optimalisasi sumber daya dibatasi oleh perkembangan budaya, kemiringan secara komparatif, dan transformasi berkesinambungan.

5. Pendekatan geografi terdiri atas:

a. pendekatan spasial (keruangan);
b. pendekatan ekologi (lingkungan);
c. pendekatan regional (kompleks wilayah).

6.  Prinsip dasar geografi terdiri atas:

a.. prinsip persebaran;
b. prinsip interrelasi;
c. prinsip deskripsi;
d. prinsip korologi.

7. Pembahasan lingkungan geografi mencakup aspekaspek:

a. fisik, terdiri atas aspek topologi, nonbiotik, dan biotik;
b. nonfisik, terdiri atas aspek sosial, ekonomi, budaya, dan politik.

Anda kini sudah mengetahui Geografi. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Utoyo, B. 2009. Geografi 1 Membuka Cakrawala Dunia : untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 154.