Showing posts sorted by relevance for query ganggang-merah-divisi-rhodophyta. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query ganggang-merah-divisi-rhodophyta. Sort by date Show all posts

Friday, May 10, 2019

Pintar Pelajaran Ganggang Merah Divisi Rhodophyta

Artikel Makalah Klasifikasi Ciri-ciri Ganggang Merah Divisi RhodophytaRhodophyta berwarna merah hingga ungu. Kromatofora berbentuk cakram atau suatu lembaran, mengandung klorofil a dan karotenoid, tetapi warna ini tertutup oleh zat warna merah yang berfluoresen, yaitu fikoeritrin dan pada jenis-jenis tertentu terdapat fikosianin. Ganggang ini bersifat uniseluler, berfilamen dan ada yang membentuk struktur daun. Material utama pada ganggang merah ialah suatu polisakarida yang dinamakan tepung florida yang merupakan hasil polimerisasi dari glukosa, berbentuk bulat, tidak larut dalam air, dan seringkali berlapis-lapis. Tepung ini tidak terdapat pada kromatofora tetapi pada permukaannya. Selain tepung florida terdapat juga floridosida yaitu persenyawaan gliserin dan galaktosa serta minyak. Dinding sel dari ganggang merah ini juga terdiri atas dua lapis, di dalam terdiri atas selulosa dan dinding luar terdiri atas pektin yang berlendir. Habitat hidup ganggang merah ialah bahari atau ekosistem payau (Atlas dan Bartha, 1981).


Kelas : Bangiophycidae
Ordo : Porphyridiales, Compsopogonales, dan Bangiales.

Anda kini sudah mengetahui Ganggang Merah Divisi Rhodophyta. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Atlas RM, Bartha R. 1981. Microbial Ecology. Fundamental and Applications. Philippines: Addison-Wesley Publishing Company Inc.

Saturday, May 11, 2019

Pintar Pelajaran Ganggang Mikro / Mikroalga

Artikel Makalah Pengertian Tumbuhan Ganggang Mikro / Mikroalga - Ganggang termasuk golongan flora berklorofil yang mencakup bermacam-macam organisme, dari luar ganggang mikro sering telah menampakkan suatu perbedaan, sehingga terlihat ibarat kormus flora tinggi, akan tetapi dari segi anatomi sel-selnya belum mengatakan perbedaan (yang mendalam). Ganggang berukuran sangat bermacam-macam dari yang berukuran sangat kecil dalam skala μm hingga beberapa meter panjangnya. Organisme ini mengandung klorofil serta pigmen-pigmen lain untuk melangsungkan proses fotosintesis. Hampir semua organisme yang tergolong dalam divisi ini hidup di dalam air, baik air tawar maupun air laut, atau setidak-tidaknya kehidupannya terikat pada daerah - daerah yang berair di darat (Tjitrosoepomo, 2005). Ganggang yaitu flora talus (Thallophyta). 

1. Divisi Ganggang

Secara umum ada beberapa divisi ganggang utama yang dikenal di dunia yaitu:

a. Divisi Chlorophyta (Ganggang Hijau)

b. Divisi Chrysophyta (Ganggang Keemasan)

c. Divisi Rhodophyta (Ganggang Merah)

d. Divisi Cyanophyta (Ganggang Hijau Biru)

e. Divisi Euglenophyta (Alga Berflagel)

f. Divisi Phaeophyta (Ganggang Coklat)

2. Fisiologis Ganggang Mikro / Mikroalga

Secara umum komunitas ganggang baik di perairan maupun darat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang ada mirip intensitas cahaya, suhu, salinitas, pH, konsentrasi zat hara organik dan anorganik.







9. Pemanfaatan Mikroalga / Ganggang Mikro

Pemanfaatan ganggang sebelumnya telah dikenal luas seperti UlvaEnteromorpna dan Gracilaria, sebagai salad rumput bahari atau sumber potensial karagenan yang diharapkan oleh industri gel. Sargassum dan Chlorela yang telah dimanfaatkan sebagai adsorben logam berat. OsmundariaHypnea, dan Gelidium juga telah dimanfaatkan sebagai sumber senyawa bioaktif. Laminariales atau Kelp dan Sargassum Muticum yang mengandung senyawa alginat dan berkhasiat dalam industri farmasi. Secara umum dikenal dua jenis ganggang yaitu ganggang makro dan ganggang mikro. Ganggang makro yaitu organisme dengan ukuran yang lebih besar. Ganggang makro mempunyai kandungan karbohidrat (polisakarida) yang tinggi sebagai salah satu komponen selnya. Habitat hidup ganggang makro umumnya yaitu di laut. Sebaliknya ganggang mikro yaitu sel ganggang yang berukuran sangat kecil dalam skala μm dan habitat hidup ganggang ini yaitu di darat maupun di laut. Gangang mikro mempunyai kandungan lipid yang tinggi, dan lipid (lemak atau minyak) dari ganggang mikro inilah yang akan diproses menjadi BBN. Perbandingan kandungan minyak dari beberapa jenis flora penghasil BBN telah banyak diteliti. Menurut SBRC (2008), tumbuhan jarak pagar mempunyai kandungan minyak 30-35% berat kering dengan produktivitas 600 L/ha, sawit mempunyai kandungan minyak 25-30% berat kering dengan produktivitas 5.830 L/ha dan ganggang mikro mempunyai kandungan minyak 35-80% berat kering dengan produktivitas 58.000-136.900 L/ha.

Ganggang mikro mempunyai potensi untuk sanggup dibudidayakan dan dimanfaatkan sebagai penghasil BBN. Ganggang mikro juga tahan terhadap perubahan lingkungan dan mempunyai laju pertumbuhan yang tinggi. Baik proses fisik maupun kimia sanggup dipakai untuk menghasilkan minyak dari galur ganggang yang mempunyai kandungan lipid tinggi, dengan demikian maka eksplorasi ganggang mikro sebagai sumber BBN dari banyak sekali wilayah di Indonesia menjadi pilihan yang penting dan strategis.

Anda kini sudah mengetahui ihwal Ganggang Mikro atau Mikroalga. Terima kasih sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Tjitrosoepomo G. 2005. Taksonomi Tumbuhan Obat - Obatan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Thursday, May 9, 2019

Pintar Pelajaran Cara Identifikasi Mikroalga / Ganggang Mikro

Pendekatan Cara Identifikasi Mikroalga / Ganggang MikroPendekatan identifikasi ganggang mikro dilakukan dengan mengacu pada Bold dan Wynne (1985) dalam “Introduction to The Algae Structure and Reproduction”. Identifikasi ganggang mikro yang utama didasarkan pada karakteristik morfologi serta sifat-sifat selular seperti: sifat pigmen fotosintetik; struktur sel dan flagela yang dibuat oleh sel-sel yang bergerak, serta lipid sebagai materi cadangan organik yang dihasilkan sel.

1. Karakteristik morfologi

Banyak spesies ganggang terdapat sebagai sel tunggal yang sanggup berbentuk bola, batang, gada atau kumparan. Ganggang mempunyai ukuran sangat beragam. Ganggang ada yang mempunyai flagela ada yang tidak. Bersifat uniseluler tetapi spesies tertentu membentuk koloni-koloni multiseluler. Beberapa koloni merupakan agregasi (kumpulan) sel-sel tunggal identik yang saling menempel sesudah pembelahan. Ganggang sebagaimana protista eukariotik yang lain, mengandung nukleus yang membatasi membran yang mengandung pati, tetesan minyak dan vakuola. Setiap sel mengandung satu atau lebih kloroplas, yang sanggup berbentuk pita, di dalam matriks kloroplas terdapat gelembung-gelembung pipih bermembran yang dinamakan tilakoid. Membran tilakoid berisikan klorofil dan pigmen-pigmen tambahan yang merupakan situs reaksi cahaya fotosintesis.

2. Sistem pigmen

Pigmen terdapat dalam kloroplas. Kloroplas di dalam sel letaknya mengikuti bentuk dinding sel (parietal). Kloroplas kerap berisi masa protein cadangan, yang disebut pirenoid.

Tubuh ganggang terdapat zat warna (pigmen), yaitu:
- Fikosianin : warna biru
- Klorofil : warna hijau
- Fikosantin : warna coklat
- Fikoeritrin : warna merah
- Karoten : warna keemasan
- Xantofil : warna kuning

3. Sifat materi cadangan

Cadangan makanan ganggang umumnya merupakan amilum yang tersusun sebagai rantai glukosa tidak bercabang adalah amilosa dan rantai yang bercabang amilopektin. Seringkali amilum tersebut terbentuk dalam granula bersama dengan tubuh protein dalam plastida disebut pirenoid. Pirenoid umumnya diliputi oleh butiran-butiran pati, pirenoid ini berasal dari hasil asimilasi berupa tepung dan lemak (lipid) tetapi beberapa jenis tidak mempunyai pirenoid.

4. Struktur sel dan Flagela

Struktur tubuh ganggang sangat bervariasi. Beberapa spesies yang bersel tunggal sanggup bergerak atas kekuatan sendiri (motil), sedangkan sebagian lagi non motil. Koloni ganggang sanggup berupa benang-benang (filamen). Koloni yang tidak membentuk filamen biasanya merupakan kumpulan sel berbentuk lingkaran atau pipih tanpa alat lekat (holdfast).

Dua tipe pergerakan fototaksis pada gangang yaitu:

a. Pergerakan dengan flagela

Pada umumnya sel ganggang dijumpai adanya flagela. Flagela dihubungkan dengan struktur yang sangat luas disebut aparatus neuromotor, merupakan granula pada pangkal dari tiap flagela disebut blepharoplas. Flagela tersebut dikelilingi oleh selubung plasma.

b. Pergerakan dengan sekresi lendir

Beberapa divisi ganggang juga terdiri dari anggota bersel satu yang tidak mempunyai flagela atau tidak mempunyai alat gerak yang lain. Mekanisme daya pelopor disebabkan adanya stimulus cahaya yang diduga oleh adanya sekresi lendir melalui porus dinding sel pada pecahan apikal dari sel. Daya pelopor lain oleh modifikasi khusus gerak ameboid. Gerakan ditimbulkan oleh arus sitoplasmik yang terarah di dalam susukan rafe, yang mendorong sel diatas substrat (Stanier et al., 1982).

Berdasarkan uraian diatas maka divisi taksonomi ganggang utama menurut sifat-sifat seluler disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Divisi taksonomi ganggang utama menurut sifat-sifat seluler

Nama Umum
(Divisi)
Sistem
pigmen
Sifat Bahan
Cadangan
Struktur Sel dan
Flagela
Ganggang Hijau (Chlorophyta)
Klorofil; karoten; xantofil
Pati, minyak
Kebanyakan non motil (kecuali satu ordo), tetapi beberapa sel reproduktif sanggup berflagela
Ganggang Keemasan dan Diatom
(Chrysophyta)
Karoten
Karbohidrat ibarat pati; minyak
Flagela: 1 atau 2 sama atau tidak sama; pada beberapa permukaannya tertutup oleh sisik-sisik  khas
Ganggang Merah (Rhodophyta)
Fikoeritrin;
karoten dan
xantofil
Pati floridean
(seperti glikogen)
Nonmotil; biar dan keragen dalam dinding sel
Ganggang Hijau Biru
(Cyanophyta)
Fikosianin;
fikoeritrin
Glikogen dan
minyak
Nonmotil; selulosa dan pektin dalam dinding sel
Euglenoid
(Euglenophyta)
Klorofil;
karoten;
xantofil
Karbohidrat ibarat pati; minyak
Flagela: 1, 2, atau 3 yang sama, agak apikal ; ada kerongkongan; tidak ada dinding sel tetapi  mempunyai pelikel elastik
Ganggang Coklat
(Phaeophyta)
Fikosantin
Laminarin dan lipid
Flagela: 2 lateral, tak sama; asam alginat dalam dinding sel
Sumber : Pelczar dan Chan (1986)

Anda kini sudah mengetahui Identifikasi Alga. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Bold HC, Wynne MJ. 1985. Introduction to the Algae. Structure and Reproduction. Ed ke-2. New Jersey: Prentice-Hall Inc. Englewood Cliffs.

Pelczar MJ, Chan MJ. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jilid 1. Jakarta: UI Press.

Stanier R, Adelberg EA, Ingraham J. 1982. Dunia Mikrobe I. Gunawan AW, Angka SL, Lioe KG, Hastowo, Lay B, penerjemah; Tjitrosomo SS, editor. Jakarta: Penerbit Bhratara Karya Aksara.