Showing posts sorted by relevance for query cara-mengetahui-nilai-paling-sering. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query cara-mengetahui-nilai-paling-sering. Sort by date Show all posts

Thursday, February 14, 2019

Ahli Matematika Cara Menghitung Nilai Paling Sering Keluar(Modus) Dan Median Di Excel

Nilai paling sering keluar sering disebut dengan modus, sebuah istilah dalam statisk, yang berarti nilai yang mempunyai frekuensi muncul atau terjadi yang paling tinggi. Sedangkan Median ialah nilai yang terletak ditengah-tengah kumpulan data angka. Untuk mengetahui nilai modus dan median dari data yang kita miliki kita tidak perlu susah-susah menghitungnya satu persatu alasannya microsoft excel telah menyediakan fungsi MODE(). MODE() akan menghasilkan angka atau nilai yang merupakan modus dari data kumpulan angka kita. MEDIAN() akan menghasilkan nilai tengah dari daftar angka/nilai dengan ketentuan daftar tersebut diurutkan terlebih dahulu. Untuk lebih jelasnya lihat teladan pemakaian berikut ini.

  1. Misalkan kita telah mempunyai data berupa angka atau nilai yang terletak di sel A2 sampai A16.
  2. Selanjutnya pilih sebuah sel kosong, misalkan di D3, kemudian ketik rumus berikut :

    =MODE(A2:A16)

    dimana A2:A16 ialah daftar nilai atau angka yang akan dicari nilai modusnya
  3. lalu ketik juga di sebuah sel kosong yang lain, misalkan di D5, kemudian ketik rumus berikut :

    =MEDIAN(A2:A16)

    dimana A2:A16 ialah daftar nilai atau angka yang akan dicari nilai mediannya
  4. Microsoft excel akan menghitung dan menampilkan modus, nilai yang paling sering muncul serta nilai median, nilai yang berada ditengah-tengah daftar nilai.

Nilai paling sering keluar sering disebut dengan modus Ahli Matematika Cara Menghitung Nilai Paling Sering Keluar(Modus) dan Median di Excel


 

Tips Cara Mengetahui Nilai Paling Sering Keluar di Microsoft Excel

Untuk mengetahui frekuensi atau kemunculan sebuah angka baik yang menjadi modus maupun yang lainnya anda sanggup memakai fungsi COUNTIF(), misalkan pada sel D4 anda ketik rumus :

=COUNTIF(A2:A16,D3)

Dimana D3 ialah nilai modus atau nilai lainnya yang ingin dicari frekuensinya.
Lihat juga cara mencari nilai paling kecil (minimum) dan paling besar (maksimum) dari di Microsoft Excel.

Ahli Matematika Cara Menghitung Nilai Minimum,Maksimum Dan Rata-Rata Di Excel

Nilai paling kecil (minimum), paling besar (maksimum) dan nilai rata-rata sering dipakai dalam excel, diantaranya untuk menemukan berapa besarkah rentang atau selisish antar data terkecil dengan data yang mempunyai nilai terbesar. Oleh alasannya itu nilai minimum, maksimum dan rata-rata sering juga ketika kita menciptakan sebuah statistik deskriptif dari sebuah kumpulan angka. Microsoft excel telah menyediakan tiga buah fungsi statistik standar yakni MIN(), MAX() dan AVERAGE()untuk mencari ketiga nilai tersebut sehingga kita tidak perlu lagi repot-repot menghitungnya esecara manual. Parameter, nilai yang diberikan untuk menjalankan fungsi, bagi ketiga fungsi tersebut ialah sama, yakni berupa nilai atau range sel. Berikut pola penerapannya dalam aplikasi sederhana :

  1. Misalkan kita telah mengetik data pada sel A2 sampai A16.
  2. Selanjutnya pilih sel kosong, misalkan di D3, D4 dan D5, kemudian berturut-turut ketik rumus berikut :
    • =MIN(A2:A16), untuk mencari nilai minimum
    • =MAX(A2:A16), untuk mencari nilai maksimum
    • =AVERAGE(A2:A16), untuk menghitung rata-rata
    dimana A2:A16 ialah daftar nilai atau angka yang akan dicari nilai minimum, maximum maupun rata-ratanya
  3. Microsoft excel akan menghitung dan menampilkan nilai minimum, maksimum dan rata-rata dari daftar nilai yang diberikan.

 diantaranya untuk menemukan berapa besarkah rentang atau selisish antar data terkecil den Ahli Matematika Cara Menghitung Nilai Minimum,Maksimum dan Rata-Rata di Excel


 

Tips Cara Menghitung Nilai Minimum,Maksimum dan Rata-Rata di Microsoft Excel

Untuk mengetahui nilai modus atau nilai yang paling sering muncul, gunakan fungsi MODE() sedangkan untuk mengetahui nilai yang berada ditengah-tengah, atau median, gunakan fungsi MEDIAN(). Untuk lebih jelasnya lihat pola cara mengetahui nilai yang paling sering muncul dan nilai tengah dari data di Microsoft Excel.

Thursday, January 31, 2019

Ahli Matematika Cara Menghitung Resistor 4, 5 Dan 6 Warna

Rumus Menghitung Nilai Resistor dengan 4, 5 dan 6 Warna - Resistor atau sering juga disebut kendala merupakan komponen dalam rangkaian listrik yang berfungsi untuk menghambat ajaran listrik. Hambatan yang terdapat dalam resistor mempunyai satuan Ohm atau sering ditulis dengan omega (Ω). Resistor mempunyai lambang R dan dalam gambar rangkaian listrik resistor digambarkan menyerupai sandi rumput, yang naik turun zigzaz dengan tajam menyerupai yang terlihat pada gambar dibawah.

Dalam bentuk komponen listrik, nilai kendala yang ada dalam resistor biasanya “ditulis” dengan memakai pita-pita berwarna, mulai dari 4 warna, 5 warna dan 6 warna. Konsep penggunaan warna tersebut intinya sama aja, hanya untuk yang enam warna ditambahkan lagi dengan koefisien suhu.

  • Pada resistor dengan 4 warna , warna pita 1 dan 2 memperlihatkan koefisien nilai, pita 3 sebagai pengali (multiplier), dan pita ke-4 sebagai ambang batas toleransi.
  • Pada resistor dengan 5 warna , warna pita 1, 2, dan 3 memperlihatkan koefisien nilai, pita 4 sebagai pengali (multiplier), dan pita ke-5 sebagai ambang batas toleransi.
  • Pada resistor dengan 6 warna , warna pita 1, 2, dan 3 memperlihatkan koefisien nilai, pita 4 sebagai pengali (multiplier), dan pita ke-5 sebagai ambang batas toleransi sedangkan pita ke enam sebagai koefisien suhu/termal.
Berdasarkan warna pita maka akan ditentukan berapa nilai resistor sebenarnya. Pada dasarnya akan diperlukan minimal 2 buah pita terakhir untuk pita pengali dan toleransi serta pita koefisien suhu khusus untuk 6 warna. Makara jikalau dipetakan maka akan terlihat sebagai berikut : Adapun nilai untuk warna pita sanggup dilihat pada tabel berikut : Bila pita berfungsi sebagai multiplier maka nilainya ialah 10 pangkat angka pita. Misal pita hitam=0, sebagai multiplier nilainya ialah 100 = 1. Pita orange=3, sebagai multiplier nilainya ialah 103 = 10k. Pita hijau=5, sebagai multiplier nilainya ialah 105, dst.
Untuk lebih jelasnya bagaimana pita-pita tersebut memperlihatkan maksud berapa nilai sebuah resistor menurut bundar pita-pita yang ada maka akan pribadi kita coba praktek menghitung nilai resistor mulai dari yang memakai 4 warna hingga resistor 6 warna.
 

 

Menghitung Hambatan Resistor 4 Warna

Misalkan kita mempunyai resistor menyerupai yang tampak pada gambar dibawah. Hitunglah nilai kendala pada resistor tersebut. Biar sama persepsi, kita asumsikan pita pada resistor tersebut mulai dari pita ke 1 (paling kiri) hingga pita ke-4 (paling kanan) ialah coklat, hitam, orange dan emas. Bagaimana kita mengetahui bahwa pita toleransi ialah pita emas bukan pita coklat?? Salah satunya alasannya ialah warna emas dan perak niscaya merupakan nilai untuk toleransi. Coba lihat tabel warna diatas. Warna emas dan perak tidak ada dalam kolom angka/nilai. Makara warna pita emas harus berada paling kanan (terakhir) yang berfungsi sebagai toleransi.
Selanjutnya kita hitung nilai resistor tersebut:
Makara nilai resistor tersebut ialah 10 x 103 ohm= 104 ohm = 10k ohm ± 5%
Apa maksud toleransi 5%? Maksudnya, 5% dari 10k ohm ialah 500 ohm, sehingga nilai resistor tersebut sanggup saja berada antara 9,5k ohm hingga dengan 10,5k ohm.

 

Menghitung Hambatan Resistor 5 Warna

Misalkan kita mempunyai resistor lain dengan 5 pita warna pada resistor menyerupai yang tampak pada gambar dibawah. Hitunglah nilai kendala pada resistor tersebut. Biar sama juga, kita asumsikan pita pada resistor tersebut mulai dari pita ke 1 (paling kiri) hingga pita ke-5 (paling kanan) ialah orange, orange, putih, hitam dan coklat. Bagaimana kita juga mengetahui pita coklat sebagai toleransi dan bukan pita orange??? Pita coklat (seperti halnya pita emas dan perak) juga berfungsi sebagai penanda toleransi (lihat kolom 3 pada tabel warna). Pita orange bukan sebagai penanda toleransi. Cara lainnya ialah lihat ada jarak yang cukup lebar antara pita hitam dan pita coklat. Hal ini untuk memisahkan antara pita angka / nilai resistor dengan pita toleransi. Dengan demikian kita tinggal menghitung nilai resistor tersebut:
Makara nilai resistor tersebut ialah 339 x 100 = 339 x 1 = 339 ohm ± 1%

 

Menghitung Hambatan Resistor 6 Warna

Seperti kedua teladan sebelumnya. Misalkan kita mempunyai resistor lain dengan 6 pita warna pada resistor menyerupai yang tampak pada gambar dibawah. Hitunglah nilai kendala pada resistor tersebut. Cara menghitung resistor 6 warna sama dengan resistor 5 warna. Cuma pada pita terakhir ialah koefisien suhu. Supaya sama, asumsikan warna pita ialah orange, hijau, putih, merah, coklat dan merah. Makara nilai semua pita ialah : Makara nilai resistor pada gambar ialah 359 x 102 = 359x100 = 35900 = 35,9k ohm ± 1% 50 ppm.

 

Menghitung Hambatan Resistor dengan Microsoft Excel

Bagi yang sudah berpengalaman tentu akan gampang untuk memilih berapa nilai resistor sesuai dengan pita yang ada pada resistor tersebut. Bagi yang masih pemula, tentu sanggup memakai alat bantu menyerupai microsoft excel tentunya. www.aimyaya.com mencoba menciptakan excel untuk menghitung nilai resistor menurut pita warna baik untuk 4 warna, 5 warna maupun 6 warna. Anda tinggal mengisikan warna-warna dalam resistor kemudian akan muncul besaran nilai resistor tersebut. Beirkut ini teladan screenshot file excel. Anda tinggal memasukkan warna untuk resistor. Nilai resistor akan otomatis terlihat. Untuk mencoba menghitung nilai resistor dengan memakai sheet excel tersebut silahkan saja pribadi download file excel Cara Menghitung Nilai Resistor. Gratis! ;)
 

Tips Menghitung Resistor 4, 5 dan 6 Warna

  • Resistor ada juga yang memakai goresan pena angka / nilai resistor, jadi tidak perlu lagi menghitung pita warna. Anda sanggup memakai resistor tersebut.
  • Untuk yang awam, anda sanggup memakai file excel di atas, lambat laun seiring dengan semakin seringnya penghitungan anda akan terbiasa menghitung secara manual.

Sunday, February 4, 2018

Yuk Berguru Rumus Mean Median Modus Untuk Data Tunggal Dan Berkelompok

Selamat tiba di matematrick.com. Kali ini kita akan membahas wacana pelajaran statistika serpihan ukuran pemusatan data, yaitu Rumus menghitung mean, median, dan modus untuk data tunggal dan berkelompok.

Standar Kompetensi:  Menggunakan  aturan  statistika dalam menyajikan dan meringkas data  dengan banyak sekali cara
Kompetensi Dasar:  Menghitung  ukuran  pemusatan,  ukuran letak dan ukuran penyebaran data serta tafsirannya.
 Indikator : Memahami cara menghitung rataan, modus, median dari suatu data tunggal / kelompok

Pengantar Statistika:
Statistik ialah ilmu yang mempelajari wacana cara memperoleh data, menyajikan data, mengolah data dan menarik kesimpulan.

Ilustrasi teladan penggunaan statistika dalam kehidupan sehari-hari
Guna lebih menjamin kualitas keberlangsungan kehidupan manusia, dalam pelbagai segi kehidupan ( bidang ekonomi, sosial, pendidikan, kependudukan dll ), diharapkan tehnik analisis yang memadai atas ragam acara yang telah dilakukan. Tehnik-tehnik tersebut selanjutnya difungsikan sebagai materi pijakan untuk lebih meningkatkan kualitas kegiatan serupa pada periode/ dikala berikutnya.

Seorang pemilik toko, misalnya,  perlu mengetahui jenis barang apa saja yang terjual dalam waktu-waktu tertentu. Ia kemudian mencatat semua data barang yang terjual selama satu tahun. Pencatatan data dilakukan dengan dua cara yaitu dalam bentuk daftar dan grafik.

Dengan mengetahui hal tersebut, pemilik toko sanggup merencanakan barang-barang apa saja yang perlu disediakan di gudangnya biar ia sanggup menghindari penyimpanan barang yang terlalu lama. Selain itu dalam momen tertentu, contohnya Natal dan Idulfitri ia sanggup memperkirakan bahwa kebutuhan pakaian akan meningkat dari tahun-tahun sebelumnya lantaran pada dikala tersebut Natal dan Idulfitri hampir bersamaan waktunya. Mencatat, menyajikan data dalam bentuk daftar atau grafik perlu mengikuti kaidah-kaidah matematika. Cara-cara yang disepakati inilah yang dibahas dalam statistika.

Ada tiga jenis ukuran pemusatan dalam statistika yang dipelajari di SMA, yaitu: rataan hitung (mean), nilai tengah (median), dan nilai yang sering muncul (modus).

Rumus Mean Median Modus untuk Data Tunggal dan Berkelompok

1. Rumus Mean / Rataan Hitung

Rata-rata hitung atau mean  adalah rata - rata nilai yang sanggup kita peroleh dari suatu informasi. 

a. Rumus Mean data tunggal 




Atau secara ringkas, cara menghitung mean untuk data tunggal ialah menjumlahkan semua nilai data kemudian membaginya dengan banyaknya data. 

b. Rumus Mean Untuk Data berkelompok.




Dengan : fixi = frekuensi untuk nilai xi yang bersesuaian
xi = data ke-i

Secara ringkas, cara menghitung mean untuk data berkelompok hampir sama dengan cara menghitung mean untuk data tunggal. Hanya saja disini jumlah seluruh nilai data ialah jumlah frekuensi kali nilai data, dan banyaknya data diwakili oleh jumlah frekuensi keseluruhan. 

Rumus Mean/Rata-rata Gabungan




2. Rumus menghitung Median

a. Rumus Median untuk data tunggal

    Median ialah suatu nilai tengah yang telah diurutkan. Median dilambangkan Me.
    Untuk memilih nilai  Median  data tunggal sanggup dilakukan dengan cara:
    a) mengurutkan data kemudian dicari nilai tengah,
    b) jikalau banyaknya data besar, setelah data diurutkan, dipakai rumus:

      Untuk n ganjil  : Me = X1/2(n + 1)

                                           Xn/2  + Xn/2 +1
      Untuk n genap: Me =   ––––––––––––
                                                   2

      Keterangan:
      xn/2 = data pada urutan ke-n/2 setelah diurutkan.

      Contoh menghitung median:
      Tentukan median dari data: 2, 5, 4, 5, 6, 7, 5, 9, 8, 4, 6, 7, 8
      Jawab:
      Data diurutkan menjadi: 2, 4, 4, 5, 5, 5, 6, 6, 7, 7, 8, 8, 9
      Median = data ke-(13 + 1)/2 = data ke-7
      Makara mediannya = 6

b. Median untuk data kelompok

Jika data yang tersedia merupakan data kelompok, artinya data itu dikelompokkan ke dalam interval-interval kelas yang sama panjang. Untuk mengetahui nilai mediannya sanggup ditentukan dengan rumus berikut ini.


Keterangan:
Kelas median ialah kelas yang terdapat data X1/2 n
L = tepi bawah kelas median
c = lebar kelas
n = banyaknya data
F = frekuensi kumulatif kurang dari sebelum kelas median
f  = frekuensi kelas median


Catatan: Rumus menghitung median untuk data berkelompok sama dengan rumus untuk mencari kuartil kedua pada data berkelompok. Median sama saja dengan kuartil kedua atau Q2.

3. Rumus Menghitung Modus


Modus ialah nilai yang paling sering muncul atau nilai yang mempunyai frekuensi tertinggi. Jika suatu data hanya mempunyai satu modus disebut unimodal dan bila mempunyai dua modus disebut bimodal, sedangkan jikalau mempunyai modus lebih dari dua disebut multimodal. Modus dilambangkan dengan Mo.


a. Rumus Modus data tunggal

Modus dari data tunggal ialah data yang sering muncul atau data dengan frekuensi tertinggi.

Cara memilih modus: urutkan data untuk mengetahui data mana yang paling sering muncul. Maka, itulah modusnya.    
Contoh soal memilih modus.
    Soal:
    Tentukan modus dari data di bawah ini.
    2, 1, 4, 1, 1, 5, 7, 8, 9, 5, 5, 10
    Jawab:
    Data yang sering muncul ialah 1 dan 5. Makara modusnya ialah 1 dan 5.

b. Rumus modus untuk Data kelompok

Rumus Modus dari data yang telah dikelompokkan dihitung dengan rumus:



Dengan : Mo = Modus
L = Tepi bawah kelas yang mempunyai frekuensi tertinggi (kelas modus) i = Interval kelas
b1 = Frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sebelumnya
b2 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sesudahnya

Demikian rumus mean, median, modus untuk data tunggal dan berkelompok. Jika Anda masih kesulitan jangan sungkan untuk bertanya dan berdiskusi melalui kolom komentar di bawah postingan ini. Salam,

Thursday, November 29, 2018

Yuk Berguru Rumus Mean Median Modus Untuk Data Tunggal Dan Berkelompok

Selamat tiba di matematrick.com. Kali ini kita akan membahas wacana pelajaran statistika serpihan ukuran pemusatan data, yaitu Rumus menghitung mean, median, dan modus untuk data tunggal dan berkelompok.

Standar Kompetensi:  Menggunakan  aturan  statistika dalam menyajikan dan meringkas data  dengan banyak sekali cara
Kompetensi Dasar:  Menghitung  ukuran  pemusatan,  ukuran letak dan ukuran penyebaran data serta tafsirannya.
 Indikator : Memahami cara menghitung rataan, modus, median dari suatu data tunggal / kelompok

Pengantar Statistika:
Statistik ialah ilmu yang mempelajari wacana cara memperoleh data, menyajikan data, mengolah data dan menarik kesimpulan.

Ilustrasi teladan penggunaan statistika dalam kehidupan sehari-hari
Guna lebih menjamin kualitas keberlangsungan kehidupan manusia, dalam pelbagai segi kehidupan ( bidang ekonomi, sosial, pendidikan, kependudukan dll ), diharapkan tehnik analisis yang memadai atas ragam acara yang telah dilakukan. Tehnik-tehnik tersebut selanjutnya difungsikan sebagai materi pijakan untuk lebih meningkatkan kualitas kegiatan serupa pada periode/ dikala berikutnya.

Seorang pemilik toko, misalnya,  perlu mengetahui jenis barang apa saja yang terjual dalam waktu-waktu tertentu. Ia kemudian mencatat semua data barang yang terjual selama satu tahun. Pencatatan data dilakukan dengan dua cara yaitu dalam bentuk daftar dan grafik.

Dengan mengetahui hal tersebut, pemilik toko sanggup merencanakan barang-barang apa saja yang perlu disediakan di gudangnya biar ia sanggup menghindari penyimpanan barang yang terlalu lama. Selain itu dalam momen tertentu, contohnya Natal dan Idulfitri ia sanggup memperkirakan bahwa kebutuhan pakaian akan meningkat dari tahun-tahun sebelumnya lantaran pada dikala tersebut Natal dan Idulfitri hampir bersamaan waktunya. Mencatat, menyajikan data dalam bentuk daftar atau grafik perlu mengikuti kaidah-kaidah matematika. Cara-cara yang disepakati inilah yang dibahas dalam statistika.

Ada tiga jenis ukuran pemusatan dalam statistika yang dipelajari di SMA, yaitu: rataan hitung (mean), nilai tengah (median), dan nilai yang sering muncul (modus).

Rumus Mean Median Modus untuk Data Tunggal dan Berkelompok

1. Rumus Mean / Rataan Hitung

Rata-rata hitung atau mean  adalah rata - rata nilai yang sanggup kita peroleh dari suatu informasi. 

a. Rumus Mean data tunggal 




Atau secara ringkas, cara menghitung mean untuk data tunggal ialah menjumlahkan semua nilai data kemudian membaginya dengan banyaknya data. 

b. Rumus Mean Untuk Data berkelompok.




Dengan : fixi = frekuensi untuk nilai xi yang bersesuaian
xi = data ke-i

Secara ringkas, cara menghitung mean untuk data berkelompok hampir sama dengan cara menghitung mean untuk data tunggal. Hanya saja disini jumlah seluruh nilai data ialah jumlah frekuensi kali nilai data, dan banyaknya data diwakili oleh jumlah frekuensi keseluruhan. 

Rumus Mean/Rata-rata Gabungan




2. Rumus menghitung Median

a. Rumus Median untuk data tunggal

    Median ialah suatu nilai tengah yang telah diurutkan. Median dilambangkan Me.
    Untuk memilih nilai  Median  data tunggal sanggup dilakukan dengan cara:
    a) mengurutkan data kemudian dicari nilai tengah,
    b) jikalau banyaknya data besar, setelah data diurutkan, dipakai rumus:

      Untuk n ganjil  : Me = X1/2(n + 1)

                                           Xn/2  + Xn/2 +1
      Untuk n genap: Me =   ––––––––––––
                                                   2

      Keterangan:
      xn/2 = data pada urutan ke-n/2 setelah diurutkan.

      Contoh menghitung median:
      Tentukan median dari data: 2, 5, 4, 5, 6, 7, 5, 9, 8, 4, 6, 7, 8
      Jawab:
      Data diurutkan menjadi: 2, 4, 4, 5, 5, 5, 6, 6, 7, 7, 8, 8, 9
      Median = data ke-(13 + 1)/2 = data ke-7
      Makara mediannya = 6

b. Median untuk data kelompok

Jika data yang tersedia merupakan data kelompok, artinya data itu dikelompokkan ke dalam interval-interval kelas yang sama panjang. Untuk mengetahui nilai mediannya sanggup ditentukan dengan rumus berikut ini.


Keterangan:
Kelas median ialah kelas yang terdapat data X1/2 n
L = tepi bawah kelas median
c = lebar kelas
n = banyaknya data
F = frekuensi kumulatif kurang dari sebelum kelas median
f  = frekuensi kelas median


Catatan: Rumus menghitung median untuk data berkelompok sama dengan rumus untuk mencari kuartil kedua pada data berkelompok. Median sama saja dengan kuartil kedua atau Q2.

3. Rumus Menghitung Modus


Modus ialah nilai yang paling sering muncul atau nilai yang mempunyai frekuensi tertinggi. Jika suatu data hanya mempunyai satu modus disebut unimodal dan bila mempunyai dua modus disebut bimodal, sedangkan jikalau mempunyai modus lebih dari dua disebut multimodal. Modus dilambangkan dengan Mo.


a. Rumus Modus data tunggal

Modus dari data tunggal ialah data yang sering muncul atau data dengan frekuensi tertinggi.

Cara memilih modus: urutkan data untuk mengetahui data mana yang paling sering muncul. Maka, itulah modusnya.    
Contoh soal memilih modus.
    Soal:
    Tentukan modus dari data di bawah ini.
    2, 1, 4, 1, 1, 5, 7, 8, 9, 5, 5, 10
    Jawab:
    Data yang sering muncul ialah 1 dan 5. Makara modusnya ialah 1 dan 5.

b. Rumus modus untuk Data kelompok

Rumus Modus dari data yang telah dikelompokkan dihitung dengan rumus:



Dengan : Mo = Modus
L = Tepi bawah kelas yang mempunyai frekuensi tertinggi (kelas modus) i = Interval kelas
b1 = Frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sebelumnya
b2 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sesudahnya

Demikian rumus mean, median, modus untuk data tunggal dan berkelompok. Jika Anda masih kesulitan jangan sungkan untuk bertanya dan berdiskusi melalui kolom komentar di bawah postingan ini. Salam,

Friday, February 1, 2019

Ahli Matematika Cara Menciptakan Penomoran Otomatis Di Word

Membuat nomor urut otomatis di Word - Pembuatan nomor secara otomatis sangat mempunyai kegunaan untuk menghemat waktu pengetikan. Setidaknya dengan menciptakan nomor otomatis maka kita akan terbebas dari kesalahan update nomor, baik untuk nomor urut, nomor halaman, nomor baris, nomor tabel, nomor gambar, dan lain sebagainya. Berikut ini yaitu 4 cara menciptakan nomor otomatis terbaik yang paling sering digunakan dikala mengedit dokumen dengan microsoft word :

1. Membuat Nomor Halaman Otomatis

Pembuatan nomor halaman yaitu penggunaan nomor otomatis yang paling sering. Dengan memakai nomor halaman akan mempermudah kita mengurutkan halaman dan sekaligus meminimalisir kesalahan urutan halaman. Cara menciptakan nomor halaman otomatis yaitu sebagai berikut :
  1. Klik tab insert kemudian pada grup Header & footer klik tombol Page Number
  2. Selanjutnya pada daftar sajian yang ada pilih lokasi daerah nomor halaman akan disimpan, pilih Top of page untuk menciptakan nomor halaman di belahan atas kertas, atau pilih Bottom of page untuk menyimpan nomor halaman di belahan bawah kertas.
  3. Misalkan kita akan menciptakan nomor halaman di tengah-tengah pada belahan bawah kertas maka pilih Bottom of page kemudian pilih Plain number 2 .
  4. Kalau anda ingin format penomoran berbeda untuk setiap halaman maka pisahkan saja halaman – halaman tersebut dalam beberapa section.

2. Membuat Nomor Urut Otomatis

Nomor urut otomatis atau Numbering sering digunakan untuk menciptakan daftar item yang disusun berurutan. Meskipun istilah yang digunakan yaitu numbering atau penomoran, akan tetapi nomor yang dibentuk tidak sebatas hanya 1, 2, 3 dst, tetapi juga dapat menciptakan urutan dengan memakai abjad/alphabet a, b, c, dan seterusnya. Untuk menciptakan penomoran otomatis dengan numbering microsoft word lakukan langkah berikut :
  1. Ketik teks item anda selanjutnya blok atau sorot teks tersebut
  2. Lalu klik tombol drop down numbering
  3. Pada daftar nomor pilih jenis nomor yang anda inginkan, misalkan klik number alignment left untuk menciptakan penomoroan dengan bentuk angka / nomor di belahan kiri

3. Membuat Nomor Urut Otomatis di Tabel

Nomor urut sering digunakan dalam tabel dan bahkan dijadikan sebuah kolom tersendiri. Untuk menciptakan nomor urut pada kolom tabel tersebut kita dapat memanfaatkan tombol numbering menyerupai cara menciptakan nomor urut otomatis di atas. Contoh selengkapnya cara menciptakan nomor urut otomatis di tabel yaitu menyerupai ini :
  1. Blok sel tabel yang akan di beri nomor urut
  2. Lalu pada ribbon Home klik tombol drop down numbering
  3. Selanjutnya pilih jenis penomoran yang anda inginkan.

4. Cara Membuat Nomor Baris

Nomor baris sering digunakan oleh para programmer untuk mengetahui berapa jumlah baris aba-aba yang dibentuk dan yang lebih penting lagi : melaksanakan trace / penelusuran kesalahan (Bug) program. Berikut cara pembuatan nomor baris otomatis tersebut :
  1. Klik ribbon Page layout kemudian klik tombol Line numbers
  2. Pada pilihan yang ada klik Continues
  3. Selanjutnya nomor baris akan disisipkan di sebelah kiri teks.

 

Tips Membuat Penomoran Otomatis di Word

  • Microsoft Word menyediakan penomoran otomatis yang secara default yaitu berbasiskan penambahan satu nilai. Untuk menciptakan penomoran tersendiri (selang atau naik dua, tiga, empat, dst) anda dapat melakukannya melalui pengeditan field code yang dapat anda kanal melalui quick parts
  • Anda juga dapat menciptakan penomoran otomatis untuk daftar isi dengan catatan bahwa untuk setiap judul sub belahan yang anda pakai harus memakai heading style atau anda mengatur secara manual outline level sub bab/paragraf tersebut.

Tuesday, September 3, 2019

Pintar Pelajaran Pengertian Nilai Dan Norma Sosial Di Masyarakat, Macam-Macam, Ciri-Ciri, Klasifikasi, Contoh, Fungsi, Jenis-Jenis, Sosiologi

Pengertian Nilai Sosial dan Norma Sosial di Masyarakat, Macam-macam, Ciri-ciri, Klasifikasi, Contoh, Fungsi, Jenis-jenis, Sosiologi - Setiap masyarakat akan menjunjung tinggi nilai dan norma yang berlaku dan yang telah disepakati bersama. Nilai dan norma menjadi suatu hal yang menempel di dalam masyarakat secara turun temurun, serta dianggap sebagai kebaikan dan kebenaran itu sendiri. Nilai yaitu suatu bentuk abnormal dari hal-hal yang bersifat ideal dan disepakati bersama dalam masyarakat. Norma lebih bersifat aturan umum yang ada di masyarakat. Antara nilai dan norma tersebut terwujud dalam kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat tertentu.

Nilai yaitu sesuatu yang dianggap tinggi dan menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai sosial yaitu hasil dari anggapan-anggapan masyarakat terhadap sikap individu.

Dalam penggalan ini Anda akan mempelajari konsep-konsep nilai dan norma sosial. Jika dianalogikan, nilai yaitu aroma yang muncul dari harumnya bunga, sedangkan norma diibaratkan sebagai cara kita menumbuhkan bunga tersebut, memelihara, dan menjaganya. Dengan demikian, nilai dan norma bergabung menjadi satu dalam sebuah kebudayaan yang ada di masyarakat. Kebudayaan mempunyai aneka macam macam unsur di dalamnya, termasuk nilai dan norma tersebut.

A. Nilai dan Nilai Sosial


1.1. Pengertian Nilai dan Nilai Sosial


Apa yang dimaksud dengan nilai? Secara sederhana, nilai merupakan suatu hal yang dianggap baik atau jelek bagi kehidupan. Nilai merupakan sesuatu yang abstrak, namun hal tersebut menjadi pedoman bagi kehidupan masyarakat. Contohnya, orang menganggap menolong bernilai baik dan mencuri bernilai buruk. Adapun nilai sosial yaitu penghargaan yang diberikan masyarakat kepada segala sesuatu yang terbukti mempunyai daya guna fungsional bagi kehidupan bersama. Woods mendefinisikan nilai sosial sebagai petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang mengarahkan tingkah laris dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap penghargaan akan berbeda, bergantung pada besar atau kecilnya fungsi seseorang, contohnya presiden mendapat nilai sosial yang lebih luas dibandingkan dengan bupati lantaran fungsi presiden lebih luas dibandingkan dengan bupati. Pesawat terbang akan mempunyai nilai lebih tinggi dibandingkan bus atau kereta api lantaran fungsinya yang memperlihatkan ketepatan waktu dan jasa pelayanannya. Demikian juga untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas, harus melalui proses menimbang. Hal tersebut tentunya sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut masyarakat. Akibatnya, antara masyarakat yang satu dan yang lain terdapat perbedaan tata nilai.

Masyarakat perkotaan umumnya lebih menyukai nilai persaingan, lantaran dalam persaingan akan muncul pembaruan-pembaruan. Pada masyarakat pedesaan atau masyarakat tradisional, persaingan cenderung dihindari lantaran dalam persaingan sanggup mengganggu keharmonisan dan tradisi yang sifatnya turun-temurun.

Nilai sosial sanggup pula berupa gagasan dari pengalaman yang berarti ataupun tidak, bergantung pada penafsiran setiap individu atau masyarakat yang memperlihatkan atau menerimanya. Pengalaman baik akan menghasilkan nilai positif sehingga nilai yang bersangkutan dijadikan pegangan, mirip menepati janji, sempurna waktu, dan disiplin.

Adapun pengalaman jelek akan menghasilkan nilai negatif sehingga nilai yang demikian akan dihindari. Misalnya, seseorang mengalami pengalaman buruk, lantaran dibohongi orang lain, akan menghindari orang tersebut. Hal ini disebabkan oleh pengalaman negatif akan menghasilkan nilai negatif. Dengan demikian, nilai akan menjadi kaidah yang mengatur kepentingan hidup pribadi ataupun kepentingan hidup bersama sehingga nilai sanggup dijadikan etika.

1.2. Klasifikasi atau Macam-macam Nilai

  1. Nilai Sosial yaitu sesuatu yang sudah menempel di masyarakat yang berafiliasi dengan sikap dan tindakan manusia. Contohnya, setiap tindakan dan sikap individu di masyarakat, selalu mendapat perhatian dan aneka macam macam penilaian.
  2. Nilai kebenaran adalah nilai yang bersumber pada unsur kebijaksanaan insan (rasio, budi, dan cipta). Nilai ini merupakan nilai yang mutlak sebagai suatu hal yang kodrati. Tuhan memperlihatkan nilai kebenaran melalui kebijaksanaan pikiran manusia. Contohnya, seorang hakim yang bertugas memberi sangsi kepada orang yang diadili.
  3. Nilai keindahan adalah nilai yang bersumber pada unsur rasa insan (estetika). Keindahan bersifat universal. Semua orang memerlukan keindahan. Namun, setiap orang berbeda-beda dalam menilai sebuah keindahan. Contohnya, sebuah karya seni tari merupakan suatu keindahan. Akan tetapi, tarian yang berasal dari suatu tempat dengan tempat lainnya mempunyai keindahan yang berbeda, bergantung pada perasaan orang yang memandangnya.
  4. Nilai kebaikan atau nilai moral adalah nilai yang bersumber pada kehendak atau kemauan (karsa, etik). Dengan moral, insan sanggup bergaul dengan baik antar sesamanya. Contohnya, berbicara dengan orang yang lebih bau tanah dengan tutur bahasa yang halus, merupakan etika yang tinggi nilainya.
  5. Nilai religius adalah nilai ketuhanan yang tertinggi dan mutlak. Nilai ini bersumber pada hidayah dari Tuhan Yang Mahakuasa. Melalui nilai religius, insan mendapat petunjuk dari Tuhan wacana cara menjalani kehidupan. Contohnya, untuk sanggup berafiliasi dengan Tuhan, seseorang harus beribadah berdasarkan agamanya masing-masing. Semua agama menjunjung tinggi nilai religius. Namun, tata caranya berbeda-beda. Hal ini lantaran setiap agama mempunyai keyakinan yang berbeda-beda.
Nilai-nilai tersebut menjadi kaidah atau patokan bagi insan dalam melaksanakan tindakannya. Misalnya, untuk menentukan masakan yang baik bagi kesehatan tubuh, kita harus berdasar pada nilai gizi dan higienis dari kuman. Namun, ada nilai lain yang masih harus dipertimbangkan mirip halal tidaknya suatu masakan tertentu. Dengan demikian, nilai berperan dalam kehidupan sosial sehari-hari, sehingga sanggup mengatur pola sikap insan dalam kehidupan bermasyarakat.

1.3. Ciri-Ciri Nilai Sosial


Sesuai dengan keberadaannya, nilai-nilai sosial mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Hasil dari proses interaksi antar insan secara intensif dan bukan bawaan semenjak lahir. Contohnya, seorang anak yang bisa mendapatkan “nilai” menghargai waktu lantaran didikan orangtuanya yang mengajarkan disiplin semenjak kecil.
  2. Ditransformasikan melalui proses berguru meliputi sosialisasi, akulturasi, dan difusi. Contohnya, nilai “menghargai kerja sama” dipelajari anak dari sosialisasi dengan teman-teman sekolahnya.
  3. Berupa ukuran atau peraturan sosial yang turut memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial. Contohnya, nilai memelihara ketertiban lingkungan menjadi ukuran tertib tidaknya seseorang, sekaligus menjadi aturan yang wajib diikuti.
  4. Berbeda-beda pada tiap kelompok insan atau bervariasi antara kebudayaan yang satu dan yang lain. Contohnya, di negara-negara maju manusianya sangat menghargai waktu, keterlambatan sulit ditoleransi. Sebaliknya di Indonesia, keterlambatan dalam jangka waktu tertentu masih sanggup dimaklumi.
  5. Setiap nilai mempunyai efek yang berbeda-beda bagi tindakan manusia. Contohnya, nilai mengutamakan uang di atas segalanya menciptakan orang berusaha mencari uang sebanyak-banyaknya. Sebaliknya, kalau nilai kebahagiaan dipandang lebih penting daripada uang, orang akan lebih mengutamakan hubungan baik dengan sesama.
  6. Mempengaruhi perkembangan kepribadian individu sebagai anggota masyarakat, baik positif maupun negatif. Contohnya, nilai yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi akan melahirkan individu yang egois. Adapun nilai yang lebih mengutamakan kepentingan bersama akan menciptakan individu tersebut lebih peka secara sosial.
Dari ciri-ciri tersebut, nilai merupakan suatu kebutuhan insan yang dipakai untuk pedoman hidup wacana suatu perbuatan yang seharusnya dilakukan atau suatu perbuatan yang seharusnya dihindari. Pengalaman seseorang akan menjadi sebuah nilai yang sanggup bersifat positif dan negatif bagi dirinya.

Berdasarkan ciri-ciri nilai tersebut, nilai sosial sanggup diklasifikasikan lagi menjadi nilai mayoritas dan nilai yang mendarah daging (internalized value). Adapun pengertian dari nilai mayoritas yaitu nilai yang dianggap lebih penting dibandingkan nilai-nilai lainnya. 

Suatu masyarakat yang menganggap suatu nilai mayoritas atau tidak, didasarkan pada aneka macam pertimbangan, yaitu sebagai berikut.
  1. Banyaknya orang yang menganut suatu nilai. Contohnya di zaman reformasi dikala ini, sebagian besar anggota masyarakat menghendaki adanya perubahan ke arah yang lebih baik di segala bidang, mirip ekonomi, politik, hukum, dan sosial.
  2. Masyarakat telah memegang nilai tersebut dalam waktu yang lama. Contohnya, semenjak dulu masyarakat Yogyakarta melaksanakan tradisi “sekatenan” untuk memperingati maulid Nabi Muhammad saw.
  3. Tinggi rendahnya perjuangan orang untuk melaksanakan suatu nilai. Contohnya, “pulang kampung” sudah menjadi tradisi masyarakat di Indonesia dikala menjelang hari lebaran dan natal.
  4. Adanya pujian dari orang yang melaksanakan suatu nilai. Contohnya mempunyai kendaraan beroda empat glamor sanggup memperlihatkan pujian tersendiri.
Adapun “nilai yang mendarah daging” yaitu nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan sehingga ketika seseorang melakukannya kadang tidak melalui proses berpikir atau pertimbangan lagi (bawah sadar). Biasanya nilai demikian telah tersosialisasi dan terbentuk semenjak kecil. Jika nilai ini tidak dilakukan, akan muncul rasa aib atau rasa bersalah. Contohnya, seorang siswa yang mempunyai kebiasaan rajin berguru akan merasa aib dan bersalah apabila beliau gagal dalam mengikuti ujian. Berbeda halnya dengan siswa yang malas, beliau tidak akan aib atau merasa bersalah kalau gagal ujian.

1.4. Fungsi Nilai


Bagi manusia, nilai berfungsi sebagai landasan, alasan, atau motivasi dalam segala tingkah laku, dan perbuatannya. Nilai mencerminkan kualitas pilihan tindakan dan pandangan hidup seseorang dalam masyarakat. Kehidupan bersama di masyarakat memerlukan pengertian yang harus diperhatikan, yaitu pembentukan pribadi insan sebagai warga masyarakat. Dengan demikian kemajuan masyarakat dan perkembangan sosial budaya sanggup tercapai. Dari ketiga hal tersebut, ditetapkan fungsi nilai sosial sebagai berikut.

a. Sebagai Faktor Pendorong

Tinggi rendahnya individu dan satuan insan dalam masyarakat bergantung pada tinggi rendahnya nilai sosial yang menjiwai mereka. Apabila nilai sosial dijunjung tinggi oleh sebagian besar masyarakat, maka harapan ke arah kemajuan bangsa bisa terencana. Hal ini merupakan keinginan untuk menjadi insan yang berbudi luhur dan beradab sehingga nilai sosial ini mempunyai daya perangsang sebagai pendorong untuk menjadi masyarakat yang ideal.

b. Sebagai Petunjuk Arah

Nilai sosial memperlihatkan keinginan masyarakat atau bangsa. Adapun nilai sosial sebagai petunjuk arah tergambar dalam teladan berikut ini.
  1. Cara berpikir dan bertindak warga masyarakat secara umum diarahkan oleh nilai-nilai sosial yang berlaku. Setiap pendatang gres harus sanggup mengikuti keadaan dan menjunjung tinggi nilai sosial masyarakat yang didatanginya biar tidak tercela, yang mengakibatkan pandangan masyarakat menjadi kurang simpati terhadap dirinya. Dengan demikian, pendatang gres sanggup menghindari hal yang dihentikan atau tidak disenangi masyarakat dan mengikuti pola pikir serta pola tindakan yang diinginkan.
  2. Nilai sosial suatu masyarakat berfungsi pula sebagai petunjuk bagi setiap warganya untuk menentukan pilihan terhadap jabatan dan peranan yang akan diambil. Misalnya dalam menentukan seorang pemimpin yang cocok bukan saja berdasarkan kedudukan seseorang, melainkan juga berdasarkan kualitas yang dimiliki, atau menentukan posisi seseorang sesuai dengan kemampuannya.
  3. Nilai sosial berfungsi sebagai sarana untuk mengukur dan menimbang penghargaan sosial yang patut diberikan kepada seseorang atau golongan.
  4. Nilai sosial berfungsi sebagai alat untuk mengumpulkan orang banyak dalam kesatuan atau kelompok tertentu.
c. Sebagai Benteng Perlindungan

Pengertian benteng di sini berarti tempat yang kokoh lantaran nilai sosial merupakan tempat santunan yang besar lengan berkuasa dan kondusif terhadap rongrongan dari luar sehingga masyarakat akan senantiasa menjaga dan mempertahankan nilai sosialnya. Misalnya, nilai-nilai keagamaan, dan nilai-nilai Pancasila.

Pengkhianatan G 30 S/PKI terhadap Pancasila sebagai dasar negara merupakan bukti sejarah bangsa Indonesia, tetapi dengan keyakinan bahwa Pancasila harus tegak dari setiap perjuangan yang akan meruntuhkannya maka pengkhianatan tersebut sanggup dipatahkan.

B. Norma dan Norma Sosial


Di dalam masyarakat, selain terdapat nilai yang dijadikan landasan sikap dalam melaksanakan tindakan dan perilaku, juga terdapat norma yang dijadikan landasan aturan sebagaimana hukum. Norma menjadi pedoman bagaimana individu seharusnya bertindak, bersikap dan menyesuaikan dengan aturan-aturan yang ada. Aturan-aturan ini muncul secara turun-temurun, dan biasanya akan terus menjadi tradisi dari nenek moyang hingga generasi di bawahnya kalau tidak ada efek yang muncul dari luar. Misalnya, kebudayaan barat yang gencar masuk melalui media massa yang ada sekarang.

Norma sosial yang ada pun sudah bergeser kepada bentuk norma sosial lain yang berbeda dengan keadaan sebelumnya. Pembahasan terhadap norma ini terkesan abstrak, namun hal ini sedikit-sedikit bisa kita pahami kalau kita teliti membaca pembahasan selanjutnya.

Seorang pengendara sepeda bermotor melaju di jalan raya dengan kecepatan tinggi, lebih dari 80 km/jam, dan menerobos lampu merah kemudian dihentikan oleh polisi. Pengendara tersebut ditilang lantaran melampaui batas kecepatan di jalan raya dan melanggar rambu-rambu kemudian lintas. Pelanggaran tersebut pada akibatnya bisa ditebus dengan uang.

Bagaimana balasan Anda terhadap masalah tersebut, deskripsikan.

Mengapa polisi melaksanakan tindakan tersebut? Penyebabnya pengendara tadi membahayakan pengguna jalan lainnya, dan penerobosan lampu merah sanggup menimbulkan ukiran dengan kendaraan lain. Selanjutnya, hal itu merupakan pelanggaran terhadap peraturan kemudian lintas sehingga harus diberikan sanksi.

2.1. Pengertian Norma dan Norma Sosial


Dalam kehidupan bermasyarakat selalu terdapat aturan atau kaidah yang mengatur kehidupan bersama, baik berupa suatu keharusan, anjuran, maupun larangan. Aturan atau kaidah tersebut sering disebut sebagai norma. Norma merupakan pedoman atau patokan bagi sikap dan tindakan seseorang atau masyarakat yang bersumber pada nilai.

Ada hubungan yang dekat antara nilai dan norma. Norma yang ada dalam masyarakat merupakan perwujudan dari nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat tersebut. Jika nilai yaitu sesuatu yang baik, diinginkan, dan dicita-citakan oleh masyarakat, norma merupakan aturan bertindak atau berbuat yang dibenarkan untuk mewujudkan keinginan tersebut. Jika dianalogikan dengan minum kopi, kenikmatan yang diperoleh dari minum kopi merupakan nilainya. Adapun tindakan mencampurkan kopi dan gula secara proporsional untuk mendapatkan kenikmatan tersebut yaitu normanya.

Dengan kata lain, norma yaitu wujud nyata dari nilai yang merupakan pedoman. Norma berisi suatu keharusan bagi individu atau masyarakat dalam berperilaku. Norma dianggap positif kalau dianjurkan atau diwajibkan oleh lingkungan sosialnya. Adapun norma dianggap negatif kalau tindakan atau sikap seseorang dihentikan dalam lingkungan sosialnya. Oleh lantaran norma sosial merupakan ukuran untuk berperilaku biar individu sanggup mengikuti keadaan dengan norma yang telah di sepakati, maka diharapkan adanya hukuman bagi individu yang melanggar norma.

Norma merupakan standar atau skala yang terdiri atas aneka macam kategori sikap biar terjadi keteraturan di masyarakat. Norma muncul dan tumbuh sebagai hasil dari proses bermasyarakat. Pada mulanya, norma-norma yang terdapat dalam masyarakat terbentuk secara tidak sengaja. Namun, lama-kelamaan norma tersebut dibentuk dengan sadar dan disengaja. Contohnya, dahulu di dalam perjanjian jual-beli, seorang mediator tidak harus diberi penggalan dari keuntungan, tetapi lama-kelamaan terjadi kebiasaan bahwa mediator harus mendapat bagiannya. Bahkan, selanjutnya ditentukan siapa yang harus menanggung pembagian tersebut, penjual atau pembeli.

Contoh lain, contohnya dahulu pinjam meminjam uang didasarkan pada saling percaya, tetapi sehabis terjadinya penyelewengan-penyelewengan maka ditetapkan lah perjanjian secara tertulis sebagai jaminannya.

Unsur pokok norma sosial yaitu tekanan sosial terhadap anggota-anggota masyarakat untuk menjalankan norma yang berlaku. Apabila di masyarakat terdapat suatu aturan, tetapi tidak dikuatkan oleh desakan sosial, aturan tersebut tidak sanggup dikatakan sebagai norma sosial. Oleh lantaran itu, aturan sanggup dikatakan sebagai norma sosial apabila mendapat sifat kemasyarakatan yang dijadikan patokan dalam tindakan atau perilaku. Dengan demikian, kalau dilihat dari kebudayaan yang berlaku di masyarakat, akan terdapat dua arti norma yang memungkinkan. Pertama, disebut norma budaya, yaitu aturan terhadap sikap individu atau kelompok yang diharapkan oleh masyarakat. Kedua, disebut norma statis, yaitu suatu ukuran sikap yang sebetulnya berlaku di masyarakat, baik yang disetujui maupun tidak.

2.2. Kekuatan Norma


Norma-norma yang terdapat di dalam kehidupan masyarakat mempunyai kekuatan mengikat yang berbeda-beda. Ada norma yang lemah kekuatan mengikatnya, ada juga yang kuat. Berkenaan dengan hal tersebut dikenal ada empat pengertian norma, yaitu sebagai berikut.
  1. Cara (usage), yaitu penyimpangan kecil terhadap suatu tindakan, namun tidak akan mendapat eksekusi yang berat, ganjarannya bersifat hanya celaan. Contohnya, orang yang makan dengan bersuara, atau cara makan tanpa sendok dan garpu.
  2. Kebiasaan (folkways), yaitu perbuatan yang diulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan. Kebiasaan mempunyai kekuatan mengikat yang lebih besar dibandingkan dengan cara. Jika tidak dilakukan sanggup dianggap menyimpang dari kebiasaan umum dalam masyarakat. Contohnya, memberi hormat kepada orang lain yang lebih tua, mendahulukan orang lansia ketika sedang antre, dan sebagainya.
  3. Tata kelakuan (mores), yaitu kebiasaan yang dianggap tidak hanya sebagai perilaku, tetapi diterima sebagai norma-norma pengatur.
  4. Adat istiadat (custom), yaitu tata kelakuan yang menyatu dengan pola-pola sikap masyarakat dan mempunyai kekuatan mengikat yang lebih. Jika dilanggar, hukuman keras akan didapatkan dari masyarakat.
Keberadaan norma sangat diharapkan oleh masyarakat dalam hubungan antar anggota masyarakat untuk mendukung atau menolak sikap seseorang. Oleh lantaran itu, setiap pola kelakuan yang telah dijadikan sebagai norma mengandung unsur “pembenaran,” artinya tindakan tersebut sanggup dibenarkan atau diterima oleh banyak orang, dan di luar tindakan tersebut dianggap sebagai kesalahan atau tindakan yang kurang baik. Oleh lantaran itu pula, norma selalu diikuti dengan hukuman berupa eksekusi bagi yang melanggarnya. Sanksi ini diberikan dengan tujuan biar orang mematuhinya dan bersamaan dengan itu terjadi perubahan tingkah laris pada orang tersebut. Dengan cara demikian, kehidupan masyarakat sanggup berlangsung tertib dan kondusif sesuai yang diharapkan.

2.3. Klasifikasi atau Macam-macam Norma


Dalam masyarakat dikenal beberapa norma yang mengatur pola sikap setiap individu, yaitu sebagai berikut.

a. Norma tidak tertulis (informal) yaitu norma yang dilakukan masyarakat dan telah melembaga, lambat laun akan berupa peraturan tertulis walaupun sifatnya tidak baku dan bergantung pada kebutuhan dikala itu di masyarakat. Hal ini sanggup juga merupakan adonan dari folkways dan mores, mirip pembentukan keluarga, dan cara membesarkan anak. Dari forum sosial terkecil hingga masyarakat akan mengenal norma perilaku, nilai cita-cita, dan sistem hubungan sosial. Oleh lantaran itu, suatu forum akan mencakup:
  1. seperangkat pola sikap yang telah distandardisasi dengan baik;
  2. serangkaian tata kelakuan, sikap, dan nilai-nilai yang mendukung;
  3. sebuah tradisi, ritual, upacara simbolik dan pakaian adat, serta perlengkapan yang lain.
b. Norma tertulis (formal) yaitu norma yang biasanya dalam bentuk peraturan atau aturan yang telah dibakukan dan berlaku di masyarakat. Norma ini umumnya berafiliasi dengan kepentingan dan ketenteraman warga masyarakat banyak dan lain-lain. Norma tertulis bertujuan mengatur dan menegakkan kehidupan masyarakat biar merasa tenteram dan kondusif dari segala gangguan yang sanggup meresahkannya. Norma ini disebut juga peraturan atau hukum.

Seseorang yang melanggar peraturan yang telah ditetapkan dan disetujui masyarakat akan dikenakan hukuman sesuai dengan berat atau ringannya pelanggaran yang dilakukan. Misalnya, norma tertulis berupa aturan yang berlaku di masyarakat. Norma tersebut sanggup pula berupa peraturan sekolah yang berfungsi untuk mengatur dan menjaga ketertiban di lingkungan sekolah biar proses berguru mengajar sanggup berlangsung dengan baik.

c. Tindakan atau perbuatan yang dilakukan individu atau sekelompok masyarakat berupa perbuatan iseng atau menggandakan tindakan orang lain. Norma ini akan mengaturnya sepanjang perbuatan tersebut tidak menyimpang dari norma masyarakat yang berlaku. Contohnya sebagai berikut.
  1. Individu menggandakan pakaian atau penampilan anggota kelompok musik tertentu yang menjadi idolanya.
  2. Potongan rambut gondrong atau dikuncir.
  3. Hal yang sifatnya berupa peniruan terhadap mode atau fashion yang setiap waktu senantiasa mengalami perubahan (up to date).
Selain berdasarkan pembagian terstruktur mengenai tersebut, ada beberapa norma yang umumnya berlaku dalam kehidupan suatu masyarakat, yaitu sebagai berikut.
  1. Norma kesopanan yaitu norma yang berpangkal pada aturan tingkah laris yang diakui di masyarakat, mirip cara berpakaian, cara bersikap, dan berbicara dalam bergaul. Norma ini bersifat relatif, berarti terdapat perbedaan yang diubahsuaikan dengan tempat, lingkungan, dan waktu. Contohnya, menggunakan pakaian yang minim bagi wanita di tempat umum yaitu tidak sopan, tetapi di kolam renang diharuskan menggunakan pakaian renang yang tentu saja minim.
  2. Norma kesusilaan yaitu norma yang didasarkan pada hati nurani atau watak manusia. Norma ini bersifat universal, yang setiap orang di seluruh dunia mengakui dan menganut norma ini. Akan tetapi, bentuk dan perwujudannya mungkin berbeda. Contohnya, tindakan pembunuhan atau prkosaan tentu banyak ditolak oleh masyarakat di manapun.
  3. Norma agama yaitu norma yang didasarkan pada pedoman atau kepercayaan suatu agama. Norma ini menuntut ketaatan mutlak setiap penganutnya. Contohnya, rukun Islam dan rukun iman dalam agama Islam; menjalankan sepuluh perintah Tuhan dalam agama Katholik dan Protestan; menjalankan Dharma dalam agama Hindu.
  4. Norma aturan yaitu norma yang didasarkan pada perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat dengan ketentuan yang sah dan terdapat penegak aturan sebagai pihak yang berwenang menjatuhkan sanksi. Contohnya, seorang terdakwa yang melaksanakan pembunuhan terpola divonis oleh hakim dengan dikenakan eksekusi minimal 15 tahun penjara.
  5. Norma kebiasaan yaitu norma yang didasarkan pada hasil perbuatan yang dilakukan berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi suatu kebiasaan. Contohnya, pulang kampung di hari raya.
Jika dikaitkan dengan kekuatan mengikatnya, norma kesopanan sanggup dikategorikan ke dalam cara dan kebiasaan. Adapun norma kesusilaan sanggup dikategorikan ke dalam tata kelakuan. Norma aturan tertulis yaitu undang-undang yang dibentuk sengaja oleh forum pembuat undang-undang. Adapun yang tidak tertulis sanggup dikategorikan ke dalam adat istiadat. Di antara kelima norma tersebut yang paling tegas sanksinya yaitu pelanggaran terhadap norma hukum. Untuk hal ini, negara sanggup memaksakan berupa eksekusi pidana atau penjara.

Pada dasarnya, setiap anggota masyarakat mengetahui, mengerti, menghargai, dan menginginkan keberadaan norma yang mengatur pola sikap dalam masyarakat demi terciptanya kehidupan yang tertib dan aman. Namun, dalam pelaksanaannya selalu ada penyimpangan-penyimpangan dengan aneka macam alasan. Oleh lantaran itu, norma harus selalu di sosialisasi kan sehingga tumbuh kesadaran bersama dari seluruh anggota masyarakat untuk menaati norma tersebut.

2.4. Fungsi Norma dan Norma Sosial


Norma yang ada dalam masyarakat intinya yaitu untuk mengatur, mengendalikan, memberi arah, memberi hukuman dan ganjaran terhadap tingkah laris masyarakat. Setiap masyarakat selalu mempunyai aturan yang mengatur kehidupan biar tertib sosial. Untuk itu, diharapkan adanya nilai dan norma sosial. Pada dasarnya, masyarakat mengharapkan dan memaksa anggotanya untuk mengikuti norma sosial yang ada.

Pelaksanaan nilai dan norma akan selalu dilakukan semenjak anak masih kecil. Pada dikala pertama kali anak bersosialisasi dengan orangtuanya, mereka akan diajarkan untuk mengikuti perintah orangtuanya, mirip harus membantu orangtua, tidak boleh berbohong, dan berbuat baik kepada orang lain.

Contoh Soal (UMPTN 1996) :

Perilaku penyimpangan yaitu tindakan pelanggaran individu/ kelompok terhadap ... masyarakat.

a. nilai
b. hukum
c. sistem
d. kaidah
e. struktur

Jawaban: a

Perbuatan menyimpang dianggap sebagai tindakan yang keluar dari nilai-nilai sosial, lantaran nilai merupakan sesuatu yang dijadikan landasan dalam bersikap dan bertingkah laris di masyarakat.

Rangkuman :

a. Nilai merupakan hal yang dianggap baik atau jelek bagi kehidupan bermasyarakat.
b. Nilai sosial yaitu penghargaan yang diberikan masyarakat kepada segala sesuatu yang terbukti mempunyai daya guna fungsional bagi kehidupan bersama.
c. Fungsi nilai sosial yaitu:
  1. faktor pendorong,
  2. petunjuk arah,
  3. bentuk perlindungan.
d. Norma merupakan pedoman atau patokan bagi sikap dan tindakan seseorang atau masyarakat yang bersumber pada nilai.
e. Norma yaitu wujud nyata dari nilai yang merupakan pedoman, yaitu berisikan suatu keharusan bagi individu atau masyarakat dalam berperilaku.
f. Norma masyarakat merupakan perwujudan dari nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat tersebut.
g. Ada beberapa norma yang berlaku dalam kehidupan suatu masyarakat, yaitu norma kesopanan, norma kesusilaan, norma agama, norma hukum, dan norma kebiasaan.
h. Norma yang ada dalam masyarakat intinya untuk mengatur, mengendalikan, memberi arah, memberi hukuman dan ganjaran terhadap tingkah laris masyarakat.

Anda kini sudah mengetahui Nilai dan Norma. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Waluya, B. 2009. Sosiologi 1 : Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. p. 138.

Friday, February 1, 2019

Ahli Matematika Cara Menghitung Diskon/Potongan Harga Dengan Excel

Potongan harga atau diskon (discount) sering kita temui ketika kita berbelanja. Ada bermacam-macam diskon yang ditawarkan, biasanya dalam bentuk persen (%) mulai dari diskon 5% sampai 70%. Lantas bagaimanakah mengetahui berapa besar bagian harga (rupiah) yang diberikan? Cara yang paling sederhana ialah mengalikan diskon dengan harga barang di bagi seratus. Kalau dalam rumus matematika dapat dilihat sebagai berikut : Harga diskon biasanya dalam bentuk persen. Maksudnya, bila nilai diskon 5% maka nilai tersebut sama dengan 5/100, atau jikalau dalam bentuk desimal ialah 0,05. Untuk lebih jelasnya lihat beberapa pola penggunaan diskon berikut ini.

Contoh 1


Soal: Sebuah baju dengan harga Rp 100.000,- dijual dengan diskon 5%. Berapakah bagian harganya?
Jawab : Potongan harga yang diberikan ialah 5/100xRp 100.000,- = Rp 5.000.

Contoh 2


Soal: Sebuah laptop dengan harga Rp 5.500.000,- dijual dengan diskon 15%. Berapakah bagian harganya?
Jawab : Potongan harga yang diberikan ialah 15/100xRp 5.500.000,- = Rp 825.000.

Contoh 3


Soal: Sebuah tas dengan harga Rp 250.000,- dijual dengan diskon 15%. Berapakah harga jual tas tersebut sehabis di diskon?
Jawab : Potongan harga tas ialah 15/100xRp 250.000,- = Rp 37.500. Harga jual tas sehabis di diskon : Rp 250.000 – Rp 37.500 = Rp 212.500

Menghitung diskon dengan Microsoft Excel

Untuk menghitung diskon dengan formula di microsoft excel kita dapat eksklusif memakai tanda persen.
Untuk tanggapan pada pola 1 kita dapat menghitungnya di excel dengan rumus =5%*100000 .
Untuk pola 2 kita dapat menghitungnya dengan =15%*5500000 .
Untuk pola 3 kita dapat melakukannya dengan beberapa cara, pertama =250000 - 15%*250000 Cara yang kedua ialah =(1-15%)*250000 , cara ketiga =85%*250000 Kenapa dapat demikian? Karena nilai 1 sama dengan 100%. Makara 100%-15% = 85%.
 

Tips Menghitung Diskon/potongan harga dengan Excel

Untuk bagaimana cara menghitung persentase diskon anda dapat lhat pada artikel bagaimana cara menghitung persentase(%)

Thursday, September 12, 2019

Pintar Pelajaran Pengertian Teladan Soal Mean Median Modus Kuartil, Dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika


1. Nilai Rata-rata / Rataan Hitung (Mean)


Masih ingatkah Anda cara menghitung rataan hitung? Misalnya, seorang guru mencatat hasil ulangan 10 orang siswanya, sebagai berikut.

6 5 5 7 7,5 8 6,5 5,5 6 9

Dari data tersebut, ia sanggup memilih nilai rataan hitung, yaitu :
Jadi, nilai rataan hitungnya ialah 6,55.

Secara umum, apabila nilai data kuantitatif tidak dikelompokkan dan dinyatakan oleh x1, x2, …, xn (terdapat n buah datum), nilai rataan hitung (mean) x ditentukan oleh rumus berikut.


Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika

Perhitungan nilai rataan hitung akan menjadi lain kalau guru tersebut mencatat hasil ulangan 40 orang siswanya sebagai berikut:

3 orang menerima nilai 4
4 orang menerima nilai 5
6 orang menerima nilai 5,5
8 orang menerima nilai 6
7 orang menerima nilai 7
10 orang menerima nilai 8
2 orang menerima nilai 9

Nilai rataan hitung siswa sanggup dicari sebagai berikut:
Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika
Jadi, nilai rataan hitungnya ialah 6,5.

Secara umum, apabila nilai-nilai data kuantitatif dinyatakan dengan x1, x2, …, xn (terdapat n buah datum) dengan setiap nilai datum memiliki frekuensi f1, f2, …, fn maka rataan hitung ( x ) ditentukan oleh rumus berikut.
Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika

Contoh Soal 1


Seorang peneliti mencatat banyak bayi yang lahir selama setahun di 20 kecamatan. Hasil pencatatannya disajikan berikut.

136 140 220193 130 158 242 127 184 213
200 131 111 160 217 281 242 242 281 192

a. Hitunglah rataan hitung (mean) data tersebut.
b. Tentukan jangkauan datanya.
c. Tentukanlah jangkauan antarkuartil.

Penyelesaian 1


Untuk menuntaskan soal ini, sanggup dipakai dua cara, yaitu tanpa memakai kalkulator dan dengan memakai kalkulator.

• Tanpa kalkulator (dengan rumus):
Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika
• Dengan kalkulator (fx–3600 Pv), tahapan perhitungan sebagai berikut:

1)
kalkulator "ON"
2)
MODE 3 x program SD
3)
masukkan data
136
data
140
data



192
data
4)
tekan tombol x

x  =
190

Untuk kalkulator jenis lainnya, coba Anda cari informasi cara menghitung mean dengan kalkulator tersebut.

b. Jangkauan datanya adalah: J = xn – x1 = 281 – 111 = 170.
c. Setelah data diurutkan, diperoleh Q1 = 138 dan Q3 = 231.

Jangkauan antarkuartil ialah JK= Q3 – Q= 93.

Contoh Soal 2


Nilai rataan hitung (rata-rata) ujian matematika dari 38 orang siswa ialah 51. Jika nilai dari seorang siswa lain yang bernama Rahman digabungkan dengan kelompok itu maka nilai rataan hitung ujian matematika dari 39 orang siswa kini menjadi 52. Tentukanlah nilai yang diperoleh Rahman.

Diketahui:

Nilai rataan hitung 38 siswa ialah 51. Nilai rataan hitung 39 siswa ialah 52.

Ditanyakan:

Nilai ujian matematika yang diperoleh Rahman.

Pembahasan 2


Misalkan,

xi = nilai ujian matematika dari siswa ke-i dengan i = 1, 2, ..., 38
x39 = nilai ujian matematika yang diperoleh Rahman

Dengan memakai rumus rataan hitung, berlaku :
Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika
Substitusikan persamaan (1) ke persamaan (2) diperoleh :
Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika
Jadi, nilai ujian matematika yang diperoleh Rahman ialah 90.

Contoh Soal 3


Jika 30 siswa kelas XI A1 memiliki nilai rata-rata 6,5; 25 siswa kelas XI A2 memiliki nilai rata-rata 7; dan 20 siswa kelas XI A3 memiliki nilai rata-rata 8, tentukan rata-rata nilai tujuh puluh lima siswa kelas XI tersebut.

Jawaban 3

Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika

2. Menghitung Rataan Hitung dengan Menggunakan Rataan Hitung Sementara 


Selain memakai rumus subbab1, rataan hitung sanggup pula ditentukan dengan memakai rataan hitung sementara (xs). Untuk kumpulan data berukuran besar, biasanya rataan hitung ditentukan dengan memakai rataan hitung sementara alasannya apabila dihitung dengan rumus di Subbab 1, perhitungannya akan rumit.

Langkah pertama dalam memilih rataan hitung dengan memakai rataan hitung sementara ialah memilih rataan sementara dari nilai tengah salah satu kelas interval. Kemudian, semua nilai tengah pada setiap kelas interval dikurangi rataan hitung sementara tersebut.

Setiap hasil pengurangan tersebut disebut simpangan terhadap rataan hitung sementara itu (di). Adapun rumus untuk mencari rataan hitung sementara ialah sebagai berikut.
Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika
Dalam hal ini,

fi = frekuensi kelas ke-i
xs = rataan hitung sementara
di = simpangan dari titik tengah kelas ke-i dengan rataan hitung sementara.

Contoh Soal 4 : (Soal Sipenmaru 1985)


Perhatikan data berikut.

nilai ujian
3
4
5
6
7
8
9
frekuensi
3
5
12
17
14
6
3

Seorang siswa dinyatakan lulus kalau nilai ujiannya lebih tinggi dari nilai rata-rata dikurangi 1. Dari data di atas, yang lulus ialah :

Penyelesaian 4

Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika

Siswa dinyatakan lulus kalau nilainya lebih dari :

6,07 – 1 = 5,07.

Jadi, jumlah yang lulus ialah :

= 17 + 14 + 6 + 3 = 40 orang.

Contoh Soal 5


Tabel 1. menawarkan hasil ulangan Fisika dari 71 siswa Kelas XI Sekolah Menengan Atas Merdeka. 

Interval Kelas
Frekuensi
40 – 44
3
45 – 49
4
50 – 54
6
55 – 59
8
60 – 64
10
65 – 69
11
70 – 74
15
75 – 79
6
80 – 84
4
85 – 89
2
90 – 94
2

Tentukanlah rataan hitung dengan memakai rataan hitung sementara.

Jawaban 5


Lengkapilah Tabel 1. dengan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Tentukan nilai tengah dari setiap kelas ibarat berikut.

(batas bawah kelas + batas atas kelas) / 2

2. Pilih nilai tengah dari suatu kelas sebagai rataan sementara.

Misalnya, kita pilih rataan sementara ialah nilai tengah ke-6. Jadi, xs = (65 + 69) / 2 = 67 .

3. Untuk setiap kelas, tentukan simpangan nilai tengahnya terhadap xs , yaitu di = xi – xs .

Hasilnya tampak pada tabel 2. berikut.

Kelas
Interval
fi
Nilai
Tengah (xi)
di
fi di
40–44
3
42
–75
–25
45–49
4
47
–20
–80
50–54
6
52
–15
–90
55–59
8
57
–10
–80
60–64
10
62
–5
–50
65–69
11
67
0
0
70–74
15
72
5
75
75–79
6
77
10
60
80–84
4
82
15
60
85–89
2
87
20
40
90–94
2
92
25
50

Σf = 71


Σ fi di = –90

4. Tentukan hasil kali fi di danΣ fi di  .

5. Hitung x dengan rumus :

Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika



3. Modus, Median, Kuartil, dan Desil


3.1. Modus (Mo)


Seorang guru ingin mengetahui nilai manakah yang paling banyak diperoleh siswanya dari data hasil ulangan matematika. Tentunya, ia akan memilih datum yang paling sering muncul. Misalnya, data hasil ulangan 10 orang siswa sebagai berikut :

7 4 6 5 7 8 5,5 7 6 7

Data yang paling sering muncul disebut modus. Modus dari data itu ialah 7 alasannya nilai yang paling sering muncul ialah 7. Modus mungkin tidak ada atau kalau ada modus tidak tunggal (lihat Contoh 10).

Jika data yang diperoleh berukuran besar, data perlu dikelompokkan semoga penentuan modus gampang dilakukan. Modus dari data yang dikelompokkan sanggup dicari dengan memakai rumus berikut.
Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika
dengan,

L = batas bawah positif (tepi bawah) dari kelas modus
d1 = selisih antara frekuensi dari kelas yang mengandung modus dan frekuensi dari kelas yang mendahuluinya (sebelumnya).
d2 = selisih antara frekuensi dari kelas yang mengandung modus dan frekuensi dari kelas berikutnya
i = interval kelas/panjang kelas.

Telah Anda ketahui modus ialah datum yang paling sering muncul. Prinsip ini dipakai untuk memilih kelas modus pada data yang dikelompokkan. Kelas modus ialah kelas yang frekuensinya paling banyak.

Contoh Soal 6


Tentukan modus dari data berikut ini.

a. 45, 50, 50, 64, 69, 70, 70, 70, 75, 80
b. 50, 65, 65, 66, 68, 73, 73, 90
c. 35, 42, 48, 50, 52, 55, 60

Pembahasan 6


a. Oleh lantaran nilai 70 muncul paling banyak (yaitu tiga kali muncul), modusnya ialah 70.
b. Oleh lantaran nilai 65 dan 73 muncul paling banyak (yaitu dua kali muncul), modusnya ialah 65 dan 73 (tidak tunggal).
c. Data 35, 42, 48, 50, 52, 55, 60 tidak memiliki modus (mengapa?).

Contoh Soal 7


Tabel 3. menawarkan hasil ulangan matematika dari 71 siswa Kelas XI Sekolah Menengan Atas Bhinneka. Tentukan modus dari data tersebut.

Interval Kelas
Frekuensi
40 – 44
2
45 – 49
2
50 – 54
6
55 – 59
8
60 – 64
10
65 – 69
11
75 – 79
6
80 – 84
4
85 – 89
4
90 – 94
3


Jawaban 7


Oleh lantaran kelas ke-7 memiliki frekuensi terbesar (frekuensinya 15) maka kelas ke-7 merupakan kelas modus.

i = 44,5 – 39,5 = 5
L = Batas bawah positif kelas ke-7 = 69,5 (tepi bawah kelas)
d1 = 15 – 11 = 4
d2 = 15 – 6 = 9

Jadi,
Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika
Cobalah tentukan nilai modus tersebut dengan memakai kalkulator. Apakah jadinya sama?

3.2. Median dan Kuartil


Dari data kuantitatif yang tidak dikelompokkan dan dinyatakan oleh x1, x2, …, xn, (dengan x1 < x2 < … < xn) untuk n yang berukuran besar (yang dimaksud n berukuran besar yaitu n ≥ 30) maka nilai ketiga kuartil, yaitu Q1 (kuartil bawah), Q2 (median), dan Q3 (kuartil atas) ditentukan dengan rumus berikut.

Contoh Soal 8


Tentukan median, kuartil bawah, dan kuartil atas dari data berikut.

67
86
77
92
75
70
63
79
89
72
83
74
75
103
81
95
72
63
66
78
88
87
85
67
72
96
78
93
82
71

Pembahasan 8


Urutkan data dari kecil ke besar jadinya sebagai berikut.

No. Unit Data (xi)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Nilai Data
63
63
66
67
67
70
71
72
72
72


No. Unit Data (xi)
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Nilai Data
74
75
75
77
78
78
79
81
82
83


No. Unit Data (xi)
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
Nilai Data
85
86
87
88
89
92
93
95
96
103


Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika
Untuk data yang dikelompokkan, nilai median (Me) dan kuartil (Q) ditentukan dengan rumus sebagai berikut.
Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika
dengan:

Li = batas bawah positif dari kelas Qi
Fi = jumlah frekuensi kelas-kelas sebelum kelas kuartil ke-i
fi = frekuensi kelas kuartil ke-i
n = banyak data
i = panjang kelas/interval kelas

Ingatlah :

1. Q2= median
2. i pada Fi dan fi adalah sebagai indeks. i yang bangkit sendiri ialah sebagai panjang kelas.

Contoh Soal 9


Tentukan median, kuartil bawah, dan kuartil atas dari data pada Tabel. 4.

Interval Kelas
Frekuensi
40 – 44
2
45 – 49
2
50 – 54
6
55 – 59
8
60 – 64
10
65 – 69
11
70 – 74
15
75 – 79
6
80 – 84
4
85 – 89
4
90 – 94
3

Kunci Jawaban 9



Kelas Interval
Frekuensi
Frekuensi Kumulatif

40 – 44
2
2

45 – 49
2
4

50 – 54
6
10
Q1
55 – 59
8
18

60 – 64
10
28
Q2
65 – 69
11
39
Q3
70 – 74
15
54

75 – 79
6
60

80 – 84
4
64

85 – 89
4
68

90 – 94
3
71

Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika

Jadi, kelas Q1 ada di kelas ke-4 (kelas 55 – 59)

Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika

Jadi, kelas Q2 ada di kelas ke-6 (kelas 65 – 69)

Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika

Jadi, kelas Q3 ada di kelas ke-7 (kelas 70 – 74)

Dengan demikian, Q1 , Q2 , Q3 dapat ditentukan sebagai berikut.

Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika

3.3. Desil


Untuk data sebanyak n dengan n ≥ 10, Anda sanggup membagi data tersebut menjadi 10 kelompok yang memuat data sama banyak. Ukuran statistik yang membagi data (setelah diurutkan dari terkecil) menjadi 10 kelompok sama banyak disebut desil. Sebelum data dibagi oleh desil, data harus diurutkan dari yang terkecil.

Oleh lantaran data dibagi menjadi 10 kelompok sama banyak maka didapat 9 desil. Amati pembagian berikut.
Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika
Terdapat 9 buah desil, yaitu desil pertama (D1), desil kedua (D2), ..., desil kesembilan (D9).

Letak desil ditentukan dengan rumus berikut.
Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika
Dalam hal ini i = 1, 2, 3, ..., 9 dan n = banyak data.

Contoh Soal 10


Tentukan desil ke-1 dan desil ke-5 dari data berikut. 47, 33, 41, 37, 46, 43, 39, 36, 35, 42, 40, 39, 45

Jawaban 10


Data sesudah diurutkan menjadi 33, 35, 36, 37, 39, 39, 40, 41, 42, 43, 45, 46, 47.

Banyak data ialah n = 13.
Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika
Jadi, desil ke -1 ialah 33,8 dan desil ke-5 ialah 40.

Ingatlah :

1 + 1 + 5 + 7 sanggup dilihat pada kolom frekuensi kumulatif (kelas 45 – 49)

Untuk data yang disusun dalam daftar distribusi frekuensi, nilai desil ditentukan sebagai berikut.
Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika
Dalam hal ini.

i = 1, 2, 3, ..., 9

(tb) Di = tepi bawah kelas Di
Fi = frekuensi kumulatif sebelum kelas Di
fi = frekuensi kelas Di
p = panjang kelas

Contoh Soal 11


Tentukan nilai desil ketiga dari data pada Tabel 5.

Nilai
f i
Frekuensi Kumulatif
31–40
5
5
41–50
3
8
51–60
5
13
61–70
6
19
71–80
9
28
81–90
8
36
91–100
4
40

Jawaban 11


Diketahui i = 3 maka (i x n)/10 = (3 x 40)/10 = 12.

Desil ketiga (D3) terletak di kelas: 51–60 (karena kelas 51–60 memuat data ke-9, 10, 11, 12, 13).
Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil Pintar Pelajaran Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Cara Menghitung, Rataan Hitung Sementara, Data Ukuran, Statistik Deskriptif, Jawaban, Matematika
Anda kini sudah mengetahui Mean Median Modus. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Djumanta, W. 2008. Mahir Mengembangkan Kemampuan Matematika 2 : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. p. 250.