Showing posts sorted by relevance for query struktur-dan-fungsi-neuron-sel-sel-saraf. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query struktur-dan-fungsi-neuron-sel-sel-saraf. Sort by date Show all posts

Saturday, February 29, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Neuron Sel-Sel Saraf

Struktur dan Fungsi Neuron atau Sel Saraf pada Hewan - Jaringan saraf terdiri atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Sel saraf ini mempunyai struktur bercabang-cabang ke berbagai bagian tubuh untuk mengatur aktivitasnya. Neuron mendapat suplai masakan melalui sel neuroglia yang menyelubunginya. Neuron terdiri atas bagian-bagian berikut.
  1. Badan sel saraf yang mengandung inti sel dan neuroplasma.
  2. Neurit atau akson atau cabang panjang, berfungsi membawa impuls meninggalkan tubuh sel saraf.
  3. Dendrit atau cabang pendek, berfungsi membawa impuls ke tubuh sel saraf.
Susunan neuron sanggup Anda amati pada Gambar 1.
Sel saraf ini mempunyai struktur bercabang Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Neuron Sel-Sel Saraf
Gambar 1. Sel saraf
Akson dikelilingi oleh sel penyokong yang disebut sel Schwann. Akson diselubungi oleh selaput yang dinamakan neurilema. Di sebelah dalam neurilema terdapat selubung mielin yang mengandung fosfolipid. Bagian akson yang tidak tertutup oleh selubung mielin dinamakan nodus Ranvier. Akson bercabang di akrab ujung (terminal akson). Titik pertemuan antara terminal akson yang satu dengan neuron yang lain disebut sinapsis. Titik pertemuan (sinapsis) ini berfungsi meneruskan rangsang ke sel saraf yang lain dengan cara mengeluarkan bahan kimia yang disebut neurotransmiter. Badan sel saraf mempunyai sebuah inti dan berdiri perikarion yang berafiliasi dengan akson membentuk karakter V, yang dinamakan aksonhillok. Retikulum endoplasma dan ribosom membentuk granula yang dinamakan tubuh nissl. Perhatikan Gambar 2, Gambar 3, dan Gambar 4.

Berdasarkan cara memindahkan rangsang dan posisi yang ditempati, neuron dibedakan menjadi tiga sebagai berikut.

a. Neuron Afferent (Neuron Sensorik)

Neuron afferent memberikan rangsang dari organ penerima rangsang (reseptor) kepada sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang).

Sel saraf ini mempunyai struktur bercabang Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Neuron Sel-Sel Saraf
Gambar 2. Neuron sensorik (Afferent)
b. Neuron Intermedier (Interneuron)

Neuron intermedier memberikan impuls dari neuron sensorik atau dari neuron intermedier yang lain ke neuron motorik.

Sel saraf ini mempunyai struktur bercabang Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Neuron Sel-Sel Saraf
Gambar 2. Interneuron
c. Neuron Efferent (Neuron Motorik)

Neuron efferent memberikan impuls dari sistem saraf pusat ke otot dan kelenjar yang akan melaksanakan respon.
Sel saraf ini mempunyai struktur bercabang Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Neuron Sel-Sel Saraf
Gambar 4. Neuron motorik (Efferent)
Badan sel saraf terletak di sentra saraf dan ganglion. Ganglion adalah kumpulan tubuh sel saraf yang letaknya tertentu, misalnya di kiri-kanan sumsum tulang belakang. Sel saraf mempunyai beberapa fungsi berikut.
  1. Merespon perubahan lingkungan (iritabilitas).
  2. Membawa impuls-impuls saraf (pesan) ke sentra saraf maupun sebaliknya (konduktivitas).
  3. Bereaksi aktif terhadap rangsang yang tiba berupa gerakan pindah atau menghindar.
Anda kini sudah mengetahui Struktur dan Fungsi Neuron atau Sel Saraf. Terima kasih sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Tuesday, December 10, 2019

Pintar Pelajaran Sel Saraf (Neuron) Pada Manusia

Sel Saraf (Neuron) Manusia - Sistem saraf tersusun atas miliaran sel yang sangat khusus yang disebut sel saraf (neuron). Setiap neuron tersusun atas tubuh sel, dendrit, dan akson (neurit). Lihat Gambar 1. Badan sel merupakan bab sel saraf yang mengandung nukleus (inti sel) dan tersusun pula sitoplasma yang bergranuler dengan warna kelabu. Di dalamnya juga terdapat membran sel, nukleolus (anak inti sel), dan retikulum endoplasma. Retikulum endoplasma tersebut memiliki struktur berkelompok yang disebut tubuh Nissl. Pada tubuh sel terdapat bab yang berupa serabut de ngan penjuluran pendek. Bagian ini disebut dendrit. Dendrit mempunyai struktur yang bercabang-cabang (seperti pohon) dengan banyak sekali bentuk dan ukuran. Fungsi dendrit yaitu mendapatkan impuls (rangsang) yang tiba dari reseptor. Kemudian impuls tersebut dibawa menuju ke tubuh sel saraf. (Baca juga : Sistem Saraf pada Manusia)
Sistem saraf tersusun atas miliaran sel yang sangat khusus yang Pintar Pelajaran Sel Saraf (Neuron) pada Manusia
Gambar 1. Struktur sel saraf manusia
Selain itu, pada tubuh sel juga terdapat penjuluran panjang dan kebanyakan tidak bercabang. Namanya yaitu akson atau neurit. Akson berperan dalam menghantarkan impuls dari tubuh sel menuju efektor, seperti otot dan kelenjar. Walaupun diameter akson hanya beberapa mikrometer, namun panjangnya sanggup mencapai 1 sampai 2 meter. Supaya isu atau impuls yang dibawa tidak bocor (sebagai isolator), akson dilindungi oleh selubung lemak yang kemilau. Kita bisa menyebutnya selubung mielin. Selubung mielin dikelilingi oleh sel-sel Schwan. Selubung mielin tersebut dihasilkan oleh sel-sel pendukung yang disebut oligodendrosit. Sementara itu, pada akson terdapat bab yang tidak terlin dungi oleh selubung mielin. Bagian ini disebut nodus Ranvier, yang berfungsi memperbanyak impuls saraf atau mempercepat jalannya impuls.
Sistem saraf tersusun atas miliaran sel yang sangat khusus yang Pintar Pelajaran Sel Saraf (Neuron) pada Manusia
Gambar 2. Selubung mielin
Berdasarkan struktur dan fungsinya, neuron dikelompokkan dalam tiga bagian, yaitu neuron sensorik, neuron motorik, dan interneuron. Cermati Gambar 3, 4 dan 5.

Sistem saraf tersusun atas miliaran sel yang sangat khusus yang Pintar Pelajaran Sel Saraf (Neuron) pada Manusia
Gambar 3. Neuron sensoris vertebrata
Sistem saraf tersusun atas miliaran sel yang sangat khusus yang Pintar Pelajaran Sel Saraf (Neuron) pada Manusia
Gambar 4. Neuron motoris invertebrata
Sistem saraf tersusun atas miliaran sel yang sangat khusus yang Pintar Pelajaran Sel Saraf (Neuron) pada Manusia
Gambar 5. Interneuron vertebrata
Neuron sensorik merupakan neuron yang mempunyai tubuh sel bergerombol membentuk simpul saraf atau ganglion (jamak = ganglia). Dendritnya berafiliasi dengan neurit neuron lain, sedangkan neuritnya berkaitan dengan dendrit neuron lain. Fungsi neuron sensorik yakni meneruskan impuls (rangsangan) dari reseptor menuju sistem saraf sentra (otak dan sumsum tulang belakang). Oleh alasannya yaitu itu, neuron sensorik disebut pula neuron indra.

Sistem saraf tersusun atas miliaran sel yang sangat khusus yang Pintar Pelajaran Sel Saraf (Neuron) pada Manusia
Gambar 6. Hubungan antara neuron sensorik, neuron motorik, dan interneuron
Sementara itu, neuron motorik merupakan neuron yang berperan meneruskan impuls dari sistem saraf pusat ke otot dan kelenjar yang akan melaksanakan respon tubuh. Karena kiprahnya ini, neuron motorik disebut pula neuron penggerak. Dendrit neuron motorik berhubungan dengan neurit neuron lain, adapun neuritnya berkaitan dengan efektor (otot dan kelenjar). Antara neuron sensorik dan neuron motorik dihubungkan oleh interneuron atau neuron ajustor dengan letak yang berada pada otak dan sumsum tulang belakang. Interneuron merupakan neuron yang membawa impuls dari sensorik atau interneuron lain. Karena itu, interneuron disebut pula neuron konektor.

Anda kini sudah mengetahui Sel Saraf atau Neuron. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Bab Dan Fungsi Sel Saraf (Neuron) Manusia

Bagian dan Fungsi Sel Saraf (Neuron) Manusia - Sistem saraf tersusun atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Sel-sel neuron terbagi atas beberapa bab adalah badan sel, dendrit, dan neurit (akson).

a. Badan sel, berwarna kelabu, terdiri atas membran sel, sitoplasma (neuroplasma), nukleus, nukleolus, dan retikulum endoplasma. Retikulum endoplasma yang mengelompok pada sel saraf disebut tubuh nissl.

b. Dendrit, merupakan lanjutan atau percabangan tubuh sel saraf. Dendrit berfungsi mendapatkan impuls yang tiba dari ujung akson lain, selanjutnya membawa impuls tersebut ke dalam tubuh sel saraf. Dendrit disebut juga serabut pendek neuron.

c. Neurit (akson) disebut juga serabut panjang neuron. Neurit berfungsi meneruskan impuls yang berasal dari tubuh sel saraf ke sel-sel saraf yang lain. Bagian tubuh sel saraf yang berhubungan dengan akson berbentuk segitiga dinamakan akson hillcok. Neurit terbungkus oleh selubung mielin. Selubung ini tersusun oleh sel-sel Schwann. Mielin berfungsi sebagai isolator.

Bagian neurit yang tidak berselubung mielin disebut nodus ranvier. Nodus ranvier berfungsi mempercepat jalannya impuls. Ujung neurit disebut terminal percabangan yang akan bertemu dengan ujung dendrit sel neuron yang lain. Pertemuan kedua ujung sel neuron yang berbeda disebut sinapsis. Perhatikan Gambar 1.
sel neuron terbagi atas beberapa bab adalah tubuh Pintar Pelajaran Bagian dan Fungsi Sel Saraf (Neuron) Manusia
Gambar 1. Struktur neuron
Neuron terbagi menjadi 3 macam menurut fungsi, tempat impuls disalurkan, dan strukturnya. Perbedaan neuron dapat dilihat dalam Tabel 1. berikut.

Tabel 1. Perbedaan Antara Neuron Sensorik, Neuron Motorik, dan Neuron Konektor

Ciri-Ciri
Neuron Sensorik
Neuron Motorik
Neuron Konektor
Arah impuls
Dari reseptor ke sistem saraf pusat
Dari sistem saraf sentra ke efektor
Dari neuron sensorik ke neuron motorik
Daerah yang berafiliasi dengan dendrit
Reseptor
Neurit neuron yang lain
Neuron sensorik
Daerah yang berafiliasi dengan neurit
Dendrit neuron lain
Efektor
Neuron motorik
Struktur dendrit
Panjang
Pendek
Pendek
Struktur neurit
Pendek
Panjang
Panjang

Anda kini sudah mengetahui Bagian Sel Saraf dan Fungsi Sel Saraf. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Sunday, April 12, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Jaringan Saraf Pada Binatang Vertebrata

Struktur dan Fungsi Jaringan Saraf pada Hewan Vertebrata - Coklat dan susu manis, kalau kita nikmati ketika bersantai akan terasa nikmat di lidah, terutama rasanya yang manis. Sebaliknya ketika sakit, lidah akan terasa pahit terhadap semua makanan yang masuk ke mulut, lebih-lebih lagi kalau obat yang dimasukkan. Rasa elok atau pahit dapat dirasakan sebab pengecap terdapat jaringan saraf. Jaringan saraf tersusun oleh sel-sel saraf yang disebut neuron. Sel saraf berperan dalam mendapatkan dan meneruskan rangsangan dari kepingan satu tubuh ke kepingan tubuh yang lain. Sel saraf ini berbentuk unik, dengan sitoplasma yang menjulur dan memanjang. Sel saraf mempunyai bagian utama yaitu tubuh sel (perikarion) dan penjuluran sitoplasma (prosesus) yang mencakup dendrit dan neurit (akson).
 kalau kita nikmati ketika bersantai akan terasa Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Jaringan Saraf pada Hewan Vertebrata
Gambar 1. Struktur sel saraf
Dendrit merupakan serabut pendek yang berperan dalam menerima dan memasukkan rangsangan ke tubuh sel. Adapun neurit (akson) yaitu serabut panjang, yang berfungsi menghantarkan impuls/ rangsangan dari tubuh sel ke neuron lain. Akson ini biasanya dibungkus oleh sel Schwann. Antara akson suatu neuron dengan dendrit neuron lainnya ditautkan oleh suatu kepingan yang disebut sinapsis. Berdasarkan fungsinya, neuron sanggup dibedakan menjadi neuron sensorik, neuron motorik, dan neuron asosiasi. Neuron sensorik berfungsi mendapatkan dan meneruskan rangsang dari indera ke saraf pusat. Kemudian, neuron motorik berfungsi membawa atau memberikan impuls dari saraf sentra ke efektor. Sementara, neuron asosiasi memberikan impuls dari neuron sensorik ke neuron motorik.
 kalau kita nikmati ketika bersantai akan terasa Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Jaringan Saraf pada Hewan Vertebrata
Gambar 2. Proses penyampaian impuls dari : panca indera → saraf pusat → efektor
Anda kini sudah mengetahui Struktur dan Fungsi Jaringan Saraf pada Hewan Vertebrata. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Tuesday, December 10, 2019

Pintar Pelajaran Sistem Saraf Tepi (Perifer) Insan : Struktur Fungsi Bagian

Sistem Saraf Tepi (Perifer) pada Manusia : Struktur Fungsi Bagian - Sistem saraf tepi dinamakan pula sistem saraf perifer. Sistem saraf tepi merupakan bab dari sistem saraf tubuh yang meneruskan rangsangan (impuls) menuju dan dari sistem saraf pusat. Karena itu, di dalamnya terdapat serabut saraf sensorik (saraf aferen) dan serabut saraf motorik (saraf eferen). Serabut saraf sensorik yaitu sekumpulan neuron yang menghantarkan impuls dari reseptor menuju sistem saraf pusat. Sedangkan serabut saraf motorik berperan dalam menghantarkan impuls dari sistem saraf sentra menuju efektor (otot dan kelenjar) untuk ditanggapi. Berdasarkan asalnya, sistem saraf tepi terbagi atas saraf kranial dan saraf spinal yang masing-masing berpasangan, serta ganglia (tunggal: ganglion). Saraf kranial merupakan semua saraf yang keluar dari permukaan dorsal otak. Saraf spinal ialah semua saraf yang keluar dari kedua sisi tulang belakang. Masing-masing saraf ini mempunyai karakteristik fungsi dan jumlah saraf yang berbeda. Sementara itu, ganglia merupakan kumpulan tubuh sel saraf yang membentuk simpul-simpul saraf dan di luar sistem saraf pusat.

Sistem saraf tepi dinamakan pula sistem saraf perifer Pintar Pelajaran Sistem Saraf Tepi (Perifer) Manusia : Struktur Fungsi Bagian
Gambar 1. Sistem saraf manusia
Sistem saraf tepi dinamakan pula sistem saraf perifer Pintar Pelajaran Sistem Saraf Tepi (Perifer) Manusia : Struktur Fungsi Bagian
Gambar 2. Saraf kranial pada otak
Saraf kranial berjumlah 12 pasang dan setiap pasangnya diidentifikasi dengan penomoran Romawi. Pasangan saraf kranial terdiri atas tiga karakteristik fungsi, mencakup tiga pasang bersifat sensorik yakni saraf nomor I, II, dan VIII; lima pasang bersifat motorik yakni saraf nomor III, IV, VI, XI, dan XII; dan empat pasang bersifat sensorik dan motorik yakni saraf nomor V, VII, IX, dan X. Perhatikan Gambar 9.16, kemudian simak pula Tabel 1. berikut.

Tabel 1. Saraf Kranial dan Fungsinya

Nomor
Saraf
Nama Saraf

Sifat Saraf

Asal Saraf

Fungsi

I
Olfaktori
Sensorik
Selaput lendir hidung
Penciuman
II
Optik
Sensorik
Retina
Penglihatan
III
Okulomotor
Motorik
Proprioseptor otot bola mata
Pergerakan otot mata ke kanan-kiri dan kelopak mata
IV
Troklear
Motorik
Proprioseptor otot bola mata
Pergerakan bola mata
V
Trigeminal
Sensorik-motorik
Gigi dan kulit kepala
Perasa (sensorik) dan pelopor pengecap (motorik)
VI
Abdusen
Motorik
Proprioseptor otot bola mata
Pergerakan bola mata
VII
Fasial
Sensorik-motorik
Ujung pengecap dua pertiga bab depan pengecap
Pengecap (sensorik) dan pengatur mimik wajah (motorik)
VIII
Vestibulo koklear
Sensorik
Saluran semisirkular, utrikulus, sakulus (keseimbangan), koklea (pendengaran)
Pendengaran
IX
Glosofaringeal
Sensorik-motorik
Ujung pengecap sepertiga bab belakang lidah, lapisan faring
Pengecap (sensorik) dan pelopor faring (motorik)
X
Vagus
Sensorik-motorik
Reseptor sejumlah organ dalam laring paru-paru, jantung, aorta, lambung
Pengatur bunyi (sensorik) dan perasa (motorik)
XI
Asesori
Motorik
Proprioseptor otot leher, pundak, faring, dan laring
Pergerakan leher dan pundak, pergerakan faring dan laring
XII
Hipoglosal
Motorik
Proprioseptor dalam pengecap
Pergerakkan otot pengecap
Sumber : Villie, Walker, Barnie, Zoologi Umum 1, 1984, hlm. 247

Adapun saraf spinal mempunyai jumlah 31 pasang. Setiap pasang saraf spinal yang keluar dari tulang belakang merupakan adonan dari neuron sensorik dan neuron motorik. Kedua neuron ini keluar dari sisi tulang belakang melalui dua akar, yakni akar dorsal dan akar ventral. Neuron sensorik membawa impuls dari reseptor menuju sumsum tulang belakang melewati akar dorsal. Adapun neuron motorik meneruskan impuls yang diproses dalam sumsum tulang belakang menuju efektor melewati akar ventral.

Anda kini sudah mengetahui Sistem Saraf Tepi. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Monday, December 9, 2019

Pintar Pelajaran Indra Pendengaran Pada Insan (Telinga) : Struktur Fungsi Bagian

Indera Pendengaran (Telinga) pada Manusia : Struktur Fungsi Bagian - Apakah Anda menyukai dan memperhatikan jenis lagu yang diciptakan oleh Mozart? Pada musik tersebut, Mozart menciptakan musik klasik yang bisa memperdengarkan musik dari nada paling rendah hingga nada paling tinggi dengan indah. Mengapa kita sanggup mendengar bunyi-bunyi tersebut dan bagaimana mekanismenya? (Baca juga : Indera pada Manusia)

Getaran bunyi yang dihasilkan oleh sumber bunyi, misalnya alat-alat musik akan ditangkap oleh reseptor pendengaran yang disebut fonoreseptor. Telinga terbagi menjadi 3 belahan ialah pendengaran luar, telinga tengah, dan pendengaran dalam. Bagian-bagian pendengaran luar dan fungsinya dijelaskan dalam Tabel 1. berikut.

Tabel 1. Bagian dari Organ Telinga Luar dan Fungsinya

Organ Telinga Luar

Fungsi
a. Daun pendengaran
Mengumpulkan dan menyalurkan gelombang bunyi ke dalam telinga
Bagian pendengaran luar berupa gelambir
b. Liang pendengaran
Membantu mengkonsentrasikan gelombang suara
Saluran menuju membran timpani
c. Rambut
Menahan dan menjerat kotoran yang melewati lubang telinga
Berupa bulu-bulu halus
d. Kelenjar minyak
Meminyaki dan menahan kotoran yang melewati lubang telinga
Bagian yang menghasilkan minyak
e. Membran timpani
Menangkap getaran bunyi dan menyalurkan ke tulang-tulang pendengar
Berupa selaput tipis (selaput gendang) yang kuat

Telinga tengah merupakan belahan yang menghubungkan telinga luar dengan pendengaran dalam. Telinga ini terdiri atas tulangtulang pendengar (osikula), ialah tulang martil (maleus), tulang landasan (inkus), dan tulang sanggurdi (stapes). Selain terdiri atas osikula, pendengaran tengah juga mencakup tingkap oval, yaitu membran pembatas antara pendengaran tengah dan pendengaran dalam.

Telinga dalam terdiri atas rumah siput, organ korti, kanalis semisirkularis, serta sakulus dan utrikulus. Penjelasan tiap-tiap bagian ini dapata dilihat dalam Tabel 2. berikut.

Tabel 2. Bagian-Bagian dari Organ Telinga Dalam dan Fungsinya


Organ Telinga Dalam

Fungsi
a.
Rumah siput (koklea) Saluran menyerupai spiral (berisi cairan endolimfe)
Meneruskan rangsang getaran bunyi
b.
Organ korti Bagian koklea yang peka terhadap rangsang bunyi
Meneruskan getaran bunyi ke saraf auditori
c.
Kanalis semisirkularis (3 saluran setengah lingkaran) Berupa 3 saluran berlengkung-lengkung
Alat keseimbangan badan
d.
Sakulus dan utrikulus Pangkal kanalis semisirkularis (berisi cairan endolimfe dan butiran kalsium)
Menjaga keseimbangan badan

Seperti telah Anda ketahui sebelumnya, kita sanggup mendengar bunyi dari frekuensi rendah hingga frekuensi tinggi. Namun, ternyata indra pendengar insan hanya sanggup mendengar bunyi dengan kisaran frekuensi terendah 20 Hz dan tertinggi 20.000 Hz. 

Mekanisme kerja indra pendengar sebagai berikut.

Getaran suara → Daun telinga → Saluran telinga → Membran telinga → Membran timpani → Tulang-tulang pendengar (martil, landasan, sanggurdi) → Telinga dalam (tingkap oval) → Rumah siput: saluran vestibular, kanal timpani, kanal tengah, dasar koklea → Sel-sel rambut → Membran tektorial dan membran basiler → Organ korti → Sel saraf auditori → Otak

Fungsi pendengaran selain sebagai indra pendengaran juga berfungsi sebagai alat keseimbangan. (Lihat kembali gambar bagian-bagian pendengaran dalam).

Perhatikan Gambar 1. di bawah ini. 
Apakah Anda menyukai dan memperhatikan jenis lagu yang Pintar Pelajaran Indra Pendengaran pada Manusia (Telinga) : Struktur Fungsi Bagian
Gambar 1. Bagian-bagian telinga
Di atas koklea terdapat dua kantung berisi limfe yang sambungmenyambung. Kantung ini dilapisi sel-sel rambut dan disambungkan pada neuron sensorik. Pada sel-sel rambut tersebut terdapat bola-bola kalsium karbonat yang berukuran sangat kecil. Bola-bola ini dipengaruhi gravitasi. Pada ketika kepala berubah posisi, ”batu-batu telinga” menggeser posisinya. Impuls saraf yang diawali oleh sel-sel rambut dikirim kembali ke otak memberi tahu adanya perubahan.

Beberapa gangguan pada pendengaran sebagai fungsi pendengaran sebagai berikut.

1) Tuli konduksi, pendengaran tidak sanggup mendengar karena gangguan pada penghantaran getaran suara. Sebab-sebab gangguan ini antara lain:

a) penyumbatan saluran pendengaran oleh minyak serumen,
b) penebalan atau pecahnya membran timpani,
c) pengapuran pada tulang pendengaran,
d) kekakuan korelasi stapes pada tingkap oval.

2) Tuli saraf ialah tuli yang disebabkan adanya kerusakan saraf auditori (saraf pendengaran).

Ketulian

Ada banyak penyebab terjadinya masalah pendengaran. Beberapa di antaranya mengakibatkan ketulian ringan dan sebagian lain mengakibatkan ketulian total. Kadangkala penyakit seperti meningitis bisa mengakibatkan ketulian. Ketika seseorang beranjak tua, pendengaran juga akan berkurang. Suara yang keras juga bisa merusakkan pendengaran dan mengakibatkan tuli. (Sumber: Mempelajari Indra)

Anda kini sudah mengetahui Indera Pendengaran. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.