Showing posts with label Protista. Show all posts
Showing posts with label Protista. Show all posts

Sunday, December 1, 2019

Pintar Pelajaran Pengertian Protista


Pengertian Protista - Pada kepingan ini, kalian akan mempelajari eukariotik yang lebih maju daripada prokariotik. Salah satu kingdom yang termasuk dalam eukariotik ialah Protista. Protista berasal dari bahasa Yunani protos yang berarti ‘pertama’. Jadi, Protista merupakan eukariotik pertama hasil evolusi prokariotik. Pada kepingan ini kalian akan diajak untuk mendalami ciri-ciri umum, klasifi kasi, dan peranan Protista dalam kehidupan. Setelah mempelajari materi pada kepingan ini, dibutuhkan kalian mampu mendeskripsikan ciri-ciri umum Protista, membedakan Protista mirip jamur, mirip tumbuhan, dan mirip hewan, serta memperlihatkan contoh peranan Protista yang menguntungkan dan merugikan dalam kehidupan. Oleh alasannya itu simaklah penjelasannya pada sub kepingan berikut.




Ringkasan :
  1. Ciri-ciri Protista yaitu makhluk hidup bersel satu atau bersel banyak, ada yang me nyerupai jamur, ada yang mirip hewan, dan juga ada yang mirip tumbuhan.
  2. Anggota Protista yang mirip jamur yaitu jamur air (Oomycotina) dan jamur lendir (Mixo mycotina).
  3. Anggota Protista yang mirip binatang ialah anggota Protozoa.
  4. Anggota Protista yang mirip flora ialah majemuk ganggang yang terbagi dalam 6 Filum, yaitu Pyrhophyta, Euglenophyta, Phaeophyta, Chrysophyta, Ahodophyta, Chlorophyta.
  5. Filum Protozoa dibedakan menjadi 4 kelompok yaitu Rhizopoda (Sarcodina), Ciliata (Cilophora atau infusoria), Flagellata (Mastigophora), dan Sporozoa (Apicomplexa).
  6. Ciri Rhizopoda antara lain badan uniseluler, bentuk tidak tetap, mempunyai sitoplasma, cara hidup bebas dan parasit, bereproduksi secara aseksual (pembelahan biner), dan mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi.
  7. Ciri Cilliata antara lain badan uniseluler, bentuk tetap, mempunyai sitostoma, mempunyai 2 inti sel, bereproduksi secara vegetatif dan generatif, mempunyai trikokis yang berfungsi sebagai alat pertahanan diri.
  8. Ciri Flagellata antara lain uniseluler, bentuk (bulat, oval, lonjong), mempunyai alat gerak berupa flagella, habitat kosmopolit, cara hidup (soliter, berkoloni, dan melaksanakan simbiosis), cara reproduksi secara vegetatif (membelah diri).
  9. Ciri Sporozoa antara lain uniseluler, bentuk badan bervariasi dalam siklus hidupnya, tidak memiliki alat gerak, cara bereproduksi aseksual dengan cara pembelahan biner, seksual dengan pembentukan gamet.
  10. Peran Protozoa dalam kehidupan yang menguntungkan antara lain sebagai materi penggosok, petunjuk adanya minyak bumi, membantu proses pembusukan sisa makanan dalam usus. Sedangkan peran yang merugikan antara lain sebagai penyebab penyakit, mirip malaria.
  11. Protista yang mempunyai nilai ekonomi tinggi antara lain Chlorella, Ulva, Eucheuma spinosum, Gracilaria, Foraminifera, Radiolaria, dan Diatom.
  12. Protista yang sering menyebabkan penyakit antara lain Trypanosoma, Plasmodium, dan Toxoplasma.
Anda kini sudah mengetahui Protista. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Penjabaran Protista

Klasifikasi Protista - Anggota Protista sangat beragam, sehingga untuk mempermudah dalam mempelajarinya, maka para andal taksonomi membagi Protista dalam tiga kategori yaitu:
Anda kini sudah mengetahui Klasifikasi Protista. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Karakteristik / Ciri-Ciri Protista

Karakteristik / Ciri-ciri Protista - Apakah kalian menyadari bahwa air yang sering kalian gunakan untuk minum, mandi dan mencuci pakaian ternyata mengandung banyak mikroorganisme ? Mikroorganisme tersebut ukurannya sangat kecil (disebut juga jasad renik) yang hanya sanggup dilihat dengan bantuan mikroskop. Mikroorganisme merupakan salah satu dari sekian ribu makhluk hidup yang termasuk dalam Kingdom Protista. Bagaimanakah bentuk morfologi dan ciri-ciri Protista? (Baca juga : Protista)

Protista merupakan organisme eukariotik yang paling sederhana. Protista telah ada sebelum munculnya tumbuhan, hewan, dan jamur. Sebagian besar jenis Protista bersifat uniseluler, akan tetapi ada juga yang hidup secara berkelompok dan bersifat multiseluler.

Sebagian besar Protista bersifat aerob, yakni memerlukan oksigen untuk kelangsungan hidupnya. Oksigen dipakai dalam proses respirasi yang bertempat pada mitokondria. Namun, beberapa jenis Protista bersifat anaerob, yakni tidak memerlukan oksigen dalam hidupnya. Protista anaerob melaksanakan respirasi dengan bersimbiosis bersama basil yang bersifat aerob. Beberapa Protista bersifat heterotrof, memperoleh masakan dengan cara mengabsorbsi molekul-molekul organik dan sebagian lagi bersifat fotoautotrof sebab mempunyai kloroplas sebagai daerah untuk menangkap energi matahari.

Protista sanggup ditemukan pada setiap daerah yang mengandung air, tanah yang basah, sampah, dedaunan, dan habitat lain yang cukup lembab. Protista yang hidup di maritim sebagian besar bertindak sebagai fitoplankton yang merupakan kontributor utama dalam penyediaan energi jaring-jaring makanan.

Protista sanggup hidup secara bebas atau bersimbiosis secara mutualisme, parasitisme, dan komensalisme. Protista benalu bersifat patogen pada binatang dan manusia. Beberapa jenis Protista memiliki alat gerak sehingga bersifat motil. Adapun reproduksi sanggup terjadi secara seksual dan aseksual. Sedangkan pada kondisi lingkungan yang tidak sesuai, Protista membentuk sel resisten yang disebut kista.

Tahukah kalian? Fosil Protista yang tertua ialah acritarch. Fosil ini ditemukan di Australia pada zaman prekambium, dan telah berumur 2,1 miliar tahun. (Sumber: Campbell, Reece, Mitchell, 2003, hlm. 126)

Anda kini sudah mengetahui Ciri-ciri Protista. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Protista Yang Seakan-Akan / Mirip Binatang (Protozoa)

Klasifikasi Protista yang Mirip / Menyerupai Hewan (Protozoa) - Protozoa berasal dari bahasa Yunani, proto yang berarti ‘pertama’, dan zoa yang berarti ‘hewan’. Jadi, Protozoa disebut juga sebagai hewan pertama. Protozoa merupakan Protista yang mirip binatang karena memiliki sifat heterotrof, bisa bergerak dan menelan makanan. Protozoa mempunyai ukuran mikroskopis, adalah berkisar antara 10 nm-200 nm (1 nm = 109 m). Protozoa merupakan organisme uniseluler dengan bentuk yang bervariasi, ada yang bentuknya tetap dan ada pula yang berubah-ubah. Protozoa mempunyai alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia), bulu cambuk (flagella), atau rambut getar (cilia). (Baca juga : Klasifikasi Protista)

Protozoa hidup secara heterotrof dengan memangsa basil dan bersimbiosis dengan organisme lain. Kebanyakan Protozoa hidup di dalam tubuh makhluk hidup atau di dalam air (air tawar maupun air laut). Protozoa dapat bereproduksi secara vegetatif (aseksual) dengan pembelahan biner, maupun secara generatif (seksual), dengan cara konjugasi.

Berdasarkan alat geraknya, Protozoa dibedakan menjadi 4 kelompok, yaitu Rhizopoda (Filum Sarcodina), Ciliata (Filum Ciliophora/ Infusoria), Flagellata (Filum Mastigophora), dan Sporozoa (Filum Apicomplexa). Bagaimanakah ciri-ciri dari keempat Filum tersebut? Kalian akan mengetahuinya sesudah mempelajari uraian berikut.

1. Rhizopoda (Filum Sarcodina)

2. Ciliata (Filum Ciliophora/ Infusoria)

3. Flagellata (Filum Mastigophora)

4. Sporozoa (Filum Apicomplexa)

Anda kini sudah mengetahui Protista yang Menyerupai Hewan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Rhizopoda (Filum Sarcodina) : Pengertian Ciri-Ciri Reproduksi Struktur Sel Contoh

Rhizopoda (Filum Sarcodina) : Pengertian Ciri-ciri Reproduksi Struktur Sel Contoh - Istilah rhizopoda berasal dari bahasa Yunani, rhizo yang berarti ‘akar’ dan podos yang berarti ‘kaki’. Jadi, rhizopoda berarti kaki yang mirip akar. Anggota Filum ini bergerak menggunakan pseudopodia (kaki semu). Disebut pseudopodia atau kaki semu karena terbentuk sebagai hasil penjuluran sitoplasma sel, yang seolah-olah berfungsi sebagai kaki. Selain untuk bergerak, kaki semu juga berfungsi untuk mencari makanan. (Baca juga : Protista yang Mirip Hewan)

Salah satu teladan Filum Sarcodina yaitu Amoeba. Ketika bergerak, Amoeba akan menjulurkan pseudopodia dan mengaitkan ujungnya lalu mengeluarkan lebih banyak sitoplasma ke dalam pseudopodia. Gerak semacam ini disebut gerak amoeboid. Dengan adanya kaki semu ini, berarti bentuk sel rhizopoda berubah-ubah baik ketika membisu maupun ketika bergerak. Amoeba mempunyai sitoplasma yang terdiri atas ektoplasma dan endoplasma. Ektoplasma yaitu plasma sel penggalan luar yang berbatasan dengan membran, sementara endoplasma merupakan plasma sel di sebelah dalam ektoplasma. Aliran ektoplasma dan endoplasma tersebut berperan dalam penjuluran dan penarikan pseudopodia.

Selain sitoplasma, ektoplasma, dan endoplasma, di dalam sel amoeba juga terdapat vakuola kontraktil, vakuola makanan, inti sel, dan sentriol. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar 1.
Istilah rhizopoda berasal dari bahasa Yunani Pintar Pelajaran Rhizopoda (Filum Sarcodina) : Pengertian Ciri-ciri Reproduksi Struktur Sel Contoh
Gambar 1. Bagian-bagian badan Amoeba
Vakuola kuliner merupakan rongga yang digunakan untuk mencerna makanan. Sedangkan vakuola kontraktil berfungsi sebagai rongga untuk membuang sisa hasil metabolisme dan untuk mengatur tekanan osmosis tubuh. Inti sel merupakan daerah terdapatnya DNA dan materi genetik, sedangkan sentriol berfungsi untuk mengontrol gerakan sel dalam penjuluran pseudopodia dan dalam orientasi pembelahan sel.

Rhizopoda bereproduksi secara vegetatif atau aseksual dengan pembelahan biner. Selain itu, rhizopoda mempunyai kemampuan beradaptasi yang baik pada kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan dengan membentuk kista. Rhizopoda sanggup hidup pada daerah yang lembab, air laut, maupun benalu pada badan manusia. Berikut ini beberapa contoh anggota Rhizopoda dan habitatnya masing-masing.

a. Rhizopoda yang hidup di daerah lembab, misalnya adalah Amoeba proteus.
b. Rhizopoda yang hidup di laut, misalnya Foraminifera dan Radiolaria.

Perhatikan gambar 2. Foraminifera mempunyai kerangka luar yang berongga dan terbuat dari kalsium karbonat. Sedangkan Radiolaria mempunyai kerangka dalam yang terbuat dari silika.
Istilah rhizopoda berasal dari bahasa Yunani Pintar Pelajaran Rhizopoda (Filum Sarcodina) : Pengertian Ciri-ciri Reproduksi Struktur Sel Contoh
Gambar 2. (a) Foraminifera, (b) Radiolaria
Tahukah kalian? 

Endapan cangkang Foraminifera dapat membentuk tanah yang disebut tanah globegerina. Endapan tanah tersebut dapat dijadikan sebagai petunjuk adanya minyak bumi.

Anda kini sudah mengetahui mengenai Rhizopoda. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Ciliata (Filum Ciliophora) : Pengertian Ciri-Ciri Struktur Sel Reproduksi Contoh

Ciliata (Filum Ciliophora) : Pengertian Ciri-ciri Struktur Sel Reproduksi Contoh - Istilah ciliata berasal dari bahasa Latin cilia yang berarti ‘rambut kecil’. Salah satu ciri khas ciliata yaitu mempunyai silia sebagai alat gerak dan untuk mencari makan. Ciliata merupakan organisme bersel tunggal (uniseluler) dengan bentuk tetap atau tidak berubah. Beberapa anggota ciliata seluruh tubuhnya ditutupi oleh barisan silia, sedangkan lainnya mempunyai silia yang berkelompok. Susunan silia yang spesifik tersebut menunjukkan tingkat adapatasi terhadap lingkungannya. (Baca juga : Protista yang Mirip Hewan)

Ciri lain dari ciliata yaitu adanya 2 inti sel, yaitu makronu kleus dan mikronukleus. Makronukleus merupakan inti sel berukur an besar berfungsi dalam reproduksi aseksual (vegetatif), sedangkan mikronukleus merupakan inti sel berukuran kecil diharapkan untuk bereproduksi secara seksual dengan cara konjugasi. Selain bereproduksi secara seksual, Ciliata juga bereproduksi secara aseksual dengan cara membelah diri. Reproduksi salah satu anggota Ciliata secara konjugasi sanggup kalian lihat pada Gambar 1.
Istilah ciliata berasal dari bahasa Latin cilia yang berarti  Pintar Pelajaran Ciliata (Filum Ciliophora) : Pengertian Ciri-ciri Struktur Sel Reproduksi Contoh
Gambar 1. Reproduksi secara konjugasi pada Paramaecium caudatum
Ciliata pada umumnya hidup di tempat-tempat berair. Mereka mengambil masakan dengan menyapu aliran air yang berisi partikel masakan ke dalam organel yang menyerupai mulut dan kerongkongan. Barisan silia yang berada di sepanjang celah lisan yang berbentuk corong, berfungsi untuk menggerakkan makanan ke lisan sel. Selanjutnya, masakan ditelan melalui proses fagositosis. Bahan yang tidak tercerna dalam vakuola masakan akan dikeluarkan melalui pori yang berfungsi sebagai lubang anus. Proses ini disebut sebagai eksositosis.

Salah satu teladan anggota Ciliata yang populer adalah Paramaecium. Paramaecium merupakan anggota Ciliata yang hidup bebas, bentuk tubuhnya mirip sandal dan tubuhnya diselubungi oleh pelikel. Sistem organela Paramaecium dapat kalian lihat pada Gambar 2.
Istilah ciliata berasal dari bahasa Latin cilia yang berarti  Pintar Pelajaran Ciliata (Filum Ciliophora) : Pengertian Ciri-ciri Struktur Sel Reproduksi Contoh
Gambar 2. Sistem organela Paramaecium.
Contoh anggota Ciliata yang lain adalah:

a. Stentor, mempunyai bentuk badan mirip terompet.
b. Didinium, merupakan predator Paramaecium.
c. Vorticella, mempunyai bentuk badan mirip lonceng.
d. Stylonichia, mempunyai bentuk badan oval dengan silia yang berkelompok disebut cirri.
Istilah ciliata berasal dari bahasa Latin cilia yang berarti  Pintar Pelajaran Ciliata (Filum Ciliophora) : Pengertian Ciri-ciri Struktur Sel Reproduksi Contoh
Gambar 3. Beberapa anggota Ciliata (a) Stentor, (b) Vorticella, (c) Stylonichia, (d) Didinium
Anda kini sudah mengetahui mengenai Ciliata. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Flagellata (Filum Mastigophora) : Pengertian Ciri-Ciri Struktur Sel Reproduksi Contoh

Flagellata (Filum Mastigophora) : Pengertian Ciri-ciri Struktur Sel Reproduksi Contoh - Flagellata berasal dari kata flagellum yang berarti ‘bulu cambuk’. Ciri khas Filum ini ialah mempunyai alat gerak berupa bulu cambuk yang disebut flagella. Flagella juga berfungsi sebagai alat peraba dan alat penangkap makanan. Flagellata pada umumnya mempunyai bentuk badan oval, panjang, dan bulat. Habitat Flagellata sebagian besar ialah air tawar, air laut, tanah yang basah, atau dalam badan makhluk hidup sebagai parasit. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan pembelahan biner. Beberapa jenis Flagellata khususnya genus Trypanosoma, merupakan penyebab penyakit pada insan dan hewan, misalnya Trypanosoma gambiense, Trypanosoma rhodesiense, Trypanosoma evansi, Trychomonas v*ginalis, Trypanosoma cruzi, Trypanosoma brucei, dan Leismenia donovani. (Baca juga : Protista yang Menyerupai Hewan)
Gambar 1. Trypanosoma gambiense (cal.vet.upenn.edu)
Anda kini sudah mengetahui Flagellata. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Sporozoa (Filum Apicompleksa) : Pengertian Ciri-Ciri Struktur Sel Reproduksi Contoh

Sporozoa (Filum Apicompleksa) : Pengertian Ciri-ciri Struktur Sel Reproduksi Contoh - Istilah Sporozoa berasal dari bahasa Yunani, spora yang berarti ‘benih’ dan zoa yang berarti ‘hewan’. Sporozoa merupakan salah satu kelompok Protozoa yang membentuk spora dalam salah satu tahapan silkus hidupnya. Semua anggota Sporozoa hidup sebagai benalu dalam tubuh organisme lain dan tidak mempunyai alat gerak. (Baca juga : Protista yang Menyerupai Hewan). Pergerakannya dilakukan dengan mengubah posisi tubuhnya. Anggota sporozoa yang paling dikenal ialah Plasmodium. Plasmodium merupakan penyebab penyakit malaria dan menyerang sel darah merah. Penyakit malaria ditularkan dari insan satu ke manusia lain melalui gigitan nyamuk Anopheles. (Baca juga : Siklus hidup Plasmodium)

Anda kini sudah mengetahui mengenai Sporozoa. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Daun / Siklus Hidup Plasmodium Falciparum Vivax Malariae Ovale

Daun / Siklus Hidup Plasmodium Falciparum Vivax Malariae Ovale - Siklus hidup Plasmodium ditemukan oleh Ronald Ross dan Grassi. Reproduksi secara aseksual terjadi di dalam badan manusia secara skizogoni (pembelahan diri dalam badan inang tetap) dan pada tubuh nyamuk Anopheles betina secara sporogoni (pembentukan spora pada inang sementara). Sedangkan reproduksi secara seksual terjadi melalui peleburan gamet. Ketika nyamuk Anopheles betina menggigit manusia, maka air liur nyamuk tersebut akan masuk ke dalam badan manusia. Dalam air liur tersebut terkandung zat anti pembekuan darah dan sel-sel Plasmodium yang disebut sporozoit. (Baca juga : Sporozoa)
Siklus hidup Plasmodium ditemukan oleh Ronald Ross dan Pintar Pelajaran Daun / Siklus Hidup Plasmodium Falciparum Vivax Malariae Ovale
Gambar 1. Siklus hidup Plasmodium yang menimbulkan penyakit malaria
Sporozoit selanjutnya akan ikut dalam aliran darah menuju ke sel hati. Dalam sel hati, sporozoit melaksanakan pembelahan berkalikali membentuk merozoit. Merozoit selanjutnya akan menginfeksi sel darah merah sampai rusak dan pecah. Merozoit-merozoit tersebut sebagian akan menginfeksi sel darah merah lainnya, dan sebagian lagi akan membentuk gametosit.

Ketika berada dalam dinding usus nyamuk Anopheles betina, gametosit akan menghasilkan gamet jantan (makrogametosit) dan gametosit betina (mikrogametosit). Jadi, gametosit akan masuk kembali ke dalam badan nyamuk saat nyamuk tersebut menghisap darah insan yang telah terinfeksi. Setelah terjadi pembuahan, maka terbentuklah zigot yang selanjutnya tumbuh menjadi oosit, dan oosit akan tumbuh membentuk sporozoit kembali.

Plasmodium yang dikenal ada empat macam, yaitu:
  1. Plasmodium falciparum merupakan penyebab malaria tropika. Plamodium ini memiliki masa sporulasi (masa pembentukan spora) sekitar 1 hari (1 x 24 jam).
  2. Plasmodium vivax merupakan penyebab penyakit malaria tertiana. Masa sporulasinya setiap 2 x 24 jam.
  3. Plasmodium malariae merupakan penyebab penyakit malaria quartana. Masa sporulasinya setiap 3 x 24 jam.
  4. Plasmodium ovale merupakan penyebab penyakit limpa. Masa sporulasinya setiap 48 jam.
Anda kini sudah mengetahui Siklus Hidup Plasmodium. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Protista Yang Seolah-Olah / Mirip Tumbuhan (Algae)

Klasifikasi Protista yang Mirip / Menyerupai Tumbuhan (Algae) - Apabila di sekitar kalian terdapat kolam, coba amati airnya. Jika berwarna hijau, kemungkinan besar air bak tersebut banyak mengandung ganggang atau algae. Dalam bahasa ilmiah, ganggang disebut algae (tunggal = alga). Struktur sel ganggang mempunyai dinding sel dan kloroplas. Karakter tersebut dimiliki pula oleh tumbuhan tingkat tinggi, sehingga dikatakan bahwa ganggang merupakan Protista yang mirip tumbuhan. (Baca juga : Klasifikasi Protista)

Ganggang merupakan organisme yang bersifat uniseluler atau multiseluler. Bentuk tubuhnya berupa sel tunggal, filamen, lembaran, dan ada juga yang mirip tumbuhan tingkat tinggi. Ganggang hidup secara soliter (sendiri) maupun berkoloni. Struktur badan ganggang sangat sederhana, tidak sanggup dibedakan antara akar, batang, dan daun sehingga disebut tumbuhan talus. Struktur badan yang masih berupa thalus menyebabkan ganggang dikelompokkan juga dalam Filum Thallophyta.

Ganggang sanggup bereproduksi secara vegetatif (aseksual) dan secara generatif (seksual). Secara vegetatif, reproduksi ganggang dilakukan dengan cara pembelahan biner, fragmentasi, atau pembentukan zoospora. Secara generatif dengan cara konjugasi dan peleburan antara sel kelamin jantan dan betina. Berdasarkan pigmen (zat warna) yang secara umum dikuasai pada tubuhnya, ganggang sanggup dibedakan menjadi 6 Filum, ialah Filum Pyrhophyta (ganggang api), Filum Euglenophyta, Filum Phaeophyta (gangang coklat), Filum Chrysophyta (ganggang keemasan), Filum Rhodophyta (ganggang merah), dan Filum Chlorophyta (ganggang hijau). Untuk mengetahui ciri masing-masing Filum.

Anda kini sudah mengetahui Protista yang Mirip / Menyerupai Tumbuhan (Algae). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Filum Pyrrophyta (Ganggang Api) : Pengertian Ciri-Ciri Teladan Reproduksi Struktur Sel

Filum Pyrrophyta (Ganggang Api) : Pengertian Ciri-ciri Contoh Reproduksi Struktur Sel - Filum ini sering disebut Dinoflagellata alasannya yaitu mempunyai flagella yang berjumlah 2 buah (Gambar 1). Hampir semua ganggang api bersifat uniseluler, dan mempunyai pigmen berupa klorofil a dan c. Filum Pyrrophyta disebut ganggang api alasannya yaitu mempunyai fosfor yang bisa memendarkan cahaya pada kondisi yang gelap. Ganggang ini sebagian besar hidup di air laut, tetapi ada pula yang hidup di air tawar. Beberapa teladan anggota Filum ini antara lain Noctiluca, Ceratium dan Gonyaulax.
 Filum ini sering disebut Dinoflagellata alasannya yaitu mempunyai flagella Pintar Pelajaran Filum Pyrrophyta (Ganggang Api) : Pengertian Ciri-ciri Contoh Reproduksi Struktur Sel
Gambar 1. Dinoflagellata (Photo credit: www.ncsu.edu)
Anda kini sudah mengetahui Filum Pyrrophyta. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Filum Euglenophyta (Euglenofita) : Pengertian Ciri-Ciri Pola Reproduksi Pola Struktur Sel

Filum Euglenophyta (Euglenofita) : Pengertian Ciri-ciri Contoh Reproduksi Contoh Struktur Sel - Filum Euglenophyta merupakan ganggang yang memperlihatkan ciri-ciri binatang dan tumbuhan. Filum ini mempunyai pigmen berupa klorofil a dan b serta bisa bergerak bebas dan mempunyai bintik mata. Contoh anggota Filum Euglenophyta yang paling dikenal adalah Euglena. Euglena merupakan organisme yang sering ditemukan pada air yang keruh dan mempunyai alat gerak berupa flagella yang terletak pada bagian ujung anterior. Euglena mempunyai bintik mata yang berfungsi untuk melindungi detektor cahaya yang berada pada erat dasar flagella. Dengan detektor tersebut, Euglena sanggup bergerak menuju arah cahaya yang intensitasnya sesuai. Struktur badan Euglena tidak mempunyai dinding sel, tubuhnya diselimuti oleh pelikel, mempunyai vakuola kontraktil dan vakuola makanan.
Filum Euglenophyta merupakan ganggang yang memperlihatkan Pintar Pelajaran Filum Euglenophyta (Euglenofita) : Pengertian Ciri-ciri Contoh Reproduksi Contoh Struktur Sel
Gambar 1. Euglena
Anda kini sudah mengetahui mengenai Filum Euglenophyta. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Filum Phaeophyta (Ganggang Coklat) : Pengertian Ciri-Ciri Teladan Reproduksi Struktur Sel

Filum Phaeophyta (Ganggang Coklat) : Pengertian Ciri-ciri Contoh Reproduksi Struktur Sel - Anggota Filum Phaeophyta mempunyai talus yang selalu bersel banyak, sehingga sanggup dilihat secara makroskopis. Talusnya memiliki alat pelekat untuk menempelkan tubuhnya pada substrat, sedangkan bagian badan yang lainnya mengapung di atas air. Beberapa anggota Filum Phaeophyta menyerupai Sargassum, Macrocystis, dan Nereocystis memiliki gelembung udara yang berfungsi untuk menyimpan gas nitrogen dan untuk mengapung. Ganggang coklat mengandung pigmen santofil, klorofil a dan c. Pigmen santofil jumlahnya melebihi pigmen yang lain, sehingga menyebabkan warna talusnya coklat. Cadangan makanannya disimpan dalam bentuk laminarin. Ganggang ini banyak ditemukan di bahari dan sering terdampar di pantai. Sebagian besar anggota Filum Phaeophyta mengatakan adanya pergantian keturunan antara generasi sporofit dan gametofit yang masing-masing hidup bebas. Reproduksi secara vegetatif dilakukan dengan fragmentasi dan membentuk zoospora. Sedangkan reproduksi secara generatif dilakukan dengan peleburan antara ovum dan spermatozoid yang masing-masing dihasilkan pada konseptakel betina dan konseptaklel jantan. Zigot selanjutnya akan tumbuh menjadi sporofit.
 Anggota Filum Phaeophyta mempunyai talus yang selalu bersel Pintar Pelajaran Filum Phaeophyta (Ganggang Coklat) : Pengertian Ciri-ciri Contoh Reproduksi Struktur Sel
Gambar 1. Sargassum sp. (seaweed.ie
Anda kini sudah mengetahui Filum Phaeophyta. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Filum Chrysophyta (Ganggang Keemasan) : Pengertian Ciri-Ciri Pola Reproduksi Struktur Sel

Filum Chrysophyta (Ganggang Keemasan) : Pengertian Ciri-ciri Contoh Reproduksi Struktur Sel - Alga Chrysophyta disebut juga ganggang keemasan (golden algae) atau ganggang pirang. Istilah Chrysophyta berasal dari bahasa Yunani, chrysos yang berarti ‘keemasan’. Warna keemasan disebabkan karena ganggang ini mempunyai pigmen berupa karoten dan santofil yang jumlahnya dominan dibandingkan dengan klorofil a dan c. Sebagian besar kelompok ganggang keemasan yaitu uniseluler tetapi ada pula yang membentuk koloni. Sel-sel alga ini mempunyai dua flagella sehingga disebut sebagai biflagellata. Kedua flagellanya terpaut di bersahabat salah satu ujung sel. Sebagian besar anggota Filum ini hidup sebagai plankton air tawar dan air laut. Dynobryon merupakan alga pirang yang membentuk koloni di air tawar.

Filum Chrysophyta terdiri atas sekitar 5.300 jenis, dan 5.000 di antaranya yaitu diatom. 
Alga Chrysophyta disebut juga ganggang keemasan  Pintar Pelajaran Filum Chrysophyta (Ganggang Keemasan) : Pengertian Ciri-ciri Contoh Reproduksi Struktur Sel
Gambar 2. Mofologi beberapa jenis diatom (Wikimedia Commons)
Anda kini sudah mengetahui Filum Chrysophyta. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Diatom : Pengertian Ciri-Ciri Reproduksi Struktur Sel

Diatom : Pengertian Ciri-ciri Reproduksi Struktur Sel - Diatom memiliki dinding sel atau cangkang yang terdiri atas dua penggalan ibarat kotak (hipoteka) dengan tutupnya (epiteka). Cangkang tersebut tersusun dari silika dengan berbagai bentuk ornamentasi. Berdasarkan bentuknya, diatom dibedakan menjadi bentuk centris (simetri radial) dan pennate (simetri bilateral). Sebagian besar diatom bertindak sebagai fitoplankton pada ekosistem air maritim dan air tawar, sehingga merupakan dasar bagi penyedia energi dalam jaring-jaring makanan. Diatom sanggup ditemukan di beberapa tempat, antara lain di air laut, air tawar, tanah yang lembab, dan pada watu karang. Cangkang diatom yang telah mati tidak gampang terdegradasi alasannya mengan dung silika, akibatnya akan terdeposisi dan membentuk tanah diatom.
Diatom memiliki dinding sel atau cangkang Pintar Pelajaran Diatom : Pengertian Ciri-ciri Reproduksi Struktur Sel
Gambar 1. Struktur sel diatom (Cox et al., 2012)
Diatom memiliki dinding sel atau cangkang Pintar Pelajaran Diatom : Pengertian Ciri-ciri Reproduksi Struktur Sel
Gambar 2. Morfologi diatom (Wikimedia Commons)
Reproduksi diatom dilakukan dengan cara membelah diri. Cara pembelahan diatom tersebut ditunjukkan oleh Gambar 1. 
Diatom memiliki dinding sel atau cangkang Pintar Pelajaran Diatom : Pengertian Ciri-ciri Reproduksi Struktur Sel
Gambar 1. Skema reproduksi diatom
Mula-mula antara epiteka dan hipoteka keduanya saling memisah. Masing-masing akan berlaku sebagai epiteka, lalu dibuat pasangan tangkupannya. Lama-kelamaan, ukuran sel menjadi kecil. Pada tingkat
ukuran sel yang kritis dan tidak memungkinkan lagi dilakukan pembelahan sel, maka protoplasma akan keluar dari dinding sel dan terbentuklah auxospora. Auxospora akan mengalami pertumbuhan untuk memperbaiki ukuran sel menjadi ibarat semula. Reproduksi selanjutnya dilakukan secara generatif.

Anda kini sudah mengetahui mengenai Diatom. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Coxa, E. J., L. Willisb and K. Bentleyc. 2012. Integrated simulation with experimentation is a powerful tool for understanding diatom valve morphogenesis. Biosystems, 109 (3): pp. 450–459. DOI: 10.1016/j.biosystems.2012.05.012.

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Filum Rhodophyta (Ganggang Merah) : Pengertian Ciri-Ciri Reproduksi Pola Struktur Sel

Filum Rhodophyta (Ganggang Merah) : Pengertian Ciri-ciri Reproduksi Contoh Struktur Sel - Istilah Rhodophyta berasal dari bahasa Yunani, rhodos yang berarti ‘merah’. Jadi, Rhodophyta berarti ganggang merah (red algae). Berbeda dengan Filum lainnya, Filum ini tidak mempunyai tahapan flagella dalam siklus hidupnya. Anggota Filum ini mempunyai pigmen fotosintetik berupa fikobilin yang terdiri dari fikoeritrin (pigmen merah) dan fikosianin (pigmen biru). Fikoeritrin merupakan pigmen yang paling lebih banyak didominasi sehingga mengakibatkan warna talus ganggang ini menjadi merah. Meskipun demikian, tidak semua ganggang ini berwarna merah. Di bahari dalam, ganggang ini mempunyai warna ungu hampir hitam. Pada kedalaman sedang berwarna merah cerah, sedangkan pada air yang sangat dangkal, berwarna agak kehijauan. Sebagian besar ganggang merah ialah multiseluler. Bentuk talusnya berupa helaian atau berbentuk ibarat pohon. Tubuhnya ditutupi kalsium karbonat (CaCO3). Dinding sel ganggang merah terdiri atas komponen yang berlapis-lapis. Dinding sel sebelah dalam tersusun dari myofibril, sedangkan sel sebelah luar tersusun dari zat lendir. Adapun
cadangan makanan disimpan dalam bentuk tepung floridean.

Ganggang merah sanggup bereproduksi secara vegetatif dan secara generatif. Reproduksi secara generatif dilakukan dengan peleburan antara gamet jantan yang tidak mempunyai alat gerak (spermatium) dan ovum. Gamet jantan tersebut dibuat dalam spermatangium, sedangkan gamet betina dibuat dalam karpogonium. Zigot hasil pembuahan selanjutnya akan tumbuh menjadi ganggang merah yag diploid. Adapun
reproduksi secara aseksual (vegetatif ) terjadi dengan membentuk spora. Spora yang terbentuk berasal dari talus ganggang yang diploid. Selanjutnya spora akan tumbuh menjadi ganggang baru. Contoh anggota Rhodophyta antara lain Eucheuma spinosum yang dipakai sebagai materi agar-agar, Gracilaria, Gellidium, dan Gigartina mamilosa.
Istilah Rhodophyta berasal dari bahasa Yunani Pintar Pelajaran Filum Rhodophyta (Ganggang Merah) : Pengertian Ciri-ciri Reproduksi Contoh Struktur Sel
Gambar 1. Eucheuma denticulatum (Algaebase)
Anda kini sudah mengetahui mengenai Filum Rhodophyta. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Filum Chlorophyta (Ganggang Hijau) : Pengertian Ciri-Ciri Reproduksi Teladan Struktur Sel

Filum Chlorophyta (Ganggang Hijau) : Pengertian Ciri-ciri Reproduksi Contoh Struktur Sel - Ganggang hijau (green algae) diberi nama menurut kloroplasnya yang berwarna hijau. Warna hijau ini ada alasannya yakni lantaran pigmen yang mayoritas yakni klorofil a dan b, di samping jenis pigmen yang lain yaitu karoten dan santofil. Bentuk kloroplas pada ganggang hijau bermacam-macam, ada yang menyerupai mangkuk (misalnya pada Chlamidomonas), berbentuk spiral (misalnya pada Spirogyra), dan berbentuk seperti bintang. Selain mempunyai kloroplas, alga hijau juga mempunyai pirenoid dan stigma. Pirenoid merupakan kawasan penyimpanan hasil fotosintesis berupa amilum, sedangkn stigma berkhasiat untuk menuntun ganggang ke arah cahaya sehingga fotosintesis sanggup terjadi. Filum ini mencakup ganggang yang uniseluler dan multiseluler. Bentuk talus ganggang hijau berupa filamen, lembaran, dan seperti karangan. Ganggang hijau banyak ditemukan pada air tawar, air laut, maupun pada tempat-tempat yang lembab. Biasanya ganggang hijau ditemukan pada permukaan tubuh air yang intensitas cahayanya tinggi.

Ganggang hijau bereproduksi secara vegetatif (aseksual) dan generatif (seksual). Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan zoospora yaitu spora yang sanggup bergerak atau berpindah, memiliki 4 bulu, vakuola kontraktil, dan kebanyakan mempunyai 1 bintik mata merah. Secara generatif (seksual), reproduksi ganggang hijau berlangsung dengan konjugasi, menghasilkan zigospora yang tidak memiliki alat gerak. Beberapa pola ganggang hijau antara lain, Spirogyra, Volvox globator, Chlamydomonas, Ulva, dan Chlorella. Berikut ini akan kita bahas mengenai Spirogyra, Ulva, dan Chlorella.

Anda kini sudah mengetahui Filum Chlorophyta. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Spirogyra : Ganggang Hijau Pengertian Ciri-Ciri Reproduksi Struktur Sel

Spirogyra : Ganggang Hijau Pengertian Ciri-ciri Reproduksi Struktur Sel - Spirogyra merupakan ganggang hijau yang hidup di air tawar. Ganggang ini gampang dikenal alasannya kloroplasnya besar, menyerupai pita yang melingkar-lingkar mirip spiral dalam sel. Spirogyra bereproduksi secara aseksual dengan cara fragmentasi dan secara seksual dengan konjugasi. Terjadinya konjugasi dapat dijelaskan sebagai berikut: (Gambar 1)
Spirogyra merupakan ganggang hijau yang hidup di air Pintar Pelajaran Spirogyra : Ganggang Hijau Pengertian Ciri-ciri Reproduksi Struktur Sel
Gambar 1. Konjugasi pada Spirogyra (bio.umass.edu)
Spirogyra yang berbeda jenis saling berdekatan. Kemudian pada dinding sel yang berdekatan muncul tonjolan yang saling mendekati, sampai bersatu membentuk pembuluh. Protoplasma dari Spirogyra yang satu (berjenis +) pindah ke Spirogyra satunya (jenis -). Dengan demikian, terjadilah persatuan plasma (peristiwanya disebut plasmogami), yang diikuti persatuan inti (disebut kariogami). Hasil persatuan ini berupa zigospora yang bersifat diploid. Zigospora akan mengalami meiosis dan terbentuklah 4 sel gres yang diploid. Dari keempat sel ini, biasanya satu sel di antaranya tumbuh menjadi benang Spirogyra.

Anda kini sudah mengetahui Spirogyra. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Ulva : Ganggang Hijau Pengertian Ciri-Ciri Reproduksi Struktur Sel

Ulva : Ganggang Hijau Pengertian Ciri-ciri Reproduksi Struktur Sel - Ulva mempunyai talus berupa lembaran yang terdiri dari dua lapis sel. Bentuk talus Ulva ibarat daun selada, kloroplasnya berbentuk mangkok. Ulva sanggup hidup di air payau, air asin, atau menempel pada kayu-kayu dan batu-batu sepanjang pantai. Ulva bereproduksi secara aseksual dengan zoospora berfl agella dan akan membentuk Ulva yang haploid. Reproduksi secara seksual ditandai dengan bersatunya sel kelamin jantan dan sel kelamin betina membentuk zigot. Zigot akan berubah menjadi Ulva yang diploid.
 Ulva mempunyai talus berupa lembaran yang terdiri dari dua lapis Pintar Pelajaran Ulva : Ganggang Hijau Pengertian Ciri-ciri Reproduksi Struktur Sel
Gambar 1. Ulva lactuta (Algaebase)
Anda kini sudah mengetahui Ulva. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Chlorella : Ganggang Hijau Pengertian Ciri-Ciri Reproduksi Struktur Sel

Chlorella : Ganggang Hijau Pengertian Ciri-ciri Reproduksi Struktur Sel - Chlorella merupakan ganggang hijau yang berbentuk uniselular, dengan bentuk talus bundar dan mempunyai kloroplas berbentuk mangkuk. Chlorella sanggup hidup di air tawar, air laut, dan di tempat-tempat yang basah. Ganggang jenis ini merupakan penghasil karbohidrat, protein, dan lemak. Jadi, Chlorella dapat dimanfaatkan sebagai sumber materi pangan.
Chlorella merupakan ganggang hijau yang berbentuk uniselular Pintar Pelajaran Chlorella : Ganggang Hijau Pengertian Ciri-ciri Reproduksi Struktur Sel
Gambar 1. Chlorella parasitica (Algaebase.org)
Anda kini sudah mengetahui Chlorella. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.