Showing posts sorted by relevance for query struktur-dan-fungsi-usus-halus-manusia. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query struktur-dan-fungsi-usus-halus-manusia. Sort by date Show all posts

Friday, April 12, 2019

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Usus Halus Manusia

Struktur dan Fungsi Usus Halus Manusia - Setelah melewati lambung, kim atau bubur makanan menuju usus halus secara bertahap. Usus halus atau intestinum merupakan saluran pencernaan yang paling panjang dalam badan yakni sekitar 6-8 meter. Proses pencernaan di dalamnya berlangsung secara kimiawi. Usus halus terbagi menjadi 3 bagian, mencakup usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejenum), dan usus perembesan (ileum). Usus dua belas jari ialah bab usus halus yang bersambung secara langsung dengan lambung. Panjangnya sekitar 25 cm. Bila kita ukur dengan jari insan ada sekitar 12 jari. Pada dinding ususnya bermuara dua jalan masuk yang berasal dari kantung empedu dan pankreas. (Baca juga : Alat Pencernaan)

 Usus halus atau intestinum merupakan jalan masuk Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Usus Halus Manusia
Gambar 1. Struktur usus halus

Kantung empedu menyimpan cairan berwarna kehijauan dengan rasa pahit. Cairan itu dinamakan empedu, yakni zat hasil ekskresi organ hati. Fungsi empedu yakni mencerna makanan berlemak. Cairan ini mengandung beberapa zat ibarat garam mineral, pigmen (bilirubin dan biliverdin), kolesterol, fosfolopid, dan air. Garam mineral akan mempermudah dalam proses pengemulsian (penurunan kadar) lemak. Sementara, bilirubin dan biliverdin akan dioksidasi sehingga berfungsi untuk mewarnai feses dan urine supaya berwarna kuning kecoklatan. Pankreas menghasilkan getah pankreas yang mengandung zat-zat semacam enzim amilase, lipase, dan tripsinogen yang belum aktif.

Amilase berperan mengubah zat tepung menjadi gula. Lipase berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak. Sedangkan tripsinogen diaktifkan terlebih dahulu oleh enzim enterokinase yang berasal dari sekresi usus halus. Tripsinogen aktif menjadi tripsin dan tripsin segera mengubah protein menjadi peptida dan asam amino.

Dari usus dua belas jari, bubur makanan akan menuju ke usus kosong (jejenum). Panjangnya sekitar 1,5 m sampai 1,75 m. Pada usus kosong, kim yang belum dicerna dengan tepat akan dicerna kembali. Berbagai zat yang dicerna yakni karbohidrat, lemak, dan protein. Namun, vitamin dan mineral tidak dicerna alias eksklusif diserap.

Hasil pencernaannya ialah sari-sari makanan yang berupa asam amino, glukosa, asam lemak, dan gliserol. Selanjutnya, sari-sari makanan diserap oleh usus penyerapan (ileum). Panjang usus perembesan sekitar 0,75 sampai 3,5 m. Proses penyerapannya dilakukan oleh jonjot-jonjot usus atau vili yang berada pada dinding usus halus. Adanya vili menyebabkan permukaan penyerapan usus halus menjadi luas. Vili tersusun oleh pembuluh darah, pembuluh kil atau lakteal (limfa), dan sel epitelium. Perhatikan Gambar 2.

 Usus halus atau intestinum merupakan jalan masuk Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Usus Halus Manusia
Gambar 2. Struktur vili pada dinding usus halus
Zat-zat semisal asam amino, glukosa, vitamin, dan mineral diserap pembuluh darah yang berada pada vili. Darah yang mengandung sari-sari makanan ini diedarkan menuju hati untuk disimpan dan yang lainnya diedarkan ke seluruh tubuh. Adapun asam lemak bereaksi dengan garam mineral (garam karbonat dan bikarbonat) membentuk sabun. Bersamaan dengan sabun, gliserol akan diserap vili dan dibawa oleh pembuluh kil.

Enzim Usus Halus

Banyak enzim yang berperan saat proses pencernaan di dalam usus halus. Misalnya, laktase berfungsi mengubah laktosa enjadi glukosa. Erepsin atau peptidase berfungsi mengubah peptida atau pepton menjadi asam amino. Maltase berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa. Disakarase berfungsi mengubah disakarida menjadi monosakarida. Peptidase berfungsi mengubah polipeptida menjadi asam amino. Sukrase berfungsi mencerna sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.

Anda kini sudah mengetahui Struktur Usus Halus dan Fungsi Usus Halus. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Thursday, April 11, 2019

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Usus Besar Manusia

Struktur dan Fungsi Usus Besar pada Manusia - Sari-sari masakan dan zat yang mempunyai kegunaan telah diserap oleh usus halus, sisanya akan diteruskan menuju usus besar. Usus besar (large intestine) atau kolon (colon) merupakan persambungan usus halus yang panjangnya sekitar 1 m dan berdiameter 6,5 cm. Fungsi utama usus ini yaitu mengontrol kadar air sisa makanan. Air pada sisa makanan yang berlebihan akan diserap (reabsorpsi), sedangkan jikalau kurang akan ditambah. Selain itu, pada usus besar juga terjadi proses pembentukan feses yang selanjutnya dibuang melalui anus. Usus besar terbagi atas beberapa bagian. Ada bab usus besar yang naik (askenden), ada yang mendatar (transversum), dan ada pula bagiannya yang menurun (deskenden). Pada bab perbatasan antara usus halus dan usus besar terdapat bab yang dinamakan sekum atau usus buntu. Supaya sisa masakan dari usus halus yang menuju usus besar tidak kembali lagi, sekum ini mempunyai klep yang disebut klep ileosekum. Adanya klep ini sanggup mencegah bakteri-bakteri kembali ke usus halus. (Baca juga : Alat Pencernaan Makanan)

sari masakan dan zat yang mempunyai kegunaan telah diserap oleh usus Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Usus Besar Manusia
Gambar 1. Bagian-bagian usus besar
Di bab ujung sekum ada bab yang dinamakan umbai cacing (apendiks). Ditaksir umbai cacing sanggup mencegah infeksi. Namun, umbai cacing sanggup pula mengalami peradangan, yang disebut apendisitis. Di dalam usus besar terdapat kuman yang menguntungkan. Bakteri yang dimaksud yakni Escherecia coli (E. coli). Bakteri ini membusukkan sisa masakan menjadi feses. Feses yang terbentuk menjadi lunak sehingga gampang dikeluarkan. Bakteri ini juga sanggup ,menghasilkan zat yang bermanfaat bagi tubuh, contohnya biotin, asam folat, vitamin K, dan beberapa vitamin B. Sebelum dikeluarkan, feses terkumpul dalam rektum. Rektum merupakan bab simpulan dari usus besar.

Anda kini sudah mengetahui Struktur Usus Besar dan Fungsi Usus Besar. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Insan Dan Fungsinya

Gambar Struktur dan Fungsi Organ Pencernaan pada Manusia - Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara, secara mekanis dan kimiawi. Secara mekanis, pencernaan makanan dilakukan oleh gerakan otot, semisal gerakan peristaltis dan gerakan gigi-gigi dalam lisan ketika mengunyah makanan. Sedangkan secara kimiawi, pencernaan kuliner sanggup terjadi lantaran tunjangan enzim yang dihasilkan dalam tubuh. Enzim ini bekerja hanya sebagai katalisator reaksi saja dan tidak ikut berubah. Saat melaksanakan proses-proses pencernaan tersebut diperlukan serangkaian organ-organ pencernaan sebagai berikut. 

1. Mulut

Makanan pertama kali masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Makanan ini mulai dicerna secara mekanis dan kimiawi. Di dalam mulut menyerupai Gambar 1, terdapat beberapa alat yang berperan dalam proses pencernaan adalah gigi, lidah, dan kelenjar ludah (glandula salivales).

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 1. Bagian-bagian mulut
a. Gigi

Pada manusia, gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis. Di sini, gigi membantu memecah kuliner menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Hal ini akan membantu enzim-enzim pencernaan biar sanggup mencerna makanan lebih efisien dan cepat. Selama pertumbuhan dan perkembangan, gigi insan mengalami perubahan, mulai dari gigi susu dan gigi tetap (permanen). Gigi pertama pada bayi dimulai ketika usia 6 bulan. Gigi pertama ini disebut gigi susu (dens lakteus). Lihat Gambar 2. Pada anak berusia 6 tahun, gigi berjumlah 20, dengan susunan sebagai berikut.
  1. Gigi seri (dens insisivus), berjumlah 8 buah, berfungsi memotong makanan.
  2. Gigi taring (dens caninus), berjumlah 4 buah, berfungsi merobek makanan.
  3. Gigi geraham kecil (dens premolare), berjumlah 8 buah, berfungsi mengunyah makanan.
Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 2. Susunan gigi susu pada anak-anak
Keterengan :

a. Premolare kedua tumbuh pada 20–24 bulan dan tanggal pada usia 9–11 tahun.
b. Premolare pertama tumbuh pada 10–16 bulan dan tanggal pada usia 9–11 tahun.
c. Caninus tumbuh pada 16–20 bulan dan tanggal pada usia 8–11 tahun.
d. Insisivus lateral tumbuh pada 8–11 bulan dan tanggal pada usia 6–8 tahun.
e. Insisivus sentral tumbuh pada 6–8 bulan dan tanggal di usia 5–7 tahun

Ketika usia anak berkisar antara 6 tahun hingga 14 tahun, gigi susu mulai tanggal dan kemudian digantikan oleh gigi permanen (Gambar 3). Gigi permanen berjumlah 32 buah, yang berarti ada penambahan geraham besar yang berjumlah 12 buah.

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 3. Gigi permanen pada orang dewasa
Keterangan :

a. Molare ketiga (gigi bungsu)
b. Molare kedua
c. Molare pertama
d. Premolare kedua
e. Premolare pertama
f. Caninus
g. Insisivus lateral
h. Insisivus sentral

Perhatikanlah rumus gigi berikut ini.

1) Rumus gigi sulung (susu)

M0P2C1I2
I2C1P2M0
M0P2C1I2
I2C1P2M0


2) Rumus gigi tetap (permanen)

M3P2C1I2
I2C1P2M3
M3P2C1I2
I2C1P2M3

Keterangan:

I : Insisivus (gigi seri)
C : Caninus (gigi taring)
P : Premolare (gigi geraham depan)
M : Molare (gigi geraham belakang)

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 4. Struktur gigi
Perhatikan Gambar 4. di atas. Setiap gigi tertanam dalam rahang dan dilindungi oleh gusi. Struktur luar gigi terdiri atas bagian-bagian berikut.
  1. Mahkota gigi (corona) merupakan cuilan yang tampak dari luar.
  2. Akar gigi (radix) merupakan cuilan gigi yang tertanam di dalam rahang.
  3. Leher gigi (colum) merupakan cuilan yang terlindung oleh gusi.
Adapun penampang gigi sanggup diperlihatkan bagianbagiannya sebagai berikut.
  1. Email (glazur atau enamel) merupakan cuilan terluar gigi. Email merupakan struktur terkeras dari tubuh, mengandung 97% kalsium dan 3% materi organik.
  2. Tulang gigi (dentin), berada di sebelah dalam email, tersusun atas zat dentin.
  3. Sumsum gigi (pulpa), merupakan cuilan yang paling dalam. Di pulpa terdapat kapiler, arteri, vena, dan saraf.
  4. Semen merupakan pelapis cuilan dentin yang masuk ke rahang.
Apa Kegunaan Air Liur?

Air liur mempunyai berbagai macam fungsi penting, misalnya untuk mengubah pati menjadi gula serta menciptakan kuliner licin dan mudah ditelan. Air liur juga membuat mulut steril, membantu indra pengecapan, dan diperkirakan mengandung zat yang melawan bakteri serta membantu penyembuhan luka.

b. Lidah

Lidah dalam sistem pencernaan berfungsi untuk membantu mencampur dan menelan makanan, mempertahankan makanan biar berada di antara gigi-gigi atas dan bawah saat kuliner dikunyah serta sebagai alat perasa makanan. Lidah sanggup berfungsi sebagai alat perasa kuliner karena mengandung banyak reseptor pengecap atau perasa. Lidah tersusun atas otot lurik dan permukaannya dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir (mukosa).

c. Kelenjar Ludah

Terdapat tiga pasang kelenjar ludah di dalam rongga mulut, yaitu glandula parotis, glandula submaksilaris, dan glandula sublingualis atau glandula submandibularis. Amati gambar 5. biar Anda mengenali letak ketiga kelenjar ludah tersebut.

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 5. Letak kelenjar ludah
Keterangan :
  1. Glandula parotis merupakan kelenjar ludah di akrab telinga, menyekresikan ludah yang mengandung enzim ptialin (amilase).
  2. Glandula submaksilaris merupakan kelenjar ludah di samping rahang atas, menyekresikan ludah yang mengandung air dan lendir.
  3. Glandula submandibularis merupakan kelenjar ludah di bawah lidah, menyekresikan ludah yang mengandung air dan lendir.
Air ludah berperan penting dalam proses perubahan zat makanan secara kimiawi yang terjadi di dalam mulut. Setelah makanan dilumatkan secara mekanis oleh gigi, air ludah berperan secara kimiawi dalam proses membasahi dan membuat makanan menjadi lembek biar gampang ditelan. Ludah terdiri atas air (99%) dan enzim amilase. Enzim ini menguraikan pati dalam kuliner menjadi gula sederhana (glukosa dan maltosa). Makanan yang telah dilumatkan dengan dikunyah dan dilunakkan di dalam lisan oleh air liur disebut bolus. Bolus ini diteruskan ke sistem pencernaan selanjutnya.

2. Kerongkongan (Esofagus)

Kerongkongan merupakan susukan panjang (± 25 cm) yang tipis sebagai jalan bolus dari lisan menuju ke lambung. Fungsi kerongkongan ini sebagai jalan bolus dari lisan menuju lambung. Bagian dalam kerongkongan senantiasa lembap oleh cairan yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang terdapat pada dinding kerongkongan untuk menjaga biar bolus menjadi lembap dan licin. Keadaan ini akan mempermudah bolus bergerak melalui kerongkongan menuju ke lambung. Bergeraknya bolus dari mulut ke lambung melalui kerongkongan disebabkan adanya gerak peristaltik pada otot dinding kerongkongan. Gerak peristaltik sanggup terjadi lantaran adanya kontraksi otot secara bergantian pada lapisan otot yang tersusun secara memanjang dan melingkar. Proses gerak bolus di dalam kerongkongan menuju lambung sanggup diamati pada Gambar 6 berikut.
Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 6. Proses gerak bolus secara peristaltik dari kerongkongan menuju lambung
Tahukah Anda mengapa ketika menelan makanan, bolus tidak dapat masuk ke dalam susukan pernapasan Simak Gambar 7. dan klarifikasi berikut, untuk mendapat jawabannya.

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 7. Posisi pengecap dan epiglotis selama bernapas (a) dan ketika menelan (b)
Sebelum seseorang mulai makan, cuilan belakang lisan (atas) terbuka sebagai jalannya udara dari hidung. Di kerongkongan, epiglotis yang menyerupai gelambir mengendur sehingga udara masuk ke paru-paru. Ketika makan, kuliner dikunyah dan ditelan masuk ke dalam kerongkongan. Sewaktu kuliner bergerak menuju kerongkongan, langit-langit lunak beserta jaringan menyerupai gelambir di cuilan belakang lisan (uvula) terangkat ke atas dan menutup saluran hidung. Sementara itu, sewaktu kuliner bergerak ke arah tutup trakea, epiglotis akan menutup sehingga kuliner tidak masuk trakea dan paru-paru tetapi kuliner tetap masuk ke kerongkongan.

3. Lambung

Lambung merupakan susukan pencernaan yang berbentuk seperti kantung, terletak di bawah sekat rongga badan. Dengan mengamati Gambar 6, Anda sanggup mengetahui bahwa lambung terdiri atas tiga cuilan sebagai berikut.

a. Bagian atas disebut kardiak, merupakan cuilan yang berbatasan dengan esofagus.
b. Bagian tengah disebut fundus, merupakan cuilan badan atau tengah lambung.
c. Bagian bawah disebut pilorus, yang berbatasan dengan usus halus.

Daerah perbatasan antara lambung dan kerongkongan terdapat otot sfinkter kardiak yang secara refleks akan terbuka bila ada bolus masuk. Sementara itu, di cuilan pilorus terdapat otot yang disebut sfinkter pilorus. Otot-otot lambung ini sanggup berkontraksi seperti halnya otot-otot kerongkongan. Apabila otototot ini berkontraksi, otot-otot tersebut menekan, meremas, dan mencampur bolus-bolus tersebut menjadi kimus (chyme). Lihat Gambar 8.

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 8. Struktur lambung yang tersusun dari lapisan-lapisan otot
Gerak peremasan menyerupai ini dikenal sebagai proses pencernaan secara mekanis. Pencernaan ini disebabkan oleh oto-totot dinding lambung. Dinding lambung terdiri atas otot polos yang berbentuk memanjang, melingkar, dan serong.

Sementara itu, pencernaan secara kimiawi dibantu oleh getah lambung. Getah ini dihasilkan oleh kelenjar yang terletak pada dinding lambung di bawah fundus, sedangkan cuilan dalam dinding lambung menghasilkan lendir yang berfungsi melindungi dinding lambung dari pengikisan asam lambung, dan sanggup beregenerasi bila cidera. Getah lambung ini sanggup dihasilkan jawaban rangsangan bolus ketika masuk ke lambung. Getah lambung mengandung bermacam-macam zat kimia, yang sebagian besar terdiri atas air. 

Getah lambung juga mengandung HCl/asam lambung dan enzim-enzim pencernaan menyerupai renin, pepsinogen, dan lipase. Asam lambung mempunyai beberapa fungsi berikut.
  1. Mengaktifkan beberapa enzim yang terdapat dalam getah lambung, contohnya pepsinogen diubah menjadi pepsin. Enzim ini aktif memecah protein dalam bolus menjadi proteosa dan pepton yang mempunyai ukuran molekul lebih kecil.
  2. Menetralkan sifat alkali bolus yang tiba dari rongga mulut.
  3. Mengubah kelarutan garam mineral.
  4. Mengasamkan lambung (pH turun 1–3), sehingga dapat membunuh kuman yang ikut masuk ke lambung bersama bolus.
  5. Mengatur membuka dan menutupnya katup antara lambung dan usus dua belas jari.
  6. Merangsang sekresi getah usus.
Enzim renin dalam getah lambung berfungsi mengendapkan kasein atau protein susu dari air susu. Lambung dalam suasana asam sanggup merangsang pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin ini berfungsi memecah molekul-molekul protein menjadi molekulmolekul peptida. Sementara itu, lipase berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

Selanjutnya, kimus akan masuk ke usus halus melalui suatu sfinkter pilorus yang berukuran kecil. Apabila otot-otot ini berkontraksi, maka kimus didorong masuk ke usus halus sedikit demi sedikit.

Produksi Getah Lambung

Produksi getah lambung dipengaruhi oleh jumlah makanan yang masuk ke lambung serta emosi. Bila kuliner yang masuk ke lambung sedikit, produksi HCl sedikit pula. Bila kuliner yang masuk ke lambung banyak maka produksi HCl banyak pula. Pada saat seseorang emosi, sanggup terjadi jumlah kuliner yang masuk sedikit tetapi sekresi HCl berlebihan. Hal ini sanggup mengakibatkan terjadinya kerusakan selaput lendir lambung, yaitu menimbulkan radang atau ulkus. Jadi, jagalah emosi Anda dan makanlah secara teratur untuk mencegah terjadinya radang lambung.

4. Usus halus

Usus halus merupakan susukan berkelok-kelok yang panjangnya sekitar 6–8 meter, lebar 25 mm dengan banyak lipatan yang disebut vili atau jonjot-jonjot usus. Vili ini berfungsi memperluas permukaan usus halus yang kuat terhadap proses penyerapan makanan. Lakukan eksperimen berikut untuk mengetahui efek lipatan terhadap proses penyerapan.

Usus halus terbagi menjadi tiga cuilan menyerupai berikut:

a. duodenum (usus 12 jari), panjangnya ± 25 cm,
b. jejunum (usus kosong), panjangnya ± 7 m,
c. ileum (usus penyerapan), panjangnya ± 1 m.

Simaklah Gambar 9. berikut, biar Anda lebih mengenal struktur usus halus.

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 9. Struktur anatomi dan histologi usus halus
Kimus yang berasal dari lambung mengandung molekul-molekul pati yang telah dicernakan di lisan dan lambung, molekul-molekul protein yang telah dicernakan di lambung, molekul-molekul lemak yang belum dicernakan serta zat-zat lain. Selama di usus halus, semua molekul pati dicernakan lebih sempurna menjadi molekul-molekul glukosa. Sementara itu molekul-molekul protein dicerna menjadi molekul-molekul asam amino, dan semua molekul lemak dicerna menjadi molekul gliserol dan asam lemak.

Pencernaan kuliner yang terjadi di usus halus lebih banyak bersifat kimiawi. Berbagai macam enzim diharapkan untuk membantu proses pencernaan kimiawi ini. Hati, pankreas, dan kelenjar-kelenjar yang terdapat di dalam dinding usus halus bisa menghasilkan getah pencernaan. Getah ini bercampur dengan kimus di dalam usus halus. Getah pencernaan yang berperan di usus halus ini berupa cairan empedu, getah pankreas, dan getah usus.

a. Cairan Empedu

b. Getah Pankreas

c. Getah Usus

5. Usus besar

Usus besar atau kolon mempunyai panjang ± 1 meter dan terdiri atas kolon ascendens, kolon transversum, dan kolon descendens. Di antara intestinum tenue (usus halus) dan intestinum crassum (usus besar) terdapat sekum (usus buntu). Pada ujung sekum terdapat tonjolan kecil yang disebut appendiks (umbai cacing) yang berisi massa sel darah putih yang berperan dalam imunitas.

Zat-zat sisa di dalam usus besar ini didorong ke bagian belakang dengan gerakan peristaltik. Zat-zat sisa ini masih mengandung banyak air dan garam mineral yang diharapkan oleh tubuh. Air dan garam mineral kemudian diabsorpsi kembali oleh dinding kolon, yaitu kolon ascendens. Zat-zat sisa berada dalam usus besar selama 1 hingga 4 hari. Pada ketika itu terjadi proses pembusukan terhadap zat-zat sisa dengan dibantu bakteri Escherichia coli, yang bisa membentuk vitamin K dan B12. Selanjutnya dengan gerakan peristaltik, zat-zat sisa ini terdorong sedikit demi sedikit ke susukan simpulan dari pencernaan adalah rektum dan akhirnya keluar dengan proses defekasi melewati anus. Lihat Gambar 10.
Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 10. Usus besar dan susukan anus
Defekasi diawali dengan terjadinya penggelembungan bagian rektum jawaban suatu rangsang yang disebut refleks gastrokolik. Kemudian jawaban adanya acara kontraksi rektum dan otot sfinkter yang bekerjasama menjadikan terjadinya defekasi. Di dalam usus besar ini semua proses pencernaan telah selesai dengan sempurna.

Anda kini sudah mengetahui Organ Pencernaan Manusia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Friday, April 12, 2019

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Lambung Manusia

Struktur dan Fungsi Lambung pada Manusia - Adanya gerak peristaltik pada kerongkongan, mengakibatkan makanan bergerak menuju lambung. Lambung (ventrikulus) merupakan sebuah kantung berotot menggelembung, dengan dinding otot yang tebal dan bisa mengembang dengan baik. Letaknya berada di bawah sekat rongga dada, di sebelah kiri rongga perut, dan sebagian tertutup oleh hati. Lambung tersusun atas tiga bagian. Bagian atas lambung akrab hati terdapat kardia, cuilan tengah yang berbentuk kantung dinamakan fundus, dan bagian bawah akrab usus terdapat pilorus. Perhatikan Gambar 1. (Baca juga : Alat Pencernaan Manusia)

Adanya gerak peristaltik pada kerongkongan Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Lambung Manusia
Gambar 1. Struktur lambung manusia
Pada cuilan kardia, terdapat sebuah lubang yang tersusun dari otot sfingter kardia dengan bentuk melingkar. Peran otot ini ibarat klep yang akan membuka kalau ada makanan memasuki lambung dan segera menutup setelahnya. Ini dilakukan supaya kuliner tidak kembali lagi ke kerongkongan. Di dalam lambung, kuliner dicerna secara kimiawi dan mekanik. Secara kimiawi, ditunjukkan dengan adanya getah lambung hasil sekresi kelenjar lambung. Kelenjar lambung berada pada dinding lambung.

Hasil sekresinya sanggup berupa asam klorida (HCL), pepsin, musin dan renin. Asam klorida mempunyai derajat keasaman yang tinggi. Ini berguna agar kuman yang masuk bersama kuliner mati. Kemudian, asam klorida juga berperan dalam proses pengaktifan pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin berfungsi mengubah protein menjadi peptida/pepton. Musin berfungsi dalam pelicinan makanan. Sementara, renin merupakan protein yang berperan ketika penggumpalan susu sehingga bisa dicerna dalam lambung.
Adanya gerak peristaltik pada kerongkongan Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Lambung Manusia
Gambar 2. Bagian-bagian dinding lambung
Selain secara kimiawi, kuliner juga dicerna secara mekanik oleh dinding lambung. Ini terjadi sebab dinding lambung tersusun dari otot-otot yang selalu mengalami fase kontraksi dan istirahat. Otot-otot tersebut mencakup 3 otot yang tersusun secara memanjang pada cuilan luar, melingkar pada cuilan tengah, dan miring pada cuilan dalam. Kontraksi ketiga otot tersebut menimbulkan gerak peristaltik. Akibat gerak ini, makanan
teraduk dan tercampur dengan getah lambung sehingga menjadi bubur yang disebut kim. Selanjutnya, kuliner menuju sfi ngter pilorus. HCL memengaruhi sfingter pilorus membuka dan selanjutnya makanan masuk menuju cuilan pilorus. Oleh gerak peristaltik juga, kuliner bertahap akan memasuki usus halus. Kira-kira kuliner tersimpan di dalam lambung ini selama kurang lebih 5-6 jam. Setelah itu, lambung kosong kembali.

Anda kini sudah mengetahui Struktur Lambung dan Fungsi Lambung. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Tuesday, December 10, 2019

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Hati Manusia

Struktur dan Fungsi Hati Manusia - Hati pada pecahan luar dilengkapi oleh selaput tipis yang disebut selaput hati (kapsula hepatica). Dalam jaringan hati terdapat beberapa pembuluh darah. Pembuluh arteri hepatikus dan vena portal hepatikus mengalami percabangan yang disebut sinusoid. Sinusoid pada vena portal hepatikus akan membentuk vena. Jaringan hati ini tersusun oleh sel-sel hati yang disebut hepatosit. Antar lapisan hepatosit dipisahkan oleh lakuna, sedang antara hepatosit satu dengan yang lain dipisahkan oleh kanalikuli yang merupakan daerah dihasilkannya empedu. Kanalikuli-kanalikuli ini lalu bergabung membentuk pembuluh empedu yang berfungsi mengangkut cairan empedu menuju kantong empedu. Kantong empedu sebagai tempat penyimpanan sementara sebelum empedu dialirkan ke duodenum. Perhatikan Gambar 1 dan 2.
 pada pecahan luar dilengkapi oleh selaput tipis yang Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Hati Manusia
Gambar 1. Organ hati sebagai alat ekskresi
 pada pecahan luar dilengkapi oleh selaput tipis yang Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Hati Manusia
Gambar 2. Struktur hati manusia
Pada sinusoid terjadi spesialisasi sel yang membentuk sel kupffer. Sel kupffer ini memiliki sifat fagositosis. Apabila dalam proses pencernaan di usus halus terdapat organisme absurd atau zat-zat berbahaya maka sel-sel ini akan menghancurkan organisme absurd atau zat berbahaya tersebut dengan cara fagositosis. Dari proses penghancuran ini akan menghasilkan pigmen bilirubin. Bilirubin kemudian dialirkan ke kanalikuli dan diekskresikan sebagai empedu. Hal inilah yang menciptakan hati berfungsi sebagai alat ekskresi. Empedu berupa cairan berwarna kehijauan dan berasa pahit. Empedu memiliki pH sekitar 7–7,6 dan mengandung kolesterol, garam mineral, garam empedu, serta pigmen bilirubin dan biliverdin. Apabila saluran empedu tersumbat, empedu masuk ke peredaran darah sehingga kulit penderita menjadi kekuningan. Oleh sebab itu, orang yang mengalaminya diindikasikan menderita penyakit kuning.

Mengapa Feses dan Urine Berwarna Kuning ?

Di dalam hati, sel-sel eritrosit dirombak, hemoglobin dalam eritrosit dipecah menjadi zat besi, globin, dan heme. Zat besi disimpan di hati, kemudian dikembalikan ke sumsum tulang. Globin digunakan lagi dalam metabolisme protein. Heme diubah menjadi bilirubin dan biliverdin yang berwarna hijau biru dan disimpan dalam kantong empedu. Dari kantong empedu, zat ini dikeluarkan ke usus. Bilirubin yang berwarna kuning kecokelatan. Zat warna inilah yang memberikan warna pada feses dan urine.

Anda kini sudah mengetahui Struktur Hati dan Fungsi Hati. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Wednesday, April 10, 2019

Pintar Pelajaran Enzim Dan Fungsi Getah Usus Manusia

Artikel Fungsi Getah Usus Manusia - Pada dinding usus halus banyak terdapat kelenjar yang mampu menghasilkan getah usus. Getah usus mengandung enzim-enzim ibarat berikut.
  1. Sukrase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
  2. Maltase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan maltosa menjadi dua molekul glukosa.
  3. Laktase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
  4. Enzim peptidase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan peptida menjadi asam amino.
Monosakarida, asam amino, asam lemak, dan gliserol hasil pencernaan terakhir di usus halus mulai diabsorpsi atau diserap melalui dinding usus halus terutama di bagian jejunum dan ileum. Selain itu vitamin dan mineral juga diserap. Vitamin-vitamin yang larut dalam lemak, penyerapannya bersama dengan pelarutnya, sedangkan vitamin yang larut dalam air penyerapannya dilakukan oleh jonjot usus.

Penyerapan mineral sangat bermacam-macam berkaitan dengan sifat kimia tiap-tiap mineral dan perbedaan struktur bagian-bagian usus. Sepanjang usus halus sangat efisien dalam penyerapan Na+, tetapi tidak untuk Cl–, HCO3–, dan ion-ion bivalen. Ion K+ penyerapannya terbatas di jejunum. Penyerapan Fe++ terjadi di duodenum dan jejunum.

Proses penyerapan di usus halus ini dilakukan oleh villi (jonjot-jonjot usus). Di dalam villi ini terdapat pembuluh darah, pembuluh kil (limfa), dan sel goblet. Di sini asam amino dan glukosa diserap dan diangkut oleh darah menuju hati melalui sistem vena porta hepatikus, sedangkan asam lemak bereaksi terlebih dahulu dengan garam empedu membentuk emulsi lemak. Emulsi lemak bersama gliserol diserap ke dalam villi. Selanjutnya di dalam villi, asam lemak dilepaskan, kemudian asam lemak mengikat gliserin dan membentuk lemak kembali. Lemak yang terbentuk masuk ke tengah villi, yaitu ke dalam pembuluh kil (limfa).

Melalui pembuluh kil, emulsi lemak menuju vena sedangkan garam empedu masuk ke dalam darah menuju hati dan dibentuk lagi menjadi empedu. Bahan-bahan yang tidak dapat diserap di usus halus akan didorong menuju usus besar (kolon).

Anda kini sudah mengetahui Getah Usus. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Tuesday, December 10, 2019

Pintar Pelajaran Pengertian Hati Manusia


Pengertian Hati Manusia - Pada badan manusia, hati merupakan kelenjar besar yang memiliki peranan penting dalam sistem organ. Hati terletak pada bagian kanan di atas rongga perut (otot diafragma). Beratnya sekitar 1,5 kg atau 3-5% dari total berat badan kita. Hati memperoleh darah dari arteri hepatica dan vena portal hepatica. Darah yang diangkut oleh arteri hepatica sebesar 30% dari jumlah darah total di hati. Darah ini berasal dari percabangan aorta sehingga kaya oksigen. Sementara itu, darah yang diangkut vena portal hepatica sebesar 70% dari jumlah darah total di hati. Darah ini banyak mengangkut zat-zat sari masakan dari usus halus. Pada organ ini hanya terdapat satu macam pembuluh yang mengangkut darah keluar dari hati, yaitu vena hepatica. Perhatikan Gambar 1.
 hati merupakan kelenjar besar yang mempunyai Pintar Pelajaran Pengertian Hati Manusia
Gambar 1. Bagian hati manusia
Pada pecahan luar hati terdapat suatu selaput tipis yang dinamakan selaput hati (kapsula hepatis). Darah disuplai ke dalam hati melalui dua pembuluh yaitu arteri hati dan vena porta hepatis. Arteri hati membawa darah dengan kandung an oksigen dari jantung. Sedangkan vena porta membawa darah yang mengandung sari masakan dari usus halus. Selain berperan dalam proses pencernaan makanan, hati juga berfungsi sebagai alat ekskresi. Zat yang dikeluarkan dari hati adalah cairan empedu. Cairan empedu merupakan cairan berwarna hijau kebiruan yang berfungsi dalam mencerna masakan berlemak. ini disimpan dalam suatu pecahan yang disebut kantung empedu. Perhatikan Gambar 1. Zat-zat yang terkandung dalam cairan empedu yakni garam mineral, pigmen (bilirubin dan biliverdin), kolesterol, fosfolopid, dan air.

Di dalam hati terdapat sel yang berfungsi merombak sel darah merah yang sudah renta dan rusak. Sel yang demikian dinamakan sel histiosit. Sel darah merah yang renta dan rusak di dalam hati sekitar lebih dari 10 juta sel. Dalam proses perombakannya, hemoglobin (Hb) dipecah menjadi zat besi (Fe), hemin, dan globin. Zat besi akan diambil dan di simpan dalam hati, yang selanjutnya dikembalikan ke sumsum tulang sehingga terbentuk eritrosit baru.

Globin akan dibuat menjadi Hb baru. Sementara hemin dipecah menjadi bilirubin dan biliverdin yang berwarna hijau biru. Zat warna empedu dikeluarkan ke usus 12 jari dan dioksidasi menjadi urobilin yang berwarna kuning coklatan. Warna ini akan memperlihatkan warna khas tersendiri pada feses dan urine yang kita keluarkan setiap harinya. Apabila terjadi gangguan, pembuluh empedu sanggup mengalami penyumbatan. Penyebabnya yaitu adanya pengendapan kolesterol yang membentuk kerikil empedu. Alhasil, feses yang keluar berwarna cokelat abu-abu. Oleh alasannya yaitu pembuluh empedu mengalami penyumbatan, empedu akan masuk ke dalam peredaran darah, sehingga mengakibatkan darah berwarna kekuning-kuningan. Keadaan demikian lazim dinamakan penyakit kuning.

Organ hati sanggup pula menghasilkan enzim arginase. Enzim arginase merupakan enzim yang berperan dalam proses penguraian asam amino. Prosesnya dinamakan deaminasi. Asam amino yang diuraikan yakni asam amino arginin menjadi ornitin dan urea. Ornitin akan mengikat amonia dan karbondioksida yang bersifat racun. Selanjutnya ornitin akan dinetralkan dalam hati. Adapun urea akan diserap ginjal untuk dikeluarkan bersama urine.

Dengan demikian, dari klarifikasi di atas ada beberapa fungsi hati bagi badan manusia. Fungsi itu antara lain penyimpan lemak dalam bentuk glikogen, perombak dan pembentuk protein, penawar racun pada makanan, dan perombak sel darah merah.

1. Struktur dan Fungsi Hati

2. Penyakit Hati

Anda kini sudah mengetahui Pengertian Hati dan Hati Manusia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Thursday, November 21, 2019

Pintar Pelajaran Makanan Sumber Dan Fungsi Vitamin D (Kalsiferol) : Akhir Kekurangan Bagi Badan Insan Dan Hewan

Makanan Sumber dan Fungsi Vitamin D (Kalsiferol) : Akibat Kekurangan bagi Tubuh Manusia dan Hewan - Vitamin D merupakan prohormon jenis sterol yang sah. Vitamin D yaitu istilah umum untuk derivat-derivat sterol yang larut dalam lemak dan aktif dalam mencegah rakhitis. Sifat umum dari vitamin D yaitu larut dalam lemak dan lebih tahan terhadap oksidasi daripada vitamin A. Vitamin D terdiri dari vitamin D2 dan D3.

Vitamin D3 memiliki tiga fungsi pokok, yaitu : meningkatkan penyerapan kalsium di usus halus, memungkinkan resorpsi kalsium dari tulang, dan meningkatkan ekskresi fosfat dari ginjal. Bersama-sama dengan hormon paratiroid, hasil dari acara vitamin D yaitu berupa peningkatan kadar kalsium dalam darah. 

 Akibat Kekurangan bagi Tubuh Manusia dan Hewan  Pintar Pelajaran Makanan Sumber dan Fungsi Vitamin D (Kalsiferol) : Akibat Kekurangan bagi Tubuh Manusia dan Hewan
Gambar 1. Struktur Kolekalsiferol (Vitamin D3). (WIkimedia Commons)
Terdapat dua bentuk aktif dari vitamin ini, yaitu vitamin D2 dan vitamin D3.aktivasi vitamin D dilakukan oleh hormon paratiroid. Vitamin D2 atau dikenal juga dengan nama ergokalsiferol ini berasal dari turunan senyawa kolesterol yang banyak ditemukan pada ragi dan tanaman. Vitamin D3 (kolekalsiferol) sendiri berasal dari turunan senyawa 7-dehidrokolesterol. Golongan vitamin inilah yang paling banyak ditemukan pada kulit manusia. Pada ginjal, vitamin D dikonversi menjadi bentuk aktif yang disebut 1,25-dihydroxycholecalciferol.  Vitamin ini banyak ditemukan pada jeruk, stroberi, tomat, brokoli, dan sayuran hijau lainnya.(http://id.wikipedia.org/wiki/Vitamin_D)
 Akibat Kekurangan bagi Tubuh Manusia dan Hewan  Pintar Pelajaran Makanan Sumber dan Fungsi Vitamin D (Kalsiferol) : Akibat Kekurangan bagi Tubuh Manusia dan Hewan
Gambar 2. Struktur Ergokalsiferol (Vitamin D2). (Wikipedia Commons)
Sebelum vitamin D3 efektif, haruslah terlebih dahulu diaktifkan. Sebagiannya diaktifkan di dalam hati, melalui konversinya menjadi 25-hidroksikalsiferol (dengan hidroksilasi). Ini kemudian diangkut ke ginjal, untuk hidroksilasi berikutnya menjadi 1, 25-hidroksikalsiferol. Dalam bentuk inilah vitamin ini sepenuhnya aktif.

Di dalam darah, bentuk yang aktif tersebut bekerja pada sel dari mukosa usus sampai terjadi sintesa suatu mRNA yang spesifik, mRNA itu kemudian menimbulkan diproduksinya protein pembawa kalsium dari usus. Oleh sebab itu vitamin D memudahkan penyerapan kalsium dan kemudian tentunya memperlancar kalsifikasi tulang.

Defisiensi / Kekurangan vitamin D menimbulkan timbulnya rickets pada tulang sebab kekurangan kalsium. Keadaan ini sanggup menjadikan pembengkakan sendi, kaki yang melengkung dan sebagainya. Seperti halnya vitamin A, vitamin D diekskresikan dari badan secara amat perlahan, melalui empedu, eleh sebab itu apabila terlalu banyak dimakan sanggup menjadikan keracunan. Kadar vitamin D yang tinggi di dalam darah mempengaruhi metabolisme kalsium, sampai sanggup terjadi duduk perkara neurologik, serta terjadinya deposisi kalsium pada jaringan-jaringan lunak. Hal ini sanggup terjadi apabila keadaan berlangsung lama.

Anda kini sudah mengetahui Vitamin D. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

DAFTAR PUSTAKA PENGANTAR ILMU NUTRISI TERNAK

Artikel ini merupakan bahan yang ditulis oleh Prof. Dr. Ir. Wahyu Widodo, Ms. (Fakultas Peternakan-perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari Buku Ajar Berjudul "PENGANTAR ILMU NUTRISI TERNAK" tahun 2006.

Wednesday, September 18, 2019

Pintar Pelajaran Manfaat, Kegunaan Lipid Dalam Kehidupan, Senyawa Kimia

Manfaat, Kegunaan Lipid dalam Kehidupan, Senyawa Kimia - Senyawa lipid banyak dimanfaatkan. Berikut beberapa senyawa lipid dan kegunaannya.

1. Malam

Malam (wane) berbeda dari lemak dan minyak lantaran hanya merupakan monoester sederhana. Bagian asam maupun bab alkohol dari molekul malam ialah rantai karbon jenuh yang panjang.

Contoh :
 Berikut beberapa senyawa lipid dan kegunaannya Pintar Pelajaran Manfaat, Kegunaan Lipid dalam Kehidupan, Senyawa Kimia

Malam bersifat lebih getas, lebih keras, dan kurang berminyak dibandingkan lemak. Malam dipakai untuk menciptakan semir, kosmetika, balsem, dan sediaan farmasi lainnya, serta lilin dan piringan hitam. Di alam, malam melapisi dedaunan dan batang tumbuhan yang tumbuh di kawasan kering, sehingga mengurangi penguapan. Demikian pula, serangga sering mempunyai mantel berupa malam pelindung alami.

2. Terpena dan Steroid

Minyak atsiri (essential oil) dari banyak tumbuhan dan bunga diperoleh melalui penyulingan. Minyak atsiri tersebut biasanya mempunyai amis khas dari tumbuhan tersebut (misal minyak mawar dan minyak kenanga). Senyawa yang diisolasi dari minyak ini mengandung atom karbon kelipatan dari lima atom karbon (5, 10, 15, dan seterusnya ) yang disebut terpena. Terpena disintesis dalam tumbuhan dari asetat melalui zat antara biokimia yang penting, yaitu isopenil pirofosfat. Unit lima karbon itu mempunyai rantai dengan empat karbon dan satu cabang karbon pada C-2 yang disebut unit isoprena.

Kebanyakan struktur terpena sanggup dipecah menjadi beberapa unit isoprena. Terpena mengandung banyak sekali gugus fungsi (C = C, –OH, C = O) sebagai bab dari strukturnya dan sanggup berupa asiklik atau siklik.

Contoh terpena ialah sitronelat (minyak jeruk), mentol (minyak permen), dan mirsena (daun salam). Salah satu pemanfaatan senyawa dari terpena yaitu mentol (minyak permin). Kamu sanggup menciptakan minyak angin dengan senyawa terpena ini.

Bunga Mawar Mengandung Terpena

Lakukan acara berikut untuk menciptakan minyak angin.

Percobaan / Praktikum Membuat Minyak Angin.

A. Tujuan

Membuat minyak angin

B. Bahan

- Minyak gandapura 100 cc
- Minyak permint 5 cc
- Bibit minyak wangi 2 cc
- Bibit warna hijau 0,5 cc
- Mentol kristal 10 gr
- Kamfer kristal 5 gr

C. Cara Kerja

1. Minyak gandapura, minyak permint, bibit minyak, dan zat pewarna hijau dicampur jadi satu tanpa pemanasan api.
2. Kemudian mentol kristal dimasukkan sekaligus dalam percampuran tersebut.
3. Bandingkan minyak angin yang telah kau buat dengan minyak angin yang ada di pasaran.

D. Hasil Percobaan

Minyak angin yang telah dibentuk mempunyai :
Warna : ....
Bentuk : ....
Aroma : ....

E. Analisa Data

1. Apakah fungsi minyak gandapura dan mentol kristal dalam pembuatan minyak angin?
2. Apakah kesimpulan dari percobaan ini?

Steroid merupakan golongan lipid utama. Steroid dan terpena, keduanya disintesis melalui rute yang mirip. Steroid yang paling dikenal ialah kolesterol. Kolesterol terdapat dalam semua sel binatang tetapi terutama terkonsentrasi dalam otak dan sumsum tulang punggung. Kolesterol juga merupakan penyusun utama kerikil empedu. Jumlah total kolesterol dalam badan insan rata-rata ialah sekitar 2 ons. Kadar kolesterol dalam darah di bawah 200 mg/dL sanggup diterima, tetapi kadar di atas 280 mg/dL berisiko tinggi terkena penyakit jantung koroner.

Steroid lain yang juga umum dijumpai dalam jaringan binatang dan memainkan tugas biologis yang penting ialah asam kolat (cholic acid). Asam kolat terdapat dalam kanal empedu, terutama dalam banyak sekali bentuk garam amida. Fungsi asam kolat sebagai materi pengemulsi untuk memudahkan perembesan lemak dalam usus. Pada dasarnya senyawa ini merupakan sabun biologis.

3. Fosfolipid

Fosfolipid menyusun sekitar 40% membran sel sedangkan sisanya protein. Fosfolipid secara struktur berkaitan dengan lemak dan minyak, kecuali salah satu dari gugus esternya digantikan oleh fosfatidilamina. Perhatikan struktur fosfolipid berikut ini.
 Berikut beberapa senyawa lipid dan kegunaannya Pintar Pelajaran Manfaat, Kegunaan Lipid dalam Kehidupan, Senyawa Kimia

Bagian asam lemak biasanya palmitil, stearil, atau oleil. Struktur yang ditunjukkan di atas ialah sefalin. Ketiga proton pada nitrogen digantikan oleh gugus metil dalam lesitin. Kedua jenis fosfolipid ini tersebar luas dalam tubuh, terutama di otak dan jaringan saraf.

Fosfolipid menyusun diri dalam lapisan ganda (bilayer) pada membran, dengan kedua “ekor” hidrokarbon mengarah ke dalam dan ujung polar fosfatidilamina membentuk permukaan membran, menyerupai diperlihatkan pada Gambar 1. 
 Berikut beberapa senyawa lipid dan kegunaannya Pintar Pelajaran Manfaat, Kegunaan Lipid dalam Kehidupan, Senyawa Kimia
Gambar 1. Struktur Fosfolipid.
Membran memainkan tugas kunci dalam biologi, yaitu mengatur difusi zat ke dalam dan ke luar sel.

4. Prostaglandin

Prostaglandin ialah kelompok senyawa yang berafiliasi dengan asam lemak tak jenuh. Kelompok senyawa ini ditemukan pada tahun 1930-an, sewaktu dijumpai bahwa insan mengandung zat yang sanggup merangsang jaringan otot halus, menyerupai otot uterus untuk berkontraksi. Berdasarkan anggapan bahwa zat tersebut berasal dari kelenjar prostat, maka namanya menjadi prostaglandin. Sekarang kita mengetahui bahwa prostaglandin tersebar luas dalam hampir semua jaringan manusia, dan bahwa senyawa ini dalam jumlah sedikit aktif secara biologis dan menjadikan banyak sekali pengaruh pada metabolisme lemak, denyut jantung, dan tekanan darah.

Prostaglandin mempunyai 20 atom karbon. Senyawa ini disintesis di dalam badan melalui oksidasi dan siklisasi ke-20 karbon asam lemak tak jenuh, yaitu asam arakidonat (arachidonic acid). Karbon ke-8 hingga karbon ke-12 dari rantai bergelung membentuk cincin siklopentana dan fungsi oksigen (gugus karbonil atau hidroksil) selalu ada pada karbon ke-9. Jumlah ikatan rangkap atau gugus hidroksil sanggup bermacam-macam di dalam strukturnya.
 Berikut beberapa senyawa lipid dan kegunaannya Pintar Pelajaran Manfaat, Kegunaan Lipid dalam Kehidupan, Senyawa Kimia
Prostaglandin telah menarik minat dalam masyarakat medis, alasannya ialah senyawa ini dipakai dalam pengobatan penyakit inflamasi, menyerupai asma dan artritis reumatoid; pengobatan tukak paptik; pengendalian hipertensi; pengaturan tekanan darah, dan metabolisme serta menginduksi kelahiran dan pengguguran terapeutik.

Anda kini sudah mengetahui Kegunaan Lipid. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Sukmanawati, W. 2009. Kimia 3 : Untuk SMA/ MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 266.

Monday, December 9, 2019

Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi Pada Manusia


Sistem Reproduksi pada Manusia - Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi. Sistem reproduksi insan lebih kompleks dibandingkan pada tumbuhan. Seorang laki-laki dan perempuan telah siap menghasilkan keturunan apabila memenuhi ciri-ciri tertentu secara biologis. Anda dapat menyimak materi berikut untuk sanggup memahami ciri-ciri ini. Pada potongan berikut, kita akan mempelajari sistem reproduksi manusia, baik laki-laki ataupun wanita. Selain itu, kita juga membahas beberapa proses yang terkait dengan sistem reproduksi, menyerupai ovulasi, menstruasi, fertilisasi, gestasi, persalinan, dan ASI. Penting pula kita ketahui mengenai berbagai gangguan dan kelainan yang sanggup terjadi pada sistem reproduksi.

Perkembangbiakan atau reproduksi merupakan salah satu ciri makhluk hidup untuk mempertahankan jenisnya. Manusia tergolong makhluk dioseus (berumah dua). Hal ini berarti, satu individu hanya mempunyai satu jenis alat reproduksi, yaitu laki-laki dan wanita. Laki-laki cukup umur bisa menghasilkan sel gamet yang disebut spermatozoa, sedangkan perempuan cukup umur bisa menghasilkan sel gamet yang disebut ovum. Jika kedua sel gamet ini melebur atau terjadi fertilisasi, maka terbentuk zigot yang akan tumbuh menjadi janin dan dalam waktu 9 bulan akan menjadi bayi. Bagaimana proses pembentukan sperma dan ovum? Apa kaitannya dengan kehamilan dan menstruasi? Kamu akan mengetahui jawabannya sehabis mempelajari potongan ini.

Setelah mempelajari materi tersebut, kalian diperlukan mampu menjelaskan struktur, fungsi, dan proses yang terjadi pada sistem reproduksi manusia. Selain itu, kalian juga diperlukan bisa menjelaskan proses-proses pembentukan sel kelamin, ovulasi, menstruasi, fertilisasi, dan pemberian ASI. Tak kalah penting, kalian juga diperlukan mampu menjelaskan banyak sekali kelainan atau penyakit yang sanggup terjadi pada sistem reproduksi insan sekaligus cara mencegah serta cara mengatasinya.

A. Sistem Reproduksi pada Pria (Laki-laki)

1. Alat Kelamin Pria

Alat kelamin laki-laki berfungsi menghasilkan gamet jantan, yaitu spermatozoa (sperma). Alat kelamin laki-laki dibedakan menjadi alat kelamin dalam dan alat kelamin luar.

a. Alat kelamin dalam

Alat kelamin dalam terdiri atas:

1) Testis

Testis mempunyai bentuk bundar telur dan berjumlah sepasang, terdapat pada skrotum (zakar). Testis merupakan tempat pembentukan sel kelamin jantan (spermatozoa) dan hormon kelamin (testosteron).

Pada testis terdapat pembuluh-pembuluh halus yang disebut tubulus seminiferus. Pada dinding tubulus seminiferus terdapat calon-calon sperma (spermatogonium yang diploid. Di antara tubulus seminiferus terdapat sel-sel interstisiil yang menghasilkan hormon testosteron dan hormon kelamin jantan lainnya. Selain itu, terdapat pula sel-sel berukuran besar yang berfungsi menyediakan makanan bagi spermatozoa, sel ini disebut sel sertoli.

2) Saluran reproduksi

Saluran reproduksi terdiri atas duktus epididimis, yaitu tempat pematangan sperma lebih lanjut dan tempat penyimpanan sementara sperma. Selanjutnya, terdapat vas deferens yang merupakan suatu akses untuk mengangkut sperma ke vesikula seminalis (kantung sperma). Arah vas deferens ini ke atas, kemudian melingkar dan salah satu ujungnya berakhir pada kelenjar prostat dan di belakang kandung kemih, akses ini bersatu membentuk duktus ejakulatorius pendek yang berakhir di uretra. Uretra dari duktus ejakulatorius sama-sama berakhir di ujung p*nis.
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Gambar 1. Anatomi organ reproduksi laki-laki. (Wikimedia Commons)
3) Kelenjar kelamin

Saluran kelamin dilengkapi dengan tiga kelenjar yang sanggup mengeluarkan getah atau semen. Kelenjar-kelenjar ini, antara lain vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar bulbouretral (Cowper).

a) Vesikula seminalis

Vesikula seminalis berjumlah sepasang dan terletak di atas dan bawah kandung kemih. Vesikula seminalis menghasilkan 60% dari volume total semen. Cairan dari vesikula seminalis berwarna jernih, kental mengandung lendir, asam amino, dan fruktosa. Cairan ini berfungsi memberi makan sperma. Selain itu, vesikula seminalis juga mengekskresikan prostaglandin yang berfungsi menciptakan otot uterin berkontraksi untuk mendorong sperma mencapai uterus.

b) Kelenjar prostat

Kelenjar prostat berukuran lebih besar dibandingkan dua kelenjar lainnya. Cairan yang dihasilkan encer menyerupai susu dan bersifat alkalis sehingga sanggup menyeimbangkan keasaman residu urin di uretra dan keasaman v*gina. Cairan ini langsung bermuara ke uretra lewat beberapa akses kecil.

c) Kelenjar bulbouretral atau kelenjar Cowper.

Kelenjar ini kecil, berjumlah sepasang, dan terletak di sepanjang uretra. Cairan kelenjar ini kental dan disekresikan sebelum p*nis mengeluarkan sperma dan semen.

4) Uretra

Uretra ialah akses di dalam p*nis yang berfungsi sebagai akses urin dari kandung (vesica urinaria) keluar tubuh dan sebagai akses jalannya semen dari kantong semen.

b. Alat kelamin luar

Alat kelamin luar pria, yaitu berupa p*nis dan skrotum. P*nis ialah organ yang berperan untuk kopulasi (persetubuan). Kopulasi ialah penyimpanan sperma dari alat kelamin jantan (pria) ke dalam alat kelamin betina (wanita). P*nis pada laki-laki sanggup mengalami ereksi. Ereksi ialah penegangan dan pengembangan p*nis lantaran terisinya akses p*nis oleh darah. Skrotum pada laki-laki di kenal dengan buah zakar. Di dalam buah zakar ini terdapat testis.

Gametogenesis merupakan proses pembentukan gamet (sel kelamin). Gametogenesis dibagi menjadi dua, yaitu spermatogenesis dan oogenesis. Spermatogenesis ialah proses pembentukan gamet jantan (sperma), sedangkan oogenesis ialah proses pembentukan gamet betina (ovum). Bagaimana prosedur kedua gametogenesis tersebut? Adakah perbedaannya?

2. Spermatogenesis

Spermatogenesis terjadi di dalam tubulus seminiferus. Spermatogonesis memakan waktu 65–75 hari di dalam tubuh pria. Di dalam tubulus seminiferus, terdapat banyak sel induk sperma (spermatogonium). Spermatogonium bersifat diploid (2n), mengandung 46 kromosom. Spermatogonium akan membelah secara mitosis menjadi spermatosit primer. Spermatosit ini akan membelah pula secara meiosis menjadi dua spermatosit sekunder yang bersifat haploid (n). Haploid (n) artinya mengandung 23 kromosom atau setengah dari sel induk. Kemudian, setiap spermatosit sekunder akan membelah lagi secara meiosis menjadi dua spermatosit sehingga terbentuklah empat spermatid. Sel-sel spermatid tersebut akan mengalami pendewasaan menjadi sperma.
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Gambar 2. Spermatogenesis.
B. Sistem Reproduksi pada Wanita (Perempuan)

1. Alat Kelamin Wanita

Alat reproduksi perempuan menyerupai juga pada laki-laki terdiri atas alat kelamin luar dan dalam organ reproduksi pada perempuan ialah ovarium. Ovarium berfungsi menghasilkan sel telur (ovum).
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Gambar 3. Anatomi organ reproduksi wanita. (britannica.com)
a. Alat kelamin luar

Alat kelamin luar terdiri atas:
  1. Celah luar disebut vulva.
  2. Sepasang bibir besar atau lipatan kulit disebut juga (Labium mayora) membatasi kedua belah celah dan sepasang bibir kecil lipatan disebut (Labium minora). Di potongan depan labium minor terdapat tonjolan yang disebut klit*ris. Klit*ris merupakan suatu berkas jaringan yang peka. Klit*ris berasal dari bahasa Yunani, yang berarti sebuah bukit kecil.
  3. Di dalam vulva bermuara dua saluran, yaitu akses urin dan akses kelamin.
b. Alat Kelamin dalam

Alat kelamin dalam terdiri atas:

1) Ovarium (indung telur)

Ovarium terdapat dalam rongga tubuh di tempat pinggang, yaitu di sebelah kanan dan kiri. Dalam ovarium terdapat kelenjar endokrin dan jaringan tubuh yang menciptakan sel telur (ovum) yang disebut folikel. Sel folikel akan memproduksi sel telur pada ovarium wanita. Peristiwa pelepasan sel telur (ovum) dari ovarium sehabis folikel masak disebut ovulasi. Ovulasi pada perempuan berlangsung sebulan sekali. Pada ketika folikel telur tumbuh, ovarium menghasilkan hormon estrogen, dan sehabis ovulasi menghasilkan hormon progesteron.

2) Saluran tuba fallopii

Saluran tuba fallopii atau oviduk berjumlah sepasang, di kanan dan di kiri. Saluran ini menghubungkan ovarium dengan rahim. Bagian pangkalnya berbentuk corong disebut tuba infundibulum. Tuba infundibulum ini dilengkapi dengan jumbai-jumbai yang dinamakan fimbriae. Fimbriae berfungsi menangkap sel telur yang telah masak dan lepas dari ovarium. Tuba fallopii berfungsi untuk menggerakkan ovum ke arah rahim dengan gerak peristaltik dan dengan dukungan silia.

3) Uterus (rahim)

Rahim insan mempunyai satu ruangan dan berbentuk buah pir, pada potongan bawahnya mengecil dan disebut leher rahim atau serviks uteri, potongan ujung yang besar disebut tubuh rahim atau corpus uteri. Lapisan terdalam yang membatasi rongga rahim terdiri atas jaringan epitel yang disebut endometrium atau selaput rahim. Lapisan ini menghasilkan banyak lendir dan pembuluh darah. Sebulan sekali, pada ketika menstruasi (haid) lapisan ini dilepaskan diikuti dengan pendarahan. Dinding pada rahim selalu mengalami perubahan ketebalan, insiden ini dipengaruhi hormon, di antaranya adalah:

a) Menjelang ovulasi dinding menebal, lantaran efek hormon estrogen.
b) Dinding rahim akan semakin menebal sehabis ovulasi, lantaran efek hormon progesteron.
c) Pada ketika menstruasi dinding rahim tipis kembali, lantaran dinding endometrium mengelupas. Setelah menstruasi, dinding dibuat kembali, insiden ini disebut siklus menstruasi.
d) Uterus atau rahim merupakan ruangan tempat janin menempel, tumbuh dan berkembang.

4) V*gina (liang peranakan)

V*gina ialah sebuah tabung berlapiskan otot yang membujur ke arah belakang dan atas. Dinding v*gina lebih tipis dari rahim dan banyak lipatan-Iipatan. Hal ini untuk mempermudah jalan kelahiran bayi. Selain itu, juga terdapat lendir yang dihasilkan oleh dinding v*gina dan suatu kelenjar, yaitu kelenjar barlholini.

2. Oogenesis

Oogenesis terjadi di dalam ovarium. Ovarium mengandung banyak sel induk telur (oogonium)yang bersifat diploid (2n). Oogonium tersebut akan membelah secara mitosis menjadi oosit primer. Oosit primer akan membelah secara meiosis menjadi satu oosit sekunder dan satu tubuh polar primer. Kemudian, oosit sekunder membelah secara meiosis menjadi satu ootid dan satu tubuh polar sekunder. Ootid akan mengalami pematangan menjadi sel telur (ovum), sedangkan tubuh polar sekunder akan luruh (degenerasi).

Sel telur yang telah matang akan dilepaskan oleh ovarium. Pelepasan sel telur oleh ovarium disebut ovulasi.

Di dalam ovarium terdapat banyak folikel yang merupakan pelindung dan pemberi nutrisi bagi sel telur yang sedang dibentuk. Pada proses ovulasi, folikel akan mengeluarkan sel telur. Folikel yang telah mengeluarkan sel telurnya disebut corpus luteum. Corpus luteum menyekresikan hormon estrogen dan progesteron.
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Gambar 4. Oogenesis terjadi di ovarium.
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Gambar 5. Proses pelepasan sel telur oleh ovarium (ovulasi). (embryology.med.unsw.edu.au).
Pada ketika dilahirkan, ovarium pada bayi perempuan mengandung 600 ribu oosit primer. Akan tetapi, hanya 400 yang akan berkembang menjadi ovum.

3. Siklus Menstruasi

Siklus menstruasi mengacu kepada perubahan yang muncul di dalam uterus. Rata-rata siklus menstruasi pada perempuan sekitar 28 hari. Siklus menstruasi terdiri atas tiga fase, yaitu fase menstruasi, fase proliferasi, dan fase sekretori (Campbell, 1998: 951).

Fase menstruasi merupakan fase pada ketika terjadi peluruhan dinding uterus yang menebal (endometrium). Endometrium yang luruh tersebut merupakan proses menstruasi (keluarnya darah dari v*gina). Fase menstruasi hanya terjadi dalam beberapa hari saja (4–7hari). Menstruasi menyebabkan dinding uterus menjadi tipis menyerupai semula.

Setelah 1–2 minggu, dinding uterus kembali menebal. Proses ini terjadi pada fase proliferasi. Fase terakhir dari siklus menstruasi ialah fase sekretori. Fase sekretori berlangsung selama dua minggu. Pada fase ini, endometrium semakin menebal, kaya akan pembuluh darah. Apabila tidak terjadi implantasi embrio pada endometrium, maka endometrium akan luruh. Hal ini akan mengawali terjadinya kembali siklus menstruasi.

Pada ketika terjadi siklus menstruasi, berlangsung pula siklus ovarium. Siklus ini, terdiri atas tiga fase, yaitu fase folikular, fase ovulasi, dan fase luteal. Siklus ovarium diawali oleh fase folikular. Pada fase ini, folikelfolikel pada ovarium akan tumbuh dan berkembang. Dari beberapa folikel yang tumbuh, hanya satu saja yang akan matang, sementara folikel yang lainnya akan luruh. Fase ini berakhir pada ketika sel telur dikeluarkan (ovulasi). Peristiwa ini merupakan fase ovulasi. Folikel yang telah mengeluarkan sel telur akan tetap berada di ovarium dan menjelma corpus luteum. Proses tersebut terjadi pada fase luteal.

Siklus menstruasi dan siklus ovarium sangat dipengaruhi oleh hormon. Hormon tersebut besar lengan berkuasa terhadap perkembangan folikel, ovulasi, dan penebalan dinding rahim. Terdapat lima jenis hormon yang berperan dalam siklus menstruasi dan siklus ovarium (Campbell, 1998: 951). Kelima hormon tersebut ialah Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH), Follicle Stimulating Hormone (FSH), Luteinizing Hormone (LH), estrogen, dan progesteron.

Pada fase folikular dari siklus ovarium, hipotalamus akan mengeluarkan GnRH yang akan merangsang sekresi hormon FSH dan LH. FSH akan merangsang perkembangan folikel yang akan menyekresikan estrogen. LH sendiri menyebabkan terjadinya ovulasi dan pembentukan corpus luteum. Corpus luteum akan menyekresikan hormon estrogen dan progesteron. Kadar estrogen akan meningkat pada hari ke-12 siklus. Hal ini akan menyebabkan insiden ovulasi pada hari ke-14 siklus. Produksi estrogen dan progesteron akan mencapai puncaknya pada hari ke-22 siklus.

Apabila tidak terjadi pembuahan, kadar estrogen dan progesteron yang tinggi akan menghambat produksi FSH dan LH. Turunnya kadar LH akan menyebabkan luruhnya corpus luteum sehingga kadar estrogen dan progesteron pun menurun. Hal ini mengawali siklus menstruasi yang baru. Berdasarkan Gambar 6. dapatkah Anda menjelaskan kekerabatan antara siklus menstruasi, siklus ovarium, dan keadaan hormon dalam tubuh?
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Grafik 7. Grafik siklus menstruasi.
4. Fertilisasi dan Kehamilan

Kehamilan akan terjadi lantaran adanya fertilisasi. Fertilisasi merupakan proses bertemunya sel telur (ovum) dengan sel sperma. Pada manusia, sel sperma akan masuk ke dalam v*gina untuk bertemu dengan sel telur melalui proses kopulasi.

Pada lelaki normal, sperma akan dikeluarkan sebanyak 300–400 juta dalam satu kali ej*kulasi. Sel-sel sperma yang masuk ke dalam v*gina akan berenang menuju oviduct (tuba Fallopi). Apabila sel sperma bertemu dengan sel telur pada tuba Fallopi, maka akan terjadi fertilisasi (Gambar 7). Fertilisasi akan menghasilkan zigot yang bersifat diploid (2n), hasil peleburan antara inti sperma dan inti sel telur.
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Gambar 7. Fertilisasi terjadi di tuba Fallopi.
Dalam perjalanan menuju uterus, zigot akan mengalami pembelahan. Zigot yang mengalami pembelahan tersebut dinamakan morula. Morula tersebut akan terus mengalami pembelahan menjadi blastula. Blastula mempunyai rongga yang disebut blastosol. Pada tutup blastula, zigot akan menempel pada endometrium. Proses melekatnya zigot pada endometrium disebut implantasi.

Setelah implantasi, dimulailah proses kehamilan, secara umum, kehamilan dibagi menjadi tiga trimester, yaitu trimester pertama, trimester kedua, dan trimester ketiga. Pada trimester pertama, blastuta akan terus berkembang membentuk tiga lapisan, yaitu lapisan luar (ektoderm), lapisan tengah (mesoderm), dan lapisan dalam (endoderm). Tahap ini disebut gastrulasi.

Setelah itu, zigot akan mengalami organogenesis, yaitu proses pembentukan banyak sekali organ tubuh dari masing-masing lapisan. Ektoderm akan membentuk sisem saraf, kulit, mata, dan hidung. Mesoderm akan membentuk tulang, otot, jantung, pembuluh darah, ginjal, limfa, dan organ reproduksi. Endoderm akan membentuk organ-organ pernapasan dan pencernaan. Blastula yang mengalami organogenesis membentuk embrio.

Embrio tersebut mendapat nutrisi dari endometrium melalui plasenta. Pada trimester pertama, embrio akan merangsang kelenjar-kelenjar dalam dinding uterus untuk memproduksi hormon-hormon reproduksi. Salah satu hormon yang diproduksi, ialah Human Chorionic Gonadotropin (HCG). Hormon ini berfungsi merangsang corpus luteum untuk menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Kedua hormon tersebut akan menyebabkan dinding uterus tetap tebal yang mempunyai kegunaan sebagai implantasi dan memelihara janin. Pada trimester pertama, kadar HCG dari dalam darah ibu sangat tinggi sehingga sebagian di antaranya diekskresikan bersama urine. Adanya HCG di dalam urine sanggup digunakan sebagai indikator dalam uji kehamilan.

Pada trimester kedua, embrio tumbuh secara cepat dan aktif mencapai ukuran sekitar 30 cm. Embrio atau janin akan aktif bergerak pada trimester kedua ini. Pada periode ini, hormon HCG akan stabil dan plasenta akan menyekresikan sendiri progesteron untuk menjaga kehamilan. Pada trimester ketiga, janin akan tumbuh mencapai berat sekitar 3–3,5 kg dan panjang sekitar 50 cm. Pada periode ini, perut ibu akan kelihatan sangat membesar.

5. Kelahiran

Kehamilan berlangsung sekitar 9 bulan 10 hari. Janin sehabis mencapai usia tersebut akan siap untuk dilahirkan. Proses kelahiran diawali dengan meningkatnya hormon estrogen. Meningkatnya hormon estrogen ini akan meningkatkan kemampuan otot-otot uterus untuk berkontraksi. Selama ahad terakhir kehamilan, hormon estrogen meningkat secara pesat. Otot-otot uterus pun dipengaruhi oleh hormon oksitosin.

Kontraksi otot-otot uterus akan menekan kepala bayi menuju serviks (leher rahim). Akibatnya, serviks akan merenggang sehingga bayi keluar dari uterus. Secara bersamaan, kontraksi tersebut akan mendorong bayi menuju v*gina dan jadinya keluar dari tubuh ibu.

Pada ketika kelahiran (Gambar 8), bayi masih terhubung dengan plasenta melalui tali pusar. Ketika masih berada di dalam uterus, janin tidak perlu bernapas. Akan tetapi, sehabis keluar, bayi akan mulai bernapas.
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Gambar 8. Proses kelahiran bayi. (global.britannica.com)
Air susu ibu atau ASI lebih banyak diproduksi sehabis bayi lahir lantaran hormon prolaktin lebih aktif. Kelenjar susu dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron.

Kolostrum, cairan kuning yang disintesis dan disimpan oleh kelenjar mamae mulai dari bulan keempat atau kelima kehamilan, akan menjadi makanan pertama bagi bayi. Kolostrum kaya akan kandungan antibodi ibu, menjaga bayi dari infeksi. Kandungan proteinnya yang tinggi juga membantu mencegah diare pada bayi. Beberapa hari sehabis kelahiran, bayi yang menyusui dikombinasikan dengan hormon prolaktin merangsang sintesis ASI bahwasanya dalam payudara ibu.

Keunggulan dan manfaat menyusui sanggup dilihat dari beberapa aspek, yaitu aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, ekonomis, dan aspek penundaan kehamilan.

Tabel 1. Manfaat ASI

Aspek
Kandungan
Manfaat
Gizi


Kolostrum
Immunoglobulin A; protein, vitamin A; karbohidrat; lemak rendah dan air
Kekebalan tubuh yang cukup, membantu mengeluarkan mekonium (kotoran bayi pertama)
ASI
Gizi yang sesuai dan berkualitas tinggi; perbandingan whey dan casein 65 : 35; taurin; DHA (Decosahexanic Acid); AA (Arachidonic Acid)
Pertumbuhan dan kecerdasan bayi, lebih gampang dicerna dibandingkan susu sapi
Imunologik
Ig.A; Laktoferin; Lysosim; sel darah putih, yakni Bronchus Asociated Lympocyte (BALT)/antibodi akses pernapasan dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT)/antibodi jaringan payudara ibu; faktor bifidus
Kekebalan tubuh bayi, menjaga keasaman tanaman usus bayi, dan menghambat pertumbuhan basil merugikan
Aspek
Manfaat
Psikologik
Rasa percaya diri ibu menyusui, kasih sayang terhadap bayi, interaksi antara ibu dan bayi, rasa kondusif dan kehangatan ibu memberi kepuasan bagi bayi
Kecerdasan
Interaksi ibu-bayi dan nilai gizi ASI mengoptimalkan perkembangan sistem saraf bayi dan meningkatkan kecerdasan. Penelitian memperlihatkan bahwa IQ bayi yang diberi ASI mempunyai IQ 4,3 poin lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 poin lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8,3 poin lebih tinggi pada usia 8,5 tahun dibandingkan bayi yang tidak diberi ASI
Neurologis
Dengan menyusui, koordinasi saraf menelan, mengisap, dan bernapas bayi sanggup lebih tepat
Ekonomis
Dengan menawarkan ASI eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya makanan bayi hingga bayi berumur 6 bulan
Penundaan kehamilan
Memberikan ASI langsung sanggup menunda haid dan kehamilan. Dapat digunakan sebagai kontrasepsi alamiah yang dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL)

C. Gangguan dan Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia

Seperti halnya sistem-sistem tubuh lainnya, sistem reproduksi pada insan sanggup mengalami gangguan dan penyakit. Gangguan dan penyakit tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, menyerupai tumor, nanah virus atau bakteri, serta kelainan fisiologis pada organ reproduksi. Berikut akan dijelaskan beberapa pola gangguan dan penyakit pada sistem reproduksi manusia.
  1. Endometriosis, ialah gangguan akhir adanya jaringan endometrium dari luar rahim (uterus). Kelainan ini berupa tumbuhnya jaringan endometrium pada ovarium, usus besar ataupun kandung kemih. Endometriosis menyebabkan sakit pada ketika menstruasi.
  2. Imp*tensi, ialah ketidakmampuan p*nis untuk ereksi atau mempertahankan ereksi. Gangguan ini sanggup disebabkan oleh banyak sekali faktor, menyerupai gangguan produksi hormon testosteron, penyakit diabetes mellitus, kecanduan alkohol, dan gangguan sistem saraf.
  3. Prostatitis, ialah peradangan pada kelenjar prostat. Peradangan kelenjar prostat ini sanggup diikuti oleh peradangan uretra. Penderita prostatitis mempunyai gejala-gejala menyerupai sakit ketika buang air kecil.
  4. Infertilitas, ialah ketidakmampuan untuk menghasilkan keturunan. Pada pria, infertilitas diartikan ketidakmampuan sperma untuk membuahi ovum. Infertilitas sanggup disebabkan oleh gangguan spermatogenesis dan oogenesis, tersumbatnya akses sperma, tersumbatnya tuba Fallopi, dan gangguan pada rahim.
  5. Kanker serviks, merupakan kanker pada potongan serviks wanita, banyak menyerang perempuan di atas umur 40 tahun. Kanker serviks disebabkan oleh nanah virus herpes dan human papilloma virus.
Anda kini sudah mengetahui Sistem Reproduksi pada Manusia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Firmansyah, R. A. M. Hendrawan dan M. U. Riandi. 2009. Praktis dan Aktif Belajar Biologi 2 : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 210.

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rachmawati, F. N. Urifah, dan A. Wijayati. 2009. Biologi : untuk SMA/ MA Kelas XI Program IPA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 193.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.