Showing posts sorted by relevance for query struktur-dan-fungsi-rongga-hidung. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query struktur-dan-fungsi-rongga-hidung. Sort by date Show all posts

Thursday, April 4, 2019

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Rongga Hidung


Struktur dan Fungsi Rongga Hidung pada Manusia - Hidung berfungsi sebagai alat pernapasan dan indra pembau. Hidung terdiri atas lubang hidung, rongga hidung, dan ujung rongga hidung. Rongga hidung mempunyai rambut, banyak kapiler darah, dan selalu berair dengan adanya lendir yang dihasilkan oleh selaput mukosa. Di dalam rongga hidung, udara disaring oleh rambut-rambut kecil (silia) dan selaput lendir yang mempunyai kegunaan untuk menyaring debu, melekatkan kotoran pada rambut hidung, mengatur suhu udara pernapasan, maupun menyelidiki adanya bau. Pada pangkal rongga lisan yang berhubungan dengan rongga hidung terdapat suatu katup yang disebut anak tekak. Saat menelan kuliner anak tekak ini akan terangkat ke atas menutup rongga hidung sehingga makanan tidak sanggup masuk ke dalam rongga hidung. (Baca juga : Alat Pernapasan)

Anda kini sudah mengetahui Fungsi Rongga Hidung. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Tuesday, March 10, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Jaringan Epitelium Simpleks Pada Hewan

Struktur dan Fungsi Jaringan Epitelium Simpleks pada Hewan - Epitelium simpleks hanya terdiri atas satu lapis sel saja. Epitelium simpleks dibedakan menjadi lima macam, yaitu epitelium pipih selapis, epitelium kubus selapis, epitelium silindris selapis, epitelium silindris selapis bersilia, dan epitelium silindris berlapis semu. Macam jaringan epitelium simpleks, letak, dan fungsinya dijelaskan sebagai berikut.

Jenis-Jenis Jaringan Epitelium Simpleks Beserta Letak dan Fungsinya ialah sebagai berikut :

1. Jaringan epitelium pipih selapis

Epitelium simpleks hanya terdiri atas satu lapis sel saja Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Jaringan Epitelium Simpleks pada Hewan
Gambar 1. Jaringan epitelium pipih selapis
Ciri-ciri jaringan epitelium pipih selapis :
  • Sitoplasma jernih
  • Inti sel bentuk bulat terletak di tengah
Letak jaringan epitelium pipih selapis : 
  • Kapsula Bowman pada ginjal
  • Lapisan dalam pembuluh darah dan limfa
  • Alveolus paru-paru
  • Ruang jantung
  • Selaput bab dalam telinga
  • Sel ekskresi kecil dari kebanyakan kelenjar
Fungsi jaringan epitelium pipih selapis :
  • Pelapis bagian dalam rongga dan saluran
  • Tempat difusi zat
  • Tempat infiltrasi zat
2. Jaringan epitelium kubus selapis

Epitelium simpleks hanya terdiri atas satu lapis sel saja Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Jaringan Epitelium Simpleks pada Hewan
Gambar 2. Jaringan epitelium kubus selapis
Ciri-ciri jaringan epitelium kubus selapis :
  • Sitoplasma jernih atau berbutir-butir
  • Inti sel bundar besar terletak di tengah
Letak jaringan epitelium kubus selapis :
  • Kelenjar air liur
  • Retina mata
  • Permukaan ovari
  • Saluran dari nefron ginjal
Fungsi jaringan epitelium kubus selapis :
  • Lapisan pelindung atau proteksi
  • Tempat penyerapan zat atau absorbsi
  • Penghasil mucus (lendir) atau sekresi
3. Jaringan epitelium silindris selapis

Epitelium simpleks hanya terdiri atas satu lapis sel saja Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Jaringan Epitelium Simpleks pada Hewan
Gambar 3. Jaringan epitelium silindris selapis
Ciri-ciri jaringan epitelium silindris selapis :
  • Sitoplasma jernih atau berbutir-butir
  • Nukleus berbentuk bulat terletak di dekat dasar
Fungsi jaringan epitelium silindris selapis :
  • Dinding dalam lambung
  • Usus
  • Kandung empedu
  • Saluran rahim
  • Rahim
  • Saluran pernapasan bagian atas
  • Saluran pencernaan
Letak jaringan epitelium silindris selapis :
  • Lapisan pelindung atau proteksi
  • Penghasil mucus (lendir) atau sekresi
  • Tempat difusi dan absorbsi zat
  • Melicinkan
4. Jaringan epitelium silindris selapis bersilia

Epitelium simpleks hanya terdiri atas satu lapis sel saja Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Jaringan Epitelium Simpleks pada Hewan
Gambar 4. Jaringan epitelium silindris selapis bersilia
Letak jaringan epitelium silindris selapis bersilia :
  • Dinding dalam rongga hidung
  • Saluran trakea
  • Bronkus
  • Dinding dalam saluran oviduk
Fungsi jaringan epitelium silindris selapis bersilia :
  • Penghasil mucus (lendir) untuk menangkap benda asing yang masuk
  • Getaran silianya menghalau benda asing yang masuk atau menempel pada mucus
5. Jaringan epitelium silindris berlapis semu




Ciri-ciri jaringan epitelium silindris berlapis semu :
  • Epitelium ini sebenarnya tersusun atas selapis sel Epitelium saja. Namun, hanya terdiri atas sel-sel Epitelium batang yang berdekatan satu sama lain dan tidak semua selnya mencapai permukaan sehingga menyerupai Epitelium berlapis.
Letak jaringan epitelium silindris berlapis semu :
  • Rongga hidung
  • Trakea
Fungsi jaringan epitelium silindris berlapis semu :
  • Proteksi
  • Sekresi
  • Gerakan zat melalui permukaan
Anda kini sudah mengetahui Struktur dan Fungsi Jaringan Epitelium Simpleks pada Hewan. Terima kasih sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Saturday, April 13, 2019

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Pengecap Pada Manusia

Pengertian Struktur Anatomi dan Fungsi Lidah pada Manusia - Lidah dalam sistem pencernaan berfungsi untuk membantu mencampur dan menelan makanan, mempertahankan makanan semoga berada di antara gigi-gigi atas dan bawah saat masakan dikunyah serta sebagai alat perasa makanan. Lidah sanggup berfungsi sebagai alat perasa masakan karena mengandung banyak reseptor pengecap atau perasa. Lidah tersusun atas otot lurik dan permukaannya dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir (mukosa). (Baca juga : Struktur Rongga Mulut)

Rasa berasal dari partikel-partikel kecil dalam masakan dan minuman. Partikel kecil ini terlarut dalam ludah, sehingga membentuk rangsangan kimia yang menyebar ke seluruh permukaan lidah. Rangsangan direspon oleh reseptor kimia atau biasa disebut kemoreseptor. Kemoreseptor berbentuk tunas pengecap atau kuncup rasa.

Sebagian besar kuncup rasa berada pada permukaan lidah. Sementara yang lainnya, terletak pada langit-langit lunak tinggi di belakang mulut. Secara struktural, kuncup rasa terletak pada epitel pengecap dan bersanding dengan tonjolan-tonjolan kecil yang dinamakan papila. Pada lidah, papila mempunyai jumlah yang amat banyak, yakni sekitar 2.000 buah. Bentuk papila ada yang besar dan kecil. Selain ciri tersebut, kuncup rasa tersusun atas sel pendukung dan pengecap. Pada bab permukaan sel pengecap terdapat mikrovilus yang merespon rangsangan aneka macam rasa. Selanjutnya, sel pengecap ini bekerjasama dengan banyak sel saraf yang akan mengi rimkan impuls menuju otak untuk ditanggapi.

Ada ratusan rasa yang berbeda. Namun, semuanya merupakan gabungan dari empat rasa pengecap dasar, yakni manis, asam, asin, dan pahit. Berbagai rasa ini dapat dikecap oleh bab pengecap yang berbeda. Bagian depan lidah dipakai mengecap rasa manis; bab samping depannya berfungsi mengecap rasa asin; bab samping belakang pada kedua sisi pengecap dipakai sebagai pengecap rasa asam; dan bab pangkal pengecap sebagai pengecap rasa pahit. Perhatikan Gambar 1.

 Pengertian Struktur Anatomi dan Fungsi  Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Lidah pada Manusia
Gambar 1. Anatomi pengecap manusia
 Pengertian Struktur Anatomi dan Fungsi  Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Lidah pada Manusia
Gambar 2. Struktur kuncup rasa
Ketika kita mengunyah makanan, kemungkinan uap keluar melalui faring lisan menuju rongga hidung. Uap ini akan terdeteksi oleh reseptor bau, sehingga menambah cita rasa masakan tersebut. Selain bau, terdapat pula faktor yang lain sehingga masakan sanggup memiliki cita rasa yakni suhu dan sentuhan. Oleh alasannya itu, ketiga indra yaitu pengecap, pembau, dan peraba saling mempunyai kaitan di dalam otak.

Anda kini sudah mengetahui Struktur Lidah dan Fungsi Lidah. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Friday, April 24, 2020

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Jaringan Epitel Pipih Berlapis

Struktur dan Fungsi Epitel Pipih Berlapis - Seperti epitel pipih selapis, sel jaringan epitel pipih berlapis (kompleks) tersusun sangat rapat. Rongga mulut, esofagus, laring, v*gina, terusan an*s, dan rongga hidung banyak tersusun oleh jaringan ini. Fungsinya ialah sebagai pelindung dan penghasil mukus. Epitel pipih berlapis sanggup kalian simak pada Gambar 1.
 dan rongga hidung banyak tersusun oleh jaringan Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Jaringan Epitel Pipih Berlapis
Gambar 1. Epitel pipih berlapis pada rongga mulut
Anda kini sudah mengetahui Struktur dan Fungsi Jaringan Epitel Pipih Berlapis. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Tuesday, April 2, 2019

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Paru-Paru (Pulmo)

Pengertian Struktur dan Fungsi Paru-paru (Pulmo) pada Manusia - Organ yang berperan penting dalam proses pernapasan adalah paru-paru. Paru-paru merupakan organ tubuh yang terletak pada rongga dada, tepatnya di atas sekat diafragma. Diafragma ialah sekat rongga tubuh yang membatasi rongga dada dan rongga perut. Paru-paru terdiri atas dua bagian, paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan mempunyai tiga gelambir yang berukuran lebih besar daripada paru-paru sebelah kiri yang mempunyai dua gelambir. Lihat Gambar 1. Paru-paru dibungkus oleh dua lapis selaput paru-paru yang disebut pleura. Semakin ke dalam, di dalam paru-paru akan ditemui gelembung halus kecil yang disebut alveolus. Jumlah alveolus pada paru-paru kurang lebih 300 juta buah. Adanya alveolus ini menjadikan permukaan paru-paru lebih luas. Diperkirakan, luas permukaan paru-paru sekitar 160 m2  Dengan kata lain, paru-paru mempunyai luas permukaan sekitar 100 kali lebih luas daripada luas permukaan tubuh. (Baca juga : Struktur Alat Penapasan Manusia)

Organ yang berperan penting dalam proses pernapasan ialah Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Paru-paru (Pulmo)
Gambar 1. Struktur paru-paru manusia
Dinding alveolus mengandung kapiler darah. Oksigen yang terdapat pada alveolus berdifusi menembus dinding alveolus, lalu menembus dinding kapiler darah yang mengelilingi alveolus. Setelah itu, masuk ke dalam pembuluh darah dan diikat oleh hemoglobin yang terdapat di dalam sel darah merah sehingga terbentuk oksihemoglobin (HbO2). Akhirnya, oksigen diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh. Setelah hingga ke dalam sel-sel tubuh, oksigen dilepaskan sehingga oksihemoglobin kembali menjadi hemoglobin. Oksigen ini digunakan untuk oksidasi.

Karbondioksida yang dihasilkan dari respirasi sel diangkut oleh plasma darah melalui pembuluh darah menuju ke paru-paru. Sesampai di alveolus, CO2 menembus dinding pembuluh darah dan dinding alveolus. Dari alveolus, karbondioksida akan disalurkan menuju hidung untuk dikeluarkan. Jadi proses pertukaran gas sebetulnya berlangsung di alveolus.

Organ yang berperan penting dalam proses pernapasan ialah Pintar Pelajaran Struktur dan Fungsi Paru-paru (Pulmo)
Gambar 1. Mekanisme pertukaran gas pada alveolus (a) Alveolus yang tersuplai darah (b) bab alveolus yang diperbesar
Anda kini sudah mengetahui Struktur Paru-paru dan Fungsi Paru-Paru. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Thursday, April 4, 2019

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Alat Pernapasan Pada Manusia


Struktur dan Fungsi Organ / Alat Pernapasan pada Manusia - Setiap kita bernapas, okisigen (O2) masuk dan karbon dioksida (CO2) dikeluarkan. Oksigen yang kita hirup ini masuk ke dalam paru-paru setelah melalui banyak sekali alat pernapasan. Alat pernapasan yang dimaksud terdiri atas rongga hidung, pangkal tenggorokan (laring), batang tenggorokan (trakea), cabang batang tenggorokan (bronkus), dan paru-paru (pulmo). Perhatikan pula Gambar 1. (Baca juga : Sistem Pernapasan Manusia)
Gambar 1. Organ Pernapasan Manusia
Keterangan gambar:

1. Hidung
2. Udara higienis masuk
3. Udara kotor keluar
4. Mulut
5. Batang tenggorokan (trakea)
6. Tenggorokan
7. Jantung
8. Paru-paru
9. Diafragma
10. Bronkus

Supaya kalian mengenal organ-organ pernapasan manusia tersebut, coba simak uraian berikut.


b. Faring

c. Pangkal Tenggorokan (Laring)

d. Batang Tenggorokan (Trakea)


g. Paru-paru (Pulmo)

Anda kini sudah mengetahui Alat Penapasan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Pintar Pelajaran Struktur Dan Fungsi Faring

Struktur dan Fungsi Faring - Setelah melewati hidung, udara masuk menuju faring. Faring adalah hulu tenggorokkan atau disebut juga tekak. Saat udara melewati faring, antara rongga hidung dengan tenggorokan ada bab yang selalu terkoordinasi dengan baik. Bagian penting tersebut yaitu semisal katup epilog rongga hidung yang disebut anak tekak. Anak tekak berperan menutup faring saat kita sedang menelan makanan. Apabila kuliner kita telan dan katup belum menutup, maka kuliner masuk ke tenggorokan, akibatnya kita pun tersedak. (Baca juga : Struktur Alat Pernapasan)

Anda kini sudah mengetahui Faring. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Thursday, April 11, 2019

Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Insan Dan Fungsinya

Gambar Struktur dan Fungsi Organ Pencernaan pada Manusia - Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara, secara mekanis dan kimiawi. Secara mekanis, pencernaan makanan dilakukan oleh gerakan otot, semisal gerakan peristaltis dan gerakan gigi-gigi dalam lisan ketika mengunyah makanan. Sedangkan secara kimiawi, pencernaan kuliner sanggup terjadi lantaran tunjangan enzim yang dihasilkan dalam tubuh. Enzim ini bekerja hanya sebagai katalisator reaksi saja dan tidak ikut berubah. Saat melaksanakan proses-proses pencernaan tersebut diperlukan serangkaian organ-organ pencernaan sebagai berikut. 

1. Mulut

Makanan pertama kali masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Makanan ini mulai dicerna secara mekanis dan kimiawi. Di dalam mulut menyerupai Gambar 1, terdapat beberapa alat yang berperan dalam proses pencernaan adalah gigi, lidah, dan kelenjar ludah (glandula salivales).

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 1. Bagian-bagian mulut
a. Gigi

Pada manusia, gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis. Di sini, gigi membantu memecah kuliner menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Hal ini akan membantu enzim-enzim pencernaan biar sanggup mencerna makanan lebih efisien dan cepat. Selama pertumbuhan dan perkembangan, gigi insan mengalami perubahan, mulai dari gigi susu dan gigi tetap (permanen). Gigi pertama pada bayi dimulai ketika usia 6 bulan. Gigi pertama ini disebut gigi susu (dens lakteus). Lihat Gambar 2. Pada anak berusia 6 tahun, gigi berjumlah 20, dengan susunan sebagai berikut.
  1. Gigi seri (dens insisivus), berjumlah 8 buah, berfungsi memotong makanan.
  2. Gigi taring (dens caninus), berjumlah 4 buah, berfungsi merobek makanan.
  3. Gigi geraham kecil (dens premolare), berjumlah 8 buah, berfungsi mengunyah makanan.
Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 2. Susunan gigi susu pada anak-anak
Keterengan :

a. Premolare kedua tumbuh pada 20–24 bulan dan tanggal pada usia 9–11 tahun.
b. Premolare pertama tumbuh pada 10–16 bulan dan tanggal pada usia 9–11 tahun.
c. Caninus tumbuh pada 16–20 bulan dan tanggal pada usia 8–11 tahun.
d. Insisivus lateral tumbuh pada 8–11 bulan dan tanggal pada usia 6–8 tahun.
e. Insisivus sentral tumbuh pada 6–8 bulan dan tanggal di usia 5–7 tahun

Ketika usia anak berkisar antara 6 tahun hingga 14 tahun, gigi susu mulai tanggal dan kemudian digantikan oleh gigi permanen (Gambar 3). Gigi permanen berjumlah 32 buah, yang berarti ada penambahan geraham besar yang berjumlah 12 buah.

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 3. Gigi permanen pada orang dewasa
Keterangan :

a. Molare ketiga (gigi bungsu)
b. Molare kedua
c. Molare pertama
d. Premolare kedua
e. Premolare pertama
f. Caninus
g. Insisivus lateral
h. Insisivus sentral

Perhatikanlah rumus gigi berikut ini.

1) Rumus gigi sulung (susu)

M0P2C1I2
I2C1P2M0
M0P2C1I2
I2C1P2M0


2) Rumus gigi tetap (permanen)

M3P2C1I2
I2C1P2M3
M3P2C1I2
I2C1P2M3

Keterangan:

I : Insisivus (gigi seri)
C : Caninus (gigi taring)
P : Premolare (gigi geraham depan)
M : Molare (gigi geraham belakang)

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 4. Struktur gigi
Perhatikan Gambar 4. di atas. Setiap gigi tertanam dalam rahang dan dilindungi oleh gusi. Struktur luar gigi terdiri atas bagian-bagian berikut.
  1. Mahkota gigi (corona) merupakan cuilan yang tampak dari luar.
  2. Akar gigi (radix) merupakan cuilan gigi yang tertanam di dalam rahang.
  3. Leher gigi (colum) merupakan cuilan yang terlindung oleh gusi.
Adapun penampang gigi sanggup diperlihatkan bagianbagiannya sebagai berikut.
  1. Email (glazur atau enamel) merupakan cuilan terluar gigi. Email merupakan struktur terkeras dari tubuh, mengandung 97% kalsium dan 3% materi organik.
  2. Tulang gigi (dentin), berada di sebelah dalam email, tersusun atas zat dentin.
  3. Sumsum gigi (pulpa), merupakan cuilan yang paling dalam. Di pulpa terdapat kapiler, arteri, vena, dan saraf.
  4. Semen merupakan pelapis cuilan dentin yang masuk ke rahang.
Apa Kegunaan Air Liur?

Air liur mempunyai berbagai macam fungsi penting, misalnya untuk mengubah pati menjadi gula serta menciptakan kuliner licin dan mudah ditelan. Air liur juga membuat mulut steril, membantu indra pengecapan, dan diperkirakan mengandung zat yang melawan bakteri serta membantu penyembuhan luka.

b. Lidah

Lidah dalam sistem pencernaan berfungsi untuk membantu mencampur dan menelan makanan, mempertahankan makanan biar berada di antara gigi-gigi atas dan bawah saat kuliner dikunyah serta sebagai alat perasa makanan. Lidah sanggup berfungsi sebagai alat perasa kuliner karena mengandung banyak reseptor pengecap atau perasa. Lidah tersusun atas otot lurik dan permukaannya dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir (mukosa).

c. Kelenjar Ludah

Terdapat tiga pasang kelenjar ludah di dalam rongga mulut, yaitu glandula parotis, glandula submaksilaris, dan glandula sublingualis atau glandula submandibularis. Amati gambar 5. biar Anda mengenali letak ketiga kelenjar ludah tersebut.

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 5. Letak kelenjar ludah
Keterangan :
  1. Glandula parotis merupakan kelenjar ludah di akrab telinga, menyekresikan ludah yang mengandung enzim ptialin (amilase).
  2. Glandula submaksilaris merupakan kelenjar ludah di samping rahang atas, menyekresikan ludah yang mengandung air dan lendir.
  3. Glandula submandibularis merupakan kelenjar ludah di bawah lidah, menyekresikan ludah yang mengandung air dan lendir.
Air ludah berperan penting dalam proses perubahan zat makanan secara kimiawi yang terjadi di dalam mulut. Setelah makanan dilumatkan secara mekanis oleh gigi, air ludah berperan secara kimiawi dalam proses membasahi dan membuat makanan menjadi lembek biar gampang ditelan. Ludah terdiri atas air (99%) dan enzim amilase. Enzim ini menguraikan pati dalam kuliner menjadi gula sederhana (glukosa dan maltosa). Makanan yang telah dilumatkan dengan dikunyah dan dilunakkan di dalam lisan oleh air liur disebut bolus. Bolus ini diteruskan ke sistem pencernaan selanjutnya.

2. Kerongkongan (Esofagus)

Kerongkongan merupakan susukan panjang (± 25 cm) yang tipis sebagai jalan bolus dari lisan menuju ke lambung. Fungsi kerongkongan ini sebagai jalan bolus dari lisan menuju lambung. Bagian dalam kerongkongan senantiasa lembap oleh cairan yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang terdapat pada dinding kerongkongan untuk menjaga biar bolus menjadi lembap dan licin. Keadaan ini akan mempermudah bolus bergerak melalui kerongkongan menuju ke lambung. Bergeraknya bolus dari mulut ke lambung melalui kerongkongan disebabkan adanya gerak peristaltik pada otot dinding kerongkongan. Gerak peristaltik sanggup terjadi lantaran adanya kontraksi otot secara bergantian pada lapisan otot yang tersusun secara memanjang dan melingkar. Proses gerak bolus di dalam kerongkongan menuju lambung sanggup diamati pada Gambar 6 berikut.
Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 6. Proses gerak bolus secara peristaltik dari kerongkongan menuju lambung
Tahukah Anda mengapa ketika menelan makanan, bolus tidak dapat masuk ke dalam susukan pernapasan Simak Gambar 7. dan klarifikasi berikut, untuk mendapat jawabannya.

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 7. Posisi pengecap dan epiglotis selama bernapas (a) dan ketika menelan (b)
Sebelum seseorang mulai makan, cuilan belakang lisan (atas) terbuka sebagai jalannya udara dari hidung. Di kerongkongan, epiglotis yang menyerupai gelambir mengendur sehingga udara masuk ke paru-paru. Ketika makan, kuliner dikunyah dan ditelan masuk ke dalam kerongkongan. Sewaktu kuliner bergerak menuju kerongkongan, langit-langit lunak beserta jaringan menyerupai gelambir di cuilan belakang lisan (uvula) terangkat ke atas dan menutup saluran hidung. Sementara itu, sewaktu kuliner bergerak ke arah tutup trakea, epiglotis akan menutup sehingga kuliner tidak masuk trakea dan paru-paru tetapi kuliner tetap masuk ke kerongkongan.

3. Lambung

Lambung merupakan susukan pencernaan yang berbentuk seperti kantung, terletak di bawah sekat rongga badan. Dengan mengamati Gambar 6, Anda sanggup mengetahui bahwa lambung terdiri atas tiga cuilan sebagai berikut.

a. Bagian atas disebut kardiak, merupakan cuilan yang berbatasan dengan esofagus.
b. Bagian tengah disebut fundus, merupakan cuilan badan atau tengah lambung.
c. Bagian bawah disebut pilorus, yang berbatasan dengan usus halus.

Daerah perbatasan antara lambung dan kerongkongan terdapat otot sfinkter kardiak yang secara refleks akan terbuka bila ada bolus masuk. Sementara itu, di cuilan pilorus terdapat otot yang disebut sfinkter pilorus. Otot-otot lambung ini sanggup berkontraksi seperti halnya otot-otot kerongkongan. Apabila otototot ini berkontraksi, otot-otot tersebut menekan, meremas, dan mencampur bolus-bolus tersebut menjadi kimus (chyme). Lihat Gambar 8.

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 8. Struktur lambung yang tersusun dari lapisan-lapisan otot
Gerak peremasan menyerupai ini dikenal sebagai proses pencernaan secara mekanis. Pencernaan ini disebabkan oleh oto-totot dinding lambung. Dinding lambung terdiri atas otot polos yang berbentuk memanjang, melingkar, dan serong.

Sementara itu, pencernaan secara kimiawi dibantu oleh getah lambung. Getah ini dihasilkan oleh kelenjar yang terletak pada dinding lambung di bawah fundus, sedangkan cuilan dalam dinding lambung menghasilkan lendir yang berfungsi melindungi dinding lambung dari pengikisan asam lambung, dan sanggup beregenerasi bila cidera. Getah lambung ini sanggup dihasilkan jawaban rangsangan bolus ketika masuk ke lambung. Getah lambung mengandung bermacam-macam zat kimia, yang sebagian besar terdiri atas air. 

Getah lambung juga mengandung HCl/asam lambung dan enzim-enzim pencernaan menyerupai renin, pepsinogen, dan lipase. Asam lambung mempunyai beberapa fungsi berikut.
  1. Mengaktifkan beberapa enzim yang terdapat dalam getah lambung, contohnya pepsinogen diubah menjadi pepsin. Enzim ini aktif memecah protein dalam bolus menjadi proteosa dan pepton yang mempunyai ukuran molekul lebih kecil.
  2. Menetralkan sifat alkali bolus yang tiba dari rongga mulut.
  3. Mengubah kelarutan garam mineral.
  4. Mengasamkan lambung (pH turun 1–3), sehingga dapat membunuh kuman yang ikut masuk ke lambung bersama bolus.
  5. Mengatur membuka dan menutupnya katup antara lambung dan usus dua belas jari.
  6. Merangsang sekresi getah usus.
Enzim renin dalam getah lambung berfungsi mengendapkan kasein atau protein susu dari air susu. Lambung dalam suasana asam sanggup merangsang pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin ini berfungsi memecah molekul-molekul protein menjadi molekulmolekul peptida. Sementara itu, lipase berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

Selanjutnya, kimus akan masuk ke usus halus melalui suatu sfinkter pilorus yang berukuran kecil. Apabila otot-otot ini berkontraksi, maka kimus didorong masuk ke usus halus sedikit demi sedikit.

Produksi Getah Lambung

Produksi getah lambung dipengaruhi oleh jumlah makanan yang masuk ke lambung serta emosi. Bila kuliner yang masuk ke lambung sedikit, produksi HCl sedikit pula. Bila kuliner yang masuk ke lambung banyak maka produksi HCl banyak pula. Pada saat seseorang emosi, sanggup terjadi jumlah kuliner yang masuk sedikit tetapi sekresi HCl berlebihan. Hal ini sanggup mengakibatkan terjadinya kerusakan selaput lendir lambung, yaitu menimbulkan radang atau ulkus. Jadi, jagalah emosi Anda dan makanlah secara teratur untuk mencegah terjadinya radang lambung.

4. Usus halus

Usus halus merupakan susukan berkelok-kelok yang panjangnya sekitar 6–8 meter, lebar 25 mm dengan banyak lipatan yang disebut vili atau jonjot-jonjot usus. Vili ini berfungsi memperluas permukaan usus halus yang kuat terhadap proses penyerapan makanan. Lakukan eksperimen berikut untuk mengetahui efek lipatan terhadap proses penyerapan.

Usus halus terbagi menjadi tiga cuilan menyerupai berikut:

a. duodenum (usus 12 jari), panjangnya ± 25 cm,
b. jejunum (usus kosong), panjangnya ± 7 m,
c. ileum (usus penyerapan), panjangnya ± 1 m.

Simaklah Gambar 9. berikut, biar Anda lebih mengenal struktur usus halus.

Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 9. Struktur anatomi dan histologi usus halus
Kimus yang berasal dari lambung mengandung molekul-molekul pati yang telah dicernakan di lisan dan lambung, molekul-molekul protein yang telah dicernakan di lambung, molekul-molekul lemak yang belum dicernakan serta zat-zat lain. Selama di usus halus, semua molekul pati dicernakan lebih sempurna menjadi molekul-molekul glukosa. Sementara itu molekul-molekul protein dicerna menjadi molekul-molekul asam amino, dan semua molekul lemak dicerna menjadi molekul gliserol dan asam lemak.

Pencernaan kuliner yang terjadi di usus halus lebih banyak bersifat kimiawi. Berbagai macam enzim diharapkan untuk membantu proses pencernaan kimiawi ini. Hati, pankreas, dan kelenjar-kelenjar yang terdapat di dalam dinding usus halus bisa menghasilkan getah pencernaan. Getah ini bercampur dengan kimus di dalam usus halus. Getah pencernaan yang berperan di usus halus ini berupa cairan empedu, getah pankreas, dan getah usus.

a. Cairan Empedu

b. Getah Pankreas

c. Getah Usus

5. Usus besar

Usus besar atau kolon mempunyai panjang ± 1 meter dan terdiri atas kolon ascendens, kolon transversum, dan kolon descendens. Di antara intestinum tenue (usus halus) dan intestinum crassum (usus besar) terdapat sekum (usus buntu). Pada ujung sekum terdapat tonjolan kecil yang disebut appendiks (umbai cacing) yang berisi massa sel darah putih yang berperan dalam imunitas.

Zat-zat sisa di dalam usus besar ini didorong ke bagian belakang dengan gerakan peristaltik. Zat-zat sisa ini masih mengandung banyak air dan garam mineral yang diharapkan oleh tubuh. Air dan garam mineral kemudian diabsorpsi kembali oleh dinding kolon, yaitu kolon ascendens. Zat-zat sisa berada dalam usus besar selama 1 hingga 4 hari. Pada ketika itu terjadi proses pembusukan terhadap zat-zat sisa dengan dibantu bakteri Escherichia coli, yang bisa membentuk vitamin K dan B12. Selanjutnya dengan gerakan peristaltik, zat-zat sisa ini terdorong sedikit demi sedikit ke susukan simpulan dari pencernaan adalah rektum dan akhirnya keluar dengan proses defekasi melewati anus. Lihat Gambar 10.
Proses pencernaan kuliner sanggup terjadi dalam bentuk dua cara Pintar Pelajaran Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Gambar 10. Usus besar dan susukan anus
Defekasi diawali dengan terjadinya penggelembungan bagian rektum jawaban suatu rangsang yang disebut refleks gastrokolik. Kemudian jawaban adanya acara kontraksi rektum dan otot sfinkter yang bekerjasama menjadikan terjadinya defekasi. Di dalam usus besar ini semua proses pencernaan telah selesai dengan sempurna.

Anda kini sudah mengetahui Organ Pencernaan Manusia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Monday, December 9, 2019

Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi Pada Manusia


Sistem Reproduksi pada Manusia - Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi. Sistem reproduksi insan lebih kompleks dibandingkan pada tumbuhan. Seorang laki-laki dan perempuan telah siap menghasilkan keturunan apabila memenuhi ciri-ciri tertentu secara biologis. Anda dapat menyimak materi berikut untuk sanggup memahami ciri-ciri ini. Pada potongan berikut, kita akan mempelajari sistem reproduksi manusia, baik laki-laki ataupun wanita. Selain itu, kita juga membahas beberapa proses yang terkait dengan sistem reproduksi, menyerupai ovulasi, menstruasi, fertilisasi, gestasi, persalinan, dan ASI. Penting pula kita ketahui mengenai berbagai gangguan dan kelainan yang sanggup terjadi pada sistem reproduksi.

Perkembangbiakan atau reproduksi merupakan salah satu ciri makhluk hidup untuk mempertahankan jenisnya. Manusia tergolong makhluk dioseus (berumah dua). Hal ini berarti, satu individu hanya mempunyai satu jenis alat reproduksi, yaitu laki-laki dan wanita. Laki-laki cukup umur bisa menghasilkan sel gamet yang disebut spermatozoa, sedangkan perempuan cukup umur bisa menghasilkan sel gamet yang disebut ovum. Jika kedua sel gamet ini melebur atau terjadi fertilisasi, maka terbentuk zigot yang akan tumbuh menjadi janin dan dalam waktu 9 bulan akan menjadi bayi. Bagaimana proses pembentukan sperma dan ovum? Apa kaitannya dengan kehamilan dan menstruasi? Kamu akan mengetahui jawabannya sehabis mempelajari potongan ini.

Setelah mempelajari materi tersebut, kalian diperlukan mampu menjelaskan struktur, fungsi, dan proses yang terjadi pada sistem reproduksi manusia. Selain itu, kalian juga diperlukan bisa menjelaskan proses-proses pembentukan sel kelamin, ovulasi, menstruasi, fertilisasi, dan pemberian ASI. Tak kalah penting, kalian juga diperlukan mampu menjelaskan banyak sekali kelainan atau penyakit yang sanggup terjadi pada sistem reproduksi insan sekaligus cara mencegah serta cara mengatasinya.

A. Sistem Reproduksi pada Pria (Laki-laki)

1. Alat Kelamin Pria

Alat kelamin laki-laki berfungsi menghasilkan gamet jantan, yaitu spermatozoa (sperma). Alat kelamin laki-laki dibedakan menjadi alat kelamin dalam dan alat kelamin luar.

a. Alat kelamin dalam

Alat kelamin dalam terdiri atas:

1) Testis

Testis mempunyai bentuk bundar telur dan berjumlah sepasang, terdapat pada skrotum (zakar). Testis merupakan tempat pembentukan sel kelamin jantan (spermatozoa) dan hormon kelamin (testosteron).

Pada testis terdapat pembuluh-pembuluh halus yang disebut tubulus seminiferus. Pada dinding tubulus seminiferus terdapat calon-calon sperma (spermatogonium yang diploid. Di antara tubulus seminiferus terdapat sel-sel interstisiil yang menghasilkan hormon testosteron dan hormon kelamin jantan lainnya. Selain itu, terdapat pula sel-sel berukuran besar yang berfungsi menyediakan makanan bagi spermatozoa, sel ini disebut sel sertoli.

2) Saluran reproduksi

Saluran reproduksi terdiri atas duktus epididimis, yaitu tempat pematangan sperma lebih lanjut dan tempat penyimpanan sementara sperma. Selanjutnya, terdapat vas deferens yang merupakan suatu akses untuk mengangkut sperma ke vesikula seminalis (kantung sperma). Arah vas deferens ini ke atas, kemudian melingkar dan salah satu ujungnya berakhir pada kelenjar prostat dan di belakang kandung kemih, akses ini bersatu membentuk duktus ejakulatorius pendek yang berakhir di uretra. Uretra dari duktus ejakulatorius sama-sama berakhir di ujung p*nis.
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Gambar 1. Anatomi organ reproduksi laki-laki. (Wikimedia Commons)
3) Kelenjar kelamin

Saluran kelamin dilengkapi dengan tiga kelenjar yang sanggup mengeluarkan getah atau semen. Kelenjar-kelenjar ini, antara lain vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar bulbouretral (Cowper).

a) Vesikula seminalis

Vesikula seminalis berjumlah sepasang dan terletak di atas dan bawah kandung kemih. Vesikula seminalis menghasilkan 60% dari volume total semen. Cairan dari vesikula seminalis berwarna jernih, kental mengandung lendir, asam amino, dan fruktosa. Cairan ini berfungsi memberi makan sperma. Selain itu, vesikula seminalis juga mengekskresikan prostaglandin yang berfungsi menciptakan otot uterin berkontraksi untuk mendorong sperma mencapai uterus.

b) Kelenjar prostat

Kelenjar prostat berukuran lebih besar dibandingkan dua kelenjar lainnya. Cairan yang dihasilkan encer menyerupai susu dan bersifat alkalis sehingga sanggup menyeimbangkan keasaman residu urin di uretra dan keasaman v*gina. Cairan ini langsung bermuara ke uretra lewat beberapa akses kecil.

c) Kelenjar bulbouretral atau kelenjar Cowper.

Kelenjar ini kecil, berjumlah sepasang, dan terletak di sepanjang uretra. Cairan kelenjar ini kental dan disekresikan sebelum p*nis mengeluarkan sperma dan semen.

4) Uretra

Uretra ialah akses di dalam p*nis yang berfungsi sebagai akses urin dari kandung (vesica urinaria) keluar tubuh dan sebagai akses jalannya semen dari kantong semen.

b. Alat kelamin luar

Alat kelamin luar pria, yaitu berupa p*nis dan skrotum. P*nis ialah organ yang berperan untuk kopulasi (persetubuan). Kopulasi ialah penyimpanan sperma dari alat kelamin jantan (pria) ke dalam alat kelamin betina (wanita). P*nis pada laki-laki sanggup mengalami ereksi. Ereksi ialah penegangan dan pengembangan p*nis lantaran terisinya akses p*nis oleh darah. Skrotum pada laki-laki di kenal dengan buah zakar. Di dalam buah zakar ini terdapat testis.

Gametogenesis merupakan proses pembentukan gamet (sel kelamin). Gametogenesis dibagi menjadi dua, yaitu spermatogenesis dan oogenesis. Spermatogenesis ialah proses pembentukan gamet jantan (sperma), sedangkan oogenesis ialah proses pembentukan gamet betina (ovum). Bagaimana prosedur kedua gametogenesis tersebut? Adakah perbedaannya?

2. Spermatogenesis

Spermatogenesis terjadi di dalam tubulus seminiferus. Spermatogonesis memakan waktu 65–75 hari di dalam tubuh pria. Di dalam tubulus seminiferus, terdapat banyak sel induk sperma (spermatogonium). Spermatogonium bersifat diploid (2n), mengandung 46 kromosom. Spermatogonium akan membelah secara mitosis menjadi spermatosit primer. Spermatosit ini akan membelah pula secara meiosis menjadi dua spermatosit sekunder yang bersifat haploid (n). Haploid (n) artinya mengandung 23 kromosom atau setengah dari sel induk. Kemudian, setiap spermatosit sekunder akan membelah lagi secara meiosis menjadi dua spermatosit sehingga terbentuklah empat spermatid. Sel-sel spermatid tersebut akan mengalami pendewasaan menjadi sperma.
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Gambar 2. Spermatogenesis.
B. Sistem Reproduksi pada Wanita (Perempuan)

1. Alat Kelamin Wanita

Alat reproduksi perempuan menyerupai juga pada laki-laki terdiri atas alat kelamin luar dan dalam organ reproduksi pada perempuan ialah ovarium. Ovarium berfungsi menghasilkan sel telur (ovum).
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Gambar 3. Anatomi organ reproduksi wanita. (britannica.com)
a. Alat kelamin luar

Alat kelamin luar terdiri atas:
  1. Celah luar disebut vulva.
  2. Sepasang bibir besar atau lipatan kulit disebut juga (Labium mayora) membatasi kedua belah celah dan sepasang bibir kecil lipatan disebut (Labium minora). Di potongan depan labium minor terdapat tonjolan yang disebut klit*ris. Klit*ris merupakan suatu berkas jaringan yang peka. Klit*ris berasal dari bahasa Yunani, yang berarti sebuah bukit kecil.
  3. Di dalam vulva bermuara dua saluran, yaitu akses urin dan akses kelamin.
b. Alat Kelamin dalam

Alat kelamin dalam terdiri atas:

1) Ovarium (indung telur)

Ovarium terdapat dalam rongga tubuh di tempat pinggang, yaitu di sebelah kanan dan kiri. Dalam ovarium terdapat kelenjar endokrin dan jaringan tubuh yang menciptakan sel telur (ovum) yang disebut folikel. Sel folikel akan memproduksi sel telur pada ovarium wanita. Peristiwa pelepasan sel telur (ovum) dari ovarium sehabis folikel masak disebut ovulasi. Ovulasi pada perempuan berlangsung sebulan sekali. Pada ketika folikel telur tumbuh, ovarium menghasilkan hormon estrogen, dan sehabis ovulasi menghasilkan hormon progesteron.

2) Saluran tuba fallopii

Saluran tuba fallopii atau oviduk berjumlah sepasang, di kanan dan di kiri. Saluran ini menghubungkan ovarium dengan rahim. Bagian pangkalnya berbentuk corong disebut tuba infundibulum. Tuba infundibulum ini dilengkapi dengan jumbai-jumbai yang dinamakan fimbriae. Fimbriae berfungsi menangkap sel telur yang telah masak dan lepas dari ovarium. Tuba fallopii berfungsi untuk menggerakkan ovum ke arah rahim dengan gerak peristaltik dan dengan dukungan silia.

3) Uterus (rahim)

Rahim insan mempunyai satu ruangan dan berbentuk buah pir, pada potongan bawahnya mengecil dan disebut leher rahim atau serviks uteri, potongan ujung yang besar disebut tubuh rahim atau corpus uteri. Lapisan terdalam yang membatasi rongga rahim terdiri atas jaringan epitel yang disebut endometrium atau selaput rahim. Lapisan ini menghasilkan banyak lendir dan pembuluh darah. Sebulan sekali, pada ketika menstruasi (haid) lapisan ini dilepaskan diikuti dengan pendarahan. Dinding pada rahim selalu mengalami perubahan ketebalan, insiden ini dipengaruhi hormon, di antaranya adalah:

a) Menjelang ovulasi dinding menebal, lantaran efek hormon estrogen.
b) Dinding rahim akan semakin menebal sehabis ovulasi, lantaran efek hormon progesteron.
c) Pada ketika menstruasi dinding rahim tipis kembali, lantaran dinding endometrium mengelupas. Setelah menstruasi, dinding dibuat kembali, insiden ini disebut siklus menstruasi.
d) Uterus atau rahim merupakan ruangan tempat janin menempel, tumbuh dan berkembang.

4) V*gina (liang peranakan)

V*gina ialah sebuah tabung berlapiskan otot yang membujur ke arah belakang dan atas. Dinding v*gina lebih tipis dari rahim dan banyak lipatan-Iipatan. Hal ini untuk mempermudah jalan kelahiran bayi. Selain itu, juga terdapat lendir yang dihasilkan oleh dinding v*gina dan suatu kelenjar, yaitu kelenjar barlholini.

2. Oogenesis

Oogenesis terjadi di dalam ovarium. Ovarium mengandung banyak sel induk telur (oogonium)yang bersifat diploid (2n). Oogonium tersebut akan membelah secara mitosis menjadi oosit primer. Oosit primer akan membelah secara meiosis menjadi satu oosit sekunder dan satu tubuh polar primer. Kemudian, oosit sekunder membelah secara meiosis menjadi satu ootid dan satu tubuh polar sekunder. Ootid akan mengalami pematangan menjadi sel telur (ovum), sedangkan tubuh polar sekunder akan luruh (degenerasi).

Sel telur yang telah matang akan dilepaskan oleh ovarium. Pelepasan sel telur oleh ovarium disebut ovulasi.

Di dalam ovarium terdapat banyak folikel yang merupakan pelindung dan pemberi nutrisi bagi sel telur yang sedang dibentuk. Pada proses ovulasi, folikel akan mengeluarkan sel telur. Folikel yang telah mengeluarkan sel telurnya disebut corpus luteum. Corpus luteum menyekresikan hormon estrogen dan progesteron.
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Gambar 4. Oogenesis terjadi di ovarium.
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Gambar 5. Proses pelepasan sel telur oleh ovarium (ovulasi). (embryology.med.unsw.edu.au).
Pada ketika dilahirkan, ovarium pada bayi perempuan mengandung 600 ribu oosit primer. Akan tetapi, hanya 400 yang akan berkembang menjadi ovum.

3. Siklus Menstruasi

Siklus menstruasi mengacu kepada perubahan yang muncul di dalam uterus. Rata-rata siklus menstruasi pada perempuan sekitar 28 hari. Siklus menstruasi terdiri atas tiga fase, yaitu fase menstruasi, fase proliferasi, dan fase sekretori (Campbell, 1998: 951).

Fase menstruasi merupakan fase pada ketika terjadi peluruhan dinding uterus yang menebal (endometrium). Endometrium yang luruh tersebut merupakan proses menstruasi (keluarnya darah dari v*gina). Fase menstruasi hanya terjadi dalam beberapa hari saja (4–7hari). Menstruasi menyebabkan dinding uterus menjadi tipis menyerupai semula.

Setelah 1–2 minggu, dinding uterus kembali menebal. Proses ini terjadi pada fase proliferasi. Fase terakhir dari siklus menstruasi ialah fase sekretori. Fase sekretori berlangsung selama dua minggu. Pada fase ini, endometrium semakin menebal, kaya akan pembuluh darah. Apabila tidak terjadi implantasi embrio pada endometrium, maka endometrium akan luruh. Hal ini akan mengawali terjadinya kembali siklus menstruasi.

Pada ketika terjadi siklus menstruasi, berlangsung pula siklus ovarium. Siklus ini, terdiri atas tiga fase, yaitu fase folikular, fase ovulasi, dan fase luteal. Siklus ovarium diawali oleh fase folikular. Pada fase ini, folikelfolikel pada ovarium akan tumbuh dan berkembang. Dari beberapa folikel yang tumbuh, hanya satu saja yang akan matang, sementara folikel yang lainnya akan luruh. Fase ini berakhir pada ketika sel telur dikeluarkan (ovulasi). Peristiwa ini merupakan fase ovulasi. Folikel yang telah mengeluarkan sel telur akan tetap berada di ovarium dan menjelma corpus luteum. Proses tersebut terjadi pada fase luteal.

Siklus menstruasi dan siklus ovarium sangat dipengaruhi oleh hormon. Hormon tersebut besar lengan berkuasa terhadap perkembangan folikel, ovulasi, dan penebalan dinding rahim. Terdapat lima jenis hormon yang berperan dalam siklus menstruasi dan siklus ovarium (Campbell, 1998: 951). Kelima hormon tersebut ialah Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH), Follicle Stimulating Hormone (FSH), Luteinizing Hormone (LH), estrogen, dan progesteron.

Pada fase folikular dari siklus ovarium, hipotalamus akan mengeluarkan GnRH yang akan merangsang sekresi hormon FSH dan LH. FSH akan merangsang perkembangan folikel yang akan menyekresikan estrogen. LH sendiri menyebabkan terjadinya ovulasi dan pembentukan corpus luteum. Corpus luteum akan menyekresikan hormon estrogen dan progesteron. Kadar estrogen akan meningkat pada hari ke-12 siklus. Hal ini akan menyebabkan insiden ovulasi pada hari ke-14 siklus. Produksi estrogen dan progesteron akan mencapai puncaknya pada hari ke-22 siklus.

Apabila tidak terjadi pembuahan, kadar estrogen dan progesteron yang tinggi akan menghambat produksi FSH dan LH. Turunnya kadar LH akan menyebabkan luruhnya corpus luteum sehingga kadar estrogen dan progesteron pun menurun. Hal ini mengawali siklus menstruasi yang baru. Berdasarkan Gambar 6. dapatkah Anda menjelaskan kekerabatan antara siklus menstruasi, siklus ovarium, dan keadaan hormon dalam tubuh?
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Grafik 7. Grafik siklus menstruasi.
4. Fertilisasi dan Kehamilan

Kehamilan akan terjadi lantaran adanya fertilisasi. Fertilisasi merupakan proses bertemunya sel telur (ovum) dengan sel sperma. Pada manusia, sel sperma akan masuk ke dalam v*gina untuk bertemu dengan sel telur melalui proses kopulasi.

Pada lelaki normal, sperma akan dikeluarkan sebanyak 300–400 juta dalam satu kali ej*kulasi. Sel-sel sperma yang masuk ke dalam v*gina akan berenang menuju oviduct (tuba Fallopi). Apabila sel sperma bertemu dengan sel telur pada tuba Fallopi, maka akan terjadi fertilisasi (Gambar 7). Fertilisasi akan menghasilkan zigot yang bersifat diploid (2n), hasil peleburan antara inti sperma dan inti sel telur.
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Gambar 7. Fertilisasi terjadi di tuba Fallopi.
Dalam perjalanan menuju uterus, zigot akan mengalami pembelahan. Zigot yang mengalami pembelahan tersebut dinamakan morula. Morula tersebut akan terus mengalami pembelahan menjadi blastula. Blastula mempunyai rongga yang disebut blastosol. Pada tutup blastula, zigot akan menempel pada endometrium. Proses melekatnya zigot pada endometrium disebut implantasi.

Setelah implantasi, dimulailah proses kehamilan, secara umum, kehamilan dibagi menjadi tiga trimester, yaitu trimester pertama, trimester kedua, dan trimester ketiga. Pada trimester pertama, blastuta akan terus berkembang membentuk tiga lapisan, yaitu lapisan luar (ektoderm), lapisan tengah (mesoderm), dan lapisan dalam (endoderm). Tahap ini disebut gastrulasi.

Setelah itu, zigot akan mengalami organogenesis, yaitu proses pembentukan banyak sekali organ tubuh dari masing-masing lapisan. Ektoderm akan membentuk sisem saraf, kulit, mata, dan hidung. Mesoderm akan membentuk tulang, otot, jantung, pembuluh darah, ginjal, limfa, dan organ reproduksi. Endoderm akan membentuk organ-organ pernapasan dan pencernaan. Blastula yang mengalami organogenesis membentuk embrio.

Embrio tersebut mendapat nutrisi dari endometrium melalui plasenta. Pada trimester pertama, embrio akan merangsang kelenjar-kelenjar dalam dinding uterus untuk memproduksi hormon-hormon reproduksi. Salah satu hormon yang diproduksi, ialah Human Chorionic Gonadotropin (HCG). Hormon ini berfungsi merangsang corpus luteum untuk menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Kedua hormon tersebut akan menyebabkan dinding uterus tetap tebal yang mempunyai kegunaan sebagai implantasi dan memelihara janin. Pada trimester pertama, kadar HCG dari dalam darah ibu sangat tinggi sehingga sebagian di antaranya diekskresikan bersama urine. Adanya HCG di dalam urine sanggup digunakan sebagai indikator dalam uji kehamilan.

Pada trimester kedua, embrio tumbuh secara cepat dan aktif mencapai ukuran sekitar 30 cm. Embrio atau janin akan aktif bergerak pada trimester kedua ini. Pada periode ini, hormon HCG akan stabil dan plasenta akan menyekresikan sendiri progesteron untuk menjaga kehamilan. Pada trimester ketiga, janin akan tumbuh mencapai berat sekitar 3–3,5 kg dan panjang sekitar 50 cm. Pada periode ini, perut ibu akan kelihatan sangat membesar.

5. Kelahiran

Kehamilan berlangsung sekitar 9 bulan 10 hari. Janin sehabis mencapai usia tersebut akan siap untuk dilahirkan. Proses kelahiran diawali dengan meningkatnya hormon estrogen. Meningkatnya hormon estrogen ini akan meningkatkan kemampuan otot-otot uterus untuk berkontraksi. Selama ahad terakhir kehamilan, hormon estrogen meningkat secara pesat. Otot-otot uterus pun dipengaruhi oleh hormon oksitosin.

Kontraksi otot-otot uterus akan menekan kepala bayi menuju serviks (leher rahim). Akibatnya, serviks akan merenggang sehingga bayi keluar dari uterus. Secara bersamaan, kontraksi tersebut akan mendorong bayi menuju v*gina dan jadinya keluar dari tubuh ibu.

Pada ketika kelahiran (Gambar 8), bayi masih terhubung dengan plasenta melalui tali pusar. Ketika masih berada di dalam uterus, janin tidak perlu bernapas. Akan tetapi, sehabis keluar, bayi akan mulai bernapas.
Manusia sebagai makhluk hidup juga melaksanakan reproduksi Pintar Pelajaran Sistem Reproduksi pada Manusia
Gambar 8. Proses kelahiran bayi. (global.britannica.com)
Air susu ibu atau ASI lebih banyak diproduksi sehabis bayi lahir lantaran hormon prolaktin lebih aktif. Kelenjar susu dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron.

Kolostrum, cairan kuning yang disintesis dan disimpan oleh kelenjar mamae mulai dari bulan keempat atau kelima kehamilan, akan menjadi makanan pertama bagi bayi. Kolostrum kaya akan kandungan antibodi ibu, menjaga bayi dari infeksi. Kandungan proteinnya yang tinggi juga membantu mencegah diare pada bayi. Beberapa hari sehabis kelahiran, bayi yang menyusui dikombinasikan dengan hormon prolaktin merangsang sintesis ASI bahwasanya dalam payudara ibu.

Keunggulan dan manfaat menyusui sanggup dilihat dari beberapa aspek, yaitu aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, ekonomis, dan aspek penundaan kehamilan.

Tabel 1. Manfaat ASI

Aspek
Kandungan
Manfaat
Gizi


Kolostrum
Immunoglobulin A; protein, vitamin A; karbohidrat; lemak rendah dan air
Kekebalan tubuh yang cukup, membantu mengeluarkan mekonium (kotoran bayi pertama)
ASI
Gizi yang sesuai dan berkualitas tinggi; perbandingan whey dan casein 65 : 35; taurin; DHA (Decosahexanic Acid); AA (Arachidonic Acid)
Pertumbuhan dan kecerdasan bayi, lebih gampang dicerna dibandingkan susu sapi
Imunologik
Ig.A; Laktoferin; Lysosim; sel darah putih, yakni Bronchus Asociated Lympocyte (BALT)/antibodi akses pernapasan dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT)/antibodi jaringan payudara ibu; faktor bifidus
Kekebalan tubuh bayi, menjaga keasaman tanaman usus bayi, dan menghambat pertumbuhan basil merugikan
Aspek
Manfaat
Psikologik
Rasa percaya diri ibu menyusui, kasih sayang terhadap bayi, interaksi antara ibu dan bayi, rasa kondusif dan kehangatan ibu memberi kepuasan bagi bayi
Kecerdasan
Interaksi ibu-bayi dan nilai gizi ASI mengoptimalkan perkembangan sistem saraf bayi dan meningkatkan kecerdasan. Penelitian memperlihatkan bahwa IQ bayi yang diberi ASI mempunyai IQ 4,3 poin lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 poin lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8,3 poin lebih tinggi pada usia 8,5 tahun dibandingkan bayi yang tidak diberi ASI
Neurologis
Dengan menyusui, koordinasi saraf menelan, mengisap, dan bernapas bayi sanggup lebih tepat
Ekonomis
Dengan menawarkan ASI eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya makanan bayi hingga bayi berumur 6 bulan
Penundaan kehamilan
Memberikan ASI langsung sanggup menunda haid dan kehamilan. Dapat digunakan sebagai kontrasepsi alamiah yang dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL)

C. Gangguan dan Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia

Seperti halnya sistem-sistem tubuh lainnya, sistem reproduksi pada insan sanggup mengalami gangguan dan penyakit. Gangguan dan penyakit tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, menyerupai tumor, nanah virus atau bakteri, serta kelainan fisiologis pada organ reproduksi. Berikut akan dijelaskan beberapa pola gangguan dan penyakit pada sistem reproduksi manusia.
  1. Endometriosis, ialah gangguan akhir adanya jaringan endometrium dari luar rahim (uterus). Kelainan ini berupa tumbuhnya jaringan endometrium pada ovarium, usus besar ataupun kandung kemih. Endometriosis menyebabkan sakit pada ketika menstruasi.
  2. Imp*tensi, ialah ketidakmampuan p*nis untuk ereksi atau mempertahankan ereksi. Gangguan ini sanggup disebabkan oleh banyak sekali faktor, menyerupai gangguan produksi hormon testosteron, penyakit diabetes mellitus, kecanduan alkohol, dan gangguan sistem saraf.
  3. Prostatitis, ialah peradangan pada kelenjar prostat. Peradangan kelenjar prostat ini sanggup diikuti oleh peradangan uretra. Penderita prostatitis mempunyai gejala-gejala menyerupai sakit ketika buang air kecil.
  4. Infertilitas, ialah ketidakmampuan untuk menghasilkan keturunan. Pada pria, infertilitas diartikan ketidakmampuan sperma untuk membuahi ovum. Infertilitas sanggup disebabkan oleh gangguan spermatogenesis dan oogenesis, tersumbatnya akses sperma, tersumbatnya tuba Fallopi, dan gangguan pada rahim.
  5. Kanker serviks, merupakan kanker pada potongan serviks wanita, banyak menyerang perempuan di atas umur 40 tahun. Kanker serviks disebabkan oleh nanah virus herpes dan human papilloma virus.
Anda kini sudah mengetahui Sistem Reproduksi pada Manusia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Firmansyah, R. A. M. Hendrawan dan M. U. Riandi. 2009. Praktis dan Aktif Belajar Biologi 2 : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 210.

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk Sekolah Menengan Atas dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rachmawati, F. N. Urifah, dan A. Wijayati. 2009. Biologi : untuk SMA/ MA Kelas XI Program IPA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 193.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.