Wednesday, May 13, 2020

Perkembangbiakan Vegetatif Dan Generatif Pada Tumbuhan

Selain insan dan hewan, flora juga mengalami proses perkembangbiakan. Tumbuhan berkembang biak dengan dua cara yaitu secara vegetatif dan generatif.

1. Perkembangbiakan Vegetatif

Perkembangbiakan secara vegetatif ialah perkembangbiakan yang terjadi tanpa disertai pertemuan sel jantan dan sel kelamin betina (tidak melalui perkawinan). Perkembangbiakan vegetatif dikelompokkan menjadi dua, yaitu perkembangbiakan vegetatif alami dan perkembangbiakan vegetatif buatan.

a. Vegetatif alami

Perkembangbiakan vegetatif alami ialah perkembangbiakan yang terjadi secara alami tanpa derma manusia. Perkembangbiakan vegetatif alami sanggup terjadi melalui spora, membelah diri, akar tinggal, umbi lapis, umbi akar, umbi batang, geragih, tunas, dan tunas adventif.
1. Spora
 flora juga mengalami proses perkembangbiakan Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan
Spora ialah sel yang berubah fungsi menjadi alat perkembangbiakan. Spora dibuat dan disimpan dalam kotak spora yang disebut sporangium. Apabila spora jatuh di daerah yang cocok maka akan tumbuh hifa baru. Hifa yang bercabang disebut rizoid. Rizoid menempel di daerah ia jatuh maka tumbuhlah jamur baru. Tumbuhan yang berkembang biak dengan spora yaitu jamur, lumut, alga dan paku-pakuan.

2. Membelah diri
 flora juga mengalami proses perkembangbiakan Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan
Tumbuhan tingkat rendah berkembang biak dengan cara membelah diri. Tumbuhan tingkat rendah mempunyai satu sel, misalnya ganggang hijau.

3. Akar tinggal (rhizoma)
 flora juga mengalami proses perkembangbiakan Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan
Akar tinggal ialah kepingan batang yang tumbuh menjalar di dalam tanah. Batang tersebut beruas-ruas dan tumbuh mendatar. Pada tiap ruasnya akan tumbuh akar. Tunas ini sanggup tumbuh menjadi flora baru.
Ciri-ciri akar tinggal tinggal diuraikan sebagai berikut:
• Bentuknya menyerupai akar tetapi berbuku-buku, bentuknya menyerupai batang dan ujungnya terdapat kuncup.
• Pada tiap ketiak sisik terdapat tunas.
• Pada tiap buku terdapat semacam daun yang bermetamorfosis sisik.
Contoh flora yang berkembang biak dengan akar tinggal yaitu kunyit, temulawak, jahe, alang-alang, dan lengkuas.

4. Umbi lapis
 flora juga mengalami proses perkembangbiakan Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan
Umbi lapis merupakan pelepah daun yang berlapis-lapis. Pada kepingan atas umbi lapis tumbuh daun. Di tengah lapisan umbi terdapat tunas. Tunas yang terbentuk di tengah umbi lapis disebut siung. Siung yang terpelihara akan menghasikan umbi gres yang lebih banyak. Sedangkan pada kepingan bawah umbi lapis terdiri dari cakram dan akar serabut. Perkembangbiakan umbi lapis dimulai dengan tumbuhnya siung pada tunas ketiak yang paling luar. Pada awal pertumbuhannya, siung mengambil masakan dari induknya. Jika siung itu sudah berakar, siung itu sanggup menciptakan makanannya sendiri dengan melaksanakan fotosintesis. Perkembangbiakan dengan umbi lapis terjadi pada bawang merah, bawang putih, bawang daun, bunga bakung, dan bunga tulip.

5. Umbi akar
 flora juga mengalami proses perkembangbiakan Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan
Umbi akar ialah akar yang membesar dan berisi cadangan makanan. Jika umbi ini ditanam bersama dengan pangkal batang, maka akan tumbuh tunas. Tunas tersebut merupakan flora baru. Contoh flora yang mempunyai umbi akar antara lain dahlia, wortel, lobak, dan singkong. Umbi akar pada dahlia dan wortel sanggup untuk berkembang biak alasannya ialah ada tunas pada pangkal batangnya.

6. Umbi batang
 flora juga mengalami proses perkembangbiakan Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan
Umbi batang ialah batang yang tumbuh di dalam tanah dan ujungnya menggelembung menjadi umbi. Umbi ialah daerah untuk menyimpan cadangan masakan yang mengandung karbohidrat. Pada permukaan umbi batang tumbuh sisik dan kuncupnya membentuk mata tunas. Contoh flora yang mempunyai umbi batang ialah ubi jalar dan kentang. Pada kentang atau ubi jalar biasanya terdapat lekukan umbi yang disebut mata tunas. Mata tunas akan terang ketika kentang bau tanah atau ubi jalar disimpan beberapa hari di daerah yang lembab. Mata tunas yang terbentuk inilah yang kelak sanggup tumbuh menjadi flora baru.

7. Geragih (Stolon)
 flora juga mengalami proses perkembangbiakan Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan
Geragih ialah batang yang merambat di atas tanah atau di dalam tanah. Geragih tersusun atas ruas-ruas. Tiap ruas yang menempel pada tanah akan membentuk akar dan tumbuh tunas gres sebagai calon flora baru. Geragih sanggup tumbuh di atas tanah maupun di dalam tanah. Geragih yang tumbuh di atas tanah terdapat pada flora semanggi, stroberi, dan pegagan. Geragih yang tumbuh di dalam tanah terdapat pada flora rumput teki.

8. Tunas
 flora juga mengalami proses perkembangbiakan Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan
Tunas tumbuh dari batang yang terdapat di dalam tanah. Tunas muda menjadi flora gres dan tumbuh di sekitar induknya sehingga terbentuklah rumpun. Tunas ini tidak tergantung pada induknya. Walaupun induknya ditebang, tunas ini akan tumbuh terus. Tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas antara lain pisang, bambu, dan tebu 

9. Tunas Adventif
 flora juga mengalami proses perkembangbiakan Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan
Tunas adventif ialah tunas yang tumbuh selain pada ujung batang dan ketiak daun. Tunas ini biasanya tumbuh pada flora yang tidak bertunas menyerupai pada kepingan daun dan akar. Tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas adventif antara lain cocor bebek, sukun, dan kesemek. Sukun dan kesemek mempunyai tunas adventif pada akar, sedangkan cocor angsa mempunyai tunas adventif pada daun.

b. Vegetatif buatan

Vegetatif buatan ialah perkembang biakan yang terjadi alasannya ialah adanya campur tangan manusia. Berikut pola flora yang berkembang biak secara vegetatif buatan.

1. Mencangkok
 flora juga mengalami proses perkembangbiakan Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan
Mencangkok hanya sanggup dilakukan pada flora berkambium (biji berkeping dua). Cangkok dilakukan dengan cara mengupas kulit batang. Bagian yang telah dikupas kemudian dilapisi/ditutup dengan tanah yang subur dan dibungkus dengan sabut kelapa. Contoh: jambu, mangga, jeruk, kelengkeng, dan rambutan.

2. Mengenten atau menyambung
 flora juga mengalami proses perkembangbiakan Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan
Mengenten dilakukan dengan menyambung dua tumbuhan yang berbeda tetapi sejenis. Mula-mula benih disemaikan  sesudah tumbuh sebesar yang dikehendaki kemudian batang tumbuhan dipotong dan disambung dengan batang tumbuhan lain yang kualitasnya lebih baik. Contoh: bunga sepatu, durian, jambu, dan kopi.

3. Okulasi atau menempel
 flora juga mengalami proses perkembangbiakan Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan
Pada dasarnya okulasi sama dengan mengenten (menyambung) yaitu menggabungkan dua jenis tumbuhan yang berbeda sifatnya dengan memakai lapisan kulitnya (pada mata tunas). Contoh: jeruk bali dengan jeruk limau.

4. Stek batang
 flora juga mengalami proses perkembangbiakan Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan
Stek batang dilakukan pada batang yang cukup bau tanah dan mempunyai ruas. Beberapa hari sebelum distek, batang tersebut dipotong selanjutnya potongan batang ditanam di tanah yang subur dan gembur. Contoh: tebu, jambu air, sirih dan singkong.

5. Stek daun
 flora juga mengalami proses perkembangbiakan Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan
Stek daun dilakukan dengan cara memakai daun sebagai bibit untuk dijadikan tananaman baru. Daun yang distek diambil dan diletakkan di atas permukaan tanah. Tunasnya akan tumbuh di pingggir daun. Contoh : begonia

6. Merunduk
 flora juga mengalami proses perkembangbiakan Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan
Merunduk dilakukan dengan cara membengkokkan cabang tumbuhan hingga menyentuh tanah kemudian menimbun dengan tanah hingga mengeluarkan akar baru. Contoh : apel, alamanda, melati.

2. Perkembangbiakan Generatif

Perkembangbiakan generatif disebut juga perkembangbiakan secara kawin. Perkembangbiakan generatif dialami flora berbiji melalui proses penyerbukan. Penyerbukan ialah bencana jatuhnya sebuk sari ke kepala putik. Pada bagian-bagian bunga terdapat benang sari yaitu alat kelamin jantan dan putik sebagai alat kelamin betina. Jika serbuk sari hingga ke bakal biji, terjadilah pembuahan. Hasil pembuahan ialah terbentuknya bakal biji yang akan tumbuh menjadi biji sedangkan bakal buah akan tumbuh menjadi buah. Biji itulah yang kemudian ditanam sehingga tumbuh menjadi tumbuhan besar dan berbunga lagi. Penyerbukan pada flora dibantu oleh serangga.

Demikianlah pembahasan perihal Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan yang sanggup saya bagikan. Semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment